Analisis Faktor Kunci…..
(Sumampouw) 499
Analisis Faktor Kunci Pemilihan Wirausaha Pada Wirausaha Unggulan Bank
Indonesia Provinsi Sulawesi Utara
Novena Sumampouw, Willem J.F.A Tumbuan, Jacky S.B Sumarauw
Program Magister Manajemen Fakutas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
([Link]@[Link], [Link]@[Link], [Link]@[Link] )
Abstract
The purpose of this research is to determine what factors affect the decision of Bank
Indonesia to choose the entrepreneur who is worthy to join the Superior Entrepreneurs of
Indonesia Central Bank (WUBI). The type of this research is associative research by using
factor analysis as data analysis technique. Based on result of this research, it indicates that
there are 3 factors determine Bank Indonesia in choosing the entrepreneurs for WUBI. The
first factor is Product Uniqueness, the second determined factor is Product Affirmation and
the third factor that determines Bank Indonesia in choosing the entrepreneur on joining
WUBI is Facility.
Keywords: Competitive Advantage, Facility, Market Segementation, Marketing Strategy of
the Product, Product Affirmation, Product Uniqueness and WUBI
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi
keputusan Bank Indonesia dalam memilih wirausaha yang layak bergabung dengan
Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI). Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian
assosiatif dengan menggunakan teknik analisis data yaitu Analisis Faktor (Factor Analysis).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 faktor baru yang terbentuk dan
memengaruhi pemilihan wirausaha unggulan Bank Indonesia. Faktor pertama adalah
Keunikan Produk, faktor penentu kedua adalah Penegasan Produk dan faktor ketiga yang
menentukan pemilihan WUBI adalah fasilitas
Kata Kunci: Fasilitas, Keunggulan Bersaing, Keunikan Produk, Penegasan Produk,
Segmentasi Pasar, Strategi Pemasaran Produk dan WUBI
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 500
Latar Belakang Peran para wirausaha dalam
Sebagai otoritas moneter, Bank perekonomian nasional sudah tidak
Indonesia terus mempertahankan diragukan lagi. Selain menggerakkan roda
peningkatan pertumbuhan ekonomi jangka perekonomian, mereka juga menyerap
panjang dan mengurangi pengangguran. tenaga kerja yang demikian besar.
Salah satu program yang berhasil diinisiasi Berdasarakan data Kementerian Koperasi
oleh Bank Indonesia adalah program dan UKM, tercatat lebih dari 59 juta
pengembangan wirausaha. Bank Indonesia UMKM di Indonesia pada tahun 2017.
telah menginisiasi program pembinaan Porsi UMKM sebesar 99 persen dari total
wirausaha yang dimulai sejak tahun 2012 usaha dan menyerap 97 persen total tenaga
melalui pilot project program penciptaan kerja. Sedangkan kontribusi UMKM
wirausaha baru dari berbagai kalangan terhadap PDB sekitar 60,34 persen
dengan berbagai sektor usaha. Selanjutnya ([Link]). Dalam memilih
di tahun 2014, dengan mengusung konsep Wirausaha Unggulan Bank Indonesia
trilogi program, yaitu: terfokus, provinsi Sulawesi Utara difokuskan pada
berkelanjutan, dan koordinatif, Bank beberapa faktor antara lain: segmentasi
Indonesia melalui Kantor Perwakilan pasar, strategi pemasaran dan keunggulan
Dalam Negeri mulai membentuk bersaing suatu usaha, untuk selanjutnya
kelompok wirausaha yang dikenal dengan layak bergabung dalam Wirausaha
Wirausaha Unggulan Bank Indonesia Unggulan Bank Indonesia Provinsi
(WUBI). Salah satu Kantor Perwakilan Sulawesi Utara ([Link]).
yang aktif melakukan pembinaan dan Segmen pasar (market segmen)
pengembangan wirausaha adalah Kantor adalah sekelompok pembeli yang memiliki
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi karakteristik yang sama dan memberikan
Sulawesi Utara. Tahun 2017, Kantor respon yang sama terhadap aktivitas
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi pemasaran tertentu. Bagian yang dipilih
Sulawesi Utara telah melakukan oleh segmen itu ialah bagian yang
pembinaan kepada sebanyak ± 30 homogen yang memiliki ciri-ciri yang
wirausaha binaan melalui pelatihan, sama dan cocok dengan kemampuan
pendampingan dan fasilitas. Upaya perusahaan untuk memenuhi tuntutannya.
tersebut dilakukan untuk pengembangan Strategi pemasaran merupakan bagian
skala usaha, peningkatan akses keuangan integral dari strategi bisnis yang
dan pemasaran serta perizinan. memberikan arah pada semua fungsi
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 501
manajemen suatu organisasi bisnis. sebelumnya, yaitu : Penelitian Muhammad
Dengan adanya strategi pemasaran maka Istan (2016), Yermia, Lisbeth dan Joubert
implementasi program dalam mencapai (2018) dan penelitian empiris sebelumnya
tujuan organisasi dapat dilakukan secara (lihat bagian kajian empiris).
aktif, sadar dan rasional. Strategi
pemasaran yang efektif memerlukan basis Kajian Teoritik dan Empiris
pengetahuan tentang konsumen. Strategi Manajemen Pemasaran
adalah sebagai sebuah pola yang mendasar Menurut Kotler, Keller (2012:5), “
dari sasaran yang berjalan dan yang Marketing management as the art and
direncanakan, penyebaran sumber daya science of choosing target markets and
dan interaksi organisasi dengan pasar, getting, keeping, and growing customers
pesaing, dan faktor-faktor lingkungan through creating, delivering, and
(Hasan, 2010). Keunggulan kompetitif communicating superior customer value”.
atau keunggulan bersaing (competitive Manajemen pemasaran merupakan seni
advantage) adalah kemampuan yang dan ilmu memilih dan meraih pasar
diperoleh melalui karakteristik dan sumber sasaran, mempertahankan serta
daya suatu perusahaan untuk memiliki menumbuhkan pelanggan dengan
kinerja yang lebih tinggi dibandingkan menciptakan, menghantarkan dan
perusahaan lain pada industri atau pasar mengkomunikasikan nilai pelanggan yang
yang sama. Berdasarkan hasil evaluasi unggul.
Bank Indonesia Sulawesi Utara, perlu Menurut Daryanto (2011:1)
untuk ditetapkan kriteria – kriteria apa saja Pemasaran adalah suatu proses sosial dan
yang layak untuk dijadikan standar demi manajerial dimana individu dan
terpilihnya wirausaha – wirausaha terbaik kelompok mendapatkan kebutuhan dan
di regional Sulawesi Utara yang akan keinginan mereka dengan menciptakan,
mendukung perekonomian daerah serta menawarkan, dan bertukar sesuatu yang
mampu bersaing di pasar Internasional bernilai satu sama lain. Menurut
Swastha (2009:7) Pemasaran adalah
Argumen Orisinalitas / Kebaruan Fungsi yang memiliki kontak yang paling
Model penelitian ini memiliki besar dengan lingkungan eksternal,
perbedaan khususnya pada tehnik analisis padahal perusahaan hanya memiliki
yang digunakan, responden dan lokasi kendali yang terbatas terhadap
penelitian dibanding penelitian lingkungan eksternal”. Oleh karena itu,
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 502
pemasaran memainkan peranan penting program-program yang mencakup
dalam pengembangan strategi. pengkonsepan, penetapan harga, promosi
Manajemen pemasaran adalah suatu dan distribusi dari produk, jasa dan
proses yang dilakukan untuk gagasan yang dirancang untuk
menganalisis, merencanakan, menciptakan dan memelihara pertukaran
mengkoordinasikan program-program yang menguntungkan dengan pasar
yang menguntungkan perusahaan, dan sasaran untuk mencapai tujuan
juga dapat diartikan sebagai ilmu perusahaan.
memilih pangsa pasar supaya dapat Manajemen Pemasaran adalah
menciptakan nilai pelanggan yang analisis, perencanaan, penerapan, dan
unggul. pengendalian program-program yang
Menurut Kotler dan Amstrong dirancang untuk menciptakan,
(2014) definisi Manajemen Pemasaran membangun, dan mempertahankan
adalah proses perencanaan dan pertukaran yang saling menguntungkan
pelaksanaan dari perwujudan, penentuan dengan pembeli sasaran dalam rangka
harga promosi dan distribusi barang- mencapai tujuan organisasi. Proses itu
barang, jasa dan gagasan untuk melibatkan lebih dari sekedar mendapat
menciptakan pertukaran dengan cukup pelanggan bagi output perusahaan
kelompok sasaran yang memenuhi tujuan saat ini. Lebih dari sekedar merancang
pelanggan dan organisasi. Menurut Alma strategi untuk menarik konsumen baru dan
(2014:194) Manajemen Pemasaran menciptakan transaksi dengan mereka,
merupakan perencanaan, petunjuk dan perusahaan sekarang ini berfokus pada
pengendali dari seluruh aktivitas mempertahankan pelanggan saat ini dan
pemasaran suatu perusahaan. Menurut membangun hubungan jangka panjang
Tjiptono (2015) Pemasaran adalah proses melalui penawaran nilai dan kepuasan
bisnis yang berusaha menyelaraskan yang unggul bagi pelanggan. Perusahaan
antara sumber daya manusia, finansial yang sukses saat ini besar atau kecil,
dan fisik organisasi dengan kebutuhan pencari laba atau nirlaba, domestik atau
dan keinginan para pelanggannya dalam global benar-benar fokus pada
konteks strategi kompetitif organisasi. konsumennya dan berkomitmen pada
Menurut Rosad (2015:1) Manajemen pemasaran (Kotler dan Armstrong, 2014).
Pemasaran adalah proses menganalisis, Marketing mix atau bauran
merencanakan, mengatur, dan mengelola pemasaran adalah kombinasi dari empat
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 503
variabel yaitu produk, struktur harga, pemasaran dan membuat keputusan-
kegiatan promosi, dan sistem distribusi keputusan yang bersifat strategis. Setiap
(Dharmesta dan Handoko, 2000). Keempat fungsi manajemen memberikan kontribusi
unsur bauran pemasaran tersebut saling tertentu pada saat penyusunan strategi
berhubungan dan berpenganruh satu sama pada level yang berbeda. Pemasaran
lain, sehingga harus diupayakan untuk merupakan fungsi yang memiliki kontak
menghasilkan suatu kebijakan pemasaran paling besar dengan lingkungan eksternal,
yang mengarah pada layanan efektif dan padahal perusahaan hanya memiliki
kepuasan konsumen. Jadi didalam bauran kendali yang terbatas terhadap lingkungan
pemasaran terdapat variabel-variabel yang eksternal. Oleh karena itu pemasaran
saling mendukung satu dengan yang memainkan peranan penting dalam
lainnya, yang kemudian oleh perusahaan pengembangan strategi. Dalam peranan
digabungkan untuk memperoleh strategisnya, pemasaran mencakup setiap
tanggapan-tanggapan yang diinginkan di usaha untuk mencapai kesesuaian antara
dalam pasar sasaran. perusahaan dengan lingkungannya dalam
Tjiptono (2011) mendefinisikan rangka mencari pemecahan atas masalah
bauran pemasaran merupakan seperangkat penentuan dua pertimbangan pokok, yaitu
alat yang digunakan pemasar untuk (Tjiptono, 2015) : (a) Bisnis ada yang
membentuk karakteristik jasa yang digeluti perusahaan pada saat ini dan jenis
ditawarkan kepada pelanggan. Alat-alat bisnis apa yang dapat dimasuki di masa
tersebut dapat digunakan untuk menyusun mendatang. (b) Bagaimana bisnis yang
strategi jangka panjang dan juga untuk telah dipilih tersebut dapat dijalankan
merancang program taktik jangka pendek. dengan sukses dalam lingkungan yang
Konsep bauran pemasaran dipopulerkan kompetitif atas dasar perspektif produk,
pertama kali beberapa dekade yang lalu harga promosi dan distribusi (bauran
oleh Jerome McC harty yang pemasaran) untuk melayani pasar sasaran.
merumuskannya menjadi 4P (product, Berikut ini adalah indikator strategi
price, promotion, dan place). pemasaran produk menurut Assauri (2013)
: Performansi, Fasilitas, Reliabilitas,
Strategi Pemasaran Produk Konformansi, Mampu rawat dan Kualitas
Strategi pemasaran merupakan teramati.
suatu manajemen yang disusun untuk
mempercepat pemecahan persoalan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 504
Segmentasi Pasar karakter yang memiliki respon yang sama
Pada pasar yang besar memiliki dalam membelanjakan uangnya.
berbagai macam pembeli. Tiap-tiap Menurut Tjiptono (2015), tujuan
pembeli pada umumnya dalam motif dan utama dilakukannya segmentasi pasar,
perilaku maupun kebiasaan pembelian targeting, dan positioning adalah
mempunyai ciri masing-masing. Perbedaan menempatkan suatu produk atau pun
ini motif dan perilaku ini menunjukan merek didalam benak konsumen sehingga
bahwasanya pasar suatu produk ini produk atau merek tersebut memiliki
heterogen dengan jumlah konsumen yang keistimewaan atau keunggulan kompetitif
sangat banyak serta mempunyai ragam yang berkelanjutan. Sebuah produk dipilih
kebutuhan, keinginan, kemampuan oleh konsumen karena keunikan ataupun
membeli, dan perilaku serta tuntutan perbedaan produknya. segmentasi pasar
pembelian. Dengan dasar ini, maka mempunyai tujuan utama yang sama,
sangatlah sulit bagi suatu perusahaan yaitu: melayani konsumen lebih baik dan
untuk melayani seluruh pasar dengan memperbaiki posisi kompetitif perusahaan.
konsumen yang berbeda-beda. Dalam Berikut ini adalah indikator dari
upayanya memberikan kepuasan pada segmentasi pasar menurut Kotler (2012) :
konsumen dengan apa yang diinginkan Segmentasi geografis, Segmentasi
oleh konsumen, perusahaan perlu demografis dan Segmentasi psikografis.
mengelompokan konsumen atau pembeli
ini sesuai kebutuhan dan keinginannya. Keunggulan Bersaing
Kelompok konsumen yang dikelompokan Dewasa ini semakin diyakini
tersebut disebut segmen pasar, sedangkan bahwa kunci utama dalam memenangkan
usaha pengelompokannya dikenal dengan persaingan adalah dengan memberikan
segmentasi pasar (Assauri, 2012). nilai dan kepuasan kepada pelanggan
Segmentasi pasar pasar yang terdiri melalui penyampaian produk dan jasa
dari sekelompok pelanggan yang memiliki yang berkualitas dengan harga bersaing
sekumpulan kebutuhan dan keinginan yang (Tjiptono, 2015). Untuk merancang
serupa. Segmentasi adalah proses penawaran pasar yang menghantarkan nilai
mengkotak-kotakan pasar (yang lebih daripada pesaing yang berusaha
heterogen) ke dalam kelompok-kelompok memenangkan pasar yang sama,
“potential costumers” yang memiliki perusahaan harus memahami pelanggan
kesamaan kebutuhan dan/atau kesamaan dan mengembangkan hubungan yang kuat
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 505
dengan pelanggan. Penawaran tersebut sebagai alat utama pertumbuhan ekonomi.
disebut juga dengan keunggulan bersaing Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki
(Kotler, 2010), dimana perusahaan secara empiris pengaruh strategi EM pada
memiliki keunggulan melebihi pesaing Kinerja UKM dan peran budaya organisasi
yang diperoleh dengan menawarkan nilai (OC) pada hubungan mereka karena,
yang lebih besar kepada konsumen hubungan ini mendapatkan perhatian
daripada tawaran pesaing. Perusahaan ilmiah substansial awal dan beberapa
perlu memahami pesaing sekaligus penelitian telah dilakukan di negara-negara
pelanggan melalui analisisuntuk mencapai barat, tetapi tidak ada yang memiliki
keunggulan bersaing tersebut. Keunggulan survei terstruktur. Penelitian ini dilakukan
bersaing merupakan keuntungan yang di Bangladesh dan memilih 384 pemilik
diperoleh melalui penerapan strategi UKM melalui cluster random samling.
bersaing yang bertujuan untuk membangun Hipotesis diuji menggunakan paket SEM-
posisi yang menguntungkan dan AMOS 25.0 berdasarkan teori konfigurasi.
berkelanjutan terhadap kekuatan pasar Berdasarkan hasil statistik, strategi EM
yang menentukan persaingan industri. dan OC secara signifikan terkait dengan
Berikut ini adalah indikator keunggulan kinerja UKM Bangladesh.
bersaing menurut Panggabean (2010) : Konsekuensinya, temuan-temuan tersebut
Market Coverage, Penyampaian dan membuktikan bahwa ada kebutuhan yang
pelayanan produk tepat waktu dan sangat besar untuk fokus pada strategi EM
Visibility. dan budaya organisasi untuk meningkatkan
kinerja UKM dan keberlanjutannya.
Kajian Empiris Penelitian Irsadi (2016), Mall
Penelitian empiris yang digunakan merupakan pusat perbelanjaan yang
pada penelitian ini yaitu : Penelitian Anas memiliki fungsi untuk berbelanja
dan Ahmed (2019), Dalam ekonomi keperluan rutin, namun seiring dengan
global saat ini, pemasaran kewirausahaan perkembangan zaman fungsi mall tidak
sangat penting untuk kelangsungan hidup hanya sekedar tempat untuk berbelanja
UKM. Yang lebih penting, UKM aktif kebutuhan rutin, namun saat ini fungsi
umumnya berkontribusi pada ekonomi mall juga meliputi tempat untuk
melalui pengurangan kemiskinan, berekreasi, mencari nilai gaya hidup, serta
penciptaan lapangan kerja, inovasi, kohesi untuk bersosialisasi. Kota Malang
sosial, dan karenanya, UKM dianggap merupakan salah satu kota yang memiliki
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 506
perkembangan dalam bidang mall. Peneliti Penelitian Maiyanti, Dwipurwani,
menggunakan lima faktor dalam Desiani, dan Aprianah (2018), Analisis
pembentukan atribut mall yaitu atmosfer, Faktor Konfirmatori adalah salah satu
lokasi, fasilitas, pelayanan dan produk. metode pada analisis multivariat yang
Sampel yang diambil pada penelitian ini digunakan untuk mengonfirmasikan
berjumlah 130 sampel dengan teknik apakah model yang dibangun sesuai
pengambilan probability dengan cara dengan yang dihipotesiskan. Untuk
simple random sampling. Alat uji mengetahui hubungan peubah indikator
instrumen yang digunakan adalah uji dengan peubah laten yang memengaruhi
validitas, uji reliabilitas, serta prestasi mahasiswa di Jurusan Matematika
Confirmatory Factor Analysis (CFA) First FMIPA UNSRI digunakan Analisis Faktor
Order dengan menggunakan perangkat Konfirmatori dengan metode kemungkinan
lunak SPSS 16.0 dan LISREL 8.80. Untuk maksimum untuk menduga parameter
pengujian hipotesis yang digunakan dalam modelnya. Hasil yang diperoleh bahwa
penelitian ini adalah uji t untuk mengukur peubah laten untuk latar belakang keluarga
signifikansi setiap faktor pembentuk (ξ1) diukur oleh peubah indikator
atribut mall serta menggunakan uji R Pendidikan ayah (x1), Pendidikan ibu (x2)
square untuk mengetahui faktor dan Penghasilan orang tua (x3), di mana
pembentuk atribut mall yang memiliki peubah indikator yang memberikan
kontribusi terbesar. Hasil dari penelitian kontribusi terbesar adalah Pendidikan ibu
menunjukkan bahwa setiap faktor (0,84). Peubah laten lingkungan belajar di
pembentuk atribut mall yang meliputi luar kampus (ξ2) diukur oleh peubah
atmosfer, lokasi, fasilitas, pelayanan, dan indicator waktu tempuh dari rumah ke
produk signifikan dalammembentuk kampus (x4), fasilitas belajar di rumah
atribut mall dengan nilai t yang diatas dari (x5) dan konsentrasi belajar (x8), di mana
t tabel (1,96) dengan masing-masing nilai t peubah indikator dengan kontribusi
setiap variabel yaitu atmosfer (4,14), terbesar adalah fasilitas belajar di rumah
lokasi (5,18), fasiltias (8,84), pelayanan (0,80). Peubah laten sikap terhadap
(8,99), produk (5,88). Untuk faktor yang almamater(ξ3) diukur oleh peubah
memiliki kontribusi terbesar adalah indikator Fasilitas ruang belajar di jurusan
pelayanan dengan nilai R square sebesar (x11), Fasilitas perpustakaan (x12) dan
0,61 atau 61 %. Fasilitas komputer (x13), di mana peubah
indikator dengan kontribusi terbesar adalah
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 507
Fasilitas ruang belajar di jurusan (x11) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit
(1,08). Peubah laten Persepsi terhadap Batua Raya Makassar.
dosen (ξ4) diukur oleh peubah indikator Penelitian Yermia, Lisbeth dan
Sistem evaluasi oleh dosen (x16), Sistem Joubert (2018), Tujuan penelitian yang
pembelajaran oleh dosen (x17), Sistem ingin dicapai adalah untuk mengetahui
penugasan oleh dosen (x18) dan Hubungan Faktor-faktor apa sajakah yang
dengan pembimbing akademik (x19) di mempengaruhi keputusan nasabah menjadi
mana peubah indikator dengan kontribusi debitur kartu kredit PT. Bank Negara
terbesar adalah Sistem pembelajaran oleh Indonesia (Persero) Tbk. Jenis penelitian
dosen (x17) (0,73). ini adalah jenis penelitian assosiatif
Penelitian Rosnaini Daga (2018), dengan menggunakan teknik analisis data
Tujuan dari studi ini untuk menganalisa Analisis Faktor (Confirmatory Factor
dan menentukan efek dari sekmentasi Analysis). Berdasarkan hasil penelitian
sikografik dan perilaku pada keputusan menunjukkan bahwa ada 4 faktor yang
pelanggan untuk mengambil kredit di PT. menentukan nasabah menjadi debitur kartu
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. kredit di PT. Bank BNI Tbk Manado.
Unit Batua Raya Makassar. Teknik Faktor pertama yang menentukan nasabah
penelitian ini menggunakan analisa menjadi debitur kartu kredit di PT. Bank
multipel regresi menggunakan kuesioner. BNI Tbk Manado adalah manfaat produk,
Populasi dalam studi ini berjumlah 1.400 faktor kedua yang menentukan nasabah
pelanggan, dengan ukuran sampel 94 menjadi kartu kredit di [Link] BNI Tbk
pelanggan. Hasil dari analisa menunjukan Manado adalah persepsi layanan, faktor
bahwa sekmentasi sikografik (X_1) adalah ketiga yang menentukan nasabah menjadi
7,414 t dengan tingkat siknifikan 0.000 debitur kartu kredit di PT. Bank BNI Tbk
dimana tcount> ttable (7,414> 1,984), ini Manado adalah trust in a brand dan faktor
artinya bahwa sekmentasi sikografik keempat yang menentukan nasabah
memiliki efek siknifikan yang positif dan menjadi debitur kartu kredit di PT. Bank
sekmentasi perilaku (X_2) adalah 6,218 t BNI Tbk Manado adalah selera konsumen.
dengan tingkat siknifikan 0.000 dimana Penelitian Rini dan Rusda (2018),
tcount> ttable (6.218> 1.984), ini artinya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
memiliki dampak siknifikan yang positif faktor-faktor apa saja yang dipertimbang
pada pengambilan keputusan pelanggan kan konsumen dalam keputusan pembelian
untuk melakukan kredit di PT. Bank produk Kek Pisang Villa kota Batam.
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 508
Teknik pengumpulan data menggunakan mengukur dimensi kewirausahaan sosial
kuesioner dan dokumentasi. Metode harus dikembangkan. Dengan demikian,
analisis data yang digunakan dalam makalah ini melaporkan studi yang
penelitian ini adalah analisis deskriptif dan dilakukan untuk memvalidasi model
analisis faktor konfirmatori (CFA). Hasil pengukuran kewirausahaan sosial untuk
penelitian menunjukkan dari 20 indikator masing-masing konstruksi (sosialitas,
yang dianalisis, dapat terbentuk 6 faktor inovasi, dan berorientasi pasar)
baru yaitu faktor Kualitas Produk, Brand menggunakan perangkat lunak AMOS.
Image, Harga Produk, Bentuk Kemasan, Temuan menunjukan bahwa Cronbach
Competitor/Pesaing dan Mutu Kemasan. alpha pada klasifikasi lebih tinggi dari 0.7.
Sedangkan faktor yang paling dominan hasil dari order pertama dan kedua CFA
dipertimbangkan konsumen dalam mengkonfirmasi bahwa data yang
keputusan pembelian produk Kek Pisang dikumpulkan sesuai dengan model.
Villa adalah faktor Kualitas Produk Diharapkan model pengukuran yang
dengan nilai varians sebesar 24.322%. diusulkan ini cocok digunakan untuk
Penelitian Wahid, Mustaffa, Rahman mengukuran dimensi kewirausahaan sosial
dan Hudin (2018), Mahasiswa adalah dikalangan mahasiswa di Malaysia.
potensi sumber daya manusia yang harus Penelitian Jurel, Olivia, Rudy
ditanamkan dengan keterampilan yang (2017), Pendapatan bersih BUMN
sesuai dan dengan nilai-nilai yang baik menunjukkan tren yang meningkat pada
untuk mengembangkan kualitas pribadi periode tahun 2010-2014 dengan rata-rata
yang patut dicontoh. Dalam kasus ini, sebesar Rp 133,4 triliun. Sementara Total
mereka didorong untuk terpapar pada kontribusi BUMN kepada penerimaan
program kewirausahaan sosial yang negara meningkat melalui pembayaran
memungkinkan mereka menerapkan pajak dan setoran dividen dengan
keterampilan kewirausahaan dalam peningkatan rata-rata 8,91% per tahun.
memecahkan masalah masyarakat. Kinerja adalah kuantitas atau kualitas
Program semacam itu diharapkan bias sesuatu yang dihasilkan atau jasa yang
menumbuhkan karakter kewirausahaan diberikan oleh seseorang yang melakukan
sosial seperti ramah, inovatif dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah
berorientasi pasar. Untuk melakukan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-
program kewirausahaan sosial yang faktor kunci apa saja yang mempengaruhi
efektif, alat pengukuran yang akurat untuk kinerja karyawan pada Bank Mandiri Jenis
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 509
penelitian dalam studi ini adalah Penelitian wirausahawan muda. Studi terdiri dari 4
Asosiatif yaitu mengukur asosiasi antara hipotesis yang telah di uji, dan
dua variabel atau lebih. Populasi yang ada menemukan orang yang ramah lingkungan
berjumlah 66 orang. Maka dari itu untuk / eco-friendly environment (EFP) adalah
menentukan sampel dengan menggunakan tidak siknifikan terkait dengan
sampel jeniuh yaitu berjumlah 66 orang. kewirausahaan yang berkelanjutan.
Teknis analisis data yang digunakan dalam Sedangkan, faktor pemasaran hijau /
penelitian ini adalah analisis faktor marketing green factors (GMF), mengubah
(Confirmatory Faktor Analysis) Hasil perilaku pelanggan menuju produk hijau,
penelitian menunjukkan bahwa Variabel dan menyukai kondisi pasar yang
yang memenuhi syarat untuk di analisis siknifikan dan berdampak positif pada
lebih lanjut adalah Pelatihan dan wirausahaan berkelanjutan.
Kepemimpinan. Selain itu terbentuk tiga Penelitian Anas dan Ahmed
faktor yang mewakili kelima variable. (2017), Kewirausahaan didefinisikan
Variabel yang memiliki pengaruh paling sebagai proses dan pola pikir untuk
dominan adalah pelatihan dan memulai dan mengembangkan kegiatan
kepemimpinan. Namun yang memiliki ekonomi. Penelitian telah menunjukkan
pengaruh paling besar adalah variabel kewirausahaan menjadi pendorong penting
kepemimpinan Varaiabel yang memiliki pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini
pengaruh paling rendah terhadap berusaha untuk menguji faktor-faktor yang
kinejakarywan adalah motivasi dan mempengaruhi sikap kewirausahaan di
disiplin kerja. kalangan siswa di negara-negara Arab.
Penelitian Gyaneshwar dan Lebih khusus, untuk memeriksa peran
Nagendra (2017), Penelitian ini diawali universitas, panutan, kurikulum wirausaha,
dengan konsep kewirausahaan dan karakteristik demografis siswa dalam
berkelanjutan muncul karena penghijauan mempromosikan sikap kewirausahaan
lingkungan bisnis. Tujuan dari penelitian siswa arab. Studi ini menggunakan desain
ini adalah untuk membedakan faktor- penelitian kuantitatif, di mana data
faktor yang mempengaruhi calon dikumpulkan dari sampel 1500 mahasiswa
wirausaha terhadap wirausaha arab sarjana di universitas pemerintah, dan
berkelanjutan. Ini adalah studi empiris dikenai tes anova satu arah. Statistik
yang melibatkan 306 responden. deskriptif (rata-rata dan standar deviasi)
Responden ini adalah calon-calon digunakan untuk menarik kesimpulan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 510
tambahan dari data yang dikumpulkan. Penelitian Edo, Jelena, Ljupèo,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Tamara dan Kosovka (2016),
arab mengakui peran yang dimainkan oleh Kewirausahaan memiliki peran yang
universitas, kurikulum kewirausahaan, semakin penting dalam ekonomi dan
model peran, dan variabel demografis pembangunan di negara maju dan negara-
dalam mempengaruhi sikap mereka negara terbelakang. Untuk mengeksplorasi
terhadap kewirausahaan. Universitas dan niat wirausaha dan anteseden dalam
kurikulum kewirausahaan ditemukan konteks pasca-transisi, Kami telah
menjadi pengaruh terbesar dari sikap melakukan survey di antara 1200 siswa
kewirausahaan siswa, di depan model ekonomi dan bisnis pada empat negara di
peran dan variabel demografis. Namun, Eropa Tenggara: Bosnia dan Herzegovina,
rata-rata keseluruhan menunjukkan bahwa kroasia, makedonia, dan Serbia. Skala
sebagian besar siswa tidak percaya bahwa berikut dimasukkan dalam kuesioner yang
lembaga-lembaga ini telah memainkan sangat terstruktur: locus of control,
peran mereka dengan memuaskan. kecenderungan mengambil risiko,
mengenai pengaruh moderasi variabel hambatan yang dirasakan, sikap pribadi
demografis, Hasil anova menunjukkan terhadap kewirausahaan, kontrol perilaku
bahwa usia, jurusan akademik, dan yang dirasakan, norma subjektif dan niat
pengalaman kerja bukanlah faktor penentu kewirausahaan. Data yang dikumpulkan
penting dari sikap kewirausahaan siswa. dianalisis dengan teknik regresi berganda
Namun, negara, jenis kelamin, dan tingkat untuk mengeksplorasi efek dari berbagai
akademis seseorang dianggap sebagai anteseden niat wirausaha dalam konteks
pengaruh signifikan dari sikap negara-negara di Eropa Tenggara. Hasil
kewirausahaan. siswa laki-laki lebih menunjukkan bahwa sikap pribadi
tertarik secara kewirausahaan daripada terhadap kewirausahaan, kontrol perilaku
rekan-rekan perempuan mereka, dan yang dirasakan dan norma subyektif secara
begitu pula mereka yang berada di tahun positif dan signifikan mempengaruhi niat
ketiga dan keempat studi, dibandingkan kewirausahaan. responden dari bosnia dan
dengan mereka yang di tahun pertama dan herzegovina menunjukkan tingkat niat
lebih muda. Temuan keseluruhan studi kewirausahaan yang lebih tinggi
bahwa universitas perlu memainkan peran dibandingkan dengan negara lain yang
yang lebih mendalam dalam diamati. Temuan penelitian kami
mempengaruhi sikap kewirausahaan siswa. memberikan pemahaman yang lebih baik
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 511
tentang niat kewirausahaan dan anteseden ini, tidak ada kesepakatan umum tentang
mereka dalam konteks pasca spesifik di berapa banyak dimensi yang mendasari
negara-negara Eropa Tenggara. Implikasi perilaku EM. Ketika menyelidiki
teoritis dan kebijakan dari temuan perusahaan perilaku EM, peneliti
penelitian dibahas dalam makalah ini. menggunakan elemen yang berbeda untuk
Penelitian Muhammad Istan (2016), mewakili dimensi perilaku EM. Penelitian
Kajian ini ditujukan untuk memahami ini bertujuan untuk mengidentifikasi
pengaruh faktor budaya, sosial, personal dimensi menggunakan data empiris.
dan psikolohis terhadap keputusan Berdasarkan tinjauan pustaka, kami
konsumen dalam memilih belanja di Alfa mengusulkan enam perilaku demiterisasi
Mart Curup. Analisis menggunakan regresi perilaku EM, yaitu orientasi pertumbuhan;
linier berganda, f test, t test, dan test orientasi peluang; total fokus pelanggan,
koefisien determinasi (R2). Analisis penciptaan nilai melalui jaringan; analisis
regresi linier berganda memperlihatkan pasar informal; dan kedekatan dengan
bahwa semua variabel memiliki koefisien pasar. Dimensi SM ini dikonfirmasi secara
positif. Uji f menunjukkan bahwa variabel kuantitatif berdasarkan data survei dan
faktor personal, faktor sosial, faktor analisis faktor konfirmatori. Hasil
budaya, faktor psikologis, faktor harga menunjukkan bahwa model yang
secara bersama mempengaruhi keputusan diusulkan cocok dengan data dan cocok
konsumen berbelanja di Alfa Mart. lebih baik daripada model alternatif yang
Sementara t test memperlihatkan bahwa layak lainnya. Kami percaya bahwa
faktor personal dan psikologis juga dimensi perilaku EM yang terverifikasi
mempengaruhi keputusan nasabah dalam secara empiris harus memberikan landasan
berbelanja di Alfa Mart. Sementara R2 bagi para peneliti untuk membangun dan
menunjukkan bahwa faktor-faktor budaya, menguji teori yang lebih luas.
sosial, personal, dan psikologis memiliki Penelitian Dimas, Zainul dan Sunarti
point 21.7%, artinya mampu menjelaskan (2015), Strategi pemasaran adalah salah
hubungan antar variabel. Sementara 78.3% satu cara memenangkan keunggulan
dijelaskan oleh faktor lainnya. bersaing yang berkesinambungan baik itu
Penelitian Pitsamorn, Gerald dan untuk perusahaan yang memproduksi
Claes (2015), Meskipun perilaku barang atau jasa. Strategi pemasaran dapat
pemasaran kewirausahaan secara luas dipandang sebagai salah satu dasar yang
dilaporkan dalam praktik pemasaran hari dipakai dalam menyusun perencanaan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 512
perusahaan secara menyeluruh. Dipandang pembelian electraction mengikuti teman
dari luasnya permasalahan yang ada dalam sebaya berdampak pada proses
perusahaan, maka diperlukan adanya pengambilan keputusan keluarga. Studi ini
perencanaan yang menyeluruh untuk bertujuan untuk memperluas domain
dijadikan pedoman bagi segmen pengambilan keputusan konsumen
perusahaan dalam menjalankan (keluarga / rumah tangga) dengan
kegiatannya, alasan lain yang memasukkan berbagai pengaruh remaja
menunjukkan pentingnya strategi dan yang lebih luas dan keterlibatan
pemasaran adalah semakin kerasnya produk dalam kehidupan sehari-hari.
persaingan perusahaan pada umumnya. Penelitian ini didasarkan pada remaja
Penelitian ini memiliki tujuan untuk: dalam pengambilan keputusan pembelian
mendapat gambaran mengenai strategi dari keluarga dalam pembelian barang
pemasaran untuk meningkatkan daya elektronik. Penelitian dilakukan di India.
saing, dan untuk mengetahui seberapa Sampel sebanyak 230 siswa telah diambil.
efektif pelaksanaan strategi pemasaran Cofirmatory Factor Analysis (CFA) dan
yang telah dilakukan. Penelitian ini Structural Equation Modeling (SEM) telah
dilakukan di Batik Diajeng Solo. Teknik digunakan untuk kepentingan analisis.
pengumpulan datanya dengan Makalah ini menggambarkan hubungan
dokumentasi, wawancara dan observasi, yang signifikan antara interaksi remaja
jenis penelitian deskriptif. Hasil dari denga teman sebaya dan proses
analisis efektifitas strategi pemasaran pengambilan keputusan pembelian dalam
menunjukkan adanya peningkatan total keluarga. Demikian pula, keterkaitan
penjualan dari tahun ke tahun dan remaja dengan produk (diukur
dijadikan sebagai acuan efektifitas strategi berdasarkan kesenangan) memiliki
pemasaran dalam persaingan antar pengaruh yang signifikan terhadap
perusahaan batik. pengambilan keputusan akhir. Ini secara
Penelitian Singh (2014), Makalah ini signifikan menjelaskan konstribusi remaja
bertujuan untuk mengklarifikasi dampak terhadap keputusan pembelian.
interaksi remaja, dengan teman sebaya dan Penelitian Titin (2014), Segmentasi
kontribusi produk yang bertahan lama pasar adalah suatu proses membagi pasar
(diukur dalam hal ketertarikan terhadap keseluruhan suatu produk atau jasa yang
produk dan alasan yang terkait dengan bersifat heterogen kedalam beberapa
kepemilikan produk) dalam keputusan segmen, dimana masing-masing
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 513
segmennya bersifat homogen dalam segala satu negara bagian A.S, dan sampel
aspek salah satu strategi yang dapat operator nasional digunakan untuk validasi
dilakukan perusahaan dalam menjalankan silang. Untuk sampel lain, analisis factor
usaha bisnisnya melalui pemasaran dapat konfirmatori, pengukuran permodelan,dan
dilakukan dengan menggunakan starategi permodelan struktural di permodelan
segmentasi pasar dan positioning produk persamaan struktural menawarkan
yang dapat meningkatkan keputusan dukungan untuk realibilitas dan konstruksi
pembelian. Penelitian ini menggunakan dan instrument validitas nomologis.
analisa kuantitatif. Hasil penelitian dapat Implikasi dan penelitian di masa depan
disimpulkan bahwa strategi segmentasi menggunakan pengukuran EM yang telah
pasar dan positioning produk memiliki dibahas.
pengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian Rahmi Yuliani (2013),
Perusahaan menggunakan strategi Perubahan di sektor industri yang ada pada
segmentasi pasar karena dengan adanya saat ini, seperti ekonomi, teknologi,
strategi tersebut perusahaan dapat politik, budaya. Sehingga dalam
memusatkan perhatiaannya secara terarah perusahaan mengharuskan untuk dapat
pada segmen-segmen yang di tuju. merespon perubahan yang terjadi, biasanya
Perusahaan menggunakan strategi masalah sentral yang dihadapi perusahaan
positioning produk untuk menempatkan saat ini adalah bagaimana perusahaan bias
produk dibenak konsumen dengan ciri-ciri mendatangkan pelanggan dan
yang dapat membedakannya dengan mempertahankanya agar perusahaan
produk-produk lain. tersebut dapat bertahan dan berkembang
Penelitian Ann, Linda, Jessica, sehingga mencapai tujuannya. Strategi
Jihyeong dan Amrut (2013), Penelitian ini adalah merupakan rencana yang disatukan,
mengembangkan dan memvalidasi skala luas dan berintegrasi yang berhubungan
pemasaran kewirausahaan dengan menilai dengan keunggulan strategis perusahaan
keandalan skala EM, dan menguji validitas terhadap tantangan lingkungan, yang
konvergen, perbedaan, dan nomologis. dirancang untuk dapat memastikan tujuan
Dua sampel digunakan, terdiri dari dari perusahaan dapat dicapai
operator kecil, bisnis ritel independen dan pelaksanaannya yang tepat oleh organisasi.
sektor jasa. Untuk contoh sampel Dalam strategi pemasaran ada tiga elemen
penelitian, sampel studi percontohan yaitu segmentation, targeting dan
diambil dari operator bisnis kecil dalam positioning. Variabel dalam penelitian ini
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 514
adalah variabel bebas dan variabel terikat. diferensial semantik. Dapat disimpulkan
Variabel bebas (independent) pada bahwa instrumen pengukur kemampuan
penelitian ini adalah strategi pemasaran siswa terhadap statistik menggunakan
pada produk sepeda motor matik berupa skala diferensial semantik menggunakan
segmentation (X1), targeting (X2) dan koefisien realibilitas multidimensi
positioning (X3). Sedangkan yang menjadi memiliki akurasi yang tinggi bila
variable terikat (dependent) adalah dibandingkan dengan koefisien reliabilitas
keputusan pembelian konsumen (Y) di unidimensi, diharapkan dalam penelitian
Semarang. sebelumnya menggunakan rumus lain
Penelitian Margono (2013), Tujuan realibilitas multidimensi, begitu juga jika
dari makalah ini adalah untuk digunakan SEM.
menggambarkan penerapan Confirmatory Penelitian Khalid, Ashfaq Ahmed
Factor Analysis (CFA) dalam Structural and Ahmad (2013), Pasar layanan
Equation Modeling (SEM) untuk kesehatan sangat kompleks dan sensitif.
memperkirakan instrumen pengukuran Selain itu, pemilihan perawatan kesehatan
terhadap statistik menggunakan skala sebagian besar tergantung pada kualitas
deferential sistimatik. Skala semantik yang praktik, reputasi, dan kisah sukses
berbeda adalah jenis pertanyaan survei daripada pada tingkat pendidikan mereka,
dimana responden diminta untuk menilai reputasi lembaga lulusan atau informasi.
pendapat mereka pada skala linier tersebut Oleh karena itu konsumen pasar ini sangat
antara 2 sudut pandang, secara teoritis bingung dalam mengambil keputusan yang
biasanya dengan 7 level. Ini memiliki tiga efektif atau hanya mengandalkan satu
dimensi sebagai evaluasi, potensi, dan persepsi pada saat yang sama karena
aktivitas (EPA). Instrumen ini telah di uji pendapat yang datang dari berbagai pihak.
coba oleh 133 siswa Elvaluation Research Studi ini mengkaji kontribusi berbagai
Program Education (prodi PEP). Program faktor yang memetakan kemungkinan
pascasarjana di Universitas Negeri Jakarta pengambilan keputusan konsumen di
(PPs UNJ). Instrument ini mengacu pada tempat perawatan kesehatan. Secara
akurasi dan presisi instrumen pengukuran. khusus, penelitian ini menyelidiki dua
Pengukuran dan perhitungan dijelaskan pertanyaan inti. Pertama, apa saja faktor
dalam artikel ini menggunakan instrumen utama yang berperan dalam pengambilan
yang mengukur kemampuan siswa keputusan konsumen? Kedua, apa tingkat
terhadap statistik menggunakan skala konstribusi komunikasi Word-of-mouth
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 515
(WoM) dalam pengambilan keputusan hubungan antara dua variabel atau lebih
konsumen? Karena, WoM (Sugiyono, 2013). Populasi penelitian
dikomunikasikan dengan baik dalam adalah seluruh Wirausaha Unggulan Bank
pengambilan keputusan konsumen dan Indonesia di Sulawesi Utara. Populasi
dianggap sebagai sumber informasi yang dalam penelitian ini berjumlah 30 UMKM
paling penting, berpengaruh, dapat anggota WUBI. Besaran sampel dalam
dipercaya, dan kredibel. Sampel penelitian penelitian ini adalah ditentukan dengan
telah diambil dari Universitas Gujrat dan sample jenuh. Sampel dalam penelitian ini
data diperoleh dari 400 responden dengan berjumlah 30 UMKM anggota WUBI.
menggunakan kuesioner terstruktur, Penelitian ini menggunakan dua jenis data
hubungan hipotesis antara variabel yaitu data primer dan data sekunder. Data
kemudian dinilai dengan menggunakan Primer adalah data yang diperoleh
Structural Equation Modeling (SEM). langsung dari objek yang diteliti (tidak
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa melalui perantara), data primer dalam
faktor sosial dan faktor pribadi memiliki penelitian ini diperoleh melalui
konstribusi yang sangat penting dalam penyebaran kuesioner, wawancara atau
pengambilan keputusan konsumen. tanya jawab dari sumbernya (Kuncoro,
Namun, komunikasi WoM dianggap 2009:69). Data Sekunder adalah data yang
sebagai penyumbang yang paling kuat diperoleh peneliti secara tidak langsung
dalam pengambilan keputusan yang efektif melalui media perantara yaitu melalui
berdasarkan pada struktur sosial hasil-hasil penelitian, buku-buku, artikel,
konsumen. Studi ini juga menyimpulkan dan berbagai publikasi. Teknik analisis
bahwa karena WoM adalah alat yang data dalam penelitian ini adalah
sangat berpengaruh, maka praktisi Confirmatory Factor Analysis (CFA)
kesehatan harus menggunakannya untuk
meningkatkan dan mempromosikan citra Pembahasan
pribadi mereka. Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian
Berdasarkan hasil uji validitas,
Metode Penelitian diperoleh hasil bahwa semua item
Penelitian menggunakan penelitian nyatakan valid oleh karena memiliki nilai
assosiatif. Penelitian asosiatif merupakan signifikansi di bawah 0.05 (5%)
penelitian yang bertujuan untuk [Link] demikian item-item ini dapat
mengetahui pengaruh ataupun juga digunakan untuk analisis selanjutnya. Dari
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 516
hasil uji reliabilitas, terlihat bahwa seluruh ada angka communalitiesnya berada pada
variabel mempunyai nilai Alpha Cronbach kisaran 0,6 sampai 0,9 pada kolom
di atas 0.6. Dengan demikian seluruh item extraction. Ini artinya bahwa sekitar 60%
variabel adalah dinyatakan reliabel. sampai dengan 90% lebih item variabel
yang ada dapat dijelaskan oleh faktor yang
Nilai Kaiser Meyer Olkin Measure of terbentuk. Semakin besar angka
Sampling (KMO) communalities sebuah item variabel berarti
Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin erat hubungannya dengan faktor
Angka Kaiser Meyer Olkin Measure of yang terbentuk.
Sampling = 0,566 Angka ini memenuhi
syarat karena berada di atas 0,5. Komponen yang terbentuk.
Ada 7 (6 item dikeluarkan) item
Measurees of Sampling Adequacy (MSA) variabel yang dimasukan dalam analisis
Berdasarkan hasil analisis pada faktor (Kolom component). Pada kolom
output anti image correlation (lampiran) component: (a) Jika 7 faktor tersebut
item yang dikeluarkan adalah item diringkas menjadi satu faktor maka varians
4,6,8,11,12,13 karena memiliki nilai yang bisa dijelaskan oleh faktor tersebut
kurang dari < 0,5. Tahap berikut dilakukan adalah: 3,044 / 7 x 100% = 43.488%
proses ekstraksi terhadap sekumpulan item (varians faktor pertama) (b) Jika 7 faktor
variabel yang sudah memenuhi syarat, tersebut diringkas menjadi dua faktor
sehingga akan terbentuk satu atau lebih maka varians yang bisa dijelaskan oleh
faktor. Hasil pengujian tahap dua adalah faktor tersebut adalah: 1,541 / 7 x 100% =
sebagai berikut: 22.011% (varians faktor kedua) (c) Jika 7
faktor tersebut diringkas menjadi satu tiga
Communalities maka varians yang bisa dijelaskan oleh
Comunalities pada dasarnya adalah faktor tersebut adalah: 1,086 / 7 x 100% =
jumlah varians (bisa dalam presentase) 15.519% (varians faktor ketiga) (d) Total
dari suatu variabel mula-mula yang bisa tiga faktor yang dapat menjelaskan
dijelaskan oleh faktor yang ada. Semakin variabilitas 19 item variabel adalah: 43.488
besar angka comunalities sebuah item + 22.011 + 15.519 = 81,018
variabel berarti semakin erat hubungannya
dengan faktor yang terbentuk. Hasil Component Matrix
analisis terlihat bahwa item variabel yang
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 517
Tabel rotated component matrix segmentasi demografis (2), segmentasi
menunjukkan distribusi 13 item variabel psikografis (3) Estetika (9), dan
yang dianalisis ke dalam lima faktor yang kualitas teramati (10)
terbentuk secara lebih jelas, dengan 2. Penegasan Produk di bentuk dari faktor
temuan bahwa : (a) Faktor 1 terdiri dari Mampu Rawat (7)
item: 1,2,3,9 dan 10 (b) Faktor 2 terdiri 3. Fasilitas yang merupakan faktor ketiga
dari item: 7 (c) Faktor 3 terdiri dari item: di bentuk dari faktor Fasilitas (5)
5. Sehingga berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpukan bahwa faktor yang Segmentasi dan Keunikan Produk
terbentuk dapat diberi nama yaitu sebagai Hasil penelitian menunjukkan
berikut : bahwa faktor pertama yang terbentuk
Tabel 1. Penamaan faktor Baru dalam keputusan memilih adalah
Faktor segmentasi dan keunikan produk. Dalam
Penamaan
yang Variabel
Faktor Baru upayanya memberikan kepuasan pada
terbentuk
1 segmentasi Segmentasi konsumen dengan apa yang diinginkan
geografis (1), dan Keunikan oleh konsumen, perusahaan perlu
segmentasi Produk
demografis mengelompokan konsumen atau pembeli
(2), ini sesuai kebutuhan dan keinginannya.
segmentasi
psikografis Kelompok konsumen yang dikelompokan
(3) tersebut disebut segmen pasar, sedangkan
Estetika (9),
dan kualitas usaha pengelompokannya dikenal dengan
teramati (10) segmentasi pasar.
2 Mampu Fungsi Produk
Rawat (7) Segmentasi pasar yang terdiri dari
3 Fasilitas (5) Fasilitas sekelompok pelanggan yang memiliki
Sumber : Hasil Penelitian, (2019)
sekumpulan kebutuhan dan keinginan yang
Berdasarkan tujuan penelitian,
serupa. Segmentasi adalah proses
penelitian ini menemukan bahwa terdapat
mengkotak-kotakan pasar (yang
3 faktor – faktor kunci yang
heterogen) ke dalam kelompok-kelompok
dipertimbangkan dalam pemilihan
“potential costumers” yang memiliki
wirausaha unggulan Bank Indonesia, yaitu:
kesamaan kebutuhan dan/atau kesamaan
1. Segmentasi dan Keunikan Produk.
karakter yang memiliki respon yang sama
Faktor baru yang terbantuk ini
dalam membelanjakan uangnya. Karena
dibentuk dari segmentasi geografis (1),
sifatnya yang homogen, maka akan sulit
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 518
bagi produsen untuk melayaninya, oleh mengidentifikasikan produk dan
karena itu pemasar harus memilih segmen- menyakinkan konsumen akan kualitas
segmen tertentu saja dan meninggalkan produk yang sama jika melakukan
bagian pasar lainnya. Bagian segmen yang pembelian ulang. Merek memegang
dipilih pun harus disesuaikan dengan kendali yang besar dalam keputusan
kemampuan dari produsen serta bagian pembelian. Kemasan diandalkan khusus
yang dipilih ini merupakan bagian untuk mendapatkan manfaat perlindungan
homogen yang memiliki ciri-ciri yang dan kemudahan fungsi konsumen dalam
sama. pemasaran untuk melindungi dan menjaga
keamanan produk. Labeling berkaitan erat
Fungsi Produk dengan pengemasan. Label merupakan
Hasil penelitian menunjukkan bagian dari suatu produk yang
bahwa faktor kedua yang terbentuk adalah menyampaikan informasi mengenai
fungsi produk. Produk merupakan segala produk dan penjual. Sebuah label bisa
sesuatu yang dapat ditawarkan produsen merupakan bagian dari kemasan, atau bisa
untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, pula merupakan etiket (tanda pengenal)
digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai yang dilekatkan pada produk.
pemenuhan kebutuhan atau keinginan
pasar yang bersangkutan. Secara Fasilitas
konseptual produk adalah pemahaman Hasil penelitian menunjukkan
subyektif dari produsen atas sesuatu yang bahwa faktor ketiga yang terbentuk adalah
bisa ditawarkan, sebagai usaha untuk fasilitas. Fasilitas juga turut berperan
mencapai tujuan organisasi melalui dalam menjaring konsumen. Fasilitas
pemenuhan kebutuhan dan keinginan adalah sarana yang sifatnya mempermudah
konsumen, sesuai dengan kompetensi dan konsumen untuk melakukan suatu
kapasitas organisasi serta daya beli pasar. aktivitas. Konsumen pada jaman sekarang
Penegasan produk/Fungsi antara lain : adalah konsumen yang kritis yang sangat
Merek adalah simbol yang berhati-hati dalam membelanjakan uang.
dirancang untuk mengidentifikasikan Pada tingkat harga yang hampir sama,
produk yang ditawarkan penjual. Fungsi semakin lengkap fasilitas yang disediakan
merek adalah untuk membedakan suatu pihak penyedia produk, maka akan
produk perusahaan pesaingnya, untuk semakin puas pelanggan dan ia akan terus
mempermudah konsumen memilih layanan produk tersebut sebagi
Analisis Faktor Kunci….. (Sumampouw) 519
pilihan prioritas berdasarkan persepsi yang Rekomendasi
ia peroleh terhadap fasilitas yang tersedia. Untuk rekomendasi dari penelitian
Persepsi yang diperoleh dari ini adalah : (a) Penting bagi Wirausaha
interaksi pelanggan dengan fasilitas Unggulan Bank Indonesia Sulawesi Utara
berpengaruh terhadap kualitas jasa tersebut agar memperhatikan tiga faktor baru yang
dimata pelanggan. Segala fasilitas yang terbentuk yang menjadi penentu pemilihan
ada yaitu kondisifasilitas, kelengkapan, WUBI Bank Indonesia. (b) Bagi peneliti
desain interior dan eksterior serta selanjutnya disarankan untuk menambah
kebersihan fasilitas harus diperhatikan ruang lingkup penelitian dengan objek
terutama yang berkaitan erat dengan apa yang lebih besar lagi. Serta dapat
yang dirasakan atau didapat konsumen dilanjutkan ke analisis yang lain berupa
secara langsung. Pelanggan memang harus analisis regesi berganda, analisis jalur dan
dipuaskan, sebab kalau tidak puas akan lainnya
meninggalkan perusahaan dan menjadi
pelanggan pesaing. Hal iniakan Daftar Pustaka
menyebabkan penurunan penjualan dan Assauri, S. 2012. Strategic Marketing.
pada gilirannya akan menurunkan laba. Cetakan satu. Edisi satu. Depok.
. RajaGrafindo. Persada.
Kesimpulan dan Rekomendasi Fandy, Tjiptono. 2015. Strategi
Kesimpulan Pemasaran. Edisi 4. Yogyakarta.
Kesimpulan dari penelitian ini Andi.
adalah : (a) ada 3 faktor baru yang Hasan, Ali. 2010. Marketing dari Mulut ke
terbentuk dalam menentukan pemilihan Mulut. Yogyakarta: Media
WUBI Bank Indonesia. (b) Faktor Pressindo.
pertama yang terbentuk dalam Kotler, Philip dan Amstrong, Gary. 2014.
menentukan pemilihan WUBI Bank Principles of Marketin, 12th Edition,
Indonesia adalah segmentasi dan Jilid 1 Terjemahan Bob Sabran
keunikan produk. (b) Faktor kedua yang Jakarta : Erlangga.
terbentuk dalam menentukan pemilihan Kotler, Philip. 2010. Manajemen
WUBI Bank Indonesia adalah penegasan Pemasaran. Edisi tiga belas Bahasa.
produk. (c) Faktor ketiga yang terbentuk [Link] 1 dan [Link] :
dalam menentukan pemilihan WUBI Erlangga.
Bank Indonesia adalah fasilitas
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, Edisi Khusus 2019: 499-520 520
Muhammad, Istan. 2016. Analisis Faktor-
Faktor Yang Mempengaruhi
Keputusan Konsumen Dalam
Memilih Belanja Di Alfa Mart
Curup. Jurnal STAIN.
[Link]
om/search?
q=cache:n9gn0YzK3g8J:[Link]
[Link]/[Link]/alfalah/
article/view/
62+&cd=3&hl=en&ct=clnk&gl=id.
Diakses Tanggal 2 Juni 2019.
Sugiyono. 2013. Metodelogi Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.
Bandung. Alfabeta.
Yermia, Lisbeth dan Joubert. 2018. Faktor
– Faktor Determinan Keputusan
Nasabah Menjadi Debitur Kartu
Kredit PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk. Jurnal Unsrat.
[Link]
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=we
b&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=2ah
UKEwjthP-
izqXjAhUTdCsKHXXJAvAQFjAA
egQIBBAC&url=https%3A%2F
%[Link]
%[Link]%2Fjrbm%2Farticle
%2Fview
%2F20143%2F19750&usg=AOvVa
w2SBwMrjjN-iXMH87KCKsFb.
Diakses Tanggal 2 Juni 2019.