RKS Program Revitalisasi SMA 2025
RKS Program Revitalisasi SMA 2025
2025
RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)
DAN SPESIFIKASI TEKNIS
CONTOH
..........
i
DAFTAR ISI
CONTOH
PASAL 7 SARANA PENUNJANG PROYEK ............................................................................................ 12
BAB III KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN STRUKTUR ...................................................... 14
PASAL 1 PEKERJAAN BONGKARAN PLAFOND, RANGKA, DAN PENUTUP ATAP ................................ 14
PASAL 2 PEKERJAAN KONSTRUKSI ATAP ........................................................................................... 14
BAB IV KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR .................................................. 16
PASAL 1 PEKERJAAN PLAFOND KALSIBOARD, & RANGKA KAYU PLAFOND ...................................... 16
PASAL 3 PEKERJAAN PENGECATAN DINDING DAN PLAFOND .......................................................... 17
PASAL 4 PEKERJAAN KERAMIK LANTAI ............................................................................................. 18
BAB V KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL ................................................... 20
PASAL 1 PERSYARATAN UMUM ........................................................................................................ 20
PASAL 2 RUANG LINGKUP PEKERJAAN ............................................................................................. 21
PASAL 3 PERALATAN, BAHAN-BAHAN DAN PELAKSANAAN INSTALASI LISTRIK ............................... 21
BAB VI KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN SANITASI ......................................................... 27
BAB VIII PENUTUP .......................................................................................................................... 31
ii
BAB I
KETENTUAN UMUM
PASAL 1
SITUASI
CONTOH
1.5 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ..... harus melaksanakan
pekerjaan dengan baik dan benar serta penuh dengan tanggung jawab dan teliti sesuai
dengan ketentuan Kontrak.
1.6 Seluruh cara dan prosedur yang diikuti, termasuk semua pekerjaan sementara yang akan
dilaksanakan, semuanya harus mendapat persetujuan dari Perencana dan Pengawas.
1.7 Dalam pelaksanaan pekerjaan, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA
..... harus mentaati peraturan-peraturan pemerintah dan peraturan daerah yang berlaku
yang berhubungan dengan pekerjaan ini.
3
PASAL 2
LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan yang harus dilaksanakan meliputi:
Tabel 1. 1 Lingkup Pekerjaan
NO URAIAN
1 RUANG KELAS
I PEKERJAAN PERSIAPAN
II PEKERJAAN ATAP
III PEKERJAAN LANGIT – LANGIT
IV PEKERJAAN PENGECATAN
V PEKERJAAN LISTRIK
2 RUANG WAKA KURIKULUM
I PEKERJAAN PERSIAPAN
II PEKERJAAN ATAP
III PEKERJAAN LANGIT – LANGIT
IV PEKERJAAN PENGECATAN
V PEKERJAAN LISTRIK
CONTOH
3 RUANG HUMAS
I PEKERJAAN PERSIAPAN
II PEKERJAAN ATAP
III PEKERJAAN LANGIT – LANGIT
IV PEKERJAAN PENGECATAN
V PEKERJAAN LISTRIK
4 RUANG GURU
I PEKERJAAN PERSIAPAN
II PEKERJAAN ATAP
III PEKERJAAN LANGIT – LANGIT
IV PEKERJAAN PENGECATAN
V PEKERJAAN LISTRIK
5 RUANG SARPRAS DAN KORIDOR
I PEKERJAAN PERSIAPAN
II PEKERJAAN ATAP
III PEKERJAAN LANGIT – LANGIT
IV PEKERJAAN PENGECATAN
V PEKERJAAN LISTRIK
6 JAMBAN
I PEKERJAAN PERSIAPAN
II PEKERJAAN PENGECATAN
III PEKERJAAN LANTAI
IV PEKERJAAN SANITASI
V PEKERJAAN LISTRIK DAN LAIN - LAIN
4
PASAL 3
PEKERJAAN PELAKSANAAN
Untuk menjamin mutu dan kelancaran pekerjaan, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
(P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang harus menyediakan.
3.1 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ....... harus
menyediakan tenaga ahli yang mengerti gambar dan cara-cara pelaksanaan sesuai dengan
kualifikasi yang tertuang di dalam dokumen kontrak seperti Tenaga Ahli Perencana dan
Pengawasan.
3.2 Alat-alat pengukur seperti waterpass, penyekat tegak dan alat-alat bantu lainnya,
diperlukan untuk ketelitian, kerapihan, ketepatan pekerjaan.
3.3 Bahan yang akan di gunakan harus sudah ada ditempat menjelang waktu pengerjaan
sehingga tidak akan terjadi kelambatan pelaksanaan dari jadwal yang telah ditentukan.
3.4 Pada akhir pekerjaan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .....
CONTOH
bersama dengan Tenaga Ahli Perencana dan Penagwasan dalam membuat gambar
terlaksana (as built drawing).
PASAL 4
UKURAN
PASAL 5
PEKERJAAN PERSIAPAN
5
5.3 Laporan dan Dokumentasi Foto Proyek
Laporan harian, mingguan dan bulanan, untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek,
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ..... menyusun foto-foto
dokumentasi untuk tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
5.4 Pembersihan Lokasi Pekerjaan dan Pembongkaran Atap.
Pembersihan lokasi pekerjaan dilaksanakan selama pelaksanaan hingga akhir pekerjaan.
Untuk Bongkaran atap meliputi pembongkaran genteng, pembongkaran kaso & reng,
pembongkaran kuda-kuda & gording kayu. Pada saat pembongkaran harus diperhatikan
dalam pelaksanaannya karena rawan terjadi kecelakaan. Material hasil bongkaran
ditempatkan ditempat yang sudah ditentukan dan agar tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan.
5.5 RK3K (Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak)
a. Fasilitas Sarana Kesehatan
Peralatan P3K (Kotak P3K Uk. 28 x 28 x 11,5 cm lengkap obat) 1 buah
b. Rambu – Rambu yang diperlukan
Rambu peringatan 2 buah
5.6 Pembuatan As Built Drawing.
Setelah kegiatan pekerjaan selesai harus membuat gambar terlaksana (As Built
Drawing).
6
BAB II
KETENTUAN TEKNIS DAN BAHAN
PASAL 1
URAIAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN
7
1.3 Pemeriksaan Bersama
a. Pada tahap awal periode pada pelaksanaan pekerjaan, Tim Panitia Pembangunan
Satuan Pendidikan (P2SP) bersama tenaga kerja bangunan melakukan Peninjauan
Lapangan dan memberikan arahan terkait lingkup pekerjaan yang akan
dilaksanakan.
1.4 Pengamanan Sarana dan Mebeler
Sarana dan mebeuler yang masih berada di ruangan atau bangunan yang direhabilitasi,
dipindahkan dan ditempatkan pada ruangan atau area yang lebih aman.
PASAL 2
TENAGA KERJA LAPANGAN
PASAL 3
BAHAN DAN PERALATAN
3.1 Bahan, peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
dalam surat perjanjian/kontrak, adalah harus disediakan oleh Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA .......
3.2 Bahan/Material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, adalah:
a. Sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia.
b. Memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan dalam surat perjanjian/kontrak,
Uraian Spesifikasi Teknis, gambar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
8
c. Sebelum digunakan/dipasang harus diajukan contoh atau brosur setiap bahan dan
peralatan tersebut untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas.
d. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ..... berhak melakukan
pengujian dan menolak terhadap bahan dan peralatan yang akan digunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan apabila ternyata tidak memenuhi
ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan.
3.3 Bahan dan peralatan yang ditolak Tenaga Ahli Pengawas harus segera disingkirkan dari
lokasi/lapangan proyek, dalam waktu maksimal 2 (dua) hari kerja sejak tanggal penolakan
dilakukan.
3.4 Apabila terdapat bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang belum atau telah
mendapat persetujuan, ternyata tidak memenuhi kualifikasi atau spesifikasi teknis yang
dipersyaratkan, maka Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .....
wajib mengganti/memperbaiki dengan beban biaya sendiri dan tidak berhak menuntut
ganti rugi.
3.5 Apabila bahan dan peralatan yang akan digunakan ternyata tidak didapat lagi di pasaran,
maka Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .... segera mengajukan
bahan dan peralatan pengganti minimal yang setara dan mendapatkan persetujuan
tertulis dari Pengawas.
3.6 Prosedur penggantian harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku.
3.7 Penggantian bahan dan peralatan tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan
pekerjaan.
3.8 Penyediaan dan pengamanan bahan dan peralatan di lokasi/lapangan proyek, adalah
menjadi tanggung jawab Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ....
termasuk tempat dan cara penyimpanannya harus tertib dan tidak mengganggu mobilisasi
kerja di lapangan.
PASAL 4
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
4.1 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA.... wajib membuat
9
b. Pada time schedule dilengkapi pula dengan kurva “S”.
c. Untuk pelaksanaan pekerjaan/proyek yang memiliki kompleksitas tinggi harus
dilengkapi dengan network planning.
4.2 Jangka waktu jadwal pelaksanaan sesuai dengan yang dinyatakan dalam surat
perjanjian/kontrak.
4.3 Jadwal pelaksanaan pekerjaan dibuat secara lengkap dan menyeluruh mencakup seluruh
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, yang dapat menggambarkan antara rencana dan
realisasinya.
4.4 Jadwal pelaksanaan pekerjaan harus sudah dibuat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja
setelah penandatanganan surat perjanjian/kontrak, untuk dapat diperiksa/disetujui oleh
pengawas teknis dan disahkan oleh Kepala Sekolah.
4.5 Jadwal pelaksanaan pekerjaan harus tetap berada di lokasi/lapangan selama masa
pelaksanaan pekerjaan dan salah satunya ditempel di ruangan rapat proyek.
PASAL 5
LAPORAN HASIL PEKERJAAN
10
d. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .... harus memperbaiki
atas beban biaya sendiri terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi syarat, tidak
sempurna dalam pelaksanaannya atas kemauan inisiatif sendiri atau yang
diperintahkan oleh pengawas teknis maupun Kepala Sekolah.
5.2 Laporan mingguan dibuat setiap minggu yang terdiri dari rangkuman laporan harian dan
berisi hal kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta hal-hal penting yang
perlu dilaporkan.
5.3 Laporan bulanan dibuat setiap bulan yang terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan
berisi hal kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting yang
perlu dilaporkan.
PASAL 6
FOTO PELAKSANAAN
6.1 Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
(P2SP) SMA .... membuat foto-foto dokumentasi untuk tahapan-tahapan pelaksanaan
pekerjaan dilapangan.
6.2 Foto pelaksanaan disusun oleh tim Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA
Negeri 1 Ajibarang, disusun sesuai tahapan pekerjaan dari 0%-25%, 25%-50%, 50%-75%,
dan 75%-100%, yaitu sebagai berikut :
Tabel 2. 1 Foto Proyek
11
Pekerjaan Langit – Langit, Ruang Kelas,
Ruang Waka Kurikulum, Ruang
Bobot
Tahap III Humas, Ruang Guru, Ruang Sarpras
50% - 75%
dan Koridor, serta Pekerjaan Sanitasi
pada Jamban
Pekerjaan Langit – Langit, Pekerjaan
Pengecatan, Pekerjaan Listrik Ruang
Kelas, Ruang Waka Kurikulum,
Bobot Ruang Humas, Ruang Guru, Ruang
Tahap IV
75% - 100% Sarpras dan Koridor, serta Pekerjaan
Sanitasi dan Pekerjaan Listrik pada
Jamban , dan finishing/detail/seluruh
pekerjaan selesai
6.3 Foto pelaksanaan tiap tahapan pekerjaan dilampirkan untuk laporan 0% (proposal review),
laporan 50% (penagihan dana sisa 30%), dan laporan 100% (beserta BAST).
6.4 Pengambilan titik pandang dari setiap pemotretan harus tetap/sama sesuai dengan petunjuk
Pengawas Teknis atau Pengguna Anggaran.
6.5 Foto setiap tahapan pekerjaan diberikan keterangan kegiatan, lokasi, dan tanggal.
6.6 Khusus untuk pemotretan pada kondisi keadaan kahar/memaksa force majeure diambil 3
(tiga) kali.
PASAL 7
SARANA PENUNJANG PROYEK
7.1 Sarana penunjang gudang sementara adalah merupakan sarana penunjang dalam
pelaksanaan proyek dan merupakan barang yang dipakai habis pada saat setelah pekerjaan
selesai.
7.2 Untuk segala kebutuhan/keperluan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan, sekalipun tidak
disebut dan dinyatakan dalam peraturan dan Uraian Spesifikasi Teknis maupun dalam
gambar tetap menjadi tanggung jawab Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
SMA .....
12
7.3 Untuk pelaksanaan pekerjaan dimaksud, tanah dan halaman akan diserahkan kepada
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .... dalam keadaan sedemikian
rupa, dengan ketentuan jika pelaksanaan pekerjaan telah selesai, segala kerusakan
yang terjadi di atas tanah/halaman akibat pelaksanaan seperti kerusakan
saluran/got, tanaman dan lain sebagainya harus diperbaiki kembali seperti keadaan semula
atas tanggungan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ....
pelaksana yang bersangkutan.
7.4 Setelah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ..... mendapat
batas-batas daerah kerja,maka Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA
.... harus bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang ada di daerahnya
meliputi :
a. Kerusakan-kerusakan yang timbul akibat kelalaian/kecerobohan yang disengaja
maupun tidak disengaja.
b. Penggunaan sesuatu yang salah/keliru.
c. Kehilangan-kehilangan.
7.5 Untuk mencegah kejadian-kejadian tersebut di atas Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA .... diizinkan untuk mengadakan pengamanan pelaksanaan
proyek pembangunan setempat, antara lain penjagaan, penerangan pada malam hari
dan sebagainya.
7.6 Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ..... harus
mengerjakan pekerjaan pembersihan yaitu segala macam kotoran bekas-bekas bongkaran
dan alat-alat lainnya.
13
BAB III
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN STRUKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN BONGKARAN PLAFOND, RANGKA, DAN PENUTUP ATAP
PASAL 2
PEKERJAAN KONSTRUKSI ATAP
14
a. Pembuatan, penyetelan dan pemasangan konstruksi rangka atap Kayu Kruing.
b. Pekerjaan Kap dan Gording (expose) kayu kruing dengan ukuran 8/12 cm.
c. Pekerjaan Penutup Atap dari Genteng Plentong lama dan baru.
d. Pekerjaan usuk/reng expose kayu Kruing.
e. Pembuatan dan pemasangan listplank GRC serat kayu.
1.2 Peralatan & Bahan
a. Persiapan alat bantu kerja yang digunakan adalah: tangga kerja,
b. Semua peralatan dan bahan di atas harus disetujui oleh Tenaga Ahli Pengawas, dan
Perencana.
1.3 Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Bahan
Semua bagian bahan kayu yang digunakan harus sesuai dengan bestek.
Semua batang kayu harus bebas dari, lubang-lubang, bengkokan, puntiran,
atau cacat dan perubahan bentuk lainnya serta diberi plat kopel t = 10 mm.
Semua penyambungan yang menggunakan baut harus diberi ring sesuai
dengan diameter baut yang digunakan.
b. Pekerjaan Kap, Gordeng dan Usuk/Reng
Gording kayu menggunakan kayu jenis kruing dan harus sesuai dengan
gambar bestek.
Kuda-kuda expose menggunakan kayu jenis kruing dan harus sesuai dengan
gambar bestek.
Jarak pemasangan kayu usuk antar as adalah 35 cm (expose) dengan ukuran
5/7 kualitas baik dan Jarak pemasangan gordeng sesuai dengan gambar.
c. Pekerjaan Penutup Atap
Genteng yang dipakai dari Genteng Plentong lama dan baru, untuk genteng
lama dicuci serta dibersihan terlebih dahulu sebelum dipasang.
Pemasangan genteng harus rata tidak bergelombang permukaannya dan
pertemuan sambungan genteng dengan genteng harus terlihat lurus.
Pasangan bubungan genteng harus lurus dan kedap air.
15
BAB IV
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN PLAFOND KALSIBOARD, & RANGKA KAYU PLAFOND
16
Pekerjaan Langit-langit
a. Pekerjaan Rangka langit-langit
Rangka untuk plafond semua digunakan rangka dari bahan Kayu Meranti dimensi
kayu 4 x 4 cm dan 2 x 4 cm dengan ukuran 60 x 60 cm, digantung dengan root ke
rangka atap (sesuai kondisi lapangan) sesuai dengan Gambar Rencana dan petunjuk
Pengawas. Rangka plafond yang menempel pada dinding harus memakai
alur/sponing agar sebelum dilakukan pemasangan terlebih dahulu supaya dibuat
sponing dengan ukuran sesuai dengan Gambar Rencana atau petunjuk Pengawas.
Setelah rangka tepi plafond/ rangka yang menempel pada dinding atau rangka
utama sudah terpasang seluruhnya, tentunya kedudukan dan elevasi disesuaikan
dengan Gambar Rencana dan disetujui Pengawas, selanjutnya dilakukan
pembagian untuk pemasangan rangka pembagi dengan modul as ke as 60 cm
(sesuai dengan Gambar Rencana).
b. Penyelesaian Langit-langit dengan Kayu Profil
Pemasangan plafond Kalsiboard hanya dapat dilakukan bilamana rangka plafond
telah selesai dan sesuai dengan Gambar Rencana serta telah disetujui Pengawas.
Lembaran Kalsiboard dan dipergunakan untuk plafond adalah dengan ukuran tebal
3,5 mm atau disesuaikan dengan Gambar Rencana dan petunjuk Pengawas.
Pemotongan Kalsiboard harus dilakukan dengan alat khusus atau alat lainnya yang
disetujui Pengawas serta diampelas yang terlalu kasar pada bekas pemotongannya
sehingga halus dan rata. Pemasangan plafond Kalsiboard dapat dilakukan dengan
cara dibaut atau paku dan disetujui Pengawas. Setelah pemasangan plafond
keseluruhannya sesuai dan diterima/ disetujui Pengawas, yang selanjutnya
dilakukan pekerjaan finishing dengan material yang telah ditentukan.
PASAL 3
PEKERJAAN PENGECATAN DINDING DAN PLAFOND
17
b. Tipe atau jenis yang dipilih ditentukan kemudian atau yang sudah ditunjukkan pada
gambar kerja.
c. Standard dari bahan prosedur cat ditentukan pabrik pembuat cat dan kontrak tidak
dibenarkan merubah standar dengan jalan mencampur dan mencairkan yang tidak
sesuai dengan instruksi pabrik atau tanpa ijin dari Tenaga Ahli Pengawas.
d. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ..... diwajibkan
membuat mock-up cat yang akan dipakai pada semua penggunaannya, yaitu pada
bidang yang lebih besar di salah satu ruangan proyek. Dan harus diajukan
dan disetujui oleh Tenaga Ahli Pengawas dan Perencana.
18
c. Pemasangan lantai keramik harus dengan adukan mortar setebal minimum 1 cm.
d. Untuk pola pemasangannya harus disesuaikan dengan pola yang dibuat pada
gambar rencana. jika terjadi perubahan pola sebaikya Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA ....terlebih dahulu mengajukan
shopdrawing/gambar perubahan kepada pengawas teknis, Kepala Sekolah, dan
perencana.
e. Jarak antara keramik (naat) 2 mm atau bila ditentukan lain pada gambar. Untuk
mengisi naat keramik digunakan pasta semen (semen campur dengan air sampai
diperoleh bahan plastis). Untuk keperluan khusus dapat dipergunakan bahan kimia
tertentu sebagai isian nat, misalnya agar naat tahan asam, tahan air dan sebagainya.
f. Pengisian/pengecoran naat dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang, sewaktu mengecor naat, border keramik sudah benar-benar melekat
dengan kuat pada dinding/lantai, celah-celah antara keramik yang satu dengan
yang lain harus bersih dari debu dan kotoran.
g. Kotoran mortar/naat dan lainnya yang menempel pada permukaan keramik, atau
h. khususnya pada waktu pengecoran naat harus dibersihkan sebelum menjadi keras/
kering.
i. Bila pada keseluruhannya pemasangan keramik telah selesai, maka lantai
tersebut harus dilap / disapu sampai bersih, kemudian dilakukan penelitian,
apakah seluruh keramik tersebut telah terpasang dengan rapih dan baik (tidak
miring , tidak lepas dan lain-lain).
j. Bila pekerjaan pemasangan rapih dan teliti, begitu selesai saat pemasangan tidak
perlu lagi dibersihkan, tetapi bila masih diperlukan keramik dapat dibersihkan
dengan lap basah atau bahan-bahan pembersih lunak yang ada di pasaran.
(misalnya : air dicampur dengan 15 % cuka). Bila sangat terpaksa, untuk
menghilangkan kotoran yang sukar terlepas, dapat digunakan sikat baja (untuk
menyikatnya) atau bahan pembersih spesial disesuaikan dengan jenis kotorannya.
19
BAB V
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL
PASAL 1
PERSYARATAN UMUM
1.1 Pekerjaan instalasi listrik ini harus dilaksanakan oleh instalatur listrik yang telah ditunjuk
dari PLN setempat dan SIPP dari Pemerintah setempat.
1.2 Gambar, Spesifikasi, Risalah rapat / Presentasi Perencana merupakan suatu kesatuan
yang saling mengikat dan melengkapi. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
SMA Negeri 1 Ajibarang harus menjalin hubungan yang baik dengan Pemberi Tugas /
Owner dalam pekerjaan ini, sehingga didapat hubungan yang baik untuk secara bersama-
sama menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan jadual dan spesifikasi yang ditentukan.
1.3 Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan Instalasi Listrik ini, disamping Rencana
Kerja dan Syarat-syarat ini, berlaku:
a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No : 023/PRT/78 tentang
Peraturan Instalasi Listrik (PIL)
b. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No : 024/PRT/78 tentang
Syarat-syarat Penyambungan Listrik (SPL)
c. Peraturan/persyaratan dan Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas
Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat.
d. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin, peralatan dan material
tersebut dibuat.
e. Peraturan/persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia. Menjaga Estetika
(keindahan) dan kerapian pemasangan instalasi.
1.4 Ijin dan Pemeriksaan
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA ...... wajib melengkapi
segala sesuatu yang diperlukan guna terlaksananya pemeriksaan dan
pengujian dari Badan/Jawatan.
Pemerintah tersebut. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMA .... wajib
menyelesaikan sertifikat yang menyatakan bahwa semua pekerjaan yang telah
dilaksanakan memenuhi syarat sesuai standard yang diisyaratkan dalam spesifikasi
maupun peraturan Pemerintah.
20
1.5 Koordinasi Dengan Pekerjaan Lain
Sebelum memulai pekerjaan, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)....
wajib cross cheking dan gambar-gambar yang diterima, dengan
gambar-gambar/spesifikasi dari pekerjaan lain yang berhubungan satu dengan lainnya
agar didapat mutu pekerjaan yang baik. Bila terdapat kelainan dari gambar-gambar
maupun spesifikasi dengan pekerjaan lain, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
(P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang wajib melaporkan kepada Pemberi Tugas / Owner.
PASAL 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan meliputi pengadaan, pemasangan Instalasi Lampu, Fitting E27 + 19 Watt LED,
Saklar Tunggal sek. Broco/ setara, Saklar Ganda sek. Broco/ setara, Instalasi Stop Kontak, Stop
Kontak sek. Broco/ setara, pengujian dari semua peralatan/material/mesin yang disebutkan
dalam spesifikasi ini, maupun pengadaan dan pemasangan dari peralatan/material yang
kebetulan tidak tersebutkan akan tetapi secara umum dianggap perlu agar dapat diperoleh
system instalasi listrik yang baik dimana setelah diuji, dicoba dan disetel dengan teliti siap
untuk dipakai. Hal mana didalamnya adalah sbb:
a. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan dan instalasi stop kontak didalam
bangunan.
b. Pengadaan dan pemasangan instalasi tenaga termasuk saklar dan stop kontak.
c. Perapihan jaringan dengan bobokan plafond, pas. Conduit dan perapihan kembali
plafond.
PASAL 3
PERALATAN, BAHAN-BAHAN DAN PELAKSANAAN INSTALASI LISTRIK
21
2) Untuk penyambungan kabel-kabel harus menggunakan terminal box (dura
doos, tee doos dari PVC. Terminal box tersebut tutupnya harus dapat dilepas
dan dipasang kembali dengan mudah, dengan memakai sekrup. Sedang untuk
penyambungan didalam beton harus memakai terminal box metal.
3) Pemasangan kabel-kabel diatas plafond harus disusun rapi dan harus
diklem/diikat kawat pada rak-rak kabel (trunking) dan pada prinsipnya kabel-
kabel tidak diperkenankan diklem pada konstruksi bangunan.
4) Kabel-kabel yang terpasang didalam dak, kolom beton, dinding beton harus
menggunakan pipa conduit. Pemasangan pipa conduit pada daerah-daerah
tersebut harus disertai dengan klem.
5) Penyambungan kabel-kabel penerangan, stop kontak didalam doos harus
memakai las/dop yang terbuat dari bak elit berwarna. (buatan Panasonic atau
equivalent yang dapat disetujui Pemberi Tugas / Owner).
6) Kabel-kabel untuk penerangan harus menggunakan kabel buatan Kabel
Metal dan Kabelindo atau Supreme.
b. Material untuk Instalasi
1) Pada prinsipnya stop kontak dan saklar yang dapat dipergunakan adalah merk
Broco / setara yang dapat disetujui oleh Pemberi Tugas / Owner.
2) Stop kontak dan saklar yang akan dipasang adalah type pemasangan masuk
(flush mounting).
3) Flush-box (inbouw doos) untuk tempat saklar, stop kontak dinding harus
dipakai dari jenis bahan PVC.
4) Stop kontak dinding yang dipasang 30 cm dari permukaan lantai dan
diruangan-ruangan yang basah/lembab harus jenis waterproof (WP), sedang
untuk saklar dipasang 150 cm dari permukaan lantai.
3.2 Fixtures and Armature
a. Lampu 19 Watt LED Philips/ setara
b. Saklar Ganda, ex. Broco/ setara
c. Saklar Tunggal, ex. Broco/ setara
d. Stop Kontak, ex Broco/ setara
22
- Seluruh instalasi didalam bangunan dan kabel-kabel utama digunakan 2 x
2,5 mm2, 3 x 2,5 mm2 dengan jumlah inti disesuaikan dengan gambar.
- Tidak diperkenankan mengganti type/jenis kabel tersebut
- Merk kabel yang digunakan antara lain Supreme/ setara.
2) Konduit :
- Kabel yang turun menuju saklar dan stop kontak di dalam tembok dan
Konduit yang digunakan harus dari jenis clipsal/ setara.
- Ukuran konduit yang digunakan minimum ukuran Diameter 5/8”.
- Peralatan bantu untuk konduit harus dilengkapi dalam dokumen gambar.
3) Instalasi penerangan :
- Instalasi penerangan dimaksud adalah titik lampu dan stop kontak,
Instalasi exhaust fan, dan ceiling fan sesuai petunjuk gambar.
- Letak pasti dari lampu-lampu tersebut disesuaikan dengan keadaan
lapangan.
- Pada pemasangan diatas plafond, kabel-kabel tidak diperkenankan diklem
kerangka plafond, tetapi harus diklem ke lantai beton, kecuali diatas
plafond tidak ada lantai beton.
- Pada setiap pencabangan titik lampu harus diberi doos/junction box.
- Sambungan didalam junction box menggunakan isolasi PVC kemudian
ditutup dengan lasdop.
- Sambungan kabel untuk titik penerangan hanya diperkenankan pada
junction box/doos tersebut.
- Kabel-kabel harus diklem setiap 30 cm, jalan-jalan kabel harus diatur
dengan baik dan rapi.
4) Peralatan instalasi :
- Seluruh klem-klem harus buatan pabrik dan tidak diperkenankan
membuat sendiri.
- Semua kabel yang terlihat mata (exposed) harus diberi penahan dengan
klem sehingga kabel tersebut kelihatan lurus dan baik.
- Doos/junction box yang digunakan harus cukup besarnya dan dibuat dari
PVC dari jenis baik.
23
b. Persyaratan Teknis Penunjang Instalasi
1) Rigit Conduit.
- Rigit Conduit dan sparing harus mempunyai ukuran diameter dalam
sebesar 1,5 kali dari total diameter luar kabel yang dilindunginya dan
ukuran minimum sebesar 3/4". Oleh karena itu, Panitia Pembangunan
Satuan Pendidikan (P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang sebelum memasang
conduit harus re-konfirmasi dahulu terhadap kabel yang akan
dilindunginya.
- Ujung ujung conduit bahan steel/GSP yang dikondisikan untuk
pelindung kabel luar bangunan harus dihaluskan dan diberi tules agar
tidak merusak isolasi kabel.
- Pemakaian conduit di sini dimaksudkan untuk finishing seluruh instalasi
daya, instalasi penerangan dan instalasi lainnya. Oleh karena itu
pemasangannya harus dilakukan serapi mungkin dan dikoordinasikan
dengan pekerjaan Finishing Arsitektur atas koordinasi Direksi Pengawas.
- Pemasangan pipa conduit di atas plafond harus dikoordinasikan dengan
penggunaan jalur untuk utilitas lain seperti instalasi lainnya sehingga
tersusun rapi, kokoh dan tidak saling mem-pengaruhi/mengganggu.
- Dalam hal jalur pipa conduit pada gambar rancangan diper-kirakan tidak
mungkin lagi untuk dilaksanakan, maka Panitia Pembangunan Satuan
Pendidikan (P2SP) SMA Negeri 1 Ajibarang wajib mencari jalur lain
sehingga pelaksanaan mudah dan tidak mengganggu utilitas lain, tetapi
tetap harus sesuai dengan persyaratan.
- Pertemuan antara pipa sparing yang muncul dari dalam dinding dengan
pipa conduit di atas plafond harus menggunakan doos dan diantara doos
tersebut dipasang flexible conduit. Pemasangan flexible conduit tersebut
harus dilakukan dengan cara klem.
- Setiap sparing maupun conduit maximum hanya dapat diisi dengan 1
(satu) kabel berinti banyak atau satu pasang kabel untuk phasa, netral dan
grounding, baik untuk kabel daya maupun untuk kabel lain.
- Conduit untuk instalasi listrik harus berjarak minimum 50 cm dari pipa air
panas.
- Jumlah sparing (conduit yang ditanam di dalam beton) harus disediakan
minimum sebanyak 120 % dari jumlah kabel yang akan melewatinya atau
24
minimum mempunyai satu buah sparing lebih banyak dari jumlah kabel
yang akan melewatinya.
2) Flexible Conduit
- Flexible conduit digunakan untuk melindungi kabel :
Yang ke luar dari conduit dan masuk ke dalam sparing.
Yang ke luar dari conduit ke titik titik lampu.
Yang ke luar dari conduit ke mesin mesin atau beban-beban yang
lainnya.
Pembelokan instalasi.
Dan keperluan lain seperti tercantum di dalam Gambar Perencanaan
- Penyambungan flexible conduit dengan conduit lain harus dilakukan di
dalam doos penyambungan.
- Ukuran conduit harus mempunyai diameter dalam minimum 1,5 kali total
diameter luar kabel yang dilindunginya.
- Pemasangan flexible conduit harus menggunakan klem.
- Khusus flexible conduit yang dipergunakan untuk pelindung instalasi
pompa – pompa atau peralatan yang disimpan di luar bangunan yang
kemungkinan akan mendapatkan gangguan mekanis harus menggunakan
flexible dengan bahan metal tahan karat.
25
- Pemilihan warna cat ditentukan oleh Pihak P2S (Panitian Pembangunan
Sekolah) bersama dengan Perencana dan Pengawas yang diketahui Kepala
Sekolah.
- Armatur lampu untuk lampu TL, PL/PLC, SL harus dilengkapi dengan
komponen-komponen lampu berupa ballast jenis low loss, starter dan
kapasitor dengan kualitas terbaik.
- Pemasangan armatur harus dipasang dengan baik dan kokoh sehingga
tidak mudah terlepas oleh gangguan mekanis. Cara pemasangan lampu
harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat.
2) Lampu Penerangan Buatan
- Jenis-jenis lampu harus sesuai dengan Gambar rancangan.
- Lampu-lampu yang digunakan harus mempunyai kualitas terbaik.
- Semua lampu yang digunakan harus mempunyai spesifikasi sebagai
berikut:
Tegangan kerja : 210 Volt - 240 Volt
Konsumsi daya : Sesuai dengan gambar perencanaan
Frekuensi : 50 Hertz
26
BAB VI
KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN SANITASI
a) Lingkup Pekerjaan :
Spesifikasi ini melingkupi kebutuhan untuk pelaksanaan pekerjaan Plumbing,
sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar rencana tetapi tidak terbatas
pada:
• Pengadaan dan pemasangan seluruh pekerjaan pipa dan perlengkapan-
perlengkapannya, termasuk fitting, hanger, valves, penggalian,
pengurukan kembali, septictank / tangka septik dan peresapan.
• Pengetesan seluruh pekerjaan plambing yang telah terpasang terhadap
kebocoran-kebocoran, sebagaimana yang dipersyaratkan dalam buku
spesifikasi ini.
• Melakukan pekerjaan pemeliharaan, selama masa pemeliharaan yang
bila tidak ditentukan lain adalah sesuai dengan mou/perjanjian setelah
serah terima pertama.
b) Spesifikasi Bahan Bangunan :
Kecuali ditentukan lain dalam gambar rencana, maka pada pekerjaan ini berlaku
peraturan-peraturan sebagai berikut :
• Pedoman Plambing indonesia-Departemen Pekerjaan Umum.
• Perda no VII tahun 1991
• Peraturan-peraturan tentang instalasi air minum dari PAM
• Material Plumbing Code.
• Gambar Instalasi Terpasang dan Petunjuk Operasi
• Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan telah serah terima
pertama Pemborong wajib menyerahkan gambar-gambar instalasi
terpasang sebanyak 1 set cetak biru dan 1 set transparant.
• Pemborong juga berkewajiban untuk menyerahkan 1 set petunjuk
operasi dan maintenance dari system yang dipasang.
Pipa-pipa dan fitting air bersih utama maupun pipa-pipa cabang untuk
distribusi air sampai ke fixture-fixture menggunakan Pipa PVC AW
diameter sesuai dengan gambar rencana.
27
Setiap bahan pipa (satu panjang utuh ), fitting, fixture dan peralatan-
peralatan yang akan dipasang pada instalasi ini, harus mempunyai
tanda-tanda merk yang jelas dari pembuatnya. Pipa, fitting dan fixture
yang tidak mempunyai tanda-tanda tersebut harus diganti atas tanggung
jawab Pemborong.
c) Metode kerja :
Selama pemasangan berjalan, Pemborong harus menutup setiap ujung pipa
yang terbuka untuk mencegah masuknya tanah, debu, kotoran dan lain-lain.
Semua sambungan / cabang dari pipa pembuangan air kotor (sanitair) harus
dibuat dengan cabang Y, dengan sambungan lem. Pipa mendatar untuk air
kotor mempunyai kemiringan minimal 1% dan maksimal 1. 5 %
Semua sambungan yang menghubungkan pipa-pipa dengan diameter yang
berbeda, harus menggunakan “Reducing Fitting”, sedapat mungkin harus
digunakan belokan-belokan dengan “Long Radius Elbow”. Belokan-
belokan dari jenis “Short Radius Elbow” hanya boleh digunakan apabila
kondisi setempat tidak memungkinkan digunakan belokan jenis long radius,
dan Pemborong harus memberitahukan hal ini pengawas. Fitting atau alat-
alat lain yang akan menimbulkan tahanan aliran yang tidak wajar tidak
boleh digunakan.
Sleeve untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut
menembus konstruksi beton.
Sleeve harus mempunyai ukuran yang cukup dengan ketebalan minimal 0,
2 cm dan memberikan kelonggaran kira-kira 1 cm, pada masing-masing sisi
diluar pipa ataupun isolasinya.
Sleeve pada dinding terbuat dari pipa PVC kelas AW.
Semua pipa harus diikat / ditetapkan dengan kuat dan kokoh.
Pemborong harus mengajukan konstruksi dari penggantungnya untuk
disetujui oleh Pengawas.
Pipa vertikal harus ditumpu klem paling jauh dengan jarak tidak lebih dari
3 m.
Pada setiap cabang utama pipa air bersih yang disambungkan ke pipa tegak
pada shaft untuk setiap lantai, harus dilengkapi dengan katup-katup untuk
mengisolir setiap cabang dari keseluruhan sistem, agar dapat dilakukan
28
perbaikan-perbaikan yang perlu untuk Fixture pada lantai tersebut tanpa
mengganggu pelayanan air pada lantai-lantai yang lain.
Lokasi yang tepat dari peralatan sanitair, fixture-fixture, floor drain dan roof
drain, pipa-pipa utama dan pipa-pipa cabang harus diperiksa sesuai dengan
gambar-gambar perencanaan mekanikal dan arsitektur, dan sesuai dengan
ukuran-ukuran yang diberikan oleh pabrik pembuat alat-alat tersebut.
Apabila digunakan baut tembus harus dipasang pelat penahan pada sisi
yang lain dari dinding atau lantai tersebut.
Galian pipa-pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman dan
kemiringan yang tepat.
Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang
pipa terletak / tertumpu dengan baik.
Pipa-pipa dalam tanah harus dilindungi pasir dibagian bawah maupun
atasnya setebal minimal 10 cm. Setelah pipa dipasang pada lubang galian
setelah diperiksa oleh Pengawas, semua kotoran harus dibuang dari lubang
galian ditimbun dengan baik dengan tanah bekas galian tersebut atau
dengan bahan lain yang disetujui.
Penimbunan lubang galian harus sedemikian hingga tidak mengganggu /
merubah letak pipa.
Apabila terjadi kemacetan, pengotoran atas bagian bangunan atau finish
arsitektural atau timbulnya kerusakan lain, yang semuanya atas kelalaian.
Pemborong karena tidak membersihkan sistem pemipaan dengan baik,
maka semua perbaikannya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong.
Pemipaan
- Pemipaan harus diatur dengan hati-hati, sehingga tampak teratur,
bersih dan baik.
- Instalasi pemipaan harus dipasang/ dilaksanakan pada tempat/ ruang
yang bebas dengan jarak minimum 50 mm antara sesamanya (pipa)
atau penunjang dan bidang bangunan terdekat.
- Semua pipa dan fitting harus benar-benar bersih sebelum dipasang,
semua endapan dan kotoran harus dihilangkan.
- Pekerjaan pemipaan harus dilengkapi dengan isolating valve, drains
valves, check valves dan lain-lain, yang diperlukan seperti terlihat
dalam gambar untuk kelengkapan instalasi itu sendiri.
29
- Penyambungan pipa-pipa harus dengan baik untuk mencegah
kebocoran pada sambungan.
- Selama masa pelaksanaan/ instalasi, semua ujung pipa yang terbuka
dalam tiap phase pengerjaan harus ditutup untuk menghindari
masuknya debu dan kotoran.
- Semua penggalian, penutupan kembali (back fitting) dari pemadatan
yang diperlukan untuk akomodasi pemipaan dibawah tanah.
- Pipa-pipa tidak boleh digunakan untuk pentanahan (electrical
grounding).
30
BAB VIII
PENUTUP
31