STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TERAPI KOMPLEMENTER
(TERAPI RELAKSASI PROGRESIF)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gerontik
Disusun Oleh :
Rizka Rahmawati
NIM 4002240155
PROGRAM STUDI SARJANA ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA
2025
SOP
LATIHAN RELAKSASI OTOT
STIKES DHARMA
HUSADA BANDUNG PROGRESIF
NO. PROSEDUR TETAP
1. PENGERTIAN Relaksasi otot progresif merupakan suatu prosedur yang dilakukan
dengan mengencangkan dan melemaskan secara progresif
sekelompok otot pada satu bagian tubuh secara berturut-turut yang
dimulai dari kaki ke atas atau dari kepala ke bawah tubuh.
2. TUJUAN a. Mengurangi keteganggan otot dan stres
b. Menurunkan tekanan darah
c. Meningkatkan toleransai terhadap aktivitas sehari-hari
d. Meningkatkan imunitas, sehingga status fungsional dan
kualitas hidup meningkat
3. INDIKASI a. Pasien dengan hipertensi
b. Pasien post operasi
c. Pasien dengan masalah ketegangan otot dan stres
d. Pasien yang mengalami kecemasan
e. Pasien dengan keluhan nyeri, mual, muntah
f. Kesulitan tidur (imsonia)
4. KONTRAINDIKAS a. Pasien yang mengalami cidera akut atau ketidaknyamanan
I muskuloskeletal
b. Pasien dengan penyakit jantung berat/akut
c. Pasien dengan hipotensi
5. PERSIAPAN a. Beraikan salam, perkenalakan diri, dan identifikasi pasien
PASIEN dengan memeriksa identitas dan catatan medis secara cermat
b. Jelaskan tentang prosedur latihan yang akan dilakukan
c. Berikan kesempatan pasien dan keluarga untuk bertanya dan
jawab seluruh pertanyaan
d. Beri tahu pasien dan keluarga ketika latihan akan segera
dimulai
6. PERSIAPAN ALAT a. Tempat duduk atau berbaring yang nyaman
b. Leaflet
c. Catatan dan alat tulis
7. CARA KERJA a. Beri salam terapeutik pada pasien
b. Perkenalkan diri sebaik mungkin
c. Tanyakan kondisi dan perasaan pasien saat ini
d. Jelaskan tujuan dan prosedur latihan pada pasien dan keluarga
pasien
e. Pastikan lingkungan sekitar tenang dan nyaman
f. Lepaskan kacamata, jam tangan, sepatu. Longgarkan baju, ikat
pinggang, dan dasi
g. Duduk dengan kepala bersandar pada sandaran kursi atau
berbaring dengan tenang pada posisi yang nyaman
h. Biarkan mata tetap terbuka selama beberapa menit
i. Kemudian secara perlahan-lahan tutuplah mata dan
pertahankan mata tetap dalam keadaan tertutup
j. Tarik napas dalam secara perlahan melalui hidung dan
hembuskan keluar melalui mulut. Ulangi sebanyak 3 kali
k. Beri tahu pasien bahwa latihan akan segera dimulai. Mulailah
secara bertahap. Lakukan latihan dari tubuh bagian atas
sampai bawah dengan cara mengencangkan dan melemaskan
masing-masing kelompok otot.
l. Langkah 1 :
1) Regangkan tangan kanan dana kiri hitung sebanyak 8 kali
2) Regangkan tangan kanan dan kiri sebanyak 8 kali
3) Angkat bahu hitung sebanyak 8 kali
4) Menarik bahu ke bawah sebanyak 8 kali
5) Pejamkan mata hitung sebanyak 8 kali
6) Pejamkan mata sambil menegangkan dahi hitung
sebanyak 8 kali
7) Pejamkan mata sambil tersenyum hitung sebanyak 8 kali
8) Pejamkan mata sambil mengembungkan pipi hitung
sebanyak 8 kali
9) Meregangkan leher hitung sebanyak 8 kali
10) Tekuk leher hitung sebanyak 8 kali
11) Angkat bahu hitung sebanyak 8 kali
12) Kembangkan dada hitung sebanyak 8 kali
13) Kembangkan perut hitung sebanyak 8 kali
14) Regangkan paha hitung sebanyak 8 kali
m. Akhiri latihan dan katakan pada pasien bahwa latihan telah
selesai. Pasien dapat membuka mata pada hitungan ketiga
n. Minta pasien untuk menyebutkan apabila masih ada otot yang
tegang setelah semua kelompok otot telah ditegangkan dan
direlaksasikan. Ulangi prosedur untuk kelompok otot yang
tidak relaks.
o. Berikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya
p. Lakukan evaluasi terhadap latihan yang telah diajarkan kepada
pasien
q. Evaluasi respon pasien (respon verbal dan nonverbal)
r. Berikan reinforcement positif
s. Anjurkan pasien untuk melaksanakan latihan sesuai dengan
latihan yang telah diberikan
t. Buat kontrak waktu pertemuan selanjutnya dan akhiri kegiatan
dengan baik
8. HASIL Dokumentasikan :
a. Tanggal atau jam dilakukan tindakan
b. Nama tindakan
c. Respon klien selama tindakan
d. Nama dan paraf perawat
HAL YANG PERLU a. Selama latihan berjalan, hendaknya melakukan hal-ha
DIPERHATIKAN berikut :
1) Memusatkan perhatian pada kumpulan otot yang
ditegangkan, waktu lebih kurang 7 detik kemudian
dilemaskan 40 detik
2) Perhatian pada rasa tegang
3) Tanda untuk melemaskan
4) Relaks ± 30-40 detik, harus memperhatikan perbedaan
antara tegang dan rileks
b. Lakukan latihan secara teratur 2 kali sehari, pagi dan sore hari
pada jam yang sama. Lama waktu setiap kali latihan adalah ±
15-30 menit
c. Lakukan latihan sebelum makan atau paling cepat 2 jam
setalah makan, untuk mencegah rasa mengantuk dan kenyang
setelah makan
d. Lakukan latihan paling sedikit 1 minggu dan dapat dilanjutkan
sesuai kebutuhan