- Seorang ibu, umur 48 tahun, BB = 43 kg, TB = 160 cm, oleh dokter penyakit dalam pasien tersebut didiagnosa
hipertiroid, kemudian dirujuk ke poli gizi untuk mendapatkan konseling gizi. Pendidikan terakhir SMA.
Pekerjaan sebagai pedagang ikan di pasar pagi, tinggal bersama keluarga dan kedua orang tuanya di pesisir
pantai.
- Pasien mengeluh susah tidur, banyak berkeringat, terasa mudah lelah, BB menurun 8 kg selama 2 bulan
terakhir. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar yodium dalam urine 205 μg/L, T3 bebas = 2,5
ng/ml, T4 bebas 2,0 ng/ml, TSH = 4,30 ng/ml. Hasil USG menunjukkan ada kelainan pada nodul tiroid,
penglihatan agak kabur, mata exoptalmus, tremor pada kedua tangan, takikardia, sering mengalami sesak di
dada dan tidak ada nafsu makan. Keluhan ini juga sering dialami oleh kedua orang tuanya berupa tremor,
banyak berkeringat dan penglihatan agak kabur.
- Pola makan 3x sehari, 3x makan utama, 3x selingan. Hasil recal energi 110% kebutuhan, karbohidrat 110%
kebutuhan, lemak 125% kebutuhan, protein 90% kebutuhan. Setiap hari selalu mengkonsumsiikan dan
rajungan. Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari
- Susun NCP !
PATOFISIOLOGI
Hipertiroidisme adalah kondisi di mana terjadi peningkatan kadar hormon tiroid, yaitu triiodotironin
(T3) dan tiroksin (T4), dalam sirkulasi darah yang menyebabkan berbagai perubahan fisiologis di seluruh
tubuh. Hormon tiroid tersebut diproduksi oleh kelenjar tiroid melalui proses yang melibatkan penyerapan
iodida, sintesis tiroglobulin, dan stimulasi oleh hormon TSH dari hipofisis anterior. Dalam keadaan hipertiroid,
produksi hormon tiroid menjadi berlebihan, yang paling sering disebabkan oleh penyakit Graves, yaitu
gangguan autoimun yang merangsang kelenjar tiroid secara berlebihan. Kelebihan hormon tiroid ini
menyebabkan peningkatan metabolisme seluler secara menyeluruh, yang ditandai dengan peningkatan
konsumsi oksigen, produksi panas, serta percepatan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Secara klinis,
kondisi ini memunculkan berbagai gejala seperti penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat,
intoleransi panas, tremor, takikardia, gangguan tidur, dan kecemasan. Sistem kardiovaskular sangat
terpengaruh, di mana terjadi peningkatan curah jantung, tekanan sistolik, dan risiko aritmia seperti fibrilasi
atrium. Selain itu, motilitas usus yang meningkat dapat menyebabkan diare dan penurunan penyerapan nutrisi.
Pada kondisi berat atau saat pasien mengalami stres seperti operasi, hipertiroidisme dapat berkembang menjadi
badai tiroid (thyroid storm), yang merupakan komplikasi akut dan mengancam jiwa, ditandai dengan
hiperpireksia, agitasi berat, takikardia ekstrem, dan hipotensi. (Pratomo, Widodo, and Ferdiansyah 2023).
METABOLISME GIZI YANG TERGANGGU
Hormon tiroid memiliki peran besar dalam mengatur metabolisme makronutrien. Pada kondisi
hipertiroidisme, peningkatan kadar hormon tiroid menyebabkan percepatan laju metabolisme basal yang
berdampak langsung terhadap metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Metabolisme protein terganggu
akibat peningkatan katabolisme, di mana protein otot mengalami pemecahan berlebihan untuk mencukupi
kebutuhan energi, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan massa otot dan keseimbangan nitrogen negatif.
Pada metabolisme lemak, terjadi peningkatan lipolisis sehingga kadar asam lemak bebas dalam darah
meningkat, sementara kadar kolesterol dan trigliserida menurun akibat meningkatnya pemecahan lemak. Di sisi
lain, metabolisme karbohidrat juga mengalami gangguan melalui peningkatan glukoneogenesis dan
glikogenolisis di hati, sehingga kadar glukosa darah meningkat dan toleransi glukosa menurun. Ketiga
perubahan ini menjelaskan mengapa penderita hipertiroid sering mengalami penurunan berat badan drastis
meskipun nafsu makan meningkat. (Mullur, R., Liu, Y.-Y., & Brent, G. A. 2014)
FORMULIR ASESMEN GIZI
N INDIKATOR DATA PASIEN/KLIEN NILAI KESIMPULA
O RUJUKA N/
N KETERANG
AN
1 CLIENT HISTORY (CH)
Personal data (1.1)
Age CH-1.1.1 48 tahun
Sex CH-1.1.3 Perempuan
Education CH-1.1.8 Lulusan SMA
Role in family CH- 1.1.9
Patient/Client OR Family nutrition-
oriented Medical/Health history (2.1)
Endocrine/Metobolism CH-2.1.3 Hipertiroid
Social History (3.1)
Occupation CH-3.1.6 Pedagang ikan
2 ANTHROPOMETRIC
MEASUREMENTS
(AD)
Berat Badan AD-1.1.2 43 Kg
Tinggi Badan AD-1.1.1 160 Cm
16,79 kg/m2 18,5 – 22,9 underweight
IMT AD-1.1.5
kg/m2
90% x (TB dlm
BBI AD-[Link]
cm- 100) x 1 =
90% x 62 = 54 kg
Identifikasi masalah : Status gizi normal menurut Kemenkes
3 BIOCHEMICAL DATA,
MEDICAL TESTS, AND
PROCEDURES (BD)
Iodine, Urinary Excrection BD-1.9.2 205 ug/L 100-199 ug/L Tinggi
Triiodothyronine BD-1.5.11 2,5 ng/ml 0,8-2,0 ng/ml Tinggi
Thyroxine test BD-1.5.10 2,0 ng/ml 0,93-1,7 ng/ml Tinggi
Thyroid stimulating hormone BD- 0,043 ng/ml 0,270-4,20 ng/ml Rendah
1.5.9
Identifikasi masalah : Kadar yodium dalam urin tinggi, T3 dan T4 Meningkat, TSH menurun
4 NUTRITION-FOCUSED
PHYSICAL FINDINGS (PD)
Cachexia PD-[Link] BB turun 8 kg selama 2 bulan
Tremor of outstretched hand PD- Tremor kedua tangan
[Link]
Dyspnea PD-[Link] Sesak dada
Banyak berkeringat
Abnormal vision PD-[Link] Penglihatan agak kabur Penglihatan
Normal
Mata exoptalmus
Takikardia PD-[Link] HR lebih dari 100x/menit 60-100 x/menit
Muscle weakness PD-[Link] Mudah lelah
Nodul tiroid Gondok Toxic
Identifikasi masalah : Mengalami penurunan BB sebesar 8 Kg selama 2 bulan, banyak mengeluarkan
keringat, HR lebih dari 100x/menit, dan mudah lelah
5 FOOD/NUTRITION-RELATED
HISTORY (FH)
Estimated energy intake (1.1.1)
Estimasi Total Energy Intake FH- 1.954,5 kkal 1.776,84 kkal 110%%
[Link]
dari
kebutuha
n (asupan
baik)
Food intake (1.2.2)
Estimated Ammount of - Pola makan 3x Konsumsi
Food FH-[Link].1 ● Gizi
sehari makanan
- 3x utama seimbang tinggi yodium
- 3x selingan ● Asupan
- Setiap hari selalu yodium
mengkonsumsi ikan 150 mcg
dan rajungan
- Mengkonsumsi buah
dan sayur setiap hari
Meal/snack pattern FH-[Link] Pasien biasa mengkonsumsi 3x makan utama
selingan 3 kali sehari
2-3x selingan
Food variety FH-[Link] Setiap hari mengkonsumsi
ikan dan rajungan tapi selalu
mengkonsumsi sayur dan
buah setiap hari
Macronutrient Intake (1.5)
125 % dari
Estimated fat
intake FH-[Link]
61,68 g 49,35 g kebutuhan
(asupan lebih)
90% dari
Estimated protein
intake FH-[Link]
97,2 g 108 g kebutuhan
(asupan baik)
110% dari
Estimated carbohydrate
intake FH-[Link]
247,67 g 225,16 g kebutuhan
(asupan
baik)
Food and Nutrient Administration (2)
Previous diet/nutrition Kurang
Belum pernah
education/counseling FH- pengetahuan
[Link]
Dieting attempts FH-[Link] Tidak ada
Food allergies FH-[Link] Tidak ada
Medication and
Complementary/Alternative Medicine
Use (3)
Prescription medication use FH-3.1.1 Tidak ada
Physical Activity and Function (7)
Physical activity history FH-7.3.1 Pedagang ikan di pasar pagi Aktifitas ringan
Intensity FH-7.3.5
Identifikasi masalah : konsumsi makanan densitas yodium tinggi, asupan lemak berlebih, kurang
pengetahuan, aktifitas ringan
6 COMPARATIVE STANDARDS (CS)
Energy Needs (1)
Total energy estimated needs in 24 1.776, 84 kkal
hours CS-1.1.1
Macronutrient Needs (2)
Total fat estimated needs in 24 49,35 g (25%)
hours CS-2.1.1
Total protein estimated needs in 24 108 g (24,3%)
hours CS-2.2.1
Total carbohydrate estimated needs in 225,16 g (50,7%)
24 hours CS-2.3.1
Weight and Growth
Recommendation (5)
Ideal/reference body weight 43 kg 54 kg BB tidak ideal
(IBW) CS-5.1.1
Perhitungan Kebutuhan
RUMUS CEPAT
BMR = 40 x BBI
= 40 x 54
= 2.160 kkal
Protein = 1,75 x 54
= 94,5 gr
Lemak = 25% x 2.160
= 540 : 9
= 60 gr
KH = 2.160 - 94,5 - 540
= 1.525,5 : 4
= 381,375 gr
FORMULIR DIAGNOSIS GIZI
A. Buat matriks kemungkinan diagnosis gizi dari parameter assessment gizi sesuai kelompok terminologi
KATEGORI PARAMETER DIAGNOSIS GIZI
FH 1. Asupan makanan tinggi yodium NI-5.5.2 (Asupan lemak berlebih)
2. Asupan lemak berlebih NB-1.1 (Kurang pengetahuan terkait makanan
dan gizi)
3. Kurang pengetahuan
DB
1. Kadar yodium dalam urin tinggi
2. T3 dan T4 Meningkat NC 2.2 (Perubahan nilai lab terkait gizi)
3. TSH menurun
DA IMT = 16,8 Kg/m2 (underweight) NC 3.2 (kehilangan berat badan yang tidak
diharapkan)
DF/DK 1. Ada nodul tiroid
PH
PD 1. Mengalami penurunan BB sebesar 8 Kg
selama 2 bulan
2. Banyak mengeluarkan keringat
3. HR lebih dari 100x/menit
4. mudah lelah
B. Penetapan Diagnosis Gizi
DOMAIN PROBLEM ETIOLOGI SIGN/SYMPTOM
Intake NI-5.5.2 (Asupan lemak Asupan lemak lebih, 125% dari
Kurangnya pengetahuan
berlebih) kebutuhan
tentang makanan yang
berkaitan dengan gizi
Clinic NC 2.2 (Perubahan nilai lab Gangguan fungsi endokrin Yodium dalam urine 205 µg/L
terkait gizi) T3 bebas = 2,5 ng/ml
T4 bebas = 2,0 ng/ml
TSH = 4,30 ng/ml
NC 3.2 (Kehilangan berat badan (Penyebab psikologi seperti Berat badan tidak ideal
yang tidak diharapkan) depresi atau gangguan makan)
Behavior NB 1.1 (Kurang pengetahuan Kurangnya Setiap hari selalu mengkonsumsi jika
terkait makanan dan gizi) edukasi/pengetahuan terkait gizi dan rajungan
C. Prioritas Diagnosis Gizi
DOMAIN PROBLEM ETIOLOGI SIGN/SYMPTOM
Behavior NI-5.5.2 (Asupan lemak Kurang pengetahuan tentang Asupan lemak lebih, 125% dari
berlebih) kebutuhan
makanan yang berkaitan
dengan gizi
FORMULIR INTERVENSI GIZI
DIAGNOSIS
NI-5.5.2 (Asupan lemak berlebih) berkaitan dengan kurang pengetahuan tentang
makanan yang berkaitan dengan gizi ditandai asupan lemak lebih, 125% dari
kebutuhan
INTERVENSI
Tujuan:
● Memberikan edukasi tentang pengetahuan terkait makanan dan gizi untuk diet
TETP
Implementasi:
1. Pemberian makanan dan zat gizi
● Energi = 1776,84
kkal
● Protein = 108
gr
● Lemak = 49,35 gr
● Karbohidrat = 225,16 gr
Jenis diet: Diet TETP
● Bentuk makanan : makanan biasa
● Frekuensi pemberian : 3 kali makan utama dan 3 kali selingan
Waktu pemberian:
● Makan pagi jam 07.00
● Selingan jam 10.00 (snack
TETP)
● Makan siang jam
12.00
● Selingan jam 16.00 (snack TETP)
● Makan malam jam 18.00
● Selingan malam jam 20.00 (snack TETP)
● Rute pemberian: oral
Makanan yang dianjurkan dan tidak diajurkan
Sumber Bahan Makanan yang Dianjurkan Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan
Karbohidrat Nasi; roti, mi, makaroni dan hasil oleh -
tepung-tepungan lain, seperti cake, tarcis,
puding, dan pastri; dodol; ubi; karbohidrat
sederhana seperti gula pasir
Protein hewani Daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, dan Makanan yang dimasak dengan banyak
hasil olahannya, seperti keju, yoghurt dan minyak atau kelapa/santan kental
es krim
Protein nabati Semua jenis kacang-kacangan dan hasil Makanan yang dimasak dengan banyak
olahannya, seperti tempe, tahu, dan minyak atau kelapa/santan kental
pindakas
Sayuran Semua jenis sayuran, terutama jenis B, -
seperti bayam, kangkung, daun singkong,
kacang panjang, labu siam, dan wortel
direbus, dikukus, dan ditumis
Buah-buahan Semua jenis buah segar, buah kaleng, -
buah kering, dan jus buah
Lemak dan Minyak Minyak goreng, mentega, margarin, -
santan encer, salad dressing
Minuman -
Teh, madu, sirop, minuman rendah
energi, dan kopi encer
Bumbu Bumbu tidak tajam, seperti bawang Bumbu yang tajam, seperti cabai,
merah, bawang putih, lengkuas, salam, merica, cuka, MSG
dan kecap
Standar Makanan
No Bahan Makanan Penukar Energi Protein Lemak KH
1 Karbohidrat
2 Prot. Hewani lemak tinggi
Prot. Hewani lemak sedang
Prot. Hewani rendah lemak
3 Protein Nabati
4 Sayuran A
Sayuran B
Sayuran C
5 Buah
6 Susu tanpa lemak
Susu rendah lemak
Susu tinggi lemak
7 Lemak jenuh
Lemak tidak jenuh
8 Gula
Distribusi Makanan
No Waktu Makan % Hasil +5% -5%
1 Pagi (07.00) 20
2 Snack Pagi (10.00) 10
3 Siang (12.00) 30
4 Snack Sore (15.00) 10
5 Malam (19.00) 20
6 Snack Malam (21.00) 10
Pembagian Makan Sehari
2. Edukasi dan konseling gizi
1) Edukasi : Diet Tinggi Energi Tinggi Protein
Materi : Cara memilih makanan dan BM sesuai
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Waktu : ± 15-20 menit
Metode : Ceramah, tanya jawab
Media : Leaflet dan pamflet, lembar balik, foto buku makanan
2) Konseling : Pengaturan makan untuk diet DM
Materi : Pola makan sesuai diet DM 2100 dan diet DASH, pemilihan bahan makanan yang
dianjurkan dan tidak dianjurkan sesuai diet, ekonomi dan keinginan pasien, memotivasi pasien untuk
menerapkan pola hidup sehat dan gizi seimbang
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Waktu : ± 40 - 45 menit
Metode : Ceramah, tanya jawab
Media : Leaflet dan pamflet, lembar balik, foto buku makanan
3) Kolaborasi
Tujuan : kolaborasi dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya untuk mencapai tujuan
yang telah direncanakan, yaitu :
- Dokter : membantu memeriksa dan mendiskusikan penyakit/kondisi pasien
- Perawat : membantu memeriksa kondisi fisik pasien
- Analis kesehatan : membantu memeriksa data lab pasien
- Apoteker : membantu memberikan obat dan suplemen gizi
Menu Sehari
-
FORMULIR MONITORING DAN EVALUASI GIZI
DIAGNOSIS
NI.5.8.2 Asupan Kh berlebih berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang makanan
berkaitan dengan jumlah dan jenis asupan Kh, peningkatan GDS 516 gr/dl, GDP 202 gr/dl,
TARGET WAKTU
MONITORING
EVALUASI WAKTU PELAKSANAAN
ANTHROPOMETRI Menaikan berat badan 0,5 - 1 kg 1 minggu
BIOKIMIA Membantu menurunkan nilai >250 mg/dl Setiap pemeriksaan
lab Ldl dan Hdl < 100 mg/dl
CLINIS DAN FISIK Membantu menurunkan <140 mm/Hg Setiap pemeriksaan
tekanan darah Ulkus DM di < 90 mm/Hg
kaki kanan, nyeri pada
kaki,mual muntah,pusing
selama 2 hari,mata kiri tidak Tampak sehat
dapat melihat, lemah, lelah,
lesu.
DIETARY HISTORY Asupan KH 120,3% % dr Energi 2099,1 kkal Setiap hari
kebutuhan, suka konsumsi Protein 52,5 gram
teh manis 3x sehari dg gula 3 Lemak 58,3 gram
sdm, jus alpukat ditambah KH 341,1 gram
skm. Asupan lemak 120,7%,
suka konsumsi keripik
250gr/makan, gorengan (ubi
dan pisang goreng) 2-3
potong/makan, ubi jalar
kuning digoreng 2 3x/minggu
sebanyak 2 potong sedang.
Pasien juga biasa makan
sumber protein hewani
3x/hari seperti ikan laut
(bandeng dan kembung),
ayam dengan kulit serta telur
dengan cara digoreng.