MODUL AJAR
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : SMP .............
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Nama Guru : ..............
Kelas/ Semester : VII / Genap
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI Peserta Didik:
Peserta didik kelas VII di SMP ....... memiliki keberagaman dalam kesiapan
belajar. Beberapa peserta didik mungkin telah memiliki pengetahuan awal
tentang jenis-jenis surat dan pesan dari pendidikan dasar sebelumnya,
terbiasa dengan kegiatan berkomunikasi lisan maupun tertulis, serta memiliki
akses yang luas ke media sosial dan internet. Namun, ada pula peserta didik
yang mungkin belum terbiasa dengan berbagai jenis teks tertulis formal atau
memerlukan pendampingan khusus dalam mengembangkan keterampilan
berkomunikasi efektif, santun, dan kritis. Minat peserta didik juga bervariasi,
dengan sebagian menyukai media sosial, sementara yang lain mungkin lebih
tertarik pada bentuk komunikasi tradisional. Latar belakang sosial dan akses
terhadap fasilitas daring juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan
pembelajaran yang inklusif dan terdiferensiasi.
Materi Pelajaran:
Materi pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII berfokus pada
pengembangan kemampuan berkomunikasi efektif, kreativitas, dan daya
kritis peserta didik, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-
21 serta mengukuhkan jati diri sebagai warga negara Indonesia yang
berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran ini akan mencakup berbagai
jenis teks, dimulai dengan pesan dan surat. Peserta didik akan belajar tentang
jenis-jenis pesan dan unsur surat yang dibaca, serta mengembangkan
keterampilan berkomunikasi efektif, santun, dan kritis secara lisan dan tulis
melalui beragam media. Analisis materi akan mempertimbangkan relevansi
dengan kehidupan nyata peserta didik, seperti penggunaan surat pribadi,
surat resmi, dan pesan daring. Tingkat kesulitan materi akan disesuaikan
secara bertahap, dimulai dari pengenalan unsur dasar surat hingga analisis
fakta dan opini dalam ruang bincang daring dan penulisan surat. Materi juga
akan mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila seperti bernalar
kritis, kreatif, bergotong royong, dan mandiri.
Dimensi Profil Lulusan:
1. Bernalar Kritis: Peserta didik mampu memperoleh dan memproses
informasi serta gagasan, mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
mengolah informasi dan gagasan, serta menganalisis dan
mengevaluasi penalaran.
2. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang
orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
3. Kolaborasi: Peserta didik memiliki kemampuan kolaborasi,
termasuk komunikasi untuk mencapai tujuan bersama dan kerja
sama.
4. Kemandirian: Peserta didik memiliki pemahaman diri dan situasi
yang dihadapi, serta mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan
yang dihadapi.
DESAIN Capaian Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk
berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan
akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta
didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan
menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik
menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya
dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan
bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik
mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk
penguatan karakter.
Lintas Disiplin Ilmu :
● TIK (Penggunaan surat elektronik (email) dan etika komunikasi
digital)
● IPS ( Pemahaman konteks sosial budaya dalam komunikasi surat.)
● PAI (Menanamkan nilai-nilai kesantunan dan kejujuran dalam
berkomunikasi tertulis.)
Topik Pembelajaran:
Sampaikan Melalui Surat: Komunikasi Efektif dan Santun.
Tujuan Pembelajaran:
Dengan mengenali dan mendiskusikan jenis-jenis pesan dan unsur surat yang
dibaca, peserta didik mengembangkan keterampilan berkomunikasi efektif,
santun, dan kritis secara lisan dan tulis melalui beragam media.
● Peserta didik mampu mengakses informasi dan menganalisis tujuan
penulisan surat secara tepat.
● Peserta didik mengenal surat resmi dengan menganalisis bentuk, isi
bahasanya, dan membandingkannya dengan surat pribadi dengan
baik.
● Peserta didik memahami isi surat resmi dengan berlatih
menggunakan kosakata baru dalam beragam konteks dengan baik.
● Peserta didik membandingkan surat pribadi dan surat resmi dengan
menemukenali perbedaan bentuk, unsur, tujuan, serta aspek
kebahasaan dalam surat pribadi dan surat resmi dengan teliti.
● Peserta didik mendiskusikan perbandingan surat pembaca dan surat
resmi dengan merujuk kepada informasi pendukung, yaitu aspek
surat, dengan baik.
● Peserta didik mengenali konteks dan mitra bincang dalam kegiatan
komunikasi dengan menganalisis kata sapaan untuk pembicaraan di
media sosial dengan baik.
● Peserta didik berkomunikasi secara tertulis dengan menulis pesan
secara ringkas dan santun.
● Peserta didik mendiskusikan analisisnya terhadap informasi di ruang
bincang daring dengan memberikan saran untuk pengambilan
keputusan secara kritis.
● Peserta didik mengembangkan analisis dan refleksinya dengan
menulis saran untuk pengambilan keputusan secara bijak.
● Peserta didik berlatih menulis surat resmi dengan melengkapi draf
surat dengan kosakata baku yang tepat.
● Peserta didik berlatih berkomunikasi secara tertulis sesuai tujuan dan
konteks dengan menulis surat pribadi kepada seorang sahabat
menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun.
● Peserta didik berlatih berkomunikasi secara tertulis sesuai tujuan dan
konteks dengan menulis surat pribadi kepada seorang sahabat di
media sosial daring menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun.
Praktik Pedagogis:
1. Problem Based Learning.
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi.
Mitra Pembelajaran:
1. Orang tua/wali peserta didik terkait pendampingan penggunaan
internet secara bijak dan menyampaikan pendapat secara cermat dan
santun.
2. Perpustakaan umum sebagai sumber buku fiksi tentang surat.
3. Komunitas atau ahli media sosial untuk berbagi pengalaman.
Lingkungan Pembelajaran:
1. Ruang Fisik: Kelas dengan mading surat yang berisi contoh surat
pribadi, surat resmi, surat pembaca, dan tangkapan layar percakapan
daring.
2. Ruang Virtual: Aplikasi WhatsApp, Line, Facebook, Instagram,
Twitter, Telegram, laman berita daring, Blogspot untuk eksplorasi
pesan digital.
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin
tahu, dengan penekanan pada etika berkomunikasi.
Pemanfaatan Digital:
1. Perencanaan: Canva untuk membuat visual presentasi atau materi
ajar tambahan.
2. Pelaksanaan: Aplikasi WhatsApp/Line, Blogspot, Instagram untuk
eksplorasi pesan daring.
3. Asesmen: Google Form untuk kuis formatif, Rubrik penilaian daring
untuk presentasi.
PENGALAMAN Pengalaman Belajar
BELAJAR
Pertemuan 1 (6x45 menit)
Topik: Mengenal Surat Pribadi dan Surat Resmi: Menganalisis Isi dan
Tujuan dalam Surat Pribadi & Menganalisis Isi dan Tujuan dalam Surat
Resmi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan membuat mading surat yang berisi contoh
surat pribadi, surat resmi, surat pembaca, dan tangkapan layar
percakapan di ruang bincang.
9. Guru mengajak peserta didik berdiskusi berpasangan dan
mencurahkan pengetahuan yang dimilikinya terkait kegiatan surat-
menyurat, seperti contoh pada Contoh Jawaban Peserta Didik (Curah
Gagasan).
10. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Pernahkah kalian menerima
atau mengirim surat?" dan "Surat apa saja yang pernah kalian terima
atau kirim?"
11. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)
● Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa surat-menyurat merupakan salah
satu kegiatan berbahasa dalam komunikasi tertulis,
melibatkan penulis, isi surat, dan pembaca.
2. Guru menjelaskan bahwa penulis surat dapat menyampaikan
pesannya secara efektif apabila bahasa yang dipergunakannya
dapat mengungkapkan isi surat, kedudukan penulis, dan
melihat target pembaca surat.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik diajak untuk melihat bentuk, isi, dan bahasa
yang digunakan dalam menulis surat pribadi.
2. Peserta didik membaca contoh surat pribadi secara mandiri
atau disimak saat guru membacakan dengan lantang.
3. Peserta didik menjawab pertanyaan terkait surat pribadi ini
(seperti pada Kegiatan 1) untuk mengakses informasi dan
menganalisis maksud serta tujuan penulis surat.
4. Setelah melihat dan menganalisis surat pribadi, peserta didik
diajak melihat bentuk, isi, dan bahasa yang digunakan dalam
surat resmi.
5. Guru menjelaskan bahwa surat adalah sebuah komposisi atau
karangan yang terikat oleh kaidah khusus surat-menyurat,
yang terlihat lebih jelas dalam surat resmi.
6. Peserta didik membaca senyap, mencermati contoh surat
resmi, dan menjawab pertanyaan.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru mencatat partisipasi dan kemampuan peserta didik
dalam menganalisis isi dan tujuan surat pribadi sesuai format
umum (seperti Penilaian Analisis Isi dan Tujuan Surat
Pribadi).
2. Peserta didik secara individu mengisi kosakata berpartikel
'pra-' untuk memahami isi surat resmi dan menggunakan
kosakata baru dalam konteks berbeda.
3. Peserta didik membandingkan surat pribadi dan surat resmi
dengan menemukenali perbedaan bentuk, unsur, dan tujuan
kedua surat, serta perbedaan unsur kebahasaan.
4. Peserta didik mengisi alat bantu Unsur-Unsur Surat sesuai
format umum (seperti Unsur-Unsur Surat).
MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil analisis isi dan tujuan surat
pribadi.
2. Peserta didik memaparkan hasil analisis isi dan tujuan surat
resmi.
3. Peserta didik menyajikan hasil perbandingan surat pribadi dan
surat resmi.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang temuan peserta didik
dan mengklarifikasi pemahaman.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil analisis dan
perbandingan peserta didik.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pengenalan surat pribadi dan surat resmi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menganalisis dan membandingkan jenis surat.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2 (6x45 menit)
Topik: Mengenal Surat Pribadi dan Surat Resmi: Membedah Kosakata
dalam Surat Resmi & Mencermati Isi Surat Pembaca.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apakah semua surat itu
sama isinya?" dan "Bagaimana surat di koran berbeda dengan surat
pribadi?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)
● Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa memahami makna kata berpartikel
"pra-" akan membantu peserta didik memahami isi surat
resmi.
2. Guru menjelaskan bahwa peserta didik telah mengenali
contoh surat pribadi dan surat resmi.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengisi kalimat rumpang dengan mencari
pilihan jawabannya pada kotak yang tersedia, untuk
membedah kosakata dalam surat resmi.
2. Peserta didik menganalisis isi, tujuan, serta unsur dari surat
pribadi dan surat resmi.
3. Peserta didik membandingkan unsur-unsur pada surat resmi
dan surat pembaca di Harian Kompas dengan menuliskan
analisisnya pada alat bantu sesuai format umum (seperti
Contoh Hasil Telaah Peserta Didik dalam Kegiatan
Membandingkan Surat Resmi dan Surat Pembaca).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik mendiskusikan hasil analisis mereka dengan
kawan sebangku.
2. Guru dapat mengingatkan cara menyampaikan pendapat
dengan jelas dan santun, serta menyertakan fakta-fakta untuk
memperkuat opini.
3. Guru menekankan bahwa berpikir kritis mencerna informasi
akan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam
tentang dunia di sekitar mereka.
MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil pembedahan kosakata dalam
surat resmi.
2. Peserta didik memaparkan analisis mereka tentang isi surat
pembaca.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang kosakata dan
perbandingan jenis surat.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil analisis peserta
didik.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pembedahan kosakata dan pencermatan isi surat pembaca.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menganalisis isi surat dan mengemukakan pendapat.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3 (6x45 menit)
Topik: Berkomunikasi Melalui Surat dengan Santun: Mengenal Kata Sapaan
& Menandai Penggunaan Pronomina pada Surat & Mengenal Kata Baku dan
Tidak Baku.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara menyapa
orang yang berbeda usia?" dan "Apakah ada kata-kata yang lebih
sopan digunakan dalam percakapan formal?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)
● Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa pembuka surat memberikan kesan
penting yang mewakili lembaga atau perseorangan yang
menulis surat, dan berisi pengantar untuk menarik perhatian
pembaca.
2. Guru menjelaskan bahwa pertukaran pesan telah berkembang
melalui berbagai media, dan di media sosial, norma
kesantunan dalam berbahasa perlu tetap dijaga.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Guru meminta peserta didik memberikan contoh lain dari
pengalaman mereka berkirim dan menerima surat.
2. Peserta didik diajak bersama-sama memasuki ruang bincang
atau media sosial tertentu untuk melihat bagaimana
pertukaran pesan berlangsung.
3. Guru menjelaskan bahwa di media sosial, sering kali peserta
didik tidak mengetahui siapa lawan bicara mereka, dan
penting untuk menyesuaikan penggunaan bahasa.
4. Guru menjelaskan bahwa pemilihan kata sapaan, kata ganti
(pronomina), dan penggunaan kata baku dan tidak baku
menjadi indikator kesantunan dalam berbahasa di ruang
bincang.
5. Peserta didik menyimak pembacaan percakapan jalur pribadi
antara Hani dan Doni melalui aplikasi WhatsApp, lalu
menjawab pertanyaan (misalnya, kegiatan apa yang
dibicarakan, bagaimana Hani dan Doni saling mengenal,
bagaimana hubungan mereka dan siapa yang lebih senior),
seperti Contoh Jawaban Peserta Didik.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik diajak untuk menemukenali kata ganti pada
surat pribadi, surat resmi, dan surat pembaca yang telah
dipelajari.
2. Setelah menandainya, peserta didik mendiskusikan
pertanyaan: "Pronomina apa yang digunakan pada surat
pribadi, surat resmi, dan surat pembaca?" dan "Adakah
persamaan dan perbedaan pronomina yang digunakan pada
ketiga jenis surat tersebut? Apa saja persamaan dan perbedaan
tersebut?".
3. Peserta didik diajak untuk mengubah pesan sehari-hari
mereka menjadi pesan yang lebih santun dan baku, terutama
dalam pertukaran pesan dengan guru (contoh jawaban ada di
ilustrasi umum).
4. Peserta didik berlatih menggunakan kerangka pesan untuk
meminta izin, mempertimbangkan pemilihan kata dan gaya
bahasa yang baik dan santun (contoh kegiatan menulis peserta
didik ada di ilustrasi umum).
MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil analisis kata sapaan.
2. Peserta didik memaparkan hasil penandaan penggunaan
pronomina.
3. Peserta didik menyajikan hasil pengubahan kata baku dan
tidak baku.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang penggunaan kata
sapaan dan pronomina.
2. Guru menilai kegiatan menulis pesan sesuai format umum
(seperti Contoh Rubrik Penilaian Kegiatan Menulis Pesan).
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai kata
sapaan, pronomina, dan kata baku/tidak baku dalam komunikasi
tertulis.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam berkomunikasi santun.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4 (6x45 menit)
Topik: Menganalisis Informasi di Ruang Bincang: Membandingkan
Informasi di Ruang Bincang Daring & Mengidentifikasi Fakta dan Opini di
Ruang Bincang.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara kita
membedakan informasi yang benar dan opini pribadi di media
sosial?" dan "Mengapa penting untuk berpikir kritis saat berinteraksi
di ruang bincang daring?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)
● Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa peserta didik hidup di dunia yang
berubah dan berkembang dengan kecepatan luar biasa, dengan
berbagai jenis ruang bincang daring yang memungkinkan
komunikasi dan berbagi informasi.
2. Guru menjelaskan bahwa remaja banyak mencari solusi
permasalahan di ruang bincang, sehingga perlu berlatih
mencerna informasi untuk mengambil keputusan penting.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik diajak mencari informasi yang benar dan akurat
di media sosial dengan meneliti kepakaran tokoh yang
menuliskan informasi tersebut.
2. Peserta didik mendiskusikan analisisnya terhadap informasi di
ruang bincang daring dengan memberikan saran untuk
pengambilan keputusan secara kritis. Contoh usulan dapat
dilihat di ilustrasi umum (seperti Contoh Jawaban Peserta
Didik dalam Kegiatan Membandingkan Informasi di Ruang
Bincang Daring).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Saat mendampingi kegiatan mendiskusikan usulan terhadap
Tira, guru meminta peserta didik untuk membayangkan
dirinya sebagai Tira yang mengalami permasalahan.
2. Guru menanyakan pertanyaan pemantik untuk
mengembangkan diskusi: "Mengapa memilih penanggap
tersebut?", "Tunjukkan atau bacakan ulang kalimat tanggapan
yang empatik tersebut.", "Apakah teman kalian juga
sependapat?", "Apabila kalian berbeda pendapat, diskusikan
mana yang lebih penting, apakah pengalaman dan profesi
penanggap, atau isi tanggapan yang empatik?".
3. Guru menekankan bahwa diskusi berpasangan mengutamakan
peserta didik untuk menjelaskan pendapatnya dengan baik
dan didukung oleh argumen yang jelas. Guru juga dapat
menjelaskan bahwa perbedaan persepsi terjadi karena
pengetahuan dan pengalaman yang berbeda.
4. Guru menilai kegiatan memberikan saran kepada pengguna
media sosial sesuai format umum (seperti Rubrik Penilaian
Memberikan Saran kepada Pengguna Media Sosial).
5. Peserta didik terlibat dalam diskusi di ruang bincang "Situs
Masalah" dan "Ruang Bincang Tim Duta Adiwiyata".
6. Peserta didik berlatih memilah fakta dan opini, memberi saran
dengan santun, dan mengambil keputusan.
7. Peserta didik mengelompokkan fakta dan opini dari
percakapan tersebut ke dalam alat bantu sesuai format umum
(seperti Mengelompokkan Fakta dan Opini).
MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil perbandingan informasi di
ruang bincang daring.
2. Peserta didik memaparkan hasil identifikasi fakta dan opini di
ruang bincang.
3. Peserta didik menyajikan contoh keputusan program
berdasarkan fakta dan opini, seperti Contoh Pengambilan
Keputusan.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas dan memberikan umpan
balik terhadap hasil analisis informasi di ruang bincang.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap kemampuan peserta
didik dalam memilah fakta dan opini.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
analisis informasi di ruang bincang daring, identifikasi fakta dan
opini, serta pengambilan keputusan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
kritis mereka dalam menganalisis informasi daring.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5 (6x45 menit)
Topik: Berkomunikasi Melalui Surat: Menulis Surat Resmi & Menulis Surat
Pribadi & Menulis Surat di Media Sosial Daring.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara menulis
surat resmi yang baik?" dan "Apakah cara menulis pesan di media
sosial sama dengan menulis surat pribadi?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)
● Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa pada kegiatan ini, peserta didik
akan berlatih mengisi kalimat rumpang dengan pilihan kata
yang baku dan santun sesuai dengan konteks surat resmi.
2. Guru menjelaskan bahwa menulis surat pribadi perlu
dilakukan dalam bahasa yang santun, baik, dan efektif.
3. Guru menjelaskan bahwa remaja cenderung menggunakan
media daring untuk berkomunikasi, sehingga penting untuk
memperkenalkan cara berkomunikasi dengan santun dan
efektif di media sosial daring.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengisi badan surat resmi dengan kata baku dan
santun (contoh badan surat ada di ilustrasi umum).
2. Guru menekankan bahwa menggunakan bahasa yang santun
dan baku tidak membuat komunikasi kaku, menghindarkan
kesalahpahaman, dan membuat maksud/tujuan jelas.
3. Peserta didik menulis surat pribadi kepada seorang sahabat
menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun.
4. Peserta didik berlatih berkomunikasi secara tertulis sesuai
tujuan dan konteks dengan menulis surat pribadi kepada
seorang sahabat di media sosial daring.
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Guru menilai surat pribadi yang dibuat oleh peserta didik,
mengapresiasi upaya peserta didik, dan menunjukkan
kelebihan serta keunikan surat tersebut.
2. Guru dan peserta didik menggunakan rubrik penilaian surat
pribadi sesuai format umum (seperti Contoh Rubrik Penilaian
Kegiatan Menulis Surat Pribadi).
3. Guru mengajak peserta didik mendiskusikan figur publik
yang disukai di media sosial, termasuk alasan menyukai,
pesan positif yang ditulis, reaksi pengikut, pengaruh pesan,
dan mengapa perlu memikirkan setiap pesan yang ditulis.
4. Sebelum menulis surat dalam pesan di media sosial, guru
mengajak peserta didik membaca ulang surat yang ditulisnya
untuk mempertimbangkan pengaruh penggunaan kata dan
kata sapaan terhadap penerima.
MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan hasil penulisan surat resmi.
2. Peserta didik memaparkan hasil penulisan surat pribadi.
3. Peserta didik menyajikan surat yang ditulis di media sosial
daring.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas dan memberikan umpan
balik terhadap hasil penulisan surat resmi dan pribadi.
2. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang etika dan efektivitas
komunikasi di media sosial.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
penulisan surat resmi, surat pribadi, dan surat di media sosial daring.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, termasuk kegiatan pengayaan (pesan-pesan istimewa,
jurnal membaca).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam berkomunikasi tertulis yang efektif dan santun.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6 (6x45 menit)
Topik: Asesmen Umum dan Refleksi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan terakhir bab ini.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa saja yang sudah kita
pelajari di bab ini?" dan "Bagaimana kita bisa tahu apakah kita sudah
memahami materi dengan baik?".
6. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Merefleksi – Berkesadaran, Bermakna)
● Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Guru menjelaskan bahwa pada akhir pertemuan ini akan
diadakan asesmen umum untuk mengukur pemahaman
seluruh materi Bab 6.
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik mengerjakan soal-soal asesmen umum yang
mencakup seluruh materi Bab 6 (misalnya, sesuai format soal
pada Kunci Jawaban Asesmen Umum Bab 6).
● Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik melakukan refleksi individual terhadap
kemampuan dan proses belajar mereka sepanjang bab ini
(misalnya, Refleksi Peserta Didik seperti di Refleksi Peserta
Didik).
2. Guru mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan terhadap:
apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri,
dengan bantuan, atau tidak dipahaminya sama sekali.
MENGAPLIKASIKAN (Bermakna, Menggembirakan)
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyerahkan hasil asesmen umum dan lembar
refleksi mereka.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru menganalisis hasil asesmen umum untuk memetakan
kemampuan peserta didik sesuai tujuan pembelajaran.
2. Guru merumuskan kemampuan peserta didik dalam data
pemetaan sesuai format umum (seperti Pemetaan Kemampuan
Peserta Didik).
3. Guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab
berikutnya berdasarkan pemetaan ini, termasuk bimbingan
individual atau kelompok kecil (perancah) dan kegiatan
pengayaan untuk peserta didik yang melampaui kompetensi.
4. Guru mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan (misalnya,
apakah kegiatan dapat dilakukan mandiri, dengan bantuan,
atau tidak dipahami sama sekali).
5. Guru merefleksi strategi pembelajaran yang telah digunakan
(misalnya, Refleksi Strategi Pembelajaran seperti di Refleksi
Strategi Pembelajaran).
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dicapai di Bab 6.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan berdasarkan
hasil refleksi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
mereka sepanjang proses pembelajaran.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, ..........., Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
……………. ……………..
Bahan Ajar : Sampaikan Melalui Surat
Tujuan Pembelajaran
Dengan mengenali dan mendiskusikan jenis-jenis pesan dan unsur surat yang dibaca, peserta
didik mengembangkan keterampilan berkomunikasi efektif, santun, dan kritis secara lisan dan
tulis melalui beragam media.
Materi
A. Mengenal Surat Pribadi dan Surat Resmi
Orang menggunakan surat untuk membagi kabar atau memberikan informasi sejak lama. Saat
ini, pesan dan surat juga sering dikirim melalui surat elektronik dan media sosial. Surat-
menyurat merupakan salah satu kegiatan berbahasa dalam komunikasi tertulis, melibatkan
tiga komponen penting: penulis surat, isi surat, dan pembaca surat. Penulis surat dapat
menyampaikan pesannya secara efektif apabila bahasa yang dipergunakannya dapat
mengungkapkan isi surat, kedudukan penulis, dan target pembaca surat.
Menganalisis Isi dan Tujuan dalam Surat Pribadi Surat pribadi adalah jenis surat yang
menyampaikan maksud individu serta mengekspresikan perasaan penulisnya. Ada beberapa
tujuan seseorang menulis surat pribadi, yaitu mengungkapkan perasaan, menyampaikan ide,
memohon bantuan, bertukar kabar, menceritakan pengalaman, dan mengucapkan terima
kasih.
Contoh surat pribadi ("Surat untuk Alga"): Pengirim surat ini adalah Florencia, yang tinggal
di Singapura. Penulis mengungkapkan kesulitannya kepada Alga pada paragraf pertama surat.
Harapan penulis kepada Alga di paragraf terakhir adalah agar Alga menghubungi teleponnya
jika berminat setelah membaca surat. Tujuan penulis mengirim surat adalah untuk
menyampaikan baju pemberian Ibu Alga.
Menganalisis Isi dan Tujuan dalam Surat Resmi Surat resmi adalah jenis surat yang
digunakan untuk menyampaikan berbagai keperluan yang mewakili kepentingan lembaga dan
biasanya terkait dengan kegiatan yang akan diselenggarakan oleh lembaga tersebut. Pada
dasarnya, surat adalah sebuah komposisi atau karangan yang terikat oleh kaidah khusus surat-
menyurat, yang terlihat lebih jelas dalam surat resmi. Kaidah-kaidah ini perlu diperhatikan
agar surat memenuhi syarat penyusunan dan dapat mencapai sasarannya secara efektif dan
efisien.
Contoh surat resmi ("Surat Undangan Rapat OSIS SMP Pelita Bangsa"): Rapat
diselenggarakan di Ruang OSIS SMP Pelita Bangsa pada hari Jumat, 09 November 2023,
pukul 13.00-14.00 WIB. Yang diundang untuk menghadiri rapat adalah Ketua Murid Kelas
VII, VIII, dan IX SMP Pelita Bangsa. Kegiatan yang dipersiapkan dalam rapat adalah Bazar
dan Malam Gembira Pelita Bangsa. Yang mengundang kegiatan tersebut adalah Ketua OSIS
SMP Pelita Bangsa, Mutiara Belvia. Kepala sekolah membubuhkan tanda tangannya sebagai
tanda mengetahui dan menyetujui kegiatan rapat tersebut. Dalam rapat tersebut, kemungkinan
akan dibicarakan mengenai rencana kegiatan bazar dan malam gembira.
Membedah Kosakata dalam Surat Resmi Surat resmi sering menggunakan kosakata baku.
Contohnya, kata "partisipasi" bermakna 'turut berperan serta dalam suatu kegiatan;
keikutsertaan; peran serta'. Bentuk terikat "pra-" berarti ‘sebelum’ dan selalu melekat pada
kata yang mengikutinya.
Contoh penggunaan kata berpartikel "pra-":
1. Kegiatan prapembelajaran di pagi hari biasanya disukai siswa.
2. Tiket prapenjualan itu langsung terjual habis.
3. Asas praduga tak bersalah menganjurkan kita untuk tidak sembarangan menghakimi
orang lain.
4. Pada zaman prasejarah, manusia purba membuat segala sesuatu menggunakan
perkakas batu.
5. Penggunaan sistem pembayaran prabayar saat ini lazim digunakan orang.
6. Anak usia prasekolah tetap perlu diajak untuk belajar sambil bermain.
7. Gemar menulis adalah prasyarat yang harus dipenuhi siswa yang ingin mendaftar
kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik.
8. Calon pengantin perlu mendapatkan bimbingan pranikah sebelum mengikat janji
dalam tali pernikahan.
Membandingkan Surat Pribadi dan Surat Resmi Surat pribadi dan surat resmi memiliki
perbedaan dalam bentuk, unsur, tujuan, serta aspek kebahasaan. Perbandingan ini membantu
memahami karakteristik masing-masing surat.
Unsur pembeda surat pribadi dan surat resmi:
1. Pengirim: Individu (surat pribadi) vs. Instansi atau Lembaga (surat resmi).
2. Penerima: Keluarga, kawan, dan lain-lain (surat pribadi) vs. Instansi, individu (surat
resmi).
3. Sifat: Akrab (surat pribadi) vs. Resmi (surat resmi).
4. Bahasa: Akrab, sesuai tata etika atau sopan santun, bergantung pada penerima (surat
pribadi) vs. Formal, singkat, dan jelas (surat resmi).
5. Isi: Menanyakan kabar, keperluan pribadi, dan tujuan komunikasi pribadi lainnya
(surat pribadi) vs. Pemberitahuan, penjelasan, permintaan, pernyataan pendapat, dan
lain-lain (surat resmi).
6. Unsur: Surat pribadi memiliki titimangsa, alamat tujuan, salam pembuka,
pendahuluan, isi, penutup, salam akhir, nama dan tanda tangan pengirim. Surat resmi
memiliki kepala surat (kop surat, nomor surat, tanggal surat, lampiran, perihal),
alamat surat, salam pembuka, isi surat, penutup surat, nama dan tanda tangan pihak
yang memperkuat surat, serta nama dan tanda tangan penulis surat.
Mencermati Isi Surat Pembaca Surat pembaca merupakan contoh lain dari surat pribadi
yang ditujukan kepada surat kabar. Surat pembaca biasanya memuat pertanyaan atau opini
warga mengenai suatu masalah. Saat mencermati surat pembaca dan membandingkannya
dengan surat resmi, penting untuk menganalisis unsur-unsurnya, seperti pengirim, penerima,
tempat dan tanggal dibuatnya surat, alamat pengirim dan penerima, serta tujuan dibuatnya
surat. Dalam berdiskusi, peserta didik perlu berbicara dengan volume suara yang cukup
keras, menyatakan opini dengan baik (misalnya, menggunakan frasa "Menurut saya"), dan
memperkuat opini dengan menunjukkan fakta pendukung dari surat.
B. Berkomunikasi Melalui Surat dengan Santun
Baik surat pribadi maupun resmi, keduanya harus tetap ditulis dalam bahasa yang santun. Hal
ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan gaya bahasa kita dengan penerima surat.
Ragam Pembuka Surat Beberapa jenis pembuka surat meliputi:
1. Menanyakan kabar: "Hai, Ella, apa kabar? Sudah lama sekali aku tidak mendengar
kabar darimu."
2. Mengungkapkan perasaan: "Andi, aku senang sekali mendapat kiriman surat
darimu! Kabarku tentu baik-baik saja."
3. Memperkenalkan diri: "Bapak Presiden yang terhormat, saya Ganis, siswa kelas
tujuh SMP Bintang Indonesia."
4. Menyatakan tujuan: "Dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia, kami, SMP
Bina Bangsa, akan mengadakan pertunjukan teater mandiri."
5. Ucapan terima kasih: "Bu Rini, kami mengucapkan banyak terima kasih atas
sambutan dan layanan pihak Museum Geologi kepada siswa SMP Negeri 13 saat
kegiatan karya wisata minggu lalu."
6. Permohonan: "Dengan ini, saya Wilis Setyo, memohon Bapak untuk mengizinkan
anak kami tidak masuk sekolah pada hari Jumat, 06 November 2023 karena ada
keperluan keluarga."
Mengenal Kata Sapaan Penting untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan sopan, dan
salah satu norma berkomunikasi santun adalah menggunakan kata sapaan yang tepat. Kata
sapaan adalah kata yang digunakan untuk menyapa seseorang.
Ragam kata sapaan:
1. Kata Sapaan yang Menunjukkan Hubungan Kerabat: Digunakan untuk menyapa
orang yang memiliki hubungan keluarga, misalnya kakek, nenek, paman, bibi, ibu,
ananda, mas.
2. Kata Sapaan Berbentuk Kata Ganti: Misalnya, kamu, engkau, saudara, Anda, tuan,
nyonya.
3. Kata Sapaan Bentuk Nominal: Nominal (n) + ku, misalnya, Tuhanku, ibuku,
sayangku.
4. Kata Sapaan yang Diikuti Nama: Misalnya, Saudara Ina, Bapak Ferry Tan, Ibu
Ningtiyas.
5. Kata Sapaan yang Menunjukkan Rasa Hormat: Misalnya, Yang Terhormat.
Menandai Penggunaan Pronomina pada Surat Pronomina atau kata ganti adalah kata yang
dipakai untuk mengacu kepada kata benda (nomina) lain. Pronomina menduduki posisi yang
umumnya diduduki oleh nomina, yaitu sebagai subjek, objek, dan predikat.
Ada tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia:
1. Pronomina Persona: Mengacu kepada orang (diri sendiri, orang yang diajak bicara,
atau orang yang dibicarakan), dapat tunggal atau jamak.
o Diri sendiri (tunggal): saya, aku, daku, ku-, -ku. Contoh: "Surat itu telah
kukirimkan tadi pagi."
o Diri sendiri (jamak): kami, kita. Contoh: "Kita akan berangkat pagi-pagi
sekali."
o Orang yang diajak bicara (tunggal): engkau, kamu, Anda, dikau, kau-, -mu.
Contoh: "Pukul berapa kamu selesai les, Nak?"
o Orang yang diajak bicara (jamak): kalian, kamu sekalian, Anda sekalian.
Contoh: "Kalian akan pergi ke mana liburan nanti?"
o Orang yang dibicarakan (tunggal): ia, dia, beliau, -nya. Contoh: "Dia setuju
dengan keputusan kami."
o Orang yang dibicarakan (jamak): mereka. Contoh: "Teman-teman akan
datang. Mereka akan membawa makanan dari rumah masing-masing."
2. Pronomina Penunjuk: Terdiri atas pronomina penunjuk umum (ini, itu), penunjuk
tempat (sini, situ, sana), dan penunjuk ihwal (begini, begitu). Contoh: "Bu Guru
memberikan ini kepada saya sebagai kenang-kenangan.", "Siapa yang mau pergi ke
sana?", "Lain kali, jangan berbuat begitu lagi."
3. Pronomina Penanya: Dipakai sebagai penanda pertanyaan, biasanya menanyakan
orang (siapa), barang (apa), atau pilihan (mana). Contoh: "Siapa yang akan memberi
kata sambutan?", "Joni habis membeli apa?", "Rumahmu yang mana?"
Mengenal Kata Baku dan Tidak Baku Norma kesantunan lain dalam berkomunikasi adalah
penggunaan kosakata yang tepat. Bahasa Indonesia memiliki ragam fungsi, kedudukan, dan
lingkungan penggunaan, serta terdiri atas ragam lisan dan tulis. Baik ragam lisan maupun
tulisan memiliki bentuk baku dan tidak baku. Bentuk baku adalah ragam bahasa Indonesia
yang dipakai untuk mendukung fungsi pemersatu, penanda kepribadian, penambah wibawa,
dan kerangka acuan, ditandai dengan penggunaan pilihan kata yang cermat, tepat, efisien,
serta sesuai kaidah tata bahasa, peristilahan, dan ejaan. Bentuk baku digunakan dalam
komunikasi resmi, seperti surat-menyurat resmi.
Contoh kata baku dan tidak baku:
● Tidak (baku) vs. enggak, nggak (tidak baku)
● Dibuat (baku) vs. dibikin (tidak baku)
● Mengubah (baku) vs. merubah (tidak baku)
● Belum (baku) vs. belom (tidak baku)
● Segera (baku) vs. buruan (tidak baku)
● Apa betul? (baku) vs. beneran? (tidak baku)
● Sudah (baku) vs. udah (tidak baku)
● Dimasukkan (baku) vs. dimasukin (tidak baku)
● Dikerjakan (baku) vs. dikerjain (tidak baku)
● Dikurangi (baku) vs. dikurangin (tidak baku)
● Maaf (baku) vs. sorry (tidak baku)
● Yang (baku) vs. yg (tidak baku)
● Di (baku) vs. d (tidak baku)
● Kesal (baku) vs. kzl (tidak baku)
Latihan mengganti kalimat tidak baku menjadi baku:
1. Bu, minggu ini ada ulangan, ga? menjadi Bu, apakah ulangan akan diadakan
minggu ini?
2. Pak guru, tugasnya udah dinilai belom? menjadi Pak guru, apakah tugasnya sudah
dinilai?
3. Bu, ini beneran kalo tugasnya telat nilainya dikurangin? menjadi Bu, apakah benar
kalau terlambat mengumpulkan tugas maka nilainya akan dikurangi?
4. Pak Agus sorry, ini PR-nya dikerjain semuanyah? menjadi Maaf, Pak Agus, untuk
PR-nya, semua dikerjakan ya, Pak?
5. Bu, yang no 1 dikerjain di buku? menjadi Bu, soal nomor satu dikerjakan di buku?
Pesan pada media sosial juga harus jelas dan ringkas. Unsur pesan di media sosial meliputi
pembuka, perkenalan diri, maksud dan tujuan, serta penutup.
C. Menganalisis Informasi di Ruang Bincang
Media sosial tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi.
Namun, ruang bincang dan situs internet menghadirkan informasi yang beragam, sehingga
mencari informasi yang benar dan akurat tidak mudah. Remaja sering mencari solusi
permasalahan di ruang bincang, sehingga perlu berlatih mencerna informasi untuk
mengambil keputusan penting. Keterampilan literasi kritis akan membantu peserta didik
mengambil keputusan dan berkolaborasi dengan pihak lain.
Membandingkan Informasi di Ruang Bincang Daring Salah satu cara menilai kebenaran
informasi adalah meneliti kepakaran tokoh yang menuliskan informasi tersebut.
Perbandingan informasi di ruang bincang daring melibatkan penilaian terhadap nama
penanggap, alasan memilihnya (misalnya karena profesi atau pengalaman), serta apakah
tanggapan yang diberikan santun dan penuh empati. Tanggapan yang empatik ditandai
dengan bahasa yang baik dan santun, simpati terhadap masalah, dan penghargaan terhadap
tindakan penanya.
Mengidentifikasi Fakta dan Opini di Ruang Bincang Pada saat membaca informasi di
media sosial, perlu dapat mengenali informasi yang bersifat faktual (fakta) dan informasi
yang bersifat opini.
● Fakta: Hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-
benar ada atau terjadi.
● Opini: Pendapat, pikiran, pendirian.
Memilah fakta dan opini akan membantu dalam membuat pertimbangan dan mengambil
keputusan yang bijak.
Contoh identifikasi fakta dan opini dari "Situs Masalah":
● Fakta: "Panggung sekolah ada sejak 20 tahun yang lalu dan tidak pernah ada yang
mati."
● Opini: "Panggung sekolah itu menyenangkan."
Contoh identifikasi fakta dan opini dari "Ruang Bincang Tim Duta Adiwiyata":
● Fakta: "Banyaknya sampah di selokan sekolah."
● Opini: "Saya tidak yakin mereka akan membacanya."
D. Berkomunikasi Melalui Surat
Mempelajari teks transaksional seperti surat dan pesan di media sosial mengajarkan bahwa
situasi komunikasi yang berbeda akan menimbulkan cara berkomunikasi yang berbeda pula.
Penting untuk diingat:
1. Berkomunikasi dengan santun: Menyesuaikan pilihan kata dan sapaan dengan
penerima pesan atau surat. Menggunakan bahasa resmi saat meminta izin kepada
kepala sekolah, dan bahasa yang lebih akrab saat menulis surat kepada teman.
2. Surat pribadi dan surat resmi memiliki unsur yang berbeda.
3. Jenis media memengaruhi isi dan jenis surat. Menulis surat dan mengirimkannya
dalam bentuk cetak berbeda dengan menulis unggahan pada media sosial.
Menulis Surat Resmi Menulis surat resmi melibatkan kemampuan untuk melengkapi draf
surat dengan kosakata baku yang tepat.
Menulis Surat Pribadi Menulis surat pribadi, meskipun sering bersifat personal, perlu
ditulis dalam bahasa yang santun, baik, dan efektif. Menggunakan bahasa yang santun dan
baku tidak membuat komunikasi menjadi kaku, menghindarkan kesalahpahaman, dan
membuat maksud/tujuan dalam surat pribadi jelas agar mudah dipahami.
Menulis Surat di Media Sosial Daring Remaja cenderung menggunakan media daring
untuk berkomunikasi. Memperkenalkan cara berkomunikasi dengan santun dan efektif di
media sosial daring sangat penting karena jaringan pertemanan yang meluas.
Dalam menulis surat di media sosial, perlu:
1. Memilih teman untuk diajak saling bertukar surat.
2. Menulis surat menggunakan email atau platform lain, memperhatikan unsur-unsur
kelengkapan surat.
3. Isi surat dapat berupa menanyakan kabar, menceritakan pengalaman, membahas film
atau buku favorit, dan sebagainya.
4. Menggunakan kata sapaan dan pronomina yang tepat, serta bahasa Indonesia yang
baik dan santun.
Pengayaan dapat mencakup kegiatan "Pesan-Pesan Istimewa" di mana peserta didik membuat
pesan unik (puisi, pantun, cerita, gambaran tempat, resep, gambar) untuk teman atau saudara,
dengan tetap membuka dan menutup pesan dengan baik serta menggunakan pilihan kata yang
tepat dan santun. Jurnal membaca juga dapat digunakan untuk mencatat kutipan favorit dari
novel bertema surat-menyurat, termasuk mencatat kosakata baru.
ASESMEN FORMATIF: PILIHAN GANDA
SATUAN PENDIDIKAN : SMP..................
KELAS / SEMESTER : VII / GENAP
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
TOPIK : Sampaikan Melalui Surat: Komunikasi Efektif dan Santun
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis surat dan unsur kebahasaannya, membandingkan
surat pribadi dan surat resmi, serta menulis pesan tertulis dengan santun dan sesuai konteks,
baik dalam media cetak maupun digital.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
No Indikator Pencapaian Kompetensi
1 Menjelaskan tujuan penulisan surat.
2 Mengidentifikasi perbedaan surat pribadi dan surat resmi.
3 Menganalisis struktur dan bahasa surat pribadi.
4 Menganalisis struktur dan bahasa surat resmi.
5 Menyusun kalimat santun dalam komunikasi daring.
KISI-KISI SOAL
No IPK Level Kognitif Bentuk Soal No Soal
1 1 C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1–2
2 2 C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 3–4
3 3 C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 5–6
4 4 C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 7–8
5 5 C5 (Mengevaluasi) Pilihan Ganda 9–10
SOAL PILIHAN GANDA (10 SOAL)
Bacalah cuplikan berikut untuk menjawab soal nomor 1–2!
Yth. Bapak Kepala SMP Nusantara
Di Tempat
Dengan hormat, melalui surat ini kami mengundang Bapak untuk menghadiri rapat
koordinasi …
1. Berdasarkan kutipan tersebut, jenis surat yang digunakan adalah …
A. Surat pribadi
B. Surat undangan pesta
C. Surat tidak resmi
D. Surat resmi
E. Surat pembaca
Kunci: D
2. Tujuan penulisan surat tersebut adalah …
A. Menyampaikan keluhan
B. Menjalin silaturahmi
C. Mengundang dalam kegiatan formal
D. Menghibur pembaca
E. Menanggapi artikel berita
Kunci: C
3. Di bawah ini yang merupakan ciri surat pribadi adalah …
A. Menggunakan bahasa baku dan formal
B. Terdapat kop surat
C. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang santai
D. Disertai stempel resmi
E. Dikirim melalui instansi
Kunci: C
4. Yang membedakan surat resmi dengan surat pribadi adalah …
A. Surat resmi tidak menggunakan salam
B. Surat pribadi tidak punya tanda tangan
C. Surat resmi menggunakan struktur dan bahasa baku
D. Surat pribadi lebih panjang
E. Surat resmi ditulis tangan
Kunci: C
Bacalah cuplikan berikut untuk menjawab soal nomor 5–6!
Hai, Ana!
Apa kabarmu? Semoga selalu sehat, ya. Aku mau cerita nih, tentang kegiatanku selama
liburan kemarin …
5. Berdasarkan kutipan tersebut, bagian surat pribadi yang ditunjukkan adalah …
A. Alamat surat
B. Salam pembuka
C. Isi surat
D. Salam penutup
E. Lampiran
Kunci: B
6. Gaya bahasa dalam surat pribadi cenderung …
A. Kaku dan formal
B. Bebas, akrab, dan personal
C. Ilmiah dan baku
D. Singkat dan terbatas
E. Panjang dan sulit dimengerti
Kunci: B
Perhatikan kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 7–8!
Kepada
Yth. Kepala Perpustakaan SMP Nusantara
Di Tempat
Dengan hormat, kami sampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengembalian buku
…
7. Struktur surat resmi yang terlihat dalam kutipan tersebut adalah …
A. Alamat pengirim
B. Tanggal surat
C. Salam pembuka dan paragraf pembuka
D. Paragraf penutup
E. Nama penerima
Kunci: C
8. Bahasa yang digunakan dalam surat resmi harus …
A. Santai dan akrab
B. Tidak baku
C. Lugas dan formal
D. Menggunakan emoji
E. Seperti percakapan biasa
Kunci: C
9. Kalimat yang tepat digunakan dalam ruang obrolan daring resmi adalah …
A. “Lo ngapain sih, ribet amat!”
B. “Saya usulkan agar kita membuat jadwal ulang.”
C. “Gausah debat terus, ya!”
D. “Yah, males banget kalo gitu.”
E. “Santai aja, ngapain panik?”
Kunci: B
10. Yang termasuk komunikasi santun dalam surat pribadi di media sosial adalah …
A. “Jangan ganggu aku, ya!”
B. “Kenapa kamu nyebelin banget sih?”
C. “Hai, semoga harimu menyenangkan ya 😊”
D. “Aku nggak peduli lagi, yaudah!”
E. “Gak penting juga sih bacanya.”
Kunci: C
RUBRIK PENILAIAN
Rentang Nilai Kriteria
86 – 100
Sangat Baik: menjawab 9 soal benar
71 – 85 Baik: menjawab 8–7 soal benar
56 – 70 Cukup: menjawab 6–5 soal benar
41 – 55 Kurang: menjawab 4–3 soal benar
40 Sangat Kurang: <3 soal benar
ASESMEN FORMATIF AKHIR (PROYEK)
SATUAN PENDIDIKAN : SMP ................
KELAS / SEMESTER : VII / GENAP
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Sampaikan Melalui Surat: Komunikasi Efektif dan Santun
TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan mengenali dan mendiskusikan jenis-jenis pesan dan unsur surat yang dibaca, peserta
didik mengembangkan keterampilan berkomunikasi efektif, santun, dan kritis secara lisan dan
tulis melalui beragam media.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
● Mengidentifikasi jenis surat (resmi/pribadi/surat pembaca)
● Menganalisis unsur, struktur, dan kebahasaan dalam surat resmi dan pribadi
● Menyusun surat resmi atau pribadi dengan memperhatikan tujuan, konteks, dan mitra
komunikasi
● Menulis pesan daring yang ringkas dan santun
● Mengembangkan saran berdasarkan informasi dalam komunikasi daring
KISI-KISI PENILAIAN PROYEK
No IPK Turunan Level Kognitif Jenis Produk
1 Menyusun surat pribadi secara efektif dan C6 (Mencipta) Surat pribadi
santun tertulis
2 Menyusun surat resmi dengan struktur dan C6 (Mencipta) Surat resmi
kosakata baku
3 Menyusun pesan singkat di media sosial C5 Simulasi
yang sopan dan sesuai konteks (Mengevaluasi) chat/media sosial
4 Mengembangkan saran dalam diskusi daring C5 Tanggapan tertulis
secara kritis (Mengevaluasi)
5 Membandingkan unsur kebahasaan surat C4 Tabel analisis
pribadi dan resmi (Menganalisis)
SOAL (BENTUK PROYEK – HOTS)
STIMULUS:
Bayangkan kamu adalah ketua kelas yang akan mengundang wali kelas untuk menghadiri
kegiatan perpisahan kelas secara formal. Di sisi lain, kamu juga ingin mengundang
sahabatmu untuk datang ke rumah dalam rangka merayakan ulang tahunmu secara pribadi. Di
waktu yang sama, kamu juga aktif di forum kelas daring dan menemukan komentar negatif
yang harus kamu tanggapi dengan sopan dan bijak.
TUGAS PROYEK:
1. Tulis sebuah surat resmi untuk mengundang wali kelas menghadiri acara perpisahan.
Pastikan menggunakan struktur surat resmi, bahasa baku, dan unsur yang tepat.
2. Tulis surat pribadi yang ditujukan kepada sahabatmu untuk datang ke rumah dalam
suasana santai. Gunakan gaya bahasa yang akrab dan santun.
3. Buat pesan singkat (simulasi chat) kepada teman sekelas di media sosial dengan
sapaan yang sopan dan sesuai konteks digital.
4. Tulislah tanggapan tertulis yang menunjukkan sikap kritis terhadap komentar
negatif yang kamu temui di grup diskusi kelas daring. Gunakan bahasa yang santun
dan mengedukasi.
5. Buatlah tabel analisis yang membandingkan unsur-unsur surat resmi dan surat
pribadi (tujuan, struktur, bahasa, penutup, dan mitra komunikasi).
KUNCI JAWABAN (KRITERIA IDEAL)
No Produk Kriteria Ideal
1 Surat resmi Menggunakan kop surat, salam pembuka resmi, isi jelas dan to the
point, penutup formal, bahasa baku
2 Surat pribadi Tidak menggunakan kop, salam hangat, bahasa akrab, penutup
bersifat pribadi
3 Chat daring Kalimat pendek, sopan, sesuai konteks, tidak menyinggung
4 Tanggapan Bahasa santun, memberikan solusi, tidak emosional, mengedukasi
kritik
5 Tabel Memuat minimal 5 aspek yang dibandingkan, ditulis secara
sistematis dan akurat
RUBRIK PENILAIAN PROYEK (Total Nilai: 100)
Aspek Dinilai Skor Maksimal Indikator
Surat resmi 20 Struktur lengkap, bahasa baku, isi tepat
Surat pribadi 20 Gaya bahasa santun, unsur lengkap, ekspresif
Pesan singkat 15 Sopan, singkat, konteks sesuai
(daring)
Tanggapan kritis 25 Argumentatif, santun, mendalam
Tabel analisis 20 Jelas, akurat, membandingkan dengan tepat
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMP ...............
KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Sampaikan Melalui Surat: Komunikasi Efektif dan Santun
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat:
1. Menganalisis jenis dan tujuan surat.
2. Membedakan surat pribadi dan surat resmi berdasarkan struktur dan kebahasaan.
3. Menulis surat pribadi dan surat resmi secara efektif dan santun.
4. Menyusun pesan dalam media sosial secara ringkas, tepat, dan sopan.
5. Memberikan saran kritis terhadap komunikasi di ruang digital.
ALAT DAN BAHAN
● Kertas folio / buku tulis
● Kamus bahasa Indonesia
● Contoh surat resmi dan pribadi (dari buku paket atau LK digital)
● Akses ke media sosial simulatif (kegiatan kelas)
● Laptop/gadget (jika tersedia)
TUGAS / SOAL
STIMULUS:
Kamu adalah ketua OSIS yang sedang mempersiapkan kegiatan “Hari Tanpa Sampah
Sekolah”. Kamu perlu:
1. Mengundang kepala sekolah secara resmi,
2. Mengajak teman dekatmu untuk ikut serta, dan
3. Membuat ajakan singkat di grup media sosial sekolah.
Petunjuk Tugas
Kerjakan kegiatan berikut:
1. Menulis Surat Resmi
Tulislah surat resmi yang ditujukan kepada kepala sekolah SMP Nusantara untuk
mengundangnya hadir dan membuka acara Hari Tanpa Sampah Sekolah.
2. Menulis Surat Pribadi
Tulislah surat pribadi kepada sahabatmu untuk mengajak ikut serta dalam kegiatan
tersebut, dengan gaya santun dan bersahabat.
3. Membuat Pesan Singkat (Simulasi Chat)
Buat satu pesan singkat seolah-olah kamu mengirimkannya di grup WhatsApp kelas
untuk mengingatkan teman-teman agar membawa alat kebersihan.
4. Memberikan Saran di Media Daring
Tanggapi sebuah komentar negatif di forum sekolah daring dengan santun dan
memberikan solusi.
KUNCI JAWABAN (KRITERIA KOMPETENSI)
Produk Kriteria Ideal
Surat resmi Mengandung kop, salam pembuka, isi resmi, penutup formal, bahasa baku
dan sopan
Surat pribadi Tidak resmi, bahasa akrab dan santun, isi personal dan komunikatif
Pesan Ringkas, jelas, tidak menyinggung, sesuai konteks kelas
singkat
Saran daring Bahasa sopan, nada positif, menawarkan solusi, menunjukkan sikap bijak
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Dinilai Skor Maksimal Kriteria Penilaian
Surat resmi 25 Struktur lengkap, isi jelas, bahasa baku
Surat pribadi 20 Bahasa santun, ekspresif, struktur benar
Pesan daring 15 Ringkas, tepat, sopan
Tanggapan kritis 20 Solutif, kritis, santun
Kreativitas dan kerapian 20 Penulisan rapi, ide menarik
Total Nilai Maksimal: 100