BAB II
LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA
A. Deskripsi Konseptual Fokus Penelitian
Outdoor learning adalah metode pembelajaran yang memanfaatkan
lingkungan luar kelas sebagai sumber belajar. Dalam konteks pembelajaran IPA
(Ilmu Pengetahuan Alam), pendekatan ini sangat relevan karena IPA sering kali
berkaitan dengan fenomena alam dan lingkungan sekitar. Implementasi model
pembelajaran Outdoor learning diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa
terhadap materi IPA, terutama pada siswa-siswi kelas 5 SDN Penggalang 2.
Outdoor learning, yang juga dikenal dengan berbagai istilah seperti
kegiatan luar ruangan, kelas luar, atau pembelajaran di lapangan, adalah sebuah
pendekatan pembelajaran di mana guru membawa siswa keluar kelas untuk
mengamati dan belajar langsung dari lingkungan sekitar. Menurut Sulaimi, Outdoor
learning adalah “cara untuk menghadirkan pengalaman langsung kepada siswa
dengan tujuan agar mereka lebih mengenal dan merasa dekat dengan lingkungan
sekitar mereka”1. Lingkungan di luar sekolah dapat menjadi sumber pengetahuan
yang berharga bagi siswa jika guru mampu mengintegrasikan materi pelajaran
dengan konteks lingkungan sekitar mereka. Pendekatan Outdoor learning ini telah
terbukti dapat meningkatkan tingkat keterlibatan dan pemahaman siswa, sehingga
pembelajaran yang terjadi menjadi lebih bermakna bagi mereka
Metode Outdoor learning menekankan pembelajaran berbasis pengalaman
langsung yang dapat memperkaya pengetahuan siswa. Nurcahyani menjelaskan
bahwa “Outdoor learning adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa
diperkenankan meninggalkan kelas dan menjelajahi lingkungan sekitar untuk
mencari informasi”2. Metode ini pada dasarnya melibatkan kegiatan belajar dan
mengajar di luar ruangan kelas
1
Sulaimi, Anggi Irna. “Analisis Metode Outdoor Learning Pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu.” 2021 hal 43
2
Nurcahyani, Roqib Triana. “The Effectiveness Of Outdoor Learning On Students’
Achievement In Writing Descriptive Text At The Tenth Grade Students Of MA Ma’arif Balong
Ponorogo In Academic Year 2015/2016.” STAIN Ponorogo. 2017 hal 40
8
9
Berdasarkan uraian para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
metode Outdoor learning adalah pendekatan pembelajaran yang dilakukan di luar
ruangan danmenghadirkan siswa secara langsung pada objek yang sedang dipelajari
1. Tujuan Metode Outdoor Learning
Outdoor learning adalah metode pembelajaran yang diselenggarakan
di luar ruangan, mengubah lokasi pembelajaran dari kelas ke lingkungan luar.
Penerapan metode Outdoor learning bertujuan untuk mengatasi kejenuhan
yang mungkin terjadi selama pembelajaran di dalam kelas. Jika siswa merasa
gembira, tidak merasa bosan, dan tidak jenuh selama proses pembelajaran,
maka tingkat pemahaman mereka cenderung meningkat, yang pada akhirnya
akan memengaruhi hasil belajar mereka. Menurut Fadilah tujuan penggunaan
metode Outdoor learning mencakup3:
a. Mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kreatifitas
mereka dengan seluas-luasnya
b. Menyediakan latar yang berarti bagi pembentukan sikap dan mental siswa
c. Meningkatkan kesadaran, apresiasi, dan pemahaman peserta didik
terhadap lingkungan,
d. Membantu mengembangkan segala potensi setiap siswa agar menjadi
manusia sempurna, yaitu memiliki perkembangan jiwa, raga, dan spirit
yang kuat,
e. Memberikan konteks dalam proses pengenalan berkehidupan sosial dalam
tatanan praktik
f. Menunjang keterampilan dan ketertarikan peserta didik
g. Menciptakan kesadaran dan pemahaman peserta didik cara menghargai
alam dan lingkungan, serta hidup berdampingan di tengah perbedaan suku,
ideologi, agama, politik, ras, bahasa, dan lain sebagainya,
h. Mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat
pembelajaran lebih kreatif
i. Memberikan kesempatan yang unik bagi peserta didik untuk perubahan
perilaku
3
Fadila. Implementasi Pembelajaran Luar Kelas (Outdoor Learning) di
Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Inspirasi Manajemen
Pendidikan,(2019)
10
j. Memberikan kontribusi penting dalam rangka membantu mengembangkan
hubungan guru dan siswa
k. Menyediakan waktu seluas-luasnya bagi peserta didik untuk belajar dari
pengalaman langsung melalui implementasi bebas kurikulum sekolah di
berbagai area
l. Memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan
m. Supaya peserta didik memahami secara optimal seluruh mata pelajaran.
Merujuk pada hal yang sudah peneliti jabarkan, oleh karenanya peneliti
mampu menarik kesimpulan bahwasanya tujuan utama pada
pengimplementasian Outdoor learning pada pelaksanaan belajar bisa tergapai
berhubungan erat dengan guru, ketika guru mengajar siswa di kelas, seorang
guru memiliki peran krusial pada saat mengendalikan respon serta reaksi
mereka. Tugas utama serta paling penting seorang guru ialah memberikan
semangat siswa guna mengikuti pembelajaranmerujuk kepada apa yang hendak
dipelajari di luar kelas, memberi motivasi, memberi pengarahan, serta
memperbaiki tindakan siswa diluar kelas. Siswa bisa termotivasi penuh supaya
belajar diluar kelas jikalau guru memiliki perilaku yang disebutkan. Yang
diperlihatkan dengan minat, semangat, serta ketekunan besar pada saat belajar
sebagai aspek melalui alam.
2. Kelebihan & Kekurangan Metode Outdoor Learning
Metode pelaksanaan belajar yang diimplementasikan juga memiliki
dampak dalam efektivitas yang akhirnya juga menetapkan tergapainya tujuan
dari pembelajaran. Setiap metode yang diimplementasikan harus selaras dalam
materi ajar. Supaya efektif serta efisien, guru harus memberi perhatian dengan
seksama pada setiap faktor aktivitas pelaksanaan belajar. Outdoor learning
memberi solusi pada guru bagaimana menggunakan lingkungan sekitar guna
memberi pengaruh terhadap perkembangan siswa serta memberikan mereka
lebih banyak lagi engalaman dibanding yang biasa mereka dapat di dalam
kelas.
11
Metode pembelajaran memiliki keunggulan serta kelemahan masing-
masing, termasuk juga metode outdoor learning. Beberapa kelebihan dari
metode outdoor learning, menurut sulaimi diantaranya4:
a. Aktivitas belajar lebih menarik serta tidak membosankan, yang kemudian
semangat belajar siswa akan lebih tinggi
b. Hakikat belajar akan lebih bermakna karena siswa dihadapkan dengan
kondisi serta keadaan yang sebenarnya
c. Bahan-bahan yang bisa dipelajari lebih kaya dan lebih faktual yang
kemudian kebenarannya akurat
d. Aktivitas belajar siswa lebih komprehensif serta lebih aktif, karena bisa
dilaksanakan dengan berbagai cara, misalnya mengamati, bertanya,
membuktikan, menguji fakta, serta sebagainya
e. Sumber belajar lebih kaya karena lingkungan yang dipelajari bisa beraneka
ragam, misalnya lingkungan sosial, lingkungan alam, lingkungan buatan,
serta sebagainya.
f. Siswa bisa memahami serta menghayati factor-faktor kehidupan yang ada
di lingkungannya yang kemudian bisa membuat pribadi yang tidak asing
dengan kehidupan sekitarnya, dan memupuk cinta lingkungan
Adapun merujuk pendapat Widiasworo menyatakan bahwa kelebihan
daripada metode Outdoor learning ialah “menghilangkan kejenuhan bagi siswa
serta lebih tertarik ikut aktivitas pelaksanaan belajar, dapat digunakan guru
sebagai sarana guna menciptakan kreativitas pada saat mendesain
pembelajaran, daya nalar siswa lebih berkembang, pembelajaran lebih
menginspirasi, dan pembelajaran lebih menyenangkan” 5. Metode Outdoor
learning mempunyai kelemahan salah satunya dalam teknis pengaturan waktu.
Berikut ini kekurangan dari penggunaan metode outdoor learning, menurut
Dewi diantaranya6:
4
Sulaimi, Anggi Irna. “Analisis Metode Outdoor Learning Pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu.” Skripsi fakultas Terbiyah Dan
Tadris Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. 2021.
5
Widiasworo, E. Strategi dan Metode Mengajar Siswa di Luar Kelas (Outdoor Learning).
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2020 hal 23
6
Dewi, Mirnawati. “Keefektifan Metode Pembelajaran Luar Kelas (Outdoor Learning) Pada
Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pakur.” Universitas Muhammadiyah Makassar.
2018 hal 50
12
1. Kegiatan belajar yang dipersiapkan sebelumnya dilangsungkan tidak
mengarah pada tujuan pembelajaran sehingga menyebabkan waktu
terbuang
2. Kegiatan pembelajaran dengan metode ini terkesan memerlukan waktu
yang lama dalam pelaksanannya sehingga kegiatan pembelajaran hanya
dihabiskan di luar kelas.
3. Langkah-Langkah Metode Outdoor Learning
Muatan pembelajaran yang prosedur pembelajarannya bisa
dilaksanakan di luar kelas yakni pelajaran IPA, guru bisa mendorong siswa
guna aktivitas pelaksanaan belajar di luar kelas yang pastinya dengan
mempersiapkannya secara baik supaya bisa tergapai tujuan dari pembelajaran,
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan metode Outdoor learning memiliki
langkah-langkah :7
a. Tahap Persiapan
1) Guru harus menetapkan tujuan dan rencana pembelajaran,
2) Guru harus menyiapkan tempat dan media di luar kelas,
3) Guru mengajak siswa untuk keluar kelas, dan
4) Guru dan siswa tidak boleh merasa terpaksa.
b. Tahap Pelaksanan
1) Ketika siswa meninggalkan kelas untuk belajar, guru menyuruh
mereka berjalan dengan rapi dan teratur,
2) Dari jarak sekitar satu meter, guru meminta siswa berbaris dengan
teratur,
3) Guru menjelaskan pembelajaaran,
4) Di luar kelas, siswa memperhatikan penjelasan yang diberikan guru
5) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan
pertanyaan.
7
Putri, Retno Nabillah. “Meningkatkan Kreativitas Siswa Melalui Penggunaan Metode
Outdoor Learning Berbantuan Media Lingkungan Sekitar Sekolah Pada Kelas IV Sekolah Dasar.”
Universitas Jambi. 2023 hal 70
13
c. Tahap Evaluasi
1) Selama fase evaluasi, guru memberi siswa kesempatan untuk
menunjukkan kemajuan mereka
2) Guru tidak menggunakan kata “salah” selama kegiatan pembelajaran,
tetapi guru menggunakan kata yang dapat menginstruksikan siswa
agar “mengulangi lagi” jika tidak bisa menjawab
B. Hasil Penelitian Yang Relevan
Penelitian relevan ialah adanya timbul kesamaan yang terjadi diantara
penelitian yang hendak dilaksanakan dengan penelitian sebelumnya. Penelitian
relevan mempunyai tujuan supaya peneliti memiliki landasan yang mendukung
ketika akan melaksanakan penelitian yang hendak dilaksanakan. Beberapa
penelitian relevan, diantaranya seperti berikut :
1. Penelitian yang dilaksanakan oleh Hidayati (2023) yaitu skripsi yang berjudul
“Implementasi Metode Outdoor learning Dalam Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMA Negeri 1 Sumpiuh Banyumas”.
Persamaan antara penelitian ini dengan penelitian yang hendak peneliti
laksanakan, yakni sama-sama mendeskripsikan mengenai implementasi
metode outdoor learning. Sedangkan perbedaannya yaitu penelitian ini
memakai metode kualitatif dengan jenis studi lapangan, dan berbeda dengan
penelitian penelitian yang memakai metode penelitian kualitatif dengan jenis
fenomenologi, selain itu juga penelitian peneliti lebih terfokus pada jenjang
tingkat SD khusus muatan pelajaran IPA.
2. Penelitian yang dilaksanakan oleh Ilmi (2019) pada skripsi berjudul
“Implementasi Metode Outdoor learning Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMPN 1
Mlarak Ponorogo”. Persamaan antara penelitian ini dengan penelitian yang
hendak peneliti laksanakan yakni sama-sama mendeskripsikan mengenai
implementasi metode outdoor learning. Sedangkan perbedaannya yaitu
penelitian ini memakai metode kualitatif dengan jenis studi kasus, dan berbeda
dengan penelitian yang memakai metode kualitatif dengan jenis studi kasus,
14
selain itu juga penelitian ini memiliki fokus dalam pertumbuhan semangat
belajar siswa dalam mata pelajaran PAI di jenjang SMP.
3. Penelitian yang dilaksanakan oleh Riska dkk (2023) berjudul “Implementasi
Metode Outdoor learning Pada Pembelajaran PAI Di Sekolah Alam Aminah
Sukoharjo Tahun Ajaran 2021/2022”.Persamaan antara penelitian ini dengan
penelitian yang hendak peneliti lakukan yakni sama-sama mendeskripsikan
implementasi metode outdoor learning. Sedangkan perbedaannya ialah pada
penelitian ini lebih memfokuskan pada penggunaan kurikulum dalam muatan
pelajaran PAI, serta penggunaan metode kualitatif deskriptif