0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Strategi Kewirausahaan untuk Siswa SMA

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendidik siswa SMA Negeri 2 Kota Tegal tentang kewirausahaan, peluang bisnis digital, dan laporan keuangan usaha kecil. Dengan metode interaktif, siswa menunjukkan minat tinggi dan pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti seminar. Inisiatif ini diharapkan dapat membangun jiwa wirausaha dan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja.

Diunggah oleh

Sholikhul Huda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Strategi Kewirausahaan untuk Siswa SMA

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendidik siswa SMA Negeri 2 Kota Tegal tentang kewirausahaan, peluang bisnis digital, dan laporan keuangan usaha kecil. Dengan metode interaktif, siswa menunjukkan minat tinggi dan pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti seminar. Inisiatif ini diharapkan dapat membangun jiwa wirausaha dan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja.

Diunggah oleh

Sholikhul Huda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Volume 4, No. 1 Februari (2025)


ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan: Strategi Dan Peluang


Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas
Febri Yoga Sapta Raharjo1*, Catur Wahyudi2, Juli Riyanto Tri Wijaya3
1,2Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Pancasakti Tegal, Tegal, Indonesia
3,4Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi, Universitas Pancasakti Tegal, Tegal, Indonesia
Email: 1*febriyoga@[Link], 2caturwahyudi68@[Link], 3tri.wijaya3@[Link]
(* : coressponding author)

Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai konsep
dasar kewirausahaan, peluang bisnis di era digital, strategi memulai usaha sejak dini, dan mengenal laporan
keuangan dalam usaha kecil dan menengah bagi siswa di SMA Negeri 2 Kota Tegal. Melalui pendekatan yang
partisipatif, diharapkan siswa dapat termotivasi untuk mengeksplorasi potensi bisnis dan memiliki kesiapan
lebih tinggi dalam menghadapi dunia kerja maupun wirausaha. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta
menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab serta evaluasi hasil menggunakan pre-
test dan post-test menggunakan kuesioner. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki ketertarikan
yang tinggi terhadap dunia kewirausahaan serta pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar dan
peluang usaha. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah untuk membangun jiwa wirausaha pada para
siswa serta agar memiliki tingkat kesiapan lebih tinggi dalam menghadapi dunia kerja dan menciptakan peluang
usaha.
Kata Kunci: Kewirausahaan, Strategi, Bisnis
Abstract - This community service activity aims to provide education on the fundamental concepts of
entrepreneurship, business opportunities in the digital era, strategies for starting a business at an early stage,
and an introduction to financial reporting in small and medium enterprises for students at SMA Negeri 2 Kota
Tegal. Through a participatory approach, it is expected that students will be motivated to explore their business
potential and be better prepared to face the workforce or engage in entrepreneurship. This activity was attended
by 60 participants and employed methods such as interactive lectures, discussions, and Q&A sessions, along
with an evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of this activity indicate that students
have a high interest in the field of entrepreneurship and have gained a better understanding of basic
entrepreneurial concepts and business opportunities. This community service initiative is expected to serve as
a step towards fostering an entrepreneurial mindset among students, equipping them with a higher level of
readiness to enter the workforce and create their own business opportunities.
Keywords: Entrepeneurship, Strategy, Business

1. PENDAHULUAN
Kewirausahaan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial suatu
negara, termasuk di Indonesia. Dalam era digital saat ini, keterampilan kewirausahaan tidak hanya
relevan bagi mereka yang ingin menjalankan usaha sendiri, tetapi juga bagi mereka yang ingin
meningkatkan daya saing di dunia kerja (Kifly & Kamaruddin, 2024). Namun, kesadaran dan
pemahaman mengenai kewirausahaan masih tergolong rendah. Menurut data yang dikemukakan
oleh Menteri Perindustrian, rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu
3,47% dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini masih kalah dibandingkan dengan negara-negara
tetangga yaitu Singapura dengan rasio wirausaha yang telah mencapai 8,76%, Thailand 4,26%, dan
Malaysia mencapai 4,74% (Sutrisno, 2022).
Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya minat berwirausaha. Yakni, pola
pikir masyarakat untuk lebih mencari pekerjaan secara konvensional, rendahnya kapasitas sumber
daya manusia (SDM) pelaku wirausaha, dan kendala mengakses modal. Ditambah, regulasi yang
belum mampu mengatasi persoalan yang menghambat perkembangan dunia wirausaha (Asikin,
2023). Menurut Iswadi, (2023), salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat
kewirausahaan di kalangan pelajar adalah kurangnya edukasi dan pengalaman praktis dalam bidang
bisnis. Banyak siswa masih menganggap kewirausahaan sebagai pilihan karir yang penuh risiko dan
tidak memiliki kepastian, sehingga lebih cenderung memilih jalur pekerjaan yang konvensional.

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 17


AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume 4, No. 1 Februari (2025)
ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

Berdasarkan persoalan tersebut, perlu adanya upaya untuk menanamkan semangat dan
keterampilan kewirausahaan sejak dini. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa yang
mendapatkan edukasi kewirausahaan cenderung memiliki tingkat kesiapan lebih tinggi dalam
menghadapi dunia kerja dan menciptakan peluang usaha sendiri. Pendidikan kewirausahaan yang
diberikan di sekolah memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan karakter siswa, termasuk
membentuk sikap inovatif, kreatif, dan mandiri (Qomala Sari et al., 2024).
Menurut Laode, (2018), kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dalam
menciptakan usaha, tetapi juga mencakup sikap mental yang inovatif, kreatif, dan berani mengambil
risiko dalam menghadapi tantangan bisnis. Oleh karena itu, menanamkan jiwa kewirausahaan sejak
dini menjadi aspek penting dalam membangun generasi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Penguatan pendidikan kewirausahaan di tingkat SMA juga menjadi langkah strategis dalam
menanggulangi angka pengangguran di Indonesia. Statistik menunjukkan bahwa lulusan SMA
memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan lainnya.
Lulusan SMA yang menganggur mencapai 30,72 persen. Adapun persentase pengangguran terendah
adalah tamatan Diploma I/II/III dan Diploma IV, S1, S2, S3, masing-masing sebesar 2,29 persen dan
11,28 persen (Rosa, 2024).
Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan siswa SMA
Negeri 2 Kota Tegal dapat memahami konsep kewirausahaan secara lebih mendalam serta
termotivasi untuk mulai merancang ide bisnis mereka sendiri. Berdasarkan permasalahan yang
dihadapi dan rumusan masalah yang telah disusun, berikut adalah solusi yang diusulkan dalam
kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan:
Strategi Dan Peluang Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas”. Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan edukasi mengenai konsep dasar kewirausahaan, peluang bisnis di era digital, strategi
memulai usaha sejak dini dan pelatihan membuat laporan keuangan dalam usaha kecil dan
menengah. Melalui pendekatan yang lebih partisipatif, diharapkan siswa dapat lebih termotivasi
untuk mengeksplorasi potensi bisnis dan memiliki kesiapan lebih tinggi dalam menghadapi dunia
kerja maupun wirausaha.

2. METODE PELAKSANAAN
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar dengan beberapa metode antara lain
ceramah interaktif melalui penyampaian materi dasar tentang kewirausahaan dan peluang bisnis di
era digital, serta latihan menyusun laporan keuangan dalam usaha kecil dan menengah. Dibagi
menjadi 3 kelas yang tiap kelas terdapat 20 siswa. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk diskusi
dan tanya jawab serta berbagi pandangan mengenai tema kewirausahaan.
Adapun materi seminar dan waktu pelaksanaan diuraikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 1. Materi Seminar
Waktu
Materi Pemateri Profesi Pelaksanaan
(Menit)
Kewirausahaan: Kreativitas Febri Yoga Sapta Dosen,
60’
dan Inovasi Raharjo Enterpreneur
Strategi dan Peluang Bisnis Dosen,
Catur Wahyudi 60’
di Era Digital Enterpreneur
Menyusun Laporan
Dosen,
Keuangan dalam Usaha Juli Riyanto 60’
Enterpreneur
Kecil dan Menengah
Mahasiswa,
Moderator Aslih
Enterpreneur

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 18


AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume 4, No. 1 Februari (2025)
ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

Pada tahap persiapan, tim melakukan identifikasi masalah yang terjadi dan mengidentifikasi
peserta yang kemudian terdaftar sebanyak 60 peserta terdiri dari siswa kelas XII SMA Negeri 2 Kota
Tegal. Langkah selanjutnya adalah menyusun materi dan menentukan narasumber yang terdiri dari
2 dosen program studi manajemen dan 1 dosen program studi akuntansi.
Tabel 2. Tahap Persiapan Kegiatan
Bulan ke-
No. Kegiatan 1 2 3
(November) (Desember) (Januari)
1 Tahap persiapan dan Identifikasi Masalah
2 Pendataan Peserta
3 Penyusunan materi, narasumber, dan fasilitator
4 Persiapan logistik
5 Pelaksanaan Workshop
6 Evaluasi Kegiatan
7 Penyusunan Laporan
8 Penyerahan Laporan
9 Luaran: Poster dan Publikasi Artikel

Tahap evaluasi dilakukan terhadap seluruh rangkaian kegiatan dengan mengumpulkan


umpan balik dari peserta untuk mengetahui efektivitas program. Tahapan evaluasi dilakukan dengan
metode survey kepada para peserta. Metode survey yang digunakan terdiri dari 2 tipe survey Pre-
test dan Post-test. Pre-test dilakukan sebelum pemberian materi, begitupun setelah materi selesai
disajikan akan dilakukan Post-test. Hal tersebut dilakukan untuk mengukur persepsi, tingkat
pemahaman dan keberhasilan kegiatan. Survey disebar pada 60 siswa menggunakan kuesioner atau
angket. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan rentang nilai 1-5. Metode analisis statistik
deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara memberikan gambaran atau deskripsi
mengenai data yang telah terkumpul sesuai dengan keadaan (Sugiyono, 2013).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan:
Strategi Dan Peluang Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas”, dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kota
Tegal yang diikuti oleh 60 siswa kelas XII. SMA Negeri 2 Tegal (SMAN 2 Tegal) merupakan salah
satu sekolah menengah atas negeri yang berlokasi di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sekolah ini
memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20329846 dan berstatus sebagai sekolah negeri
yang menyelenggarakan pendidikan menengah atas (DIKMEN).
SMAN 2 Tegal terletak di Jl. Lumba-Lumba No. 24, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal
Barat, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sebagai bagian dari institusi pendidikan formal, sekolah
ini berperan dalam memberikan layanan pendidikan bagi siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas
(SMA) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membekali peserta didik
dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 sesi materi yang meliputi kewirausahan, strategi dan
peluang bisnis, dan pengetahuan tentang laporan keuangan usaha kecil dan UKM. Hasil dari

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 19


AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume 4, No. 1 Februari (2025)
ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki minat yang tinggi terhadap kewirausahaan.
Pemahaman siswa terhadap konsep dasar kewirausahaan meningkat secara signifikan setelah
mengikuti seminar. Mereka lebih memahami bagaimana cara menumbuhkan kreatifitas dan inovasi,
mengidentifikasi peluang usaha, mengembangkan ide bisnis, serta merancang laporan keuangan
sederhana yang efektif. Selain itu, antusiasme siswa dalam mendiskusikan peluang bisnis digital
juga sangat tinggi. Banyak siswa yang tertarik untuk memulai usaha berbasis digital seperti toko
online, content creation, dan pengembangan aplikasi. Seorang wirausaha harus mampu memiliki
kreativitas dan inovasi karena dapat dijadikan sebagai dasar untuk menciptakan suatu produk atau
jasa yang lebih kreatif, untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas (Nuratri & Sofiati, 2024).

Gambar 1. Sesi Pemaparan oleh Narasumber


Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, siswa menunjukkan keterlibatan yang aktif. Mereka
mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan dalam memulai bisnis, bagaimana
menghadapi risiko, serta strategi untuk mengembangkan usaha kecil menjadi bisnis yang lebih besar.
Diskusi ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi siswa, tetapi juga
mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam mengeksplorasi ide bisnis. Hal ini selaras dengan
pendapat Kasmir (2021), yang menekankan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki peran
strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir siswa agar lebih siap menghadapi dunia usaha.
Pendidikan kewirausahaan yang diterapkan secara sistematis dapat membantu siswa dalam
mengidentifikasi peluang bisnis, mengembangkan ide kreatif, serta merancang strategi usaha yang
berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih interaktif dan aplikatif dalam
mengenalkan kewirausahaan kepada siswa.

Gambar 2. Sesi Diskusi Interaktif


Untuk mengukur tingkat persepsi sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan, tim melakukan
survey menggunakan kuesioner yang disebar pada seluruh siswa berjumlah 60 responden dengan
skala Likert 1-5. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta
terhadap materi pelatihan sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan.

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 20


AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume 4, No. 1 Februari (2025)
ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

Tabel 3. Analisis Deskripsi Peserta Berdasarkan Pre-Test


Item Pernyataan Distribusi Jawaban Peserta Nilai
Kriteria
Pre-Test STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) Indeks

1. Saya memiliki 0 45 15 0 0
pemahaman yang baik
45% Sedang
tentang konsep dasar
kewirausahaan 0% 75% 25% 0% 0%

2. Saya mengetahui berbagai 0 42 18 0 0


46% Sedang
peluang usaha di era digital 0% 70% 30% 0% 0%

0 9 39 12 0
3. Saya merasa percaya diri
61% Sedang
untuk memulai usaha sendiri
0% 15% 65% 20% 0%

4. Saya memiliki motivasi 0 45 15 0 0


yang tinggi untuk menjadi 45% Sedang
wirausahawan. 0% 75% 25% 0% 0%
5. Saya mengetahui langkah- 0 42 18 0 0
langkah yang diperlukan 46% Sedang
untuk memulai bisnis 0% 70% 30% 0% 0%
Rata-Rata Indeks 48,6% Sedang

Pada tabel 3 menjelaskan bahwa tingkat persepsi siswa terhadap kewirausahaan sebelum
dilakukan kegiatan (pre-test) menunjukkan indeks rata-rata sebesar 48,6% yang termasuk dalam
kategori sedang. Artinya pemahaman siswa terhadap kewirausahaan sebelum kegiatan dimulai
masih berada pada level yang cukup, tetapi belum optimal. Terdapat kebutuhan yang signifikan
untuk meningkatkan pemahaman tersebut melalui kegiatan tersebut.
Tabel 4. Analisis Deskripsi Peserta Berdasarkan Post-Test
Item Pernyataan Distribusi Jawaban Peserta Nilai
Kriteria
Post-Test STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) Indeks

1. Saya memiliki 0 0 12 45 3
pemahaman yang baik
77% Tinggi
tentang konsep dasar
kewirausahaan 0% 0% 20% 75% 5%

2. Saya mengetahui berbagai 0 0 15 51 0


77% Tinggi
peluang usaha di era digital 0% 0% 15% 85% 0%

0 0 18 39 3
3. Saya merasa percaya diri
75% Tinggi
untuk memulai usaha sendiri
0% 0% 30% 65% 5%

4. Saya memiliki motivasi 0 0 12 42 6


yang tinggi untuk menjadi 78% Sedang
wirausahawan. 0% 0% 20% 70% 10%

0 0 6 48 6 80% Sedang

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 21


AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume 4, No. 1 Februari (2025)
ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

Item Pernyataan Distribusi Jawaban Peserta Nilai


Kriteria
Post-Test STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) Indeks

5. Saya siap untuk


mengaplikasikan ilmu
0% 0% 10% 80% 10%
kewirausahaan yang telah
saya pelajari
Rata-Rata Indeks 77,4% Tinggi

Pada tabel 4 menunjukkan indeks rata-rata post-test sebesar 77,4% yang termasuk dalam
kategori tinggi. Artinya bahwa seminar yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman dan
persepsi siswa tentang kewirausahaan secara signifikan.
Hasil ini mencerminkan bahwa siswa tidak hanya lebih memahami materi yang disampaikan,
tetapi juga merasa lebih percaya diri dan siap untuk menerapkan pengetahuan baru tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa seminar yang diberikan efektif dalam mengatasi kesenjangan
pengetahuan awal yang teridentifikasi pada pre-test, dan peserta berhasil mencapai tingkat
pemahaman yang lebih tinggi, yang sesuai dengan harapan dari diselenggarakannya kegiatan
tersebut.

Gambar 3. Column Chart & Line Chart Hasil Pengukuran Pre-Test dan Post-Test

Gambar 4. Poster Hasil Kegiatan

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 22


AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume 4, No. 1 Februari (2025)
ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

3.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pre-test yang dilakukan sebelum kegiatan seminar interaktif, indeks rata-
rata persepsi siswa terhadap kewirausahaan berada pada angka 48,6%. Hal ini menunjukkan bahwa
pemahaman awal siswa terhadap kewirausahaan masih tergolong sedang. Temuan ini sejalan dengan
penelitian Iswadi (2023) yang menyatakan bahwa salah satu tantangan utama dalam menumbuhkan
jiwa kewirausahaan di kalangan siswa adalah minimnya edukasi kewirausahaan yang aplikatif di
lingkungan sekolah. Siswa cenderung memiliki pemahaman yang terbatas terhadap konsep dasar
kewirausahaan, peluang bisnis di era digital, serta strategi dalam memulai usaha sejak dini (Iswadi,
2023). Pendidikan kewirausahaan yang diajarkan di tingkat sekolah diyakini dapat mengurangi
kebiasaan konsumsi anak, melatih mereka menciptakan sesuatu yang bernilai dan melahirkan
generasi penerus dalam menciptakan lapangan kerja di masa depan (Pradilla Putri & Nawawi, 2024).
Setelah mengikuti kegiatan seminar, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan dengan
indeks rata-rata post-test mencapai 77,4%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode yang
digunakan, yaitu ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab, efektif dalam meningkatkan
pemahaman siswa tentang kewirausahaan. Metode pembelajaran berbasis interaksi aktif dapat
meningkatkan daya serap peserta didik terhadap materi yang diberikan, terutama dalam bidang
kewirausahaan yang membutuhkan pemahaman tidak hanya secara teoritis tetapi juga aplikatif
(Kasmir, 2021). Seorang wirausaha harus bisa berinteraksi dengan semua orang untuk menghasilkan
usaha yang maju dan berkembang (Sutanto et al., 2023).
Hasil ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang
interaktif dan berbasis pengalaman dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap materi yang
diberikan. Menurut Akbar et al., 2024, penggunaan metode experiential learning berbasis gamifikasi
dalam edukasi kewirausahaan terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif dan semangat siswa
dalam memahami konsep bisnis. Selain itu, peningkatan pemahaman ini juga dapat dikaitkan dengan
relevansi materi yang disampaikan. Pendekatan pembelajaran yang berbasis era digital lebih
menarik bagi generasi muda. Oleh karena itu, pemaparan tentang peluang bisnis digital dan strategi
memanfaatkan teknologi dalam kewirausahaan menjadi faktor yang turut berkontribusi dalam
meningkatkan pemahaman siswa (Hery, 2021).
Demikian pula, dalam penelitian Putra et al., (2024), pelatihan fundamental entrepreneurship
yang diberikan kepada siswa SMA berhasil memotivasi mereka untuk mengembangkan ide bisnis
yang inovatif serta memahami strategi kewirausahaan berbasis digital. Pengetahuan tentang
kewirausahaan dan inovasi bukanlah dua elemen yang terpisah, melainkan saling terkait dan saling
mendukung. Pengetahuan yang mendalam mengenai kewirausahaan dapat memberikan motivasi
untuk berinovasi, sementara inovasi yang berhasil dapat memperkaya wawasan tentang dinamika
pasar dan kebutuhan konsumen (Nurhalim et al., 2024). Kreativitas dan inovasi merupakan elemen
penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Siswa yang mendapatkan edukasi
kewirausahaan lebih mampu mengenali peluang bisnis di lingkungan sekitar dan mengembangkan
strategi inovatif dalam pemasaran serta manajemen usaha kecil (Dwijo Wiyono et al., 2020).

4. KESIMPULAN
Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa seminar yang diberikan dalam kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai
kewirausahaan. Dengan adanya peningkatan indeks pemahaman dari 48,6% menjadi 77,4%, dapat
disimpulkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam seminar, yaitu ceramah interaktif, diskusi,
dan sesi tanya jawab, efektif dalam menumbuhkan minat serta memperdalam wawasan siswa
terhadap kewirausahaan. Hasil ini juga menegaskan pentingnya edukasi kewirausahaan yang lebih
aplikatif dan relevan dengan perkembangan digital saat ini agar siswa lebih siap menghadapi dunia
usaha di masa depan.
Meskipun dihadapkan pada beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan pendanaan,
serta infrastruktur teknologi, program ini tetap mampu mencapai target luaran yang diharapkan. Para
siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan mereka
tentang konsep kewirausahaan. Hal ini menunjukkan bahwa program ini berhasil memenuhi tujuan

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 23


AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume 4, No. 1 Februari (2025)
ISSN 2828-6634 (media online)
Hal 17-24

utamanya dalam memberikan manfaat bagi peserta seminar dalam hal ini adalah siswa kelas XII di
SMA Negeri 2 Kota Tegal.
Untuk memastikan dampak jangka panjang, disarankan agar kegiatan ini dikembangkan
menjadi inisiatif berkelanjutan. Kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah,
lembaga pendidikan, dan komunitas pengusaha serta UMKM, dapat membantu dalam membangun
program yang terus mendukung minat berwirausaha bagi para siswa.

REFERENCES
Akbar, M., Diamastuti, E., & Firdausi, S. (2024). Simulasi Bisnis Virtual: Menumbuhkan Semangat
Kewirausahaan Siswa SMA/SMK di Kabupaten Gresik. Sustainability and Social Impact, 1(2), 1–5.
Asikin, M. N. (2023, March 7). Tingkat Wirausaha Indonesia Masih Rendah. Jawa Pos.
[Link]
rendah#:~:text=Terdapat%20sejumlah%20faktor%20yang%20menyebabkan,wirausaha%2C%20dan
%20kendala%20mengakses%20modal.
Dwijo Wiyono, H., Ardiansyah, T., Rasul, T., & Bahasa dan Seni, F. (2020). Kreativitas dan Inovasi Dalam
Berwirausaha. Jurnal Usaha, 1(2), 2020.
Hery, A. (2021). Kewirausahaan - Buku Ajar Untuk Mahasiswa. Yrama Widya.
Iswadi, dkk. (2023). Kewirausahaan. PT Global Eksklusif Teknologi.
Kasmir. (2021). Kewirausahaan Edisi Revisi. Rajawali Pers, PT Raja Grafindo Persada.
Kifly, A. Z., & Kamaruddin, S. A. (2024). KONSEP KEWIRAUSAHAAN DAN WIRAUSAHA. Jurnal
Inovasi Pendidikan, 7, 36–40.
Laode, S. (2018). Dasar-dasar Kewirausahaan. Budi Utama.
Nuratri, B., & Sofiati, E. (2024). STRATEGI INOVASI KEWIRAUSAHAAN KREATIF UNTUK
MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM DI KELURAHAN KEBON KANGKUNG
KECAMATAN KIARACODONG KOTA BANDUNG. Tadbir Peradaban, 4(3), 457–464.
Nurhalim, Mahmudin, Pahrul, Arisah, N., & Dewantara, H. (2024). Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan
Inovasi Terhadap Motivasi Berwirausaha Mahasiswa Kewirausahaan. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen,
Ekonomi, Akuntansi), 8, 2303–2318.
Pradilla Putri, C., & Nawawi, Z. M. (2024). Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan Ditanamkan Sejak Usia
Sekolah Dasar dalam Perspektif Islam. Maeswara: Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan,
2(1), 141–158. [Link]
Putra, A. A. G. A. M., Paramitha, A. A. I. I., Putri, I. Gst. A. P. D., & Dwayani, N. K. S. M. (2024). Edukasi
Entrepreneur Fundamental Bagi Siswa SMA N 1 Petang. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(2),
933–942. [Link]
Qomala Sari, A., Maria, V., Olivia Savitri, F., & Fitri Artafiyah, N. (2024). Dampak dan Manfaat Pembelajaran
Kewirausahaan pada Siswa-Siswi SMA di Kota Serang Dalam Kehidupan Modern Saat Ini. Jurnal
Akuntansi Manajemen Pariwisata Dan Pembelajaran Konseling, 2(2), 580–589.
Rosa, N. (2024, September 29). Bukan SMK, Ini Jenjang Pendidikan yang Paling Banyak Nganggur.
[Link]. [Link]
paling-banyak-
nganggur#:~:text=Lulusan%20SMA%20yang%20menganggur%20mencapai,persen%20dan%2011%
2C28%20persen.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RND. Alfabeta.
Sutanto, J. E., Sitepu, Rismawati. B., Sembiring, M. J., Tambunan, D., & Soetedja, V. (2023). Pendidikan
Kewirausahaan Bagi Siswa. Budimas, 05(02), 1–9.
Sutrisno, E. (2022, June 6). Wirausahawan Mapan, Ekonomi Nasional Kuat. Portal Informasi Indonesia.
[Link]
kuat?lang=1#:~:text=Di%20Indonesia%2C%20tingkat%20kewirausahaan%20masih,95%25%20dari
%20total%20penduduk%20Indonesia.

Febri Yoga Sapta Raharjo | [Link] | Page 24

Anda mungkin juga menyukai