0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan8 halaman

Panduan Pemrograman Mesin CNC

Dokumen ini membahas tentang pemrograman mesin CNC, termasuk definisi, prinsip kerja, dan jenis-jenis mesin CNC seperti bubut dan milling. G-Code sebagai bahasa dasar pemrograman CNC dijelaskan, serta alur proses pemesinan dan pengoperasian mesin CNC. Selain itu, bagian-bagian utama mesin CNC dan kelebihan penggunaannya dalam industri manufaktur juga diuraikan.

Diunggah oleh

piankroco614
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan8 halaman

Panduan Pemrograman Mesin CNC

Dokumen ini membahas tentang pemrograman mesin CNC, termasuk definisi, prinsip kerja, dan jenis-jenis mesin CNC seperti bubut dan milling. G-Code sebagai bahasa dasar pemrograman CNC dijelaskan, serta alur proses pemesinan dan pengoperasian mesin CNC. Selain itu, bagian-bagian utama mesin CNC dan kelebihan penggunaannya dalam industri manufaktur juga diuraikan.

Diunggah oleh

piankroco614
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RANGKUMAN MATERI

‘’PEMROGRAMAN MESIN CNC’’


Dosen Pengampu: Suryadi S.T,M.T

Disusun oleh:
M Ilham Bintang
NIM ; 221010300310
Kelas; 04TMSM003

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PAMULANG
TAHUN 2024
Apa itu CNC Programming ?
Arti dari CNC Programming atau Pemrograman CNC (Computer Numerical Control
Programming) adalah program yang banyak digunakan oleh para produsen / programer cnc
untuk membuat instruksi program untuk mesin CNC untuk mengontrol pergerakan sumbu
mesin yang bertujuan mengontrol alat mesin untuk proses pembuatan dan meningkatkan
otomatisasi serta fleksibilitas dengan file teks yang berisi G code.
Apa itu G Code ?
G-Code adalah bahasa dasar yang digunakan untuk mengendalikan mesin CNC dan ini adalah
panduan utama untuk Pemrograman CNC. jenis lainnya adalah pemrograman CAM yang juga
akan menghasilkan G code dari gambar CAD.
Mekanisme atau Prinsip kerja NC/CNC secara singkat bisa dikatakan sebagai berikut:
1. Programer membuat atau mengetikan langsung program CNC sesuai dengan desain
produk yang akan dibuat pada mesin CNC atau dibuat pada komputer dengan
bantuan software untuk pemograman CNC.
2. G-code adalah bahasa dasar dan istilah yang dikenal untuk Program CNC tersebut, dan
selanjutnya dikirim dan dieksekusi oleh prosesor pada mesin CNC dan menghasilkan
pengaturan motor servo pada mesin untuk menggerakan perkakas yang bergerak
melakukan proses permesinan hingga menghasilkan produk sesuai program yang
sudah dibuat oleh programer cnc.
Saat ini ada beberapa software CAM untuk pemograman CNC dan manufaktur berbantuan
komputer, seperti Mastercam dan Solidworks cam, pada interface mastercam dapat
mengIntegrasikan secara sempurna antara CAD dan CAM, sehingga anda bisa membuat
program dan toolpath secara otomatis, sehingga dapat membantu anda meningkatkan
produktifitas proses machining anda dengan menggunakan teknologi yang terbaik dikelasnya
dan juga menggunakan alat otomatisasi yang dapat disesuaikan guna untuk memaksimalkan
efesiensi dari mesin CNC yang anda miliki.

6 Bagian Utama Mesin CNC

1. Program
2. Unit kendali atau processor
3. Alat cekam benda kerja
4. Motor listrik servo untuk menggerakan kontrol tools
5. Motor listrik untuk menggerakan/memutar pahat (spindle)
6. Cutting Tools (Pahat)
7. Dudukan dan pemegang tools (Holder)

Prinsip Kerja CNC

Pertama, membuat program CNC sesuai produk yang akan dibuat dengan cara pengetikan
langsung pada HMI mesin maupun dibuat pada komputer dengan perangkat lunak
pemrograman CNC.

Program CNC tersebut, lebih dikenal sebagai G-Code, seterusnya dikirim dan dieksekusi oleh
prosesor pada mesin CNC menghasilkan pengaturan motor servo pada mesin untuk
menggerakan perkakas yang bergerak melakukan proses permesinan hingga menghasilkan
produk sesuai program.
Alur Proses Pemesinan CNC

Berkembang dari proses pemesinan kontrol numerik (NC) yang menggunakan kartu pita
berlubang, pemesinan CNC merupakan proses manufaktur yang menggunakan kontrol
terkomputerisasi untuk mengoperasikan dan memanipulasi mesin dan alat pemotong untuk
membentuk benda kerja misalnya, logam, plastik, kayu, busa, dll. Meskipun ada begitu
banyak jenis dan proses dalam pemesinan CNC, prinsip-prinsip dasar dari proses tersebut
sebagian besar tetap sama. Proses pemesinan CNC dasar mencakup tahapan berikut:

1. Mendesain model CAD


2. Mengkonversi file CAD ke program CNC
3. Mempersiapkan mesin
4. Menjalankan operasi pemesinan di mesin

Cara Pengoperasian
Pengoperasian Mesin CNC

Umumnya cara mengoperasikanya yaitu dengan memasukkan perintah numeric melalui


tombol-tombol yang ada pada panel instrument di tiap-tiap mesin. Ada 2 sistem koordinat
pada proses pembuatan program di mesin cnc yaitu sistem koordinat absolute dan sistem
koordinat incremental.

Jenis-Jenis Mesin CNC

Pada dasarnya mesin produksi yang telah menggunakan kontrol CNC sudah banyak
dipergunakan dalam industri manufaktur, namun kita akan membahas secara garis besar
mengenai proses pemrograman Bubut CNC dan mesin Milling CNC atau frais.

Mesin Bubut CNC


Sistem Koordinat x,y,z pada mesin Bubut CNC

Bubut CNC (Lathe CNC) yaitu suatu proses bubut dengan menggunakan mesin bubut CNC
dilakukan dengan menggunakan kode-kode standar. Kode yang digunakan untuk
mengoperasikan mesin bubt CNC yaitu kode G dan kode M. Mesin bubut CNC memiliki
sumbu yang sama dengan mesin bubut konvensional yaitu sumbu X dan sumbu Z. Beberapa
kelebihan dari penggunaan mesin bubut CNC adalah sebagai berikut:

 Hasil produksi akan seragam baik dalam bentuk dan ukuran.


 Toleransi dapat disesuaikan dengan harapan operator.
 Proses kerja yang cepat sehingga dapat menghemat waktu kerja.
 Biaya proses dakan semakin murah.
 Pahat bubut CNC menggunakan Insert, jauh lebih hemat daripada pahat bubut
konvensional.
Mesin Milling/Frais CNC

Sumbu x,y,z pada Mesin Milling CNC

Sama seperti proses bubut kode-kode yang digunakan untuk mengoperasikan mesin
milling/frais CNC ini yaitu kode G dan kode M. Pada mesin milling ada 3 buah sumbu yang
dapat bergerak secara bersamaan yaituu sumbu X, Y dan Z. Pergerakan mesin ini dirancang
terkoordinasi untuk mendapatkan lintasan tertentu, sehingga dapat dinamakan sumbu yang
berkesinambungan atau sumbu kontur (contouring axis).Sumbu Z orientasinya bersamaaan
dengan gerak putar spindle, sumbu X dengan arah gerak horizontal dan sumbu Y yang
mengikuti kaidah tangan kanan sehingga membentuk sistem sumbu XYZ untuk menyatakan
gerakan translasi pahat.

Kelebihan yang ditawarkan oleh mesin CNC yaitu:

 Ketelitian yang tinggi


 Ketepatan yang tinggi
 Produktifitas yang tinggi
 Dapat mengerjakan bentuk yang kompleks

Apa saja bagian – bagian dari Mesin Bubut CNC? Bagaimana bagian – bagian dari
Mesin CNC bekerja bersama ?
Pada umumnya, Mesin CNC Bubut tersedia dalam konfigurasi utama sebagai berikut:
 Horizontal
 Vertikal
 Slant Bed ( Alas Mesin posisi Miring )
 Flat Bed ( Alas Mesin Posisi Rata )
 Standar
 Multi-Sumbu
 Tipe lain, contoh : Tipe Swiss, Multi Spindle (Poros Pemutar), Sumbu-B,
Depending on their configuration, CNC Lathes may have the following components.
Machine Bed (Dudukan Mesin)
Bed pada Mesin CNC Bubut adalah tumpuan dari seluruh mesin dimana Seluruh
Komponen berbeda pada mesin tersebut terpasang. Sebagai contoh, Spindle Stock
yang menjadi rumahan Poros Utama mesin, badan Tail Stock (kepala lepas), Slide
( Eretan ) sumbu X dan Z, Opsional sumbu Y dan Poros Tambahan.
Untuk Memastikan umur penggunaan yang panjang, Hwacheon Memproduksi Alas
Mesin menggunakan Meehanite Cast Iron kualitas tinggi. Hal ini membantu
membatasi distorsi akibat suhu tinggi dan memberikan stabilitas mekanikal yang
solid. Hal ini juga memastikan part yang di proses di mesin ini selalu akurat secara
konsisten.
Main Spindle (Poros Pemutar Utama)
Sering di ketahui sebagai jantung dari sebuah mesin, Main Spindle (Poros Pemutar
Utama) merupakan gabungan poros dan sistem penggerak poros. Beberapa bagian
yang bergerak pada Mesin CNC, mencakupi motor, roda gigi, dan chuck / Pencekam
(akan dibahas lebih lanjut).Penggerak Sumbu-C yang membantu pemosisian benda
kerja akan di rakit bersama dengan spindle (Poros Pemutar).
Pencekam alat potong biasanya terpasang pada piringan turret / Turret Disk
( piringan yang berputar untuk membantu pemosisian dan penukaran alat potong),
mereka termasuk pencekam alat potong statis dan alat potong bergerak. Sistem
penggerak alat potong bergerak sudah terinstall di dalam mesin.
Untuk Memastikan Kualitas Terbaik, Hwacheon memproduksi sendiri 100% poros
utama dan semua part di dalam nya. Hal ini dapat mentoleransi jangkauan rpm
standar maupun opsi jangkauan rpm tinggi, dijalankan dengan getaran yang
diminimumkan bergantung dari persyaratan aplikasi nya.
Sub-Spindle / Second Spindle (Poros Pemutar
Tambahan)
Terpisah dari Main Spindle (Poros Pemutar Utama) dan sebagai opsi tambahan, Sub –
Spindle (poros pemutar tambahan) bekerja secara sinkron dengan Main Spindle
untuk menyelesaikan proses pemesinan pertama dan kedua pada Mesin Bubut CNC.
Hal ini meningkatkan efisiensi dan hasil setiap siklus, ketika dinamakan sebagai
Poros Kedua, mekanisme nya mempunyai kapasitas dan tenaga yang sama dengan
Main Spindle.
Dirancang dengan berdasar kebutuhan pengguna untuk mencapai flexibilitas dan
performa yang lebih tinggi, Sub-Spindle tersedia secara opsional pada semua Seri Hi-
TECH Mesin Hwacheon.
Chuck (Pencekam)
Pencekam adalam sejenis struktur ragum yang mencekam benda kerja yang akan
dikerjakan di mesin. Pencekam terpasang pada Main Spindle (Poros Pemutar Utama)
yang memutar Pencekam dan benda kerja.
Untuk mencapai produktifitas yang lebih tinggi pada proses manufaktur, anda harus
mempertimbangkan Mesin Bubut CNC yang menawarkan berbagai opsi,
membolehkan anda untuk berganti alat yang tepat untuk pengerjaan bubut anda.
Sebagian dari Mesin buatan Hwacheon memiliki fleksibilitas dan ukuran yang dapat
mengakomodasi pipa oli ekstra panjang dan aplikasi poros panjang lain nya.
Guide Way (Jalur Eretan)
Guide Way merupakan komponen yang membuat alat potong dapat bergerak
horizontal maupun vertikal untuk mencapai proses pemotongan / pembubutan yang
halus.
Untuk memastikan daya tahan dan ketegaran komponen, akurasi tertinggi
diperlukan dalam pembuatan komponen Guide Way.
Hwacheon menggunakan guide tipe solid box dengan kekuatan tinggi (highly rigid
solid box guides) pada semua sumbu untuk produk mesin seri HI-TECH untuk
memperpendek waktu antar proses pemesinan dan menambah kepresisian proses
pemesinan.
Headstock (Kepala Tetap)
Terdapat Motor Utama di dalamnya, kepala tetap menumpu Main spindle (Poros
Pemutar Utama) dimana Pencekam terpasang. Untuk memastikan Performa yang
tinggi, anda perlu mempertimbangkan Headstock mesin yang anda pilih dapat
menahan torsi tinggi pada kecepatan remdah, ini adalah hal penting untuk
pengerjaan material getas / keras.
Pada seri HI-TECH Hwacheon, transmisi roda gigi kami memberikan tenaga optimal
dan stabilitas. Rakitan Transmisi dan Motor Spindle juga dirancang untuk membatasi
suhu tinggi dan perambatan getaran.
Tailstock (Kepala Lepas)
Tailstock (Kepala Lepas) digunakan untuk memberikan gaya tumpuan tambahan
pada ujung lain dari komponen. Hal ini penting ketika melakukan proses pemesinan
untuk benda kerja yang memiliki ukuran panjang.
Untuk mesin Seri HI-TECH Hwacheon, Tailstock dapat di program untuk diposisikan
dalam mode semi-otomatis. Hal ini membuat Tailstock dapat memberikan Tumpuan
yang kuat dan presisi yang lebih tinggi pada benda yang dikerjakan.
Tool Turret (Stasiun Alat Potong)
Turret memberikan kemungkinan untuk mengganti alat potong yang diperlukan pada
proses pemesinan. Ukuran Turret ditentukan dari jumlah dan ukuran alat potong
yang akan dipasang pada nya.
Untuk memastikan stabilitas dan kepresisian pada proses pemesinan, Turret pada,
untuk contoh, Mesin Hwacheon HI-TECH 550 memberikan tenaga pencekaman yang
maksimal, menawarkan waktu index sebesar 0.2 detik/setup untuk proses pemesinan
yang lebih cepat dan stabil.
Beberapa opsi yang tersedia antara lain :
 Bubut CNC sumbu Y ( untuk operasi off-center )
 Bubut CNC Part Catcher ( melepas benda kerja secara otomatis )
 Bubut CNC Bar Feeder / Bar Magazine ( single bar (batang tunggal) digunakan pada
feeder bar (batang pengumpan) ketika magazin digunakan untuk proses otomatis
yang memerlukan beberapa batang )
 Spindle (Poros Pemutar) tambahan
 MC – Drive, termasuk milling (frais), life tools (alat potong dengan penggerak
terpisah), dan operasi sumbu C
 Berbagai Panjang Bed / alas mesin untuk menampung pengerjaan poros panjang dan
pipa.

Mesin Bubut CNC pada masa kini tersedia dalam berbagai jenis sumbu,
mempermudah dalam pengerjaan benda yang lebih rumit tanpa harus berpindah
mesin dan berganti alat secara manual. Sumbu berbeda menggambarkan cara
bagaimana benda kerja ( atau alat potong ) dapat diposisikan / dipergunakan dan
dirotasikan selama proses pemesinan.
Mesin CNC Bubut 2 Sumbu
Pada set-up dasar ini, 2 sumbu linear dapat dipergunakan pembubutan Diameter
Luar / Diameter Dalam (contoh : pembubutan silindris) dan proses facing (perataan
tepi) atau proses drilling (Pembuatan Lubang) dan tapping (Pembuatan ulir dalam)
pada sumbu tengah benda kerja. Namun, Proses Milling ( Frais ) tidak diperbolehkan
untuk dilakukan.
Mesin CNC Bubut 3 Sumbu
Sebagai tambahan untuk sumbu x dan z yang standar, sumbu C dan sistem life tool
(alat potong dengan sistem penggerak terpisah) ditambahkan. Hal ini membuat
benda kerja dapat diposisikan untuk dilakukan proses pemesinan Milling standar,
boring, dan tapping. Proses Milling spiral termasuk perputaran lambat yang sinkron
pada benda kerja juga dapat dilakukan.
Mesin CNC Bubut 4 Sumbu
Pada mesin jenis ini, sumbu Y ditambahkan sehingga proses pemesinan off-centre
(tidak sentris) dapat dilakukan. Mesin ini dapat melukan pengerjaan yang lebih rumit
dan tidak umum dengan lebih baik.
Mesin CNC 5 Sumbu
Pada mesin jenis ini, Turret kedua ditambahkan pada Mesin CNC Bubut 3 sumbu
(seperti contoh : T2-2T). Mesin ini akan memiliki 2 sumbu pada tiap Turret (Turret
atas dan bawah) ditambah dengan Sumbu C pada Spindle (Poros Pemutar) yang
berputar. Hal ini Memberikan kemampuan untuk menggunakan 2 alat potong secara
bersamaan untuk proses pemesinan benda kerja dan mengurangi waktu pengerjaan
secara drastis.
Mesin CNC 6 Sumbu Atau Lebih
Permutasi pada Mesin Bubut ini adalah sebagai berikut:
 2 x Sumbu C ( Spindle utama dan tambahan )
 2 x Turret ( Turret Atas dan bawah, masing-masing dengan 2 sumbu linear )
 1 x Sumbu Y pada Turret atas
 1 x Spindle tambahan yang dapat bergerak menuju Spindle utama untuk mengambil
benda kerja
Tentu saja, banyak mesin yang memiliki lebih dari 8 sumbu. Tetapi, mesin tersebut
adalah mesin yang canggih dan rumit dan umumnya tidak dibutuhkan untuk proses
pemesinan biasa.
Ukuran Mesin CNC
Ukuran dari Mesin CNC Bubut umumnya dispesifikasikan dari ukuran pencekam dan
jarak antar center.
Sebagai contoh, Mesin HI-TECH 200 Hwacheon tipe standar tersedia dengan
pencekam ukuran 8 inchi sampai 10 inchi berharga lebih rendah dari tipe HI-TECH
230 tipe standar dan juga tersedia dengan pencekam ukuran 8 inchi sampai 10 inchi,
akan tetapi tipe HI-TECH 230 dilengkapi dengan rancangan dan teknologi yang lebih
modern, dan dapat ditingkatkan ke berbagai opsi yang yang lebih canggih.
Rancangan – Mesin Standar Atau Mesin Kompleks
Mesin Standar umumnya berharga lebih murah dibandingkan dengan Mesin
Kompleks. Mesin Kompleks mungkin sama saja dengan Mesin Standar tetapi
dilengkapi dengan alat – alat tambahan.
Sebagai contoh, HI-TECH 450A tipe standar memiliki pencekam dengan ukuran 1o
inchi. Mesin ini dapat dipasangkan juga dengan pencekam ukuran 12 inchi atau 15
inchi, selain itu tipe HI-TECH 450A/B/C, memberikan ukuran diameter Spindle Bore
yang lebih besar . Selain itu, mesin tipe standar juga dapt dipasangkan dengan
fungsi – fungsi Milling, sumbu Y, Sub-Spindle (Poros Pemutar Tambahan), dan Bed
(alas mesin) yang lebih panjang (HI-TECH 450A/B/C – std / MC / YMS / YSMC / LYSMC)
Spesifikasi
Harga Mesin juga dipengaruhi dari opsi-opsi yang dipilih.
Menambah opsi seperti sumbu Y, tenaga motor tambahan, jangkauan torsi Spindle
utama, sistem guide way( bola linear atau rol, sistem pengarah tipe box), sistem
pendingin melalui Spindle (CTS) 30 / 70 bar, konfigurator alat potong (tool setter),
konveyor chip / geram (standar atau spesial untuk alumunium), atau ukuran Spindle
Bore (terutama untuk BB atau BB+) akan menghasilkan biaya tambahan pada mesin
standard
Opsi tabahan seperti bearing khusus, Pengganti Alat Potong Otomatis (ATC) dan
Pencekam Hidrolik akan berdampak pada harga mesin
Sumber materi:
[Link]
[Link]
[Link]/id/mesin-bubut-cnc-apa-yang-perlu-anda-ketahui/

Anda mungkin juga menyukai