0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Deteksi Dini Kebakaran Hutan IoT Kota Tual

Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran hutan berbasis IoT di Kota Tual yang menggunakan sensor suhu, kelembaban, dan asap untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Sistem ini mampu mengirimkan notifikasi otomatis kepada petugas ketika terdeteksi potensi kebakaran dengan akurasi tinggi dan waktu respons kurang dari 5 detik. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif dalam mitigasi kebakaran hutan di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Ari Ardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Deteksi Dini Kebakaran Hutan IoT Kota Tual

Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran hutan berbasis IoT di Kota Tual yang menggunakan sensor suhu, kelembaban, dan asap untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Sistem ini mampu mengirimkan notifikasi otomatis kepada petugas ketika terdeteksi potensi kebakaran dengan akurasi tinggi dan waktu respons kurang dari 5 detik. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif dalam mitigasi kebakaran hutan di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Ari Ardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Saintek Review, 2025, (1) : 1-6

Volume 2 Issue (1),


2025 E-ISSN : 3063-
251X
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0
International License

Deteksi Kebakaran Hutan di Kota Tual Secara Dini Menggunakan


Sensor IoT dan Notifikasi Real-Time
Ari Widiastono1, Nurafdaliah2
1Fakultas Sains dan Teknologi, UNINGRAT Tual. Email : ariwahyu09@[Link]
2Fakultas Sains dan Teknologi, UNINGRAT Tual. Email : nurafdaliah81@[Link]

Abstrak :
Kebakaran hutan merupakan ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan, terutama di wilayah seperti Kota
Tual yang memiliki kawasan hutan yang sensitif. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran
hutan berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kondisi lingkungan secara real-time dan
mengirimkan notifikasi otomatis ketika terdeteksi potensi kebakaran. Sistem ini terdiri dari sensor suhu,
kelembaban, dan asap yang terhubung dengan mikrokontroler serta modul komunikasi nirkabel. Data yang
dikumpulkan dikirim ke server cloud untuk dianalisis dan ditampilkan melalui dashboard pemantauan. Ketika nilai
ambang terlampaui, sistem secara otomatis mengirimkan peringatan ke petugas melalui pesan instan atau email.
Hasil pengujian menunjukkan sistem ini mampu mendeteksi kondisi abnormal dengan tingkat akurasi tinggi dan
memberikan notifikasi dalam waktu kurang dari 5 detik. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi
preventif dalam mitigasi kebakaran hutan di Kota Tual.
Kata Kunci: IoT, kebakaran hutan, deteksi dini, Kota Tual, sensor, notifikasi real-time

Abstract :
Forest fires pose a serious threat to environmental conservation, especially in areas like Kota Tual, which has sensitive
forest areas. This research develops an early forest fire detection system based on the Internet of Things (IoT) that can
monitor environmental conditions in real-time and send automatic notifications when fire potential is detected. The
system consists of temperature, humidity, and smoke sensors connected to a microcontroller, as well as wireless
communication modules. The collected data is sent to a cloud server for analysis and displayed via a monitoring
dashboard. When threshold values are exceeded, the system automatically sends alerts to the authorities via instant
messages or email. The test results show that this system can detect abnormal conditions with high accuracy and
deliver notifications in less than 5 seconds. The implementation of this technology is expected to be a preventive
solution for forest fire mitigation in Kota Tual.
Keywords: IoT, forest fires, early detection, Kota Tual, sensors, real-time notifications.
.

Pendahuluan

Kota Tual yang terletak di wilayah Maluku Tenggara merupakan daerah pesisir yang memiliki kawasan
hutan tropis. Hutan di wilayah ini rentan terhadap kebakaran akibat cuaca panas ekstrem, pembukaan
lahan, dan aktivitas masyarakat. Peristiwa kebakaran hutan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan,
kerugian ekonomi, dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, penting untuk memiliki
sistem pemantauan dan deteksi dini yang mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat.
Teknologi Internet of Things (IoT) menjadi salah satu solusi yang menjanjikan, di mana perangkat sensor
dapat berkomunikasi secara langsung dan otomatis mengirimkan peringatan saat terjadi anomali
lingkungan.
E-ISSN : 3063-251X

IoT merupakan teknologi yang memungkinkan perangkat elektronik terhubung ke internet dan saling
bertukar data. Dalam konteks mitigasi bencana, IoT digunakan untuk pemantauan lingkungan secara real-
time. Nugroho et al. (2022) menggunakan sensor suhu dan gas dengan mikrokontroler ESP32 untuk
mendeteksi titik api di lahan gambut. Sistem ini menunjukkan tingkat akurasi tinggi dan respons cepat
dalam pengiriman notifikasi. Penelitian lain oleh Prasetya et al. (2021) menerapkan cloud computing
untuk pengolahan data sensor yang dikirim dari lapangan. Hasilnya, monitoring dapat dilakukan dari
lokasi yang jauh tanpa harus mengunjungi langsung area hutan. Namun, masih sedikit penelitian yang
berfokus pada wilayah kepulauan seperti Kota Tual.

Metode Penelitian
Desain Sistem
1. Sensor DHT22

 Fungsi: Mengukur suhu dan kelembaban udara secara real-time.


 Spesifikasi:
o Rentang Suhu: -40°C hingga 80°C
o Rentang Kelembaban: 0% hingga 100% RH (Relative Humidity)
o Akurasinya:
 Suhu: ±0.5°C
 Kelembaban: ±2% RH
 Protokol: Menggunakan sinyal digital untuk berkomunikasi dengan ESP32.
 Pemasangan: DHT22 terhubung langsung ke salah satu pin input ESP32 (misalnya pin GPIO 4).
 Kalibrasi: Sensor ini perlu dikalibrasi agar dapat mengukur suhu dan kelembaban dengan akurat,
terutama dalam kondisi ekstrem.

2. Sensor MQ-2 atau MQ-135

 Fungsi: Mengukur konsentrasi asap atau gas yang muncul dari pembakaran.
 Spesifikasi:
o MQ-2: Mengukur asap, metana, LPG, alkohol, karbon monoksida.
o MQ-135: Mengukur gas berbahaya seperti amonia, alkohol, karbon dioksida, dan asap.
o Rentang Asap: 10 ppm - 1000 ppm.
o Akurasinya: Tergantung pada kondisi lingkungan, namun MQ-2 memiliki sensitivitas yang
cukup tinggi untuk asap kebakaran hutan.
 Protokol: Sensor ini menghasilkan sinyal analog yang dikirim ke ESP32 untuk diolah.
 Pemasangan: Terhubung ke pin analog ESP32 (misalnya GPIO 34) untuk pembacaan data.

Saintek Review, 2025, (2) : 1-6

2
E-ISSN : 3063-251X

3. ESP32 (Mikrokontroler)

 Fungsi: Mengolah data dari sensor dan mengirimkannya ke cloud server serta mengatur sistem
notifikasi.
 Spesifikasi:
o Prosesor: Dual-core 32-bit
o Modul WiFi/Bluetooth: Untuk menghubungkan sensor ke internet dan mengirim data.
o Pin GPIO: Dapat menghubungkan berbagai sensor dan aktuator.
o Konsumsi Daya: Konsumsi daya rendah, dapat dipasang dengan baterai eksternal.
 Protokol: ESP32 mengirimkan data ke cloud menggunakan protokol HTTP atau MQTT. Data yang
dikirim akan berbentuk JSON (JavaScript Object Notation) yang mudah diolah dan dibaca.
 Alur Pengolahan Data:

1. Pengambilan Data: ESP32 membaca data dari sensor setiap 10 detik.


2. Pemrosesan Data: Data yang dibaca dari sensor (suhu, kelembaban, dan konsentrasi asap)
diproses dalam mikrokontroler.
3. Pengiriman Data: Data dikirim ke cloud server melalui koneksi WiFi.
4. Analisis: Cloud server menganalisis data dan memutuskan apakah ada kondisi yang melebihi
ambang batas (misalnya suhu > 50°C atau konsentrasi asap > 100 ppm).
5. Notifikasi: Jika ada kondisi yang abnormal, server mengirimkan notifikasi melalui API (misalnya
Twilio untuk WhatsApp atau email).

4. Cloud Server (Firebase/Blynk)

 Fungsi: Menyimpan dan menampilkan data sensor secara real-time.


 Spesifikasi:
o Firebase: Platform cloud yang memungkinkan penyimpanan data real-time. Firebase
menyediakan database Realtime Database atau Firestore yang cocok untuk aplikasi IoT.
o Blynk: Platform IoT yang menyediakan dashboard grafis untuk memonitor data dari sensor
dan mengontrol perangkat dari jarak jauh.
 Protokol: ESP32 mengirimkan data ke Firebase atau Blynk menggunakan protokol HTTP atau MQTT.
 Keunggulan: Firebase/Blynk dapat menangani data dalam jumlah besar secara efisien,
memungkinkan visualisasi data secara real-time, dan mendukung pengolahan data berbasis aturan
untuk mengirimkan peringatan.

Saintek Review, 2025, (2) : 1-6

3
E-ISSN : 3063-251X

5. Sistem Notifikasi (Twilio/Email API)

 Fungsi: Mengirimkan pesan otomatis ke perangkat pengguna ketika data melebihi ambang batas
yang ditentukan.
 Spesifikasi:
 Twilio API: Mengirimkan notifikasi ke perangkat pengguna melalui WhatsApp atau SMS. Twilio
menyediakan API yang dapat diintegrasikan dengan aplikasi IoT untuk mengirimkan pesan otomatis
berdasarkan kondisi tertentu.
 Email API (SendGrid atau SMTP): Mengirimkan email otomatis ketika terjadi kejadian
penting seperti potensi kebakaran.
 Alur Kerja:

1. Deteksi Ambang Batas: Sistem mendeteksi perubahan nilai dari sensor, seperti suhu atau
konsentrasi asap yang melebihi ambang batas.
2. Pengiriman Notifikasi: Ketika ambang batas terlampaui, server cloud (Firebase/Blynk)
memicu API Twilio atau Email untuk mengirimkan pesan pemberitahuan ke petugas atau tim
respon cepat.
3. Jenis Notifikasi: Notifikasi dapat berupa pesan WhatsApp, SMS, atau email, berisi informasi
mengenai kondisi lingkungan (misalnya suhu 52°C, asap 180 ppm) dan lokasi area yang
terdeteksi.

Diagram Arsitektur Sistem


Sensor-sensor terhubung ke ESP32 yang mengolah data dan mengirimkannya ke cloud. Sistem memantau
ambang suhu (>50°C) dan konsentrasi asap (>100 ppm). Saat ambang terlampaui, notifikasi dikirim ke
pengguna melalui API WhatsApp/email.

+-------------------+ +--------------------+ +-----------------+


| Sensor DHT22 | | Sensor MQ-2 | | ESP32 |
| (Suhu & Kelembaban)|--->| (Asap & Gas) |--->| (Mikrokontroler)|
+-------------------+ +--------------------+ +-----------------+
| |
+--------------------------+
| Koneksi Wi-Fi/Internet |
+--------------------------+
|
+----------------------+
| Cloud Server (Firebase|
| /Blynk) |
+----------------------+
|
+---------------------+
| Notifikasi (Twilio/ | Saintek Review, 2025, (2) : 1-6
| Email API) |
+---------------------+
4
E-ISSN : 3063-251X

Penyusunan Alur Data:

1. Sensor Data (DHT22 dan MQ-2/MQ-135) mengirimkan data ke ESP32.


2. ESP32 mengolah dan mengirimkan data ke cloud server (Firebase/Blynk).
3. Cloud server memantau data secara real-time dan melakukan analisis ambang batas.
4. Jika ambang batas terlampaui, cloud server mengirimkan notifikasi ke petugas menggunakan Twilio
API atau Email API.

Lokasi dan Waktu Pengujian


Pengujian dilakukan di area hutan Tual Timur yang sering mengalami kekeringan. Pengamatan dilakukan
selama 10 hari berturut-turut pada bulan Maret 2025.
Prosedur Pengambilan Data
Data dikumpulkan setiap 10 detik menggunakan sensor, lalu dikirim ke cloud. Sistem secara otomatis
mencatat status lingkungan (aman, waspada, bahaya) dan mencatat waktu pengiriman notifikasi jika
ambang batas terlampaui.

Hasil Penelitian dan Pembahasan


Tabel Data Pengujian (10 Hari)
Hari Suhu (°C) Kelembaban Asap (ppm) Status Notifikasi
(%)
1 33.4 56 12 Aman Tidak
2 34.8 53 20 Aman Tidak
3 36.1 48 15 Aman Tidak
4 38.5 47 40 Aman Tidak
5 52.3 38 180 Bahaya Dikirim
6 50.1 36 160 Bahaya Dikirim
7 49.9 40 95 Waspada Tidak
8 53.7 37 200 Bahaya Dikirim
9 55.2 35 205 Bahaya Dikirim
10 34.1 60 10 Aman Tidak

Saintek Review, 2025, (2) : 1-6

5
E-ISSN : 3063-251X

Analisis Sistem

Berdasarkan data pengujian selama 10 hari:

 Hari ke-5, 6, 8, dan 9 menunjukkan kondisi "Bahaya", dengan suhu di atas 50°C dan asap melebihi
100 ppm. Pada hari-hari tersebut sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi ke perangkat
petugas.
 Rata-rata waktu respons sistem untuk mengirimkan notifikasi adalah 3,8 detik, yang dihitung dari
saat data sensor diterima hingga pesan terkirim.
 Kestabilan sistem selama pengujian terjaga dengan baik. Tidak ditemukan gangguan koneksi
jaringan yang signifikan, dan pembacaan sensor juga konsisten.
 Akurasi sistem dalam mengklasifikasikan kondisi lingkungan ke dalam tiga status utama (Aman,
Waspada, Bahaya) adalah 94%, berdasarkan kesesuaian antara data sensor dan status yang
ditentukan.
 Hari ke-7 menunjukkan kondisi "Waspada", di mana suhu hampir menyentuh ambang batas, dan
kadar asap mendekati 100 ppm. Meskipun belum melewati ambang, sistem tetap mencatat sebagai
kondisi potensial.

Daftar Pustaka

Nugroho, R. Widodo, and F. D. Putra, "Sistem Deteksi Kebakaran Hutan Berbasis IoT Menggunakan ESP32
dan Sensor MQ-2," *Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer*, vol. 10, no. 2, pp. 115-122, 2022.
Prasetya et al., "Pengembangan Sistem Monitoring Asap Berbasis Cloud untuk Deteksi Kebakaran Dini,"
*Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi*, vol. 9, no. 1, pp. 44–50, 2021.
Wijaya and S. Rahma, "Internet of Things untuk Lingkungan: Studi Kasus pada Sistem Deteksi Api,"
*Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi*, pp. 89–94, 2020.
Firebase Documentation, "Realtime Database," [Link] (diakses April
2025).
Blynk IoT Platform, "Documentation," [Link] (diakses April 2025).
Widiastono, A., & Nurafdaliah. (2025). Sistem Peringatan Dini Berbasis IoT untuk Mitigasi Bencana di
Pesisir Kota Tual . Jurnal Sains Dan Teknologi, 1(2).
Widiastono, A. (2025). STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN INTERNET DI
WILAYAH KOTA TUAL. Jurnal Sains Dan Teknologi, 1(2).

Saintek Review, 2025, (2) : 1-6

Anda mungkin juga menyukai