0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Konfigurasi Router MikroTik di SMKN 1 Kerinci Kanan

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah konfigurasi router MikroTik di SMKN 1 Kerinci Kanan, termasuk pra-konfigurasi, konfigurasi Router A dan Router B, serta pengaturan DHCP dan NAT. Selain itu, dokumen ini mencakup pengujian koneksi antar perangkat dan pemantauan bandwidth. Hasil konfigurasi menunjukkan alamat IP untuk setiap perangkat dan pengujian akses internet serta pembatasan bandwidth.

Diunggah oleh

marisa rahma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Konfigurasi Router MikroTik di SMKN 1 Kerinci Kanan

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah konfigurasi router MikroTik di SMKN 1 Kerinci Kanan, termasuk pra-konfigurasi, konfigurasi Router A dan Router B, serta pengaturan DHCP dan NAT. Selain itu, dokumen ini mencakup pengujian koneksi antar perangkat dan pemantauan bandwidth. Hasil konfigurasi menunjukkan alamat IP untuk setiap perangkat dan pengujian akses internet serta pembatasan bandwidth.

Diunggah oleh

marisa rahma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LANGKAH-LANGKAH

PENGERJAAN
SMKN 1 KERINCI KANAN
SOP KONFIGURASI ROUTER
1. PRA-KONFIGURASI
Sebelum melakukan konfigurasi, terlebih dahulu kita hapus konfigurasi bawaan atau yang sudah
ada pada kedua router MikroTik yang akan kita gunakan. Lakukan langkah-langkah berikut:

 Jalankan aplikasi WinBox


 Pada halaman login, klik alamat MAC atau IP address lalu tekan tombol connect
(tekan tombol refresh untuk menampilkan alamat MAC ataupun IP address)
 Pastikan konfigurasi bawaan MikroTik sudah di remove. Jika belum remove
konfigurasi dengan cara klik System > Reset Configuration > Reset Configuration

 Tunggu sampai MikroTik selesai reboot


 Silakan login kembali dengan mengklik alamat MAC maupun IP address yang muncul
pada halaman login WinBox
 Selanjutnya muncul halaman notifikasi, klik Remove Configuration

2. KONFIGURASI ROUTER A
 Login ke halaman WinBox
 Klik alamat MAC address Router A
 Untuk memudahkan konfigurasi router agar tidak tertukar, silakan ganti nama router
atau identity dengan mengklik System > Identity > ganti nama dengan RouterA
> OK

1|Page
 Konfigurasi IP address pada ether1: IP > DHCP client > tombol + > interface ether1
> OK. Pastikan ether1 mendapatkan alamat IP. IP ether1: [Link]/24

 Menambahkan IP address pada ether2: IP > Addresses > tombol + >


kolom Address isikan alamat [Link]/28 > Interface pilih ether2 > OK

 Agar network terhubung ke internet, lakukan konfigurasi NAT dengan


cara: IP > Firewall > NAT > tombol + :
 Tab General: Chain pilih srcnat, Out. Interface pilih ether1
 Tab Action: Action pilih Masquerade
 OK

2|Page
 Konfigurasi static routing ke internet: ditambahkan otomatis pada saat konfigurasi
DHCP client pada ether1. Cek konfigurasi static routing dengan cara IP > Routes,
lihat tabel routing

 Konfigurasi dynamic routing (OSPF) ke Router B: Routing > OSPF > Tab Network >
tombol + > masukkan alamat Net Id yang terhubung langsung ke Router A yaitu
[Link]/24 dan [Link]/28 pada kolom Network > OK

3|Page
 Konfigurasi web proxy: IP > Web Proxy > General:
 Centang Enable, Anonymous, dan Chache On Disk
 Port ganti dengan 3128
 Kolom Cache Administrator diisi Nama_Peserta@[Link]
 OK

 Masih pada menu web proxy, untuk menblokir alamat website pilih menu Access >
tombol +:
 Pada kolom Dst. Host isikan alamat url yang akan diblokir misalnya
*[Link] dan *[Link]
 Action ganti dengan Deny
 OK
 Lakukan cara yang sama untuk menambahkan url yang kedua

4|Page
 Mengaktifkan transparent proxy pada client yang terhubung ke jaringan
LAN: IP > Firewall > NAT > tombol +:
 Tab General: Chain pilih dstnat, Protocol pilih 6 (tcp), Dst. Port pilih
80, In. Interface pilih ether2
 Tab Action: Action pilih Redirect, To Port isikan 3128

5|Page
 Konfigurasi Queues dilakukan untuk membatasi bandwidth download maupun
upload: Queues > Simple Queues > tombol +:
 Kolom Name isi dengan Limit Bandwidth LAN
 Target pilih ether2
 Kolom Max Limit untuk upload dan download isi dengan 640k
 OK

3. KONFIGURASI ROUTER B
 Jalankan aplikasi WinBox, pilih MAC address Router B lalu klik Connect
 Ganti nama Router: System > Identity > ganti dengan nama RouterB
 Aktifkan interface wlan1: Interface > Klik Interface wlan1 > klik tombol centang warna
biru

6|Page
 Konfigurasi SSID wlan1: Interface > wlan1 > Tab Wireless:
 Mode pilih ap bridge
 Ganti nama SSID pada kolom SSID
 OK

 Konfigurasi IP address yang terhubung ke internet yaitu ether1: IP > DHCP Client >
tombol + > Interface ether1 > Add Default Route pilih no (dilakukan pada saat
konfigurasi static routing) > OK. Pastikan ether1 mendapatkan alamat IP. IP
ether1: [Link]/24

 Konfigurasi IP address ether2 yang terhubung ke jaringan WLAN: IP > Addresses >
tombol + > kolom Address isikan alamat [Link]/28 > Interface wlan1 > OK

7|Page
 Konfigurasi DHCP Server untuk client yang terhubung ke jaringan WLAN: IP > DHCP
Server > DHCP Setup:
 DHCP Server Interface: wlan1
 DHCP Address Space: [Link]/28
 Gateway for DHCP Network: [Link]
 Address to Give Out (Range IP): [Link]-[Link]
 DNS Servers: [Link] dan [Link]
 Lease Time: 06:00:00 (6 jam)

 Untuk menghubungkan komputer client WLAN ke jaringan internet, lakukan


konfigurasi NAT sama seperti Router A: IP > Firewall > NAT > tombol +:
 Tab General: Chain pilih srcnat, Out Interface pilih ether1
 Tab Action: Action pilih Masquerade
 OK
 Konfigurasi static routing ke internet: IP > Routes > tombol + > Dst. Address isikan
alamat [Link]/0 > Gateway [Link] > OK. Lihat tabel routing:

 Konfigurasi dynamic routing (OSPF) ke Router A: Routing > OSPF > Tab Network >
tombol + > masukkan alamat Net Id yang terhubung langsung ke Router B
([Link]/24 dan [Link]/28) pada kolom Network > OK

8|Page
 Limitasi bandwidth untuk client WLAN dengan melakukan konfigurasi pada menu
Queues: Queues > Simple Queues > tombol +:
 Kolom Name isi dengan Limit Bandwidth WLAN
 Target pilih wlan1
 Kolom Max Limit untuk upload dan download isi dengan 320k
 OK

4. KONFIGURASI LAPTOP 1
Laptop 1 merupakan client yang terhubung ke jaringan LAN atau kabel, sehingga untuk
mengkonfigurasi alamat IP dilakukan secara static atau manual pada menu Network and Sharing
Center.

9|Page
5. KONFIGURASI LAPTOP 2
Laptop 2 terhubung ke jaringan WLAN sehingga memperoleh alamat IP secara otomatis.
Hubungkan laptop 2 ke jaringan WLAN dengan memilih SSID UKK 2020 lalu tekan connect

Setelah terhubung ke jaringan WLAN, diperoleh alamat IP untuk Laptop 2 seperti gambar berikut.

F. HASIL
1. IP Address

Perangkat Interface IP address Type

Router A ehter1 [Link]/24 dynamic

ether2 [Link]/28 static

Router B ether1 [Link]/24 dynamic

wlan1 [Link]/28 static

10 | P a g e
Laptop 1 ethernet [Link]/28 static

Laptop 2 Wifi [Link]/28 dynamic

2. Konfigurasi OSPF

Router A

Router B

3. Limitasi Bandwidth Router

Router A

11 | P a g e
Router B

G. PENGUJIAN
1. IP Static pada Laptop 1

2. IP dynamic pada Laptop 2

12 | P a g e
3. Tes Koneksi ke Router

Uji koneksi ke Router A melalui Lapotp 2 dengan melakukan ping ke alamat ether1 [Link]
dan ether2 [Link]

Uji koneksi ke Router B melalui Lapotp 1 dengan melakukan ping ke alamat ether1 [Link]
dan wlan1 [Link]

13 | P a g e
4. Tes Koneksi antar Client

Ping dari Laptop 1 ke Laptop 2

Ping dari Laptop 2 ke Laptop 1

14 | P a g e
5. Tes Koneksi Client ke Internet

Ping Laptop 1 ke [Link]

Ping Laptop 2 ke [Link]

6. Blocking Access

Untuk mengecek konfigurasi blocking access web telah berhasil, buka web browser lalu kunjungi
alamat website yang di blokir, pastikan muncul tampilan error seperti gambar berikut:

Blocking website [Link]

Blocking website [Link]

15 | P a g e
7. Tes Limitasi Bandwidth

Tes limitasi bandwidth dapat dilakukan melalui website [Link], pastikan hasil pengukuran
bandwidth tidak melebih limit max download dan upload yang sudah dikonfigurasi pada kedua
router.

Tes limit bandwidth jaringan LAN 640k

Tes limit bandwidth jaringan WLAN 320k

16 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai