Rencana Pembelajaran Teknik Eksplorasi Geologi
Rencana Pembelajaran Teknik Eksplorasi Geologi
Peserta Didik Kesiapan belajar peserta didik kelas XI Geologi Pertambangan di SMK Negeri 5 Pekanbaru dalam
mata pelajaran Teknik Eksplorasi sangat bergantung pada pemahaman awal mereka tentang konsep
geologi dasar, jenis batuan, dan proses pembentukan sumber daya alam yang telah dipelajari
sebelumnya. Pengetahuan ini menjadi fondasi penting untuk memahami metode eksplorasi,
penggunaan alat ukur geologi, serta teknik pengambilan dan analisis sampel. Antusiasme peserta didik
terhadap dunia pertambangan, ditambah dengan pengalaman praktik lapangan dan kemampuan
mengamati fenomena geologi, turut memperkuat kesiapan mereka. Gaya belajar yang beragam, seperti
IDENTIFIKASI ketertarikan pada visualisasi data geologi dan preferensi terhadap praktik langsung, menunjukkan
perlunya pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Dukungan berupa alat peraga, bahan
ajar visual, serta akses terhadap media digital eksploratif menjadi faktor penting dalam memfasilitasi
proses belajar yang bermakna dan relevan dengan dunia kerja pertambangan.
Materi Pelajaran Materi Teknik Eksplorasi dalam pembelajaran Geologi Pertambangan Kelas XI mencakup
pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural yang berkaitan dengan metode pencarian dan
identifikasi sumber daya geologi, seperti mineral, batu bara, dan bahan galian lainnya. Materi ini
dirancang agar relevan dengan konteks dunia kerja dan pengalaman nyata peserta didik, seperti
penggunaan kompas geologi, pemetaan lapangan, pengambilan sampel batuan, hingga analisis data
geologi. Peserta didik diajak memahami berbagai teknik eksplorasi permukaan dan bawah permukaan,
serta pentingnya keselamatan kerja dan etika lingkungan dalam kegiatan eksplorasi. Melalui
pembelajaran ini, siswa tidak hanya mengenal proses teknis dalam eksplorasi sumber daya alam, tetapi
juga mengembangkan keterampilan observasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah dalam konteks
geologi. Pemahaman ini diharapkan menumbuhkan sikap profesional, tanggung jawab, dan kesadaran
terhadap pentingnya konservasi serta keberlanjutan sumber daya alam.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
DPL 1 DPL 5
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kolaborasi
DPL 2 DPL 6
Kewargaan Kemandirian
DPL 3 DPL 7
Penalaran Kritis Kesehatan
DPL 4 DPL 8
Kreativitas Komunikasi
Capaian Pembelajaran Pada fase F untuk peserta didik program keahlian Geologi Pertambangan mencakup kemampuan
memahami dan menerapkan konsep serta tahapan eksplorasi bahan galian secara menyeluruh. Peserta
didik diharapkan mampu melakukan identifikasi potensi sumber daya geologi melalui berbagai metode
eksplorasi, baik langsung maupun tidak langsung, seperti pengamatan lapangan, pemetaan geologi, dan
penggunaan peralatan eksplorasi. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan dalam melaksanakan
kegiatan pemboran eksplorasi, pengambilan sampel yang representatif, serta pencatatan dan pelaporan
hasil eksplorasi sesuai prosedur keselamatan kerja dan etika lingkungan. Pembelajaran ini bertujuan
membekali peserta didik dengan kompetensi teknis dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia
kerja pertambangan.
Lintas Disiplin Ilmu - IPAS: memahami sifat dan komposisi mineral, reaksi kimia dalam proses alterasi batuan, serta
analisis laboratorium sampel geologi.
- Matematika: digunakan dalam perhitungan volume cadangan, skala peta, pengolahan data
survei, dan interpretasi grafik eksplorasi.
- Bahasa Indonesia: melatih kemampuan menyusun laporan eksplorasi, deskripsi sampel, dan
DESAIN dokumentasi kegiatan eksplorasi secara sistematis dan komunikatif.
PEMBELAJARAN - Bahasa Inggris: memahami istilah teknis dalam eksplorasi geologi dan membaca referensi atau
standar internasional.
1. Menjelaskan pengertian metode eksplorasi dan perannya dalam kegiatan pencarian bahan galian.
2. Mengidentifikasi berbagai jenis metode eksplorasi, baik langsung maupun tidak langsung, serta
prinsip kerjanya.
3. Membedakan kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode eksplorasi (geologi, geofisika,
geokimia, dan pemboran).
4. Memberikan contoh penerapan metode eksplorasi berdasarkan kondisi geologi suatu wilayah.
5. Menunjukkan sikap kritis dan teliti dalam memilih metode eksplorasi yang sesuai dengan jenis
bahan galian dan kondisi lapangan.
6. Mempresentasikan hasil kajian sederhana mengenai metode eksplorasi yang digunakan dalam studi
kasus nyata atau simulasi.
● Eksperimen dan diskusi terstruktur ini melatih keterampilan observasi, berpikir logis, kerja
sama tim, serta kemampuan menyampaikan gagasan ilmiah secara runtut dan terbuka .
• Peserta didik dihadapkan pada studi kasus atau masalah nyata, misalnya: "Bagaimana menentukan
metode eksplorasi yang paling efisien untuk menemukan cadangan batu bara di wilayah rawa
dengan akses terbatas?" Peserta didik diminta menganalisis kondisi geografis dan geologis lokasi,
mempertimbangkan kendala teknis dan lingkungan, serta merancang solusi eksplorasi menggunakan
metode geofisika, pengeboran, atau kombinasi teknik eksplorasi lainnya berdasarkan prinsip ilmiah.
• Berkesadaran: Membangun kesadaran tentang pentingnya memilih metode eksplorasi yang sesuai
dengan kondisi lapangan, untuk efisiensi kerja dan meminimalkan dampak lingkungan.
• Bermakna: Memberikan pemahaman nyata kepada peserta didik tentang aplikasi teknik eksplorasi
dalam dunia pertambangan, serta keterkaitannya dengan aspek keselamatan, ekonomi, dan ekologi.
• Menggembirakan: Mendorong semangat belajar melalui tantangan studi kasus, diskusi kelompok,
dan presentasi ide, sehingga peserta didik merasa terlibat aktif, berpikir kritis, dan tertarik pada
proses eksplorasi secara menyeluruh.
Kemitraan Perguruan Tinggi (Jurusan Teknik Geologi atau Teknik Pertambangan): Sebagai mitra akademik,
Pembelajaran dosen atau mahasiswa tingkat akhir dapat menjadi narasumber atau pendamping simulasi eksplorasi
berbasis video, peta geologi, atau perangkat lunak eksplorasi.
Himpunan Mahasiswa Tambang/Geologi: Mitra ini dapat membantu mengembangkan minat dan soft
skill peserta didik melalui pelatihan lapangan, webinar, atau lomba eksplorasi.
Lingkungan Ruang Fisik:
Pembelajaran ● Ruang Kelas: dengan proyektor untuk simulasi dan diskusi.
Ruang Virtual:
● Canva / Google Slides – untuk membuat presentasi laporan eksperimen, infografis tentang
sifat zat, atau kampanye kesadaran terhadap penggunaan zat kimia secara bijak.
Budaya Belajar:
Pemanfaatan Digital Canva / Google Slides: untuk membuat presentasi visual tentang tahapan metode eksplorasi, infografis
jenis-jenis metode eksplorasi (geofisika, geokimia, pemetaan, pemboran), serta laporan hasil observasi
atau studi kasus.
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif
Orientasi Bermakna:
Tampilkan gambar atau video singkat: Sajikan video atau animasi singkat yang menunjukkan proses geologi seperti pelapukan
batuan, pembentukan mineral baru dari reaksi kimia bawah tanah, pembakaran batubara, atau proses oksidasi logam yang
menyebabkan terbentuknya karat atau mineral sekunder. Cuplikan dokumenter penambangan bijih logam atau proses pengolahan
emas/batubara juga bisa digunakan untuk menunjukkan perubahan zat dalam industri pertambangan.
Ajukan pertanyaan pemantik: " “Mengapa batuan bisa hancur dan berubah warna saat terkena air hujan terus-menerus?”, “Apa
yang menyebabkan logam seperti besi di tambang menjadi berkarat?”, “Apakah semua perubahan pada material tambang bisa
dikembalikan seperti semula?”, “Bagaimana kita membedakan antara perubahan fisika dan kimia pada mineral atau batuan?”
Hubungkan dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan siswa, dan jurusan Geologi Pertambangan: Bayangkan kalian sedang bekerja
di lapangan tambang dan menemukan bijih logam yang sudah teroksidasi. Apa yang bisa kalian simpulkan dari perubahan tersebut?,
Dalam proses pengolahan hasil tambang, seperti pelindian emas atau pembakaran batubara, perubahan zat apa yang terjadi?
PENGALAMAN Bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan?, Saat melakukan analisis batuan atau sampel tanah, bagaimana kalian bisa
BELAJAR
mengetahui bahwa telah terjadi perubahan kimia, misalnya pelarutan atau pengendapan mineral?"
Apersepsi Kontekstual:
Ulas konsep dasar dan praktik relevan:
Ingatkan peserta didik bahwa dalam geologi pertambangan, pemahaman tentang sifat fisika dan kimia batuan/mineral sangat
penting. Misalnya:
- Apa yang terjadi jika kita tidak memahami sifat reaktif suatu batuan terhadap lingkungan?
- Bagaimana perubahan zat ini memengaruhi keberhasilan eksplorasi atau produksi tambang?
● Berikan tantangan:
“Siapa yang bisa menjelaskan perubahan zat yang pernah kalian amati saat praktik lapangan? Atau siapa yang berani
mempresentasikan bagaimana oksidasi logam di tambang terbuka bisa dicegah? Jawaban kalian bisa jadi solusi dunia
nyata!”
INTI
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
Aktivitas: Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang “”pelapukan batuan di area tambang”, “karat pada
peralatan tambang”, atau “reaksi kimia yang terjadi saat pengolahan bijih logam”.
Diskusi: Guru bertanya kepada peserta didik:
“Dari proses yang kalian lihat, bagian mana yang menunjukkan perubahan fisika, dan mana yang merupakan perubahan
kimia? Mengapa penting bagi tenaga kerja tambang untuk memahami perbedaan ini?”
“Apa dampaknya jika kita tidak bisa membedakan jenis perubahan ini saat melakukan eksplorasi, analisis mineral, atau
pemrosesan hasil tambang?”
Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa memahami jenis-jenis perubahan zat sangat penting dalam dunia geologi
pertambangan, mulai dari:
Penyusunan Rencana:
Setiap kelompok menyusun rencana teknis untuk mencegah atau mengatasi dampak negatif dari perubahan zat” dalam
kegiatan pertambangan. Contohnya:
- Strategi mencegah “oksidasi mineral sulfida” untuk menghindari pembentukan air asam tambang,
- Cara “memproteksi peralatan tambang” dari korosi akibat lingkungan terbuka,
- Pemilihan “reagen atau bahan kimia yang lebih ramah lingkungan” saat pelindian logam,
- Pengolahan limbah tambang agar “tidak mencemari air tanah” karena reaksi kimia tak terkendali.
○ Pemanfaatan Digital: Siswa menggunakan alat digital seperti Slides untuk menyusun infografis tentang perubahan
zat di tambang dan cara penanganannya
Fasilitasi Guru: Guru membimbing proses penyusunan solusi dengan umpan balik formatif, serta mengajukan pertanyaan
pemantik seperti: “Apa dampaknya terhadap keselamatan kerja jika perubahan zat ini tidak dikenali sejak awal eksplorasi?”.
“Bagaimana kalian bisa menjelaskan solusi ini secara visual kepada tim geoteknik atau teknisi tambang yang lain?”
Satu kelompok ditunjuk untuk mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka terkait perubahan zat di dunia tambang.
Contoh isi presentasi:
○ Review Buku/Sumber (10 menit): Kelompok penyaji juga mereview sumber bacaan, seperti buku teks geologi, atau artikel
ilmiah populer, dengan menyoroti bagian penting yang relevan untuk praktik pertambangan, misalnya:
- Sifat mineral dan reaktivitasnya
- Proses geokimia dan dampaknya pada lingkungan tambang
- Teknologi ramah lingkungan untuk pengolahan hasil tambang
Diskusi Kelompok Pembahas (10 menit): Kelompok lain bertindak sebagai kelompok pembahas, yang Memberikan masukan,
pertanyaan kritis, atau alternatif solusi, menilai kejelasan, kelayakan teknis, dan kelengkapan presentasi kelompok penyaji.
Aktivitas: Mengingat durasi 60 menit dan fokus utama pada praktik analisis dan presentasi kelompok, elemen refleksi diintegrasikan
secara berkelanjutan setelah sesi studi kasus, penyusunan solusi teknis, dan presentasi kelompok. Guru memandu diskusi reflektif
singkat yang bertujuan untuk mengevaluasi proses berpikir siswa, pemahaman terhadap konsep perubahan zat, serta relevansi materi
dengan dunia kerja pertambangan.
- Apa tantangan terbesar yang kalian hadapi saat mencoba memahami perubahan zat dalam konteks kerja tambang atau
eksplorasi mineral?
- Bagaimana contoh nyata seperti karat pada alat tambang atau oksidasi mineral sulfida membantu kalian memahami perbedaan
antara perubahan fisika dan kimia?
- Apa satu hal baru yang membuat kalian sadar akan pentingnya memahami sifat zat dalam pekerjaan geologi pertambangan?"
-Jika suatu hari kalian bekerja di lapangan—melakukan eksplorasi, pemetaan, atau pengolahan—bagaimana pengetahuan
tentang sifat dan perubahan zat bisa membantu kalian mencegah kesalahan teknis atau kerusakan alat?"
Siswa didorong untuk berbagi refleksi pribadi secara terbuka dan jujur, seperti: Pengetahuan teknis baru yang mereka dapatkan hari
ini, Kesalahan pemahaman yang kini mereka pahami lebih baik, Relevansi konsep perubahan zat terhadap profesi teknisi geologi,
analis laboratorium tambang, atau pengawas lingkungan pertambangan.
○ Prinsip: Berkesadaran (refleksi diri terhadap proses dan hasil belajar), Menggembirakan (suasana diskusi
yang positif dan berorientasi pada pembelajaran, bukan hanya penilaian), Komunikatif, Penalaran Kritis.
PENUTUP (berkesadaran)
Kesimpulan dan Relevansi: Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyimpulkan bahwa pemahaman merupakan pengetahuan
dasar yang sangat penting dalam dunia kerja geologi pertambangan.
Guru menekankan bahwa pelapukan mekanik atau perubahan bentuk akibat tekanan, dan oksidasi mineral sulfida, karat pada alat
bor, atau reaksi zat kimia dalam uji laboratorium adalah fenomena yang sehari-hari terjadi di lapangan.
Penugasan Lanjutan: Membantu teknisi geologi atau pengawas tambang memahami penyebab kerusakan alat, Meningkatkan
keselamatan kerja, Mendukung efisiensi proses eksplorasi, pemetaan, dan analisis sampel.
Laporan ini akan dipresentasikan atau didiskusikan pada pertemuan berikutnya sebagai bagian dari refleksi dan penguatan konsep.
- Mengukur pemahaman konsep dasar zat dan perubahan zat dalam konteks eksplorasi
geologi.
- Menilai kemampuan awal dalam mengamati, membedakan, dan menjelaskan
perubahan zat dalam praktik seperti pengambilan sampel batuan, reaksi kimia dalam
analisis mineral, atau korosi alat eksplorasi.
- Mengetahui pemahaman awal terhadap dampak perubahan zat terhadap kualitas
kerja geologi, seperti ketepatan hasil uji, keamanan kerja, dan ketahanan alat.
2. Sebutkan satu contoh perubahan fisika yang bisa terjadi saat proses eksplorasi di
lapangan tambang!
Contoh jawaban: retaknya batuan akibat tekanan, perubahan bentuk akibat pelapukan,
atau perubahan suhu pada sampel inti bor
3. Alat bor yang tidak dibersihkan dengan baik menjadi berkarat setelah beberapa hari.
Ini merupakan contoh dari...
a. Pelapukan fisika
b. Perubahan bentuk
c. Perubahan kimia
d. Reaksi logam ringan
Jawaban: c. Perubahan kimia
4. Mengapa penting memahami sifat zat saat melakukan analisis sampel batuan atau
mineral di laboratorium
Jawaban: Agar bisa memilih reagen/bahan yang tepat, menghindari reaksi yang tidak
diinginkan, dan memastikan hasil analisis akurat.
5. Apa risiko jika perubahan zat tidak dipahami dengan baik saat melakukan uji
lapangan atau pemetaan geologi?
Jawaban: Kesalahan identifikasi batuan/mineral, rusaknya alat, hasil tidak akurat, atau
bahaya akibat reaksi kimia tak terduga.
“Perubahan zat yang hanya memengaruhi bentuk atau ukuran tanpa menghasilkan zat
baru disebut…”
a. Perubahan kimia
b. Perubahan biologis
c. Perubahan permanen
d. Perubahan fisika
e. Reaksi zat padat
2. Kuis Singkat – Isian Singkat: Perubahan zat yang menghasilkan zat baru dengan sifat
berbeda dari zat semula disebut …
Jawaban: perubahan kimia
3. Diskusi Kelas (Pertanyaan Terbuka): “Mengapa reaksi batu kapur (CaCO₃) dengan
asam klorida (HCl) termasuk perubahan kimia? Apa relevansinya dalam kegiatan
identifikasi batuan di lapangan?”
Tujuan: Mendorong peserta didik menggunakan konsep perubahan zat dalam
menjelaskan reaksi kimia praktis di eksplorasi tambang.
Peserta didik diminta membuat penjelasan tertulis atau bagan awal terkait satu contoh
fenomena perubahan zat yang mereka amati atau ketahui dalam konteks eksplorasi.
Contoh: Batuan beku mengalami pelapukan karena reaksi kimia dengan air dan oksigen.
Jelaskan prosesnya dan dampaknya terhadap proses eksplorasi geologi.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan Asesmen Sumatif:
Mengukur pemahaman peserta didik tentang konsep dasar zat dalam konteks eksplorasi
geologi.
• Menilai kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi jenis perubahan zat
berdasarkan gejala atau fenomena geologi yang diamati di lapangan atau simulasi.
• Mengevaluasi keterampilan peserta didik dalam menganalisis proses perubahan zat
melalui eksperimen atau studi kasus sederhana serta menghubungkannya dengan
dampak terhadap peralatan, lingkungan, dan efisiensi kerja eksplorasi.
Instrumen Asesmen
1. Pilihan Ganda (Konsep Dasar)
Perubahan zat yang hanya mengubah bentuk atau ukuran tanpa membentuk zat
baru disebut...
a. Perubahan kimia
b. Pelapukan
c. Perubahan fisika
d. Reaksi endoterm
• Pelaksanaan:
Aspek yang Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Sering memberikan pendapat, Beberapa kali berpartisipasi Hanya sesekali terlibat dalam Tidak aktif dalam diskusi atau
Partisipasi Aktif pertanyaan, dan tanggapan yang aktif dalam diskusi dengan diskusi dan kadang kurang tidak memberikan kontribusi
relevan sepanjang diskusi. topik relevan. relevan. berarti.
Menunjukkan pemahaman mendalam Memahami materi dengan Pemahaman terbatas, kadang Kurang memahami materi,
Pemahaman Materi dan mampu mengaitkan dengan baik dan dapat menjelaskan kurang tepat dalam sering menyampaikan pendapat
konsep lain atau pengalaman. dengan cukup jelas. menjelaskan pendapat. yang keliru.
Menyampaikan ide secara runtut, Komunikasi cukup jelas dan Komunikasi kurang lancar atau Sulit dipahami, tidak runtut, atau
Kemampuan
jelas, dan logis dengan bahasa yang terstruktur, meski kadang terlalu singkat, perlu menggunakan bahasa yang tidak
Berkomunikasi
tepat. kurang mendalam. penguatan struktur. tepat.
Mendengarkan dengan baik, Umumnya kooperatif dan Kurang kooperatif atau Tidak menunjukkan sikap kerja
Kerja Sama dan
menghargai pendapat teman, dan tidak sopan, meskipun kadang menunjukkan sikap kurang sama dan sering mengganggu
Sikap dalam Diskusi
mendominasi diskusi. kurang responsif. menghargai pendapat lain. jalannya diskusi.
🔢 Skor Akhir