0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA

Penelitian ini menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat dengan sampel 20 siswa. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan siswa cukup, tetapi terdapat kesulitan pada indikator memilih strategi dan menjelaskan hasil, dengan persentase terendah masing-masing 60% dan 31%. Kesalahan siswa terletak pada pemilihan strategi dan elaborasi perhitungan, yang menunjukkan perlunya peningkatan dalam pembelajaran matematika.

Diunggah oleh

diyanrahma00
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA

Penelitian ini menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat dengan sampel 20 siswa. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan siswa cukup, tetapi terdapat kesulitan pada indikator memilih strategi dan menjelaskan hasil, dengan persentase terendah masing-masing 60% dan 31%. Kesalahan siswa terletak pada pemilihan strategi dan elaborasi perhitungan, yang menunjukkan perlunya peningkatan dalam pembelajaran matematika.

Diunggah oleh

diyanrahma00
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

E-ISSN 2654-5497 Journal On Education

P-ISSN 2655-1365 Volume 01, No. 03, April, hal. 94-100

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS


SISWA SMA

Kushendri1, Luvy Sylviana Zanthy2


1,2
IKIP Siliwangi, Jl. Terusan Jendral Sudirman, Cimahi tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat
Kushendri205@[Link]

Abstract
This study aims to determine the extent of high school students' mathematical problem solving abilities. The
method used in this study is descriptive with a qualitative approach. The population in this study were all high
school students in West Bandung Regency, while the sample was 20 students of class XI in one of the high
schools in West Bandung Regency. The results obtained from this study indicate that the percentage of
indicators 3 chooses and applies strategies to solve mathematical problems or outside mathematics and indicator
4 explains or interprets the results according to the problem and checks the correctness of the results or answers,
gets the lowest percentage with 60% and 31%. Then the students' mistakes in solving the problem of
mathematical problem solving ability lies in the process of selecting and implementing a calculation strategy
and students have not been able to elaborate on the strategies that will be carried out to carry out the next
calculation. Based on the results of student answers, it can be said that the level of problem solving ability of
students in one of the high schools is quite sufficient even though they still have many difficulties in working on
the questions on indicators 3 and 4.
Keywords: Mathematical Problem Solving Ability

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat, sedangkan sampelnya adalah 20
siswa kelas XI di salah satu SMA di Kabupaten Bandung Barat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini
menunjukkan bahwa persentase indikator 3 memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah
matematika atau diluar matematika dan indikator 4 menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai
permasalahan serta memeriksa kebenaran hasil atau jawaban, mendapatkan persentase terendah dengan masing-
masing persentase sebesar 60% dan 31%. Kemudian kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan
pemecahan masalah matematis terletak pada proses memilih dan melaksanakan strategi perhitungan serta siswa
belum mampu mengelaborasi strategi yang akan dilakukan untuk melaksanakan perhitungan selanjutnya.
Berdasarkan hasil jawaban siswa dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa di salah
satu SMA tergolong cukup walaupun mereka masih banyak yang kesulitan mengerjakan soal pada indikator 3
dan 4.
Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

Matematika merupakan pelajaran wajib bagi manusia pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah dan pendidikan tinggi sehingga dapat membekali peserta didik untuk meningkatkan
kemampuan berpikir matematis khususnya kemampuan pemecahan masalah matematis. Pemecahan
masalah matematis melatih siswa memecahkan masalah dan menafsirkan hasil yang diperoleh yang
ada dalam matematika. Hendriana, Rohaeti dan Sumarmo (2017) menyatakan bahwa belajar
pemecahan masalah membantu siswa dalam belajar berpikir tingkat tinggi dan bernalar lalu
membantu mengembangkan kemampuan matematik lainnya. Hal ini sejalan dengan pendapat
(Herdiman, 2017) yaitu penalaran matematik dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah –
masalah matematika maupun masalah dalam bidang studi lain. Sehingga ketika seorang individu
94
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA, Kushendri, Luvy Sylviana Zanthy95

melakukan pemecahan masalah, maka sudah penalarannya pun digunakan. Yuhani, Zhanty, &
Hendriana (2018) juga menyebutkan bahwa kemampuan pemecahan masalah ialah suatu strategi yang
dilakukan dalam pendidikan atau pengajaran untuk mencapai tujuan pengajaran tersebut dengan cara
membiasakan siswa supaya dapat menentukan suatu penyelesaian dalam permasalahan matematika
mulai dari soal yang paling mudah hingga sukar untuk dikerjakan sendiri.
Kemampuan pemecahan masalah dapat dipengaruhi oleh tingkat kognitif siswa yang masih
cenderung rendah. Siswa yang memiliki tingkat kognitif tinggi adalah siswa yang sudah dapat
berpikir abstrak dan dapat memahami konsep matematika sedangkan siswa yang memiliki tingkat
kognitif yang rendah adalah siswa yang belum bisa memahami konsep matematika. Tinggi rendahnya
kemampuan belajar matematika siswa pada saat ini masih tergolong rendah. Salah satunya yaitu
mathematical problem solving. Polya (Soemarmo & Hendriana, 2014), mengungkapkan bahwa ada
empat tahap pemecahan masalah yaitu memahami masalah, mengaitkan unsur yang diketahui dan
ditanyakan serta merumuskannya dalam bentuk model matematika, menentukan langkah
penyelesaian, mengelaborasi, dan melakukan perhitungan, dan memeriksa jawaban kembalin serta
membuat solusi. . Selanjutnya, (Minarni, 2012) mengungkapkan kemampuan pemecahan masalah
dianggap sebagai inti dari berpikir matematika. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dalam
menyelesaikan atau mengerjakan suatu permasalahan matematika tidak lepas dari pemecahan
masalah. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh ketertarikan siswa terhadap pelajaran matematika,
kebanyakan dilapangan siswa menganggap bahwa matematika itu sulit.
Ruseffendi (Nurlaelasari, 2016) mengungkapkan bahwa seseorang yang menganggap suatu
soal sebagai pemecahan masalah apabila seseorang tersebut mempunyai kemampuan untuk
menyelesaikannya, namun pada saat dirinya memperoleh soal pemecahan masalah tersebut belum
mengetahui cara untuk menyelesaikannya. Dalam prosesnya siswa membutuhkan kesiapan, kemauan
dan pengetahuan-pengetahuan baru sehingga dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan.
Dari uraian di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa SMA pada materi statistika. Diharapkan hasil penelitian ini
dapat menjadi acuan untuk memunculkan siswa-siswi yang kreatif dalam melakukan pemecahan
masalah khususnya pada permasalahan matematika, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi
acuan untuk penelitian selanjutnya.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat, sedangkan
sampelnya adalah 20 siswa kelas XI di salah satu SMA di Kabupaten Bandung Barat. Data penelitian
ini diperoleh dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Instrumen Tes kemampuan
96 Journal On Education, Volume 01, No. 03, April 2019, hal. 94-100

pemecahan masalah yang digunakan adalah soal adopsi dari penelitian (Hayanti, 2015) yang telah
mempunyai validitas isi dan validitas empiris, yaitu sebanyak 4 buah butir soal uraian dengan
indikator menurut (Sumarmo, 2010) meliputi: 1). Mengidentifikasi kecukupan data untuk
memecahkan masalah 2). Membuat model matematis dari situasi atau masalah sehari-hari 3). Memilih
dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah matematika atau di luar matematika 4)
Menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan serta memriksa kebenaran hasil atau
jawaban pada materi statistika. Selanjutnya dihitung persentase skor perbutir soal berdasarkan rubrik
penskoran menurut Susilawati (Herdiman, Nurismadanti, Rengganis, & Maryani, 2018) sebagai
berikut.

Keterangan :
P = Presentase skor masing – masing tahapan tiap butir soal
T = Total skor masing – masing indikator tiap butir soal seluruh subyek
S = Skor maksimum masing – masing indikator tiap butir soal
N = banyak subyek
Kemudian, dari hasil perhitungan yang diperoleh diberikan kriteria yang disajikan pada tabel 1.
Berikut kriteria klasifikasi presentase menurut Riduan (Zakiyah, Imania, Rahayu & Hidayat, 2018)
disajikan pada tabel 1
Tabel 1.
Kriteria Klasifikasi Presentase yang Digunakan dalam Penelitian
Kriteria (%) Klasifikasi
𝟎 ≤ 𝑵 ≤ 𝟐𝟎 Sangat Rendah
𝟐𝟎 < 𝑵 ≤ 𝟒𝟎 Rendah
𝟒𝟎 < 𝑵 ≤ 𝟔𝟎 Cukup
𝟔𝟎 < 𝑵 ≤ 𝟖𝟎 Baik
𝟖𝟎 < 𝑵 ≤ 𝟏𝟎𝟎 Sangat Baik

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Berikut merupakan hasil tes kemampuan pemecahan masalah siswa SMA kelas XI disajikan
pada tabel 2 dibawah ini.
Tabel 2.
Hasil Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Nomor Soal
Indikator Kemampuan Soal Persentase
Pemecahan Masalah Matematis
Mengidentifikasi kecukupan data untuk memecahkan masalah 1 81%
Membuat model matematis dari situasi atau masalah sehari- 2 62%
hari
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA, Kushendri, Luvy Sylviana Zanthy97

Memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan 3 60%


masalah matematika atau di luar matematika
Menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai 4 31%
permasalahan serta memriksa kebenaran hasil atau jawaban

Pada tabel 2 terlihat bahwa persentase kemampuan pemecahan masalah matematis pada
indikator 1 mengidentifikasi kecukupan data untuk memecahkan masalah dan indikator 2 membuat
model matematis dari situasi atau masalah sehari-hari sebesar 81% dan 62% sedangkan indikator 3
memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah matematika atau diluar matematika
dan indikator 4 menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan serta memeriksa
kebenaran hasil atau jawaban sebesar 60% dan 31%. Kemudian dipilih dua indikator dengan
persentase terendah yaitu indikator 3 dan 4, dari masing-masing indikator diambil dua sampel
jawaban siswa untuk dianalisis.
Analisis Indikator Memilih Dan Menerapkan Strategi Untuk Menyelesaikan Masalah Matematika
Atau Di Luar Matematika
Soal :
Dari tabel berikut ini
X 60 70 80 90 100
F 40 20 p 20 15
Tentukan nilai p agar rata-rata nilai ujiannya sebesar 76 !
Jawaban Siswa :

Gambar 1. Jawaban Siswa 1

Gambar 2. Jawaban Siswa 2


98 Journal On Education, Volume 01, No. 03, April 2019, hal. 94-100

Berdasarkan jawaban siswa pada gambar 1, secara prosedural siswa sudah mampu
melaksanakan perhitungan dan menyelesaiakan soal dengan baik serta siswa sudah paham dalam
menyelesaikan persoalan tersebut. Hal ini menunjukan siswa sudah mampu memilih dan menerapkan
strategi untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan siswa 2 secara prosedural siswa tersebut sudah
mampu melaksanakan strategi perhitungan, namun siswa tersebut belum mampu mengelaborasi
strategi yang akan dilakukan untuk melaksanakan perhitungan selanjutnya sehingga jawabannya
belum tuntas.
Analisis Indikator Menjelaskan Atau Menginterpretasikan Hasil Sesuai Permasalahan Serta
Memriksa Kebenaran Hasil Atau Jawaban
Soal :
Sumbangan rata-rata dari 25 keluarga adalah Rp. 35000. Jika sumbangan seorang warga bernama
Andi digabungkan dengan kelompok warga, maka rata-ratanya mejadi Rp. 36000. Berapa sumbangan
Andi ?

Jawaban siswa :

Gambar 3. Jawaban Siswa 3

Gambar 4. Jawaban Siswa 4


Pada gambar 3 terlihat bahwa siswa 3 sudah mampu mengidentifikasi ketercukupan unsur
dan melaksanakan perhitungan serta menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan
serta memriksa kebenaran hasil atau jawaban. Sedangkan siswa 4 sudah mampu mengidentifikasi
ketercukupan unsur tetapi siswa 4 tidak mampu memilih dan menjalankan strategi perhitungan untuk
menyelesaikan masalah sehingga siswa langsung menyelesaikan meskipun jawaban tidak tepat dan
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA, Kushendri, Luvy Sylviana Zanthy99

belum mampu menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan serta memriksa
kebenaran hasil atau jawaban.
Dari hasil analisis diatas kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan pemecahan
masalah matematis terletak pada proses membuat model matematika karena siswa kurang teliti dalam
memahami soal yang diberikan serta belum mampu memilih dan menjalankan strategi perhitungan
untuk menyelesaikan masalah sehingga siswa belum mampu menjelaskan atau menginterpretasikan
hasil sesuai permasalahan serta memeriksa kebenaran hasil atau jawaban. Adapula beberapa siswa
lain tidak mengisi sama sekali jawaban. Hal ini sejalan dengan dengan temuan Putra, Putri, Lathifah,
& Mustika, (2018) siswa tidak memahami masalah, siswa langsung menyelesaikan meskipun jawaban
tidak tepat. Lalu, tahap merencanakan penyelesaian tidak tampak pada jawaban siswa langsung
menuju ke tahap menyelesaikan masalah.

KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, persentase terendah dari indikator
kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu indikator 3 memilih dan menerapkan strategi untuk
menyelesaikan masalah matematika atau diluar matematika dan indikator 4 menjelaskan atau
menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan serta memeriksa kebenaran hasil atau jawaban sebesar
60% dan 31%. Kemudian kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan pemecahan
masalah matematis terletak pada proses memilih dan melaksanakan strategi perhitungan serta siswa
belum mampu mengelaborasi strategi yang akan dilakukan untuk melaksanakan perhitungan
selanjutnya. Berdasarkan hasil jawaban siswa dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan
masalah siswa di salah satu SMA tergolong cukup walaupun mereka masih banyak yang kesulitan
mengerjakan soal pada indikator 3 dan 4. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan
acuan dan rujukan untuk penelitian yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
Hariyanti, S. (2015). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan
Masalah Matematis Siswa SMA. STIKP Siliwangi Bandung
Hendriana, H., Rohaeti, E. E., & Sumarmo, U. (2017). Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa.
Bandung: Refika Aditama.
Herdiman, I. (2017). Peenerapan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Matematik Siswa
SMP. Jes-Mat, 3(2), 195–204.
Herdiman, I., Nurismadanti, I. F., Rengganis, P., & Maryani, N. (2018). Kemampuan Berpikir Kritis
Matematik Siswa Smp Pada Materi Lingkaran. Prisma, 7(1), 1–10.
Minarni, A. (2012). Pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan
masalah matematis. Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika Dengan Tema
100 Journal On Education, Volume 01, No. 03, April 2019, hal. 94-100

“ Kontribusi Pendidikan Matematika Dan Matematika Dalam Membangun Karakter Guru Dan
Siswa,” (November), 978–979. [Link]
Nurlaelasari, F. (2016). Pengaruh Pendekatan problem Based Learning Terhadap Kemampuan
Pemecahan Masalah Matematik Siswa MTs di Kota Cimahi. STKIP Siliwangi Bandung.
Putra, H. D., Putri, A., Lathifah, A. N., & Mustika, C. Z. (2018). Kemampuan Mengindentifikasi
Kecukupan Data pada Masalah Matematika dan Self-Efficacy Siswa MTs. Jurnal Nasional
Pendidikan Matematika, 2(1), 48-61.
Yuhani, A., Zanthy, L. S., & Hendriana, H. (2018). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah
Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP. JPMI (Jurnal Pembelajaran
Matematika Inovatif), 1(3), 445-452.
Zakiyah, S., Imania, S. H., Rahayu, G., & Hidayat, W. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan
Masalah Dan Penalaran Matematik Serta Self-Efficacy Siswa SMA. JPMI (Jurnal Pembelajaran
Matematika Inovatif), 1(4).
Sumarmo, U. & Hendriana, H. (2014). Penilaian Pembelajaran Matematika. Edisi Revisi. Bandung:
PT Refika Aditama.

Anda mungkin juga menyukai