0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan2 halaman

Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Elektronik

Dokumen ini menjelaskan prosedur retensi dan pemusnahan rekam medis elektronik di Klinik Pratama Berkah Farma. Proses ini meliputi pemilahan rekam medis inaktif, pemindahan ke folder penyimpanan inaktif, dan pemusnahan setelah 25 tahun. Kebijakan ini merujuk pada peraturan kesehatan yang berlaku di Indonesia.

Diunggah oleh

ikakurniasarikarim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan2 halaman

Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Elektronik

Dokumen ini menjelaskan prosedur retensi dan pemusnahan rekam medis elektronik di Klinik Pratama Berkah Farma. Proses ini meliputi pemilahan rekam medis inaktif, pemindahan ke folder penyimpanan inaktif, dan pemusnahan setelah 25 tahun. Kebijakan ini merujuk pada peraturan kesehatan yang berlaku di Indonesia.

Diunggah oleh

ikakurniasarikarim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RETENSI DAN PEMUSNAHAN REKAM MEDIS

ELEKTRONIK
No. Dokumen : 058/SPO/PKP-12/KPBF/IX/2024
No. Revisi : 00
SPO
Tanggal Terbit : 23 September 2024
Halaman : 1/2

KLINIK PRATAMA dr. LILI FARIDA


BERKAH FARMA

1. Pengertian Pemusnahan Rekam Medis Elektronik adalah suatu proses


penghancuran secara non fisik arsip rekam medis yang telah berakhir
fungsi dan nilai gunanya.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi petugas untuk
melakukan penyusutan dan pemusnahan rekam medis elektronik di
Klinik Pratama Berkah Farma
3. Kebijakan Keputusan Penanggung Jawab Klinik Pratama Berkah Farma Nomor
056/SK/PKP-12/KPBF/IX/2024 tentang Penyelenggaraan Rekam Medis
Elektronik di Klinik Pratama Berkah Farma
4. Referensi  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24
tahun 2022 tentang Rekam Medis
 Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor
HK.02.02/I/105/2023 tentang Instrumen Survei Akreditasi Klinik
5. Prosedur A. Retensi Rekam Medis
1) Petugas memilah Rekam Medis inaktif di file rekam medis
elektronik berdasarkan tahun kunjungan terakhir berobat, yakni
paling singkat 25 tahun dihitung sejak tanggal terakhir pasien
berobat
2) Petugas memindahkan berkas rekam medis inaktif dari folder
penyimpanan aktif ke folder penyimpanan inaktif
3) Membuat daftar perincian retensi rekam medis dan masa waktu
retensi paling singkat 25 tahun selanjutnya rekam medis dapat
dimusnahkan
4) Petugas melakukan pemusnahan terhadap rekam medis yang
inaktif dan tidak bernilai guna
B. Pemusnahan Rekam Medis
1) Membentuk tim pemusnah berkas rekam medis dengan surat
keputusan Penanggung Jawab Klinik
2) Pemusnahan dilakukan setelah batas waktu penyimpanan paling
singkat 25 tahun berakhir, dapat dikecualikan untuk dimusnahkan
apabila data tersebut masih akan dipergunakan atau
dimanfaatkan,
3) Membuat berita acara pemusnahan berkas rekam medis
6. Unit Terkait Ruang Rekam Medis
7. Diagram Alir A. Retensi Rekam Medis

Memilah rekam medis


inaktif berdasarkan
kunjungan terakhir

Memindahkan Rekam Medis


inaktif ke folder file inaktif

Membuat daftar perincian retensi


rekam medis dan masa waktu retensi
25 tahun selanjutnya rekam medis
dapat dimusnahkan

Petugas melakukan
pemusnahan terhadap
rekam medis in aktif dan
tidak bernilai guna

B. Pemusnahan Rekam Medis

Membentuk Tim
Pemusnahan Rekam Medis

Melakukan Pemusnahan Berkas


Rekam Medis dan rencana
pemusnahan 25 tahun

Membuat Berita acara pemusnahan


Berkas Rekam Medis

Membuat Berita acara


pemusnahan Berkas
Rekam Medis

8. Rekaman Historis Perubahan


NO Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan

- - -

Anda mungkin juga menyukai