0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
377 tayangan31 halaman

Apresiasi Buku Fiksi dan Nonfiksi SMP

Modul ajar Bahasa Indonesia untuk kelas VII SMP ini bertujuan mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan daya kritis peserta didik melalui pembelajaran buku fiksi dan nonfiksi. Materi mencakup analisis teks, penyajian tanggapan, dan integrasi nilai-nilai Pancasila, serta melibatkan berbagai metode pembelajaran seperti diskusi dan eksplorasi. Pembelajaran juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajar dan penilaian.

Diunggah oleh

Tiara April Liza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
377 tayangan31 halaman

Apresiasi Buku Fiksi dan Nonfiksi SMP

Modul ajar Bahasa Indonesia untuk kelas VII SMP ini bertujuan mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan daya kritis peserta didik melalui pembelajaran buku fiksi dan nonfiksi. Materi mencakup analisis teks, penyajian tanggapan, dan integrasi nilai-nilai Pancasila, serta melibatkan berbagai metode pembelajaran seperti diskusi dan eksplorasi. Pembelajaran juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajar dan penilaian.

Diunggah oleh

Tiara April Liza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : SMP ............


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Nama Guru : .............
Kelas/ Semester : VII / Genap
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI Peserta Didik:

Peserta didik kelas VII di SMP ............. memiliki keberagaman dalam


kesiapan belajar. Beberapa peserta didik mungkin telah memiliki
pengetahuan awal yang baik tentang buku fiksi dan nonfiksi dari pendidikan
dasar sebelumnya, terbiasa dengan kegiatan membaca dan menulis, serta
memiliki akses yang luas ke media sosial dan internet. Namun, ada pula
peserta didik yang memiliki minat baca yang kurang, mungkin belum
terbiasa dengan berbagai jenis teks atau memerlukan pendampingan khusus
dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan maupun tertulis.
Minat peserta didik juga bervariasi, dengan sebagian menyukai fiksi dan
media sosial, sementara yang lain mungkin lebih tertarik pada topik faktual
atau kegiatan langsung. Latar belakang sosial dan akses terhadap fasilitas
daring juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan pembelajaran yang
inklusif dan terdiferensiasi.

Materi Pelajaran:

Materi pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII berfokus pada


pengembangan kemampuan berkomunikasi efektif, kreativitas, dan daya
kritis peserta didik, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-
21 serta mengukuhkan jati diri sebagai warga negara Indonesia yang
berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran ini akan mengajak peserta
didik menjelajahi dunia buku. Peserta didik akan belajar tentang sajian visual
dalam buku bergambar, bagian-bagian buku fiksi dan nonfiksi, merangkum,
teks tanggapan lisan, serta struktur dan unsur teks tanggapan. Analisis materi
akan mempertimbangkan relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik,
seperti mengenal ragam buku dan mengembangkan apresiasi terhadap
bacaan. Tingkat kesulitan materi akan disesuaikan secara bertahap, dimulai
dari pemahaman elemen dasar buku hingga penulisan teks tanggapan. Materi
juga akan mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila seperti
bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan mandiri.

Dimensi Profil Lulusan:

1. Bernalar Kritis: Peserta didik mampu memperoleh dan memproses


informasi serta gagasan, mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
mengolah informasi dan gagasan, serta menganalisis dan
mengevaluasi penalaran.
2. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang
orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
3. Kolaborasi: Peserta didik memiliki kemampuan kolaborasi,
termasuk komunikasi untuk mencapai tujuan bersama dan kerja
sama.
4. Kemandirian: Peserta didik memiliki pemahaman diri dan situasi
yang dihadapi, serta mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan
yang dihadapi.

DESAIN Capaian Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk
berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan
akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta
didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan
menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik
menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya
dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan
bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik
mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk
penguatan karakter.

Lintas Disiplin Ilmu :

● IPS (Menghubungkan isi buku nonfiksi (biografi tokoh sejarah)


dengan konteks sejarah Indonesia.)
● IPA (Mengaitkan buku nonfiksi ilmiah populer dengan pengetahuan
sains dasar.)
● TIK ( Membuat presentasi atau vlog ulasan buku menggunakan
teknologi.)

Topik Pembelajaran:

Membuka Gerbang Dunia: Apresiasi Buku Fiksi dan Nonfiksi.

Tujuan Pembelajaran:

Dengan mengkaji materi, gambar, dan bagian-bagian buku yang dibaca dan
diperdengarkan kepadanya, peserta didik mengembangkan apresiasi terhadap
bacaan fiksi dan nonfiksi serta berlatih menyajikan teks tanggapan lisan,
tertulis, dan audiovisual dengan efektif dan menarik.

● Peserta didik mampu memahami cerita dengan baik melalui kegiatan


prediksi.
● Peserta didik mampu melakukan inferensi terhadap bacaan dengan
baik.
● Peserta didik menafsirkan tokoh dengan bantuan gambar dengan
analitis.
● Peserta didik mengenali perbedaan dan persamaan bagian-bagian
pada buku fiksi dan nonfiksi dengan teliti.
● Peserta didik mampu menuliskan rangkuman terhadap bacaan dengan
sistematis.
● Peserta didik menerapkan strategi membaca dengan membuat peta
pikiran terhadap bacaan dengan baik.
● Peserta didik menganalisis tanggapan dengan menemukenali elemen
tanggapan dan menilai tanggapan tersebut secara kritis.
● Peserta didik mampu menyajikan tanggapan terhadap teks nonfiksi
secara lisan dengan efektif dan santun.
● Peserta didik mengenali ragam kalimat dalam teks tanggapan melalui
latihan mengategorikan kalimat dengan tepat.
● Peserta didik menemukenali struktur teks tanggapan dengan
mengategorikan tiap paragraf dalam struktur tersebut dengan tepat.
● Peserta didik mampu menyajikan tanggapannya terhadap sebuah
buku dengan baik dan efektif.
● Peserta didik mampu menyajikan tanggapannya terhadap sebuah
buku dengan menyajikannya secara lisan/audiovisual dalam media
yang dipilihnya secara baik dan efektif.

Praktik Pedagogis:

1. Problem Based Learning.


2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi.

Mitra Pembelajaran:

1. Penulis, ilustrator, penyunting, penata letak, dan pekerja buku


lainnya.
2. Perpustakaan daerah atau taman bacaan masyarakat.
3. Orang tua/wali peserta didik dalam kegiatan membaca bersama.

Lingkungan Pembelajaran:

1. Ruang Fisik: Kelas dengan pojok baca yang dilengkapi ragam buku
fiksi dan nonfiksi. Perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, atau
taman bacaan masyarakat.
2. Ruang Virtual: Laman Kemdikbud (misalnya Literacy Cloud, SIBI),
Goodreads, Wattpad, [Link], Line Webtoon, Kwikku, Medium,
Historia, Science Journal for Kids and Teens, YouTube, TikTok.
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin
tahu, dengan penekanan pada kecintaan terhadap buku.

Pemanfaatan Digital:

1. Perencanaan: Canva untuk membuat visual presentasi atau materi


ajar tambahan.
2. Pelaksanaan: Video dari YouTube, aplikasi TikTok untuk tanggapan
lisan.
3. Asesmen: Google Form untuk kuis formatif, Rubrik penilaian daring
untuk presentasi.

PENGALAMAN Pertemuan 1 (6x45 menit)


BELAJAR
Topik: Membedah Buku Bergambar: Mengamati Gambar untuk
Memprediksi Cerita & Memahami Suasana Cerita dan Emosi Tokoh dalam
Buku Bergambar.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan Tebak Buku, menggambarkan tokoh atau
menyebut kata kunci dari buku populer yang familiar bagi peserta
didik.
9. Guru mengajukan pertanyaan pemantik "Apa yang kalian sukai dari
buku tersebut?" atau "Bagian mana dari buku tersebut yang sangat
mengesankan kalian?"
10. Guru mengajak beberapa peserta didik untuk bercerita tentang buku
kesukaannya.
11. Peserta didik mengisi alat bantu Buku Favorit sesuai format umum,
seperti Contoh Jawaban Peserta Didik tentang Buku Favorit.
12. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa buku bergambar dapat mengangkat
berbagai tema abstrak dan sesuai untuk peserta didik SMP,
membantu mereka mengapresiasi dan menginterpretasi
gambar, cerita, dan bahasa.
2. Guru menampilkan gambar sampul cerita "Itam dan U".
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik diminta menafsir suasana peristiwa dan
memprediksi isi cerita melalui gambar.
2. Peserta didik membaca judul "Itam dan U" dan guru
menanyakan bagaimana gambar merefleksikan judul tersebut:
"Kira-kira, nama apakah Itam dan U?", "Adakah Itam dan U
pada gambar?", "Berasal dari daerah mana Itam dan U?", "Di
mana pernah mendengar nama tersebut?".
3. Peserta didik mengamati gestur tubuh tokoh pada gambar:
"Bagaimana sikap berdiri tokoh?", "Apa yang dipegangnya?
Apa yang dilihatnya?", "Kira-kira, apa yang dilakukannya?
Bagaimana perasaannya?", "Kira-kira, ia sedang berada di
mana?".
4. Peserta didik menebak isi cerita dengan memperkirakan judul
dan gambar sampul (contoh jawaban ada di ilustrasi umum,
seperti Contoh Jawaban Peserta Didik terhadap Pertanyaan).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru memotivasi peserta didik untuk memprediksi,
menekankan bahwa fokus kegiatan adalah argumentasi yang
diberikan, bukan kebenaran jawaban.
2. Guru memodelkan proses berpikir saat memprediksi.
3. Peserta didik membaca cerita "Itam dan U" dan menganotasi
kosakata atau frasa yang belum dimengerti.
4. Peserta didik mengamati gambar dengan teliti, menandai
warna dengan komposisi menarik atau objek yang
digambarkan secara menarik.
5. Setelah membaca, guru meminta peserta didik
mengklarifikasi prediksi yang telah dibuat sebelumnya: "Jadi
siapakah Itam dan U?", "Benarkah prediksi kalian?",
"Mengapa tokoh anak bersedih?", "Apa yang dialaminya?".
6. Peserta didik menjawab pertanyaan menanggapi jawaban
tentang suasana cerita dan emosi tokoh, menggunakan teknik
memindai untuk menemukan informasi (contoh jawaban ada
di ilustrasi umum, seperti Contoh Jawaban Peserta Didik
dalam Kegiatan Memahami Suasana Cerita dan Emosi Tokoh
pada Buku Bergambar, Jawaban Saya, dan Jawaban Teman
Saya).
7. Guru mendorong peserta didik mendiskusikan jawabannya
dengan pasangan, menggunakan pertanyaan: "Manakah
jawaban yang berbeda?", "Mana kalimat pada bacaan yang
mendukung jawabanmu?", "Mana kalimat pada bacaan yang
mendukung jawaban temanmu?".

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan prediksi cerita berdasarkan gambar.
2. Peserta didik memaparkan pemahaman mereka tentang
suasana cerita dan emosi tokoh.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru menilai kegiatan membaca berpasangan sesuai format
umum (seperti Penilaian Kegiatan Membaca Berpasangan).
2. Guru mengingatkan bahwa tujuan berdiskusi bukan mencari
jawaban benar/salah, melainkan bertukar perspektif.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


prediksi cerita dari gambar dan pemahaman suasana/emosi tokoh.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam memprediksi dan menganalisis cerita.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2 (6x45 menit)

Topik: Membedah Buku Bergambar: Menganalisis Sajian Visual dalam


Buku Bergambar & Mengenal Bagian-Bagian Buku: Membandingkan
Bagian-Bagian Buku Fiksi dan Nonfiksi.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana gambar bisa
menceritakan sesuatu?" dan "Apakah semua buku memiliki bagian
yang sama?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa pada kegiatan ini, peserta didik
akan menganalisis sajian visual sebagai pembaca, bukan
desainer, untuk memahami bahwa gambar dibuat untuk
menyampaikan pesan tertentu.
2. Guru memperkenalkan pentingnya buku cetak dan bagian-
bagiannya.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik menganalisis sajian visual dalam buku
bergambar "Itam dan U" dengan menjawab pertanyaan
tentang nada dan fokus gambar (contoh jawaban ada di
ilustrasi umum, seperti Contoh Jawaban Peserta Didik dalam
Kegiatan Telaah Gambar Itam dan U).
2. Guru perlu menekankan bahwa tidak ada jawaban tepat yang
tunggal untuk pertanyaan subjektif, dan mengingatkan peserta
didik untuk membaca teks yang mendukung gambar.
3. Guru dapat mengajak peserta didik mengunjungi laman
[Link] untuk menelaah aspek visual dan
cerita lebih mendalam. Guru juga dapat menyajikan buku
bergambar lain.
4. Guru meluangkan waktu khusus untuk mengajak peserta didik
ke perpustakaan sekolah dan umum untuk meminjam buku.
5. Sebelum mengeksplorasi buku cetak, minta peserta didik
mencurahkan gagasan tentang manfaat membaca buku cetak,
lalu arahkan untuk menyimpulkan: buku cetak lebih kredibel,
lebih nyaman dibaca, dan memiliki bagian yang membantu
menemukan informasi.
6. Dalam kelompok kecil, peserta didik memilih satu buku fiksi
dan satu buku nonfiksi, kemudian menuliskan bagian-
bagiannya pada alat bantu perbandingan sesuai format umum
(seperti Perbandingan Buku Fiksi dan Nonfiksi).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru meminta kelompok peserta didik menyimpulkan
pengamatan mereka dengan mendiskusikan pertanyaan:
"Apakah buku yang kalian pilih memiliki daftar isi?
Bagaimana daftar isi tersebut membantu kalian menemukan
informasi?", "Apakah terdapat glosarium dalam buku?
Informasi apa yang terdapat di dalamnya?", "Apakah terdapat
indeks pada buku tersebut? Apakah fungsinya?", "Apakah
ukuran huruf dalam bagian-bagian tersebut berbeda-beda?
Mengapa dibuat berbeda?", "Apakah bab dalam buku tersebut
memiliki judul bab? Apa yang dapat kalian simpulkan?".
2. Guru dapat memberikan ensiklopedia, kamus, buku peta, atau
terjemahan kitab suci untuk ditelaah bagian-bagiannya
sebagai kegiatan pengayaan.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil analisis sajian visual dalam
buku bergambar.
2. Peserta didik memaparkan perbandingan bagian-bagian buku
fiksi dan nonfiksi mereka.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru menilai kegiatan menelaah sajian visual sesuai format
umum (seperti Penilaian Kegiatan Menelaah Sajian Visual).
2. Guru menilai kegiatan membandingkan bagian buku fiksi dan
nonfiksi sesuai format umum (seperti Penilaian Kegiatan
Membandingkan Bagian Buku Fiksi dan Nonfiksi).
3. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang temuan peserta
didik.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


analisis sajian visual dan pengenalan bagian-bagian buku.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menganalisis visual dan struktur buku.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3 (6x45 menit)

Topik: Merangkum Buku: Merangkum Berdasarkan Gagasan Pokok &


Membuat Peta Pikiran untuk Merangkum.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara kita
mengingat isi buku yang panjang?" dan "Apakah ada cara kreatif
untuk meringkas informasi?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa kemampuan merangkum buku
penting untuk mengembangkan strategi belajar efektif,
membantu menyimpulkan inti sari gagasan, mengembangkan
kosakata, melatih kemampuan menulis, mengingat informasi,
dan menjadi pembaca yang baik.
2. Guru menjelaskan bahwa langkah-langkah merangkum buku
disajikan pada kegiatan merangkum berdasarkan gagasan
pokok dan membuat peta pikiran.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik berlatih mengenali gagasan pokok, dengan guru
mengingatkan kaidah dalam menentukan gagasan pokok:
apakah ada kalimat utama eksplisit, apakah jenis teksnya
fiksi/nonfiksi, apakah beberapa kalimat menyampaikan
gagasan pokok yang perlu diparafrasa.
2. Guru meminta peserta didik mengunduh buku "Aku Terbatas
tapi Tanpa Batas" dari laman Badan Bahasa dan mempelajari
rangkuman gagasan pokok.
3. Peserta didik berlatih membuat rangkuman buku yang
dipilihnya.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik menerapkan strategi membaca dengan membuat
peta pikiran. Guru dapat memperagakan proses
mengelompokkan ide dengan peta pikiran saat membaca.
2. Guru memperagakan cara membaca bagian parateks buku
(hak cipta, daftar isi, kata pengantar, sinopsis) secara sepintas
lalu untuk mengetahui ide dasar.
3. Selama membaca, guru memperagakan cara menandai
informasi pada buku dengan pensil atau stiker
(menggarisbawahi penting, melingkari kosakata sulit, tanda
tanya untuk informasi dipertanyakan).
4. Guru memperagakan cara menulis ide pokok dari setiap
subbab dan pertanyaan pada buku catatan.
5. Setelah membaca, guru melakukan membaca sepintas lalu
pada halaman buku dan buku catatan. Guru dapat menuliskan
ide paling umum pada bagian tengah peta pikiran, kemudian
menempatkan gagasan pokok sebagai cabang ide besar
tersebut.
6. Guru menarik garis-garis yang menghubungkan antar
gagasan. Contoh peta pikiran buku "Itam dan U" telah
disediakan dalam ilustrasi umum (seperti Peta Pikiran).

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan rangkuman buku berdasarkan
gagasan pokok.
2. Peserta didik memaparkan peta pikiran yang mereka buat
untuk merangkum.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang efektivitas strategi
merangkum.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap rangkuman dan peta
pikiran peserta didik.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


merangkum buku dan membuat peta pikiran.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam merangkum dan membuat peta pikiran.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 4 (6x45 menit)

Topik: Menyajikan Tanggapan terhadap Buku: Mencermati Tanggapan


terhadap Buku & Menyajikan Tanggapan secara Lisan dengan Efektif dan
Santun.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara kita
memberikan pendapat tentang sebuah buku?" dan "Apakah kita harus
selalu setuju dengan pendapat orang lain?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa teks tanggapan menyajikan
perspektif pembaca terhadap buku, dan penting untuk
mengenali beragam pendapat yang berbeda.
2. Guru menjelaskan bahwa sebuah tanggapan perlu memiliki
struktur dan isi yang baik.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Guru menyajikan teks tanggapan yang berbeda tentang
sebuah buku untuk membantu peserta didik memahami bahwa
teks tanggapan berperan untuk membuka dialog
antarpembaca.
2. Peserta didik membaca contoh teks tanggapan dari ilustrasi
umum.
3. Guru menjelaskan bahwa peserta didik dapat merespons isi,
bahasa, dan gambar buku saat menulis tanggapan, atau
elemen lain yang menarik perhatian mereka.
4. Peserta didik melatih kemampuan mereka menilai bahasa
yang digunakan dalam teks tanggapan dengan menjawab
pertanyaan tentang contoh tanggapan (contoh jawaban ada di
ilustrasi umum, seperti Contoh Telaah Peserta Didik terhadap
Teks Tanggapan).
5. Guru menutup kegiatan mengkaji teks tanggapan dengan
mengingatkan bahwa sebuah teks tanggapan sebaiknya
bersifat informatif, dan membuat pembaca ingin membaca
buku tersebut.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik menyampaikan opini tentang buku yang dibaca
dengan cara yang baik dan santun.
2. Peserta didik mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang
menilai efektivitas dan kesantunan gaya berkomunikasi
penulis teks tanggapan (contoh jawaban ada di ilustrasi
umum).
3. Peserta didik menilai kegiatan menyampaikan tanggapan lisan
sesuai format umum (seperti Penilaian Kegiatan
Menyampaikan Tanggapan Lisan).

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil pencermatan tanggapan
terhadap buku.
2. Peserta didik memaparkan tanggapan lisan terhadap teks
nonfiksi "B.J. Habibie, Perpaduan Kecerdasan dan Tekad".

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru memfasilitasi diskusi kelas dan memberikan umpan
balik terhadap hasil analisis tanggapan dan penyampaian
lisan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


mencermati tanggapan terhadap buku dan menyajikan tanggapan
secara lisan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menganalisis dan menyajikan tanggapan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 5 (6x45 menit)

Topik: Mengenali Ragam Kalimat dan Struktur Teks Tanggapan:


Mencermati Ragam Teks Tanggapan & Menganalisis Struktur Teks
Tanggapan & Menulis Teks Tanggapan & Membuat Tanggapan Lisan.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara menyajikan
pendapat yang kuat dan meyakinkan?" dan "Apakah ada format
khusus untuk menulis ulasan buku?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa dalam menyampaikan
tanggapannya, seorang pembaca dapat menyetujui, menolak,
atau memberikan saran kepada penulis.
2. Guru menjelaskan bahwa agar dapat menyajikan teks
tanggapan dengan baik, peserta didik perlu mempelajari
struktur teks tanggapan yang baik.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengklasifikasi pernyataan ke dalam kategori
menyetujui, menolak, atau memberikan saran.
2. Peserta didik menganalisis struktur teks tanggapan dengan
mengategorikan tiap paragraf dalam struktur tersebut
(konteks, deskripsi, penilaian), sesuai format umum (seperti
Analisis Struktur Teks Tanggapan).
3. Peserta didik berlatih menulis teks tanggapan sederhana
dalam tahapan pramenulis, menulis, dan penyuntingan yang
diperinci dalam lima langkah, seperti yang disebutkan dalam
kegiatan menulis.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru mengadakan sesi konsultasi untuk mengecek kemajuan
draf tulisan peserta didik, dapat dilakukan dalam kelompok
kecil atau dengan individu.
2. Guru menggunakan pertanyaan pengontrol pada skema
penulisan tanggapan untuk memeriksa kualitas draf.
3. Peserta didik menilai draf mereka sendiri dengan pertanyaan:
"Siapa pembaca sasaran teks tanggapan ini?", "Apakah
menurutnya teks tanggapan sudah cukup menarik?", "Apakah
teks tanggapan ini telah memiliki kalimat yang baik dan
santun di bagian pembuka, analisis, evaluasi, dan
penutupnya?".
4. Guru menjelaskan bahwa aplikasi TikTok banyak diminati
remaja dan dapat diperkaya materinya dengan pengetahuan
yang bermanfaat.
5. Peserta didik diajak menonton video tanggapan terhadap
produk atau resensi buku di TikTok, menyimak kelebihan dan
kekurangannya.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil pencermatan ragam teks
tanggapan.
2. Peserta didik memaparkan hasil analisis struktur teks
tanggapan.
3. Peserta didik menyajikan teks tanggapan tertulis mereka.
4. Peserta didik menyajikan tanggapan lisan/audiovisual dengan
merekam diri sedang meresensi buku di aplikasi kamera
ponsel atau TikTok.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


1. Guru dan peserta didik menggunakan rubrik penilaian
kegiatan menulis teks tanggapan sesuai format umum (seperti
Contoh Rubrik Penilaian Kegiatan Menulis Teks Tanggapan)
untuk mengevaluasi karya tulis.
2. Guru memfasilitasi diskusi tentang materi TikTok yang baik.
3. Guru membantu peserta didik menyebarkan video tanggapan
untuk mendapatkan "like".

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai ragam


kalimat dan struktur teks tanggapan, serta penulisan dan penyajian
tanggapan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, termasuk kegiatan pengayaan (eksplorasi resensi, jurnal
membaca).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menganalisis dan menciptakan tanggapan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6 (6x45 menit)

Topik: Asesmen Umum dan Refleksi.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan terakhir bab ini.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa saja yang sudah kita
pelajari di bab ini?" dan "Bagaimana kita bisa tahu apakah kita sudah
memahami materi dengan baik?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (Merefleksi – Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi Siswa pada Masalah:


1. Guru menjelaskan bahwa pada akhir pertemuan ini akan
diadakan asesmen umum untuk mengukur pemahaman
seluruh materi Bab 5.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengerjakan soal-soal asesmen umum yang
mencakup seluruh materi Bab 5 (misalnya, sesuai format soal
pada Kunci Jawaban Asesmen Umum Bab 5).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik melakukan refleksi individual terhadap
kemampuan dan proses belajar mereka sepanjang bab ini
(misalnya, Refleksi Peserta Didik seperti di Refleksi Peserta
Didik).
2. Guru mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan terhadap:
apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri,
dengan bantuan, atau tidak dipahaminya sama sekali.

MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)


● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyerahkan hasil asesmen umum dan lembar
refleksi mereka.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)


● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru menganalisis hasil asesmen umum untuk memetakan
kemampuan peserta didik sesuai tujuan pembelajaran.
2. Guru merumuskan kemampuan peserta didik dalam data
pemetaan sesuai format umum (seperti Pemetaan Kemampuan
Peserta Didik).
3. Guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab
berikutnya berdasarkan pemetaan ini, termasuk bimbingan
individual atau kelompok kecil (perancah) dan kegiatan
pengayaan untuk peserta didik yang melampaui kompetensi.
4. Guru mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan (misalnya,
apakah kegiatan dapat dilakukan mandiri, dengan bantuan,
atau tidak dipahami sama sekali).
5. Guru merefleksi strategi pembelajaran yang telah digunakan
(misalnya, Refleksi Strategi Pembelajaran seperti di Refleksi
Strategi Pembelajaran).

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah


dicapai di Bab 5.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan berdasarkan
hasil refleksi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
mereka sepanjang proses pembelajaran.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, .........., Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel
………….. ………….
Bahan Ajar : Membuka Gerbang Dunia

Tujuan Pembelajaran

Dengan mengkaji materi, gambar, dan bagian-bagian buku yang dibaca dan diperdengarkan
kepadanya, peserta didik mengembangkan apresiasi terhadap bacaan fiksi dan nonfiksi serta
berlatih menyajikan teks tanggapan lisan, tertulis, dan audiovisual dengan efektif dan
menarik.

Materi

A. Membedah Buku Bergambar

Buku bergambar adalah buku yang terdiri atas elemen teks dan gambar yang saling
mendukung. Melalui gambar, penulis lebih leluasa mengangkat permasalahan seperti konflik,
kematian, dan permasalahan sosial. Dengan beragamnya tema tersebut, buku bergambar tak
hanya sesuai untuk pembaca pemula, tetapi peserta didik SMP tetap dapat berlatih
mengapresiasi dan menginterpretasi sajian gambar, cerita, dan bahasa pada buku bergambar.

Mengamati Gambar untuk Memprediksi Cerita Membaca cerita dapat diawali dengan
memprediksi isi cerita melalui gambar sampul. Hal ini membantu mengaktifkan pengetahuan
awal pembaca tentang topik dan suasana yang akan dihadapi. Misalnya, dari sampul buku
"Itam dan U" , peserta didik dapat memprediksi siapa Itam dan U, bagaimana perasaan anak
pada gambar, dan suasana cerita yang ingin disampaikan penulis.

Memahami Suasana Cerita dan Emosi Tokoh dalam Buku Bergambar Selama membaca
buku bergambar, penting untuk menganotasi kosakata dan frasa yang belum dimengerti, serta
mengamati gambar untuk detail menarik. Setelah membaca, prediksi awal dapat diklarifikasi,
dan peserta didik dapat menjawab pertanyaan tentang cerita, seperti siapa tokohnya, bencana
apa yang dialami, dan bagaimana perasaan tokoh berubah sepanjang cerita.

Misalnya, dalam cerita "Itam dan U", Itam adalah seorang anak laki-laki dan U adalah pohon
kelapa. Bencana yang dialami Itam adalah tsunami, yang dikisahkan pada Bab 1. Perasaan
Itam berubah dari takut, panik, dan kesepian di Bab 1 ("Dari atas yang terlihat hanya air dan
air. Tidak ada Micel, tidak ada siapa pun. Kini hanya ada dia dan U, pohon kelapa itu.") ,
menjadi marah di Bab 2 ("Tidak! Aku tak mau menyerah! Aku tak mau pulang bersama Cik
Lam.” Itam berteriak dan berlari menjauh. Dia berlari menuju pantai.") , sedih dan iba di Bab
3 ("Cik Lam tampak berusaha tetap tersenyum. Itam mengamati Cik Lam yang kini diam
terus memperbaiki jala. Perlahan Itam mendekati Cik Lam dan meraih ujung jala. “Aku boleh
bantu, Cik Lam?” tanya Itam.") , rindu di Bab 4 ("Itam menahan napas. Itu pasti Micel! Micel
sudah pulang! “MICEEEEEL!” Itam berteriak memanggil.") , bersemangat di Bab 5 ("Inilah
dia, seribu gasing kejutan!” sorak Itam.") , bangga dan bahagia di Bab 6 ("Ini untuk kalian,”
ujar Itam sambil menuangkan isi tas.") , hingga sedih dan lega di Bab 7 ("Itam memeluk
pohon itu. “Aku mungkin tidak akan datang menemuimu setiap hari sekarang, U. Aku
mungkin sibuk dengan hal-hal lain.”").

Menganalisis Sajian Visual dalam Buku Bergambar Gambar memiliki tata bahasa visual,
termasuk nada (tone) dan fokus. Nada, yang dihasilkan dari pencampuran warna, biasanya
mewakili emosi (senang, ceria, optimistis, muram, sedih). Fokus ditunjukkan oleh objek yang
ukurannya paling besar atau paling jelas, mengarahkan perhatian pembaca. Dengan mengkaji
gambar, peserta didik memahami bahwa gambar dibuat untuk menyampaikan pesan tertentu.
Kemampuan ini penting untuk literasi kritis.

Contoh analisis gambar "Itam dan U":

● Gambar "Lari dari Smong": Fokus pada wajah Itam yang panik. Ilustrator memilih
warna hitam sebagai latar untuk menggambarkan emosi ketakutan dan suasana
mencekam saat tsunami terjadi.
● Gambar "Itam Memanggil Micel": Fokus pada anak yang melambai di belakang.
Itam digambarkan antusias dan bersemangat karena menyangka menemukan
sahabatnya, Micel, menunjukkan perasaan bahagia dan lega.
● Gambar "Seribu Gasing Kejutan": Warna kuning menonjol, menunjukkan Itam
mulai merasa bahagia dan optimis. Perbedaan menonjol dari gambar sebelumnya
adalah penggunaan warna yang lebih cerah, tidak mencekam lagi.
● Gambar "Melaut Bersama Cik Lam": Itam dan Cik Lam berada di laut, hendak
memancing. Gestur Itam menunjukkan perasaan lega, ikhlas, dan bahagia. Warna
yang digunakan dari Bab 1 hingga Bab 7 berubah dari sendu/gelap menjadi makin
cerah, menggambarkan suasana hati Itam yang perlahan berubah dari takut menjadi
ikhlas dan kembali bahagia.

B. Mengenal Bagian-Bagian Buku

Meskipun informasi melimpah dalam format digital, peserta didik perlu dibiasakan
mendapatkan informasi dengan membaca buku cetak. Buku cetak dibuat dengan proses
penyuntingan untuk memenuhi standar penerbitan, sehingga memuat materi yang lebih
kredibel dibandingkan buku digital. Membaca buku cetak juga lebih nyaman dan tidak
membuat mata lelah. Buku cetak memiliki bagian-bagian yang membantu pembaca
menemukan informasi.

Sampul buku umumnya memiliki bagian-bagian seperti judul buku, penulis buku, ilustrator
buku, punggung buku, sampul depan dan belakang buku, serta kode batang buku. Sinopsis
buku memberikan gambaran tentang isi buku dan membantu pembaca memutuskan apakah
buku sesuai dengan minatnya.

Halaman hak cipta memuat informasi tentang pembuat buku (penulis, ilustrator, editor,
desainer, dan anggota tim lainnya seperti penelaah dan penyelia), informasi penerbit, alamat
fisik dan daring penerbit buku, serta informasi hak cipta buku. Halaman daftar isi memuat
daftar judul bab dalam buku. Halaman penutup buku dapat terdiri atas referensi atau daftar
rujukan, glosarium atau catatan, serta biodata pembuat buku.

Membandingkan Bagian-Bagian Buku Fiksi dan Nonfiksi

● Buku fiksi adalah buku yang memuat cerita rekaan atau khayalan, seperti "Itam dan
U".
● Buku nonfiksi adalah buku yang berdasarkan fakta atau kenyataan.
Membandingkan bagian-bagian buku fiksi dan nonfiksi membantu mengenali fitur masing-
masing untuk mencari informasi.

C. Merangkum Buku

Kemampuan merangkum buku penting untuk mengembangkan strategi belajar. Melalui


kegiatan merangkum, peserta didik berlatih untuk menyimpulkan inti sari gagasan dari buku
yang menumbuhkan kebiasaan membaca efektif, mengembangkan kosakata melalui latihan
parafrasa, melatih kemampuan menulis, mengingat informasi, dan menjadi pembaca yang
baik.

Merangkum Berdasarkan Gagasan Pokok Rangkuman bisa didapatkan dengan membaca


setiap bab dalam buku dengan saksama, lalu menemukan gagasan pokok atau hal-hal penting.
Untuk buku fiksi, gagasan pokok dapat ditemukan melalui peristiwa penting dalam alur
cerita. Untuk buku nonfiksi, gagasan pokok dapat ditemukan dengan cara menentukan ide
pokok pada setiap paragraf atau hal-hal penting pada setiap bab. Setelah itu, setiap gagasan
utama disusun ke dalam satu karangan.

Contoh rangkuman buku nonfiksi "Aku Terbatas tapi Tanpa Batas" oleh Joko Sulistya:

1. Kisah Yulia kecil yang lebih senang bermain dengan teman laki-laki.
2. Kegiatan Yulia di bangku SMP yang banyak dihabiskan dengan kegiatan organisasi
dan ekstrakurikuler.
3. Yulia ingin merasakan naik pesawat seperti kakaknya yang sering bepergian ke
tempat jauh, berharap lolos ke Lomba Penelitian Siswa Nasional di Jakarta.
4. Yulia menyiapkan makalah penelitiannya untuk dikirimkan ke panitia lomba.
5. Yulia lolos lomba dan menjadi pemenang pertama.

Membuat Peta Pikiran untuk Merangkum Membuat peta pikiran merupakan strategi
membaca untuk meningkatkan pemahaman melalui pengelompokan ide yang muncul dalam
proses membaca dan mengaitkan satu ide dengan ide yang lain. Peta pikiran membantu
merancang rangkuman dengan mengatur pikiran secara visual, sehingga semua gagasan
pokok terlihat dan keterkaitannya mudah dipahami. Tidak ada aturan baku dalam membuat
peta pikiran; dapat berkreasi sebebasnya. Mulailah dengan judul buku atau topik, lalu buat
garis-garis cabang untuk setiap bab, poin-poin penting, dan keterkaitannya. Contoh peta
pikiran buku "Itam dan U" menunjukkan bagaimana ide-ide cerita diorganisir secara visual.

D. Menyajikan Tanggapan terhadap Buku

Mempelajari bagian-bagian buku dan cara memahami isinya melalui rangkuman akan
membantu dalam mencari informasi dan memberikan informasi pendukung saat menyajikan
buku secara lisan atau tertulis.

Mencermati Tanggapan terhadap Buku Teks tanggapan adalah teks yang berisi penilaian,
ulasan, atau resensi terhadap suatu karya (film, buku, novel, drama, dan sebagainya) sehingga
orang lain mengetahui kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Teks ini bertujuan
menyampaikan pengalaman seseorang saat membaca atau menonton sebuah karya. Membaca
teks tanggapan bermanfaat bagi para pembaca buku atau penonton film untuk mengetahui
buku dan tayangan yang baik dari perspektif orang lain. Sumber tanggapan dapat ditemukan
di media sosial dan komunitas pembaca buku seperti [Link] atau YouTube.

Teks tanggapan dapat memberikan komentar terhadap isi, bahasa, dan tampilan fisik buku.
Misalnya, tanggapan Rara terhadap buku "Itam dan U" mencakup:

● Isi: Rangkuman singkat cerita, kesan terhadap optimisme penulis meskipun ceritanya
sedih, serta pesan bahwa setiap orang harus melupakan masa lalunya.
● Bahasa: Adanya istilah bahasa Aceh dan saran untuk menambahkan glosarium.

● Tampilan Visual: Proses perubahan perasaan Itam digambarkan baik melalui


ilustrasi yang berubah warnanya dari gelap ke cerah. Sebuah teks tanggapan
sebaiknya bersifat informatif dan mampu membuat orang yang belum membaca buku
tersebut tertarik untuk membacanya.

Menyajikan Tanggapan secara Lisan dengan Efektif dan Santun Menyajikan tanggapan
secara lisan tentang buku atau film dapat membantu teman memilih bacaan atau tontonan
yang menarik. Hal-hal yang perlu diingat saat memaparkan tanggapan lisan:

1. Menggunakan sapaan yang santun, akrab, dan sesuai dengan usia pendengar.
2. Berbicara dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang baik, ramah, dengan volume
suara yang cukup keras, serta mengarahkan pandangan kepada pendengar atau
kamera.
3. Memilih kata-kata yang baik, formal, serta dapat dipahami oleh pendengar.

Contoh teks biografi singkat tentang B.J. Habibie dapat digunakan untuk berlatih
memaparkan tanggapan lisan. Pertanyaan yang dapat didiskusikan setelah paparan meliputi:
tema menarik, keunikan tokoh, kemudahan pemahaman, dan pesan yang berguna untuk
diamalkan.

E. Mengenali Ragam Kalimat dan Struktur Teks Tanggapan

Mencermati Ragam Teks Tanggapan Dalam menanggapi buku, kita mungkin setuju, tidak
setuju, atau memberikan saran kepada penulis. Ragam kalimat yang digunakan dalam teks
tanggapan mencerminkan hal ini:

1. Tanggapan yang menguatkan atau menyetujui: Menggunakan kalimat persetujuan.


2. Tanggapan yang menolak: Menggunakan kalimat penolakan dan gestur penghalusan
(umumnya ditandai dengan konjungsi akan tetapi).
3. Tanggapan yang memberikan saran: Memberikan saran perbaikan setelah
menunjukkan kelemahan.

Contoh kalimat tanggapan dan klasifikasinya:

1. “Di buku ini ada beberapa istilah dalam bahasa Aceh, seperti gampong, Cik, dan
Smong. Saya bisa mengira-ngira artinya. Namun, akan lebih baik kalau di bagian
akhir penulis memberi daftar glosarium.” (Memberikan saran)
2. “Meskipun cerita dalam buku ini sedih, penulis mengakhiri cerita dengan optimisme.
Penulis seolah menyampaikan pesan bahwa setiap orang harus melupakan masa
lalunya.” (Menyetujui pendapat penulis)
3. “Proses perubahan perasaan Itam digambarkan dengan baik sekali melalui ilustrasi
yang berubah warnanya dari gelap ke cerah. Saya suka sekali buku ini.” (Menyetujui
pendapat penulis)

Menganalisis Struktur Teks Tanggapan Sebuah teks tanggapan buku memiliki struktur
sebagai berikut:

1. Konteks: Berisi pengenalan buku yang akan ditanggapi.


2. Deskripsi: Berisi penjelasan lebih detail tentang isi buku, dari ide cerita, alur, sampai
tokoh-tokohnya.
3. Penilaian: Berisi penilaian pribadi pembaca terhadap buku, termasuk di dalamnya
kekurangan, kelebihan, dan saran untuk buku.

Contoh analisis struktur teks tanggapan Rara untuk buku "Itam dan U":

● Konteks: "Itam dan U merupakan cerita fiksi yang mengangkat kisah seorang anak
bernama Itam saat tsunami terjadi di Aceh. Buku bergambar ini dilengkapi ilustrasi
yang mengaduk-aduk emosi."
● Deskripsi: "...Itam terpisah dari teman bermainnya saat itu, yaitu Micel, saat gempa
terjadi. Itam dihantam oleh gelombang air laut yang tinggi, lalu diombang-ambingkan
hingga akhirnya ia tersangkut di sebatang pohon kelapa. Ia menunggu di sana hingga
diselamatkan oleh tim penyelamat. Sayang, Itam tak dapat berjumpa dengan Micel,
juga orang tuanya. Itam terus mencari keluarganya dan merasa putus asa. Itam terus
menunggu di pohon kelapa dan menghitung jumlah hari yang dilaluinya dengan
menggambarnya di batang U, pohon kelapa itu."
● Penilaian: "Buku yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek ini juga mengingatkan
saya untuk lebih menyayangi keluarga saya. Menurut saya, buku ini cocok untuk
dibaca siapa saja, terlebih mereka yang menyukai gambar dan ilustrasi."

Menulis Teks Tanggapan Menulis resensi buku melibatkan langkah-langkah penulisan teks
tanggapan yang meliputi:

1. Identitas Buku: Judul buku, penulis, ilustrator, penerbit, tahun terbit, jumlah
halaman, dan ukuran buku.
2. Pembuka: Gambaran umum buku, misalnya alasan menyukai buku.
3. Analisis: Sinopsis singkat isi buku, tema, kesan terhadap tokoh, dan alur cerita.
4. Evaluasi: Penilaian pribadi tentang buku, cocok untuk siapa, kapan dinikmati, serta
saran-saran.

Membuat Tanggapan Lisan Membuat tanggapan lisan (audiovisual) di media sosial, seperti
TikTok, dapat menjadi cara kreatif untuk menyajikan tanggapan terhadap buku. Tanggapan
ini dapat direkam sambil memberikan komentar langsung atau membacakan teks tanggapan
yang sudah dibuat. Foto, teks, atau lagu latar dapat ditambahkan agar video lebih menarik.
ASESMEN FORMATIF PROSES PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : SMP ..............


KELAS / SEMESTER : VII / GENAP
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
TOPIK : Membuka Gerbang Dunia: Apresiasi Buku Fiksi dan
Nonfiksi

TUJUAN PEMBELAJARAN

● Peserta didik dapat membedakan bagian-bagian buku fiksi dan nonfiksi.


● Peserta didik dapat menyimpulkan isi bacaan berdasarkan strategi membaca (inferensi
dan peta pikiran).
● Peserta didik dapat menganalisis tanggapan terhadap buku.

● Peserta didik dapat menyajikan tanggapan terhadap bacaan secara lisan dan tertulis.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Level Kognitif


1 Mengidentifikasi bagian-bagian buku fiksi dan nonfiksi C1 – Mengingat
2 Menyimpulkan isi teks fiksi dan nonfiksi C2 – Memahami
3 Menganalisis elemen tanggapan dalam teks C4 – Menganalisis
4 Mengevaluasi tanggapan terhadap bacaan C5 – Mengevaluasi
5 Menentukan struktur teks tanggapan C3 – Menerapkan

KISI-KISI SOAL

No Indikator Bentuk Level Nomor


Soal Kognitif Soal
1 Mengidentifikasi bagian buku Pilihan C1 1
fiksi/nonfiksi Ganda
2 Menyimpulkan isi bacaan Pilihan C2 2
Ganda
3 Menyusun peta pikiran sederhana Pilihan C3 3
Ganda
4 Menganalisis elemen tanggapan Pilihan C4 4, 5
Ganda
5 Menentukan struktur teks tanggapan Pilihan C3 6
Ganda
6 Menafsirkan tokoh dari gambar Pilihan C4 7
Ganda
7 Membandingkan bagian buku fiksi dan Pilihan C3 8
nonfiksi Ganda
8 Mengevaluasi tanggapan terhadap Pilihan C5 9, 10
bacaan Ganda

SOAL PILIHAN GANDA

Stimulus Soal 1–2:

Bacalah kutipan berikut!

"Kisah ini dimulai dari seorang anak bernama Gibran yang gemar menanam pohon. Suatu
hari, ia bermimpi berada di negeri tanpa pohon. Semua udara kotor, tanah tandus, dan
makhluk hidup menderita. Ia pun sadar akan pentingnya merawat bumi.”

1. Berdasarkan kutipan tersebut, bagian manakah yang merupakan ciri khas teks fiksi?
A. Penyajian data dan fakta
B. Penggunaan tokoh rekaan
C. Penyebutan narasumber
D. Penjabaran struktur tanah
E. Penjelasan ilmiah tentang mimpi

Kunci: B

2. Apa kesimpulan yang tepat dari teks tersebut?


A. Mimpi adalah bagian dari kenyataan.
B. Menanam pohon bisa menyebabkan mimpi aneh.
C. Merawat bumi penting untuk kehidupan.
D. Gibran tidak ingin tidur lagi.
E. Udara bersih berasal dari mesin filter.

Kunci: C

3. Berikut ini yang merupakan bentuk peta pikiran yang tepat untuk teks nonfiksi
adalah …
A. Kronologi tokoh
B. Sebab-akibat
C. Deskripsi tokoh
D. Gaya bahasa
E. Judul cerita

Kunci: B

4. Perhatikan pernyataan berikut!

“Buku ini sangat inspiratif karena penulis menyajikan solusi nyata untuk menjaga hutan.”

Kalimat di atas merupakan bagian dari...


A. Rangkuman isi buku
B. Struktur teks eksplanasi
C. Elemen tanggapan
D. Deskripsi latar
E. Pengenalan tokoh

Kunci: C

5. Pernyataan berikut yang merupakan evaluasi terhadap buku adalah…


A. Buku ini terdiri dari 5 bab.
B. Buku ini menggunakan kalimat sederhana.
C. Buku ini perlu ditingkatkan penyajiannya karena terlalu banyak kutipan.
D. Buku ini diterbitkan tahun 2021.
E. Buku ini mengisahkan pengalaman pribadi tokoh.

Kunci: C

6. Struktur teks tanggapan meliputi...


A. Pendahuluan – isi – penutup
B. Orientasi – komplikasi – resolusi
C. Evaluasi – deskripsi teks – penegasan ulang
D. Evaluasi – deskripsi teks – penegasan posisi
E. Pengenalan tokoh – latar – konflik

Kunci: D

7. Gambar seorang anak sedang menyelamatkan seekor kucing dari genangan banjir.
Apa karakter tokoh yang dapat disimpulkan dari gambar tersebut?
A. Jahil dan tidak peduli
B. Pemarah dan sombong
C. Penolong dan peduli
D. Pemberani dan nakal
E. Sederhana dan lucu

Kunci: C

8. Berikut ini perbedaan bagian buku fiksi dan nonfiksi adalah...


A. Buku fiksi memuat grafik data, buku nonfiksi memuat tokoh
B. Buku fiksi memiliki glosarium, buku nonfiksi tidak
C. Buku fiksi bertujuan menghibur, nonfiksi memberikan informasi
D. Buku fiksi tidak memiliki sampul, buku nonfiksi memiliki
E. Buku fiksi memiliki daftar pustaka, nonfiksi tidak

Kunci: C

9. Kalimat berikut merupakan bentuk tanggapan terhadap teks fiksi, kecuali...


A. Alur cerita terlalu cepat dan membingungkan
B. Tokoh utama sangat inspiratif
C. Setting tempat kurang dijelaskan
D. Buku ini memberikan informasi ilmiah
E. Konflik yang disajikan sangat menarik

Kunci: D

10. Bacalah pernyataan berikut!

“Saya merekomendasikan buku ini kepada teman-teman karena ceritanya seru dan
menyentuh.”

Pernyataan di atas termasuk dalam bagian...


A. Penilaian akhir
B. Evaluasi awal
C. Struktur teks cerita
D. Pendapat narator
E. Pengantar buku

Kunci: A

RUBRIK PENILAIAN

Skor Benar Nilai Akhir


10 100
9 90
8 80
7 70
6 60
5 atau kurang Remedial
ASESMEN FORMATIF AKHIR (BERBASIS PROYEK)

SATUAN PENDIDIKAN : SMP..................


KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Membuka Gerbang Dunia: Apresiasi Buku Fiksi dan Nonfiksi

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mengembangkan apresiasi terhadap bacaan fiksi dan nonfiksi serta menyajikan
tanggapan dalam bentuk lisan, tertulis, atau audiovisual dengan efektif dan menarik, melalui
pengkajian materi, gambar, dan bagian-bagian buku.

INDIKATOR PENCAPAIAN

No Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menyimpulkan isi bacaan fiksi atau nonfiksi secara tepat.
2. Menyusun peta pikiran atau rangkuman dari teks fiksi/nonfiksi.
3. Menganalisis tokoh dan alur dari bacaan fiksi.
4. Menyusun dan menyajikan tanggapan terhadap bacaan secara lisan atau audiovisual
dengan runtut, santun, dan menarik.

KISI-KISI PROYEK

No IPK Aktivitas Proyek Level


Kognitif
1 Menyimpulkan isi bacaan Membuat ringkasan cerita atau isi buku C2
2 Menyusun peta pikiran atau Menyajikan visualisasi isi bacaan (peta C3
tanggapan konsep/rangkuman)
3 Menganalisis tokoh dan Menafsirkan sifat tokoh/alur cerita C4
alur berdasarkan isi bacaan
4 Menyajikan tanggapan Membuat video tanggapan bacaan fiksi C5
atau nonfiksi

SOAL (PROYEK SAJA - HOTS)

Judul Proyek: “Tanggapan Kreatif atas Buku Pilihanmu!”

Stimulus:
Pilih satu buku fiksi atau nonfiksi yang sudah kamu baca. Bacaan ini boleh dari
perpustakaan sekolah atau buku digital yang tersedia. Tujuan kamu adalah menyampaikan
tanggapan terhadap buku tersebut secara menarik dan orisinal.
Tugas Proyek:

1. Buatlah ringkasan isi buku dengan menggunakan peta pikiran atau diagram alur.
2. Analisis tokoh (jika fiksi) atau tema dan informasi utama (jika nonfiksi) yang
menurutmu paling menonjol.
3. Tulis sebuah tanggapan pribadi terhadap buku tersebut:
o Apa yang kamu sukai/tidak sukai dari buku tersebut?
o Apa pesan yang kamu peroleh?
o Bagaimana relevansi isi buku dengan kehidupan sehari-hari?
4. Sajikan hasil tanggapanmu dalam bentuk video singkat (1–3 menit) atau poster
digital.
o Sertakan judul buku, pengarang, dan ringkasan isi
o Tambahkan pendapatmu secara lisan/tulisan

KUNCI JAWABAN (Kriteria)

Tidak ada kunci jawaban tetap karena proyek bersifat terbuka. Penilaian difokuskan pada:

● Ketepatan isi ringkasan atau peta pikiran


● Kedalaman analisis terhadap isi buku
● Kejelasan dan kreativitas dalam menyampaikan tanggapan
● Ketepatan struktur dan bahasa
● Media penyajian (visual atau audiovisual) yang menarik dan sesuai

RUBRIK PENILAIAN PROYEK (Total Nilai: 100)

Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian


Maksimal
Ringkasan/Peta Pikiran 20 Isi lengkap, runtut, sesuai ide pokok
Analisis Tokoh/Tema 20 Tepat, mendalam, sesuai bacaan
Tanggapan Pribadi 20 Reflektif, kritis, dan jujur
Media Presentasi (Video/Poster) 20 Menarik, informatif, rapi
Bahasa dan Struktur Penyampaian 20 Baku, santun, komunikatif

TOTAL NILAI: 100


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

SATUAN PENDIDIKAN : SMP...............


KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Membuka Gerbang Dunia: Apresiasi Buku Fiksi dan
Nonfiksi

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami dan menganalisis isi serta bagian-bagian dari buku fiksi dan
nonfiksi melalui strategi membaca kritis, lalu menyajikan tanggapan terhadap buku tersebut
dalam bentuk lisan, tertulis, atau audiovisual dengan sistematis, efektif, dan menarik.

ALAT DAN BAHAN

● Buku fiksi/nonfiksi (boleh dari perpustakaan/digital)


● Buku catatan
● Kartu konsep / peta pikiran
● Laptop/gawai (jika membuat video tanggapan)
● Akses internet (jika dibutuhkan untuk referensi buku)

TUGAS / SOAL

Judul LKPD: "Tanggapanku untuk Buku yang Kubaca"

Stimulus:
Kamu telah membaca salah satu buku fiksi atau nonfiksi. Sekarang saatnya kamu
menunjukkan pemahaman dan pendapatmu secara kreatif dan reflektif.

Langkah Kerja:

1. Identifikasi Buku
o Judul Buku: _____________________
o Penulis: ________________________
o Jenis Buku: Fiksi / Nonfiksi (lingkari)
2. Pemetaan Isi Buku (Peta Pikiran / Diagram Alur)
Buat peta pikiran atau diagram yang menggambarkan isi utama buku tersebut.
3. Analisis Isi
o Siapa tokoh utama (jika fiksi)?
o Apa pokok pembahasan (jika nonfiksi)?
o Apa pesan atau pelajaran dari buku tersebut?
4. Tanggapan Pribadi (Tulis dalam 1 paragraf minimal 100 kata)
Jelaskan pendapatmu terhadap isi buku tersebut. Gunakan alasan yang logis dan
contoh dari isi buku.
5. Sajikan Tanggapanmu
o Pilih salah satu bentuk penyajian:
a. Tulisan dalam lembar tanggapan
b. Video singkat (1–3 menit)
c. Poster digital
o Tampilkan: Judul buku, ringkasan, dan pendapatmu

KUNCI JAWABAN

Tidak ada jawaban tunggal. Penilaian berdasarkan kesesuaian isi, kejelasan tanggapan, dan
kreativitas penyajian sesuai rubrik di bawah.

RUBRIK PENILAIAN

Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian


Maksimal
Identifikasi Buku 10 Judul dan penulis lengkap; jenis buku sesuai
Peta Pikiran / Diagram Isi 20 Memuat isi utama secara runtut dan jelas
Analisis Tokoh / Tema 20 Analisis mendalam, sesuai dengan isi buku
Tanggapan Pribadi 25 Reflektif, jujur, menggunakan alasan yang
logis dan bahasa yang tepat
Penyajian 25 Media yang dipilih digunakan secara menarik
(Teks/Video/Poster) dan komunikatif
TOTAL NILAI 100

Anda mungkin juga menyukai