0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
144 tayangan244 halaman

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 10

Dokumen ini menjelaskan alur dan tujuan pembelajaran mata pelajaran Matematika untuk kelas 10, mencakup capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik dalam berbagai domain seperti bilangan, aljabar, geometri, dan analisis data. Setiap domain memiliki tujuan spesifik yang dirinci dalam bentuk materi dan modul yang harus dipelajari. Penyusunan tujuan pembelajaran bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai capaian akhir yang diharapkan pada fase ini.

Diunggah oleh

Cahyo Widodo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
144 tayangan244 halaman

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 10

Dokumen ini menjelaskan alur dan tujuan pembelajaran mata pelajaran Matematika untuk kelas 10, mencakup capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik dalam berbagai domain seperti bilangan, aljabar, geometri, dan analisis data. Setiap domain memiliki tujuan spesifik yang dirinci dalam bentuk materi dan modul yang harus dipelajari. Penyusunan tujuan pembelajaran bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai capaian akhir yang diharapkan pada fase ini.

Diunggah oleh

Cahyo Widodo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN MATEMATIKA FASE E KELAS 10

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E (UMUMNYA UNTUK KELAS X


SMA/MA/SMK/MAK/PROGRAM PAKET C)
Pada akhir Fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi bilangan
berpangkat (eksponen), serta menggunakan barisan dan deret (aritmetika dan geometri)
dalam bunga tunggal dan bunga majemuk. Mereka dapat menggunakan sistem persamaan
linear tiga variabel, sistem pertidaksamaan linear dua variabel, persamaan dan fungsi
kuadrat serta persamaan dan fungsi eksponensial dalam menyelesaikan masalah. Mereka
dapat menentukan perbandingan trigonometri dan memecahkan masalah yang melibatkan
segitiga siku-siku. Mereka juga dapat menginterpretasi dan membandingkan himpunan
data berdasarkan distribusi data, menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki
hubungan data numerik, dan mengevaluasi laporan berbasis statistika. Mereka dapat
menjelaskan peluang dan menentukan frekuensi harapan dari kejadian majemuk, serta
konsep dari kejadian saling bebas dan saling lepas.
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Matematika adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Bilangan Peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat bilangan
berpangkat (termasuk bilangan pangkat pecahan). Mereka
dapat menerapkan barisan dan deret aritmetika dan geometri,
termasuk masalah yang terkait bunga tunggal dan bunga
majemuk.
Aljabar dan Fungsi Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel. Mereka dapat
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan
fungsi kuadrat (termasuk akar imajiner), serta persamaan
eksponensial (berbasis/ bilangan pokok sama) dan fungsi
eksponensial.
Pengukuran -
Geometri Peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan segitiga siku-
siku yang melibatkan perbandingan trigonometri dan
aplikasinya.
Analisis Data dan Peserta didik dapat merepresentasikan dan menginterpretasi
Peluang data dengan cara menentukan jangkauan kuartil dan
interkuartil. Mereka dapat membuat dan menginterpretasi
diagram box plot (box-and whisker plot) dan menggunakannya
untuk membandingkan himpunan data. Mereka dapat
menentukan dan menggunakan dari box plot, histogram dan
dot plot sesuai dengan natur (karakteristik) data dan kebutuhan.
Mereka dapat menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki
dan menjelaskan hubungan antara dua variabel numerik/
kuantitatif (termasuk salah satunya variabel bebas berupa
waktu). Mereka dapat mengevaluasi laporan statistika di media
berdasarkan tampilan, statistika dan representasi data. Peserta
didik dapat menjelaskan peluang dan menentukan frekuensi
harapan dari kejadian majemuk. Mereka menyelidiki konsep
dari kejadian saling bebas dan saling lepas, dan menentukan
peluangnya.

B. CAPAIAN BERDASARKAN DOMAIN


Elemen Capaian Pembelajaran

Bilangan Di akhir fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat


bilangan berpangkat (termasuk bilangan pangkat pecahan). Mereka
dapat menerapkan barisan dan deret aritmetika dan geometri,
termasuk masalah yang terkait bunga tunggal dan bunga majemuk.

Aljabar and Di akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang
Fungsi berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel. Mereka dapat menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat
(termasuk akar imajiner), dan persamaan eksponensial (berbasis
sama) dan fungsi eksponensial.

Pengukuran -

Geometri Di akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan


segitiga siku-siku yang melibatkan perbandingan trigonometri dan
aplikasinya.

Analisis Data Di akhir fase E, peserta didik dapat merepresentasikan dan


dan Peluang menginterpretasi data dengan cara menentukan jangkauan kuartil dan
interkuartil. Mereka dapat membuat dan menginterpretasi box plot
(box-and- whisker plot) dan menggunakannya untuk membandingkan
himpunan data. Mereka dapat menggunakan dari box plot, histogram
dan dot plot sesuai dengan natur data dan kebutuhan. Mereka dapat
menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki dan menjelaskan
hubungan antara dua variabel numerik (termasuk salah satunya
variabel bebas berupa waktu). Mereka dapat mengevaluasi laporan
statistika di media berdasarkan tampilan, statistika dan representasi
data.
Peserta didik dapat menjelaskan peluang dan menentukan frekuensi
harapan dari kejadian majemuk. Mereka menyelidiki konsep dari
kejadian saling bebas dan saling lepas, dan menentukan peluangnya.

C. PENURUNAN CAPAIAN DOMAIN MENJADI TUJUAN PEMBELAJARAN PER


DOMAIN
1. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Bilangan
Capaian Pembelajaran Domain: Peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat
operasi bilangan berpangkat (eksponen) dan logaritma, serta menggunakan barisan
dan deret (aritmetika dan geometri).
Materi Tujuan Pembelajaran Domain Bilangan Modul
Bilangan B.1 Menyatakan perkalian bilangan bulat berulang sebagai 1
Berpangkat bilangan berpangkat (eksponen)
B.2 Menggeneralisasi sifat-sifat eksponen 1
B.3 Menerapkan sifat eksponen untuk menyederhanakan 1
ekspresi
B.4 Mengidentifikasi bentuk ekuivalen menggunakan sifat 1
eksponen (termasuk hubungan pangkat rasional dan
bentuk akar)
Logaritma B.5 Menjelaskan definisi logaritma serta kaitannya dengan 2
eksponen
B.6 Menggeneralisasi sifat-sifat logaritma 2
B.7 Menggunakan sifat logaritma dalam menyederhanakan
bentuk logaritma 2
B.8 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan
dengan konsep logaritma 2
Barisan dan B.9 Menentukan pola dari suatu barisan bilangan 3
Deret
B.10 Menjelaskan pengertian barisan aritmetika 3
B.11 Menentukan rumus suku ke-n suatu barisan aritmetika
3
B.12 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan
barisan aritmetika 3
B.13 Menjelaskan pengertian deret aritmetika 3
B.14 Menentukan rumus jumlah n suku pertama suatu deret
aritmetika 3
B.15 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan
deret aritmetika. 3
B.16 Menjelaskan pengertian barisan geometri 3
B.17 Menentukan rumus suku ke-n suatu barisan geometri
3
B.18 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan
barisan geometri 3
B.19 Menjelaskan pengertian deret geometri 3
B.20 Menentukan rumus jumlah n suku pertama suatu deret
geometri 3
B.21 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan
deret geometri.
3
B.22 Menjelaskan pengertian deret geometri tak hingga 3
B.23 Menentukan rumus jumlah deret geometri tak hingga 3
B.24 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan 3
deret geometri tak hingga

2. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Aljabar dan Fungsi


Capaian Pembelajaran Domain: Peserta didik dapat menginterpretasi ekspresi
eksponensial. Menggunakan sistem persamaan linear tiga variabel, sistem
pertidaksaman linear dua variabel, fungsi kuadrat dan fungsi eksponensial dalam
menyelesaikan masalah. Melakukan operasi vektor.

Materi Tujuan Pembelajaran Domain Aljabar dan Fungsi Modul


A.1 Menginterpretasi bagian dari ekspresi (bentuk) 1
Ekspresi eksponen sederhana, misalnya abn dan kompleks,
Eksponen misalnya P(1 = r)n

Sistem A.2 Menjelaskan pengertian solusi dari sistem persamaan 4


Persamaan linear tiga variabel berdasarkan pemahaman solusi
Linear Tiga dari sistem persamaan linear dua variabel
Variabel dan
A.3 Menyelesaikan masalah dengan memodelkan ke 4
Sistem
dalam sistem persamaan linear
Pertidaksamaan
Linear Dua A.4 Menentukan solusi dari sistem pertidaksamaan 4
Variabel linear dua variabel secara grafik
A.5 Menyelesaikan masalah dengan memodelkan ke 4
dalam sistem pertidaksamaan linear
Fungsi Kuadrat A.6 Menginterpretasi karakteristik utama dari tabel 5
maupun grafik dari fungsi kuadrat
A.7 Menganalisis perbedaan sifat dari berbagai bentuk 5
fungsi kuadrat (bentuk umum, bentuk titik puncak,
dan bentuk akar)
A.8 Memodelkan fenomena atau data dengan fungsi 5
kuadrat
Fungsi A.9 Menginterpretasi karakteristik utama dari tabel 1
Eksponen maupun grafik dari fungsi eksponen
A.10 Membedakan situasi yang dapat dimodelkan dengan 1
fungsi eksponen dan yang dapat dimodelkan dengan
fungsi linear
A.11 Memodelkan fenomena atau data dengan fungsi 1
eksponen
Vektor A.12 Menjelaskan pengertian vektor, notasi vektor dan 6
panjang vektor
A.13 Melakukan operasi vektor (penjumlahan, 6
pengurangan dan perkalian dengan skalar) secara
geometris
A.14 Melakukan operasi vektor (penjumlahan,
pengurangan dan perkalian dengan skalar) secara 6
aljabar
A.15 Menentukan hasil kali skalar dua vektor 6
A.16 Menentukan besar sudut antara dua vektor 6

3. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Geometri


Capaian Pembelajaran Domain: Peserta didik dapat menentukan perbandingan
trigonometri dan memecahkan masalah yang melibatkan segitiga siku-siku.

Materi Tujuan Pembelajaran Domain Geometri Modul


Perbandingan G.1 Mengidentifikasi hubungan sudut dan sisi dari segitiga 7
Trigonometri siku-siku
G.2 Menjelaskan definisi perbandingan trigonometri untuk 7
sudut lancip menggunakan konsep kesebangunan
G.3 Menggunakan hubungan antara sinus dan cosinus 7
untuk sudut penyiku
G.4 Menggunakan perbandingan trigonometri dan teorema 7
Pythagoras untuk menyelesaikan permasalahan yang
melibatkan segitiga siku-siku

4. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Analisis Data dan Peluang


Capaian Pembelajaran Domain: Peserta didik dapat menampilkan dan
menginterpretasi data menggunakan statistik yang sesuai bentuk distribusi data untuk
membandingkan nilai tengah (median, mean) dan sebaran (jangkauan interkuartil,
standar deviasi) untuk membandingkan dua atau lebih himpunan data. Mereka dapat
meringkas data kategorikal untuk dua kategori dalam tabel frekuensi dua arah,
menafsirkan frekuensi relatif dalam konteks data (termasuk frekuensi relatif
bersama, marginal, dan kondisional), dan mengenali kemungkinan asosiasi dan tren
dalam data. Mereka dapat membedakan antara korelasi dan sebab-akibat. Mereka
dapat membandingkan distribusi teoretis diskrit dan distribusi eksperimental, dan
mengenal peran penting dari ukuran sampel. Mereka dapat menghitung peluang
dalam situasi diskrit.

Materi Tujuan Pembelajaran Domain Analisis Data dan Peluang Modul


Penyajian D.1 Merepresentasikan data menggunakan tampilan data 8
Data kelompok yang sesuai (tabel distribusi frekuensi dan ,
histogram)
D.2 Menginterpretasi data berdasarkan tampilan data 8
Ukuran D.3 Menentukan ukuran pemusatan dari kumpulan data 8
Pemusatan (mean, median dan modus) pada data kelompok
Ukuran D.4 Menentukan ukuran penempatan dari kumpulan data 8
Penempatan (kuartil dan persentil) pada data kelompok
Ukuran D.5 Menentukan ukuran penyebaran dari kumpulan data 8
Penyebaran (jangkauan inter kuartil, varian dan simpangan baku)
pada data kelompok
Ukuran D.6 Membandingkan dua kelompok data menggunakan 8
Pemusatan ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran
dan Ukuran
Penyebaran
Asosiasi dan D.7 Menganalisis asosiasi dan tren dari data (2 variabel) 9
tren menggunakan diagram pencar
Data D.8 Menganalisis data kategorikal untuk dua kategori 9
kategorial menggunakan tabel frekuensi dua arah
Peluang D.9 Menjelaskan pengertian ruang sampel dan kejadian 10
kejadian
D.10 Menentukan ruang sampel dan kejadian dari suatu 10
saling lepas
percobaan
D.11 Menjelaskan pengertian peluang suatu kejadian 10
D.12 Menentukan peluang suatu kejadian 10
D.13 Menentukan frekuensi harapan suatu kejadian 10
D.14 Menjelaskan pengertian gabungan dua kejadian 10
D.15 Menentukan peluang gabungan dua kejadian 10
D.16 Menjelaskan pengertian kejadian saling lepas 10
D.17 Menentukan peluang kejadian saling lepas 10

D. RASIONAL PENYUSUNAN ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN


Penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran Matematika untuk Fase E Kelas 10 SMA ini
dilakukan dengan cara menurunkan Capaian Pembelajaran Fase dari masing-masing
domain menjadi tujuan pembelajaran yang merupakan tahapan-tahapan yang perlu
dicapai sebelum siswa dapat mencapai capaian akhir yang diharapkan pada fase ini.
Tujuan pembelajaran ini kemudian dikelompokkan untuk membentuk Unit Pembelajaran,
di mana tujuan pembelajaran dapat berasal hanya dari domain yang sama atau dapat juga
berasal dari lebih dua atau lebih domain yang berbeda tetapi saling berkaitan. ATP ini
dimulai dengan unit 1 tujuan pembelajaran dari domain Bilangan dan Aljabar dan Fungsi,
yaitu bilangan berpangkat (eksponen) dan dilanjutkan dengan fungsi eksponen
dikarenakan operasi bilangan berpangkat banyak digunakan pada materi yang lain.
Kemudian Unit 2 yaitu konsep logaritma sebagai kebalikan dari eksponen. Unit 3 sampai
dengan unti 7 lebih fleksibel dan dapat diubah urutannya. Sedangkan Unit 8 membahas
mengenai statistika utamanya data kelompok dan dilanjutkan dengan Unit 9 yang
berhubungan dengan data bivariat. Terakhir, Unit 10 membahas mengenai peluang
namun hanya sampai kejadian saling lepas. Perkiraan total jumlah jam pelajaran yang
dibutuhkan adalah 108 JP.

UNIT PEMBELAJARAN 10.1:


BILANGAN BERPANGKAT (EKSPONEN)

Tujuan Unit Unit ini membahas bilangan berpangkat dan juga fungsi
eksponen yang dapat digunakan untuk memodelkan
fenomena dan data dalam dunia nyata.
Domain Bilangan, Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 15
Kata Kunci Eksponen, bentuk akar, fungsi eksponen
Penjelasan Singkat (Isi Siswa memahami bilangan berpangkat dan bentuk akar
dan Proses) beserta sifat-sifatnya serta dapat memodelkan fenomena
atau situasi dunia nyata yang terkait dengan fungsi eksponen
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam mengidentifikasi bentuk ekuivalen
dari bentuk pangkat.
Kreatif dalam memodelkan fenomena dan data menggunakan
fungsi eksponen.
Glosarium eksponen adalah nilai yang menunjukkan derajat kepangkatan
suatu bilangan
bentuk akar adalah akar dari bilangan rasional yang
hasilnya bilangan irasional
fungsi eksponen adalah fungsi berbentuk perpangkatan
dengan variabel bebasnya adalah pangkat dari konstanta
fungsi tersebut

Tujuan Pembelajaran Topik JP


B.1 Menyatakan perkalian bilangan bulat berulang Ekponen 1
sebagai bilangan berpangkat (eksponen)
B.2 Menggeneralisasi sifat-sifat eksponen Sifat-sifat eksponen 2
B.3 Menerapkan sifat eksponen untuk Sifat-sifat eksponen 1
menyederhanakan ekspresi
B.4 Mengidentifikasi bentuk ekuivalen Pangkat rasional dan 2
menggunakan sifat eksponen (termasuk bentuk akar
hubungan pangkat rasional dan bentuk akar)
A.1 Menginterpretasi bagian dari ekspresi (bentuk) Bentuk eksponen 1
eksponen sederhana, misalnya abn dan
kompleks, misalnya P(1 = r)n
A.9 Menginterpretasi karakteristik utama dari tabel Grafik fungsi 2
maupun grafik dari fungsi eksponen eksponen
A.10 Membedakan situasi yang dapat dimodelkan Perbedaan fungsi 3
dengan fungsi eksponen dan yang dapat eksponen dan fungsi
dimodelkan dengan fungsi linear linear
A.11 Memodelkan fenomena atau data dengan fungsi Memodelkan 3
eksponen dengan fungsi
eksponen
TOTAL 15

UNIT PEMBELAJARAN 10.2:


LOGARITMA

Tujuan Unit Unit ini memperkenalkan konsep logaritma sebagai kebalikan


dari konsep eksponen.
Domain Bilangan
Perkiraan JP Unit 12
Kata Kunci Logaritma
Penjelasan Singkat (Isi Siswa mengubah bentuk bilangan eksponen menjadi bentuk
dan Proses) logaritma dan menggeneralisasi sifat-sifat logaritma serta
menyelesaikan masalah sederhana yang terkait dengan
logaritma.
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menggunakan sifat logaritma
dalam menyederhanakan bentuk algoritma dan
menyelesaikan masalah kontekstual
Glosarium logaritma operasi kebalikan dari eksponen atau perpangkatan

Tujuan Pembelajaran Topik JP


B.5 Menjelaskan definisi logaritma serta Konsep logaritma
kaitannya dengan eksponen 3
B.6 Menggeneralisasi sifat-sifat logaritma Sifat-sifat logaritma 3
B.7 Menggunakan sifat logaritma dalam Penerapan sifat-sifat 3
menyederhanakan bentuk logaritma logaritma
B.8 Menyelesaikan masalah kontekstual yang Aplikasi logaritma 3
berkaitan dengan konsep logaritma
TOTAL 12

UNIT PEMBELAJARAN 10.3:


BARISAN DAN DERET

Tujuan Unit Unit ini fokus pada pola bilangan, khususnya pola barisan
aritmetika dan geometri, serta menentukan hasil
penjumlahannya (deret).
Domain Bilangan
Perkiran JP Unit 12
Kata Kunci Barisan, deret, aritmetika, geometri
Penjelasan Singkat (Isi Siswa perlu memiliki pembiasaan membuat perangkat analisa
dan Proses) pola, misalnya dengan membuat tabel lalu mengamati
perubahan yang terjadi, sehingga siswa dapat menemukan
generalisasi suku ke-n barisan aritmarika dan Barisan
geometri, jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret
geometri bahkan samapi deret geometri tak hingga namun
juga terampil dalam menggunakan hasil generalisasi ini dalam
pemecahan masalah terkait.
Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis membedakan situasi yang dapat
dimodelkan dengan barisan/deret aritmetika dan geometri
Kreatif dalam memodelkan masalah kontekstual
menggunakan barisan/deret aritmetika dan geometri

Glosarium barisan bilangan merupakan kumpulan bilangan yang


memiliki urutan dan disusun menurut pola tertentu
barisan aritmetika merupakan suatu barisan dengan selisih
antara dua suku yang berurutan selalu tetap.
barisan geometri merupakan suatu barisan dengan
perbandingan antara dua suku yang berurutan selalu tetap.
deret aritmetika merupakan jumlahan suku – suku barisan
aritmatika
deret geometri merupakan jumlahan suku – suku barisan
geometri
deret geometri tak hingga adalah penjumlahan suku-suku
pada barisan geometri yang banyaknya tidak terbatas (tak
hingga)

Tujuan Pembelajaran Topik JP


B.9 Menentukan pola dari suatu barisan bilangan Barisan bilangan 2
B.10 Menjelaskan pengertian barisan aritmetika Barisan aritmetika 2
B.11 Menentukan rumus suku ke-n suatu barisan Rumus suku ke –n
aritmetika barisan
B.12 Menyelesaikan masalah kontekstual yang Aplikasi barisan
terkait dengan barisan aritmetika aritematika
B.13 Menjelaskan pengertian deret aritmetika Deret aritmetika 2
B.14 Menentukan rumus jumlah n suku pertama Rumus jumlah n suku
suatu deret aritmetika deret aritmetika
B.15 Menyelesaikan masalah kontekstual yang Aplikasi deret
terkait dengan deret aritmetika. aritmetika
B.16 Menjelaskan pengertian barisan geometri Barisan geometri 2
B.17 Menentukan rumus suku ke-n suatu barisan Rumus suku ke –n
geometri barisan
B.18 Menyelesaikan masalah kontekstual yang Aplikasi barisan
terkait dengan barisan geometri aritematika
B.19 Menjelaskan pengertian deret geometri Deret geometri 2
B.20 Menentukan rumus jumlah n suku pertama Rumus jumlah n suku
suatu deret geometri deret geometri
B.21 Menyelesaikan masalah kontekstual yang Aplikasi deret geometri
terkait dengan deret geometri.
B.22 Menjelaskan pengertian deret geometri tak deret geometri tak 2
hingga hingga
B.23 Menentukan rumus jumlah deret geometri tak Rumus jumlah tak
hingga hingga
B.24 Menyelesaikan masalah kontekstual yang Aplikasi deret geometri
terkait dengan deret geometri tak hingga tak hingga
TOTAL 12

UNIT PEMBELAJARAN 10.4:


SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR

Tujuan Unit Unit ini melanjutkan dari SMP pemahaman sistem persamaan
linear dua variabel kepada tiga variabel dan sistem
pertidaksamaan linear.
Domain Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 16
Kata Kunci Sistem persamaan, sistem pertidaksamaan
Penjelasan Singkat (Isi Siswa menyelesaikan masalah kontektual yang terkait dengan
dan Proses) sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel secara grafik maupun
aljabar
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menentukan sistem persamaan yang
sesuai untuk permasalahan kontekstual dan memilih metode
penyelesaian yang efisien.
Kreatif dalam memodelkan situasi kontekstual dalam bentuk
sistem persamaan dan sistem pertidaksamaan linear.
Glosarium Sistem persamaan linear adalah persamaan-persamaan linear
yang dikorelasikan untuk membentuk suatu sistem Sistem
pertidaksamaan linear adalah pertidaksamaan-
pertidaksamaan linear yang dikorelasikan untuk membentuk
suatu sistem

Tujuan Pembelajaran Topik JP


A.2 Menjelaskan pengertian solusi dari sistem Sistem Persamaan Linear 3
persamaan linear tiga variabel berdasarkan Tiga Variabel
pemahaman solusi dari sistem persamaan
linear dua variabel
A.3 Menyelesaikan masalah dengan Memodelkan dengan 3
memodelkan ke dalam sistem persamaan Sistem Persamaan Linear
linear
A.4 Menentukan solusi dari sistem Sistem Pertidaksamaan 3
pertidaksamaan linear dua variabel secara Linear
grafik Penyelesaian Grafik
A.5 Menyelesaikan masalah dengan Memodelkan dengan 3
memodelkan ke dalam sistem Sistem Pertidaksamaan
pertidaksamaan linear Linear
TOTAL 12

UNIT PEMBELAJARAN 10.5:


FUNGSI KUADRAT

Tujuan Unit Unit ini fokus pada pemodelan fenomena dan data
menggunakan fungsi kuadrat.
Domain Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 12
Kata Kunci Fungsi kuadrat
Penjelasan Singkat (Isi Siswa menginterpretasi karakteristik utama dari grafik fungsi
dan Proses) kuadrat serta memodelkan fenomena atau data dengan fungsi
kuadrat
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menentukan bentuk fungsi kuadrat
yang sesuai dalam permasalahan kontekstual dan
menyelesaikannya dengan efisien.
Kreatif dalam memodelkan fenomena dan data menggunakan
fungsi kuadrat.
Glosarium fungsi kuadrat adalah fungsi suku banyak dengan pangkat
tertinggi variabelnya adalah 2

Tujuan Pembelajaran Topik JP


A.6 Menginterpretasi karakteristik utama dari Karakteristik Fungsi 3
grafik fungsi kuadrat Kuadrat
A.7 Menganalisis sifat dari fungsi kuadrat Sifat fungsi kuadrat 3
A.8 Memodelkan fenomena atau data dengan Memodelkan dengan 3
fungsi kuadrat Fungsi Kuadrat
TOTAL 9

UNIT PEMBELAJARAN 10.6:


VEKTOR DAN OPERASINYA

Tujuan Unit Unit ini memperkenalkan vektor yang memiliki baik besaran
maupun arah serta aplikasinya dalam kehidupan.
Domain Aljabar dan Fungsi
Perkiraan JP Unit 9
Kata Kunci Vektor
Penjelasan Singkat (Isi Siswa dapat melakukan operasi vektor baik secara geometris
dan Proses) maupun aljabar serta memahami perkalian skalar dua vektor
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam mengaplikasikan konsep vektor
dalam situasi dan fenomena dunia nyata.
Glosarium vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah

Tujuan Pembelajaran Topik JP


A.12 Menjelaskan pengertian vektor, notasi Pengertian vektor, notasi dan 1
vektor dan panjang vektor panjang vektor
A.13 Melakukan operasi vektor (penjumlahan, Operasi vektor secara 2
pengurangan dan perkalian dengan skalar) geometris
secara geometris
A.14 Melakukan operasi vektor (penjumlahan, Operasi vektor secara aljabar 2
pengurangan dan perkalian dengan skalar)
secara aljabar
A.15 Menentukan hasil kali skalar dua vektor Hasil kali dua vektor 2
A.16 Menentukan besar sudut antara dua vektor Besar sudut antara dua vektor 2
TOTAL 9

UNIT PEMBELAJARAN 10.7:


PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SEGITIGA SIKU-SIKU
Tujuan Unit Unit ini memperkenalkan perbandingan trigonometri di dalam
segitiga siku-siku.
Domain Geometri
Perkiran JP Unit 12
Kata Kunci Perbandingan trigonometri, segitiga siku-siku
Penjelasan Singkat (Isi Siswa memahami konsep perbandingan trigonometri serta
dan Proses) dapat mengaplikasikan dalam menyelesaikan masalah
kontekstual dunia nyata
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam mengaplikasikan trigonometri
dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual dunia nyata.
Glosarium Perbandingan trigonometri adalah perbandingan ukuran sisi-
sisi suatu segitiga siku-siku apabila ditinjau dari salah satu
sudut yang terdapat pada segitiga tersebut.
Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu
besar sudutnya adalah 90o pada sisi-sisi yang tegak
lurus.

Tujuan Pembelajaran Topik JP


G.1 Mengidentifikasi hubungan sudut dan sisi dari Sudut dan Sisi dari 1
segitiga siku-siku Segitiga Siku-Siku
G.2 Menjelaskan definisi perbandingan • Sinus 3
trigonometri untuk sudut lancip menggunakan • Cosinus
konsep kesebangunan • Tangen
G.3 Menggunakan hubungan antara sinus dan Hubungan Sinus dan 2
cosinus untuk sudut penyiku Cosinus
G.4 Menggunakan perbandingan trigonometri dan Aplikasi Perbandingan 6
teorema Pythagoras untuk menyelesaikan Trigonometri
permasalahan yang melibatkan segitiga siku-
siku
TOTAL 12

UNIT PEMBELAJARAN 10.8:


STATISTIKA DATA KELOMPOK

Tujuan Unit Unit ini berfokus pada penyajian dan analisis data kelompok
untuk memahami distribusi data.
Domain Analisis Data dan Peluang
Perkiran JP Unit 12
Kata Kunci Data kelompok, ukuran pemusatan, ukuran letak, ukuran
sebaran,
Penjelasan Singkat (Isi Siswa memilih representasi yang sesuai dengan konteks data,
dan Proses) mengubah data dan informasi grafik dan statistik untuk
mencari solusi, dan menggunakan pengetahuan tentang
bagaimana dunia nyata memengaruhi hasil analisis data untuk
membuat interpretasi data.
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menilai keabsahan tampilan,
analisis, dan interpretasi data.
Kreatif dalam menggunakan data dalam pengambilan
keputusan.
Glosarium Data kelompok merupakan data yang dikelompokkan dalam
kelas-kelas
Ukuran pemusatan data adalah ukuran yang menunjukkan
pusat segugus data, yang telah diurutkan dari yang terkecil
sampai yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar
sampai yang terkecil
Ukuran letak data merupakan ukuran untuk melihat dimana
letak salah satu data dari sekumpulan data
Ukuran sebaran data merupakan ukuran yang menunjukkan
seberapa jauh data tersebar dari rata-rata.

Tujuan Pembelajaran Topik JP


D.1 Merepresentasikan data menggunakan • Tabel distribusi 2
tampilan data kelompok yang sesuai (tabel • Histogram
distribusi frekuensi dan histogram)
D.2 Menginterpretasi data berdasarkan tampilan Interpretasi Data 1
data
D.3 Menentukan ukuran pemusatan dari kumpulan • Mean 3
data (mean, median dan modus) pada data • Median
kelompok • Modus
D.4 Menentukan ukuran penempatan dari Kuartil 1
kumpulan data (kuartil) pada data kelompok
D.5 Menentukan ukuran penyebaran dari kumpulan • Jangkauan Inter Kuartil 2
data (jangkauan inter kuartil, varian dan • Varian
simpangan baku) pada data kelompok • Simpangan Baku

D.6 Membandingkan dua kelompok data Membandingkan Dua 3


menggunakan ukuran pemusatan dan ukuran Kelompok Data
penyebaran
TOTAL 12

UNIT PEMBELAJARAN 10.9:


ANALISIS DATA BIVARIAT
Tujuan Unit Unit ini fokus pada menentukan apakah adanya
korelasi/asosiasi dan tren antara variabel.
Domain Analisis Data dan Peluang
Perkiran JP Unit 6
Kata Kunci asosiasi, tren, data kategorikal, tabel frekuensi dua arah
Penjelasan Singkat (Isi Siswa menganalisis asosiasi dan tren dari data (2 variabel)
dan Proses) menggunakan diagram pencar dan menganalisis data
kategorikal untuk dua kategori menggunakan tabel frekuensi
dua arah
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menentukan hubungan antara variabel,
membedakan korelasi dan sebab-akibat.
Glosarium Asosiasi merupakan hubungan antara variabel
Tren data menunjukkan kecenderungan dari hubungan antara
data
Data kategorikal merupakan data dimana variabelnya dapat
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok
Tabel frekuensi dua arah adalah tabel yang berisi
menganai hubungan dua hal atau dua karakteristik yang
berbeda

Tujuan Pembelajaran Topik JP


D.8 Menganalisis asosiasi dan tren dari data (2 • Diagram Pencar 3
variabel) menggunakan diagram pencar • Korelasi dan
Asosiasi
D.9 Menganalisis data kategorikal untuk dua • Data Kategorikal 3
kategori menggunakan tabel frekuensi dua arah • Tabel Frekuensi Dua
Arah
TOTAL 6

UNIT PEMBELAJARAN 10.10:


PELUANG

Tujuan Unit Unit ini fokus pada pemahaman mengenai peluang majemuk,
khususnya untuk dua kejadian saling lepas dan saling tidak
lepas.
Domain Analisis Data dan Peluang
Perkiran JP Unit 9
Kata Kunci Kejadian saling lepas, peluang,
Penjelasan Singkat (Isi Siswa melakukan simulasi untuk menentukan ruang sampel
dan Proses) dan membandingkan kejadian saling lepas dan tidak saling
lepas
Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis dalam menentukan apakah dua kejadian
saling lepas atau tidak saling lepas, serta memprediksi
kemungkinan berdasarkan data yang ada.
Glosarium Kejadian saling lepas adalah kejadian di mana tidak mungkin
untuk terjadi pada hasil yang sama
Peluang adalah kemungkinan yang mungkin terjadi/muncul
dari sebuah peristiwa.

Tujuan Pembelajaran Topik JP


D.10 Menjelaskan pengertian ruang sampel Ruang sampel dan kejadian 1
dan kejadian
D.11 Menentukan ruang sampel dan kejadian Ruang sampel dan kejadian 2
dari suatu percobaan
D.12 Menjelaskan pengertian peluang suatu Peluang kejadian 1
kejadian
D.13 Menentukan peluang suatu kejadian Peluang kejadian 1
D.14 Menentukan frekuensi harapan suatu Frekuensi harapan 1
kejadian
D.15 Menjelaskan pengertian gabungan dua Gabungan dua kejadian 1
kejadian
D.16 Menentukan peluang gabungan dua Peluang gabungan dua
kejadian kejadian
D.17 Menjelaskan pengertian kejadian saling Kejadian Saling Lepas 1
lepas
D.18 Menentukan peluang kejadian saling Peluang kejadian saling lepas 1
lepas
TOTAL 9

Mengetahui Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala,

Ahmad Junaidi, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 1 : EKSPONEN

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Definisi Eksponen, B. Sifat-Sifat Eksponen, C. Fungsi
Eksponensial, D. Bentuk Akar
Alokasi Waktu : 12 Jam Pelajaran (JP) @ 45 menit (4 pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang bilangan bulat,
operasi hitung bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian), serta konsep
perkalian berulang dari jenjang SMP. Beberapa mungkin sudah familiar dengan istilah
"pangkat" atau "eksponen" secara informal. Keterampilan yang telah dimiliki meliputi
kemampuan berhitung dasar dan pemecahan masalah sederhana. Pemahaman awal
peserta didik akan bervariasi, ada yang sudah cukup kuat dalam konsep dasar aritmatika,
ada pula yang masih memerlukan penguatan. Penting untuk mengidentifikasi
kesenjangan pengetahuan ini di awal pembelajaran.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi eksponen meliputi jenis pengetahuan konseptual (definisi dan sifat-sifat),
prosedural (penyelesaian soal menggunakan sifat eksponen dan bentuk akar), serta
pengetahuan faktual (contoh-contoh eksponen dalam kehidupan sehari-hari). Relevansi
dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, seperti dalam perhitungan bunga
majemuk, pertumbuhan populasi, peluruhan radioaktif, hingga skala Richter gempa bumi.
Tingkat kesulitan materi bervariasi, dimulai dari konsep dasar yang mudah dipahami
hingga aplikasi pada fungsi eksponensial dan bentuk akar yang memerlukan penalaran
lebih mendalam. Struktur materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari definisi, sifat-
sifat, kemudian penerapan pada fungsi dan bentuk akar. Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada ketelitian, kerja sama, dan rasa ingin tahu.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang
akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis permasalahan,
mengidentifikasi pola, dan menerapkan konsep eksponen untuk memecahkan
masalah.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan ide-ide baru atau solusi inovatif dalam
pemecahan masalah yang melibatkan eksponen dan bentuk akar.
● Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan
proyek dan diskusi.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mengelola waktu dan sumber belajar secara
mandiri untuk mencapai tujuan pembelajaran.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengemukakan ide, gagasan, dan hasil kerja
secara lisan maupun tulisan dengan jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase E (Kelas X), peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat eksponen
dan logaritma, serta menggunakan barisan dan deret aritmetika dan geometri. Mereka
dapat menerapkan barisan dan deret aritmetika dan geometri untuk menyelesaikan
masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas).

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Fisika: Konsep peluruhan radioaktif, intensitas suara (desibel), hukum gravitasi.
● Biologi: Pertumbuhan populasi bakteri, penyebaran virus.
● Ekonomi: Perhitungan bunga majemuk, investasi.
● Kimia: Laju reaksi, konsentrasi larutan.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi: Representasi data digital (basis 2),
algoritma.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (3 JP): Definisi Eksponen dan Sifat-Sifat Eksponen (Bagian 1)
● Peserta didik dapat mengidentifikasi definisi eksponen dengan tepat setelah
mengamati ilustrasi permasalahan pertumbuhan populasi.
● Peserta didik dapat menggunakan sifat-sifat perkalian dan pembagian eksponen dalam
menyelesaikan soal-soal sederhana secara mandiri dengan teliti.
● Peserta didik dapat membuktikan sifat-sifat eksponen (am×an=am+n dan
am:an=am−n) melalui diskusi kelompok.
Pertemuan 2 (3 JP): Sifat-Sifat Eksponen (Bagian 2) dan Eksponen Nol/Negatif
● Peserta didik dapat menggunakan sifat-sifat eksponen lainnya (pangkat dari pangkat,
pangkat dari perkalian/pembagian) dalam menyelesaikan soal-soal kompleks dengan
cermat.
● Peserta didik dapat menjelaskan makna eksponen nol dan eksponen negatif serta
menggunakannya dalam perhitungan dengan tepat.
● Peserta didik dapat menganalisis kesalahan umum dalam perhitungan eksponen dan
mengidentifikasi solusinya melalui studi kasus.
Pertemuan 3 (3 JP): Fungsi Eksponensial
● Peserta didik dapat memodelkan fenomena pertumbuhan dan peluruhan
menggunakan fungsi eksponensial setelah melakukan eksplorasi data.
● Peserta didik dapat menggambar grafik fungsi eksponensial dengan benar
berdasarkan tabel nilai.
● Peserta didik dapat menginterpretasikan karakteristik grafik fungsi eksponensial
(domain, range, asimtot) dalam konteks permasalahan nyata.
Pertemuan 4 (3 JP): Bentuk Akar
● Peserta didik dapat mengubah bentuk bilangan berpangkat pecahan ke dalam bentuk
akar dan sebaliknya dengan tepat.
● Peserta didik dapat melakukan operasi aljabar pada bentuk akar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pembagian, merasionalkan penyebut) secara sistematis.
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan bentuk akar,
seperti perhitungan jarak atau luas bidang.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Pertumbuhan dan Peluruhan: Mengamati pertumbuhan bakteri, penyebaran berita
(hoaks), peluruhan zat radioaktif, atau penurunan nilai aset.
● Bunga Majemuk: Menghitung investasi atau pinjaman dengan bunga majemuk.
● Skala Gempa Bumi: Memahami bagaimana skala Richter menggunakan konsep
eksponen.
● Perhitungan Jarak atau Luas: Aplikasi bentuk akar dalam masalah geometri.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL): Peserta didik akan mengerjakan
proyek "Modelling Pertumbuhan/Peluruhan dengan Fungsi Eksponensial" atau
"Aplikasi Eksponen dan Bentuk Akar dalam Desain". Proyek ini melibatkan
eksplorasi lapangan (jika memungkinkan, misalnya mengamati pertumbuhan
tanaman), wawancara (misalnya dengan ekonom untuk bunga majemuk), dan
presentasi hasil proyek.
● Diskusi Kelompok: Mendorong kolaborasi dan berbagi ide dalam memecahkan
masalah.
● Penemuan Terbimbing: Peserta didik akan dibimbing untuk menemukan sifat-sifat
eksponen melalui eksplorasi dan contoh-contoh.
● Pembelajaran Aktif: Mengintegrasikan permainan (misalnya teka-teki eksponen),
studi kasus, dan simulasi.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (IPA, IPS) untuk integrasi lintas
disiplin, pustakawan untuk pemanfaatan sumber belajar.
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas lokal (misalnya petani untuk pertumbuhan
panen, pengusaha untuk bunga majemuk), tokoh masyarakat yang relevan.
● Masyarakat: Orang tua/wali sebagai pendukung dan fasilitator belajar di rumah.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel memungkinkan pengaturan tempat duduk untuk
diskusi kelompok, area presentasi, dan akses ke papan tulis/layar proyektor.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Learning Management System (LMS) seperti Google
Classroom untuk berbagi materi, forum diskusi, dan pengumpulan tugas. Penggunaan
aplikasi simulasi atau kalkulator online.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif (saling membantu, menghargai
perbedaan pendapat), partisipasi aktif (siswa berani bertanya dan berpendapat), dan
rasa ingin tahu yang tinggi (siswa termotivasi untuk mencari tahu lebih dalam).
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book, artikel, dan sumber belajar relevan
tentang eksponen dan aplikasinya.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau platform serupa
untuk diskusi asinkron, bertanya jawab, dan berbagi sumber.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner dan tes diagnostik.
● Gamifikasi: Pemanfaatan Kahoot atau Mentimeter untuk kuis interaktif dan review
materi secara menyenangkan.
● Aplikasi Grafis: Menggunakan Geogebra atau Desmos untuk memvisualisasikan
grafik fungsi eksponensial.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan (Mindful Learning): Guru menyapa peserta didik dengan hangat,
mengajak berdoa, dan melakukan ice breaking ringan yang relevan dengan topik
(misalnya, tebak angka dengan pangkat sederhana). Ini bertujuan untuk menciptakan
suasana positif dan fokus.
● Apersepsi (Meaningful Learning): Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang
relevan dengan kehidupan sehari-hari dan melibatkan konsep eksponen secara
implisit, misalnya: "Bagaimana cara menghitung jumlah sel bakteri setelah beberapa
jam jika setiap jamnya membelah diri menjadi dua?", atau "Pernahkah kalian
mendengar tentang bunga bank? Bagaimana cara bank menghitung bunga tabungan?"
Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pengalaman mereka.
● Motivasi (Joyful Learning): Guru menampilkan video singkat atau gambar menarik
tentang fenomena yang melibatkan eksponen (misalnya pertumbuhan populasi, skala
Richter gempa bumi). Guru menjelaskan relevansi materi eksponen dalam berbagai
bidang ilmu dan kehidupan nyata, menciptakan rasa penasaran dan antusiasme.
● Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan tersebut secara jelas, agar peserta didik memahami
apa yang akan mereka pelajari dan mengapa materi tersebut penting.

KEGIATAN INTI (60-70 MENIT))


PERTEMUAN 1:
DEFINISI DAN SIFAT EKSPONEN (BAGIAN 1)
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Diferensiasi Konten: Guru menyajikan definisi eksponen melalui berbagai media
(teks, visual, contoh konkret). Bagi peserta didik yang memiliki gaya belajar visual,
disajikan infografis. Bagi auditori, dijelaskan secara verbal dengan contoh. Bagi
kinestetik, diajak membuat ilustrasi.
● Guru memandu peserta didik untuk memahami definisi eksponen (an=a×a×⋯×a
sebanyak n kali) dengan contoh-contoh sederhana.
● Eksplorasi (Joyful Learning): Peserta didik dalam kelompok kecil melakukan
aktivitas eksplorasi untuk menemukan sifat perkalian eksponen (am×an=am+n) dan
pembagian eksponen (am:an=am−n) melalui pola bilangan. Guru memberikan LKPD
yang berbeda tingkat kesulitannya bagi kelompok yang berbeda kesiapannya.
● Guru mendampingi kelompok yang mengalami kesulitan dan memberikan
scaffolding.
Mengaplikasi (Bermakna):
● Diferensiasi Proses: Peserta didik mengerjakan latihan soal yang bervariasi tingkat
kesulitannya sesuai dengan penguasaan konsep awal mereka. Guru menyediakan
kumpulan soal berjenjang (mulai dari mudah hingga menantang).
● Guru memberikan contoh aplikasi sifat-sifat eksponen dalam soal cerita sederhana
yang relevan dengan kehidupan sehari-hari (misalnya, perhitungan jumlah penduduk
yang tumbuh).
● Diskusi Kelompok: Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi dan penyelesaian
soal di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan meluruskan
miskonsepsi.
Merefleksi (Berkesadaran):
● Guru meminta peserta didik untuk membuat rangkuman singkat tentang definisi dan
sifat-sifat eksponen yang telah dipelajari dalam catatan pribadi atau menggunakan
tools digital seperti MindMeister.
● Guru mengajukan pertanyaan reflektif: "Apa yang paling menarik dari pembelajaran
hari ini?", "Konsep mana yang paling menantang dan mengapa?", "Bagaimana sifat
eksponen ini bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari?"

PERTEMUAN 2:
SIFAT EKSPONEN (BAGIAN 2) DAN EKSPONEN NOL/NEGATIF
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Guru mengajak peserta didik meninjau kembali sifat-sifat eksponen yang telah
dipelajari.
● Eksplorasi (Joyful Learning): Peserta didik secara mandiri atau kelompok kecil
melakukan aktivitas penemuan untuk sifat-sifat eksponen lainnya (pangkat dari
pangkat, pangkat dari perkalian/pembagian) dan konsep eksponen nol serta eksponen
negatif, bisa menggunakan lembar kerja terstruktur atau eksplorasi dengan kalkulator.
● Guru memfasilitasi diskusi untuk menyimpulkan sifat-sifat baru dan konsep eksponen
nol/negatif.
Mengaplikasi (Bermakna):
● Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta untuk membuat "mini-poster" atau
"infografis" digital tentang rangkuman sifat-sifat eksponen, termasuk eksponen nol
dan negatif, yang dapat mereka gunakan sebagai referensi. Mereka bebas memilih
format dan gaya visual.
● Latihan soal aplikasi yang lebih kompleks, termasuk soal-soal penalaran. Guru dapat
memberikan soal yang terbuka (open-ended problem) yang memungkinkan berbagai
solusi.
Merefleksi (Berkesadaran):
● Peserta didik melakukan peer teaching atau menjelaskan konsep eksponen kepada
teman sebaya.
● Guru meminta peserta didik menuliskan "Satu hal yang paling saya pahami hari ini
tentang eksponen" dan "Satu pertanyaan yang masih mengganjal di pikiran saya
tentang eksponen."

PERTEMUAN 3:
FUNGSI EKSPONENSIAL
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Eksplorasi Lapangan/Studi Kasus (Meaningful Learning): Guru membawa
peserta didik ke luar kelas (jika memungkinkan) untuk mengamati fenomena
pertumbuhan (misalnya, pertumbuhan daun/tanaman) atau menayangkan video
simulasi pertumbuhan bakteri.
● Guru memperkenalkan fungsi eksponensial sebagai model matematis untuk fenomena
pertumbuhan dan peluruhan.
● Visualisasi (Joyful Learning): Peserta didik menggunakan aplikasi seperti Geogebra
atau Desmos untuk menggambar grafik fungsi eksponensial y=ax dengan berbagai
nilai a. Mereka mengamati perubahan bentuk grafik.
Mengaplikasi (Bermakna):
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah kontekstual
yang melibatkan fungsi eksponensial (misalnya, pertumbuhan penduduk, peluruhan
zat). Guru memberikan data nyata atau data simulasi.
● Proyek Mini: Peserta didik mulai merencanakan proyek "Modelling
Pertumbuhan/Peluruhan dengan Fungsi Eksponensial", mengidentifikasi data yang
dibutuhkan dan metode pengumpulan data.
Merefleksi (Berkesadaran):
● Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi setidaknya dua contoh fenomena
di sekitar mereka yang dapat dimodelkan dengan fungsi eksponensial.
● Diskusi kelas tentang karakteristik penting dari grafik fungsi eksponensial (fungsi
naik/turun, asimtot).

PERTEMUAN 4:
BENTUK AKAR
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Guru memulai dengan mengaitkan konsep bentuk akar dengan eksponen pecahan
(a1/n=na).
● Guru memberikan contoh-contoh bilangan yang dapat diubah ke bentuk akar dan
sebaliknya.
● Game Interaktif (Joyful Learning): Menggunakan Kahoot atau Mentimeter untuk
kuis singkat tentang identifikasi bentuk akar dan eksponen pecahan.
Mengaplikasi (Bermakna):
● Peserta didik berlatih melakukan operasi hitung pada bentuk akar, mulai dari
menyederhanakan, penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian dan
merasionalkan penyebut.
● Proyek Lanjutan: Peserta didik mengaplikasikan konsep bentuk akar dalam masalah
desain atau arsitektur sederhana (misalnya, menghitung panjang diagonal, luas
bidang).
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk memecahkan soal-soal aplikasi bentuk
akar dalam konteks kehidupan nyata.
Merefleksi (Berkesadaran):
● Peserta didik membuat peta konsep tentang hubungan antara eksponen dan bentuk
akar.
● Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berbagi strategi mereka
dalam menyelesaikan masalah bentuk akar yang rumit.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
1. Umpan Balik Konstruktif (Berkesadaran): Guru memberikan umpan balik
individual atau kelompok terhadap hasil kerja peserta didik selama kegiatan inti,
menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Umpan balik dapat diberikan
secara lisan, tertulis, atau melalui rubrik.
2. Menyimpulkan Pembelajaran (Bermakna): Guru dan peserta didik bersama-sama
menyimpulkan materi yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut. Guru dapat
meminta beberapa peserta didik untuk menyampaikan kesimpulan mereka.
3. Refleksi Diri (Berkesadaran): Peserta didik mengisi jurnal reflektif singkat tentang
pengalaman belajar mereka, termasuk apa yang mereka pelajari, kesulitan yang
dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Joyful Learning): Guru memberikan
gambaran singkat tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya atau
proyek lanjutan. Guru juga menanyakan harapan atau saran peserta didik untuk
pembelajaran selanjutnya, melibatkan mereka dalam perencanaan.
5. Penugasan (jika ada): Guru memberikan tugas rumah atau proyek yang relevan
untuk dikerjakan di luar jam pelajaran.
6. Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, keterampilan prasyarat, dan gaya
belajar peserta didik.
● Kuesioner: Pertanyaan singkat tentang pengalaman belajar matematika sebelumnya
dan preferensi belajar.
● Tes Diagnostik (5 soal):
1. Hitunglah 23×22.
2. Sederhanakan 3235.
3. Tuliskan 4×4×4×4×4 dalam bentuk pangkat.
4. Jika 3x=81, berapakah nilai x?
5. Apa yang Anda ketahui tentang pangkat? Berikan contohnya.
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan respons
terhadap pertanyaan pemantik.
● Wawancara Singkat: Berbicara secara informal dengan beberapa peserta didik
untuk memahami latar belakang pengetahuan mereka.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)


● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran,
memberikan umpan balik, dan menyesuaikan strategi pengajaran.
● Tugas Harian/LKPD: Penilaian lembar kerja kelompok atau individu yang
dikumpulkan di akhir sesi.
● Diskusi Kelompok: Mengamati partisipasi aktif, kualitas argumen, dan kemampuan
kolaborasi dalam diskusi.
● Presentasi: Penilaian presentasi hasil eksplorasi atau pemecahan masalah kelompok.
● Contoh Soal (pertemuan 1, bagian diskusi kelompok/tugas harian):
1. Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri apa yang dimaksud dengan eksponen dan
berikan satu contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Dengan menggunakan sifat eksponen, sederhanakan (23×25):24.
3. Sebuah amoeba membelah diri menjadi 2 setiap 30 menit. Jika mula-mula
terdapat 5 amoeba, berapa banyak amoeba setelah 2 jam?
4. Benar atau salah pernyataan berikut: (22)3=25. Jelaskan alasannya!
5. Jika a2×a3=32, berapakah nilai a?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)


● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan setelah unit
selesai.
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi menyeluruh tentang pembelajaran
eksponen, mulai dari konsep yang paling dikuasai, kesulitan yang berhasil diatasi,
hingga manfaat yang dirasakan.
● Tes Tertulis (5 soal):
1. Sederhanakan bentuk eksponen berikut: x4y−1(x3y2)2.
2. Hitunglah nilai dari (641/3)+(272/3)−(1251/3).
3. Populasi suatu kota pada tahun 2020 adalah 1.000.000 jiwa. Jika laju
pertumbuhan penduduk kota tersebut 2% per tahun, berapa perkiraan populasi
kota tersebut pada tahun 2025? (Gunakan rumus Pt=P0(1+r)t)
4. Gambarkan grafik fungsi f(x)=3x untuk domain x∈{−2,−1,0,1,2} dan tentukan
asimtotnya.
5. Seorang peneliti mengamati peluruhan zat radioaktif. Massa awal zat adalah 100
gram. Jika massa zat berkurang menjadi setengahnya setiap 5 jam, tentukan
massa zat setelah 15 jam.
● Tugas Akhir/Proyek: "Modelling Pertumbuhan/Peluruhan dengan Fungsi
Eksponensial" atau "Aplikasi Eksponen dan Bentuk Akar dalam Desain" (dinilai
menggunakan rubrik proyek).

Mengetahui Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala,

Ahmad Junaidi, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 2 : BARISAN DAN DERET

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Barisan, B. Deret, C. Bunga
Alokasi Waktu : 12 JP @45 menit (3 Pertemuan x 4 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada umumnya telah memiliki pemahaman dasar tentang pola bilangan dan
operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian). Beberapa
peserta didik mungkin sudah pernah terpapar konsep barisan dan deret secara intuitif
dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam melihat pola pertumbuhan tanaman, jumlah
kursi dalam sebuah bioskop, atau perhitungan bunga tabungan sederhana. Keterampilan
yang dimiliki meliputi kemampuan berhitung dasar, membaca dan memahami soal cerita
sederhana, serta kemampuan untuk mengidentifikasi pola. Pemahaman mereka akan
menjadi fondasi untuk membangun konsep barisan dan deret secara lebih formal.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi barisan dan deret meliputi jenis pengetahuan konseptual (definisi barisan
aritmetika dan geometri, deret aritmetika dan geometri) dan prosedural (rumus suku ke-n,
rumus jumlah n suku pertama, aplikasi bunga tunggal dan bunga majemuk). Relevansi
materi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, seperti dalam perhitungan
investasi, pertumbuhan populasi, perhitungan angsuran kredit, atau bahkan dalam bidang
seni dan arsitektur (pola fraktal). Tingkat kesulitan materi bervariasi, dimulai dari konsep
dasar yang relatif mudah hingga aplikasi bunga yang membutuhkan penalaran lebih
kompleks. Struktur materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari barisan kemudian deret,
lalu aplikasinya pada bunga. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada ketelitian,
kerja sama, kemandirian, dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Dalam pembelajaran Barisan dan Deret ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai
adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis pola, mengidentifikasi
hubungan antarbilangan, dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang
diberikan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep barisan dan deret untuk
memecahkan masalah-masalah kontekstual yang baru dan mengembangkan ide-ide
orisinal dalam proyek mereka.
● Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan
tugas proyek, berbagi ide, dan saling membantu dalam memahami konsep.
● Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam belajar
serta mampu mencari sumber belajar tambahan secara mandiri.

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (eksponen)
dan logaritma serta menggunakannya1 untuk menyelesaikan masalah. (Fokus pada
penerapan konsep barisan dan deret dalam konteks bunga tunggal dan majemuk yang
melibatkan eksponen).

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Ekonomi/Akuntansi: Konsep bunga tunggal dan bunga majemuk sangat relevan
dalam perhitungan investasi, tabungan, pinjaman, dan analisis keuangan.
● Fisika: Beberapa fenomena fisika menunjukkan pola barisan dan deret, misalnya
peluruhan radioaktif (deret geometri) atau gerak benda (barisan aritmetika).
● Biologi: Pertumbuhan populasi makhluk hidup atau pertumbuhan bakteri dapat
dimodelkan menggunakan konsep barisan dan deret.
● Seni/Arsitektur: Pola-pola dalam seni dan arsitektur seringkali menggunakan konsep
barisan dan deret, seperti rasio emas atau pola fraktal.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Barisan (4 JP)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi pola bilangan pada barisan aritmetika dan
barisan geometri melalui eksplorasi data konkret dengan tepat.
● Peserta didik mampu menentukan suku ke-n dari barisan aritmetika dan barisan
geometri menggunakan rumus umum dengan benar setelah berdiskusi kelompok.
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
barisan aritmetika dan barisan geometri secara mandiri dan cermat.
Pertemuan 2: Deret (4 JP)
● Peserta didik mampu membedakan konsep barisan dan deret melalui studi kasus
dengan percaya diri.
● Peserta didik mampu menentukan jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret
geometri menggunakan rumus dengan teliti setelah melakukan simulasi.
● Peserta didik mampu menerapkan konsep deret aritmetika dan deret geometri dalam
memecahkan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 3: Bunga (4 JP)
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep bunga tunggal dan bunga majemuk dengan
bahasa sendiri setelah melakukan wawancara dengan narasumber.
● Peserta didik mampu menghitung bunga tunggal dan bunga majemuk dalam berbagai
skenario investasi atau pinjaman dengan akurat melalui analisis data.
● Peserta didik mampu merencanakan proyek sederhana yang melibatkan perhitungan
bunga tunggal dan/atau bunga majemuk (misalnya, simulasi investasi atau tabungan)
secara kolaboratif.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Pertumbuhan Penduduk: Bagaimana pola pertumbuhan penduduk di suatu daerah
dapat dimodelkan dengan barisan atau deret.
● Skema Cicilan Kredit: Bagaimana perhitungan angsuran bulanan pada suatu
pinjaman melibatkan konsep deret.
● Investasi dan Tabungan: Bagaimana uang dapat bertambah seiring waktu dengan
konsep bunga tunggal dan bunga majemuk.
● Pola dalam Seni dan Arsitektur: Contoh-contoh penggunaan barisan dan deret
dalam desain.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
akan mengerjakan proyek yang melibatkan aplikasi barisan dan deret, seperti
"Simulasi Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris".
● Diskusi Kelompok: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi,
berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama.
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Fleksibel): Mengunjungi bank/lembaga keuangan
untuk wawancara singkat tentang bunga, atau mengamati pola di lingkungan sekitar.
● Wawancara: Peserta didik dapat melakukan wawancara dengan orang tua, guru, atau
ahli ekonomi/keuangan terkait aplikasi barisan dan deret dalam kehidupan nyata
(khususnya bunga).
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek atau temuan diskusi mereka
di depan kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Ekonomi, Seni, Fisika), staf tata
usaha (misal, bagian keuangan sekolah untuk pemahaman anggaran sederhana),
perpustakaan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Bank atau lembaga keuangan, pelaku usaha kecil, orang
tua/wali (sebagai narasumber pengalaman), komunitas lokal yang menunjukkan pola
tertentu (misal, petani dalam menghitung pertumbuhan panen).
● Masyarakat: Melibatkan narasumber dari masyarakat (misalnya, akuntan,
pengusaha) untuk memberikan perspektif nyata tentang aplikasi matematika.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok, presentasi, dan
kerja proyek. Tersedia papan tulis/media visual yang cukup.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom sebagai pusat
pengumuman, pengumpulan tugas, dan forum diskusi.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang kolaboratif, di mana peserta didik
aktif berpartisipasi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan berani mengajukan
pertanyaan serta berbagi ide. Lingkungan yang nyaman dan mendukung eksplorasi.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan sumber belajar dari perpustakaan digital
sekolah atau Kemendikbud (misalnya, BSE online) untuk mencari referensi
tambahan.
● Forum Diskusi Daring: Pemanfaatan Google Classroom atau platform lain untuk
diskusi asinkron di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuis atau asesmen formatif.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau mengumpulkan umpan
balik secara cepat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
(Joyful Learning).

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan
mengajak peserta didik melakukan pernapasan dalam atau menenangkan diri sejenak.
Kemudian, guru memantik pertanyaan reflektif: "Pernahkah kalian melihat pola di
sekitar kita? Misalnya, pola susunan keramik di lantai, atau pola pertumbuhan tunas
bambu? Apa yang membuat pola itu menarik?" Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan
pra-pengetahuan dan membangun koneksi awal dengan materi.
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dan relevansi materi barisan dan deret dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, kaitannya dengan tabungan atau investasi). Guru
dapat menunjukkan video singkat atau gambar yang relevan untuk menarik minat.
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru memberikan teka-teki
sederhana atau kuis ringan (misalnya, menggunakan Kahoot! atau Mentimeter) terkait
pola bilangan untuk membangun suasana ceria dan antusiasme. Guru juga dapat
menanyakan harapan peserta didik terhadap pembelajaran ini.

KEGIATAN INTI (150 MENIT)


PERTEMUAN KE 1:
MEMAHAMI KONSEP (EKSPLORASI DAN PENEMUAN)
● Eksplorasi Terbimbing (Joyful & Meaningful): Guru memberikan serangkaian
contoh kasus kontekstual (misal, pola susunan kursi di aula, pertumbuhan bakteri,
atau jumlah tabungan sederhana setiap bulan) dan meminta peserta didik (dalam
kelompok kecil) untuk mengidentifikasi pola, melanjutkan pola, dan mencoba
merumuskan generalisasinya.
● Mindful Exploration: Guru mendorong peserta didik untuk mencatat setiap pikiran
atau pertanyaan yang muncul saat mengamati pola, dan membagikannya dalam
kelompok.
● Diskusi Kelompok (Kolaboratif & Bermakna): Peserta didik berdiskusi untuk
menemukan definisi barisan aritmetika dan geometri serta bagaimana cara
menentukan suku ke-n. Guru berkeliling, memfasilitasi, dan memberikan scaffolding
sesuai kebutuhan.
● Koneksi dengan Kehidupan Nyata (Meaningful): Guru mengajukan pertanyaan:
"Bagaimana pola ini bisa kita temukan di kehidupan sehari-hari?" atau "Mengapa
penting untuk memahami pola ini?"

PERTEMUAN KE 2:
MENGAPLIKASIKAN KONSEP (PENGEMBANGAN PROYEK)
● Penugasan Proyek (Meaningful & Joyful): Guru memperkenalkan Proyek
"Simulasi Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris" (pilih salah
satu atau berikan opsi). Peserta didik dalam kelompok merencanakan proyek mereka,
mengidentifikasi data yang dibutuhkan, dan membagi tugas.
● Wawancara/Studi Kasus (Meaningful): Jika memungkinkan, kelompok melakukan
wawancara singkat (bisa ke orang tua, guru ekonomi, atau secara virtual dengan
narasumber) terkait aplikasi bunga dalam tabungan/investasi.
● Pemanfaatan Digital (Kemandirian & Kolaboratif): Peserta didik mencari
informasi tambahan dari perpustakaan digital, menggunakan kalkulator online, atau
spreadsheet untuk membantu perhitungan dalam proyek mereka. Guru memantau
kemajuan proyek melalui Google Classroom.

PERTEMUAN KE 3:
MEREFLEKSI DAN MENYIMPULKAN (BERKESADARAN & BERMAKNA)
● Presentasi Kelompok (Kolaboratif & Bermakna): Setiap kelompok
mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan prosesnya, dan membagikan
tantangan serta solusi yang mereka temukan.
● Refleksi Individu (Mindful): Setelah presentasi, peserta didik menuliskan jurnal
reflektif singkat tentang apa yang mereka pelajari dari proyek, bagaimana perasaan
mereka selama mengerjakan proyek, dan apa yang ingin mereka pelajari lebih lanjut.
● Diskusi Kelas & Penguatan Konsep (Meaningful): Guru memimpin diskusi kelas
untuk mengklarifikasi konsep yang masih membingungkan dan memberikan
penguatan pada pemahaman penting tentang barisan, deret, dan bunga.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif (Meaningful): Guru memberikan umpan balik yang
spesifik dan konstruktif terhadap presentasi dan hasil proyek peserta didik. Guru juga
mendorong peserta didik untuk memberikan umpan balik kepada teman sebaya.
● Menyimpulkan Pembelajaran (Meaningful): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari itu. Guru dapat
menggunakan Mentimeter untuk membuat word cloud dari kata kunci pembelajaran.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Mindful & Meaningful): Guru
mengajak peserta didik untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembelajaran
selanjutnya, misalnya dengan menanyakan: "Topik apa yang paling menarik bagi
kalian hari ini? Apa yang ingin kalian dalami lebih lanjut di pertemuan berikutnya?"
Guru memberikan tugas penguatan atau persiapan untuk materi selanjutnya (jika ada).
● Apresiasi (Joyful): Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras
peserta didik selama pembelajaran.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama kegiatan
pendahuluan (misal, saat kuis Kahoot! atau diskusi awal).
● Kuesioner Singkat: Guru memberikan kuesioner daring (Google Forms) berisi 3-5
pertanyaan pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep pola bilangan dasar.
Contoh Soal Kuesioner Awal:
1. Tentukan dua suku berikutnya dari pola bilangan: 2, 5, 8, 11, ... a. 13, 16 b. 14, 17
c. 15, 18 d. 14, 16
2. Jika 1 apel harganya Rp 3.000,-, berapakah harga 5 apel?
3. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa itu "pola bilangan".
4. Menurutmu, di mana kita bisa menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-
hari?
5. Apa yang ingin kamu pelajari tentang barisan dan deret?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)


● Tugas Harian (Individu/Kelompok): Lembar kerja berisi soal-soal latihan konsep
barisan dan deret yang dikerjakan setelah setiap sub-bab.
Contoh Soal Tugas Harian (Pertemuan 1: Barisan):
1. Tentukan suku ke-10 dari barisan aritmetika 3, 7, 11, 15, ...
2. Suku ketiga suatu barisan geometri adalah 12 dan suku keenamnya adalah 96.
Tentukan rasio dan suku pertama barisan tersebut.
3. Dalam sebuah gedung pertemuan, terdapat 15 kursi pada baris pertama, 18 kursi
pada baris kedua, 21 kursi pada baris ketiga, dan seterusnya. Berapa banyak kursi
pada baris ke-8?
4. Seutas tali dibagi menjadi 5 bagian yang membentuk barisan geometri. Jika
bagian terpendek adalah 4 cm dan bagian terpanjang adalah 64 cm, berapakah
panjang tali semula?
5. Identifikasikan apakah barisan berikut adalah barisan aritmetika atau geometri,
dan jelaskan alasannya: 2, 4, 8, 16, ...
● Diskusi Kelompok: Penilaian observasi terhadap keaktifan, kontribusi ide, dan
kemampuan bekerja sama dalam diskusi kelompok.
● Presentasi: Penilaian terhadap kejelasan penyampaian, penguasaan materi, dan
kemampuan menjawab pertanyaan saat presentasi proyek.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)


● Jurnal Reflektif (Individu): Peserta didik menuliskan refleksi tentang keseluruhan
pembelajaran, termasuk pemahaman konsep, tantangan yang dihadapi, strategi
penyelesaian masalah, dan keterkaitan dengan kehidupan nyata.
● Tugas Akhir/Proyek (Kelompok): Penilaian terhadap kualitas proyek "Simulasi
Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris" (sesuai pilihan awal),
meliputi ketepatan perhitungan, kreativitas, dan presentasi.
● Tes Tertulis (Individu): Tes tulis untuk menguji pemahaman konsep dan
kemampuan aplikasi secara komprehensif.
Contoh Soal Tes Tertulis Akhir:
1. Suku pertama dari suatu deret aritmetika adalah 5 dan suku terakhirnya adalah 29.
Jika jumlah seluruh suku deret tersebut adalah 140, tentukan banyaknya suku
dalam deret tersebut.
2. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 12 meter. Setiap kali memantul, bola
mencapai 32 dari ketinggian sebelumnya. Tentukan panjang lintasan total bola
sampai berhenti.
3. Pak Budi menabung uang di bank sebesar Rp 5.000.000,- dengan bunga tunggal
8% per tahun. Berapakah total tabungan Pak Budi setelah 3 tahun?
4. Ibu Dewi menginvestasikan uang sebesar Rp 10.000.000,- dengan bunga
majemuk 5% per tahun. Berapakah jumlah uang Ibu Dewi setelah 4 tahun jika
bunga dihitung setiap tahun?
5. Jelaskan perbedaan antara bunga tunggal dan bunga majemuk, serta berikan
contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala,

Ahmad Junaidi, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 3 : PERBANDINGAN TRIGONOMETRI

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Perbandingan Trigonometri, B. Pemanfaatan
Perbandingan Trigonometri
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada umumnya telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep sudut
(derajat dan radian), segitiga siku-siku, dan Teorema Pythagoras dari jenjang SMP.
Mereka juga diharapkan sudah memiliki keterampilan dasar dalam berhitung dan
menyelesaikan masalah sederhana. Beberapa peserta didik mungkin sudah terpapar
dengan aplikasi dasar trigonometri dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, menghitung
tinggi pohon dengan bayangan), namun pemahaman konseptual tentang perbandingan
trigonometri itu sendiri mungkin masih minim.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi perbandingan trigonometri adalah jenis pengetahuan konseptual dan prosedural
yang memerlukan pemahaman definisi, hubungan antarperbandingan, dan penerapan
rumus. Relevansi materi ini sangat tinggi dengan kehidupan nyata, terlihat dalam
berbagai bidang seperti arsitektur, navigasi, fisika (gerak harmonik sederhana,
gelombang), teknik, dan bahkan seni. Tingkat kesulitan materi ini bersifat menengah,
membutuhkan pemahaman visual dan kemampuan abstraksi. Struktur materi dimulai dari
perbandingan dasar pada segitiga siku-siku, lalu dikembangkan ke sudut istimewa, dan
kemudian diperluas ke sudut di berbagai kuadran. Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada ketelitian, ketekunan, berpikir logis, dan kolaborasi.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis permasalahan yang berkaitan
dengan perbandingan trigonometri dan menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menemukan berbagai pendekatan dalam
menyelesaikan masalah trigonometri, termasuk merancang model sederhana.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan
masalah, berbagi ide, dan saling membantu dalam memahami konsep.
● Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dalam mencari informasi tambahan
dan menyelesaikan tugas secara mandiri.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Di akhir fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat
(eksponen) dan logaritma, serta menggunakan barisan dan deret aritmetika dan geometri.
Mereka dapat menerapkan konsep perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku,
serta menentukan nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa dan sudut di berbagai
kuadran.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Fisika: Penerapan konsep trigonometri dalam analisis vektor, gerak parabola,
gelombang, dan optika.
● Geografi/Kartografi: Pengukuran jarak dan elevasi, pemetaan.
● Teknik (Arsitektur, Sipil, Elektro): Perhitungan struktur bangunan, desain sirkuit,
navigasi.
● Seni: Proporsi dan perspektif dalam seni visual.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 JP): Pengenalan Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-
Siku
● Melalui eksplorasi benda-benda di sekitar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat
mendefinisikan sinus, kosinus, dan tangen sebagai perbandingan sisi-sisi pada
segitiga siku-siku dengan tepat.
● Dengan mengerjakan latihan soal, peserta didik dapat menentukan nilai sinus,
kosinus, dan tangen dari sudut lancip pada segitiga siku-siku yang diberikan dengan
benar.
Pertemuan 2 (2 JP): Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa
● Melalui kegiatan praktikum sederhana (misalnya, membuat segitiga siku-siku dengan
sudut 30, 45, 60 derajat), peserta didik dapat menentukan nilai perbandingan
trigonometri untuk sudut-sudut istimewa (0°, 30°, 45°, 60°, 90°) secara mandiri dan
akurat.
● Dengan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan hubungan antara nilai
perbandingan trigonometri sudut istimewa dengan konsep geometri secara tepat.
Pertemuan 3 (2 JP): Perbandingan Trigonometri Sudut di Berbagai Kuadran
● Melalui diskusi kelompok dan pemanfaatan perangkat lunak geogebra, peserta didik
dapat menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut di berbagai
kuadran (kuadran I, II, III, IV) dengan benar.
● Dengan analisis kasus, peserta didik dapat menjelaskan tanda positif atau negatif
perbandingan trigonometri di setiap kuadran dengan tepat.
Pertemuan 4 (2 JP): Pemanfaatan Perbandingan Trigonometri dalam Kehidupan
Nyata
● Melalui studi kasus dan proyek sederhana, peserta didik dapat mengaplikasikan
konsep perbandingan trigonometri untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang
relevan dengan kehidupan sehari-hari (misalnya, menentukan tinggi benda, jarak, atau
sudut elevasi/depresi) dengan cermat.
● Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil
pemanfaatan perbandingan trigonometri dalam proyek mereka secara jelas dan
sistematis.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan dikontekstualisasikan melalui masalah-masalah yang dekat
dengan kehidupan peserta didik, seperti:
● Mengukur tinggi tiang bendera/bangunan dengan sudut elevasi.
● Menghitung jarak pandang dari menara pengawas.
● Menentukan sudut kemiringan tangga atau atap rumah.
● Aplikasi dalam navigasi (arah mata angin).
● Desain struktur sederhana (jembatan, atap).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK (PENDEKATAN DEEP LEARNING: MINDFUL
LEARNING, MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
● Metode Pembelajaran: Berbasis Proyek dan Diskusi Kelompok.
● Eksplorasi Lapangan: Peserta didik diajak mengamati objek di lingkungan
sekolah/sekitar (misalnya, tiang bendera, bangunan) untuk mengidentifikasi potensi
aplikasi trigonometri.
● Wawancara (opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai
tukang bangunan/insinyur sederhana tentang penggunaan konsep sudut dalam
pekerjaan mereka.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek dan diskusi kelompok
mereka.
● Mindful Learning: Melalui kegiatan refleksi dan pertanyaan pancingan, peserta
didik diajak untuk menyadari proses berpikir mereka, mengenali kesulitan, dan
bagaimana mereka mengatasinya.
● Meaningful Learning: Materi dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik dan
masalah-masalah relevan yang memicu rasa ingin tahu.
● Joyful Learning: Pembelajaran diintegrasikan dengan aktivitas praktis, kolaborasi
yang menyenangkan, dan penggunaan media interaktif.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Seni, Desain), pihak sekolah
(petugas kebersihan, tukang kebun untuk informasi praktis).
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas sekitar yang dapat memberikan contoh
aplikasi trigonometri (misalnya, tukang bangunan, arsitek lokal).
● Masyarakat: Melalui studi kasus dari media massa atau internet yang menunjukkan
aplikasi trigonometri dalam skala besar (misalnya, pembangunan jembatan,
penentuan arah kiblat).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi,
lapangan/area outdoor untuk eksplorasi.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
forum diskusi daring, pengumpulan tugas.
● Budaya Belajar: Mendorong kolaboratif (kerja sama tim), berpartisipasi aktif
(bertanya, berpendapat), dan rasa ingin tahu (eksplorasi mandiri) untuk mendukung
pembelajaran mendalam.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses sumber belajar tambahan (e-book, jurnal, artikel)
terkait trigonometri dan aplikasinya.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron melalui Google Classroom atau platform
lain untuk berbagi pemahaman dan pertanyaan.
● Penilaian Daring: Penggunaan Kahoot! atau Mentimeter untuk kuis interaktif dan
survei singkat.
● Google Classroom: Manajemen kelas, berbagi materi, pengumpulan tugas,
pengumuman.
● Geogebra: Visualisasi grafik fungsi trigonometri dan perbandingan sudut di berbagai
kuadran.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan (Mindful Learning): Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak peserta didik untuk menenangkan diri sejenak (misalnya,
dengan tarik napas dalam-dalam) untuk mempersiapkan pikiran belajar. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
● Apersepsi (Meaningful Learning): Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang
mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari atau pengalaman peserta didik.
Misalnya: "Pernahkah kalian berpikir bagaimana para arsitek menghitung tinggi
sebuah bangunan tanpa harus memanjatnya?", "Bagaimana navigasi kapal bisa
mengetahui arah dan jaraknya?".
● Motivasi (Joyful Learning): Guru menampilkan video singkat atau gambar menarik
tentang aplikasi trigonometri dalam kehidupan nyata (misalnya, roller coaster,
gelombang laut, animasi 3D) untuk membangkitkan antusiasme.
● Ice Breaking (opsional): Permainan singkat atau teka-teki yang berkaitan dengan
geometri dasar untuk membangun suasana positif.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


PERTEMUAN 1:
PERBANDINGAN TRIGONOMETRI PADA SEGITIGA SIKU-SIKU
Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan
beberapa objek nyata (misalnya, penggaris, benang, busur derajat) dan diminta untuk
mengukur sisi-sisi dan sudut pada segitiga siku-siku yang dapat dibentuk dari objek
tersebut atau lingkungan sekitar (misalnya, sudut meja, sudut dinding).
● Peserta didik berdiskusi untuk menemukan hubungan antara perbandingan sisi-sisi
dengan sudut lancip pada segitiga siku-siku yang mereka ukur. Guru membimbing
dengan pertanyaan: "Apakah ada pola tertentu dari perbandingan sisi-sisi ini?",
"Apakah perbandingan ini berubah jika ukuran segitiganya berbeda tetapi sudutnya
sama?".
● Guru memperkenalkan definisi sinus, kosinus, dan tangen berdasarkan hasil
eksplorasi peserta didik.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Setiap kelompok diberikan lembar kerja berisi soal-soal penerapan perbandingan
trigonometri pada segitiga siku-siku sederhana (misalnya, menghitung panjang sisi
atau besar sudut yang belum diketahui).
● Peserta didik menyelesaikan soal-soal tersebut dalam kelompok, saling berbagi ide
dan memvalidasi jawaban.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi dan
penyelesaian soal mereka.
● Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyamakan persepsi dan mengidentifikasi
konsep-konsep kunci yang telah dipelajari. Guru mengajukan pertanyaan reflektif:
"Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini?", "Apakah ada bagian yang masih
membingungkan?".

PERTEMUAN 2:
PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT ISTIMEWA
● Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Guru memfasilitasi kegiatan praktikum (misalnya, membuat segitiga siku-siku dengan
sudut 30, 45, 60 derajat menggunakan kertas origami atau alat sederhana). Peserta
didik mengukur sisi-sisi dan menghitung nilai perbandingan trigonometri untuk
sudut-sudut tersebut.
● Guru membimbing peserta didik untuk menemukan pola dan nilai pasti perbandingan
trigonometri untuk sudut istimewa.
● Peserta didik mencari informasi tambahan dari buku teks atau sumber digital
mengenai nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik diberikan soal-soal latihan yang melibatkan perhitungan dengan sudut
istimewa.
● Guru memberikan contoh aplikasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari (misalnya,
menghitung tinggi layang-layang).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru mengadakan kuis singkat menggunakan Kahoot! atau Mentimeter untuk
menguji pemahaman peserta didik tentang nilai sudut istimewa.
● Diskusi kelas tentang manfaat mengetahui nilai-nilai sudut istimewa dalam
perhitungan.

PERTEMUAN 3:
PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT DI BERBAGAI KUADRAN
Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Guru memperkenalkan konsep koordinat kartesius dan lingkaran satuan.
● Peserta didik secara berkelompok menggunakan Geogebra untuk mengeksplorasi
bagaimana nilai sinus, kosinus, dan tangen berubah saat sudut bergeser dari satu
kuadran ke kuadran lain.
● Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan tanda positif atau negatif dari
setiap perbandingan trigonometri di setiap kuadran.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik diberikan kasus-kasus di mana mereka harus menentukan nilai
perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut di kuadran II, III, dan IV.
● Guru memberikan contoh soal yang mengaitkan dengan permasalahan fisik sederhana
(misalnya, posisi benda pada lintasan melingkar).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru meminta peserta didik untuk membuat mind map atau rangkuman visual tentang
perbandingan trigonometri di berbagai kuadran.
● Diskusi untuk memperjelas konsep sudut referensi dan rumus-rumus relasi.

PERTEMUAN 4:
PEMANFAATAN PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DALAM KEHIDUPAN
NYATA (PROYEK SEDERHANA)
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru mengulang kembali konsep-konsep kunci perbandingan trigonometri.
● Peserta didik diingatkan kembali tentang berbagai aplikasi trigonometri yang telah
disinggung di awal.
Mengaplikasi (Meaningful Learning & Joyful Learning):
● Guru menjelaskan proyek sederhana: "Mengukur Tinggi Objek di Lingkungan
Sekolah" (misalnya, tiang bendera, pohon, gedung sekolah).
● Setiap kelompok merencanakan metode pengukuran mereka menggunakan alat
sederhana (busur derajat, meteran, benang). Mereka harus menentukan sudut
elevasi/depresi dan jarak horizontal.
● Kelompok melakukan pengukuran di lapangan.
● Setelah pengukuran, kelompok menghitung tinggi objek menggunakan konsep
perbandingan trigonometri.
Merefleksi (Mindful Learning & Joyful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas, menjelaskan
metode, data yang diperoleh, perhitungan, dan hasil akhirnya.
● Guru memberikan umpan balik konstruktif dan memfasilitasi diskusi antar kelompok
tentang tantangan yang dihadapi dan solusi yang ditemukan.
● Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang pengalaman mereka dalam
melaksanakan proyek.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif (Mindful Learning): Guru memberikan apresiasi
terhadap partisipasi aktif peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk berbagi
pengalaman belajar yang paling berkesan dan apa yang mereka rasakan setelah
menyelesaikan materi ini.
● Menyimpulkan Pembelajaran (Meaningful Learning): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan poin-poin penting dari seluruh materi perbandingan trigonometri.
Guru menekankan pentingnya pemahaman konsep dasar dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Joyful Learning): Guru memberikan
gambaran singkat tentang materi selanjutnya (misalnya, aturan sinus dan kosinus) dan
bagaimana materi ini akan membangun dari pemahaman trigonometri saat ini. Guru
dapat menanyakan ide atau pertanyaan dari peserta didik untuk materi berikutnya.
● Pemberian Tugas: Guru memberikan tugas rumah atau tantangan kecil yang relevan
untuk memperkuat pemahaman.
● Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam dan motivasi.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (SEBELUM PERTEMUAN 1)
● Metode: Kuesioner dan Tes Diagnostik singkat.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang segitiga siku-siku,
Teorema Pythagoras, dan konsep sudut.
● 5 Soal Asesmen Awal:
1. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang segitiga siku-siku.
2. Jika sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang sisi siku-siku 3 cm dan 4 cm, berapa
panjang sisi miringnya? (Gunakan Teorema Pythagoras)
3. Apa yang Anda pahami tentang "sudut" dalam matematika?
4. Menurut Anda, mengapa penting untuk mempelajari hubungan antara sisi dan sudut
pada segitiga?
5. Sebutkan contoh situasi di kehidupan sehari-hari di mana Anda pernah melihat
penerapan konsep sudut.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (SELAMA PERTEMUAN)


● Metode: Observasi, Diskusi Kelompok, Tugas Harian.
● Tujuan: Memantau partisipasi, pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, dan
kemandirian peserta didik selama proses pembelajaran.
● 5 Indikator/Soal Asesmen Proses:
1. Observasi Partisipasi Diskusi: Catatan observasi guru tentang keaktifan peserta
didik dalam bertanya, berpendapat, dan berkontribusi dalam diskusi kelompok (skala:
kurang, cukup, baik, sangat baik).
2. Tugas Harian (P1): Sebuah tangga disandarkan pada dinding dengan panjang 5
meter. Jika jarak ujung bawah tangga ke dinding adalah 3 meter, tentukan nilai sinus
sudut yang dibentuk oleh tangga dengan tanah.
3. Tugas Harian (P2): Tanpa menggunakan kalkulator, tentukan nilai dari
sin45∘+cos60∘. Jelaskan langkah-langkahnya.
4. Diskusi Kelompok (P3): Mengapa nilai tan150∘ bernilai negatif? Jelaskan
berdasarkan posisinya di kuadran.
5. Presentasi Proyek (P4): Rubrik penilaian presentasi kelompok yang mencakup
kejelasan presentasi, ketepatan perhitungan, dan kemampuan menjawab pertanyaan.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SETELAH SELURUH MATERI


DIAJARKAN)
● Metode: Jurnal Reflektif, Tes Tertulis, Proyek (Penilaian Proyek).
● Tujuan: Mengukur pemahaman komprehensif peserta didik terhadap seluruh materi
perbandingan trigonometri dan kemampuan mereka mengaplikasikannya.
● 5 Soal Tes Tertulis Akhir:
1. Sebuah kapal berlayar dari pelabuhan A ke arah timur sejauh 100 km, kemudian
berbelok ke arah utara sejauh 75 km. Tentukan jarak terpendek kapal dari pelabuhan
A. (Soal ini melibatkan Pythagoras namun bisa dikembangkan ke trigonometri jika
diminta sudut)
2. Jika cosα=54 dan α adalah sudut lancip, tentukan nilai dari sinα dan tanα.
3. Sebuah menara pengawas memiliki tinggi 30 meter. Dari puncak menara, seorang
petugas melihat sebuah kapal dengan sudut depresi 30∘. Berapakah jarak kapal dari
dasar menara? (Asumsikan menara tegak lurus dengan tanah).
4. Tentukan nilai dari sin210∘+cos300∘.
5. Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri, bagaimana konsep perbandingan
trigonometri dapat membantu kita dalam memecahkan masalah di dunia nyata, dan
berikan satu contoh aplikasi yang paling menarik bagi Anda.
Demikian Modul Ajar yang dapat saya buat, Masdar. Semoga bermanfaat dan dapat
diterapkan dengan baik dalam pembelajaran!

Mengetahui Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala,

Ahmad Junaidi, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 4 : SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Sistem Persamaan Linear, B. Sistem Pertidaksamaan
Linear
Alokasi Waktu : 12 JP x 45 Menit (4 Pertemuan @ 3 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik di awal pembelajaran ini diharapkan telah memiliki pemahaman dasar
tentang:
● Pengetahuan: Operasi aljabar dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian), konsep variabel, konstanta, dan persamaan linear satu variabel. Mereka
juga diharapkan memahami dasar-dasar penyelesaian persamaan sederhana.
● Keterampilan: Kemampuan melakukan perhitungan aritmatika dengan teliti dan
kemampuan membaca serta memahami kalimat matematika sederhana.
● Pemahaman: Peserta didik umumnya sudah memiliki pengalaman dalam
menyelesaikan masalah sederhana yang dapat dimodelkan secara matematis dalam
kehidupan sehari-hari, meskipun belum tentu secara eksplisit menggunakan konsep
sistem persamaan atau pertidaksamaan.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ini memiliki karakteristik sebagai
berikut:
● Jenis Pengetahuan: Konseptual (pemahaman definisi, sifat, dan karakteristik sistem
persamaan/pertidaksamaan), Prosedural (langkah-langkah penyelesaian dengan
berbagai metode), dan Faktual (istilah-istilah dalam sistem
persamaan/pertidaksamaan).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi ini sangat relevan dengan kehidupan
sehari-hari. Contohnya, dalam menentukan harga barang, merencanakan keuangan,
mengoptimalkan sumber daya, bahkan dalam bidang teknik dan ekonomi. Hal ini
akan ditekankan melalui masalah kontekstual.
● Tingkat Kesulitan: Cukup bervariasi. Konsep dasar mungkin mudah dipahami,
tetapi penyelesaian sistem dengan banyak variabel atau pertidaksamaan dengan
daerah penyelesaian memerlukan pemahaman konsep yang lebih mendalam dan
ketelitian.
● Struktur Materi: Materi ini terstruktur secara hierarkis, dimulai dari sistem
persamaan linear dua variabel, kemudian tiga variabel, dilanjutkan dengan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel. Setiap konsep membangun di atas konsep
sebelumnya.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini dapat mengintegrasikan nilai-nilai seperti
ketelitian, ketekunan dalam memecahkan masalah, berpikir logis, dan kolaborasi saat
bekerja dalam kelompok.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam
pembelajaran ini adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis masalah, mengidentifikasi
informasi relevan, dan menerapkan strategi penyelesaian yang tepat.
● Kreativitas: Peserta didik mampu merumuskan masalah dari konteks nyata ke dalam
model matematika dan menemukan berbagai solusi alternatif.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan
masalah dan berbagi ide.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dalam belajar dan
bertanggung jawab atas hasil belajarnya.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan langkah-langkah penyelesaian dan
mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase E (Kelas X), peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi
bilangan berpangkat (bilangan bulat dan rasional) dan fungsi eksponensial. Mereka dapat
menggunakan barisan aritmetika dan geometri untuk menyelesaikan masalah kontekstual
(termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas). Peserta didik dapat
menyelesaikan masalah sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem pertidaksamaan
linear dua variabel.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Ekonomi: Konsep sistem persamaan linear dan pertidaksamaan linear digunakan
dalam analisis biaya, pendapatan, keuntungan, penawaran, dan permintaan.
● Fisika: Pemodelan masalah gerak, gaya, atau rangkaian listrik seringkali melibatkan
sistem persamaan linear.
● Kimia: Reaksi kimia dan stoikiometri dapat menggunakan sistem persamaan linear
untuk menyeimbangkan persamaan.
● Geografi: Penentuan lokasi atau rute optimal dapat memanfaatkan konsep sistem
pertidaksamaan linear.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 & 2 (6 JP): Sistem Persamaan Linear (SPL)
● Tujuan Pembelajaran 1: Melalui eksplorasi masalah kontekstual (misalnya studi
kasus harga barang di pasar) dan diskusi kelompok, peserta didik dapat
mengidentifikasi variabel, konstanta, dan membentuk model matematika sistem
persamaan linear dua variabel dengan teliti dan penuh rasa ingin tahu (Mindful
Learning).
● Tujuan Pembelajaran 2: Dengan menerapkan metode substitusi dan eliminasi
melalui praktik mandiri dan bimbingan, peserta didik dapat menyelesaikan sistem
persamaan linear dua variabel secara akurat dan menunjukkan kemandirian dalam
proses belajarnya (Meaningful Learning).
● Tujuan Pembelajaran 3: Melalui analisis kasus nyata (misalnya alokasi anggaran
proyek) dan kolaborasi dalam kelompok, peserta didik dapat memodelkan dan
menyelesaikan sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode campuran
(eliminasi-substitusi) secara efektif dan menunjukkan kemampuan komunikasi yang
baik dalam mempresentasikan solusinya (Joyful Learning).
Pertemuan 3 & 4 (6 JP): Sistem Pertidaksamaan Linear (SPtL)
● Tujuan Pembelajaran 4: Melalui observasi lingkungan (misalnya batas lahan atau
kapasitas ruangan) dan diskusi interaktif, peserta didik dapat mengidentifikasi
variabel, konstanta, dan menyusun model matematika sistem pertidaksamaan linear
dua variabel dari masalah kontekstual dengan pemahaman yang mendalam (Mindful
Learning).
● Tujuan Pembelajaran 5: Dengan menggunakan grafik dan uji titik melalui latihan
soal dan simulasi, peserta didik dapat menentukan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear dua variabel secara tepat dan logis (Meaningful Learning).
● Tujuan Pembelajaran 6: Melalui proyek mini (misalnya merancang menu makanan
dengan batasan gizi) dan presentasi hasil, peserta didik dapat mengaplikasikan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel untuk menyelesaikan masalah optimasi sederhana
dan menunjukkan kreativitas dalam menemukan solusi yang inovatif (Joyful
Learning).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Sistem Persamaan Linear:
● Penentuan harga barang berdasarkan informasi total harga yang berbeda (misalnya:
harga buah-buahan di pasar).
● Perhitungan jumlah kendaraan atau orang berdasarkan informasi jumlah roda atau
total kapasitas.
● Alokasi sumber daya (misalnya: bahan baku untuk produksi) dalam skala kecil.
● Sistem Pertidaksamaan Linear:
● Perencanaan diet atau menu makanan dengan batasan kalori, protein, atau nutrisi
lainnya.
● Penentuan daerah aman atau zona larangan berdasarkan beberapa batasan.
● Pengaturan jadwal produksi dengan keterbatasan waktu dan tenaga kerja.
● Optimasi keuntungan atau biaya dalam bisnis sederhana.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan terlibat dalam proyek-
proyek kecil yang relevan dengan kehidupan nyata.
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Simulasi): Jika memungkinkan, membawa peserta
didik ke "pasar mini" buatan atau menggunakan simulasi online untuk mengamati
dan mengumpulkan data masalah harga barang. Atau observasi lingkungan sekitar
untuk mengidentifikasi batasan-batasan fisik.
● Wawancara (Opsional/Simulasi): Melakukan wawancara singkat (dengan teman
sebaya/guru) tentang masalah sehari-hari yang dapat dimodelkan dengan SPL/SPtL.
● Presentasi: Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil proyek dan solusi
mereka.
● Diskusi Kelompok: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi,
berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Ekonomi, IPA, Fisika, Kimia)
dapat diundang sebagai narasumber singkat untuk menunjukkan aplikasi SPL/SPtL di
bidang mereka. Perpustakaan sekolah untuk sumber belajar tambahan.
● Lingkungan Luar Sekolah: Jika memungkinkan, mengundang pelaku UMKM lokal
untuk berbagi pengalaman mereka dalam mengelola sumber daya atau keuangan
yang dapat dikaitkan dengan SPL/SPtL.
● Masyarakat: Menggunakan contoh-contoh masalah dari lingkungan masyarakat
sekitar sebagai konteks pembelajaran.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel untuk mendukung kerja kelompok dan
diskusi (misalnya, meja dan kursi dapat digeser). Tersedia papan tulis/whiteboard
untuk menuliskan ide dan solusi.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom sebagai pusat informasi,
pengumpulan tugas, dan forum diskusi daring.
● Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong peserta didik untuk bekerja sama, saling membantu, dan
menghargai pendapat orang lain.
● Berpartisipasi Aktif: Menciptakan suasana yang nyaman sehingga setiap peserta
didik merasa bebas untuk bertanya, berpendapat, dan mencoba.
● Rasa Ingin Tahu: Memicu rasa ingin tahu melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik
dan masalah-masalah yang menantang.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses sumber belajar tambahan dari perpustakaan
digital Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau platform edukasi lainnya.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk melanjutkan
diskusi di luar jam pelajaran atau mengajukan pertanyaan.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner awal atau tes
diagnostik.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau survei singkat sebagai
bagian dari asesmen formatif atau pemantik diskusi.
● Aplikasi Grafis Online: (Opsional) Geogebra atau sejenisnya untuk
memvisualisasikan daerah penyelesaian pertidaksamaan linear.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15-20 MENIT)
Pembukaan dan Sambutan (Mindful Learning):
● Guru menyambut peserta didik dengan hangat, menciptakan suasana yang positif.
● Mengajak peserta didik untuk mengambil napas dalam-dalam dan fokus sejenak,
meninggalkan distraksi di luar kelas. (Prinsip pembelajaran berkesadaran)
Apersepsi (Meaningful Learning):
● Guru memancing pertanyaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari yang dapat
mengarah pada konsep persamaan/pertidaksamaan linear. Contoh: "Pernahkah kalian
berpikir bagaimana pedagang menentukan harga dua jenis barang jika total belanjaan
saya sekian?" atau "Bagaimana cara kita mengatur waktu belajar dan bermain agar
keduanya seimbang?"
● Menghubungkan materi sebelumnya (persamaan linear satu variabel) dengan materi
yang akan dipelajari.
Motivasi (Joyful Learning):
● Menyampaikan manfaat belajar SPL/SPtL dalam berbagai profesi atau situasi nyata
(misalnya, insinyur, ekonom, perencana keuangan).
● Memberikan "challenge" sederhana atau teka-teki yang berkaitan dengan SPL/SPtL
untuk memicu rasa ingin tahu.
Penyampaian Tujuan Pembelajaran:
● Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan tersebut
dengan bahasa yang mudah dipahami dan menarik.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN 1 & 2:
SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL)
● Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Presentasi Masalah Kontekstual: Guru menyajikan masalah kontekstual yang
relevan (misalnya, studi kasus pembelian di kantin sekolah dengan beberapa jenis
makanan) yang dapat dimodelkan menjadi SPL dua variabel.
● Diskusi Awal (Meaningful Learning): Peserta didik dalam kelompok kecil
berdiskusi untuk mengidentifikasi informasi penting, variabel, dan konstanta dari
masalah. Guru memandu diskusi dengan pertanyaan pancingan.
● Konseptualisasi: Guru membimbing peserta didik untuk merumuskan model
matematika dari masalah tersebut menjadi SPL.
● Diferensiasi Konten: Bagi peserta didik yang sudah familiar, dapat langsung
diberikan masalah dengan tiga variabel. Bagi yang membutuhkan dukungan,
diberikan masalah dengan dua variabel yang lebih sederhana.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Eksplorasi Metode Penyelesaian: Guru memperkenalkan metode substitusi dan
eliminasi secara bertahap.
● Latihan Terbimbing: Peserta didik mengerjakan soal latihan dengan bimbingan
guru. Guru berkeliling memberikan scaffolding (dukungan) sesuai kebutuhan.
● Proyek Mini (Joyful Learning): Peserta didik diberi proyek berkelompok untuk
memodelkan dan menyelesaikan masalah nyata (misalnya, "Proyek Penentuan Harga
Terbaik") yang melibatkan SPL tiga variabel dari data yang mereka kumpulkan atau
simulasi.
Diferensiasi Proses:
● Kelompok yang cepat dapat mencoba metode lain (misalnya, metode Cramer atau
matriks jika memungkinkan).
● Kelompok yang membutuhkan bantuan dapat diberikan lembar kerja dengan
langkah-langkah yang lebih terstruktur.
Merefleksi (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Diskusi Hasil Proyek: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek dan
langkah-langkah penyelesaiannya. Kelompok lain memberikan masukan atau
pertanyaan.
● Tanya Jawab dan Klarifikasi: Guru memfasilitasi sesi tanya jawab untuk
mengklarifikasi miskonsepsi.
● Jurnal Reflektif Singkat (Mindful Learning): Peserta didik menuliskan hal-hal
baru yang mereka pelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana mereka
mengatasinya.
● Penekanan Makna (Meaningful Learning): Guru menghubungkan kembali solusi
yang ditemukan dengan konteks masalah nyata, menunjukkan relevansi materi.

PERTEMUAN 3 & 4:
SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR (SPTL)
Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Penyajian Masalah Kontekstual: Guru menyajikan masalah yang melibatkan
batasan atau kendala (misalnya, "Proyek Optimalisasi Kantin: Merancang Paket
Makanan Sehat dengan Batasan Anggaran dan Kalori").
● Brainstorming dan Diskusi (Meaningful Learning): Peserta didik berdiskusi
tentang cara memodelkan batasan tersebut menjadi pertidaksamaan linear.
● Pengenalan Konsep Daerah Penyelesaian: Guru menjelaskan konsep daerah
penyelesaian pertidaksamaan linear dengan bantuan visual (grafik).
● Diferensiasi Konten: Mulai dengan pertidaksamaan tunggal, lalu berlanjut ke
sistem.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Praktik Menggambar Grafik: Peserta didik secara mandiri atau berpasangan
berlatih menggambar grafik pertidaksamaan linear dan menentukan daerah
penyelesaiannya. (Dapat menggunakan aplikasi Geogebra secara opsional).
● Penyelesaian Masalah Proyek: Peserta didik melanjutkan "Proyek Optimalisasi
Kantin" atau proyek sejenis, mengaplikasikan konsep SPtL untuk menemukan solusi
optimal.
Diferensiasi Proses:
● Memberikan masalah dengan tingkat kompleksitas yang berbeda (jumlah
pertidaksamaan atau variabel).
● Menyediakan kartu soal dengan petunjuk langkah demi langkah bagi yang
membutuhkan.
● Merefleksi (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Presentasi dan Evaluasi Proyek: Kelompok mempresentasikan solusi optimal dari
proyek mereka, menjelaskan proses pengambilan keputusan. Guru dan kelompok lain
memberikan umpan balik konstruktif.
● Diskusi Pembelajaran (Meaningful Learning): Guru memimpin diskusi tentang
tantangan yang dihadapi dan bagaimana SPtL membantu dalam membuat keputusan
optimal.
● Jurnal Reflektif (Mindful Learning): Peserta didik menuliskan pengalaman belajar
mereka dalam menyelesaikan proyek, termasuk pemahaman baru dan keterampilan
yang diperoleh.

KEGIATAN PENUTUP (10-15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif (Mindful Learning):
● Guru memberikan umpan balik umum terhadap kinerja peserta didik selama
pembelajaran, mengapresiasi usaha dan kemajuan yang dicapai.
● Mendorong peserta didik untuk saling memberikan umpan balik positif.
● Menyimpulkan Pembelajaran (Meaningful Learning):
● Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dari materi yang telah
dipelajari pada pertemuan tersebut.
● Menekankan kembali relevansi materi dengan kehidupan nyata.
● Refleksi Diri dan Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Joyful Learning):
● Guru meminta peserta didik untuk merefleksikan apa yang paling mereka sukai dari
pembelajaran hari ini dan apa yang masih perlu ditingkatkan.
● Meminta masukan dari peserta didik tentang topik yang ingin mereka eksplorasi lebih
lanjut atau metode belajar yang disukai untuk pertemuan berikutnya. Hal ini dapat
dilakukan melalui survei singkat dengan Mentimeter.
● Menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya atau
memberikan tugas persiapan singkat.
● Penutupan: Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan
motivasi.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, keterampilan, dan potensi miskonsepsi
peserta didik mengenai persamaan linear satu variabel dan operasi aljabar.
Bentuk Asesmen:
● Kuesioner Singkat (Google Forms): Mengandung pertanyaan pilihan ganda atau
isian singkat tentang konsep dasar aljabar.
● Tes Diagnostik Sederhana: 3-5 soal essay singkat untuk menguji kemampuan
menyelesaikan persamaan linear satu variabel dan mengubah masalah verbal ke
model matematika.
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan kemampuan
mereka dalam menjawab pertanyaan pemantik.

Soal Asesmen Awal:


1. Jika 3x−5=10, berapakah nilai x?
2. Ani membeli 2 buah apel dan 3 buah jeruk dengan total harga Rp 15.000. Jika harga
satu apel adalah a rupiah dan harga satu jeruk adalah j rupiah, tuliskan persamaan
matematika untuk situasi tersebut.
3. Manakah di antara berikut ini yang merupakan bentuk persamaan linear? a. x2+2x=5
b. 4y−7=1 c. xy=10 d. yx=2
4. Selesaikanlah: 2(y+4)−3=15.
5. Dalam sebuah kelas, ada 25 siswa. Jika jumlah siswa laki-laki adalah L dan siswa
perempuan adalah P, tuliskan persamaan yang menggambarkan hubungan antara
jumlah siswa laki-laki dan perempuan dengan total siswa di kelas tersebut.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:


● Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik
berkelanjutan, dan mengidentifikasi area yang membutuhkan dukungan lebih.
Bentuk Asesmen:
● Tugas Harian: Soal latihan individu atau kelompok selama kegiatan inti.
● Diskusi Kelompok: Penilaian observasi terhadap partisipasi aktif, kemampuan
berkolaborasi, dan kontribusi ide.
● Presentasi: Penilaian terhadap kejelasan penjelasan, ketepatan solusi, dan
kemampuan menjawab pertanyaan.

Soal Asesmen Proses (Contoh untuk Pertemuan SPL):


1. Tugas Kelompok: Sebuah toko menjual 2 jenis kue: kue A dan kue B. Harga 3 kue
A dan 2 kue B adalah Rp 29.000, sedangkan harga 1 kue A dan 4 kue B adalah Rp
27.000. Tentukan harga masing-masing kue dengan menggunakan metode eliminasi.
2. Diskusi Kelompok: Dalam diskusi kelompok, jelaskan langkah-langkah Anda dalam
memodelkan masalah berikut menjadi sistem persamaan linear: "Seorang peternak
memiliki 25 hewan yang terdiri dari ayam dan kambing. Jika jumlah kaki hewan
seluruhnya ada 70, berapa banyak ayam dan kambing yang dimiliki peternak
tersebut?"
3. Observasi Presentasi: Saat presentasi, jelaskan dengan jelas bagaimana Anda
menemukan solusi untuk sistem persamaan linear tiga variabel yang telah Anda buat
dari studi kasus alokasi anggaran proyek.
4. Tugas Individu: Selesaikan sistem persamaan linear berikut menggunakan metode
substitusi: x+2y=10 3x−y=9
5. Refleksi Singkat (ditulis atau disampaikan secara verbal): Apa tantangan terbesar
yang Anda hadapi saat menyelesaikan sistem persamaan linear tiga variabel, dan
bagaimana Anda mengatasinya?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:


● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan dan
memberikan gambaran komprehensif tentang penguasaan materi.
Bentuk Asesmen:
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menuliskan pemahaman mereka tentang keseluruhan
bab, aplikasi dalam kehidupan, dan pengembangan diri.
● Tes Tertulis (Essay/Pilihan Ganda): Mencakup soal-soal konseptual dan aplikatif
dari SPL dan SPtL.
● Tugas Akhir/Proyek: Sebuah proyek yang lebih komprehensif yang
mengintegrasikan SPL dan SPtL dalam penyelesaian masalah nyata.

Soal Asesmen Akhir (Contoh):


1. Sebuah pabrik memproduksi dua jenis sepatu, yaitu sepatu A dan sepatu B. Untuk
memproduksi sepatu A, dibutuhkan 2 meter kain dan 1 meter kulit. Untuk sepatu B,
dibutuhkan 1 meter kain dan 2 meter kulit. Persediaan kain yang dimiliki pabrik
adalah 100 meter dan persediaan kulit adalah 80 meter. Jika keuntungan dari penjualan
sepatu A adalah Rp 50.000 per pasang dan sepatu B adalah Rp 70.000 per pasang,
buatlah model matematika (sistem pertidaksamaan linear) untuk masalah ini dan
tentukan jumlah sepatu A dan B yang harus diproduksi agar keuntungan maksimum.
2. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut menggunakan
metode gabungan (eliminasi dan substitusi): x+y+z=6 2x−y+z=3 3x+2y−z=8
3. Gambarkan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear berikut: 2x+y≤8
x+3y≥9 x≥0,y≥0
4. Dalam sebuah acara pentas seni, panitia menjual tiket untuk dewasa dan anak-anak.
Harga tiket dewasa Rp 30.000 dan tiket anak-anak Rp 15.000. Jika total tiket yang
terjual adalah 200 lembar dengan total pemasukan Rp 4.500.000, berapa banyak tiket
dewasa dan anak-anak yang terjual? (Selesaikan dengan sistem persamaan linear).
5. Jurnal Reflektif: Setelah mempelajari Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear,
bagaimana Anda melihat keterkaitan materi ini dengan mata pelajaran lain atau situasi
nyata di sekitar Anda? Berikan contoh konkret dan jelaskan mengapa menurut Anda
materi ini penting untuk dipelajari.

Mengetahui Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala,

Ahmad Junaidi, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 5 : PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : Cahyo Mardi Widodo, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Genap
Topik : A. Persamaan Kuadrat, B. Fungsi Kuadrat
Alokasi Waktu : 8 Pertemuan (4 x 45 Menit 32 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Sebelum memulai pembelajaran Bab 5, peserta didik diharapkan telah memiliki
pengetahuan dasar mengenai:
● Bilangan Real: Operasi hitung bilangan real, sifat-sifat bilangan real.
● Aljabar Dasar: Operasi aljabar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian),
pemfaktoran bentuk aljabar sederhana, menyelesaikan persamaan linear satu variabel.
● Grafik Fungsi Linear: Memahami konsep koordinat kartesius dan menggambar
grafik fungsi linear.
● Logika Berpikir: Kemampuan dasar dalam menganalisis masalah sederhana dan
mengidentifikasi pola.
Peserta didik juga diharapkan memiliki keterampilan dasar dalam berhitung dan
memecahkan masalah sederhana, serta pemahaman bahwa matematika adalah alat untuk
memodelkan dan menyelesaikan masalah di dunia nyata.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Persamaan dan Fungsi Kuadrat" memiliki karakteristik sebagai berikut:
● Jenis Pengetahuan: Konseptual (pemahaman definisi, sifat-sifat), Prosedural
(langkah-langkah menyelesaikan persamaan, menggambar grafik), dan Pemecahan
Masalah (menerapkan konsep dalam situasi nyata).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi ini sangat relevan. Persamaan kuadrat
digunakan dalam fisika (gerak parabola, tegangan listrik), teknik (struktur jembatan),
ekonomi (fungsi permintaan-penawaran), dan masih banyak lagi. Fungsi kuadrat juga
sering muncul dalam pemodelan fenomena alam dan sosial.
● Tingkat Kesulitan: Cukup kompleks, membutuhkan pemahaman konsep dasar
aljabar yang kuat dan kemampuan berpikir analitis. Namun, dengan pendekatan yang
tepat, kesulitan ini dapat diatasi.
● Struktur Materi: Terstruktur secara hierarkis, dimulai dari pemahaman dasar
persamaan kuadrat (bentuk umum, metode penyelesaian), dilanjutkan dengan sifat-
sifat akar, kemudian beralih ke fungsi kuadrat (bentuk umum, karakteristik grafik,
titik puncak, sumbu simetri), dan terakhir aplikasi dalam berbagai masalah.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini dapat mengintegrasikan nilai ketelitian,
ketekunan, rasa ingin tahu, berpikir kritis, kolaborasi (saat diskusi kelompok), serta
kemandirian dalam memecahkan masalah.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang
akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis masalah, mengidentifikasi
informasi relevan, dan menarik kesimpulan yang logis dalam konteks persamaan dan
fungsi kuadrat.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide baru atau solusi inovatif
dalam menyelesaikan masalah yang melibatkan persamaan dan fungsi kuadrat,
termasuk dalam pemodelan.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk
memecahkan masalah matematika, berbagi ide, dan membangun pemahaman
bersama.
● Kemandirian: Peserta didik mampu menunjukkan inisiatif, tanggung jawab, dan
ketekunan dalam belajar serta menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri.
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: (Opsional, dapat diintegrasikan
melalui refleksi bahwa keteraturan alam semesta dapat dijelaskan dengan prinsip
matematika, termasuk fungsi kuadrat dalam berbagai fenomena alam seperti gerak
benda, parabola, dll.)
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase E (Kelas X), peserta didik diharapkan mampu:
● Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan kuadrat dengan berbagai
metode (pemfaktoran, melengkapkan kuadrat sempurna, rumus ABC).
● Menentukan karakteristik grafik fungsi kuadrat (titik potong sumbu, titik puncak,
sumbu simetri, sifat-sifat grafik).
● Membuat model matematika berupa persamaan atau fungsi kuadrat dari situasi nyata
dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Fisika: Gerak parabola (lintasan proyektil), hukum gravitasi, listrik (rangkaian).
● Ekonomi: Fungsi permintaan dan penawaran, analisis biaya produksi (seringkali
berbentuk fungsi kuadrat).
● Biologi: Pertumbuhan populasi yang dapat dimodelkan dengan fungsi kuadrat.
● Teknik: Desain struktur jembatan, antena parabola.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pengenalan Persamaan Kuadrat dan Metode Pemfaktoran (4 JP)
● Melalui diskusi kelompok dan eksplorasi contoh kasus, peserta didik mampu
mengidentifikasi bentuk umum persamaan kuadrat dengan benar.
● Diberikan berbagai persamaan kuadrat, peserta didik mampu menyelesaikan
persamaan kuadrat menggunakan metode pemfaktoran dengan teliti.
Pertemuan 2: Metode Melengkapkan Kuadrat Sempurna dan Rumus ABC (4 JP)
● Melalui latihan terbimbing, peserta didik mampu menyelesaikan persamaan kuadrat
menggunakan metode melengkapkan kuadrat sempurna dengan cermat.
● Setelah presentasi konsep, peserta didik mampu menggunakan rumus ABC untuk
menyelesaikan persamaan kuadrat secara akurat.
Pertemuan 3: Jenis Akar Persamaan Kuadrat dan Jumlah/Hasil Kali Akar (4 JP)
● Melalui analisis diskriminan, peserta didik mampu menentukan jenis-jenis akar
persamaan kuadrat (real berbeda, real sama, tidak real) dengan tepat.
● Diberikan persamaan kuadrat, peserta didik mampu menentukan jumlah dan hasil
kali akar-akarnya tanpa menyelesaikan persamaan secara langsung dengan benar.
Pertemuan 4: Menyusun Persamaan Kuadrat Baru dan Aplikasi Persamaan
Kuadrat (4 JP)
● Melalui diskusi, peserta didik mampu menyusun persamaan kuadrat baru berdasarkan
akar-akar yang diketahui atau hubungan akar-akar.
● Diberikan masalah kontekstual, peserta didik mampu memodelkan masalah tersebut
ke dalam persamaan kuadrat dan menyelesaikannya dengan tepat.
Pertemuan 5: Pengenalan Fungsi Kuadrat dan Menggambar Grafik (4 JP)
● Melalui eksplorasi software geogebra, peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk
umum fungsi kuadrat dan karakteristik dasar grafiknya (parabola).
● Diberikan fungsi kuadrat sederhana, peserta didik mampu menggambar grafik fungsi
kuadrat dengan menentukan titik potong sumbu, titik puncak, dan sumbu simetri
secara mandiri.
Pertemuan 6: Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat (4 JP)
● Melalui analisis koefisien a, b, dan c, peserta didik mampu menganalisis sifat-sifat
grafik fungsi kuadrat (terbuka ke atas/bawah, posisi terhadap sumbu y) dengan kritis.
● Diberikan berbagai fungsi kuadrat, peserta didik mampu menentukan sumbu simetri
dan nilai optimum (maksimum/minimum) dengan benar.
Pertemuan 7: Menyusun Fungsi Kuadrat dan Aplikasi Fungsi Kuadrat (4 JP)
● Melalui studi kasus, peserta didik mampu menyusun fungsi kuadrat berdasarkan
beberapa titik yang dilalui atau informasi tertentu.
● Diberikan masalah kontekstual, peserta didik mampu memodelkan masalah tersebut
ke dalam fungsi kuadrat dan menginterpretasikan hasilnya untuk menyelesaikan
masalah nyata.
Pertemuan 8: Pengayaan dan Pendalaman (4 JP)
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kompleks yang melibatkan kombinasi
persamaan dan fungsi kuadrat.
● Peserta didik mampu merefleksikan aplikasi persamaan dan fungsi kuadrat dalam
kehidupan sehari-hari dan bidang ilmu lainnya.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Penerbangan Drone/Roket Sederhana: Lintasan drone atau roket yang diluncurkan
dapat dimodelkan menggunakan fungsi kuadrat. Peserta didik dapat menghitung
ketinggian maksimum atau jangkauan horizontal.
● Desain Jembatan Gantung: Bentuk kabel jembatan gantung seringkali mengikuti
bentuk parabola, yang dapat dianalisis menggunakan fungsi kuadrat.
● Analisis Biaya Produksi: Dalam bisnis, biaya total atau keuntungan dapat
dimodelkan dengan fungsi kuadrat, membantu pengusaha menentukan tingkat
produksi yang optimal.
● Gerak Bola Basket/Sepak Bola: Lintasan bola saat dilempar atau ditendang
merupakan parabola, yang dapat dijelaskan dengan fungsi kuadrat.
● Laba Maksimum Minimarket: Menentukan harga jual produk untuk mendapatkan
laba maksimum dapat dimodelkan dengan fungsi kuadrat.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL):
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Adaptif): Jika memungkinkan, membawa peserta
didik ke lingkungan sekitar (misalnya, lapangan olahraga untuk mengamati lintasan
bola, atau mengamati bentuk jembatan gantung di internet) untuk mengidentifikasi
fenomena yang berhubungan dengan parabola. Jika tidak memungkinkan, eksplorasi
dapat dilakukan melalui video simulasi atau gambar.
● Wawancara (Opsional/Adaptif): Jika memungkinkan, mengundang praktisi
(misalnya, insinyur sipil, ahli fisika) untuk berbagi pengalaman tentang aplikasi
persamaan dan fungsi kuadrat dalam pekerjaan mereka. Alternatifnya, peserta didik
dapat melakukan riset daring dan membaca wawancara yang sudah ada.
● Presentasi: Peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil proyek
mereka (misalnya, analisis lintasan bola, pemodelan keuntungan usaha sederhana)
yang melibatkan persamaan dan fungsi kuadrat.
● Diskusi Kelompok: Mendorong peserta didik untuk aktif berdiskusi, berbagi ide,
dan memecahkan masalah bersama dalam kelompok kecil.
MITRA PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Ekonomi), perpustakaan
sekolah, laboratorium komputer/matematika.
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas praktisi (jika memungkinkan), ahli
teknologi (untuk penggunaan aplikasi), perpustakaan umum.
● Masyarakat: Orang tua (untuk dukungan belajar di rumah), pengusaha lokal (untuk
studi kasus aplikasi ekonomi).
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel dengan pengaturan tempat duduk yang
mendukung diskusi kelompok, papan tulis interaktif (jika tersedia), alat tulis, dan
bahan ajar cetak.
● Ruang Virtual:
● Learning Management System (LMS): Google Classroom, Moodle, atau platform
sejenis untuk berbagi materi, mengunggah tugas, dan pengumuman.
● Aplikasi Grafis: GeoGebra, Desmos untuk visualisasi grafik fungsi kuadrat.
● Video Pembelajaran: Link ke video-video edukasi terkait persamaan dan fungsi
kuadrat.
● Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama tim, saling membantu, dan menghargai
perbedaan pendapat.
● Berpartisipasi Aktif: Menciptakan suasana di mana setiap peserta didik merasa
nyaman untuk bertanya, berpendapat, dan mencoba.
● Rasa Ingin Tahu: Membangkitkan minat peserta didik melalui masalah-masalah
kontekstual dan eksplorasi mandiri.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mengakses e-book, jurnal,
atau artikel online yang relevan dengan persamaan dan fungsi kuadrat.
● Forum Diskusi Daring: Membuat forum di Google Classroom atau platform lain
untuk diskusi lebih lanjut di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuis online untuk
asesmen formatif.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif, ice breaking, atau
mengumpulkan umpan balik secara cepat dan menyenangkan.
● Google Classroom: Sebagai pusat pengelolaan pembelajaran, berbagi materi, tugas,
dan komunikasi.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN
Pembukaan (5 menit):
● Guru mengucapkan salam, berdoa bersama.
● Menanyakan kabar dan kesiapan peserta didik.
● Mindful Learning: Ajak peserta didik untuk mengambil napas dalam-dalam, fokus
pada saat ini, dan menyiapkan diri untuk belajar. Bisa juga dengan memutarkan
musik instrumental ringan.
● Joyful Learning: Melakukan "ice breaking" singkat yang relevan dengan
matematika atau membangkitkan semangat. Misalnya, tebak-tebakan matematika
sederhana atau pertanyaan "apa yang membuat kalian antusias belajar matematika
hari ini?".
Apersepsi (10 menit):
● Guru mengajukan pertanyaan pancingan yang menghubungkan materi sebelumnya
dengan materi yang akan datang. (Contoh: "Ingatkah kalian bagaimana
menyelesaikan persamaan 2x+5=11? Bagaimana jika ada x2 di dalamnya?")
● Mindful Learning: Berikan waktu peserta didik untuk mengingat dan merespon.
Berikan ruang untuk bertanya jika ada yang masih bingung.
● Meaningful Learning: Sajikan sebuah video singkat atau gambar tentang fenomena
di kehidupan sehari-hari (misalnya, lemparan bola basket, lintasan air mancur) dan
tanyakan: "Menurut kalian, apa yang membentuk lintasan ini? Apakah ada
hubungannya dengan matematika?"
● Guru mengaitkan dengan materi persamaan dan fungsi kuadrat, menjelaskan
relevansinya dengan kehidupan nyata.
Motivasi dan Tujuan (5 menit):
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan
tersebut.
● Joyful Learning: Jelaskan bahwa pembelajaran ini akan menarik karena kita akan
mencoba memecahkan masalah nyata menggunakan alat matematika yang baru.
● Menyampaikan lingkup materi dan rencana kegiatan pembelajaran secara umum.

KEGIATAN INTI)
PERTEMUAN 1:
PENGENALAN PERSAMAAN KUADRAT DAN METODE PEMFAKTORAN
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menyajikan beberapa bentuk persamaan (linear dan non-linear), meminta
peserta didik mengidentifikasi yang mana termasuk persamaan kuadrat dan mengapa.
Berikan contoh kontekstual. (Contoh: "Jika sebuah kebun berbentuk persegi panjang
memiliki panjang 5 meter lebih dari lebarnya, dan luasnya 36 m2, bagaimana
persamaan yang terbentuk?")
● Peserta didik secara berkelompok menganalisis dan mendefinisikan bentuk umum
persamaan kuadrat dari contoh-contoh tersebut.
● Guru menjelaskan secara detail metode pemfaktoran dengan contoh-contoh yang
beragam.
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Diferensiasi Konten/Proses: Guru menyediakan berbagai soal pemfaktoran dengan
tingkat kesulitan bervariasi.
● Kelompok A: Soal pemfaktoran ax2+bx+c=0 dengan a=1.
● Kelompok B: Soal pemfaktoran ax2+bx+c=0 dengan a =1.
● Kelompok C: Soal pemfaktoran dengan bentuk yang belum baku (memerlukan
manipulasi aljabar awal).
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan soal-soal pemfaktoran.
Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual atau kelompok sesuai
kebutuhan.
● Joyful Learning: Mengadakan "fastest finger first" untuk beberapa soal sederhana
menggunakan Kahoot! atau meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja
mereka di depan kelas, memberikan poin untuk setiap jawaban yang benar.
● Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik secara individu atau kelompok menuliskan kesulitan yang dihadapi dan
strategi yang mereka gunakan untuk menyelesaikan pemfaktoran.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang "kapan metode pemfaktoran efisien digunakan?"
dan "apa batasan metode pemfaktoran?".
● Mindful Learning: Ajak peserta didik untuk merenungkan, "Bagaimana cara kita
tahu bahwa pemfaktoran sudah benar?"

PERTEMUAN 5:
PENGENALAN FUNGSI KUADRAT DAN MENGGAMBAR GRAFIK
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru memulai dengan memperkenalkan fungsi kuadrat melalui contoh nyata
(misalnya, lintasan bola). "Jika kita melempar bola ke atas, ketinggian bola h setelah
waktu t bisa dijelaskan dengan h(t)=−5t2+20t+1."
● Joyful Learning: Menggunakan simulasi interaktif di GeoGebra atau Desmos untuk
menunjukkan bagaimana perubahan koefisien a,b,c mempengaruhi bentuk dan posisi
grafik fungsi kuadrat. Peserta didik diajak untuk bereksperimen.
● Guru menjelaskan karakteristik dasar grafik fungsi kuadrat: bentuk parabola, titik
potong sumbu x, titik potong sumbu y, titik puncak, dan sumbu simetri.
Mengaplikasi (Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Diferensiasi Produk: Berikan pilihan kepada peserta didik untuk menggambar
grafik:
● Pilihan 1 (Visual): Menggambar grafik secara manual di kertas milimeter.
● Pilihan 2 (Digital): Menggunakan aplikasi GeoGebra atau Desmos untuk
menggambar grafik dan screenshot hasilnya.
● Pilihan 3 (Proyek Sederhana): Menggambar grafik fungsi kuadrat yang memodelkan
lintasan proyektil sederhana (misalnya, air mancur) dan menunjuk titik-titik
pentingnya.
● Peserta didik bekerja secara mandiri atau berpasangan untuk menggambar beberapa
grafik fungsi kuadrat dengan karakteristik berbeda.
● Guru memberikan bimbingan, memastikan peserta didik memahami langkah-langkah
menggambar grafik.
Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan reflektif seperti: "Apa yang kalian
pelajari tentang hubungan antara persamaan fungsi kuadrat dan grafiknya?" atau
"Bagaimana cara cepat mengetahui apakah parabola terbuka ke atas atau ke bawah?"
● Mindful Learning: Minta peserta didik untuk memvisualisasikan sebuah parabola
dan merasakannya dalam pikiran mereka.
● Diskusi kelas tentang kesulitan yang dihadapi dalam menggambar grafik dan tips
untuk mengatasinya.

KEGIATAN PENUTUP
Review dan Refleksi (10 menit):
● Guru menanyakan kembali poin-poin penting yang telah dipelajari pada pertemuan
tersebut.
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik secara umum tentang
proses pembelajaran, kekuatan yang terlihat, dan area yang perlu ditingkatkan.
(Contoh: "Bagus sekali partisipasinya dalam diskusi, tetapi beberapa kelompok masih
perlu lebih teliti dalam perhitungan.")
● Peserta didik menuliskan one-minute paper atau menggunakan Mentimeter untuk
menuliskan apa yang paling berkesan/sulit dari pembelajaran hari ini.
● Mindful Learning: Ajak peserta didik untuk merenungkan apa yang sudah mereka
pelajari dan bagaimana perasaan mereka setelah pembelajaran.
Kesimpulan (5 menit):
● Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
● Meaningful Learning: Guru menekankan kembali relevansi materi dengan
kehidupan nyata.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (5 menit):
● Guru memberikan gambaran singkat materi untuk pertemuan selanjutnya (misalnya,
aplikasi persamaan kuadrat dalam masalah nyata).
● Joyful Learning: Memberikan "tantangan" atau "soal bonus" untuk pertemuan
selanjutnya yang memicu rasa ingin tahu.
● Memberikan tugas rumah atau proyek kecil yang relevan (misalnya, mencari contoh
lain aplikasi persamaan/fungsi kuadrat di internet).
● Peserta didik dapat memberikan masukan atau ide untuk kegiatan pembelajaran
selanjutnya (misalnya, "Bisakah kita menggunakan aplikasi lain untuk menggambar
grafik?" atau "Saya ingin mencoba soal yang lebih menantang."). Ini adalah bagian
dari "siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya."
● Guru menutup pelajaran dengan salam.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik mengenai prasyarat
(aljabar dasar, persamaan linear) dan pemahaman awal tentang konsep kuadrat.
● Kuesioner Singkat (5 menit): Berisi pertanyaan tentang pengalaman peserta didik
dengan aljabar, minat terhadap matematika, dan apa yang mereka harapkan dari
pembelajaran ini.
● Tes Diagnostik (10 menit): Soal-soal sederhana yang menguji kemampuan
pemfaktoran dasar, penyelesaian persamaan linear, dan identifikasi bentuk pangkat
dua.
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik saat apersepsi.
● Wawancara Singkat (opsional, pada peserta didik tertentu): Menanyakan
langsung pemahaman tentang materi prasyarat.

Contoh Soal Tes Diagnostik:


1. Tentukan nilai x dari 3x−7=14.
2. Faktorkan bentuk aljabar x2+5x+6.
3. Apakah persamaan 2x2−3x+1=0 termasuk persamaan linear atau kuadrat? Jelaskan
alasanmu.
4. Jika y=x2, berapakah nilai y ketika x=−3?
5. Apa yang kalian ketahui tentang grafik fungsi y=x2?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik
berkelanjutan, dan menyesuaikan strategi pembelajaran.
● Metode:
● Tugas Harian (Individual/Kelompok): Latihan soal setelah setiap sub-topik,
penyelesaian masalah kontekstual.
● Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi, kontribusi ide, kemampuan berargumen,
dan kerja sama dalam diskusi.
● Presentasi: Penilaian kejelasan presentasi, ketepatan konsep, dan kemampuan
menjawab pertanyaan.
● Observasi: Guru secara aktif mengamati dan mencatat perilaku belajar peserta didik
(kemandirian, kolaborasi, pemecahan masalah).

Contoh Soal/Tugas untuk Asesmen Proses:


1. Tugas Harian (Setelah Pemfaktoran): Selesaikan persamaan kuadrat x2−8x+15=0
dengan metode pemfaktoran.
2. Diskusi Kelompok (Setelah Rumus ABC): Diskusikan mengapa rumus ABC selalu
dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat, sementara pemfaktoran
tidak selalu. Berikan contoh.
3. Presentasi (Proyek Mini): Buatlah model matematika (persamaan kuadrat) dari
kasus berikut: "Sebuah roket diluncurkan dengan ketinggian h (meter) setelah t
(detik) diberikan oleh rumus h(t)=−t2+10t. Kapan roket mencapai ketinggian
maksimum? Berapa ketinggian maksimumnya?" Kemudian, presentasikan di depan
kelas.
4. Observasi (Selama menggambar grafik): Amati apakah peserta didik secara
mandiri menentukan titik potong sumbu, titik puncak, dan sumbu simetri sebelum
menggambar grafik.
5. Tugas Harian (Setelah Karakteristik Grafik): Tentukan sumbu simetri dan nilai
optimum dari fungsi kuadrat f(x)=2x2−12x+10.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan dan
memberikan gambaran komprehensif tentang penguasaan materi.
● Metode:
● Jurnal Reflektif (Individual): Peserta didik menuliskan pengalaman belajar,
pemahaman konsep, kesulitan yang masih ada, dan aplikasi yang menarik bagi
mereka.
● Tes Tertulis (Individual): Soal-soal esai dan/atau pilihan ganda yang mencakup
seluruh materi persamaan dan fungsi kuadrat.
● Tugas Akhir/Proyek: Proyek yang lebih komprehensif, melibatkan pemodelan dan
penyelesaian masalah dunia nyata menggunakan persamaan dan fungsi kuadrat.

Contoh Soal Tes Tertulis/Tugas Akhir:


1. Selesaikan persamaan kuadrat 3x2−5x−2=0 menggunakan tiga metode yang berbeda
(pemfaktoran, melengkapkan kuadrat sempurna, dan rumus ABC). Bandingkan hasil
ketiganya.
2. Sebuah proyektil ditembakkan ke atas. Ketinggian proyektil h (dalam meter) setelah t
(dalam detik) dirumuskan sebagai h(t)=−2t2+16t+5. a. Kapan proyektil mencapai
ketinggian maksimum? b. Berapa ketinggian maksimum yang dicapai proyektil? c.
Kapan proyektil akan jatuh ke tanah? (Bulatkan hingga dua desimal).
3. Gambarkan grafik fungsi kuadrat f(x)=x2−4x+3. Tentukan titik potong dengan
sumbu X, titik potong dengan sumbu Y, titik puncak, dan persamaan sumbu
simetrinya.
4. Sebuah perusahaan memproduksi mainan. Pendapatan (R) dari penjualan x unit
mainan diberikan oleh fungsi R(x)=−0.5x2+20x. a. Berapa unit mainan yang harus
dijual untuk mendapatkan pendapatan maksimum? b. Berapa pendapatan maksimum
yang diperoleh?
5. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri, mengapa persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat
penting untuk dipelajari dan bagaimana keduanya dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari atau bidang ilmu lainnya. Berikan minimal dua contoh konkret.

Mengetahui Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala,

Ahmad Junaidi, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)

Satuan Pendidikan : SMAN GRUJUGAN


Mata Pelajaran : IPA (FISIKA)
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 1 & 2
Tahun Penyusunan : 2025 / 2026

CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE F


Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Fisika Peserta didik mampu menerapkan konsep dan prinsip vektor, kinematika dan dinamika gerak, luida, gejala gelombang
bunyi dan gelombang cahaya dalam menyelesaikan masalah, serta menerapkan prinsip dan konsep kalor dan
termodinamika, dengan berbagai perubahannya dalam mesin kalor.
Peserta didik mampu menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam
berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang
elektromagnetik dalam menyelesaikan masalah.
Peserta didik mampu memahami prinsip-prinsip gerbang logika dan pemanfaatannya dalam sistem computer dan
perhitungan digital lainnya.
Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara berbagai besaran isis pada teori relativitas khusus, gejala kuantum
dan menunjukkan penerapan konsep isika inti dan radioaktivitas dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.
Keterampilan Proses 1. Mengamati.
Peserta didik mampu mengoptimalkan potensi.
2. Mempertanyakan dan memprediksi.
Peserta didik mampu mempertanyakan dan memprediksi berdasarkan hasil observasi, mampu merumuskan
permasalahan yang ada dan mampu mengajukan pertanyaan kunci untuk menyelesaikan masalah.
3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan.
Peserta didik mengidentiikasi latar belakang masalah, merumuskan tujuan, dan menggunakan referensi dalam
perencanaan penelitian.
Peserta didik membedakan variabel termasuk yang dikendalikan dan variable bebas, menggunakan instrument yang
bersesuaian dengan tujuan penelitian.
Peserta didik menentukan langkah-langkah kerja dan cara pengumpulan data.
4. Memproses, menganalisis data dan informasi.
Peserta didik menyiapkan peralatan/instrument yang sesuai untuk penelitian ilmiah, menggunaan alat ukur secara teliti
dan benar, mengenal keterbatasan dan kelebihan alat ukur yang dipakai.
Peserta didik menerapkan teknis/proses pengumpulan data, mengolah data sesuai jenisnya/sesuai keperluan,
menganalisa data dan menyimpulkan hasil penelitian serta memberikan rekomendasi tindak lanjut/saran dari hasil
penelitian.
5. Mencipta.
Peserta didik mampu menggunakan hasil analisa data dan informasi untuk menciptakan ide solusi ataupun rancang
bangun untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
6. Mengevaluasi dan releksi.
Peserta didik berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, mengembangkan keingintahuan,
dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Peserta didik mengajukan argument ilmiah dan kritis berani mengusulkan perbaikan atas suatu kondisi dan bertanggung
jawab terhadap usulannya.
Peserta didik bersikap jujur terhadap temuan data/fakta.
7. Mengomunikasikan hasil.
Peserta didik menyusun laporan tertulis hasil penelitian serta mengomunikasikan hasil penelitian, prosedur perolehan
data, cara mengolah dan cara menganalisis data serta mengomunikasikan kesimpulan yang sesuai untuk menjawab
masalah penelitian/penyelidikan secara lisan atau tulisan.
Peserta didik menyajikan hasil pengolahan data dalam bentuk tabel, graik, diagram alur/ lowchart dan/atau peta konsep,
menyajikan data dengan simbol dan standar internasional dengan benar, dan menggunakan media yang sesuai dalam
penyajian hasil pengolahan data.
Peserta didik mendeskripsikan kecenderungan hubungan, pola, dan keterkaitan variabel dan menggunakan bahasa,
simbol dan peristilahan yang sesuai.
Alokasi Profil Pelajar
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Kata Kunci
Waktu Pancasila
Vektor Menerapkan prinsip dan 11.1.1 Dapat menjelaskan vektor dan 6 JP • Vektor - Beriman,
konsep vektor dalam sifat-sifatnya yang ditemui dalam • Notasi dari bertakwa kepada
representasi dan operasi vektor kehidupan sehari- hari, vektor Tuhan Yang Maha
guna menyatakan fenomena 11.1.2 Merepresentasi vektor untuk Esa, berakhlak
• Resultan vektor
isis dan memecahkan masalah menggambarkan fenomena isika mulia,
• Komponen
dengan tepat, - Berkebinekaan
vektor
11.1.3 Membedakan operasi skalar secara global
• Metode poligon
aljabar dan operasi vektor secara - Bergotong royong
geometri melakukan operasi vektor • Metode analitis
- Kreatif
dalam menyelesaikan masalah. • Metode
jajargenjang - Bernalar kritis
- Mandiri
Kinematika Menguraikan prinsip dan 11.2.1 Dapat menguraikan besaran- 6 JP • Posisi - Beriman,
konsep gerak dalam satu besaran isis pada gerak lurus, • Jarak bertakwa kepada
dimensi dan dua dimensi 11.2.2 Menganalisis karakteristik gerak Tuhan Yang Maha
• Perpindahan
melalui kegiatan penyelidikan lurus beraturan (GLB) dan gerak Esa, berakhlak
untuk memecahkan masalah • Kecepatan mulia,
lurus berubah beraturan (GLBB),
• Kelajuan - Berkebinekaan
11.2.3 Menafsirkan graik dengan
hubungan antara beberapa besaran • Percepatan global
isis pada gerak, • Gerak lurus - Bergotong royong
11.2.4 Menerapkan konsep gerak lurus beraturan - Kreatif
dalam penyelesaian masalah, • Gerak lurus - Bernalar kritis
11.2.5 Menganalisis karakteristik gerak berubah
beraturan - Mandiri
parabola,
11.2.6 Menguraikan besaran-besaran isis • Gerak peluru
pada gerak melingkar beraturan, • Gerak melingkar
11.2.7 Menganalisis karakteristik gerak beraturan
melingkar beraturan, • Sudut tempuh
11.2.8 Menerapkan konsep gerak • Kecepatan sudut
melingkar beraturan dalam • Kecepatan linear
penyelesaian masalah. • Percepatan
sentripetal
Dinamika Gerak Menguraikan prinsip dan 11.3.1 Dapat menjelaskan sifat 6 JP • Inersia - Beriman,
Partikel konsep dinamika gerak lurus kelembaman suatu benda, • Hukum Newton bertakwa kepada
dan rotasi melalui kegiatan 11.3.2 Mengaplikasikan persamaan Tuhan Yang Maha
• Diagram gaya
penyelidikan untuk Hukum Newton dalam Esa, berakhlak
memecahkan masalah • Momentum mulia,
menyelesaikan suatu permasalahan,
• Kecepatan - Berkebinekaan
11.3.3 Mendeinisikan gaya sebagai terminal global
perubahan momentum terhadap
waktu pada masalah sehari-hari, • Momen gaya - Bergotong royong
11.3.4 Menggambarkan diagram gaya- • Gerak rotasi - Kreatif
gaya yang bekerja pada suatu - Bernalar kritis
benda,
- Mandiri
11.3.5 Mendeskripsikan persamaan gaya
berat, gaya normal dan gaya
gesekan dalam masalah sehari-hari,
11.3.6 Mendeskripsikan efek gaya hambat
udara pada benda jatuh bebas di
medan gravitasi yang seragam
11.3.7 Menerapkan konsep hukum
kekekalan momentum pada
fenomena sehari-hari.
Fluida Menguraikan prinsip dan 11.4.1 Dapat mengidentiikasi konsep 6 JP • Fluida statis - Beriman,
konsep luida melalui kegiatan tekanan hidrostatik pada ruang • Tekanan bertakwa kepada
penyelidikan untuk terbuka dan tertutup, hidrostatis Tuhan Yang Maha
memecahkan masalah 11.4.2 Menjelaskan aplikasi Prinsip Esa, berakhlak
• Gaya apung
Archimedes dalam kehidupan mulia,
• Prinsip
sehari-hari, - Berkebinekaan
Archimedes
11.4.3 Mengidentiikasi tegangan global
• Viskositas
permukaan dan viskositas zat cair • Tegangan - Bergotong royong
dalam kehidupan sehari-hari permukaan - Kreatif
11.4.4 Menerapkan asas kontinuitas dan - Bernalar kritis
Prinsip Bernoulli dalam luida
- Mandiri
dinamis pada kehidupan sehari-
hari.
Gelombang, Menguraikan prinsip dan 11.5.1 Dapat menentukan persamaan 6 JP • Gelombang - Beriman,
Bunyi dan konsep gelombang, bunyi dan cepat rambat gelombang bunyi, • Beda fase bertakwa kepada
Cahaya cahaya melalui kegiatan 11.5.2 Menerapkan persamaan efek Tuhan Yang Maha
• Bunyi
penyelidikan untuk Doppler dalam pemecahan Esa, berakhlak
memecahkan masalah • Cahaya mulia,
masalah,
• Intensitas - Berkebinekaan
11.5.3 Menentukan hubungan antara
besaran yang memengaruhi • Sifat gelombang global
frekuensi gelombang pada dawai • Efek Doppler - Bergotong royong
dan pipa organa, • Difraksi - Kreatif
11.5.4 Menentukan hubungan panjang • Interferensi - Bernalar kritis
kolom udara terhadap panjang
- Mandiri
gelombang pada peristiwa
resonansi,
11.5.5 Menentukan jumlah layangan
bunyi tiap detik, menentukan
intensitas bunyi dan taraf intensitas
bunyi,
11.5.6 Menjelaskan spektrum gelombang
cahaya pada penguraian cahaya,
11.5.7 Menerapkan konsep dan prinsip
difraksi, interferensi, dan polarisasi
gelombang cahaya dalam
pemecahan masalah
11.5.8 Menerapkan konsep dan prinsip
gelombang bunyi dan cahaya pada
teknologi.
Suhu dan Kalor Menguraikan prinsip dan 11.6.1 Dapat menghubungkan besaran 6 JP • Kalor - Beriman,
konsep kalor dan suhu melalui suhu dan konversi satuannya, • Asas Black bertakwa kepada
kegiatan penyelidikan untuk 11.6.2 Menjelaskan Asas Black serta Tuhan Yang Maha
• Suhu
memecahkan masalah penerapannya dalam perubahan Esa, berakhlak
• Termometer mulia,
suhu dan wujud zat,
• Pemuaian - Berkebinekaan
11.6.3 Menguraikan pemuaian panjang,
luas, dan volume dari suatu materi, • Kalor jenis global
11.6.4 Membedakan tiga jenis • Kalor Laten - Bergotong royong
perpindahan kalor dan • Konduksi - Kreatif
penerapannya dalam kehidupan • Konveksi - Bernalar kritis
sehari-hari • Radiasi - Mandiri
Termodinamika Menerapkan prinsip dan 11.7.1 Dapat menerapkan teori kinetik gas 6 JP • Termodinamika - Beriman,
konsep termodinamika melalui untuk menganalisis sifat-sifat gas, • Sistem bertakwa kepada
kegiatan penyelidikan untuk 11.7.2 Menganalisis berbagai hukum gas Tuhan Yang Maha
• Lingkungan
memecahkan masalah yang membentuk persamaan gas Esa, berakhlak
khususnya mesin kalor dan • Gas ideal mulia,
ideal,
pompa kalor • Energi dalam - Berkebinekaan
11.7.3 Menganalisis proses-proses
termodinamika, menerapkan • Kalor global
hukum I Termodinamika dalam • Usaha - Bergotong royong
penyelesaian masalah sehari-hari, • Entropi - Kreatif
11.7.4 Membedakan tiga pernyataan • Proses - Bernalar kritis
tentang Hukum II Termodinamika, termodinamika - Mandiri
dan penerapannya dalam • Siklus
penyelesaian masalah termodinamika
11.7.5 Menjelaskan cara kerja, eisiensi • Variabel
mesin kalor, dan pompa kalor keadaan
menurut Hukum II
• Persamaan
Termodinamika.
keadaan
• Diagram p-V
Mengetahui Bondowoso, 14 Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

AHMAD JUNAIDI,[Link], [Link].I SRI MULYATI, [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 19680609 199203 2 009
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)
BAB 1: VEKTOR

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN.
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 9 x 45 menit (4 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas XI umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang besaran fisika
(skalar dan vektor secara intuitif) dari jenjang SMP atau kelas X, meskipun konsep vektor
mungkin belum dijelaskan secara eksplisit. Mereka terbiasa dengan perhitungan
matematis dasar. Keterampilan yang dimiliki cenderung pada menyelesaikan soal-soal
hitungan sederhana. Pemahaman mereka tentang bagaimana vektor digunakan dalam
berbagai fenomena fisika atau kehidupan sehari-hari mungkin masih terbatas. Mereka
mungkin juga belum terbiasa dengan penggambaran vektor secara grafis.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Vektor" dalam Bab 1 ini berfokus pada pengenalan konsep vektor, operasi vektor
(penjumlahan, pengurangan, perkalian), serta penguraian vektor ke dalam komponennya.
Jenis pengetahuan yang akan dicapai meliputi pengetahuan konseptual (definisi vektor,
sifat-sifat operasi vektor), pengetahuan prosedural (langkah-langkah menggambar dan
melakukan operasi vektor secara grafis dan analitis), serta pengetahuan metakognitif
(kesadaran akan pentingnya vektor sebagai alat matematis dalam Fisika dan
penerapannya). Relevansinya dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi karena
vektor digunakan untuk menggambarkan banyak fenomena (gaya, kecepatan, percepatan,
perpindahan, dll.). Tingkat kesulitan materi ini moderat hingga tinggi, terutama pada
bagian analitis dan penguraian vektor. Struktur materi disajikan secara bertahap, mulai
dari pengenalan, operasi grafis, operasi analitis, hingga penguraian dan penerapannya.
Integrasi nilai dan karakter akan dilakukan melalui penekanan pada ketelitian dalam
perhitungan dan penggambaran, berpikir logis, dan kerja sama dalam menyelesaikan
masalah.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi lulusan yang akan
dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Mampu menganalisis masalah fisika yang melibatkan besaran
vektor dan menentukan metode penyelesaian yang tepat.
● Kreativitas: Mampu memvisualisasikan dan menggambarkan vektor serta hasilnya
secara grafis dan analitis.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam menyelesaikan soal-soal vektor dan memverifikasi
hasil.
● Kemandirian: Mampu mengaplikasikan konsep vektor untuk memecahkan masalah
fisika secara mandiri.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu:
● Menganalisis konsep besaran vektor dan skalar.
● Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian vektor secara grafis
dan analitis.
● Menguraikan vektor ke dalam komponen-komponennya.
● Menerapkan konsep vektor untuk menyelesaikan masalah-masalah fisika dalam
berbagai konteks (misalnya, gerak, gaya).
● Menyajikan hasil perhitungan dan analisis vektor dengan tepat.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Matematika: Aljabar (operasi bilangan, persamaan), Geometri (sudut, trigonometri,
sistem koordinat Kartesius), Vektor (sebagai dasar matematis).
● Seni Rupa/Desain: Kemampuan menggambar dan visualisasi vektor secara
proporsional.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Konsep Dasar Vektor dan Penggambaran Grafis (Mindful
Learning)
● Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara besaran skalar dan besaran vektor
dengan tepat setelah mengamati contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.
● Peserta didik dapat menggambarkan vektor (arah dan besar) menggunakan skala
yang benar secara grafis.
● Peserta didik mampu menyadari bahwa banyak fenomena di alam memerlukan
deskripsi vektor untuk pemahaman yang lengkap.
Pertemuan 2: Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Vektor Secara Grafis
(Meaningful Learning)
● Peserta didik dapat melakukan penjumlahan dua vektor atau lebih menggunakan
metode segitiga dan poligon secara grafis dengan benar.
● Peserta didik dapat melakukan pengurangan dua vektor atau lebih menggunakan
metode grafis dengan benar.
● Peserta didik mampu mengaitkan konsep penjumlahan vektor dengan pergerakan
benda atau resultan gaya dalam aktivitas sehari-hari.
Pertemuan 3: Operasi Vektor Secara Analitis (Metode Komponen) (Meaningful
Learning)
● Peserta didik dapat menguraikan sebuah vektor ke dalam komponen-komponen
sumbu X dan Y menggunakan trigonometri dengan tepat.
● Peserta didik dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan vektor menggunakan
metode komponen (analitis) dengan benar.
● Peserta didik mampu membandingkan efisiensi metode grafis dan analitis dalam
menyelesaikan masalah vektor.
Pertemuan 4: Penerapan Vektor dalam Fisika dan Refleksi (Joyful Learning)
● Peserta didik dapat menerapkan konsep operasi vektor
(penjumlahan/pengurangan/penguraian) untuk menyelesaikan masalah fisika yang
melibatkan gaya atau perpindahan.
● Peserta didik dapat menghitung besar dan arah resultan vektor dari beberapa vektor
yang bekerja pada satu titik.
● Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya vektor sebagai alat matematis yang
esensial dalam Fisika dan berbagai bidang sains lainnya.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan berpusat pada "Vektor di Sekitarku: Dari Arah Kompas Hingga
Gaya Dorong". Peserta didik akan diajak untuk melihat bagaimana konsep vektor tidak
hanya ada di buku teks, tetapi juga dalam fenomena sehari-hari: arah angin, pergerakan
perahu di sungai yang berarus, gaya pada tarikan tambang, atau pergerakan pesawat.
Fokus akan diberikan pada bagaimana vektor membantu kita memecahkan masalah
praktis dan memahami fenomena alam dengan lebih akurat.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
ditugaskan untuk proyek akhir berupa "Rancang Jalur Ekspedisi dengan Vektor" di
mana mereka harus menghitung perpindahan total dan arah dari beberapa segmen
perjalanan, atau membuat model sederhana yang menunjukkan resultan gaya
(misalnya, menara tarik tambang mini).
● Diskusi Kelompok: Mendorong eksplorasi ide, analisis kritis, dan berbagi solusi
antarpeserta didik dalam memecahkan soal-soal vektor.
● Eksplorasi Lapangan (Simulasi/Unplugged Activities): Menggunakan kegiatan
fisik sederhana (misalnya, peragaan gerak perpindahan di lapangan, tarik tambang)
untuk memvisualisasikan penjumlahan gaya/perpindahan secara grafis.
Menggunakan simulasi vektor interaktif secara virtual.
● Wawancara (Opsional/Virtual): Mendorong peserta didik untuk mencari informasi
atau mewawancarai (jika memungkinkan) seorang insinyur, pilot, atau atlet tentang
bagaimana konsep arah/gaya/kecepatan (vektor) digunakan dalam pekerjaan mereka.
● Presentasi: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempresentasikan
hasil analisis dan proyek mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran Matematika (untuk penguatan konsep
trigonometri dan koordinat).
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas sains lokal (jika ada), praktisi
fisika/insinyur.
● Masyarakat: Orang tua/wali yang memiliki pekerjaan relevan (misalnya, arsitek,
pilot, pelaut).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang dilengkapi papan tulis besar/proyektor untuk menggambar
vektor, ruang yang cukup untuk demonstrasi sederhana, dan meja yang bisa diatur
untuk diskusi kelompok.
● Ruang Virtual: Penggunaan platform digital untuk berbagi materi (PPT interaktif,
video), forum diskusi online, pengumpulan tugas, dan simulasi vektor interaktif.
● Budaya Belajar: Mendorong suasana kolaboratif dalam menyelesaikan masalah,
partisipasi aktif dalam diskusi, dan memupuk rasa ingin tahu yang tinggi terhadap
aplikasi Fisika dalam kehidupan.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book atau artikel tentang aplikasi vektor di
berbagai bidang (misalnya, navigasi, teknik sipil) dari perpustakaan digital atau
sumber-sumber tepercaya.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran atau berbagi sumber
daya (misalnya, video tutorial penggunaan vektor).
● Penilaian Daring: Menggunakan platform kuis interaktif seperti Kahoot! atau
Mentimeter untuk asesmen formatif yang menyenangkan dan diagnostik tentang
konsep vektor dan operasi dasarnya.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen kelas untuk materi, pengumuman,
pengumpulan tugas, dan umpan balik.
● Aplikasi Simulasi Vektor: Menggunakan Geogebra atau aplikasi simulasi fisika
online lainnya untuk memvisualisasikan penjumlahan dan penguraian vektor.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1: MEMAHAMI KONSEP DASAR VEKTOR DAN
PENGGAMBARAN GRAFIS (MINDFUL LEARNING)
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Prinsip Berkesadaran: Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Ketika kamu
ingin pergi dari rumah ke sekolah, apa saja informasi yang kamu butuhkan selain
jarak?" (Menyinggung arah sebagai pembeda besaran).
● Prinsip Bermakna: Menjelaskan mengapa beberapa besaran fisika tidak cukup
hanya dengan nilai, tetapi juga arah, dan inilah pentingnya vektor.
● Prinsip Menggembirakan: Menayangkan video singkat tentang olahraga yang
melibatkan arah dan gaya (misalnya, panahan, sepak bola) atau navigasi
menggunakan kompas/GPS.
● Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang besaran skalar dan vektor
secara intuitif melalui sesi brainstorming.
● Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Prinsip Bermakna:
● Memahami: Guru menjelaskan konsep besaran skalar dan vektor, cara
penggambaran vektor (panah, panjang, arah), dan notasi vektor.
● Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan berlatih menggambar
vektor dari skenario sederhana (misalnya, perpindahan 5 km ke timur, gaya 10 N ke
atas) dengan skala yang berbeda (diferensiasi proses: guru menyediakan lembar kerja
dengan petunjuk lengkap bagi yang membutuhkan, dan lebih banyak kebebasan bagi
yang sudah mahir).
● Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna): Peserta didik membandingkan hasil
gambar mereka. Guru menanyakan: "Apa tantangan terbesar saat menggambar
vektor? Mengapa penting menggambarkannya dengan tepat?"
● Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penggambaran siswa.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan penguatan tentang perbedaan skalar
dan vektor serta akurasi penggambaran.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama siswa, menyimpulkan bahwa vektor
adalah besaran yang memiliki besar dan arah, dan cara menggambarkannya.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk
penjumlahan vektor secara grafis, serta penugasan awal untuk mencari tahu contoh
penjumlahan vektor dalam olahraga.

PERTEMUAN 2: OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN VEKTOR


SECARA GRAFIS (MEANINGFUL LEARNING)
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mengulang singkat materi sebelumnya.
● Prinsip Berkesadaran: Guru meminta siswa untuk berbagi contoh penjumlahan
vektor yang mereka temukan atau peragaan singkat "Bagaimana jika saya berjalan ke
utara, lalu ke timur? Ke mana arah akhir saya?"
● Prinsip Bermakna: Menjelaskan bahwa penjumlahan vektor itu penting untuk
mengetahui "hasil akhir" dari beberapa pengaruh (gaya, perpindahan).
● Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Prinsip Bermakna:
● Memahami: Guru menjelaskan metode penjumlahan vektor secara grafis (metode
segitiga dan poligon) dan pengurangan vektor dengan mengubah arah.
● Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok (diferensiasi pengelompokan:
berdasarkan gaya belajar visual/kinestetik) menyelesaikan soal-soal penjumlahan dan
pengurangan vektor menggunakan kertas berpetak dan penggaris. Mereka bisa
memilih soal dengan tingkat kompleksitas berbeda (diferensiasi produk/proses).
● Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna): Setiap kelompok mempresentasikan salah
satu hasil grafis mereka. Diskusi kelas difasilitasi tentang "Apa kelebihan dan
kekurangan metode grafis ini? Kapan metode ini paling cocok digunakan?"
● Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik selama proses diskusi
kelompok.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan
ketelitian siswa dalam menggambar.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama siswa, merangkum metode grafis
penjumlahan dan pengurangan vektor.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Memberikan pengantar untuk
penjumlahan vektor secara analitis, serta penugasan awal untuk mengingat kembali
konsep trigonometri (sin, cos, tan).

PERTEMUAN 3: OPERASI VEKTOR SECARA ANALITIS (METODE


KOMPONEN) (MEANINGFUL LEARNING)
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mengulang singkat materi sebelumnya.
● Prinsip Berkesadaran: Guru menanyakan "Bagaimana jika kita tidak punya
penggaris atau kertas berpetak, atau vektornya banyak sekali? Apakah ada cara lain?"
(Membawa kesadaran akan kebutuhan metode analitis).
● Prinsip Bermakna: Menjelaskan bahwa metode analitis lebih akurat dan efisien
untuk masalah yang kompleks.
● Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Prinsip Bermakna:
● Memahami: Guru menjelaskan konsep penguraian vektor ke komponen X dan Y
menggunakan trigonometri. Kemudian, menjelaskan penjumlahan/pengurangan
vektor secara analitis.
● Mengaplikasi: Peserta didik secara individu menyelesaikan soal-soal penjumlahan
dan pengurangan vektor menggunakan metode komponen. Mereka dapat memilih
soal dengan sudut yang berbeda (diferensiasi konten/produk). Guru juga
menyediakan contoh soal di mana mereka bisa menggunakan kalkulator.
● Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna): Setelah menyelesaikan soal, siswa diajak
membandingkan hasil dengan metode grafis (jika soalnya sama). "Kapan metode
analitis lebih unggul? Apa kesulitan awal dalam menggunakan metode ini?"
● Guru berkeliling memberikan bimbingan dan koreksi jika ada kesalahan perhitungan.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik pada ketepatan
perhitungan analitis siswa.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama siswa, menyimpulkan keuntungan dan
penerapan metode analitis dalam operasi vektor.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Memberikan pengantar untuk penerapan
vektor dalam soal-soal fisika nyata dan menyiapkan proyek akhir.

PERTEMUAN 4: PENERAPAN VEKTOR DALAM FISIKA DAN REFLEKSI


(JOYFUL LEARNING)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mengulang singkat materi sebelumnya.
● Prinsip Berkesadaran: Guru menanyakan "Sekarang kita sudah tahu cara
menjumlahkan vektor. Di mana kita bisa menggunakan ini dalam kehidupan nyata
atau Fisika?"
● Prinsip Menggembirakan: Menayangkan video singkat tentang penerapan vektor
dalam teknik (misalnya, jembatan, pesawat terbang) atau navigasi.
● Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Prinsip Bermakna:
● Memahami: Guru memberikan beberapa studi kasus masalah fisika (misalnya, gerak
perahu menyeberangi sungai berarus, resultan gaya pada benda) dan mendiskusikan
bagaimana vektor diterapkan.
● Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok menyelesaikan proyek "Rancang Jalur
Ekspedisi dengan Vektor" atau studi kasus lain yang melibatkan aplikasi vektor
(diferensiasi produk: siswa dapat memilih kasus yang paling menarik bagi mereka).
Mereka harus menghitung resultan vektor dan menyajikan hasilnya.
● Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna): Setiap kelompok mempresentasikan
proyek mereka. Guru memfasilitasi diskusi "Bagaimana vektor mempermudah kita
menganalisis fenomena fisika yang kompleks? Apa yang kamu pelajari tentang
berpikir sistematis dari bab ini?"
● Prinsip Menggembirakan: Memberikan challenge soal aplikasi vektor yang lebih
kompleks untuk kelompok yang sudah mahir, atau menyediakan alat bantu visual
(misalnya, papan gaya) untuk demonstrasi.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap
pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi siswa.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama siswa, merefleksikan seluruh proses
pembelajaran Bab 1: Vektor, dari konsep dasar hingga penerapannya yang luas.
Menekankan bahwa vektor adalah alat yang sangat kuat dalam Fisika dan rekayasa.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Menginformasikan tentang bab
selanjutnya dan memberikan apresiasi atas kerja keras siswa.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DILAKUKAN PADA AWAL
PERTEMUAN 1)
● Observasi: Guru mengamati partisipasi siswa dalam sesi brainstorming awal tentang
besaran fisika.
● Wawancara (Singkat): Guru bertanya secara acak kepada beberapa siswa: "Apa
bedanya jarak dan perpindahan?" atau "Menurutmu, apa itu 'arah' dalam Fisika?"
● Kuesioner (Google Form/Tertulis Singkat): "Sebutkan 3 besaran fisika yang kamu
tahu." "Apakah gaya punya arah?" (untuk mengukur intuisi tentang vektor).
● Tes Diagnostik (Singkat): Memberikan beberapa besaran dan meminta siswa
mengelompokkan mana yang hanya punya nilai dan mana yang punya nilai dan arah.

SOAL ASESMEN AWAL:


1. Sebutkan 3 besaran fisika yang hanya memiliki nilai (besar) saja.
2. Sebutkan 2 besaran fisika yang memiliki nilai (besar) dan arah.
3. Jika kamu berjalan 5 meter ke timur, lalu 5 meter ke barat, berapa total jarak yang
kamu tempuh? Berapa perpindahanmu?
4. Menurutmu, apakah penting untuk mengetahui arah dalam Fisika? Mengapa?
5. Apa yang membuatmu penasaran tentang "arah" atau "gaya" dalam Fisika?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (DILAKUKAN SELAMA PERTEMUAN


1, 2, 3, DAN 4)
● Tugas Harian (Individu/Kelompok): Latihan menggambar vektor (Pertemuan 1).
Latihan penjumlahan/pengurangan vektor grafis (Pertemuan 2). Latihan perhitungan
vektor analitis (Pertemuan 3). Studi kasus penerapan vektor (Pertemuan 4).
● Diskusi Kelompok: Guru mengamati partisipasi aktif, kemampuan menyampaikan
ide, dan kerja sama dalam kelompok selama diskusi pemecahan masalah.
● Presentasi (Informal): Presentasi hasil penggambaran vektor (Pertemuan 1), hasil
grafis (Pertemuan 2), atau hasil proyek mini (Pertemuan 4).
Soal Asesmen Proses (Contoh untuk Pertemuan 3 - Metode Komponen):
1. Sebuah vektor gaya F memiliki besar 50 N dan membentuk sudut 30° terhadap sumbu
X positif. Hitunglah komponen vektor F pada sumbu X (Fx) dan sumbu Y (Fy)!
2. Mengapa penguraian vektor ke dalam komponen-komponennya sangat membantu
dalam penjumlahan vektor yang lebih dari dua?
3. Jika ada dua vektor, A (10 N ke timur) dan B (10 N ke utara). Jelaskan langkah-
langkah penjumlahan vektor tersebut menggunakan metode komponen.
4. Dalam situasi apa metode analitis (komponen) lebih efisien dibandingkan metode
grafis dalam menyelesaikan masalah vektor?
5. Apa kesulitan utama yang kamu rasakan saat pertama kali belajar menguraikan vektor
ke dalam komponen? Bagaimana kamu mengatasinya?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (DILAKUKAN PADA AKHIR BAB 1)


● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi pribadi tentang pengalaman belajar
mereka di Bab Vektor, termasuk tantangan, hal yang paling berkesan, dan wawasan
baru yang didapat.
● Tes Tertulis: Soal hitungan dan esai singkat untuk menguji pemahaman konsep
vektor, operasi vektor (grafis dan analitis), dan penerapannya.
● Tugas Akhir/Proyek: "Rancang Jalur Ekspedisi dengan Vektor" atau analisis
video/simulasi pergerakan benda/gaya yang melibatkan vektor.

SOAL ASESMEN AKHIR:


1. Jelaskan perbedaan mendasar antara besaran skalar dan besaran vektor, berikan
masing-masing 3 contoh. Mengapa perbedaan ini penting dalam Fisika?
2. Dua buah gaya F1 = 60 N membentuk sudut 30° terhadap sumbu X positif, dan F2 =
80 N membentuk sudut 120° terhadap sumbu X positif. Hitunglah besar dan arah
resultan kedua gaya tersebut menggunakan metode komponen.
3. Sebuah perahu bergerak menyeberangi sungai selebar 100 meter dengan kecepatan 5
m/s relatif terhadap air. Arus sungai bergerak dengan kecepatan 3 m/s. Jika perahu
ingin sampai tepat di seberang, ke arah mana perahu harus diarahkan? Gambarkan
vektor-vektor yang terlibat.
4. Bagaimana konsep vektor sangat penting dalam bidang rekayasa (misalnya,
pembangunan jembatan atau gedung tinggi)? Jelaskan dengan contoh sederhana.
5. Menurutmu, apa manfaat terbesar yang kamu dapatkan setelah mempelajari konsep
vektor dalam Fisika? Bagaimana kamu bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari atau mata pelajaran lain?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan Guru Mata Pelajaran

Ahmad Junaidi , [Link] , [Link] I Sri Mulyati , [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 19680609 199203 2 009
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)
BAB 2: KINEMATIKA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 14 Jam Pelajaran (7 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas XI diasumsikan telah memiliki pengetahuan dasar matematika
(aljabar, geometri, fungsi dasar) serta konsep fisika dasar dari jenjang SMP, seperti
pengertian jarak, waktu, dan kecepatan sederhana. Mereka mungkin sudah familiar
dengan contoh-konteks gerak dalam kehidupan sehari-hari seperti mobil bergerak, bola
dilempar, atau orang berjalan. Keterampilan yang dimiliki antara lain membaca grafik
sederhana, melakukan perhitungan dasar, dan mengamati fenomena. Namun, pemahaman
tentang konsep vektor, analisis gerak dengan persamaan matematis yang lebih kompleks,
serta kemampuan merancang eksperimen yang menguji konsep kinematika secara
sistematis, masih perlu dikembangkan. Minat terhadap fisika dapat bervariasi, sehingga
perlu distimulasi melalui fenomena nyata yang menarik dan relevan.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Kinematika" merupakan jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan sedikit
metakognitif. Peserta didik akan memahami berbagai konsep gerak (posisi, perpindahan,
kecepatan, percepatan), mampu menggunakan persamaan matematis untuk menganalisis
gerak, dan melakukan eksperimen untuk memverifikasi hukum-hukum gerak. Materi ini
sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik, karena berhubungan langsung
dengan setiap objek yang bergerak di sekitar mereka (transportasi, olahraga, benda jatuh).
Tingkat kesulitan materi ini bersifat moderat hingga kompleks, membutuhkan
kemampuan abstraksi, pemecahan masalah matematis, dan penalaran fisika. Struktur
materi akan disajikan secara bertahap, mulai dari gerak lurus beraturan (GLB), gerak
lurus berubah beraturan (GLBB), hingga gerak parabola. Integrasi nilai dan karakter akan
dilakukan melalui penekanan pada ketelitian dalam pengukuran dan perhitungan,
kesabaran dalam eksperimen, kerja sama tim, serta rasa kagum terhadap keteraturan alam
semesta yang diatur oleh hukum-hukum fisika.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran Bab 2: Kinematika, dimensi profil lulusan yang akan
dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis berbagai jenis gerak,
mengidentifikasi besaran-besaran fisis, dan memecahkan masalah kinematika
menggunakan prinsip-prinsip fisika.
● Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen untuk menguji konsep
gerak, memodifikasi prosedur, dan menemukan cara inovatif dalam menyajikan data.
● Kolaborasi: Peserta didik aktif bekerja sama dalam kelompok untuk merancang,
melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan hasil percobaan.
● Kemandirian: Peserta didik mampu secara mandiri mencari informasi, melakukan
perhitungan, dan menarik kesimpulan dari eksperimen.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan konsep kinematika dan hasil
percobaan mereka secara lisan dan tertulis.
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Peserta didik mampu mengagumi
keteraturan dan hukum-hukum fisika sebagai ciptaan Tuhan dalam fenomena alam
(gerak benda).
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Di akhir fase ini (Fase F, kelas XI), peserta didik diharapkan mampu:
● Menganalisis konsep posisi, perpindahan, kecepatan, dan percepatan dalam gerak
lurus dan gerak parabola.
● Mengaplikasikan persamaan kinematika untuk menyelesaikan masalah gerak lurus
beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB).
● Merancang dan melakukan percobaan sederhana untuk mengamati karakteristik
gerak lurus dan gerak parabola, serta menganalisis data hasilnya.
● Menghubungkan konsep kinematika dengan fenomena gerak dalam kehidupan
sehari-hari dan teknologi.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Matematika: Vektor, fungsi linear dan kuadrat, turunan dan integral (konsep dasar),
geometri, grafik, aljabar untuk penyelesaian persamaan.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Penggunaan perangkat lunak
simulasi gerak, pengolahan data menggunakan spreadsheet, presentasi digital.
● Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Analisis gerak dalam olahraga (misalnya,
gerak peluru pada lempar lembing, gerak bola pada sepak bola).
● Teknik (Umum): Prinsip dasar perancangan mesin atau kendaraan yang bergerak,
analisis lintasan proyektil.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Konsep Dasar Gerak dan Gerak Lurus Beraturan (GLB)
● Peserta didik dapat menjelaskan konsep posisi, perpindahan, jarak, kelajuan, dan
kecepatan setelah mengamati fenomena gerak sederhana dan diskusi.
● Peserta didik dapat membedakan besaran skalar dan vektor dengan memberikan
contoh yang relevan dalam kinematika.
● Peserta didik dapat menganalisis karakteristik gerak lurus beraturan (GLB)
menggunakan grafik posisi-waktu dan kecepatan-waktu secara mandiri.
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah perhitungan GLB dengan tepat.
Pertemuan 2: Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
● Peserta didik dapat menjelaskan konsep percepatan dan perlambatan setelah
mengamati video/simulasi gerak yang mengalami perubahan kecepatan.
● Peserta didik dapat menganalisis karakteristik gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
menggunakan grafik kecepatan-waktu dan percepatan-waktu.
● Peserta didik dapat mengaplikasikan persamaan GLBB untuk menyelesaikan masalah
gerak dengan perubahan kecepatan secara akurat.
Pertemuan 3 & 4: Percobaan Gerak Lurus dan Analisis Data
● Peserta didik dapat merancang percobaan sederhana untuk menguji karakteristik
GLB dan GLBB (misalnya, menggunakan kereta luncur atau sensor gerak).
● Peserta didik dapat melakukan pengukuran data posisi, waktu, dan kecepatan dengan
teliti dari percobaan gerak lurus.
● Peserta didik dapat mengolah data hasil percobaan menjadi grafik posisi-waktu,
kecepatan-waktu, dan percepatan-waktu menggunakan spreadsheet atau aplikasi
lainnya.
● Peserta didik dapat menganalisis grafik hasil percobaan untuk menyimpulkan
karakteristik GLB dan GLBB serta membandingkannya dengan teori.
Pertemuan 5: Gerak Parabola
● Peserta didik dapat menjelaskan konsep gerak parabola sebagai kombinasi gerak
lurus horizontal dan vertikal yang dipengaruhi gravitasi.
● Peserta didik dapat menganalisis persamaan gerak parabola pada sumbu X dan Y,
serta menentukan tinggi maksimum dan jangkauan maksimum.
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah gerak parabola dalam berbagai konteks
(misalnya, lemparan bola, proyektil).
Pertemuan 6 & 7: Proyek Eksperimen Gerak Parabola dan Presentasi
● Peserta didik dapat merancang dan melaksanakan proyek sederhana untuk mengamati
atau memodelkan gerak parabola (misalnya, peluncuran proyektil sederhana, video
analisis gerak).
● Peserta didik dapat mengolah dan menyajikan data hasil proyek dalam bentuk
laporan atau presentasi yang komunikatif.
● Peserta didik dapat mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan proses,
analisis, dan kesimpulan, serta mengaitkannya dengan aplikasi nyata.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan berpusat pada "Gerak dalam Kehidupan Sehari-hari dan
Teknologi." Peserta didik akan diajak untuk mengamati dan menganalisis gerak objek di
sekitar mereka, seperti gerak kendaraan, bola yang dilempar dalam olahraga, roket yang
meluncur, atau bahkan gerak planet. Studi kasus dapat mencakup analisis pendaratan
pesawat terbang, gerak peluru, atau simulasi lintasan bola basket.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan terlibat dalam proyek
eksperimen gerak, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, analisis, hingga presentasi.
● Diskusi Kelompok: Digunakan untuk menganalisis konsep, memecahkan masalah,
merencanakan percobaan, dan membahas hasil.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Simulasi): Menggunakan aplikasi simulasi fisika
(misalnya, PhET Interactive Simulations, Tracker Video Analysis) atau video
eksperimen untuk memvisualisasikan gerak.
● Wawancara (Antar-kelompok/Siswa): Peserta didik dapat saling mewawancarai
tentang pemahaman konsep atau kesulitan dalam percobaan/perhitungan.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek eksperimen mereka di
akhir unit.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium Fisika, guru mata pelajaran lain (Matematika
untuk integrasi konsep, TIK untuk pengolahan data), perpustakaan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Sumber daya daring (video edukasi dari kanal YouTube
terkemuka, artikel ilmiah populer tentang aplikasi kinematika), aplikasi simulasi
fisika gratis, praktisi olahraga (jika memungkinkan diundang sebagai narasumber
virtual untuk gerak dalam olahraga).
● Masyarakat: Mengidentifikasi fenomena gerak dalam transportasi, konstruksi, atau
permainan tradisional.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika atau kelas yang diatur untuk percobaan kelompok.
Tersedia papan tulis/layar, proyektor, dan alat/bahan praktikum dasar.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform simulasi fisika daring (PhET, Walter Fendt),
video edukasi (YouTube Edu), platform pembelajaran daring (Google Classroom,
Schoology), dan forum diskusi.
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama tim dalam merancang dan melaksanakan
eksperimen, saling berbagi data dan analisis.
● Berpartisipasi Aktif: Mendorong setiap peserta didik untuk aktif dalam
pengamatan, pencatatan, perhitungan, dan diskusi.
● Rasa Ingin Tahu: Membangkitkan minat peserta didik untuk menjelajahi fenomena
gerak di sekitar mereka dan memahami hukum-hukum yang mendasarinya.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan sumber daya daring seperti artikel ilmiah
populer tentang aplikasi kinematika, e-book fisika.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk diskusi asinkron, berbagi temuan, dan bertanya tentang kesulitan.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuis daring (Quizizz,
Kahoot) untuk asesmen formatif.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk aktivitas pemanasan, kuis singkat tentang
konsep, atau survei cepat tentang pemahaman.
● Google Classroom: Sebagai pusat pengelolaan kelas, berbagi materi (termasuk link
simulasi/video), pengumpulan laporan percobaan, dan pengumuman.
● Aplikasi Simulasi Fisika/Video Analisis: Untuk memvisualisasikan gerak dan
menganalisis data dari video (misalnya, Tracker Video Analysis).

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1: KONSEP DASAR GERAK DAN GERAK LURUS
BERATURAN (GLB)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pemanasan (Joyful): Guru menampilkan video singkat fenomena gerak yang
familiar (misalnya, kereta api bergerak di lintasan lurus, mobil berjalan di jalan tol).
Pertanyaan pemicu: "Apa yang kalian lihat dari gerak ini? Bagaimana kita bisa
menggambarkannya secara fisika?"
● Aktivasi Pengetahuan Awal (Mindful): Guru bertanya: "Apa itu jarak? Apa itu
kecepatan? Apakah ada perbedaannya dengan perpindahan dan kelajuan?"
(Diferensiasi Konten: Memberikan stimulus visual berupa ilustrasi perbedaan jarak-
perpindahan untuk peserta didik yang membutuhkan).
● Membangun Koneksi (Meaningful): Guru menghubungkan pentingnya memahami
gerak untuk menganalisis fenomena di sekitar. "Mengapa penting bagi insinyur untuk
memahami gerak sebuah roket?"
● Orientasi (Mindful): Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan kriteria
keberhasilan.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):


Eksplorasi Konsep (Memahami):
● Guru memaparkan konsep posisi, perpindahan, jarak, kelajuan, dan kecepatan
menggunakan ilustrasi dan contoh nyata.
● Berkesadaran (Mindful): Peserta didik diminta memvisualisasikan perbedaan
antara besaran skalar dan vektor dalam konteks gerak.
● Pengenalan GLB (Meaningful): Guru menjelaskan karakteristik GLB
menggunakan contoh (misalnya, gerak kereta api tanpa percepatan) dan representasi
grafik posisi-waktu serta kecepatan-waktu.
Aplikasi Konsep (Mengaplikasi):
● Latihan Soal Berdiferensiasi (Kemandirian): Peserta didik mengerjakan soal-soal
perhitungan GLB dengan tingkat kesulitan bervariasi. Guru menyediakan soal
dengan data langsung (level dasar), soal cerita sederhana (level menengah), dan soal
yang membutuhkan analisis grafik (level tinggi).
● Diskusi Kelompok (Kolaborasi): Peserta didik mendiskusikan penyelesaian soal
dan saling menjelaskan konsep. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan
bimbingan individual.
Refleksi (Merefleksi, Berkesadaran):
● Guru meminta peserta didik untuk membuat mind map singkat tentang konsep dasar
gerak dan GLB.
● Refleksi Singkat (Individu): Peserta didik menuliskan satu contoh GLB yang
mereka temukan di kehidupan sehari-hari.

PERTEMUAN 2: GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)


KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
Eksplorasi Konsep Lanjutan (Memahami):
● Guru memperkenalkan konsep percepatan dan perlambatan melalui video/simulasi
gerak yang dipercepat/diperlambat (misalnya, mobil balap, bola jatuh bebas).
● Simulasi Interaktif (Joyful): Menggunakan simulasi PhET tentang gerak dengan
percepatan untuk memvisualisasikan hubungan antara posisi, kecepatan, dan
percepatan.
● Pengenalan Persamaan GLBB (Meaningful): Guru menjelaskan penurunan dan
penggunaan persamaan GLBB.
Aplikasi Konsep (Mengaplikasi):
● Pemecahan Masalah Kolaboratif (Kolaborasi): Peserta didik dalam kelompok
menyelesaikan masalah-masalah GLBB yang bervariasi, termasuk gerak jatuh bebas
dan gerak vertikal ke atas/bawah. Guru dapat memberikan soal yang membutuhkan
interpretasi grafik.
● Presentasi Solusi (Komunikasi): Beberapa kelompok mempresentasikan solusi
mereka, menjelaskan langkah-langkah dan alasan fisika.
Refleksi (Merefleksi, Berkesadaran):
● Peserta didik berbagi pemahaman mereka tentang perbedaan GLB dan GLBB serta
aplikasi persamaan.
● Kuis Singkat (Formative): Menggunakan Kahoot atau Mentimeter untuk menguji
pemahaman konsep dan rumus GLBB.

PERTEMUAN 3 & 4: PERCOBAAN GERAK LURUS DAN ANALISIS DATA


KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
Identifikasi Masalah Proyek (Kreativitas, Meaningful):
● Guru memandu diskusi untuk mengidentifikasi masalah penelitian sederhana terkait
gerak lurus (misalnya, pengaruh kemiringan bidang terhadap percepatan, atau analisis
gerak benda pada bidang miring).
● Brainstorming Ide (Joyful): Peserta didik secara berkelompok brainstorming ide
proyek eksperimen mereka. (Diferensiasi Produk: Memberikan daftar ide proyek
yang sudah ditentukan untuk kelompok yang membutuhkan panduan lebih, atau
membiarkan kelompok berkreasi penuh dengan bimbingan).
Perencanaan Proyek (Mengaplikasi, Mandiri):
● Dalam kelompok, peserta didik merancang prosedur percobaan, menentukan alat dan
bahan (misalnya, ticker timer, kereta luncur, bidang miring, stopwatch), variabel,
serta cara pengumpulan data.
● Guru menyediakan template perencanaan proyek dan rubrik penilaian proyek.
● Wawancara Antar-kelompok: Kelompok saling mempresentasikan rencana
percobaan mereka dan mendapatkan umpan balik awal.
Pelaksanaan Eksperimen (Meaningful, Berkesadaran):
● Peserta didik melaksanakan percobaan yang telah mereka rancang dengan teliti dan
mencatat data pengamatan secara akurat.
● Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual dan umpan balik formatif,
terutama dalam teknik pengukuran dan pencatatan data.
● Analisis Data (Penalaran Kritis, Berkesadaran): Peserta didik mengolah data yang
terkumpul, membuat tabel, grafik posisi-waktu, kecepatan-waktu, dan percepatan-
waktu menggunakan spreadsheet atau aplikasi analisis data (misalnya, Tracker).

PERTEMUAN 5: GERAK PARABOLA


KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
Eksplorasi Konsep Baru (Memahami):
● Guru menampilkan video gerak parabola (misalnya, lempar bola basket, tembakan
meriam) dan bertanya: "Bagaimana kita bisa menganalisis gerak seperti ini?"
● Pengenalan Gerak Parabola (Meaningful): Guru menjelaskan bahwa gerak
parabola adalah kombinasi GLB pada sumbu horizontal dan GLBB pada sumbu
vertikal. Menjelaskan komponen kecepatan dan posisi.
Aplikasi Konsep (Mengaplikasi):
● Latihan Soal Terpandu (Kemandirian): Peserta didik mengerjakan soal-soal gerak
parabola, mulai dari menentukan tinggi maksimum, jangkauan maksimum, hingga
posisi pada waktu tertentu. Guru memberikan panduan langkah demi langkah untuk
soal awal.
● Simulasi Interaktif (Joyful): Menggunakan simulasi PhET tentang gerak proyektil
untuk memvisualisasikan pengaruh sudut elevasi dan kecepatan awal terhadap
lintasan.
Refleksi (Merefleksi, Berkesadaran):
● Guru meminta peserta didik untuk membuat rangkuman perbedaan analisis gerak
lurus dan gerak parabola.
● Tantangan Mini: Guru memberikan satu fenomena gerak parabola di kehidupan
nyata dan meminta peserta didik mengidentifikasi besaran-besaran yang terlibat.

PERTEMUAN 6 & 7: PROYEK EKSPERIMEN GERAK PARABOLA DAN


PRESENTASI
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Penyelesaian Laporan Proyek Gerak Lurus (Kolaborasi): Kelompok
menyelesaikan laporan proyek eksperimen gerak lurus, memastikan analisis data dan
kesimpulan telah terformulasi dengan baik.
● Perencanaan Proyek Gerak Parabola (Kreativitas): Peserta didik dalam
kelompok merancang proyek sederhana untuk memodelkan atau menganalisis gerak
parabola (misalnya, membuat alat peluncur proyektil sederhana, atau melakukan
analisis video lemparan bola dengan aplikasi Tracker).
● Pelaksanaan dan Analisis Proyek (Meaningful, Berkesadaran): Peserta didik
melaksanakan proyek, mengumpulkan data, dan menganalisis hasilnya.
● Persiapan Presentasi (Komunikasi, Kreativitas): Peserta didik menyiapkan materi
presentasi (misalnya, slide yang menjelaskan tujuan, prosedur, data, analisis, dan
kesimpulan dari proyek gerak lurus dan/atau gerak parabola).
● Presentasi Proyek (Komunikasi, Kolaborasi): Setiap kelompok mempresentasikan
hasil proyek eksperimen mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan proses, data,
analisis, kesimpulan, dan relevansinya dengan aplikasi nyata (misalnya, di bidang
olahraga, militer, atau teknik).
● Sesi Tanya Jawab dan Umpan Balik (Meaningful): Peserta didik lain dapat
mengajukan pertanyaan dan memberikan umpan balik konstruktif.

KEGIATAN PENUTUP (MEMBERIKAN UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,


PERENCANAAN SELANJUTNYA):
● Umpan Balik Konstruktif (Berkesadaran): Guru memberikan umpan balik secara
keseluruhan tentang pembelajaran unit ini, mengapresiasi upaya peserta didik dalam
eksperimen dan analisis, serta menyoroti area peningkatan.
● Menyimpulkan Pembelajaran (Meaningful): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan poin-poin penting yang telah dipelajari tentang kinematika, berbagai
jenis gerak, persamaan, serta relevansinya bagi kehidupan dan teknologi. "Apa
pelajaran terbesar yang kalian dapatkan tentang bagaimana Fisika menjelaskan gerak
di sekitar kita?"
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Mindful, Partisipatif): Guru mengajak
peserta didik untuk memberikan masukan tentang topik Fisika yang ingin mereka
pelajari di unit berikutnya, atau bagaimana mereka dapat terus mengembangkan rasa
ingin tahu ilmiah.
● Apresiasi (Joyful): Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras
seluruh peserta didik.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal tentang
fenomena gerak, tingkat kepercayaan diri mereka dalam menjawab pertanyaan
tentang jarak, waktu, dan kecepatan.
● Wawancara Singkat: Guru dapat bertanya tentang pemahaman mereka mengenai
konsep gerak yang sudah dipelajari di SMP.
➢ Contoh Soal/Pertanyaan Wawancara: "Coba jelaskan dengan kata-kata sendiri
apa itu kecepatan. Apa bedanya dengan kelajuan?"
● Kuesioner: Memberikan kuesioner singkat tentang pemahaman dasar gerak dan
minat terhadap topik kinematika.

CONTOH SOAL KUESIONER:


1. Apa yang kamu ketahui tentang gerak lurus?
2. Sebutkan dua contoh benda yang bergerak dipercepat dalam kehidupan sehari-hari.
3. Apakah kamu merasa nyaman dengan perhitungan matematika dalam fisika? (Sangat
Nyaman/Cukup Nyaman/Kurang Nyaman)
4. Apa yang kamu harapkan dari pembelajaran tentang Kinematika ini?
5. Bagaimana cara kamu biasanya belajar Fisika agar lebih mudah paham?
● Tes Diagnostik: Tes singkat berupa soal pilihan ganda atau esai singkat untuk
mengukur pemahaman konsep dasar gerak, besaran skalar/vektor, dan perhitungan
sederhana.

CONTOH SOAL TES DIAGNOSTIK:


1. Sebuah mobil bergerak lurus ke timur sejauh 5 km, lalu berbalik ke barat sejauh 2 km.
Berapakah perpindahan total mobil tersebut? a. 7 km b. 3 km ke timur c. 3 km ke
barat d. 7 km ke timur
2. Jelaskan perbedaan antara kecepatan dan kelajuan.
3. Sebuah benda awalnya diam, kemudian dipercepat 2 m/s² selama 5 detik. Berapakah
kecepatan akhir benda tersebut?
4. Gambarkan grafik kecepatan (v) terhadap waktu (t) untuk gerak lurus beraturan
(GLB).
5. Apa yang terjadi pada kecepatan suatu benda jika percepatannya nol?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
TUGAS HARIAN:
● Analisis Grafik: Peserta didik menganalisis grafik gerak dan menentukan besaran-
besaran fisis dari grafik tersebut.
➢ Contoh Soal Tugas Harian: "Perhatikan grafik posisi-waktu berikut. Tentukan
kecepatan benda pada selang waktu 0-5 detik dan 5-10 detik." (Disertai gambar
grafik)
● Penyelesaian Soal GLB/GLBB: Peserta didik mengerjakan soal-soal perhitungan
yang diberikan.
➢ Contoh Soal Tugas Harian: "Sebuah benda dilempar vertikal ke atas dengan
kecepatan awal 20 m/s. Hitunglah tinggi maksimum yang dicapai benda jika
percepatan gravitasi 10 m/s²."
DISKUSI KELOMPOK:
● Rubrik Observasi Diskusi: Guru menggunakan rubrik untuk mengamati partisipasi,
kualitas argumen, kemampuan kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah
dalam kelompok (misalnya, saat merancang proyek eksperimen).
➢ Contoh Soal/Prompt Diskusi: "Diskusikan dengan kelompokmu, bagaimana cara
merancang percobaan yang valid untuk mengukur percepatan gravitasi
menggunakan gerak jatuh bebas?"
● Presentasi Rencana Proyek: Kelompok mempresentasikan rencana percobaan
mereka.
➢ Contoh Soal/Prompt Presentasi: "Presentasikan ide proyek eksperimen gerak
parabola kelompokmu. Jelaskan tujuan, hipotesis, alat dan bahan, serta langkah-
langkah percobaan yang akan kalian lakukan."
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:
● Jurnal Reflektif (Individu): Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang
pengalaman mereka dalam memahami kinematika.

CONTOH SOAL JURNAL REFLEKTIF:


1. Apa konsep tersulit dalam kinematika yang kamu pelajari dan bagaimana kamu
akhirnya berhasil memahaminya?
2. Bagaimana pemahaman tentang kinematika mengubah caramu melihat fenomena
gerak di sekitar? Berikan satu contoh konkret.
3. Apa yang paling kamu nikmati dari proyek eksperimen yang dilakukan dan mengapa?
4. Bagaimana kamu menerapkan keterampilan penalaran kritis dalam menyelesaikan
masalah fisika di bab ini?
5. Jika kamu bisa menciptakan teknologi baru berdasarkan konsep kinematika, apa yang
akan kamu buat? Jelaskan alasannya.

TES TERTULIS (ESAI/PEMECAHAN MASALAH):


CONTOH SOAL TES TERTULIS:
1. Sebuah bus bergerak dengan kecepatan awal 10 m/s dan mengalami percepatan
konstan 2 m/s². Hitunglah posisi bus setelah 5 detik dan kecepatan bus pada saat itu.
2. Jelaskan secara rinci perbedaan antara gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus
berubah beraturan (GLBB), serta berikan dua contoh fenomena masing-masing.
3. Sebuah bola ditendang dengan kecepatan awal 25 m/s membentuk sudut 37° terhadap
horizontal (sin 37° = 0.6, cos 37° = 0.8). Tentukan tinggi maksimum yang dicapai
bola dan jangkauan horizontalnya. (Gunakan g = 10 m/s²).
4. Bagaimana prinsip gerak parabola diterapkan dalam desain sistem irigasi sprinkler
otomatis? Jelaskan dengan ilustrasi sederhana jika diperlukan.
5. Seorang insinyur merancang sistem pengereman darurat untuk mobil. Mengapa
pemahaman tentang GLBB sangat krusial dalam perancangan ini? Jelaskan besaran-
besaran fisis yang harus dipertimbangkan.
TUGAS AKHIR/PROYEK:
● Laporan Proyek Eksperimen: Penilaian terhadap laporan tertulis hasil percobaan,
berdasarkan rubrik yang mencakup: kelengkapan (tujuan, hipotesis, alat & bahan,
prosedur), data, analisis (termasuk grafik), kesimpulan, dan relevansi.
■ Contoh Soal Tugas Akhir: "Selesaikan laporan proyek eksperimen kelompokmu.
Pastikan laporan mencakup: judul, tujuan, hipotesis, daftar alat dan bahan,
langkah kerja, data pengamatan (tabel/grafik), analisis data (termasuk
perhitungan), kesimpulan, dan daftar pustaka."
● Presentasi Proyek Akhir: Penilaian terhadap kemampuan presentasi, kejelasan
penjelasan konsep, analisis data, dan jawaban atas pertanyaan.
➢ Contoh Soal Presentasi Proyek: "Presentasikan hasil proyek eksperimen
kelompokmu di depan kelas. Jelaskan tujuan, metode, hasil (gunakan visualisasi),
analisis, dan kesimpulan. Hubungkan hasil percobaan kalian dengan konsep
kinematika dan relevansinya di kehidupan nyata atau teknologi."

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan Guru Mata Pelajaran

Ahmad Junaidi , [Link] , [Link] I Sri Mulyati , [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 10680609 199203 2 009
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)
BAB 3: DINAMIKA GERAK PARTIKEL

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diharapkan telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep gerak (posisi,
kecepatan, percepatan) dari materi Kinematika Gerak yang telah dipelajari sebelumnya.
Keterampilan matematika dasar seperti aljabar, vektor (penjumlahan dan penguraian),
dan trigonometri juga sangat penting. Pemahaman mereka tentang konsep gaya dalam
kehidupan sehari-hari (tarikan, dorongan) sudah ada, namun perlu diluruskan dan
diperdalam sesuai konsep fisika. Beberapa peserta didik mungkin sudah memiliki intuisi
tentang bagaimana benda bergerak di bawah pengaruh gaya, tetapi seringkali intuisi ini
tidak sesuai dengan prinsip fisika yang sebenarnya (misalnya, anggapan bahwa gaya
diperlukan untuk mempertahankan gerak).

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


MATERI "DINAMIKA GERAK PARTIKEL" INI BERFOKUS PADA STUDI
TENTANG GAYA YANG MENYEBABKAN gerak dan perubahan gerak suatu benda.
Jenis pengetahuan yang akan dicapai meliputi pengetahuan konseptual (memahami
Hukum Newton, jenis-jenis gaya), prosedural (menganalisis gaya, membuat diagram
gaya bebas, menyelesaikan soal aplikasi), dan metakognitif (mengevaluasi asumsi dalam
pemecahan masalah, merencanakan strategi pemecahan masalah). Relevansi materi ini
sangat tinggi dengan kehidupan nyata, terlihat pada fenomena sehari-hari seperti
mengapa benda jatuh, mengapa mobil bisa mengerem, bagaimana roket meluncur, atau
mengapa benda diam di bidang miring. Tingkat kesulitan materi dianggap tinggi karena
memerlukan pemahaman yang mendalam tentang konsep gaya, vektor, dan penerapan
matematisnya. Struktur materi meliputi Hukum-hukum Newton tentang Gerak, Gaya
Gesek, dan berbagai aplikasi Hukum Newton dalam berbagai sistem (bidang miring,
sistem katrol, gerak melingkar). Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada
ketelitian dalam menganalisis masalah, sikap jujur dalam melakukan pengukuran dan
perhitungan, kerja sama dalam diskusi, serta rasa ingin tahu untuk memahami fenomena
alam.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis hubungan sebab-akibat antara
gaya dan gerak, mengevaluasi validitas suatu argumen fisik, dan memecahkan
masalah fisika dengan pendekatan sistematis.
● Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen sederhana untuk
membuktikan hukum Newton atau gaya gesek, serta mengusulkan solusi inovatif
untuk masalah sehari-hari yang melibatkan gaya dan gerak.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis
kasus, merancang percobaan, dan menyelesaikan masalah.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi tambahan secara mandiri,
melakukan perhitungan, dan mengidentifikasi kesalahan dalam pemecahan masalah.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan konsep, hasil analisis, dan solusi
masalah secara lisan dan tulisan dengan jelas, termasuk dalam bentuk diagram gaya
bebas.
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Peserta didik dapat mengagumi
keteraturan hukum-hukum alam yang ditetapkan Tuhan sebagai dasar gerak di alam
semesta.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F (Kelas XI), peserta didik mampu:
● Menganalisis hukum-hukum Newton tentang gerak dan penerapannya dalam
berbagai situasi fisik.
● Menganalisis jenis-jenis gaya (gaya berat, gaya normal, gaya tegangan tali, gaya
gesek) dan menggambarkan diagram gaya bebas.
● Menerapkan hukum-hukum Newton untuk menyelesaikan masalah dinamika gerak
partikel pada bidang datar, bidang miring, dan sistem katrol.
● Melakukan percobaan sederhana untuk menguji konsep gaya gesek atau hukum
Newton dan menganalisis hasilnya.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Matematika: Vektor (penjumlahan, penguraian), aljabar, trigonometri untuk
perhitungan gaya dan gerak.
● Teknologi: Prinsip dinamika gerak digunakan dalam rekayasa (desain kendaraan,
jembatan, mesin).
● Kehidupan Sehari-hari: Konsep gaya dan gerak yang relevan dengan olahraga,
transportasi, dan aktivitas fisik.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Hukum Newton tentang Gerak (Bagian I)
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menjelaskan konsep gaya dan massa,
membedakan hukum I dan II Newton tentang gerak, serta menerapkan hukum II
Newton untuk menghitung percepatan benda pada gerak lurus dengan gaya konstan,
dengan tepat, melalui kegiatan demonstrasi sederhana, diskusi kelompok, dan
penyelesaian contoh soal.
Pertemuan 2: Hukum Newton tentang Gerak (Bagian II) & Gaya Gesek
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menjelaskan hukum III Newton
tentang gerak (aksi-reaksi), mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya normal, gaya
tegangan tali, gaya gesek), menggambar diagram gaya bebas pada benda, serta
menghitung besar gaya gesek statis dan kinetis, dengan akurat, melalui kegiatan
praktikum sederhana, studi kasus, dan latihan soal.
Pertemuan 3: Aplikasi Hukum Newton pada Berbagai Kasus
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis dan menerapkan hukum-
hukum Newton pada benda yang bergerak di bidang datar (licin dan kasar), bidang
miring (licin dan kasar), dan sistem katrol (satu atau dua benda), dengan sistematis
dan benar, melalui diskusi pemecahan masalah dan latihan soal yang bervariasi.
Pertemuan 4: Proyek dan Refleksi Dinamika Gerak
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu merancang dan melaksanakan
percobaan sederhana untuk menguji salah satu konsep dinamika gerak (misalnya,
pengaruh massa terhadap percepatan atau koefisien gesek), menganalisis data,
menarik kesimpulan, dan mempresentasikan hasil proyek secara kolaboratif, serta
merefleksikan aplikasi hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari, dengan kreatif
dan bertanggung jawab.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berpusat pada "Misteri di Balik Gerak Benda: Mengapa Benda
Bergerak dan Berhenti?". Peserta didik akan diajak untuk mengamati fenomena sehari-
hari seperti mengapa sulit mendorong lemari yang berat, mengapa mobil membutuhkan
rem, atau mengapa orang bisa meluncur di es. Mereka akan diajak untuk merancang
percobaan sederhana (misalnya, mengukur gaya gesek sepatu), menganalisis studi kasus
(misalnya, desain rem pada kendaraan), dan mencari solusi untuk masalah di sekitar yang
berkaitan dengan gaya dan gerak (misalnya, bagaimana mengurangi risiko tergelincir di
jalan basah).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL): Peserta didik akan terlibat dalam proyek
mini seperti merancang dan melaksanakan percobaan sederhana tentang gaya gesek
atau hukum Newton, atau menganalisis kasus kecelakaan lalu lintas dari perspektif
gaya.
● Diskusi Kelompok: Menganalisis studi kasus, berbagi hasil pengamatan,
memecahkan masalah fisika kompleks secara bersama, dan mengkonstruksi
pemahaman konseptual.
● Eksplorasi Lapangan (Observasi/Simulasi): Mengamati langsung fenomena gaya
dan gerak di lingkungan sekolah (misalnya, mengukur gaya dorong troli, mengamati
gerak benda di bidang miring). Jika tidak memungkinkan, menggunakan simulasi
virtual interaktif.
● Wawancara (Virtual/Kontekstual): Jika memungkinkan, mengundang ahli
mekanika atau teknisi otomotif (secara virtual) untuk berbagi pengalaman tentang
aplikasi hukum Newton dalam desain mesin atau kendaraan.
● Presentasi: Mempresentasikan hasil percobaan, analisis studi kasus, dan ide proyek.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya Matematika, TIK) untuk
kolaborasi interdisipliner. Laboran sekolah untuk dukungan alat dan bahan
praktikum.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli mekanika, teknisi, atau insinyur (melalui sesi
daring atau kunjungan jika memungkinkan). Toko peralatan teknik atau bengkel
untuk mendapatkan ide aplikasi nyata.
● Masyarakat: Mengajak orang tua atau anggota masyarakat yang bekerja di bidang
terkait (misalnya, supir, pekerja konstruksi) untuk berbagi pengalaman praktis
tentang gaya dan gerak.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium fisika untuk percobaan, kelas yang diatur untuk diskusi
kelompok dan presentasi. Area terbuka di sekolah untuk demonstrasi atau
pengamatan fenomena gerak.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Google Classroom sebagai pusat pembelajaran,
berbagi materi (video, simulasi, artikel ilmiah), mengumpulkan tugas, dan forum
diskusi daring. Penggunaan perangkat lunak simulasi fisika (misalnya PhET
Interactive Simulations, Algodoo).
● Budaya Belajar: Mendorong budaya inkuiri dan eksperimen, di mana peserta didik
aktif merumuskan hipotesis, menguji, dan menganalisis data. Membangun
lingkungan yang kolaboratif dan suportif, mendorong pertanyaan, rasa ingin tahu
yang tinggi, dan partisipasi aktif dari setiap individu.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, artikel, atau e-book tentang
mekanika, dinamika, atau sejarah fisika.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkronus untuk membahas hasil pengamatan,
memecahkan masalah percobaan, atau berbagi informasi tambahan.
● Penilaian Daring: Menggunakan fitur kuis di Google Classroom, atau aplikasi
seperti Kahoot/Mentimeter untuk kuis interaktif atau survei cepat.
● Aplikasi Simulasi/Animasi Fisika: Menggunakan simulasi interaktif (misalnya
PhET, Algodoo) untuk memvisualisasikan konsep gaya, percepatan, dan interaksi
benda.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk pengelolaan materi, tugas,
komunikasi, dan kolaborasi.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN
Pembukaan (5 menit):
● Guru menyambut peserta didik dengan antusias. (Joyful Learning)
● Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang fenomena gerak yang menarik
atau menimbulkan pertanyaan (misalnya, video astronot di luar angkasa, video
kecelakaan mobil, atau video orang bermain skateboard). (Mindful Learning -
memicu rasa ingin tahu dan fokus awal, Joyful Learning - penggunaan media visual
menarik).
● Guru mengajukan pertanyaan pemicu: "Mengapa benda bergerak?" atau "Apa yang
menyebabkan benda bisa berhenti?". (Meaningful Learning - mengaitkan dengan
pengalaman nyata).
Apersepsi (5 menit):
● Guru mengingatkan kembali konsep dasar kinematika gerak (kecepatan, percepatan)
dan pengertian gaya dari pelajaran sebelumnya.
● Guru memandu diskusi singkat tentang intuisi awal peserta didik mengenai gaya dan
gerak.
Motivasi (5 menit):
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang inspiratif, menekankan
bahwa mereka akan "membongkar rahasia" di balik semua gerak di alam semesta.
(Meaningful Learning, Joyful Learning - menumbuhkan motivasi intrinsik).
● Guru menyampaikan manfaat praktis dari mempelajari dinamika gerak, seperti
bagaimana insinyur mendesain kendaraan yang aman atau bagaimana atlet
meningkatkan performa mereka.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN 1: HUKUM NEWTON TENTANG GERAK (BAGIAN I)
Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru menjelaskan konsep gaya, massa, dan inersia.
● Guru melakukan demonstrasi sederhana Hukum I Newton (misalnya, menarik kertas
dari bawah koin tanpa menjatuhkan koin) dan Hukum II Newton (misalnya,
mendorong troli dengan gaya berbeda atau massa berbeda). (Joyful Learning -
pengalaman langsung, Mindful Learning - fokus pada observasi).
● Guru memandu diskusi tentang hasil demonstrasi.
Mengaplikasi (20 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (diferensiasi konten:
beberapa kelompok mungkin fokus pada pemecahan soal Hukum I, kelompok lain
Hukum II; atau diferensiasi proses: siswa dengan pemahaman awal yang kuat dapat
mengerjakan soal yang lebih kompleks).
● Setiap kelompok diberikan studi kasus atau masalah sederhana yang melibatkan
Hukum I dan II Newton (misalnya, "Sebuah mobil mogok didorong oleh beberapa
orang. Bagaimana percepatannya?"). Mereka menganalisis, membuat diagram gaya
bebas, dan menyelesaikan soal. (Meaningful Learning - aplikasi konsep).
● Guru berkeliling, memberikan bimbingan dan scaffolding sesuai kebutuhan, serta
mendorong diskusi yang mendalam. (Mindful Learning - memantau dan
menyesuaikan).
Merefleksi (10 menit - Mindful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan solusi masalah mereka.
● Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman.
● Guru menyimpulkan poin-poin penting tentang Hukum I dan II Newton dan
aplikasinya. (Mindful Learning - konsolidasi pemahaman).

PERTEMUAN 2: HUKUM NEWTON TENTANG GERAK (BAGIAN II) & GAYA


GESEK
Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru menjelaskan Hukum III Newton (aksi-reaksi) dengan contoh-contoh relevan
(misalnya, mendayung perahu, roket meluncur).
● Guru memperkenalkan jenis-jenis gaya lain (normal, tegangan tali, gesek) dan cara
menggambar diagram gaya bebas.
Mengaplikasi (20 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok. Setiap kelompok merancang dan
melaksanakan percobaan sederhana tentang gaya gesek (misalnya, mengukur gaya
gesek balok di berbagai permukaan). (Diferensiasi proses: Beberapa kelompok dapat
merancang percobaan yang lebih detail atau menggunakan alat yang lebih spesifik).
● Mereka mengamati, mencatat data, menghitung koefisien gesek, dan membuat
diagram gaya bebas untuk kasus-kasus yang diberikan. (Meaningful Learning -
eksplorasi langsung).
Merefleksi (10 menit - Mindful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan, diagram gaya bebas, dan
kesimpulan mereka.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang faktor-faktor yang memengaruhi gaya gesek dan
pentingnya gaya gesek dalam kehidupan.
● Guru mengaitkan keteraturan hukum fisika dengan kebesaran Tuhan. (Keimanan dan
Ketakwaan)

PERTEMUAN 3: APLIKASI HUKUM NEWTON PADA BERBAGAI KASUS


Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru meninjau kembali hukum Newton dan gaya-gaya.
● Guru memberikan contoh-contoh pemecahan masalah aplikasi hukum Newton pada
bidang datar, bidang miring, dan sistem katrol.
Mengaplikasi (25 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Peserta didik bekerja secara individu atau berpasangan untuk menyelesaikan
masalah-masalah aplikasi hukum Newton yang bervariasi (diferensiasi produk: siswa
dapat memilih tingkat kesulitan soal, atau diferensiasi proses: siswa dapat
menggunakan bantuan simulasi interaktif untuk memvisualisasikan masalah).
● Guru memberikan bimbingan individual dan mengulas strategi pemecahan masalah.
Merefleksi (5 menit - Mindful Learning):
● Beberapa peserta didik diminta untuk mempresentasikan solusi mereka di depan
kelas.
● Guru mengoreksi dan menguatkan pemahaman, serta memberikan tip dalam
menyelesaikan soal-soal dinamika.

PERTEMUAN 4: PROYEK DAN REFLEKSI DINAMIKA GERAK


Memahami (10 menit - Mindful Learning):
● Guru memfasilitasi diskusi tentang tantangan dan kesulitan yang dialami peserta
didik selama pembelajaran dinamika.
● Guru memberikan gambaran tentang proyek yang akan mereka lakukan.
Mengaplikasi (30 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Peserta didik secara kelompok (diferensiasi minat: kelompok dapat memilih topik
proyek yang paling diminati, misal, gerak mobil, gerak lift, gerak benda di air)
merancang dan memulai pengerjaan proyek mini (misalnya, merancang "mobil"
sederhana bertenaga karet gelang dan mengukur percepatannya, atau menganalisis
gaya pada sistem katrol di lapangan).
● Mereka mendiskusikan rencana, alat, dan metode pengumpulan data.
● Guru berperan sebagai fasilitator dan mentor.
Merefleksi (5 menit - Mindful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan progres proyek mereka dan tantangan yang
dihadapi.
● Guru memberikan umpan balik awal dan saran untuk kelanjutan proyek.
● Guru mendorong peserta didik untuk terus merefleksikan bagaimana hukum Newton
berlaku di sekitar mereka.
KEGIATAN PENUTUP
Umpan Balik Konstruktif (5 menit):
● Guru memberikan umpan balik umum tentang kinerja peserta didik selama unit ini,
menyoroti aspek yang baik (misalnya, kemampuan menggambar diagram gaya bebas,
ketelitian perhitungan) dan area yang perlu ditingkatkan (misalnya, analisis konsep).
● Guru mendorong peserta didik untuk terus berpikir kritis tentang fenomena gerak di
sekitar mereka.
Menyimpulkan Pembelajaran (5 menit):
● Guru memimpin diskusi singkat untuk merangkum konsep-konsep kunci yang telah
dipelajari (Hukum Newton, jenis gaya, aplikasi).
● Peserta didik diminta untuk menyebutkan satu aplikasi hukum Newton yang paling
membuat mereka kagum.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (5 menit):
● Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan unit berikutnya atau aplikasi lebih
lanjut (misalnya, gerak melingkar, energi dan usaha).
● Guru menanyakan kepada peserta didik: "Menurut kalian, apa masalah sehari-hari
yang bisa diselesaikan dengan memahami hukum Newton?" (Melibatkan siswa
dalam perencanaan).
● Guru memberikan tugas pengayaan (opsional) seperti meneliti lebih dalam tentang
sejarah penemuan hukum Newton atau aplikasi fisika dalam rekayasa modern.
● Guru menutup pelajaran dengan ungkapan terima kasih dan motivasi.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati respons dan partisipasi peserta didik saat apersepsi dan
pertanyaan pemicu.
● Wawancara (singkat): Guru menanyakan beberapa peserta didik tentang
pemahaman dasar mereka tentang gerak dan penyebabnya.
KUESIONER (DIGITAL/LISAN):
1. "Menurut Anda, apa bedanya kecepatan dan percepatan?"
2. "Apa yang terjadi pada benda diam jika didorong?"
TES DIAGNOSTIK (PRE-TEST SINGKAT - 5 SOAL):
1. Jika sebuah bola bergerak lurus dengan kecepatan konstan, apakah ada gaya yang
bekerja padanya? Jelaskan.
2. Apa yang dimaksud dengan percepatan suatu benda?
3. Sebuah buku diletakkan di atas meja. Gaya-gaya apa saja yang bekerja pada buku
tersebut?
4. Mengapa lebih sulit mendorong lemari yang penuh dibandingkan lemari yang
kosong?
5. Jika Anda menendang bola, gaya apa saja yang terlibat dalam proses tersebut?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
Tugas Harian (selama Kegiatan Inti):
● Pertemuan 1: Hasil diskusi kelompok tentang studi kasus Hukum Newton
(misalnya, menganalisis percepatan mobil yang ditarik dengan gaya tertentu).
1. Identifikasi semua gaya yang bekerja pada objek dalam studi kasus ini.
2. Gambarkan diagram gaya bebas untuk objek tersebut.
3. Tuliskan persamaan Hukum Newton yang relevan untuk kasus ini.
4. Hitung nilai percepatan/gaya/massa yang diminta dalam soal.
5. Bagaimana prinsip inersia (Hukum I Newton) terlihat dalam kehidupan sehari-
hari?
● Pertemuan 2: Laporan singkat hasil percobaan gaya gesek (misalnya, pengukuran
koefisien gesek statis dan kinetis).
1. Jelaskan rancangan percobaan Anda.
2. Sebutkan data yang Anda kumpulkan dari percobaan ini.
3. Hitung koefisien gesek statis dan kinetis dari data Anda.
4. Bagaimana hubungan antara gaya normal dan gaya gesek?
5. Apa kesimpulan yang dapat Anda tarik dari percobaan ini tentang gaya gesek?
● Diskusi Kelompok: Guru mengamati partisipasi aktif, kemampuan berargumentasi,
dan kerja sama dalam kelompok.
● Presentasi: Guru menilai kejelasan presentasi, pemahaman konsep, dan kemampuan
menjawab pertanyaan.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:


● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang pemahaman mereka
terhadap dinamika gerak partikel.
1. Apa konsep paling menantang sekaligus paling mencerahkan yang Anda pelajari
tentang dinamika gerak? Mengapa?
2. Bagaimana pemahaman Anda tentang Hukum Newton mengubah cara pandang
Anda terhadap fenomena gerak di sekitar Anda?
3. Berikan satu contoh penerapan Hukum Newton dalam teknologi atau kehidupan
sehari-hari yang paling membuat Anda takjub.
4. Apa kesulitan terbesar yang Anda alami dalam materi ini dan bagaimana Anda
mengatasinya?
5. Bagaimana Anda melihat keteraturan hukum-hukum fisika ini sebagai cerminan
dari kebesaran pencipta alam semesta?
TES TERTULIS (SOAL - MENCAKUP PEMAHAMAN KONSEP DAN APLIKASI):
1. Sebuah kotak bermassa 10 kg diletakkan di atas lantai mendatar yang kasar.
Koefisien gesek statis antara kotak dan lantai adalah 0.4, dan koefisien gesek
kinetis adalah 0.2. Jika kotak ditarik dengan gaya F=30 N, apakah kotak
bergerak? Jika bergerak, berapa percepatannya? (Gunakan g=10 m/s2).
2. Jelaskan perbedaan antara pasangan gaya aksi-reaksi dengan pasangan gaya
setimbang. Berikan contoh untuk memperjelas.
3. Seorang anak bermassa 40 kg berada di dalam lift. Hitung gaya normal yang
bekerja pada anak tersebut jika lift bergerak: a) dipercepat ke atas dengan
percepatan 2 m/s2, b) bergerak ke bawah dengan kecepatan konstan. (Gunakan
g=10 m/s2).
4. Perhatikan sistem katrol dengan dua benda yang dihubungkan tali tak bermassa.
Benda 1 bermassa m1=3 kg dan benda 2 bermassa m2=5 kg. Abaikan gesekan
dan massa katrol. Tentukan percepatan sistem dan tegangan tali.
5. Bagaimana pengetahuan tentang dinamika gerak dapat membantu dalam
mendesain sistem keselamatan pada kendaraan? Berikan contoh spesifik.
● Tugas Akhir/Proyek: Presentasi hasil proyek mini tentang aplikasi dinamika gerak
(misalnya, analisis gaya pada ayunan anak, simulasi gerak peluncuran roket
sederhana, atau perancangan sistem rem darurat).
○ Rubrik Penilaian Proyek:
➢ Kesesuaian dengan Tujuan: (1-5) - Seberapa relevan ide proyek dengan tujuan
pembelajaran?
➢ Kreativitas dan Inovasi: (1-5) - Sejauh mana proyek menunjukkan ide yang
orisinal dan kreatif?
➢ Akurasi Konsep Fisika: (1-5) - Seberapa akurat penerapan konsep dinamika
gerak dalam proyek?
➢ Penyampaian/Presentasi: (1-5) - Seberapa jelas dan menarik ide proyek
disampaikan?
➢ Kolaborasi dan Tanggung Jawab: (1-5) - Sejauh mana peserta didik
menunjukkan kerja sama dan tanggung jawab dalam pengerjaan proyek?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan Guru Mata Pelajaran

Ahmad Junaidi , [Link] , [Link] I Sri Mulyati , [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 10680609 199203 2 009
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)
BAB 4: FLUIDA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 10 x 45 menit (5 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang materi dan wujud
zat dari jenjang SMP atau kelas X, termasuk konsep massa, volume, dan kepadatan.
Mereka mungkin sudah pernah mengamati fenomena terkait fluida dalam kehidupan
sehari-hari seperti kapal mengapung, benda tenggelam, atau air mengalir. Pengetahuan
dasar tentang gaya dan tekanan juga sudah dimiliki. Keterampilan yang sudah dimiliki
meliputi melakukan pengukuran dasar, mencatat data, dan melakukan perhitungan
sederhana. Pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip fisika di balik fenomena fluida
masih perlu diperdalam. Asesmen awal akan membantu memetakan sejauh mana
pemahaman ini.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Fluida" adalah jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan faktual. Peserta
didik akan memahami sifat-sifat fluida (cair dan gas), konsep tekanan, hukum-hukum
dasar fluida statis (Hukum Archimedes, Hukum Pascal), serta fluida dinamis (Persamaan
Kontinuitas, Persamaan Bernoulli). Relevansi materi sangat tinggi dengan kehidupan
nyata karena aplikasi fluida ditemukan di mana-mana, mulai dari sistem hidrolik
kendaraan, alat ukur tekanan darah, prinsip kerja pesawat terbang, hingga sistem
perpipaan di rumah. Tingkat kesulitan materi dianggap sedang hingga tinggi, karena
melibatkan konsep abstrak seperti tekanan, gaya apung, serta perhitungan matematis yang
membutuhkan pemahaman vektor dan aljabar. Struktur materi meliputi fluida statis
(massa jenis, tekanan hidrostatis, Hukum Pascal, Hukum Archimedes) dan fluida dinamis
(debit, persamaan kontinuitas, persamaan Bernoulli, viskositas). Integrasi nilai dan
karakter akan ditekankan pada ketelitian dalam pengukuran dan perhitungan, berpikir
kritis dalam menganalisis fenomena fisika, kolaborasi dalam eksperimen, serta rasa
syukur terhadap hukum-hukum alam yang kompleks.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Dalam pembelajaran Bab 4 ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan dilatih untuk menganalisis fenomena fluida,
menerapkan prinsip-prinsip fisika untuk memecahkan masalah, dan mengevaluasi
asumsi dalam perhitungan.
● Kreativitas: Peserta didik akan didorong untuk merancang eksperimen, membuat
model sederhana, atau menemukan solusi inovatif untuk masalah terkait fluida.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan, menganalisis data, dan mempresentasikan temuan mereka.
● Kemandirian: Peserta didik akan didorong untuk mandiri dalam mencari informasi
tambahan, menguji hipotesis, dan mengatasi tantangan dalam eksperimen fluida.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis dan menerapkan konsep fluida
statis dan fluida dinamis, termasuk tekanan, gaya apung, prinsip Pascal, prinsip
Archimedes, persamaan kontinuitas, dan persamaan Bernoulli, dalam berbagai konteks
nyata.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Matematika: Penggunaan konsep persamaan, aljabar, perbandingan, dan geometri
untuk perhitungan dalam fluida.
● Kimia: Konsep kerapatan zat, sifat-sifat molekuler cairan dan gas.
● Biologi: Aplikasi fluida dalam sistem peredaran darah, pernapasan, dan tekanan
osmotik.
● Teknik (Mesin, Sipil): Prinsip dasar hidrolik, aerodinamika, dan hidrodinamika
yang digunakan dalam rekayasa.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Konsep Tekanan dan Fluida Statis
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep massa jenis dan tekanan hidrostatis dengan
benar setelah demonstrasi sederhana.
● Peserta didik mampu menghitung tekanan hidrostatis pada kedalaman tertentu dalam
fluida homogen.
Pertemuan 2: Menerapkan Hukum Pascal dan Hukum Archimedes
● Peserta didik mampu menjelaskan prinsip Hukum Pascal dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, dongkrak hidrolik) setelah simulasi atau
demonstrasi.
● Peserta didik mampu menjelaskan prinsip Hukum Archimedes dan menghitung gaya
apung yang bekerja pada benda yang tercelup dalam fluida.
Pertemuan 3: Melakukan Eksperimen Gaya Apung dan Menganalisis Faktor yang
Memengaruhi
● Peserta didik mampu merancang dan melakukan eksperimen sederhana untuk
membuktikan Hukum Archimedes dengan cermat.
● Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi gaya apung pada
suatu benda (massa jenis fluida, volume benda yang tercelup) berdasarkan hasil
eksperimen.
Pertemuan 4: Menganalisis Konsep Fluida Dinamis (Persamaan Kontinuitas dan
Debit)
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep debit aliran fluida dan hubungannya
dengan kecepatan aliran dan luas penampang.
● Peserta didik mampu menerapkan Persamaan Kontinuitas untuk memecahkan
masalah aliran fluida dalam pipa dengan luas penampang yang berbeda.
Pertemuan 5: Menerapkan Persamaan Bernoulli dan Aplikasi Fluida Dinamis
● Peserta didik mampu menjelaskan prinsip Persamaan Bernoulli dan hubungannya
dengan tekanan, kecepatan, dan ketinggian fluida.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan beberapa aplikasi Persamaan
Bernoulli dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, sayap pesawat, Venturimeter, gaya
angkat pesawat).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan berfokus pada aplikasi nyata dari konsep fluida, seperti:
● "Mengapa kapal laut yang besar bisa mengapung, sedangkan batu kecil tenggelam?"
● "Bagaimana rem hidrolik pada kendaraan bekerja?"
● "Mengapa air di selang menyemprot lebih jauh saat ujungnya diperkecil?"
● "Bagaimana pesawat terbang bisa terangkat ke udara?"
● "Mengapa saat menyelam di laut dalam, telinga terasa sakit?"

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
akan merancang dan membuat model sederhana yang menerapkan prinsip fluida
(misalnya, hidrometer sederhana, kapal apung, atau demonstrasi prinsip Bernoulli).
● Diskusi Kelompok: Melalui diskusi kelompok, peserta didik akan menganalisis
fenomena fluida, memecahkan soal, dan berbagi pemahaman konsep.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Demonstrasi Langsung): Melakukan eksperimen
langsung di laboratorium fisika atau menggunakan simulasi virtual (misalnya, Phet
Colorado) untuk mengamati fenomena fluida. Observasi aplikasi fluida di lingkungan
sekitar (misalnya, sistem perpipaan, pompa air).
● Wawancara (Opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai
teknisi atau profesional yang bekerja dengan sistem hidrolik atau aerodinamika.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil eksperimen, analisis studi
kasus, atau proyek model fluida mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Fisika, Guru Matematika (untuk penguatan
perhitungan), Laboratorium Fisika.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli teknik (jika memungkinkan), bengkel kendaraan
yang menggunakan sistem hidrolik (untuk observasi), kolam renang/sungai (untuk
observasi prinsip apung).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika dengan peralatan eksperimen fluida (bejana
berhubungan, hidrometer, dongkrak hidrolik sederhana, pipa dengan berbagai
penampang), kelas dengan proyektor/layar interaktif, ruang diskusi kelompok yang
fleksibel.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan simulasi interaktif (misalnya, Phet Colorado: Fluid
Pressure and Flow, Buoyancy), video animasi tentang prinsip fluida, platform LMS
(Google Classroom) untuk berbagi materi, pengumpulan tugas, dan diskusi.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar berbasis eksperimen, pemecahan
masalah, dan penemuan. Menciptakan lingkungan di mana peserta didik merasa
aman untuk bereksperimen, membuat hipotesis, dan belajar dari hasil percobaan.
Membangun rasa ingin tahu yang kuat tentang fenomena fisika di sekitar mereka.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital/Sumber Online: Mengarahkan peserta didik untuk mencari
referensi, tutorial, dan berita terbaru tentang aplikasi fluida dari sumber terpercaya
(misalnya, Khan Academy, situs web sains, jurnal ilmiah populer).
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk diskusi teknis, tanya jawab, atau berbagi penemuan terkait
materi.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuis, asesmen awal, atau
kuesioner refleksi. Penggunaan rubrik digital untuk penilaian proyek.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif tentang konsep fluida atau
polling singkat untuk memicu diskusi.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen pembelajaran (mengunggah materi,
mengumpulkan tugas, pengumuman, penjadwalan).
● Aplikasi Simulasi Fisika: Penggunaan software simulasi (misalnya Phet Colorado)
untuk praktikum virtual merancang dan mengamati perilaku fluida.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1: MEMAHAMI KONSEP TEKANAN DAN FLUIDA STATIS
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan dan Pengkondisian Kelas (Berkesadaran): Guru menyapa peserta
didik, memeriksa kehadiran, dan menciptakan suasana positif.
● Pemicu dan Motivasi (Menggembirakan): Guru menampilkan video singkat
tentang penyelam di laut dalam atau balon udara. Peserta didik diminta untuk berbagi
apa yang mereka ketahui tentang "tekanan" di air atau di udara menggunakan
Mentimeter.
● Apersepsi (Bermakna): Guru menghubungkan pengalaman peserta didik dengan
konsep fluida. "Mengapa telinga kita sakit saat menyelam?"
● Tujuan Pembelajaran (Berkesadaran): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini dan relevansinya dalam memahami fenomena sekitar.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Konsep Massa Jenis (Memahami, Bermakna):
● Guru mendemonstrasikan perbedaan massa jenis berbagai zat (misalnya, minyak, air,
gliserin) dengan memasukkannya ke dalam wadah.
● Peserta didik mendiskusikan mengapa beberapa benda mengapung dan yang lain
tenggelam, mengaitkannya dengan massa jenis.
Diskusi Konsep Tekanan Hidrostatis (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Guru menampilkan bejana berhubungan dengan air dan menunjukkan perbedaan
tekanan berdasarkan kedalaman.
● Dalam kelompok, peserta didik merumuskan hubungan antara kedalaman, massa
jenis fluida, dan tekanan hidrostatis. Guru memfasilitasi penurunan rumus.
(Diferensiasi proses: Kelompok yang lebih siap dapat menurunkan rumus secara
mandiri, yang lain dibimbing).
Latihan Soal (Merefleksi, Berkesadaran):
● Peserta didik mengerjakan soal-soal perhitungan tekanan hidrostatis. Guru berkeliling
memberikan bimbingan individual.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan 2 fenomena sehari-hari yang
dapat dijelaskan menggunakan konsep tekanan hidrostatis.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum terhadap
pemahaman konsep dan kemampuan perhitungan.
● Kesimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali konsep massa
jenis dan tekanan hidrostatis.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk pertemuan
berikutnya tentang Hukum Pascal dan Archimedes.

PERTEMUAN 2: MENERAPKAN HUKUM PASCAL DAN HUKUM


ARCHIMEDES
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Bermain kuis singkat menggunakan Kahoot!
tentang tekanan hidrostatis.
● Pemicu (Bermakna): Guru menampilkan gambar atau video dongkrak hidrolik atau
kapal laut. "Bagaimana alat ini bekerja?"
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang Hukum
Pascal dan Archimedes.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Hukum Pascal (Memahami, Menggembirakan):
● Guru mendemonstrasikan prinsip Hukum Pascal menggunakan model dongkrak
hidrolik sederhana atau alat suntik yang dihubungkan.
● Peserta didik mengamati bahwa tekanan yang diberikan pada satu bagian fluida akan
diteruskan secara merata ke seluruh bagian fluida.
Diskusi Aplikasi Hukum Pascal (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi contoh-contoh penerapan Hukum
Pascal dalam kehidupan nyata (rem hidrolik, mesin pengepres).
● Guru membimbing diskusi tentang keuntungan mekanis dari sistem hidrolik.
Eksplorasi Hukum Archimedes (Memahami, Bermakna):
● Guru mendemonstrasikan prinsip Hukum Archimedes dengan menenggelamkan
benda ke dalam air dan mengamati gaya apung (menggunakan neraca pegas).
● Peserta didik berdiskusi tentang faktor-faktor yang memengaruhi gaya apung dan
mengaitkannya dengan Hukum Archimedes.
Latihan Soal (Merefleksi, Berkesadaran):
● Peserta didik mengerjakan soal-soal perhitungan Hukum Pascal dan Hukum
Archimedes.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan perbedaan antara konsep
tekanan hidrostatis, Hukum Pascal, dan Hukum Archimedes.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas pemahaman
konsep dan kemampuan perhitungan.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan kedua hukum fluida statis dan aplikasinya.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk eksperimen Hukum
Archimedes di pertemuan berikutnya.

PERTEMUAN 3: MELAKUKAN EKSPERIMEN GAYA APUNG DAN


MENGANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Guru menampilkan video singkat tentang cara
kerja kapal selam atau pengujian kemampuan mengapung pada benda.
● Review (Bermakna): Mengingat kembali konsep gaya apung dari Hukum
Archimedes.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
melakukan eksperimen dan menganalisis faktor yang memengaruhi gaya apung.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Perancangan Eksperimen (Mengaplikasi, Berkesadaran, Kolaborasi):
● Peserta didik dalam kelompok merancang eksperimen sederhana untuk membuktikan
Hukum Archimedes (misalnya, mengukur gaya apung pada benda yang sama di
fluida berbeda, atau benda berbeda volume di fluida yang sama). Guru menyediakan
panduan umum dan peralatan.
● Setiap kelompok membuat hipotesis dan prosedur kerja. (Diferensiasi proses:
Kelompok yang lebih siap dapat merancang eksperimen dengan variabel yang lebih
kompleks).
Pelaksanaan Eksperimen (Mengaplikasi, Mandiri, Menggembirakan):
● Peserta didik melakukan eksperimen dengan cermat, mencatat data pengamatan
(massa benda di udara, massa benda di dalam fluida, volume fluida yang
dipindahkan).
● Guru berkeliling, membimbing, dan memastikan keselamatan.
Analisis Data dan Diskusi Faktor (Merefleksi, Bermakna, Penalaran Kritis):
● Peserta didik menganalisis data yang terkumpul dan membandingkan gaya apung
terukur dengan berat fluida yang dipindahkan.
● Mereka mendiskusikan bagaimana massa jenis fluida dan volume benda yang
tercelup memengaruhi gaya apung.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan di buku catatan mereka "Apa
yang paling mengejutkan dari eksperimen gaya apung hari ini?" dan "Bagaimana
Hukum Archimedes diterapkan dalam desain kapal?".
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan apresiasi atas proses ilmiah dan
kemampuan analisis.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan hasil eksperimen dan pentingnya faktor-faktor
yang memengaruhi gaya apung.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar tentang fluida dinamis.
PERTEMUAN 4: MENGANALISIS KONSEP FLUIDA DINAMIS (PERSAMAAN
KONTINUITAS DAN DEBIT)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemicu (Menggembirakan): Guru menampilkan video tentang aliran air di sungai
atau keran yang dibuka kecil. "Mengapa kecepatan aliran air bisa berbeda di tempat
yang berbeda?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali konsep dasar fluida (cair dan gas).
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang fluida
dinamis, debit, dan persamaan kontinuitas.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Konsep Debit (Memahami, Bermakna):
● Guru mendemonstrasikan konsep debit dengan mengukur volume air yang keluar
dari keran dalam waktu tertentu.
● Peserta didik mendiskusikan hubungan antara volume, waktu, dan luas penampang
dengan debit.
Diskusi Persamaan Kontinuitas (Mengaplikasi, Penalaran Kritis, Kolaborasi):
● Guru menampilkan pipa dengan luas penampang yang berbeda dan mengalirkan air.
● Dalam kelompok, peserta didik mengamati hubungan antara luas penampang dan
kecepatan aliran. Mereka merumuskan Persamaan Kontinuitas.
● Guru mengajukan pertanyaan pancingan: "Mengapa tukang kebun mengecilkan
ujung selang untuk menyemprot air lebih jauh?"
Latihan Soal (Merefleksi, Berkesadaran):
● Peserta didik mengerjakan soal-soal perhitungan yang melibatkan debit dan
Persamaan Kontinuitas.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan 1 aplikasi Persamaan
Kontinuitas yang paling menarik bagi mereka.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas pemahaman
konsep dan kemampuan perhitungan.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan konsep debit dan pentingnya Persamaan
Kontinuitas dalam aliran fluida.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar tentang Persamaan
Bernoulli.

PERTEMUAN 5: MENERAPKAN PERSAMAAN BERNOULLI DAN APLIKASI


FLUIDA DINAMIS
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemicu (Menggembirakan): Guru menampilkan video tentang pesawat terbang
yang lepas landas atau demonstrasi Venturimeter. "Bagaimana gaya angkat pesawat
bisa terjadi?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali konsep tekanan dan kecepatan aliran.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang
Persamaan Bernoulli dan aplikasinya.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Eksplorasi Prinsip Bernoulli (Memahami, Bermakna):
● Guru mendemonstrasikan efek Bernoulli (misalnya, meniup kertas di atasnya atau
mengalirkan air melalui Venturimeter sederhana).
■ Peserta didik mengamati hubungan antara kecepatan aliran, tekanan, dan
ketinggian.
Diskusi Persamaan Bernoulli (Mengaplikasi, Penalaran Kritis, Kolaborasi):
● Dalam kelompok, peserta didik menganalisis Persamaan Bernoulli dan setiap
komponennya (tekanan, energi kinetik per satuan volume, energi potensial per satuan
volume).
● Guru membimbing diskusi tentang penerapan persamaan ini pada berbagai kasus
(sayap pesawat, Venturimeter, tabung Pitot).
Studi Kasus Aplikasi (Merefleksi, Berkesadaran, Kreativitas):
● Peserta didik diberi studi kasus tentang salah satu aplikasi Bernoulli (misalnya,
desain sayap pesawat, semprotan nyamuk, karburator).
● Mereka berdiskusi bagaimana prinsip Bernoulli diterapkan dalam alat tersebut.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan di jurnal reflektif mereka
"Aplikasi fluida yang paling membuat saya kagum dan mengapa."
● Umpan Balik dan Penguatan (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum
dan apresiasi atas pemahaman dan kemampuan analisis peserta didik.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan seluruh pembelajaran Bab 4, menekankan
keterkaitan antara semua konsep fluida dan pentingnya memahami prinsip-prinsip ini
dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan informasi tentang unit pembelajaran
berikutnya atau kesempatan untuk eksplorasi lebih lanjut.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama sesi
pemicu dan diskusi awal untuk mendapatkan gambaran awal tentang pemahaman dan
kepercayaan diri mereka dalam topik fluida.
● Kuesioner: Kuesioner singkat (Google Forms) berisi pertanyaan tentang:
1. "Menurut Anda, apa bedanya zat cair dan gas?"
2. "Mengapa kapal bisa mengapung di air?"
3. "Pernahkah Anda memperhatikan mengapa air dari selang bisa menyemprot jauh
jika ujungnya ditekan?"
4. "Apa yang Anda ketahui tentang 'tekanan'?"
5. "Seberapa tertarik Anda dengan pelajaran fisika yang berkaitan dengan air dan
udara?"
● Tes Diagnostik (Opsional): Tes pilihan ganda singkat untuk menguji pemahaman
dasar tentang istilah-istilah fisika terkait fluida.
SOAL ASESMEN AWAL:
1. Mana dari berikut ini yang bukan merupakan contoh fluida? a. Air b. Udara c. Batu d.
Minyak
2. Jika Anda menekan botol plastik yang berisi air, tekanan yang Anda berikan akan: a.
Hanya terasa di bagian yang ditekan b. Diteruskan ke seluruh air dalam botol c.
Menghilang d. Hanya terasa di dasar botol
3. Sebuah benda akan mengapung di air jika massa jenis benda tersebut ______ massa
jenis air. a. Lebih besar dari b. Sama dengan c. Lebih kecil dari d. Tidak ada
hubungan
4. Jika aliran air dalam pipa menyempit, apa yang akan terjadi pada kecepatan
alirannya? a. Bertambah cepat b. Bertambah lambat c. Tetap sama d. Berhenti
5. Seberapa paham Anda dengan konsep "tekanan"? (Pilih satu: Sangat Paham / Paham /
Cukup Paham / Kurang Paham / Tidak Paham Sama Sekali)

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:


● Tugas Harian: Observasi dan penilaian terhadap partisipasi dalam diskusi
kelompok, kelengkapan rancangan eksperimen, pencatatan data, dan partisipasi
dalam diskusi kasus.
● Diskusi Kelompok: Penilaian rubrik terhadap kemampuan berkolaborasi,
menyampaikan ide, menganalisis masalah, dan memberikan solusi dalam diskusi
tentang prinsip fluida.
● Laporan Eksperimen: Penilaian rubrik terhadap kemampuan merancang,
melaksanakan, menganalisis, dan menyimpulkan hasil eksperimen.

SOAL ASESMEN PROSES (CONTOH TUGAS/DISKUSI):


1. Hitunglah tekanan hidrostatis yang dialami ikan pada kedalaman 5 meter di air tawar
(ρair = 1000 kg/m$^3$, g = 10 m/s$^2$).
2. Jelaskan prinsip kerja dongkrak hidrolik berdasarkan Hukum Pascal.
3. Anda memiliki tiga benda dengan massa jenis berbeda: gabus, batu, dan kayu.
Prediksikan bagaimana ketiga benda tersebut akan berperilaku jika dimasukkan ke
dalam air. Jelaskan menggunakan konsep Hukum Archimedes.
4. Sebuah pipa air memiliki diameter 4 cm. Jika air mengalir dengan kecepatan 2 m/s,
berapa debit aliran air tersebut?
5. Diskusikan dalam kelompok Anda, bagaimana bentuk sayap pesawat dapat
menciptakan gaya angkat sehingga pesawat bisa terbang.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:


● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi menyeluruh tentang pembelajaran
Bab 4, termasuk apa yang mereka pelajari tentang fluida, bagaimana itu mengubah
pandangan mereka tentang fenomena sehari-hari, dan apa yang masih perlu mereka
tingkatkan.
TUGAS AKHIR/PROYEK:
● Proyek Model Fluida/Laporan Aplikasi: Peserta didik menyerahkan model
sederhana yang menerapkan prinsip fluida (misalnya, perahu tenaga uap mini,
hidrometer buatan sendiri, atau demonstrasi gaya angkat sayap pesawat) disertai
laporan singkat yang menjelaskan prinsip fisika di baliknya.
TES TERTULIS (PILIHAN GANDA DAN ESAI SINGKAT):
SOAL ASESMEN AKHIR:
1. Jelaskan perbedaan antara fluida statis dan fluida dinamis, dan berikan masing-
masing dua contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Sebuah benda memiliki volume 0.02 m$^3$ dan massa 15 kg. Jika benda tersebut
dicelupkan seluruhnya ke dalam air (ρair = 1000 kg/m$^3$), apakah benda tersebut
akan mengapung atau tenggelam? Hitunglah gaya apung yang dialami benda tersebut
dan berat benda di dalam air. (g = 10 m/s$^2$)
3. Sebuah pipa horizontal memiliki diameter 10 cm pada satu bagian dan 5 cm pada
bagian lainnya. Jika air mengalir melalui pipa tersebut, jelaskan bagaimana kecepatan
aliran air pada kedua bagian pipa tersebut akan berbeda berdasarkan Persamaan
Kontinuitas.
4. Jelaskan prinsip kerja Venturimeter dengan menggunakan konsep Persamaan
Bernoulli. Gambarkan sketsa sederhana Venturimeter dan tunjukkan di mana tekanan
paling rendah dan kecepatan paling tinggi.
5. Bagaimana pemahaman Anda tentang hukum-hukum fluida dapat diaplikasikan
dalam mendesain sebuah kapal laut agar dapat mengapung dan berlayar dengan stabil
di berbagai kondisi air? (Jawab dalam bentuk esai singkat, 3-5 kalimat).

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan Guru Mata Pelajaran

Ahmad Junaidi , [Link] , [Link] I Sri Mulyati , [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 10680609 199203 2 009
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)
BAB 5: GELOMBANG, BUNYI, DAN CAHAYA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 Jam Pelajaran (6 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Sebelum memulai pembelajaran Bab 5, peserta didik diharapkan sudah memiliki
pemahaman dasar tentang konsep gerak (misalnya, gerak harmonik sederhana, kecepatan,
percepatan) dan energi (energi kinetik, energi potensial), yang telah mereka pelajari di
jenjang sebelumnya atau bab-bab awal kelas XI. Mereka juga diperkirakan sudah familiar
dengan konsep dasar pengukuran, satuan, dan analisis dimensi. Beberapa peserta didik
mungkin sudah memiliki pengalaman mengamati fenomena gelombang dalam kehidupan
sehari-hari (misalnya, ombak di laut, getaran senar gitar, gema suara). Pemahaman
mereka mengenai pentingnya keselamatan dalam percobaan fisika juga diasumsikan
sudah ada. Keterampilan dasar dalam memecahkan masalah matematis sederhana dan
membaca grafik akan sangat membantu dalam memahami konsep gelombang, bunyi, dan
cahaya. Meskipun demikian, pengetahuan spesifik tentang karakteristik dan perilaku
gelombang (termasuk bunyi dan cahaya) diperkirakan masih minim atau bahkan belum
ada.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Gelombang, Bunyi, dan Cahaya" merupakan jenis pengetahuan konseptual,
prosedural, dan sedikit pengetahuan metakognitif.
● Jenis Pengetahuan: Peserta didik akan memahami konsep dasar gelombang,
karakteristiknya, serta sifat-sifat khusus bunyi dan cahaya (konseptual). Mereka akan
mempelajari prosedur perhitungan terkait besaran gelombang, bunyi, dan cahaya,
serta merancang percobaan sederhana (prosedural). Selain itu, mereka akan didorong
untuk merefleksikan bagaimana fenomena gelombang ini mempengaruhi teknologi
dan kehidupan sehari-hari (metakognitif).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi ini sangat relevan karena gelombang,
bunyi, dan cahaya adalah fenomena fundamental yang ada di sekitar kita (misalnya,
komunikasi nirkabel, instrumen musik, optik kacamata, teknologi ultrasonik, dll.).
Mempelajari materi ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang dunia fisik
dan teknologi di baliknya.
● Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan menengah hingga tinggi,
melibatkan konsep abstrak, persamaan matematis, dan penalaran fisika yang
mendalam. Pengenalan sifat-sifat gelombang (difraksi, interferensi, polarisasi)
membutuhkan visualisasi dan pemahaman yang cermat.
● Struktur Materi: Materi akan diawali dengan pengenalan konsep dasar gelombang,
dilanjutkan dengan karakteristik dan jenis gelombang, kemudian membahas sifat-sifat
khusus gelombang bunyi, lalu sifat-sifat khusus gelombang cahaya, dan diakhiri
dengan penerapan dalam teknologi.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini akan mengintegrasikan nilai-nilai seperti
penalaran kritis (dalam menganalisis fenomena fisika dan memecahkan masalah),
kreativitas (dalam merancang percobaan atau alat sederhana), kemandirian (dalam
memahami konsep dan mengerjakan soal), kolaborasi (dalam percobaan kelompok),
serta rasa ingin tahu (terhadap fenomena alam).

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Dalam pembelajaran Bab 5 ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan dilatih untuk menganalisis fenomena
gelombang, bunyi, dan cahaya, mengidentifikasi hubungan sebab-akibat, serta
menerapkan konsep fisika untuk memecahkan masalah.
● Kreativitas: Peserta didik akan didorong untuk merancang ide percobaan sederhana,
alat peraga, atau mencari solusi inovatif terkait penerapan gelombang dalam
kehidupan.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan, menganalisis data, dan mendiskusikan konsep.
● Kemandirian: Peserta didik akan mengembangkan kemampuan belajar mandiri,
mencari solusi untuk masalah fisika, dan mengambil inisiatif dalam eksplorasi materi.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengembangkan kemampuan menyampaikan ide,
proses, dan hasil percobaan/proyek mereka secara jelas, baik secara lisan maupun
tulisan.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase F, peserta didik mampu memahami konsep-konsep dasar gelombang,
mengidentifikasi karakteristik dan jenis-jenisnya, serta menganalisis sifat-sifat
gelombang bunyi dan cahaya. Peserta didik juga mampu menerapkan konsep-konsep ini
dalam memecahkan masalah kuantitatif dan kualitatif, serta mengidentifikasi
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Secara spesifik untuk Bab 5,
peserta didik diharapkan mampu:
● Mengidentifikasi dan menjelaskan karakteristik dasar gelombang (periode, frekuensi,
panjang gelombang, cepat rambat, amplitudo).
● Membedakan jenis-jenis gelombang (transversal, longitudinal, mekanik,
elektromagnetik).
● Menganalisis sifat-sifat gelombang (pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi,
polarisasi) pada gelombang bunyi dan cahaya.
● Menerapkan prinsip-prinsip gelombang, bunyi, dan cahaya dalam perhitungan
sederhana.
● Mengidentifikasi penerapan gelombang, bunyi, dan cahaya dalam teknologi modern.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Matematika: Perhitungan matematis yang melibatkan trigonometri, aljabar, dan
grafik untuk menganalisis besaran gelombang.
● Kimia: Konsep cahaya dan hubungannya dengan struktur atom atau reaksi kimia
(misalnya, spektroskopi).
● Seni Budaya (Musik/Seni Rupa): Hubungan antara frekuensi bunyi dan nada, atau
warna dan cahaya dalam seni.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pemanfaatan gelombang
elektromagnetik dalam komunikasi (radio, televisi, internet).
● Geografi/Meteorologi: Gelombang seismik dalam gempa bumi, gelombang suara
dalam sonar.
● Biologi: Mekanisme penglihatan (cahaya) dan pendengaran (bunyi) pada makhluk
hidup.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 JP): Pengantar Gelombang dan Karakteristiknya
● Melalui pengamatan fenomena sehari-hari dan diskusi, peserta didik dapat
menjelaskan konsep dasar gelombang sebagai perambatan energi tanpa perpindahan
materi.
● Dengan menganalisis video simulasi, peserta didik dapat mengidentifikasi
karakteristik gelombang (amplitudo, panjang gelombang, frekuensi, periode, cepat
rambat) dan hubungannya secara matematis.
● Melalui eksperimen sederhana (misalnya menggunakan tali), peserta didik dapat
membedakan antara gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
Pertemuan 2 (2 JP): Jenis-jenis Gelombang dan Persamaan Gelombang
● Melalui diskusi dan eksplorasi sumber, peserta didik dapat membedakan antara
gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik dengan contohnya.
● Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat memahami dan menggunakan
persamaan umum gelombang berjalan untuk menyelesaikan masalah sederhana.
● Melalui latihan soal, peserta didik dapat menghitung besaran-besaran gelombang
(frekuensi, panjang gelombang, cepat rambat) berdasarkan data yang diberikan.
Pertemuan 3 (2 JP): Sifat-sifat Gelombang (Pemantulan dan Pembiasan)
● Melalui percobaan (misalnya dengan tangki riak atau simulasi), peserta didik dapat
mengamati dan menjelaskan fenomena pemantulan (refleksi) gelombang.
● Dengan menganalisis percobaan, peserta didik dapat menjelaskan fenomena
pembiasan (refraksi) gelombang dan kaitannya dengan perubahan cepat rambat di
medium berbeda.
● Melalui diskusi, peserta didik dapat memberikan contoh aplikasi pemantulan dan
pembiasan gelombang dalam kehidupan sehari-hari (misalnya cermin, lensa).
Pertemuan 4 (2 JP): Sifat-sifat Gelombang (Difraksi dan Interferensi)
● Melalui demonstrasi atau simulasi, peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan
fenomena difraksi gelombang (lenturan gelombang saat melewati celah).
● Dengan percobaan (misalnya percobaan celah ganda Young sederhana) atau simulasi,
peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan fenomena interferensi gelombang
(paduan dua gelombang atau lebih).
● Melalui diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi kondisi terjadinya interferensi
konstruktif dan destruktif.
Pertemuan 5 (2 JP): Gelombang Bunyi dan Cahaya
● Melalui eksplorasi video dan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan karakteristik
khusus gelombang bunyi (misalnya, intensitas, taraf intensitas, efek Doppler).
● Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat menunjukkan sifat-sifat
dasar gelombang cahaya (misalnya, pemantulan, pembiasan).
● Melalui diskusi, peserta didik dapat membedakan antara sumber bunyi dan sumber
cahaya, serta karakteristik unik masing-masing.
Pertemuan 6 (2 JP): Aplikasi Gelombang, Bunyi, dan Cahaya dalam Kehidupan dan
Teknologi
● Melalui studi kasus dan riset kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai
aplikasi gelombang (misalnya, ultrasonografi, gelombang radio) dalam teknologi
modern.
● Dengan menganalisis contoh, peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja alat-alat
yang memanfaatkan gelombang bunyi (misalnya, sonar, alat musik).
● Melalui presentasi proyek, peserta didik dapat mengkomunikasikan penerapan
gelombang cahaya dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi (misalnya, serat optik,
laser, alat optik).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran kontekstual akan berpusat pada fenomena dan teknologi yang
melibatkan gelombang, bunyi, dan cahaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
peserta didik. Contoh topik yang dapat dieksplorasi:
● "Bagaimana Telepon Seluler dan Wi-Fi Bekerja?" (Gelombang elektromagnetik)
● "Mengapa Suara Terkadang Menggema di Ruangan Besar?" (Pemantulan bunyi)
● "Prinsip Kerja Kacamata dan Lensa Kontak" (Pembiasan cahaya)
● "Bagaimana Sonar Membantu Nelayan Menemukan Ikan?" (Gelombang bunyi)
● "Efek Doppler dalam Kehidupan Sehari-hari (Sirine Ambulans)"
● "Mengapa Kita Bisa Melihat Pelangi?" (Dispersi cahaya)
Peserta didik akan memilih atau merancang ide proyek/diskusi yang sesuai dengan minat
mereka dan ketersediaan sumber daya.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:

● Metode Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dan


Diskusi Kelompok.
● Eksplorasi Lapangan (Mini-Observasi/Studi Kasus): Peserta didik didorong untuk
mengamati fenomena gelombang di sekitar mereka (misalnya, getaran senar gitar,
efek riak air, pantulan suara di ruangan). Mereka juga dapat mencari berita atau
artikel tentang penerapan teknologi gelombang (misalnya, teknologi 5G, MRI).
● Wawancara (Opsional/Sederhana): Jika memungkinkan, peserta didik dapat
melakukan wawancara singkat dengan guru Fisika, teknisi audio/video, atau bahkan
anggota keluarga yang memiliki pengalaman dengan teknologi gelombang untuk
mendapatkan perspektif praktis.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek atau analisis studi
kasus mereka di depan kelas.

MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Matematika, Seni Budaya, TIK),
teknisi laboratorium (untuk alat percobaan), komunitas siswa (misalnya, klub
Sains/Fisika) untuk kolaborasi.
● Lingkungan Luar Sekolah: Industri (melalui studi kasus produk), pusat
sains/museum, platform edukasi online (Coursera, edX, Khan Academy) sebagai
sumber belajar tambahan.
● Masyarakat: Ilmuwan fisika (melalui publikasi atau video), media sosial (untuk tren
sains).

LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika dengan peralatan dasar untuk percobaan
gelombang (tali, slinki, tangki riak, garpu tala, laser pointer, prisma, cermin, lensa).
Kelas yang dapat diatur untuk diskusi kelompok dan presentasi.
● Ruang Virtual: Google Classroom sebagai pusat pengumuman, distribusi materi,
pengumpulan tugas, dan forum diskusi. Simulasi interaktif online (PhET Interactive
Simulations, Walter Fendt) untuk memvisualisasikan konsep gelombang.
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama dalam kelompok untuk merancang dan
melakukan percobaan, menganalisis data, dan memecahkan masalah.
● Berpartisipasi Aktif: Memotivasi semua peserta didik untuk aktif dalam percobaan,
diskusi, dan presentasi.
● Rasa Ingin Tahu: Memicu minat peserta didik untuk menjelajahi fenomena fisika
secara mendalam, mencoba hal baru, dan mencari solusi inovatif.

PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan akses ke e-books, jurnal ilmiah, artikel teknis,
dan situs web fisika terpercaya secara online.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk diskusi
asinkron, berbagi tautan video/simulasi, troubleshooting masalah fisika, dan
mengunggah progres proyek.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuesioner online
untuk asesmen awal atau umpan balik.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau polling opini di awal
atau akhir sesi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan menguji
pemahaman singkat.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk manajemen pembelajaran,
distribusi materi, pengumpulan tugas, dan komunikasi.
● Simulasi Fisika Interaktif: PhET Interactive Simulations (University of Colorado
Boulder), Walter Fendt simulations.
● Video Pembelajaran: Saluran YouTube edukasi (misalnya Crash Course Physics,
Khan Academy).

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1: PENGANTAR GELOMBANG DAN KARAKTERISTIKNYA
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Ice Breaker (10 menit - Joyful): Guru menampilkan video singkat tentang ombak
laut, getaran senar gitar, atau gelombang suara. Guru bertanya, "Apa persamaan dari
semua fenomena ini? Bagaimana energi bisa berpindah tanpa benda ikut berpindah?".
Ini memicu rasa ingin tahu dan menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi
siswa.
● Apersepsi (10 menit - Mindful): Guru bertanya, "Apakah kalian pernah berpikir
bagaimana suara atau cahaya bisa sampai ke kita?". Guru mengaitkan jawaban peserta
didik dengan konsep gelombang dan menjelaskan bahwa ini adalah inti dari apa yang
akan dipelajari. Guru menyampaikan relevansi pembelajaran ini dalam memahami
teknologi komunikasi dan alat-alat sehari-hari.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai pada pertemuan ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,


MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan konsep dasar gelombang sebagai perambatan energi. Guru
menggunakan analogi (misalnya, antrean domino) untuk menjelaskan bahwa materi
tidak ikut berpindah.
● Guru memperkenalkan karakteristik gelombang: amplitudo, panjang gelombang (λ),
frekuensi (f), periode (T), dan cepat rambat (v). Guru menuliskan rumus hubungan
antar besaran (v=λ⋅f atau v=λ/T).
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan glosarium istilah fisika untuk
membantu pemahaman bagi siswa yang kesulitan, atau artikel tambahan tentang
sejarah penemuan gelombang untuk siswa yang berminat mendalami.
Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):
● Eksperimen Sederhana dan Diskusi Kelompok (Kolaboratif): Peserta didik dibagi
ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok diberikan tali atau slinki.
● Setiap kelompok diminta untuk:
➢ Menciptakan gelombang transversal dan longitudinal pada tali/slinki.
➢ Mengamati perbedaan gerakan partikel medium dan arah rambat gelombang.
➢ Mendiskusikan bagaimana mengubah amplitudo, frekuensi, atau panjang
gelombang pada tali/slinki.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan
pertanyaan pemandu atau contoh lain jika ada kelompok yang kesulitan dalam
memvisualisasikan gelombang. Bagi kelompok yang cepat, guru bisa menantang
mereka untuk memprediksi hubungan antara tegangan tali dan cepat rambat
gelombang.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan diskusinya secara singkat.
● Guru memimpin diskusi kelas untuk menyimpulkan pemahaman tentang karakteristik
dan jenis dasar gelombang.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu hal
paling menarik yang mereka pelajari tentang gelombang hari ini dan satu contoh
gelombang yang mereka temui di kehidupan sehari-hari.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,


SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif dan
pemahaman awal peserta didik. Guru mengapresiasi upaya siswa dalam berdiskusi
dan berkolaborasi.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting tentang definisi gelombang, karakteristik, dan perbedaan gelombang
transversal/longitudinal.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat
tentang kegiatan di pertemuan berikutnya (jenis-jenis gelombang dan persamaan
gelombang). Guru dapat memberikan tugas ringan untuk mencari tahu tentang
"gelombang radio" atau "gelombang cahaya" sebagai persiapan.
● Doa dan salam penutup.
PERTEMUAN 2: JENIS-JENIS GELOMBANG DAN PERSAMAAN
GELOMBANG
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Review dan Kuis Singkat (10 menit - Joyful): Guru menggunakan Kahoot! atau
Mentimeter untuk kuis singkat tentang karakteristik gelombang dari pertemuan
sebelumnya. Ini juga berfungsi sebagai asesmen diagnostik awal.
● Membangkitkan Rasa Ingin Tahu (10 menit - Mindful): Guru bertanya,
"Bagaimana ponsel kita bisa menerima sinyal tanpa kabel? Atau bagaimana cahaya
matahari bisa sampai ke Bumi tanpa medium?". Guru mengarahkan jawaban ke
konsep gelombang elektromagnetik dan membedakannya dengan gelombang
mekanik.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,


MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan perbedaan antara gelombang mekanik (membutuhkan medium)
dan gelombang elektromagnetik (tidak membutuhkan medium). Guru memberikan
contoh untuk masing-masing.
● Guru memperkenalkan persamaan umum gelombang berjalan: y=Asin(ωt±kx) atau
y=Asin(2π(ft±x/λ)) dan menjelaskan setiap variabelnya.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan diagram spektrum elektromagnetik
yang lebih detail untuk siswa yang ingin mendalaminya, atau referensi buku (Buku
Siswa Kelas 11 [Link], halaman 170-172) untuk pemahaman persamaan
gelombang.
Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):
● Latihan Soal Berjenjang (Kemandirian): Peserta didik diberikan beberapa soal
latihan terkait perhitungan besaran gelombang dan penggunaan persamaan
gelombang. Soal disajikan dalam berbagai tingkat kesulitan.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling membimbing peserta didik.
➢ Bagi yang kesulitan: Guru memberikan bantuan langsung, menjelaskan langkah-
langkah secara bertahap, atau memberikan contoh soal yang serupa.
➢ Bagi yang sudah mahir: Guru dapat memberikan soal-soal yang lebih
menantang atau meminta mereka untuk membuat variasi soal sendiri.
➢ Diskusi Solusi: Beberapa peserta didik diminta untuk menuliskan solusi soal di
papan tulis dan menjelaskan langkah-langkahnya.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Guru memimpin diskusi kelas untuk menyimpulkan pemahaman tentang jenis-jenis
gelombang dan pentingnya persamaan gelombang dalam analisis fisika.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu jenis
gelombang yang paling menarik perhatian mereka dan alasan mengapa, serta satu
konsep dari persamaan gelombang yang mereka rasa paling menantang.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,
SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik
dalam memecahkan soal dan memberikan tips untuk memahami persamaan fisika.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum perbedaan
gelombang mekanik dan elektromagnetik, serta komponen-komponen dalam
persamaan gelombang.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa
pertemuan selanjutnya akan fokus pada sifat-sifat gelombang (pemantulan dan
pembiasan). Guru dapat meminta peserta didik untuk mencari contoh fenomena ini di
kehidupan sehari-hari.
● Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 3: SIFAT-SIFAT GELOMBANG (PEMANTULAN DAN


PEMBIASAN)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Pemanasan Visual (10 menit - Joyful): Guru menunjukkan benda yang dicelupkan
ke air terlihat bengkok atau gambar cermin. Guru bertanya, "Mengapa sendok yang
dicelupkan ke air terlihat bengkok? Bagaimana cermin bisa memantulkan bayangan
kita?". Ini memicu rasa ingin tahu tentang sifat cahaya dan gelombang.
● Koneksi ke Tujuan (10 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka
akan menyelidiki bagaimana gelombang berinteraksi dengan medium yang berbeda.
Guru menekankan bahwa pemahaman ini penting untuk aplikasi seperti lensa
kacamata atau sonar.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,


MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan fenomena pemantulan (refleksi) gelombang, termasuk Hukum
Snellius untuk pemantulan.
● Guru menjelaskan fenomena pembiasan (refraksi) gelombang, Hukum Snellius untuk
pembiasan, dan konsep indeks bias.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan simulasi interaktif (misalnya dari
PhET) tentang pemantulan dan pembiasan cahaya untuk eksplorasi mandiri. Guru
juga merujuk pada Buku Siswa Kelas 11 [Link] halaman 176-179.

Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):


● Eksperimen Sederhana/Demonstrasi (Kolaboratif): Peserta didik dibagi ke dalam
kelompok atau guru melakukan demonstrasi dengan tangki riak atau laser pointer dan
balok kaca/air.
● Setiap kelompok/peserta didik diminta untuk:
➢ Mengamati pola gelombang yang dipantulkan.
➢ Mengamati perubahan arah gelombang saat melewati batas medium yang
berbeda.
➢ Mencatat hasil pengamatan dan mendiskusikan hubungan sudut datang dan sudut
pantul/bias.
● Diferensiasi Proses: Guru membimbing proses eksperimen/demonstrasi,
memberikan pertanyaan pemandu.
● Bagi yang kesulitan: Guru akan membantu dalam pengaturan alat atau menjelaskan
kembali konsep dasar sudut.
● Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk menghitung indeks
bias medium berdasarkan data percobaan.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan kesimpulan mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu contoh
pemanfaatan pemantulan atau pembiasan dalam teknologi yang paling menarik
perhatian mereka.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,


SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas ketekunan peserta didik
dalam eksperimen dan kemampuan analisis mereka.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum prinsip-prinsip pemantulan dan
pembiasan gelombang.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa
pertemuan selanjutnya akan fokus pada difraksi dan interferensi. Guru dapat meminta
peserta didik untuk mencari tahu tentang "cincin Newton" atau "pola pelangi pada
CD".
● Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 4: SIFAT-SIFAT GELOMBANG (DIFRAKSI DAN


INTERFERENSI)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Pemanasan Fenomena (10 menit - Joyful): Guru menunjukkan gambar pola pelangi
pada permukaan gelembung sabun atau bagian belakang CD/DVD. Guru bertanya,
"Mengapa kita bisa melihat pola warna-warni seperti itu? Apa yang terjadi pada
cahaya?". Ini memicu rasa ingin tahu.
● Koneksi ke Tujuan (10 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka
akan mempelajari sifat gelombang yang memungkinkan fenomena indah seperti itu
terjadi. Guru menekankan bahwa pemahaman ini krusial untuk teknologi seperti
holografi atau desain optik.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,
MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan konsep difraksi (pelenturan gelombang saat melewati celah atau
penghalang).
● Guru menjelaskan konsep interferensi (paduan dua gelombang atau lebih) dan
membedakan interferensi konstruktif (saling menguatkan) dan destruktif (saling
melemahkan).
● Guru merujuk pada Buku Siswa Kelas 11 [Link] halaman 180-184 untuk
pembahasan difraksi dan interferensi.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan video animasi yang jelas tentang
difraksi dan interferensi atau referensi tentang percobaan celah ganda Young.
Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):
● Simulasi Interaktif/Demonstrasi (Kolaboratif): Peserta didik menggunakan
simulasi online (misalnya PhET) atau guru melakukan demonstrasi dengan laser dan
celah ganda/kisi difraksi.
● Setiap kelompok/peserta didik diminta untuk:
➢ Mengamati pola difraksi yang terbentuk.
➢ Mengamati pola interferensi (terang-gelap/garis) yang terbentuk.
➢ Mendiskusikan faktor-faktor yang memengaruhi pola tersebut (misalnya, lebar
celah, panjang gelombang).
● Diferensiasi Proses: Guru membimbing proses observasi.
➢ Bagi yang kesulitan: Guru akan membantu dalam menginterpretasikan pola yang
terlihat.
➢ Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk mencari tahu
tentang aplikasi difraksi dalam spektroskopi atau teknologi holografi.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan simulasi/demonstrasi mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu
fenomena alam yang bisa dijelaskan dengan difraksi atau interferensi yang paling
membuat mereka kagum.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,


SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas kemampuan peserta
didik dalam mengamati dan menganalisis fenomena kompleks.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum konsep difraksi dan interferensi,
serta pentingnya kedua sifat ini.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa
pertemuan selanjutnya akan fokus pada gelombang bunyi dan cahaya secara spesifik.
Guru dapat meminta peserta didik untuk mencari tahu tentang "efek Doppler" atau
"polaroid".
● Doa dan salam penutup.
PERTEMUAN 5: GELOMBANG BUNYI DAN CAHAYA
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Pemanasan Suara/Cahaya (10 menit - Joyful): Guru memutar rekaman suara sirine
ambulans yang mendekat lalu menjauh, atau menunjukkan bagaimana kacamata
polarisasi bekerja. Guru bertanya, "Mengapa suara sirine berubah saat mendekat dan
menjauh? Bagaimana kacamata ini bisa mengurangi silau?". Ini memicu rasa ingin
tahu.
● Koneksi ke Tujuan (10 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka
akan mempelajari lebih dalam tentang dua jenis gelombang yang paling familiar:
bunyi dan cahaya, dengan fokus pada karakteristik unik dan sifat-sifat khusus masing-
masing.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,


MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan karakteristik gelombang bunyi: intensitas, taraf intensitas,
frekuensi (nada), amplitudo (keras/lemah), resonansi, dan efek Doppler.
● Guru menjelaskan karakteristik gelombang cahaya: sifat dualisme (partikel dan
gelombang), spektrum elektromagnetik, serta sifat-sifat cahaya (polaroid).
● Guru merujuk pada Buku Siswa Kelas 11 [Link] halaman 185-190 untuk
pembahasan bunyi dan cahaya.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan tabel konversi desibel (untuk taraf
intensitas) atau diagram spektrum elektromagnetik yang lebih detail.
Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):
Percobaan Sederhana/Eksplorasi (Kemandirian/Kolaborasi):
● Bunyi: Menggunakan garpu tala dan tabung resonansi untuk menunjukkan resonansi,
atau aplikasi pengukur desibel di ponsel untuk mengukur taraf intensitas suara di
berbagai tempat.
● Cahaya: Menggunakan kacamata polarisasi untuk mengamati efek polarisasi pada
cahaya layar ponsel atau refleksi.
● Setiap kelompok/peserta didik diminta untuk:
➢ Mengamati fenomena yang terjadi.
➢ Mendiskusikan hubungan antara pengamatan dan konsep yang dipelajari.
➢ Mencatat hasil.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling membimbing proses eksperimen/eksplorasi.
● Bagi yang kesulitan: Guru akan membantu dalam menginterpretasikan hasil
percobaan.
● Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk mencari tahu tentang
konsep beats pada bunyi atau aplikasi laser.

Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):


● Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen/eksplorasi mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu aplikasi
prinsip bunyi atau cahaya yang paling sering mereka gunakan dalam kehidupan
sehari-hari.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,


SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas eksplorasi praktis
peserta didik dan kemampuan mereka dalam menghubungkan teori dengan fenomena
nyata.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum karakteristik dan sifat-sifat khusus
gelombang bunyi dan cahaya.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa
pertemuan terakhir adalah presentasi proyek tentang aplikasi gelombang, bunyi, dan
cahaya dalam teknologi. Peserta didik diminta untuk memilih satu aplikasi dan mulai
merisetnya.
○ Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 6: APLIKASI GELOMBANG, BUNYI, DAN CAHAYA DALAM


KEHIDUPAN DAN TEKNOLOGI
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Pemanasan Ide (10 menit - Joyful): Guru menampilkan gambar berbagai teknologi
(misalnya, MRI, serat optik, mikrofon, kamera digital). Guru bertanya, "Teknologi
apa saja di sini yang menggunakan prinsip gelombang, bunyi, atau cahaya?
Bagaimana menurut kalian cara kerjanya?". Ini memotivasi untuk berpikir tentang
aplikasi.
● Koneksi ke Tujuan (10 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa hari ini adalah
puncak dari pembelajaran, di mana mereka akan mengaplikasikan semua pengetahuan
tentang gelombang, bunyi, dan cahaya untuk memahami teknologi yang ada di sekitar
kita.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,


MINDFUL LEARNING):
Memahami (15 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru memfasilitasi diskusi tentang berbagai aplikasi teknologi yang memanfaatkan
prinsip gelombang, bunyi, dan cahaya (misalnya, USG, radar, sonar, komunikasi
optik, laser, kamera, teleskop).
● Guru dapat merujuk pada Buku Siswa Kelas 11 [Link] halaman 190-192.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan artikel/video singkat tentang
teknologi futuristik yang memanfaatkan gelombang untuk siswa yang tertarik.
Mengaplikasi (45 menit - Joyful, Meaningful):
● Proyek Aplikasi Teknologi (Kolaboratif/Kreativitas): Peserta didik bekerja dalam
kelompok untuk memilih satu teknologi yang memanfaatkan gelombang, bunyi, atau
cahaya. Mereka diminta untuk:
➢ Menjelaskan prinsip fisika di balik teknologi tersebut.
➢ Menjelaskan cara kerja teknologi tersebut.
➢ Memberikan contoh manfaatnya dalam kehidupan.
➢ Menyajikan hasil riset mereka dalam bentuk presentasi singkat (bisa
menggunakan slide, poster digital, atau demo sederhana jika memungkinkan).
● Presentasi Proyek: Setiap kelompok mempresentasikan hasil riset dan analisis
mereka di depan kelas.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling memberikan bimbingan.
● Bagi yang kesulitan dalam riset: Guru dapat memberikan beberapa pilihan
teknologi yang lebih mudah untuk dianalisis.
● Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk menganalisis
kelebihan dan kekurangan teknologi yang dipilih atau membandingkannya dengan
teknologi lain.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Refleksi Diri (Mindful): Setelah semua presentasi, guru meminta peserta didik untuk
menuliskan satu teknologi berbasis gelombang yang paling ingin mereka kembangkan
atau pelajari lebih lanjut di masa depan.
● Saling Memberi Apresiasi: Setiap peserta didik memberikan satu apresiasi
(misalnya, "Saya terkesan dengan penjelasanmu tentang radar...", "Ide kelompokmu
sangat inovatif...") kepada teman/kelompok lain.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,


SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang
proyek dan presentasi peserta didik, menyoroti pemahaman konsep dan kemampuan
mereka dalam mengaitkan fisika dengan teknologi.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan capaian
pembelajaran Bab 5 secara keseluruhan, menekankan peran fundamental gelombang,
bunyi, dan cahaya dalam memahami alam dan mengembangkan teknologi.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat
tentang bab pembelajaran berikutnya.
● Doa dan salam penutup.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep gerak, energi, dan
pemahaman umum tentang fenomena gelombang di sekitar mereka.
Jenis Asesmen:
● Kuesioner/Polling Opini (Menggunakan Google Forms/Mentimeter): Pertanyaan
tentang pengalaman melihat ombak, mendengar gema, atau menggunakan alat optik.
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan respon peserta didik saat kegiatan ice
breaker atau pertanyaan pemicu di awal pertemuan pertama.
● Tes Diagnostik (Singkat): Soal pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep dasar
fisika (misalnya, apa itu frekuensi, perbedaan gerak dan getaran).
Contoh Soal (Kuesioner/Tes Diagnostik):
1. Berikan satu contoh fenomena di sekitar Anda yang menurut Anda adalah
"gelombang".
2. Menurut Anda, mengapa suara bisa sampai ke telinga kita?
3. Apa perbedaan antara getaran dan gelombang?
4. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan gelombang? (a. Ombak laut, b.
Cahaya matahari, c. Suara televisi, d. Asap rokok).
5. Jika sebuah bandul berayun 10 kali dalam 5 detik, berapakah frekuensi ayunan bandul
tersebut?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:


● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran,
kemampuan berkolaborasi, menganalisis, dan mengimplementasikan percobaan
sederhana.
Jenis Asesmen:
● Tugas Harian (Worksheet/Log Praktikum): Penilaian terhadap hasil pengamatan
eksperimen, draf ide proyek, atau log perkembangan pemahaman.
● Diskusi Kelompok: Observasi guru terhadap partisipasi, kontribusi, dan kemampuan
berargumentasi dalam diskusi kelompok (misalnya saat menganalisis pola interferensi
atau aplikasi teknologi).
● Praktikum/Eksplorasi (Observasi Langsung): Penilaian terhadap kemampuan
peserta didik dalam menyiapkan alat, melakukan percobaan, mencatat data, dan
menarik kesimpulan.
● Mini-Presentasi: Penilaian terhadap kemampuan menyampaikan hasil eksperimen
atau riset sederhana.
Contoh Soal/Rubrik (untuk tugas harian/observasi):
1. Karakteristik Gelombang: Sebuah gelombang memiliki frekuensi 2 Hz dan panjang
gelombang 3 meter. Berapakah cepat rambat gelombang tersebut?
2. Jenis Gelombang: Berikan dua contoh gelombang mekanik dan dua contoh
gelombang elektromagnetik. Jelaskan perbedaannya.
3. Pengamatan Sifat Gelombang: Jelaskan secara singkat apa yang Anda amati saat
cahaya laser melewati celah sempit (difraksi).
4. Aplikasi Bunyi: Jelaskan bagaimana prinsip pemantulan bunyi digunakan dalam
teknologi sonar.
5. Partisipasi Diskusi: Berikan skor 1-4 (1=jarang, 4=sangat aktif) untuk partisipasi
siswa dalam diskusi kelompok tentang aplikasi teknologi gelombang. (Rubrik
sederhana: Apakah siswa mengajukan pertanyaan? Apakah siswa menanggapi ide
teman? Apakah siswa memberikan argumen yang relevan?)

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:


● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif, meliputi
pemahaman konsep, keterampilan pemecahan masalah, dan kesadaran akan aplikasi
fisika.
Jenis Asesmen:
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi pribadi tentang proses belajar mereka
di unit ini, tantangan terbesar dalam memahami konsep, dan bagaimana mereka
mengatasi masalah tersebut.
● Tugas Akhir (Proyek): Laporan/Presentasi tentang analisis satu teknologi yang
memanfaatkan gelombang, bunyi, atau cahaya.
● Tes Tertulis (Essay/Pilihan Ganda): Menguji pemahaman konseptual, analitis, dan
kemampuan perhitungan.
Contoh Soal (untuk Tes Tertulis/Jurnal Reflektif):
1. Sifat Gelombang: Jelaskan perbedaan antara interferensi konstruktif dan destruktif
pada gelombang. Berikan contoh fenomena yang menunjukkan kedua jenis
interferensi ini.
2. Aplikasi Cahaya: Bagaimana prinsip serat optik memungkinkan transmisi data
dengan sangat cepat menggunakan cahaya? Kaitkan dengan sifat-sifat cahaya yang
telah dipelajari.
3. Efek Doppler: Jelaskan efek Doppler pada bunyi. Berikan contoh situasi di mana
efek Doppler dapat diamati dan jelaskan bagaimana frekuensi bunyi yang didengar
berubah.
4. Analisis Masalah: Sebuah gelombang merambat pada tali dengan persamaan
y=0.05sin(2πt−4πx), di mana y dan x dalam meter dan t dalam detik. Tentukan: a)
Amplitudo, b) Frekuensi, c) Panjang Gelombang, dan d) Cepat Rambat Gelombang
tersebut.
5. Jurnal Reflektif: Setelah mempelajari bab ini, teknologi berbasis gelombang, bunyi,
atau cahaya mana yang paling menarik perhatian Anda? Mengapa? Bagaimana Anda
melihat teknologi ini akan berkembang di masa depan?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan Guru Mata Pelajaran

Ahmad Junaidi , [Link] , [Link] I Sri Mulyati , [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 10680609 199203 2 009
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)
BAB 6: KALOR

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas XI diasumsikan telah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep
suhu dan zat dari jenjang sebelumnya. Mereka juga diharapkan memiliki pemahaman
awal tentang fenomena panas dan dingin dalam kehidupan sehari-hari, serta pengalaman
dengan perubahan wujud zat (misalnya air membeku atau mendidih). Keterampilan dasar
dalam melakukan pengukuran sederhana dan mengolah data dalam tabel juga
diasumsikan sudah dimiliki. Minat terhadap fenomena alam dan teknologi yang berkaitan
dengan energi juga menjadi modal awal yang baik.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Kalor" adalah jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan sedikit faktual.
Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik karena konsep kalor ada
di sekitar mereka, dari memasak, mengatur suhu ruangan, hingga prinsip kerja mesin.
Tingkat kesulitan materi ini bersifat sedang hingga tinggi, memerlukan pemahaman
konsep fisika yang abstrak (energi, perpindahan, kapasitas kalor), kemampuan
menerapkan rumus matematis, dan menganalisis grafik. Struktur materi bersifat hierarkis,
dimulai dari konsep dasar kalor dan suhu, perpindahan kalor, hingga aplikasi dan
dampaknya. Materi ini juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti ketelitian,
tanggung jawab (dalam percobaan), dan rasa ingin tahu.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis fenomena kalor, menghitung
besaran fisis terkait kalor, dan mengevaluasi data percobaan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu merancang percobaan sederhana tentang kalor atau
menemukan solusi inovatif untuk masalah terkait kalor dalam kehidupan sehari-hari.
● Kolaborasi: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan, mengolah data, dan mendiskusikan hasil.
● Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan percobaan,
serta menyelesaikan soal-soal terkait kalor secara mandiri atau dalam kelompok.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil percobaan, perhitungan,
dan konsep kalor secara lisan dan tertulis.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F (kelas XI), peserta didik mampu menganalisis konsep dan prinsip
berbagai macam fenomena Fisika dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari (termasuk
pada energi, kalor dan termodinamika), dan mampu menjelaskan fenomena Fisika secara
ilmiah.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Matematika: Penggunaan rumus, perhitungan aljabar, dan interpretasi grafik.
● Kimia: Konsep perubahan wujud zat, sifat-sifat materi, dan reaksi kimia yang
menghasilkan atau menyerap kalor (termodinamika dasar).
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Penggunaan simulasi fisika,
pengolahan data, dan presentasi.
● Teknik (opsional): Prinsip kerja alat-alat yang memanfaatkan konsep kalor (mesin,
pendingin, isolator).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Konsep Kalor dan Suhu (2 JP)
● Peserta didik mampu membedakan konsep suhu dan kalor dengan tepat.
● Peserta didik mampu menjelaskan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu zat
dengan akurat.
● Peserta didik mampu menghitung besarnya kalor yang dibutuhkan untuk mengubah
suhu zat menggunakan rumus kapasitas kalor dan kalor jenis.
Pertemuan 2: Perubahan Wujud Zat dan Kalor Laten (2 JP)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai macam perubahan wujud zat
(melebur, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) dengan
benar.
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep kalor laten pada perubahan wujud zat.
● Peserta didik mampu menghitung besarnya kalor yang dibutuhkan atau dilepaskan
pada perubahan wujud zat menggunakan konsep kalor laten.
Pertemuan 3: Perpindahan Kalor (Konduksi, Konveksi, Radiasi) (2 JP)
● Peserta didik mampu membedakan tiga jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi,
radiasi) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari dengan jelas.
● Peserta didik mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju perpindahan
kalor melalui konduksi.
● Peserta didik mampu merancang percobaan sederhana untuk membuktikan salah
satu metode perpindahan kalor.
Pertemuan 4: Azas Black dan Aplikasi Kalor (2 JP)
● Peserta didik mampu menerapkan Azas Black untuk menyelesaikan masalah
pencampuran dua atau lebih zat dengan suhu berbeda.
● Peserta didik mampu menganalisis aplikasi konsep kalor dalam teknologi dan
kehidupan sehari-hari (misal: termometer, termos, pendingin, mesin).
● Peserta didik mampu mengevaluasi dampak positif dan negatif pemanfaatan kalor
terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berfokus pada fenomena kalor di sekitar peserta didik, seperti:
● Bagaimana es batu bisa mendinginkan minuman?
● Mengapa pegangan panci terbuat dari bahan yang berbeda dengan badan panci?
● Bagaimana termos dapat menjaga suhu air tetap panas atau dingin?
● Bagaimana kulkas atau AC bekerja?
● Peran kalor dalam proses memasak atau pembakaran. Peserta didik akan diajak untuk
berpikir kritis tentang aplikasi kalor dalam inovasi teknologi dan dampaknya.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
dapat merancang dan melakukan percobaan sederhana, atau membuat
poster/infografis tentang aplikasi kalor.
● Diskusi Kelompok: Mendorong kolaborasi dan berbagi ide dalam memahami
konsep, menyelesaikan soal, dan menganalisis hasil percobaan.
● Eksplorasi Lapangan (atau Observasi Terarah): Mengamati fenomena kalor di
lingkungan sekitar (misal: proses memasak di dapur, cara kerja termos, ventilasi
rumah).
● Wawancara (opsional/alternatif): Jika memungkinkan, wawancara dengan teknisi
atau ahli yang bekerja dengan sistem termal (misalnya teknisi AC, koki).
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil percobaan atau analisis
mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Kimia, Matematika, Prakarya/Tata
Boga), Penjaga kantin (untuk melihat proses memasak).
● Lingkungan Luar Sekolah: Toko elektronik (untuk melihat berbagai jenis
kulkas/AC), perusahaan manufaktur (jika memungkinkan kunjungan virtual/nyata),
ahli teknik termal (melalui video/kuliah tamu).
● Masyarakat: Orang tua (untuk berbagi pengalaman tentang aplikasi kalor di rumah),
komunitas ilmiah lokal.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Fisika (untuk percobaan), ruang kelas yang
memungkinkan pengaturan kelompok dan diskusi, dapur/kantin sekolah (untuk
observasi aplikasi kalor).
● Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi, pengumpulan
tugas, dan forum diskusi daring. Akses ke perpustakaan digital (contoh: jurnal fisika,
situs web ilmu pengetahuan).
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif, partisipasi aktif, dan
menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fenomena fisis dan aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Untuk mencari referensi, jurnal ilmiah, artikel berita terkait
kalor, simulasi fisika (misal: PhET simulations), video eksperimen.
● Forum Diskusi Daring (Google Classroom): Untuk berbagi ide, bertanya, dan
memberikan umpan balik antarpeserta didik dan guru.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
tes diagnostik, atau untuk self-assessment.
● Aplikasi Presentasi (misal: Google Slides, Microsoft PowerPoint): Untuk
menyajikan hasil proyek.
● Simulasi Interaktif: Menggunakan platform simulasi fisika untuk
memvisualisasikan konsep abstrak seperti perpindahan energi kalor.
● Kahoot/Mentimeter (opsional): Untuk kuis interaktif atau umpan balik cepat guna
memicu joyful learning.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru memulai dengan salam dan menanyakan kabar peserta
didik. Guru dapat meminta peserta didik untuk merasakan suhu di sekitar mereka
(misal: memegang meja, memegang gelas berisi air hangat/dingin) dan mencoba
mendeskripsikan sensasi panas/dingin. Ini akan menumbuhkan kesadaran sensorik.
● Meaningful Learning: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Mengapa es batu
bisa mencair di ruangan terbuka?" atau "Bagaimana cara panci bisa memanaskan
air?" untuk mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari peserta didik.
● Joyful Learning: Guru dapat menunjukkan sebuah video singkat tentang fenomena
alam atau teknologi yang melibatkan kalor (misal: gunung berapi, kompor induksi,
kereta uap). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan
dilakukan.

KEGIATAN INTI
PERTEMUAN 1: KONSEP KALOR DAN SUHU (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan perbedaan mendasar antara suhu dan kalor. Guru menggunakan
analogi (misal: suhu sebagai "derajat panas", kalor sebagai "energi yang berpindah").
● Guru menjelaskan konsep kapasitas kalor dan kalor jenis, serta rumusnya.
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan
studi kasus sederhana terkait perubahan suhu zat (diferensiasi konten: beberapa
kelompok dengan kasus lebih kompleks).
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Kelompok melakukan percobaan sederhana (misal: memanaskan air dengan volume
dan jenis wadah berbeda, mengamati perubahan suhu). Peserta didik dengan
bimbingan guru mencatat data dan menghitung kalor yang terlibat.
● Peserta didik berlatih menyelesaikan soal-soal perhitungan kalor yang mengubah
suhu. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual (diferensiasi proses: Peserta
didik yang cepat memahami dapat diberi soal tantangan, yang lain diberi soal
bertahap).

Merefleksi (Mindful Learning):


● Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaannya.
● Peserta didik secara individu menuliskan satu kesimpulan penting dari percobaan
yang telah dilakukan.

PERTEMUAN 2: PERUBAHAN WUJUD ZAT DAN KALOR LATEN (70 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan berbagai perubahan wujud zat dan memberikan contoh nyata
dalam kehidupan sehari-hari (es melebur, air mendidih).
● Guru memperkenalkan konsep kalor laten (kalor lebur, kalor uap) dan mengapa suhu
tidak berubah saat perubahan wujud terjadi.
● Guru memaparkan rumus perhitungan kalor laten.
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Kelompok melakukan percobaan tentang perubahan wujud (misal: mengamati grafik
pemanasan es hingga mendidih dan menguap, mencatat suhu pada setiap fase).
● Peserta didik menyelesaikan soal-soal perhitungan kalor yang melibatkan perubahan
wujud. Guru memberikan simulasi interaktif (misal: PhET States of Matter) untuk
membantu visualisasi proses.
● Setiap kelompok membuat diagram alir atau infografis sederhana tentang proses
perubahan wujud air.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Setiap kelompok berbagi satu observasi unik dari percobaan mereka.
● Peserta didik merenungkan, "Mengapa suhu tidak naik meskipun kita terus
memberikan kalor saat es mencair?"

PERTEMUAN 3: PERPINDAHAN KALOR (KONDUKSI, KONVEKSI,


RADIASI) (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan tiga mekanisme perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi)
dengan contoh-contoh yang relevan (misal: pegangan sendok panas, air mendidih,
panas matahari).
● Guru menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju konduksi kalor (luas, tebal,
konduktivitas termal).
● Peserta didik dibagi kelompok untuk merancang percobaan sederhana tentang salah
satu metode perpindahan kalor (diferensiasi produk: kelompok dapat memilih metode
perpindahan yang ingin diuji).
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Kelompok melaksanakan percobaan yang telah dirancang (misal: membandingkan
konduktivitas termal berbagai bahan, mengamati aliran air panas di wadah bening).
● Peserta didik menganalisis hasil percobaan dan mendiskusikan implikasinya dalam
kehidupan sehari-hari.
● Setiap kelompok membuat poster mini atau presentasi singkat tentang hasil percobaan
mereka.

Merefleksi (Mindful Learning):


● Setiap kelompok menjelaskan apa yang mereka pelajari dari percobaan dan
bagaimana hal itu relevan dengan kehidupan mereka.
● Peserta didik menuliskan satu contoh teknologi yang memanfaatkan prinsip
perpindahan kalor.

PERTEMUAN 4: AZAS BLACK DAN APLIKASI KALOR (70 MENIT)

Memahami (Meaningful Learning):


● Guru menjelaskan konsep Azas Black dan prinsip kekekalan energi kalor dalam
pencampuran zat. Guru memberikan contoh soal.
● Guru memaparkan berbagai aplikasi konsep kalor dalam teknologi modern dan
kehidupan sehari-hari (termos, kulkas, AC, mesin uap).
● Guru memfasilitasi diskusi tentang dampak pemanfaatan kalor (misal: efek rumah
kaca dari pemanasan global).
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Kelompok menyelesaikan soal-soal Azas Black secara kolaboratif.
● Peserta didik mencari informasi (dari internet/buku) tentang satu aplikasi kalor yang
menarik bagi mereka dan menganalisis prinsip kerjanya.
● Setiap kelompok membuat presentasi singkat atau infografis tentang aplikasi kalor
yang mereka pilih, termasuk dampak positif/negatifnya.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Setelah presentasi, guru memfasilitasi diskusi kelas untuk merangkum pembelajaran.
● Peserta didik mengisi jurnal reflektif individu tentang keseluruhan proses
pembelajaran: apa yang mereka pelajari (pengetahuan, keterampilan, sikap),
tantangan yang dihadapi, dan bagaimana mereka akan menerapkan pembelajaran ini
di masa depan.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas
kerja keras dan capaian peserta didik dalam memahami konsep kalor. Guru menyoroti
kekuatan-kekuatan yang ditunjukkan dan memberikan saran untuk pengembangan
lebih lanjut.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting dari seluruh bab "Kalor", menekankan pentingnya konsep kalor dalam
kehidupan sehari-hari dan teknologi.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk menyampaikan ide atau topik yang ingin mereka pelajari lebih
lanjut. Guru menginformasikan tentang materi yang akan dipelajari di pertemuan
selanjutnya.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang konsep suhu,
panas, dingin, dan perubahan wujud zat.
● Kuesioner: Kuesioner singkat daring (misalnya melalui Google Forms) atau tertulis
yang berisi pertanyaan tentang:
➢ "Apa perbedaan antara panas dan suhu?"
➢ "Sebutkan contoh perubahan wujud zat yang Anda ketahui dalam kehidupan
sehari-hari."
➢ "Bagaimana panas dari matahari bisa sampai ke bumi?"
➢ "Apa yang Anda ketahui tentang alat pengukur suhu?"
● Observasi: Mengamati respons peserta didik terhadap pertanyaan pemantik dan
diskusi awal.

SOAL ASESMEN AWAL:


1. Jika Anda menyentuh sendok logam dan sendok plastik yang keduanya berada di
suhu ruangan yang sama, mana yang terasa lebih dingin? Mengapa?
2. Apa yang terjadi pada air ketika dipanaskan terus-menerus hingga mencapai 100°C?
3. Mengapa pegangan panci biasanya terbuat dari bahan yang berbeda dengan badan
panci?
4. Sebutkan satu contoh alat di rumah yang menggunakan prinsip pemanasan atau
pendinginan.
5. Apa yang ingin Anda ketahui lebih lanjut tentang panas atau suhu?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tujuan: Memantau partisipasi, kolaborasi, pemahaman konsep, dan keterampilan
dalam melakukan percobaan dan perhitungan.
○ Tugas Harian (Lembar Kerja Kelompok): Penilaian lembar kerja kelompok yang
berisi data percobaan, perhitungan, atau draf rangkuman konsep.
● Diskusi Kelompok: Observasi guru terhadap partisipasi aktif setiap anggota
kelompok dalam diskusi, kemampuan berargumentasi, dan penyelesaian soal.
● Presentasi (Mini-Presentasi): Penilaian singkat terhadap kemampuan kelompok
menjelaskan hasil percobaan atau pemahaman konsep tertentu.

Soal Asesmen Proses (contoh soal untuk observasi/diskusi/ceklis):


1. (Observasi Diskusi Kelompok) Apakah setiap anggota kelompok berkontribusi aktif
dalam merancang percobaan perpindahan kalor?
2. (Tugas Harian - Lembar Kerja) Sebutkan tiga data yang Anda peroleh dari
percobaan pemanasan air dan bagaimana Anda menggunakannya untuk menghitung
kalor?
3. (Presentasi Mini) Jelaskan perbedaan utama antara perpindahan kalor secara
konduksi dan konveksi. Berikan satu contoh masing-masing.
4. (Diskusi Kelompok) Dalam suatu kasus pencampuran air panas dan air dingin, apa
asumsi utama yang kita gunakan dalam Azas Black?
5. (Observasi) Apakah kelompok Anda menunjukkan ketelitian dan kerja sama yang
baik saat melakukan pengukuran suhu dalam percobaan?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Tujuan: Mengukur pemahaman komprehensif peserta didik tentang konsep kalor,
kemampuan menerapkan rumus, menganalisis fenomena, dan mengomunikasikan
hasil.
● Jurnal Reflektif: Individu menuliskan refleksi tentang seluruh pengalaman belajar,
termasuk pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang diperoleh.
● Tugas Akhir (Proyek/Laporan Percobaan): Laporan tertulis dari setiap kelompok
yang berisi rancangan, data, analisis, dan kesimpulan percobaan, atau produk
infografis/presentasi tentang aplikasi kalor.
● Tes Tertulis: Soal-soal hitungan dan esai yang menguji pemahaman konsep,
kemampuan analisis, dan penerapan rumus.

Soal Asesmen Akhir (terintegrasi dalam rubrik proyek/laporan/tes tertulis):


1. (Tes Tertulis/Proyek) Sebuah benda bermassa 2 kg dengan kalor jenis cA dipanaskan
dari 20°C menjadi 80°C. Kemudian, benda tersebut dicampur dengan 3 kg air (kalor
jenis cair) pada suhu 10°C. Jika suhu akhir campuran adalah 40°C dan tidak ada kalor
yang hilang ke lingkungan, hitunglah kalor jenis benda cA.
2. (Tes Tertulis/Esai) Jelaskan mengapa titik didih air pada puncak gunung lebih rendah
daripada di permukaan laut, kaitkan dengan konsep kalor dan tekanan.
3. (Proyek/Presentasi) Pilih satu aplikasi teknologi yang memanfaatkan prinsip kalor
(misalnya, kulkas, mesin kendaraan, pembangkit listrik termal). Jelaskan bagaimana
kalor berperan dalam prinsip kerja alat tersebut dan dampak positif/negatifnya.
4. (Jurnal Reflektif) Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat mempelajari konsep
kalor dan bagaimana Anda mengatasi tantangan tersebut?
5. (Tes Tertulis/Esai) Mengapa penggunaan pakaian tebal berwarna gelap pada musim
dingin dapat membuat tubuh terasa lebih hangat? Jelaskan kaitannya dengan konsep
perpindahan kalor.

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan Guru Mata Pelajaran

Ahmad Junaidi , [Link] , [Link] I Sri Mulyati , [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 10680609 199203 2 009
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (FISIKA)
BAB: 7 TERMODINAMIKA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN GRUJUGAN
Nama Penyusun : SRI MULYATI , [Link]
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diharapkan sudah memiliki pemahaman dasar tentang konsep energi (energi
kinetik, potensial), suhu, kalor, dan tekanan yang diperoleh pada jenjang SMP atau Bab
sebelumnya. Keterampilan yang dimiliki meliputi kemampuan membaca grafik,
melakukan perhitungan matematis sederhana, serta kemampuan mengamati fenomena
fisika. Pemahaman awal tentang termodinamika mungkin masih berupa intuisi dari
pengalaman sehari-hari, seperti mengapa es mencair atau mengapa mesin mengeluarkan
panas. Namun, konsep sistem, lingkungan, dan proses termodinamika secara formal
kemungkinan masih baru.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Termodinamika" termasuk dalam jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan
sedikit metakognitif (pemahaman tentang batasan suatu proses). Relevansinya dengan
kehidupan nyata sangat tinggi, karena termodinamika menjelaskan prinsip kerja mesin
(kendaraan, AC, kulkas), pembangkit listrik, hingga proses biologis dalam tubuh. Tingkat
kesulitan materi ini cenderung tinggi karena melibatkan konsep abstrak (entropi, energi
dalam), hukum-hukum dengan rumus matematis, serta perluasan dari konsep dasar kalor.
Struktur materi dibangun secara hierarkis, dimulai dari konsep dasar sistem, kerja, kalor,
energi dalam, hukum-hukum termodinamika, mesin kalor, hingga mesin pendingin.
Integrasi nilai dan karakter dapat dilakukan melalui pembahasan efisiensi energi, dampak
lingkungan dari penggunaan energi, dan pentingnya berpikir kritis dalam aplikasi
teknologi.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis prinsip-prinsip termodinamika,
mengevaluasi efisiensi mesin, dan memecahkan masalah terkait perubahan energi.
● Kreativitas: Peserta didik akan mampu merancang model sederhana atau presentasi
kreatif untuk menjelaskan konsep termodinamika.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
eksperimen sederhana, menganalisis data, dan menyusun laporan.
● Kemandirian: Peserta didik akan secara mandiri mencari informasi, melakukan
perhitungan, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
● Komunikasi: Peserta didik akan mampu mempresentasikan hasil analisis,
menyampaikan gagasan dalam diskusi kelompok, dan menggunakan terminologi
ilmiah yang tepat.
● Kewargaan: Peserta didik akan memahami implikasi penggunaan energi berdasarkan
prinsip termodinamika terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis konsep suhu dan kalor, menerapkan
hukum-hukum termodinamika untuk menyelesaikan masalah terkait perubahan energi,
kerja, dan kalor pada berbagai sistem, serta menjelaskan prinsip kerja mesin kalor dan
mesin pendingin dalam konteks aplikasi kehidupan sehari-hari dan implikasinya terhadap
lingkungan.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Kimia: Memahami konsep energi ikatan, reaksi endoterm/eksoterm, dan termokimia.
● Matematika: Penerapan konsep integral dan diferensial (jika relevan dengan tingkat
kesulitan), serta aljabar untuk perhitungan.
● Teknik/Vokasi: Prinsip dasar perancangan dan efisiensi mesin, sistem pendingin,
dan pembangkit energi.
● Ekonomi/Lingkungan: Analisis biaya-manfaat dari penggunaan energi dan isu-isu
keberlanjutan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1: Konsep Dasar Termodinamika (Sistem, Lingkungan, Kerja, Kalor,


Energi Dalam)
● Melalui demonstrasi sederhana dan diskusi interaktif, peserta didik dapat
mengidentifikasi sistem dan lingkungan pada suatu proses termodinamika dengan
tepat. (Meaningful Learning, Joyful Learning)
● Peserta didik mampu menghitung besar kerja dan kalor yang terlibat dalam proses
termodinamika isobarik, isokorik, isotermis, dan adiabatik dengan akurat, setelah
memahami konsep energi dalam. (Penalaran Kritis, Kemandirian)
Pertemuan 2: Hukum Termodinamika I dan Aplikasinya
● Dengan melakukan eksperimen sederhana berbasis proyek, peserta didik dapat
membuktikan berlakunya Hukum Termodinamika I (kekekalan energi) pada berbagai
proses termodinamika. (Penalaran Kritis, Kolaborasi)
● Peserta didik mampu menganalisis perubahan energi dalam, kalor, dan kerja pada
berbagai proses termodinamika (isobarik, isokorik, isotermis, adiabatik) dan
mempresentasikannya dengan jelas. (Penalaran Kritis, Komunikasi)
Pertemuan 3: Hukum Termodinamika II (Entropi) dan Efisiensi Mesin Kalor
● Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep
entropi sebagai ukuran ketidakteraturan sistem dan hubungannya dengan spontanitas
proses. (Penalaran Kritis)
● Peserta didik mampu menghitung efisiensi mesin kalor (termasuk siklus Carnot) dan
menjelaskan prinsip kerja mesin pendingin, serta mengaitkannya dengan aplikasi
nyata. (Penalaran Kritis, Kemandirian)
Pertemuan 4: Aplikasi Termodinamika dalam Kehidupan Sehari-hari dan Lingkungan
● Melalui riset berbasis proyek, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menganalisis
setidaknya dua aplikasi prinsip termodinamika dalam teknologi modern (misalnya:
Pembangkit Listrik, AC, Kulkas) serta mengevaluasi efisiensinya. (Penalaran Kritis,
Kreativitas)
● Peserta didik mampu mempresentasikan dampak penerapan termodinamika terhadap
efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan, serta mengemukakan solusi inovatif.
(Komunikasi, Kewargaan)

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Prinsip kerja mesin kendaraan bermotor.
● Sistem pendingin pada kulkas dan AC.
● Pembangkit listrik tenaga uap/panas bumi.
● Efisiensi penggunaan energi di rumah tangga.
● Pemanasan global dan efek rumah kaca dari perspektif termodinamika.
● Termodinamika dalam sistem biologis (misalnya, metabolisme tubuh manusia).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan melakukan proyek
investigasi (misalnya: membuat model sederhana mesin panas/pendingin, merancang
kampanye hemat energi, analisis kasus efisiensi pembangkit listrik).
● Diskusi Kelompok: Mendorong eksplorasi ide, analisis kasus, dan berbagi
pengetahuan antar peserta didik tentang konsep-konsep termodinamika.
● Eksplorasi Lapangan (opsional/simulasi): Jika memungkinkan, kunjungan ke
bengkel AC/kulkas, atau industri (dengan izin). Atau, simulasi kerja mesin/sistem
melalui video dan analisis data.
● Wawancara (terstruktur/tidak terstruktur): Peserta didik mewawancarai ahli atau
praktisi (misalnya: teknisi AC, insinyur) mengenai prinsip kerja dan efisiensi mesin
yang menggunakan prinsip termodinamika.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek, eksperimen, atau diskusi
kelompok mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium fisika, guru mata pelajaran lain (misalnya
Kimia untuk relevansi termokimia, Matematika untuk perhitungan).
● Lingkungan Luar Sekolah: Bengkel AC/kulkas, industri kecil yang relevan
(misalnya pembuatan es batu), lembaga penelitian energi (jika memungkinkan).
● Masyarakat: Teknisi lokal, warga masyarakat yang memiliki pengalaman dengan isu
efisiensi energi di rumah.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang dapat diatur untuk kerja kelompok dan
demonstrasi/eksperimen, laboratorium fisika dengan peralatan dasar untuk
termodinamika (misalnya termometer, kalorimeter, pemanas, piston).
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk penugasan, pengumpulan materi, forum
diskusi daring; simulasi PhET Interactive Simulations untuk visualisasi konsep
termodinamika (misalnya: Gas Properties, Energy Forms and Changes); platform
video conference (Zoom/Google Meet) untuk sesi diskusi atau presentasi daring.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif (saling membantu dalam
eksperimen dan analisis), partisipasi aktif (setiap siswa berani bertanya dan
berpendapat), dan rasa ingin tahu yang tinggi (mencoba memahami fenomena sehari-
hari dengan prinsip fisika) untuk mendukung pembelajaran mendalam.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, artikel, atau buku elektronik
tentang termodinamika dan aplikasinya.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron di Google Classroom untuk berbagi
temuan, bertanya, dan memberikan umpan balik tentang hasil eksperimen atau riset.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
tes diagnostik.
● Kahoot/Mentimeter: Untuk kuis interaktif atau survei cepat sebagai bagian dari
kegiatan pendahuluan atau refleksi (Joyful Learning).

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1: KONSEP DASAR TERMODINAMIKA (SISTEM,
LINGKUNGAN, KERJA, KALOR, ENERGI DALAM) (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru menyapa peserta didik, mengajak melakukan teknik body
scan singkat untuk memusatkan perhatian pada sensasi tubuh dan mengembalikan
fokus.
● Joyful Learning: Guru menampilkan video atau gambar fenomena sehari-hari yang
terkait termodinamika (misal: balon mengembang saat dipanaskan, uap keluar dari
ceret, kulkas mendinginkan makanan) dan bertanya "Apa yang terjadi pada energi
dalam sistem ini?" atau "Bagaimana proses ini bisa terjadi?". Gunakan Mentimeter
untuk word cloud tentang kata-kata yang mereka kaitkan dengan 'panas' atau 'energi'.
● Meaningful Learning: Guru mengaitkan fenomena tersebut dengan konsep
termodinamika yang akan dipelajari, menjelaskan relevansinya dengan teknologi di
sekitar mereka.
○ Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru melakukan demonstrasi sederhana (misal: memanaskan air dalam gelas,
menekan piston). Peserta didik diminta mengidentifikasi sistem, lingkungan, kerja,
dan kalor yang terlibat.
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (diferensiasi berdasarkan
kesiapan/gaya belajar: kelompok visual diberi banyak diagram, kelompok kinestetik
diberi demonstrasi yang bisa diikuti, kelompok auditori diberi penjelasan lisan yang
lebih detail).
● Setiap kelompok diberikan lembar kerja atau akses ke simulasi PhET "Gas
Properties" untuk eksplorasi perubahan suhu, tekanan, dan volume.

Mengaplikasi (Joyful Learning, Bermakna):


● Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan soal-soal latihan
terkait perhitungan kerja dan kalor pada berbagai proses termodinamika (isobarik,
isokorik, isotermis, adiabatik). Guru menyediakan soal dengan tingkat kesulitan
bervariasi.
● Guru berkeliling, membimbing, dan memfasilitasi diskusi. Memberikan analogi yang
relevan untuk memperdalam pemahaman (misal: kerja seperti "usaha" yang dilakukan
sistem).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Setiap kelompok secara singkat menyampaikan satu temuan menarik atau satu
pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui dari simulasi/latihan.
● Guru memfasilitasi diskusi kelas, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memperdalam
pemahaman konsep dasar.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan pujian atas partisipasi dan upaya
memahami konsep yang kompleks. Memberikan umpan balik spesifik terhadap cara
mereka mengidentifikasi komponen termodinamika.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik secara bergiliran diminta menyebutkan
satu konsep dasar termodinamika yang paling penting mereka pahami hari ini. Guru
merangkum poin-poin penting.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar singkat
untuk Hukum Termodinamika I dan menugaskan peserta didik untuk mencari contoh
aplikasi Hukum Termodinamika I di kehidupan sehari-hari.
PERTEMUAN 2: HUKUM TERMODINAMIKA I DAN APLIKASINYA (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru memulai dengan aktivitas "Gratitude Journal" singkat,
meminta siswa menuliskan satu hal yang mereka syukuri terkait energi atau teknologi
yang menggunakan prinsip fisika.
● Meaningful Learning: Guru mengulas kembali konsep kerja, kalor, dan energi
dalam. Menanyakan "Bagaimana ketiga konsep ini saling berkaitan?".
● Joyful Learning: Guru menampilkan video atau gambar tentang energi yang berubah
bentuk (misal: turbin air, lampu pijar) dan bertanya "Apakah energi bisa diciptakan
atau dimusnahkan?". Gunakan Kahoot dengan pertanyaan singkat tentang Hukum
Kekekalan Energi.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning, Berkesadaran):
● Peserta didik dibagi ke dalam kelompok dan diberikan alat untuk eksperimen
sederhana (misal: mengukur perubahan suhu air saat diaduk cepat, memanaskan air
dengan koil listrik dan mengukur energi listriknya). (Diferensiasi proses: beberapa
kelompok melakukan eksperimen fisik, beberapa menganalisis data eksperimen yang
sudah disajikan).
● Setiap kelompok ditugaskan untuk membuktikan Hukum Termodinamika I
(ΔU=Q−W) dari data yang mereka kumpulkan atau analisis.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):
● Kelompok menganalisis hasil eksperimen dan membuat laporan singkat atau
infografis yang menjelaskan penerapan Hukum Termodinamika I pada proses yang
diamati.
● Guru memfasilitasi setiap kelompok, membantu dalam perhitungan dan interpretasi
data.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan analisis mereka.
● Diskusi kelas setelah setiap presentasi, dengan pertanyaan seperti: "Apakah energi
selalu kekal dalam setiap proses?", "Bagaimana hukum ini membantu kita memahami
efisiensi energi?".
C. KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi terhadap kolaborasi dan
analisis data yang ditunjukkan. Memberikan masukan spesifik tentang akurasi
perhitungan dan penyajian laporan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik diajak untuk membuat satu kalimat
rangkuman mengenai esensi Hukum Termodinamika I.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar singkat
tentang konsep entropi dan mesin kalor, menugaskan peserta didik untuk mencari
informasi awal tentang contoh mesin kalor atau mesin pendingin di sekitar mereka.

PERTEMUAN 3: HUKUM TERMODINAMIKA II (ENTROPI) DAN EFISIENSI


MESIN KALOR (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru mengajak peserta didik untuk mengamati keadaan kelas
(misal: rapi/berantakan) dan menanyakan "Apakah lebih mudah membuat sesuatu
teratur atau membiarkannya berantakan?". Mengaitkan dengan konsep
keteraturan/ketidakteraturan.
● Meaningful Learning: Guru mengulas kembali konsep energi dan kerjanya, lalu
memperkenalkan pertanyaan "Apakah semua energi bisa diubah menjadi kerja?".
● Joyful Learning: Guru menampilkan gambar atau video tentang mesin uap kuno dan
mesin modern, lalu bertanya "Mengapa mesin modern lebih efisien?".
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning, Berkesadaran):
● Peserta didik bekerja dalam kelompok (diferensiasi konten: beberapa kelompok fokus
pada entropi, beberapa pada efisiensi mesin kalor/Carnot).
● Mereka diberikan studi kasus (misal: proses pencairan es, difusi gas, kerja mesin
mobil) untuk menganalisis konsep entropi dan arah spontanitas proses.
● Mereka juga menganalisis rumus efisiensi mesin kalor dan siklus Carnot dari buku
teks atau sumber digital.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):
● Setiap kelompok membuat diagram alir atau presentasi singkat yang menjelaskan
konsep entropi atau perhitungan efisiensi mesin.
● Guru memfasilitasi diskusi, menjelaskan konsep abstrak entropi dengan analogi yang
mudah dipahami (misal: telur pecah).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Setiap kelompok mempresentasikan pemahaman mereka tentang entropi atau
perhitungan efisiensi.
● Diskusi kelas, dengan pertanyaan seperti: "Mengapa mesin tidak bisa memiliki
efisiensi 100%?", "Bagaimana Hukum Termodinamika II menjelaskan batas
kemampuan mesin?".

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman
konsep abstrak dan akurasi perhitungan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik diajak untuk menyimpulkan
pentingnya Hukum Termodinamika II dalam keterbatasan konversi energi.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menugaskan peserta didik untuk
memulai riset proyek tentang aplikasi termodinamika di kehidupan sehari-hari atau
isu lingkungan.
PERTEMUAN 4: APLIKASI TERMODINAMIKA DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI DAN LINGKUNGAN (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi singkat
tentang bagaimana penggunaan energi di rumah mereka (misal: penggunaan AC,
kulkas, kendaraan).
● Meaningful Learning: Guru menampilkan berita atau artikel singkat tentang krisis
energi atau pemanasan global. Menanyakan "Bagaimana Fisika bisa membantu kita
mengatasi masalah ini?".
● Joyful Learning: Guru memutarkan video singkat tentang teknologi energi
terbarukan atau inovasi hemat energi dan bertanya "Menurut kalian, bagaimana
prinsip termodinamika bekerja di balik inovasi ini?".
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning, Berkesadaran):
● Peserta didik bekerja dalam kelompok proyek (diferensiasi produk: beberapa
membuat infografis, beberapa video pendek, beberapa podcast, beberapa presentasi).
● Mereka mengumpulkan informasi tentang aplikasi termodinamika (misal: mesin
diesel, pompa kalor, sel bahan bakar) dan dampak lingkungan terkait konsumsi
energi.
● Guru membimbing riset dan membantu peserta didik mengidentifikasi sumber
informasi yang kredibel.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):
● Setiap kelompok membuat produk proyek mereka yang menjelaskan prinsip kerja,
efisiensi, serta dampak lingkungan dan solusi yang ditawarkan.
● Guru memfasilitasi proses pembuatan proyek, memberikan bimbingan teknis dan
konseptual.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Setiap kelompok mempresentasikan produk proyek mereka.
● Diskusi kelas setelah presentasi, dengan pertanyaan seperti: "Bagaimana kita bisa
lebih efisien dalam menggunakan energi?", "Apa peran kita sebagai warga negara
dalam isu energi dan lingkungan?".

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap
proyek yang telah diselesaikan, menyoroti kreativitas, kedalaman analisis, dan
kemampuan komunikasi.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik menuliskan satu komitmen pribadi
terkait penggunaan energi yang bertanggung jawab. Guru merangkum keseluruhan
pembelajaran Bab 7.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Peserta didik diajak untuk memberikan
masukan tentang topik apa yang ingin mereka pelajari lebih lanjut dalam Fisika atau
metode pembelajaran yang efektif untuk mereka.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (SEBELUM PERTEMUAN 1)
● Observasi: Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi awal atau pertanyaan pemicu.
Kuesioner/Tes Diagnostik (Google Forms):
○ Apa yang kamu ketahui tentang suhu dan kalor?
○ Berikan contoh perubahan energi yang kamu lihat di sekitar?
○ Apakah kamu tahu bagaimana kulkas mendinginkan makanan? Jelaskan secara
sederhana.
○ Bagaimana perasaanmu saat belajar materi Fisika yang melibatkan perhitungan?
○ Apa yang kamu ingin tahu tentang mesin atau cara kerja energi?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (PERTEMUAN 1, 2, 3, DAN 4)


TUGAS HARIAN:
➢ Pertemuan 1: Latihan soal identifikasi sistem, lingkungan, kerja, dan kalor.
➢ Pertemuan 2: Laporan singkat/Infografis hasil eksperimen Hukum Termodinamika I.
➢ Pertemuan 3: Diagram alir/presentasi konsep entropi atau perhitungan efisiensi
mesin.
● Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi aktif, kemampuan berargumen, dan
kemampuan memberikan umpan balik yang konstruktif.
● Presentasi: Penilaian kejelasan, penguasaan materi, dan kemampuan menjawab
pertanyaan.
● Soal untuk menguji pemahaman peserta didik tentang pencapaian tujuan pembelajaran
pada Asesmen Proses Pembelajaran (untuk Pertemuan 2 - Tugas Harian):
1. Suatu sistem gas menerima kalor sebesar 200 J dan melakukan kerja sebesar 50 J.
Berapakah perubahan energi dalam sistem tersebut? (Tujuan: Menghitung
perubahan energi dalam)
2. Jelaskan perbedaan antara proses isobarik dan isokorik dalam termodinamika,
serta bagaimana kalor dan kerja terlibat dalam masing-masing proses tersebut!
(Tujuan: Menganalisis perubahan energi dalam, kalor, dan kerja pada berbagai
proses termodinamika)
3. Dalam suatu eksperimen, sebuah wadah berisi air dipanaskan. Jika energi kalor
yang diberikan adalah 1500 J dan air melakukan kerja sebesar 100 J (misalnya
karena ekspansi kecil), buktikan bagaimana Hukum Termodinamika I berlaku
dalam kasus ini. (Tujuan: Membuktikan berlakunya Hukum Termodinamika I)
4. Mengapa Hukum Termodinamika I sering disebut sebagai "Hukum Kekekalan
Energi"? Berikan contoh sederhana yang mendukung pernyataan ini. (Tujuan:
Menganalisis konsep Hukum Termodinamika I)
5. Jika sebuah mesin menerima kalor 1000 J dari reservoir panas dan membuang
kalor 300 J ke reservoir dingin, berapakah kerja yang dilakukan oleh mesin
tersebut? (Tujuan: Mengaplikasikan Hukum Termodinamika I)

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SETELAH PERTEMUAN 4)


● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang apa yang mereka
pelajari, kesulitan yang dihadapi, bagaimana mereka mengatasi kesulitan, dan
bagaimana pembelajaran ini relevan dengan kehidupan mereka serta dampaknya
terhadap lingkungan.

Tes Tertulis:
● Soal untuk menguji pemahaman peserta didik tentang pencapaian tujuan
pembelajaran pada Tes Tertulis:
1. Jelaskan perbedaan antara proses termodinamika isotermal dan adiabatik!
Bagaimana perubahan energi dalam, kerja, dan kalor terjadi pada masing-masing
proses ini?
2. Suatu mesin kalor beroperasi antara reservoir panas bersuhu T1 dan reservoir
dingin bersuhu T2. Jika mesin ini ideal (siklus Carnot), rumuskan dan jelaskan
bagaimana efisiensinya dapat dihitung. Mengapa efisiensi mesin kalor tidak
pernah mencapai 100%?
3. Sebuah kulkas memindahkan 300 J kalor dari dalam ke luar dengan melakukan
kerja sebesar 100 J. Hitunglah koefisien performansi (COP) kulkas tersebut.
Berdasarkan prinsip termodinamika, mengapa kulkas memerlukan kerja untuk
mendinginkan?
4. Gambarkan siklus termodinamika lengkap (misal: siklus Otto atau siklus Diesel
secara sederhana) dan jelaskan prinsip kerja mesin berdasarkan siklus tersebut,
serta identifikasi di mana Hukum Termodinamika I dan II diterapkan.
5. Fenomena pemanasan global sering dikaitkan dengan peningkatan emisi gas
rumah kaca. Bagaimana prinsip termodinamika (khususnya hukum entropi atau
efisiensi energi) dapat menjelaskan mengapa aktivitas manusia yang
menghasilkan panas atau menggunakan energi secara tidak efisien berkontribusi
pada masalah lingkungan ini? Berikan contoh solusi berbasis termodinamika
untuk mengurangi dampaknya.
● Tugas Akhir/Proyek (Portofolio): Mengumpulkan semua produk proyek
(infografis/video/podcast/esai/model) yang telah dibuat selama pembelajaran, serta
presentasi akhir jika ada. Rubrik penilaian proyek akan mencakup:
➢ Kedalaman analisis konsep termodinamika.
➢ Keakuratan informasi dan perhitungan.
➢ Kreativitas dan kualitas penyajian.
➢ Relevansi solusi yang ditawarkan terhadap masalah energi/lingkungan.
➢ Kemampuan presentasi dan komunikasi.

● Umpan Balik Teman Sejawat: Peserta didik saling memberikan umpan balik
terhadap presentasi atau proyek teman mereka menggunakan panduan rubrik yang
disediakan.

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan Guru Mata Pelajaran

Ahmad Junaidi , [Link] , [Link] I Sri Mulyati , [Link]


NIP. 19721107 200312 1 006 NIP. 10680609 199203 2 009
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Nama Penyusun : Rahayuning Apriliyanti, S.E, Gr.


Fase : F (Kelas XII)
Mata Pelajaran : Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan)

Capaian Pembelajaran :
Pada akhir Fase F peserta didik mampu mengembangkan dan/atau menciptakan produk olahan pangan higienis nusantara dan/atau mancanegara
atau produk non pangan berdasarkan proposal rancangan usaha melalui analisis kebutuhan, kelayakan pasar, dan kajian ilmiah, serta
mempresentasikan produk secara lisan dan tertulis pada media sosial virtual maupun visual. Pada fase ini, peserta didik mengevaluasi dan
memberikan kritik serta solusi pengembangan produk olahan pangan dan non pangan sesuai dengan nilai kewirausahaan/dampak
lingkungan/teknologi tepat guna.

ELEMEN ELEMEN CP TUJUAN PEMBELAJARAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN


Observasi Peserta didik mampu Mampu mengeksplorasi 1. Mampu mengeksplorasi produk olahan
dan mengeksplorasi produk olahan produk olahan pangan pangan oriental dari berbagai sumber
Eksplorasi pangan higienis nusantara dan atau oriental dari berbagai berdasarkan analisis ekonomi, teknologi,
mancanegara atau produk non sumber berdasarkan penyajian, dan pemasaran.
pangan yang bernilai ekonomis analisis ekonomi, teknologi,
dari berbagai sumber, berdasarkan penyajian, dan pemasaran. 2. Mampu membuat perencanaan
analisis ekonomi, teknologi, pengembangan usaha produk olahan
penyajian, dan pemasaran. pangan oriental berdasarkan kajian ilmiah,
teknologi, dan analisis usaha sesuai
potensi nusantara dalam bentuk proposal
usaha.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun Mampu membuat perencanaan 3. Mampu mengembangkan produk
Perencanaan rencana dalam bentuk proposal pengembangan usaha produk olahan olahan pangan oriental dan
pembuatan produk olahan pangan pangan oriental berdasarkan kajian menyajikan dengan pengemasan
higienis atau produk non pangan ilmiah, teknologi, dan analisis usaha yang kreatif inovatif berdasarkan
berdasarkan kajian ilmiah, sesuai potensi nusantara dalam proposal
teknologi, dan analisis usaha sesuai bentuk proposal usaha. usaha serta mempromosikan
potensi nusantara dan atau produk secara visual dan virtual.
mancanegara dan hasil 4. Mampu merekomendasikan produk
eksplorasi. olahan pangan oriental berdasarkan
kajian mutu, teknologi pangan dan
Produksi Peserta didik mampu mengembangkan Mampu mengembangkan ekonomi, serta dampak
produk olahan pangan higienis produk olahan pangan oriental dan lingkungan/budaya.
nusantara dan atau mancanegara atau menyajikan dengan pengemasan
produk non pangan berbasis usaha yang kreatif inovatif berdasarkan
berdasarkan proposal dan ditampilkan proposal usaha serta
dalam bentuk penyajian dan mempromosikan produk secara
pengemasan yang kreatif inovatif serta visual dan virtual.
bertanggung jawab mempromosikan
secara visual dan virtual.

Refleksi dan Peserta didik mampu memberikan - Mampu merekomendasikan produk


Evaluasi penilaian, argumentasi dan olahan pangan oriental berdasarkan
rekomendasi produk pengolahan kajian mutu, teknologi pangan dan
pangan higienis atau produk non ekonomi, serta dampak
pangan berdasarkan kajian lingkungan/budya.
mutu, teknologi pangan dan ekonomi,
serta dampak lingkungan/budaya.

*) ATP ini dikembangkan sebagai inspirasi pada produk olahan pangan nusantara, produk dapat disesuaikan dengan potensi sekolah baik produk olahan pangan nusantara/non pangan
nusantara/olahan pangan mancanegara.
Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
MODUL AJAR
PRAKARYA DAN
KEWIRAUSAHAAN PENGOLAHAN

Fase :F
Kelas/Semester : XII/Ganjil
Alokasi Waktu : 9 pertemuan x 45 menit
Nama Penulis : Rahayuning Apriliyanti, SE, Gr.
Satuan Pendidikan : SMAN Grujugan

Elemen : 1. Observasi dan Eksplorasi ( 2 JP)


2. Desain/Perancangan (3 JP)
3. Produksi (3 JP)
4. Refleksi dan Evaluasi (2 JP)

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:


1. Kreatif
2. Mandiri
3. Bergotong Royong

Tujuan Pembelajaran:
1. Mengeksplorasi produk olahan makanan oriental atau produk nonpangan
berdasarkan beberapa pilihan bahan, alat, prosedur pengolahan, penyajian dan
kemasan yang bernilai ekonomis dari berbagai sumber.
2. Menganalisis karakteristik bahan, alat, teknik dan prosedur pengolahan, serta
penyajian dan kemasan untuk menentukan produk olahan makanan oriental atau
produk nonpangan dankemasannya yang bernilai ekonomis.
3. Mengembangkan rencana desain produk olahan pangan higienis atau produk
nonpangan serta desain kemasannya (dalam bentuk gambar kerja/prototipe)
berdasarkan studi kelayakan pasar / potensi lokal/Nusantara secara kreatif.
4. Merumuskan rencana pemasaran produk olahan pangan higienis atau produk
nonpangan secara sederhana.
5. Membuat produk olahan pangan nusantara higienis atau produk nonpangan serta
penyajian sesuai desain yang dirancang.
6. Mengembangkan kreasi produk olahan pangan nusantara higienis atau produk
non pangan berbasis usaha.
7. Mempromosikan produk olahan pangan nusantara higienis atau produk
nonpangan dan kemasannyamelalui media visual maupun virtual.
8. Merefleksikan proses kegiatan sampai dengan membuat, mengemas serta
mempromosikan produk olahan pangan nusantara higienis atau produk
nonpangan
9. Mengevaluasi keunggulan dan kelemahan dari produk olahan pangan nusantara
higienis atau produk nonpangan berdasarkan kajian mutu, teknologi pangan dan
ekonomi serta dampak lingkungan/budaya
10. Menunjukkan tindak lanjut pengembangan produk olahan pangan nusantara
higienis atau produk nonpangan berdasarkan hasil evaluasi
Pertemuan 1
Langkah-langkah Pembelajaran:
1. Pendahuluan
✓ Guru dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran dengan
mengucapkan salam dan berdo’a.
✓ Peserta didik melakukan ice breaking untuk memotivasi dan memberikan
semangat di awalpembelajaran.
✓ Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu
materi tentangpenyajian serta kemasan produk olahan makanan oriental
✓ Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok masing-masing kelompok
terdiri atas 6/7orang.
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik duduk bersama dengan kelompok yang sudah dibentuk.
- Peserta didik diberikan pematik, dengan memperhatikan gambar dibawah:

Fuyunghai Asam Manis Nasi Hainan


Dari kedua gambar tersebut mana yang menurut kalian paling mudah
pembuatannya?

- Peserta didik melihat tayangan video tentang olahan makanan oriental


(Makanan oriental): [Link]
- Serta disajikan tentang olahan makanan oriental :
[Link]
oriental-china-yang-terkenal-enak-di-indonesia
- Dari tayangan video dan artikel yang disajikan peserta didik melakukan
diskusi untuk mengerjakan LKPD tentang mengeksplorasi produk
olahan makanan oriental dan menganalisis karakteristik bahan, alat,
teknik dan prosedur pengolahan, serta penyajian dan kemasan untuk
menentukan produk olahan makanan oriental.

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Kelompok : ………………………………………..
Kelas : ………………………………………..

Produk Olahan Makanan oriental dari berbagai daerah


a. Pengolahan Pangan Oriental
Nama Asal Bahan Proses Jenis Foto
Produk Daerah Dasar Pembuatan Kemasan Harga Jual
Produk

b. Produk makanan oriental sesuai kearifan lokal


1. Apa Nama produk olahan pangan oriental yang ada di indonesia ?
2. Bahan apa saja yang tersedia untuk pembuatan makanan oriental sesuai kearifan
local daerahmu?
3. Bagaimana cara pengolahan bahan makanan oriental di daerahmu?

Rubrik Penilaian
Skor
Soal 1 2 3 4
Apa Nama Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
produk olahan mampu mampu mampu mampu
pangan oriental menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
yang ada di produk olahan produk olahan produk olahan produk olahan
indonesia makanan makanan oriental khas daera makanan oriental
oriental dengan dengan cukup dengan baik. dengan sangat
kurang baik. baik. baik.
Bahan apa saja Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik mampu
yang tersedia mampu mampu mampu menyebutkan bahan
untuk pembuatan menyebutkan menyebutkan menyebutkan makanan oriental
makanan oriental bahan makanan bahan makanan bahan makanan dengan sangat baik.
sesuai kearifan oriental dengan oriental dengan oriental dengan
lokal daerahmu kurang baik. cukup baik. baik
Bagaimana cara Peserta didik Peserta didik cukup Peserta didik Peserta didik mampu
pengolahan bahan kurang mampu mampu cukup mampu menjelaskan cara
makanan oriental menjelaskan cara menjelaskan cara menjelaskan cara pengolahan pangan
di daerahmu pengolahan pengolahan pangan pengolahan makanan oriental
pangan makanan makanan oriental pangan makanan dengan amat baik
oriental. oriental
MATERI AJAR
Setiap masakan di berbagai belahan dunia memiliki identitasnya masing-masing yang
mencerminkan tradisi, budaya, dan wilayah asalnya. Karena itu, dikenal ada makanan
oriental.
Singkatnya, makanan oriental adalah kuliner atau masakan bergaya Asia. Negara Asia
yang termasuk, yaitu Cina, Jepang, Korea, dan meluas hingga Vietnam, Thailand, Filipina,
dan Indonesia.
Dengan kata lain, hidangan dan masakan dari negara-negara tersebut dikategorikan
sebagai makanan oriental. Ketahui lebih lanjut tentang makanan oriental pada uraian
berikut.

Apa Itu Makanan Oriental?


Dilansir Times Food, makanan oriental mengacu pada hidangan yang dibuat dan
dikonsumsi di negara-negara Asia. Negara Asia yang termasuk yakni Asia Timur (Cina,
Jepang, Korea, serta Filipina, Vietnam, Mongolia, Thailand, dan Indonesia.

Makanan oriental adalah hidangan yang dipengaruhi dengan teknik memasak Asia alias
kuliner bergaya Asia. Demikian ragam kuliner yang dibuat di negara-negara tersebut
disebut sebagai makanan oriental.

Ciri Khas Makanan Oriental


Makanan oriental memiliki ciri khas tersendiri sehingga membedakannya dengan
kategori hidangan lain. Ciri khas makanan oriental, mencakup:
• Menggunakan banyak bahan dan rempah sebagai bumbu masakan
• Bahan utama makanan oriental yaitu nasi dan mie
• Teknik memasak yang umum dilakukan, yakni menumis, menggoreng, mengukus, dan
merebus
• Saus, sambal, dan sejenis acar sebagai pelengkap makanan
• Banyak menggunakan sayuran.

Contoh Makanan Oriental dan Asal Negaranya


Berikut contoh makanan oriental dan negara asalnya:

• Makanan oriental Cina: bebek peking, ayam szechuan, ayam kung pao, nasi hainan

Bebek Peking Ayam Szechuan Ayam Kung Pao Nasi Hainan

• Makanan oriental Jepang: sushi, sashimi, ramen, gyoza, tempura, yakitori, udon,
karaage
• Makanan oriental Korea: kimchi, bulgogi, bibimbap, kimbap, japchae, ramyun,
tteokbokki
• Makanan oriental Indonesia: nasi goreng, bakso, sate, rendang, rawon, gudeg
Makanan oriental India: samosa, ayam tandoori, nasi biryani, tikka masala, naan,
paratha
• Makanan oriental Thailand: pad Thai, tom yum, lug chup, som tam, khao pad, kaeng
phet
• Makanan oriental Vietnam: pho, banh mi, spring roll, com tam, cao lau, banh xeo, bun
rieu.

Perbedaan Makanan Oriental dan Makanan Kontinental


Selain makanan oriental, dikenal juga makanan kontinental. Apa bedanya makanan
oriental dan kontinental?
• Makanan oriental merupakan masakan gaya Asia. Sedangkan makanan kontinental
adalah makanan bergaya Eropa seperti yang berasal dari Perancis, Spanyol, dan Italia.
• Makanan oriental menggunakan banyak rempah dan bahan untuk bumbu masakan.
Sementara makanan kontinental memakai lebih sedikit rempah dan bumbu.
• Bahan utama makanan oriental yakni nasi dan mie. Adapun makanan kontinental,
bahan utamanya adalah daging-dagingan dan produk gandum.
• Teknik memasak makanan oriental dengan cara menumis, menggoreng, dan
merebus. Untuk makanan kontinental, umumnya menggunakan teknik masak seperti
memanggang (roasting dan baking) serta menggoreng.
• Saus, sambal, dan sejenis acar merupakan pelengkap dalam makanan oriental. Dalam
makanan kontinental, saus dan acar hanya dijadikan kondimen atau seasoning.
• Makanan oriental lebih banyak memakai sayuran, sementara makanan kontinental
lebih sedikit menggunakannya.

Refleksi
Peserta didik melaksanakan kegiatan evaluasi dan refleksi dengan menjawab
pertanyaan: Apa yang bisa dipelajari dari pertemuan hari ini?, Bagaimana perasaan
kalian setelah mempelajari materi olahan makanan oriental.

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan 2
1. Pendahuluan
- Peserta didik dan guru bersama-sama melakukan ice breaking untuk
memberikan motivasidengan tepuk semangat sebelum pebelajaran.
- Peserta didik mengulas materi di pertemuan 1 tentang Olahan makanan
oriental dengan memberikan pertanyaan: (1) Siapa yang bisa mengulas
sedikit materi pada pertemuan 1.
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik melihat tayangan video tentang proses pembuatan
Olahan makanan oriental:
[Link]
- Peserta didik yang sudah dibentuk kelompok mendiskusikan serta
mengidentifikasi dan menganalisis bahan, aat, teknik, dan prosedur
pembuatan Olahan Makanan oriental, meliputi bahan, alat, teknik dan
prosedur pengolahan pangan.
- Peserta didik menampilkan hasil diskusi kelompok melalui presentasi.

Lembar Kerja Kelompok


Kelompok :
Kelas :

Carilah 10 Olahan makanan oriental, kemudian diskusikan proses pembuatan


Olahan Makanan oriental, meliputi bahan, alat, teknik dan prosedur pengolahan
pangan. Lengkapi Tabel dibawah ini:
No Nama Olahan Bahan Alat Tehnik Prosedur
Pangan Pembuatan Pembuatan
1.
2.

Rubrik Penilaian

Kriteria Skor
No
Ketuntasan 1 2 3 4
1. Nama Belum Sebagian Sebagian Semua
Olahan mampu mampu besar mampu
Pangan menyebutk menyebutk mampu menyebutka
an Nama an Nama menyebut n Nama
Olahan Olahan kan Nama Olahan
Pangan Pangan Olahan Pangan
Pangan
2. Bahan Belum Sebagian Sebagian Semua
mampu mampu besar mampu
menyebutk menyebutk mampu menyebutka
an Bahan an Bahan menyebut n Bahan
Olahan Olahan kan bahan Olahan
Pangan Pangan Olahan Pangan
Pangan
3. Alat Belum Sebagian Sebagian Semua
mampu mampu besar mampu
menyebutk menyebutka mampu menyebutka
an Alat n Alat menyebutka n Alat
Olahan Olahan n Alat Olahan
Pangan Pangan Olahan Pangan Pangan
4. Tehnik Belum Belum Belum Belum
Pembuatan mampu mampu mampu mampu
menyebutk menyebu menyebut menyebutk
an tkan kan an
Tehnik tehnik tehnik Tehnik
pembuatan Pembuat pembuata pembuatan
olahan an n Olahan Olahan Pangan
pangan
Olahan Pangan
Pangan
5 Prosedur Belum Belum Belum Belum
Pembuatan mampu mampu mampu mampu
menyebutk menyebutka menyebutkan menyebutk
an Prosedur n Prosedur Prosedur an Prosedur
pembuatan pembuatan pembuatan pembuatan
Olahan Olahan Olahan Olahan Pangan
Pangan Pangan Pangan

3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi tentang pembelajaran Identifikasi dan anaisis
pembuatan olahan makanan oriental, meliputi bahan, alat, teknik dan prosedur
pengolahan pangan dengan menjawab pertanyaan : “Hal penting apa yang kalian
pelajari hari ini?”

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan 3
1. Pendahuluan
- Peserta didik melakukan ice breaking untuk memberikan motivasi dan
semangat diawal pembelajaran :
- Guru mengulas tentang pembelajaran Identifikasi dan anaisis pembuatan
olahan makanan oriental, meliputi bahan, alat, teknik dan prosedur pengolahan
pangan
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik diberikan gambar dibawah ini :

[Link] [Link]
manfaat-tape-singkong-untuk- hidup/lfcclrt6k5/Resep-Es-Campur-
kesehatan-yang-perlu- diketahui Simpel-dan-Enak-Coba-Yuk
Mana makanan yang lebih menarik untuk dicicipi?
- Peserta didik diberikan gambar dibawah ini:

[Link]
ngenal-jenis-jenis- [Link]
tape-dan- ape-singkong-grade-a-
[Link] super?utm_source=google&utm_medium
=organic&utm_camp
aign=pdp-
seo
Perhatikan olahan pangan berikut mana menurutmu yang disajikan dan yang dikemas.
Menarik mana?Mana sebaiknya yang harus dimodifikasi? Sampaikan pemikiranmu!

✓ Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya untuk mengembangkan olahan


makanan oriental (dengan menggunakan bagan) dan merancang desain kemasan
(mulai dari pola, jenis kemasan serta bahan yang digunakan) yang sesuai dengan
rencana jenis Olahan makanan oriental.
Contoh Bagan olahan makanan oriental:
- Pada akhir pertemuan 3 masing-masing kelompok pada pertemuan ke 4 untuk
membawa hasildesain kemasan olahan makanan oriental.

Lembar Kerja Kelompok


Kelompok :
Kelas :

Buatlah rancangan desain kemasan (mulai dari pola, jenis kemasan serta bahan yang
digunakan) yangsesuai dengan rencana jenis Olahan makanan oriental.
Rubrik Penilian:

Layak Cakap Mahir


Rancangan Desain Sebagian Sebagian Semua Rancangan
Kemasan Rancangandesain besar desain sudah tepat.
sudah tepat. Rancangan
desain
sudah tepat.
Kesimpulan : Peserta didik dianggap sudah mencapai tujuan pembelajaran jika kriteria
di atas
mencapai minimal Cakap

3. Refleksi
Di akhir pertemuan peserta didik melaksanakan refleksi, dengan menjawab
pertanyaan :” Ide
apa yang kamu dapatkan setelah pembelajaran hari ini?:

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan 4
1. Pendahuluan
- Peserta didik melakukan ice breaking untuk memberikan motivasi dan semangat
diawal pembelajaran
- Peserta didik mengulas Kembali materi pada pertemuan 3 tentang merancang
desain kemasanolahan makanan oriental.

2. Kegiatan Inti
- Peserta didik memperhatikan gambar dibawah ini dan secara berkelompok
mendiskusikanpertanyaan yang telah tersedia dan lembar jawaban di tulis
dikertas.

[Link] [Link]
k-buruk-junk-food-untuk- kesehatan-tubuh 1/05/21/
:
1. Menurut kalian mana yang disukai oleh anak zaman sekarang Junck Food atau
makanannusantara? Dan jelaskan alasannya!
2. Menurut pendapat kalian bagaimana cara agar produk olahan pangan nusantara
bisa disukai olehsemua kalangan?
3. Bagaimana cara memasarkan produk olahan makanan oriental dikalangan anak
mudajaman sekarang?
4. Menurut pendapat kalian bagaiman cara mengembang usaha olahan makanan
orientalagar bisa bersaing dengan makanan siang saji?

- Setelah menjawab pertanyaan, Peserta didik secara berkelompok membuat


perancangan olahan makanan oriental dan kemasannya akhir masing-masing
kelompok melakukan presentasi.
3. Refleksi
Di akhir pertemuan peserta didik melaksanakan refleksi, dengan menjawab
pertanyaan: Apa yangmembuatmu merasa tertarik dalam pelajaran tadi? Mengapa
demikian?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan 5
1. Pendahuluan
Peserta didik melakukan ice breaking untuk memberikan motivasi dan
semangat diawalpembelajaran.

2. Kegiatan Inti
- Peserta didik mengulas Kembali materi pada pertemuan 4.
- Peserta didik dalam pertemuan 5 ini, melakukan praktik membuat
olahan makanan oriental.
- Bentuk laporan dibuat dokumentasi dalam bentuk video dan photo.
-
Format Penilaian Produk Olahan Makanan oriental
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

Nama Kelompok : 1. ..……………………………………..........


2. ……………………………………………..
3. ……………………………………………..
4. dst

Kelas :
Olahan Pangan :
Hieginis

Skor
No Indikator Penilaian 1 2 3 4
1 Cara Penyajian dan Penampilan masakan
2 Rasa Masakan
3 Kreativitas masakan
4 Kualitas dan nilai gizi
5 Kebersihan

Rubrik Penilaian
No Indikator Skor
Penilaian 1 2 3 4
1 Cara Belum Sebagian Sebagian Semua
Penyajian mampu mampu besar mampu mampu
dan menyajikan menyajikan menyajikan menyajikan
Penampilan dan dan dan dan
masakan menampilkan menampilkan menampilkan menampilka
masakan masakan masakan n
masakan
2 Rasa Masakan Belum mampu Sebagian Sebagian Semua
membuat rasa mampu besarmampu mampu
masakan membuat rasa membuat rasa membuat
masakan masakan rasa
masakan
3 Kreativitas Belum Sebagian Sebagian Semua
masakan mampu mampu besar mampu
Membuat Membuat Mampu Membuat
kreativitas kreativitas membuat kreativitas
masakan. masakan. kreativitas masakan.
masakan.
4 Kualitas Belum Sebagian Sebagian Semua
dannilai mampu mampu besar mampu mampu
gizi menentukan menentukan menentukan menentuka
kualitas dan kualitas dan kualitas dan n kualitas
nilaigizi nilaigizi nilai dan nilai
makanan makanan gizi makanan gizi
makanan
5 Kebersihan Belum Sebagian Sebagian Semua
mampu mampu besar mampu mampu
menjaga menjaga menjaga menjaga
kebersihan kebersihan kebersihan kebersihan
saat saat mengolah saat saat
mengolah makanan mengolah mengolah
makanan makanan makanan

3. Refleksi
- Di akhir pertemuan peserta didik melaksanakan refleksi, dengan menjawab
pertanyaan: Adakahtantangan yang kamu temui dalam pembelajaran hari
ini?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan Ke 6
1. Pendahuluan
Peserta didik melakukan ice breaking untuk memberikan motivasi dan semangat
diawalpembelajaran:
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik mengulas materi pada pertemuan 5
- Peserta didik memperhatikan gambar dibawah ini:

[Link]
9/207/media- sosial-dengan-pengguna- [Link]
terbanyak-di-indonesia-dan- pangan-nusantara-ke-10/
dunia-1655132791

“media sosial untuk promosi manfaatnya bagaimana?”


Peserta didik menonton tayangan video:
[Link]

- Peserta didik berdiskusi tentang media promosi yang tepat untuk olahan makanan
oriental. Peserta didik merencanakan tahapan dan proses pembuatan media
promosi olahan makanan oriental.
- Sebagai tugas peserta didik secara berkelompok membuat media promosi
(disesuaikan dengan rencana produk olahan makanan oriental yang mereka buat).

3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab : Apakah ada yang ingin
kamu ungkapkan mengenai pembelajaran hari ini?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan 7
1. Pendahuluan
Peserta didik melakukan ice breaking untuk memberikan motivasi dan
semangat diawalpembelajaran.

2. Kegiatan inti
- Peserta didik mengulas Kembali materi pertemuan 6.
- Masing-masing kelompok saling bertukar informasi berkaitan dengan
produk olahan makanan oriental yang mereka buat.

- Di akhir pertemuan 7, masing-masing kelompok melakukan refleksi


terhadap produk olahanmakanan oriental yang telah dibuat. Hasil refleksi
dikumpulkan di kertas lembar.

Penilain Diskusi

Diskusi Kelompok
Keterlibatan
No. Kelompok Anggota TepatWaktu
Kelompok
1.
2.
3.
4.
5.
…..
Rubrik Penilaian

Aspek Indikato Skor


r
Keterlibatan Semua anggota terlibat dalam diskusi. 4
Anggota Sebagian besar anggota terlibat dalam 3
Kelompok diskusi dansebagian kecil tidak.
Sebagian kecil terlibat dalam diskusi dan 2
sebagianbesar tidak.
Semua anggota tidak menunjukkan niat dan 1
usahauntuk berdiskusi.
Tepat Tepat Waktu Selesai merumuskan dan mengirimkan hasil 4
diskusitepat pada waktunya atau lebih awal.
1 - 5 menit terlambat merumuskan dan 3
mengirimkan hasil diskusi.
6 - 10 menit terlambat merumuskan dan 2
mengirimkan hasil diskusi.
11 - 15 menit terlambat merumuskan dan 1
mengirimkan hasil diskusi.

3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab : “Apakah tujuan
(target) belajarmu sudahtercapai hari ini?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan 8
1. Pendahuluan
Peserta didik melakukan ice breaking untuk memberikan motivasi dan semangat
diawalpembelajaran.
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik mengulas materi di pertemuan 7
- Setelah melakukan refleksi masing-masing kelompok berdiskusi untuk
mengevaluasi kelebihandan kekurangan produk olahan makanan oriental
yang mereka buat.
- Di akhir pertemuan 8 masing-masing kelompok memprentasikan hasil diskusi
mereka tentangkelebihan dan kekurangan produk olahan makanan oriental
yang mereka buat.
- Kelompok lain menanggapi.

Tabel Penilai Pembuatan Produk Olahan Makanan oriental


N Pembuatan Olahan Makanan oriental
Nama Kelompok
o Persiapan Proses Produksi Produk Akhir
1
2
3
4
5
6
Rubrik Penilaian

Aspek Indikator Skor


Persiapan Pemilihan alat dan bahan sudah sesuai danlengkap. 4
Pemilihan alat dan bahan sudah sesuai. 3
Pemilihan alat atau bahan sudah sesuai. 2
Pemilihan alat dan bahan tidak tepat. 1
Proses Proses pembuatan produk sudah sesuai denganlangkah 4
Produksi kerja rancangan produk dan selesai sesuai dengan
waktu yang telahditentukan.
Proses pembuatan produk sudah sesuai dengan langkah 3
kerja rancangan produk tetapi selesai tidak sesuai
dengan waktu yangtelah ditentukan.
Proses pembuatan produk tidak sesuai denganlangkah 2
kerjarancangan produk tetapi dapat terselesaikan.

Proses pembuatan produk tidak sesuai denganlangkah 1


kerjarancangan produk dan tidak terselesaikan.
Produk Akhir Produk olahan pangan /hewani sangat baik dari segi 4
Olahan rasa, aroma, warna, tekstur, dankenampakan.
Pangan
Produk olahan pangan /hewani sangat baik dari segi 3
rasadan aroma, tetapi warna dan teksturkurang baik
sehingga kenampakannya pun kurangmenarik.
Produk olahan pangan /hewani sangat baik dari segi 2
rasadan aroma, tetapi warna dan teksturkurang baik
sehingga kenampakannya pun kurangmenarik.
Produk olahan pangan /hewani tidak memenuhi kriteria 1
rasa, aroma, warna, dantekstur dari produk olahan
yang dibuat.

3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab : Saat melakukan apa kamu
merasa paling bagusdalam pelajaran tadi?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
Pertemuan 9
1. Pendahuluan
Peserta didik melakukan ice breaking untuk memberikan motivasi dan semangat
diawalpembelajaran.
2. Kegiatan Inti
- Peserta didik mengulas materi di pertemuan 8
- Peserta didik melihat tayangan video tentang evaluasi produk :
[Link]
- Peserta didik secara berkelompok melakukan evaluasi produk masing-masing
kelompok berdiskusi untuk menindaklanjuti pengembangan produk olahan
makanan oriental yangmereka buat.
- Di akhir pertemuan 9 masing-masing kelompok memprentasikan hasil diskusi
mereka tentangtindak lanjut produk olahan makanan oriental yang mereka
buat.
- Kelompok lain menanggapi.
Tabel Penilaian
Refleksi dan Evaluasi (Kemampuan merencanakantindak lanjut
No Kelompok pengembangan produk)
1 2 3 4
1
2
3
4
5

Rubrik Penilaian
Penilaian INDIKATOR SKOR
Kemampuan Menjelaskan rencana pengembangan produk 4
merencanaka selanjutnya lengkap, runtut dan jelas.
ntindak Menjelaskan rencana pengembagan produk 3
lanjut selanjutnya kurang lengkap dan jelas.
pengembanga Menjelaskan rencana pengembangan produk 2
n produk selanjutnya tidak jelas dan kurang dapat dipahami.

Tidak menjelaskan rencana pengembangan produk 1


selanjutnya.
3. Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab : Puaskah kamu dengan
proses belajarmu hari ini?

Mengetahui, Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I RAHAYUNING APRILIYANTI, SE


NIP. 19721107 200312 1 006 NIPPPK. 19850414 202321 2 027
1
Modul Pembelajaran Berbasis Proyek
Kokurikuler
Tema: Makan Sehat dan Bergizi
SMAN GRUJUGAN
TAHUN 2025

Identitas Modul
Nama Satuan Pendidikan: SMAN Grujugan

Kelas: X

Tema Kegiatan: Makan Sehat dan Bergizi

Alokasi Waktu: 72 JP (Jam Pelajaran) per tahun

Lokasi Kegiatan: Lingkungan satuan pendidikan dan komunitas sekitar

Dimensi Profil Lulusan yang Difokuskan:


• Kesehatan
• Penalaran Kritis
• Komunikasi
• Kolaborasi
• Kreativitas

Gerakan 7KAIH yang Difokuskan: Makan Sehat dan Bergizi

Tujuan Pembelajaran
Kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi siswa dalam:

1. Mengidentifikasi dan menganalisis pentingnya pola makan sehat dan


bergizi untuk mendukung kesehatan fisik dan mental.

2. Merancang menu makanan sehat berbasis bahan lokal yang


terjangkau dan berkelanjutan.

3. Berkolaborasi dalam kelompok untuk membuat kampanye edukasi


ten- tang makan sehat di komunitas sekolah dan sekitar.

4. Mengkomunikasikan hasil proyek melalui presentasi kreatif, seperti


poster, video, atau media sosial.
2
5. Merefleksikan dampak kebiasaan makan sehat terhadap keseimbangan
eko- sistem dan kesehatan pribadi.

3
Alur Kegiatan Proyek
Berikut adalah alur kegiatan proyek kokurikuler yang dirancang untuk
menca- pai tujuan pembelajaran dengan pendekatan kolaboratif lintas
disiplin ilmu:

1. Pendahuluan dan Penyampaian Tujuan (2 JP)

• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pentingnya makan


se- hat dan bergizi.
• Siswa menonton video pendek tentang dampak pola makan
terhadap kesehatan dan lingkungan.
• Diskusi kelas tentang pengalaman pribadi siswa terkait pola
makan mereka.

2. Pembentukan Kelompok dan Identifikasi Kebutuhan (4 JP)

• Siswa dibagi menjadi kelompok heterogen (4-5 orang per kelompok).


• Setiap kelompok mengidentifikasi masalah terkait pola makan di
lingkun- gan sekolah atau komunitas sekitar melalui observasi dan
wawancara.
• Kelompok mendiskusikan hubungan antara pola makan dan
dimensi kesehatan, penalaran kritis, serta kolaborasi.

3. Pengumpulan Data dan Analisis (10 JP)

• Siswa mengumpulkan data tentang kebiasaan makan di


lingkungan mereka (misalnya, jenis makanan yang sering
dikonsumsi, ketersedi- aan bahan pangan lokal).
• Kunjungan ke pasar lokal untuk mengidentifikasi bahan pangan sehat
dan terjangkau.
• Analisis data dengan bimbingan guru IPA dan Pendidikan
Pancasila untuk memahami nilai gizi dan dampak lingkungan.

4. Merancang Solusi: Menu Sehat Berbasis Lokal (12 JP)

• Setiap kelompok merancang menu makanan sehat berbasis bahan


lokal yang mendukung kesehatan dan keberlanjutan.
• Kolaborasi dengan guru Seni Budaya untuk membuat presentasi
kre- atif (poster, video, atau infografis).
• Konsultasi dengan narasumber (misalnya, ahli gizi atau tokoh
masyarakat) untuk memvalidasi menu.

5. Pelaksanaan Kampanye Edukasi (10 JP)

• Siswa melaksanakan kampanye edukasi di sekolah atau


komunitas sekitar (misalnya, melalui pameran poster, presentasi, atau
media sosial).
• Kegiatan ini melibatkan Catur Pusat Pendidikan (guru, keluarga,
masyarakat, dan media) untuk memperluas dampak.
4
6. Refleksi dan Evaluasi (4 JP)

5
• Siswa menulis refleksi tentang pengalaman mereka, manfaat pola
makan sehat, dan dampak kampanye.
• Diskusi kelas untuk mengevaluasi keberhasilan proyek dan
merumuskan komitmen bersama untuk menerapkan pola makan
sehat.
7. Presentasi Hasil dan Komitmen (4 JP)
• Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan
ke- las atau komunitas sekolah.
• Siswa membuat kesepakatan konkret untuk menerapkan
kebiasaan makan sehat di kehidupan sehari-hari.

Lembar Kerja Peserta Didik


1. Observasi dan Identifikasi Kebutuhan
• Catat kebiasaan makan sehari-hari di lingkungan sekolah atau
komu- nitas (contoh: jenis makanan, frekuensi konsumsi makanan
cepat saji, ketersediaan sayur dan buah).
• Lakukan wawancara dengan 3-5 orang (teman, keluarga, atau
warga) tentang pola makan mereka.
• Tulis 3 masalah utama terkait pola makan yang ditemukan dan
hubungkan dengan dimensi kesehatan.
2. Analisis dan Rancangan Solusi
• Buat daftar bahan pangan lokal yang sehat dan terjangkau
berdasarkan kunjungan ke pasar.
• Rancang menu makanan sehat untuk satu minggu, termasuk
sarapan, makan siang, dan makan malam.
• Jelaskan bagaimana menu ini mendukung kesehatan dan
keberlanju- tan lingkungan.
3. Kampanye Edukasi
• Buat media kampanye (poster, video, atau infografis) untuk
menge- dukasi tentang pentingnya makan sehat.
• Rencanakan kegiatan kampanye (misalnya, pameran di sekolah
atau unggahan di media sosial).
• Libatkan keluarga atau masyarakat sebagai audiens atau
pendukung kampanye.
4. Refleksi
• Tulis refleksi (minimal 200 kata) tentang pengalaman selama proyek,
termasuk apa yang dipelajari tentang makan sehat dan
bagaimana proyek ini memengaruhi pola pikir atau perilaku.
• Tulis satu komitmen pribadi untuk menerapkan pola makan sehat dalam
kehidupan sehari-hari.

6
Asesmen
• Formatif: Observasi selama diskusi kelompok dan kunjungan
lapangan menggunakan instrumen catatan anekdotal untuk menilai
kolaborasi, pe- nalaran kritis, dan komunikasi.

• Sumatif: Penilaian kinerja berdasarkan rubrik untuk mengevaluasi


kual- itas menu sehat, kreativitas media kampanye, dan presentasi hasil
proyek.

Table 1: Rubrik Penilaian Kinerja


Dimensi Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Kesehatan Menu se- Menu sehat Menu sehat Menu tidak
hat berbasis berbasis lokal, kurang berba- memenuhi
lokal, ter- namun kurang sis lokal kriteria sehat
jangkau, dan variasi
mendukung
keberlanjutan
Penalaran Kritis Analisis men- Analisis cukup Analisis seder- Tidak ada
dalam tentang jelas, namun hana tanpa so- analisis
pola makan kurang men- lusi jelas
dan solusi dalam
Komunikasi Presentasi kre- Presentasi Presentasi ku- Presentasi
atif, jelas, dan jelas, namun rang jelas tidak komu-
menarik kurang kreatif nikatif
Kolaborasi Kolaborasi ak- Kolaborasi Kolaborasi Tidak ada ko-
tif dan merata cukup aktif, minim laborasi
di kelompok namun tidak
merata
Kreativitas Media kam- Media kam- Media kam- Media kampa-
panye sangat panye cukup panye kurang nye tidak kre-
orisinal dan orisinal orisinal atif
menarik

7
KRITERIA KENAIKAN KELAS
SMA NEGERI GRUJUGAN
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

A. Kenaikan kelas X dan XI

Pada kurikulum merdeka . Kenaikan kelas dilaksanakan secara otomatis ( automatic


promotion).Pembelajaran dilaksanakan menggunakan prinsip mastery learning yang sangat
sesuai dengan pembelajaran berdeferensiasi atau pembelajaran sesuai tahap capaian ( teaching
at the right level) .
Setiap peserta didik mempelajari tujuan pembelajaran yang sama dalam setiap
pertemuan , namun bagi peserta didik yang tidak dapat mencapai kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran perlu ditindaklanjuti dengan memberikan perlakuan khusus agar dapat
mencapainya. Dengan kata lain. Tindakan untuk peserta didik yang beresiko tidak seharusnya
menunggu hingga tahun ajaran berakhir , tetapi perlu segera diberikan .

B. Kriteria kenaikan kelas X , XI


Peserta didik dinyatakan naik kelas X, XI, apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam 2 ( dua ) semester pada tahun
pelajaran yang diikuti
2. Mengikuti dan menyelesaikan Pembelajaran berbasis proyek kokurikuler yang selaras
dengan 8 Dimensi Profil Lulusan dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan
predikat minimal Baik (B).
3. Predikat sikap minimal BAIK, yaitu memenuhi indikator kompetensi sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan
4. Predikat kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan minimal BAIK sesuai
dengan kriteria yang ditetapkan ( KHUSUS UNTUK SISWA KELAS X )
5. Kehadiran minimal 90 % dalam satu tahun pelajaran
6. Siswa memenuhi Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran dengan nilai minimal Baik.
Dengan Interval : 0 - 60 Perlu Bimbingan
61 – 70 Cukup
71 – 90 Baik
91 – 100 Sangat Baik

Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala,

Ahmad Junaidi, [Link], [Link].I.


NIP.19721107 200312 1 006
KRITERIA KELULUSAN
SMA NEGERI GRUJUGAN
Tahun Pelajaran 2025/2026

A. Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Peserta didik dinyatakan lulus dari SMA Negeri Grujugan Tahun Pelajaran 2025/2026
setelah memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Menyelesaikan Seluruh Program Pembelajaran yang di buktikan dengan rapor tiap
semester dari kelas X sampai dengan kelas XII yakni semester 1 sampai dengan 6.
b. Memperoleh Nilai Sikap / Perilaku Minimal Baik
Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik didasarkan pada perilaku spiritual dan
sosial peserta didik yang diperoleh dari hasil akhir penilaian sikap spiritual dan sosial
guru di kelas XII dan kelakuan, kerapian dan kedisplinan seperti diatur dalam ketentuan
Tata Tertib Siswa SMA Negeri Grujugan Tahun Pelajaran 2025/2026.
c. Mengikuti dan menyelesaikan Pembelajaran berbasis proyek kokurikuler yang selaras
dengan 8 Dimensi Profil Lulusan dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
dengan predikat minimal Baik (B).
d. Mengikuti PSAJ yang di selenggarakan Oleh Satuan Pendidikan
Peserta didik akan dinyatakan lulus jika mengikuti PSAJ yang diselenggarakan oleh
satuan pendidikan (SMAN Grujugan). PSAJ Satuan Pendidikan yang diselenggarakan
di SMAN Grujugan dalam bentuk tes Tulis dan tes Praktik.

Berikut daftar mata pelajaran yang PSAJ pada Tes Tulis dan Tes Praktik :

Penilaian Sumatif Akhir

No Mata Pelajaran Jenjang/PSAJ

Tes Tulis Tes Praktik

1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti √ √


2. Pendidikan Pancasila √ -
3. Bahasa Indonesia √ √
4. Matematika √ -
5. Sejarah √ -
6. Bahasa Inggris √ √
Penilaian Sumatif Akhir

No Mata Pelajaran Jenjang/PSAJ

Tes Tulis Tes Praktik

7. Penjasorkes √ √
8. Seni Budaya √ √
9. Prakarya/PKWU √ √
10. Fisika √ √
11. Kimia √ √
12. Biologi √ √
13. Ekonomi √ -
14. Bahasa Daerah √ -
15. Bahasa Jerman √ -
16. Sejarah Tingkat lanjut √ -

d. Lulus Ujian / Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang diselenggarakan oleh satuan
pendidikan sesuai kriteria yang ditetapkan oleh SMAN Grujugan. Peserta didik dinyatakan lulus
Ujian Satuan Pendidikan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki Nilai PSAJ dengan ketentuan minimal rata-rata nilai semua mata pelajaran adalah
75,00 (tujuh puluh lima koma nol nol) dan nilai terendah setiap mata pelajaran minimal
70,00 (tujuh puluh koma nol nol).
2. Nilai PSAJ merupakan gabungan dari nilai portofolio (nilai raport semester 1 s.d semester
6) dengan pembobotan nilai portofolio 60 % dan nilai (Tes Tertulis dan Tes Praktik) dengan
pembobotan 40 %.
3. Nilai Portofolio diperoleh dari rata-rata nilai kompetensi pengetahuan raport semester 1 s.d
6. Nilai raport setiap mata pelajaran dinyatakan dengan angka rentang nilai 0 – 100. Nilai
rata-rata raport semester 1 s.d 6 (nilai portofolio) dinyatakan dengan rentang nilai 0 – 100.
4. Nilai Tes (Tulis dan Praktik) diatur dengan pembobotan 50 % Tes Tulis dan 50 % Tes
Praktik.
5. Nilai Tes Tulis merupakan gabungan dari nilai soal non uraian (PG) dan nilai soal uraian,
dengan rentang nilai 0 – 100 . Nilai Tes Tulis dihitung dengan pembobotan 50% soal non
uraian (PG) & 50% soal uraian.
6. Nilai Tes Tulis dan Tes Praktik dinyatakan dengan bilangan dalam rentang 0 – 100 .
7. Nilai PSAJ dinyatakan dengan bilangan dalam rentang 0 – 100 dengan pembulatan 2 (dua)
angka dibelakang koma, dan rata- rata nilai ujian satuan pendidikan untuk semua mata
pelajaran dinyatakan dalam skala 0-100 dengan pembulatan 2 (dua) angka di belakang
koma.
8. Nilai PSAJ (nilai portofolio, tes tertulis dan tes praktik) dilaporkan dengan tingkat
pencapaian hasil kompetensi lulusan dalam kategori sebagai berikut :
a. Sangat baik, jika nilai lebih besar atau sama dengan dari 90,00 (sembilan puluh koma
nol nol) dan lebih kecil dari atau sama dengan 100,00 (seratus koma nol nol).
b. Baik, jika nilai lebih besar atau sama dengan 80,00 (delapan puluh koma nol nol) dan
lebih kecil dari 90,00 (sembilan puluh koma nol nol).
c. Cukup, jika nilai lebih besar atau sama dengan 70,00 (tujuh puluh koma nol nol ) dan
lebih kecil dari 80,00 (delapan puluh koma nol nol); dan
d. Kurang, jika nilai lebih kecil dari 70,00 (tujuh puluh koma nol nol ).

B. Penetapan Kelulusan dari Satuan Pendidikan

1. Kelulusan ditentukan dalam rapat pleno yang diselenggarakan oleh Panitia Sekolah yang
dihadiri oleh Dewan Guru serta Kepala Sekolah dan minimal seluruh guru kelas XII
sebelum pengumuman kelulusan.
2. Peserta didik yang dinyatakan lulus satuan pendidikan dan mengikuti Penilaian Sumatif
Akhir Jenjang yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan, berhak mendapatkan ijazah,
Surat Keterangan Lulus (SKL), dan rapor sampai dengan semester terakhir kelas XII,
sebaliknya yang tidak lulus hanya diberikan raport sampai semester akhir kelas XII untuk
SMA.
3. Hasil rapat pleno di satuan pendidikan dalam notulen rapat (berita acara rapat) yang dibuat
oleh notulis dan disahkan oleh kepala sekolah diketahui pengawas sekolah. Notulen rapat
(berita acara rapat) tersebut memuat :
a. Semua keputusan yang dihasilkan saat rapat pleno (secara daring maupun tatap
muka)
b. Perincian jumlah peserta seluruhnya, peserta yang lulus dan tidak lulus dengan
menyebut jumlah peserta laki-laki / perempuan, disertai lampiran daftar namanya.
c. Daftar hadir rapat pleno
4. Tempat pengesahan lulus/tidak lulus dari satuan pendidikan adalah di satuan pendidikan.
5. Laporan hasil kelulusan satuan pendidikan disahkan oleh pengawas sekolah/pejabat yang
ditunjuk dengan bukti fisik dokumen pendukung DKN Kelulusan Kelas XII untuk SMA,
serta dapat kelakuan baik.
6. Lulusan peserta didik ditetapkan setelah dilaksanakan rapat pleno kelulusan.
7. Pengumuman kelulusan dilaksanakan pada Mei 2025

Keterangan :
Kriteria kelulusan peserta didik SMA Negeri Grujugan harus dipenuhi oleh peserta didik. Apabila
salah satu kriteria tidak dipenuhi, peserta didik dinyatakan tidak lulus dari SMA Negeri Grujugan.

Bondowoso, 14 Juli 2025


Kepala SMAN Grujugan
Bondowoso

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
HARI EFEKTIF SEKOLAH, HARI EFEKTIF FAKULTATIF DAN HARI LIBUR SEKOLAH DI PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN AJARAN 2025/2026
UNTUK TKLB, SDLB, SMPLB, SMA/SMALB/SMK (5 HARI BELAJAR)
TANGGAL
No BULAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
1 JULI 2025 LU 1 2 3 4 5 KE LU 6 7 8 9 10 KE LU 11 12 13 14
2 AGUSTUS 2025 15 KE LU 16 17 18 19 20 KE LU 2221 23 24 25 KE LHB 26 27 28 29 30 KE LU 31 32 33 34 35 KE LU
3SEPTEMBER 2025 36 37 38 39 LHB KE LU 40 41 42 4443 KE LU 45 46 47 48 49 KE LU 50 51 52 53 54 KE LU 55 56
4 OKTOBER 2025 57 58 59 KE LU 60 61 62 KTS KTS LU 63 64 65 66 67 KE LU 68 69 70 71 72 KE LU 75 76 77 78
KTS 74
5NOVEMBER 2025 KE LU 79 80 81 82 83 KE 84 85 86 87 88 KE LU 89 90 91 92 93 KE LU 94 95 96 98 KE LU
LU 97
6DESEMBER 2025 99 100 101 102 103 KE LU 104 106 107 108 KE LU 109 110 111 112 113 KE LU LS1 LS1 LS1 LHB CB LS1 LU LS1 LS1
LS1
5 105 KE LU 8 9 10 LHB KE LU 11 14 15 KE LU 19 20
7 JANUARI 2026 LHB 1 KE LU 2 3 4
KE
7 12 13 16 17 KE
8 FEBRUARI 2026 LU 21 22 23 24 25 LU 6 27 28 29 30 KE LU 31 LHB 32 KPP LU 34
KE 47
33
LU
KPP 35 36 18
9MARET 2026 LU 38 39 40 41 42 LU 26 44 45 46 KE LU 48 49 50 LHB KPP
LHB LHB KPP
CB CB LHR LHR LHR LHR
37 LU 51 52
10 APRIL 2026 53 54 LHB KE LU 55 56 57 43 59 KE LU 60 62 63 64 LHB LU 65 66 67 68 69 KE LU 70 71 72 73
61
11MEI 2026 LU 74 75 76 77 78 58 LU 79 80 81 82 KE LU 83 84 85 86 87 KE LU 88 89 LHB 90 91 KE LHB
LHB KE
12JUNI 2026 93 94 95 KE LU 96 KE 98 99 100 KE 101 LHB 102 103 104 KE LU LS2 LS2 LS2 LS2 LHB LS2 LU LS2 LS2
LHB LHB
92 LS2 LS2
JULI 2026 LS2 LS2 LS2 LU LS2 97 LS2 LS2 LU LU LU
KETERANGAN LS2 LU
LS2
LHB : Libur Hari Besar KPP : Kegiatan Permulaan Puasa Hari efektif Semester Gasal : 113 hari/ 23 pekan
LU : Libur Umum LHR : Libur Sekitar Hari Raya Hari efektif Semester Genap : 104 hari/ 21 pekan
LS1 : Libur Semester 1* KTS : Kegiatan Tengah Semester KTS : 3 hari
LS2 : Libur Semester 2* KE : Kegiatan Ekstrakurikuler Bondowoso, 14 Juli 2025
CB : Cuti Bersama * Libur Semester untuk peseta didik Kepala,
Libur Hari Besar
17 Agustus 2025 : HUT Republik Indonesia 20-21 Maret 2026 : Hari Raya Idhul Fitri 1447 H
5 September 2025 : Maulud Nabi Muhammad SAW 3 April 2026 1 Mei : Wafat Isa Almasih
25 Desember 2025 : Hari Raya Natal 2026 14 Mei 2026 : Hari Buruh Internasional
1 Januari 2026 : Tahun Baru Masehi 27 Mei 2026 31 : Kenaikan Isa Almasih
AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I
16 Januari 2026 : Isro'Miroj Nabi Muhammad SAW Mei 2026 1 Juni : Hari Raya idul Adha Pembina
17 Februari 2026 : Tahun Baru Imlek 25767 2026 16 Juni 2026 : Hari Raya Waisak 2570 NIP. 19721107 200312 1 006
19 Maret 2026 : Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 : Hari Lahir Pancasila
: Tahun baru Hijriyah 1448
SMA NEGERI GRUJUGAN
KELAS XII TAHUN PELAJARAN 2024-2025

Beban Juli (3) Agustus (4) September (4) Oktober (5) November (4) Desember (4)
No Mata Pelajaran TM P5 JML
Jam R1 R2 R3 P1 P2 P3 R4 R5 R6 R7 P4 P5 P6 P7 R8 R9 R10 R11 P8 P9 P10 P11 R12 R13 R14 R15 R16 P12 P13 P14 P15 P16 R17 R18 R19 R20 P17 P18 P19 P20 R21 PSAS PSAS LHS1 P21 PSAS PSAS LHS1
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63 0 63
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 84 0 84
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 84 0 84
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63 0 63
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
8 Fisika Fisika Fisika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
9 Kimia Kimia Biologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
10 Biologi Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
11 Bahasa Bahasa Jerman Informatika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 105 0 105
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63 0 63
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 0 42
47 47 47 47 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 47 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 0 987 0 987

Beban Januari (5) Pebruari (4) Maret (4) April (5) Mei (4) Juni (3)
No Mata Pelajaran TM P5 JML TM 1 TH P5 1 TH JML 1 TH
Jam R24 R25 R26 P24 P25 P26 R27 R28 R29 P27 P28 P29 R30 R31 EF LHR P30 P31 EF LHR R32 R33 R34 P32 P32 34 P5 P5 TM TM TM TM P5 P5 P5 P5 TM TM TM P5 P5 P5
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 33 0 33 96 0 96
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 44 0 44 128 0 128
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 44 0 44 128 0 128
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 33 0 33 96 0 96
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
8 Fisika Fisika Fisika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
9 Kimia Kimia Biologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
10 Biologi Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
11 [Link] B. Jerman Informatika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 0 55 160 0 160
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 33 0 33 96 0 96
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 22 0 22 64 0 64
47 47 47 47 47 47 47 47 47 47 47 47 517 0 517 1504 0 1504

Bondowoso, 14 Juni 2025 1328 176 1504


Bangunlah Jiwa dan Raganya (Pendidikan Pancasila, Sejarah, Penjasorkes, Seni Budaya) Mengetahui Kepala Sekolah

Rekayasa dan Teknologi (Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika)

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
SMA NEGERI GRUJUGAN
KELAS X TAHUN PELAJARAN 2024-2025

Beban Juli (3) Agustus (4) September (4) Oktober (5) November (4) Desember (4)
No Mata Pelajaran TM P5 JML
Jam R1 R2 R3 P1 P2 P3 R4 R5 R6 R7 P4 P5 P6 P7 R8 R9 R10 R11 P8 P9 P10 P11 R12 R13 R14 R15 R16 P12 KTS P14 P15 P16 R17 R18 R19 R20 P17 P18 P19 P20 R21 ASA ASA LHS1 P21 ASA ASA LHS1
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
5 Fisika 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
6 Kimia 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
7 Biologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
8 Sosiologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
9 Ekonomi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
10 Sejarah 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
11 Geografi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
12 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
13 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
14 Informatika 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
15 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
16 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
Jumlah 46 46 46 46 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 46 46 46 46 0 0 0 0 920 46

Beban Januari (5) Pebruari (4) Maret (4) April (5) Mei (4) Juni (4)
No Mata Pelajaran TM P5 JML TM 1TH P5 1TH JML 1TH
Jam R24 R25 R26 P24 P25 P26 R27 R28 R29 P27 P28 P29 R30 R31 EF LHR P30 P31 EF LHR R32 R33 R34 R35 R36 P32 P33 P34 P35 P36 R37 R38 R39 CAD P37 P38 P39 P40 CAD CAD SAT LS2 CAD CAD SAT LS2
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
5 Fisika 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
6 Kimia 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
2 Biologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
8 Sosiologi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
9 Ekonomi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
10 Sejarah 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
11 Geografi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
12 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
13 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
14 Informatika 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
15 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
16 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
Jumlah 46 46 46 46 0 0 0 0 0 0 0 46 46 46 0 0 0 0 0 46 46 0 0 0 0 0 0 46 46 46 46 46 0 0 0 0 0 46 46 46 0 0 0 0 0 736 0 736 1656 0 1656

Keterangan: 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 5 6 7 8 9 10 9 10 11 12 13 14 11 12 13 14 15 16 17 18 Bondowoso, 14 Juni 2025


Mengetahui Kepala Sekolah

: Suara Demokrasi ( Pendidikan Pancasila, Seni Budaya, Bahasa Indonesia, Sosiologi, Penjasorkes)

: Gaya Hidup Berkelanjutan ( Fisika, Kimia, Biologi, Geografi)


AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I
: Kewirausahaan ( Sejarah, Ekonomi, Matematika, Pendidikan Agama Islam) NIP. 19721107 200312 1 006
SMA NEGERI GRUJUGAN
KELAS XI TAHUN PELAJARAN 2024-2025

Beban Juli (3) Agustus (4) September (4) Oktober (5) November (4) Desember (3)
No Mata Pelajaran TM 1 P5 JML
Jam R1 R2 R3 P1 P2 P3 R4 R5 R6 R7 P4 P5 P6 P7 R8 R9 R10 R11 P8 P9 P10 P11 R12 R13 R14 R15 R16 P12 KTS P14 P15 P16 R17 R18 R19 R20 R17 R18 R19 R20 R21 PSAS PSAS LHS1 P21 PSAS PSAS LHS1
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 0 80
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40 0
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
8 Fisika Fisika Fisika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
9 Kimia Informatika Biologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
10 Ekonomi Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
11 Bhs. Jerman Bhs. Jerman Bhs. Jerman 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 0 100
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 0 60
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 0 40
47 47 47 47 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 0 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 47 0 0 0 0 47 0 0 0 940 0 940

Beban Januari (5) Pebruari (4) Maret (4) April (5) Mei (4) Juni (4)
No Mata Pelajaran TM 2 P5 JML TM 1 TH P5 1 TH JML 1 tahun
Jam R24 R25 R26 P24 P25 P26 R27 R28 R29 P27 P28 P29 R30 R31 EF LHR P30 P31 EF LHR R32 R33 R34 R35 R36 P32 P33 P34 P35 P36 R37 R38 R39 CAD P37 P38 P39 P40 CAD CAD SAT LS2 CAD CAD SAT LS2
1 Pendidikan Agama Islam 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 0 64 144 0 144
5 Sejarah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
6 Penjasorkes 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
8 Fisika Biologi Sosiologi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
9 Kimia Ekonomi Ekonomi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
10 Biologi Sejarah TL Geografi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
11 Ekonomi Bhs Jerman Bhs Jerman 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 80 0 80 180 0 180
12 PKWU PKWU PKWU 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
13 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 0 48 108 0 108
14 Bahasa Madura 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0 32 72 0 72
47 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 0 0 47 47 47 47 47 0 0 0 0 0 47 47 47 0 0 0 0 705 0 705 1692 0 1692

Kearifan Lokal (Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Matematika) Bondowoso, 14 Juni 2025
Mengetahui Kepala Sekolah
Bhinneka Tunggal Ika (Pendidikan Pancasila, Sejarah, Penjasorkes, Seni Budaya)

AHMAD JUNAIDI, [Link], [Link].I


NIP. 19721107 200312 1 006
SOSIALISASI KOSP
2025

Rapor Pendidikan Milik


SMAN GRUJUGAN

Seperti murid yang memiliki rapor hasil belajar dari sekolah, kini setiap sekolah juga mempunyai rapor kualitas layanan dari
Kemendikdasmen yang bernama Rapor Pendidikan. Penilaian Rapor Pendidikan berasal dari hasil Asesmen Nasional (AN) dan
berbagai sumber data nasional lainnya yang diikuti oleh perwakilan murid, guru, serta kepala sekolah dari PAUD, SD, SMP, dan
jenjang SMA/sederajat.

Yuk, lihat hasil Rapor Pendidikan sekolah anak Anda!

Kemampuan Literasi Murid Karakter Murid Kondisi Keamanan Sekolah

Baik Baik Baik

Nilai naik dari tahun 2024 Nilai naik dari tahun 2024 Nilai naik dari tahun 2024

Contoh kemampuan literasi: membaca Contoh karakter: beriman, berakhlak, Contoh keamanan di sekolah: tidak ada
dan memahami teks nonfiksi (surat, bergotong royong, kreatif, kritis, perundungan, hukuman fisik, kekerasan
artikel) dan teks fiksi (dongeng, novel). menghargai keberagaman, dan mandiri. seksual, dan zat berbahaya.

PENINGKATAN PALING TINGGI

Kondisi Kebinekaan Sekolah Kemampuan Numerasi Murid

Baik Baik Inspirasi cara meningkatkan hasil

Nilai turun dari tahun 2024 Nilai naik dari tahun 2024 Sebagai orang tua/wali, kita dapat
mengajak anak menggunakan
Contoh kebinekaan di sekolah: toleransi Contoh kemampuan numerasi: memahami
berbagai prinsip matematika untuk
terhadap beragam agama dan budaya, dan menggunakan konsep bilangan,
menyelesaikan masalah sehari-hari.
serta adanya kesetaraan antar siswa. aljabar, geometri, dan data.

PALING PERLU DITINGKATKAN

Kualitas Pembelajaran

Baik

Nilai naik dari tahun 2024

Contoh dari kualitas pembelajaran:


suasana kelas yang teratur, serta
perhatian dan dukungan dari pendidik.

CAPAIAN TERBAIK

Bagaimana pendapat Anda tentang hasil ini? Ayo, ajak wali kelas
atau sesama orang tua/wali untuk bertukar solusi!

[Link] @kemendikdasmen @kemendikdasmen KEMDIKDASMEN


Panduan Umum Pemanfaatan Unduhan Rapor Pendidikan PBD

PANDUAN UMUM PEMANFAATAN UNDUHAN RAPOR PENDIDIKAN & PBD


Bapak/Ibu Kepala Satuan Pendidikan, dokumen unduhan ini merupakan dokumen yang Anda dapatkan pada laman Unduh di platform Rapor Pendidikan.
Dokumen ini bertujuan untuk memandu Anda dalam menganalisis laporan Rapor Pendidikan dan melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Satuan Pendidikan yang Anda

Dokumen ini terdiri dari empat bagian:


1. Panduan Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu lembar ini. Lembar ini memuat petunjuk umum untuk memanfaatkan laporan Rapor Pendidikan dan melakukan perencanaan berbasis data.
2. Laporan Rapor Pendidikan. Lembar ini memuat data capaian seluruh indikator Rapor Pendidikan di Satuan Pendidikan Anda. Laporan ini berfungsi untuk membantu Anda memahami kondisi Satuan Pendidikan Anda
secara menyeluruh. Gunakan data pada lembar Laporan Rapor Pendidikan sebagai referensi utama dalam merencanakan perubahan.
Sebagai alat bantu dalam melakukan analisis, Anda dapat menggunakan dua lembar alat bantu yang disediakan Kemendikbudristek berikut:
2.1 Rekomendasi Keseluruhan. Lembar ini menyajikan data rekomendasi keseluruhan dari Kemendikbudristek yang memuat fokus perbaikan layanan Satuan Pendidikan Anda.
2.2 Rekomendasi Prioritas. Lembar ini menyajikan data rekomendasi berdasarkan capaian indikator prioritas yang paling rendah dari Kemendikbudristek yang memuat fokus perbaikan layanan Satuan Pendidikan
3. Anda.
Lembar Kerja RKT. Lembar ini merupakan dokumen kerja yang berfungsi untuk membuat rencana kegiatan pembenahan yang akan dilakukan di tahun mendatang berdasarkan identifikasi masalah, refleksi akar
masalah, dan penentuan tindak lanjut dari proses pemaknaan data di ketiga lembar sebelumnya. Dari rencana kegiatan yang akan dilakukan, tentukan mana yang membutuhkan anggaran maupun tidak. Khusus
kegiatan yang memerlukan anggaran, Anda perlu merincikannya di bagian Lembar Kerja ARKAS.
4. Lembar Kerja Rancangan ARKAS. Lembar ini merupakan dokumen kerja untuk merencanakan kegiatan yang memerlukan anggaran dengan lebih rinci sebagai rujukan saat Satuan Pendidikan melakukan input
penganggaran ke dalam ARKAS.

PANDUAN MELAKUKAN PERENCANAAN BERBASIS DATA (PBD)


Panduan ini disusun untuk membantu Bapak/Ibu Kepala Satuan Pendidikan dalam memimpin seluruh warga sekolah agar dapat bersama-sama meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui Perencanaan
Berbasis Data (PBD).

Mari Bapak/Ibu Kepala Satuan Pendidikan mempelajari penjelasan siklus kerja yang dapat memandu proses evaluasi, perencanaan, hingga implementasi upaya perbaikan layanan di Satuan Pendidikan Anda.

Akses keseluruhan alat bantu PBD dengan klik [Link]

1. IDENTIFIKASI: KUMPULKAN DAN MAKNAI DATA KONDISI SATUAN PENDIDIKAN ANDA


Kumpulan materi panduan dan alat bantu untuk tahap identifikasi dapat dilihat di tautan [Link]

[Link] 1 dari 4
Panduan Umum Pemanfaatan Unduhan Rapor Pendidikan PBD

Untuk dapat memperbaiki kinerja Satuan Pendidikan Anda, Anda perlu mengetahui kondisi Satuan Pendidikan melalui data-data yang relevan.
Terdapat sejumlah data yang dapat Anda gunakan:
1. Data Rapor Pendidikan
Masih ingat saat Anda berpartisipasi di Asesmen Nasional atau Survei Lingkungan Belajar? Hasil dari partisipasi tersebut kemudian digabung dengan sumber data lainnya oleh Kemendikbudristek, dan disajikan
menjadi laporan yang komprehensif tentang kondisi Satuan Pendidikan Anda. Data ini dapat Anda akses melalui dasbor platform Rapor Pendidikan ( [Link] dan dokumen unduhan
Rapor Pendidikan ini, khususnya pada lembar '2. Laporan Rapor Pendidikan'.
Proses ini merupakan bagian dari evaluasi sistem pendidikan yang termuat di Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 09 Tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Dengan adanya evaluasi sistem pendidikan, Satuan Pendidikan dapat mengetahui apa
saja hal yang sudah berjalan dengan baik maupun yang masih perlu penguatan dalam upaya perbaikan layanan yang berkelanjutan. Mari pelajari bagaimana kerangka Rapor Pendidikan memandu pemahaman kita
bersama tentang layanan pendidikan yang berkualitas lewat tautan berikut [Link]
2. Data lain yang dikumpulkan mandiri oleh Satuan Pendidikan
Selain data yang bersumber dari laporan Rapor Pendidikan, Anda dapat mengumpulkan data lain yang dirasa bermanfaat untuk memberi informasi tentang kondisi layanan pendidikan saat ini, misalnya:
- Data refleksi pendidik terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.
- Data kinerja pendidik yang dikumpulkan melalui supervisi Kepala Sekolah.
- Umpan balik dari murid dan orang tua.
- Data lain yang dirasa diperlukan oleh Satuan Pendidikan.

Mari ajak warga sekolah untuk bersama-sama menggunakan data ini untuk memahami kondisi layanan pendidikan dengan lebih baik, dengan menggunakan pertanyaan pemantik berikut:
1) Apa saja kinerja yang sudah berjalan baik?
2) Apa saja kinerja yang masih perlu penguatan?
3) Apa kondisi yang dilakukan tahun lalu yang menyumbang terjadinya capaian/kondisi tersebut?

2. REFLEKSI: TETAPKAN PERBAIKAN PRIORITAS LAYANAN DI SATUAN PENDIDIKAN ANDA


Kumpulan materi panduan dan alat bantu untuk tahap refleksi dapat dilihat di tautan [Link]

Setelah Bapak/Ibu mengetahui kondisi Satuan Pendidikan Anda, maka tentu ada banyak hal yang dapat diperbaiki. Proses penetapan prioritas diharapkan dapat dilakukan secara kolaboratif agar seluruh warga
Satuan Pendidikan memiliki kepemilikan terhadap perubahan yang dicita-citakan.

Ada dua pilihan yang dapat digunakan oleh Satuan Pendidikan untuk menetapkan prioritas perbaikan layanan pendidikan, yaitu:

[Link] 2 dari 4
Panduan Umum Pemanfaatan Unduhan Rapor Pendidikan PBD

1. Analisis mandiri
Bapak/Ibu dapat melihat keseluruhan data Rapor Pendidikan di '2. Laporan Rapor Pendidikan'.

Dalam menetapkan prioritas pembenahan, Kepala Satuan pendidikan dan pemangku kepentingan yang relevan dapat berdiskusi dengan menggunakan pertanyaan pemantik sebagai berikut:
1) Mana indikator yang memiliki dampak paling besar kepada peserta didik?
2) Dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia, berapa banyak indikator yang bisa menjadi fokus sasaran perubahan?
3) Mana indikator prioritas yang belum baik dan membutuhkan perubahan segera?
4) Mana indikator yang paling sesuai dengan visi misi Satuan Pendidikan Anda?
2. Gunakan rekomendasi dari Kemendikbudristek
Kemendikbudristek telah menyusun rekomendasi prioritas untuk memudahkan Satuan Pendidikan dalam menentukan prioritas agar perubahan yang akan dilakukan bisa fokus dan optimal. Rekomendasi prioritas
ditentukan berdasarkan analisa terhadap indikator yang paling berdampak signifikan pada kualitas layanan yang diterima oleh peserta didik. Daftar indikator prioritas dapat dilihat di
[Link]
Untuk mengakses rekomendasi prioritas, Bapak/Ibu dapat menggunakan:
Cara 1 - Melalui eksplorasi dasbor platform Rapor Pendidikan. Satuan Pendidikan dapat melakukan eksplorasi pada fitur-fitur platform Rapor Pendidikan ([Link] untuk
melakukan identifikasi pasangan indikator prioritas dan akar masalah, disertai dengan inspirasi kegiatan benahi.
Cara 2 - Menggunakan lembar '2.1 Rekomendasi Keseluruhan' dan '2.2 Rekomendasi Prioritas' pada dokumen ini sebagai referensi prioritas perbaikan layanan.
Kedua lembar Rekomendasi ini hanya tersedia untuk Satuan Pendidikan yang berpartisipasi mengikuti Asesmen Nasional atau Survei lingkungan belajar secara memadai.

3. BENAHI: RENCANAKAN UPAYA PERBAIKAN LAYANAN PENDIDIKAN


Kumpulan materi panduan dan alat bantu untuk tahap benahi dapat dilihat di tautan [Link]

Pada tahapan ini, Bapak/Ibu Kepala Satuan Pendidikan perlu menyusun perencanaan dan penganggaran yang mencerminkan area perbaikan yang sudah ditetapkan secara kolaboratif.

Perencanaan perlu terjadi di tiga aspek berikut:


1) Pembelajaran
Bagaimana kualitas pembelajaran di tahun ajaran berikut akan ditingkatkan? Rencanakan upaya perbaikan tersebut di dalam kurikulum satu tahun pembelajaran dan atau kalender kegiatan satu tahun pendidikan.
Untuk memandu penyusunan kurikulum satu tahun ke depan, Anda dapat menggunakan alat bantu yang sudah disediakan melalui tautan berikut [Link]

[Link] 3 dari 4
Panduan Umum Pemanfaatan Unduhan Rapor Pendidikan PBD

2) Pengembangan profesional PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan)


Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi, keterampilan, dan motivasi PTK sehingga dapat menjadi penggerak perubahan yang diinginkan. Dalam melakukan kegiatan ini, Kepala Satuan Pendidikan
bisa memilih dan menggunakan pertanyaan pemantik berikut:
- Apakah kualitas SDM di sekolah sudah memadai dan sesuai dengan kebutuhan?
- Jika belum, bagaimana cara untuk meningkatkan kompetensinya?
Anda bisa menemukan berbagai inspirasi cara mengembangkan profesional PTK melalui tautan berikut [Link]
3) Pengelolaan sumber daya
Hal ini bertujuan agar seluruh upaya perbaikan layanan terindentifkasi di dalam Rencana Kegiatan Tahunan dan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah. Dalam penerapannya, Anda dapat:
- Menyusun rencana kegiatan tahunan (RKT) yang dapat dilakukan di '3. Lembar Kerja RKT'.
- Mengidentifikasi pembiayaan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan benahi di dalam RKT
- Menuangkan kegiatan yang membutuhkan anggaran di dalam rancangan pada bagian '4. Lembar Kerja ARKAS'.

Bagi pengguna Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Satuan Pendidikan dapat menganggarkan kegiatan pembenahan untuk tahun anggaran berjalan dan tahun anggaran mendatang dengan
berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan setempat. Berbagai inspirasi pengelolaan sumber daya dapat dilihat di tautan ini [Link]
Dengan demikian, Satuan Pendidikan dapat menyusun perencanaan yang dampaknya dirasakan oleh warga sekolah secara menyeluruh; dan mencerminkan prioritas perbaikan layanan pendidikan yang telah
disepakati.

4. BENAHI: IMPLEMENTASI DAN EVALUASI HASILNYA SECARA BERKALA


Kumpulan materi panduan dan alat bantu untuk tahap benahi dapat dilihat di tautan [Link]

Setelah menyepakati rencana perbaikan layanan pendidikan, maka saatnya Satuan Pendidikan bergerak bersama mengimplementasikan rencana yang sudah disusun. Jangan lupa libatkan seluruh warga Satuan
Pendidikan dan pihak yang relevan dalam melaksanakan perbaikan layanan.

Lakukan evaluasi secara berkala, dan ingatlah bahwa perencanaan bersifat dinamis, sehingga Anda perlu melakukan penyesuaian secara berkala untuk memastikan perencanaan yang disusun tetap sesuai dengan
kebutuhan Satuan Pendidikan.

Penyesuaian rencana mungkin terjadi akibat hal-hal berikut, antara lain:


- Jumlah/karakteristik peserta didik baru.
- Dinamika proses pembelajaran.
- Anggaran yang dimiliki (khusus bagi pengguna BOSP).
- Proses belajar PTK.
- Umpan balik dari peserta didik/orang tua/wali/pihak eksternal.

[Link] 4 dari 4
Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

LAPORAN RAPOR PENDIDIKAN SMAN GRUJUGAN TAHUN 2025


- Laporan ini berisi informasi tentang kondisi layanan di Satuan Pendidikan Anda yang diukur lewat beragam indikator yang terdapat di dalam Rapor Pendidikan.
- Bagaimana cara memaknai data Rapor Pendidikan?
- Pelajari indikator yang diukur dan hasilnya yang disajikan pada tabel di bawah
- Pahami capaian Satuan Pendidikan Anda lewat tabel "Capaian" di setiap indikator
- Ketahui makna dari hasil capaian Anda dengan melihat kolom "Definisi Capaian"
- Ketahui gambaran hasil upaya perbaikan layanan yang sudah dilakukan dengan melihat kolom "Perubahan Skor dari Tahun Lalu"
- Kenali posisi Satuan Pendidikan Anda di kab/kota/provinsi/nasional lewat kolom "Peringkat". Penjelasan lebih lanjut tentang peringkat dapat dilihat di [Link]
- Untuk dapat lebih memahami hasil kinerja Satuan Pendidikan Anda, Anda juga dapat menggunakan data yang dikumpulkan secara mandiri atau menggunakan data pendukung
lain yang relevan. Laporan diperbarui 13 Mei 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
A.1 Kemampuan literasi Baik 88,89% Sebagian besar peserta didik telah Naik 13,33 75,56% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan (88,89% mencapai batas kompetensi minimum menengah atas menengah atas Nasional 2024
dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan peserta untuk literasi membaca. (21-40%) (21-40%)
mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional didik sudah
dan teks fiksi). mencapai
kompetensi
minimum)
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di atas Di atas 44,44% Peserta didik mampu mengintegrasikan Naik 22,22% 22,22%
kompetensi minimum beberapa informasi lintas teks,
mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan
suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap
isi teks.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Mencapai 44,44% Peserta didik mampu membuat Turun 8,89% 53,33%
mencapai kompetensi minimum interpretasi dari informasi implisit yang
ada dalam teks, mampu membuat
simpulan dari hasil integrasi beberapa
informasi dalam suatu teks.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di Di bawah 11,11% Peserta didik mampu menemukan dan Turun 11,11% 22,22%
bawah kompetensi minimum mengambil informasi eksplisit yang ada
dalam teks serta membuat interpretasi
sederhana.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi jauh di Jauh di 0,00% Peserta didik belum mampu menemukan Turun 2,22% 2,22%
bawah kompetensi minimum bawah dan mengambil informasi eksplisit yang
ada dalam ataupun membuat interpretasi
sederhana.
[Link] Kemampuan literasi 75,64 Tidak Tersedia Tidak Peringkat Peringkat Asesmen
or Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan (Satdik tidak Tersedia menengah atas menengah atas Nasional 2024
dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan menjawab (Satdik (21-40%) (21-40%)
mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional pertanyaan untuk tidak
dan teks fiksi). indikator ini tahun menjawab
lalu) pertanyaan
untuk
indikator ini

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 1 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi 74,71 Naik 7,11 67,6 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menengah atas menengah atas Nasional 2024
menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks (21-40%) (21-40%)
informasional (non-fiksi).
A.1.2 Kompetensi membaca teks sastra 76,21 Naik 7,29 68,92 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menengah atas menengah atas Nasional 2024
menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks fiksi. (21-40%) (21-40%)
A.1.3 Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) 74,03 Naik 5,17 68,86 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menemukan, menengah atas menengah atas Nasional 2024
mengidentifikasi, dan mendeskripsikan suatu ide atau (21-40%) (21-40%)
informasi eksplisit dalam teks informasional (non-fiksi)
dan sastra.
A.1.4 Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks 75,16 Naik 4,75 70,41 Peringkat Peringkat Asesmen
(L2) menengah atas menengah atas Nasional 2024
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan (21-40%) (21-40%)
membandingkan dan mengontraskan ide atau informasi
dalam atau antarteks, membuat kesimpulan,
mengelompokkan, serta mengombinasikan ide dan
informasi dalam teks atau antarteks informasional (non-
fiksi) dan sastra.
A.1.5 Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks 75,91 Naik 7,94 67,97 Peringkat Peringkat Asesmen
(L3) menengah atas menengah atas Nasional 2024
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan (21-40%) (21-40%)
menganalisis, memprediksi, dan menilai konten, bahasa,
dan unsur-unsur dalam teks informasional (non-fiksi)
A.2 Kemampuan numerasi Baik 71,11% Sebagian besar peserta didik telah Naik 2,22 68,89% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan (71,11% mencapai batas kompetensi minimum menengah (41- menengah atas Nasional 2024
dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, peserta untuk numerasi 60%) (21-40%)
dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah didik sudah
sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. mencapai
kompetensi
minimum)
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di Di atas 40,00% Peserta didik mampu bernalar untuk Turun 4,44% 44,44%
atas kompetensi minimum menyelesaikan masalah kompleks serta
non-rutin berdasarkan konsep
matematika yang dimilikinya.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Mencapai 31,11% Peserta didik mampu mengaplikasikan Naik 6,67% 24,44%
mencapai kompetensi minimum konsep matematik yang dimiliki dalam
konteks yang lebih beragam.
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di Di bawah 26,67% Peserta didik memiliki kemampuan dasar Turun 2,22% 28,89%
bawah kompetensi minimum matematika: komputasi dasar dalam
bentuk persamaan langsung, konsep
dasar terkait geometri dan statistika, serta
menyelesaikan masalah matematika
sederhana yang rutin.

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 2 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Jauh di 2,22% Peserta didik hanya memiliki kemampuan Tidak berubah 2,22%
jauh di bawah kompetensi minimum bawah dasar matematika yang terbatas:
penguasaan konsep yang parsial dan
keterampilan komputasi yang terbatas.
[Link] Kemampuan numerasi 59,54 Tidak Tersedia Tidak Peringkat Peringkat Asesmen
or Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan (Satdik tidak Tersedia menengah (41- menengah atas Nasional 2024
dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, menjawab (Satdik 60%) (21-40%)
dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah pertanyaan untuk tidak
sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. indikator ini tahun menjawab
lalu) pertanyaan
untuk
indikator ini
A.2.1 Kompetensi pada domain Bilangan 55,27 Turun 3,48 58,75 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada 60%) 60%)
konten bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-
hari.
A.2.2 Kompetensi pada domain Aljabar 57 Naik 0,70 56,3 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada 60%) 60%)
konten aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-
A.2.3 Kompetensi pada domain Geometri 59,17 Naik 0,54 58,63 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah atas menengah atas Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada (21-40%) (21-40%)
konten geometri untuk menyelesaikan masalah sehari-
hari.
A.2.4 Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian 57,82 Turun 1,30 59,12 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan menengah (41- menengah atas Nasional 2024
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada 60%) (21-40%)
konten data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan
masalah sehari-hari.
A.2.5 Kompetensi mengetahui (L1) 56,65 Naik 3,51 53,14 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan memahami menengah (41- menengah atas Nasional 2024
fakta, proses, konsep, dan prosedur. 60%) (21-40%)
A.2.6 Kompetensi menerapkan (L2) 60,07 Naik 1,23 58,84 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menerapkan menengah atas menengah atas Nasional 2024
pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, (21-40%) (21-40%)
relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada
konten bilangan dengan konteks situasi nyata untuk
menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan.
A.2.7 Kompetensi menalar (L3) 57,48 Turun 0,06 57,54 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menengah (41- menengah atas Nasional 2024
menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, 60%) (21-40%)
dan memperluas pemahaman dalam situasi baru,
meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau
konteks yang lebih kompleks.

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 3 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
A.3 Karakter Baik 56,3 Peserta didik terbiasa menerapkan nilai- Naik 0,41 55,89 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai nilai karakter pelajar pancasila yang menengah atas menengah atas Nasional 2024
akhlak pada manusia, akhlak pada alam, akhlak berakhlak mulia, bergotong royong, (21-40%) (21-40%)
bernegara, gotong royong, kreativitias, nalar kritis, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta
kebinekaan global dan kemandirian pada survei berkebinekaan global dalam kehidupan
karakter. sehari hari.
A.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, 58,76 Naik 0,97 57,79 Peringkat Peringkat Asesmen
dan Berakhlak Mulia menengah atas menengah atas Nasional 2024
Komposit nilai karakter peserta didik yang berkaitan (21-40%) (21-40%)
akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan
akhlak bernegara di survei karakter.
A.3.2 Gotong Royong 57,74 Turun 2,26 60 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan menengah atas menengah atas Nasional 2024
kesediaan dan pengalaman berkontribusi dalam (21-40%) (21-40%)
kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi
lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
A.3.3 Kreativitas 53,4 Naik 0,89 52,51 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
senang berpikir berbeda, menerapkan ide baru dalam 60%) 60%)
memecahkan masalah, dan membuat karya-karya baru.
A.3.4 Nalar Kritis 54,45 Naik 1,11 53,34 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
penelusuran informasi, analisis dan evaluasi informasi, 60%) 60%)
serta refleksi etis dalam pengambilan keputusan.
A.3.5 Kebinekaan global 52,85 Turun 0,85 53,7 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan sikap menengah atas menengah atas Nasional 2024
terhadap kesetaraan agama, budaya, dan gender; nilai (21-40%) (21-40%)
minat terhadap budaya dari berbagai negara; dan
kepedulian pada isu-isu global.
A.3.6 Kemandirian 56,03 Naik 1,81 54,22 Peringkat Peringkat Asesmen
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai menengah atas menengah atas Nasional 2024
melakukan perencanaan secara reflektif, dan (21-40%) (21-40%)
pengelolaan emosi dan pengendalian diri.
C.3 Pengalaman Pelatihan PTK Baik 81,6 Propinsi/Kabupaten/Kota/Satuan Tidak Tersedia 54,85 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Platform
Proporsi guru dan kepala sekolah yang pernah Pendidikan sudah maju dalam (instrumen 20%) 20%) Merdeka
mengikuti pelatihan melalui Platform Merdeka Mengajar keikutsertaan guru dalam pelatihan penilaian tahun Mengajar,
(PMM) dan non-PMM pada pelatihan kurikulum dan/atau ini dan tahun lalu Sistem
bidang pengetahuan bidang studi, pedagogi, manajerial, berbeda) Informasi
atau pelatihan lain dikali bobot masing-masing pelatihan Manajemen
Pengembanga
n Keprofesian
C.3.1 Partisipasi dalam Platform Merdeka Mengajar Baik 70,4 Propinsi/Kabupaten/Kota/Satuan Tidak Tersedia 35,71 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Berkelanjutan
Platform
(proporsi) Pendidikan sudah maju dalam (instrumen 20%) 20%) Merdeka
Proporsi guru dan kepala sekolah yang memanfaatkan keikutsertaan guru dalam pelatihan penilaian tahun Mengajar
Platform Merdeka Mengajar pengetahuan bidang studi ini dan tahun lalu
berbeda)

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 4 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
C.3.2 Pelatihan lainnya (menggabungkan pelatihan bid. Baik 92,8 Propinsi/Kabupaten/Kota/Satuan Tidak Tersedia 74 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Sistem
Studi, pedagogi, manajerial, dll) Pendidikan sudah maju dalam (instrumen 20%) 20%) Informasi
Proporsi guru dan kepala sekolah yang mengikuti keikutsertaan guru dalam pelatihan penilaian tahun Manajemen
pelatihan lainnya (menggabungkan pelatihan bidang pengetahuan pedagogik ini dan tahun lalu Pengembanga
studi, pedagogi, manajerial, dll tidak melalui Platform berbeda) n Keprofesian
Merdeka Mengajar) Berkelanjutan
D.1 Kualitas pembelajaran Baik 65 Pembelajaran menunjukkan kualitas yang Naik 1,63 63,37 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata untuk kualitas pembelajaran meliputi optimal ditunjukkan dengan suasana 20%) 20%) Nasional 2024
manajemen kelas, dukungan psikologi, dan metode kelas yang kondusif, dukungan afektif dan
pembelajaran di survei lingkungan belajar. aktivasi kognitif dari guru yang konstruktif.
D.1.1 Manajemen kelas 68,53 Naik 4,33 64,2 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata untuk keteraturan suasana kelas dan disiplin 20%) 20%) Nasional 2024
positif di survei lingkungan belajar.
D.1.2 Dukungan psikologis 66,9 Naik 2,47 64,43 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata untuk dukungan afektif, perhatian dan 20%) 20%) Nasional 2024
kepedulian guru, dan umpan balik konstruktif di survei
lingkungan belajar.
D.1.3 Metode pembelajaran 62 Naik 0,54 61,46 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata untuk instruksi yang adaptif, panduan guru, menengah atas menengah atas Nasional 2024
aktivitas interaktif, pembelajaran literasi, pembelajaran (21-40%) (21-40%)
numerasi, skor iklim pembelajaran terbuka di survei
lingkungan belajar
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru Baik 68,77 Guru aktif meningkatkan kualitas Naik 3,49 65,28 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait tingkat aktivitas refleksi dan perbaikan pembelajaran setelah melakukan refleksi 20%) 20%) Nasional 2024
pembelajaran oleh guru berdasarkan survei lingkungan pembelajaran yang telah lewat,
belajar. mengeksplorasi referensi pengajaran
baru, dan berinovasi menghadirkan
pembelajaran yang memantik keterlibatan
D.2.1 Belajar tentang pembelajaran 59,86 Turun 4,42 64,28 Peringkat atas (1- Peringkat Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan dan 20%) menengah atas Nasional 2024
pendidik terkait aktivitas belajar yang bertujuan (21-40%)
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar.
D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar 75,49 Naik 7,63 67,86 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait tingkat refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh
guru atas praktik mengajar.
D.2.3 Penerapan praktik inovatif 65,2 Naik 2,30 62,9 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait praktik pengajaran guru yang inovatif untuk
meningkatkan kualitas pengajaran.

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 5 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
D.3 Kepemimpinan instruksional Baik 67,55 Kepemimpinan instruksional yang visioner Naik 3,28 64,27 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait tingkat kepemimpinan instruksional dengan mengacu pada visi-misi satuan 20%) 20%) Nasional 2024
satuan pendidikan yang mendukung perbaikan kualitas pendidikan secara konsisten termasuk
pembelajaran berdasarkan survei lingkungan belajar. mengkomunikasikan visi-misi kepada
warga satuan pendidikan sehingga
perencanaan, praktik dan asesmen
pembelajaran berorientasi peningkatan
hasil belajar peserta didik melalui
dukungan program, sistem insentif atau
sumber daya yang memadai yang
berdampak pada membudayanya guru
melakukan refleksi dan perbaikan
D.3.1 Visi-misi satuan pendidikan 71,93 pembelajaran. Naik 18,80 53,13 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait penyampaian dan penerapan visi-misi satuan
pendidikan yang berpusat pada perbaikan
D.3.2 Pengelolaan kurikulum satuan pendidikan 64,61 Turun 6,81 71,42 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait pengelolaan pengembangan kurikulum satuan
pendidikan dengan berorientasi pada peningkatan hasil
belajar peserta didik.
D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru 66,11 Turun 2,14 68,25 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit kepala satuan pendidikan dan pendidik 20%) 20%) Nasional 2024
terkait program, sistem insentif, dan sumber daya yang
mendukung refleksi guru dan perbaikan pembelajaran.
D.4 Iklim keamanan satuan pendidikan Baik 74 Satuan pendidikan memiliki lingkungan Naik 0,96 73,04 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai komposit nilai indeks rasa aman, perundungan, satuan pendidikan yang aman, terlihat menengah atas menengah atas Nasional 2024
hukuman fisik, kekerasan seksual, rokok, minuman dari kesejahteraan psikologis yang baik (21-40%) (21-40%)
keras, dan narkoba berdasarkan survei lingkungan dan rendahnya kasus perundungan,
belajar. hukuman fisik, kekerasan seksual, dan
penyalahgunaan narkoba. Satuan
pendidikan dapat mempertahankan
kualitas warga satuan pendidikan dalam
mencegah dan menangani kasus untuk
menciptakan iklim keamanan di
D.4.1 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik 69,18 lingkungan satuan pendidikan. Naik 3,05 66,13 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait peserta didik terhadap kesejahteraan menengah atas menengah atas Nasional 2024
psikologis dan perasaan aman yang dirasakan di satuan (21-40%) (21-40%)
pendidikan.
D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) guru 79 Turun 1,60 80,6 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait kesejahteraan psikologis guru yang 20%) 20%) Nasional 2024
melingkupi perasaan terhubung dan perasaan senang
mengajar di satuan pendidikan.

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 6 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
D.4.3 Pemahaman dan sikap terhadap perundungan 70 Naik 4,72 65,28 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait pemahaman dan sikap guru terhadap 20%) 20%) Nasional 2024
segala bentuk penindasan atau kekerasan yang
dilakukan secara sengaja oleh satu/sekelompok orang
yang lebih "kuat" di satuan pendidikan.
D.4.4 Pengalaman perundungan peserta didik 82,61% Naik 14,47 68,14% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik yang aman terhadap menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
perundungan/bullying dari guru atau sesama peserta 60%) 60%)
didik di satuan pendidikan.
D.4.5 Pemahaman dan sikap terhadap hukuman fisik 62 Turun 15,06 77,06 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik, 20%) 20%) Nasional 2024
dan peserta didik terkait pengetahuan dan sikap guru
untuk menghindari hukuman fisik di satuan pendidikan.
D.4.6 Pengalaman hukuman fisik peserta didik 77,27% Turun 13,50 90,77% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik yang aman terhadap kejadian menengah menengah Nasional 2024
hukuman fisik yang diterima oleh peserta didik di satuan bawah (61-80%) bawah (61-80%)
pendidikan.
D.4.7 Pemahaman dan sikap guru tentang kekerasan 65 Turun 4,52 69,52 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
seksual 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait pengetahuan dan keyakinan guru
untuk mengatasi kekerasan seksual di satuan
D.4.8 Pengalaman kekerasan seksual peserta didik 90,48% Naik 9,87 80,61% Peringkat Peringkat Asesmen
Persentase peserta didik yang aman terhadap kejadian menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
kekerasan seksual yang dialami oleh diri sendiri ataupun 60%) 60%)
orang lain di lingkungan satuan pendidikan.
D.4.9 Pemahaman dan sikap guru tentang rokok, minuman 71 Naik 3,54 67,46 Peringkat atas (1- Peringkat Asesmen
keras, dan narkoba 20%) menengah atas Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan dan (21-40%)
pendidik terkait pengetahuan dan sikap terhadap
pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan
narkoba, rokok, dan minuman keras di lingkungan
satuan pendidikan.
D.4.10 Pengalaman peserta didik terkait rokok, minuman 82,61% Naik 25,66 56,95% Peringkat Peringkat Asesmen
keras, dan narkoba menengah (41- menengah (41- Nasional 2024
Persentase peserta didik yang aman terhadap rokok, 60%) 60%)
minuman keras, dan narkoba di satuan pendidikan,
misalnya dibujuk untuk mencoba, menggunakan,
membeli atau mengedarkan.
D.6 Iklim Kesetaraan Gender Baik 79 Satuan pendidikan secara aktif Naik 11,38 67,62 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata iklim kesetaran gender yang mengukur mensosialisasikan dan menyuarakan 20%) 20%) Nasional 2024
dukungan atas kesetaraan gender guru dan pimpinan dukungan akan pentingnya mewujudkan
satuan pendidikan berdasarkan survei lingkungan kesetaraan hak-hak sipil antar kelompok
belajar. gender dengan dasar prinsip keadilan.

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 7 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
D.6.1 Pemahaman dan sikap warga satuan pendidikan 68 Naik 7,51 60,49 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
terhadap kesetaraan gender 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait pemahaman dan dukungan terhadap
kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, misalnya
dalam hal kemampuan, kesempatan, pemenuhan hak,
dan kewajiban.
D.6.2 Perilaku warga satuan pendidikan terhadap 84 Naik 0,76 83,24 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
kesetaraan gender 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait tindakan yang mendukung kesetaraan
kemampuan, pemenuhan hak dan kewajiban antara laki-
laki dan perempuan.
D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 Satuan pendidikan sudah mampu Turun 1,45 75,45 Peringkat atas (1- Peringkat Asesmen
Nilai rerata iklim kebhinekaan di satuan pendidikan menghadirkan suasana proses 20%) menengah atas Nasional 2024
berdasarkan survei lingkungan belajar pembelajaran yang menjunjung tinggi (21-40%)
toleransi agama/kepercayaan dan
budaya; mendapatkan pengalaman
belajar yang berkualitas; mendukung
kesetaraan agama/kepercayaan, dan
budaya; serta memperkuat nasionalisme.
D.8.1 Toleransi agama dan budaya 68 Turun 2,85 70,85 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait toleransi agama dan budaya di satuan 20%) 20%) Nasional 2024
pendidikan.
D.8.2 Komitmen kebangsaan 92 Turun 1,10 93,1 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan dan 20%) 20%) Nasional 2024
pendidik terkait komitmen kebangsaan pimpinan satuan
pendidikan dan guru.
D.8.3 Toleransi dan kesetaraan peserta didik 62,75 Naik 0,36 62,39 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait sikap menerima dan menghargai menengah atas menengah atas Nasional 2024
keragaman agama dan budaya di satuan pendidikan. (21-40%) (21-40%)
D.10 Iklim Inklusivitas Baik 59 Satuan pendidikan sudah mampu Naik 1,63 57,37 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait layanan disabilitas, CBI, sikap menghadirkan suasana proses menengah atas menengah atas Nasional 2024
terhadap disabilitas, dan fasilitas satuan pendidikan pembelajaran yang menyediakan layanan (21-40%) (21-40%)
disabilitas di satuan pendidikan berdasarkan survei yang ramah bagi peserta didik dengan
lingkungan belajar. disabilitas dan cerdas berbakat istimewa.
D.10.1 Layanan disabilitas 69 Turun 3,19 72,19 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait layanan satuan pendidikan yang 20%) 20%) Nasional 2024
melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik
dengan disabilitas.
D.10.2 Layanan satuan pendidikan untuk peserta didik 58 Naik 6,54 51,46 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
cerdas dan bakat istimewa 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai rerata terkait layanan satuan pendidikan yang
melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik
cerdas dan berbakat istimewa.
D.10.3 Sikap terhadap disabilitas 59,52 Naik 2,65 56,87 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai rerata terkait sikap guru terhadap disabilitas menengah (41- menengah atas Nasional 2024
berdasarkan aspek afektif, kognitif, dan perilaku. 60%) (21-40%)

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 8 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
E.1 Partisipasi warga satuan pendidikan Baik 77,78 Satuan pendidikan telah melibatkan orang Turun 2,26 80,04 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait partisipasi orang tua dan partisipasi tua dan peserta didik baik dalam kegiatan 20%) 20%) Nasional 2024
peserta didik dalam pengelolaan satuan pendidikan akademik maupun non-akademik secara
berdasarkan survei lingkungan belajar. keseluruhan di satuan pendidikan.
E.1.1 Partisipasi orang tua 69,42 Turun 5,94 75,36 Peringkat Peringkat Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik, menengah atas menengah atas Nasional 2024
dan peserta didik terkait tingkat keterlibatan orang tua (21-40%) (21-40%)
dalam proses perencanaan, pengembangan, dan
pelaksanaan aktivitas di satuan pendidikan.
E.1.2 Partisipasi peserta didik 86,14 Naik 1,43 84,71 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik, 20%) 20%) Nasional 2024
dan peserta didik terkait tingkat keterlibatan peserta
didik dalam proses perencanaan, pengembangan, dan
pelaksanaan aktivitas di satuan pendidikan.
E.2 Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk Kurang 13,26 Satuan pendidikan memiliki proporsi Turun 3,44 16,7 Peringkat Peringkat bawah Sumber Daya
peningkatan mutu pemanfaatan sumber daya sekolah untuk menengah (81-100%) Sekolah
Persentase dari pembelanjaan sekolah untuk peningkatan mutu yang rendah bawah (61-80%) (SIPLah dan
peningkatan mutu pendidikan dan kualitas guru dan ARKAS)
tenaga kependidikan dibagi total belanja sekolah dalam
satu tahun anggaran BOS
E.2.1 Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan Kurang 2,91 Satuan pendidikan memiliki proporsi Naik 2,91 0 Peringkat Peringkat Sumber Daya
tenaga kependidikan pembelanjaan peningkatan mutu guru dan menengah atas menengah atas Sekolah
Persentase dari pembelanjaan sekolah untuk tenaga kependidikan yang rendah (21-40%) (21-40%) (SIPLah dan
peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan ARKAS)
dibagi total belanja sekolah dalam satu tahun anggaran
E.2.2 Proporsi pembelanjaan non personil mutu Kurang 10,35 Satuan pendidikan memiliki proporsi Turun 6,35 16,7 Peringkat Peringkat bawah Sumber Daya
pembelajaran pembelanjaan non-personil mutu menengah (81-100%) Sekolah
Persentase dari pembelanjaan sekolah untuk pembelajaran yang rendah bawah (61-80%) (SIPLah dan
peningkatan mutu pendidikan dibagi total belanja ARKAS)
sekolah dalam satu tahun anggaran BOS
E.3 Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran Baik 70,03 Satuan pendidikan memiliki proporsi Naik 3,39 66,64 Peringkat atas (1- Peringkat Sumber Daya
Rata-rata dari proporsi pembelanjaan sekolah melalui pembelanjaan dana BOS secara daring 20%) menengah atas Sekolah
platform SIPLah dan indeks ketepatan waktu dan yang tinggi (21-40%) (SIPLah dan
kelengkapan pelaporan dana BOS pada setiap tahapan ARKAS)
melalui platform SDS
E.3.1 Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring Baik 40,07 Satuan pendidikan memiliki proporsi Naik 6,78 33,29 Peringkat atas (1- Peringkat Sumber Daya
Persentase dari pembelanjaan sekolah melalui platform pembelanjaan dana BOS secara daring 20%) menengah atas Sekolah
SIPLah dibagi total belanja sekolah dalam satu tahun yang tinggi (21-40%) (SIPLah dan
anggaran BOS ARKAS)
E.3.2 Indeks penggunaan platform SDS sumberdaya Baik 100 Jumlah satuan pendidikan yang membuat Tidak berubah 100 Peringkat Peringkat Sumber Daya
sekolah - ketepatan waktu dan kelengkapan laporan tepat waktu di platform SDS menengah (41- menengah (41- Sekolah
pelaporan tinggi 60%) 60%) (SIPLah dan
Persentase dari ketepatan waktu dan kelengkapan ARKAS)
pelaporan dana BOS pada setiap tahapan melalui
platform SDS

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 9 dari 10


Laporan Rapor Pendidikan SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Indikator Capaian Skor Definisi Capaian Perubahan Skor Skor Peringkat di Peringkat Sumber Data
Rapor dari Tahun Lalu Rapor Provinsi secara Nasional
2025 2024
E.5 Program dan kebijakan satuan pendidikan Baik 75 Satuan pendidikan sudah memiliki Turun 9,94 84,94 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait seluruh program dan kebijakan satuan program dan kebijakan yang 20%) 20%) Nasional 2024
pendidikan untuk mencegah dan menanggulangi dilaksanakan secara konsisten tentang
perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, pencegahan dan penanganan
penyalahgunaan narkoba, kesetaraan gender, dan perundungan; hukuman fisik; kekerasan
intoleransi berdasarkan survei lingkungan belajar. seksual; penyalahgunaan rokok, minuman
keras, dan narkoba; kesetaraan gender;
E.5.1 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 76,81 Turun 4,09 80,9 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
perundungan 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani
perundungan di satuan pendidikan.
E.5.2 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 74,84 Turun 6,68 81,52 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
hukuman fisik 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani hukuman
fisik di satuan pendidikan.
E.5.3 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 75,75 Turun 15,44 91,19 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
kekerasan seksual 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait Program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani kasus
kekerasan seksual di satuan pendidikan.
E.5.4 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang 74,16 Turun 16,31 90,47 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
rokok, minuman keras, dan narkoba 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan untuk mencegah dan menangani aktivitas
atau kasus rokok, minuman keras, dan narkoba di
satuan pendidikan.
E.5.5 Program dan Kebijakan mengenai kesetaraan gender 75 Turun 1,91 76,91 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
Nilai rerata terkait program dan kebijakan satuan 20%) 20%) Nasional 2024
pendidikan yang mendukung kesetaraan antara laki-laki
dan perempuan, misalnya dalam hal kemampuan,
kesempatan, pemenuhan hak, dan kewajiban.

E.5.6 Program dan kebijakan mengenai penanggulangan 77,66 Turun 11,00 88,66 Peringkat atas (1- Peringkat atas (1- Asesmen
dan pencegahan intoleransi di satuan pendidikan 20%) 20%) Nasional 2024
Nilai komposit dari kepala satuan pendidikan, pendidik,
dan peserta didik terkait program dan kebijakan satuan
pendidikan yang bertujuan mencegah dan menangani
kasus-kasus intoleransi di satuan pendidikan.

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 10 dari 10


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

REKOMENDASI KESELURUHAN PBD SMAN GRUJUGAN TAHUN 2025


- Lembar ini memuat rekomendasi fokus perbaikan layanan Satuan Pendidikan Anda secara keseluruhan dari Kemendikbudristek
- Lembar ini berisi data laporan Rapor Pendidikan yang memuat seluruh pasangan indikator prioritas dan akar masalahnya diurutkan dari skor terendah.
- Informasi ini dapat Anda jadikan rujukan dalam menentukan prioritas perbaikan layanan Satuan Pendidikan Anda di tahun mendatang.
- Anda dapat langsung menyalin indikator yang dipilih sebagai prioritas perbaikan layanan, ke dalam kolom Identifikasi di '3. Lembar Kerja RKT'
- Untuk melihat seluruh padanan Kegiatan ARKAS yang sesuai dengan Inspirasi Kegiatan Benahi, silakan buka [Link] Laporan diperbarui 13 Mei 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
Level 1 Level 2
Platform
Indikator utama Subindikator akar
Merdeka
masalah
1 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.2 Kemampuan A.2.1 Kompetensi Kemampuan untuk memahami 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan Mengajar.
[Link] Kegiatan BOS Reguler
numerasi (71,11% numerasi pada domain bilangan berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
peserta Bilangan kemampuan numerasi siswa secara mempelajari tentang domain bilangan kel/22 - Peningkatan kompetensi guru
didik sudah keseluruhan sebagai bagian dari kemampuan numerasi untuk memperkuat numerasi
mencapai melalui pelatihan, diskusi pada komunitas - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar, belajar mandiri memanfaatkan dan numerasi
minimum) berbagai sumber belajar, dan kegiatan lain - Peningkatan kompetensi guru
yang menunjang peningkatan kompetensi. untuk pembelajaran berorientasi
pada peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
domain bilangan melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
memperbaiki proses pembelajaran numerasi
peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan domain
bilangan melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 1 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
2 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.2 Kemampuan A.2.2 Kompetensi Kemampuan untuk memahami 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% numerasi pada domain Aljabar aljabar berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta kemampuan numerasi siswa secara mempelajari tentang domain aljabar sebagai kel/22 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah keseluruhan bagian dari kemampuan numerasi melalui untuk memperkuat numerasi
mencapai pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang peningkatan kompetensi. untuk pembelajaran berorientasi
pada peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
domain bilangan melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran numerasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan domain
aljabar melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
3 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.1 Kemampuan A.1.1 Kompetensi Aktivitas belajar guru dan kepala 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
numerasi (71,11% literasi membaca teks sekolah yang bertujuan meningkatkan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
peserta informasi kompetensi siswa dalam memahami, mempelajari tentang teks informasi yang kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
didik sudah menggunakan, merefleksi, dan berorientasi pada penguatan kemampuan untuk memperkuat literasi
mencapai mengevaluasi teks untuk mampu numerasi melalui pelatihan, diskusi pada - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi berpikir menggunakan konsep, komunitas belajar, belajar mandiri dan numerasi
minimum) prosedur, fakta, dan alat memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan - Kegiatan pemberdayaan
matematikan dalam menyelesaika kegiatan lain yang menunjang peningkatan perpustakaan terutama untuk
masalah sehari-hari pada berbagai kompetensi. pengembangan minat baca
jenis konteks yang relevan sehingga peserta didik
berdampak kepada kemampuan 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
numerasi siswa pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks informasi melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran numerasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan
memahami teks informasi melalui program
dan kebijakan di satuan pendidikan, baik
yang membutuhkan anggaran dan yang

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 2 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
4 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.1 Kemampuan A.1.2 Kompetensi Aktivitas belajar guru dan kepala 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% literasi membaca teks sastra sekolah yang bertujuan meningkatkan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta kompetensi siswa memahami, mempelajari tentang teks sastra sebagai kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah menggunakan, merefleksi, dan bagian dari kemampuan numerasi melalui untuk memperkuat literasi
mencapai mengevaluasi teks fiksi untuk mampu pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi berpikir menggunakan konsep, belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) prosedur, fakta, dan alat sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Kegiatan pemberdayaan
matematikan dalam menyelesaikan menunjang peningkatan kompetensi. perpustakaan terutama untuk
masalah sehari-hari pada berbagai pengembangan minat baca
jenis konteks yang relevan sehingga 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan peserta didik
berdampak kepada kemampuan pendidik merencanakan pembelajaran dan
numerasi siswa mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks sastra melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran numerasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan
memahami teks sastra melalui program dan
kebijakan di satuan pendidikan, baik yang
5 Baik 71,11% D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang membutuhkan anggaran
1. Inspirasi 1: Kepala dan pendidikan
satuan yang tidak dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
A.2 Kemampuan
numerasi (71,11% pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
peserta dan karakteristik siswa akan memberikan instruksi dan panduan kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
didik sudah berdampak kepada kemampuan pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan pembelajaran
mencapai numerasi siswa refleksi untuk meningkatkan kemampuan - Peningkatan kompetensi guru
kompetensi numerasi peserta didik. untuk keterlibatan orangtua/wali
minimum) dan masyarakat dalam
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan pembelajaran
pendidik merancang pembelajaran literasi - Peningkatan kompetensi guru
dan numerasi yang interaktif melalui untuk memahami karakteristik dan
aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, dan cara belajar peserta didik
ekstrakurikuler untuk menciptakan iklim
pembelajaran terbuka yang meningkatkan
numerasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong pelaksanaan program dan
kebijakan yang mendukung aktivitas
pembelajaran konstruktif, baik dengan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 3 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
6 A.2 Kemampuan Baik 71,11% D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Pembelajaran yang mendukung 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% pembelajaran psikologis kenyamanan dan keamanan siswa di pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta aspek psikologis berdampak pada memberikan dukungan afektif sebagai kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
didik sudah pembelajaran siswa di kelas, salah bagian dari peningkatan kemampuan pendidikan (konsultan & psikolog)
mencapai satunya pada bagaimana siswa numerasi peserta didik melalui pelatihan dan - Penyelenggaraan program
kompetensi belajar numerasi. refleksi untuk menciptakan interaksi yang konseling untuk keberlanjutan
minimum) konstruktif. pendidikan
- Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami karakteristik dan
pendidik merancang strategi pembelajaran cara belajar peserta didik
yang mengintegrasikan perhatian,
kepedulian, dan umpan balik pada kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan
numerasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendorong
pendidik memberikan dukungan afektif
7 A.2 Kemampuan Baik 71,11% D.3 Kepemimpinan D.3.2 Pengelolaan Kemampuan kepala sekolah dalam 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
numerasi (71,11% instruksional kurikulum satuan mengembangkan dan mengelola pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
peserta pendidikan kurikulum yang bertujuan untuk pengembangan dan pengelolaan kurikulum kel/104 - Penyusunan kurikulum
didik sudah meningkatkan kualitas proses dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran - Penyusunan silabus/tujuan
mencapai hasil belajar siswa akan berdampak numerasi peserta didik melalui pelatihan, pembelajaran
kompetensi kepada kemampuan numerasi siswa diskusi pada komunitas belajar, belajar - Peningkatan kompetensi guru
minimum) mandiri memanfaatkan berbagai sumber untuk memahami kurikulum dan
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang cara mengajarkannya
peningkatan kompetensi

2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan


pendidikan mengembangkan dan mengelola
kurikulum yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran
numerasi peserta didik pada intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan Pengelolaan
kurikulum satuan pendidikan melalui
program dan kebijakan di satuan pendidikan,
baik yang membutuhkan anggaran dan yang
tidak membutuhkan anggaran untuk

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 4 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
8 A.2 Kemampuan Baik 71,11% D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta proses pembelajaran akan memberikan dukungan untuk melakukan kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
didik sudah mendukung pembelajaran siswa di refleksi terhadap proses pembelajaran pelibatan orang tua/wali/keluarga
mencapai kelas yang berdampak kepada numerasi peserta didik melalui pelatihan, di pembelajaran
kompetensi kemampuan numerasi siswa diskusi pada komunitas belajar, belajar - Peningkatan kompetensi guru
minimum) mandiri memanfaatkan berbagai sumber untuk memperkuat numerasi
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi untuk keterlibatan orang tua/wali
dan masyarakat dalam
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan pembelajaran
pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pemberian dukungan
untuk melakukan refleksi terhadap proses
pembelajaran numerasi peserta didik pada
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan Dukungan untuk
refleksi pendidik melalui program dan
kebijakan di satuan pendidikan, baik yang
membutuhkan anggaran dan yang tidak
membutuhkan anggaran untuk mendukung

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 5 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
9 A.3 Karakter Baik 56,3 A.3 Karakter A.3.5 Kebinekaan Ketertarikan siswa terhadap budaya 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
global yang berbeda, kepedulian terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
isu-isu global, serta dukungan mempelajari tentang pendidikan karakter kel/37 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
terhadap kesetaraan gender, agama, yang berkaitan dengan menumbuhkan pelibatan orang tua/wali/keluarga
dan budaya mendukung kemampuan ketertarikan peserta didik dan kepedulian di pembelajaran
siswa dalam aspek karakter. terhadap isu-isu global, kesetaraan gender, - Peningkatan kompetensi guru
perbedaan agama dan budaya melalui untuk keterlibatan orang tua/wali
pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, dan masyarakat dalam
belajar mandiri memanfaatkan berbagai pembelajaran
sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang peningkatan kompetensi. untuk pemahaman Profil Pelajar
Pancasila: Kebinekaan Global
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pembelajaran yang
mengintegrasikan isu-isu global, kesetaraan
gender, perbedaan agama dan budaya
melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk mendukung
pengembangan pendidikan karakter

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan dimensi Kebinekaan
Global melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 6 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
10 A.3 Karakter Baik 56,3 A.3 Karakter A.3.3 Kreativitas Kesenangan dan pengalaman 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
menghasilkan hal yang baru oleh pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
siswa mendukung kemampuan siswa mempelajari tentang pendidikan karakter kel/52 - Pengembangan pembelajaran
Mengajar.
dalam aspek karakter. yang berkaitan dengan menumbuhkan berbasis projek (termasuk P5)
kesenangan dan pengalaman menghasilkan - Peningkatan kompetensi guru
hal yang baru pada diri peserta didik melalui untuk pemahaman Profil Pelajar
pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, Pancasila: Kreativitas
belajar mandiri memanfaatkan berbagai - Pengembangan pendidikan
sumber belajar, dan kegiatan lain yang karakter/penumbuhan budi pekerti
menunjang peningkatan kompetensi.

2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan


pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pembelajaran yang
menumbuhkan kreativitas peserta didik
melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk mendukung
pengembangan pendidikan karakter

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan dimensi Kreativitas
melalui program dan kebijakan di satuan
pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 7 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
11 A.3 Karakter Baik 56,3 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
dan karakteristik siswa oleh Guru memberikan instruksi dan panduan kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
Mengajar.
dapat mendukung kemampuan siswa pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan pembelajaran
dalam aspek karakter. refleksi untuk mengembangkan karakter - Peningkatan kompetensi guru
peserta didik yang bersifat holistik mencakup untuk keterlibatan orangtua/wali
komponen pengetahuan, afektif, dan masyarakat dalam
keterampilan, dan perwujudan dalam pembelajaran
perilaku. - Peningkatan kompetensi guru
untuk memahami karakteristik dan
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan cara belajar peserta didik
pendidik merancang dan
mengimplementasikan metode pembelajaran
yang interaktif melalui aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan
karakter peserta didik yang bersifat holistik
mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam
perilaku.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong pelaksanaan program dan
kebijakan yang mendukung praktik
pembelajaran interaktif yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran dan karakteristik
peserta didik baik dengan anggaran maupun

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 8 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
12 A.3 Karakter Baik 56,3 D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Praktik pembelajaran yang memenuhi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran psikologis kebutuhan psikologis siswa untuk pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
menumbuhkan kepercayaan diri dan memberikan dukungan afektif melalui kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
perasaan diterima tanpa dibeda- pelatihan dan refleksi, untuk menciptakan pendidikan (konsultan & psikolog)
bedakan mendukung kemampuan interaksi yang konstruktif dan - Penyelenggaraan program
siswa dalam aspek karakter. mengembangkan karakter peserta didik yang konseling untuk keberlanjutan
bersifat holistik mencakup komponen pendidikan
pengetahuan, afektif, keterampilan, dan - Peningkatan kompetensi guru
perwujudan dalam perilaku. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merancang dan
mengimplementasikan strategi pembelajaran
yang mengintegrasikan perhatian,
kepedulian, dan umpan balik pada kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan
karakter peserta didik yang bersifat holistik
mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam
perilaku.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendorong
pendidik memberikan dukungan afektif
kepada peserta didik melalui program yang
13 A.3 Karakter Baik 56,3 D.3 Kepemimpinan D.3.2 Pengelolaan Kemampuan kepala sekolah dalam membutuhkan
1. anggaran
Inspirasi 1: Kepala maupun
satuan tanpa dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
pendidikan
instruksional kurikulum satuan mengembangkan dan mengelola pendidik meningkatkan kemampuan dalam [Link]/arti
pendidikan kurikulum yang bertujuan untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum kel/104 - Penyusunan kurikulum
meningkatkan kualitas proses dan untuk mendukung pendidikan karakter - Penyusunan silabus/tujuan
hasil belajar siswa dapat mendukung melalui pelatihan, diskusi pada komunitas pembelajaran
kemampuan siswa dalam aspek belajar, belajar mandiri dengan - Peningkatan kompetensi guru
karakter. memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan untuk memahami kurikulum dan
kegiatan lain yang menunjang peningkatan cara mengajarkannya
kompetensi.

2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan


pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang pengelolaan kurikulum satuan
pendidikan dan mengimplementasikannya
dalam berbagai aktivitas untuk mendukung
pendidikan karakter

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan pengembangan dan
pengelolaan kurikulum satuan pendidikan
melalui implementasi kegiatan, program,
maupun pembuatan kebijakan, baik yang

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 9 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
14 A.3 Karakter Baik 56,3 D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
instruksional refleksi guru oleh kepala sekolah untuk melakukan pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
refleksi terhadap proses bertujuan untuk memahami pemberian kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
pembelajaran dapat mendukung dukungan kepada pendidik untuk melakukan pelibatan orang tua/wali/keluarga
kemampuan siswa dalam aspek refleksi terhadap proses pembelajaran dalam di pembelajaran
karakter. rangka mendukung pendidikan karakter - Peningkatan kompetensi guru
melalui pelatihan, diskusi pada komunitas untuk memperkuat numerasi
belajar, belajar mandiri dengan - Peningkatan kompetensi guru
memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan untuk keterlibatan orang tua/wali
kegiatan lain yang menunjang peningkatan dan masyarakat dalam
kompetensi. pembelajaran

2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan


pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang pemberian dukungan kepada
pendidik untuk melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran dan
mengimplementasikannya dalam berbagai
aktivitas untuk mendukung pendidikan
karakter

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong pemberian dukungan kepada
pendidik untuk melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran melalui implementasi

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 10 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
15 A.3 Karakter Baik 56,3 D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar tentang Aktivitas belajar kepala sekolah dan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
perbaikan pembelajaran guru yang bertujuan meningkatkan pendidik mempelajari tentang pengetahuan [Link]/arti
Merdeka
pembelajaran oleh pengetahuan dan keterampilan dan keterampilan mengajar sebagai bagian kel/85 - Pelaksanaan kegiatan komunitas
Mengajar.
guru mengajar dapat mendukung dari mendukung penguatan karakter peserta belajar di satuan pendidikan
kemampuan siswa dalam aspek didik melalui pelaksanaan supervisi - Peningkatan kompetensi guru
karakter. pembelajaran pada semua mata pelajaran untuk memahami karakteristik dan
atau pendidik di satuan pendidikan, diskusi cara belajar peserta didik
di komunitas belajar, dan kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang penguatan karakter peserta untuk memahami konten
didik. pembelajaran dan cara
mengajarkannya
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan serta
keterampilan mengajar pada beragam
aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk mendukung penguatan
karakter melalui peningkatan kompetensi
pendidik serta memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan proses pembelajaran
pendidik terkait pengetahuan dan
keterampilan mengajar di satuan pendidikan
melalui program dan kebijakan di satuan
16 A.3 Karakter Baik 56,3 D.2 Refleksi dan D.2.3 Penerapan Inovasi pembelajaran berdasarkan pendidikan,
1. baik
Inspirasi 1: yangsatuan
Kepala membutuhkan
pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
perbaikan praktik inovatif refleksi yang dilakukan kepala pendidik mempelajari tentang penerapan [Link]/arti
pembelajaran oleh sekolah dan guru mendukung praktik inovatif berorientasi pada penguatan kel/97 - Kegiatan komunitas belajar antar
guru kemampuan siswa dalam aspek karakter peserta didik, salah satunya melalui sekolah (termasuk KKG, MGMP,
karakter. diskusi dan refleksi bersama warga satuan MGMPS, MGMPK, KKKS, atau
pendidikan. MKKS)
- Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami karakteristik dan
pendidik mengimplementasikan cara belajar peserta didik
pengetahuan tentang penerapan praktik - Peningkatan kompetensi guru
inovatif pada beragam aktivitas untuk memahami konten
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau pembelajaran dan cara
ekstrakurikuler untuk mendorong penguatan mengajarkannya
karakter peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan penerapan praktik
inovatif melalui implementasi kegiatan,
program, maupun pembuatan kebijakan,

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 11 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
17 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.5 Pemahaman Pengalaman hukuman fisik oleh 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan satuan pendidikan dan sikap terhadap siswa dan serta pemahaman dan pendidik meningkatkan kompetensi dan [Link]/arti
Merdeka
hukuman fisik sikap guru tentang hukuman fisik pengetahuan tentang berbagai bentuk kel/124 - Penerapan program pencegahan
Mengajar.
merupakan salah satu faktor yang hukumen fisik melalui pelatihan, diskusi perundungan
memengaruhi iklim keamanan di pada komunitas belajar, belajar mandiri - Peningkatan kompetensi guru
sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk memahami tentang
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang perundungan, kekerasan, dan
peningkatan kompetensi untuk menciptakan kekerasan seksual
satuan pendidikan yang aman. - Peningkatan kompetensi guru
untuk memahami tentang disiplin
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan positif (dan menghindari hukuman
pendidik merancang pembelajaran bebas fisik)
hukuman fisik dan mengedepankan disiplin
positif dalam aktivitas intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong penerapan disiplin positif melalui
kegiatan, program, maupun pembuatan
kebijakan, baik yang membutuhkan
anggaran maupun yang tidak, yang
18 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.7 Pemahaman Pengalaman dan pengetahuan siswa 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
satuan pendidikan satuan pendidikan dan sikap guru tentang kekerasan seksual dan serta pendidik mengadakan pelatihan intensif bagi [Link]/arti
tentang kekerasan pemahaman dan sikap guru tentang GTK dalam memahami definisi, bentuk kel/128 - Pengembangan program
seksual kekerasan seksual merupakan salah perilaku, dampak, serta strategi pencegahan pencegahan dan penanganan
satu faktor yang memengaruhi iklim dan penanganan kekerasan seksual dengan kekerasan dan kekerasan seksual
keamanan di sekolah pendekatan ramah anak, sebagai bagian di satuan pendidikan (termasuk
ikllm keamanan satuan pendidikan. program Roots)
- Penerapan program pencegahan
2. Inspirasi 2: Pendidik perundungan
mengimplementasikan pengetahuan - Peningkatan kompetensi guru
mengenai identifikasi, pencegahan, dan untuk memahami tentang
penanganan kekerasan seksual di perundungan, kekerasan, dan
lingkungan satuan pendidikan dengan kekerasan seksual
mengembangkan alat bantu dalam
memonitoring dan evaluasi pembelajaran
yang berorientasi pada kesadaran terhadap
kekerasan seksual.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


merancang kebijakan satuan pendidikan
dengan memberikan panduan resmi bagi
seluruh warga sekolah mengenai langkah
pencegahan, pelaporan, dan penanganan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 12 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
19 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.10 Iklim Inklusivitas D.10.2 Layanan Pemberian layanan yang sesuai 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan satuan pendidikan untuk anak cerdas dan berbakat pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
untuk peserta didik istimewa di sekolah mendorong bertujuan untuk memahami bentuk kel/152 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
cerdas dan bakat menciptakan iklim sekolah yang pemberian layanan yang dibutuhkan oleh untuk pengelolaan lingkungan
istimewa aman untuk semua peserta didik cerdas dan berbakat istimewa pembelajaran yang aman dan
dalam rangka memperbaiki iklim keamanan nyaman
satuan pendidikan melalui pelatihan, diskusi - Peningkatan kompetensi guru
pada komunitas belajar, belajar mandiri untuk memahami karakteristik dan
dengan memanfaatkan berbagai sumber cara belajar peserta didik
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi. untuk memahami konten
pembelajaran dan cara
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan mengajarkannya
pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang bentuk pemberian layanan yang
dibutuhkan oleh peserta didik cerdas dan
berbakat istimewa di satuan pendidikan dan
mengimplementasikannya dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan iklim
keamanan satuan pendidikan

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendukung perbaikan layanan satuan
pendidikan untuk peserta didik cerdas dan
berbakat istimewa melalui implementasi
kegiatan, program, maupun pembuatan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 13 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
20 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.10 Iklim Inklusivitas D.10.3 Sikap terhadap Penerimaan dan penghargaan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan disabilitas terhadap siswa dengan disabilitas pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
mendorong menciptakan iklim bertujuan untuk memahami bentuk kel/156 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
sekolah yang aman untuk semua penerimaan, dukungan, dan penghargaan untuk pengelolaan lingkungan
terhadap peserta didik disabilitas dalam pembelajaran yang aman dan
rangka memperbaiki iklim keamanan satuan nyaman
pendidikan melalui pelatihan, diskusi pada - Peningkatan kompetensi guru
komunitas belajar, belajar mandiri dengan untuk memahami sikap inklusif,
memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan toleran, dan kesertaan gender
kegiatan lain yang menunjang peningkatan (termasuk pendidikan
kompetensi. inklusif/disabilitas)
- Pengembangan sekolah sehat,
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan sekolah aman, sekolah ramah
pendidik mengintegrasikan pengetahuan anak, sekolah inklusi, sekolah
tentang bentuk penerimaan, dukungan, dan adiwiyata, dan sejenisnya
penghargaan terhadap peserta didik
disabilitas di satuan pendidikan dan
mengimplementasikannya dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan iklim
keamanan satuan pendidikan

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendukung perbaikan sikap terhadap
peserta didik disabilitas melalui
21 D.4 Iklim keamanan Baik 74 E.5 Program dan E.5.4 Program dan Aktivitas peningkatan kompetensi implementasi
1. Inspirasi 1: kegiatan, program,
Kepala satuan maupundan [Link] Kegiatan BOS Reguler
pendidikan
satuan pendidikan kebijakan satuan kebijakan satuan guru dan kepala sekolah yang pendidik mempelajari tentang program dan [Link]/arti
pendidikan pendidikan tentang bertujuan mendukung terlaksananya kebijakan mengenai rokok, minuman keras, kel/132 - Penyelenggaraan: pencegahan
rokok, minuman program dan kebijakan sekolah dan narkoba di satuan pendidikan untuk penyalahgunaan narkotika,
keras, dan narkoba terkait narkoba untuk mencegah dan mendukung peningkatan kualitas iklim psikotropika, zat adiktif (narkoba),
menanggulangi penyalahgunaan keamanan. minuman keras, merokok, dan HIV
narkoba dan zat berbahaya lainnya AIDS
yang berdampak pda iklim keamanan 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
sekolah. pendidik mengintegrasikan pengetahuan untuk memahami penyalahgunaan
tentang program dan kebijakan mengenai narkotika, psikotropika, zat adiktif
rokok, minuman keras, dan narkoba pada (narkoba), minuman keras,
beragam aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, merokok, dan HIV AIDS
dan/atau ekstrakurikuler di satuan
pendidikan untuk memperbaiki proses
pembelajaran peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan program, kebijakan,
baik yang membutuhkan anggaran maupun
yang tidak membutuhkan anggaran terkait
dengan rokok, minuman keras, dan narkoba

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 14 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
22 D.4 Iklim keamanan Baik 74 E.5 Program dan E.5.2 Program dan Aktivitas peningkatan kompetensi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan kebijakan satuan kebijakan satuan guru dan kepala sekolah yang pendidik mempelajari tentang program dan [Link]/arti
Merdeka
pendidikan pendidikan tentang bertujuan mendukung terlaksananya kebijakan mengenai pencegahan dan kel/124 - Pelaksanaan kegiatan orientasi
Mengajar.
hukuman fisik program dan kebijakan sekolah penanganan hukuman fisik di satuan siswa baru yang bersifat akademik
terkait hukuman fisik untuk pendidikan yang mendukung iklim dan pengenalan lingkungan tanpa
mencegah penggunaan hukuman keamanan. kekerasan
yang mengakibatkan rasa sakit - Peningkatan kompetensi guru
secara fisik bagi siswa yang 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami tentang disiplin
melakukan pelanggaran yang pendidik mengintegrasikan pengetahuan positif (dan menghindari hukuman
berdampak pada iklim keamanan tentang program dan kebijakan mengenai fisik)
sekolah. pencegahan dan penanganan hukuman fisik
di satuan pendidikan pada beragam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk memperbaiki proses
pembelajaran peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan program, kebijakan
mengenai pencegahan dan penanganan
hukuman fisik di satuan pendidikan, baik
23 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.3 Toleransi dan Aktivitas peningkatan kompetensi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
satuan pendidikan kesetaraan peserta guru dan kepala sekolah yang seluruh warga sekolah meningkatkan [Link]/arti
didik bertujuan terciptanya sikap inklusif kompetensi terkait nilai-nilai sikap yang kel/144 - Program pembinaan kesiswaan
berupa dukungan atas kesetaraan inklusif melalui pelatihan dan refleksi untuk dan kepemimpinan siswa
siswa untuk dapat bersikap menerima mendukung terciptanya iklim keamanan - Pengembangan kegiatan
dan menghargai keragaman agama satuan pendidikan. pelibatan orang tua/wali/keluarga
dan budaya di sekolah yang di pembelajaran
berdampak pada iklim keamanan 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
sekolah. pendidik merancang & melaksanakan untuk memahami sikap inklusif,
program intrakurikuler dan/atau kokurikuler, toleran, dan kesetaraan gender
dan/atau ekstrakurikuler yang memiliki nilai- (termasuk pendidikan
nilai sikap yang inklusif untuk meningkatkan inklusif/disabilitas)
iklim keamanan satuan pendidikan.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendukung
penerapan nilai-nilai sikap yang inklusif
melalui program yang membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 15 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
24 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.1 Toleransi Sikap dan perilaku yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan agama dan budaya menunjukkan penerimaan dan seluruh warga sekolah meningkatkan [Link]/arti
Merdeka
penghargaan terhadap keragaman kompetensi terkait toleransi antar agama kel/140 - Pengembangan pembelajaran
Mengajar.
agama dan budaya di sekolah dan budaya melalui pelatihan dan refleksi berbasis proyek (termasuk P5)
berpengaruh terhadap tingkat untuk mendukung terciptanya iklim - Pengembangan kegiatan
keamanan sekolah, bagaimana agar keamanan satuan pendidikan. pelibatan orang tua/wali/keluarga
warga sekolah tetap mendapatkan di pembelajaran
rasa aman di sekolah walaupun 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
memiliki latar agama dan budaya pendidik merancang dan melaksanakan untuk memahami
yang berbeda program intrakurikuler dan/atau kokurikuler, toleransi/kesetaraan/moderasi
dan/atau ekstrakurikuler yang memilki nilai- beragama dan budaya
nilai toleransi antar agama dan budaya
untuk meningkatkan iklim keamanan satuan
pendidikan.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendukung
penerapan nilai-nilai toleransi antar agama
dan budaya melalui program yang
membutuhkan anggaran maupun tanpa
anggaran untuk meningkatkan iklim
25 A.1 Kemampuan Baik 88,89% A.1 Kemampuan A.1.1 Kompetensi Kemampuan untuk memahami teks 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
literasi (88,89% literasi membaca teks informasi berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
peserta informasi kemampuan literasi siswa secara mempelajari tentang teks informasi sebagai kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
didik sudah keseluruhan bagian dari kemampuan literasi melalui untuk memperkuat literasi
mencapai pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Kegiatan pemberdayaan
menunjang peningkatan kompetensi. perpustakaan terutama untuk
pengembangan minat baca
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan peserta didik
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks informasi melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan teks
informasi melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 16 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
26 A.1 Kemampuan Baik 88,89% A.1 Kemampuan A.1.2 Kompetensi Kemampuan untuk memahami teks 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% literasi membaca teks sastra sastra berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta kemampuan literasi siswa secara mempelajari tentang teks sastra sebagai kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah keseluruhan bagian dari kemampuan literasi melalui untuk memperkuat literasi
mencapai pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Kegiatan pemberdayaan
menunjang peningkatan kompetensi. perpustakaan terutama untuk
pengembangan minat baca
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan peserta didik
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks sastra melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan teks
sastra melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
27 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
literasi (88,89% pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
peserta dan karakteristik siswa akan melakukan praktik pembelajaran interaktif kel/82 - Penyusunan perencanaan
didik sudah berdampak kepada kemampuan dalam rangka mendukung kemampuan program satuan pendidikan (visi
mencapai literasi siswa literasi peserta didik melalui pelatihan, misi sekolah, RKJM, RKT, RKAS)
kompetensi diskusi pada komunitas belajar, belajar - Peningkatan kompetensi kepala
minimum) mandiri memanfaatkan berbagai sumber sekolah
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Pengembangan dan pelaksanaan
peningkatan kompetensi. program kerja kepala sekolah

2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan


pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan praktik pembelajaran
interaktif melalui intrakurikuler, kokurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler untuk mendukung
kemampuan literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan metode pembelajaran
melalui program dan kebijakan di satuan
pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 17 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
28 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Pembelajaran yang mendukung 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% pembelajaran psikologis kenyamanan dan keamanan siswa di pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta aspek psikologis berdampak pada memberikan dukungan psikologis untuk kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
didik sudah pembelajaran siswa di kelas, salah menciptakan interaksi yang konstruktif pendidikan (konsultan & psikolog)
mencapai satunya pada bagaimana siswa dalam rangka mendukung kemampuan - Penyelenggaraan program
kompetensi belajar literasi. literasi peserta didik melalui pelatihan, konseling untuk keberlanjutan
minimum) diskusi pada komunitas belajar, belajar pendidikan
mandiri memanfaatkan berbagai sumber - Peningkatan kompetensi guru
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang untuk memahami karakteristik dan
peningkatan kompetensi. cara belajar peserta didik

2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan


pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan strategi pembelajaran
yang mengintegrasikan perhatian,
kepedulian, dan umpan balik konstruktif
melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk mendukung
kemampuan literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong pendidik memberikan dukungan
psikologis kepada peserta didik melalui
program dan kebijakan di satuan pendidikan,
29 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.3 Kepemimpinan D.3.2 Pengelolaan Kemampuan kepala sekolah dalam baik
1. yang membutuhkan
Inspirasi anggaran
1 : Kepala satuan dan yang
pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
literasi (88,89% instruksional kurikulum satuan mengembangkan dan mengelola pendidik meningkatkan kompetensi supervisi [Link]/arti
peserta pendidikan kurikulum yang bertujuan untuk pembelajaran melalui pelatihan dan refleksi kel/104 - Penyusunan kurikulum
didik sudah meningkatkan kualitas proses dan berkala untuk memastikan implementasi - Penyusunan silabus/tujuan
mencapai hasil belajar siswa akan berdampak kurikulum berjalan optimal dan pembelajaran
kompetensi kepada kemampuan literasi siswa meningkatkan kemampuan literasi peserta - Peningkatan kompetensi guru
minimum) didik. untuk memahami kurikulum dan
cara mengajarkannya
2. Inspirasi 2 : Kepala satuan pendidikan
menyusun dan melaksanakan rencana
supervisi berkala yang melibatkan observasi
dan diskusi dengan pendidik untuk
memastikan efektivitas pembelajaran literasi,
sehingga kemampuan literasi peserta didik
meningkat.

3. Inspirasi 3 : Kepala satuan pendidikan


menetapkan kebijakan supervisi pengelolaan
kurikulum melalui program yang terstruktur,

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 18 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
30 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
peserta proses pembelajaran akan memberikan dukungan untuk melakukan kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
didik sudah mendukung pembelajaran siswa di refleksi terhadap proses pembelajaran pelibatan orang tua/wali/keluarga
mencapai kelas yang berdampak kepada literasi peserta didik melalui pelatihan, di pembelajaran
kompetensi kemampuan literasi siswa diskusi pada komunitas belajar, belajar - Peningkatan kompetensi guru
minimum) mandiri memanfaatkan berbagai sumber untuk memperkuat numerasi
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi untuk keterlibatan orang tua/wali
dan masyarakat dalam
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan pembelajaran
pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pemberian dukungan
untuk melakukan refleksi terhadap proses
pembelajaran literasi peserta didik pada
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan Dukungan untuk
refleksi pendidik melalui program dan
kebijakan di satuan pendidikan, baik yang
membutuhkan anggaran dan yang tidak
31 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar tentang Aktivitas belajar guru dan kepala membutuhkan
1. anggaran
Inspirasi 1: Kepala untuk
satuan mendukung
pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
literasi (88,89% perbaikan pembelajaran sekolah yang bertujuan meningkatkan pendidik meningkatkan kompetensi [Link]/arti
peserta pembelajaran oleh pengetahuan dan keterampilan mengenai belajar tentang pembelajaran kel/85 - Pelaksanaan kegiatan komunitas
didik sudah guru mengajar akan mendukung sebagai bagian dari refleksi serta perbaikan belajar di satuan pendidikan
mencapai pembelajaran siswa di kelas yang pembelajaran oleh pendidik melalui - Peningkatan kompetensi guru
kompetensi berdampak kepada kemampuan pelatihan mandiri perencanaan untuk memahami karakteristik dan
minimum) literasi siswa pembelajaran, menyimak webinar/video cara belajar peserta didik
inspirasi, serta kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang peningkatan kompetensi. untuk memahami konten
pembelajaran dan cara
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan mengajarkannya
pendidik mengintegrasikan program dan
kebijakan mengenai belajar tentang
pembelajaran pada beragam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan
kemampuan literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan belajar
tentang pembelajaran sebagai bagian dari
refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh
pendidik di satuan pendidikan melalui
program dan kebijakan, baik itu yang

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 19 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
32 A.1 Kemampuan Baik 88,89% D.2 Refleksi dan D.2.3 Penerapan Inovasi pembelajaran berdasarkan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% perbaikan praktik inovatif refleksi yang dilakukan guru dan pendidik meningkatkan kompetensi [Link]/arti
Merdeka
peserta pembelajaran oleh kepala sekolah akan mendukung mengenai penerapan praktik inovatif sebagai kel/97 - Kegiatan komunitas belajar antar
Mengajar.
didik sudah guru pembelajaran siswa di kelas yang bagian dari refleksi dan perbaikan sekolah (termasuk KKG, MGMP,
mencapai berdampak kepada kemampuan pembelajaran melalui pelatihan mandiri yang MGMPS, MGMPK, KKKS, atau
kompetensi literasi siswa terkait dengan perencanaan pembelajaran, MKKS)
minimum) serta kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
pendidik mengintegrasikan program dan untuk memahami konten
kebijakan mengenai penerapan praktik pembelajaran dan cara
inovatif pada beragam aktivitas mengajarkannya
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan
kemampuan literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan
penerapan praktik inovatif sebagai bagian
dari refleksi dan perbaikan pembelajaran
oleh pendidik di satuan pendidikan melalui
33 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.3 Toleransi dan Aktivitas peningkatan kemapuan guru program dan
1. Inspirasi 1:kebijakan di satuan
Kepala satuan pendidikan,
pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
kesetaraan peserta dan kepala sekolah yang bertujuan pendidik mempelajari konsep dan praktik [Link]/arti
didik menunjang terciptanya sikap inklusif terkait dukungan atas kesetaraan siswa kel/144 - Program pembinaan kesiswaan
yang mendukung sikap menerima sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan kepemimpinan siswa
dan menghargai keragaman agama iklim kebinekaan di satuan pendidikan - Pengembangan kegiatan
dan budaya di sekolah sehingga pelibatan orang tua/wali/keluarga
berdampak kepada iklim kebinekaan. 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan di pembelajaran
pendidik mengimplementasikan - Peningkatan kompetensi guru
pengetahuan tentang dukungan atas untuk memahami sikap inklusif,
kesetaraan peserta didik untuk toleran, dan kesetaraan gender
meningkatkan proses pembelajaran peserta (termasuk pendidikan
didik inklusif/disabilitas)

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan penerapan dukungan
atas kesetaraan peserta didik di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan, baik

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 20 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
34 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.1 Toleransi Kondisi sekolah yang menunjukkan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
agama dan budaya adanya sikap dan perilaku kepala pendidik mempelajari konsep dan praktik [Link]/arti
Merdeka
sekolah dan guru dalam menerapkan terkait toleransi agama dan budaya sebagai kel/140 - Pengembangan pembelajaran
Mengajar.
toleransi agama dan budaya serta bagian dari salah satu upaya peningkatan berbasis proyek (termasuk P5)
komitmen kebangsaan memengaruhi iklim kebinekaan. - Pengembangan kegiatan
keseluruhan iklim kebinekaan di pelibatan orang tua/wali/keluarga
sekolah 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan di pembelajaran
pendidik mengimplementasikan - Peningkatan kompetensi guru
pengetahuan tentang toleransi agama dan untuk memahami
budaya pada beragam aktivitas toleransi/kesetaraan/moderasi
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau beragama dan budaya
ekstrakurikuler di satuan pendidikan untuk
memperbaiki proses pembelajaran peserta
didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan penerapan toleransi
agama dan budaya di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan baik itu yang
35 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.5 Pemahaman Pengalaman siswa dari pengalaman 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
satuan pendidikan dan sikap terhadap perundungan/bullying dari guru atau pendidik meningkatkan kompetensi dan [Link]/arti
hukuman fisik sesama siswa di sekolah merupakan pengetahuan tentang berbagai bentuk kel/124 - Penerapan program pencegahan
salah upaya dalam meningkatkan hukumen fisik melalui pelatihan, diskusi perundungan
iklim kebinekaan di sekolah. pada komunitas belajar, belajar mandiri - Peningkatan kompetensi guru
dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk memahami tentang
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang perundungan, kekerasan, dan
peningkatan kompetensi untuk menciptakan kekerasan seksual
satuan pendidikan yang mendorong - Peningkatan kompetensi guru
keragaman dan kebinekaan. untuk memahami tentang disiplin
positif (dan menghindari hukuman
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan fisik)
pendidik merancang pembelajaran bebas
hukuman fisik dan mengedepankan disiplin
positif dalam aktivitas intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong penerapan disiplin positif melalui
kegiatan, program, maupun pembuatan
kebijakan, baik yang membutuhkan
anggaran maupun yang tidak, yang

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 21 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
36 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.7 Pemahaman Pengalaman dan pengetahuan siswa 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan dan sikap guru tentang kekerasan seksual dan serta pendidik mengadakan pelatihan intensif bagi [Link]/arti
Merdeka
tentang kekerasan pemahaman dan sikap guru tentang GTK dalam memahami definisi, bentuk kel/128 - Pengembangan program
Mengajar.
seksual kekerasan seksual merupakan salah perilaku, dampak, serta strategi pencegahan pencegahan dan penanganan
satu faktor yang memengaruhi iklim dan penanganan kekerasan seksual dengan kekerasan dan kekerasan seksual
kebinekaan di sekolah pendekatan ramah anak, untuk membangun di satuan pendidikan (termasuk
iklim kebinekaan di satuan pendidikan. program Roots)
- Penerapan program pencegahan
2. Inspirasi 2: Pendidik perundungan
mengimplementasikan pengetahuan - Peningkatan kompetensi guru
mengenai identifikasi, pencegahan, dan untuk memahami tentang
penanganan kekerasan seksual di perundungan, kekerasan, dan
lingkungan satuan pendidikan dengan kekerasan seksual
mengembangkan alat bantu dalam
memonitoring dan evaluasi pembelajaran
yang berorientasi pada kesadaran terhadap
kekerasan seksual.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


merancang kebijakan satuan pendidikan
dengan memberikan panduan resmi bagi
seluruh warga sekolah mengenai langkah
37 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 E.5 Program dan E.5.4 Program dan Aktivitas peningkatan kompetensi pencegahan,
1. Inspirasi 1:pelaporan, dan penanganan
Kepala satuan pendidikan, [Link] Kegiatan BOS Reguler
kebijakan satuan kebijakan satuan guru dan kepala sekolah yang pendidik, dan peserta didik meningkatkan [Link]/arti
pendidikan pendidikan tentang bertujuan mendukung ketersediaan kompetensi dalam pencegahan kel/132 - Penyelenggaraan: pencegahan
rokok, minuman dan penerapan program serta penyalahgunaan narkoba melalui pelatihan penyalahgunaan narkotika,
keras, dan narkoba kebijakan yang mencegah dan dan refleksi untuk mendukung peningkatan psikotropika, zat adiktif (narkoba),
menanggulangi penyalahgunaan iklim kebinekaan. minuman keras, merokok, dan HIV
narkoba dan zat berbahaya lainnya di AIDS
lingkungan sekolah yang berdampak 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan, - Peningkatan kompetensi guru
pada iklim kebinekaan. pendidik, dan peserta didik merancang dan untuk memahami penyalahgunaan
melaksanakan program intrakurikuler narkotika, psikotropika, zat adiktif
dan/atau kokurikuler, dan/atau (narkoba), minuman keras,
ekstrakurikuler yang memiliki nilai-nilai merokok, dan HIV AIDS
pencegahan penyalahgunaan narkoba di
lingkungan satuan pendidikan untuk
menciptakan iklim kebinekaan.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendukung
pencegahan penyalahgunaan narkoba
melalui program yang membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 22 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
38 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 E.5 Program dan E.5.2 Program dan Aktivitas peningkatan kompetensi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan, [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
kebijakan satuan kebijakan satuan guru dan kepala sekolah yang pendidik, dan peserta didik meningkatkan [Link]/arti
Merdeka
pendidikan pendidikan tentang bertujuan mendukung ketersediaan kompetensi dalam pencegahan hukuman kel/124 - Pelaksanaan kegiatan orientasi
Mengajar.
hukuman fisik dan penerapan program serta fisik melalui pelatihan dan refleksi untuk siswa baru yang bersifat akademik
kebijakan yang mencegah mendukung peningkatan iklim kebinekaan. dan pengenalan lingkungan tanpa
penggunaan hukuman yang kekerasan
mengakibatkan rasa sakit secara fisik 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan, - Peningkatan kompetensi guru
siswa pelaku pelanggaran yang pendidik, dan peserta didik merancang dan untuk memahami tentang disiplin
berdampak pada iklim kebinekaan. melaksanakan program intrakurikuler positif (dan menghindari hukuman
dan/atau kokurikuler, dan/atau fisik)
ekstrakurikuler yang memiliki nilai-nilai
praktik positif lingkungan satuan pendidikan
tanpa hukuman fisik untuk menciptakan
iklim kebinekaan.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendukung
pencegahan hukuman fisik melalui program
yang membutuhkan anggaran maupun tanpa
39 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.3 Kepemimpinan D.3.2 Pengelolaan Aktivitas peningkatan kemampuan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
instruksional kurikulum satuan kepala sekolah yang bertujuan untuk pendidik mempelajari tentang pengembagan [Link]/arti
pendidikan pengembangan dan pengelolaan dan pengelolaan kurikulum satuan untuk kel/104 - Penyusunan kurikulum
kurikulum sekolah yang bertujuan mendukung iklim kebinekaan - Penyusunan silabus/tujuan
meningkatkan kualitas proses dan pembelajaran
hasil belajar siswa yang berdampak 2. Inspirasi 2: Pendidik - Peningkatan kompetensi guru
pada iklim kebinekaan. mengimplementasikan pengetahuan tentang untuk memahami kurikulum dan
pengelolaan kurikulum satuan pendidikan cara mengajarkannya
untuk memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan terkait pengelolaan
kurikulum satuan pendidikan melalui
program, kebijakan, baik itu yang

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 23 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
40 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik mempelajari tentang dukungan [Link]/arti
Merdeka
proses pembelajaran yang diberikan untuk refleksi pendidik yang dapat kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
oleh kepala sekolah merupakan mendukung iklim kebinekaan pelibatan orang tua/wali/keluarga
bagian dari upaya kepala sekolah di pembelajaran
untuk meningkatkan iklim 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan - Peningkatan kompetensi guru
kebinekaan. mengimplementasikan pengetahuan tentang untuk memperkuat numerasi
pemberian dukungan untuk refleksi pendidik - Peningkatan kompetensi guru
dalam memperbaiki proses pembelajaran untuk keterlibatan orang tua/wali
peserta didik dan masyarakat dalam
pembelajaran
3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan
mendorong perbaikan terkait pengelolaan
kurikulum satuan pendidikan melalui
program, kebijakan, baik itu yang
membutuhkan anggaran maupun yang tidak
41 D.1 Kualitas Baik 65 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kualitas [Link]/arti
dan karakteristik siswa dapat pembelajaran dan kompetensi dalam kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
mendukung peningkatan kualitas memberikan instruksi dan panduan pembelajaran
pembelajaran. pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan - Peningkatan kompetensi guru
refleksi untuk mengembangkan karakter untuk keterlibatan orangtua/wali
peserta didik yang bersifat holistik mencakup dan masyarakat dalam
komponen pengetahuan, afektif, pembelajaran
keterampilan, dan perwujudan dalam - Peningkatan kompetensi guru
perilaku. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merancang serta
mengimplementasikan strategi peningkatan
kualitas metode pembelajaran yang interaktif
melalui aktivitas intrakurikuler, kokurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong pelaksanaan program dan
kebijakan yang mendukung aktivitas
pembelajaran konstruktif, baik dengan
anggaran maupun tanpa anggaran, untuk
dapat mengembangkan kualitas
pembelajaran yang terlihat dari

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 24 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
42 D.1 Kualitas Baik 65 D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Praktik pembelajaran yang memenuhi 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran psikologis kebutuhan psikologis siswa untuk pendidik memperbaiki kualitas pembelajaran [Link]/arti
Merdeka
menumbuhkan kepercayaan diri dan melalui peningkatan kualitas kompetensi kel/78 - Konsultasi peningkatan mutu
Mengajar.
perasaan diterima tanpa dibeda- dalam memberikan dukungan afektif melalui pendidikan (konsultan & psikolog)
bedakan mendukung peningkatan pelatihan dan refleksi, untuk menciptakan - Penyelenggaraan program
kualitas pembelajaran. interaksi yang konstruktif untuk mendukung konseling untuk keberlanjutan
suasana kondusif pendidikan
- Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami karakteristik dan
pendidik merancang dan cara belajar peserta didik
mengimplementasikan strategi peningkatan
kualitas pembelajaran yang
mengintegrasikan dukungan perhatian,
kepedulian, dan umpan balik pada kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendorong
pendidik memberikan dukungan afektif
kepada peserta didik melalui program yang
membutuhkan anggaran maupun tanpa
anggaran, untuk mendukung peningkatan
43 D.1 Kualitas Baik 65 D.3 Kepemimpinan D.3.2 Pengelolaan Kemampuan kepala sekolah dalam kualitas
1. pembelajaran
Inspirasi yang terlihat
1: Kepala satuan dari dan [Link]
pendidikan Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran instruksional kurikulum satuan mengembangkan dan mengelola pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
pendidikan kurikulum yang bertujuan untuk implementasi pengelolaan kurikulum melalui kel/104 - Penyusunan kurikulum
meningkatkan kualitas proses dan pelatihan dan refleksi untuk mendukung - Penyusunan silabus/tujuan
hasil belajar siswa dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. pembelajaran
peningkatan kualitas pembelajaran. - Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami kurikulum dan
pendidik merancang dan melaksanakan cara mengajarkannya
proses pembelajaran yang sesuai dengan
pengelolaan kurikulum satuan pendidikan
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendukung
implementasi pengelolaan kurikulum melalui
program yang membutuhkan anggaran
maupun tanpa anggaran untuk mendukung

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 25 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
44 D.1 Kualitas Baik 65 D.3 Kepemimpinan D.3.3 Dukungan untuk Pemberian dukungan kepada guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran instruksional refleksi guru untuk melakukan refleksi terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
proses pembelajaran yang diberikan melakukan refleksi atas praktik mengajar kel/108 - Pengembangan kegiatan
Mengajar.
oleh kepala sekolah merupakan melalui pelatihan dan diskusi untuk pelibatan orang tua/wali/keluarga
bagian dari upaya kepala sekolah mendukung peningkatan kualitas di pembelajaran
untuk meningkatkan kulitas pembelajaran. - Peningkatan kompetensi guru
pembelajaran. untuk memperkuat numerasi
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
pendidik merancang dan melaksanakan untuk keterlibatan orang tua/wali
proses pembelajaran yang mengintegrasikan dan masyarakat dalam
dukungan untuk refleksi pendidik demi pembelajaran
meningkatkan kualitas pembelajaran.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendorong
refleksi pendidik melalui program yang
45 D.1 Kualitas Baik 65 D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar tentang Aktivitas belajar Guru yang bertujuan 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran perbaikan pembelajaran meningkatkan pengetahuan dan pendidik meningkatkan kemampuan belajar [Link]/arti
pembelajaran oleh keterampilan mengajar merupakan tentang pembelajaran sebagai bagian dari kel/85 - Pelaksanaan kegiatan komunitas
guru salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas pembelajaran melalui belajar di satuan pendidikan
kulitas pembelajaran. pelatihan, diskusi di komunitas belajar, serta - Peningkatan kompetensi guru
kegiatan lain yang menunjang keterampilan untuk memahami karakteristik dan
mengajar. cara belajar peserta didik
- Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami konten
pendidik mengimplementasikan pembelajaran dan cara
pengetahuan dan keterampilan mengajar mengajarkannya
melalui diskusi di komunitas belajar.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan proses pembelajaran
pendidik sebagai bagian dari peningkatan
kualitas pembelajaran di satuan pendidkan
melalui program dan kebijakan di sekolah,
baik yang membutuhkan anggaran maupun

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 26 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
46 D.1 Kualitas Baik 65 D.2 Refleksi dan D.2.3 Penerapan Praktik inovasi pembelajaran 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran perbaikan praktik inovatif berdasarkan refleksi yang dilakukan pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
pembelajaran oleh guru merupakan bagian dalam upaya penerapan praktik inovatif melalui pelatihan kel/97 - Kegiatan komunitas belajar antar
Mengajar.
guru meingkatkan kualitas pembelajaran dan diskusi untuk mendukung peningkatan sekolah (termasuk KKG, MGMP,
kualitas pembelajaran. MGMPS, MGMPK, KKKS, atau
MKKS)
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan - Peningkatan kompetensi guru
pendidik merancang dan melaksanakan untuk memahami karakteristik dan
proses pembelajaran yang mengintegrasikan cara belajar peserta didik
praktik inovatif untuk meningkatkan kualitas - Peningkatan kompetensi guru
pembelajaran. untuk memahami konten
pembelajaran dan cara
3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan mengajarkannya
menyusun kebijakan yang mendorong
penerapan praktik inovatif melalui program
yang membutuhkan anggaran maupun tanpa
anggaran untuk mendukung peningkatan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 27 dari 27


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

REKOMENDASI PRIORITAS PBD SMAN GRUJUGAN TAHUN 2025


- Lembar ini memuat rekomendasi fokus perbaikan layanan Satuan Pendidikan Anda berdasarkan hasil capaian yang paling rendah dari Kemendikbudristek.
- Lembar ini berisi pasangan indikator prioritas dengan dua akar masalah utama, disertai dengan inspirasi kegiatan benahi dan usulan kegiatan ARKAS.
- Informasi pada lembar ini dapat langsung digunakan sebagai prioritas perbaikan layanan di tahun mendatang.
- Anda dapat langsung menyalin indikator yang dipilih sebagai prioritas perbaikan layanan, ke dalam kolom Identifikasi di '3. Lembar Kerja RKT'
- Untuk melihat seluruh padanan Kegiatan ARKAS yang sesuai dengan Inspirasi Kegiatan Benahi, silakan buka [Link] Laporan diperbarui 13 Mei 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
Level 1 Level 2
Platform
Indikator utama Subindikator akar
Merdeka
masalah
1 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.2 Kemampuan A.2.1 Kompetensi Kemampuan untuk memahami 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan Mengajar.
[Link] Kegiatan BOS Reguler
numerasi (71,11% numerasi pada domain bilangan berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
peserta Bilangan kemampuan numerasi siswa secara mempelajari tentang domain bilangan kel/22 - Peningkatan kompetensi guru
didik sudah keseluruhan sebagai bagian dari kemampuan numerasi untuk memperkuat numerasi
mencapai melalui pelatihan, diskusi pada komunitas - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar, belajar mandiri memanfaatkan dan numerasi
minimum) berbagai sumber belajar, dan kegiatan lain - Peningkatan kompetensi guru
yang menunjang peningkatan kompetensi. untuk pembelajaran berorientasi
pada peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
domain bilangan melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
memperbaiki proses pembelajaran numerasi
peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan domain
bilangan melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 1 dari 7


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
2 A.2 Kemampuan Baik 71,11% A.1 Kemampuan A.1.1 Kompetensi Aktivitas belajar guru dan kepala 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
numerasi (71,11% literasi membaca teks sekolah yang bertujuan meningkatkan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta informasi kompetensi siswa dalam memahami, mempelajari tentang teks informasi yang kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah menggunakan, merefleksi, dan berorientasi pada penguatan kemampuan untuk memperkuat literasi
mencapai mengevaluasi teks untuk mampu numerasi melalui pelatihan, diskusi pada - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi berpikir menggunakan konsep, komunitas belajar, belajar mandiri dan numerasi
minimum) prosedur, fakta, dan alat memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan - Kegiatan pemberdayaan
matematikan dalam menyelesaika kegiatan lain yang menunjang peningkatan perpustakaan terutama untuk
masalah sehari-hari pada berbagai kompetensi. pengembangan minat baca
jenis konteks yang relevan sehingga peserta didik
berdampak kepada kemampuan 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
numerasi siswa pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks informasi melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran numerasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan
memahami teks informasi melalui program
dan kebijakan di satuan pendidikan, baik
3 A.3 Karakter Baik 56,3 A.3 Karakter A.3.5 Kebinekaan Ketertarikan siswa terhadap budaya yang membutuhkan
1. Inspirasi 1: Kepalaanggaran dan yang dan [Link]
satuan pendidikan Kegiatan BOS Reguler
global yang berbeda, kepedulian terhadap pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
isu-isu global, serta dukungan mempelajari tentang pendidikan karakter kel/37 - Pengembangan kegiatan
terhadap kesetaraan gender, agama, yang berkaitan dengan menumbuhkan pelibatan orang tua/wali/keluarga
dan budaya mendukung kemampuan ketertarikan peserta didik dan kepedulian di pembelajaran
siswa dalam aspek karakter. terhadap isu-isu global, kesetaraan gender, - Peningkatan kompetensi guru
perbedaan agama dan budaya melalui untuk keterlibatan orang tua/wali
pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, dan masyarakat dalam
belajar mandiri memanfaatkan berbagai pembelajaran
sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Peningkatan kompetensi guru
menunjang peningkatan kompetensi. untuk pemahaman Profil Pelajar
Pancasila: Kebinekaan Global
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan pembelajaran yang
mengintegrasikan isu-isu global, kesetaraan
gender, perbedaan agama dan budaya
melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk mendukung
pengembangan pendidikan karakter

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan dimensi Kebinekaan
Global melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 2 dari 7


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
4 A.3 Karakter Baik 56,3 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
Merdeka
dan karakteristik siswa oleh Guru memberikan instruksi dan panduan kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
Mengajar.
dapat mendukung kemampuan siswa pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan pembelajaran
dalam aspek karakter. refleksi untuk mengembangkan karakter - Peningkatan kompetensi guru
peserta didik yang bersifat holistik mencakup untuk keterlibatan orangtua/wali
komponen pengetahuan, afektif, dan masyarakat dalam
keterampilan, dan perwujudan dalam pembelajaran
perilaku. - Peningkatan kompetensi guru
untuk memahami karakteristik dan
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan cara belajar peserta didik
pendidik merancang dan
mengimplementasikan metode pembelajaran
yang interaktif melalui aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan
karakter peserta didik yang bersifat holistik
mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam
perilaku.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong pelaksanaan program dan
kebijakan yang mendukung praktik
pembelajaran interaktif yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran dan karakteristik
5 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.5 Pemahaman Pengalaman hukuman fisik oleh peserta
1. didik1:baik
Inspirasi dengan
Kepala anggaran
satuan maupun
pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
satuan pendidikan satuan pendidikan dan sikap terhadap siswa dan serta pemahaman dan pendidik meningkatkan kompetensi dan [Link]/arti
hukuman fisik sikap guru tentang hukuman fisik pengetahuan tentang berbagai bentuk kel/124 - Penerapan program pencegahan
merupakan salah satu faktor yang hukumen fisik melalui pelatihan, diskusi perundungan
memengaruhi iklim keamanan di pada komunitas belajar, belajar mandiri - Peningkatan kompetensi guru
sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk memahami tentang
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang perundungan, kekerasan, dan
peningkatan kompetensi untuk menciptakan kekerasan seksual
satuan pendidikan yang aman. - Peningkatan kompetensi guru
untuk memahami tentang disiplin
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan positif (dan menghindari hukuman
pendidik merancang pembelajaran bebas fisik)
hukuman fisik dan mengedepankan disiplin
positif dalam aktivitas intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong penerapan disiplin positif melalui
kegiatan, program, maupun pembuatan
kebijakan, baik yang membutuhkan
anggaran maupun yang tidak, yang

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 3 dari 7


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
6 D.4 Iklim keamanan Baik 74 D.10 Iklim Inklusivitas D.10.2 Layanan Pemberian layanan yang sesuai 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
satuan pendidikan satuan pendidikan untuk anak cerdas dan berbakat pendidik meningkatkan kompetensi yang [Link]/arti
Merdeka
untuk peserta didik istimewa di sekolah mendorong bertujuan untuk memahami bentuk kel/152 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
cerdas dan bakat menciptakan iklim sekolah yang pemberian layanan yang dibutuhkan oleh untuk pengelolaan lingkungan
istimewa aman untuk semua peserta didik cerdas dan berbakat istimewa pembelajaran yang aman dan
dalam rangka memperbaiki iklim keamanan nyaman
satuan pendidikan melalui pelatihan, diskusi - Peningkatan kompetensi guru
pada komunitas belajar, belajar mandiri untuk memahami karakteristik dan
dengan memanfaatkan berbagai sumber cara belajar peserta didik
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Peningkatan kompetensi guru
peningkatan kompetensi. untuk memahami konten
pembelajaran dan cara
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan mengajarkannya
pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang bentuk pemberian layanan yang
dibutuhkan oleh peserta didik cerdas dan
berbakat istimewa di satuan pendidikan dan
mengimplementasikannya dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan iklim
keamanan satuan pendidikan

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendukung perbaikan layanan satuan
pendidikan untuk peserta didik cerdas dan
berbakat istimewa melalui implementasi
kegiatan, program, maupun pembuatan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 4 dari 7


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
7 A.1 Kemampuan Baik 88,89% A.1 Kemampuan A.1.1 Kompetensi Kemampuan untuk memahami teks 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
literasi (88,89% literasi membaca teks informasi berkaitan erat dengan pendidik meningkatkan kompetensi dengan [Link]/arti
Merdeka
peserta informasi kemampuan literasi siswa secara mempelajari tentang teks informasi sebagai kel/24 - Peningkatan kompetensi guru
Mengajar.
didik sudah keseluruhan bagian dari kemampuan literasi melalui untuk memperkuat literasi
mencapai pelatihan, diskusi pada komunitas belajar, - Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi belajar mandiri memanfaatkan berbagai dan numerasi
minimum) sumber belajar, dan kegiatan lain yang - Kegiatan pemberdayaan
menunjang peningkatan kompetensi. perpustakaan terutama untuk
pengembangan minat baca
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan peserta didik
pendidik merencanakan pembelajaran dan
mengimplementasikan pengetahuan tentang
teks informasi melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca serta memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan kemampuan teks
informasi melalui program dan kebijakan di
satuan pendidikan, baik yang membutuhkan
8 Baik 88,89% D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang anggaran
1. Inspirasidan yang tidak
1: Kepala membutuhkan
satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
A.1 Kemampuan
literasi (88,89% pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
peserta dan karakteristik siswa akan melakukan praktik pembelajaran interaktif kel/82 - Penyusunan perencanaan
didik sudah berdampak kepada kemampuan dalam rangka mendukung kemampuan program satuan pendidikan (visi
mencapai literasi siswa literasi peserta didik melalui pelatihan, misi sekolah, RKJM, RKT, RKAS)
kompetensi diskusi pada komunitas belajar, belajar - Peningkatan kompetensi kepala
minimum) mandiri memanfaatkan berbagai sumber sekolah
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang - Pengembangan dan pelaksanaan
peningkatan kompetensi. program kerja kepala sekolah

2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan


pendidik merencanakan dan
mengimplementasikan praktik pembelajaran
interaktif melalui intrakurikuler, kokurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler untuk mendukung
kemampuan literasi peserta didik.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan metode pembelajaran
melalui program dan kebijakan di satuan
pendidikan, baik yang membutuhkan
anggaran dan yang tidak membutuhkan

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 5 dari 7


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
9 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.8 Iklim Kebinekaan D.8.3 Toleransi dan Aktivitas peningkatan kemapuan guru 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
kesetaraan peserta dan kepala sekolah yang bertujuan pendidik mempelajari konsep dan praktik [Link]/arti
Merdeka
didik menunjang terciptanya sikap inklusif terkait dukungan atas kesetaraan siswa kel/144 - Program pembinaan kesiswaan
Mengajar.
yang mendukung sikap menerima sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan kepemimpinan siswa
dan menghargai keragaman agama iklim kebinekaan di satuan pendidikan - Pengembangan kegiatan
dan budaya di sekolah sehingga pelibatan orang tua/wali/keluarga
berdampak kepada iklim kebinekaan. 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan di pembelajaran
pendidik mengimplementasikan - Peningkatan kompetensi guru
pengetahuan tentang dukungan atas untuk memahami sikap inklusif,
kesetaraan peserta didik untuk toleran, dan kesetaraan gender
meningkatkan proses pembelajaran peserta (termasuk pendidikan
didik inklusif/disabilitas)

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong perbaikan penerapan dukungan
atas kesetaraan peserta didik di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan, baik
10 D.8 Iklim Kebinekaan Baik 74 D.4 Iklim keamanan D.4.5 Pemahaman Pengalaman siswa dari pengalaman 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
satuan pendidikan dan sikap terhadap perundungan/bullying dari guru atau pendidik meningkatkan kompetensi dan [Link]/arti
hukuman fisik sesama siswa di sekolah merupakan pengetahuan tentang berbagai bentuk kel/124 - Penerapan program pencegahan
salah upaya dalam meningkatkan hukumen fisik melalui pelatihan, diskusi perundungan
iklim kebinekaan di sekolah. pada komunitas belajar, belajar mandiri - Peningkatan kompetensi guru
dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk memahami tentang
belajar, dan kegiatan lain yang menunjang perundungan, kekerasan, dan
peningkatan kompetensi untuk menciptakan kekerasan seksual
satuan pendidikan yang mendorong - Peningkatan kompetensi guru
keragaman dan kebinekaan. untuk memahami tentang disiplin
positif (dan menghindari hukuman
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan fisik)
pendidik merancang pembelajaran bebas
hukuman fisik dan mengedepankan disiplin
positif dalam aktivitas intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong penerapan disiplin positif melalui
kegiatan, program, maupun pembuatan
kebijakan, baik yang membutuhkan
anggaran maupun yang tidak, yang

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 6 dari 7


Rekomendasi PBD SMAN GRUJUGAN NPSN 20521729 Tahun 2025

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Tautan Kegiatan ARKAS
Indikator prioritas yang Indikator yang mempengaruhi capaian Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik Referensi Padanan nama kegiatan jika Anda
menggambarkan indikator prioritas (2 akar masalah utama per diterapkan di Satdik Anda. Benahi ingin menganggarkan kegiatan
kualitas Satdik Anda. indikator prioritas). Kumpulan benahi ke ARKAS.
materi di
11 D.1 Kualitas Baik 65 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Praktik pembelajaran interaktif yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
Platform
pembelajaran pembelajaran pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidik meningkatkan kualitas [Link]/arti
Merdeka
dan karakteristik siswa dapat pembelajaran dan kompetensi dalam kel/82 - Penyusunan silabus / tujuan
Mengajar.
mendukung peningkatan kualitas memberikan instruksi dan panduan pembelajaran
pembelajaran. pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan - Peningkatan kompetensi guru
refleksi untuk mengembangkan karakter untuk keterlibatan orangtua/wali
peserta didik yang bersifat holistik mencakup dan masyarakat dalam
komponen pengetahuan, afektif, pembelajaran
keterampilan, dan perwujudan dalam - Peningkatan kompetensi guru
perilaku. untuk memahami karakteristik dan
cara belajar peserta didik
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan
pendidik merancang serta
mengimplementasikan strategi peningkatan
kualitas metode pembelajaran yang interaktif
melalui aktivitas intrakurikuler, kokurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


mendorong pelaksanaan program dan
kebijakan yang mendukung aktivitas
pembelajaran konstruktif, baik dengan
anggaran maupun tanpa anggaran, untuk
dapat mengembangkan kualitas
12 D.1 Kualitas Baik 65 D.3 Kepemimpinan D.3.2 Pengelolaan Kemampuan kepala sekolah dalam pembelajaran
1. yang terlihat
Inspirasi 1: Kepala satuan dari
pendidikan dan [Link] Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran instruksional kurikulum satuan mengembangkan dan mengelola pendidik meningkatkan kompetensi dalam [Link]/arti
pendidikan kurikulum yang bertujuan untuk implementasi pengelolaan kurikulum melalui kel/104 - Penyusunan kurikulum
meningkatkan kualitas proses dan pelatihan dan refleksi untuk mendukung - Penyusunan silabus/tujuan
hasil belajar siswa dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. pembelajaran
peningkatan kualitas pembelajaran. - Peningkatan kompetensi guru
2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan untuk memahami kurikulum dan
pendidik merancang dan melaksanakan cara mengajarkannya
proses pembelajaran yang sesuai dengan
pengelolaan kurikulum satuan pendidikan
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan


menyusun kebijakan yang mendukung
implementasi pengelolaan kurikulum melalui
program yang membutuhkan anggaran
maupun tanpa anggaran untuk mendukung

Dokumen rahasia SMAN GRUJUGAN [Link] 7 dari 7

Common questions

Didukung oleh AI

Box plot, atau box-and-whisker plot, secara visual memaparkan rentang interkuartil, median, dan potensi outlier dalam satu set data. Dengan cara ini, alat ini memberikan gambaran komprehensif tentang sebaran data dan kecenderungannya. Dalam analisis data, box plot memungkinkan pemahaman yang lebih dalam mengenai konsentrasi data, rentang variasi, dan identifikasi nilai ekstrim (outliers), yang merupakan langkah krusial dalam interpretasi data yang akurat .

Generalisasi sifat-sifat bilangan berpangkat penting karena mempermudah penyederhanaan ekspresi matematika kompleks dan penyelesaian masalah yang melibatkan perhitungan berulang atau kombinasi eksponensial, seperti menghitung bunga majemuk, pertumbuhan eksponensial, dan pemodelan beberapa fenomena alam. Dengan mengerti sifat-sifat ini, kita bisa melakukan manipulasi matematika yang presisi dan efisien .

Sifat-sifat logaritma seperti logaritma dari hasil kali, pecahan, atau pangkat, digunakan untuk menyederhanakan bentuk logaritma dari ekspresi yang kompleks. Sifat-sifat ini termasuk log(ab) = log(a) + log(b), log(a/b) = log(a) - log(b), dan log(a^n) = n*log(a). Dengan menggunakan sifat-sifat ini, masalah yang tampaknya rumit dapat dipecahkan lebih mudah, meningkatkan efisiensi proses penyelesaian masalah .

Memahami peluang dari kejadian saling lepas dan saling bebas sangat penting karena membantu dalam memprediksi hasil kemungkinan dalam berbagai skenario—saling lepas berarti dua kejadian tidak bisa terjadi bersamaan, sedangkan saling bebas berarti satu kejadian tidak mempengaruhi kejadian lainnya. Ini relevan dalam analisis data untuk menghitung probabilitas yang tepat dan membangun model keputusan yang otentik serta untuk melakukan evaluasi statistik yang lebih akurat .

Fungsi eksponensial dapat menggambarkan pertumbuhan populasi bila diasumsikan bahwa populasi tersebut tumbuh dengan laju yang sebanding dengan ukuran populasi saat ini; umumnya diasumsikan sebagai pertumbuhan eksponensial. Rumus pertumbuhan populasi P(t) = P_0 e^(rt) menggambarkan besarnya populasi P pada waktu t, dengan P_0 sebagai populasi awal dan r sebagai laju pertumbuhan. Dalam beberapa konteks, ini memungkinkan prediksi jumlah populasi di masa depan atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai populasi tertentu .

Diagram pencar atau scatter plot memungkinkan visualisasi hubungan antara dua variabel kuantitatif, termasuk waktu sebagai variabel bebas. Dengan memplot masing-masing data dengan koordinat x dan y, tren, pola, dan korelasi dapat dengan mudah dikenali. Ini dapat membantu dalam menilai keberadaan, kekuatan, dan jenis hubungan antara variabel, yang berfungsi untuk menilai hipotesis atau memperbaiki model prediksi .

Barisan aritmetika merupakan urutan bilangan di mana setiap suku setelah suku pertama adalah hasil penambahan suku sebelumnya dengan suatu bilangan konstan yang disebut beda. Sebaliknya, deret aritmetika adalah jumlah dari n suku pertama dalam barisan aritmetika tersebut. Penyelesaian masalah kontekstual sering melibatkan penghitungan nilai suatu suku dalam barisan atau penentuan jumlah beberapa suku pertama dari barisan, yang membuat pemahaman kedua konsep tersebut penting. Penggunaan rumus untuk menentukan suku ke-n dan jumlah deret merupakan teknik utama untuk memecahkan masalah semacam ini .

Sistem persamaan linier yang melibatkan tiga variabel dan sistem pertidaksamaan linier dua variabel memungkinkan modelisasi berbagai masalah nyata, seperti optimalisasi pengeluaran dalam bisnis, penentuan rencana diet yang tepat, atau penyusunan jadwal produksi di pabrik. Penyelesaian sistem ini membantu menentukan titik temu solusi yang sah untuk memenuhi syarat-syarat dan batasan yang relevan dalam skenario yang kompleks .

Persamaan dan fungsi kuadrat ditemukan dalam banyak model dunia nyata, seperti gerak parabola sebuah objek yang dilempar, analisis tegangan struktural dalam jembatan, dan model ekonomi untuk permintaan-penawaran. Dalam masing-masing kasus, persamaan kuadrat membantu menyelesaikan masalah parameter tertentu seperti menentukan titik puncak atau maksimal, akar, dan analisis lintasan serta biaya .

Diagram box plot, atau box-and-whisker plot, merangkum data menggunakan median, kuartil, dan outlier. Dengan membandingkan dua box plot dari dua himpunan data yang berbeda, kita dapat dengan mudah mengamati perbedaan dalam distribusi data, seperti variasi jangkauan, simetri, dan sebaran data. Hal ini penting dalam komparasi yang melibatkan dua set data untuk mengidentifikasi pola atau anomali .

Anda mungkin juga menyukai