CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
Institusi : UPT SD NEGERI 011 PADANG LUAS
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Fase / Kelas : B / III (TIGA)
Tahun Pelajaran : 2025 – 20264
A. Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar mantap secara spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki
pemahaman akan dasar-dasar agama Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-
hari dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan agama Islam dan Budi
Pekerti secara umum harus mengarahkan peserta didik kepada (1) kecenderungan kepada
kebaikan (al-ḥanīfiyyah), (2) sikap memperkenankan (al-samḥah), (3) akhlak mulia (makārim
al-akhlāq), dan (4) kasih sayang untuk alam semesta (raḥmat li al-ālamīn). Dengan
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dasar-dasar tersebut kemudian diterapkan oleh
peserta didik dalam beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., menjaga diri, peduli atas
kemanusiaan dan lingkungan alam. Deskripsi dari penerapan ini akan tampak dalam beberapa
elemen Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terutama dalam akhlak pribadi dan sosial,
akidah, syari’at dan sejarah peradaban Islam.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti bisa menjadi pedoman bagi peserta didik
dalam menjaga diri dan menerapkan akhlak mulia setiap hari. Berbagai persoalan di
masyarakat seperti krisis akhlak, radikalisme dan krisis lingkungan hidup dan lain-lain
mempunyai jawaban dalam tradisi agama Islam. Dengan mempelajari dan menghayati
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, peserta didik mampu menghindari segala
perubahan negatif yang terjadi di dunia sehingga tidak mengganggu perkembangan dirinya
baik dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia,
maupun alam semesta.
Dengan konteks Indonesia pada abad 21 yang semakin kompleks, pemahaman yang
mendalam tentang agama sangat dibutuhkan, terutama dalam menghormati dan menghargai
perbedaan. Pelajaran agama tidak hanya membahas hubungan manusia dengan Allah (ḥabl
min Allāh), namun juga hubungan dengan diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia
(ḥabl min al-nās) dan alam semesta. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan yang beragam
dalam proses belajar agama yang tidak hanya berupa ceramah, namun juga diskusi-
interaktif, proses belajar yang bertumpu pada keingintahuan dan penemuan (inquiry and
discovery learning), proses belajar yang berpihak pada anak (student-centered learning),
proses belajar yang berbasis pada pemecahan masalah (problem based learning),
pembelajaran berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based learning), dan proses
belajar yang kolaboratif (collaborative learning). Berbagai pendekatan ini memberi ruang
bagi tumbuhnya keterampilan yang berharga seperti budaya berpikir kritis, kecakapan
berkomunikasi dan berkolaborasi, dan menjadi peserta didik yang kreatif.
Melalui muatan materi yang disajikannya dalam 5 (lima) elemen keilmuan Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti antara lain al- Quran dan hadis, akidah, akhlak, fiqih, dan
sejarah peradaban Islam, pelajaran agama Islam dapat berkontribusi dan menguatkan
terbentuknya profil pelajar pancasila sebagai pelajar sepanjang hayat (min al-mahdi ila al-
laḥdi) yang beriman dan bertakwa, serta berakhlak mulia, menyadari dirinya bagian dari
penduduk dunia dengan berkepribadian dan punya kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis,
dan bergotong royong.
B. Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pada praktiknya, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditujukan untuk:
1. memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mantap spiritual, berakhlak mulia,
selalu menjadikan kasih sayang dan sikap toleran sebagai landasan dalam hidupnya;
2. membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang memahami dengan baik prinsip-
prinsip agama Islam terkait akhlak mulia, akidah yang benar (‘aqīdah ṣaḥīḥah) berdasar
paham ahlus sunnah wal jamā`ah, syariat, dan perkembangan sejarah peradaban Islam,
serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hubungannya dengan sang
pencipta, diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia, maupun lingkungan
alamnya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3. membimbing peserta didik agar mampu menerapkan prinsip- prinsip Islam dalam berfikir
sehingga benar, tepat, dan arif dalam menyimpulkan sesuatu dan mengambil keputusan;
4. mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisa perbedaan
pendapat sehingga berperilaku moderat (wasaṫiyyah) dan terhindar dari radikalisme
ataupun liberalisme;
5. membimbing peserta didik agar menyayangi lingkungan alam sekitarnya dan
menumbuhkan rasa tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah di bumi. Dengan demikian
dia aktif dalam mewujudkan upaya-upaya melestarikan dan merawat lingkungan
sekitarnya; dan
6. membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dengan
demikian dapat menguatkan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyyah),
persaudaraan seagama (ukhuwwah Islāmiyyah), dan juga persaudaraan sebangsa dan
senegara (ukhuwwah waṫaniyyah) dengan segenap kebinekaan agama, suku dan
budayanya.
C. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mencakup elemen keilmuan yang meliputi (1)
Al-Qur’an-Hadis, (2) Akidah, (3) Akhlak, (4) Fikih, dan (5) Sejarah Peradaban Islam.
Elemen-Elemen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
ELEMEN DESKRIPSI
Al-Qur’an dan Hadis Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menekankan kemampuan
baca dan tulis Al-Qur’an dan hadis dengan baik dan benar. Ia juga
mengantar peserta didik dalam memahami makna secara tekstual dan
kontekstual serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-
hari. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga menekankan cinta
dan penghargaan tinggi kepada Al-Qur’an dan Hadis Nabi sebagai
pedoman hidup utama seorang muslim.
Akidah Berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang akan mengantarkan peserta
didik dalam mengenal Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para Nabi
dan Rasul, serta memahami konsep tentang hari akhir serta qadā’ dan
qadr. Keimanan inilah yang kemudian menjadi landasan dalam
melakukan amal saleh, berakhlak mulia dan taat hukum.
Akhlak Merupakan perilaku yang menjadi buah dari ilmu dan keimanan. Akhlak
akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Ilmu akhlak mengantarkan
peserta didik dalam memahami pentingnya akhlak mulia pribadi dan
akhlak sosial, dan dalam membedakan antara perilaku baik (maḥmūdah)
dan tercela (mażmūmah). Dengan memahami perbedaan ini, peserta
didik bisa menyadari pentingnya menjauhkan diri dari perilaku tercela
dan mendisiplinkan diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-
hari baik dalam konteks pribadi maupun sosialnya. Peserta didik juga
akan memahami pentingnya melatih (riyāḍah), disiplin (tahżīb) dan
upaya sungguh- sungguh dalam mengendalikan diri (mujāhadah).
Dengan akhlak, peserta didik menyadari bahwa landasan dari
perilakunya, baik untuk Tuhan, dirinya sendiri, sesama manusia dan
alam sekitarnya adalah cinta (maḥabbah). Pendidikan Akhlak juga
mengarahkan mereka untuk menghormati dan menghargai sesama
manusia sehingga tidak ada kebencian atau prasangka buruk atas
perbedaan agama atau ras yang ada. Elemen akhlak ini harus menjadi
mahkota yang masuk pada semua topik bahasan pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, akhlak harus menghiasai
keseluruhan konten dan menjadi buah dari pelajaran Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti .
Fikih Merupakan interpretasi atas syariat. Fikih merupakan aturan hukun yang
berkaitan dengan perbuatan manusia dewasa (mukallaf) yang mencakup
ritual atau hubungan dengan Allah Swt. (‘ubudiyyah) dan kegiatan yang
berhubungan dengan sesama manusia (mu‘āmalah). Fikih mengulas
berbagai pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan dan ketentuan
hukum dalam Islam serta implementasinya dalam ibadah dan
mu‘āmalah.
Sejarah Peradaban Menguraikan catatan perkembangan perjalanan hidup manusia dalam
Islam membangun peradaban dari masa ke masa. Pembelajaran Sejarah
Peradaban Islam (SPI) menekankan pada kemampuan mengambil
hikmah dari sejarah masa lalu, menganalisa pelbagai macam peristiwa
dan menyerap berbagai kebijaksanaan yang telah dipaparkan oleh para
generasi terdahulu. Dengan refleksi atas kisah-kisah sejarah tersebut,
peserta didik mempunyai pijakan historis dalam menghadapi
permasalahan dan menghindari dari terulangnya kesalahan untuk masa
ELEMEN DESKRIPSI
sekarang maupun masa depan. Aspek ini akan menjadi keteladanaan
(‘ibrah) dan menjadi inspirasi generasi penerus bangsa dalam menyikap
dan menyelesaikan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek,
seni, dan lain-lain dalam rangka membangun peradaban di zamannya.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
FASE B KELAS III SD
Pada akhir Fase B, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik mampu membaca surah-surah
pendek atau ayat Al-Qur’an dan menjelaskan pesan pokoknya dengan baik. Peserta didik
mengenal hadis tentang kewajiban salat dan menjaga hubungan baik dengan sesama serta
mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada elemen akidah peserta didik memahami
sifat-sifat bagi Allah, beberapa asmaulhusna, mengenal kitab-kitab Allah, para nabi dan rasul
Allah yang wajib diimani. Pada elemen akhlak, peserta didik menghormati dan berbakti kepada
orang tua dan guru, dan menyampaikan ungkapan-ungkapan positif (kalimah ṫayyibah) dalam
keseharian. Peserta didik memahami arti keragaman sebagai sebuah ketentuan dari Allah SWT.
(sunnatullāh). Peserta didik mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya dan lingkungan
yang lebih luas, percaya diri mengungkapkan pendapat pribadi, memahami pentingnya
musyawarah untuk mencapai kesepakatan dan pentingnya persatuan. Pada elemen fikih, peserta
didik dapat melaksanakan puasa, salat jumat dan salat sunah dengan baik, memahami konsep
baligh dan tanggung jawab yang menyertainya (taklīf). Dalam pemahamannya tentang sejarah,
peserta didik mampu menceritakan kondisi Arab pra Islam, masa kanak-kanak dan remaja Nabi
Muhammad SAW. hingga diutus menjadi Rasul, berdakwah, hijrah dan membangun Kota
Madinah.
FASE B BERDASARKAN ELEMEN
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN
Al-Qur’an dan Hadis Peserta didik mampu membaca surah-surah pendek atau ayat Al-
Qur’an dan menjelaskan pesan pokoknya dengan baik. Peserta didik
mengenal hadis tentang kewajiban salat dan menjaga hubungan baik
dengan sesama serta mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-
hari.
Akidah Peserta didik memahami sifat-sifat bagi Allah, beberapa
asmaulhusna, mengenal kitab-kitab Allah, para nabi dan rasul Allah
yang wajib diimani.
Akhlak Pada elemen akhlak, peserta didik menghormati dan berbakti
kepada orang tua dan guru, dan menyampaikan ungkapan-
ungkapan positif (kalimah ṫayyibah) dalam keseharian. Peserta didik
memahami arti keragaman sebagai sebuah ketentuan dari Allah
SWT. (sunnatullāh). Peserta didik mengenal norma yang ada di
lingkungan sekitarnya dan lingkungan yang lebih luas, percaya diri
mengungkapkan pendapat pribadi, memahami pentingnya
musyawarah untuk mencapai kesepakatan dan pentingnya
persatuan.
Fikih Pada elemen fikih, peserta didik dapat melaksanakan puasa, salat
jumat dan salat sunah dengan baik, memahami konsep balig dan
tanggung jawab yang menyertainya (taklīf).
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN
Sejarah Peradaban Dalam pemahamannya tentang sejarah, peserta didik mampu
Islam menceritakan kondisi Arab pra Islam, masa kanak-kanak dan remaja
Nabi Muhammad saw. hingga diutus menjadi rasul, berdakwah,
hijrah dan membangun Kota Madinah.
Padang Luas,.........................2025
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
ZAINAL ARIF, S. Pd. MIRUNA, [Link].I
NIP. 19690406 200009 1 001 NIP. 19670101 200801 2 018