100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan31 halaman

Modul Ajar (Deep Learning)

Modul ajar ini dirancang untuk peserta didik kelas VII SMP dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, berfokus pada pengembangan kemampuan berkomunikasi dan literasi informasi melalui teks berita eksplanasi. Pembelajaran mencakup analisis berbagai jenis media, penguasaan kosakata, dan keterampilan menulis serta presentasi, dengan pendekatan yang inklusif dan terdiferensiasi. Metode pengajaran melibatkan diskusi, eksplorasi, dan kolaborasi dengan mitra pembelajaran, serta pemanfaatan sumber digital untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

Tiara April Liza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan31 halaman

Modul Ajar (Deep Learning)

Modul ajar ini dirancang untuk peserta didik kelas VII SMP dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, berfokus pada pengembangan kemampuan berkomunikasi dan literasi informasi melalui teks berita eksplanasi. Pembelajaran mencakup analisis berbagai jenis media, penguasaan kosakata, dan keterampilan menulis serta presentasi, dengan pendekatan yang inklusif dan terdiferensiasi. Metode pengajaran melibatkan diskusi, eksplorasi, dan kolaborasi dengan mitra pembelajaran, serta pemanfaatan sumber digital untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

Tiara April Liza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : SMP .............


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Nama Guru : ...........
Kelas/ Semester : VII / Genap
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI Peserta Didik:

Peserta didik kelas VII di SMP ........... memiliki keberagaman dalam


kesiapan belajar. Beberapa peserta didik mungkin telah memiliki
pengetahuan awal yang baik tentang teks berita dari pendidikan dasar
sebelumnya, terbiasa dengan kegiatan membaca dan menulis, serta memiliki
akses yang luas ke media sosial dan internet. Namun, ada pula peserta didik
yang memiliki minat baca yang kurang, mungkin belum terbiasa dengan
berbagai jenis teks (termasuk media digital dan audiovisual), atau
memerlukan pendampingan khusus dalam mengembangkan keterampilan
berkomunikasi lisan maupun tertulis. Minat peserta didik juga bervariasi,
dengan sebagian menyukai fiksi dan media sosial, sementara yang lain
mungkin lebih tertarik pada topik faktual atau kegiatan langsung. Latar
belakang sosial dan akses terhadap fasilitas daring juga perlu
dipertimbangkan untuk memastikan pembelajaran yang inklusif dan
terdiferensiasi.

Materi Pelajaran:

Materi pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII berfokus pada


pengembangan kemampuan berkomunikasi efektif, kreativitas, dan daya
kritis peserta didik, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-
21 serta mengukuhkan jati diri sebagai warga negara Indonesia yang
berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran ini akan mencakup berbagai
jenis teks, dimulai dengan teks berita eksplanasi. Peserta didik akan belajar
tentang struktur, ciri, dan keakuratan dalam teks berita eksplanasi yang
dibaca dan diperdengarkan. Peserta didik juga akan mengembangkan literasi
informasi dan kecakapan untuk menyajikan teks berita sederhana dengan
baik, menarik, dan akurat. Analisis materi akan mempertimbangkan
relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, seperti mengenali jenis
informasi yang dekat dengan keseharian mereka, termasuk berita cetak,
digital, dan audiovisual. Tingkat kesulitan materi akan disesuaikan secara
bertahap, dimulai dari pemahaman unsur berita hingga analisis sumber dan
penulisan berita eksplanasi. Materi juga akan mengintegrasikan nilai-nilai
Profil Pelajar Pancasila seperti bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan
mandiri.
Dimensi Profil Lulusan:

1. Bernalar Kritis: Peserta didik mampu memperoleh dan memproses


informasi serta gagasan, mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
mengolah informasi dan gagasan, serta menganalisis dan
mengevaluasi penalaran.
2. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang
orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
3. Kolaborasi: Peserta didik memiliki kemampuan kolaborasi,
termasuk komunikasi untuk mencapai tujuan bersama dan kerja
sama.
4. Kemandirian: Peserta didik memiliki pemahaman diri dan situasi
yang dihadapi, serta mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan
yang dihadapi.

DESAIN Capaian Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk
berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan
akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta
didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan
menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik
menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya
dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan
bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik
mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk
penguatan karakter.

Lintas Disiplin Ilmu :

● IPS (Melaporkan peristiwa sosial atau bencana


● IPA (Melaporkan hasil pengamatan alam
● TIK ( Mengolah berita dalam bentuk digital)

Topik Pembelajaran:

Aksi Nyata Para Pelindung Bumi: Teks Berita Eksplanasi.

Tujuan Pembelajaran:

Dengan mengkaji struktur, ciri, dan keakuratan dalam teks berita eksplanasi
yang dibaca dan diperdengarkan kepadanya, peserta didik mengembangkan
literasi informasi dan kecakapan untuk menyajikan teks berita sederhana
dengan baik, menarik, dan akurat.
● Peserta didik mampu mengonfirmasi prediksi yang telah dibuatnya
dalam teks berita eksplanasi dengan tepat.
● Peserta didik mampu menemukan arti kata pada kamus atau
ensiklopedia dengan mandiri.
● Peserta didik mampu membandingkan ragam berita dalam jenis
media yang berbeda dengan kritis.
● Peserta didik mengenali fitur dalam teks berita audiovisual dengan
baik.
● Peserta didik mampu membandingkan teks pada judul, teras, dan isi
berita cetak, daring, dan audiovisual dengan jeli.
● Peserta didik mampu mengenali unsur kebahasaan dalam teks berita
eksplanasi dengan teliti.
● Peserta didik mampu memilah informasi pada teks berita dengan
kritis.
● Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara sistematis,
terstruktur, dan efektif melalui kegiatan menulis teks berita sederhana
dengan baik dan akurat.
● Peserta didik mampu memaparkan gagasannya melalui teks berita
secara lisan atau audiovisual dengan menarik.

Praktik Pedagogis:

1. Pembelajaran Berbasis masalah.


2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi.

Mitra Pembelajaran:

1. Jurnalis atau wartawan surat kabar cetak, digital, atau televisi.


2. Perpustakaan sekolah atau daerah.
3. Orang tua/wali peserta didik dalam pendampingan akses internet dan
bijak memilih sumber berita.

Lingkungan Pembelajaran:

1. Ruang Fisik: Kelas dengan pojok baca yang dilengkapi koleksi


harian dan majalah cetak. Kantor media atau kantor berita daring.
2. Ruang Virtual: Laman Kompas, Google, YouTube, media daring
(misalnya laman Kompas, TVRI) untuk berita audiovisual, situs
Badan Bahasa Kemdikbud.
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin
tahu, dengan penekanan pada sikap kritis terhadap informasi.

Pemanfaatan Digital:

1. Perencanaan: Canva untuk membuat visual presentasi atau materi


ajar tambahan.
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran dari YouTube, laman berita
daring (misalnya Kompas), aplikasi perekam suara/video (misalnya
Anchor, Spotify, YouTube, IGTV) untuk podcast berita.
3. Asesmen: Google Form untuk kuis formatif, Rubrik penilaian daring
untuk presentasi.

PENGALAMAN Pertemuan 1 (6x45)


BELAJAR
Topik: Menganalisis Teks Berita: Memahami Isi Berita dengan Strategi
Prediksi.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menyiapkan beberapa contoh surat kabar dan
majalah untuk disimpan di pojok baca kelas.
9. Guru menunjukkan contoh ragam berita digital kepada peserta didik.
10. Peserta didik mengisi kegiatan curah gagasan tentang berita cetak dan
berita daring, termasuk yang mereka ketahui tentang jenis berita ini
dan contoh nama harian/laman berita yang dikenal, seperti contoh
pada Curah Gagasan.
11. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa yang kalian ketahui
tentang berita?" dan "Bagaimana cara kalian mendapatkan informasi
berita?" untuk menstimulasi pengetahuan awal peserta didik.
12. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai pengetahuan awal
mereka tentang teks berita sederhana, misalnya diskusi tentang
tangkapan layar di ruang bincang atau broadcast message.
13. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Peserta didik akan memahami bacaan dengan lebih baik
apabila mereka mengaktifkan pengetahuan mereka tentang
topik bacaan.
2. Guru menampilkan alat bantu prediksi yang memuat beberapa
pertanyaan untuk mengaktifkan pengetahuan latar.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengisi alat bantu prediksi dengan berusaha
semaksimal mungkin dengan pengetahuan yang mereka
miliki.
2. Guru memfasilitasi diskusi tentang pertanyaan-pertanyaan
tersebut, menanyakan mana yang paling mudah dan sulit,
serta alasannya.
3. Guru membacakan pertanyaan satu per satu dan menghitung
jumlah peserta didik yang menjawab benar dan salah, serta
alasannya.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru menjelaskan bahwa kegiatan diskusi sebelum membaca
ini tidak bertujuan mencari jawaban benar, melainkan
mengajak peserta didik mencurahkan gagasan dan berpikir
tentang topik bacaan.
2. Guru memberikan pengantar sebelum peserta didik membaca,
mengingatkan mereka bahwa mereka memiliki tujuan
membaca berupa pertanyaan yang ingin dicari jawabannya
selama membaca.
3. Guru menjelaskan dan memperagakan teknik membaca
sepintas lalu (skimming), pindai (scanning), dan membaca
teliti (close reading) untuk memahami isi artikel berita.
4. Peserta didik membaca artikel "Gerakan Pasukan Muda
Pelindung Bumi" dan menerapkan teknik membaca sepintas
lalu dan memindai.
5. Peserta didik mencatat ide pokok di setiap paragraf saat
membaca sepintas lalu.
6. Peserta didik menggunakan kata kunci dari alat bantu prediksi
untuk menemukan informasi relevan saat memindai.
7. Peserta didik menandai benar atau salah pada kolom sesudah
membaca di alat bantu prediksi.
8. Peserta didik mencatat hal yang belum dipahami dan
pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul selama membaca
artikel berita.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara individu menuliskan jawaban dari hasil
kegiatan prediksi dan anotasi mereka.
2. Peserta didik menyajikan hasil mencocokkan prediksi mereka
di depan kelas atau dalam kelompok, seperti contoh pada
Contoh Isian Mencocokkan Prediksi.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang kesulitan yang
dihadapi peserta didik dan meminta mereka menjelaskan
pertanyaan yang muncul.
2. Guru dapat memberikan apresiasi terhadap pertanyaan unik
dan mendiskusikannya dengan melibatkan seluruh peserta
didik, serta membimbing mereka menavigasi ensiklopedia
atau internet untuk mencari jawaban.
3. Guru mencatat partisipasi dan kemampuan peserta didik
dalam memprediksi bacaan sesuai format umum (seperti
Penilaian Kegiatan Memprediksi Bacaan).

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


strategi memahami isi berita dengan prediksi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam memprediksi dan menganalisis bacaan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2 (6x45)

Topik: Mengenali Karakteristik Berbagai Media Informasi: Mencari


Kosakata Baru untuk Memahami Berita & Membandingkan Berita Cetak dan
Digital & Menganalisis Berita Audiovisual.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara kita
mencari tahu arti kata-kata yang sulit dalam berita?" dan "Apakah
semua berita di berbagai media memiliki tampilan yang sama?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan pentingnya penguasaan kosakata untuk
memahami isi bacaan dan strategi memaknai kosakata.
2. Guru menjelaskan bahwa berita tersaji dalam beragam format
di era digital ini, dan peserta didik perlu mengenali fiturnya.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mencatat kosakata yang baru, unik, atau belum
dipahami dari kegiatan membaca teliti.
2. Peserta didik mempraktikkan strategi memaknai kosakata
tersebut dengan mengisi alat bantu kosakata sulit sesuai
format umum (seperti Kosakata Sulit).
3. Guru meluangkan waktu untuk mendata kosakata sulit,
menampung curah gagasan, dan menavigasi kamus bersama.
Guru dapat menuliskan kosakata baru pada "kamus dinding"
kelas.
4. Peserta didik membandingkan artikel pada media cetak dan
media digital.
5. Peserta didik mengamati surat kabar secara langsung untuk
membandingkan tata letak, pengaturan kolom, dan fitur lain
(iklan, surat pembaca) dengan fitur media daring, lalu mengisi
alat bantu perbandingan sesuai format umum (seperti
Perbandingan Berita Cetak dan Digital).
6. Peserta didik meneruskan diskusi tentang pertanyaan-
pertanyaan perbandingan fitur media cetak dan daring (contoh
jawaban ada di ilustrasi umum, seperti Contoh Diskusi
Peserta Didik).
7. Peserta didik berlatih menelaah transkrip berita audiovisual.
Guru dapat meminta peserta didik memirsa tayangan berita
pada tautan atau berita audiovisual lain.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik menjawab pertanyaan mengakses informasi dan
membuat simpulan setelah memirsa tayangan, kemudian
mendiskusikannya dengan teman (contoh jawaban ada di
ilustrasi umum, seperti Contoh Jawaban Peserta Didik pada
Menganalisis Berita Audiovisual).
2. Guru mengingatkan peserta didik cara berdiskusi dengan baik,
membimbing mereka dengan pertanyaan pemantik: "Mana
jawaban yang sama dan mana jawaban berbeda dengan
teman?", "Apakah maknanya berbeda atau pengungkapannya
saja?", "Mengapa jawaban kalian berbeda?", "Kalimat mana
pada transkrip berita yang mendukung jawaban tersebut?".
3. Guru mengingatkan bahwa tujuan berdiskusi bukan mencari
jawaban benar/salah, melainkan bertukar pikiran dan
mempelajari sudut pandang berbeda.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil pencarian kosakata dan
analisisnya.
2. Peserta didik mempresentasikan perbandingan berita cetak
dan digital.
3. Peserta didik menyajikan analisis berita audiovisual.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)


● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas dan memberikan umpan
balik terhadap hasil analisis kosakata dan perbandingan
media.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap kemampuan peserta
didik dalam menganalisis berita audiovisual.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


karakteristik berbagai media informasi dan analisisnya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menganalisis berbagai jenis berita.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3 (6x45)

Topik: Mengidentifikasi Unsur-Unsur Berita: Mengidentifikasi Unsur Berita


di Berbagai Media & Menelaah Unsur Kebahasaan dalam Teks Berita:
Mencermati Unsur Kebahasaan dalam Berita Eksplanasi.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa saja bagian penting
dalam sebuah berita?" dan "Apakah ada aturan khusus dalam menulis
berita?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa peserta didik telah melihat dan
mengenal contoh artikel berita cetak, digital, dan transkrip
berita audiovisual.
2. Guru menjelaskan bahwa agar peserta didik dapat menyajikan
teks berita eksplanasi sederhana, mereka perlu mengenali
contoh struktur kalimat yang digunakan pada jenis teks ini.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Setelah mempelajari unsur berita, peserta didik diharapkan
dapat mengenali dan membandingkan unsur berita pada
media cetak, digital, dan audiovisual dengan menuliskan
analisisnya pada alat bantu sesuai format umum (seperti
Contoh Jawaban Peserta Didik pada Perbandingan Unsur
Berita).
2. Untuk memperdalam analisis peserta didik, guru dapat
mengembangkan diskusi dengan pertanyaan pemantik: "Apa
persamaan dan perbedaan judul berita pada ketiga media
tersebut?", "Apakah persamaan dan perbedaan teras berita
pada ketiga media tersebut?", "Teras berita mana yang
berusaha menyapa pemirsa/pembaca dengan lebih akrab?
Kalimat mana yang menunjukkan hal tersebut?", "Adakah
perbedaan isi berita pada artikel di ketiga media tersebut?
Apakah perbedaannya?".
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik melatih pengetahuan kebahasaan mereka dengan
membaca, mencermati, dan menandai kalimat tunggal,
kalimat majemuk, konjungsi kronologis, konjungsi kausalitas,
dan kata ganti atau pronomina yang menjadi fokus pada
kegiatan ini.
2. Peserta didik mengisi alat bantu unsur kebahasaan pada teks
berita eksplanasi sesuai format umum (seperti Contoh
Jawaban Peserta Didik pada Unsur Kebahasaan).

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil identifikasi unsur-unsur berita
di berbagai media.
2. Peserta didik memaparkan hasil pencermatan unsur
kebahasaan dalam berita eksplanasi.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang persamaan dan
perbedaan unsur berita antar media.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap identifikasi unsur
kebahasaan peserta didik.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


unsur-unsur berita dan unsur kebahasaan dalam berita eksplanasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam mengidentifikasi dan menelaah unsur berita.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 4 (6x45)

Topik: Menyelisik Berita Palsu: Menganalisis Sumber Berita & Menulis


Berita Eksplanasi: Menulis Berita Eksplanasi.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara kita tahu
bahwa sebuah berita itu benar?" dan "Apa yang harus kita lakukan
jika menemukan berita yang mencurigakan?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa kemampuan menganalisis akurasi
berita adalah kecakapan literasi informasi yang penting.
2. Guru menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, peserta didik
akan menyelisik berita palsu agar mereka bersikap kritis.
3. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan berlatih menulis
teks berita eksplanasi sederhana.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik menggunakan pertanyaan pemantik tentang
sumber berita untuk membandingkan akurasi teks berita 1 dan
teks berita 2 (contoh jawaban ada di ilustrasi umum, seperti
Diskusi Akurasi Berita).
2. Guru mendampingi peserta didik dengan menjelaskan apa
yang dimaksud dengan "sumber yang memiliki otoritas" dan
"lembaga berwenang".
3. Guru mengembangkan diskusi dengan meminta peserta didik
melakukan curah gagasan terkait sumber yang memiliki
otoritas dan lembaga berwenang dalam berita tentang
pendidikan, kesehatan, cuaca, dan permasalahan publik
lainnya.
4. Guru menjelaskan rambu-rambu memilih berita pada alat
bantu sesuai format umum (seperti Hasil Analisis Berita
Daring) untuk memperdalam pengetahuan peserta didik
tentang berita palsu.
5. Peserta didik berlatih menulis teks berita eksplanasi dalam
tahapan pramenulis, menulis, dan penyuntingan yang
diperinci dalam lima langkah, seperti yang tertera pada
Tahapan Menulis Berita.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru membantu peserta didik menyimpulkan pemahaman
mereka tentang berita palsu dengan pertanyaan pemantik
seperti: "Berita mana yang dapat dipercaya karena mengutip
informasi dari pihak yang berwenang?" dan "Bagaimana
sikap kita menghadapi berita yang diduga palsu? Benarkah
sikap kita apabila ikut menyebarkannya?".
2. Peserta didik menelaah beragam contoh artikel berita daring
dan mengisi hasil analisisnya pada alat bantu sesuai format
umum (seperti Hasil Analisis Berita Daring).
3. Guru mengadakan sesi konsultasi untuk mengecek kemajuan
draf tulisan peserta didik, dapat dilakukan dalam kelompok
kecil atau dengan individu.
4. Guru menggunakan pertanyaan pengontrol pada skema
penulisan berita untuk memeriksa kualitas draf.
5. Peserta didik menilai draf mereka sendiri dengan pertanyaan:
"Siapa pembaca sasaran?", "Apakah jenis berita ini sudah
cukup menarik?", "Fakta sudah cukup atau kurang?",
"Adakah pakar/informan yang dapat memberinya informasi
lebih perinci?", "Informasi apa yang akan digali?", "Adakah
sumber informasi lain yang akan ditelusuri? Bagaimana
memastikan sumber informasi itu dapat dipercaya?".
6. Guru membantu peserta didik dalam elaborasi tulisan
(menambahkan kalimat perincian, penjelasan dari
pakar/informan) untuk menambah daya pikat.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil analisis sumber berita palsu.
2. Peserta didik menyajikan draf berita eksplanasi mereka.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru memberikan umpan balik terhadap kemampuan peserta
didik dalam memilah berita palsu sesuai format umum
(seperti Penilaian Kegiatan Memilih Berita Palsu).
2. Guru dan peserta didik menggunakan rubrik penilaian teks
berita eksplanasi sesuai format umum (seperti Contoh Rubrik
Penilaian Kegiatan Menulis Teks Berita Eksplanasi) untuk
mengevaluasi karya tulis.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


analisis sumber berita dan penulisan berita eksplanasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
kritis mereka dalam menyelisik berita dan kemampuan menulis
berita.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 5 (6x45)

Topik: Menjadi Pewarta Muda: Menjadi Pewarta Muda.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara
menyampaikan berita agar pendengar tertarik dan mudah
memahami?" dan "Apakah kalian pernah mendengar berita dari
podcast atau video online?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa menyajikan berita secara lisan
merupakan salah satu cara berkomunikasi, yang
membutuhkan pemahaman isi berita, artikulasi jelas, dan
intonasi yang baik.
2. Guru menjelaskan bahwa seorang pewarta berita yang baik
perlu membuat pendengar memahami isi berita yang
dibacakannya.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Guru mengajak peserta didik mendengarkan podcast sebuah
berita.
2. Peserta didik menyimak dan menemukan judul, teras, dan isi
berita tersebut.
3. Peserta didik menilai keakuratan berita dengan menggunakan
pertanyaan ADIKSIMBA dan sifat sebuah berita (berdasarkan
fakta, objektif, berimbang, lengkap, dan tepat).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Saat meminta peserta didik menulis naskah berita eksplanasi,
guru mengingatkan mereka untuk menggunakan kalimat
tunggal, kalimat majemuk, konjungsi kronologis, konjungsi
kausalitas, dan kata ganti.
2. Setelah peserta didik merekam suara mereka dan
mengunggahnya di media sosial (anchor, spotify, Youtube,
atau IGTV), guru membantu mereka menyebarkan video.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan berita yang disusunnya melalui
aplikasi dan situs perekam suara (podcast atau video berita).

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru memfasilitasi umpan balik dari teman dan guru terhadap
presentasi berita lisan atau audiovisual.
2. Guru menilai kemampuan peserta didik dalam memaparkan
gagasannya melalui teks berita secara lisan atau audiovisual.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


menjadi pewarta muda dan penyajian berita secara lisan/audiovisual.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, termasuk kegiatan pengayaan (membuat koran kelas,
jurnal membaca).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kreativitas dan
kemampuan mereka dalam menyajikan berita.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 6 (6x45)

Topik: Asesmen Umum dan Refleksi.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan terakhir bab ini.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa saja yang sudah kita
pelajari di bab ini?" dan "Bagaimana kita bisa tahu apakah kita sudah
memahami materi dengan baik?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Merefleksi – Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa pada akhir pertemuan ini akan
diadakan asesmen umum untuk mengukur pemahaman
seluruh materi Bab 4.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengerjakan soal-soal asesmen umum yang
mencakup seluruh materi Bab 4 (misalnya, sesuai format soal
pada Kunci Jawaban Asesmen Umum Bab 4).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik melakukan refleksi individual terhadap
kemampuan dan proses belajar mereka sepanjang bab ini
(misalnya, Refleksi Peserta Didik seperti di Refleksi Peserta
Didik).
2. Guru mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan terhadap:
apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri,
dengan bantuan, atau tidak dipahaminya sama sekali.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyerahkan hasil asesmen umum dan lembar
refleksi mereka.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru menganalisis hasil asesmen umum untuk memetakan
kemampuan peserta didik sesuai tujuan pembelajaran.
2. Guru merumuskan kemampuan peserta didik dalam data
pemetaan sesuai format umum (misalnya, Pemetaan
Kemampuan Peserta Didik).
3. Guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab
berikutnya berdasarkan pemetaan ini, termasuk bimbingan
individual atau kelompok kecil (perancah) dan kegiatan
pengayaan untuk peserta didik yang melampaui kompetensi.
4. Guru merefleksi strategi pembelajaran yang telah digunakan
(misalnya, Refleksi Strategi Pembelajaran seperti di Refleksi
Strategi Pembelajaran).

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah


dicapai di Bab 4.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan berdasarkan
hasil refleksi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
mereka sepanjang proses pembelajaran.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, ..........., Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel

…………….. ……………..
Bahan Ajar: Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

Tujuan Pembelajaran

Dengan mengkaji struktur, ciri, dan keakuratan dalam teks berita eksplanasi yang dibaca dan
diperdengarkan kepadanya, peserta didik mengembangkan literasi informasi dan kecakapan
untuk menyajikan teks berita sederhana dengan baik, menarik, dan akurat.

Materi

A. Menganalisis Teks Berita

Membaca berita sangat baik untuk menghubungkan kita dengan dunia, karena kita dapat
mengetahui peristiwa terkini yang terjadi di sekitar kita maupun di belahan dunia lain dengan
cepat. Berita dapat disimak di televisi, dibaca di media cetak maupun digital. Teks berita
adalah teks yang berisi kabar terkini tentang sebuah peristiwa yang terjadi di suatu tempat.
Objek liputan berita adalah peristiwa terkini yang mungkin tak terancang sebelumnya, seperti
letusan Gunung Merapi.

Memahami Isi Berita dengan Strategi Prediksi

Memahami sebuah teks berita dapat dilakukan dengan strategi prediksi. Ini melibatkan
pengaktifan pengetahuan awal tentang topik bacaan dan memprediksi apakah pernyataan-
pernyataan yang diberikan benar atau salah sebelum membaca teks secara keseluruhan.
Setelah membaca, prediksi tersebut dapat dikonfirmasi. Strategi ini membantu dalam
menerapkan teknik membaca sepintas lalu (skimming), pindai (scanning), dan membaca teliti
(close reading) untuk memahami isi berita.

Contoh pernyataan untuk prediksi dari berita "Gerakan Pasukan Muda Pelindung Bumi":

1. Mangrove adalah ekosistem terpenting yang berada di pesisir pantai. Wilayah ini
memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.
2. Selain menjaga kelestarian alam, konservasi mangrove dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat sekitar.
3. Membuang sampah di gunung akan menyebabkan bencana alam.
4. Salah satu tujuan aksi nyata memunguti sampah di gunung adalah untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat.
5. Pihak yang paling dirugikan oleh banyaknya sampah adalah manusia.

Setelah membaca, peserta didik dapat memeriksa kembali prediksi mereka, menandai bagian
yang belum dipahami, dan menuliskan pertanyaan lain terkait materi tersebut. Ensiklopedia
atau sumber daring yang kredibel dapat digunakan untuk mencari jawaban.

Mencari Kosakata Baru untuk Memahami Berita

Memahami bacaan akan lebih mudah jika kita mengenali makna sebagian besar kosakata
pada bacaan. Artikel berita sering kali memiliki banyak kosakata teknis. Untuk menemukan
informasi tentang makna kata, kita dapat menggunakan ensiklopedia, kamus, atau tesaurus.
● Kamus: Buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, disusun menurut abjad,
beserta keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahannya. Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) daring ([Link] adalah sumber yang
baik untuk menelusuri makna kosakata.
● Ensiklopedia: Buku (atau serangkaian buku) yang menghimpun keterangan atau
uraian tentang berbagai hal dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, disusun menurut
abjad atau menurut lingkungan ilmu.
● Tesaurus: Buku referensi berupa daftar kata dengan sinonimnya.

Contoh kosakata sulit dari berita "Gerakan Pasukan Muda Pelindung Bumi" dan artinya
menurut KBBI:

● Konservasi: 1. Pemeliharaan, pelindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah


kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan, pelestarian. 2.
Proses menyaput bagian dalam mobil, kapal, dan sebagainya untuk mencegah karat.

B. Mengenali Karakteristik Berbagai Media Informasi

Berita tersaji dalam beragam format media, termasuk media cetak, digital, dan audiovisual.
Mengenali karakteristik masing-masing media penting untuk menganalisis informasi secara
kritis.

Membandingkan Berita Cetak dan Digital

Berita digital (daring) seringkali memiliki fitur tautan ke artikel sejenis yang relevan. Media
cetak dan digital memiliki perbedaan dalam penyajian seperti warna, tata letak kolom,
keberadaan gambar, dan penempatan iklan.

Contoh perbandingan antara Harian Cetak dan Media Elektronik (Digital):

● Warna: Harian Cetak umumnya hitam putih, sementara Media Elektronik berwarna.
● Tata letak kolom: Harian Cetak rapi dan beraturan, sama dengan Media Elektronik.
● Keberadaan gambar: Harian Cetak memiliki beberapa gambar, sementara Media
Elektronik lebih banyak.
● Penempatan iklan: Harian Cetak memiliki halaman khusus iklan, sedangkan Media
Elektronik menempatkan iklan di atas, bawah, kiri, dan kanan berita.

Setelah membandingkan fitur-fitur ini, kita dapat mendiskusikan mengapa ada perbedaan,
misalnya mengapa harian cetak lebih sederhana warnanya dan memiliki sedikit gambar
(karena keterbatasan halaman dan biaya cetak). Diskusi juga dapat mencakup preferensi
pribadi terhadap media tertentu.

Menganalisis Berita Audiovisual


Berita yang tersaji dalam format audiovisual sering lebih diminati oleh remaja. Materi berita
pada media audiovisual tersaji dengan dukungan gambar dan suara yang menciptakan kesan
tertentu dalam diri pembaca.

Contoh transkrip berita audiovisual tentang dampak penambangan timah di Bangka Belitung:
Berita ini dibuka dengan kalimat pembuka "Potensi timah yang terkandung Negeri Serumpun
Sebalai menjadi anugerah sekaligus petaka". Fakta-fakta yang disajikan untuk mendukung
kalimat tersebut meliputi lahan kritis pascatambang, lubang-lubang kolong, dan terjarahnya
alam menjadi kawasan tambang legal maupun ilegal. Fakta berupa gambar yang disajikan
untuk mendukung berita adalah banjir, sungai meluap, dan jembatan terputus. Media televisi
menggunakan efek suara dan gambar untuk menyajikan informasi.

Dalam menganalisis berita audiovisual, pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan meliputi:

1. Apakah maksud kalimat pembuka tersebut?


2. Fakta apa saja yang disajikan pada paragraf pertama yang mendukung kalimat
pembuka?
3. Selain fakta berupa teks, fakta berupa gambar apa saja yang disajikan untuk
mendukung kalimat tersebut?
4. Fitur apa saja yang digunakan oleh media televisi untuk menyajikan informasi?
Mengapa berita yang disajikan dalam media ini disebut berita audiovisual?

C. Mengidentifikasi Unsur-Unsur Berita

Berita cetak, digital, dan audiovisual sama-sama memiliki unsur-unsur berita yang penting.

1. Judul Berita: Menggambarkan isi pokok berita dan menarik perhatian pembaca.
Penulis berita harus lihai mengemas judul.
o Contoh: "Unik, Peringatan Jam Bumi di Media Sosial Bhinneka Persada" ,
"Mencegah Memburuknya Gejala Konsumerisme pada Remaja" , "Komunitas
Kelana Bumi Gelar Malam Keakraban di Puncak Semeru".
2. Teras Berita: Berisi pokok peristiwa yang akan diberitakan, sering disebut
ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Bagaimana peristiwa terjadi). Teras
berita merupakan bagian terpenting karena memuat isi pokok sebuah berita.
o Contoh: "Tim OSIS SMP Bhinneka Persada menggelar peringatan Jam Bumi
pada hari Sabtu, 28 Maret 2020 dengan unik dan berbeda melalui akun
Instagram mereka @Bhinneka Persada."
3. Isi Berita: Bagian uraian berita di mana penulis menerangkan peristiwa yang ia
beritakan.
o Contoh: "Earth Hour atau Jam Bumi adalah sebuah simbol solidaritas kepada
planet Bumi. Aksi mematikan lampu atau benda-benda elektronik selama satu
jam ini pertama kali dimulai pada tahun 2004 dan kini terus berkembang di
187 negara dan diikuti lebih dari 7.000 kota, tak ketinggalan di Kota
Bandung."

Dengan membandingkan unsur berita pada media yang berbeda, kita berlatih untuk
membedakan karakteristik media dan tujuannya secara analitis.

D. Menelaah Unsur Kebahasaan dalam Teks Berita


Kalimat dalam berita umumnya adalah kalimat yang memberitahukan sesuatu, diakhiri
dengan tanda titik (.) dan dilafalkan dengan intonasi menurun. Dalam berita yang
menceritakan proses terjadinya sesuatu (eksplanasi), kita akan menemukan beberapa unsur
kebahasaan.

1. Kalimat Tunggal: Kalimat yang hanya memiliki satu klausa.


o Contoh: "Polisi menjaga gedung Balai Kota sejak pagi."
o Contoh dari teks "Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh":
"Warganet ramai memperbincangkan video viral tentang awan berbentuk
tsunami di atas Kota Meulaboh Provinsi Aceh, Senin (10/8/2020)."
2. Kalimat Majemuk: Kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih.
o Contoh: "Ketika presiden datang, para polisi berpatroli di sekitar kawasan
Jalan Merdeka, Bandung."
o Contoh dari teks "Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh":
"Antisipasi bagi para nelayan yaitu agar berlindung dan menjauhi daerah
tersebut karena dapat menyebabkan angin kencang, serta hujan lebat yang
disertai kilat atau petir."
3. Konjungsi (Kata Penghubung) Kronologis: Menunjukkan urutan waktu, seperti
kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.
o Contoh: "Polisi memeriksa laboratorium yang terbakar, kemudian mereka
melakukan wawancara kepada para saksi."
o Contoh dari teks "Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh": "...awan
arcus ini terbentuk sebagai hasil ketidakstabilan atmosfer sepanjang atau di
depan pertemuan massa udara yang lebih dingin yang mendorong massa udara
hangat dan lembap naik. “Sehingga terbentuklah tipe awan arcus yang pola
pembentukannya horizontal,” jelasnya."
4. Konjungsi Kausalitas: Menunjukkan hubungan sebab-akibat, seperti sebab, karena,
oleh sebab itu.
o Contoh: "Kebakaran diduga terjadi karena kebocoran tabung gas. Namun,
polisi masih terus melakukan penyelidikan. Oleh sebab itu, laboratorium akan
ditutup selama satu bulan ke depan."
o Contoh dari teks "Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh": "Kondisi
cuaca buruk atau ekstrem yang bisa terjadi di antaranya adalah angin kencang
serta hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir. Oleh sebab itu, Miming
menegaskan kepada masyarakat agar dapat tetap waspada dengan segala
potensi yang bisa terjadi itu."
5. Kata Ganti (Pronomina): Merujuk pada kejadian yang dijelaskan, bukan persona.
Kata ganti yang digunakan adalah kata tunjuk ini, itu, tersebut, bukan kata ganti orang
seperti ia, dia, mereka.
o Contoh: "Bencana tanah longsor terjadi di Kota Sumedang kemarin malam.
Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang turun sejak pagi."
o Contoh dari teks "Muncul Awan seperti Gelombang Tsunami Aceh":
"Menanggapi viralnya video fenomena awan tersebut, Kepala Bidang Prediksi
dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, pun angkat bicara."

E. Menelisik Berita Palsu

Sebuah berita yang baik selalu berdasarkan pada fakta, bersifat objektif, berimbang, lengkap,
tepat, akurat, dan benar. Namun, berita palsu (hoaks) kadang sengaja dibuat dengan tujuan
tertentu, atau artikel berita dibuat bombastis untuk menarik perhatian pembaca.
Menganalisis Sumber Berita

Kemampuan menganalisis akurasi berita adalah kecakapan literasi informasi yang penting.
Untuk menelisik berita palsu, kita perlu menganalisis kesesuaian sumber berita secara kritis.

Rambu-rambu untuk menghindari hoaks:

1. Hindari judul provokatif, sensasional, dan memancing emosi. Lakukan: Cari


referensi berita serupa dari situs online resmi dan bandingkan isinya.
2. Hindari alamat situs yang tidak terverifikasi dan ditulis oleh perseorangan
(misalnya blog pribadi). Lakukan: Cermati alamat URL situs dan pastikan situs
tersebut sudah terverifikasi sebagai situs resmi.
3. Hindari informasi yang hanya berasal dari satu sumber (pegiat ormas, tokoh
politik, atau pengamat). Lakukan: Periksa sumber berita dan keberimbangan berita
dari beberapa narasumber untuk mendapat gambaran yang utuh.
4. Hindari opini (pendapat dan kesan penulis berita yang cenderung subjektif).
Lakukan: Lihat fakta (peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti).
5. Jangan langsung percaya pada foto dan video dalam berita. Lakukan: Cek
keaslian foto dan video, misalnya dengan memanfaatkan mesin pencarian Google
Images.
6. Hindari berdiam diri atau spontan menyebar berita. Lakukan: Berpartisipasilah
dalam grup diskusi antihoaks untuk menanyakan kebenaran berita atau melihat
klarifikasi.

F. Menulis Berita

Menulis Berita Eksplanasi

Menulis teks berita eksplanasi melibatkan beberapa langkah sistematis untuk menyampaikan
informasi secara akurat dan efektif.

1. Mencari Sumber Berita: Teks berita berangkat dari sebuah peristiwa. Sumber berita
dapat berupa peristiwa, lembaga, tokoh yang mengalami peristiwa, tokoh yang terkait
atau mengetahui peristiwa tertentu, atau literatur.
2. Mengumpulkan Fakta-Fakta: Setelah menemukan sumber berita, gali fakta atau
data seputar sumber berita tersebut menggunakan pertanyaan ADIKSIMBA (Apa, Di
mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana).
3. Menulis Rancangan Berita: Berdasarkan fakta yang terkumpul, susunlah rancangan
berita. Teras berita mengandung enam unsur penting ADIKSIMBA sebagai inti
pemberitaan.
4. Menyunting: Baca kembali berita yang telah ditulis. Cermati penulisan huruf kapital
serta penggunaan tanda koma dan tanda titik. Pastikan berita berdasarkan fakta,
objektif, berimbang, lengkap, tepat, akurat, dan benar.
5. Merumuskan Judul: Judul berita merupakan bagian yang dilihat pertama kali oleh
pembaca dan harus menarik perhatian. Judul berita disusun sebagai ringkasan fakta-
fakta penting dan hanya berisi kata kunci yang mengungkapkan ide pokok berita.

Menjadi Pewarta Muda


Menyajikan berita secara lisan merupakan salah satu cara berkomunikasi. Seorang pewarta
berita yang baik perlu membuat pendengar memahami isi berita yang [Link]
membuat podcast berita:

1. Rekam suara menggunakan aplikasi merekam di ponsel.


2. Potret situasi yang sesuai dengan berita sebagai latar belakang podcast.
3. Unggah rekaman suara di YouTube atau Instagram, dan tulis judul berita yang
menarik pada caption.
4. Dalam naskah berita eksplanasi lisan, gunakan kalimat tunggal, kalimat majemuk,
konjungsi kronologis, konjungsi kausalitas, dan kata ganti.
ASESMEN FORMATIF: PILIHAN GANDA

SATUAN PENDIDIKAN : SMP..........


KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
TOPIK : Aksi Nyata Para Pelindung Bumi: Teks Berita Eksplanasi

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

● Mengonfirmasi prediksi isi teks berita eksplanasi.


● Menemukan arti kata melalui kamus/ensiklopedia.
● Membandingkan isi dan penyajian berita dari berbagai media.
● Mengenali fitur dan unsur kebahasaan dalam berita.
● Menyampaikan informasi berita secara akurat dan sistematis.

INDIKATOR PENCAPAIAN

Peserta didik:

● Mengidentifikasi struktur berita eksplanasi.


● Membedakan informasi utama dan tambahan dalam teks berita.
● Menggunakan kamus untuk memahami kosakata baru.
● Menganalisis perbedaan isi berita dari media cetak dan audiovisual.
● Menilai keakuratan informasi dalam teks berita.

KISI-KISI SOAL

No IPK Level Bentuk Soal


Kognitif
1 Mengonfirmasi prediksi isi teks eksplanasi C2 Pilihan
Ganda
2 Menggunakan kamus untuk mencari makna kata C3 Pilihan
Ganda
3 Mengenali fitur berita audiovisual C2 Pilihan
Ganda
4 Membedakan unsur teks berita eksplanasi C3 Pilihan
Ganda
5 Menganalisis perbedaan judul dan isi berita dari C4 Pilihan
media berbeda Ganda
6 Menyusun informasi secara sistematis dalam berita C4 Pilihan
sederhana Ganda
7 Menganalisis kejelasan informasi dalam berita C4 Pilihan
Ganda
8 Mengenali kalimat efektif dalam teks berita C3 Pilihan
Ganda
9 Menilai keakuratan berita dalam teks audiovisual C5 Pilihan
Ganda
10 Menafsirkan makna simbolis atau visual dalam berita C5 Pilihan
daring Ganda

SOAL PILIHAN GANDA

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat!

Soal 1 (Stimulus)
Bacalah kutipan teks berikut!

Kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Indonesia menyebabkan kabut asap pekat
yang berdampak pada gangguan kesehatan dan transportasi. Para relawan lingkungan
bahu-membahu memadamkan api dan memberikan bantuan logistik.

Pertanyaan:
Apa struktur bagian kutipan di atas?

A. Judul berita
B. Orientasi
C. Isi berita
D. Penutup
E. Teras berita

Kunci Jawaban: C

Soal 2
Kata relawan dalam kutipan di atas memiliki arti…

A. Orang yang suka memerintah


B. Orang yang bekerja demi imbalan
C. Orang yang bekerja tanpa dibayar secara sukarela
D. Orang yang memadamkan api profesional
E. Orang yang bertugas membuat berita

Kunci Jawaban: C

Soal 3 (Stimulus)

Siaran berita di televisi menampilkan gambar lokasi kejadian serta wawancara langsung
dengan warga.

Pertanyaan:
Fitur khas yang hanya terdapat dalam berita audiovisual adalah…

A. Judul berita
B. Bahasa formal
C. Visual dan audio langsung
D. Struktur teks eksplanasi
E. Kalimat aktif

Kunci Jawaban: C

Soal 4
Manakah dari berikut ini yang merupakan unsur kebahasaan teks berita eksplanasi?

A. Majas hiperbola
B. Kata kerja imperatif
C. Kata kerja mental
D. Kata sambung waktu
E. Kalimat tanya

Kunci Jawaban: C

Soal 5
Apa perbedaan mendasar antara berita daring dan berita cetak?

A. Daring memuat gambar, cetak tidak


B. Daring bisa diakses online dan cepat diperbarui
C. Berita cetak lebih terpercaya
D. Daring tidak menggunakan bahasa baku
E. Cetak tidak memuat data statistik

Kunci Jawaban: B
Soal 6
Susunan yang benar dalam teks berita eksplanasi adalah…

A. Pendahuluan – Penutup – Isi


B. Judul – Orientasi – Evaluasi
C. Judul – Teras – Isi – Simpulan
D. Judul – Latar – Konflik
E. Pembuka – Isi – Akhir cerita

Kunci Jawaban: C

Soal 7
Manakah informasi tambahan dalam teks berikut?

Akibat banjir, ratusan warga mengungsi ke balai desa. Mereka mendapat bantuan dari
pemerintah setempat.

A. Ratusan warga mengungsi


B. Balai desa digunakan sebagai tempat pengungsian
C. Banjir melanda
D. Warga mendapat bantuan
E. Banjir disebabkan hujan

Kunci Jawaban: D

Soal 8
Kalimat yang paling efektif digunakan dalam teks berita adalah…

A. Mereka itu yang mengungsi banyak sekali.


B. Para korban banjir itu mengungsi ke sana semua.
C. Warga terdampak banjir mengungsi ke balai desa.
D. Banyak warga, mereka lari.
E. Yang banjir itu, semua pergi.

Kunci Jawaban: C

Soal 9 (Stimulus)

Dalam berita televisi ditampilkan cuplikan banjir yang merendam jalan protokol di kota
besar.

Pertanyaan:
Apa kelebihan dari teks berita audiovisual berdasarkan kutipan tersebut?
A. Bisa dibaca kapan saja
B. Dilengkapi gambar dan suara nyata
C. Ditulis lebih panjang
D. Bahasanya baku dan rumit
E. Menggunakan ilustrasi kartun

Kunci Jawaban: B

Soal 10
Salah satu cara mengonfirmasi keakuratan berita daring adalah…

A. Membacanya berulang kali


B. Menghafal judulnya
C. Mencocokkan dengan sumber terpercaya lain
D. Membagikannya di media sosial
E. Mengomentarinya di kolom chat

Kunci Jawaban: C

RUBRIK PENILAIAN

Jumlah Jawaban Benar Skor Tiap Total Skor


Soal
10 10 100
9 10 90
8 10 80
7 10 70
6 10 60
<6 10 Remedial
ASESMEN FORMATIF AKHIR (BERBASIS PROYEK)

SATUAN PENDIDIKAN : SMP.........


KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Aksi Nyata Para Pelindung Bumi – Teks Berita Eksplanasi

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik:

● Mengkaji struktur, ciri, dan keakuratan teks berita eksplanasi.


● Mengembangkan kemampuan literasi informasi.
● Menyajikan teks berita sederhana secara lisan atau tertulis secara menarik dan akurat.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Peserta didik mampu:

● Menyusun teks berita eksplanasi berdasarkan fakta yang ditemukan.


● Menyampaikan berita secara lisan atau audiovisual dengan memperhatikan struktur
dan bahasa baku.
● Menunjukkan orisinalitas dan ketepatan dalam menyampaikan berita eksplanasi.

KISI-KISI PROYEK ASESMEN

No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Level Bentuk


Kognitif Tugas
1 Menyusun teks berita eksplanasi berdasarkan informasi C5 Proyek
yang dikumpulkan (Evaluasi)
2 Menyajikan teks berita dalam bentuk video atau C6 (Kreasi) Proyek
presentasi lisan yang menarik dan faktual
3 Menggunakan unsur kebahasaan dan struktur teks secara C4 Proyek
tepat dalam penyampaian berita (Analisis)

SOAL PROYEK (ASESMEN AKHIR)

Stimulus Proyek:

Aksi Nyata Pelindung Bumi


Bencana alam dan kerusakan lingkungan semakin sering terjadi di sekitar kita. Namun,
banyak juga individu dan kelompok yang melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestarian
bumi, seperti penghijauan, kampanye pengurangan plastik, hingga edukasi daur ulang.
Tindakan-tindakan inilah yang layak diberitakan kepada masyarakat luas agar menjadi
inspirasi.

Perintah Proyek:

Judul Proyek:
Menjadi Jurnalis Lingkungan Muda

Deskripsi Tugas:

1. Lakukan pengamatan atau wawancara terhadap seseorang, kelompok, atau kegiatan


nyata yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan di sekolah atau lingkungan
rumah.
2. Susun teks berita eksplanasi berdasarkan hasil pengamatan/wawancara. Panjang teks:
200–250 kata.
3. Sajikan berita tersebut dalam bentuk video atau presentasi lisan berdurasi 2–3 menit.
Gunakan bahasa baku dan struktur berita eksplanasi (judul, teras, isi, simpulan).
4. Sertakan sumber informasi dan dokumentasi (foto/video) sebagai pendukung keaslian
berita.

KUNCI JAWABAN / KRITERIA KEBENARAN

Teks berita harus memenuhi unsur:

● Judul berita yang sesuai


● Teras berita berisi informasi utama (5W+1H)
● Isi berita berkembang dari fakta yang dikumpulkan
● Simpulan atau ajakan
Menggunakan bahasa baku dan kalimat efektif
Video/presentasi menyampaikan informasi secara jelas dan menarik

RUBRIK PENILAIAN (Total Nilai: 100)

Aspek Penilaian Skor Kriteria


Maksimal
Struktur teks berita eksplanasi 20 Lengkap: judul, teras, isi, simpulan
sesuai struktur
Keakuratan dan relevansi 20 Fakta sesuai hasil observasi/wawancara;
informasi tidak mengada-ada
Penggunaan bahasa 15 Kalimat efektif, kata baku, tanda baca
(efektivitas, kebakuan) benar
Kreativitas penyajian 15 Menarik, ekspresif, dan sesuai dengan
(audio/visual/lisan) gaya penyampaian berita
Keterpahaman isi saat 10 Informasi tersampaikan dengan jelas dan
disampaikan runtut
Orisinalitas karya 10 Tidak menyalin, berasal dari observasi
atau pengalaman sendiri
Dokumentasi/Sumber 10 Menyertakan data pendukung (foto,
kutipan, referensi lokal, dll)

Total Skor Maksimal: 100


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

SATUAN PENDIDIKAN : SMP...............


KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Aksi Nyata Para Pelindung Bumi – Teks Berita Eksplanasi

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu:

● Mengidentifikasi dan menganalisis struktur serta ciri kebahasaan teks berita


eksplanasi.
● Membandingkan teks berita dari berbagai media.

● Menyusun dan menyajikan teks berita eksplanasi secara lisan dan tertulis dengan
menarik dan akurat.

ALAT DAN BAHAN

● Kamus/ensiklopedia cetak atau daring


● Laptop/ponsel untuk riset berita daring
● Buku catatan
● Kertas HVS atau aplikasi pengolah kata
● Video berita (untuk stimulus)
● Alat tulis dan alat perekam (bila perlu)

TUGAS / SOAL

STIMULUS:
Simak kutipan berita berikut ini:

“Hujan deras yang mengguyur Desa Tanjung Harapan menyebabkan banjir bandang yang
merusak beberapa lahan pertanian warga. Warga setempat, dibantu relawan lingkungan dan
aparat desa, segera melakukan evakuasi dan pembersihan puing. Mereka juga memulai
gerakan penanaman pohon di daerah sekitar sungai sebagai upaya mencegah bencana
serupa.”

PETUNJUK TUGAS:

1. Amati stimulus di atas dan cari informasi tambahan terkait isu lingkungan di
daerahmu (bisa dari berita cetak, daring, atau wawancara).
2. Identifikasi bagian struktur teks berita eksplanasi dari stimulus: judul, teras berita,
isi berita, dan simpulan.
3. Temukan ciri kebahasaan dalam teks tersebut, seperti kata kerja aktif, kalimat fakta,
dan istilah teknis.
4. Tugas utama: Tuliskan teks berita eksplanasi sebanyak 2 paragraf berdasarkan isu
nyata lingkungan yang kamu temukan.
Pastikan memuat struktur teks berita dan ciri kebahasaan yang benar.
5. Presentasikan teks berita tersebut secara lisan atau melalui rekaman video singkat
berdurasi 2–3 menit.

KUNCI JAWABAN (KRITERIA KEBENARAN)

Teks berita memuat struktur lengkap: judul, teras, isi, dan simpulan.
Menggunakan bahasa baku dan kalimat faktual.
Memuat ciri kebahasaan teks berita eksplanasi seperti kata kerja aktif dan istilah ilmiah.
Disampaikan secara sistematis dan menarik, baik secara lisan maupun video.

RUBRIK PENILAIAN (Total Nilai: 100)

No Aspek yang Dinilai Skor Kriteria Penilaian


Maksimal
1 Struktur Teks (judul, teras, isi, 25 Lengkap dan sesuai dengan kaidah
simpulan) teks berita eksplanasi
2 Ciri Kebahasaan Teks 15 Menggunakan kata kerja aktif, istilah
teknis, dan kalimat fakta
3 Ketepatan Informasi dan 20 Data akurat, berdasarkan hasil riset
Fakta atau observasi nyata
4 Kreativitas dan Kejelasan 20 Menarik, ekspresif, dan mudah
Penyajian (lisan/video) dipahami
5 Orisinalitas dan Kerapian 10 Tidak menjiplak, disusun dengan rapi
Tulisan dan sistematis
6 Kesesuaian dengan Tujuan 10 Semua bagian tugas LKPD
dan Instruksi LKPD dikerjakan sesuai petunjuk

TOTAL SKOR: 100

Anda mungkin juga menyukai