LAPORAN PRATIKUM
MATA KULIAH SISTEM INFORMASI PERENCANAAN
Dosen Pengampu: Fahri Setiawan S.P.,[Link]
PRATIKUM BASIS DATA
OLEH:
YESENIA DARPA ARIANI NIM 1092311018
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
2024
[1]
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .....................................................................................................................i
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ii
BAB 1 ...............................................................................................................................5
PENDAHULUAN ............................................................................................................5
BAB II ..............................................................................................................................6
TEORI DASAR ................................................................................................................6
BAB III .......................................................................................................................................
METODE.....................................................................................................................................
3.1 alat dan bahan .........................................................................................................7
3.2 Waktu dan Tempat .................................................................................................7
3.3 Cara Kerja...........................................................................................................................
3.3.1 Cara membuka ArcGIS 10.8........................................................................................
3.3.2 Basis Data Titik ................................................................................................9
3.3.3 Basis data Garis...............................................................................................15
3.3.4 Basis data Polygon .........................................................................................19
3.3.5 Querry Data ................................................................................................................
BAB IV ......................................................................................................................................
HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................................................................
BAB V.........................................................................................................................................
KESIMPULAN...........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................
[2]
DAFTAR GAMBAR
gambar 3. 1 ArcMap 10.8
gambar 3. 2 Tampilan home ArcGIS
gambar 3. 3 table of content-Tampilan peta
gambar 3. 4 openAttributeTable
gambar 3. 5 Kotak dialog table
gambar 3. 6 icon table option-Add field
gambar 3. 7 kotak dialog add field
gambar 3. 8 kotak add fields-Name-Type-length
gambar 3. 9 kotak table
gambar 3. 10 isi data
gambar 3. 11 kotak fields calculator
gambar 3. 12kotak field calculator yang sudah disetting
gambar 3. 13hasil
gambar 3. 14Kotak Add Field
gambar 3. 15Angka
gambar 3. 16data yang diblok
gambar 3. 17kotak field yang sudah disetting
gambar 3. 18hasil Field calculator
gambar 3. 19Tampilan awal
gambar 3. 20kotak dialog table
gambar 3. 21Kotak add field
gambar 3. 22hasil add field
gambar 3. 23Menu editor-start editor
gambar 3. 24kotak start editor
gambar 3. 25data pada kotak table
gambar 3. 26 icon editor-stop editor
[3]
gambar 3. 27 data yang sudah diblok
gambar 3. 28kotak field calculator yang sudah disetting
gambar 3. 29hasil basis data garis
gambar 3. 30tampilan polygon
gambar 3. 31 kotak table
gambar 3. 32kotak add field
gambar 3. 33 hasil add field
gambar 3. 34 Menu editor-start editor
gambar 3. 35kotak start editor
gambar 3. 36data pada kotak table
gambar 3. 37icon editor-stop editor
gambar 3.38 kotak field calculator
gambar 3.39 kotak field calculator yang sudah disetting
gambar 3. 40 table of content-Tampilan peta
gambar 3. 41icon open attribute table
gambar 3. 42kotak table
gambar 3.43 kotak select by attribute
gambar 3. 44 rumus mencari kecamatan
gambar 3. 45 hasil mencari kecamatan
gambar 3. 46 Rumus
gambar 3. 47Hasil
gambar 3. 48 rumus
gambar 3. 49 Hasil
[4]
BAB I
PENDAHULUAN
Sistem basis data adalah sebuah sistem penyimpanan dan kumpulan data-data. dalam
pengembangan website sangat dibutuhkannya basis data agar data yang sudah tersimpan
bisa dilihat kembali. Dengan memanfaatkan sistem basis data akan dapat sangat
membantu pemerintahan dalam melihat data oleh karena itu menggunakan basis data
akan membantu dalam segala urusan.
Pemerintah pada saat ini manfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam
ketenagakerjaan, salah satunya e-government atau pemerintahan elektronik. Dalam hal
pendataan manual yang cukup lama dan kurang efisien walaupun sudah tersedia
komputer, pemanfaatan masih kurang optimal. Maka upaya peningkatan kualitas e-
government diperlukannya Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) untuk
mengurangi dan mempermudah dalam perhitungan dan pendataan agar tidak memakan
waktu yang cukup lama, dan juga pengurangannya terjadinya kesamaan data. Dan
bertujuan memanfaatkan era teknologi saat ini dengan menggunakan website.
Kebutuhan Sistem informasi ini dirancang untuk mencakup, penyimpanan data
secara otomatis, dan kebutuhan pengguna seperti menampilkan data yang dibutuhkan
dalam perancangan database penulis menggunakan XAMPP sarana server localhost,
MySQL sebagai tempat penyimpan data, dan phpMyAdmin. MySQL dipilih karena
penyimpan data yang saat ini popular digunakan.
Proses merancang website bertujuan memberikan isi informasi serta merancang dan
membuat database. Bertujuan untuk membantu proses pengelolaan database, dengan
adanya database pada website membantu proses pengelolaan data dalam edit data, input
data, hapus data, dan pencarian data
[5]
BAB II
TEORI DASAR
Pengertian Sistem
Menurut Fathansyah (2018:11) “Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang
terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi dan tugas khusus)
yang saling berhubungan bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses
tertentu”.
Pengertian Basis Data
Menurut A.S dan Shalahudin (2018:28) “sistem basis data adalah sistem
terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau
informasi tersedia saat dibutuhkan. Pada intinya basis data adalah media untuk
penyimpanan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat”.
Pengertian dan Konsep Dasar Web (suehering and valade, 2013) “World Wide Web
terdiri dari sekelompok besar komputer, yang dikenal sebagai server, yang ada hanya
untuk memberikan informasi ketika informasi itu diminta. Informasi tersebut diminta
oleh perangkat lunak komputer disebut browser web. Jika Anda di sini, Anda hampir
pasti menggunakan web berkali-kali sudah, mungkin bahkan untuk memesan buku ini.
Dikatakan bahwa web beroperasi pada model client-server, di mana klien adalah
browser web dan 10 server adalah komputer yang menyediakan, atau melayani,
informasi. Informasi itu biasanya disimpan di halaman web, yang tidak lebih dari
dokumen yang diformat khusus yang biasanya berisi gambar dan sering referensi ke
sumber daya lain yang membantu tampilan halaman” dan berperilaku dengan cara
tertentu.
(suehering and valade, 2013) “Browser web diprogram untuk membaca dan
menguraikan format khusus dokumen yang dikenal sebagai halaman web. Web Browser
tidak hanya tahu cara membuka dan mengurai dokumen yang diformat untuk web,
tetapi juga cara menghubungi komputer lain untuk meminta dokumen dari mereka.
Misalnya, ketika Anda mengetikkan [Link] ke dalamnya bilah alamat
web browser Anda, web browser tahu cara menerjemahkannya permintaan ke halaman
hasil yang akhirnya”.
Bahasa Pemograman Untuk membuat sebuah aplikasi web yang bisa dikembangkan,
maka dibutuhkan suatu bahasa pemrograman, yang penggunaannya akan dijelaskan
menurut para ahli sebagai berikut:
1. PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) (suehering and valade, 2013) Singkatan dari
PHP HyperText Preprocessor, adalah bahasa popular dan hebat yang digunakan
untuk pemograman pada sisi server. Ketika PHP membangun halaman web,
seringkali perlu mengambil data untuk ditampilkan pada halaman yang
dihasilkan. PHP adalah bahasa dengan makalah yang dirancang khusus untuk
[6]
digunakan web, dengan fitur membuat design dan pemograman web lebih
mudah 11
2. HTML (Hypertext Markup Language) (suehering and valade, 2013) HTML
(Hypertext Markup Language) adalah bahasa yang digunakan dalam web.
Dokumen HTML hanya menjadi sebuah dokumen saja, mereka bisa disimpan
dikomputer manapun. Dokumen HTML disiapkan dalam urutan tertentu, dengan
beberapa bagian datang sebelum yang lain. Mereka terstruktur seperti ini
sehingga web browser tahu cara membaca dan menampilkannya. Pada intinya,
HTML hanyalah sebuah dokumen, sama seperti dokumen Anda buat dengan
pengolah kata. Program seperti Microsoft Word digunakan untuk melihat
dokumen pengolah kata karena tahu cara membaca dan menampilkannya.
Demikian juga ketika datang ke web, browser web adalah program itu tahu cara
membaca dan menampilkan dokumen yang dibuat dengan HTML. Editor ini
bisa seperti sesederhana program Notepad yang datang dengan Microsoft
Windows atau sebagai kompleks seperti Eclipse atau Microsoft Visual Studio.
Anda biasanya dapat menggunakan program yang sama untuk membuat
dokumen HTML yang Anda gunakan untuk membuat program PHP.
3. Javascript (suehering and valade, 2013) JavaScript digunakan untuk
pemrograman web untuk meningkatkan atau menambah pengguna pengalaman
saat menggunakan halaman web. Bagian ini melihat beberapa aspek JavaScript
yang akan membantu Anda memahami bahasa dan memberi Anda adalah
pondasi yang baik yang dapat Anda gunakan untuk benar-benar membuat web
Anda halaman menonjol. JavaScript bukan Java Jangan bingung dengan
namanya. 12 JavaScript sama sekali tidak ada hubungannya dengan Java - kopi
atau bahasa pemrograman. Nama JavaScript terjadi karena orang-orang
pemasaran ingin menempel pada faktor "keren" kembali ketika bahasa
pemrograman Java mengkilap dan baru. Java adalah bahasa berat yang tidak
selalu berjalan di komputer semua orang. Orang harus menginstal perangkat
lunak tambahan untuk membuatnya berjalan. Meski kuat, Java tidak
dimaksudkan untuk jenis pemrograman web yang biasanya Anda butuhkan
melakukan. JavaScript, di sisi lain, disertakan dengan hampir setiap web
peramban dan tidak perlu dipasang lagi. Anda menggunakan JavaScript untuk
membuat halaman menjadi hidup, dengan bidang formulir yang diisi secara
otomatis, dan semua jenis lonceng dan peluit yang meningkatkan pengalaman
pengguna. Salah satu hal paling umum yang kita dengar dari orang-orang
nonteknis adalah membingungkan atau memanggil JavaScript, "Java." Sekarang
Anda tahu bahwa keduanya benar-benar berbeda, Anda tidak akan melakukan
hal yang sama. Bagaimanapun, perlu tahan dorongan untuk mengoreksi orang
ketika Anda mendengar mereka membingungkan keduanya bahasa. JavaScript
didefinisikan oleh spesifikasi yang dikenal sebagai ECMA-262. Browser web
memiliki berbagai tingkat dukungan untuk spesifikasi ECMA-262, begitu
persisnya versi JavaScript yang tersedia di browser bervariasi sesuai dengan
versi browser yang digunakan. 13
[7]
4. Cascading Style Sheets (CSS) (suehering and valade, 2013) CSS melengkapi
HTML dengan memberikan tampilan dan nuansa ke halaman web. CSS
digunakan untuk memberi kesan pada tampilan itu, menambahkan gambar
warna dan latar belakang, mengubah font dan ukuran font, menggambar batas
disekitar area, dan bahkan mengubah tata letak halaman itu sendiri.
[8]
BAB III
METODE
3.1 Alat dan Bahan
Laptop dan Komputer.
Sofware ArcGIS.
File Data Batas Desa 2019 Dukcapil Bangka Belitung.
3.2 Waktu dan Tempat.
Waktu:29 Februari - 21 Maret 2024.
Tempat:Laboratorium TIK 3,Gedung Timah 1,Universitas Bangka Belitung.
3.3 Cara Kerja
3.3.1 Cara membuka ArcGIS 10.8
[Link] ArcMap 10.8 di search - klik open.
gambar 3. 11 ArcMap 10.8
[Link] akan muncul tampilan seperti berikut.
gambar 3. 12 Tampilan home ArcGIS
[9]
[Link] memunculkan peta klik tanda centang pada toolbar Batas Desa di kotak layout
pada table of content.
gambar 3. 13 table of content-Tampilan peta
3.3.2 Basis Data Titik
[Link] layer titik dengan mencentang kotak layer - klik kanan pada layer titik - klik
open attribute table
gambar 3. 14 openAttributeTable
2. Kotak dialog Table akan muncul seperti berikut.
gambar 3. 15 Kotak dialog table
[Link] icon table option,- klik add field
gambar 3. 16 icon table option-Add field
[10]
gambar 3. 17 kotak dialog add field
4. Contoh “perumahan”, klik pada type disetting menjadi text -klik pada bagian length
diisi dengan 100 - klik oke.
gambar 3. 18 kotak add fields-Name-Type-length
5. klik pada layer titik - edite features - start editing.
gambar 3. 19 kotak table
6. isi data sesuai titik pada table baru
gambar 3. 20 isi data
[11]
9. Klik Tarik ke kolom yang akan dijadikan data - klik kanan pada judul table- klik
field calculator
gambar 3. 11 kotak fields calculator
10.,lalu jangan lupa menambahkan tanda kutip(“) diawal dan akhir kata tersebut.- klik
oke.
gambar 3. 12kotak field calculator yang sudah disetting
gambar 3. 13hasil
11. Untuk menambahkan data berupa angka - icon table option - Add Field – Kasih
Nama Angka pada type - doble - oke.
[12]
gambar 3. 14Kotak Add Field
gambar 3. 15Angka
13. klik kanan pada judul table angka - klik field calculator.
gambar 3. 16data yang diblok
14. Type pilih Number - kotak show codeblok angka= ketik angka yang akan digunakan
misal 15- klik oke
[13]
gambar 3. 17kotak field yang sudah disetting
gambar 3. 18hasil Field calculator
3.3.3 Basis data Garis
1. Aktifkan layer garis dengan mencentang kotak layer - klik kanan pada layer garis-
klik open attribute table.
gambar 3. 19Tampilan awal
2. Kotak dialog Table.
gambar 3. 20kotak dialog table
[14]
[Link] kotak dialog - klik icon table option - klik add – kasih nama “perumahan”-
klik text - length tulis 50 - klik oke
gambar 3. 21Kotak add field
gambar 3. 22hasil add field
4. klik editor - klik start editor.
gambar 3. 23Menu editor-start editor
[15]
gambar 3. 24kotak start editor
[Link] menu editor telah aktif, - klik titik yang akan diisikan data - ketik data pada
kolom table”perumahan”.
gambar 3. 25data pada kotak table
6. klik stop editing untuk mengakhiri pengeditan dan menyimpan file pengerjaan.
gambar 3. 26 icon editor-stop editor
[16]
8. letakkan kursor - iinput data – klik table”perumahan” - field calculator.
gambar 3. 27 data yang sudah diblok
9. pilih string - pada bar”perumahan” setiap kata jangan lupa menambahkan tanda(“)
diawal dan akhir - ok.
gambar 3. 28kotak field calculator yang sudah disetting
10. hasil kotak field calculator
gambar 3. 29hasil basis data garis
[17]
3.3.4 Basis data Polygon
1. Aktifkan layer polygon dengan mencentang kotak layer - klik kanan pada layer
polygon - open attribute table
gambar 3. 30tampilan polygon
[Link] Attribut table
gambar 3. 31 kotak table
3. klik table option,- add field - klik Name “perumahan” - type pilih text - pada length
tulis 50 - klik oke.
gambar 3. 32kotak add field
gambar 3. 33 hasil add field
[18]
4. menambahkan data pada table - klik editor pada menu bar editor- klik start editor.
gambar 3. 34 Menu editor-start editor
gambar 3. 35kotak start editor
5. klik polygon yang akan diisikan data - ketik data pada kolom table ”perumahan”.
gambar 3. 36data pada kotak table
6. klik stop editing
gambar 3. 37icon editor-stop editor
[19]
8. letakkan kursor Tarik ke kolom yang akan digunakan -”perumahan” - klik field
calculator..
gambar 3.38 kotak field calculator
9. pilih string - pada bar”lokasi penelitian” ketik kata yang diinginkan,jangan lupa
menambahkan tanda(“) diawal dan akhir.- ok.
gambar 3.39 kotak field calculator yang sudah disetting
3.3.5 Querry Data
[Link] memunculkan peta klik tanda centang disamping Batas Desa di kotak layout
pada table of content.- kanan - open attribute table.
gambar 3. 40 table of content-Tampilan peta
[20]
gambar 3. 41icon open attribute table
2. Kotak dialog Table akan muncul seperti berikut.
gambar 3. 42kotak table
3. klik table option - klik pilih select by attribute
gambar 3.43 kotak select by attribute
4. untuk mencari kecamatan - klik dobel pada kata kecamatan - klik tanda sama
dengan(=) - klik get unique values,pilih kecamatan yang ingin dicari.- klik apply.
[21]
gambar 3. 44 rumus mencari kecamatan
gambar 3. 45 hasil mencari kecamatan
5. mencari jumlah pelajar mahasiswa kurang dari 100 di Bangka Belitung, Rumus klik
dobel “pelajar_ma” klik tanda < lalu ketik 100 , klik apply.
gambar 3. 46 Rumus
gambar 3. 47Hasil
6. Rumusnya klik dobel “pelajar _ma”, klik tanda > lalu ketik 100 lalu klik tanda AND
lalu klik dobel “pelajar_ma” klik tanda < lalu ketik 200. klik Apply.
[22]
gambar 3. 48 rumus
gambar 3. 49 Hasil
[23]
BAB IV
HASIL DAN KESIMPULAN
Querry data merupakan kemampuan untuk menampilkan suatu data dari data base
dimana mengambil data dari table yang ada di [Link] beberapa manfaat
penggunaan Querry database di ArcGIS antara lain mengambil data yang
diinginkan,mengubah data,memperbaruhi data,menghapus data,mengurangi
data,mempermudah pengelohan data,mempercepat pengolahan data dan memperluas
pengolahan data.
[24]
BAB V
KESIMPULAN
Mata kuliah ini merupakan teori basis data yang sangat mendasar tanpa memerlukan
prasyarat pengetahuan tentang basis data sebelumnya. Materi mata kuliah ini
difokuskan pada tiga hal pokok, yaitu: dasar-dasar basis data, model data dan
bagaimana membuat model data yang baik. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas
contoh-contoh aturan yang berlaku di lapangan yang terefleksikan dalam perancangan
basis data. Sejumlah aspek lain yang relevan, seperti DBMS, SQL, aplikasi basis data
dan perkembangan teknologi terbaru juga dibahas dalam mata kuliah ini
[25]
DAFTAR PUSTAKA
(N.d.). Retrieved dari [Link]
10_Bab-[Link]
(N.d.). Retrieved dari [Link]
Info Kursus. (n.d.). Retrieved dari [Link]
[26]