0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
377 tayangan33 halaman

RKS Revitalisasi SMA Taruna Timika

Dokumen ini adalah Rencana Kerja dan Syarat (RKS) untuk Program Revitalisasi SMA Taruna Timika tahun 2025, yang bertujuan meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana. RKS mencakup ketentuan umum, lingkup pekerjaan, dan spesifikasi teknis yang harus dipatuhi selama pelaksanaan proyek. Diharapkan, dokumen ini menjadi referensi untuk akuntabilitas publik dan pelaksanaan program revitalisasi pendidikan di masa depan.

Diunggah oleh

aprilyahuka44
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
377 tayangan33 halaman

RKS Revitalisasi SMA Taruna Timika

Dokumen ini adalah Rencana Kerja dan Syarat (RKS) untuk Program Revitalisasi SMA Taruna Timika tahun 2025, yang bertujuan meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana. RKS mencakup ketentuan umum, lingkup pekerjaan, dan spesifikasi teknis yang harus dipatuhi selama pelaksanaan proyek. Diharapkan, dokumen ini menjadi referensi untuk akuntabilitas publik dan pelaksanaan program revitalisasi pendidikan di masa depan.

Diunggah oleh

aprilyahuka44
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RKS

Rencana Kerja dan Syarat


Spesifikasi Teknis Project :
Program Revitalisasi
SMA Tahun 2025
SMA TARUNA TIMIKA

2025
RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)
DAN SPESIFIKASI TEKNIS

PELAKSANAAN PROGRAM REVITALISASI SMA TAHUN 2025


SMA TARUNA TIMIKA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI,
PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH ATAS
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyusun dokumen ini sebagai bentuk pengajuan atas pelaksanaan Bantuan
Revitalisasi yang diberikan oleh Direktorat Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan
Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Bantuan Revitalisasi ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah dalam rangka
peningkatan mutu layanan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas. Melalui bantuan ini,
diharapkan dapat terwujud peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung
terciptanya proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi
peserta didik secara berkelanjutan.

Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direktorat


SMA atas perhatian dan kepercayaannya kepada satuan pendidikan kami. Ucapan terima kasih juga
kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi, baik secara moril maupun
materiil, dalam proses penyusunan dokumen ini.

Semoga dokumen ini dapat menjadi bagian dari akuntabilitas publik dan menjadi referensi
dalam pelaksanaan program revitalisasi pendidikan pada masa yang akan datang.

Timika, 03 Agustus 2025

Kepala SMA Taruna Timika

Aprilya Huka, [Link]


NIK. 8106024404900005

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................. i
BAB I KETENTUAN UMUM .................................................................................................................
PASAL 1 SITUASI ................................................................................................................................
PASAL 2 LINGKUP PEKERJAAN ......................................................................................................
PASAL 3 PEKERJAAN PELAKSANAAN...........................................................................................
PASAL 4 UKURAN...............................................................................................................................
PASAL 5 PEKERJAAN PERSIAPAN...................................................................................................
BAB II KETENTUAN TEKNIS DAN BAHAN......................................................................................
PASAL 1 URAIAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN...........................................................
PASAL 2 TENAGA KERJA LAPANGAN............................................................................................
PASAL 3 BAHAN DAN PERALATAN................................................................................................
PASAL 4 JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN..........................................................................
PASAL 5 LAPORAN HASIL PEKERJAAN.........................................................................................
PASAL 6 FOTO PELAKSANAAN.......................................................................................................
PASAL 7 SARANA PENUNJANG PROYEK......................................................................................
BAB III KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN STRUKTUR.............................................................
PASAL 1 PEKERJAAN BONGKARAN PLAFOND, RANGKA DAN PENUTUP ATAP................
PASAL 2 PEKERJAAN KONSTRUKSI ATAP....................................................................................
BAB IV KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR.........................................................
PASAL 1 PEKERJAAN PLAFOND KALSIBOARD, & RANGKA KAYU PLAFOND....................
PASAL 2 PEKERJAAN PENGECETAN DINDING DAN PLAFOND...............................................
PASAL 3 PEKERJAAN KERAMIK LANTAI......................................................................................
BAB V KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL..........................................................
PASAL 1 PERSYARATAN UMUM.....................................................................................................
PASAL 2 RUANG LINGKUP PEKERJAAN........................................................................................
PASAL 3 PERALATAN, BAHAN-BAHAN DAN PELAKSANAAN INSTALASI LISTRIK...........
BAB VI KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN SANITASI................................................................
BAB VII PENUTUP...................................................................................................................................

ii
BAB I
KETENTUAN UMUM

PASAL 1
SITUASI

1.1 Pekerjaan Program Revitalisasi SMA Taruna Timika


1.2 Pelaksanaan tersebut akan diberikan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
(P2SP) SMA Taruna Timika
1.3 Perencana wajib meneliti situasi dan kondisi daerah di sekitar lokasi pekerjaan
Pembangunan Tersebut yaitu, akses jalan yang dilalui, kondisi jalan dan hal-hal lain yang
terkait dengan pelaksanaan pekerjaan di samping ketentuan-ketentuan yang tercantum
dalam Spesifikasi Teknis.
1.4 Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk
mengajukan perubahan harga pekerjaan/tuntutan/claim dikemudian hari.
1.5 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA harus melaksanakan
pekerjaan dengan baik dan benar serta penuh dengan tanggung jawab dan teliti sesuai
dengan ketentuan Kontrak.
1.6 Seluruh cara dan prosedur yang diikuti, termasuk semua pekerjaan sementara yang akan
dilaksanakan, semuanya harus mendapat persetujuan dari Perencana dan Pengawas.
1.7 Dalam pelaksanaan pekerjaan, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA
Taruna Timika harus mentaati peraturan-peraturan pemerintah dan peraturan daerah yang
berlaku yang berhubungan dengan pekerjaan ini.

3
PASAL 2
LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan yang harus dilaksanakan meliputi:


Tabel 1. 1 Lingkup Pekerjaan

NO URAIAN

1 RUANG KELAS

I PEKERJAAN PERSIAPAN

II PEKERJAAN ATAP

III PEKERJAAN LANGIT – LANGIT

IV PEKERJAAN PENGECATAN

V PEKERJAAN LISTRIK

4
PASAL
PEKERJAAN PELAKSANAAN

Untuk menjamin mutu dan kelancaran pekerjaan, Panitia Pembangunan Satuan


Pendidikan (P2SP) SMA Taruna Timika harus menyediakan.
3.1 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Taruna Timika harus
menyediakan tenaga ahli yang mengerti gambar dan cara-cara pelaksanaan sesuai
dengan kualifikasi yang tertuang di dalam dokumen kontrak seperti Tenaga Ahli
Perencana dan Pengawasan.
3.2 Alat-alat pengukur seperti waterpass, penyekat tegak dan alat-alat bantu lainnya,
diperlukan untuk ketelitian, kerapihan, ketepatan pekerjaan.
3.3 Bahan yang akan di gunakan harus sudah ada ditempat menjelang waktu
pengerjaan sehingga tidak akan terjadi kelambatan pelaksanaan dari jadwal yang
telah ditentukan.
3.4 Pada akhir pekerjaan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA
Taruna Timika bersama dengan Tenaga Ahli Perencana dan Penagwasan dalam
membuat gambar terlaksana (as built drawing).

PASAL 4
UKURAN

4.1 Satuan Ukur


Semua ukuran tersebut dalam gambar kerja dinyatakan dalam ukuran matrik,
kecuali untuk baut-baut dan sejenisnya dalam inch.

PASAL 5
PEKERJAAN PERSIAPAN

5.1 Mobilisasi dan demobilisasi peralatan.


5.2 Papan Nama Proyek
Pekerjaan papan nama proyek dengan ukuran 80 x 100 cm, dengan bahan kayu
kaso uk.4 x 6 cm dan tiang kaso uk.4 x 6 cm, digital print. papan nama proyek ini
di pasang sesudah dana masuk rekening sekolah.
5.3 Laporan dan Dokumentasi Foto Proyek
Laporan harian, mingguan dan bulanan, untuk merekam kegiatan pelaksanaan
proyek, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA menyusun
foto-foto
dokumentasi untuk tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan dilapangan.

5
5.4 Pembersihan Lokasi Pekerjaan dan Pembongkaran Atap.
Pembersihan lokasi pekerjaan dilaksanakan selama pelaksanaan hingga akhir
pekerjaan. Untuk Bongkaran atap meliputi pembongkaran genteng, pembongkaran
kaso & reng, pembongkaran kuda-kuda & gording kayu. Pada saat pembongkaran
harus diperhatikan dalam pelaksanaannya karena rawan terjadi kecelakaan.
Material hasil bongkaran ditempatkan ditempat yang sudah ditentukan dan agar
tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
5.5 RK3K (Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak)
a. Fasilitas Sarana Kesehatan
Peralatan P3K (Kotak P3K Uk. 28 x 28 x 11,5 cm lengkap obat) 1 buah
b. Rambu – Rambu yang diperlukan Rambu peringatan 2buah
5.6 Pembuatan As Built Drawing.
Setelah kegiatan pekerjaan selesai harus membuat gambar terlaksana
(As Built Drawing).

6
BAB II
KETENTUAN TEKNIS DAN BAHAN

PASAL 1
URAIAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN

1.1 Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan


a. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA harus
menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari sejak dana masuk ke rekening sekolah dan sebelum pelaksanaan
pekerjaan. Rapat dilaksanakan Kepala Sekolah bersama-sama dengan Panitia
Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Taruna Timika, Perencana,
Pengawas teknis dan instansi terkait lainnya.
b. Beberapa hal yang dibahas dan yang harus disepakati dalam rapat
persiapan pelaksanaan pekerjaan adalah:
1) Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan.
2) Jadwal pelaksanaan pekerjaan.
3) Jadwal pengadaan bahan, mobilisasi peralatan dan personil.
4) Penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan.
5) Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat
mengenai rencana kerja.
6) Penyusunan program mutu proyek.
1.2 Penggunaan Program Mutu
a. Program mutu harus disusun oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
(P2SP) SMA Taruna Timika dan disepakati oleh Kepala Sekolah pada
saat rapat persiapan pelaksanaan pekerjaan.
b. Program mutu pengadaan jasa paling tidak berisi :
1) Informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
2) Menetapkan tenaga kerja pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
3) Jadwal pelaksanaan pekerjaan.
4) Prosedur pelaksanaan pekerjaan.
1.3 Pemeriksaan Bersama
a. Pada tahap awal periode pada pelaksanaan pekerjaan, Tim Panitia
Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) bersama tenaga kerja bangunan
melakukan Peninjauan Lapangan dan memberikan arahan terkait lingkup
pekerjaan yang akan dilaksanakan.
1.4 Pengamanan Sarana dan Mebeler
Sarana dan mebeuler yang masih berada di ruangan atau bangunan yang
direhabilitasi, dipindahkan dan ditempatkan pada ruangan atau area yang lebih
aman.

7
PASAL 2
TENAGA KERJA LAPANGAN

2.1 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Taruna Timika wajib
memperkerjakan tenaga kerja terampil dan berpengalaman serta masyarakat sekitar,
sesuai keahlian-nya dalam jumlah yang cukup sesuai volume dan kompleksitas
pelaksanaan pekerjaan.
2.2 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA harus melaksanakan
ketertiban, kebersihan, kesehatan dan keamanan lokasi/pekerjaan, dengan
menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.
2.3 Informasi tenaga kerja dapat tersampaikan dalam laporan progres pekerjaan berupa
dokumentasi.

PASAL 3
BAHAN DAN PERALATAN

3.1 Bahan, peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
sesuai dalam surat perjanjian/kontrak, adalah harus disediakan oleh Panitia
Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Taruna Timika.
3.2 Bahan/Material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, adalah:
a. Sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia.
b. Memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan dalam surat
perjanjian/kontrak, Uraian Spesifikasi Teknis, gambar dan spesifikasi teknis
yang telah ditetapkan.
c. Sebelum digunakan/dipasang harus diajukan contoh atau brosur setiap bahan
dan peralatan tersebut untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas.
d. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ..... berhak
melakukan pengujian dan menolak terhadap bahan dan peralatan yang
akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan apabila ternyata tidak
memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan.
3.3 Bahan dan peralatan yang ditolak Tenaga Ahli Pengawas harus segera disingkirkan
dari lokasi/lapangan proyek, dalam waktu maksimal 2 (dua) hari kerja sejak tanggal
penolakan dilakukan.
3.4 Apabila terdapat bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang belum atau telah
mendapat persetujuan, ternyata tidak memenuhi kualifikasi atau spesifikasi teknis
yang dipersyaratkan, maka Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
SMA ..... wajib mengganti/memperbaiki dengan beban biaya sendiri dan tidak
berhak menuntut ganti rugi.
3.5 Apabila bahan dan peralatan yang akan digunakan ternyata tidak didapat lagi di
pasaran, maka Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Taruna
Timika segera mengajukan bahan dan peralatan pengganti minimal yang setara
dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Pengawas.
3.6 Prosedur penggantian harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku.
3.7 Penggantian bahan dan peralatan tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan
pekerjaan.
8
3.8 Penyediaan dan pengamanan bahan dan peralatan di lokasi/lapangan proyek, adalah
menjadi tanggung jawab Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ....
termasuk tempat dan cara penyimpanannya harus tertib dan tidak mengganggu
mobilisasi kerja di lapangan.

PASAL 4
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
4.1 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMAwajib membuat

jadwal pelaksanaan pekerjaan secara rinci, yang terdiri dari:


a. Time schedule dalam bentuk bar-chart, dilengkapi dengan perhitungan
kemajuan bobot untuk setiap minggunya.

9
b. Pada time schedule dilengkapi pula dengan kurva “S”.
c. Untuk pelaksanaan pekerjaan/proyek yang memiliki kompleksitas tinggi
harus dilengkapi dengan network planning.
4.2 Jangka waktu jadwal pelaksanaan sesuai dengan yang dinyatakan dalam surat
perjanjian/kontrak.
4.3 Jadwal pelaksanaan pekerjaan dibuat secara lengkap dan menyeluruh mencakup
seluruh jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, yang dapat menggambarkan antara
rencana dan realisasinya.
4.4 Jadwal pelaksanaan pekerjaan harus sudah dibuat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
kerja setelah penandatanganan surat perjanjian/kontrak, untuk dapat
diperiksa/disetujui oleh pengawas teknis dan disahkan oleh Kepala Sekolah.
4.5 Jadwal pelaksanaan pekerjaan harus tetap berada di lokasi/lapangan selama masa
pelaksanaan pekerjaan dan salah satunya ditempel di ruangan rapat proyek.

PASAL 5
LAPORAN HASIL PEKERJAAN

5.1 Laporan Harian


a. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan,
seluruh aktifitas kegiatan pekerjaan di lapangan dicatat di dalam buku harian
lapangan (BHL) sebagai laporan harian pekerjaan berupa rencana dan
realisasi pekerjaan harian.
b. Buku Harian Lapangan (BHL) berisi:
1) Kuantitas dan macam bahan yang berada di lapangan.
2) Penempatan tenaga kerja untuk tiap dan macam tugasnya.
3) Jumlah, jenis, dan kondisi peralatan.
4) Kuantitas dan kualitas jenis pekerjaan yang dilaksanakan.
5) Keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya
yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan.
6) Catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
c. Buku Harian Lapangan (BHL) disiapkan dan diisi oleh Panitia
Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Negeri...., dan diperiksa oleh
Tenaga Ahli Pengawas.

10
d. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .... harus
memperbaiki atas beban biaya sendiri terhadap pekerjaan yang tidak
memenuhi syarat, tidak sempurna dalam pelaksanaannya atas kemauan
inisiatif sendiri atau yang diperintahkan oleh pengawas teknis maupun
Kepala Sekolah.
5.2 Laporan mingguan dibuat setiap minggu yang terdiri dari rangkuman laporan harian
dan berisi hal kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta hal-hal
penting yang perlu dilaporkan.
5.3 Laporan bulanan dibuat setiap bulan yang terdiri dari rangkuman laporan mingguan
dan berisi hal kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal
penting yang perlu dilaporkan.
PASAL 6
FOTO PELAKSANAAN

6.1 Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, Panitia Pembangunan Satuan


Pendidikan (P2SP) SMA membuat foto-foto dokumentasi untuk tahapan-
tahapan pelaksanaan
pekerjaan dilapangan.
6.2 Foto pelaksanaan disusun oleh tim Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
SMA Negeri 1 Ajibarang, disusun sesuai tahapan pekerjaan dari 0%-25%, 25%-
50%, 50%-75%, dan 75%-100%, yaitu sebagai berikut :
Tabel 2. 1 Foto Proyek

Pekerjaan Persiapan dan Pekerjaan


Atap pada Ruang Kelas, Ruang
Waka Kurikulum, Ruang Humas,
Bobot Ruang Guru, Ruang Sarpras dan
Tahap I 0% - 25% Koridor, serta Pekerjaan
Persiapan, Pekerjaan Pengecatan,
dan Pekerjaan Lantai pada
Jamban

Pekerjaan Atap pada Ruang Kelas, pada


Ruang Kelas, Ruang Waka
Kurikulum, Ruang Humas, Ruang
Tahap II Bobot Guru, Ruang Sarpras dan Koridor,
25% - serta Pekerjaan Lantai dan
50% Pekerjaan
Sanitasi pada Jamban

11
Pekerjaan Langit – Langit, Ruang Kelas,
Ruang Waka Kurikulum, Ruang
Bobot Humas, Ruang Guru, Ruang
Tahap III 50% - 75% Sarpras dan Koridor, serta
Pekerjaan Sanitasi
pada Jamban

Pekerjaan Langit – Langit, Pekerjaan


Pengecatan, Pekerjaan Listrik
Ruang
Kelas, Ruang Waka Kurikulum,
Bobot Ruang Humas, Ruang Guru,
Tahap IV 75% - Ruang Sarpras dan Koridor, serta
100% Pekerjaan Sanitasi dan Pekerjaan
Listrik pada Jamban , dan
finishing/detail/seluruh
pekerjaan selesai

6.3 Foto pelaksanaan tiap tahapan pekerjaan dilampirkan untuk laporan 0% (proposal
review), laporan 50% (penagihan dana sisa 30%), dan laporan 100% (beserta
BAST).
6.4 Pengambilan titik pandang dari setiap pemotretan harus tetap/sama sesuai dengan
petunjuk Pengawas Teknis atau Pengguna Anggaran.
6.5 Foto setiap tahapan pekerjaan diberikan keterangan kegiatan, lokasi, dan tanggal.
6.6 Khusus untuk pemotretan pada kondisi keadaan kahar/memaksa force majeure
diambil 3 (tiga) kali.

PASAL 7
SARANA PENUNJANG PROYEK

7.1 Sarana penunjang gudang sementara adalah merupakan sarana penunjang dalam
pelaksanaan proyek dan merupakan barang yang dipakai habis pada saat setelah
pekerjaan selesai.
7.2 Untuk segala kebutuhan/keperluan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan, sekalipun
tidak disebut dan dinyatakan dalam peraturan dan Uraian Spesifikasi Teknis
maupun dalam gambar tetap menjadi tanggung jawab Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA .....

12
7.3 Untuk pelaksanaan pekerjaan dimaksud, tanah dan halaman akan diserahkan
kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .... dalam keadaan
sedemikian rupa, dengan ketentuan jika pelaksanaan pekerjaan telah selesai,
segala kerusakan yang terjadi di atas tanah/halaman akibat pelaksanaan
seperti kerusakan saluran/got, tanaman dan lain sebagainya harus diperbaiki
kembali seperti keadaan semula atas tanggungan Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA .... pelaksana yang bersangkutan.
7.4 Setelah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA mendapat
batas-batas daerah kerja,maka Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA
.... harus bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang ada di
daerahnya meliputi :
a. Kerusakan-kerusakan yang timbul akibat kelalaian/kecerobohan yang
disengaja maupun tidak disengaja.
b. Penggunaan sesuatu yang salah/keliru.
c. Kehilangan-kehilangan.
7.5 Untuk mencegah kejadian-kejadian tersebut di atas Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA ....diizinkan untuk mengadakan pengamanan
pelaksanaan proyek pembangunan setempat, antara lain penjagaan,
penerangan pada malam hari dan sebagainya.
7.6 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .....

harus mengerjakan pekerjaan pembersihan yaitu segala macam kotoran bekas-bekas


bongkaran dan alat-alat lainnya.

13
BAB III
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN STRUKTUR

PASAL 1
PEKERJAAN BONGKARAN PLAFOND, RANGKA, DAN PENUTUP ATAP

1.1 Batasan dan Lingkup Pekerjaan


Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Bongkaran Plafond, Rangka, dan Penutup Atap ini
meliputi :
a. Bongkaran Plafond Teras Ruangan
b. Bongkaran Plafond Bangunan
c. Penurunan Penutup Atap
d. Bongkaran Rangka Atap
e. Bongkaran Konstruksi Kuda – Kuda
f. Buangan Bongkaran Ke Luar Lokasi Pekerjaan
1.2 Peralatan & Bahan
a. Persiapan alat bantu kerja yang digunakan adalah: tangga kerja.
b. Semua peralatan dan bahan di atas harus disetujui oleh Tenaga Ahli Pengawas, dan
Perencana.
1.3 Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Dalam pelaksanaan pekerjaan pembongkaran penutup plafond dilakukan
menggunakan tali, agar tidak menimbulkan kerusakan pada pekerjaan lainnya dan
tidak membahayakan yang lain.
b. Pastikan lokasi pembongkaran bersih dan tidak terdapat hal lain yang
membahayakan.
c. Pelaksanaan bongkaran plafond, rangka, dan penutup atap harus hati-hati, agar
tidak merusak plafond, rangka, dan penutup atap yang akan digunakan kembali.

PASAL 2
PEKERJAAN KONSTRUKSI ATAP

1.1 Batasan dan Lingkup Pekerjaan


Yang termasuk dalam lingkup Pekerjaan Konstruksi Atap ini meliputi :

14
a. Pembuatan, penyetelan dan pemasangan konstruksi rangka atap Kayu Kruing.
b. Pekerjaan Kap dan Gording (expose) kayu kruing dengan ukuran 8/12 cm.
c. Pekerjaan Penutup Atap dari Genteng Plentong lama dan baru.
d. Pekerjaan usuk/reng expose kayu Kruing.
e. Pembuatan dan pemasangan listplank GRC serat kayu.
1.2 Peralatan & Bahan
a. Persiapan alat bantu kerja yang digunakan adalah: tangga kerja,
b. Semua peralatan dan bahan di atas harus disetujui oleh Tenaga Ahli Pengawas, dan
Perencana.
1.3 Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Bahan
 Semua bagian bahan kayu yang digunakan harus sesuai dengan bestek.
 Semua batang kayu harus bebas dari, lubang-lubang, bengkokan, puntiran,
atau cacat dan perubahan bentuk lainnya serta diberi plat kopel t = 10 mm.
 Semua penyambungan yang menggunakan baut harus diberi ring sesuai
dengan diameter baut yang digunakan.
b. Pekerjaan Kap, Gordeng dan Usuk/Reng
 Gording kayu menggunakan kayu jenis kruing dan harus sesuai dengan
gambar bestek.
 Kuda-kuda expose menggunakan kayu jenis kruing dan harus sesuai dengan
gambar bestek.
 Jarak pemasangan kayu usuk antar as adalah 35 cm (expose) dengan ukuran
5/7 kualitas baik dan Jarak pemasangan gordeng sesuai dengan gambar.
c. Pekerjaan Penutup Atap
 Genteng yang dipakai dari Genteng Plentong lama dan baru, untuk genteng
lama dicuci serta dibersihan terlebih dahulu sebelum dipasang.
 Pemasangan genteng harus rata tidak bergelombang permukaannya dan
pertemuan sambungan genteng dengan genteng harus terlihat lurus.
 Pasangan bubungan genteng harus lurus dan kedap air.

15
BAB IV
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR

PASAL 1
PEKERJAAN PLAFOND KALSIBOARD, & RANGKA KAYU PLAFOND

2.1 Batasan dan Lingkup Pekerjaan


Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Plafond ini meliputi:
a. Pasangan rangka plafond Kayu Meranti
b. Pasangan plafond Kalsiboard tebal 3,5 mm
c. Pemasangan list plafond Kayu Profil
d. Pemasangan compound plafond
e. Pekerjaan Cat Plafond ex. Decolith/setara
2.2 Peralatan & Bahan
a. Material Untuk Langit-langit
Material/bahan yang dimaksud untuk pekerjaan langit-langit adalah dari bahan
Kalsiboard tebal 3,5 mm seperti yang tertera dalam Gambar Rencana. Bahan yang
digunakan harus yang berkualitas baik, mempunyai suatu bidang datar yang halus,
seragam ukurannya, sisi tepinya lurus dan tidak cacat, tidak melengkung dan cukup
keras. Rangka Plafond memakai Kayu Meranti dimensi kayu 4 x 4 cm dan 2 x 4
cm dengan ukuran 60 x 60 cm. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
SMA Negeri 1 Ajibarang harus menunjukan contoh bahan yang akan digunakan
untuk mendapatkan persetujuan dari Tenaga Ahli Pengawas.
b. List Profil Kayu Profil
Material/ bahan yang dimaksud untuk List Profil Kayu Profil adalah dari Kayu Profil
seperti yang tertera dalam Gambar Rencana.

2.3 Syarat-syarat Pelaksanaan


Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .... harus membuat Shop
Drawing untuk persetujuan perencanaan yang dibuat berdasarkan
Gambar Rencana yang tersedia. Shop Drawing menggambarkan detail hubungan-
hubungan dan sambungan-sambungan, pengangkuran konstruksi dan pemasangan semua
komponen lengkap dengan ukuran-ukurannya.

16
Pekerjaan Langit-langit
a. Pekerjaan Rangka langit-langit
Rangka untuk plafond semua digunakan rangka dari bahan Kayu Meranti dimensi
kayu 4 x 4 cm dan 2 x 4 cm dengan ukuran 60 x 60 cm, digantung dengan root ke
rangka atap (sesuai kondisi lapangan) sesuai dengan Gambar Rencana dan petunjuk
Pengawas. Rangka plafond yang menempel pada dinding harus memakai
alur/sponing agar sebelum dilakukan pemasangan terlebih dahulu supaya dibuat
sponing dengan ukuran sesuai dengan Gambar Rencana atau petunjuk Pengawas.
Setelah rangka tepi plafond/ rangka yang menempel pada dinding atau rangka
utama sudah terpasang seluruhnya, tentunya kedudukan dan elevasi disesuaikan
dengan Gambar Rencana dan disetujui Pengawas, selanjutnya dilakukan
pembagian untuk pemasangan rangka pembagi dengan modul as ke as 60 cm
(sesuai dengan Gambar Rencana).
b. Penyelesaian Langit-langit dengan Kayu Profil
Pemasangan plafond Kalsiboard hanya dapat dilakukan bilamana rangka plafond
telah selesai dan sesuai dengan Gambar Rencana serta telah disetujui Pengawas.
Lembaran Kalsiboard dan dipergunakan untuk plafond adalah dengan ukuran tebal
3,5 mm atau disesuaikan dengan Gambar Rencana dan petunjuk Pengawas.
Pemotongan Kalsiboard harus dilakukan dengan alat khusus atau alat lainnya yang
disetujui Pengawas serta diampelas yang terlalu kasar pada bekas pemotongannya
sehingga halus dan rata. Pemasangan plafond Kalsiboard dapat dilakukan dengan
cara dibaut atau paku dan disetujui Pengawas. Setelah pemasangan plafond
keseluruhannya sesuai dan diterima/ disetujui Pengawas, yang selanjutnya
dilakukan pekerjaan finishing dengan material yang telah ditentukan.

PASAL 3
PEKERJAAN PENGECATAN DINDING DAN PLAFOND

3.1 Batasan dan Lingkup Pekerjaan


Definisi pekerjaan cat adalah semua pelapisan permukaan pada berbagai material untuk
maksud-maksud perlindungan, pemberian warna, pemberian teksture.
3.2 Peralatan & Bahan
a. Bahan yang digunakan adalah cat Catylac/ setara untuk Dinding dan cat Decolith/
setara untuk Plafond.

17
b. Tipe atau jenis yang dipilih ditentukan kemudian atau yang sudah ditunjukkan pada
gambar kerja.
c. Standard dari bahan prosedur cat ditentukan pabrik pembuat cat dan kontrak tidak
dibenarkan merubah standar dengan jalan mencampur dan mencairkan yang tidak
sesuai dengan instruksi pabrik atau tanpa ijin dari Tenaga Ahli Pengawas.
d. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA diwajibkan
membuat mock-up cat yang akan dipakai pada semua penggunaannya, yaitu pada bidang
yang lebih besar di salah satu ruangan proyek. Dan harus diajukan dan
disetujui oleh Tenaga Ahli Pengawas dan Perencana.

3.3 Syarat-syarat Pelaksanaan


a. Pengecatan kembali dinding luar, dinding luar diamplas dahulu, kemudian
dibersihkan dengan bulu ayam sampai bersih betul. Selanjutnya dinding dicat
dengan menggunakan Roller.
b. Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri-dari 3 (tiga) lapis dengan kekentalan cat
sebagai berikut : - Lapisan I encer yaitu dengan tambahan 20% air bersih. - Lapisan
II dan III kental yaitu dengan tambahan 10% air bersih.
c. Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding dan plafond merupakan bidang utuh,
rata, licin, tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap
pengotoran.
PASAL 4
PEKERJAAN KERAMIK LANTAI

4.1 Batasan dan Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan lantai pemasangan lantai keramik pada kamar mandi kering dan basah (Jamban).
Sebelumnya harus mendapat persetujuan dari Tenaga Ahli Pengawas dalam memulai
pekerjaan.
4.2 Peralatan & Bahan
a. Keramik Lantai 25 x 25cm/ setara sesuai dengan gambar kerja
4.3 Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Pasangan lantai keramik baru, dipasang di atas lapisan lantai yang sudah di
waterproofing.
b. Pasangan dinding keramik baru, dipasang pada kupasan mortar dinding keramik
eksisting.

18
c. Pemasangan lantai keramik harus dengan adukan mortar setebal minimum 1 cm.
d. Untuk pola pemasangannya harus disesuaikan dengan pola yang dibuat pada
gambar rencana. jika terjadi perubahan pola sebaikya Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA ....terlebih dahulu mengajukan
shopdrawing/gambar perubahan kepada pengawas teknis, Kepala Sekolah, dan
perencana.
e. Jarak antara keramik (naat) 2 mm atau bila ditentukan lain pada gambar. Untuk
mengisi naat keramik digunakan pasta semen (semen campur dengan air sampai
diperoleh bahan plastis). Untuk keperluan khusus dapat dipergunakan bahan kimia
tertentu sebagai isian nat, misalnya agar naat tahan asam, tahan air dan sebagainya.
f. Pengisian/pengecoran naat dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik

CONTOH
dipasang, sewaktu mengecor naat, border keramik sudah benar-benar melekat
dengan kuat pada dinding/lantai, celah-celah antara keramik yang satu dengan
yang lain harus bersih dari debu dan kotoran.
g. Kotoran mortar/naat dan lainnya yang menempel pada permukaan keramik, atau
h. khususnya pada waktu pengecoran naat harus dibersihkan sebelum menjadi keras/
kering.
i. Bila pada keseluruhannya pemasangan keramik telah selesai, maka lantai
tersebut harus dilap / disapu sampai bersih, kemudian dilakukan penelitian,
apakah seluruh keramik tersebut telah terpasang dengan rapih dan baik (tidak
miring , tidak lepas dan lain-lain).
j. Bila pekerjaan pemasangan rapih dan teliti, begitu selesai saat pemasangan tidak
perlu lagi dibersihkan, tetapi bila masih diperlukan keramik dapat dibersihkan
dengan lap basah atau bahan-bahan pembersih lunak yang ada di pasaran.
(misalnya : air dicampur dengan 15 % cuka). Bila sangat terpaksa, untuk
menghilangkan kotoran yang sukar terlepas, dapat digunakan sikat baja (untuk
menyikatnya) atau bahan pembersih spesial disesuaikan dengan jenis kotorannya.

19
BAB V
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL

PASAL 1 PERSYARATAN
UMUM

1.1 Pekerjaan instalasi listrik ini harus dilaksanakan oleh instalatur listrik yang telah ditunjuk
dari PLN setempat dan SIPP dari Pemerintah setempat.
1.2 Gambar, Spesifikasi, Risalah rapat / Presentasi Perencana merupakan suatu kesatuan
yang saling mengikat dan melengkapi. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
SMA Negeri 1 Ajibarang harus menjalin hubungan yang baik dengan Pemberi Tugas /
Owner dalam pekerjaan ini, sehingga didapat hubungan yang baik untuk secara bersama-
sama menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan jadual dan spesifikasi yang ditentukan.
1.3 Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan Instalasi Listrik ini, disamping Rencana
Kerja dan Syarat-syarat ini, berlaku:

CONTOH
a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No : 023/PRT/78 tentang
Peraturan Instalasi Listrik (PIL)
b. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No : 024/PRT/78 tentang
Syarat-syarat Penyambungan Listrik (SPL)
c. Peraturan/persyaratan dan Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas
Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat.
d. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin, peralatan dan material
tersebut dibuat.
e. Peraturan/persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia. Menjaga Estetika
(keindahan) dan kerapian pemasangan instalasi.
1.4 Ijin dan Pemeriksaan
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA.....................wajib melengkapi
segala sesuatu yang diperlukan guna terlaksananya pemeriksaan dan
pengujian dari Badan/Jawatan.
Pemerintah tersebut. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA................wajib
menyelesaikan sertifikat yang menyatakan bahwa semua pekerjaan yang telah
dilaksanakan memenuhi syarat sesuai standard yang diisyaratkan dalam spesifikasi
maupun peraturan Pemerintah.

20
1.5 Koordinasi Dengan Pekerjaan Lain
Sebelum memulai pekerjaan, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)....
wajib cross cheking dan gambar-gambar yang diterima, dengan
gambar-gambar/spesifikasi dari pekerjaan lain yang berhubungan satu dengan lainnya
agar didapat mutu pekerjaan yang baik. Bila terdapat kelainan dari gambar-gambar
maupun spesifikasi dengan pekerjaan lain, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
(P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang wajib melaporkan kepada Pemberi Tugas / Owner.

PASAL 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan meliputi pengadaan, pemasangan Instalasi Lampu, Fitting E27 + 19 Watt LED,
Saklar Tunggal sek. Broco/ setara, Saklar Ganda sek. Broco/ setara, Instalasi Stop Kontak, Stop

CONTOH
Kontak sek. Broco/ setara, pengujian dari semua peralatan/material/mesin yang disebutkan
dalam spesifikasi ini, maupun pengadaan dan pemasangan dari peralatan/material yang
kebetulan tidak tersebutkan akan tetapi secara umum dianggap perlu agar dapat diperoleh
system instalasi listrik yang baik dimana setelah diuji, dicoba dan disetel dengan teliti siap
untuk dipakai. Hal mana didalamnya adalah sbb:
a. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan dan instalasi stop kontak didalam
bangunan.
b. Pengadaan dan pemasangan instalasi tenaga termasuk saklar dan stop kontak.
c. Perapihan jaringan dengan bobokan plafond, pas. Conduit dan perapihan kembali
plafond.

PASAL 3
PERALATAN, BAHAN-BAHAN DAN PELAKSANAAN INSTALASI LISTRIK

3.1 Peralatan Listrik


a. Kabel Penerangan dan Conduit
1) Untuk penerangan dan stop kontak biasa, kabel yang dapat dipergunakan
adalah type 'NYM, penampang kabel minimum yang dapat dipakai pada
system penerangan adalah 2 x 1,5 m2, dan untuk distribusi kabel dan stop
kontak menggunakan type 'NYM dengan ukuran 3 x 2.5 m2.

21
2) Untuk penyambungan kabel-kabel harus menggunakan terminal box (dura
doos, tee doos dari PVC. Terminal box tersebut tutupnya harus dapat dilepas
dan dipasang kembali dengan mudah, dengan memakai sekrup. Sedang untuk
penyambungan didalam beton harus memakai terminal box metal.
3) Pemasangan kabel-kabel diatas plafond harus disusun rapi dan harus
diklem/diikat kawat pada rak-rak kabel (trunking) dan pada prinsipnya kabel-
kabel tidak diperkenankan diklem pada konstruksi bangunan.
4) Kabel-kabel yang terpasang didalam dak, kolom beton, dinding beton harus
menggunakan pipa conduit. Pemasangan pipa conduit pada daerah-daerah
tersebut harus disertai dengan klem.
5) Penyambungan kabel-kabel penerangan, stop kontak didalam doos harus

CONTOH
memakai las/dop yang terbuat dari bak elit berwarna. (buatan Panasonic atau
equivalent yang dapat disetujui Pemberi Tugas / Owner).
6) Kabel-kabel untuk penerangan harus menggunakan kabel buatan Kabel
Metal dan Kabelindo atau Supreme.
b. Material untuk Instalasi
1) Pada prinsipnya stop kontak dan saklar yang dapat dipergunakan adalah merk
Broco / setara yang dapat disetujui oleh Pemberi Tugas / Owner.
2) Stop kontak dan saklar yang akan dipasang adalah type pemasangan masuk
(flush mounting).
3) Flush-box (inbouw doos) untuk tempat saklar, stop kontak dinding harus
dipakai dari jenis bahan PVC.
4) Stop kontak dinding yang dipasang 30 cm dari permukaan lantai dan
diruangan-ruangan yang basah/lembab harus jenis waterproof (WP), sedang
untuk saklar dipasang 150 cm dari permukaan lantai.
3.2 Fixtures and Armature
a. Lampu 19 Watt LED Philips/ setara
b. Saklar Ganda, ex. Broco/ setara
c. Saklar Tunggal, ex. Broco/ setara
d. Stop Kontak, ex Broco/ setara

3.3 Pekerjaan Instalasi Listrik


a. Spesifikasi Teknis
1) Kabel dan kawat tembaga

22
- Seluruh instalasi didalam bangunan dan kabel-kabel utama digunakan 2 x
2,5 mm2, 3 x 2,5 mm2 dengan jumlah inti disesuaikan dengan gambar.
- Tidak diperkenankan mengganti type/jenis kabel tersebut
- Merk kabel yang digunakan antara lain Supreme/ setara.
2) Konduit :
- Kabel yang turun menuju saklar dan stop kontak di dalam tembok dan
Konduit yang digunakan harus dari jenis clipsal/ setara.
- Ukuran konduit yang digunakan minimum ukuran Diameter 5/8”.
- Peralatan bantu untuk konduit harus dilengkapi dalam dokumen gambar.
3) Instalasi penerangan :
- Instalasi penerangan dimaksud adalah titik lampu dan stop kontak,
Instalasi exhaust fan, dan ceiling fan sesuai petunjuk gambar.

CONTOH
- Letak pasti dari lampu-lampu tersebut disesuaikan dengan keadaan
lapangan.
- Pada pemasangan diatas plafond, kabel-kabel tidak diperkenankan diklem
kerangka plafond, tetapi harus diklem ke lantai beton, kecuali diatas
plafond tidak ada lantai beton.
- Pada setiap pencabangan titik lampu harus diberi doos/junction box.
- Sambungan didalam junction box menggunakan isolasi PVC kemudian
ditutup dengan lasdop.
- Sambungan kabel untuk titik penerangan hanya diperkenankan pada
junction box/doos tersebut.
- Kabel-kabel harus diklem setiap 30 cm, jalan-jalan kabel harus diatur
dengan baik dan rapi.
4) Peralatan instalasi :
- Seluruh klem-klem harus buatan pabrik dan tidak diperkenankan
membuat sendiri.
- Semua kabel yang terlihat mata (exposed) harus diberi penahan dengan
klem sehingga kabel tersebut kelihatan lurus dan baik.
- Doos/junction box yang digunakan harus cukup besarnya dan dibuat dari
PVC dari jenis baik.

23
b. Persyaratan Teknis Penunjang Instalasi
1) Rigit Conduit.
- Rigit Conduit dan sparing harus mempunyai ukuran diameter dalam
sebesar 1,5 kali dari total diameter luar kabel yang dilindunginya dan
ukuran minimum sebesar 3/4". Oleh karena itu, Panitia Pembangunan
Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang sebelum memasang
conduit harus re-konfirmasi dahulu terhadap kabel yang akan
dilindunginya.
- Ujung ujung conduit bahan steel/GSP yang dikondisikan untuk
pelindung kabel luar bangunan harus dihaluskan dan diberi tules agar
tidak merusak isolasi kabel.
- Pemakaian conduit di sini dimaksudkan untuk finishing seluruh instalasi
daya, instalasi penerangan dan instalasi lainnya. Oleh karena itu
pemasangannya harus dilakukan serapi mungkin dan dikoordinasikan

CONTOH
dengan pekerjaan Finishing Arsitektur atas koordinasi Direksi Pengawas.
- Pemasangan pipa conduit di atas plafond harus dikoordinasikan dengan
penggunaan jalur untuk utilitas lain seperti instalasi lainnya sehingga
tersusun rapi, kokoh dan tidak saling mem-pengaruhi/mengganggu.
- Dalam hal jalur pipa conduit pada gambar rancangan diper-kirakan tidak
mungkin lagi untuk dilaksanakan, maka Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang wajib mencari jalur lain
sehingga pelaksanaan mudah dan tidak mengganggu utilitas lain, tetapi
tetap harus sesuai dengan persyaratan.
- Pertemuan antara pipa sparing yang muncul dari dalam dinding dengan
pipa conduit di atas plafond harus menggunakan doos dan diantara doos
tersebut dipasang flexible conduit. Pemasangan flexible conduit tersebut
harus dilakukan dengan cara klem.
- Setiap sparing maupun conduit maximum hanya dapat diisi dengan 1
(satu) kabel berinti banyak atau satu pasang kabel untuk phasa, netral dan
grounding, baik untuk kabel daya maupun untuk kabel lain.
- Conduit untuk instalasi listrik harus berjarak minimum 50 cm dari pipa air
panas.
- Jumlah sparing (conduit yang ditanam di dalam beton) harus disediakan
minimum sebanyak 120 % dari jumlah kabel yang akan melewatinya atau

24
minimum mempunyai satu buah sparing lebih banyak dari jumlah kabel yang
akan melewatinya.
2) Flexible Conduit
- Flexible conduit digunakan untuk melindungi kabel :
 Yang ke luar dari conduit dan masuk ke dalam sparing.
 Yang ke luar dari conduit ke titik titik lampu.
 Yang ke luar dari conduit ke mesin mesin atau beban-beban yang
lainnya.
 Pembelokan instalasi.
 Dan keperluan lain seperti tercantum di dalam Gambar Perencanaan
- Penyambungan flexible conduit dengan conduit lain harus dilakukan di
dalam doos penyambungan.
- Ukuran conduit harus mempunyai diameter dalam minimum 1,5 kali total
diameter luar kabel yang dilindunginya.

CONTOH
- Pemasangan flexible conduit harus menggunakan klem.
- Khusus flexible conduit yang dipergunakan untuk pelindung instalasi
pompa – pompa atau peralatan yang disimpan di luar bangunan yang
kemungkinan akan mendapatkan gangguan mekanis harus menggunakan
flexible dengan bahan metal tahan karat.

c. Persyaratan Teknis Fixture Penerangan


1) Armature Lampu.
- Armatur-armatur lampu harus memenuhi persyaratan teknis, bentuk
dan penampilan sesuai dengan Gambar rancangan. Dan Panitia
Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang
sebelum melaksanakan pekerjaan harus menyerahkan contoh armature
setiap type yang akan dipasang lengkap dengan komponennya untuk
dimintakan persetujuan dari Pemberi Tugas melalui Pengawas.
- Armatur-armatur lampu menggunakan produk lokal dengan standard
kualitas yang baik dan mempunyai workshop untuk pabrikasi pekerjaan
terkait.
- Armatur-armatur lampu yang terbuat dari plat baja, dicat dasar dengan
meni tahan karat dan finish cat bakar.

25
- Pemilihan warna cat ditentukan oleh Pihak P2S (Panitian Pembangunan
Sekolah) bersama dengan Perencana dan Pengawas yang diketahui Kepala
Sekolah.
- Armatur lampu untuk lampu TL, PL/PLC, SL harus dilengkapi dengan
komponen-komponen lampu berupa ballast jenis low loss, starter dan
kapasitor dengan kualitas terbaik.
- Pemasangan armatur harus dipasang dengan baik dan kokoh sehingga
tidak mudah terlepas oleh gangguan mekanis. Cara pemasangan lampu
harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat.
2) Lampu Penerangan Buatan

CONTOH
- Jenis-jenis lampu harus sesuai dengan Gambar rancangan.
- Lampu-lampu yang digunakan harus mempunyai kualitas terbaik.
- Semua lampu yang digunakan harus mempunyai spesifikasi sebagai
berikut:
 Tegangan kerja : 210 Volt - 240 Volt
 Konsumsi daya : Sesuai dengan gambar perencanaan
 Frekuensi : 50 Hertz

26
BAB VI
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN SANITASI

a) Lingkup Pekerjaan :
Spesifikasi ini melingkupi kebutuhan untuk pelaksanaan pekerjaan Plumbing,
sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar rencana tetapi tidak terbatas
pada:
• Pengadaan dan pemasangan seluruh pekerjaan pipa dan perlengkapan-
perlengkapannya, termasuk fitting, hanger, valves, penggalian,
pengurukan kembali, septictank / tangka septik dan peresapan.
• Pengetesan seluruh pekerjaan plambing yang telah terpasang terhadap
kebocoran-kebocoran, sebagaimana yang dipersyaratkan dalam buku
spesifikasi ini.
• Melakukan pekerjaan pemeliharaan, selama masa pemeliharaan yang
bila tidak ditentukan lain adalah sesuai dengan mou/perjanjian setelah

CONTOH
serah terima pertama.
b) Spesifikasi Bahan Bangunan :
Kecuali ditentukan lain dalam gambar rencana, maka pada pekerjaan ini berlaku
peraturan-peraturan sebagai berikut :
• Pedoman Plambing indonesia-Departemen Pekerjaan Umum.
• Perda no VII tahun 1991
• Peraturan-peraturan tentang instalasi air minum dari PAM
• Material Plumbing Code.
• Gambar Instalasi Terpasang dan Petunjuk Operasi
• Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan telah serah terima
pertama Pemborong wajib menyerahkan gambar-gambar instalasi
terpasang sebanyak 1 set cetak biru dan 1 set transparant.
• Pemborong juga berkewajiban untuk menyerahkan 1 set petunjuk
operasi dan maintenance dari system yang dipasang.
 Pipa-pipa dan fitting air bersih utama maupun pipa-pipa cabang untuk
distribusi air sampai ke fixture-fixture menggunakan Pipa PVC AW
diameter sesuai dengan gambar rencana.

27
 Setiap bahan pipa (satu panjang utuh ), fitting, fixture dan peralatan-
peralatan yang akan dipasang pada instalasi ini, harus mempunyai
tanda-tanda merk yang jelas dari pembuatnya. Pipa, fitting dan fixture
yang tidak mempunyai tanda-tanda tersebut harus diganti atas tanggung
jawab Pemborong.
c) Metode kerja :
 Selama pemasangan berjalan, Pemborong harus menutup setiap ujung pipa
yang terbuka untuk mencegah masuknya tanah, debu, kotoran dan lain-lain.
 Semua sambungan / cabang dari pipa pembuangan air kotor (sanitair) harus
dibuat dengan cabang Y, dengan sambungan lem. Pipa mendatar untuk air
kotor mempunyai kemiringan minimal 1% dan maksimal 1. 5 %
 Semua sambungan yang menghubungkan pipa-pipa dengan diameter yang
berbeda, harus menggunakan “Reducing Fitting”, sedapat mungkin harus
digunakan belokan-belokan dengan “Long Radius Elbow”. Belokan-

CONTOH
belokan dari jenis “Short Radius Elbow” hanya boleh digunakan apabila
kondisi setempat tidak memungkinkan digunakan belokan jenis long radius,
dan Pemborong harus memberitahukan hal ini pengawas. Fitting atau alat-
alat lain yang akan menimbulkan tahanan aliran yang tidak wajar tidak
boleh digunakan.
 Sleeve untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut
menembus konstruksi beton.
 Sleeve harus mempunyai ukuran yang cukup dengan ketebalan minimal 0,
2 cm dan memberikan kelonggaran kira-kira 1 cm, pada masing-masing sisi
diluar pipa ataupun isolasinya.
 Sleeve pada dinding terbuat dari pipa PVC kelas AW.
 Semua pipa harus diikat / ditetapkan dengan kuat dan kokoh.
 Pemborong harus mengajukan konstruksi dari penggantungnya untuk
disetujui oleh Pengawas.
 Pipa vertikal harus ditumpu klem paling jauh dengan jarak tidak lebih dari
3 m.
 Pada setiap cabang utama pipa air bersih yang disambungkan ke pipa tegak
pada shaft untuk setiap lantai, harus dilengkapi dengan katup-katup untuk
mengisolir setiap cabang dari keseluruhan sistem, agar dapat dilakukan

28
perbaikan-perbaikan yang perlu untuk Fixture pada lantai tersebut tanpa
mengganggu pelayanan air pada lantai-lantai yang lain.
 Lokasi yang tepat dari peralatan sanitair, fixture-fixture, floor drain dan roof
drain, pipa-pipa utama dan pipa-pipa cabang harus diperiksa sesuai dengan
gambar-gambar perencanaan mekanikal dan arsitektur, dan sesuai dengan
ukuran-ukuran yang diberikan oleh pabrik pembuat alat-alat tersebut.
 Apabila digunakan baut tembus harus dipasang pelat penahan pada sisi
yang lain dari dinding atau lantai tersebut.
 Galian pipa-pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman dan
kemiringan yang tepat.
 Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang
pipa terletak / tertumpu dengan baik.
 Pipa-pipa dalam tanah harus dilindungi pasir dibagian bawah maupun
atasnya setebal minimal 10 cm. Setelah pipa dipasang pada lubang galian
setelah diperiksa oleh Pengawas, semua kotoran harus dibuang dari lubang

CONTOH
galian ditimbun dengan baik dengan tanah bekas galian tersebut atau
dengan bahan lain yang disetujui.
 Penimbunan lubang galian harus sedemikian hingga tidak mengganggu /
merubah letak pipa.
 Apabila terjadi kemacetan, pengotoran atas bagian bangunan atau finish
arsitektural atau timbulnya kerusakan lain, yang semuanya atas kelalaian.
Pemborong karena tidak membersihkan sistem pemipaan dengan baik,
maka semua perbaikannya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong.
 Pemipaan
- Pemipaan harus diatur dengan hati-hati, sehingga tampak teratur,
bersih dan baik.
- Instalasi pemipaan harus dipasang/ dilaksanakan pada tempat/ ruang
yang bebas dengan jarak minimum 50 mm antara sesamanya (pipa)
atau penunjang dan bidang bangunan terdekat.
- Semua pipa dan fitting harus benar-benar bersih sebelum dipasang,
semua endapan dan kotoran harus dihilangkan.
- Pekerjaan pemipaan harus dilengkapi dengan isolating valve, drains
valves, check valves dan lain-lain, yang diperlukan seperti terlihat
dalam gambar untuk kelengkapan instalasi itu sendiri.

29
- Penyambungan pipa-pipa harus dengan baik untuk mencegah
kebocoran pada sambungan.
- Selama masa pelaksanaan/ instalasi, semua ujung pipa yang terbuka
dalam tiap phase pengerjaan harus ditutup untuk menghindari
masuknya debu dan kotoran.
- Semua penggalian, penutupan kembali (back fitting) dari pemadatan

CONTOH
yang diperlukan untuk akomodasi pemipaan dibawah tanah.
- Pipa-pipa tidak boleh digunakan untuk pentanahan (electrical
grounding).

30
BAB VIII
PENUTUP

Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA.....

31

Anda mungkin juga menyukai