MODUL AJAR
DEEP LEARNING MATA PELAJARAN
MATEMATIKA MATERI MATRIKS
DI SUSUN OLEH
NAMA : ATHAR ASRORI
BIDANG STUDI : MATEMATIKA
NPM : 225040720023
PPG DALJAB BACH 2 MATA PELAJARAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS ISLAM MALANG TANUN 2025
MODUL AJAR DEEP LEARNING MATA PELAJARAN MATEMATIKA
MATERI MATRIKS
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : MA DARUSSALIMIN
Nama Penyusun : ATHAR ASRORI
Mata Pelajaran : Matematika (Tingkat Lanjut)
Kelas / Fase /Semester : XI/ IPA / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 JP (4 Pertemuan 3 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi Matriks merupakan jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan sedikit
metakognitif. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata dalam berbagai bidang seperti
ekonomi (analisis input-output), teknologi informasi (grafika komputer, pengolahan
citra), dan fisika (transformasi ruang). Tingkat kesulitan materi ini bersifat menengah,
membutuhkan pemahaman konsep yang kuat sebelum beralih ke operasi yang lebih
kompleks. Struktur materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari pengenalan konsep
dasar, jenis-jenis, operasi dasar, hingga aplikasi yang lebih mendalam seperti determinan
dan invers. Nilai dan karakter yang diintegrasikan meliputi ketelitian, ketekunan, berpikir
logis, dan kolaborasi dalam memecahkan masalah.
C. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Penalaran Kritis: Peserta didik akan diajak untuk menganalisis berbagai masalah
matematika dan kehidupan nyata yang dapat dimodelkan dengan matriks,
mengevaluasi solusi, dan menyimpulkan secara logis.
Kreativitas: Peserta didik didorong untuk menemukan berbagai cara dalam
menyelesaikan masalah matriks dan mengaplikasikan konsep matriks dalam situasi
baru.
Kolaborasi: Melalui diskusi kelompok dan proyek, peserta didik akan belajar bekerja
sama, berbagi ide, dan membangun pemahaman bersama.
Kemandirian: Peserta didik akan dilatih untuk bertanggung jawab atas proses
belajarnya sendiri, mencari sumber belajar tambahan, dan memecahkan masalah
secara mandiri.
Komunikasi: Peserta didik akan mengkomunikasikan ide, proses, dan hasil
penyelesaian masalah matriks secara lisan maupun tertulis dengan jelas dan
sistematis.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan konsep matriks dan operasi
matriks (penjumlahan, pengurangan, perkalian), menentukan determinan dan invers
matriks persegi berordo 2x2 dan 3x3, serta menggunakan matriks untuk
menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear
dan transformasi geometri.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
Fisika: Transformasi geometri (rotasi, translasi, dilatasi) dan sistem persamaan linear
dalam analisis rangkaian listrik.
Ekonomi: Analisis input-output, teori permainan.
Informatika: Grafika komputer, kriptografi sederhana, pengolahan citra digital.
Teknik: Pemecahan sistem persamaan linear dalam berbagai aplikasi rekayasa.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Menemukan Konsep dan Jenis-Jenis Matriks (Alokasi Waktu: 3 JP)
Peserta didik mampu menjelaskan pengertian matriks dan elemen-elemennya dengan
tepat setelah melakukan eksplorasi data tabel (Meaningful Learning).
Peserta didik mampu mengidentifikasi ordo suatu matriks dan posisi elemennya
dengan benar setelah mengamati contoh-contoh di sekitar (Mindful Learning).
Peserta didik mampu mengklasifikasikan jenis-jenis matriks (matriks baris, kolom,
persegi, identitas, nol, diagonal, segitiga) berdasarkan karakteristiknya melalui
diskusi kelompok (Kolaborasi, Joyful Learning).
Pertemuan 2: Kesamaan Dua Matriks serta Penjumlahan dan Pengurangan
Antarmatriks (Alokasi Waktu: 3 JP)
Peserta didik mampu menentukan kesamaan dua matriks dengan memeriksa ordo dan
elemen-elemen yang bersesuaian setelah memahami konsep dasar (Penalaran Kritis).
Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan matriks dengan benar setelah
memahami syarat dan langkah-langkahnya (Meaningful Learning).
Peserta didik mampu melakukan operasi pengurangan matriks dengan benar setelah
memahami syarat dan langkah-langkahnya (Meaningful Learning).
Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual sederhana yang melibatkan
penjumlahan dan pengurangan matriks dengan cermat (Kemandirian).
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Aplikasi Matriks dalam Penjadwalan: Bagaimana matriks dapat digunakan untuk
mengatur jadwal piket kelas, jadwal pelajaran, atau susunan tim dalam suatu
perlombaan.
Matriks dalam Kode Rahasia (Kriptografi Sederhana): Penggunaan operasi
matriks untuk menyandikan dan menguraikan pesan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
Eksplorasi Lapangan (Opsional/Modifikasi): Untuk materi awal, peserta didik
dapat diajak mengidentifikasi data-data yang dapat disajikan dalam bentuk tabel
(misalnya, jadwal pelajaran, daftar nilai, data belanja harian). Ini bisa dilakukan di
lingkungan sekolah atau melalui observasi data sederhana yang mereka temui.
Wawancara (Opsional/Modifikasi): Peserta didik dapat "mewawancarai" atau
mengumpulkan informasi dari buku atau sumber digital tentang bagaimana matriks
digunakan di bidang ekonomi atau teknologi. (Misalnya, mencari contoh kasus nyata
penggunaan matriks dalam grafika komputer atau analisis ekonomi).
Presentasi: Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil proyek atau diskusi
mereka mengenai pemahaman konsep, penyelesaian masalah, atau aplikasi matriks.
MITRA PEMBELAJARAN:
Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Ekonomi, Informatika)
sebagai narasumber singkat atau pemberi contoh aplikasi matriks di bidang mereka.
Perpustakaan sekolah untuk mencari sumber belajar.
Lingkungan Luar Sekolah: Ahli teknologi informasi atau praktisi ekonomi (melalui
video tutorial, artikel, atau wawancara daring jika memungkinkan) untuk
menunjukkan aplikasi nyata matriks.
Masyarakat: Data-data sederhana dari lingkungan masyarakat (misalnya data sensus,
data penjualan di warung) yang dapat diolah menggunakan matriks.
LINGKUNGAN BELAJAR:
Ruang Fisik: Kelas yang diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok dan
presentasi. Tersedia papan tulis/whiteboard untuk menjelaskan konsep dan
menyelesaikan soal.
Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
penugasan, dan pengumpulan proyek. Forum diskusi daring (misalnya di Google
Classroom atau grup chat khusus) untuk pertanyaan dan berbagi ide di luar jam
pelajaran.
Budaya Belajar: Mendorong suasana kolaboratif di mana peserta didik aktif
berpartisipasi, berani bertanya, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan rasa ingin
tahu terhadap aplikasi matriks.
PEMANFAATAN DIGITAL:
Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mencari referensi tambahan
tentang matriks dari perpustakaan digital nasional atau platform edukasi lainnya.
Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau grup chat untuk
diskusi materi, tanya jawab, dan berbagi sumber belajar antarpeserta didik dan guru.
Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms atau platform kuis online (seperti
Kahoot atau Quizizz) untuk asesmen formatif dan sumatif.
Google Classroom: Sebagai platform utama untuk pengelolaan materi, tugas,
pengumuman, dan komunikasi.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan mengajak
peserta didik untuk melakukan peregangan ringan atau teknik pernapasan singkat
(misalnya 1-2 menit) untuk membantu mereka fokus dan menenangkan pikiran
sebelum memulai pembelajaran. Guru dapat bertanya, "Apa yang kalian rasakan saat
ini? Mari kita hadir sepenuhnya di kelas ini."
Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik yang menghubungkan materi matriks dengan pengalaman sehari-hari
peserta didik atau contoh aplikasi sederhana. Misalnya, "Pernahkah kalian melihat
data yang disusun dalam bentuk tabel di koran atau internet? Apa fungsi penyusunan
data seperti itu?" atau "Bagaimana cara kita mengatur barang-barang di rak agar
mudah ditemukan?". Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan materi
sebelumnya (sistem persamaan linear sederhana) dengan topik matriks.
Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menampilkan video singkat
atau gambar-gambar menarik yang menunjukkan aplikasi matriks dalam kehidupan
nyata (misalnya grafika game, efek film). Guru memberikan fun fact atau tebak-
tebakan ringan yang berkaitan dengan bilangan atau pola. Guru mengumumkan
tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias dan menjelaskan bagaimana
pembelajaran akan dilakukan secara interaktif.
KEGIATAN INTI (BERDIFERENSIASI)
MENEMUKAN KONSEP DAN JENIS-JENIS MATRIKS (PERTEMUAN 1)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil heterogen (berdasarkan gaya
belajar atau minat).
Setiap kelompok diberikan studi kasus nyata (misalnya data harga barang di beberapa
toko, data absensi kelas, data hasil survei sederhana) yang disajikan dalam bentuk
tabel.
Diferensiasi Konten: Kelompok dengan kesiapan awal yang lebih tinggi bisa
diberikan data yang lebih kompleks, sementara kelompok lain diberikan data yang
lebih sederhana.
Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi pola penyusunan data, jumlah baris dan
kolom, serta informasi yang terkandung dalam setiap "sel" tabel.
Guru membimbing diskusi untuk menarik kesimpulan tentang pengertian matriks dan
elemen-elemennya.
Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih cara mereka mendokumentasikan
hasil temuan: mencatat di buku, membuat peta konsep, atau membuat presentasi
singkat.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk membuat 3 contoh
matriks dari data-data sederhana di sekitar mereka (misalnya data nilai ulangan, data
stok alat tulis di tas, data jumlah anggota keluarga).
Mereka diminta untuk menentukan ordo dan menyebutkan posisi elemen-elemen
tertentu.
Diferensiasi Produk: Beberapa peserta didik dapat menyajikan contoh matriks mereka
di papan tulis, yang lain bisa menggunakan alat digital sederhana (misalnya slide
presentasi).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
Guru meminta peserta didik untuk merangkum secara lisan atau tulisan tentang apa
yang mereka pelajari mengenai konsep dan jenis matriks.
Guru memberikan kuis singkat (misalnya 3 soal) menggunakan Kahoot atau Google
Forms untuk mengecek pemahaman cepat.
Guru memberikan umpan balik langsung dan mengidentifikasi area yang masih perlu
diperkuat.
KESAMAAN DUA MATRIKS SERTA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN
ANTARMATRIKS (PERTEMUAN 2)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
Guru memberikan contoh pasangan matriks dan meminta peserta didik untuk
menganalisis kapan dua matriks dikatakan sama.
Guru menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan matriks, menekankan syarat
ordo yang sama.
Diferensiasi Konten: Peserta didik yang kesulitan bisa diberikan "cheat sheet"
langkah-langkah penjumlahan/pengurangan.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan latihan soal yang
bervariasi (dari mudah hingga kompleks) tentang kesamaan matriks, penjumlahan,
dan pengurangan.
Diferensiasi Proses: Setiap kelompok dapat diberikan peran berbeda (misalnya,
kelompok A fokus pada penyelesaian soal, kelompok B membuat soal dan
menyelesaikannya, kelompok C membuat rangkuman konsep).
Guru menyediakan "challenge zone" berupa soal-soal aplikasi matriks dalam konteks
yang lebih menarik (misalnya, menghitung total biaya belanja dari beberapa toko).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
Setiap kelompok mempresentasikan salah satu hasil kerja mereka.
Guru mendorong peserta didik untuk berani bertanya atau mengoreksi jawaban
teman.
Guru memberikan kasus "matriks yang tidak dapat dijumlahkan/dikurangkan" dan
meminta peserta didik menjelaskan alasannya.
PERKALIAN MATRIKS (PERTEMUAN 3)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
Guru memulai dengan perkalian skalar dengan matriks, kemudian secara bertahap
menjelaskan perkalian dua matriks dengan visualisasi (misalnya, menggunakan warna
untuk menyoroti baris dan kolom yang dikalikan).
Diferensiasi Konten: Guru menyediakan video tutorial alternatif untuk peserta didik
yang membutuhkan penjelasan visual tambahan.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
Peserta didik diberikan "proyek mini" untuk membuat tabel data sederhana dan
mengaplikasikan perkalian matriks (misalnya, menghitung total pendapatan dari
penjualan beberapa jenis produk dalam beberapa hari).
Diferensiasi Produk: Hasil proyek bisa berupa infografis, presentasi slide, atau
laporan singkat.
Guru menggunakan Mentimeter untuk mengumpulkan pertanyaan atau kesulitan yang
dihadapi peserta didik secara anonim, kemudian membahasnya bersama.
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
Peserta didik menuliskan satu tantangan terbesar dalam perkalian matriks dan
bagaimana mereka mengatasinya.
Guru memberikan umpan balik individual atau klasikal berdasarkan hasil proyek
mini.
DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS (PERTEMUAN 4 & 5)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
Guru menjelaskan konsep determinan dan invers matriks (ordo 2x2 dan 3x3),
mengaitkannya dengan penyelesaian sistem persamaan linear.
Diferensiasi Konten: Guru menyiapkan lembar kerja dengan panduan langkah-
langkah yang berbeda tingkat detailnya sesuai kebutuhan peserta didik.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah-masalah
kontekstual yang dimodelkan dengan sistem persamaan linear dan diselesaikan
menggunakan determinan atau invers matriks (misalnya, masalah campuran barang,
harga tiket, atau masalah gerak).
Diferensiasi Proses: Kelompok dapat memilih metode penyelesaian SPL (misalnya,
eliminasi/substitusi dulu baru dibandingkan dengan matriks).
Peserta didik yang sudah mahir dapat membantu teman-temannya (peer teaching).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
Peserta didik diminta untuk menuliskan mengapa determinan dan invers matriks itu
penting dalam matematika dan kehidupan nyata (Jurnal Reflektif).
Diskusi kelas tentang kesulitan yang dihadapi dan strategi untuk mengatasinya.
Guru memberikan penguatan materi dan meluruskan miskonsepsi.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Umpan Balik Konstruktif: Guru mengajak peserta didik untuk berbagi pengalaman
belajar yang paling berkesan hari ini. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan
partisipasi peserta didik. Guru memberikan umpan balik spesifik terhadap performa
kelompok atau individu, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik dan guru secara kolaboratif merangkum
poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari. Guru dapat menggunakan
Mentimeter untuk membuat word cloud dari kata kunci yang mereka pelajari.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mengarahkan peserta didik untuk
mengidentifikasi topik yang masih menarik atau yang ingin mereka dalami lebih
lanjut terkait matriks. Guru memberikan gambaran singkat tentang materi selanjutnya
(misalnya, aplikasi matriks dalam transformasi geometri) dan tugas mandiri untuk
mempersiapkan pertemuan berikutnya.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama diskusi
awal dan kegiatan pemantik untuk melihat pengetahuan dasar mereka tentang
penyusunan data dan operasi hitung sederhana.
Kuesioner: Memberikan kuesioner singkat berisi pertanyaan: "Seberapa yakin Anda
dengan kemampuan Anda dalam operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan,
perkalian)?" atau "Apa yang Anda ketahui tentang penyajian data dalam bentuk
tabel?".
Tes Diagnostik: 3-5 soal pilihan ganda atau isian singkat tentang pengetahuan
prasyarat (misalnya, menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel sederhana,
mengidentifikasi baris dan kolom pada tabel).
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
TUGAS HARIAN:
Pertemuan 1: Masing-masing kelompok membuat contoh matriks dari data sehari-hari
dan menentukan ordo serta elemennya. (Penilaian: kelengkapan, ketepatan,
kreativitas).
Pertemuan 2: Lembar kerja kelompok tentang kesamaan matriks, penjumlahan, dan
pengurangan matriks. (Penilaian: ketepatan perhitungan, kerja sama kelompok).
Pertemuan 3: Proyek mini perkalian matriks (misalnya, menghitung total bahan baku
yang dibutuhkan dari beberapa jenis masakan). (Penilaian: ketepatan perhitungan,
pemahaman konsep, penyajian).
Diskusi Kelompok: Guru mengamati keaktifan setiap anggota kelompok, kemampuan
berargumen, dan kontribusi dalam diskusi. (Penilaian: rubrik diskusi kelompok).
Presentasi: Penilaian terhadap kemampuan kelompok dalam menyampaikan konsep,
menjawab pertanyaan, dan mengkomunikasikan hasil kerja. (Penilaian: rubrik
presentasi).
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
Jurnal Reflektif (setelah seluruh bab selesai): Peserta didik menuliskan
pengalaman belajar mereka selama mempelajari bab matriks, tantangan yang
dihadapi, strategi mengatasinya, dan bagaimana mereka akan menggunakan
pengetahuan matriks di masa depan. (Penilaian: kedalaman refleksi, keterkaitan
dengan materi).