0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Analisis EPS dan DER pada Kebijakan Dividen

Penelitian ini menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap kebijakan dividen dan harga saham pada sepuluh perusahaan di indeks HIDIV20 selama periode 2018-2022. Hasil menunjukkan bahwa EPS dan DER memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen dan harga saham, sementara kebijakan dividen tidak berdampak langsung pada harga saham. Temuan ini memberikan wawasan tentang dinamika antara kebijakan dividen, kinerja keuangan, dan nilai pasar perusahaan, serta dapat membantu perusahaan dalam merancang kebijakan dividen yang efektif.

Diunggah oleh

Adinda Laila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Analisis EPS dan DER pada Kebijakan Dividen

Penelitian ini menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap kebijakan dividen dan harga saham pada sepuluh perusahaan di indeks HIDIV20 selama periode 2018-2022. Hasil menunjukkan bahwa EPS dan DER memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen dan harga saham, sementara kebijakan dividen tidak berdampak langsung pada harga saham. Temuan ini memberikan wawasan tentang dinamika antara kebijakan dividen, kinerja keuangan, dan nilai pasar perusahaan, serta dapat membantu perusahaan dalam merancang kebijakan dividen yang efektif.

Diunggah oleh

Adinda Laila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Monex – Journal of Accounting Research ISSN: 2089-5321 (print)

Volume. 13, No. 01, Januari 2024 ISSN: 2549-5046 (online)

Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam


Merancang Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan
HIDIV20
Analysis of Earning Per Share and Debt to Equity Ratio in Planning
Dividend Policy on HIDIV20 Company Shares
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kebijakan
dividen, Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio terhadap
Erli Desita Marinda1, harga saham pada sepuluh perusahaan selama periode lima
Justita Dura2, tahun (2018-2022). Metode pengambilan sampel dengan
purposive sampling diperoleh 10 sampel perusahaan dari 50
populasi pada perusahaan HIDIV20. Temuan penelitian
menunjukkan bahwa EPS dan DER memiliki pengaruh langsung
dan signifikan pada kebijakan dividen dan harga saham. Selain
12
Program Studi Akuntansi, itu, rasio utang terhadap ekuitas juga secara signifikan
Fakultas Ekonomi dan mempengaruhi harga saham. Namun, kebijakan dividen tidak
Bisnis, Institut Teknologi memiliki dampak langsung pada harga saham. Hasil ini
dan Bisnis Asia Malang, memberikan kontribusi pada pemahaman dinamika kompleks
Indonesia. antara kebijakan dividen, kinerja keuangan, dan nilai pasar
perusahaan yang dapat memberikan panduan bagi perusahaan
Surel Korespondensi: dalam merancang kebijakan dividen yang efektif, dengan
erlimarinda@[Link], mempertimbangkan faktor-faktor seperti EPS dan rasio utang
terhadap ekuitas dalam mengoptimalkan nilai pemegang
saham
Kata kunci: Earnings Per Share, Debt to Equity Ratio, Harga
Saham, Kebijakan Dividen.

Abstract
The study aims to investigate the influence of dividend policies,
earnings per share (EPS), and debt-to-equity ratios on the share
price of ten companies over a five-year period. (2018-2022).
Sampling method with purposive sampling obtained 10 company
samples from 50 populations at the HIDIV20 company. Research
findings show that EPS and Debt to Equity Ratio have a direct
and significant influence on dividend policy and stock price.
Moreover, the ratio of debt to equity also significantly affects the
price of stocks. However, dividend policies have no direct impact
on stock prices. These results contribute to an understanding of
the complex dynamics between the dividend policy, financial
performance, and market value of a company that can provide
guidance for companies in designing effective dividend policies,
taking into account factors such as EPS and the ratio of debt to
equity in optimizing shareholder value.
Keywords: Earning Per Share, Debt to Equity Ratio, Stock Price,
Dividend Policy.

Submitted: Accepted: Published:


10 Oct 2023 23 Jan 2024 31 Jan 2024
Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang Kebijakan Dividen pada
Saham Perusahaan HIDIV20

PENDAHULUAN
Harga saham mengacu pada nilai moneter yang ditujukan untuk setiap saham individu
yang telah diterbitkan dan kemudian ditukar oleh perusahaan di pasar saham. Penting bagi
investor untuk menyadari bahwa penilaian harga saham di pasar mengacu pada volatilitas dan
fluktuasinya. Investor menunjukkan preferensi untuk mengevaluasi kesuksesan keuangan
perusahaan melalui rasio keuangan, daripada hanya menilai nilai saham pada perusahanan.
Parameter keuangan yang disebutkan di atas dapat digunakan untuk melakukan analisis dan
memberikan penilaian komprehensif dari kondisi keuangan organisasi (Mahardika et al., 2021).
Ketika membuat keputusan investasi, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan
banyak faktor seperti kebijakan dividen, penghasilan per saham dan rasio utang ke ekuitas.
Selain harga saham, penting untuk mempertimbangkan rasio utang ke ekuitas sebagai penentu.
Alokasi dividen kepada investor ditentukan oleh perusahaan melalui implementasi kebijakan
dividen. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memastikan alokasi keuntungan antara distribusi
pemegang saham dan keuntungan yang dipertahankan, dengan niat untuk mempromosikan
pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan untuk perusahaan. Keuntungan yang dihasilkan
oleh perusahaan tercermin dalam penghasilan per saham (EPS). Penghasilan per saham (EPS)
adalah dasar dari analisis keuangan. Keuntungan per saham naik atau turun tergantung pada
profitabilitas keseluruhan perusahaan.
Capital Debt Ratio, juga dikenal sebagai Debt to Equity Ratio (DER), adalah ukuran
kuantitatif yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmen keuangan,
termasuk pembayaran utang. Perbandingan utang ke ekuitas yang tinggi (DER) menunjukkan
bahwa perusahaan menghadapi kesulitan dalam memenuhi komitmen keuangannya. Di sisi lain,
rasio utang terhadap ekuitas yang rendah di dalam sebuah perusahaan menunjukkan
kemudahan dalam memenuhi komitmen keuangan perusahaan.
Investor dapat mendapatkan informasi tentang visi perusahaan mengenai prospek masa
depannya dengan melihat teori sinyal, yang sering dikenal sebagai teori signal. Hipotesis ini
menjelaskan mengapa mereka didorong untuk berbagi informasi dengan individu atau
organisasi dari luar. Sebagaimana Ulfah et al. (2018) mengatakan ketika keadaan seperti ini
muncul, kenaikan nilai sebuah perusahaan dapat menyebabkan kenaikan harga saham, yang
menguntungkan para pemegang saham.
Penelitian sebelumnya ditemukan hubungan antara harga saham perusahaan dan rasio
variabel utang terhadap ekuitas dan penghasilan per saham. Penyelidikan yang disebutkan di
atas dilakukan selama 5 tahun periode waktu sebelumnya. Penelitian akademik yang signifikan
telah dilakukan mengenai topik yang dibahas. Sebagaimana Marmata (2020) menyatakan proses
penentuan harga saham mencakup berbagai faktor, termasuk perhitungan laba per saham.
Sebaliknya, Firdausi et al. (2021) menyatakan analisis komparatif yang dilakukan
mengungkapkan perbedaan antara temuan yang berasal dari studi pendapatan yang dilakukan
dan hasil yang diperoleh dari survei pendapatan mereka sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pemilihan saham perusahaan yang
terdaftar dalam indeks IDX HIDIV20 ini setelah melakukan pertimbangan mendalam tentang
karakteristik khusus yang dimiliki indeks tersebut. Di IDX HIDIV20, perusahaan yang secara
konsisten mendistribusikan dividen menawarkan konteks yang relevan untuk memahami
bagaimana kebijakan dividen, tingkat penghasilan per saham dan tingkat rasio utang terhadap

Monex – Journal of Accounting Research | 73


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang
Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan HIDIV20

ekuitas mempengaruhi harga saham dalam jangka waktu yang signifikan, dari tahun 2018
hingga 2022. Keberlanjutan kebijakan dividen di antara perusahaan dalam indeks ini
menawarkan kesempatan untuk mengamati dampak jangka panjang dari keputusan alokasi
keuntungan perusahaan terhadap pemegang saham.
Selain itu, pemilihan saham dari indeks ini juga bermaksud untuk menjelajahi pengaruh
implementasi IDX HIDIV20 pada kinerja keuangan perusahaan, terutama dalam hal penurunan
efisiensi operasional dan penurunan nilai pasar saham yang beberapa perusahaan alami pada
periode sekitar implementasi indeks pada Mei 2018. Fenomena ini menunjukkan betapa
pentingnya penelitian ini untuk menambah literatur tentang bagaimana perubahan pasar
berdampak pada hubungan antara kebijakan dividen, rasio utang, dan harga saham. Selain itu,
pencapaian yang mencolok adalah saham perusahaan ini telah mencapai ambang 50% dari total
korporasi IDX HIDIV20. Ini memotivasi penelitian untuk memahami lebih lanjut apakah
pencapaian ini sejalan dengan kinerja keuangan dan kebijakan dividen yang berkelanjutan, dan
sejauh mana faktor-faktor ini memainkan peran kunci dalam menentukan harga saham
perusahaan. Dengan demikian, pemilihan obyek penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan yang mendalam dan relevan terhadap dinamika keuangan perusahaan yang secara
konsisten mendistribusikan dividen dalam konteks indeks IDX HIDIV20.
Tujuan utama studi penelitian yang dilakukan oleh Khamillah et al. (2022), adalah untuk
memeriksa dampak rasio utang pada ekuitas sebuah perusahaan, khususnya dalam konteks
kebijakan dividennya. Temuan yang dikumpulkan konsisten dengan pengamatan yang
dilakukan sepanjang penyelidikan. Penelitian yang dilakukan oleh Asrini (2018), memberikan
data yang meyakinkan yang menantang klaim yang diungkapkan oleh (Vianti et al., 2020), dalam
studi mereka, yang menunjukkan bahwa rasio utang terhadap modal memiliki dampak terbatas
pada kebijakan dividen. Data yang disediakan menampilkan atribut yang dapat dibedakan.
Namun tampaknya menyimpang dari temuan yang disajikan Hulu et al. (2022), Erawati &
Alawiyah (2021) melakukan penelitian yang telah menetapkan korelasi yang signifikan antara
rasio utang ke ekuitas perusahaan dan penilaian saham suatu perusahaan. Temuan penelitian
kami bertentangan dengan kesimpulan yang dikemukakan oleh Ibrahim et al. (2022), yang
berpendapat bahwa rasio hutang terhadap ekuitas tidak memiliki dampak pada saham yang
ada. Kesimpulan yang diambil dari studi yang dilakukan untuk membangun korelasi yang jelas
antara rasio hutang ke saham dan penilaian perusahaan memiliki dampak relevan dengan
penelitian ini (Chairul An am et al., 2022).
Penelitian ini yang secara khusus menggali dampak kebijakan dividen, rasio utang
terhadap ekuitas, dan penghasilan per saham terhadap harga saham pada perusahaan yang
terdaftar dalam indeks IDX HIDIV20 di Indonesia. Sebagian besar penelitian cenderung bersifat
umum atau fokus pada perusahaan non-indeks tertentu. Perubahan signifikan dalam efisiensi
operasional dan nilai pasar beberapa perusahaan setelah implementasi IDX HIDIV20
menunjukkan perlunya penyelidikan lebih lanjut. Gap ini menyoroti kebutuhan untuk memahami
dampak implementasi indeks ini terhadap kinerja perusahaan dan bagaimana faktor-faktor
seperti kebijakan dividen, tingkat penghasilan per saham dan tingkat rasio utang terhadap
ekuitas dapat memengaruhi harga saham dalam konteks perubahan pasar. Selain itu IDX
HIDIV20 adalah indeks inovatif yang mencakup perusahaan-perusahaan yang secara konsisten
mendistribusikan dividen. Meskipun demikian, belum banyak studi yang memeriksa dampak
perubahan keuangan dan kebijakan dividen pada perusahaan di dalam indeks ini. Oleh karena

74 | Monex – Journal of Accounting Research


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang Kebijakan Dividen pada
Saham Perusahaan HIDIV20

itu, penelitian ini akan mengisi kesenjangan literatur dengan merinci hubungan antara variabel-
variabel tertentu dan harga saham dalam konteks indeks ini.

TINJAUAN PUSTAKA
Signalling Theory
Ketika teori sinyal digunakan, untuk menciptakan informasi asimetris antara manajer
dan pemegang saham, seperti yang dinyatakan oleh (Ariyani et al., 2018). Sebagaimana Lestari
& Susetyo (2020), menyatakan transmisi data keuangan perusahaan ke pihak ketiga dapat
dilihat melalui lensa teori sinyal. Ketika ada penyimpangan antara cara manajemen dan
pemegang saham, inilah yang dimaksudkan dengan ide posisi sinyal. Dari sudut pandang
eksekutif, sinyal yang disebutkan di atas relevan dengan operasi perusahaan dan memberikan
wawasan tentang potensi masa depan perusahaan (Bulutoding et al., 2018). Disarankan bahwa
perusahaan mengevaluasi manajemen mereka untuk investor melalui kerangka teori sinyal
untuk pengetahuan yang lebih lengkap. Integrasi sinyal-sinyal ini kemungkinan akan berdampak
pada bagaimana investor menilai perusahaan.
Earnings Per Share (EPS)
Lestari & Susetyo (2020) mendefinisikan keuntungan per saham sebagai "pendapatan
per saham yang dipegang." Sebagaimana Anismawati (2019) menafsirkannya sebagai
"pengembalian per saham, yang mengukur jumlah keuntungan yang dihasilkan untuk setiap
saham yang dimiliki." Keuntungan per saham memiliki makna utama dalam menentukan
keberhasilan sebuah perusahaan. "Penghasilan per saham dapat diukur menggunakan rumus,"
seperti yang dinyatakan oleh Marmata, yang merupakan pernyataan yang dapat dikonfirmasi
sebagai akurat (Marmata, 2020).

Debt to Equity Ratio (DER)


Sebagaimana Vianti et al. (2020), mendefinisikan DER sebagai “tindakan kuantitatif yang
memungkinkan untuk menilai rasio utang terhadap modal.” Sering disingkat sebagai "DER" rasio
utang ke ekuitas adalah cara umum untuk mengevaluasi utang perusahaan secara proporsional
dengan ekuitasnya (Hartanti et al., 2019). Rasio tersebut membandingkan seluruh utang
perusahaan (hutang jangka panjang dan jangka pendek) dikombinasikan dengan total
ekuitasnya. Menurut penelitian Bulutoding et al. (2018), rasio utang terhadap modal (DER)
adalah indikator keuangan yang efektif untuk mengevaluasi struktur modal perusahaan.
Indikator umum kebajikan fiskal adalah rasio utang ke ekuitas “DER”. Baik utang jangka panjang
dan jangka pendek dimasukkan ke dalam rasio kewajiban total yang dihitung oleh laporan
keuangan.
Dalam penelitian Hartanti et al. (2019), menyelidiki metodologi yang digunakan dalam
menentukan rasio utang terhadap modal. Rasio yang disebutkan di atas melibatkan penilaian
utang keseluruhan perusahaan, termasuk kewajiban jangka pendek dan jangka panjang, secara
proporsional dengan modal yang tersedia perusahaan (Vianti et al., 2020),(Hidayah & Subowo,
2019).

Monex – Journal of Accounting Research | 75


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang
Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan HIDIV20

Kebijakan Dividen
Penelitian Firdausi et al. (2021), tentang teoritis kebijakan dividen, yang mencakup
proses pengambilan keputusan yang disengaja dan strategis sehubungan dengan alokasi
keuntungan perusahaan. Tujuan ini dapat dicapai melalui dua metode: mendistribusikan dividen
kepada pemegang saham atau mempertahankan keuntungan untuk tujuan mengejar prospek
investasi di masa depan. Sebagaimana Adiwibowo (2018), mendefinisikan konsep “kebijakan
dividen” sebagai proses yang melibatkan distribusi keuntungan, yaitu pilihan antara
mendistribusikan dividen kepada pemegang saham atau mempertahankan pendapatan.
Menurut Rahmasari et al. (2019), konsep “kebijakan dividen” mengacu pada proses pengambilan
keputusan strategis yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk mendistribusikan
keuntungan atau disimpan dalam jangka waktu tertentu. Teknik yang disajikan oleh Sihombing
(2019), menggambarkan kerangka teoritis untuk perhitungan kebijakan dividen.

Harga Saham
Sebagaimana dinyatakan oleh Ulfah et al. (2018), kepemilikan saham dapat digunakan
untuk mengukur seberapa bertanggung jawab manajemen. Studi yang dikutip oleh Tanjung
(2020), menyatakan bahwa harga saham ditentukan oleh jumlah transaksi yang terjadi setiap
saat. Seperti yang ditunjukkan oleh, meskipun jumlah saham yang beredar relatif kecil, harga
saham cenderung meningkat pada saat permintaan investor meningkat (Nurwulandari et al.,
2022). Harga saham adalah harga yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan agar investor
dapat membeli saham. Harga saham berubah setiap hari selama aktivitas perdagangan saham.
Harga saham akan turun jika ada lebih banyak investor daripada stok. Ini adalah hasil dari
permintaan yang lebih besar untuk stok tetap daripada ketersediaannya saat ini.
Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Kebijakan Dividen
Dalam beberapa kasus, menunjukkan bahwa penerapan rasio laba per saham (EPS)
pada perusahaan dengan nilai (EPS) yang signifikan tidak secara konsisten menghasilkan
distribusi dividen yang proporsional. Di sisi lain Lestari & Susetyo (2020), telah mengamati
adanya perusahaan dengan angka keuntungan per saham (EPS) yang lebih rendah yang
memberikan pembayaran dividen yang tidak berbeda secara substansial dari yang diberikan
oleh perusahaan dengan nilai EPS yang lebih tinggi. Sebagaimana Zakaria (2021),
mendefinisikan adanya korelasi yang wajar antara laba per saham (EPS) dan kebijakan dividen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen perusahaan dipengaruhi oleh
keuntungan per saham. Ini menunjukkan bahwa peningkatan laba per saham (EPS) akan
menyebabkan peningkatan kemampuan perusahaan untuk mendistribusikan dividen.
Sebagaimana Yuningsih (2020) melakukan studi sebelumnya untuk menganalisis
dampak pasar modal yang baru terbentuk di Yordania pada kebijakan dividen. Penelitian
empiris telah menunjukkan bahwa metrik keuntungan per saham secara signifikan
mempengaruhi kebijakan dividen.
H1: Earning Per Share berpengaruh positif terhadap Kebijakan Dividen.
Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Kebijakan Dividen.
Studi terbaru telah menunjukkan hubungan negatif antara DER dan kebijakan dividen
(Ariyani et al., 2018), telah terbukti bahwa DER mempengaruhi perusahaan untuk
mendistribusikan keuntungan kepada pemegang saham (Bulutoding et al., 2018). Tujuan utama

76 | Monex – Journal of Accounting Research


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang Kebijakan Dividen pada
Saham Perusahaan HIDIV20

penelitian ini adalah untuk menyelidiki korelasi antara kebijakan dividen dan likuiditas,
profitabilitas, leverage, dan rasio pasar, untuk meningkatkan pemahaman kita tentang variabel
yang saling terkait ini. Pernyataan dari Anismawati (2019) menekankan pentingnya penggunaan
utang dan ekuitas dalam konteks kebijakan dividen dalam transaksi keuangan.
H2: Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.
Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham
Penghasilan per saham (EPS) dipelajari oleh Christiana & Putri (2021), sebagai indikator
kuantitatif dari pengembalian deviden bagi pemegang saham. Ini menunjukkan bahwa tren naik
saham dapat menjadi indikator yang dapat diandalkan dari pertumbuhan keuntungan per
saham di masa depan untuk bisnis. Investor sering melihat penghasilan per saham (EPS) untuk
menilai nilai perusahaan sebelum membuat keputusan investasi. Keuntungan per saham dan
kebijakan dividen adalah dua indikator dari nilai perusahaan (Afifah et al., 2022). Harga saham
dalam perusahaan dipengaruhi oleh penghasilan per saham (EPS) menurut penelitian
(Bulutoding et al., 2018).
H3: Earning Per Share berpengaruh positif terhadap Harga Saham.
Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham
Sebagian besar utang modal dapat berfungsi sebagai sinyal peringatan awal yang
menunjukkan peningkatan ketergantungan perusahaan pada harga saham. Apabila sebuah
perusahaan memiliki utang modal yang signifikan dari pada aset totalnya, kemungkinan bahwa
harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan. Seperti yang diduga oleh (Vianti et al.,
2020), dalam kasus perusahaan yang menguntungkan, disarankan bahwa pendapatan yang
dihasilkan ditargetkan untuk pembayaran utang daripada didistribusikan di antara pemegang
saham. Mereka menyarankan bahwa utang modal (DER) berfungsi sebagai indikator
profitabilitas investasi modal investor. Korelasi dapat dilihat antara harga saham yang tinggi dan
angka utang modal (DER) yang rendah, karena investor sering mengandalkan (DER) sebagai
referensi untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan sebelum membuat keputusan
investasi. Investor menunjukkan minat yang kuat dalam mengalokasikan modal mereka ke
perusahaan yang menggunakan DER, karena itu mempengaruhi harga saham (Lestari & Susetyo,
2020).
Studi kasus yang akan datang akan berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi
harga saham. Beberapa penelitian telah membuktikan fenomena ini (Erawati & Alawiyah, 2021).
Beberapa contoh metrik keuangan yang umum digunakan dalam analisis bisnis termasuk rasio
saat ini, pengembalian investasi, dan rasio utang terhadap modal.
H4: Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham.
Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham
Menurut studi yang dilakukan oleh Handayani et al. (2019), perusahaan memiliki pilihan
untuk mendistribusikan keuntungan mereka kepada pemegang saham melalui pembayaran
dividen atau alternatif, reinvestasi dana yang terakumulasi. Untuk investor yang ingin
memprediksi pengembalian mereka, disarankan untuk mempertimbangkan kebijakan dividen
yang dijelaskan dalam karya ilmiah yang ditulis oleh (Am et al., 2022). Dalam sebuah studi yang
dilakukan oleh Sondakh (2019), penulis memeriksa pengaruh banyak faktor, termasuk kebijakan
dividen, likuiditas, margin keuntungan bersih, return on equity, dan harga untuk nilai buku, pada
harga saham.
H5: Kebijakan Dividen berpengaruh positif terhadap Harga Saham.

Monex – Journal of Accounting Research | 77


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang
Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan HIDIV20

Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham melalui Kebijakan Dividen
Tujuan utama studi ini adalah untuk mengevaluasi korelasi antara harga saham dan
berbagai indikator keuangan, termasuk Value Book, penghasilan per saham, dan rasio utang ke
ekuitas. Penelitian sebelumnya telah memeriksa hubungan antara harga saham dan laba per
saham (EPS), sehingga berkontribusi pada pengetahuan saat ini, tentang topik ini (Hartanti et al.,
2019). Komunikasi yang efektif antara individu yang terlibat dalam penelitian ilmiah sangat
penting karena jumlah besar individu yang aktif di bidang ini. Menurut Hartanti et al. (2019),
ketika memeriksa dampak langsung dan tidak langsung, penulis berpendapat bahwa yang
terakhir mungkin menunjukkan lebih konsisten.
H6: Earning Per Share berpengaruh positif terhadap harga saham melalui kebijakan dividen
sebagai variabel Intervening.
Pengaruh Debt to equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham melalui Kebijakan Dividen
Wasil et al. (2022) menemukan hasil campuran ketika menguji hipotesis bahwa harga
saham merespon perubahan dalam kebijakan dividen. Ketika kebijakan dividen diubah, Lestari &
Susetyo (2020), menemukan bahwa harga saham membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Ini dinyatakan benar (Afifah et al., 2022).
H7: Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap harga saham melalui kebijakan dividen
sebagai variabel Intervening.
Kerangka Konseptual
Kerangka Konseptual dari penelitian ini
H saya tulis sebagai berikut:
6
H6

Earning Per H
H3
Share (X1)
3
H1 H5
Kebijakan H
Harga Saham
Dividen (Y1) 5 (Y2)
H2

Debt to Equity
H4
Ratio (X2)

H7

Gambar 1. Kerangka Konseptual

Sumber: Data Penelitian, 2023

METODE

Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang bergantung pada sumber data
sekunder. EPS dan DER adalah fokus utama selama tahap awal penyelidikan. indikator variabel
tergantung adalah harga saham, sedangkan distribusi dividen adalah ilustrasi dari variabel
intervensi. Laporan keuangan High Dividend 20 digunakan untuk penelitian ini, yang mencakup
tahun 2018-2022. Laporan ini dapat diakses oleh siapa saja yang tertarik di [Link] situs

78 | Monex – Journal of Accounting Research


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang Kebijakan Dividen pada
Saham Perusahaan HIDIV20

resmi BEI di Indonesia. Data yang diperoleh menggunakan tes asumsi yang lebih konvensional,
tes t, dan analisis jalur dapat dianalisis secara statistik dengan SPSS.

Penelitian ini memeriksa data secara luas, mengembangkan temuan yang solid, dan
memberikan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk langkah-langkah berikutnya dalam
penelitian dan praktek. 10 perusahaan dipilih dari 50 populasi untuk survei karena memenuhi
kriteria yang ditetapkan yaitu harus memiliki margin keuntungan yang konsisten selama periode
survei yaitu 5 tahun pada periode 2018-2022, dan telah membayar dividen yang signifikan
selama lima tahun sebelumnya, dan telah menyiapkan laporan keuangan mereka menggunakan
suku bunga rupiah yang tersedia di situs web BEI. Banyak metode umum untuk menilai data dan
menentukan signifikansinya bergantung pada tes asumsi klasik yang disebutkan di atas, seperti
analisis regresi dan tes t.

Tabel 1. Sampel Penelitian

No. Kode Saham Nama Emitmen


1 ASII Astra International Tbk.
2 BBCA Bank Central Asia Tbk.
3 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
4 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
5 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.
6 HMSP H.M Sampoerna Tbk.
7 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
8 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero)Tbk.
9 UNTR United Tractors Tbk.
10 UNVR Unilever Indonesia Tbk.
Sumber: Data Penelitian, 2023

HASIL DAN PEMBAHASAN


Asumsi Klasik Normalitas
Tujuan dasar dari tes normalitas, seperti yang dinyatakan oleh Aryanti & Jayanti (2020),
adalah untuk menentukan apakah distribusi variabel residual dalam model regresi mengikuti
atau mendekati distribusi normal. Analisis apakah variabel residu atau tidak didistribusikan
secara normal mengintegrasikan distribusikan ke dalam model regresi dapat membantu
mencapai tujuan ini. Jika data mengikuti distribusi normal atau hampir normal, maka analisis
statistik menggunakan model regresi yang tepat adalah dapat di distribusikan secara normal.
Berkaitan dengan harga saham, tes normalitas menemukan bahwa EPS, DER, dan DPR semua
memiliki nilai yang signifikan secara statistik di luar ambang signifikasi yang ditentukan
sebelumnya dari 0.05. Jawaban untuk nilai normalitas ini adalah 1.386, 1.703 dan 1.386.
Asumsi Klasik Multikolinearitas
Tes multicollinearity digunakan untuk melihat apakah variabel independen dalam model
regresi sangat terkait satu sama lain, seperti yang dinyatakan oleh (Aryanti & Jayanti, 2020).
Pandangan tentang nilai toleransi dan varians faktor inflasi (VIF) dikumpulkan melalui

Monex – Journal of Accounting Research | 79


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang
Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan HIDIV20

pemeriksaan komprehensif hubungan antara DER dan EPS. Data ini memiliki tingkat signifikansi
1.000. Studi ini menunjukkan bahwa dampak EPS dan DER pada harga saham sangat berbeda.
Asumsi Klasik Heteroskedastisitas
Berdasarkan model standar pengujian asumsi, nilai-nilai empiris dari EPS dan DPR adalah
0,070 dan 0,212, masing-masing. Data yang dikumpulkan menunjukkan signifikansi statistik,
melebihi ambang signifikasi yang telah ditentukan pada 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa variabel independen yang disebutkan di atas menunjukkan hubungan yang signifikan
secara statistik. Angka keuntungan per saham (EPS), yang tunduk pada pengaruh fluktuasi pasar
saham, dicatat sebagai 0,421 dan 0,652. Kedua nilai ini menunjukkan lebih besar dibandingkan
dengan ambang 0,05, yang diperlukan untuk membuat kesimpulan signifikan secara statistik.
Hasil Penelitian
a. Pengujian Hipotesis 1
Analisis statistik dapat mengungkapkan bahwa EPS adalah faktor yang patut dicatat.
Penilaian signifikansi statistik ini dinilai berada di bawah ambang batas konvensional
(0,05). Secara statistik, kebijakan dividen memiliki hubungan positif (+) dengan
keuntungan per saham. Hal ini disebabkan karena EPS tinggi akan membayarkan
devidennya kepada investor. Sesuai dengan studi sebelumnya yang menunjukkan
pengaruh yang signifikan pada pengembalian per saham (Zakaria, 2021), (Asrini, 2018),
(Hartanti et al., 2019).
b. Pengujian Hipotesis 2
Relevansi variabel DER sehubungan dengan kebijakan dividen, seperti yang ditunjukkan
oleh nilai signifikan secara statistik 0,013, yang secara substansial lebih rendah atau
memiliki hubungan negatif (-) dari ambang signifikasi yang diharapkan. Fenomena ini
dapat dikaitkan dengan antisipasi tingkat signifikansi yang agak tinggi (0,05) menjadi
implisit. Mengingat bahwa investor dan calon investor akan memilih perusahaan
dengan tingkat risiko yang lebih rendah, ada alasan bahwa perusahaan dengan struktur
modal utang yang tinggi akan mempengaruhi investor potensial. Temuan dari studi saat
ini relevan dengan penelitian sebelumnya yang telah menetapkan dampak dari (DER),
seperti yang disimpulkan oleh karya (Lestari & Susetyo, 2020), (Sari & Hermuningsih,
2020) dan (Aryanti & Jayanti, 2020).
c. Pengujian Hipotesis 3
Berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh dari 0,013, yang lebih rendah dari ambang
signifikansinya yang ditetapkan sebelumnya (0,05), dapat disimpulkan bahwa variabel
EPS memiliki dampak yang signifikan secara statistik, yang mencakup dampak positif (+)
pada harga saham. Karena investor terus-menerus memantau perkembangan
perusahaan dalam keuntungan per saham, profit per saham memiliki kekuatan untuk
mempengaruhi pergerakan harga saham di kedua arah saat perdagangan saham.
Implikasi dari temuan penelitian ini relevan untuk memeriksa faktor-faktor utama yang
mempengaruhi penghasilan per saham, seperti yang dibuktikan oleh penelitian yang
dilakukan oleh para sarjana terkemuka seperti (Aryanti & Jayanti, 2020), (Lestari &
Susetyo, 2020), (Am et al., 2022).
d. Pengujian Hipotesis 4
Berdasarkan nilai signifikansi yang berbeda dari nilai ambang 0,05 (p = 0,021). Temuan
memberikan kredibilitas untuk klaim ini dengan menunjukkan bahwa nilai yang diamati

80 | Monex – Journal of Accounting Research


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang Kebijakan Dividen pada
Saham Perusahaan HIDIV20

jauh lebih rendah dari ambang 0,05 yang diperlukan untuk signifikansi statistik. Nilai ini
tidak didukung oleh data statistik apapun. Temuan ini mendukung gagasan bahwa DER
yang lebih rendah memiliki hubungan positif (+), dikaitkan dengan penurunan harga
saham. Presentasi data ini didukung oleh studi oleh ilmuwan terkenal signifikan (Sari &
Hermuningsih, 2020), (Anismawati, 2019), (Bulutoding et al., 2018).
e. Pengujian Hipotesis 5
Nilai 0.000 ditemukan dalam data tes yang dikumpulkan, yang jauh dari pemotongan
khas 0.05. Tujuan dari pembatasan ini adalah untuk mengurangi kemungkinan
melakukan deteksi positif (+). Penegakan aturan ini dimaksudkan untuk mengurangi
kemungkinan hasil positif yang tidak terduga. Paragraf sebelumnya menyoroti
pentingnya variabel DPR dan dampaknya pada harga saham dan keuntungan. Hasil
penelitian ini memiliki makna untuk penelitian tentang dampak luas DPR, tiga karya
tersebut (Zakaria, 2021), (Firdausi et al., 2021), dan (Anismawati, 2019).
Analisis Jalur (Path Analysis)
Efek tidak langsung yang diharapkan, yang dihitung menggunakan rasio harga terhadap
pendapatan langsung (DPR) antara keuntungan per saham dan harga saham, adalah 0,2453
(0,762 x 0,322) = 0,2453. Sebaliknya, ukuran pengaruh langsung keuntungan per saham (EPS)
pada harga saham (0,262) melebihi pengaruh tidak langsung. (0.042). Pengamatan bahwa DPR
tidak berfungsi sebagai variabel independen mengarah pada deduksi logis bahwa ia tidak
memiliki pengaruh yang dapat dilihat. Penggerak fundamental di balik kenaikan harga saham
adalah pertumbuhan keuntungan per saham. Namun, penting untuk dicatat bahwa pengaruh
kenaikan ini kecil dan tidak memiliki signifikansi statistik karena skala yang terbatas.
Perbandingan dividend-payment ratio (DPR) secara tidak langsung dipengaruhi oleh
DER, dengan faktor (0.195 x 0,322) menghasilkan nilai 0.0627. Respon Penghasilan Langsung
(DER) memiliki dampak langsung pada harga saham dengan magnitud 0,006. Selain itu, efek
tidak langsung 0,012 terlihat sebagai hasil dari DER. Sebagai hasilnya, DPR berfungsi sebagai
perantara antara DER dan harga saham. Meskipun signifikansi statistik pengaruh DER pada
harga saham tidak jelas, mungkin ada manfaat keuangan potensial. Setelah intervensi DPR,
terjadi penghentian permusuhan, yang mengarah pada munculnya korelasi yang kuat dan saling
menguntungkan antara DER dan Harga Saham.
Pengaruh Earning Per Share terhadap Kebijakan Dividen
Penelitian empiris awal hipotesis ini menunjukkan korelasi signifikan secara statistik
antara EPS (X1) dan kebijakan dividen (Y1). Kehadiran tren naik dalam harga saham perusahaan
dapat dilihat sebagai indikasi keberhasilan keuangan yang positif. Penentuan tentang distribusi
keuntungan perusahaan, apakah untuk menginvestasikannya kembali atau membayarnya
sebagai dividen kepada pemegang saham, tergantung pada pengembalian investasi yang
diperbarui (ROI). Sebagai konsekuensi dari peningkatan nilai per saham, pemegang saham akan
menjadi memenuhi syarat untuk distribusi dividen yang ditingkatkan, yang mengarah pada
peningkatan pendapatan bersih. Jika keuntungan per saham menunjukkan skala yang signifikan,
investor akan memiliki proporsi yang lebih besar dari keseluruhan perusahaan. Temuan
penelitian memberikan konfirmasi lebih lanjut kepada badan sastra ilmiah yang ada dan
menawarkan bukti empiris yang selaras dengan penyelidikan sebelumnya. Temuan dari studi
saat ini relevan dengan upaya penelitian yang disebutkan di atas yang telah menetapkan

Monex – Journal of Accounting Research | 81


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang
Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan HIDIV20

pengaruh yang luar biasa pada penghasilan per saham (EPS) signifikan (Sari & Hermuningsih,
2020), (Anismawati, 2019), dan (Bulutoding et al., 2018).
Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Kebijakan Dividen
Hasil tes hipotesis kedua menunjukkan hubungan negatif yang signifikan secara statistik
antara DER (X2) dan Kebijakan Dividen (Y1). Penemuan ini menawarkan dasar untuk penjelasan
alternatif mungkin memiliki validitas potensial. Ketika rasio utang ke ekuitas melampaui ambang
batas yang ditentukan sebelumnya, itu menunjukkan bahwa tingkat utang perusahaan lebih
tinggi dari total asetnya. Akibatnya, rasio kenaikan yang disebutkan di atas memiliki pengaruh
merugikan pada kebijakan dividen perusahaan. Perusahaan dengan rasio utang ke modal yang
relatif lebih rendah dibandingkan dengan rekan industri mereka lebih cenderung memiliki
kapasitas untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang mereka. Tren ini dapat dikaitkan
dengan penurunan yang signifikan dalam beban utang secara proporsional terhadap seluruh
portofolio aset mereka. Temuan ini memiliki kemampuan untuk menarik minat investor dan
menawarkan wawasan yang berguna bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan dividen
mereka, sehingga menghasilkan menguntungkan bagi semua investor. Temuan ini relevan
dengan penelitian sebelumnya yang telah menunjukkan pengaruh yang luar biasa dari (DER),
seperti yang ditunjukkan oleh (Lestari & Susetyo, 2020), (Sari & Hermuningsih, 2020), dan
(Aryanti & Jayanti, 2020).
Pengaruh Earning Per Share terhadap Harga Saham
Hipotesis ketiga menyelidiki korelasi potensial antara keuntungan per saham (EPS)
profitabilitas (X1) dan harga saham (Y2), untuk memastikan pengaruhnya. Data menunjukkan
bahwa gagasan ketiga adalah teori rasional dan logis dan berpengaruh positif. Ketika sebuah
perusahaan mencapai keuntungan per saham yang lebih besar, diharapkan bahwa harga saham
yang terkait akan menunjukkan kenaikan harga saham. Dalam kondisi seperti itu, biasanya
investor menunjukkan kecenderungan untuk membeli saham dengan harga naik, dengan niat
untuk memanfaatkan potensi keuntungan yang mungkin terkait dengan kenaikan nilai saham.
Pengaruh signifikansi statistik yang diamati menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas per saham
memiliki dampak substansial pada volatilitas harga saham. Penelitian yang disebutkan di atas
oleh Aryanti & Jayanti (2020), Lestari & Susetyo (2020), dan Am et al. (2022) mengidentifikasi
hubungan yang signifikan antara pendapatan per kapita dan harga saham, temuan penelitian
terbaru ini relevan dengan topik yang ada.
Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham
Percobaan yang dirancang untuk menguji hipotesis keempat menunjukkan hubungan
yang signifikan dan negatif antara rasio hutang terhadap ekuitas (X2) dan harga saham (Y2).
Utang yang mudah dibayar akan meyakinkan pemberi pinjaman bahwa perusahaan memiliki
fondasi penghasilan yang kuat. Rasio utang ke ekuitas di bawah satu menunjukkan bahwa utang
digunakan secara efisien oleh perusahaan untuk mengurangi aset penting dan meningkatkan
keuntungan. Ini meningkatkan peluang perusahaan untuk menarik investor dan meningkatkan
saham dalam perusahaan itu sendiri. Temuan penelitian ini memberikan gagasan bahwa DER
memainkan peran penting. Beberapa sarjana terkemuka (Sari & Hermuningsih, 2020),
(Anismawati, 2019), dan (Bulutoding et al., 2018).
Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham.
Hasil tes menghasilkan bukti empiris yang memberikan kredibilitas untuk hipotesis
kelima, menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik antara Y1, yang menunjukkan

82 | Monex – Journal of Accounting Research


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang Kebijakan Dividen pada
Saham Perusahaan HIDIV20

kebijakan dividen, dan Y2, yang menunjukkan harga saham. Ada korelasi antara nilai Kebijakan
Dividen dan biaya pembelian saham, seperti yang ditunjukkan oleh kualitas intrinsik dampak
positif. Pengalokasian dividen kepada pemegang saham dapat berfungsi sebagai ukuran untuk
menilai efisiensi penggunaan keuntungan perusahaan dalam memenuhi persyaratan
operasional. Hasil penelitian ini memiliki nilai yang signifikan untuk upaya penelitian yang
bertujuan untuk memberikan bukti empiris untuk klaim bahwa variabel yang sedang diperiksa
memiliki pengaruh yang signifikan, studi yang dilakukan oleh (Zakaria, 2021), (Firdausi et al.,
2021) dan (Anismawati, 2019).
Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham melalui Kebijakan Dividen.
Dengan memeriksa hubungan antara kebijakan distribusi dividen (Y1) dan keuntungan
per saham (X1), dapat ditunjukkan bahwa ada korelasi positif antara keuntungan per ekuitas
(X1) dan harga saham. Sebagai hasil langsung, kita sekarang dapat mengakui keaslian hipotesis
keenam sebagai konsekuensi langsung dari ini. Temuan menunjukkan korelasi positif antara
pengembalian investasi yang lebih tinggi (DPR) dan peningkatan persentase peningkatan laba
per saham (EPS). Hubungan ini tetap signifikan bahkan setelah memperhitungkan variabel lain.
Atribut khusus ini juga terkait erat dengan kemampuan perusahaan untuk mendistribusikan
dividen substansial kepada pemegang sahamnya. Beberapa ilmuwan berpendapat untuk
pengakuan temuan penelitian, seperti yang dibuktikan oleh karya (Zakaria, 2021), (Vianti et al.,
2020), dan (Lestari & Susetyo, 2020).
Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham melalui Kebijakan Dividen.
Berdasarkan hasil tes hipotesis, dapat disimpulkan bahwa Variabel Utang ke Ekuitas dan
kebijakan dividen (Y1) memiliki dampak yang signifikan secara statistik negatif pada harga
saham perusahaan. Temuan dari studi ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara rasio
utang ke ekuitas yang berkurang dan pengembalian investasi yang lebih tinggi bagi pemilik
bisnis. Jika nilai total aset perusahaan melebihi jumlah kewajiban utang yang dapat
dikembalikan, ini menunjukkan bahwa pemilik bisnis berada dalam kondisi keuangan yang
menguntungkan. Mengingat perkembangan ini, diperkirakan bahwa pembayaran dividen yang
dibayarkan kepada investor akan memiliki ukuran yang substansial. Hasilnya sejalan dengan
temuan yang dilaporkan dalam studi sebelumnya yang dilakukan oleh (Zakaria, 2021), (Vianti et
al., 2020), dan (Lestari & Susetyo, 2020).

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan
Studi menunjukkan bahwa harga saham dan kebijakan dividen dipengaruhi secara
signifikan oleh penghasilan per saham (EPS). Investor akan memiliki bagian yang lebih besar dari
perusahaan secara keseluruhan jika keuntungan per saham menunjukkan tingkat yang
signifikan. Penelitian variabel rasio utang ke ekuitas (DER) berdampak negatif pada harga saham
dan kebijakan deviden. Perusahaan dengan rasio utang ke modal yang lebih rendah lebih
cenderung memenuhi kewajiban pembayaran utang mereka daripada pesaing industri mereka.
kemampuan untuk menarik minat investor sehingga menguntungkan semua investor. Hasil
pengumpulan dan analisis data menunjukkan dampak ini. Selain itu, kebijakan dividen adalah
faktor intervensi yang berdampak besar pada harga saham perusahaan. Ada bukti bahwa harga
saham dan keuntungan per ekuitas (EPS) positif berkorelasi antara kebijakan distribusi dividen
(DPR) dan keuntungan per saham (EPS). Kemampuan perusahaan untuk memberikan dividen

Monex – Journal of Accounting Research | 83


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang
Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan HIDIV20

besar kepada pemegang sahamnya erat terkait dengan kemampuan perusahaan untuk
melakukannya. Kebijakan dividen dan variabel utang ke ekuitas (DER) berdampak negatif pada
harga saham bisnis. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara
pengembalian investasi yang lebih tinggi bagi pemilik perusahaan dan penurunan rasio utang
ke ekuitas. Jika jumlah aset perusahaan lebih besar dari utang yang dapat dibayar, itu
menunjukkan bahwa pemilik perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang
menguntungkan.

Saran
Sebuah korelasi dapat ditetapkan antara rencana distribusi dividen dan harga
perusahaan. Dalam studi masa depan, peneliti mungkin mempertimbangkan memperpanjang
durasi pengamatan melampaui lima tahun dan melakukan analisis di berbagai disiplin bisnis
lainnya. Hal ini akan memungkinkan untuk menyelidiki sejauh mana faktor selain (DER) dan
(EPS) memiliki pengaruh pada harga saham. Ini akan memungkinkan para peneliti untuk
menentukan sejauh mana variabel di luar rasio (DER) dan (EPS) mempengaruhi harga saham.

DAFTAR PUSTAKA

Adiwibowo, A. S. (2018). Pengaruh Manajemen Laba, Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap
Return Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Ilmiah
Akuntansi Universitas Pamulang, 203–222.
[Link]
Afifah, W. A. E., Nadhiroh, U., & Jatmiko, U. (2022). Pengaruh Ukuran Perusahaan, EPS &
Kebijakan Dividen Terhadap Harga Saham Perusahaan Healthcare BEI (2016-2020). In
Aktiva Jurnal Manajemen dan Bisnis (Vol. 2, Issue 1). [Link]
[Link]/[Link]/aktiva/article/view/1012
Am, L. C. A., Sari, L. P., & Pramitasari, T. D. (2022). Pengaruh Earning Per Share dan Debt To
Equity Ratio Terhadap Return Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel
Intervening (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Konvensional Yang Terdaftar Di BEI
Periode 2018-2020). Jurnal Mahasiswa Entrepreneur (JME) FEB UNARS, 1(8), 1690–1708.
[Link]
Anismawati, N. (2019). Pengaruh Debt To Equty Ratio dan Earning Per Share Terhadap Return
Saham dengan Kebijakan Deviden sebaga Intervening. In Jurnal Akuntansi Bisnis dan
Ekonomi (Vol. 5, Issue 1). [Link]
Ariyani, L., Andini, R., & Santoso, E. B. (2018). Pengaruh EPS, CR, DER dan PBV Terhadap Harga
Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Perusahaan
Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2015. Journal of Accounting, 4(4), 1–20.
[Link]
Aryanti, & Jayanti, S. D. (2020). Pengaruh Profitabilitas dan Leverage terhadap Harga Saham
dengan Kebijakan Deviden Sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Manufaktur
yang Terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Tahun 2014-2018. In Research
Journal on Islamic Finance (Vol. 06). [Link]
Finance/article/view/6679
Asrini, E. D. (2018). Pengaruh earning per share dan price earning ratio terhadap return saham
dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening. Entrepreneurship Bisnis Manajemen
Akuntansi (E-BISMA), 1(2), 64–78. [Link]
bisma.v1i2.196
Bulutoding, L., Parmitasari, R. D. A., & Dahlan, M. A. (2018). Pengaruh Return On Asset (ROA)
Dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen

84 | Monex – Journal of Accounting Research


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang Kebijakan Dividen pada
Saham Perusahaan HIDIV20

Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta
Islamic Index (JII) Periode 2010-2016). Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban, IV(2), 1–14.
[Link]
Christiana, I., & Putri, L. P. (2021). Pengaruh Return On Equity Dan Earning Per Share Terhadap
Harga Saham Melalui Price To Book Value Sebagai Variabel Intervening. Proceding Seminar
Nasional Kewirausahaan, 2(1), 879–891.
[Link]
Erawati, T., & Alawiyah, H. N. (2021). Pengaruh Return On Equity Dan Debt To Earning Ratio
Terhadap Harga Saham Dengan Earning Per Share Sebagai Variabel Intervening (Studi
Kasus Perusahaan Sektor Hotel, Restoran dan Pariwisata yang Terdaftar di BEI 2016-2019).
Jurnal Ilmiah Akuntansi, 12(3), 84–100.
[Link]
Firdausi, I., Norbaiti, & Rusqiati, D. (2021). Pengaruh Debt To Equity Ratio Terhadap Harga
Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Otomotif
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2019. E-JOURNAL STIE INDONESIA
BANJARMASIN, 9(2), 19–29. [Link]
[Link]/[Link]/jibk/article/view/582
Handayani, K. M., Indarti, I., & Listiyowati. (2019). Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran
Perusahaan terhadap Harga Saham dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening
pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Aset,
21(2), 93–105. [Link]
Hartanti, W., Hermuningsih, S., & Mumpuni, D. L. (2019). Pengaruh Earning Per Share Dan Debt
To Equity Ratio Terhadap Return Saham Dengan Kebijakan Deviden Sebagai Intervening
Pada Perusahaan Property & Real Estate Yang Terdaftar Di Bei Periode 2013-2017. JSMBI
(Jurnal Sains Manajemen Dan Bisnis Indonesia , 9(1), 34–44.
[Link]
Hidayah, B., & Subowo, S. (2019). Pengaruh ROA Dan Komposisi Dewan Komisaris Terhadap
Kualitas Laba Dengan Manajemen Laba dan Kepemilikan Institusional Sebagai Variabel
Intervening. Jurnal MONEX, 8(1), 13–32.
[Link]
Hulu, I. P. H., Yahya, I., & Absah, Y. (2022). The Effect Of Return On Asset, Earning Per Share, Free
Cashflow And Debt To Equity Ratio On Company Value With Dividend Policy As
Intervening Variables (Study The Case Of Registered Mining Companies In Indonesia Stock
Exchange) Year 2016-2020. IJEBAS (International Journal of Economic, Business, Accounting,
Agriculture Management and Sharia Administration), 2(4), 483–492.
[Link]
Ibrahim, E. A. H., Murni, S., & Arie, F. V. (2022). Pengaruh Return On Equity, Earning Per Share,
dan Debt To Equity Ratio Terhadap Return Saham (Perusahaan Sektor Food And Beverage
Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020). Jurnal EMBA, 10(4), 467–478.
[Link]
Khamillah, Asmeri, R., & Dwi Anggraeni, M. D. (2022). Pengaruh Earning Per Share (EPS) Dan
Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham Melalui Ukuran Perusahaan Sebagai
Variabel Intervening Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan Dan Minuman Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 –2020. In Jurnal Matua (Vol. 4, Issue 2).
[Link]
Lestari, A. P., & Susetyo, A. (2020). Pengaruh NPM, EPS, DER dan PBV Terhadap Harga Saham
pada Perusahaan Terdaftar IDX HIDIV20 Dengan DPR sebagai Variabel Intervening. In
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen (Vol. 2, Issue 2).
[Link]

Monex – Journal of Accounting Research | 85


Analisis Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio dalam Merancang
Kebijakan Dividen pada Saham Perusahaan HIDIV20

Mahardika, G., Hersona, S., & Nurhasanah, N. (2021). Earning Per Share Memoderasi Pengaruh
Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia. Journal of Economic,
Business and Accounting, 5(1), 684–691.
[Link]
Marmata, I. S. B. (2020). Pengaruh Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Investment
Opportunity Set, Sales Growth dan Total Assets Turn Over Terhadap Kebijakan Dividen
(Studi Kasus Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Periode 2013-
2017). Repositori Institusi Universitas Sumatera Utara (RI-USU).
[Link]
Nurwulandari, A., Ulfah, Q. T. P. N., & Ilmiyono, A. F. (2022). Pengaruh Likuiditas, Earning Per
Share Dan Price Book Value Terhadap Harga Saham Melalui Kebijakan Dividen. JIMFE
(Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) , 8(1), 75–84.
[Link]
Rahmasari, D., Suryani, E., & Oktaryani, S. (2019). Pengaruh Leverage dan Likuiditas Terhadap
Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Sosial
Ekonomi Dan Humaniora, 5, 66–83. [Link]
Sari, A. N., & Hermuningsih, S. (2020). Pengaruh Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE)
Dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Return Saham Dengan Kebijakan Dividen
Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar di
BEI. DERIVATIF Jurnal Manajemen, 14(1), 29–37.
[Link]
Sihombing, M. J. T. (2019). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Return Saham dengan Kebijakan
Deviden sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Consumer Goods. Jurnal Armada
Informatika, 3(1). [Link]
Sondakh, R. (2019). The Effect Of Dividend Policy, Liquidity, Profitability And Firm Size On Firm
Value In Financial Service Sector Industries Listed In Indonesia Stock Exchange 2015-2018
Period. ACCOUNTABILITY, 8(2), 91–101. [Link]
Tanjung, P. R. S. (2020). Pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER) Dan Net Profit
Margin (NPM) Terhadap Harga Saham Dengan Earning Per Share (EPS) Sebagai Variabel
Moderating. JURNAL KEWIRAUSAHAAN BUKIT PENGHARAPAN, 66–86.
[Link]
Ulfah, E., Andini, R., & Oemar, A. (2018). Pengaruh CR, DER, ROA Dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening. Journal Of
Accounting, 1–20. [Link]
Vianti, S. O., Sunardi, S., & Yamaly, F. (2020). Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio dan
Return On Assets Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel
Intervening. Prosiding 2nd Business and Economics Conference In Utilizing of Modern
Technology, 694–707. [Link]
Wasil, M., Dewi, P. P., & Arafah, A. P. (2022). The influence of ROA, ROE, and DER on stock price
with dividend policy as an intervening variable. Indonesia Accounting Research Journal,
10(2), 48–56. [Link]
Yuningsih, V. (2020). Pengaruh net profit margin (NPM) dan earning per share (EPS) terhadap
return saham dengan struktur modal sebagai variabel intervening. Entrepreneurship Bisnis
Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 31–41. [Link]
Zakaria, M. (2021). Analisis Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA) dan
Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham melalui Kebijakan Dividen sebagai Variabel
Intervening (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2015-2019). Business Management Analysis Journal
(BMAJ), 4(1), 75–96. [Link]

86 | Monex – Journal of Accounting Research

Anda mungkin juga menyukai