0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Metode CREATE dalam Pembelajaran Efisien

Dokumen ini membahas metode CREATE dalam proses pembelajaran, yang mencakup penggabungan, pembalikan, penghilangan, penggantian, pemutaran, dan penguraian materi. Contoh-contoh diberikan untuk menunjukkan bagaimana metode ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan, seperti Bahasa Indonesia dan PKN. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan relevansi pembelajaran.

Diunggah oleh

anahotimah35
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Metode CREATE dalam Pembelajaran Efisien

Dokumen ini membahas metode CREATE dalam proses pembelajaran, yang mencakup penggabungan, pembalikan, penghilangan, penggantian, pemutaran, dan penguraian materi. Contoh-contoh diberikan untuk menunjukkan bagaimana metode ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan, seperti Bahasa Indonesia dan PKN. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan relevansi pembelajaran.

Diunggah oleh

anahotimah35
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode CREATE

Metode CREATE

Apakah ada proses kerja atau proses Ada. Miaslnya mata pelajar bahasa
pembelajaran yang bisa “digabungkan”,
Indonesia dengan pendidikan
misalnya dari A dan B menjadi AB?
pancasila seperti Bahasa Indonesia
tidak hanya tentang tata bahasa dan
sastra, tetapi juga tentang bagaimana
bahasa digunakan dalam berbagai
konteks sosial, termasuk konteks
politik dan hukum yang dipelajari
dalam PKn. Misalnya, siswa dapat
menganalisis penggunaan bahasa
dalam pidato kenegaraan atau dalam
dokumen hukum untuk memahami
bagaimana bahasa membentuk opini
publik dan mempengaruhi kebijakan.
Apakah ada proses kerja atau proses Ada, misalnya ada kegiatan yang
pembelajaran yang bisa “dibalik”, misalnya waktunya berubah sehingga menjadi
dari A – B menjadi B - A? prioritas awal bisa saja dimundurkan
supaya seuanya berjalan dengan lancar
dengan meihat tingkat urgensinya.

Apakah ada proses kerja atau proses Ada, karena situasional misalnya. Pada
pembelajaran yang bisa “dihilangkan” pembelajaran IPAS dan PKN, misalnya
(seluruhnya atau cuma sebagian), misalnya pada materi IPAS menjelaskan tentang
AB menjadi A sedangkan B dihilangkan atau sejarah lahirnya pancasila, sedangkan
menjadi Ab (dengan B diperkecil menjadi pada PKN pun ada maka bisa di di
b)? perkecil dalam penyampaian di salah
satu mapel.

Apakah ada proses kerja atau proses Ada, misalnya ketika guru ada kegiatan di
pembelajaran yang bisa “diganti” misalnya luar seperti bintek maka proses
Metode CREATE

dari manual ke digital atau dari luring pembelajaran bisa dilakukan secara
menjadi daring? daring. Atau bisa juga ketika
pembelajaran Bahasa Indonesia dengan
tema unsur intrinsik cerita untuk lebih
menarik siswa diminta membaca cerita
melalui komik atau cerpen digital.

Apakah ada proses kerja atau proses Ada, misalnya pada Pembelajaran IPAS
pembelajaran yang bisa “diputar” misalnya pada buku paket materi langsung akibat
dari A – B – C menjadi A – C – B agar lebih rotasi dan revolusi, baru tata surya, untuk
efisien? efisiensi maka bisa diputar atau balik
materinya.

Apakah ada proses kerja atau proses Ada, misalnya pada materi yang
pembelajaran yang bisa “diurai” menjadi kompleks seperti Sisttem rangka pada
beberapa proses yang baru, misalnya dari manusia, tata surya, dll sehingga bisa di
P1 diurai menjadi P11 dan P12? bahas dalam beberapa kali pertemuan.

Anda mungkin juga menyukai