0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Program Bimbingan Konseling MI. Bahrul Ulum

Dokumen ini adalah program Bimbingan dan Konseling MI. Bahrul Ulum untuk tahun pelajaran 2021/2022, yang mencakup tujuan, dasar hukum, dan rencana pelaksanaan kegiatan bimbingan. Program ini bertujuan untuk membantu siswa dalam pengembangan pribadi, sosial, belajar, karir, dan keluarga agar dapat mencapai potensi maksimal mereka. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Program Bimbingan Konseling MI. Bahrul Ulum

Dokumen ini adalah program Bimbingan dan Konseling MI. Bahrul Ulum untuk tahun pelajaran 2021/2022, yang mencakup tujuan, dasar hukum, dan rencana pelaksanaan kegiatan bimbingan. Program ini bertujuan untuk membantu siswa dalam pengembangan pribadi, sosial, belajar, karir, dan keluarga agar dapat mencapai potensi maksimal mereka. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU

MI. ”BAHRUL ULUM” GOWOK


Dusun Gowok Desa Sidobinangun Kecamatan Deket
KabupatenLamongan KodePos: 62291
LEMBAR PENGESAHAN

Program Bimbingan dan Konseling MI. Bahrul Ulum ini telah pelajari dan diteliti,selanjutnya
program kerja ini disahkan untuk digunakan sebagai pedoman pelaksanaan bimbingan tahun
pelajaran 2021/

disetujui dan di sahkan pada :


Tanggal : 20 Juli 2021
Kepala Madrasah

M. Khusaini [Link]
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling MI. Bahrul Ulum
tahun pelajaran 2021/2022.
Kami berharap buku program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat untuk kita
semua. Kritik dan saran sangat kami perlukandari teman-teman guru Bimbingan dan Konseling
untuk peningkatan mutu dalam menyusun buku program Bimbingan dan Konseling yang akan
datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang membantu
mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi pahala dan mendapat
imbalan pahala yang sepantasnya dari Allah SWT. Aamiin

Penyusun
BAB.I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Bimbingan dan konseling merupakan keahlian pelayanan pengembangan pribadi dan
pemecahan masalah yang mementingkan pemenuhan kebutuhan dan kebahagaian pengguna
sesuai dengan martabat, nilai, potensi, dan keunikan individu berdasarkan kajian dan
penerapan ilmu dan teknologi dengan acuan dasar ilmi pendidikan dan psikologi yang dikemas
dalam kaji terapan konseling yang diwaranai oleh budaya pihak-pihak yang terkait. Dengan
demikian paradigma bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan
dalam bingkai budaya.
Dengan paradigma ini kegiatan bimbingan dan konseling harus selalu mengacu kepada upaya
pendidikan dengan pendekatan psikologis yang memadai dan dengan materi sesuai dengan
nilai-nilai budaya bangsa. Bimbingan dan konseling memiliki bidang singgung antar sikologi,
pendidikan, dan budaya, terutama berkenaan dengan segi isi dan muatan nilai yang perlu
diperhatikan.
Selain itu bimbingan dan konseling didukung ilmu pendidikan karena individu yang terlibat di
dalamnya menjalani proses belajar dan kegiatan tersebut bersifa normative, objektif dan
berorientasi pemecahan masalah. Bersifat normative yaitu dengan sengaja membantu individu
berkembang kearah yang baik dan benar serta diwujudkan dalam perubahan perilaku. Ilmu
pendidikan sebagai ilmu normative memiliki landasan-landasan ilmiah dan menggunakan
metode-metode ilmiah dalam mewujudkan fungsi keilmuan, yaitu fungsi mempelajari dan
membawa individu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bersifat objektif yaitu
mempelajari apa adanya tentang individu sebagai organisma yang sedang berkembang dan
berbagai factor yang terkait dengan perkembangannya. Berorientasi pemecahan masalah baik
dalam tataran objektif (dalam proses mempelajari) maupun dalam tataran normative (dalam
proses membawa). Orientasi masalah dalam tataran objektif berfokus pada persoalan apa dan
mengapa individu dalam kondisi demikian, dan orietasi masalah pada tataran normative terkait
dengan bagaimana mengembangkan, mengubah, dan memperbaiki kondisi tersebut. Pelayanan
bimbingan dan konseling harus didasarkan norma-norma yang berlaku baik isi, prosesa,
tekhniknya, maupun instrumentasi yang digunakannya. Pelayanan yang tidak normative bukan
bimbingan dan pemberian bantuan yang berakar pada budaya kita dan mempunyai landasan
ilmiah sikologi dan pendidikan. Arah kegiatan bimbingan dan konseling pada dasarnya adalah
mengembangkan potensi siswa untuk mampu memenuhi tugas-tugas perkembangannya secara
optimal dan terhindar dari berbagai permasalahan yang mengganggu dan menghambat.
B. PENGERTIAN DAN TUJUAN PROGRAM BK DI MADRASAH
Program Bimbingan Konseling adalah suatu rencana kegiatan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan pada periode tertentu. Program ini memuat unsur – unsur yang terdapat dalam
berbagai ketentuan tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling dan diorientasikan pada
pencapaian tujuan kegiatan bimbingan dan konseling di madrasah.
Tujuan penyusunan program BK di madrasah Khususnya di MI. Bahrul Ulum adalah agar
kegiatan bimbingan dan konseling di madrasah dapat terlaksana dengan lancar, efektif dan
efisien, serta hasil-hasilnya dapat dinilai dan memuaskan.

C. DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN


1. Perubahan keempat UUD 1945 pasal 31 tentang pendidikan
2. UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah
3. UU NO. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
4. Peraturan Pemerintah No. 19 thun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan
5. Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
6. Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
7. Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar
Kompetensi Kelulusan
BAB. II
RENCANA PROGRAM

A. ARAH BIMBINGAN DAN KONSELING


Kegiatan bimbingan dan konseling diarahkan kepada hal-hal pokok yang menyangkut
perkembangan individu dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dalamnya permasalahan
yang dapat mereka alami. Tugas-tugas perkembangan siswa madrasah dasar meliputi :
1. Menanamkan da mengembangkan kebiasaan serta sikap dalam beriman, nertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mengembangkan ketrampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
3. Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan sehari-hari. d. Belajar
bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya.
4. Belajar menjadi pribadi yang mandiri.
5. Mempelajari ketrampilan fisik sederhana yang diperlukan baik untuk permainan maupun
untuk kehidupan.
6. Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai sebagai pedoman perilaku.
7. Membina hidup sehat untuk diri sendiri untuk lingkungan.
8. Belajar menjalankan peranan social sesuai dengan jenis kelaminnya. j. Mengembangkan
sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga social. k. Mengembangkan pemahaman dan
sikap awal untuk perncanaan masa depan.

B. MATERI BIMBINGAN DAN KONSELING


1. Bimbingan Pribadi meliputi :
a. Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
b. Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk
kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun
perannya di masa depan.
c. Pengenalan dan pemahan tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan
pengembangannya melauli kegiatan yang kreatif dan produktif.
d. Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha
penanggulangannya.
e. Pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri.
2 Bimbingan Sosial meliputi :
a. Pengembangan kemampuan berkomunikasi baiak melalui ragam lisan maupun tulisan
secara efektif.
b. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan social baik di rumah, di
madrasah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma, sopan santun dan
nilai-nilai agama, adat istiadat peraturan serta kebiasaan yang berlaku.
c. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman
sebaya.
d. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan madrasah, rumah dan lingkungan
serta kesadaran untuk melaksanakannya.
3. Bimbingan Belajar meliputi :
a. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dari berbagai
sumber balajar, bersikap kepada guru dan narasumber lainnya, mengkuti pelajaran
sehari-hari, mengerjakan tugas (PR), mengembangkan ketrampilan belajar dan menjalani
program penilaian.
b. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun kelompok.
c. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran.
d. Orientasi belajar untuk melanjutkan madrasah yang lebih tinggi.
4. Bimbingan Karir meliputi :
a. Pengenalan awal terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
b. Pengenalan, orientasi dan informasi karir pada umumnya secara sederhana.
c. Pengenalan dan pemahaman diri secara awal berkenaan dengan kecenderungan karir
yang hendak dikembangkan.
d. Orientasi dan informasi sederhana terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya
dalam kaitan dengan karir yang hendak dikembangkan.
5. Bimbingan keluarga meliputi :
a. Penanaman sikap menghormati keluarga
b. Pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anaknya
c. Membangun kerja sama dalam keluarga

C. PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING


1. Bentuk kegiatan
Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam suasana kontak langsung dengan
siswa (kegiatan kontak) atau tanpa kontak langsung dengan siswa (kegiatan non kontak).
a. Kegiatan yang memerlukan kontak langsung dengan siswa adalah semua kegiaan
layanan yang memelukan kontak langsung secar perorangan, kelompok maupun klaskal.
Instrumen kegiatannya dapat dengan cara pengisian angket atau inventori, testing, sosio
metri dan observasi. Mtuk melakukannya diperlukan waktu tersendiri dengan catatan
siswa tidak boleh dirugikan dalam kegiatan belajarnya.
b. Kegiatan tanpa kontak langsung meliputi pengelolaan himpunan data, pengolahan hasil
instrumentasi, penyiapan alat bahan bimbingan, konfrensi kasus, kunjungan rumah,
pengolahan hasil belajar siswa sebagai bahan bimbingan, pengelolaan administrasi
bimbingan konseling, pengolahan alih tangan kasus, dan penyususnan rencana serta
laporan kegiatan. Kegiatan non kontak langsung dilaksanakan pada jam-jam pelajaran
langsung di madrasah.
c. Kegiatan kontak dan non kontak serta rencana kegiatan disamapaikan kepada para siswa
secara jelas dan mendapat peneguhan dari kepala madrasah.
2. Tekhnik Penilaian
Dalam pengembangan kompetensi siswa hasil-hasil pelayanan bimbingan dan konseling
harus dinilai, baik melalui penilaian terhadap hasil layanan maupun proses pelaksanaan.
Penilaian ini selanjutnya akan dipakai untuk melihat keefktifak layanan disatu sisi dan
sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangan disisi lain.
a. Penilaian hasil kegiatan layanan digunakan untuk mengetahui keberhasilan layanan
bimbingan dan konseling. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut
efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapat layanan. Penilaian
ini ditujukan kepada perolehan siswa yang diorientasikan kepada pengentasan masalah
client, perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa seperti : sikap, motifasi,
kebiasaan, ketrampilan, dan keberhasilan belajar. Serta konsep diri kemampuan
berkomunikasi, kreatifitas, apresiasi terhadap nilai dan moral. Secara khusus focus
penilaian diarahkan kepada berkembangnya pemahaman baru yang diperoleh melalui
layanan dan perasaan positif sebagai damapak dari proses dan materi yang dibawakan
melalui layanan. Penilaian dilakukan melalui format individu, kelompok, klasikal, dan
melalui media lisan atau tulisan serta dengan menggunakan panduaan atau instrume
baku yang disusun [Link] tahapan – tahapan penilaian meliputi penilaian
segera, penilaian jangka pendek dan penilaian jangka panjang.
b. Penilaian proses kegiatan dilakukan terhadap kegiatan layanan, kegiatan pendukung,
mekanisme dan instrument yang digunakan serta administrasi kegiatan. Hasil penilaian
proses digunakan untuk meningkatkan kualitas bimbingan konseling secara
menyeluruh. c. Pertanggungjawaban Kegiatan Keseluruhan kegiatan bimbingan dan
konseling harus dapat dipertanggungjawabkan kepada stake holders di madrasah yang
meliputi siswa, orang tua, personil madrasah dan masyarakat
D. DATA SISWA
Keadaan siswa
No Kelas Jumlah Rombel Ket.
L P
1 I 1
2 II 1
3 III 1
4 IV 1
5 V 1
6 VI 1

E. STRUKTUR ORGANISASI BK

Kepala Madrasah

Koord. BK

Tata Usaha

Wali Kelas

Siswa
PROGRAM KERJA
BIMBINGAN DAN KONSELING
TAHUN PELAJARAN 2021/2022

WAKTU PELAKSANAAN

SEMESTER 1 SEMESTER 2
No. KEGIATAN KETERANGAN

Desembe

Pebruari
Septemb

Oktober

Nopemb
Agustus

Januari

Maret

April

Juni
Mei
Juli
1. Analisis Kebutuhan Siswa (AKS) v Guru BK
2. Penyusunan dan konsultasi Program v Guru BK
3. Layanan Orientasi v
a. Orientasi siswa baru PKM Kesiswaan
b. Orientasi kelas
4. Layanan informasi v v v v v v v v v v v v
a. Informasi pengembangan pribadi
b. Informasi pengembangan kemampuan
sosial Reguler
c. Informasi kemampuan belajar (Layanan yang bersifat umum)
d. Informasi pengembangan karir
e. Informasi pengembangan keluarga

Deket, …………Juli 2021

Guru BK

H.M.A WAHIB
BAB. III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Program Bimbingan Konseling adalah suatu rencana kegiatan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan pada periode tertentu. Program ini memuat unsur – unsur yang terdapat dalam
berbagai ketentuan tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling dan diorientasikan pada
pencapaian tujuan kegiatan bimbingan dan konseling di madrasah. Tujuan penyusunan
program tidak lain adalah agar kegiatan bimbingan dan konseling di madrasah dapat
terlaksana dengan lancar, efektif dan efisien, serta hasil-hasilnya dapat dinilai.
Tersusun dan terlaksananya program dan bimbingan konseling dengan baik, selain akan lebih
menjamin pencapaian tujuan kegiatan bimbingan dan konseling pada khususnya, tujuan
madrasah pada umumnya, juga akan lebih menegakkan akontabilitas bimbingan dan konseling
di madrasah khususnya di MI. Bahrul Ulum
Proses kegiatan bimbingan dan konseling dianggap sebagai kebutuhan guru dalam upaya
memperbaiki dan meningkatkan [Link] yang paling utama dapat mengatasi
permasalahan yang dihadapi peserta didik.. Namun dalam bimbingan dan konseling diantara
kedua belah pihak harus saling menyadari bahwa kegiatan yang dilakukannya bertujuan untuk
saling membangun demi meningkatnya mutu pendidikan.
B. Saran dan Harapan
Untuk memperoleh kesuksesan dalam melaksanakan suatu program kegiatan bukanlah hal
yang mudah. Apalagi melaksanakan program pendidikan. Namun tidak ada suatu pekerjaan
yang tidak bisa diselesaikann dengan baik apabila dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
dan kebersamaan. Untuk itu penulis sarankan kepada semua guru untuk siap melakukan
kegiatan ini dengan sebaik – baiknya, dengan berpegang pada sebuah peribahasa berat sama
dipikul dan ringan sama dijinjing, serta sangat mengharapkan kritik dan sarannya demi
kemajuan pendidikan di madrasah ini, maka dengan ketulusan dan keikhlasan kita bekerja,
mudah-mudahan akan menjadi amal ibadah Amiin.
Tak ada kata yang paling tepat semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan Mutu
pendidikan sesuai yang diharapkan dan diamanatkan pada undang-undang Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Anda mungkin juga menyukai