0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan8 halaman

Penyuluhan DBD di Posyandu Muarasiban

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Posyandu Desa Muarasiban, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD. Penyuluhan akan mencakup pengertian, penyebab, gejala, dan cara pencegahan DBD, serta melibatkan metode ceramah dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan untuk memastikan peserta memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

apriliayolandari02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan8 halaman

Penyuluhan DBD di Posyandu Muarasiban

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Posyandu Desa Muarasiban, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD. Penyuluhan akan mencakup pengertian, penyebab, gejala, dan cara pencegahan DBD, serta melibatkan metode ceramah dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan untuk memastikan peserta memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

apriliayolandari02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


DI POSYANDU DESA MUARASIBAN DUSUN TIGA

Disusun Oleh:

Aprilia Yolandari
PO7120523069

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN LAHAT


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
PALEMBANG TAHUN 2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Pokok Pembahasan : Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)


Suptema : Pengunjung Posyandu Muarasiban dusun Tiga
Tempat : Desa Muarasiban Dusun Tiga
Hari / Tanggal : Kamis / 07 Agustus 2025
Waktu : 1 x 30 menit
Penyuluh : Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palembang
Program Studi DII keperawatan lahat

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang Demam Berdarah
Dengue (DBD) diharapkan pengunjung poliklinik mengetahui tentang cara
pencegahan Demam Berdarah Dengue.

II. TUJUANINSTRUKSIONALKHUSUS

Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit di harapkan keluarga pasien


mampu :
1. Menjelaskan pengertian demam berdarah dengue
2. Mengetahui penyebab demam berdarah dengue
3. Menyebutkan tanda dan gejala demam berdarah dengue
4. Mengetahui cara pencegahan demam berdarah dengue

III. SASARAN
Seluruh masyarakat Desa Muarasiban Dusun Tiga

IV. PEMBAHASAN MATERI


1. Pengertian Demam Berdarah Dengue
2. Penyebab Demam Berdarah Dengue
3. Ciri nyamuk Aedes Aegypty
4. Tanda dan gejala Demam Berdarah
5. Cara pencegahan Demam Berdarah Dengue
V. METODE
1. Ceramah
2. TanyaJawab

VI. MEDIA
- Leaflet
- LCD/Proyektor

VII. KRITERIA EVALUASI


1. Evaluasi Struktur
• Peserta hadir di tempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Posyandu Desa Muarasiban

• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya

2. Evaluasi Proses
• Pesertaantusias terhadap materi penyuluhan
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum acara
selesai
• Peserta mengajukan pertanyaan

3. Evaluasi Hasil
• Masyarakat Desa Muarasiban mengetahui tentang Demam BerdarahDengue
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang.
VIII. KEGIATAN PENYULUHAN

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode/Media


1. 3 Menit Pembukaan: 1. Menjawab salam Ceramah
Menjawab salam 2. Mendengarkan
1. Membuka kegiatan dengan 3. Memperhatikan
mengucapkan salam.
4. Memperhatikan
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan
4. Menyebutkan materi
yang akan diberikan
2. 15 Pelaksanaan: 1. Memperhatikan Flipchart
Menit
1. Menjelaskan tentang 2. Mendengarkan
pengertian Demam Berdarah
Dengue. 3. Bertanya dan
menjawab
2. Menjelaskan tentang pertanyaan yang diaju
penyebab dan tanda gejala kan
demam berdarh dengue.
3. Menjelaskan cara mengatasi
Demam berdarah dengue.
4. Menjelaskan peran serta
masyarakat dalam mengatasi
Demam berdarah dengue.
5. Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya.
3. 10 Evaluasi: 1. Menjawab Ceramah
Menit Pertanyaan
Menanyakan kepada peserta
tentang materi yang telah
diberikan, dan
reinforcement kepada
masyarakat yang dapat
menjawab pertanyaan

4. 2 Menit Terminasi: 1. Mendengarkan Ceramah


1. Mengucapkan terimakasih 2. Menjawab salam
atas peran serta peserta
2. Mengucapkan salam
penutup

Evaluasihasilpenyuluhan:
- Audience atau peserta mengerti tentang pengertian Demam Berdarah Dengue.
- Audience atau peserta mengerti tentang penyebab dan tanda gejala Demam
Berdarah Dengue.
- Audience atau peserta mengerti tentang cara mengatasi Demam Berdarah Dengue

- Audience atau peserta mengerti tentang peran serta masyarakat dalam mengatasi
Demam Berdarah Dengue
MATERI DEMAM BERDARAH DENGUE
(DBD)

1. Pengertian
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypty yang dapat menyerang pada
anak dan dewasa dengan gejala utama demam,nyeri otot, tulang dan sendi
yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama dan
dapat menyebabkan perdarahan

2. Tanda dan Gejala


a. Demam tinggi 2 - 7 hari disertai menggigil. kurang nafsu makan, nyeri
pada persendiaan,serta sakit kepala.
b. Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit dan
mimisan (epistaksis).
c. Nyeri perut ( ulu hati ) tapi tidak ada gejala kuning,ada mual dan muntah.
d. Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3-7 secara berulang-ulang. Dengan
tanda syok yaitu lemah, kulit dingin, basah dan tidak sadar..

3. Penyebab
Penyebab Demam Berdarah Dengue adalah karena adanya virus dengue dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty. Meskipun dapat juga
ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun. DBD ini
banyak di temukan di daerah tropis yang curah hujannya cukup tinggi. Sebab
nyamuk akan mudah berkembang biak di daerah yang tergenang air.
Umumnya sering terjadi di daerah Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang
saat ini menjadi masalah utama di negeri kita ini.
4. Cara Penularan Demam Berdarah Dengue
a. Demam berdarah dengue hanya dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk
Aedes Aegypty betina,yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat-
tempat umum (Sekolah, Pasar, Terminal, Warung dsb)
b. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue waktu menggigit/menghisap
darah orang yang sakit DBD atau orang yang tidak sakit tetapi dalam
darahnya terdapat Virus Dengue.
c. Orang yang darahnya mengandung Virus Dengue tetapi tidak sakit dapat
pergi kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat
yang ada nyamuk Aedes Acgyplynya.
d. Virus dengue yang terhisap nyamuk Aedes Aegypty akan berkembang
biak dalam tubuh nyamuk.
e. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain,virus
tersebut akan dipindahkan bersama air liur nyamuk ke orang tersebut.
f. Orang yang digigit nyamuk Aedes Aegypty yang mengandung virus
dengue gejala sakit/demam setelah 4-7 hari (masa inkubasi)
g. Bila orang yang ditularkan tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik,ia
akan segera menderita DBD (demam berdarah dengue)

5. Cara pencegahan Demam Berdarah Dengue


Untuk mencegah penyakit DBD, nyamuk penularya (Aedes aegypti)
harus diberantas sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada. Cara yang
tepat dalam pencegahan penyakit DBD adalah dengan pengendalian
vektorya, yait nyamuk Aedes aegypti.

Cara yang tepat untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti adalah


memberantas jentikjentiknya di tempat berkembang biaknya. Cara ini
dikenal dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD (PSN-DBD). Oleh
karena tempat-tempat berkembang biaknya terdapat di rumah-rumah dan
tempat-tempat umum maka setiap keluarga harus melaksanakan PSN-
DBD secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali.
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arif, dkk. [Link] Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid


[Link]: Media Aesculapius Ngastiyah. [Link] Anak Sakit . Jakarta :
EGC
Suwarsono H : Berbagai cara pemberantasan jentik Ae. Aegypti. Cermin
DuniaKedokteran
1997: 119 : 32-3.
Brunner & Suddarth (2002), Keperawatan Medikal Bedah, volume 2,
Jakarta; [Link] Ajar
Penyakit Dalam. (1995). Jilid I. Edisi ke 3. Jakarta : FK UlEffendi, 1995,
Perawatan Pasien DHF, Jakarta : EGC.

Anda mungkin juga menyukai