Rencana Pelaksanaan
LAYANAN
BIMBINGAN
KLASIKAL
IDENTIFIKASI
Sekolah : SMAS MERDEKA BAHAGIA
Fase/Kelas : F/ XI
Materi : MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI DAN SELF-EFFICACY
Waktu : 2 X 45 MENIT
Penyusun : INTA ELOK YOUARTI
Dimensi Profil Lulusan
Keimanan dan Ketakwaan Kolaborasi
Kewargaan Kemandirian
Penalaran Kritis Kesehatan
Kreativitas Komunikasi
Karakteristik Peserta Didik
Siswa enggan berbicara atau tampil di depan kelas karena takut
salah, malu dinilai teman, atau tidak yakin dengan kemampuan
sendiri.
DESAIN LAYANAN
Capaian Pembelajaran
Siswa mampu: (1) menerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya ,
(2) menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam kehidupan sosial dan belajar , (3)
mengekspresikan perasaan secara terbuka dan sehat, tanpa konflik , dan (4) mengambil
keputusan secara objektif berdasarkan potensi dan pengalaman diri
Tujuan Pembelajaran Praktik Pedagogis
1) Siswa memahami konsep percaya diri Model : Problem Based Learning
dan self-efficacy. 2) Siswa mampu
mengidentifikasi hambatan internal dan
Metode : Diskusi kelompok,
eksternal dalam pengembangan percaya refleksi individu,
diri. 3) Siswa dapat menerapkan strategi permainan peran (role
untuk meningkatkan rasa percaya diri dan
efikasi diri. play)
DESAIN LAYANAN
Lingkungan Pembelajaran Pemanfaatan Digital
Daerah perkotaan, Siswa hanya diperbolehkan
dekat pasar, namun menggunakan HP seizin guru
nilai-nilai agamis cukup untuk aktivitas reflektif dan kuis
kental. interaktif.
PENGALAMAN BELAJAR
Langkah-Langkah Pembelajaran Berkesadaran
Bermakna
Megggembirakan
Tahap Awal (Pendahuluan)
Ice Breaking: "1 Kata 3 Rasa" untuk membangun suasana. Orientasi
masalah: Menampilkan video singkat tentang siswa yang tidak
percaya diri dan bagaimana ia berubah. Siswa diajak merefleksi
pengalaman pribadi terkait kepercayaan diri. (Berkesadaran dan
menggembirakan)
Tahap Inti
Pertemuan 1:
(Memahami)
Orientasi Masalah: Guru memantik dengan pertanyaan "Apa
yang membuat kita sulit percaya diri?" dan menampilkan
kutipan atau kasus nyata siswa yang mengalami kecemasan
tampil.
Pengorganisasian Siswa: Siswa dibagi dalam kelompok kecil (3–
4 orang) untuk mendiskusikan pengalaman pribadi tentang
momen tidak percaya diri.
(Mengaplikasikan)
Penyelidikan Individu & Kelompok: Masing-masing siswa
menuliskan refleksi pribadi, lalu mendiskusikan dalam kelompok
untuk menemukan faktor penghambat dan pendukung
kepercayaan diri.
Pertemuan 2:
Pengembangan dan Penyajian Hasil: Setiap kelompok
merumuskan strategi membangun self-efficacy dan
menyajikannya secara kreatif (poster, simulasi singkat, cerita
inspiratif).
Simulasi dan Roleplay: Siswa diminta memainkan peran dalam
situasi nyata, seperti presentasi, menyampaikan pendapat, atau
memberi pujian
.(Merefleksi)
Analisis dan Evaluasi: Kelompok lain memberikan umpan balik positif
dan membangun. Guru memfasilitasi evaluasi tentang pengalaman
dan pembelajaran yang didapat. (Bermakna dan menggembirakan)
Tahap Penutup
Refleksi bersama: "Hal baru apa yang kamu sadari tentang dirimu
hari ini?". Guru menyampaikan apresiasi dan mengajak siswa
membuat komitmen tindakan kecil untuk menjadi lebih percaya diri.
Refleksi personal dengan menuliskan: “Hari ini saya belajar bahwa
percaya diri itu…”
Guru menyimpulkan poin penting dan memberi afirmasi positif. -
Guru memberi tugas mandiri: membuat Jurnal Percaya Diri selama
seminggu.
ASESMEN
Asesmen Awal
Pertanyaan reflektif tertulis: "Apa yang membuat saya
ragu pada diri sendiri?" dan "Seberapa sering saya
menghindar dari tantangan?"
Asesmen Proses
Observasi keterlibatan siswa dalam diskusi dan roleplay.
Jurnal singkat harian tentang pengalaman selama
proses layanan.
Asesmen Akhir
Komitmen aksi (tindakan kecil yang akan dilakukan siswa
dalam seminggu ke depan) dan kuis digital
(Kahoot/Quizziz) untuk mengevaluasi pemahaman
konsep percaya diri dan self-efficacy.
Mengetahui, Malang, 14 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru BK
DARIUS SINATRIA INTA ELOK YOUARTI