LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
DI RJM MOTOR Jl. CIKONDANG, KP. GENTENG, KEC.
BOCONGPICUNG, KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT
Disusun oleh :
Nama: Muhamad Algi fary s
Nis :
KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR
SMK PLUS INSAN MANDIRI
TAHUN 2024/2025
HALAMAN PENGESAHAN
Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Judul Laporan. : Servis Dan Tune Up Engine
Yang Telah Telah Dilaksanakan Oleh Siswa
Nama Siswa : Muhamad algi fary s
NIS/NSN : .............................
Program Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Menyetujui
Pembimbing Sekolah,
Pembimbing DU/DI,
.
.....................................
.............................
Kepala Program Keahlian
Pimpinan DU/DI TBSM
PT/Nama kantor
......................................... ……………………
Menyetujui,
Kepala SMK Plus Insan Mandiri
.............................................
IDENTITAS SISWA
Nama : Muhammad algi fary s
NISN :
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Sekolah Induk. : SMK Plus Insan Mandiri
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Agama. : Islam
Tempat Tanggal Lahir :
Alamat :
Nama Orang Tua / Wal :
Alamat Orang Tua / Wali. :
Telp. :
Catatan Kesehatan : Sehat
Golongan Darah. :-
..............................
Penulis,
MUHAMAD ALGI FARY S
NISN.
IDENTITAS TEMPAT INSTANSI/PERUSAHAAN
Nama Instansi : Rjm motor
Bidang Kegiatan. : servis ngelas Dan Memperbaharui
Mesin Kendaraan
Alamat Perusahan. : Jl. Cikondang, Kp Genteng Kec.
Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
No. Telpon : -
Fax : -
Kde Pos : -
Email : -
Website : -
Nama Pimpinan : Taupik walhidayat
Nama Pembimbing : Intan nuraeni
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunianya kepada saya, sehingga
laporan ini dapat diselesaikan. Laporan ini disusun berdasarkan
hasil (Instansi/Perusahaan) yang dilaksanakan di Bengkel Perto
motor. Maksud dan pelaksanaan Proyek tugas ini adalah untuk
memenuhi tuntutan kurikulum di sekolah menengah kejuruan
Smk plus insan Mandiri dan merupakan salah satu persyaratan
dalam mengikuti ujian Nasional guna menyelesaikan pendidikan
kejuruan pada Sekolah Menengah Kejuruan Smk plus insan
[Link] kesempatan ini tidak lupa saya ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam
pelaksanaan (PKL) maupun dalam menyusun laporan. Dengan
selesainya Project work ini yang diakhiri dengan penyusunan
laporan ini, maka saya tidak lupa mengucapkan terima kasih
pada
1. [Link] Zainal Ibrahim,[Link], selaku kepala sekolah
SMK Plus insan mandir yang telah memberikan kesempatan
kepada saya untuk melaksanakan tugas ini.
2. ..............................Sebagai Koordinator Praktik Kerja
Lapangan (PKL)
3. ....................................Selaku Ketua program
Keahlian.....................................
4. Ibu Intan Nuraeni Selaku Guru Pembimbing Selama
Plaksanaan
Praktik kerja Lapangan (PKL)
Seluruh staf dan Kariyawan PT/Instansi/Prusahaan Benkel Petro
Motor
Serta rekan-rekan yang turut membantu dalam penyelesaian
pembuatan laporan ini.
Penyusun berharap agar penyusunan laporan (PKL) dapat
bermanfaat dan berarti bagi kita semua. Amin
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL…………………………………….....………i
LEMBAR PENGESAHAN DARI INSTANSI……………....………ii
LEMBAR PENGESAHAN DARI SEKOLAH………….......………iii
IDENTITAS SISWA……………………………………….........……iv
IDENTITAS TEMPAT INSTANSI/PERUSAHAAN……...........……v
KATA PENGANTAR…………………………………….......………vi
DAFTAR ISI……………………………………………....…………ix
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………
1.1 Latar Belakang…………………………………….……………1
1.2 Maksud dan Tujuan Praktek Keja Lapangan……………………
2
1.3 Metode Pengumpulan Data……………………...………………3
1.4 Sistem Penulisan Laporan…………………………….…………3
BAB II LANDASAN TEORI…………………………..…………5
2.1 Servis dan Tune UP Engine……………………………………5
2.2 Perbaikan Sistem Penerangan…………………………………10
2.2 Struktu organisasi Bengkel……………………………………16
BAB III MANAJEMEN INSTANSI/PERUSAHAAN
3.1 Sejarah Berdirinya Bengkel……………………………………21
3.2 Struktur Organisasi Bengkel…………………………...………21
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan………………………………………………25
4.1.1 Jadwal Kegiatan PKL……………………….......……………25
4.1.2 Program Kerja Kegiatan Kerja Lapangan……………………
26
4.1.3 Fasilitas Bengkel…………………………………..…………26
4.2 Pembahasan……………………………………....……………37
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan………………………………….....………………39
5.2 Saran……………………………………………………………40
Daftat Pustaka
Lampiran
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
Pelaksanaan Praktek Keria Lapangan (PKL) sebagai
perwujudan kebijaksanaan dari "Link and match" dalam
prosesnya dilaksanakan dalam dua tempat yaitu di sekolah
dan dunia usaha atau dunia industri. Upaya ini dilaksanakan
dalam rangka peningkatan untuk tamatan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Khususnya SMK Plus Insan Mandiri dalam
mencapai tujuan relevansi dengan kebutuhan tenaga kerja.
Harapan utama dari penyelenggaraan Praktek Kerja Lapangan
atau PKL tersebut adalah agar siswa dapat memilih atas kerja
yang meliputi :
1. Kemampuan dalam bekerja di perusahaan.
2. Memiliki inisiatif yang luas.
3. Memiliki kuantivitas.
4. Hasil pekerjaan yang berkualitas dan benilai.
5. Disiplin dalam belajar maupun disiplin waktu.
6. Mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku.
7. Mengembangkan ketrampilan di dunia usaha.
B. MAKSUD DAN TUJUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
(PKL)
1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan
ketrampilan yang membentuk kemampuan siswa sebagai
bekal untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan
bidangnya masing-masing
2. Meningkatkan pengalaman siswa pada aspek-aspek
usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain
Struktur organisasi usaha, jenjang karier, asosiasi usaha yang
potensial dalam lapangan kera antara lain struktur organisasi
usaha, jenjang karier, asosiasi usaha, manajemen usaha dan
sebagainya
3. Meningkatkan, memperluas serta memantapkan proses
penyerapan teknologi baru dari lapangan kerja ke sekolah.
4. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap
proesionalisme yang diperlakukan oleh siswa untuk memasuki
lapangan kerja sesuai dengan jurusan atau bidangnya.
5. Memberikan kesempatan siswa untuk memasyarakatkan
baik sebagai pekerja penerima upah (emplove) maupun
pekeria mandiri (enteremer) terutama yang berkenaan
dengan disiplin kera lapangan yang sedang dilaksanakan.
6. Memperoleh pendidikan dan sekolahan yang akan
diterapkan di lapangan kerja industri kera atau dunia industri
atau sebaliknya.
7. Meningkatkan kemampuan ketrampilan di dalam
pelaksanaan praktek kerja lapangan dan maupun
mengembangkan ide-ide yang bagus
8. Memperoleh masukan dari dunia usaha yang belum
diberikan dibangku sekolah tentang ketrampilan dalam
bekena maupun berorganisasi dalam berusaha
9. Dapat menerapkan ajaran yang diberikan oleh Bapak Ibu
Guru waktu di bangku sekolah di dunia industri/waktu bekerja
di lapangan
10. Mampu menyesuaikan diri dan berikap baik atau disiplin
dalam bekerja waktu masuk dan sebagainya.
C. METODE PENGUMPULAN DATA
Adapun metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini
adalah sebagai berikut
a. Metode survey, yaitu dengan cara mendatangi objek
kera secara langsung yang berkaitan dengan materi
dilapangan sebagai bahan pertimbangan
b. Metode observasi, yaitu dengan cara mengamati yang
teradi dilapangan dengan mencatat dala-data untuk laporan.
c. Metode interview, yaitu dengan cara mewawancarai
pihak-pihak yang bersangkutan pada saat proses sedang
berlangsung sebagai bahan permasalahan proses produksi
D. SISTEM PENULISAN LAPORAN
Sistem penulisan laporan ini dibuat dengan tujuan agar
mempermudah pembaca untuk mencari atau melihat hal hal
atau isi pokok yang dicari Berikut ini adalah sistematis
penulisan laporan yang biasa digunakan.
Bab I Pendahuluan
Menguraikan mengenai latar belakang. maksud dan tujuan
PKL, teknik pengumpulan data, sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori
Bab ini membahas servis dan Tune UP Engine, perbaikan
system penerangan,
Overhaul Kopling
Bab III Manajemen Perusahaan
Bab ini penulis menguraikan mengenai sejarah pendirian
bengkel. struktur organisasi perusahaan, jenis bidang usaha.
Bab IV Deskrispi Lokasi PKL
Membahas tentang Jadwal kegiatan, program kerja kegiatan,
fasilitas perusahaan
Bab V Kesimpulan dan Saran.
Pada bab terakhir ini menyajikan kesimpulan terhadap semua
materi yang telah di sajikan pada bab -bab sebelumnya serta
berisikan saran saran yang perlu disampaikan mengacu pada
teon, analisa dan kesimpulan.
BAB II
LANDASAN TIORI
2.1 SERVIS DAN TUNE UP ENGINE
Jenis-jenis kegiatan
Selama kegiatan PKL yang kami laksanakan, kami mendapat
bimbingan dari pembimbing di Bengkel. Adapun jenis-jenis
kegiatan nya sebagai berikut
a. Pengecekan Rem dan Lampu indicator
b. Pemeriksaan Peredam Kejut
c. Pembersihan Carburator
d. Penyetelan Katup klep
e. Pemeriksaan Sistim Kemudi
f. Penyetelan Rantai
g. Pembersihan Spark Plug (Busi)
h. Pembersihan Filter Carburator
i. Penyetelan Handle Gas
j. Penggantian Oli
k. Pengecekan Baterai
l. Pengecekan Settingan Carburator
m. Test Drive (Uji Coba Jalan)
Alat-alat yang digunakan
1. Kunci pas 10-12
2. Kunci ring 14-17
3. Obeng
4. Obeng setting
5. Kunci shock 16
6. Tang
7. Tracker
8. Ratchet Handle
9. Kunci shock 17
10. Screwdriver Pounding(Obeng Ketok)
11. Puller
12. Kunci T8
13. Kunci T10
14. Kunci T12
15. Kunci L5
16. Kunci LA
17. Adjuster (Penahan)
18. Kunci Ring 8-10
19. Tang Jepit
20. Palu
Langkah-langkah kegiatan
a. TUNE UP
Adalah kegiatan mengembalikan kinerja mesin ke seperti
semula. Pada uraian ini, saya akan menguraikan cara tune
up sepeda motor, Pada uraian ini kegiatan saya batasi
hanya membahas cara penyervisan dari awal hingga akhi
pada sepeda motor. Adapun langkah-langkah cara
penyervisan sepeda motor, adalah sebagai berikut
a. Pengecekan Rem dan Lampu indicator
Untuk pengecekan rem, cek rem depan dan belakang
Untuk pengecekan rem depan ockan handle rem depan,
apakah pengereman rem depan masih kuat atau lemah.
Untuk rem belakang injak dengan kaki pedal rem
belakang apakah rem belakang masih dalam keadaan
baik atau tidak.
b. Pembersihan Carburator
Buka carburator dengan obeng lalu lepaskan komponen-
komponen yang ada pada carburator meliputi :
Pilot jet
Main jet
Needlle Jet
Float (pelampung)
Katup pelampung
Pilot air screw
Mangkok pelampung
Pin pelampung
Kemudian bersihkan masing-masing komponom tersebut
dengan bensin dan air compressor, lalu pasang kembali
seperti semula.
c. Penyetelan Katup Klep
Buka tutup klep, lalu atur klep dengan menggunakan adjuster
(penahan) dan kunci ring 8-10
d. Pemeriksaan Sistim Kemudi
- Pemeriksaan kemudi steering
Periksa kemudi / steering head pegang dengan kuat
bagian bawah fork. dan goyangkan kedepan dan
kebelakang, kemudian setel kemudi dengan
- Kendorkan mur bagian atas
- Atur kekencangan mur bagian bawah - Kencangkan sesuai
spesifikasi
e. Penyetelan Rantai
Kendorkan mur as roda belakang dengan kunci ring 14-
17, lalu atur kekencangan rantai dengan kunci pas 10-
12 Jika telah di atur kekencangan rantai nya
kencangkan kembali mur as roda belakang.
f. Pembersihan Spark Plug (Busi)
Buka spark plug dengan kunci shock 16, lalu bersihkan
dengan sikat kawat dan amplas, jika sudah pasangkan
kembali.
g. Pembersihan Filter Karburator
Buka filter, lepaskan baut filter dengan obeng lalu semprotkan
dengan air kompresor agar filter kembali bersih, setelah di
bersih kan pasang kembali.
h. Penyetelan Handle Gas
Atur mur handle gas dengan kunci pas 10-12, lalu setel
handle gas sesuai spesifikasi.
[Link] Oli
Buka baut oli dengan kunci l4-17 lalu keluarkan oli dari
mesin setelah habis semua Tutup kembali baut lalu buka
tuangkan oli yang baru ke dalam mesin.
j. Pengecekan Baterai
Meliputi sebagai berikut:
- Pemeriksaan tegangan baterai dengan avometer dengan
standard
12 V
- Pengecekan terminal baterai dari kotoran yang
menempel pada terminal positive maupun negative
- Pemeriksaan elektroda baterai (PbSoo4) dengan
menggunakan hydrometer
k. Pengecekan settingan Carburator
Atur sekrup langsam dan sekrup udara pada Carburator.
Settingan Sekrup Udara dari masing-masing tipe carburetor
- Bs (Vacum) 2 ¾ Putaran
- TV Konvensional 1 ½
Putaran
l. Test Drive (Uji Coba Jalan)
Test drive dilakukan setelah semua kegiatan tune up telah
dilaksanakan, tujuan test drive adalah memeriksa keadaan
motor saat berjalan
2.2 PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN SISTEM
PENERANGAN SEPEDA MOTOR
Pembahasan tentang perawatan dan perbaikan sistem
kelistrikan ini tentang pemeriksaan dan perbaikan sistem
penerangan sepeda motor, yang diperiksa meliputi:
Pemeriksaan sakelar, pemeriksaan lampu kepalan
pemeriksaan lampu sein, pemeriksaan klakson dan
pemeriksaan pengukur tinggi bahan bakar.
a. Pemeriksaan Saklar (Switch)
1) Periksa sambungan antar terminal yang ada switch
(atau konektor switch) dengan menggunakan multimeter
(skala ohmmeter x 1 Ὠ) untuk menentukan benar atau
baik tidaknya sambungan.
2) Tanda "0 0" menunjukkan terminal yang memiliki
hubungan (kontinuitas) yaitu sirkuit rangkaian tertutup
pada posisi switch yang ditunjukkan (yang
bersangkutan)
3) Jika terdapat sambungan yang kurang baik atau
tidak ada hubungan (kontinuitas) perbaiki atau ganti
(bila perlu) switch tersebut.
Catatan:
a) Warna kabel pada switch (konektor switch) setiap merek
sepeda motor kemungkinan berbeda.
b) Bentuk switch setiap merek sepeda motor kemungkinan
berbeda.
c) Tabel berikut ini adalah contoh pemeriksaan switch (saklar)
pada sepeda motor Honda Supra PGM-FI
Keterangan warna
Y/R = Kuning / Merah = Putih
Br = Coklat B = Hitam
Bu = Biru G = Hijau
Lb = Biru Muda
Gr = Abu-abu
Lg = Hijau Muda
b. Pemeriksaan Lampu kepala Jika lampu kepala (depan) tidak
menyala, maka:
1. Periksa bola lampu, ganti bila bola lampu putus.
2. Periksa tahanan lighting coil (kumparan penerangan atau
spul lampu) Standar tahanan dan warna kabel kumparan
penerangan berbeda setiap merek sepeda motor, lihat buku
manual masing-masing. Jika hasil pengukuran terlalu dari
standar, ganti kumparan penerangan atau stator alternator.
3. Periksa saklar (switch) lampu.
4. Periksa saklar lampu jauh dekat (dimmer switch). Untuk
memeriksa tahanannya (kontinuitas-nya), Untuk memeriksa
tegangannya:
a) Hubungkan multimeter (skala voltmeter) terminal (H) ke
konektor lampu Jauh maupun lampu dekat secara bergantian
(tergantung posisi saklar dimmer tersebut).
b) Hubungkan terminal multimeter ke massa atau kabel yang
menuju
massa
c) Hidupkan mesin
d) Geser saklar lampu ke posisi ON
e) Geser saklar dimmer ke posisi lampu dekat atau ke lampu
jauh bergantian.
f) Multimeter harus menunjukkan tegangan sebesar tegangan
baterai (12V) pada sambungan konektor bola lampu depan
tersebut. Jika tegangan yang diperoleh di luar spesifikasi
ierdapar kerusakan rangkaian kabel dari kunci kontak
kesambungan soket lersebut
5. Periksa sambungan kabel. Periksa seluruh sambungan
kabel system penerangan Perbaiki jika ada yang rusak,
terputus, longgar dan sebagainya.
6. Periksa kondisi tiap sirkuit/rangkaian sistem penerangan.
c. Pemeriksaan Lampu sein Jika lampu tanda belok (sein) tidak
menyala.
Maka :
1)Periksa bola lampu, ganti bila bola lampu putus.
2) Periksa sekering, ganti jika sekering terbakar atau
putus. Periksa sambungan kabel rangkaian sistem lampu
sein. Perbaiki jika ada yang rusak, terputus, longgar dan
sebagainya.
3) Periksa relay (flasher) lampu sein Jika seluruh
sambungan dan kabel sistem lampu sein masih bagus,
periksa relay lampu sein dengan cara Menghubung
singkatkan antara terminal yang ada dalam lampu sein
menggunakan kabel jumper. Kemudian periksa nyala
lampu sein dengan memposisikan saklar lampu sein ke
"ON". Jika lampu sein menyala. berarti relay rusak dan
harus diganti dengan yang baru.
d. Pemeriksaan Klakson Jika klakson tidak berbunyi, maka:
1) Periksa saklarrombol klakson. Lihat bagian 9.a tentang
pemeriksaan
saklar.
2) Periksa tegangan yang menuju klakson, dengan cara:
a. Periksa dengan menggunakan multimeter (skala
voltmeter), yaitu terminal multimeter ke kabel di
terminal klakson (kabel yang mendapat arus dari
bauera) dan terminal multimeter ke masa.
b. Putar kunci kontak ke posisi ON
c. Multimeter harus menunjukkan tegangan sebesar
tegangan baterai (12 V ) pada pengukuran tersebut.
Jika tegangan yang diperoleh di luar spesifikasi,
terdapat kerusakan rangkaian kabel dari kunci
kontak ke klakson 3) Periksa klakson, dengan cara:
a) Periksa dengan menggunakan multimeter (skala
voltmeter) yaitu terminal multimeter ke terminal klakson
(erminal yang kabelnya menuju massa) dan terminal
multimeter ke massa.
b) Putar kunci kontak ke posisi ON
c) Multimeter harus menunjukkan tegangan sebesar
tegangan baterai (12 V ) pada pengukuran tersebut. Jika
tegangan yang diperoleh di luar spesifikasi, terdapat
kerusakan pada kakson
Ganti klakson dengan yang baru
4) Cara lain memeriksa klakson adalah menghubungkan
langsung baterai 12v ke terminal klakson seperti terlihat
pada gambar di bawah ini:
5) Jika klakson berbunyi nyaring, maka klakson normal.
e. Pemeriksaan Pengukur Tinggi Permukaan Bensin
1. Buka/lepaskan pengukur tinggi permukaan bensin.
2. Periksa tahanan dengan menggunakan multimeter (skala
ohmmeter) pada setiap posisi pelampung.
2.3 OVERHAUL KOPLING
a. Pengertian dan Fungsi Kopling
Kopling terletak di antara engine dan transmisi yaitu suatu
unit penggerak atau system yang merupakan bagian dari
system pemindah daya dengan fungsi untuk memutus dan
menghubungkan putaran dan daya mesin ke unit pemindah
tenaga dengan lembut dan cepat
b. Syarat-syarat Kopling
1. Harus dapat memutus dan menghubungkan putaran
dari mesin ke transmisidengan lembut artinya
terjadinya proses pemutusan dan penghubungan
adalah secara bertahap.
2. Harus dapat memindahkan tenaga mesin dengan tanpa
selip jika kopling sudah terhubung penuh, maka antara
fly wheel dan plat kopling tidak boleh teradi slip
sehingga daya dan putaran mesin harus dapat
terpindahkan 100%.
3. Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna
dan cepat.
c. Komponen Unit Kopling
Komponen konstruksi utama sebuah unit kopling gesek adalah
1) Plat Kopling
Berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin dari fly wheel
dan plat penekan ke input shaft transmisi, plat kopling
disebut dengan kanvas kopling terbuat dari paduan
bahan asbes dan logam. Bagian-bagian plat kopling
meliputi
a) Clutch Hub
Berfungsi sebagai tempat perkaitan unit plat kopling
dengan input shaft transmisi yang memungkinkan
unit plat kopling dapat bergerak sedikit maju dan
mundur,
b) Disc Plate
Berfungsi sebagai rangka utama dari unit plat kopling untuk
menahan beban kerja.
c) Torsion Dumper
Berfungsi untuk meredam hentakan puntiran saat
kopling mulai menghubungkan meneruskan putaran
dan pada saat akselerasi maupun deselerasi
d) Kampas Kopling Facing
Berfungsi untuk memperbesar gesekan, sehingga effisiensi
pemindahan tenaga dan daya mesin optimal.
e) Cushion Plate
Berfungsi untuk dudukan facing atau kampas kopling serta
memperhalus kera kopling.
f) Paku Keling/ Rivet
Berfungsi untuk menyatukan kampas kopling dan cushion
plate serta menyatukan cushion plate dan disc plate,
2) Plat penekan
Berfungsi untuk menekan plat kopling terhadap fly wheel
dengan adanya tekanan pegas penekan.
3) Pegas Penekan
Berfungsi untuk memberikan gaya tekan kepada plat penekan.
4) Rumah Kopling / Tutup Kopling
Berfungsi untuk dudukan komponen-komponen unit
kopling, sebagai tumpuan tuas penekan serta untuk
memungkinkan teriadinya pemutusan dan
penghubungan tenaga mesin dengan akurat dan cepat
5) Tuas Penekan
Berfungsi untuk meneruskan gaya pedal kopling yang melalui
bantalan pembebas untuk menckan pegas penekan
6) Bantalan Pembebas
Berfungsi untuk meneruskan gaya dorong dari release fork ke
tuas pembebas pegas diaphragm pada saat pedal kopling
ditekan.
7) Garpu Pembebas
Berfungsi untuk mencruskan gaya dorong tarik dan pedal
kopling untuk menekan bantalan pembebas.
d. Cara Kerja Kopling
1. Pada Saat Pedal Kopling Di Injak
Saat pedal kopling di injak maka release fork akan menekan
release bearing ke depan sekaligus menekan diafragma spring
sehingga diafragma spring akan mengungkit pressure plate.
Dengan demikian disc clutch akan terbebas sehingga putaran
mesin tidak di teruskan ke transmisi
2. Pada saat Pedal Kopling Di Lepaskan
Saat kopling di lepas maka release fork kembali ke posisi
semula dan release bearing tidak menekan diafragma
spring sehingga pressure plate kembali menekan clutch
disc dengan fly wheel sehingga daya dari mesin di
teruskan ke transmisi.
BAB III
MANAJEMEN BENGKEL PETRO MOTOR
3.1 SEJARAH BERDIRINYA BENGKEL
Petro motor adalah bengkel yang bergerak di bidang bubut,
perbaikan, pada tanggal perawatan mesin kendaraan
didirikan pada tanggal 7 September 2001 beralamat Jl.
cikondang, Kp. nangkorek, Kec. bojongpicung, Kabupaten
cianjur, jawa barat
Bengkel ini berorientasi pada kepuasan pelanggan, baik
penelitian, perawatan, maupun mesin lainnya, dengan
memperhatikan dan
mementingkan kualitas yang akan di perbaiki,
3.2 STRUKTUR BENGKEL PETRO MOTOR
Adapun struktur organisasi terbentuk sejak berdirinya Bengkel
petro motor adalah sebagai berikut :
Pemilik Bengkel
PEPEN
Pemilik Bengkel
PEPEN
3.3 KEPEGAWAIAN
Bengkel RJM motor Merupakan usaha di bidang sepeda motor.
oleh karena itu karyawan yang bekerja di bengkel tersebut
juga mempunyai pengetahuan tentang sepeda motor, seperti
bubut, ngorter,pengganti spare part, over Houle dan Tune Up.
Maka dari itu karyawan harus memiliki latar belakang
Pendidikan yang baik dan mempunyai pengetahuan dan
keahlian mengenai seluk beluk mesin sepeda motor.
3.2.2 DISIPLIN KERJA DAN KESELAMATAN KERJA [Link] DISIPLIN
KERJA
Pekerjaan adalah salah satu keperluan yang teramat penting
kepada manusia. Kehidupan kita bergantung kepada Kerja. Ini
karena ia merupakan sumber ekonomi untuk keperluan
Pekeraan juga boleh mengangkat status da pengiktirafan
seseorang individu dalam masyarakatnya. Selain itu,
pekerjaan juga meletakkan nilai dan harga diri seseorang.
Agama sangat mengalahkan setiap penganutnya bekerja dan
tidak meminta minta la merupakan tuntutan yang perlu
dilaksanakan dengan jujur dan ananah. Dengan pekerjaan
inilah kita dapat memberi nafkah untuk diri dan keluarga di
samping membangun ekonomi bangsa serta negara.
Lazimnya, kebanyakan mereka yang beraya adalah orang
yang berdisiplin dalam kerja. Dengan memiliki disiplin
membolehkan seseorang itu menjadi pekeria yang
beraktivitas dan berkualitas. Untuk menjadi pekeja tersebut
memerlukan banyak kemahiran dan pengalaman. la hanya
diperoleh dengan adanya disiplin kedisiplinan di Bengkel petro
motor. Sebagai berikut
a) Setiap pagi karyawan masuk pukul 08.00 wib, dan sebelum
bekerja karyawan melakukan doa bersama.
b) Jam istirahat yaitu pukul 12.00 WIB dan masuk kembali
Pukul 13.00
WIB
c) Setiap karyawan harus menggunakan pakaian warpack, bagi
siswa (Pkl) diwajibkan untuk memakai baju praktik.
[Link] KESELAMATAN KERJA
Keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk
mengurangi terjadinya kecalakaan, kerusakan dan segala
bentuk kerugian terhadap manusia, maupun yang
berhubungan dengan peralatan, obyek kerja,bengkel Tempat
bekerja, dan lingkungan kerja, secara langsung dan tidak
langsung Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab
semua orang baik yang terlibat langsung dalam pekerjaan
dan juga masyarakat produsen dan konsumen pemakai
teknologi pada umumnya Bahkan, sikap dan kebiasaan kerja
merupakan kunci utama seorang teknisi yang sukses.
secara umum, tujuan keselamatan kena bagi pekerja
professional teknologi sepeda motor dapat dijelaskan sebagai
berikut :
1. Sebelum memulai kerja, sebaiknya setiap siswa wajib
memahami
peraturan dan tata tertib bengkel
2. Melindungi tenaga kera atas keselamatan fisik dan mental
dalam melaksanakan pekerjaan.
3. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat
kerja
4. Obyek kerja di serahkan kepada siswa dari instruktur.
[Link] JENIS BIDANG USAHA PETRO MOTOR
Jenis bidang usaha perto motor adalah Jasa, seperti bubut,
ngorter, pemasangan spare part, tune up, over haul dan lainnya
yang masih bersangkutan dengan sepeda motor
33 VISI DAN MISI BENGKEL PETRO MOTOR
Visi dan Misi bengkel petro motor :
Menjadi Bengkel otomotif yang paling sukses dan dihormati di
kawasan Ranau dengan memberikan pengalaman terbaik
dalam kepemilikan
kendaraan.
Misi
1. Secara berkesinambungan menyediakan produk dan
jasa yang berkualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan
pelanggan melalui program pemasaran yang terbaik.
2. Mengembangkan karyawan yang berkompeten dengan
menciptakan lingkungan kerja yang baik untuk mendukung
tercapainya kepuasan pelanggan
3. Untuk mengembangkan bengkel yang sehat dalam
segala aspek, misalnya pemenuhan peraturan, lingkungan
dan lain-lain
34 TUGAS POKOK DAN FUNGSI
a. Pimpinan Bengkel
Pimpinan di bengkel adalah jabatan pimpinan yang
bertanggung jawab di bengkel. Adapun tugas-tugas sebagai
berikut :
1. Bertanggung jawab akan keamanan dan tata tertib di dalam
bengkel.
2. Bertanggung jawab dalam mendayagunakan sarana dan
prasarana
Bengkel
b. Teknisi
1. Memeriksa keadaan peralatan mesin-mesin
2. Menerima informasi kerusakan pada peralatan dan mesin
dari pemakai dan memperbaiki terjadinya kerusakan dan
cara pelaksanaan perbaikannya.
3. Memelihara kebersihan ruangan dan penyimpanan alat alat
yang telah dan akan diperbaiki supaya teratur dan rapi
4.1.3 FASILITAS INSTANSI/PERUSAHAAN
Di perto motor, terdapat berbagai macam alat alat perbaikan
kendaraan.
Data Tools Mekanik diantaranya
1. Kunci T
2. Kunci Shock
3. Kunci Ring
4. Kunci Pas
5. Tang Kombinasi Kombinasi
6. Talang Lancip
7. Kunci L
8. Kunci Busi
9. Kunci Ratchet
10. Bak Oli Bekas
11. Test Pen
12. Sikat Kuningan
13. Ragum
14. Treker
15. Kape
16. Feeller Gauge
17. Obeng
18. Pahat Besi
19. Palu Timah
20. Palu Besi
21. Gunting
22. Tang Stel
23. Grip
24. Jangka Sorong
25. Lampu Kerja
26. Dongkrak
27. Mesin Korter
28. Mesin Bubut
29. Kompresor
30. Las Listrik
4.2 PEMBAHASAN
Praktik Kerja Lapangan ini dilaksanakan di Akhir Tahun 2024
Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan hingga dengan akhir
batas waktu yang di tentukan, penulis menjalaninya dengan
sungguh-sungguh dan mengingat setiap pelajaran dan
pengalaman baru yang diperoleh sehingga penulis tidak
mengalami kendala yang berarti Ketika ada hal yang tidak di
fahami oleh penulis, maka penulis bertanya dengan
pembimbing dari instansi, dan pembimbing instansi akan
memberikan arahan atau penjelasan tentang kendala yang di
hadapi. Begitupun dengan penulisan laporan ini. bisa
terselesaikan berkat bimbingan dari Tendi Hidayatulloh sebagai
pembimbing dari sekolah.
BAB IV
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dengan berakhirnya pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
yang dilaksanakan di Bengkel Petro motor Kp. Nangkorek selama
5 Bulan dan dengan ini saya menarik kesimpulan bahwa dengan
melaksanakan PRAKERIN ini saya mendapat pengalaman baru,
yang tidak saya dapatkan bangku sekolah Selama saya
melaksanakan pkl, saya mendapat pengalaman dalam Bekerja di
lapangan, serta pengalaman untuk menyesuaikan diri didalam
dunia kerja, selain itu menambah wawasan saya tentang dunia
otomotif yang sesungguhnya,
5.2 SARAN SARAN
Saran Untuk Perusahaan
Dengan berakhirnya pelaksanaan (PKL) serta berdasarkan
uraian diatas maka dengan ini saya akan sedikit
memberikan saran saran yang bersifat positif yang
sekiranya dapat berguna dan bermanfaat.
Adapun saran-saran tersebut yaitu:
1. Selama kami melaksanakan (PKL) di Bengkel Petro motor Kp.
Nangkorek saya merasakan bahwa Bengkel Motor
tersebut sangat baik dan ramah dalam membimbing
saya, oleh karena itu saya berharap agar keramahan dan
kebaikan Pengelola Bengkel Petro Motor bukan hanya
kepada saya pribadi, melainkan kepada siswa dari
sekolah kami. Tidak lupa saya juga ingin mengucapkan
terima kasih pegawai yang telah membantu kami dalam
melaksanakan PKL
2. Para pegawai harus menjunjung rasa solidaritas dan
kebersamaan dengan
baik
3. Perlu di tingkatkannya disiplin dalam bekerja
4. Mempertahankan rasa kekeluargaan yang erat dan harmonis
5. Bengkel Petro Motor bersedia memberikan ilmu pelajaran
yang berguna bagi siswa ataupun siswi yang
melaksanakan PKl di Bengkel Perto Motor Kp. Nangkorek.
6. Memberikan kesempatan PKL lagi kepada siswai periode
berikutnya
7. Memberikan pengarahan pada kami dengan sabar dan
mampu menerima kekurangan kami
5.3. SARAN UNTUK SEKOLAH.
Untuk lebih meningkatkan mutu lulusan Sekolah Menengah
Kejuruan SMK
Plus insan mandiri. Saya berharap kepada pihak sekolah SMK
Plus insan Mandiri agar lebih di tingkatkan lagi proses belajar
mengajar serta meningkatkan mutu dan keterampilan dan
menambah fasilitas yang ada.
LAMPIRAN FOTO 1
LAMPIRAN FOTO 2
LAMPIRAN FOTO 3
LAMPIRAN FOTO 4
LAMPIRAN FOTO 5
LAMPIRAN FOTO 6