BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Siatas Barita pada Semester Genap
Tahun Ajaran 2024/2025.
3.1.2. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Siatas Barita Tahun
Ajaran 2024/ 2025. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah peningkatan
pemahaman konsep belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran personalized
stestem of instruction (PSI) pada pokok bahasan prisma dan limas.
[Link] Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( Classroom Action
Research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menjadi
lebih baik dengan menggunakan tindakan-tindakan sebagai usaha memperbaiki proses
belajar mengajar di kelas. Menurut Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa "penelitian
tindakan kelas adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan dengan
melakukan perubahan ke arah perbaikan terhadap hasil pendidikan dan pembelajaran".
(Arikunto, 2008:105)
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif
oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari
tindakan – tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki kondisi dimana
praktik kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan.
Manfaat penelitian tindakan kelas adalah meningkatkan kerja sama antar guru
dengan siswa dalam memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas, dan sebagai
pengumpulan informasi tentang sistem,perilaku,atau komponen kegiatan yang lengkap
dan terperinci,bermanfaat dalam perbaikan kegiatan pembelajaran.
3.4. Instrumen Penelitian
Ada dua jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu instrumen
pembelajaran berupa RPP, Buku Paket serta instrumen pengumpulan data. Instrumen
pembelajaran merupakan perangkat penunjang dalam pelaksanaan pembelajaran, sedangkan
instrumen pengumpulan data adalah perangkat yang digunakan untuk memperoleh data dan
informasi yang diperlukan dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes berupa butir soal dan lembar observasi.
1. Tes
Tes digunakan untuk mengetahui pencapaian belajar siswa sebelum dan sesudah
diterapkannya model pembelajaran Personalized System of Instruction (PSI). Dalam upaya
mengukur keberhasilan siswa, guru perlu melaksanakan evaluasi melalui ulangan atau
[Link] mengukur keberhasilan siswa, guru perlu mengadakan ulangan atau tes. Menurut
Arikunto (2006: 65): “Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang
hendak diukur”. Menurut Sudjana (2005: 13): “Dalam hal tertentu untuk tes yang telah disusun
sesuai dengan kurikulum (materi dan tujuannya) agar memenuhi validitas isi, dapat dimintakan
bantuan ahli bidang studi untuk menelaah apakah konsep materi yang diajukan telah memadai
atau tidak sebagai sampel. Dengan demikian validitas isi tidak memerlukan uji coba dan
analisis statistik atau dinyatakan dalam bentuk angka”. Berdasarkan kutipan-kutipan tersebut,
maka untuk menentukan validitas tes diminta penilaian dari tiga orang validator. Penilai
diminta menentukan setiap butir soal ke dalam kategori valid atau tidak valid.
Uji Validitas Butir Soal
Suatu butir soal dikatakan valid jika dapat mengukur apa yang diukur. Untuk mengetahui
validitas butir soal digunakan korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut :
n ∑ xy−( ∑ x )( ∑ y )
r xy =
√ (n ∑ x −( ∑ x ) (n ∑ y −( ∑ y ) )
2 2 2 2
(Arikunto, 2006:170)
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi
x : Jumlah skor butir
y : Jumlah skor total
n : Banyak Subyek (jumlah sampel)
Suatu butir soal dikatakan valid jika rhitung > rtabel dengan taraf signifikan 5%. Untuk
menginterpretasikan tingkat validitas, maka koefisien korelasi dikategorikan pada kriteria
sebagai berikut:
Kriteria Validitas Instrumen Tes (Suharsimi Arikunto, 1991 : 29)
Koefisien Korelasi Keterangan
0,800-1000 Sangat tinggi
0,600-0,800 Tinggi
0,400-0,600 Cukup
0,200-0,400 Rendah
0,000-0,200 Sangat rendah
a. Uji reliabilitas Butir Soal
Suatu perangkat soal dikatakan reliabel apabila perangkat soal tersebut
memberikan hasil yang tetap setelah diteskan berkali-kali, reliabilitas dapat dicari dengan
rumus Alpha:
)( )
∑ σb 2
r 11=
( K
( K −1)
1− 2
σt
(Arikunto, 2006:196) dimana:
(∑ x) (∑ y)
2 2
∑x 2
−
N
∑y 2
−
N
σ 2b = σ 2t =
N dan N
Keterangan :
r11 : Reliabilitas Instrumen
K : Banyaknya butir pertanyaan atau jumlah butir soal
σ 2b : Jumlah Varians butir
σ 2t : Varians butir
x : Skor total butir soal
y : Skor total setiap responden
N : Jumlah responden
2. Observasi
Observasi merupakan suatu metode ataupun cara-cara yang dilaksanakan dalam
menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis. Kegiatan observasi dilaksanakan
secara bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Secara umum, kegiatan observasi dilaksanakan
untuk merekam proses yang terjadi selama proses belajar berlangsung sehingga dapat diketahui
apakah proses pembelajaran dan kondisi belajar sudah terlaksana sesuai dengan bahan ajar dan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seperti aktivitas guru dan siswa. Untuk melakukan
observasi peneliti dibantu oleh observer di mana yang menjadi observer adalah guru
matematika SMP N 1 Siatas Barita.
3.5 Prosedur Penelitian
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran, mempersiapkan fasilitas yang diperlukan, mempersiapkan instrumen untuk
menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan kemudian membuat lembar observasi.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini kegiatan yang dilaksanakan merupakan pengembangan dan pelaksanaan
dari pembelajaran yang disusun. Pada akhir tindakan diberikan tes kepada siswa untuk
mengetahui hasil yang dicapai melalui pemberian tindakan.
c. Tahap Observasi
Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan
menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Guru bidang studi matematika yang
bertugas sebagai pengamat mengisi lembar observasi untuk melihat apakah kondisi belajar
mengajar dikelas sudah terlaksana sesuai dengan program pengajaran Ketika tindakan
dilaksanakan.
D. Tahap Refleksi
Pada tahap ini dilaksanakan kegiatan menganalisa dan memberi makna terhadap data
yang diperoleh, memperjelas data yang diperoleh dan mengambil kesimpulan dari tindakan
perbaikan yang dilaksanakan. Hasil refleksi digunakan sebagai dasar terhadap perencanaan
siklus selanjutnya.
Perencanaan
Refleksi SIKLUS 1 pelaksanaan
Pengamatan
Perencanaan
Refleksi SIKLUS 2 pelaksanaan
Berhenti jika
indikator sudah
tercapai Pengamatan
Lanjut ke siklus
berikutnya jika
indikator belum
tercapai
Siklus PTK Model Kemmis dan Mc Taggart
Apabila siklus 1 tidak berhasil dilaksanakan maka dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan
materi yang berbeda tetapi pada kelas yang sama.
3.6 Teknik Analisis Data
1. Reduksi Data
Data penelitian yang telah terkumpul berupa tes dan observasi. Reduksi data
dilaksanakan setelah data terkumpul, meliputi pengkategorian dan pengklasifikasian data.
Setelah data diklasifikasikan,data dikelompokkan kemudian dilanjutkan pada pemaparan data
kemudian penyimpulan.
2. Paparan Data
Data-data yang telah diklasifikasikan tersebut kemudian dipaparkan menurut jenis
masalah penelitian. Dengan adanya pemaparan informasi itu, peneliti akan menarik kesimpulan
dengan mudah.
3. Simpulan Data
Dalam kegiatan ini ditarik beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilaksanakan. Kesimpulan yang diambil merupakan dasar bagi pelaksanaan siklus berikutnya
dan perlu tidaknya siklus berikutnya dilanjutkan atas permasalahan yang diduga.
Untuk menentukan ketuntasan belajar siswa (individual) dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan:
T
KB= x 100 %
Tt
Keterangan ; KB = Ketuntasan Belajar
T = Jumlah skor yang diperoleh siswa
T t = Jumlah skor total
Setiap siswa dikategorikan tuntas belajar jika kemampuan pemecahan
masalah siswa ≥ 65 %
Dari penjelasan di atas dapat diketahui siswa sudah tuntas atau belum tuntas belajar
secara individu.
Selanjutnya bisa juga diketahui apakah kemampuan pemecahan masalah siswa secara
klasikal tercapai, dilihat dari persentase siswa yang sudah tuntas dalam belajar
dirumuskan sebagai berikut :
X
PPK = X100%
N
Keterangan : PPK = Persentase Ketuntasan Klasikal
X = Banyak siswa yang KB ≥ 65 %
N = Jumlah siswa
Berdasarkan kategori tersebut, jika dikelas telah tercapai 85% yang telah mencapai
persentase kemampuan pemecahan masalah ≥ 65 %,maka kemampuan pemecahan
masalah secara klasikal telah tercapai.
Menganalisis Hasil observasi
Hasil observasi dianalisis secara deskriptif dan proses pembelajaran dikatakan efektif
jika pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik dan jika pembelajaran sudah
tercapai. Untuk penilaian observasi dirumuskan:
skor yang didapat
N= (Soegito, 2003 : 25)
banyak observasi
tabel 3.1 Kriteria rata-rata observasi
Rentang Nilai Kategori
0-1,1 Sangat buruk
1,2-2,1 Buruk
2,2-3,1 Baik
3,2-4,0 Sangat baik
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah :
Tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa secara individual mencapai kriteria
paling sedikit sedang
Kemampuan pemecahan masalah siswa secara klasikal tercapai yaitu minimum 85%
siswa yang memperoleh kemampuan pemecahan masalah ≥ 65 %
Dari hasil observasi pembelajaran termasuk dalam kriteria baik atau sangat baik