RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMK Negeri 5 Pekanbaru
Kelas/Semester :X/I
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Alokasi Waktu (JP) : 4 x 45 menit
Identifikasi Peserta Didik: Peserta didik kelas X umumnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap bentuk komunikasi nyata,
termasuk dalam menggunakan Bahasa Inggris secara langsung. Mereka cenderung memiliki minat yang bervariasi, namun
sebagian besar menunjukkan ketertarikan pada kegiatan interaktif, seperti bermain peran (role play), percakapan
sederhana, serta penggunaan media audiovisual.
Materi Pelajaran: Materi Pelajaran: Greeting (Salam dalam Bahasa Inggris)
Materi ini akan membahas berbagai ungkapan salam (greeting) dalam Bahasa Inggris, baik salam formal maupun
informal, serta penggunaannya dalam konteks waktu dan situasi sosial yang berbeda. Beberapa ekspresi yang dibahas
meliputi: Good morning, Hello, Hi, How are you?, Nice to meet you, dan lain-lain.
Relevansi materi ini dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, karena salam merupakan bagian penting dalam
komunikasi sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun saat berinteraksi secara daring maupun luring dengan
orang dari berbagai budaya. Pemahaman tentang konteks dan penggunaan yang tepat dapat meningkatkan kemampuan
komunikasi dan rasa percaya diri siswa dalam berbahasa Inggris.
Tingkat kesulitan materi ini tergolong rendah hingga sedang, karena berfokus pada pengenalan kosakata dan ekspresi
dasar yang umum digunakan, namun tetap menantang siswa untuk memahami perbedaan nuansa dan etika
penggunaannya.
Struktur materi akan disajikan secara sistematis, dimulai dari pengenalan jenis-jenis salam, perbedaan formal dan
informal, praktik penggunaannya dalam dialog, hingga refleksi terhadap budaya sopan santun dalam menyapa.
Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada sikap sopan, percaya diri dalam berbicara, kerja sama saat bermain peran
(role play), serta rasa ingin tahu terhadap budaya lain.
Latar belakang keluarga yang beragam memengaruhi kemampuan awal dan kepercayaan diri mereka dalam berbicara
Bahasa Inggris. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran perlu memperhatikan perbedaan gaya belajar, baik visual,
auditori, maupun kinestetik.
Dimensi Profil Lulusan:
☐ DPL 1 Keimanan dan Ketakwaan terhadap ☐ DPL 2 Kewargaan ☑ DPL 3 Penalaran Kritis
Tuhan Yang Maha Esa ☑ DPL 4 Kreativitas ☑ DPL 5 Kolaborasi
☑ DPL 6 Kemandirian ☐ DPL 7 Kesehatan ☑ DPL 8 Komunikasi
Desain Capaian Pembelajaran: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:
Pembelajara 1. Mengidentifikasi berbagai ungkapan salam dalam Bahasa Inggris secara tepat (kognitif).
n 2. Menggunakan ekspresi salam secara lisan dan tertulis dalam konteks formal dan informal (keterampilan bahasa).
3. Menunjukkan sikap sopan, percaya diri, dan terbuka dalam menyapa dan berinteraksi (afektif).
Lintas Disiplin Ilmu: Materi dikaitkan dengan:
PPKn: Menanamkan nilai sopan santun, tata krama, dan etika komunikasi.
Sosiologi: Mengamati perbedaan budaya dalam menyapa (cultural awareness).
Teknologi Informasi: Menggunakan media digital untuk membuat video perkenalan atau greeting.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat:
Memahami dan membedakan ungkapan salam berdasarkan situasi (formal vs informal).
Menggunakan ekspresi salam dalam praktik lisan dengan percaya diri.
Membuat dialog sederhana menggunakan ungkapan salam dan memperagakannya secara berpasangan.
Topik Pembelajaran:
Greeting Expressions
Meliputi ungkapan sapaan awal (opening greetings), respon, dan penutupan percakapan (closing greetings), serta konteks
penggunaannya dalam situasi sehari-hari.
Praktik Pedagogis:
Pembelajaran Diferensiasi: Disesuaikan dengan gaya belajar (auditori: mendengar contoh dialog, visual:
menonton video, kinestetik: praktik role play).
Berbasis Proyek Mini: Siswa membuat video greeting perkenalan diri.
Umpan Balik Reflektif: Guru dan teman sebaya memberikan komentar membangun terhadap praktik berbicara.
Kemitraan Pembelajaran:
Kolaborasi antar siswa: Dalam dialog dan simulasi percakapan.
Guru mata pelajaran lain: Misalnya guru TIK untuk membantu teknis video greeting.
Orang tua: Mendampingi siswa saat merekam video perkenalan diri di rumah.
Lingkungan Pembelajaran:
Lingkungan belajar yang diciptakan bersifat:
Inklusif dan suportif: Semua siswa diberi kesempatan berbicara tanpa takut salah.
Aktif dan partisipatif: Siswa saling berdialog, bermain peran, dan saling memberikan masukan.
Kontekstual: Materi dikaitkan dengan situasi nyata seperti menyapa guru, teman, atau orang asing.
Pemanfaatan Digital:
Menampilkan video contoh native speaker melakukan greeting.
Merekam dan mengedit video perkenalan diri (praktik berbicara).
Menggunakan grup kelas untuk mengumpulkan tugas video dan memberi umpan balik.
Pengalaman Langkah-Langkah Pembelajaran
Belajar AWAL
Pada awal pembelajaran, guru menerapkan prinsip berkesadaran dengan mengajak peserta didik menyadari pentingnya
kemampuan menyapa dalam Bahasa Inggris sebagai bagian dari komunikasi global. Guru membuka pembelajaran dengan
penuh semangat dan senyum hangat, menyapa siswa dengan variasi sapaan Bahasa Inggris yang ekspresif dan ceria:
“Good morning, everyone! 🌞 How are you today? Feeling awesome? I hope so!”
“Hi there! It’s great to see your happy faces today!”
“Let’s start the day with some smiles and greetings – English style!”
Siswa diajak berdiri dan diminta saling menyapa teman di kanan dan kirinya menggunakan berbagai ekspresi salam
dalam Bahasa Inggris, seperti:
Hi! What’s up?
Hello! Nice to see you again!
Good morning! How’s your day so far?
Kegiatan ini menciptakan suasana awal yang berkesadaran, karena siswa diajak menyadari bahwa salam bukan sekadar
kata pembuka, tapi jembatan membangun hubungan yang positif.
INTI
Memahami
Pada tahap ini, siswa mulai mengenali, memahami, dan membedakan berbagai ekspresi salam berdasarkan konteks sosial
dan waktu penggunaannya.
Prinsip yang digunakan:
Berkesadaran
Guru mengajak siswa menyadari bahwa greeting bukan sekadar formalitas, tetapi mencerminkan sopan santun, budaya,
dan cara membangun hubungan sosial. Guru menunjukkan perbedaan antara salam formal dan informal melalui video
pendek atau skenario kehidupan nyata.
Bermakna
Siswa mengaitkan ekspresi greeting dengan pengalaman pribadi dan konteks yang familiar, misalnya bagaimana mereka
menyapa guru, teman, atau orang asing. Diskusi singkat dan aktivitas “Kapan dan Kepada Siapa?” membantu siswa
memahami penggunaan bahasa dalam konteks yang relevan.
Mengaplikasi
Pada tahap ini, siswa berlatih menggunakan ekspresi greeting secara langsung dalam berbagai situasi melalui kegiatan
bermain peran dan kolaboratif.
Prinsip yang digunakan:
Menggembirakan
Siswa melakukan role play dalam kelompok kecil dengan skenario seperti: menyapa teman baru, menyapa guru di pagi
hari, atau menyapa guru di siang hari. Kegiatan dibuat seru dan rileks, misalnya lewat permainan “Greeting Card Shuffle”
atau “Dialogue Puzzle.”
Bermakna
Guru memberikan umpan balik langsung dan membantu siswa memperbaiki intonasi, ekspresi wajah, dan pilihan kata
dalam menyapa. Dengan begitu, siswa merasa bahwa yang mereka pelajari benar-benar digunakan dalam kehidupan nyata.
Merefleksi
Pada tahap ini, siswa diajak untuk mengevaluasi pemahaman dan pengalaman belajarnya serta menyusun strategi
perbaikan.
Prinsip yang digunakan:
1. Berkesadaran
Siswa menuliskan refleksi pribadi di jurnal belajar atau Google Form tentang: Apa greeting yang paling sering
kamu pakai? Apa yang masih sulit kamu kuasai? Mengapa penting untuk bisa menyapa dengan baik?
2. Bermakna
Guru memfasilitasi diskusi reflektif bersama siswa, membahas bagaimana kebiasaan menyapa yang baik dapat
membangun kesan positif dan rasa percaya diri. Siswa juga bisa memberikan umpan balik terhadap teman melalui
kartu komentar sederhana
3. Tahap akhir dalam proses pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif
kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, serta
melibatkan siswa dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
4. Prinsip yang digunakan:
5. 🟫 Berkesadaran
Guru bersama siswa secara sadar merefleksikan apa yang telah dipelajari, baik dari segi pengetahuan,
keterampilan, maupun sikap. Guru mengajak siswa mengidentifikasi bagian yang sudah mereka kuasai serta area
yang masih perlu ditingkatkan, melalui tanya jawab terbuka seperti:
6. “Apa pelajaran paling penting yang kamu dapatkan hari ini?”
“Bagaimana perasaanmu ketika mencoba menyapa teman dalam Bahasa Inggris?”
7. 🟫 Bermakna
Guru menuntun siswa menyimpulkan inti pembelajaran, misalnya dengan membuat mind map atau menuliskan
“three key takeaways” dari pelajaran hari itu. Hal ini membantu siswa mengaitkan materi greeting dengan
kehidupan sehari-hari secara lebih personal dan relevan.
8. 🟫 Menggembirakan
Kegiatan ditutup dengan apresiasi atas usaha siswa, baik secara individu maupun kelompok. Guru dapat memberi
pujian, stiker digital, atau badge kelas (jika menggunakan platform online), serta mengadakan sesi ringan seperti
“One Word Exit Ticket” di mana siswa menyebut satu kata yang menggambarkan pengalaman belajarnya hari ini
(misalnya: “fun”, “confident”, “challenging”).
9. Sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran berikutnya, siswa diajak memilih topik lanjutan yang mereka
ingin pelajari, seperti “Making Simple Conversations”, melalui voting atau diskusi singkat.
PENUTUP
ahap akhir dalam proses pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas
pengalaman belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, serta melibatkan siswa dalam perencanaan
pembelajaran selanjutnya.
Prinsip pembelajaran yang digunakan:
1. Berkesadaran
Guru memfasilitasi sesi refleksi singkat, mengajak siswa menyadari apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana
hal itu dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Melalui pertanyaan panduan seperti “Apa hal baru yang kamu
pelajari hari ini?” dan “Bagaimana kamu akan menggunakan greeting dalam situasi sehari-hari?”, siswa diajak
mengembangkan kesadaran atas proses belajarnya sendiri.
2. Bermakna
Guru dan siswa bersama-sama merangkum materi yang telah dipelajari, misalnya dengan membuat daftar ekspresi
greeting dan konteks penggunaannya. Hal ini membantu siswa memahami hubungan antara materi dan pengalaman
mereka secara nyata, menjadikan pembelajaran lebih relevan dan berkesan.
3. Menggembirakan
Kegiatan ditutup dengan suasana positif, seperti memberikan apresiasi atas partisipasi aktif siswa atau sesi
permainan ringan (contohnya “Guess the Greeting”). Guru juga memberikan gambaran singkat tentang topik
pembelajaran selanjutnya, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengusulkan ide atau tema yang ingin
mereka pelajari, sehingga mereka merasa dilibatkan dan termotivasi.
Assesmen Asesmen Pada Awal Pembelajaran:
Pembelajaran
Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesiapan siswa terhadap materi greeting.
Jenis Asesmen:
Assessment for Learning (diagnostik/formatif)
Metode/Cara:
Observasi: Guru mengamati respons siswa terhadap sapaan awal dalam Bahasa Inggris di kelas.
Pertanyaan pemantik (pre-questioning): Guru memberikan pertanyaan seperti:
"Do you know any English greetings? Can you share one or two that you've used before?"
Asesmen Pada Proses Pembelajaran:
Asesmen pada Proses Pembelajaran
Tujuan: Memantau keterlibatan siswa, kemampuan memahami, dan mengaplikasikan ungkapan greeting selama
kegiatan berlangsung.
Jenis Asesmen:
Assessment as Learning (reflektif)
Assessment for Learning (formatif)
Metode/Cara:
Observasi langsung saat siswa melakukan role play: Guru mencatat keaktifan, ketepatan penggunaan ungkapan,
intonasi, dan gesture.
Penilaian Kinerja (Performance Assessment):
Rubrik digunakan untuk menilai role play berdasarkan aspek fluency, pronunciation, relevance of expression, and
interaction.
Peer Assessment: Siswa menilai performa teman melalui format sederhana (Google Form).
Self Assessment: How confident do I feel when greeting my friends in English after this lesson?
(Choose one and explain briefly):
Very confident
Quite confident
A little confident
Not confident yet
2. What greeting expressions am I most comfortable using?
3. What do I still need to improve when greeting others in English?
Asesmen Pada Akhir Pembelajaran:
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi siswa setelah kegiatan pembelajaran selesai.
Jenis Asesmen:
Assessment of Learning (sumatif)
Metode/Cara:
Penilaian Produk:
Siswa membuat video perkenalan diri (greeting + self-introduction) berdurasi 1 menit.
o Aspek yang dinilai: accuracy, fluency, pronunciation, creativity, appropriateness.
Tes Lisan:
Guru mengadakan wawancara mini, meminta siswa menyapa dan merespons salam.
Portofolio:
Mengumpulkan jurnal refleksi, catatan latihan, dan hasil tugas greeting dalam satu folder atau platform digital.
Penilaian Kelas Berbasis Proyek:
Jika waktu memungkinkan, siswa membuat Greeting Wall Poster yang menampilkan berbagai ungkapan sapaan
dalam konteks berbeda, secara visual.