Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 10
Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 10
Aljabar and Di akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang
Fungsi berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel. Mereka dapat menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat
(termasuk akar imajiner), dan persamaan eksponensial (berbasis
sama) dan fungsi eksponensial.
Pengukuran -
Tujuan Unit Unit ini membahas bilangan berpangkat dan juga fungsi
eksponen yang dapat digunakan untuk memodelkan
fenomena dan data dalam dunia nyata.
Domain Bilangan, Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 15
Kata Kunci Eksponen, bentuk akar, fungsi eksponen
Penjelasan Singkat (Isi Siswa memahami bilangan berpangkat dan bentuk akar
dan Proses) beserta sifat-sifatnya serta dapat memodelkan fenomena
atau situasi dunia nyata yang terkait dengan fungsi eksponen
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam mengidentifikasi bentuk ekuivalen
dari bentuk pangkat.
Kreatif dalam memodelkan fenomena dan data menggunakan
fungsi eksponen.
Glosarium eksponen adalah nilai yang menunjukkan derajat kepangkatan
suatu bilangan
bentuk akar adalah akar dari bilangan rasional yang
hasilnya bilangan irasional
fungsi eksponen adalah fungsi berbentuk perpangkatan
dengan variabel bebasnya adalah pangkat dari konstanta
fungsi tersebut
Tujuan Unit Unit ini fokus pada pola bilangan, khususnya pola barisan
aritmetika dan geometri, serta menentukan hasil
penjumlahannya (deret).
Domain Bilangan
Perkiran JP Unit 12
Kata Kunci Barisan, deret, aritmetika, geometri
Penjelasan Singkat (Isi Siswa perlu memiliki pembiasaan membuat perangkat analisa
dan Proses) pola, misalnya dengan membuat tabel lalu mengamati
perubahan yang terjadi, sehingga siswa dapat menemukan
generalisasi suku ke-n barisan aritmarika dan Barisan
geometri, jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret
geometri bahkan samapi deret geometri tak hingga namun
juga terampil dalam menggunakan hasil generalisasi ini dalam
pemecahan masalah terkait.
Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis membedakan situasi yang dapat
dimodelkan dengan barisan/deret aritmetika dan geometri
Kreatif dalam memodelkan masalah kontekstual
menggunakan barisan/deret aritmetika dan geometri
Tujuan Unit Unit ini melanjutkan dari SMP pemahaman sistem persamaan
linear dua variabel kepada tiga variabel dan sistem
pertidaksamaan linear.
Domain Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 16
Kata Kunci Sistem persamaan, sistem pertidaksamaan
Penjelasan Singkat (Isi Siswa menyelesaikan masalah kontektual yang terkait dengan
dan Proses) sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel secara grafik maupun
aljabar
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menentukan sistem persamaan yang
sesuai untuk permasalahan kontekstual dan memilih metode
penyelesaian yang efisien.
Kreatif dalam memodelkan situasi kontekstual dalam bentuk
sistem persamaan dan sistem pertidaksamaan linear.
Glosarium Sistem persamaan linear adalah persamaan-persamaan linear
yang dikorelasikan untuk membentuk suatu sistem Sistem
pertidaksamaan linear adalah pertidaksamaan-
pertidaksamaan linear yang dikorelasikan untuk membentuk
suatu sistem
Tujuan Unit Unit ini fokus pada pemodelan fenomena dan data
menggunakan fungsi kuadrat.
Domain Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 12
Kata Kunci Fungsi kuadrat
Penjelasan Singkat (Isi Siswa menginterpretasi karakteristik utama dari grafik fungsi
dan Proses) kuadrat serta memodelkan fenomena atau data dengan fungsi
kuadrat
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menentukan bentuk fungsi kuadrat
yang sesuai dalam permasalahan kontekstual dan
menyelesaikannya dengan efisien.
Kreatif dalam memodelkan fenomena dan data menggunakan
fungsi kuadrat.
Glosarium fungsi kuadrat adalah fungsi suku banyak dengan pangkat
tertinggi variabelnya adalah 2
Tujuan Unit Unit ini memperkenalkan vektor yang memiliki baik besaran
maupun arah serta aplikasinya dalam kehidupan.
Domain Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 9
Kata Kunci Vektor
Penjelasan Singkat (Isi Siswa dapat melakukan operasi vektor baik secara geometris
dan Proses) maupun aljabar serta memahami perkalian skalar dua vektor
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam mengaplikasikan konsep vektor
dalam situasi dan fenomena dunia nyata.
Glosarium vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah
Tujuan Unit Unit ini berfokus pada penyajian dan analisis data kelompok
untuk memahami distribusi data.
Domain Analisis Data dan Peluang
Perkiran JP Unit 12
Kata Kunci Data kelompok, ukuran pemusatan, ukuran letak, ukuran
sebaran,
Penjelasan Singkat (Isi Siswa memilih representasi yang sesuai dengan konteks data,
dan Proses) mengubah data dan informasi grafik dan statistik untuk
mencari solusi, dan menggunakan pengetahuan tentang
bagaimana dunia nyata memengaruhi hasil analisis data untuk
membuat interpretasi data.
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menilai keabsahan tampilan,
analisis, dan interpretasi data.
Kreatif dalam menggunakan data dalam pengambilan
keputusan.
Glosarium Data kelompok merupakan data yang dikelompokkan dalam
kelas-kelas
Ukuran pemusatan data adalah ukuran yang menunjukkan
pusat segugus data, yang telah diurutkan dari yang terkecil
sampai yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar
sampai yang terkecil
Ukuran letak data merupakan ukuran untuk melihat dimana
letak salah satu data dari sekumpulan data
Ukuran sebaran data merupakan ukuran yang menunjukkan
seberapa jauh data tersebar dari rata-rata.
Tujuan Unit Unit ini fokus pada pemahaman mengenai peluang majemuk,
khususnya untuk dua kejadian saling lepas dan saling tidak
lepas.
Domain Analisis Data dan Peluang
Perkiran JP Unit 9
Kata Kunci Kejadian saling lepas, peluang,
Penjelasan Singkat (Isi Siswa melakukan simulasi untuk menentukan ruang sampel
dan Proses) dan membandingkan kejadian saling lepas dan tidak saling
lepas
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menentukan apakah dua kejadian
saling lepas atau tidak saling lepas, serta memprediksi
kemungkinan berdasarkan data yang ada.
Glosarium Kejadian saling lepas adalah kejadian di mana tidak mungkin
untuk terjadi pada hasil yang sama
Peluang adalah kemungkinan yang mungkin terjadi/muncul
dari sebuah peristiwa.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Definisi Eksponen, B. Sifat-Sifat Eksponen, C. Fungsi
Eksponensial, D. Bentuk Akar
Alokasi Waktu : 12 Jam Pelajaran (JP) @ 45 menit (4 pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (3 JP): Definisi Eksponen dan Sifat-Sifat Eksponen (Bagian 1)
● Peserta didik dapat mengidentifikasi definisi eksponen dengan tepat setelah
mengamati ilustrasi permasalahan pertumbuhan populasi.
● Peserta didik dapat menggunakan sifat-sifat perkalian dan pembagian eksponen dalam
menyelesaikan soal-soal sederhana secara mandiri dengan teliti.
● Peserta didik dapat membuktikan sifat-sifat eksponen (am×an=am+n dan
am:an=am−n) melalui diskusi kelompok.
Pertemuan 2 (3 JP): Sifat-Sifat Eksponen (Bagian 2) dan Eksponen Nol/Negatif
● Peserta didik dapat menggunakan sifat-sifat eksponen lainnya (pangkat dari pangkat,
pangkat dari perkalian/pembagian) dalam menyelesaikan soal-soal kompleks dengan
cermat.
● Peserta didik dapat menjelaskan makna eksponen nol dan eksponen negatif serta
menggunakannya dalam perhitungan dengan tepat.
● Peserta didik dapat menganalisis kesalahan umum dalam perhitungan eksponen dan
mengidentifikasi solusinya melalui studi kasus.
Pertemuan 3 (3 JP): Fungsi Eksponensial
● Peserta didik dapat memodelkan fenomena pertumbuhan dan peluruhan
menggunakan fungsi eksponensial setelah melakukan eksplorasi data.
● Peserta didik dapat menggambar grafik fungsi eksponensial dengan benar
berdasarkan tabel nilai.
● Peserta didik dapat menginterpretasikan karakteristik grafik fungsi eksponensial
(domain, range, asimtot) dalam konteks permasalahan nyata.
Pertemuan 4 (3 JP): Bentuk Akar
● Peserta didik dapat mengubah bentuk bilangan berpangkat pecahan ke dalam bentuk
akar dan sebaliknya dengan tepat.
● Peserta didik dapat melakukan operasi aljabar pada bentuk akar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pembagian, merasionalkan penyebut) secara sistematis.
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan bentuk akar,
seperti perhitungan jarak atau luas bidang.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL): Peserta didik akan mengerjakan
proyek "Modelling Pertumbuhan/Peluruhan dengan Fungsi Eksponensial" atau
"Aplikasi Eksponen dan Bentuk Akar dalam Desain". Proyek ini melibatkan
eksplorasi lapangan (jika memungkinkan, misalnya mengamati pertumbuhan
tanaman), wawancara (misalnya dengan ekonom untuk bunga majemuk), dan
presentasi hasil proyek.
● Diskusi Kelompok: Mendorong kolaborasi dan berbagi ide dalam memecahkan
masalah.
● Penemuan Terbimbing: Peserta didik akan dibimbing untuk menemukan sifat-sifat
eksponen melalui eksplorasi dan contoh-contoh.
● Pembelajaran Aktif: Mengintegrasikan permainan (misalnya teka-teki eksponen),
studi kasus, dan simulasi.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (IPA, IPS) untuk integrasi lintas
disiplin, pustakawan untuk pemanfaatan sumber belajar.
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas lokal (misalnya petani untuk pertumbuhan
panen, pengusaha untuk bunga majemuk), tokoh masyarakat yang relevan.
● Masyarakat: Orang tua/wali sebagai pendukung dan fasilitator belajar di rumah.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel memungkinkan pengaturan tempat duduk untuk
diskusi kelompok, area presentasi, dan akses ke papan tulis/layar proyektor.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Learning Management System (LMS) seperti Google
Classroom untuk berbagi materi, forum diskusi, dan pengumpulan tugas. Penggunaan
aplikasi simulasi atau kalkulator online.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif (saling membantu, menghargai
perbedaan pendapat), partisipasi aktif (siswa berani bertanya dan berpendapat), dan
rasa ingin tahu yang tinggi (siswa termotivasi untuk mencari tahu lebih dalam).
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book, artikel, dan sumber belajar relevan
tentang eksponen dan aplikasinya.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau platform serupa
untuk diskusi asinkron, bertanya jawab, dan berbagi sumber.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner dan tes diagnostik.
● Gamifikasi: Pemanfaatan Kahoot atau Mentimeter untuk kuis interaktif dan review
materi secara menyenangkan.
● Aplikasi Grafis: Menggunakan Geogebra atau Desmos untuk memvisualisasikan
grafik fungsi eksponensial.
PERTEMUAN 2:
SIFAT EKSPONEN (BAGIAN 2) DAN EKSPONEN NOL/NEGATIF
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Guru mengajak peserta didik meninjau kembali sifat-sifat eksponen yang telah
dipelajari.
● Eksplorasi (Joyful Learning): Peserta didik secara mandiri atau kelompok kecil
melakukan aktivitas penemuan untuk sifat-sifat eksponen lainnya (pangkat dari
pangkat, pangkat dari perkalian/pembagian) dan konsep eksponen nol serta eksponen
negatif, bisa menggunakan lembar kerja terstruktur atau eksplorasi dengan kalkulator.
● Guru memfasilitasi diskusi untuk menyimpulkan sifat-sifat baru dan konsep eksponen
nol/negatif.
Mengaplikasi (Bermakna):
● Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta untuk membuat "mini-poster" atau
"infografis" digital tentang rangkuman sifat-sifat eksponen, termasuk eksponen nol
dan negatif, yang dapat mereka gunakan sebagai referensi. Mereka bebas memilih
format dan gaya visual.
● Latihan soal aplikasi yang lebih kompleks, termasuk soal-soal penalaran. Guru dapat
memberikan soal yang terbuka (open-ended problem) yang memungkinkan berbagai
solusi.
Merefleksi (Berkesadaran):
● Peserta didik melakukan peer teaching atau menjelaskan konsep eksponen kepada
teman sebaya.
● Guru meminta peserta didik menuliskan "Satu hal yang paling saya pahami hari ini
tentang eksponen" dan "Satu pertanyaan yang masih mengganjal di pikiran saya
tentang eksponen."
PERTEMUAN 3:
FUNGSI EKSPONENSIAL
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Eksplorasi Lapangan/Studi Kasus (Meaningful Learning): Guru membawa
peserta didik ke luar kelas (jika memungkinkan) untuk mengamati fenomena
pertumbuhan (misalnya, pertumbuhan daun/tanaman) atau menayangkan video
simulasi pertumbuhan bakteri.
● Guru memperkenalkan fungsi eksponensial sebagai model matematis untuk fenomena
pertumbuhan dan peluruhan.
● Visualisasi (Joyful Learning): Peserta didik menggunakan aplikasi seperti Geogebra
atau Desmos untuk menggambar grafik fungsi eksponensial y=ax dengan berbagai
nilai a. Mereka mengamati perubahan bentuk grafik.
Mengaplikasi (Bermakna):
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah kontekstual
yang melibatkan fungsi eksponensial (misalnya, pertumbuhan penduduk, peluruhan
zat). Guru memberikan data nyata atau data simulasi.
● Proyek Mini: Peserta didik mulai merencanakan proyek "Modelling
Pertumbuhan/Peluruhan dengan Fungsi Eksponensial", mengidentifikasi data yang
dibutuhkan dan metode pengumpulan data.
Merefleksi (Berkesadaran):
● Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi setidaknya dua contoh fenomena
di sekitar mereka yang dapat dimodelkan dengan fungsi eksponensial.
● Diskusi kelas tentang karakteristik penting dari grafik fungsi eksponensial (fungsi
naik/turun, asimtot).
PERTEMUAN 4:
BENTUK AKAR
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Guru memulai dengan mengaitkan konsep bentuk akar dengan eksponen pecahan
(a1/n=na).
● Guru memberikan contoh-contoh bilangan yang dapat diubah ke bentuk akar dan
sebaliknya.
● Game Interaktif (Joyful Learning): Menggunakan Kahoot atau Mentimeter untuk
kuis singkat tentang identifikasi bentuk akar dan eksponen pecahan.
Mengaplikasi (Bermakna):
● Peserta didik berlatih melakukan operasi hitung pada bentuk akar, mulai dari
menyederhanakan, penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian dan
merasionalkan penyebut.
● Proyek Lanjutan: Peserta didik mengaplikasikan konsep bentuk akar dalam masalah
desain atau arsitektur sederhana (misalnya, menghitung panjang diagonal, luas
bidang).
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk memecahkan soal-soal aplikasi bentuk
akar dalam konteks kehidupan nyata.
Merefleksi (Berkesadaran):
● Peserta didik membuat peta konsep tentang hubungan antara eksponen dan bentuk
akar.
● Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berbagi strategi mereka
dalam menyelesaikan masalah bentuk akar yang rumit.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
1. Umpan Balik Konstruktif (Berkesadaran): Guru memberikan umpan balik
individual atau kelompok terhadap hasil kerja peserta didik selama kegiatan inti,
menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Umpan balik dapat diberikan
secara lisan, tertulis, atau melalui rubrik.
2. Menyimpulkan Pembelajaran (Bermakna): Guru dan peserta didik bersama-sama
menyimpulkan materi yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut. Guru dapat
meminta beberapa peserta didik untuk menyampaikan kesimpulan mereka.
3. Refleksi Diri (Berkesadaran): Peserta didik mengisi jurnal reflektif singkat tentang
pengalaman belajar mereka, termasuk apa yang mereka pelajari, kesulitan yang
dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Joyful Learning): Guru memberikan
gambaran singkat tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya atau
proyek lanjutan. Guru juga menanyakan harapan atau saran peserta didik untuk
pembelajaran selanjutnya, melibatkan mereka dalam perencanaan.
5. Penugasan (jika ada): Guru memberikan tugas rumah atau proyek yang relevan
untuk dikerjakan di luar jam pelajaran.
6. Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, keterampilan prasyarat, dan gaya
belajar peserta didik.
● Kuesioner: Pertanyaan singkat tentang pengalaman belajar matematika sebelumnya
dan preferensi belajar.
● Tes Diagnostik (5 soal):
1. Hitunglah 23×22.
2. Sederhanakan 3235.
3. Tuliskan 4×4×4×4×4 dalam bentuk pangkat.
4. Jika 3x=81, berapakah nilai x?
5. Apa yang Anda ketahui tentang pangkat? Berikan contohnya.
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan respons
terhadap pertanyaan pemantik.
● Wawancara Singkat: Berbicara secara informal dengan beberapa peserta didik
untuk memahami latar belakang pengetahuan mereka.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Barisan, B. Deret, C. Bunga
Alokasi Waktu : 12 JP @45 menit (3 Pertemuan x 4 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Barisan (4 JP)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi pola bilangan pada barisan aritmetika dan
barisan geometri melalui eksplorasi data konkret dengan tepat.
● Peserta didik mampu menentukan suku ke-n dari barisan aritmetika dan barisan
geometri menggunakan rumus umum dengan benar setelah berdiskusi kelompok.
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
barisan aritmetika dan barisan geometri secara mandiri dan cermat.
Pertemuan 2: Deret (4 JP)
● Peserta didik mampu membedakan konsep barisan dan deret melalui studi kasus
dengan percaya diri.
● Peserta didik mampu menentukan jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret
geometri menggunakan rumus dengan teliti setelah melakukan simulasi.
● Peserta didik mampu menerapkan konsep deret aritmetika dan deret geometri dalam
memecahkan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 3: Bunga (4 JP)
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep bunga tunggal dan bunga majemuk dengan
bahasa sendiri setelah melakukan wawancara dengan narasumber.
● Peserta didik mampu menghitung bunga tunggal dan bunga majemuk dalam berbagai
skenario investasi atau pinjaman dengan akurat melalui analisis data.
● Peserta didik mampu merencanakan proyek sederhana yang melibatkan perhitungan
bunga tunggal dan/atau bunga majemuk (misalnya, simulasi investasi atau tabungan)
secara kolaboratif.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
akan mengerjakan proyek yang melibatkan aplikasi barisan dan deret, seperti
"Simulasi Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris".
● Diskusi Kelompok: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi,
berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama.
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Fleksibel): Mengunjungi bank/lembaga keuangan
untuk wawancara singkat tentang bunga, atau mengamati pola di lingkungan sekitar.
● Wawancara: Peserta didik dapat melakukan wawancara dengan orang tua, guru, atau
ahli ekonomi/keuangan terkait aplikasi barisan dan deret dalam kehidupan nyata
(khususnya bunga).
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek atau temuan diskusi mereka
di depan kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Ekonomi, Seni, Fisika), staf tata
usaha (misal, bagian keuangan sekolah untuk pemahaman anggaran sederhana),
perpustakaan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Bank atau lembaga keuangan, pelaku usaha kecil, orang
tua/wali (sebagai narasumber pengalaman), komunitas lokal yang menunjukkan pola
tertentu (misal, petani dalam menghitung pertumbuhan panen).
● Masyarakat: Melibatkan narasumber dari masyarakat (misalnya, akuntan,
pengusaha) untuk memberikan perspektif nyata tentang aplikasi matematika.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok, presentasi, dan
kerja proyek. Tersedia papan tulis/media visual yang cukup.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom sebagai pusat
pengumuman, pengumpulan tugas, dan forum diskusi.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang kolaboratif, di mana peserta didik
aktif berpartisipasi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan berani mengajukan
pertanyaan serta berbagi ide. Lingkungan yang nyaman dan mendukung eksplorasi.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan sumber belajar dari perpustakaan digital
sekolah atau Kemendikbud (misalnya, BSE online) untuk mencari referensi
tambahan.
● Forum Diskusi Daring: Pemanfaatan Google Classroom atau platform lain untuk
diskusi asinkron di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuis atau asesmen formatif.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau mengumpulkan umpan
balik secara cepat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
(Joyful Learning).
PERTEMUAN KE 2:
MENGAPLIKASIKAN KONSEP (PENGEMBANGAN PROYEK)
● Penugasan Proyek (Meaningful & Joyful): Guru memperkenalkan Proyek
"Simulasi Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris" (pilih salah
satu atau berikan opsi). Peserta didik dalam kelompok merencanakan proyek mereka,
mengidentifikasi data yang dibutuhkan, dan membagi tugas.
● Wawancara/Studi Kasus (Meaningful): Jika memungkinkan, kelompok melakukan
wawancara singkat (bisa ke orang tua, guru ekonomi, atau secara virtual dengan
narasumber) terkait aplikasi bunga dalam tabungan/investasi.
● Pemanfaatan Digital (Kemandirian & Kolaboratif): Peserta didik mencari
informasi tambahan dari perpustakaan digital, menggunakan kalkulator online, atau
spreadsheet untuk membantu perhitungan dalam proyek mereka. Guru memantau
kemajuan proyek melalui Google Classroom.
PERTEMUAN KE 3:
MEREFLEKSI DAN MENYIMPULKAN (BERKESADARAN & BERMAKNA)
● Presentasi Kelompok (Kolaboratif & Bermakna): Setiap kelompok
mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan prosesnya, dan membagikan
tantangan serta solusi yang mereka temukan.
● Refleksi Individu (Mindful): Setelah presentasi, peserta didik menuliskan jurnal
reflektif singkat tentang apa yang mereka pelajari dari proyek, bagaimana perasaan
mereka selama mengerjakan proyek, dan apa yang ingin mereka pelajari lebih lanjut.
● Diskusi Kelas & Penguatan Konsep (Meaningful): Guru memimpin diskusi kelas
untuk mengklarifikasi konsep yang masih membingungkan dan memberikan
penguatan pada pemahaman penting tentang barisan, deret, dan bunga.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama kegiatan
pendahuluan (misal, saat kuis Kahoot! atau diskusi awal).
● Kuesioner Singkat: Guru memberikan kuesioner daring (Google Forms) berisi 3-5
pertanyaan pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep pola bilangan dasar.
Contoh Soal Kuesioner Awal:
1. Tentukan dua suku berikutnya dari pola bilangan: 2, 5, 8, 11, ... a. 13, 16 b. 14, 17
c. 15, 18 d. 14, 16
2. Jika 1 apel harganya Rp 3.000,-, berapakah harga 5 apel?
3. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa itu "pola bilangan".
4. Menurutmu, di mana kita bisa menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-
hari?
5. Apa yang ingin kamu pelajari tentang barisan dan deret?
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Perbandingan Trigonometri, B. Pemanfaatan
Perbandingan Trigonometri
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 JP): Pengenalan Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-
Siku
● Melalui eksplorasi benda-benda di sekitar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat
mendefinisikan sinus, kosinus, dan tangen sebagai perbandingan sisi-sisi pada
segitiga siku-siku dengan tepat.
● Dengan mengerjakan latihan soal, peserta didik dapat menentukan nilai sinus,
kosinus, dan tangen dari sudut lancip pada segitiga siku-siku yang diberikan dengan
benar.
Pertemuan 2 (2 JP): Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa
● Melalui kegiatan praktikum sederhana (misalnya, membuat segitiga siku-siku dengan
sudut 30, 45, 60 derajat), peserta didik dapat menentukan nilai perbandingan
trigonometri untuk sudut-sudut istimewa (0°, 30°, 45°, 60°, 90°) secara mandiri dan
akurat.
● Dengan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan hubungan antara nilai
perbandingan trigonometri sudut istimewa dengan konsep geometri secara tepat.
Pertemuan 3 (2 JP): Perbandingan Trigonometri Sudut di Berbagai Kuadran
● Melalui diskusi kelompok dan pemanfaatan perangkat lunak geogebra, peserta didik
dapat menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut di berbagai
kuadran (kuadran I, II, III, IV) dengan benar.
● Dengan analisis kasus, peserta didik dapat menjelaskan tanda positif atau negatif
perbandingan trigonometri di setiap kuadran dengan tepat.
Pertemuan 4 (2 JP): Pemanfaatan Perbandingan Trigonometri dalam Kehidupan
Nyata
● Melalui studi kasus dan proyek sederhana, peserta didik dapat mengaplikasikan
konsep perbandingan trigonometri untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang
relevan dengan kehidupan sehari-hari (misalnya, menentukan tinggi benda, jarak, atau
sudut elevasi/depresi) dengan cermat.
● Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil
pemanfaatan perbandingan trigonometri dalam proyek mereka secara jelas dan
sistematis.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK (PENDEKATAN DEEP LEARNING: MINDFUL
LEARNING, MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Metode Pembelajaran: Berbasis Proyek dan Diskusi Kelompok.
● Eksplorasi Lapangan: Peserta didik diajak mengamati objek di lingkungan
sekolah/sekitar (misalnya, tiang bendera, bangunan) untuk mengidentifikasi potensi
aplikasi trigonometri.
● Wawancara (opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai
tukang bangunan/insinyur sederhana tentang penggunaan konsep sudut dalam
pekerjaan mereka.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek dan diskusi kelompok
mereka.
● Mindful Learning: Melalui kegiatan refleksi dan pertanyaan pancingan, peserta
didik diajak untuk menyadari proses berpikir mereka, mengenali kesulitan, dan
bagaimana mereka mengatasinya.
● Meaningful Learning: Materi dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik dan
masalah-masalah relevan yang memicu rasa ingin tahu.
● Joyful Learning: Pembelajaran diintegrasikan dengan aktivitas praktis, kolaborasi
yang menyenangkan, dan penggunaan media interaktif.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Seni, Desain), pihak sekolah
(petugas kebersihan, tukang kebun untuk informasi praktis).
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas sekitar yang dapat memberikan contoh
aplikasi trigonometri (misalnya, tukang bangunan, arsitek lokal).
● Masyarakat: Melalui studi kasus dari media massa atau internet yang menunjukkan
aplikasi trigonometri dalam skala besar (misalnya, pembangunan jembatan,
penentuan arah kiblat).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi,
lapangan/area outdoor untuk eksplorasi.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
forum diskusi daring, pengumpulan tugas.
● Budaya Belajar: Mendorong kolaboratif (kerja sama tim), berpartisipasi aktif
(bertanya, berpendapat), dan rasa ingin tahu (eksplorasi mandiri) untuk mendukung
pembelajaran mendalam.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses sumber belajar tambahan (e-book, jurnal, artikel)
terkait trigonometri dan aplikasinya.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron melalui Google Classroom atau platform
lain untuk berbagi pemahaman dan pertanyaan.
● Penilaian Daring: Penggunaan Kahoot! atau Mentimeter untuk kuis interaktif dan
survei singkat.
● Google Classroom: Manajemen kelas, berbagi materi, pengumpulan tugas,
pengumuman.
● Geogebra: Visualisasi grafik fungsi trigonometri dan perbandingan sudut di berbagai
kuadran.
PERTEMUAN 2:
PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT ISTIMEWA
● Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Guru memfasilitasi kegiatan praktikum (misalnya, membuat segitiga siku-siku dengan
sudut 30, 45, 60 derajat menggunakan kertas origami atau alat sederhana). Peserta
didik mengukur sisi-sisi dan menghitung nilai perbandingan trigonometri untuk
sudut-sudut tersebut.
● Guru membimbing peserta didik untuk menemukan pola dan nilai pasti perbandingan
trigonometri untuk sudut istimewa.
● Peserta didik mencari informasi tambahan dari buku teks atau sumber digital
mengenai nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik diberikan soal-soal latihan yang melibatkan perhitungan dengan sudut
istimewa.
● Guru memberikan contoh aplikasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari (misalnya,
menghitung tinggi layang-layang).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru mengadakan kuis singkat menggunakan Kahoot! atau Mentimeter untuk
menguji pemahaman peserta didik tentang nilai sudut istimewa.
● Diskusi kelas tentang manfaat mengetahui nilai-nilai sudut istimewa dalam
perhitungan.
PERTEMUAN 3:
PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT DI BERBAGAI KUADRAN
Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Guru memperkenalkan konsep koordinat kartesius dan lingkaran satuan.
● Peserta didik secara berkelompok menggunakan Geogebra untuk mengeksplorasi
bagaimana nilai sinus, kosinus, dan tangen berubah saat sudut bergeser dari satu
kuadran ke kuadran lain.
● Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan tanda positif atau negatif dari
setiap perbandingan trigonometri di setiap kuadran.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik diberikan kasus-kasus di mana mereka harus menentukan nilai
perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut di kuadran II, III, dan IV.
● Guru memberikan contoh soal yang mengaitkan dengan permasalahan fisik sederhana
(misalnya, posisi benda pada lintasan melingkar).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru meminta peserta didik untuk membuat mind map atau rangkuman visual tentang
perbandingan trigonometri di berbagai kuadran.
● Diskusi untuk memperjelas konsep sudut referensi dan rumus-rumus relasi.
PERTEMUAN 4:
PEMANFAATAN PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DALAM KEHIDUPAN
NYATA (PROYEK SEDERHANA)
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru mengulang kembali konsep-konsep kunci perbandingan trigonometri.
● Peserta didik diingatkan kembali tentang berbagai aplikasi trigonometri yang telah
disinggung di awal.
Mengaplikasi (Meaningful Learning & Joyful Learning):
● Guru menjelaskan proyek sederhana: "Mengukur Tinggi Objek di Lingkungan
Sekolah" (misalnya, tiang bendera, pohon, gedung sekolah).
● Setiap kelompok merencanakan metode pengukuran mereka menggunakan alat
sederhana (busur derajat, meteran, benang). Mereka harus menentukan sudut
elevasi/depresi dan jarak horizontal.
● Kelompok melakukan pengukuran di lapangan.
● Setelah pengukuran, kelompok menghitung tinggi objek menggunakan konsep
perbandingan trigonometri.
Merefleksi (Mindful Learning & Joyful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas, menjelaskan
metode, data yang diperoleh, perhitungan, dan hasil akhirnya.
● Guru memberikan umpan balik konstruktif dan memfasilitasi diskusi antar kelompok
tentang tantangan yang dihadapi dan solusi yang ditemukan.
● Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang pengalaman mereka dalam
melaksanakan proyek.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (SEBELUM PERTEMUAN 1)
● Metode: Kuesioner dan Tes Diagnostik singkat.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang segitiga siku-siku,
Teorema Pythagoras, dan konsep sudut.
● 5 Soal Asesmen Awal:
1. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang segitiga siku-siku.
2. Jika sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang sisi siku-siku 3 cm dan 4 cm, berapa
panjang sisi miringnya? (Gunakan Teorema Pythagoras)
3. Apa yang Anda pahami tentang "sudut" dalam matematika?
4. Menurut Anda, mengapa penting untuk mempelajari hubungan antara sisi dan sudut
pada segitiga?
5. Sebutkan contoh situasi di kehidupan sehari-hari di mana Anda pernah melihat
penerapan konsep sudut.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Sistem Persamaan Linear, B. Sistem Pertidaksamaan
Linear
Alokasi Waktu : 12 JP x 45 Menit (4 Pertemuan @ 3 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 & 2 (6 JP): Sistem Persamaan Linear (SPL)
● Tujuan Pembelajaran 1: Melalui eksplorasi masalah kontekstual (misalnya studi
kasus harga barang di pasar) dan diskusi kelompok, peserta didik dapat
mengidentifikasi variabel, konstanta, dan membentuk model matematika sistem
persamaan linear dua variabel dengan teliti dan penuh rasa ingin tahu (Mindful
Learning).
● Tujuan Pembelajaran 2: Dengan menerapkan metode substitusi dan eliminasi
melalui praktik mandiri dan bimbingan, peserta didik dapat menyelesaikan sistem
persamaan linear dua variabel secara akurat dan menunjukkan kemandirian dalam
proses belajarnya (Meaningful Learning).
● Tujuan Pembelajaran 3: Melalui analisis kasus nyata (misalnya alokasi anggaran
proyek) dan kolaborasi dalam kelompok, peserta didik dapat memodelkan dan
menyelesaikan sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode campuran
(eliminasi-substitusi) secara efektif dan menunjukkan kemampuan komunikasi yang
baik dalam mempresentasikan solusinya (Joyful Learning).
Pertemuan 3 & 4 (6 JP): Sistem Pertidaksamaan Linear (SPtL)
● Tujuan Pembelajaran 4: Melalui observasi lingkungan (misalnya batas lahan atau
kapasitas ruangan) dan diskusi interaktif, peserta didik dapat mengidentifikasi
variabel, konstanta, dan menyusun model matematika sistem pertidaksamaan linear
dua variabel dari masalah kontekstual dengan pemahaman yang mendalam (Mindful
Learning).
● Tujuan Pembelajaran 5: Dengan menggunakan grafik dan uji titik melalui latihan
soal dan simulasi, peserta didik dapat menentukan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear dua variabel secara tepat dan logis (Meaningful Learning).
● Tujuan Pembelajaran 6: Melalui proyek mini (misalnya merancang menu makanan
dengan batasan gizi) dan presentasi hasil, peserta didik dapat mengaplikasikan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel untuk menyelesaikan masalah optimasi sederhana
dan menunjukkan kreativitas dalam menemukan solusi yang inovatif (Joyful
Learning).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan terlibat dalam proyek-
proyek kecil yang relevan dengan kehidupan nyata.
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Simulasi): Jika memungkinkan, membawa peserta
didik ke "pasar mini" buatan atau menggunakan simulasi online untuk mengamati
dan mengumpulkan data masalah harga barang. Atau observasi lingkungan sekitar
untuk mengidentifikasi batasan-batasan fisik.
● Wawancara (Opsional/Simulasi): Melakukan wawancara singkat (dengan teman
sebaya/guru) tentang masalah sehari-hari yang dapat dimodelkan dengan SPL/SPtL.
● Presentasi: Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil proyek dan solusi
mereka.
● Diskusi Kelompok: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi,
berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Ekonomi, IPA, Fisika, Kimia)
dapat diundang sebagai narasumber singkat untuk menunjukkan aplikasi SPL/SPtL di
bidang mereka. Perpustakaan sekolah untuk sumber belajar tambahan.
● Lingkungan Luar Sekolah: Jika memungkinkan, mengundang pelaku UMKM lokal
untuk berbagi pengalaman mereka dalam mengelola sumber daya atau keuangan
yang dapat dikaitkan dengan SPL/SPtL.
● Masyarakat: Menggunakan contoh-contoh masalah dari lingkungan masyarakat
sekitar sebagai konteks pembelajaran.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel untuk mendukung kerja kelompok dan
diskusi (misalnya, meja dan kursi dapat digeser). Tersedia papan tulis/whiteboard
untuk menuliskan ide dan solusi.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom sebagai pusat informasi,
pengumpulan tugas, dan forum diskusi daring.
● Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong peserta didik untuk bekerja sama, saling membantu, dan
menghargai pendapat orang lain.
● Berpartisipasi Aktif: Menciptakan suasana yang nyaman sehingga setiap peserta
didik merasa bebas untuk bertanya, berpendapat, dan mencoba.
● Rasa Ingin Tahu: Memicu rasa ingin tahu melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik
dan masalah-masalah yang menantang.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses sumber belajar tambahan dari perpustakaan
digital Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau platform edukasi lainnya.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk melanjutkan
diskusi di luar jam pelajaran atau mengajukan pertanyaan.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner awal atau tes
diagnostik.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau survei singkat sebagai
bagian dari asesmen formatif atau pemantik diskusi.
● Aplikasi Grafis Online: (Opsional) Geogebra atau sejenisnya untuk
memvisualisasikan daerah penyelesaian pertidaksamaan linear.
PERTEMUAN 3 & 4:
SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR (SPTL)
Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Penyajian Masalah Kontekstual: Guru menyajikan masalah yang melibatkan
batasan atau kendala (misalnya, "Proyek Optimalisasi Kantin: Merancang Paket
Makanan Sehat dengan Batasan Anggaran dan Kalori").
● Brainstorming dan Diskusi (Meaningful Learning): Peserta didik berdiskusi
tentang cara memodelkan batasan tersebut menjadi pertidaksamaan linear.
● Pengenalan Konsep Daerah Penyelesaian: Guru menjelaskan konsep daerah
penyelesaian pertidaksamaan linear dengan bantuan visual (grafik).
● Diferensiasi Konten: Mulai dengan pertidaksamaan tunggal, lalu berlanjut ke
sistem.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Praktik Menggambar Grafik: Peserta didik secara mandiri atau berpasangan
berlatih menggambar grafik pertidaksamaan linear dan menentukan daerah
penyelesaiannya. (Dapat menggunakan aplikasi Geogebra secara opsional).
● Penyelesaian Masalah Proyek: Peserta didik melanjutkan "Proyek Optimalisasi
Kantin" atau proyek sejenis, mengaplikasikan konsep SPtL untuk menemukan solusi
optimal.
Diferensiasi Proses:
● Memberikan masalah dengan tingkat kompleksitas yang berbeda (jumlah
pertidaksamaan atau variabel).
● Menyediakan kartu soal dengan petunjuk langkah demi langkah bagi yang
membutuhkan.
● Merefleksi (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Presentasi dan Evaluasi Proyek: Kelompok mempresentasikan solusi optimal dari
proyek mereka, menjelaskan proses pengambilan keputusan. Guru dan kelompok lain
memberikan umpan balik konstruktif.
● Diskusi Pembelajaran (Meaningful Learning): Guru memimpin diskusi tentang
tantangan yang dihadapi dan bagaimana SPtL membantu dalam membuat keputusan
optimal.
● Jurnal Reflektif (Mindful Learning): Peserta didik menuliskan pengalaman belajar
mereka dalam menyelesaikan proyek, termasuk pemahaman baru dan keterampilan
yang diperoleh.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, keterampilan, dan potensi miskonsepsi
peserta didik mengenai persamaan linear satu variabel dan operasi aljabar.
Bentuk Asesmen:
● Kuesioner Singkat (Google Forms): Mengandung pertanyaan pilihan ganda atau
isian singkat tentang konsep dasar aljabar.
● Tes Diagnostik Sederhana: 3-5 soal essay singkat untuk menguji kemampuan
menyelesaikan persamaan linear satu variabel dan mengubah masalah verbal ke
model matematika.
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan kemampuan
mereka dalam menjawab pertanyaan pemantik.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Genap
Topik : A. Persamaan Kuadrat, B. Fungsi Kuadrat
Alokasi Waktu : 8 Pertemuan (4 x 45 Menit 32 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pengenalan Persamaan Kuadrat dan Metode Pemfaktoran (4 JP)
● Melalui diskusi kelompok dan eksplorasi contoh kasus, peserta didik mampu
mengidentifikasi bentuk umum persamaan kuadrat dengan benar.
● Diberikan berbagai persamaan kuadrat, peserta didik mampu menyelesaikan
persamaan kuadrat menggunakan metode pemfaktoran dengan teliti.
Pertemuan 2: Metode Melengkapkan Kuadrat Sempurna dan Rumus ABC (4 JP)
● Melalui latihan terbimbing, peserta didik mampu menyelesaikan persamaan kuadrat
menggunakan metode melengkapkan kuadrat sempurna dengan cermat.
● Setelah presentasi konsep, peserta didik mampu menggunakan rumus ABC untuk
menyelesaikan persamaan kuadrat secara akurat.
Pertemuan 3: Jenis Akar Persamaan Kuadrat dan Jumlah/Hasil Kali Akar (4 JP)
● Melalui analisis diskriminan, peserta didik mampu menentukan jenis-jenis akar
persamaan kuadrat (real berbeda, real sama, tidak real) dengan tepat.
● Diberikan persamaan kuadrat, peserta didik mampu menentukan jumlah dan hasil
kali akar-akarnya tanpa menyelesaikan persamaan secara langsung dengan benar.
Pertemuan 4: Menyusun Persamaan Kuadrat Baru dan Aplikasi Persamaan
Kuadrat (4 JP)
● Melalui diskusi, peserta didik mampu menyusun persamaan kuadrat baru berdasarkan
akar-akar yang diketahui atau hubungan akar-akar.
● Diberikan masalah kontekstual, peserta didik mampu memodelkan masalah tersebut
ke dalam persamaan kuadrat dan menyelesaikannya dengan tepat.
Pertemuan 5: Pengenalan Fungsi Kuadrat dan Menggambar Grafik (4 JP)
● Melalui eksplorasi software geogebra, peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk
umum fungsi kuadrat dan karakteristik dasar grafiknya (parabola).
● Diberikan fungsi kuadrat sederhana, peserta didik mampu menggambar grafik fungsi
kuadrat dengan menentukan titik potong sumbu, titik puncak, dan sumbu simetri
secara mandiri.
Pertemuan 6: Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat (4 JP)
● Melalui analisis koefisien a, b, dan c, peserta didik mampu menganalisis sifat-sifat
grafik fungsi kuadrat (terbuka ke atas/bawah, posisi terhadap sumbu y) dengan kritis.
● Diberikan berbagai fungsi kuadrat, peserta didik mampu menentukan sumbu simetri
dan nilai optimum (maksimum/minimum) dengan benar.
Pertemuan 7: Menyusun Fungsi Kuadrat dan Aplikasi Fungsi Kuadrat (4 JP)
● Melalui studi kasus, peserta didik mampu menyusun fungsi kuadrat berdasarkan
beberapa titik yang dilalui atau informasi tertentu.
● Diberikan masalah kontekstual, peserta didik mampu memodelkan masalah tersebut
ke dalam fungsi kuadrat dan menginterpretasikan hasilnya untuk menyelesaikan
masalah nyata.
Pertemuan 8: Pengayaan dan Pendalaman (4 JP)
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kompleks yang melibatkan kombinasi
persamaan dan fungsi kuadrat.
● Peserta didik mampu merefleksikan aplikasi persamaan dan fungsi kuadrat dalam
kehidupan sehari-hari dan bidang ilmu lainnya.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL):
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Adaptif): Jika memungkinkan, membawa peserta
didik ke lingkungan sekitar (misalnya, lapangan olahraga untuk mengamati lintasan
bola, atau mengamati bentuk jembatan gantung di internet) untuk mengidentifikasi
fenomena yang berhubungan dengan parabola. Jika tidak memungkinkan, eksplorasi
dapat dilakukan melalui video simulasi atau gambar.
● Wawancara (Opsional/Adaptif): Jika memungkinkan, mengundang praktisi
(misalnya, insinyur sipil, ahli fisika) untuk berbagi pengalaman tentang aplikasi
persamaan dan fungsi kuadrat dalam pekerjaan mereka. Alternatifnya, peserta didik
dapat melakukan riset daring dan membaca wawancara yang sudah ada.
● Presentasi: Peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil proyek
mereka (misalnya, analisis lintasan bola, pemodelan keuntungan usaha sederhana)
yang melibatkan persamaan dan fungsi kuadrat.
● Diskusi Kelompok: Mendorong peserta didik untuk aktif berdiskusi, berbagi ide,
dan memecahkan masalah bersama dalam kelompok kecil.
MITRA PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Ekonomi), perpustakaan
sekolah, laboratorium komputer/matematika.
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas praktisi (jika memungkinkan), ahli
teknologi (untuk penggunaan aplikasi), perpustakaan umum.
● Masyarakat: Orang tua (untuk dukungan belajar di rumah), pengusaha lokal (untuk
studi kasus aplikasi ekonomi).
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel dengan pengaturan tempat duduk yang
mendukung diskusi kelompok, papan tulis interaktif (jika tersedia), alat tulis, dan
bahan ajar cetak.
● Ruang Virtual:
● Learning Management System (LMS): Google Classroom, Moodle, atau platform
sejenis untuk berbagi materi, mengunggah tugas, dan pengumuman.
● Aplikasi Grafis: GeoGebra, Desmos untuk visualisasi grafik fungsi kuadrat.
● Video Pembelajaran: Link ke video-video edukasi terkait persamaan dan fungsi
kuadrat.
● Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama tim, saling membantu, dan menghargai
perbedaan pendapat.
● Berpartisipasi Aktif: Menciptakan suasana di mana setiap peserta didik merasa
nyaman untuk bertanya, berpendapat, dan mencoba.
● Rasa Ingin Tahu: Membangkitkan minat peserta didik melalui masalah-masalah
kontekstual dan eksplorasi mandiri.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mengakses e-book, jurnal,
atau artikel online yang relevan dengan persamaan dan fungsi kuadrat.
● Forum Diskusi Daring: Membuat forum di Google Classroom atau platform lain
untuk diskusi lebih lanjut di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuis online untuk
asesmen formatif.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif, ice breaking, atau
mengumpulkan umpan balik secara cepat dan menyenangkan.
● Google Classroom: Sebagai pusat pengelolaan pembelajaran, berbagi materi, tugas,
dan komunikasi.
KEGIATAN INTI)
PERTEMUAN 1:
PENGENALAN PERSAMAAN KUADRAT DAN METODE PEMFAKTORAN
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menyajikan beberapa bentuk persamaan (linear dan non-linear), meminta
peserta didik mengidentifikasi yang mana termasuk persamaan kuadrat dan mengapa.
Berikan contoh kontekstual. (Contoh: "Jika sebuah kebun berbentuk persegi panjang
memiliki panjang 5 meter lebih dari lebarnya, dan luasnya 36 m2, bagaimana
persamaan yang terbentuk?")
● Peserta didik secara berkelompok menganalisis dan mendefinisikan bentuk umum
persamaan kuadrat dari contoh-contoh tersebut.
● Guru menjelaskan secara detail metode pemfaktoran dengan contoh-contoh yang
beragam.
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Diferensiasi Konten/Proses: Guru menyediakan berbagai soal pemfaktoran dengan
tingkat kesulitan bervariasi.
● Kelompok A: Soal pemfaktoran ax2+bx+c=0 dengan a=1.
● Kelompok B: Soal pemfaktoran ax2+bx+c=0 dengan a =1.
● Kelompok C: Soal pemfaktoran dengan bentuk yang belum baku (memerlukan
manipulasi aljabar awal).
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan soal-soal pemfaktoran.
Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual atau kelompok sesuai
kebutuhan.
● Joyful Learning: Mengadakan "fastest finger first" untuk beberapa soal sederhana
menggunakan Kahoot! atau meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja
mereka di depan kelas, memberikan poin untuk setiap jawaban yang benar.
● Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik secara individu atau kelompok menuliskan kesulitan yang dihadapi dan
strategi yang mereka gunakan untuk menyelesaikan pemfaktoran.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang "kapan metode pemfaktoran efisien digunakan?"
dan "apa batasan metode pemfaktoran?".
● Mindful Learning: Ajak peserta didik untuk merenungkan, "Bagaimana cara kita
tahu bahwa pemfaktoran sudah benar?"
PERTEMUAN 5:
PENGENALAN FUNGSI KUADRAT DAN MENGGAMBAR GRAFIK
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru memulai dengan memperkenalkan fungsi kuadrat melalui contoh nyata
(misalnya, lintasan bola). "Jika kita melempar bola ke atas, ketinggian bola h setelah
waktu t bisa dijelaskan dengan h(t)=−5t2+20t+1."
● Joyful Learning: Menggunakan simulasi interaktif di GeoGebra atau Desmos untuk
menunjukkan bagaimana perubahan koefisien a,b,c mempengaruhi bentuk dan posisi
grafik fungsi kuadrat. Peserta didik diajak untuk bereksperimen.
● Guru menjelaskan karakteristik dasar grafik fungsi kuadrat: bentuk parabola, titik
potong sumbu x, titik potong sumbu y, titik puncak, dan sumbu simetri.
Mengaplikasi (Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Diferensiasi Produk: Berikan pilihan kepada peserta didik untuk menggambar
grafik:
● Pilihan 1 (Visual): Menggambar grafik secara manual di kertas milimeter.
● Pilihan 2 (Digital): Menggunakan aplikasi GeoGebra atau Desmos untuk
menggambar grafik dan screenshot hasilnya.
● Pilihan 3 (Proyek Sederhana): Menggambar grafik fungsi kuadrat yang memodelkan
lintasan proyektil sederhana (misalnya, air mancur) dan menunjuk titik-titik
pentingnya.
● Peserta didik bekerja secara mandiri atau berpasangan untuk menggambar beberapa
grafik fungsi kuadrat dengan karakteristik berbeda.
● Guru memberikan bimbingan, memastikan peserta didik memahami langkah-langkah
menggambar grafik.
Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan reflektif seperti: "Apa yang kalian
pelajari tentang hubungan antara persamaan fungsi kuadrat dan grafiknya?" atau
"Bagaimana cara cepat mengetahui apakah parabola terbuka ke atas atau ke bawah?"
● Mindful Learning: Minta peserta didik untuk memvisualisasikan sebuah parabola
dan merasakannya dalam pikiran mereka.
● Diskusi kelas tentang kesulitan yang dihadapi dalam menggambar grafik dan tips
untuk mengatasinya.
KEGIATAN PENUTUP
Review dan Refleksi (10 menit):
● Guru menanyakan kembali poin-poin penting yang telah dipelajari pada pertemuan
tersebut.
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik secara umum tentang
proses pembelajaran, kekuatan yang terlihat, dan area yang perlu ditingkatkan.
(Contoh: "Bagus sekali partisipasinya dalam diskusi, tetapi beberapa kelompok masih
perlu lebih teliti dalam perhitungan.")
● Peserta didik menuliskan one-minute paper atau menggunakan Mentimeter untuk
menuliskan apa yang paling berkesan/sulit dari pembelajaran hari ini.
● Mindful Learning: Ajak peserta didik untuk merenungkan apa yang sudah mereka
pelajari dan bagaimana perasaan mereka setelah pembelajaran.
Kesimpulan (5 menit):
● Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
● Meaningful Learning: Guru menekankan kembali relevansi materi dengan
kehidupan nyata.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (5 menit):
● Guru memberikan gambaran singkat materi untuk pertemuan selanjutnya (misalnya,
aplikasi persamaan kuadrat dalam masalah nyata).
● Joyful Learning: Memberikan "tantangan" atau "soal bonus" untuk pertemuan
selanjutnya yang memicu rasa ingin tahu.
● Memberikan tugas rumah atau proyek kecil yang relevan (misalnya, mencari contoh
lain aplikasi persamaan/fungsi kuadrat di internet).
● Peserta didik dapat memberikan masukan atau ide untuk kegiatan pembelajaran
selanjutnya (misalnya, "Bisakah kita menggunakan aplikasi lain untuk menggambar
grafik?" atau "Saya ingin mencoba soal yang lebih menantang."). Ini adalah bagian
dari "siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya."
● Guru menutup pelajaran dengan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik mengenai prasyarat
(aljabar dasar, persamaan linear) dan pemahaman awal tentang konsep kuadrat.
● Kuesioner Singkat (5 menit): Berisi pertanyaan tentang pengalaman peserta didik
dengan aljabar, minat terhadap matematika, dan apa yang mereka harapkan dari
pembelajaran ini.
● Tes Diagnostik (10 menit): Soal-soal sederhana yang menguji kemampuan
pemfaktoran dasar, penyelesaian persamaan linear, dan identifikasi bentuk pangkat
dua.
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik saat apersepsi.
● Wawancara Singkat (opsional, pada peserta didik tertentu): Menanyakan
langsung pemahaman tentang materi prasyarat.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN.
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 9 x 45 menit (4 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Konsep Dasar Vektor dan Penggambaran Grafis (Mindful
Learning)
● Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara besaran skalar dan besaran vektor
dengan tepat setelah mengamati contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.
● Peserta didik dapat menggambarkan vektor (arah dan besar) menggunakan skala
yang benar secara grafis.
● Peserta didik mampu menyadari bahwa banyak fenomena di alam memerlukan
deskripsi vektor untuk pemahaman yang lengkap.
Pertemuan 2: Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Vektor Secara Grafis
(Meaningful Learning)
● Peserta didik dapat melakukan penjumlahan dua vektor atau lebih menggunakan
metode segitiga dan poligon secara grafis dengan benar.
● Peserta didik dapat melakukan pengurangan dua vektor atau lebih menggunakan
metode grafis dengan benar.
● Peserta didik mampu mengaitkan konsep penjumlahan vektor dengan pergerakan
benda atau resultan gaya dalam aktivitas sehari-hari.
Pertemuan 3: Operasi Vektor Secara Analitis (Metode Komponen) (Meaningful
Learning)
● Peserta didik dapat menguraikan sebuah vektor ke dalam komponen-komponen
sumbu X dan Y menggunakan trigonometri dengan tepat.
● Peserta didik dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan vektor menggunakan
metode komponen (analitis) dengan benar.
● Peserta didik mampu membandingkan efisiensi metode grafis dan analitis dalam
menyelesaikan masalah vektor.
Pertemuan 4: Penerapan Vektor dalam Fisika dan Refleksi (Joyful Learning)
● Peserta didik dapat menerapkan konsep operasi vektor
(penjumlahan/pengurangan/penguraian) untuk menyelesaikan masalah fisika yang
melibatkan gaya atau perpindahan.
● Peserta didik dapat menghitung besar dan arah resultan vektor dari beberapa vektor
yang bekerja pada satu titik.
● Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya vektor sebagai alat matematis yang
esensial dalam Fisika dan berbagai bidang sains lainnya.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
ditugaskan untuk proyek akhir berupa "Rancang Jalur Ekspedisi dengan Vektor" di
mana mereka harus menghitung perpindahan total dan arah dari beberapa segmen
perjalanan, atau membuat model sederhana yang menunjukkan resultan gaya
(misalnya, menara tarik tambang mini).
● Diskusi Kelompok: Mendorong eksplorasi ide, analisis kritis, dan berbagi solusi
antarpeserta didik dalam memecahkan soal-soal vektor.
● Eksplorasi Lapangan (Simulasi/Unplugged Activities): Menggunakan kegiatan
fisik sederhana (misalnya, peragaan gerak perpindahan di lapangan, tarik tambang)
untuk memvisualisasikan penjumlahan gaya/perpindahan secara grafis.
Menggunakan simulasi vektor interaktif secara virtual.
● Wawancara (Opsional/Virtual): Mendorong peserta didik untuk mencari informasi
atau mewawancarai (jika memungkinkan) seorang insinyur, pilot, atau atlet tentang
bagaimana konsep arah/gaya/kecepatan (vektor) digunakan dalam pekerjaan mereka.
● Presentasi: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempresentasikan
hasil analisis dan proyek mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran Matematika (untuk penguatan konsep
trigonometri dan koordinat).
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas sains lokal (jika ada), praktisi
fisika/insinyur.
● Masyarakat: Orang tua/wali yang memiliki pekerjaan relevan (misalnya, arsitek,
pilot, pelaut).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang dilengkapi papan tulis besar/proyektor untuk menggambar
vektor, ruang yang cukup untuk demonstrasi sederhana, dan meja yang bisa diatur
untuk diskusi kelompok.
● Ruang Virtual: Penggunaan platform digital untuk berbagi materi (PPT interaktif,
video), forum diskusi online, pengumpulan tugas, dan simulasi vektor interaktif.
● Budaya Belajar: Mendorong suasana kolaboratif dalam menyelesaikan masalah,
partisipasi aktif dalam diskusi, dan memupuk rasa ingin tahu yang tinggi terhadap
aplikasi Fisika dalam kehidupan.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book atau artikel tentang aplikasi vektor di
berbagai bidang (misalnya, navigasi, teknik sipil) dari perpustakaan digital atau
sumber-sumber tepercaya.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran atau berbagi sumber
daya (misalnya, video tutorial penggunaan vektor).
● Penilaian Daring: Menggunakan platform kuis interaktif seperti Kahoot! atau
Mentimeter untuk asesmen formatif yang menyenangkan dan diagnostik tentang
konsep vektor dan operasi dasarnya.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen kelas untuk materi, pengumuman,
pengumpulan tugas, dan umpan balik.
● Aplikasi Simulasi Vektor: Menggunakan Geogebra atau aplikasi simulasi fisika
online lainnya untuk memvisualisasikan penjumlahan dan penguraian vektor.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DILAKUKAN PADA AWAL
PERTEMUAN 1)
● Observasi: Guru mengamati partisipasi siswa dalam sesi brainstorming awal tentang
besaran fisika.
● Wawancara (Singkat): Guru bertanya secara acak kepada beberapa siswa: "Apa
bedanya jarak dan perpindahan?" atau "Menurutmu, apa itu 'arah' dalam Fisika?"
● Kuesioner (Google Form/Tertulis Singkat): "Sebutkan 3 besaran fisika yang kamu
tahu." "Apakah gaya punya arah?" (untuk mengukur intuisi tentang vektor).
● Tes Diagnostik (Singkat): Memberikan beberapa besaran dan meminta siswa
mengelompokkan mana yang hanya punya nilai dan mana yang punya nilai dan arah.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 14 Jam Pelajaran (7 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Konsep Dasar Gerak dan Gerak Lurus Beraturan (GLB)
● Peserta didik dapat menjelaskan konsep posisi, perpindahan, jarak, kelajuan, dan
kecepatan setelah mengamati fenomena gerak sederhana dan diskusi.
● Peserta didik dapat membedakan besaran skalar dan vektor dengan memberikan
contoh yang relevan dalam kinematika.
● Peserta didik dapat menganalisis karakteristik gerak lurus beraturan (GLB)
menggunakan grafik posisi-waktu dan kecepatan-waktu secara mandiri.
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah perhitungan GLB dengan tepat.
Pertemuan 2: Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
● Peserta didik dapat menjelaskan konsep percepatan dan perlambatan setelah
mengamati video/simulasi gerak yang mengalami perubahan kecepatan.
● Peserta didik dapat menganalisis karakteristik gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
menggunakan grafik kecepatan-waktu dan percepatan-waktu.
● Peserta didik dapat mengaplikasikan persamaan GLBB untuk menyelesaikan masalah
gerak dengan perubahan kecepatan secara akurat.
Pertemuan 3 & 4: Percobaan Gerak Lurus dan Analisis Data
● Peserta didik dapat merancang percobaan sederhana untuk menguji karakteristik
GLB dan GLBB (misalnya, menggunakan kereta luncur atau sensor gerak).
● Peserta didik dapat melakukan pengukuran data posisi, waktu, dan kecepatan dengan
teliti dari percobaan gerak lurus.
● Peserta didik dapat mengolah data hasil percobaan menjadi grafik posisi-waktu,
kecepatan-waktu, dan percepatan-waktu menggunakan spreadsheet atau aplikasi
lainnya.
● Peserta didik dapat menganalisis grafik hasil percobaan untuk menyimpulkan
karakteristik GLB dan GLBB serta membandingkannya dengan teori.
Pertemuan 5: Gerak Parabola
● Peserta didik dapat menjelaskan konsep gerak parabola sebagai kombinasi gerak
lurus horizontal dan vertikal yang dipengaruhi gravitasi.
● Peserta didik dapat menganalisis persamaan gerak parabola pada sumbu X dan Y,
serta menentukan tinggi maksimum dan jangkauan maksimum.
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah gerak parabola dalam berbagai konteks
(misalnya, lemparan bola, proyektil).
Pertemuan 6 & 7: Proyek Eksperimen Gerak Parabola dan Presentasi
● Peserta didik dapat merancang dan melaksanakan proyek sederhana untuk mengamati
atau memodelkan gerak parabola (misalnya, peluncuran proyektil sederhana, video
analisis gerak).
● Peserta didik dapat mengolah dan menyajikan data hasil proyek dalam bentuk
laporan atau presentasi yang komunikatif.
● Peserta didik dapat mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan proses,
analisis, dan kesimpulan, serta mengaitkannya dengan aplikasi nyata.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan terlibat dalam proyek
eksperimen gerak, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, analisis, hingga presentasi.
● Diskusi Kelompok: Digunakan untuk menganalisis konsep, memecahkan masalah,
merencanakan percobaan, dan membahas hasil.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Simulasi): Menggunakan aplikasi simulasi fisika
(misalnya, PhET Interactive Simulations, Tracker Video Analysis) atau video
eksperimen untuk memvisualisasikan gerak.
● Wawancara (Antar-kelompok/Siswa): Peserta didik dapat saling mewawancarai
tentang pemahaman konsep atau kesulitan dalam percobaan/perhitungan.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek eksperimen mereka di
akhir unit.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium Fisika, guru mata pelajaran lain (Matematika
untuk integrasi konsep, TIK untuk pengolahan data), perpustakaan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Sumber daya daring (video edukasi dari kanal YouTube
terkemuka, artikel ilmiah populer tentang aplikasi kinematika), aplikasi simulasi
fisika gratis, praktisi olahraga (jika memungkinkan diundang sebagai narasumber
virtual untuk gerak dalam olahraga).
● Masyarakat: Mengidentifikasi fenomena gerak dalam transportasi, konstruksi, atau
permainan tradisional.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika atau kelas yang diatur untuk percobaan kelompok.
Tersedia papan tulis/layar, proyektor, dan alat/bahan praktikum dasar.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform simulasi fisika daring (PhET, Walter Fendt),
video edukasi (YouTube Edu), platform pembelajaran daring (Google Classroom,
Schoology), dan forum diskusi.
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama tim dalam merancang dan melaksanakan
eksperimen, saling berbagi data dan analisis.
● Berpartisipasi Aktif: Mendorong setiap peserta didik untuk aktif dalam
pengamatan, pencatatan, perhitungan, dan diskusi.
● Rasa Ingin Tahu: Membangkitkan minat peserta didik untuk menjelajahi fenomena
gerak di sekitar mereka dan memahami hukum-hukum yang mendasarinya.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan sumber daya daring seperti artikel ilmiah
populer tentang aplikasi kinematika, e-book fisika.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk diskusi asinkron, berbagi temuan, dan bertanya tentang kesulitan.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuis daring (Quizizz,
Kahoot) untuk asesmen formatif.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk aktivitas pemanasan, kuis singkat tentang
konsep, atau survei cepat tentang pemahaman.
● Google Classroom: Sebagai pusat pengelolaan kelas, berbagi materi (termasuk link
simulasi/video), pengumpulan laporan percobaan, dan pengumuman.
● Aplikasi Simulasi Fisika/Video Analisis: Untuk memvisualisasikan gerak dan
menganalisis data dari video (misalnya, Tracker Video Analysis).
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal tentang
fenomena gerak, tingkat kepercayaan diri mereka dalam menjawab pertanyaan
tentang jarak, waktu, dan kecepatan.
● Wawancara Singkat: Guru dapat bertanya tentang pemahaman mereka mengenai
konsep gerak yang sudah dipelajari di SMP.
➢ Contoh Soal/Pertanyaan Wawancara: "Coba jelaskan dengan kata-kata sendiri
apa itu kecepatan. Apa bedanya dengan kelajuan?"
● Kuesioner: Memberikan kuesioner singkat tentang pemahaman dasar gerak dan
minat terhadap topik kinematika.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Hukum Newton tentang Gerak (Bagian I)
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menjelaskan konsep gaya dan massa,
membedakan hukum I dan II Newton tentang gerak, serta menerapkan hukum II
Newton untuk menghitung percepatan benda pada gerak lurus dengan gaya konstan,
dengan tepat, melalui kegiatan demonstrasi sederhana, diskusi kelompok, dan
penyelesaian contoh soal.
Pertemuan 2: Hukum Newton tentang Gerak (Bagian II) & Gaya Gesek
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menjelaskan hukum III Newton
tentang gerak (aksi-reaksi), mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya normal, gaya
tegangan tali, gaya gesek), menggambar diagram gaya bebas pada benda, serta
menghitung besar gaya gesek statis dan kinetis, dengan akurat, melalui kegiatan
praktikum sederhana, studi kasus, dan latihan soal.
Pertemuan 3: Aplikasi Hukum Newton pada Berbagai Kasus
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis dan menerapkan hukum-
hukum Newton pada benda yang bergerak di bidang datar (licin dan kasar), bidang
miring (licin dan kasar), dan sistem katrol (satu atau dua benda), dengan sistematis
dan benar, melalui diskusi pemecahan masalah dan latihan soal yang bervariasi.
Pertemuan 4: Proyek dan Refleksi Dinamika Gerak
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu merancang dan melaksanakan
percobaan sederhana untuk menguji salah satu konsep dinamika gerak (misalnya,
pengaruh massa terhadap percepatan atau koefisien gesek), menganalisis data,
menarik kesimpulan, dan mempresentasikan hasil proyek secara kolaboratif, serta
merefleksikan aplikasi hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari, dengan kreatif
dan bertanggung jawab.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berpusat pada "Misteri di Balik Gerak Benda: Mengapa Benda
Bergerak dan Berhenti?". Peserta didik akan diajak untuk mengamati fenomena sehari-
hari seperti mengapa sulit mendorong lemari yang berat, mengapa mobil membutuhkan
rem, atau mengapa orang bisa meluncur di es. Mereka akan diajak untuk merancang
percobaan sederhana (misalnya, mengukur gaya gesek sepatu), menganalisis studi kasus
(misalnya, desain rem pada kendaraan), dan mencari solusi untuk masalah di sekitar yang
berkaitan dengan gaya dan gerak (misalnya, bagaimana mengurangi risiko tergelincir di
jalan basah).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL): Peserta didik akan terlibat dalam proyek
mini seperti merancang dan melaksanakan percobaan sederhana tentang gaya gesek
atau hukum Newton, atau menganalisis kasus kecelakaan lalu lintas dari perspektif
gaya.
● Diskusi Kelompok: Menganalisis studi kasus, berbagi hasil pengamatan,
memecahkan masalah fisika kompleks secara bersama, dan mengkonstruksi
pemahaman konseptual.
● Eksplorasi Lapangan (Observasi/Simulasi): Mengamati langsung fenomena gaya
dan gerak di lingkungan sekolah (misalnya, mengukur gaya dorong troli, mengamati
gerak benda di bidang miring). Jika tidak memungkinkan, menggunakan simulasi
virtual interaktif.
● Wawancara (Virtual/Kontekstual): Jika memungkinkan, mengundang ahli
mekanika atau teknisi otomotif (secara virtual) untuk berbagi pengalaman tentang
aplikasi hukum Newton dalam desain mesin atau kendaraan.
● Presentasi: Mempresentasikan hasil percobaan, analisis studi kasus, dan ide proyek.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya Matematika, TIK) untuk
kolaborasi interdisipliner. Laboran sekolah untuk dukungan alat dan bahan
praktikum.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli mekanika, teknisi, atau insinyur (melalui sesi
daring atau kunjungan jika memungkinkan). Toko peralatan teknik atau bengkel
untuk mendapatkan ide aplikasi nyata.
● Masyarakat: Mengajak orang tua atau anggota masyarakat yang bekerja di bidang
terkait (misalnya, supir, pekerja konstruksi) untuk berbagi pengalaman praktis
tentang gaya dan gerak.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium fisika untuk percobaan, kelas yang diatur untuk diskusi
kelompok dan presentasi. Area terbuka di sekolah untuk demonstrasi atau
pengamatan fenomena gerak.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Google Classroom sebagai pusat pembelajaran,
berbagi materi (video, simulasi, artikel ilmiah), mengumpulkan tugas, dan forum
diskusi daring. Penggunaan perangkat lunak simulasi fisika (misalnya PhET
Interactive Simulations, Algodoo).
● Budaya Belajar: Mendorong budaya inkuiri dan eksperimen, di mana peserta didik
aktif merumuskan hipotesis, menguji, dan menganalisis data. Membangun
lingkungan yang kolaboratif dan suportif, mendorong pertanyaan, rasa ingin tahu
yang tinggi, dan partisipasi aktif dari setiap individu.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, artikel, atau e-book tentang
mekanika, dinamika, atau sejarah fisika.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkronus untuk membahas hasil pengamatan,
memecahkan masalah percobaan, atau berbagi informasi tambahan.
● Penilaian Daring: Menggunakan fitur kuis di Google Classroom, atau aplikasi
seperti Kahoot/Mentimeter untuk kuis interaktif atau survei cepat.
● Aplikasi Simulasi/Animasi Fisika: Menggunakan simulasi interaktif (misalnya
PhET, Algodoo) untuk memvisualisasikan konsep gaya, percepatan, dan interaksi
benda.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk pengelolaan materi, tugas,
komunikasi, dan kolaborasi.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati respons dan partisipasi peserta didik saat apersepsi dan
pertanyaan pemicu.
● Wawancara (singkat): Guru menanyakan beberapa peserta didik tentang
pemahaman dasar mereka tentang gerak dan penyebabnya.
KUESIONER (DIGITAL/LISAN):
1. "Menurut Anda, apa bedanya kecepatan dan percepatan?"
2. "Apa yang terjadi pada benda diam jika didorong?"
TES DIAGNOSTIK (PRE-TEST SINGKAT - 5 SOAL):
1. Jika sebuah bola bergerak lurus dengan kecepatan konstan, apakah ada gaya yang
bekerja padanya? Jelaskan.
2. Apa yang dimaksud dengan percepatan suatu benda?
3. Sebuah buku diletakkan di atas meja. Gaya-gaya apa saja yang bekerja pada buku
tersebut?
4. Mengapa lebih sulit mendorong lemari yang penuh dibandingkan lemari yang
kosong?
5. Jika Anda menendang bola, gaya apa saja yang terlibat dalam proses tersebut?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
Tugas Harian (selama Kegiatan Inti):
● Pertemuan 1: Hasil diskusi kelompok tentang studi kasus Hukum Newton
(misalnya, menganalisis percepatan mobil yang ditarik dengan gaya tertentu).
1. Identifikasi semua gaya yang bekerja pada objek dalam studi kasus ini.
2. Gambarkan diagram gaya bebas untuk objek tersebut.
3. Tuliskan persamaan Hukum Newton yang relevan untuk kasus ini.
4. Hitung nilai percepatan/gaya/massa yang diminta dalam soal.
5. Bagaimana prinsip inersia (Hukum I Newton) terlihat dalam kehidupan sehari-
hari?
● Pertemuan 2: Laporan singkat hasil percobaan gaya gesek (misalnya, pengukuran
koefisien gesek statis dan kinetis).
1. Jelaskan rancangan percobaan Anda.
2. Sebutkan data yang Anda kumpulkan dari percobaan ini.
3. Hitung koefisien gesek statis dan kinetis dari data Anda.
4. Bagaimana hubungan antara gaya normal dan gaya gesek?
5. Apa kesimpulan yang dapat Anda tarik dari percobaan ini tentang gaya gesek?
● Diskusi Kelompok: Guru mengamati partisipasi aktif, kemampuan berargumentasi,
dan kerja sama dalam kelompok.
● Presentasi: Guru menilai kejelasan presentasi, pemahaman konsep, dan kemampuan
menjawab pertanyaan.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 10 x 45 menit (5 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Konsep Tekanan dan Fluida Statis
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep massa jenis dan tekanan hidrostatis dengan
benar setelah demonstrasi sederhana.
● Peserta didik mampu menghitung tekanan hidrostatis pada kedalaman tertentu dalam
fluida homogen.
Pertemuan 2: Menerapkan Hukum Pascal dan Hukum Archimedes
● Peserta didik mampu menjelaskan prinsip Hukum Pascal dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, dongkrak hidrolik) setelah simulasi atau
demonstrasi.
● Peserta didik mampu menjelaskan prinsip Hukum Archimedes dan menghitung gaya
apung yang bekerja pada benda yang tercelup dalam fluida.
Pertemuan 3: Melakukan Eksperimen Gaya Apung dan Menganalisis Faktor yang
Memengaruhi
● Peserta didik mampu merancang dan melakukan eksperimen sederhana untuk
membuktikan Hukum Archimedes dengan cermat.
● Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi gaya apung pada
suatu benda (massa jenis fluida, volume benda yang tercelup) berdasarkan hasil
eksperimen.
Pertemuan 4: Menganalisis Konsep Fluida Dinamis (Persamaan Kontinuitas dan
Debit)
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep debit aliran fluida dan hubungannya
dengan kecepatan aliran dan luas penampang.
● Peserta didik mampu menerapkan Persamaan Kontinuitas untuk memecahkan
masalah aliran fluida dalam pipa dengan luas penampang yang berbeda.
Pertemuan 5: Menerapkan Persamaan Bernoulli dan Aplikasi Fluida Dinamis
● Peserta didik mampu menjelaskan prinsip Persamaan Bernoulli dan hubungannya
dengan tekanan, kecepatan, dan ketinggian fluida.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan beberapa aplikasi Persamaan
Bernoulli dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, sayap pesawat, Venturimeter, gaya
angkat pesawat).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
akan merancang dan membuat model sederhana yang menerapkan prinsip fluida
(misalnya, hidrometer sederhana, kapal apung, atau demonstrasi prinsip Bernoulli).
● Diskusi Kelompok: Melalui diskusi kelompok, peserta didik akan menganalisis
fenomena fluida, memecahkan soal, dan berbagi pemahaman konsep.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Demonstrasi Langsung): Melakukan eksperimen
langsung di laboratorium fisika atau menggunakan simulasi virtual (misalnya, Phet
Colorado) untuk mengamati fenomena fluida. Observasi aplikasi fluida di lingkungan
sekitar (misalnya, sistem perpipaan, pompa air).
● Wawancara (Opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai
teknisi atau profesional yang bekerja dengan sistem hidrolik atau aerodinamika.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil eksperimen, analisis studi
kasus, atau proyek model fluida mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Fisika, Guru Matematika (untuk penguatan
perhitungan), Laboratorium Fisika.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli teknik (jika memungkinkan), bengkel kendaraan
yang menggunakan sistem hidrolik (untuk observasi), kolam renang/sungai (untuk
observasi prinsip apung).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika dengan peralatan eksperimen fluida (bejana
berhubungan, hidrometer, dongkrak hidrolik sederhana, pipa dengan berbagai
penampang), kelas dengan proyektor/layar interaktif, ruang diskusi kelompok yang
fleksibel.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan simulasi interaktif (misalnya, Phet Colorado: Fluid
Pressure and Flow, Buoyancy), video animasi tentang prinsip fluida, platform LMS
(Google Classroom) untuk berbagi materi, pengumpulan tugas, dan diskusi.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar berbasis eksperimen, pemecahan
masalah, dan penemuan. Menciptakan lingkungan di mana peserta didik merasa
aman untuk bereksperimen, membuat hipotesis, dan belajar dari hasil percobaan.
Membangun rasa ingin tahu yang kuat tentang fenomena fisika di sekitar mereka.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital/Sumber Online: Mengarahkan peserta didik untuk mencari
referensi, tutorial, dan berita terbaru tentang aplikasi fluida dari sumber terpercaya
(misalnya, Khan Academy, situs web sains, jurnal ilmiah populer).
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk diskusi teknis, tanya jawab, atau berbagi penemuan terkait
materi.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuis, asesmen awal, atau
kuesioner refleksi. Penggunaan rubrik digital untuk penilaian proyek.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif tentang konsep fluida atau
polling singkat untuk memicu diskusi.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen pembelajaran (mengunggah materi,
mengumpulkan tugas, pengumuman, penjadwalan).
● Aplikasi Simulasi Fisika: Penggunaan software simulasi (misalnya Phet Colorado)
untuk praktikum virtual merancang dan mengamati perilaku fluida.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama sesi
pemicu dan diskusi awal untuk mendapatkan gambaran awal tentang pemahaman dan
kepercayaan diri mereka dalam topik fluida.
● Kuesioner: Kuesioner singkat (Google Forms) berisi pertanyaan tentang:
1. "Menurut Anda, apa bedanya zat cair dan gas?"
2. "Mengapa kapal bisa mengapung di air?"
3. "Pernahkah Anda memperhatikan mengapa air dari selang bisa menyemprot jauh
jika ujungnya ditekan?"
4. "Apa yang Anda ketahui tentang 'tekanan'?"
5. "Seberapa tertarik Anda dengan pelajaran fisika yang berkaitan dengan air dan
udara?"
● Tes Diagnostik (Opsional): Tes pilihan ganda singkat untuk menguji pemahaman
dasar tentang istilah-istilah fisika terkait fluida.
SOAL ASESMEN AWAL:
1. Mana dari berikut ini yang bukan merupakan contoh fluida? a. Air b. Udara c. Batu d.
Minyak
2. Jika Anda menekan botol plastik yang berisi air, tekanan yang Anda berikan akan: a.
Hanya terasa di bagian yang ditekan b. Diteruskan ke seluruh air dalam botol c.
Menghilang d. Hanya terasa di dasar botol
3. Sebuah benda akan mengapung di air jika massa jenis benda tersebut ______ massa
jenis air. a. Lebih besar dari b. Sama dengan c. Lebih kecil dari d. Tidak ada
hubungan
4. Jika aliran air dalam pipa menyempit, apa yang akan terjadi pada kecepatan
alirannya? a. Bertambah cepat b. Bertambah lambat c. Tetap sama d. Berhenti
5. Seberapa paham Anda dengan konsep "tekanan"? (Pilih satu: Sangat Paham / Paham /
Cukup Paham / Kurang Paham / Tidak Paham Sama Sekali)
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 Jam Pelajaran (6 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 JP): Pengantar Gelombang dan Karakteristiknya
● Melalui pengamatan fenomena sehari-hari dan diskusi, peserta didik dapat
menjelaskan konsep dasar gelombang sebagai perambatan energi tanpa perpindahan
materi.
● Dengan menganalisis video simulasi, peserta didik dapat mengidentifikasi
karakteristik gelombang (amplitudo, panjang gelombang, frekuensi, periode, cepat
rambat) dan hubungannya secara matematis.
● Melalui eksperimen sederhana (misalnya menggunakan tali), peserta didik dapat
membedakan antara gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
Pertemuan 2 (2 JP): Jenis-jenis Gelombang dan Persamaan Gelombang
● Melalui diskusi dan eksplorasi sumber, peserta didik dapat membedakan antara
gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik dengan contohnya.
● Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat memahami dan menggunakan
persamaan umum gelombang berjalan untuk menyelesaikan masalah sederhana.
● Melalui latihan soal, peserta didik dapat menghitung besaran-besaran gelombang
(frekuensi, panjang gelombang, cepat rambat) berdasarkan data yang diberikan.
Pertemuan 3 (2 JP): Sifat-sifat Gelombang (Pemantulan dan Pembiasan)
● Melalui percobaan (misalnya dengan tangki riak atau simulasi), peserta didik dapat
mengamati dan menjelaskan fenomena pemantulan (refleksi) gelombang.
● Dengan menganalisis percobaan, peserta didik dapat menjelaskan fenomena
pembiasan (refraksi) gelombang dan kaitannya dengan perubahan cepat rambat di
medium berbeda.
● Melalui diskusi, peserta didik dapat memberikan contoh aplikasi pemantulan dan
pembiasan gelombang dalam kehidupan sehari-hari (misalnya cermin, lensa).
Pertemuan 4 (2 JP): Sifat-sifat Gelombang (Difraksi dan Interferensi)
● Melalui demonstrasi atau simulasi, peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan
fenomena difraksi gelombang (lenturan gelombang saat melewati celah).
● Dengan percobaan (misalnya percobaan celah ganda Young sederhana) atau simulasi,
peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan fenomena interferensi gelombang
(paduan dua gelombang atau lebih).
● Melalui diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi kondisi terjadinya interferensi
konstruktif dan destruktif.
Pertemuan 5 (2 JP): Gelombang Bunyi dan Cahaya
● Melalui eksplorasi video dan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan karakteristik
khusus gelombang bunyi (misalnya, intensitas, taraf intensitas, efek Doppler).
● Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat menunjukkan sifat-sifat
dasar gelombang cahaya (misalnya, pemantulan, pembiasan).
● Melalui diskusi, peserta didik dapat membedakan antara sumber bunyi dan sumber
cahaya, serta karakteristik unik masing-masing.
Pertemuan 6 (2 JP): Aplikasi Gelombang, Bunyi, dan Cahaya dalam Kehidupan dan
Teknologi
● Melalui studi kasus dan riset kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai
aplikasi gelombang (misalnya, ultrasonografi, gelombang radio) dalam teknologi
modern.
● Dengan menganalisis contoh, peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja alat-alat
yang memanfaatkan gelombang bunyi (misalnya, sonar, alat musik).
● Melalui presentasi proyek, peserta didik dapat mengkomunikasikan penerapan
gelombang cahaya dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi (misalnya, serat optik,
laser, alat optik).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Matematika, Seni Budaya, TIK),
teknisi laboratorium (untuk alat percobaan), komunitas siswa (misalnya, klub
Sains/Fisika) untuk kolaborasi.
● Lingkungan Luar Sekolah: Industri (melalui studi kasus produk), pusat
sains/museum, platform edukasi online (Coursera, edX, Khan Academy) sebagai
sumber belajar tambahan.
● Masyarakat: Ilmuwan fisika (melalui publikasi atau video), media sosial (untuk tren
sains).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika dengan peralatan dasar untuk percobaan
gelombang (tali, slinki, tangki riak, garpu tala, laser pointer, prisma, cermin, lensa).
Kelas yang dapat diatur untuk diskusi kelompok dan presentasi.
● Ruang Virtual: Google Classroom sebagai pusat pengumuman, distribusi materi,
pengumpulan tugas, dan forum diskusi. Simulasi interaktif online (PhET Interactive
Simulations, Walter Fendt) untuk memvisualisasikan konsep gelombang.
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama dalam kelompok untuk merancang dan
melakukan percobaan, menganalisis data, dan memecahkan masalah.
● Berpartisipasi Aktif: Memotivasi semua peserta didik untuk aktif dalam percobaan,
diskusi, dan presentasi.
● Rasa Ingin Tahu: Memicu minat peserta didik untuk menjelajahi fenomena fisika
secara mendalam, mencoba hal baru, dan mencari solusi inovatif.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan akses ke e-books, jurnal ilmiah, artikel teknis,
dan situs web fisika terpercaya secara online.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk diskusi
asinkron, berbagi tautan video/simulasi, troubleshooting masalah fisika, dan
mengunggah progres proyek.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuesioner online
untuk asesmen awal atau umpan balik.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau polling opini di awal
atau akhir sesi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan menguji
pemahaman singkat.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk manajemen pembelajaran,
distribusi materi, pengumpulan tugas, dan komunikasi.
● Simulasi Fisika Interaktif: PhET Interactive Simulations (University of Colorado
Boulder), Walter Fendt simulations.
● Video Pembelajaran: Saluran YouTube edukasi (misalnya Crash Course Physics,
Khan Academy).
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep gerak, energi, dan
pemahaman umum tentang fenomena gelombang di sekitar mereka.
Jenis Asesmen:
● Kuesioner/Polling Opini (Menggunakan Google Forms/Mentimeter): Pertanyaan
tentang pengalaman melihat ombak, mendengar gema, atau menggunakan alat optik.
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan respon peserta didik saat kegiatan ice
breaker atau pertanyaan pemicu di awal pertemuan pertama.
● Tes Diagnostik (Singkat): Soal pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep dasar
fisika (misalnya, apa itu frekuensi, perbedaan gerak dan getaran).
Contoh Soal (Kuesioner/Tes Diagnostik):
1. Berikan satu contoh fenomena di sekitar Anda yang menurut Anda adalah
"gelombang".
2. Menurut Anda, mengapa suara bisa sampai ke telinga kita?
3. Apa perbedaan antara getaran dan gelombang?
4. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan gelombang? (a. Ombak laut, b.
Cahaya matahari, c. Suara televisi, d. Asap rokok).
5. Jika sebuah bandul berayun 10 kali dalam 5 detik, berapakah frekuensi ayunan bandul
tersebut?
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Konsep Kalor dan Suhu (2 JP)
● Peserta didik mampu membedakan konsep suhu dan kalor dengan tepat.
● Peserta didik mampu menjelaskan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu zat
dengan akurat.
● Peserta didik mampu menghitung besarnya kalor yang dibutuhkan untuk mengubah
suhu zat menggunakan rumus kapasitas kalor dan kalor jenis.
Pertemuan 2: Perubahan Wujud Zat dan Kalor Laten (2 JP)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai macam perubahan wujud zat
(melebur, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) dengan
benar.
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep kalor laten pada perubahan wujud zat.
● Peserta didik mampu menghitung besarnya kalor yang dibutuhkan atau dilepaskan
pada perubahan wujud zat menggunakan konsep kalor laten.
Pertemuan 3: Perpindahan Kalor (Konduksi, Konveksi, Radiasi) (2 JP)
● Peserta didik mampu membedakan tiga jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi,
radiasi) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari dengan jelas.
● Peserta didik mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju perpindahan
kalor melalui konduksi.
● Peserta didik mampu merancang percobaan sederhana untuk membuktikan salah
satu metode perpindahan kalor.
Pertemuan 4: Azas Black dan Aplikasi Kalor (2 JP)
● Peserta didik mampu menerapkan Azas Black untuk menyelesaikan masalah
pencampuran dua atau lebih zat dengan suhu berbeda.
● Peserta didik mampu menganalisis aplikasi konsep kalor dalam teknologi dan
kehidupan sehari-hari (misal: termometer, termos, pendingin, mesin).
● Peserta didik mampu mengevaluasi dampak positif dan negatif pemanfaatan kalor
terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berfokus pada fenomena kalor di sekitar peserta didik, seperti:
● Bagaimana es batu bisa mendinginkan minuman?
● Mengapa pegangan panci terbuat dari bahan yang berbeda dengan badan panci?
● Bagaimana termos dapat menjaga suhu air tetap panas atau dingin?
● Bagaimana kulkas atau AC bekerja?
● Peran kalor dalam proses memasak atau pembakaran. Peserta didik akan diajak untuk
berpikir kritis tentang aplikasi kalor dalam inovasi teknologi dan dampaknya.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
dapat merancang dan melakukan percobaan sederhana, atau membuat
poster/infografis tentang aplikasi kalor.
● Diskusi Kelompok: Mendorong kolaborasi dan berbagi ide dalam memahami
konsep, menyelesaikan soal, dan menganalisis hasil percobaan.
● Eksplorasi Lapangan (atau Observasi Terarah): Mengamati fenomena kalor di
lingkungan sekitar (misal: proses memasak di dapur, cara kerja termos, ventilasi
rumah).
● Wawancara (opsional/alternatif): Jika memungkinkan, wawancara dengan teknisi
atau ahli yang bekerja dengan sistem termal (misalnya teknisi AC, koki).
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil percobaan atau analisis
mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Kimia, Matematika, Prakarya/Tata
Boga), Penjaga kantin (untuk melihat proses memasak).
● Lingkungan Luar Sekolah: Toko elektronik (untuk melihat berbagai jenis
kulkas/AC), perusahaan manufaktur (jika memungkinkan kunjungan virtual/nyata),
ahli teknik termal (melalui video/kuliah tamu).
● Masyarakat: Orang tua (untuk berbagi pengalaman tentang aplikasi kalor di rumah),
komunitas ilmiah lokal.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika (untuk percobaan), ruang kelas yang
memungkinkan pengaturan kelompok dan diskusi, dapur/kantin sekolah (untuk
observasi aplikasi kalor).
● Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi, pengumpulan
tugas, dan forum diskusi daring. Akses ke perpustakaan digital (contoh: jurnal fisika,
situs web ilmu pengetahuan).
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif, partisipasi aktif, dan
menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fenomena fisis dan aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Untuk mencari referensi, jurnal ilmiah, artikel berita terkait
kalor, simulasi fisika (misal: PhET simulations), video eksperimen.
● Forum Diskusi Daring (Google Classroom): Untuk berbagi ide, bertanya, dan
memberikan umpan balik antarpeserta didik dan guru.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
tes diagnostik, atau untuk self-assessment.
● Aplikasi Presentasi (misal: Google Slides, Microsoft PowerPoint): Untuk
menyajikan hasil proyek.
● Simulasi Interaktif: Menggunakan platform simulasi fisika untuk
memvisualisasikan konsep abstrak seperti perpindahan energi kalor.
● Kahoot/Mentimeter (opsional): Untuk kuis interaktif atau umpan balik cepat guna
memicu joyful learning.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN 1: KONSEP KALOR DAN SUHU (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan perbedaan mendasar antara suhu dan kalor. Guru menggunakan
analogi (misal: suhu sebagai "derajat panas", kalor sebagai "energi yang berpindah").
● Guru menjelaskan konsep kapasitas kalor dan kalor jenis, serta rumusnya.
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan
studi kasus sederhana terkait perubahan suhu zat (diferensiasi konten: beberapa
kelompok dengan kasus lebih kompleks).
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Kelompok melakukan percobaan sederhana (misal: memanaskan air dengan volume
dan jenis wadah berbeda, mengamati perubahan suhu). Peserta didik dengan
bimbingan guru mencatat data dan menghitung kalor yang terlibat.
● Peserta didik berlatih menyelesaikan soal-soal perhitungan kalor yang mengubah
suhu. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual (diferensiasi proses: Peserta
didik yang cepat memahami dapat diberi soal tantangan, yang lain diberi soal
bertahap).
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang konsep suhu,
panas, dingin, dan perubahan wujud zat.
● Kuesioner: Kuesioner singkat daring (misalnya melalui Google Forms) atau tertulis
yang berisi pertanyaan tentang:
➢ "Apa perbedaan antara panas dan suhu?"
➢ "Sebutkan contoh perubahan wujud zat yang Anda ketahui dalam kehidupan
sehari-hari."
➢ "Bagaimana panas dari matahari bisa sampai ke bumi?"
➢ "Apa yang Anda ketahui tentang alat pengukur suhu?"
● Observasi: Mengamati respons peserta didik terhadap pertanyaan pemantik dan
diskusi awal.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan melakukan proyek
investigasi (misalnya: membuat model sederhana mesin panas/pendingin, merancang
kampanye hemat energi, analisis kasus efisiensi pembangkit listrik).
● Diskusi Kelompok: Mendorong eksplorasi ide, analisis kasus, dan berbagi
pengetahuan antar peserta didik tentang konsep-konsep termodinamika.
● Eksplorasi Lapangan (opsional/simulasi): Jika memungkinkan, kunjungan ke
bengkel AC/kulkas, atau industri (dengan izin). Atau, simulasi kerja mesin/sistem
melalui video dan analisis data.
● Wawancara (terstruktur/tidak terstruktur): Peserta didik mewawancarai ahli atau
praktisi (misalnya: teknisi AC, insinyur) mengenai prinsip kerja dan efisiensi mesin
yang menggunakan prinsip termodinamika.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek, eksperimen, atau diskusi
kelompok mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium fisika, guru mata pelajaran lain (misalnya
Kimia untuk relevansi termokimia, Matematika untuk perhitungan).
● Lingkungan Luar Sekolah: Bengkel AC/kulkas, industri kecil yang relevan
(misalnya pembuatan es batu), lembaga penelitian energi (jika memungkinkan).
● Masyarakat: Teknisi lokal, warga masyarakat yang memiliki pengalaman dengan isu
efisiensi energi di rumah.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang dapat diatur untuk kerja kelompok dan
demonstrasi/eksperimen, laboratorium fisika dengan peralatan dasar untuk
termodinamika (misalnya termometer, kalorimeter, pemanas, piston).
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk penugasan, pengumpulan materi, forum
diskusi daring; simulasi PhET Interactive Simulations untuk visualisasi konsep
termodinamika (misalnya: Gas Properties, Energy Forms and Changes); platform
video conference (Zoom/Google Meet) untuk sesi diskusi atau presentasi daring.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif (saling membantu dalam
eksperimen dan analisis), partisipasi aktif (setiap siswa berani bertanya dan
berpendapat), dan rasa ingin tahu yang tinggi (mencoba memahami fenomena sehari-
hari dengan prinsip fisika) untuk mendukung pembelajaran mendalam.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, artikel, atau buku elektronik
tentang termodinamika dan aplikasinya.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron di Google Classroom untuk berbagi
temuan, bertanya, dan memberikan umpan balik tentang hasil eksperimen atau riset.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
tes diagnostik.
● Kahoot/Mentimeter: Untuk kuis interaktif atau survei cepat sebagai bagian dari
kegiatan pendahuluan atau refleksi (Joyful Learning).
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (SEBELUM PERTEMUAN 1)
● Observasi: Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi awal atau pertanyaan pemicu.
Kuesioner/Tes Diagnostik (Google Forms):
○ Apa yang kamu ketahui tentang suhu dan kalor?
○ Berikan contoh perubahan energi yang kamu lihat di sekitar?
○ Apakah kamu tahu bagaimana kulkas mendinginkan makanan? Jelaskan secara
sederhana.
○ Bagaimana perasaanmu saat belajar materi Fisika yang melibatkan perhitungan?
○ Apa yang kamu ingin tahu tentang mesin atau cara kerja energi?
Tes Tertulis:
● Soal untuk menguji pemahaman peserta didik tentang pencapaian tujuan
pembelajaran pada Tes Tertulis:
1. Jelaskan perbedaan antara proses termodinamika isotermal dan adiabatik!
Bagaimana perubahan energi dalam, kerja, dan kalor terjadi pada masing-masing
proses ini?
2. Suatu mesin kalor beroperasi antara reservoir panas bersuhu T1 dan reservoir
dingin bersuhu T2. Jika mesin ini ideal (siklus Carnot), rumuskan dan jelaskan
bagaimana efisiensinya dapat dihitung. Mengapa efisiensi mesin kalor tidak
pernah mencapai 100%?
3. Sebuah kulkas memindahkan 300 J kalor dari dalam ke luar dengan melakukan
kerja sebesar 100 J. Hitunglah koefisien performansi (COP) kulkas tersebut.
Berdasarkan prinsip termodinamika, mengapa kulkas memerlukan kerja untuk
mendinginkan?
4. Gambarkan siklus termodinamika lengkap (misal: siklus Otto atau siklus Diesel
secara sederhana) dan jelaskan prinsip kerja mesin berdasarkan siklus tersebut,
serta identifikasi di mana Hukum Termodinamika I dan II diterapkan.
5. Fenomena pemanasan global sering dikaitkan dengan peningkatan emisi gas
rumah kaca. Bagaimana prinsip termodinamika (khususnya hukum entropi atau
efisiensi energi) dapat menjelaskan mengapa aktivitas manusia yang
menghasilkan panas atau menggunakan energi secara tidak efisien berkontribusi
pada masalah lingkungan ini? Berikan contoh solusi berbasis termodinamika
untuk mengurangi dampaknya.
● Tugas Akhir/Proyek (Portofolio): Mengumpulkan semua produk proyek
(infografis/video/podcast/esai/model) yang telah dibuat selama pembelajaran, serta
presentasi akhir jika ada. Rubrik penilaian proyek akan mencakup:
➢ Kedalaman analisis konsep termodinamika.
➢ Keakuratan informasi dan perhitungan.
➢ Kreativitas dan kualitas penyajian.
➢ Relevansi solusi yang ditawarkan terhadap masalah energi/lingkungan.
➢ Kemampuan presentasi dan komunikasi.
● Umpan Balik Teman Sejawat: Peserta didik saling memberikan umpan balik
terhadap presentasi atau proyek teman mereka menggunakan panduan rubrik yang
disediakan.
Capaian Pembelajaran :
Pada akhir Fase F peserta didik mampu mengembangkan dan/atau menciptakan produk olahan pangan higienis nusantara dan/atau mancanegara
atau produk non pangan berdasarkan proposal rancangan usaha melalui analisis kebutuhan, kelayakan pasar, dan kajian ilmiah, serta
mempresentasikan produk secara lisan dan tertulis pada media sosial virtual maupun visual. Pada fase ini, peserta didik mengevaluasi dan
memberikan kritik serta solusi pengembangan produk olahan pangan dan non pangan sesuai dengan nilai kewirausahaan/dampak
lingkungan/teknologi tepat guna.
*) ATP ini dikembangkan sebagai inspirasi pada produk olahan pangan nusantara, produk dapat disesuaikan dengan potensi sekolah baik produk olahan pangan nusantara/non pangan
nusantara/olahan pangan mancanegara.
Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Fase :F
Kelas/Semester : XII/Ganjil
Alokasi Waktu : 9 pertemuan x 45 menit
Nama Penulis : Rahayuning Apriliyanti, SE, Gr.
Satuan Pendidikan : SMAN Grujugan
Tujuan Pembelajaran:
1. Mengeksplorasi produk olahan makanan oriental atau produk nonpangan
berdasarkan beberapa pilihan bahan, alat, prosedur pengolahan, penyajian dan
kemasan yang bernilai ekonomis dari berbagai sumber.
2. Menganalisis karakteristik bahan, alat, teknik dan prosedur pengolahan, serta
penyajian dan kemasan untuk menentukan produk olahan makanan oriental atau
produk nonpangan dankemasannya yang bernilai ekonomis.
3. Mengembangkan rencana desain produk olahan pangan higienis atau produk
nonpangan serta desain kemasannya (dalam bentuk gambar kerja/prototipe)
berdasarkan studi kelayakan pasar / potensi lokal/Nusantara secara kreatif.
4. Merumuskan rencana pemasaran produk olahan pangan higienis atau produk
nonpangan secara sederhana.
5. Membuat produk olahan pangan nusantara higienis atau produk nonpangan serta
penyajian sesuai desain yang dirancang.
6. Mengembangkan kreasi produk olahan pangan nusantara higienis atau produk
non pangan berbasis usaha.
7. Mempromosikan produk olahan pangan nusantara higienis atau produk
nonpangan dan kemasannyamelalui media visual maupun virtual.
8. Merefleksikan proses kegiatan sampai dengan membuat, mengemas serta
mempromosikan produk olahan pangan nusantara higienis atau produk
nonpangan
9. Mengevaluasi keunggulan dan kelemahan dari produk olahan pangan nusantara
higienis atau produk nonpangan berdasarkan kajian mutu, teknologi pangan dan
ekonomi serta dampak lingkungan/budaya
10. Menunjukkan tindak lanjut pengembangan produk olahan pangan nusantara
higienis atau produk nonpangan berdasarkan hasil evaluasi
Pertemuan 1
Langkah-langkah Pembelajaran:
1. Pendahuluan
✓ Guru dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran dengan
mengucapkan salam dan berdo’a.
✓ Peserta didik melakukan ice breaking untuk memotivasi dan memberikan
semangat di awalpembelajaran.
✓ Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu
materi tentangpenyajian serta kemasan produk olahan makanan oriental
✓ Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok masing-masing kelompok
terdiri atas 6/7orang.
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik duduk bersama dengan kelompok yang sudah dibentuk.
- Peserta didik diberikan pematik, dengan memperhatikan gambar dibawah:
Rubrik Penilaian
Skor
Soal 1 2 3 4
Apa Nama Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
produk olahan mampu mampu mampu mampu
pangan oriental menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
yang ada di produk olahan produk olahan produk olahan produk olahan
indonesia makanan makanan oriental khas daera makanan oriental
oriental dengan dengan cukup dengan baik. dengan sangat
kurang baik. baik. baik.
Bahan apa saja Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik mampu
yang tersedia mampu mampu mampu menyebutkan bahan
untuk pembuatan menyebutkan menyebutkan menyebutkan makanan oriental
makanan oriental bahan makanan bahan makanan bahan makanan dengan sangat baik.
sesuai kearifan oriental dengan oriental dengan oriental dengan
lokal daerahmu kurang baik. cukup baik. baik
Bagaimana cara Peserta didik Peserta didik cukup Peserta didik Peserta didik mampu
pengolahan bahan kurang mampu mampu cukup mampu menjelaskan cara
makanan oriental menjelaskan cara menjelaskan cara menjelaskan cara pengolahan pangan
di daerahmu pengolahan pengolahan pangan pengolahan makanan oriental
pangan makanan makanan oriental pangan makanan dengan amat baik
oriental. oriental
MATERI AJAR
Setiap masakan di berbagai belahan dunia memiliki identitasnya masing-masing yang
mencerminkan tradisi, budaya, dan wilayah asalnya. Karena itu, dikenal ada makanan
oriental.
Singkatnya, makanan oriental adalah kuliner atau masakan bergaya Asia. Negara Asia
yang termasuk, yaitu Cina, Jepang, Korea, dan meluas hingga Vietnam, Thailand, Filipina,
dan Indonesia.
Dengan kata lain, hidangan dan masakan dari negara-negara tersebut dikategorikan
sebagai makanan oriental. Ketahui lebih lanjut tentang makanan oriental pada uraian
berikut.
Makanan oriental adalah hidangan yang dipengaruhi dengan teknik memasak Asia alias
kuliner bergaya Asia. Demikian ragam kuliner yang dibuat di negara-negara tersebut
disebut sebagai makanan oriental.
• Makanan oriental Cina: bebek peking, ayam szechuan, ayam kung pao, nasi hainan
• Makanan oriental Jepang: sushi, sashimi, ramen, gyoza, tempura, yakitori, udon,
karaage
• Makanan oriental Korea: kimchi, bulgogi, bibimbap, kimbap, japchae, ramyun,
tteokbokki
• Makanan oriental Indonesia: nasi goreng, bakso, sate, rendang, rawon, gudeg
Makanan oriental India: samosa, ayam tandoori, nasi biryani, tikka masala, naan,
paratha
• Makanan oriental Thailand: pad Thai, tom yum, lug chup, som tam, khao pad, kaeng
phet
• Makanan oriental Vietnam: pho, banh mi, spring roll, com tam, cao lau, banh xeo, bun
rieu.
Refleksi
Peserta didik melaksanakan kegiatan evaluasi dan refleksi dengan menjawab
pertanyaan: Apa yang bisa dipelajari dari pertemuan hari ini?, Bagaimana perasaan
kalian setelah mempelajari materi olahan makanan oriental.
Rubrik Penilaian
Kriteria Skor
No
Ketuntasan 1 2 3 4
1. Nama Belum Sebagian Sebagian Semua
Olahan mampu mampu besar mampu
Pangan menyebutk menyebutk mampu menyebutka
an Nama an Nama menyebut n Nama
Olahan Olahan kan Nama Olahan
Pangan Pangan Olahan Pangan
Pangan
2. Bahan Belum Sebagian Sebagian Semua
mampu mampu besar mampu
menyebutk menyebutk mampu menyebutka
an Bahan an Bahan menyebut n Bahan
Olahan Olahan kan bahan Olahan
Pangan Pangan Olahan Pangan
Pangan
3. Alat Belum Sebagian Sebagian Semua
mampu mampu besar mampu
menyebutk menyebutka mampu menyebutka
an Alat n Alat menyebutka n Alat
Olahan Olahan n Alat Olahan
Pangan Pangan Olahan Pangan Pangan
4. Tehnik Belum Belum Belum Belum
Pembuatan mampu mampu mampu mampu
menyebutk menyebu menyebut menyebutk
an tkan kan an
Tehnik tehnik tehnik Tehnik
pembuatan Pembuat pembuata pembuatan
olahan an n Olahan Olahan Pangan
pangan
Olahan Pangan
Pangan
5 Prosedur Belum Belum Belum Belum
Pembuatan mampu mampu mampu mampu
menyebutk menyebutka menyebutkan menyebutk
an Prosedur n Prosedur Prosedur an Prosedur
pembuatan pembuatan pembuatan pembuatan
Olahan Olahan Olahan Olahan Pangan
Pangan Pangan Pangan
3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi tentang pembelajaran Identifikasi dan anaisis
pembuatan olahan makanan oriental, meliputi bahan, alat, teknik dan prosedur
pengolahan pangan dengan menjawab pertanyaan : “Hal penting apa yang kalian
pelajari hari ini?”
[Link] [Link]
manfaat-tape-singkong-untuk- hidup/lfcclrt6k5/Resep-Es-Campur-
kesehatan-yang-perlu- diketahui Simpel-dan-Enak-Coba-Yuk
Mana makanan yang lebih menarik untuk dicicipi?
- Peserta didik diberikan gambar dibawah ini:
[Link]
ngenal-jenis-jenis- [Link]
tape-dan- ape-singkong-grade-a-
[Link] super?utm_source=google&utm_medium
=organic&utm_camp
aign=pdp-
seo
Perhatikan olahan pangan berikut mana menurutmu yang disajikan dan yang dikemas.
Menarik mana?Mana sebaiknya yang harus dimodifikasi? Sampaikan pemikiranmu!
Buatlah rancangan desain kemasan (mulai dari pola, jenis kemasan serta bahan yang
digunakan) yangsesuai dengan rencana jenis Olahan makanan oriental.
Rubrik Penilian:
3. Refleksi
Di akhir pertemuan peserta didik melaksanakan refleksi, dengan menjawab
pertanyaan :” Ide
apa yang kamu dapatkan setelah pembelajaran hari ini?:
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik memperhatikan gambar dibawah ini dan secara berkelompok
mendiskusikanpertanyaan yang telah tersedia dan lembar jawaban di tulis
dikertas.
[Link] [Link]
k-buruk-junk-food-untuk- kesehatan-tubuh 1/05/21/
:
1. Menurut kalian mana yang disukai oleh anak zaman sekarang Junck Food atau
makanannusantara? Dan jelaskan alasannya!
2. Menurut pendapat kalian bagaimana cara agar produk olahan pangan nusantara
bisa disukai olehsemua kalangan?
3. Bagaimana cara memasarkan produk olahan makanan oriental dikalangan anak
mudajaman sekarang?
4. Menurut pendapat kalian bagaiman cara mengembang usaha olahan makanan
orientalagar bisa bersaing dengan makanan siang saji?
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik mengulas Kembali materi pada pertemuan 4.
- Peserta didik dalam pertemuan 5 ini, melakukan praktik membuat
olahan makanan oriental.
- Bentuk laporan dibuat dokumentasi dalam bentuk video dan photo.
-
Format Penilaian Produk Olahan Makanan oriental
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan
Kelas :
Olahan Pangan :
Hieginis
Skor
No Indikator Penilaian 1 2 3 4
1 Cara Penyajian dan Penampilan masakan
2 Rasa Masakan
3 Kreativitas masakan
4 Kualitas dan nilai gizi
5 Kebersihan
Rubrik Penilaian
No Indikator Skor
Penilaian 1 2 3 4
1 Cara Belum Sebagian Sebagian Semua
Penyajian mampu mampu besar mampu mampu
dan menyajikan menyajikan menyajikan menyajikan
Penampilan dan dan dan dan
masakan menampilkan menampilkan menampilkan menampilka
masakan masakan masakan n
masakan
2 Rasa Masakan Belum mampu Sebagian Sebagian Semua
membuat rasa mampu besarmampu mampu
masakan membuat rasa membuat rasa membuat
masakan masakan rasa
masakan
3 Kreativitas Belum Sebagian Sebagian Semua
masakan mampu mampu besar mampu
Membuat Membuat Mampu Membuat
kreativitas kreativitas membuat kreativitas
masakan. masakan. kreativitas masakan.
masakan.
4 Kualitas Belum Sebagian Sebagian Semua
dannilai mampu mampu besar mampu mampu
gizi menentukan menentukan menentukan menentuka
kualitas dan kualitas dan kualitas dan n kualitas
nilaigizi nilaigizi nilai dan nilai
makanan makanan gizi makanan gizi
makanan
5 Kebersihan Belum Sebagian Sebagian Semua
mampu mampu besar mampu mampu
menjaga menjaga menjaga menjaga
kebersihan kebersihan kebersihan kebersihan
saat saat mengolah saat saat
mengolah makanan mengolah mengolah
makanan makanan makanan
3. Refleksi
- Di akhir pertemuan peserta didik melaksanakan refleksi, dengan menjawab
pertanyaan: Adakahtantangan yang kamu temui dalam pembelajaran hari
ini?
[Link]
9/207/media- sosial-dengan-pengguna- [Link]
terbanyak-di-indonesia-dan- pangan-nusantara-ke-10/
dunia-1655132791
- Peserta didik berdiskusi tentang media promosi yang tepat untuk olahan makanan
oriental. Peserta didik merencanakan tahapan dan proses pembuatan media
promosi olahan makanan oriental.
- Sebagai tugas peserta didik secara berkelompok membuat media promosi
(disesuaikan dengan rencana produk olahan makanan oriental yang mereka buat).
3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab : Apakah ada yang ingin
kamu ungkapkan mengenai pembelajaran hari ini?
2. Kegiatan inti
- Peserta didik mengulas Kembali materi pertemuan 6.
- Masing-masing kelompok saling bertukar informasi berkaitan dengan
produk olahan makanan oriental yang mereka buat.
Penilain Diskusi
Diskusi Kelompok
Keterlibatan
No. Kelompok Anggota TepatWaktu
Kelompok
1.
2.
3.
4.
5.
…..
Rubrik Penilaian
3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab : “Apakah tujuan
(target) belajarmu sudahtercapai hari ini?
3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab : Saat melakukan apa kamu
merasa paling bagusdalam pelajaran tadi?
Rubrik Penilaian
Penilaian INDIKATOR SKOR
Kemampuan Menjelaskan rencana pengembangan produk 4
merencanaka selanjutnya lengkap, runtut dan jelas.
ntindak Menjelaskan rencana pengembagan produk 3
lanjut selanjutnya kurang lengkap dan jelas.
pengembanga Menjelaskan rencana pengembangan produk 2
n produk selanjutnya tidak jelas dan kurang dapat dipahami.
Identitas Modul
Nama Satuan Pendidikan: SMAN Grujugan
Kelas: X
Tujuan Pembelajaran
Kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi siswa dalam:
3
Alur Kegiatan Proyek
Berikut adalah alur kegiatan proyek kokurikuler yang dirancang untuk
menca- pai tujuan pembelajaran dengan pendekatan kolaboratif lintas
disiplin ilmu:
5
• Siswa menulis refleksi tentang pengalaman mereka, manfaat pola
makan sehat, dan dampak kampanye.
• Diskusi kelas untuk mengevaluasi keberhasilan proyek dan
merumuskan komitmen bersama untuk menerapkan pola makan
sehat.
7. Presentasi Hasil dan Komitmen (4 JP)
• Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan
ke- las atau komunitas sekolah.
• Siswa membuat kesepakatan konkret untuk menerapkan
kebiasaan makan sehat di kehidupan sehari-hari.
6
Asesmen
• Formatif: Observasi selama diskusi kelompok dan kunjungan
lapangan menggunakan instrumen catatan anekdotal untuk menilai
kolaborasi, pe- nalaran kritis, dan komunikasi.
7
KRITERIA KENAIKAN KELAS
SMA NEGERI GRUJUGAN
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Peserta didik dinyatakan lulus dari SMA Negeri Grujugan Tahun Pelajaran 2025/2026
setelah memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Menyelesaikan Seluruh Program Pembelajaran yang di buktikan dengan rapor tiap
semester dari kelas X sampai dengan kelas XII yakni semester 1 sampai dengan 6.
b. Memperoleh Nilai Sikap / Perilaku Minimal Baik
Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik didasarkan pada perilaku spiritual dan
sosial peserta didik yang diperoleh dari hasil akhir penilaian sikap spiritual dan sosial
guru di kelas XII dan kelakuan, kerapian dan kedisplinan seperti diatur dalam ketentuan
Tata Tertib Siswa SMA Negeri Grujugan Tahun Pelajaran 2025/2026.
c. Mengikuti dan menyelesaikan Pembelajaran berbasis proyek kokurikuler yang selaras
dengan 8 Dimensi Profil Lulusan dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
dengan predikat minimal Baik (B).
d. Mengikuti PSAJ yang di selenggarakan Oleh Satuan Pendidikan
Peserta didik akan dinyatakan lulus jika mengikuti PSAJ yang diselenggarakan oleh
satuan pendidikan (SMAN Grujugan). PSAJ Satuan Pendidikan yang diselenggarakan
di SMAN Grujugan dalam bentuk tes Tulis dan tes Praktik.
Berikut daftar mata pelajaran yang PSAJ pada Tes Tulis dan Tes Praktik :
7. Penjasorkes √ √
8. Seni Budaya √ √
9. Prakarya/PKWU √ √
10. Fisika √ √
11. Kimia √ √
12. Biologi √ √
13. Ekonomi √ -
14. Bahasa Daerah √ -
15. Bahasa Jerman √ -
16. Sejarah Tingkat lanjut √ -
d. Lulus Ujian / Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang diselenggarakan oleh satuan
pendidikan sesuai kriteria yang ditetapkan oleh SMAN Grujugan. Peserta didik dinyatakan lulus
Ujian Satuan Pendidikan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki Nilai PSAJ dengan ketentuan minimal rata-rata nilai semua mata pelajaran adalah
75,00 (tujuh puluh lima koma nol nol) dan nilai terendah setiap mata pelajaran minimal
70,00 (tujuh puluh koma nol nol).
2. Nilai PSAJ merupakan gabungan dari nilai portofolio (nilai raport semester 1 s.d semester
6) dengan pembobotan nilai portofolio 60 % dan nilai (Tes Tertulis dan Tes Praktik) dengan
pembobotan 40 %.
3. Nilai Portofolio diperoleh dari rata-rata nilai kompetensi pengetahuan raport semester 1 s.d
6. Nilai raport setiap mata pelajaran dinyatakan dengan angka rentang nilai 0 – 100. Nilai
rata-rata raport semester 1 s.d 6 (nilai portofolio) dinyatakan dengan rentang nilai 0 – 100.
4. Nilai Tes (Tulis dan Praktik) diatur dengan pembobotan 50 % Tes Tulis dan 50 % Tes
Praktik.
5. Nilai Tes Tulis merupakan gabungan dari nilai soal non uraian (PG) dan nilai soal uraian,
dengan rentang nilai 0 – 100 . Nilai Tes Tulis dihitung dengan pembobotan 50% soal non
uraian (PG) & 50% soal uraian.
6. Nilai Tes Tulis dan Tes Praktik dinyatakan dengan bilangan dalam rentang 0 – 100 .
7. Nilai PSAJ dinyatakan dengan bilangan dalam rentang 0 – 100 dengan pembulatan 2 (dua)
angka dibelakang koma, dan rata- rata nilai ujian satuan pendidikan untuk semua mata
pelajaran dinyatakan dalam skala 0-100 dengan pembulatan 2 (dua) angka di belakang
koma.
8. Nilai PSAJ (nilai portofolio, tes tertulis dan tes praktik) dilaporkan dengan tingkat
pencapaian hasil kompetensi lulusan dalam kategori sebagai berikut :
a. Sangat baik, jika nilai lebih besar atau sama dengan dari 90,00 (sembilan puluh koma
nol nol) dan lebih kecil dari atau sama dengan 100,00 (seratus koma nol nol).
b. Baik, jika nilai lebih besar atau sama dengan 80,00 (delapan puluh koma nol nol) dan
lebih kecil dari 90,00 (sembilan puluh koma nol nol).
c. Cukup, jika nilai lebih besar atau sama dengan 70,00 (tujuh puluh koma nol nol ) dan
lebih kecil dari 80,00 (delapan puluh koma nol nol); dan
d. Kurang, jika nilai lebih kecil dari 70,00 (tujuh puluh koma nol nol ).
1. Kelulusan ditentukan dalam rapat pleno yang diselenggarakan oleh Panitia Sekolah yang
dihadiri oleh Dewan Guru serta Kepala Sekolah dan minimal seluruh guru kelas XII
sebelum pengumuman kelulusan.
2. Peserta didik yang dinyatakan lulus satuan pendidikan dan mengikuti Penilaian Sumatif
Akhir Jenjang yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan, berhak mendapatkan ijazah,
Surat Keterangan Lulus (SKL), dan rapor sampai dengan semester terakhir kelas XII,
sebaliknya yang tidak lulus hanya diberikan raport sampai semester akhir kelas XII untuk
SMA.
3. Hasil rapat pleno di satuan pendidikan dalam notulen rapat (berita acara rapat) yang dibuat
oleh notulis dan disahkan oleh kepala sekolah diketahui pengawas sekolah. Notulen rapat
(berita acara rapat) tersebut memuat :
a. Semua keputusan yang dihasilkan saat rapat pleno (secara daring maupun tatap
muka)
b. Perincian jumlah peserta seluruhnya, peserta yang lulus dan tidak lulus dengan
menyebut jumlah peserta laki-laki / perempuan, disertai lampiran daftar namanya.
c. Daftar hadir rapat pleno
4. Tempat pengesahan lulus/tidak lulus dari satuan pendidikan adalah di satuan pendidikan.
5. Laporan hasil kelulusan satuan pendidikan disahkan oleh pengawas sekolah/pejabat yang
ditunjuk dengan bukti fisik dokumen pendukung DKN Kelulusan Kelas XII untuk SMA,
serta dapat kelakuan baik.
6. Lulusan peserta didik ditetapkan setelah dilaksanakan rapat pleno kelulusan.
7. Pengumuman kelulusan dilaksanakan pada Mei 2025
Keterangan :
Kriteria kelulusan peserta didik SMA Negeri Grujugan harus dipenuhi oleh peserta didik. Apabila
salah satu kriteria tidak dipenuhi, peserta didik dinyatakan tidak lulus dari SMA Negeri Grujugan.
Beban Juli (3) Agustus (4) September (4) Oktober (5) November (4) Desember (4)
No Mata Pelajaran TM P5 JML
Jam R1 R2 R3 P1 P2 P3 R4 R5 R6 R7 P4 P5 P6 P7 R8 R9 R10 R11 P8 P9 P10 P11 R12 R13 R14 R15 R16 P12 P13 P14 P15 P16 R17 R18 R19 R20 P17 P18 P19 P20 R21 PSAS PSAS LHS1 P21 PSAS PSAS LHS1
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63 0 63
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 84 0 84
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 84 0 84
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63 0 63
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
8 Fisika Fisika Fisika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
9 Kimia Kimia Biologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
10 Biologi Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
11 Bahasa Bahasa Jerman Informatika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63 0 63
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
47 47 47 47 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 47 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 0 987 0 987
Beban Januari (5) Pebruari (4) Maret (4) April (5) Mei (4) Juni (3)
No Mata Pelajaran TM P5 JML TM 1 TH P5 1 TH JML 1 TH
Jam R24 R25 R26 P24 P25 P26 R27 R28 R29 P27 P28 P29 R30 R31 EF LHR P30 P31 EF LHR R32 R33 R34 P32 P32 34 P5 P5 TM TM TM TM P5 P5 P5 P5 TM TM TM P5 P5 P5
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 33 0 33 96 0 96
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 44 0 44 128 0 128
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 44 0 44 128 0 128
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 33 0 33 96 0 96
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
8 Fisika Fisika Fisika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
9 Kimia Kimia Biologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
10 Biologi Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
11 [Link] B. Jerman Informatika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 33 0 33 96 0 96
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
47 47 47 47 47 47 47 47 47 47 47 47 517 0 517 1504 0 1504
Beban Juli (3) Agustus (4) September (4) Oktober (5) November (4) Desember (4)
No Mata Pelajaran TM P5 JML
Jam R1 R2 R3 P1 P2 P3 R4 R5 R6 R7 P4 P5 P6 P7 R8 R9 R10 R11 P8 P9 P10 P11 R12 R13 R14 R15 R16 P12 KTS P14 P15 P16 R17 R18 R19 R20 P17 P18 P19 P20 R21 ASA ASA LHS1 P21 ASA ASA LHS1
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
5 Fisika 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
6 Kimia 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
7 Biologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
8 Sosiologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
9 Ekonomi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
10 Sejarah 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
11 Geografi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
12 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
13 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
14 Informatika 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
15 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
16 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
Jumlah 46 46 46 46 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 920 46
Beban Januari (5) Pebruari (4) Maret (4) April (5) Mei (4) Juni (4)
No Mata Pelajaran TM P5 JML TM 1TH P5 1TH JML 1TH
Jam R24 R25 R26 P24 P25 P26 R27 R28 R29 P27 P28 P29 R30 R31 EF LHR P30 P31 EF LHR R32 R33 R34 R35 R36 P32 P33 P34 P35 P36 R37 R38 R39 CAD P37 P38 P39 P40 CAD CAD SAT LS2 CAD CAD SAT LS2
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
5 Fisika 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
6 Kimia 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
2 Biologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
8 Sosiologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
9 Ekonomi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
10 Sejarah 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
11 Geografi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
12 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
13 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
14 Informatika 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
15 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
16 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
Jumlah 46 46 46 46 0 0 0 0 0 0 0 46 46 46 0 0 0 0 0 46 46 0 0 0 0 0 0 46 46 46 46 46 0 0 0 0 0 46 46 46 0 0 0 0 0 736 0 736 1656 0 1656
: Suara Demokrasi ( Pendidikan Pancasila, Seni Budaya, Bahasa Indonesia, Sosiologi, Penjasorkes)
Beban Juli (3) Agustus (4) September (4) Oktober (5) November (4) Desember (3)
No Mata Pelajaran TM 1 P5 JML
Jam R1 R2 R3 P1 P2 P3 R4 R5 R6 R7 P4 P5 P6 P7 R8 R9 R10 R11 P8 P9 P10 P11 R12 R13 R14 R15 R16 P12 KTS P14 P15 P16 R17 R18 R19 R20 R17 R18 R19 R20 R21 PSAS PSAS LHS1 P21 PSAS PSAS LHS1
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40 0
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
8 Fisika Fisika Fisika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
9 Kimia Informatika Biologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
10 Ekonomi Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
11 Bhs. Jerman Bhs. Jerman Bhs. Jerman 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
47 47 47 47 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 0 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 0 0 0 940 0 940
Beban Januari (5) Pebruari (4) Maret (4) April (5) Mei (4) Juni (4)
No Mata Pelajaran TM 2 P5 JML TM 1 TH P5 1 TH JML 1 tahun
Jam R24 R25 R26 P24 P25 P26 R27 R28 R29 P27 P28 P29 R30 R31 EF LHR P30 P31 EF LHR R32 R33 R34 R35 R36 P32 P33 P34 P35 P36 R37 R38 R39 CAD P37 P38 P39 P40 CAD CAD SAT LS2 CAD CAD SAT LS2
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
8 Fisika Biologi Sosiologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
9 Kimia Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
10 Biologi Sejarah TL Geografi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
11 Ekonomi Bhs Jerman Bhs Jerman 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
47 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 0 0 47 47 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 0 0 0 0 705 0 705 1692 0 1692
Kearifan Lokal (Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Matematika) Bondowoso, 14 Juni 2025
Mengetahui Kepala Sekolah
Bhinneka Tunggal Ika (Pendidikan Pancasila, Sejarah, Penjasorkes, Seni Budaya)
Seperti murid yang memiliki rapor hasil belajar dari sekolah, kini setiap sekolah juga mempunyai rapor kualitas layanan dari
Kemendikdasmen yang bernama Rapor Pendidikan. Penilaian Rapor Pendidikan berasal dari hasil Asesmen Nasional (AN) dan
berbagai sumber data nasional lainnya yang diikuti oleh perwakilan murid, guru, serta kepala sekolah dari PAUD, SD, SMP, dan
jenjang SMA/sederajat.
Nilai naik dari tahun 2024 Nilai naik dari tahun 2024 Nilai naik dari tahun 2024
Contoh kemampuan literasi: membaca Contoh karakter: beriman, berakhlak, Contoh keamanan di sekolah: tidak ada
dan memahami teks nonfiksi (surat, bergotong royong, kreatif, kritis, perundungan, hukuman fisik, kekerasan
artikel) dan teks fiksi (dongeng, novel). menghargai keberagaman, dan mandiri. seksual, dan zat berbahaya.
Nilai turun dari tahun 2024 Nilai naik dari tahun 2024 Sebagai orang tua/wali, kita dapat
mengajak anak menggunakan
Contoh kebinekaan di sekolah: toleransi Contoh kemampuan numerasi: memahami
berbagai prinsip matematika untuk
terhadap beragam agama dan budaya, dan menggunakan konsep bilangan,
menyelesaikan masalah sehari-hari.
serta adanya kesetaraan antar siswa. aljabar, geometri, dan data.
Kualitas Pembelajaran
Baik
CAPAIAN TERBAIK
Bagaimana pendapat Anda tentang hasil ini? Ayo, ajak wali kelas
atau sesama orang tua/wali untuk bertukar solusi!
Mari Bapak/Ibu Kepala Satuan Pendidikan mempelajari penjelasan siklus kerja yang dapat memandu proses evaluasi, perencanaan, hingga implementasi upaya perbaikan layanan di Satuan Pendidikan Anda.
[Link] 1 dari 4
Panduan Umum Pemanfaatan Unduhan Rapor Pendidikan PBD
Untuk dapat memperbaiki kinerja Satuan Pendidikan Anda, Anda perlu mengetahui kondisi Satuan Pendidikan melalui data-data yang relevan.
Terdapat sejumlah data yang dapat Anda gunakan:
1. Data Rapor Pendidikan
Masih ingat saat Anda berpartisipasi di Asesmen Nasional atau Survei Lingkungan Belajar? Hasil dari partisipasi tersebut kemudian digabung dengan sumber data lainnya oleh Kemendikbudristek, dan disajikan
menjadi laporan yang komprehensif tentang kondisi Satuan Pendidikan Anda. Data ini dapat Anda akses melalui dasbor platform Rapor Pendidikan ( [Link] dan dokumen unduhan
Rapor Pendidikan ini, khususnya pada lembar '2. Laporan Rapor Pendidikan'.
Proses ini merupakan bagian dari evaluasi sistem pendidikan yang termuat di Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 09 Tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Dengan adanya evaluasi sistem pendidikan, Satuan Pendidikan dapat mengetahui apa
saja hal yang sudah berjalan dengan baik maupun yang masih perlu penguatan dalam upaya perbaikan layanan yang berkelanjutan. Mari pelajari bagaimana kerangka Rapor Pendidikan memandu pemahaman kita
bersama tentang layanan pendidikan yang berkualitas lewat tautan berikut [Link]
2. Data lain yang dikumpulkan mandiri oleh Satuan Pendidikan
Selain data yang bersumber dari laporan Rapor Pendidikan, Anda dapat mengumpulkan data lain yang dirasa bermanfaat untuk memberi informasi tentang kondisi layanan pendidikan saat ini, misalnya:
- Data refleksi pendidik terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.
- Data kinerja pendidik yang dikumpulkan melalui supervisi Kepala Sekolah.
- Umpan balik dari murid dan orang tua.
- Data lain yang dirasa diperlukan oleh Satuan Pendidikan.
Mari ajak warga sekolah untuk bersama-sama menggunakan data ini untuk memahami kondisi layanan pendidikan dengan lebih baik, dengan menggunakan pertanyaan pemantik berikut:
1) Apa saja kinerja yang sudah berjalan baik?
2) Apa saja kinerja yang masih perlu penguatan?
3) Apa kondisi yang dilakukan tahun lalu yang menyumbang terjadinya capaian/kondisi tersebut?
Setelah Bapak/Ibu mengetahui kondisi Satuan Pendidikan Anda, maka tentu ada banyak hal yang dapat diperbaiki. Proses penetapan prioritas diharapkan dapat dilakukan secara kolaboratif agar seluruh warga
Satuan Pendidikan memiliki kepemilikan terhadap perubahan yang dicita-citakan.
Ada dua pilihan yang dapat digunakan oleh Satuan Pendidikan untuk menetapkan prioritas perbaikan layanan pendidikan, yaitu:
[Link] 2 dari 4
Panduan Umum Pemanfaatan Unduhan Rapor Pendidikan PBD
1. Analisis mandiri
Bapak/Ibu dapat melihat keseluruhan data Rapor Pendidikan di '2. Laporan Rapor Pendidikan'.
Dalam menetapkan prioritas pembenahan, Kepala Satuan pendidikan dan pemangku kepentingan yang relevan dapat berdiskusi dengan menggunakan pertanyaan pemantik sebagai berikut:
1) Mana indikator yang memiliki dampak paling besar kepada peserta didik?
2) Dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia, berapa banyak indikator yang bisa menjadi fokus sasaran perubahan?
3) Mana indikator prioritas yang belum baik dan membutuhkan perubahan segera?
4) Mana indikator yang paling sesuai dengan visi misi Satuan Pendidikan Anda?
2. Gunakan rekomendasi dari Kemendikbudristek
Kemendikbudristek telah menyusun rekomendasi prioritas untuk memudahkan Satuan Pendidikan dalam menentukan prioritas agar perubahan yang akan dilakukan bisa fokus dan optimal. Rekomendasi prioritas
ditentukan berdasarkan analisa terhadap indikator yang paling berdampak signifikan pada kualitas layanan yang diterima oleh peserta didik. Daftar indikator prioritas dapat dilihat di
[Link]
Untuk mengakses rekomendasi prioritas, Bapak/Ibu dapat menggunakan:
Cara 1 - Melalui eksplorasi dasbor platform Rapor Pendidikan. Satuan Pendidikan dapat melakukan eksplorasi pada fitur-fitur platform Rapor Pendidikan ([Link] untuk
melakukan identifikasi pasangan indikator prioritas dan akar masalah, disertai dengan inspirasi kegiatan benahi.
Cara 2 - Menggunakan lembar '2.1 Rekomendasi Keseluruhan' dan '2.2 Rekomendasi Prioritas' pada dokumen ini sebagai referensi prioritas perbaikan layanan.
Kedua lembar Rekomendasi ini hanya tersedia untuk Satuan Pendidikan yang berpartisipasi mengikuti Asesmen Nasional atau Survei lingkungan belajar secara memadai.
Pada tahapan ini, Bapak/Ibu Kepala Satuan Pendidikan perlu menyusun perencanaan dan penganggaran yang mencerminkan area perbaikan yang sudah ditetapkan secara kolaboratif.
[Link] 3 dari 4
Panduan Umum Pemanfaatan Unduhan Rapor Pendidikan PBD
Bagi pengguna Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Satuan Pendidikan dapat menganggarkan kegiatan pembenahan untuk tahun anggaran berjalan dan tahun anggaran mendatang dengan
berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan setempat. Berbagai inspirasi pengelolaan sumber daya dapat dilihat di tautan ini [Link]
Dengan demikian, Satuan Pendidikan dapat menyusun perencanaan yang dampaknya dirasakan oleh warga sekolah secara menyeluruh; dan mencerminkan prioritas perbaikan layanan pendidikan yang telah
disepakati.
Setelah menyepakati rencana perbaikan layanan pendidikan, maka saatnya Satuan Pendidikan bergerak bersama mengimplementasikan rencana yang sudah disusun. Jangan lupa libatkan seluruh warga Satuan
Pendidikan dan pihak yang relevan dalam melaksanakan perbaikan layanan.
Lakukan evaluasi secara berkala, dan ingatlah bahwa perencanaan bersifat dinamis, sehingga Anda perlu melakukan penyesuaian secara berkala untuk memastikan perencanaan yang disusun tetap sesuai dengan
kebutuhan Satuan Pendidikan.
[Link] 4 dari 4
Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
A.1 Kemampuan literasi Baik 88,89% Sebagian besar peserta didik telah Naik 13,33 75,56% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan (88,89% mencapai batas kompetensi minimum menengah atas menengah atas Nasional 2024
dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan peserta untuk literasi membaca. (21-40%) (21-40%)
mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional didik sudah
dan teks fiksi). mencapai
kompetensi
minimum)
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di atas Di atas 44,44% Peserta didik mampu mengintegrasikan Naik 22,22% 22,22%
kompetensi minimum beberapa informasi lintas teks,
mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan
suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap
isi teks.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Mencapai 44,44% Peserta didik mampu membuat Turun 8,89% 53,33%
mencapai kompetensi minimum interpretasi dari informasi implisit yang
ada dalam teks, mampu membuat
simpulan dari hasil integrasi beberapa
informasi dalam suatu teks.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di Di bawah 11,11% Peserta didik mampu menemukan dan Turun 11,11% 22,22%
bawah kompetensi minimum mengambil informasi eksplisit yang ada
dalam teks serta membuat interpretasi
sederhana.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi jauh di Jauh di 0,00% Peserta didik belum mampu menemukan Turun 2,22% 2,22%
bawah kompetensi minimum bawah dan mengambil informasi eksplisit yang
ada dalam ataupun membuat interpretasi
sederhana.
[Link] Kemampuan literasi 75,64 Tidak Tersedia Tidak Peringkat Peringkat Asesmen
or Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan (Satdik tidak Tersedia menengah atas menengah atas Nasional 2024
dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan menjawab (Satdik (21-40%) (21-40%)
mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional pertanyaan untuk tidak
dan teks fiksi). indikator ini tahun menjawab
lalu) pertanyaan
untuk
indikator ini
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi 74,71 Naik 7,11 67,6 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menengah atas menengah atas Nasional 2024
menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks (21-40%) (21-40%)
informasional (non-fiksi).
A.1.2 Kompetensi membaca teks sastra 76,21 Naik 7,29 68,92 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menengah atas menengah atas Nasional 2024
menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks fiksi. (21-40%) (21-40%)
A.1.3 Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) 74,03 Naik 5,17 68,86 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menemukan, menengah atas menengah atas Nasional 2024
mengidentifikasi, dan mendeskripsikan suatu ide atau (21-40%) (21-40%)
informasi eksplisit dalam teks informasional (non-fiksi)
dan sastra.
A.1.4 Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks 75,16 Naik 4,75 70,41 Peringkat Peringkat Asesmen
(L2) menengah atas menengah atas Nasional 2024
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan (21-40%) (21-40%)
membandingkan dan mengontraskan ide atau informasi
dalam atau antarteks, membuat kesimpulan,
mengelompokkan, serta mengombinasikan ide dan
informasi dalam teks atau antarteks informasional (non-
fiksi) dan sastra.
A.1.5 Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks 75,91 Naik 7,94 67,97 Peringkat Peringkat Asesmen
(L3) menengah atas menengah atas Nasional 2024
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan (21-40%) (21-40%)
menganalisis, memprediksi, dan menilai konten, bahasa,
dan unsur-unsur dalam teks informasional (non-fiksi)
A.2 Kemampuan numerasi Baik 71,11% Sebagian besar peserta didik telah Naik 2,22 68,89% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan (71,11% mencapai batas kompetensi minimum menengah (41- menengah atas Nasional 2024
dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, peserta untuk numerasi 60%) (21-40%)
dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah didik sudah
sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. mencapai
kompetensi
minimum)
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di Di atas 40,00% Peserta didik mampu bernalar untuk Turun 4,44% 44,44%
atas kompetensi minimum menyelesaikan masalah kompleks serta
non-rutin berdasarkan konsep
matematika yang dimilikinya.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Mencapai 31,11% Peserta didik mampu mengaplikasikan Naik 6,67% 24,44%
mencapai kompetensi minimum konsep matematik yang dimiliki dalam
konteks yang lebih beragam.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di Di bawah 26,67% Peserta didik memiliki kemampuan dasar Turun 2,22% 28,89%
bawah kompetensi minimum matematika: komputasi dasar dalam
bentuk persamaan langsung, konsep
dasar terkait geometri dan statistika, serta
menyelesaikan masalah matematika
sederhana yang rutin.
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Jauh di 2,22% Peserta didik hanya memiliki kemampuan Tidak berubah 2,22%
jauh di bawah kompetensi minimum bawah dasar matematika yang terbatas:
penguasaan konsep yang parsial dan
keterampilan komputasi yang terbatas.
[Link] Kemampuan numerasi 59,54 Tidak Tersedia Tidak Peringkat Peringkat Asesmen
or Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan (Satdik tidak Tersedia menengah (41- menengah atas Nasional 2024
dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, menjawab (Satdik 60%) (21-40%)
dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah pertanyaan untuk tidak
sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. indikator ini tahun menjawab
lalu) pertanyaan
untuk
indikator ini
A.2.1 Kompetensi pada domain Bilangan 55,27 Turun 3,48 58,75 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada 60%) 60%)
konten bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-
hari.
A.2.2 Kompetensi pada domain Aljabar 57 Naik 0,70 56,3 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada 60%) 60%)
konten aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-
A.2.3 Kompetensi pada domain Geometri 59,17 Naik 0,54 58,63 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah atas menengah atas Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada (21-40%) (21-40%)
konten geometri untuk menyelesaikan masalah sehari-
hari.
A.2.4 Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian 57,82 Turun 1,30 59,12 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah (41- menengah atas Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada 60%) (21-40%)
konten data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan
masalah sehari-hari.
A.2.5 Kompetensi mengetahui (L1) 56,65 Naik 3,51 53,14 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan memahami menengah (41- menengah atas Nasional 2024
fakta, proses, konsep, dan prosedur. 60%) (21-40%)
A.2.6 Kompetensi menerapkan (L2) 60,07 Naik 1,23 58,84 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menerapkan menengah atas menengah atas Nasional 2024
pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, (21-40%) (21-40%)
relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada
konten bilangan dengan konteks situasi nyata untuk
menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan.
A.2.7 Kompetensi menalar (L3) 57,48 Turun 0,06 57,54 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menengah (41- menengah atas Nasional 2024
menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, 60%) (21-40%)
dan memperluas pemahaman dalam situasi baru,
meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau
konteks yang lebih kompleks.
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
A.3 Karakter Baik 56,3 Peserta didik terbiasa menerapkan nilai- Naik 0,41 55,89 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai nilai karakter pelajar pancasila yang menengah atas menengah atas Nasional 2024
akhlak pada manusia, akhlak pada alam, akhlak berakhlak mulia, bergotong royong, (21-40%) (21-40%)
bernegara, gotong royong, kreativitias, nalar kritis, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta
kebinekaan global dan kemandirian pada survei berkebinekaan global dalam kehidupan
karakter. sehari hari.
A.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, 58,76 Naik 0,97 57,79 Peringkat Peringkat Asesmen
dan Berakhlak Mulia menengah atas menengah atas Nasional 2024
Komposit nilai karakter peserta didik yang berkaitan (21-40%) (21-40%)
akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan
akhlak bernegara di survei karakter.
A.3.2 Gotong Royong 57,74 Turun 2,26 60 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan menengah atas menengah atas Nasional 2024
kesediaan dan pengalaman berkontribusi dalam (21-40%) (21-40%)
kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi
lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
A.3.3 Kreativitas 53,4 Naik 0,89 52,51 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
senang berpikir berbeda, menerapkan ide baru dalam 60%) 60%)
memecahkan masalah, dan membuat karya-karya baru.
A.3.4 Nalar Kritis 54,45 Naik 1,11 53,34 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
penelusuran informasi, analisis dan evaluasi informasi, 60%) 60%)
serta refleksi etis dalam pengambilan keputusan.
A.3.5 Kebinekaan global 52,85 Turun 0,85 53,7 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan sikap menengah atas menengah atas Nasional 2024
terhadap kesetaraan agama, budaya, dan gender; nilai (21-40%) (21-40%)
minat terhadap budaya dari berbagai negara; dan
kepedulian pada isu-isu global.
A.3.6 Kemandirian 56,03 Naik 1,81 54,22 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai menengah atas menengah atas Nasional 2024
melakukan perencanaan secara reflektif, dan (21-40%) (21-40%)
pengelolaan emosi dan pengendalian diri.
C.3 Pengalaman Pelatihan PTK Baik 81,6 Propinsi/Kabupaten/Kota/Satuan Tidak Tersedia 54,85 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Platform
Proporsi guru dan kepala sekolah yang pernah Pendidikan sudah maju dalam (instrumen 20%) 20%) Merdeka
mengikuti pelatihan melalui Platform Merdeka Mengajar keikutsertaan guru dalam pelatihan penilaian tahun Mengajar,
(PMM) dan non-PMM pada pelatihan kurikulum dan/atau ini dan tahun lalu Sistem
bidang pengetahuan bidang studi, pedagogi, manajerial, berbeda) Informasi
atau pelatihan lain dikali bobot masing-masing pelatihan Manajemen
Pengembanga
n Keprofesian
C.3.1 Partisipasi dalam Platform Merdeka Mengajar Baik 70,4 Propinsi/Kabupaten/Kota/Satuan Tidak Tersedia 35,71 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Berkelanjutan
Platform
(proporsi) Pendidikan sudah maju dalam (instrumen 20%) 20%) Merdeka
Proporsi guru dan kepala sekolah yang memanfaatkan keikutsertaan guru dalam pelatihan penilaian tahun Mengajar
Platform Merdeka Mengajar pengetahuan bidang studi ini dan tahun lalu
berbeda)
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
C.3.2 Pelatihan lainnya (menggabungkan pelatihan bid. Baik 92,8 Propinsi/Kabupaten/Kota/Satuan Tidak Tersedia 74 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Sistem
Studi, pedagogi, manajerial, dll) Pendidikan sudah maju dalam (instrumen 20%) 20%) Informasi
Proporsi guru dan kepala sekolah yang mengikuti keikutsertaan guru dalam pelatihan penilaian tahun Manajemen
pelatihan lainnya (menggabungkan pelatihan bidang pengetahuan pedagogik ini dan tahun lalu Pengembanga
studi, pedagogi, manajerial, dll tidak melalui Platform berbeda) n Keprofesian
Merdeka Mengajar) Berkelanjutan
D.1 Kualitas pembelajaran Baik 65 Pembelajaran menunjukkan kualitas yang Naik 1,63 63,37 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata untuk kualitas pembelajaran meliputi optimal ditunjukkan dengan suasana 20%) 20%) Nasional 2024
manajemen kelas, dukungan psikologi, dan metode kelas yang kondusif, dukungan afektif dan
pembelajaran di survei lingkungan belajar. aktivasi kognitif dari guru yang konstruktif.
D.1.1 Manajemen kelas 68,53 Naik 4,33 64,2 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata untuk keteraturan suasana kelas dan disiplin 20%) 20%) Nasional 2024
positif di survei lingkungan belajar.
D.1.2 Dukungan psikologis 66,9 Naik 2,47 64,43 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata untuk dukungan afektif, perhatian dan 20%) 20%) Nasional 2024
kepedulian guru, dan umpan balik konstruktif di survei
lingkungan belajar.
D.1.3 Metode pembelajaran 62 Naik 0,54 61,46 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata untuk instruksi yang adaptif, panduan guru, menengah atas menengah atas Nasional 2024
aktivitas interaktif, pembelajaran literasi, pembelajaran (21-40%) (21-40%)
numerasi, skor iklim pembelajaran terbuka di survei
lingkungan belajar
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru Baik 68,77 Guru aktif meningkatkan kualitas Naik 3,49 65,28 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait tingkat aktivitas refleksi dan perbaikan pembelajaran setelah melakukan refleksi 20%) 20%) Nasional 2024
pembelajaran oleh guru berdasarkan survei lingkungan pembelajaran yang telah lewat,
belajar. mengeksplorasi referensi pengajaran
baru, dan berinovasi menghadirkan
pembelajaran yang memantik keterlibatan
D.2.1 Belajar tentang pembelajaran 59,86 Turun 4,42 64,28 Peringkat atas (1- Peringkat Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan dan 20%) menengah atas Nasional 2024
pendidik terkait aktivitas belajar yang bertujuan (21-40%)
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar.
D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar 75,49 Naik 7,63 67,86 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait tingkat refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh
guru atas praktik mengajar.
D.2.3 Penerapan praktik inovatif 65,2 Naik 2,30 62,9 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait praktik pengajaran guru yang inovatif untuk
meningkatkan kualitas pengajaran.
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
D.3 Kepemimpinan instruksional Baik 67,55 Kepemimpinan instruksional yang visioner Naik 3,28 64,27 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait tingkat kepemimpinan instruksional dengan mengacu pada visi-misi satuan 20%) 20%) Nasional 2024
satuan pendidikan yang mendukung perbaikan kualitas pendidikan secara konsisten termasuk
pembelajaran berdasarkan survei lingkungan belajar. mengkomunikasikan visi-misi kepada
warga satuan pendidikan sehingga
perencanaan, praktik dan asesmen
pembelajaran berorientasi peningkatan
hasil belajar peserta didik melalui
dukungan program, sistem insentif atau
sumber daya yang memadai yang
berdampak pada membudayanya guru
melakukan refleksi dan perbaikan
D.3.1 Visi-misi satuan pendidikan 71,93 pembelajaran. Naik 18,80 53,13 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait penyampaian dan penerapan visi-misi satuan
pendidikan yang berpusat pada perbaikan
D.3.2 Pengelolaan kurikulum satuan pendidikan 64,61 Turun 6,81 71,42 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait pengelolaan pengembangan kurikulum satuan
pendidikan dengan berorientasi pada peningkatan hasil
belajar peserta didik.
D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru 66,11 Turun 2,14 68,25 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait program, sistem insentif, dan sumber daya yang
mendukung refleksi guru dan perbaikan pembelajaran.
D.4 Iklim keamanan satuan pendidikan Baik 74 Satuan pendidikan memiliki lingkungan Naik 0,96 73,04 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai komposit nilai indeks rasa aman, perundungan, satuan pendidikan yang aman, terlihat menengah atas menengah atas Nasional 2024
hukuman fisik, kekerasan seksual, rokok, minuman dari kesejahteraan psikologis yang baik (21-40%) (21-40%)
keras, dan narkoba berdasarkan survei lingkungan dan rendahnya kasus perundungan,
belajar. hukuman fisik, kekerasan seksual, dan
penyalahgunaan narkoba. Satuan
pendidikan dapat mempertahankan
kualitas warga satuan pendidikan dalam
mencegah dan menangani kasus untuk
menciptakan iklim keamanan di
D.4.1 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik 69,18 lingkungan satuan pendidikan. Naik 3,05 66,13 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait peserta didik terhadap kesejahteraan menengah atas menengah atas Nasional 2024
psikologis dan perasaan aman yang dirasakan di satuan (21-40%) (21-40%)
pendidikan.
D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) guru 79 Turun 1,60 80,6 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait kesejahteraan psikologis guru yang 20%) 20%) Nasional 2024
melingkupi perasaan terhubung dan perasaan senang
mengajar di satuan pendidikan.
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
D.4.3 Pemahaman dan sikap terhadap perundungan 70 Naik 4,72 65,28 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait pemahaman dan sikap guru terhadap 20%) 20%) Nasional 2024
segala bentuk penindasan atau kekerasan yang
dilakukan secara sengaja oleh satu/sekelompok orang
yang lebih "kuat" di satuan pendidikan.
D.4.4 Pengalaman perundungan peserta didik 82,61% Naik 14,47 68,14% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik yang aman terhadap menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
perundungan/bullying dari guru atau sesama peserta 60%) 60%)
didik di satuan pendidikan.
D.4.5 Pemahaman dan sikap terhadap hukuman fisik 62 Turun 15,06 77,06 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik, 20%) 20%) Nasional 2024
dan peserta didik terkait pengetahuan dan sikap guru
untuk menghindari hukuman fisik di satuan pendidikan.
D.4.6 Pengalaman hukuman fisik peserta didik 77,27% Turun 13,50 90,77% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik yang aman terhadap kejadian menengah menengah Nasional 2024
hukuman fisik yang diterima oleh peserta didik di satuan bawah (61-80%) bawah (61-80%)
pendidikan.
D.4.7 Pemahaman dan sikap guru tentang kekerasan 65 Turun 4,52 69,52 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
seksual 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait pengetahuan dan keyakinan guru
untuk mengatasi kekerasan seksual di satuan
D.4.8 Pengalaman kekerasan seksual peserta didik 90,48% Naik 9,87 80,61% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik yang aman terhadap kejadian menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
kekerasan seksual yang dialami oleh diri sendiri ataupun 60%) 60%)
orang lain di lingkungan satuan pendidikan.
D.4.9 Pemahaman dan sikap guru tentang rokok, minuman 71 Naik 3,54 67,46 Peringkat atas (1- Peringkat Asesmen
keras, dan narkoba 20%) menengah atas Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan dan (21-40%)
pendidik terkait pengetahuan dan sikap terhadap
pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan
narkoba, rokok, dan minuman keras di lingkungan
satuan pendidikan.
D.4.10 Pengalaman peserta didik terkait rokok, minuman 82,61% Naik 25,66 56,95% Peringkat Peringkat Asesmen
keras, dan narkoba menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
Persentase peserta didik yang aman terhadap rokok, 60%) 60%)
minuman keras, dan narkoba di satuan pendidikan,
misalnya dibujuk untuk mencoba, menggunakan,
membeli atau mengedarkan.
D.6 Iklim Kesetaraan Gender Baik 79 Satuan pendidikan secara aktif Naik 11,38 67,62 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata iklim kesetaran gender yang mengukur mensosialisasikan dan menyuarakan 20%) 20%) Nasional 2024
dukungan atas kesetaraan gender guru dan pimpinan dukungan akan pentingnya mewujudkan
satuan pendidikan berdasarkan survei lingkungan kesetaraan hak-hak sipil antar kelompok
belajar. gender dengan dasar prinsip keadilan.
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
D.6.1 Pemahaman dan sikap warga satuan pendidikan 68 Naik 7,51 60,49 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
terhadap kesetaraan gender 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait pemahaman dan dukungan terhadap
kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, misalnya
dalam hal kemampuan, kesempatan, pemenuhan hak,
dan kewajiban.
D.6.2 Perilaku warga satuan pendidikan terhadap 84 Naik 0,76 83,24 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
kesetaraan gender 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait tindakan yang mendukung kesetaraan
kemampuan, pemenuhan hak dan kewajiban antara laki-
laki dan perempuan.
D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 Satuan pendidikan sudah mampu Turun 1,45 75,45 Peringkat atas (1- Peringkat Asesmen
Nilai rerata iklim kebhinekaan di satuan pendidikan menghadirkan suasana proses 20%) menengah atas Nasional 2024
berdasarkan survei lingkungan belajar pembelajaran yang menjunjung tinggi (21-40%)
toleransi agama/kepercayaan dan
budaya; mendapatkan pengalaman
belajar yang berkualitas; mendukung
kesetaraan agama/kepercayaan, dan
budaya; serta memperkuat nasionalisme.
D.8.1 Toleransi agama dan budaya 68 Turun 2,85 70,85 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait toleransi agama dan budaya di satuan 20%) 20%) Nasional 2024
pendidikan.
D.8.2 Komitmen kebangsaan 92 Turun 1,10 93,1 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan dan 20%) 20%) Nasional 2024
pendidik terkait komitmen kebangsaan pimpinan satuan
pendidikan dan guru.
D.8.3 Toleransi dan kesetaraan peserta didik 62,75 Naik 0,36 62,39 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait sikap menerima dan menghargai menengah atas menengah atas Nasional 2024
keragaman agama dan budaya di satuan pendidikan. (21-40%) (21-40%)
D.10 Iklim Inklusivitas Baik 59 Satuan pendidikan sudah mampu Naik 1,63 57,37 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait layanan disabilitas, CBI, sikap menghadirkan suasana proses menengah atas menengah atas Nasional 2024
terhadap disabilitas, dan fasilitas satuan pendidikan pembelajaran yang menyediakan layanan (21-40%) (21-40%)
disabilitas di satuan pendidikan berdasarkan survei yang ramah bagi peserta didik dengan
lingkungan belajar. disabilitas dan cerdas berbakat istimewa.
D.10.1 Layanan disabilitas 69 Turun 3,19 72,19 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait layanan satuan pendidikan yang 20%) 20%) Nasional 2024
melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik
dengan disabilitas.
D.10.2 Layanan satuan pendidikan untuk peserta didik 58 Naik 6,54 51,46 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
cerdas dan bakat istimewa 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait layanan satuan pendidikan yang
melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik
cerdas dan berbakat istimewa.
D.10.3 Sikap terhadap disabilitas 59,52 Naik 2,65 56,87 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait sikap guru terhadap disabilitas menengah (41- menengah atas Nasional 2024
berdasarkan aspek afektif, kognitif, dan perilaku. 60%) (21-40%)
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
E.1 Partisipasi warga satuan pendidikan Baik 77,78 Satuan pendidikan telah melibatkan orang Turun 2,26 80,04 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait partisipasi orang tua dan partisipasi tua dan peserta didik baik dalam kegiatan 20%) 20%) Nasional 2024
peserta didik dalam pengelolaan satuan pendidikan akademik maupun non-akademik secara
berdasarkan survei lingkungan belajar. keseluruhan di satuan pendidikan.
E.1.1 Partisipasi orang tua 69,42 Turun 5,94 75,36 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik, menengah atas menengah atas Nasional 2024
dan peserta didik terkait tingkat keterlibatan orang tua (21-40%) (21-40%)
dalam proses perencanaan, pengembangan, dan
pelaksanaan aktivitas di satuan pendidikan.
E.1.2 Partisipasi peserta didik 86,14 Naik 1,43 84,71 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik, 20%) 20%) Nasional 2024
dan peserta didik terkait tingkat keterlibatan peserta
didik dalam proses perencanaan, pengembangan, dan
pelaksanaan aktivitas di satuan pendidikan.
E.2 Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk Kurang 13,26 Satuan pendidikan memiliki proporsi Turun 3,44 16,7 Peringkat Peringkat bawah Sumber Daya
peningkatan mutu pemanfaatan sumber daya sekolah untuk menengah (81-100%) Sekolah
Persentase dari pembelanjaan sekolah untuk peningkatan mutu yang rendah bawah (61-80%) (SIPLah dan
peningkatan mutu pendidikan dan kualitas guru dan ARKAS)
tenaga kependidikan dibagi total belanja sekolah dalam
satu tahun anggaran BOS
E.2.1 Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan Kurang 2,91 Satuan pendidikan memiliki proporsi Naik 2,91 0 Peringkat Peringkat Sumber Daya
tenaga kependidikan pembelanjaan peningkatan mutu guru dan menengah atas menengah atas Sekolah
Persentase dari pembelanjaan sekolah untuk tenaga kependidikan yang rendah (21-40%) (21-40%) (SIPLah dan
peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan ARKAS)
dibagi total belanja sekolah dalam satu tahun anggaran
E.2.2 Proporsi pembelanjaan non personil mutu Kurang 10,35 Satuan pendidikan memiliki proporsi Turun 6,35 16,7 Peringkat Peringkat bawah Sumber Daya
pembelajaran pembelanjaan non-personil mutu menengah (81-100%) Sekolah
Persentase dari pembelanjaan sekolah untuk pembelajaran yang rendah bawah (61-80%) (SIPLah dan
peningkatan mutu pendidikan dibagi total belanja ARKAS)
sekolah dalam satu tahun anggaran BOS
E.3 Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran Baik 70,03 Satuan pendidikan memiliki proporsi Naik 3,39 66,64 Peringkat atas (1- Peringkat Sumber Daya
Rata-rata dari proporsi pembelanjaan sekolah melalui pembelanjaan dana BOS secara daring 20%) menengah atas Sekolah
platform SIPLah dan indeks ketepatan waktu dan yang tinggi (21-40%) (SIPLah dan
kelengkapan pelaporan dana BOS pada setiap tahapan ARKAS)
melalui platform SDS
E.3.1 Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring Baik 40,07 Satuan pendidikan memiliki proporsi Naik 6,78 33,29 Peringkat atas (1- Peringkat Sumber Daya
Persentase dari pembelanjaan sekolah melalui platform pembelanjaan dana BOS secara daring 20%) menengah atas Sekolah
SIPLah dibagi total belanja sekolah dalam satu tahun yang tinggi (21-40%) (SIPLah dan
anggaran BOS ARKAS)
E.3.2 Indeks penggunaan platform SDS sumberdaya Baik 100 Jumlah satuan pendidikan yang membuat Tidak berubah 100 Peringkat Peringkat Sumber Daya
sekolah - ketepatan waktu dan kelengkapan laporan tepat waktu di platform SDS menengah (41- menengah (41- Sekolah
pelaporan tinggi 60%) 60%) (SIPLah dan
Persentase dari ketepatan waktu dan kelengkapan ARKAS)
pelaporan dana BOS pada setiap tahapan melalui
platform SDS
No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
E.5 Program dan kebijakan satuan pendidikan Baik 75 Satuan pendidikan sudah memiliki Turun 9,94 84,94 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait seluruh program dan kebijakan satuan program dan kebijakan yang 20%) 20%) Nasional 2024
pendidikan untuk mencegah dan menanggulangi dilaksanakan secara konsisten tentang
perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, pencegahan dan penanganan
penyalahgunaan narkoba, kesetaraan gender, dan perundungan; hukuman fisik; kekerasan
intoleransi berdasarkan survei lingkungan belajar. seksual; penyalahgunaan rokok, minuman
keras, dan narkoba; kesetaraan gender;
E.5.1 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 76,81 Turun 4,09 80,9 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
perundungan 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani
perundungan di satuan pendidikan.
E.5.2 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 74,84 Turun 6,68 81,52 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
hukuman fisik 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani hukuman
fisik di satuan pendidikan.
E.5.3 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 75,75 Turun 15,44 91,19 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
kekerasan seksual 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait Program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani kasus
kekerasan seksual di satuan pendidikan.
E.5.4 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 74,16 Turun 16,31 90,47 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
rokok, minuman keras, dan narkoba 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani aktivitas
atau kasus rokok, minuman keras, dan narkoba di
satuan pendidikan.
E.5.5 Program dan Kebijakan mengenai kesetaraan gender 75 Turun 1,91 76,91 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait program dan kebijakan satuan 20%) 20%) Nasional 2024
pendidikan yang mendukung kesetaraan antara laki-laki
dan perempuan, misalnya dalam hal kemampuan,
kesempatan, pemenuhan hak, dan kewajiban.
E.5.6 Program dan kebijakan mengenai penanggulangan 77,66 Turun 11,00 88,66 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
dan pencegahan intoleransi di satuan pendidikan 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan yang bertujuan mencegah dan menangani
kasus-kasus intoleransi di satuan pendidikan.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
Level 1 Level 2
Platform
Indikator utama Subindikator akar
Merdeka
masalah
1 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.2 Kemampuan A.2.1 Kompetensi Kemampuan untuk memahami 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan Mengajar.
[Link] Kegiatan BOS Reguler
numerasi (71,11% numerasi pada domain bilangan berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
peserta Bilangan kemampuan numerasi siswa secara mempelajari tentang domain bilangan kel/22 - Peningkatan kompetensi guru
didik sudah keseluruhan sebagai bagian dari kemampuan numerasi untuk memperkuat numerasi
mencapai melalui pelatihan, diskusi pada komunitas - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar, belajar mandiri memanfaatkan dan numerasi
minimum) berbagai sumber belajar, dan kegiatan lain - Peningkatan kompetensi guru
yang menunjang peningkatan kompetensi. untuk pembelajaran berorientasi
pada peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
domain bilangan melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
memperbaiki proses pembelajaran numerasi
peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
2 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.2 Kemampuan A.2.2 Kompetensi Kemampuan untuk memahami 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% numerasi pada domain Aljabar aljabar berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta kemampuan numerasi siswa secara mempelajari tentang domain aljabar sebagai kel/22 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah keseluruhan bagian dari kemampuan numerasi melalui untuk memperkuat numerasi
mencapai pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang peningkatan kompetensi. untuk pembelajaran berorientasi
pada peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
domain bilangan melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran numerasi peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
4 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.1 Kemampuan A.1.2 Kompetensi Aktivitas belajar guru dan kepala 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% literasi membaca teks sastra sekolah yang bertujuan meningkatkan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta kompetensi siswa memahami, mempelajari tentang teks sastra sebagai kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah menggunakan, merefleksi, dan bagian dari kemampuan numerasi melalui untuk memperkuat literasi
mencapai mengevaluasi teks fiksi untuk mampu pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi berpikir menggunakan konsep, belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) prosedur, fakta, dan alat sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Kegiatan pemberdayaan
matematikan dalam menyelesaikan menunjang peningkatan kompetensi. perpustakaan terutama untuk
masalah sehari-hari pada berbagai pengembangan minat baca
jenis konteks yang relevan sehingga 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan peserta didik
berdampak kepada kemampuan pendidik merencanakan pembelajaran dan
numerasi siswa mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks sastra melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran numerasi peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
6 A.2 Kemampuan Baik 71,11% D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Pembelajaran yang mendukung 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% pembelajaran psikologis kenyamanan dan keamanan siswa di pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta aspek psikologis berdampak pada memberikan dukungan afektif sebagai kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
didik sudah pembelajaran siswa di kelas, salah bagian dari peningkatan kemampuan pendidikan (konsultan & psikolog)
mencapai satunya pada bagaimana siswa numerasi peserta didik melalui pelatihan dan - Penyelenggaraan program
kompetensi belajar numerasi. refleksi untuk menciptakan interaksi yang konseling untuk keberlanjutan
minimum) konstruktif. pendidikan
- Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami karakteristik dan
pendidik merancang strategi pembelajaran cara belajar peserta didik
yang mengintegrasikan perhatian,
kepedulian, dan umpan balik pada kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan
numerasi peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
8 A.2 Kemampuan Baik 71,11% D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta proses pembelajaran akan memberikan dukungan untuk melakukan kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
didik sudah mendukung pembelajaran siswa di refleksi terhadap proses pembelajaran pelibatan orang tua/wali/keluarga
mencapai kelas yang berdampak kepada numerasi peserta didik melalui pelatihan, di pembelajaran
kompetensi kemampuan numerasi siswa diskusi pada komunitas belajar, belajar - Peningkatan kompetensi guru
minimum) mandiri memanfaatkan berbagai sumber untuk memperkuat numerasi
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi untuk keterlibatan orang tua/wali
dan masyarakat dalam
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan pembelajaran
pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pemberian dukungan
untuk melakukan refleksi terhadap proses
pembelajaran numerasi peserta didik pada
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
9 A.3 Karakter Baik 56,3 A.3 Karakter A.3.5 Kebinekaan Ketertarikan siswa terhadap budaya 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
global yang berbeda, kepedulian terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
isu-isu global, serta dukungan mempelajari tentang pendidikan karakter kel/37 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
terhadap kesetaraan gender, agama, yang berkaitan dengan menumbuhkan pelibatan orang tua/wali/keluarga
dan budaya mendukung kemampuan ketertarikan peserta didik dan kepedulian di pembelajaran
siswa dalam aspek karakter. terhadap isu-isu global, kesetaraan gender, - Peningkatan kompetensi guru
perbedaan agama dan budaya melalui untuk keterlibatan orang tua/wali
pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, dan masyarakat dalam
belajar mandiri memanfaatkan berbagai pembelajaran
sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang peningkatan kompetensi. untuk pemahaman Profil Pelajar
Pancasila: Kebinekaan Global
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pembelajaran yang
mengintegrasikan isu-isu global, kesetaraan
gender, perbedaan agama dan budaya
melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk mendukung
pengembangan pendidikan karakter
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
10 A.3 Karakter Baik 56,3 A.3 Karakter A.3.3 Kreativitas Kesenangan dan pengalaman 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
menghasilkan hal yang baru oleh pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
siswa mendukung kemampuan siswa mempelajari tentang pendidikan karakter kel/52 - Pengembangan pembelajaran
Mengajar.
dalam aspek karakter. yang berkaitan dengan menumbuhkan berbasis projek (termasuk P5)
kesenangan dan pengalaman menghasilkan - Peningkatan kompetensi guru
hal yang baru pada diri peserta didik melalui untuk pemahaman Profil Pelajar
pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, Pancasila: Kreativitas
belajar mandiri memanfaatkan berbagai - Pengembangan pendidikan
sumber belajar, dan kegiatan lain yang karakter/penumbuhan budi pekerti
menunjang peningkatan kompetensi.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
11 A.3 Karakter Baik 56,3 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
dan karakteristik siswa oleh Guru memberikan instruksi dan panduan kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
Mengajar.
dapat mendukung kemampuan siswa pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan pembelajaran
dalam aspek karakter. refleksi untuk mengembangkan karakter - Peningkatan kompetensi guru
peserta didik yang bersifat holistik mencakup untuk keterlibatan orangtua/wali
komponen pengetahuan, afektif, dan masyarakat dalam
keterampilan, dan perwujudan dalam pembelajaran
perilaku. - Peningkatan kompetensi guru
untuk memahami karakteristik dan
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan cara belajar peserta didik
pendidik merancang dan
mengimplementasikan metode pembelajaran
yang interaktif melalui aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan
karakter peserta didik yang bersifat holistik
mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam
perilaku.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
12 A.3 Karakter Baik 56,3 D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Praktik pembelajaran yang memenuhi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran psikologis kebutuhan psikologis siswa untuk pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
menumbuhkan kepercayaan diri dan memberikan dukungan afektif melalui kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
perasaan diterima tanpa dibeda- pelatihan dan refleksi, untuk menciptakan pendidikan (konsultan & psikolog)
bedakan mendukung kemampuan interaksi yang konstruktif dan - Penyelenggaraan program
siswa dalam aspek karakter. mengembangkan karakter peserta didik yang konseling untuk keberlanjutan
bersifat holistik mencakup komponen pendidikan
pengetahuan, afektif, keterampilan, dan - Peningkatan kompetensi guru
perwujudan dalam perilaku. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merancang dan
mengimplementasikan strategi pembelajaran
yang mengintegrasikan perhatian,
kepedulian, dan umpan balik pada kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan
karakter peserta didik yang bersifat holistik
mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam
perilaku.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
14 A.3 Karakter Baik 56,3 D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
instruksional refleksi guru oleh kepala sekolah untuk melakukan pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
refleksi terhadap proses bertujuan untuk memahami pemberian kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
pembelajaran dapat mendukung dukungan kepada pendidik untuk melakukan pelibatan orang tua/wali/keluarga
kemampuan siswa dalam aspek refleksi terhadap proses pembelajaran dalam di pembelajaran
karakter. rangka mendukung pendidikan karakter - Peningkatan kompetensi guru
melalui pelatihan, diskusi pada komunitas untuk memperkuat numerasi
belajar, belajar mandiri dengan - Peningkatan kompetensi guru
memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan untuk keterlibatan orang tua/wali
kegiatan lain yang menunjang peningkatan dan masyarakat dalam
kompetensi. pembelajaran
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
15 A.3 Karakter Baik 56,3 D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar tentang Aktivitas belajar kepala sekolah dan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
perbaikan pembelajaran guru yang bertujuan meningkatkan pendidik mempelajari tentang pengetahuan [Link]/arti
Merdeka
pembelajaran oleh pengetahuan dan keterampilan dan keterampilan mengajar sebagai bagian kel/85 - Pelaksanaan kegiatan komunitas
Mengajar.
guru mengajar dapat mendukung dari mendukung penguatan karakter peserta belajar di satuan pendidikan
kemampuan siswa dalam aspek didik melalui pelaksanaan supervisi - Peningkatan kompetensi guru
karakter. pembelajaran pada semua mata pelajaran untuk memahami karakteristik dan
atau pendidik di satuan pendidikan, diskusi cara belajar peserta didik
di komunitas belajar, dan kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang penguatan karakter peserta untuk memahami konten
didik. pembelajaran dan cara
mengajarkannya
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan serta
keterampilan mengajar pada beragam
aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk mendukung penguatan
karakter melalui peningkatan kompetensi
pendidik serta memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
17 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.5 Pemahaman Pengalaman hukuman fisik oleh 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan satuan pendidikan dan sikap terhadap siswa dan serta pemahaman dan pendidik meningkatkan kompetensi dan [Link]/arti
Merdeka
hukuman fisik sikap guru tentang hukuman fisik pengetahuan tentang berbagai bentuk kel/124 - Penerapan program pencegahan
Mengajar.
merupakan salah satu faktor yang hukumen fisik melalui pelatihan, diskusi perundungan
memengaruhi iklim keamanan di pada komunitas belajar, belajar mandiri - Peningkatan kompetensi guru
sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk memahami tentang
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang perundungan, kekerasan, dan
peningkatan kompetensi untuk menciptakan kekerasan seksual
satuan pendidikan yang aman. - Peningkatan kompetensi guru
untuk memahami tentang disiplin
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan positif (dan menghindari hukuman
pendidik merancang pembelajaran bebas fisik)
hukuman fisik dan mengedepankan disiplin
positif dalam aktivitas intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
19 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.10 Iklim Inklusivitas D.10.2 Layanan Pemberian layanan yang sesuai 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan satuan pendidikan untuk anak cerdas dan berbakat pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
untuk peserta didik istimewa di sekolah mendorong bertujuan untuk memahami bentuk kel/152 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
cerdas dan bakat menciptakan iklim sekolah yang pemberian layanan yang dibutuhkan oleh untuk pengelolaan lingkungan
istimewa aman untuk semua peserta didik cerdas dan berbakat istimewa pembelajaran yang aman dan
dalam rangka memperbaiki iklim keamanan nyaman
satuan pendidikan melalui pelatihan, diskusi - Peningkatan kompetensi guru
pada komunitas belajar, belajar mandiri untuk memahami karakteristik dan
dengan memanfaatkan berbagai sumber cara belajar peserta didik
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi. untuk memahami konten
pembelajaran dan cara
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan mengajarkannya
pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang bentuk pemberian layanan yang
dibutuhkan oleh peserta didik cerdas dan
berbakat istimewa di satuan pendidikan dan
mengimplementasikannya dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan iklim
keamanan satuan pendidikan
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
20 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.10 Iklim Inklusivitas D.10.3 Sikap terhadap Penerimaan dan penghargaan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan disabilitas terhadap siswa dengan disabilitas pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
mendorong menciptakan iklim bertujuan untuk memahami bentuk kel/156 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
sekolah yang aman untuk semua penerimaan, dukungan, dan penghargaan untuk pengelolaan lingkungan
terhadap peserta didik disabilitas dalam pembelajaran yang aman dan
rangka memperbaiki iklim keamanan satuan nyaman
pendidikan melalui pelatihan, diskusi pada - Peningkatan kompetensi guru
komunitas belajar, belajar mandiri dengan untuk memahami sikap inklusif,
memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan toleran, dan kesertaan gender
kegiatan lain yang menunjang peningkatan (termasuk pendidikan
kompetensi. inklusif/disabilitas)
- Pengembangan sekolah sehat,
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan sekolah aman, sekolah ramah
pendidik mengintegrasikan pengetahuan anak, sekolah inklusi, sekolah
tentang bentuk penerimaan, dukungan, dan adiwiyata, dan sejenisnya
penghargaan terhadap peserta didik
disabilitas di satuan pendidikan dan
mengimplementasikannya dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan iklim
keamanan satuan pendidikan
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
22 D.4 Iklim keamanan Baik 74 E.5 Program dan E.5.2 Program dan Aktivitas peningkatan kompetensi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan kebijakan satuan kebijakan satuan guru dan kepala sekolah yang pendidik mempelajari tentang program dan [Link]/arti
Merdeka
pendidikan pendidikan tentang bertujuan mendukung terlaksananya kebijakan mengenai pencegahan dan kel/124 - Pelaksanaan kegiatan orientasi
Mengajar.
hukuman fisik program dan kebijakan sekolah penanganan hukuman fisik di satuan siswa baru yang bersifat akademik
terkait hukuman fisik untuk pendidikan yang mendukung iklim dan pengenalan lingkungan tanpa
mencegah penggunaan hukuman keamanan. kekerasan
yang mengakibatkan rasa sakit - Peningkatan kompetensi guru
secara fisik bagi siswa yang 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami tentang disiplin
melakukan pelanggaran yang pendidik mengintegrasikan pengetahuan positif (dan menghindari hukuman
berdampak pada iklim keamanan tentang program dan kebijakan mengenai fisik)
sekolah. pencegahan dan penanganan hukuman fisik
di satuan pendidikan pada beragam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk memperbaiki proses
pembelajaran peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
24 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.1 Toleransi Sikap dan perilaku yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan agama dan budaya menunjukkan penerimaan dan seluruh warga sekolah meningkatkan [Link]/arti
Merdeka
penghargaan terhadap keragaman kompetensi terkait toleransi antar agama kel/140 - Pengembangan pembelajaran
Mengajar.
agama dan budaya di sekolah dan budaya melalui pelatihan dan refleksi berbasis proyek (termasuk P5)
berpengaruh terhadap tingkat untuk mendukung terciptanya iklim - Pengembangan kegiatan
keamanan sekolah, bagaimana agar keamanan satuan pendidikan. pelibatan orang tua/wali/keluarga
warga sekolah tetap mendapatkan di pembelajaran
rasa aman di sekolah walaupun 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
memiliki latar agama dan budaya pendidik merancang dan melaksanakan untuk memahami
yang berbeda program intrakurikuler dan/atau kokurikuler, toleransi/kesetaraan/moderasi
dan/atau ekstrakurikuler yang memilki nilai- beragama dan budaya
nilai toleransi antar agama dan budaya
untuk meningkatkan iklim keamanan satuan
pendidikan.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
26 A.1 Kemampuan Baik 88,89% A.1 Kemampuan A.1.2 Kompetensi Kemampuan untuk memahami teks 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% literasi membaca teks sastra sastra berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta kemampuan literasi siswa secara mempelajari tentang teks sastra sebagai kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah keseluruhan bagian dari kemampuan literasi melalui untuk memperkuat literasi
mencapai pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Kegiatan pemberdayaan
menunjang peningkatan kompetensi. perpustakaan terutama untuk
pengembangan minat baca
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan peserta didik
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks sastra melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
28 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Pembelajaran yang mendukung 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% pembelajaran psikologis kenyamanan dan keamanan siswa di pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta aspek psikologis berdampak pada memberikan dukungan psikologis untuk kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
didik sudah pembelajaran siswa di kelas, salah menciptakan interaksi yang konstruktif pendidikan (konsultan & psikolog)
mencapai satunya pada bagaimana siswa dalam rangka mendukung kemampuan - Penyelenggaraan program
kompetensi belajar literasi. literasi peserta didik melalui pelatihan, konseling untuk keberlanjutan
minimum) diskusi pada komunitas belajar, belajar pendidikan
mandiri memanfaatkan berbagai sumber - Peningkatan kompetensi guru
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang untuk memahami karakteristik dan
peningkatan kompetensi. cara belajar peserta didik
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
30 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta proses pembelajaran akan memberikan dukungan untuk melakukan kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
didik sudah mendukung pembelajaran siswa di refleksi terhadap proses pembelajaran pelibatan orang tua/wali/keluarga
mencapai kelas yang berdampak kepada literasi peserta didik melalui pelatihan, di pembelajaran
kompetensi kemampuan literasi siswa diskusi pada komunitas belajar, belajar - Peningkatan kompetensi guru
minimum) mandiri memanfaatkan berbagai sumber untuk memperkuat numerasi
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi untuk keterlibatan orang tua/wali
dan masyarakat dalam
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan pembelajaran
pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pemberian dukungan
untuk melakukan refleksi terhadap proses
pembelajaran literasi peserta didik pada
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
32 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.2 Refleksi dan D.2.3 Penerapan Inovasi pembelajaran berdasarkan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% perbaikan praktik inovatif refleksi yang dilakukan guru dan pendidik meningkatkan kompetensi [Link]/arti
Merdeka
peserta pembelajaran oleh kepala sekolah akan mendukung mengenai penerapan praktik inovatif sebagai kel/97 - Kegiatan komunitas belajar antar
Mengajar.
didik sudah guru pembelajaran siswa di kelas yang bagian dari refleksi dan perbaikan sekolah (termasuk KKG, MGMP,
mencapai berdampak kepada kemampuan pembelajaran melalui pelatihan mandiri yang MGMPS, MGMPK, KKKS, atau
kompetensi literasi siswa terkait dengan perencanaan pembelajaran, MKKS)
minimum) serta kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
pendidik mengintegrasikan program dan untuk memahami konten
kebijakan mengenai penerapan praktik pembelajaran dan cara
inovatif pada beragam aktivitas mengajarkannya
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan
kemampuan literasi peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
34 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.1 Toleransi Kondisi sekolah yang menunjukkan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
agama dan budaya adanya sikap dan perilaku kepala pendidik mempelajari konsep dan praktik [Link]/arti
Merdeka
sekolah dan guru dalam menerapkan terkait toleransi agama dan budaya sebagai kel/140 - Pengembangan pembelajaran
Mengajar.
toleransi agama dan budaya serta bagian dari salah satu upaya peningkatan berbasis proyek (termasuk P5)
komitmen kebangsaan memengaruhi iklim kebinekaan. - Pengembangan kegiatan
keseluruhan iklim kebinekaan di pelibatan orang tua/wali/keluarga
sekolah 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan di pembelajaran
pendidik mengimplementasikan - Peningkatan kompetensi guru
pengetahuan tentang toleransi agama dan untuk memahami
budaya pada beragam aktivitas toleransi/kesetaraan/moderasi
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau beragama dan budaya
ekstrakurikuler di satuan pendidikan untuk
memperbaiki proses pembelajaran peserta
didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
36 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.7 Pemahaman Pengalaman dan pengetahuan siswa 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan dan sikap guru tentang kekerasan seksual dan serta pendidik mengadakan pelatihan intensif bagi [Link]/arti
Merdeka
tentang kekerasan pemahaman dan sikap guru tentang GTK dalam memahami definisi, bentuk kel/128 - Pengembangan program
Mengajar.
seksual kekerasan seksual merupakan salah perilaku, dampak, serta strategi pencegahan pencegahan dan penanganan
satu faktor yang memengaruhi iklim dan penanganan kekerasan seksual dengan kekerasan dan kekerasan seksual
kebinekaan di sekolah pendekatan ramah anak, untuk membangun di satuan pendidikan (termasuk
iklim kebinekaan di satuan pendidikan. program Roots)
- Penerapan program pencegahan
2. Inspirasi 2: Pendidik perundungan
mengimplementasikan pengetahuan - Peningkatan kompetensi guru
mengenai identifikasi, pencegahan, dan untuk memahami tentang
penanganan kekerasan seksual di perundungan, kekerasan, dan
lingkungan satuan pendidikan dengan kekerasan seksual
mengembangkan alat bantu dalam
memonitoring dan evaluasi pembelajaran
yang berorientasi pada kesadaran terhadap
kekerasan seksual.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
38 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 E.5 Program dan E.5.2 Program dan Aktivitas peningkatan kompetensi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan, [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
kebijakan satuan kebijakan satuan guru dan kepala sekolah yang pendidik, dan peserta didik meningkatkan [Link]/arti
Merdeka
pendidikan pendidikan tentang bertujuan mendukung ketersediaan kompetensi dalam pencegahan hukuman kel/124 - Pelaksanaan kegiatan orientasi
Mengajar.
hukuman fisik dan penerapan program serta fisik melalui pelatihan dan refleksi untuk siswa baru yang bersifat akademik
kebijakan yang mencegah mendukung peningkatan iklim kebinekaan. dan pengenalan lingkungan tanpa
penggunaan hukuman yang kekerasan
mengakibatkan rasa sakit secara fisik 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan, - Peningkatan kompetensi guru
siswa pelaku pelanggaran yang pendidik, dan peserta didik merancang dan untuk memahami tentang disiplin
berdampak pada iklim kebinekaan. melaksanakan program intrakurikuler positif (dan menghindari hukuman
dan/atau kokurikuler, dan/atau fisik)
ekstrakurikuler yang memiliki nilai-nilai
praktik positif lingkungan satuan pendidikan
tanpa hukuman fisik untuk menciptakan
iklim kebinekaan.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
40 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik mempelajari tentang dukungan [Link]/arti
Merdeka
proses pembelajaran yang diberikan untuk refleksi pendidik yang dapat kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
oleh kepala sekolah merupakan mendukung iklim kebinekaan pelibatan orang tua/wali/keluarga
bagian dari upaya kepala sekolah di pembelajaran
untuk meningkatkan iklim 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan - Peningkatan kompetensi guru
kebinekaan. mengimplementasikan pengetahuan tentang untuk memperkuat numerasi
pemberian dukungan untuk refleksi pendidik - Peningkatan kompetensi guru
dalam memperbaiki proses pembelajaran untuk keterlibatan orang tua/wali
peserta didik dan masyarakat dalam
pembelajaran
3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan
mendorong perbaikan terkait pengelolaan
kurikulum satuan pendidikan melalui
program, kebijakan, baik itu yang
membutuhkan anggaran maupun yang tidak
41 D.1 Kualitas Baik 65 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kualitas [Link]/arti
dan karakteristik siswa dapat pembelajaran dan kompetensi dalam kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
mendukung peningkatan kualitas memberikan instruksi dan panduan pembelajaran
pembelajaran. pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan - Peningkatan kompetensi guru
refleksi untuk mengembangkan karakter untuk keterlibatan orangtua/wali
peserta didik yang bersifat holistik mencakup dan masyarakat dalam
komponen pengetahuan, afektif, pembelajaran
keterampilan, dan perwujudan dalam - Peningkatan kompetensi guru
perilaku. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merancang serta
mengimplementasikan strategi peningkatan
kualitas metode pembelajaran yang interaktif
melalui aktivitas intrakurikuler, kokurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
42 D.1 Kualitas Baik 65 D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Praktik pembelajaran yang memenuhi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran psikologis kebutuhan psikologis siswa untuk pendidik memperbaiki kualitas pembelajaran [Link]/arti
Merdeka
menumbuhkan kepercayaan diri dan melalui peningkatan kualitas kompetensi kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
perasaan diterima tanpa dibeda- dalam memberikan dukungan afektif melalui pendidikan (konsultan & psikolog)
bedakan mendukung peningkatan pelatihan dan refleksi, untuk menciptakan - Penyelenggaraan program
kualitas pembelajaran. interaksi yang konstruktif untuk mendukung konseling untuk keberlanjutan
suasana kondusif pendidikan
- Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami karakteristik dan
pendidik merancang dan cara belajar peserta didik
mengimplementasikan strategi peningkatan
kualitas pembelajaran yang
mengintegrasikan dukungan perhatian,
kepedulian, dan umpan balik pada kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
44 D.1 Kualitas Baik 65 D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
proses pembelajaran yang diberikan melakukan refleksi atas praktik mengajar kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
oleh kepala sekolah merupakan melalui pelatihan dan diskusi untuk pelibatan orang tua/wali/keluarga
bagian dari upaya kepala sekolah mendukung peningkatan kualitas di pembelajaran
untuk meningkatkan kulitas pembelajaran. - Peningkatan kompetensi guru
pembelajaran. untuk memperkuat numerasi
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
pendidik merancang dan melaksanakan untuk keterlibatan orang tua/wali
proses pembelajaran yang mengintegrasikan dan masyarakat dalam
dukungan untuk refleksi pendidik demi pembelajaran
meningkatkan kualitas pembelajaran.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
46 D.1 Kualitas Baik 65 D.2 Refleksi dan D.2.3 Penerapan Praktik inovasi pembelajaran 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran perbaikan praktik inovatif berdasarkan refleksi yang dilakukan pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
pembelajaran oleh guru merupakan bagian dalam upaya penerapan praktik inovatif melalui pelatihan kel/97 - Kegiatan komunitas belajar antar
Mengajar.
guru meingkatkan kualitas pembelajaran dan diskusi untuk mendukung peningkatan sekolah (termasuk KKG, MGMP,
kualitas pembelajaran. MGMPS, MGMPK, KKKS, atau
MKKS)
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
pendidik merancang dan melaksanakan untuk memahami karakteristik dan
proses pembelajaran yang mengintegrasikan cara belajar peserta didik
praktik inovatif untuk meningkatkan kualitas - Peningkatan kompetensi guru
pembelajaran. untuk memahami konten
pembelajaran dan cara
3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan mengajarkannya
menyusun kebijakan yang mendorong
penerapan praktik inovatif melalui program
yang membutuhkan anggaran maupun tanpa
anggaran untuk mendukung peningkatan
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
Level 1 Level 2
Platform
Indikator utama Subindikator akar
Merdeka
masalah
1 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.2 Kemampuan A.2.1 Kompetensi Kemampuan untuk memahami 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan Mengajar.
[Link] Kegiatan BOS Reguler
numerasi (71,11% numerasi pada domain bilangan berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
peserta Bilangan kemampuan numerasi siswa secara mempelajari tentang domain bilangan kel/22 - Peningkatan kompetensi guru
didik sudah keseluruhan sebagai bagian dari kemampuan numerasi untuk memperkuat numerasi
mencapai melalui pelatihan, diskusi pada komunitas - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar, belajar mandiri memanfaatkan dan numerasi
minimum) berbagai sumber belajar, dan kegiatan lain - Peningkatan kompetensi guru
yang menunjang peningkatan kompetensi. untuk pembelajaran berorientasi
pada peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
domain bilangan melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
memperbaiki proses pembelajaran numerasi
peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
2 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.1 Kemampuan A.1.1 Kompetensi Aktivitas belajar guru dan kepala 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% literasi membaca teks sekolah yang bertujuan meningkatkan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta informasi kompetensi siswa dalam memahami, mempelajari tentang teks informasi yang kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah menggunakan, merefleksi, dan berorientasi pada penguatan kemampuan untuk memperkuat literasi
mencapai mengevaluasi teks untuk mampu numerasi melalui pelatihan, diskusi pada - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi berpikir menggunakan konsep, komunitas belajar, belajar mandiri dan numerasi
minimum) prosedur, fakta, dan alat memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan - Kegiatan pemberdayaan
matematikan dalam menyelesaika kegiatan lain yang menunjang peningkatan perpustakaan terutama untuk
masalah sehari-hari pada berbagai kompetensi. pengembangan minat baca
jenis konteks yang relevan sehingga peserta didik
berdampak kepada kemampuan 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
numerasi siswa pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks informasi melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran numerasi peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
4 A.3 Karakter Baik 56,3 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
dan karakteristik siswa oleh Guru memberikan instruksi dan panduan kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
Mengajar.
dapat mendukung kemampuan siswa pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan pembelajaran
dalam aspek karakter. refleksi untuk mengembangkan karakter - Peningkatan kompetensi guru
peserta didik yang bersifat holistik mencakup untuk keterlibatan orangtua/wali
komponen pengetahuan, afektif, dan masyarakat dalam
keterampilan, dan perwujudan dalam pembelajaran
perilaku. - Peningkatan kompetensi guru
untuk memahami karakteristik dan
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan cara belajar peserta didik
pendidik merancang dan
mengimplementasikan metode pembelajaran
yang interaktif melalui aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan
karakter peserta didik yang bersifat holistik
mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam
perilaku.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
6 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.10 Iklim Inklusivitas D.10.2 Layanan Pemberian layanan yang sesuai 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan satuan pendidikan untuk anak cerdas dan berbakat pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
untuk peserta didik istimewa di sekolah mendorong bertujuan untuk memahami bentuk kel/152 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
cerdas dan bakat menciptakan iklim sekolah yang pemberian layanan yang dibutuhkan oleh untuk pengelolaan lingkungan
istimewa aman untuk semua peserta didik cerdas dan berbakat istimewa pembelajaran yang aman dan
dalam rangka memperbaiki iklim keamanan nyaman
satuan pendidikan melalui pelatihan, diskusi - Peningkatan kompetensi guru
pada komunitas belajar, belajar mandiri untuk memahami karakteristik dan
dengan memanfaatkan berbagai sumber cara belajar peserta didik
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi. untuk memahami konten
pembelajaran dan cara
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan mengajarkannya
pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang bentuk pemberian layanan yang
dibutuhkan oleh peserta didik cerdas dan
berbakat istimewa di satuan pendidikan dan
mengimplementasikannya dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan iklim
keamanan satuan pendidikan
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
7 A.1 Kemampuan Baik 88,89% A.1 Kemampuan A.1.1 Kompetensi Kemampuan untuk memahami teks 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% literasi membaca teks informasi berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta informasi kemampuan literasi siswa secara mempelajari tentang teks informasi sebagai kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah keseluruhan bagian dari kemampuan literasi melalui untuk memperkuat literasi
mencapai pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Kegiatan pemberdayaan
menunjang peningkatan kompetensi. perpustakaan terutama untuk
pengembangan minat baca
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan peserta didik
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks informasi melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta didik.
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
9 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.3 Toleransi dan Aktivitas peningkatan kemapuan guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
kesetaraan peserta dan kepala sekolah yang bertujuan pendidik mempelajari konsep dan praktik [Link]/arti
Merdeka
didik menunjang terciptanya sikap inklusif terkait dukungan atas kesetaraan siswa kel/144 - Program pembinaan kesiswaan
Mengajar.
yang mendukung sikap menerima sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan kepemimpinan siswa
dan menghargai keragaman agama iklim kebinekaan di satuan pendidikan - Pengembangan kegiatan
dan budaya di sekolah sehingga pelibatan orang tua/wali/keluarga
berdampak kepada iklim kebinekaan. 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan di pembelajaran
pendidik mengimplementasikan - Peningkatan kompetensi guru
pengetahuan tentang dukungan atas untuk memahami sikap inklusif,
kesetaraan peserta didik untuk toleran, dan kesetaraan gender
meningkatkan proses pembelajaran peserta (termasuk pendidikan
didik inklusif/disabilitas)
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
11 D.1 Kualitas Baik 65 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kualitas [Link]/arti
Merdeka
dan karakteristik siswa dapat pembelajaran dan kompetensi dalam kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
Mengajar.
mendukung peningkatan kualitas memberikan instruksi dan panduan pembelajaran
pembelajaran. pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan - Peningkatan kompetensi guru
refleksi untuk mengembangkan karakter untuk keterlibatan orangtua/wali
peserta didik yang bersifat holistik mencakup dan masyarakat dalam
komponen pengetahuan, afektif, pembelajaran
keterampilan, dan perwujudan dalam - Peningkatan kompetensi guru
perilaku. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merancang serta
mengimplementasikan strategi peningkatan
kualitas metode pembelajaran yang interaktif
melalui aktivitas intrakurikuler, kokurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.
Box plot, atau box-and-whisker plot, secara visual memaparkan rentang interkuartil, median, dan potensi outlier dalam satu set data. Dengan cara ini, alat ini memberikan gambaran komprehensif tentang sebaran data dan kecenderungannya. Dalam analisis data, box plot memungkinkan pemahaman yang lebih dalam mengenai konsentrasi data, rentang variasi, dan identifikasi nilai ekstrim (outliers), yang merupakan langkah krusial dalam interpretasi data yang akurat .
Generalisasi sifat-sifat bilangan berpangkat penting karena mempermudah penyederhanaan ekspresi matematika kompleks dan penyelesaian masalah yang melibatkan perhitungan berulang atau kombinasi eksponensial, seperti menghitung bunga majemuk, pertumbuhan eksponensial, dan pemodelan beberapa fenomena alam. Dengan mengerti sifat-sifat ini, kita bisa melakukan manipulasi matematika yang presisi dan efisien .
Sifat-sifat logaritma seperti logaritma dari hasil kali, pecahan, atau pangkat, digunakan untuk menyederhanakan bentuk logaritma dari ekspresi yang kompleks. Sifat-sifat ini termasuk log(ab) = log(a) + log(b), log(a/b) = log(a) - log(b), dan log(a^n) = n*log(a). Dengan menggunakan sifat-sifat ini, masalah yang tampaknya rumit dapat dipecahkan lebih mudah, meningkatkan efisiensi proses penyelesaian masalah .
Memahami peluang dari kejadian saling lepas dan saling bebas sangat penting karena membantu dalam memprediksi hasil kemungkinan dalam berbagai skenario—saling lepas berarti dua kejadian tidak bisa terjadi bersamaan, sedangkan saling bebas berarti satu kejadian tidak mempengaruhi kejadian lainnya. Ini relevan dalam analisis data untuk menghitung probabilitas yang tepat dan membangun model keputusan yang otentik serta untuk melakukan evaluasi statistik yang lebih akurat .
Fungsi eksponensial dapat menggambarkan pertumbuhan populasi bila diasumsikan bahwa populasi tersebut tumbuh dengan laju yang sebanding dengan ukuran populasi saat ini; umumnya diasumsikan sebagai pertumbuhan eksponensial. Rumus pertumbuhan populasi P(t) = P_0 e^(rt) menggambarkan besarnya populasi P pada waktu t, dengan P_0 sebagai populasi awal dan r sebagai laju pertumbuhan. Dalam beberapa konteks, ini memungkinkan prediksi jumlah populasi di masa depan atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai populasi tertentu .
Diagram pencar atau scatter plot memungkinkan visualisasi hubungan antara dua variabel kuantitatif, termasuk waktu sebagai variabel bebas. Dengan memplot masing-masing data dengan koordinat x dan y, tren, pola, dan korelasi dapat dengan mudah dikenali. Ini dapat membantu dalam menilai keberadaan, kekuatan, dan jenis hubungan antara variabel, yang berfungsi untuk menilai hipotesis atau memperbaiki model prediksi .
Barisan aritmetika merupakan urutan bilangan di mana setiap suku setelah suku pertama adalah hasil penambahan suku sebelumnya dengan suatu bilangan konstan yang disebut beda. Sebaliknya, deret aritmetika adalah jumlah dari n suku pertama dalam barisan aritmetika tersebut. Penyelesaian masalah kontekstual sering melibatkan penghitungan nilai suatu suku dalam barisan atau penentuan jumlah beberapa suku pertama dari barisan, yang membuat pemahaman kedua konsep tersebut penting. Penggunaan rumus untuk menentukan suku ke-n dan jumlah deret merupakan teknik utama untuk memecahkan masalah semacam ini .
Sistem persamaan linier yang melibatkan tiga variabel dan sistem pertidaksamaan linier dua variabel memungkinkan modelisasi berbagai masalah nyata, seperti optimalisasi pengeluaran dalam bisnis, penentuan rencana diet yang tepat, atau penyusunan jadwal produksi di pabrik. Penyelesaian sistem ini membantu menentukan titik temu solusi yang sah untuk memenuhi syarat-syarat dan batasan yang relevan dalam skenario yang kompleks .
Persamaan dan fungsi kuadrat ditemukan dalam banyak model dunia nyata, seperti gerak parabola sebuah objek yang dilempar, analisis tegangan struktural dalam jembatan, dan model ekonomi untuk permintaan-penawaran. Dalam masing-masing kasus, persamaan kuadrat membantu menyelesaikan masalah parameter tertentu seperti menentukan titik puncak atau maksimal, akar, dan analisis lintasan serta biaya .
Diagram box plot, atau box-and-whisker plot, merangkum data menggunakan median, kuartil, dan outlier. Dengan membandingkan dua box plot dari dua himpunan data yang berbeda, kita dapat dengan mudah mengamati perbedaan dalam distribusi data, seperti variasi jangkauan, simetri, dan sebaran data. Hal ini penting dalam komparasi yang melibatkan dua set data untuk mengidentifikasi pola atau anomali .