0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan73 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Deep Learning

Dokumen ini adalah modul ajar Seni Rupa untuk kelas 5 dengan pendekatan Deep Learning, disusun oleh Endang Sri Utami. Modul ini mencakup identifikasi unsur rupa dan prinsip desain, serta kegiatan pembelajaran yang melibatkan eksplorasi, kolaborasi, dan presentasi proyek seni. Tujuan pembelajaran adalah untuk mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik melalui pengalaman praktis dan analisis karya seni.

Diunggah oleh

sarwi72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan73 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Deep Learning

Dokumen ini adalah modul ajar Seni Rupa untuk kelas 5 dengan pendekatan Deep Learning, disusun oleh Endang Sri Utami. Modul ini mencakup identifikasi unsur rupa dan prinsip desain, serta kegiatan pembelajaran yang melibatkan eksplorasi, kolaborasi, dan presentasi proyek seni. Tujuan pembelajaran adalah untuk mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik melalui pengalaman praktis dan analisis karya seni.

Diunggah oleh

sarwi72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link].

COM

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang relevan untuk dikembangkan pada peserta didik
melalui pembelajaran ini:
 [ ] Keimanan dan Ketakwaan
 [ ] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita memulai pelajaran, Bapak/Ibu ingin tahu


nih, bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat di rumah?
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu dan
langsung merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Sudahkah kalian melaksanakan ibadah sesuai
keyakinan masing-masing hari ini? Apa yang kalian rasakan
setelah beribadah?
3. Berolahraga: Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan
pagi ini? Misalnya, senam kecil atau jalan kaki di sekitar rumah?
Kenapa olahraga itu penting?
4. Gemar Belajar: Selain belajar di sekolah, hal baru apa yang
sudah kalian pelajari di rumah? Mungkin membaca buku cerita,
mencari tahu tentang hewan kesukaan, atau mencoba hal baru
lainnya?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapanmu
sudah memenuhi gizi seimbang? Coba sebutkan contoh makanan
sehat!
[Link]

6. Bermasyarakat: Ada yang sudah membantu orang tua atau


tetangga pagi ini? Atau mungkin ikut membersihkan lingkungan
sekitar? Bagaimana rasanya membantu orang lain?
7. Tidur Cepat: Semalam, apakah kalian sudah tidur cukup dan
tidak terlalu malam? Kenapa tidur yang cukup itu penting untuk
kesehatan tubuh dan pikiran kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
ELEMEN: Mengalami (Experiencing)

Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan


sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan deep learning, peserta
didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk,
warna, tekstur, gelap terang, ruang) yang terdapat pada benda-
benda di lingkungan sekitar dengan tepat.
2. Menjelaskan prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama,
penekanan, proporsi, keselarasan) yang diterapkan dalam karya
seni rupa atau objek di lingkungan sekitar.
3. Menganalisis perpaduan unsur rupa dalam menciptakan prinsip
desain pada karya seni rupa sederhana atau objek sehari-hari.
4. Mengekspresikan pemahaman tentang unsur rupa dan prinsip
desain melalui karya seni rupa sederhana yang dibuat secara
kolaboratif atau mandiri.
5. Menyajikan hasil pengamatan dan analisis perpaduan unsur dalam
prinsip desain melalui presentasi kelompok dengan bahasa yang
lugas dan percaya diri.

E. Sarana dan Prasarana


1. Ruang kelas yang nyaman dan cukup luas untuk bergerak.
2. Proyektor dan layar.
3. Berbagai contoh karya seni rupa atau objek dengan unsur rupa
dan prinsip desain yang jelas (misalnya: poster, kain batik,
anyaman, kemasan produk, foto arsitektur).
4. Bahan-bahan menggambar dan mewarnai (kertas, pensil, spidol,
krayon/cat air).
5. Benda-benda sederhana di lingkungan sekitar sebagai objek
pengamatan (daun, batu, kotak, botol, buah-buahan).
[Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-
Based Learning) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi, Diskusi Kelompok, Eksplorasi,
Praktik Langsung, Presentasi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, rasakan hembusan
napas kalian. Sekarang, buka mata dan perhatikan satu benda di
sekitarmu dengan sangat teliti. Apa yang paling menarik
perhatianmu dari benda itu? Apa saja yang kamu lihat, rasakan,
atau pikirkan tentang benda tersebut?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi
kita untuk memahami unsur-unsur dasar yang membangun
sebuah gambar atau benda? Apa manfaatnya bagi kehidupan
kita sehari-hari?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan sesuatu yang paling
indah di dunia, terbuat dari apa dan bentuknya seperti apa? Apa
yang membuat kreasi itu istimewa dan menyenangkan untuk
dilihat?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2 (4 JP): Eksplorasi Unsur Rupa dan Prinsip Desain
Pendahuluan (±30 menit)
1. Sapaan dan Motivasi (5 menit): Guru menyapa peserta didik,
memeriksa kehadiran, dan mengingatkan tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
2. Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful learning, meaningful learning, joyfull learning) untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus. Peserta didik diajak
berbagi pikiran mereka.
3. Pengantar Topik (15 menit): Guru memperkenalkan topik "Unsur
Rupa dan Prinsip Desain." Guru menunjukkan beberapa contoh
gambar atau benda nyata (misalnya: selembar daun, gambar
batik, foto gedung) dan meminta peserta didik mengamati
elemen-elemennya secara kasat mata.
Inti (±120 menit)
1. Pengamatan Lingkungan (40 menit): Peserta didik dibagi menjadi
kelompok-kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok diberikan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi panduan observasi.
Mereka diminta untuk berkeliling di dalam kelas atau lingkungan
sekolah (jika memungkinkan) untuk menemukan benda-benda yang
mengandung berbagai unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur,
gelap terang). Mereka diminta mencatat dan menggambar benda
yang diamati pada LKPD. (Melatih Kemandirian dan Kolaborasi)
[Link]

2. Identifikasi Unsur Rupa (40 menit): Kembali ke kelompok, peserta


didik mendiskusikan hasil pengamatan mereka. Guru memfasilitasi
diskusi dengan menampilkan gambar atau contoh benda konkret
(misalnya, gambar garis
[Link]

lurus, bergelombang, lingkaran, segitiga, berbagai warna, tekstur


halus/kasar) dan menjelaskan definisi setiap unsur rupa. Peserta
didik mengisi bagian identifikasi unsur rupa pada LKPD. (Melatih
Penalaran Kritis dan Komunikasi)
3. Pengenalan Prinsip Desain (40 menit): Guru menampilkan beberapa
gambar karya seni atau objek sehari-hari yang memperlihatkan
prinsip desain (misalnya: pola berulang pada kain, gambar simetris,
atau objek dengan fokus tertentu). Guru menjelaskan konsep dasar
prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan).
Peserta didik mencoba mengidentifikasi prinsip-prinsip tersebut
pada gambar yang ditampilkan. (Melatih Penalaran Kritis)
Penutup (±30 menit)
1. Refleksi Diri (15 menit): Setiap kelompok diminta mempresentasikan
secara singkat temuan mereka tentang unsur rupa di lingkungan
sekitar. Guru memberikan umpan balik dan penguatan.
2. Tindak Lanjut (10 menit): Guru memberikan tugas rumah untuk
mencari contoh benda atau gambar yang menunjukkan
perpaduan unsur rupa dan prinsip desain di rumah mereka.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Analisis dan Aplikasi Prinsip Desain
Pendahuluan (±30 menit)
1. Apersepsi (15 menit): Guru mengulas kembali materi sebelumnya
tentang unsur rupa dan menanyakan temuan peserta didik dari
tugas rumah.
2. Penyampaian Tujuan (15 menit): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran hari ini yaitu menganalisis perpaduan unsur rupa
dalam prinsip desain.
Inti (±120 menit)
1. Analisis Kasus (60 menit): Guru menyiapkan beberapa contoh
gambar karya seni (lukisan, patung) atau benda sehari-hari
(anyaman, keramik) yang kompleks dan kaya akan unsur rupa
serta prinsip desain. Setiap kelompok mendapatkan 1-2 contoh.
Peserta didik diminta menganalisis secara mendalam bagaimana
unsur-unsur rupa (misalnya, penggunaan warna tertentu)
menciptakan prinsip desain (misalnya, keseimbangan, penekanan)
dalam contoh tersebut. Mereka diminta menuliskan hasil
analisisnya pada LKPD. (Melatih Penalaran Kritis dan Kolaborasi)
2. Brainstorming Ide Proyek (60 menit): Guru memperkenalkan proyek
mini: "Menciptakan Karya Seni Sederhana dengan Unsur Rupa dan
Prinsip Desain." Setiap kelompok diminta untuk brainstorming ide
karya seni sederhana (misalnya, kolase, menggambar objek
imajinatif, membuat pola sederhana) yang akan dibuat di
pertemuan berikutnya, dengan fokus pada penerapan minimal 2-3
unsur rupa dan 1 prinsip desain. (Melatih Kreativitas dan
Kolaborasi)
Penutup (±30 menit)
1. Diskusi Singkat (15 menit): Perwakilan kelompok membagikan ide
proyek mereka. Guru memberikan masukan dan motivasi.
2. Persiapan Proyek (10 menit): Guru menjelaskan bahan-bahan yang
perlu dibawa untuk pertemuan berikutnya (misalnya, kertas
bekas, gunting, lem, majalah/koran bekas, pensil warna).
3. Refleksi (5 menit): Peserta didik diajak merefleksikan pentingnya
[Link]

memahami hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain.


[Link]

Pertemuan 5-7 (6 JP): Kreasi dan Presentasi Proyek


Pendahuluan (±30 menit)
1. Review (10 menit): Guru mengulas kembali ide-ide proyek
yang telah disepakati dan memastikan semua kelompok
siap.
2. Motivasi Proyek (20 menit): Guru memberikan semangat dan
mengingatkan pentingnya berkolaborasi dan berkreasi.
Inti (±240 menit)
1. Pembuatan Proyek (180 menit): Setiap kelompok secara kolaboratif
mulai mengerjakan proyek karya seni sederhana mereka. Guru
berkeliling, memberikan bimbingan, fasilitasi, dan umpan balik
konstruktif. Guru mendorong peserta didik untuk berani
bereksperimen dengan unsur rupa dan prinsip desain. (Melatih
Kreativitas, Kolaborasi, dan Kemandirian)
2. Persiapan Presentasi (60 menit): Setelah proyek selesai, setiap
kelompok mempersiapkan presentasi singkat tentang karya
mereka. Mereka diminta menjelaskan:
o Judul karya.
o Unsur rupa apa saja yang mereka gunakan.
o Prinsip desain apa yang mereka terapkan dan
bagaimana penerapannya.
o Makna atau pesan dari karya

mereka. (Melatih Komunikasi dan

Penalaran Kritis)

Penutup (±30 menit)


1. Presentasi Proyek (20 menit): Setiap kelompok mempresentasikan
karyanya di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan
apresiasi dan pertanyaan.
2. Refleksi Bersama (10 menit): Guru memimpin refleksi tentang
proses pembelajaran, tantangan yang dihadapi, dan
pembelajaran yang didapat.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan kegiatan
observasi lingkungan.
2. Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) selama kegiatan
identifikasi dan analisis unsur rupa serta prinsip desain.
3. Umpan balik lisan selama bimbingan pembuatan proyek.
4. Penilaian Proses Pembuatan Proyek (kerjasama, kreativitas,
pemecahan masalah).
Asesmen Sumatif
1. Rubrik Penilaian Proyek Karya Seni: Menilai penerapan unsur rupa
dan prinsip desain dalam karya akhir.
2. Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok: Menilai kemampuan
komunikasi, penjelasan konsep, dan kekompakan kelompok.
[Link]

3. Tes Tulis Singkat: Pertanyaan pilihan ganda atau esai singkat


tentang identifikasi unsur rupa dan prinsip desain.
[Link]

K. Pemahaman Bermakna
Pembelajaran tentang unsur rupa dan prinsip desain ini sangat bermakna
karena membantu peserta didik memahami bahwa seni rupa ada di mana-
mana dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan hanya di galeri atau museum.
Dengan memahami bagaimana titik, garis, bentuk, warna, dan tekstur
berinteraksi dengan prinsip-prinsip seperti keseimbangan atau irama,
peserta didik akan mampu melihat dunia dengan "mata seni" yang lebih
peka. Ini bukan hanya tentang membuat gambar indah, tetapi juga
tentang mengembangkan kepekaan visual, kemampuan menganalisis, dan
kreativitas untuk memecahkan masalah estetika di berbagai konteks, mulai
dari menata kamar, memilih pakaian, hingga memahami tata letak
sebuah brosur. Pemahaman ini juga membangun dasar untuk apresiasi
seni yang lebih mendalam dan kemampuan berekspresi secara visual.

L. Materi Bahan Ajar


Unsur rupa adalah elemen dasar yang membentuk sebuah karya seni
rupa. Unsur- unsur ini meliputi titik sebagai elemen terkecil, garis yang
merupakan deretan titik yang bersambung, bidang yang terbentuk dari
beberapa garis, dan bentuk yang merupakan wujud dari bidang. Selain itu,
ada warna yang memberikan kesan visual, tekstur yang menunjukkan sifat
permukaan benda, gelap terang yang menciptakan dimensi, dan ruang
yang memberikan kesan kedalaman. Semua unsur ini saling berinteraksi
dan membentuk kesatuan dalam sebuah karya.
Prinsip desain adalah kaidah-kaidah yang digunakan untuk menyusun
unsur-unsur rupa agar menciptakan suatu komposisi yang harmonis dan
efektif. Prinsip-prinsip utama meliputi kesatuan (keselarasan semua
elemen), keseimbangan (distribusi visual yang merata), irama
(pengulangan elemen yang menciptakan gerakan), penekanan (fokus pada
satu elemen), proporsi (perbandingan ukuran yang harmonis), dan
keselarasan (kesesuaian antar elemen). Penerapan prinsip-prinsip ini
membantu desainer atau seniman untuk menyampaikan pesan atau
menciptakan efek visual yang diinginkan.
Dengan memahami unsur rupa dan prinsip desain, kita dapat
menganalisis dan mengapresiasi berbagai objek di sekitar kita, baik itu
karya seni murni, produk desain, atau bahkan fenomena alam.
Pengetahuan ini memungkinkan kita tidak hanya melihat, tetapi juga
memahami mengapa sesuatu terlihat menarik atau memiliki makna
tertentu. Kemampuan ini sangat penting dalam mengembangkan
kreativitas dan kemampuan berekspresi, serta memberikan dasar yang
kuat untuk eksplorasi lebih lanjut di bidang seni dan desain.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Hal baru apa yang saya pelajari tentang unsur rupa dan prinsip
desain hari ini? Apakah saya bisa menemukan contohnya di
sekitar saya?"
2. "Bagian mana dari kegiatan pembelajaran ini yang paling saya
nikmati? Mengapa?"
[Link]

3. "Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat bekerja dalam


kelompok atau membuat proyek? Bagaimana saya mengatasinya?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak,
bagian mana yang perlu diperbaiki?"
2. "Bagaimana keterlibatan dan partisipasi peserta didik
selama proses pembelajaran? Apakah semua kelompok
menunjukkan aktivitas yang merata?"
3. "Strategi atau metode apa yang paling efektif dalam
memfasilitasi pemahaman peserta didik tentang konsep unsur
rupa dan prinsip desain? Apa yang bisa saya tingkatkan di
pertemuan berikutnya?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Judul: Eksplorasi Unsur Rupa dan Prinsip Desain
Nama Kelompok:

Anggota:

Kelas:

Petunjuk:
1. Amati benda-benda di sekitar kelas atau sekolah.
2. Temukan 3-5 benda yang menarik perhatianmu.
3. Gambar atau deskripsikan benda tersebut pada kolom yang
disediakan.
4. Identifikasi unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna,
tekstur, gelap terang) apa saja yang dominan pada benda
tersebut.
5. Diskusikan dengan kelompokmu, apakah ada prinsip desain
(kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan) yang terlihat
pada benda tersebut? Jelaskan!

Unsur Prinsip Desain


Nama/Deskripsi Gambar/Sketsa Rupa yang Terlihat
No.
Benda Benda yang (jika ada) dan
Domina Penjelasannya
n
1.

2.

3.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi


Siswa
[Link]

Tema: Penerapan Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Karya Seni
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
Memah
Cukup Memah a mi
Tidak
memaha a mi konsep
menunj
Menunjukk mi konsep secara
u kkan
a n sedikit konsep, dengan mendal
1. pemah
pemahama namun baik am
Pemaha a man
n ada dan dan
man tentang
, namun beberap mampu mampu
Konsep unsur
banyak a menjela menjela
rupa
miskonseps penjelas s kan s kan
dan
i a n yang dengan dengan
prinsip
. kurang cukup sangat
desain.
tepat. jelas. jelas
dan
akurat.
Kerjasa Kerjasa Kerjasa
Kerjasama
Tidak ma ma ma
kurang
ada cukup berjalan sangat
2. efektif,
kerjasa baik, baik, harmoni
Kolabor sering
m a, namun semua s dan
asi terjadi
hanya masih anggota produkti
Kelomp perselisiha
satu ada berkontr f,
ok n atau
anggota anggota i busi semua
ketidaksep
yang yang secara anggota
a katan.
domina kurang aktif. saling
n. terlibat. menduk
u ng.
Karya
Karya
sangat
orisinal
Karya Karya orisinal
dan
tidak cukup ,
Karya menunj
menunj orisinal, inovatif
kurang u kkan
3. u kkan penerap , dan
orisinal, penera
Kreativit orisinalit an menunj
penerapan p an
as Karya a s atau konsep u kkan
konsep unsur
penerap terlihat penera
minimal. rupa
an namun p an
dan
konsep. sederha konsep
prinsip
n a. secara
desain
luar
dengan
biasa.
kreatif.
Present Present Present Present
4. Presentasi
a si a si a si a si
[Link]

Kualitas
tidak cukup jelas, sangat
Present kurang
jelas, jelas, terstruk jelas,
asi jelas,
tidak struktur tu r, dan sangat
struktur
terstrukt lumaya disajika terstruk
tidak
u n n tu
teratur,
[Link]

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
r, dan kurang rapi, denga r, dan
tidak percaya cukup n disajika
percay diri. percay percay n
a diri. a diri. a diri. dengan
sangat
percaya
diri dan
antusia
s.
Mampu
Cukup
Mampu mengan
Tidak mampu
mengan a lisis
mampu mengan
a lisis secara
mengan a lisis,
5. Analisis penerap mendal
a lisis namun
Analisis dangkal an a m dan
penerap ada
Penerap atau tidak unsur kritis
an bagian
an relevan. rupa penerap
unsur yang
dan an
rupa kurang
prinsip unsur
dan mendal
desain rupa
prinsip a m.
dengan dan
desain.
baik. prinsip
desain.
Skala Likert:
 1 = Sangat Kurang

 2 = Kurang
 3 = Cukup
 4 = Baik
 5 = Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk membuat karya seni rupa yang
lebih kompleks dengan menerapkan prinsip desain yang lebih
beragam (misalnya, membuat sketsa ilustrasi cerita dengan
memperhatikan irama atau penekanan).
 Peserta didik dapat ditugaskan untuk melakukan observasi dan
analisis lebih mendalam terhadap karya seni rupa dari seniman
terkenal dan mempresentasikan temuan mereka.
 Mengajak peserta didik untuk belajar menggunakan aplikasi
[Link]

desain grafis sederhana untuk membuat komposisi visual.


Remedial
[Link]

 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran,


guru akan memberikan bimbingan individual atau kelompok
kecil.
 Menyediakan lembar kerja dengan latihan identifikasi unsur rupa
dan prinsip desain yang lebih terstruktur dan berulang.
 Menggunakan media visual tambahan (kartu bergambar, video
singkat) untuk menjelaskan konsep secara lebih konkret.
 Mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi unsur rupa pada
benda-benda sederhana di sekitar mereka dalam pengawasan
langsung guru.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal,
sehingga peserta didik mampu mengaplikasikan, menganalisis, dan
mensintesis informasi.
2. Unsur Rupa: Elemen dasar pembentuk sebuah karya seni rupa,
meliputi titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang,
dan ruang.
3. Prinsip Desain: Kaidah atau aturan yang digunakan untuk
mengatur dan menyusun unsur-unsur rupa dalam sebuah
komposisi agar menghasilkan efek visual yang harmonis dan
estetis.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sachari, Agus. (2002). Estetika: Panduan untuk Mahasiswa. Bandung:
ITB Press.
4. Supriatna, Nanang. (2008). Seni Rupa untuk SD/MI. Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo

Sarwi,[Link] Endang Sri


Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009
[Link]

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang relevan untuk dikembangkan pada peserta didik
melalui pembelajaran ini:
 [ ] Keimanan dan Ketakwaan
 [ ] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita memulai pelajaran, Bapak/Ibu ingin tahu


nih, bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat di rumah?
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu dan
langsung merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Sudahkah kalian melaksanakan ibadah sesuai
keyakinan masing-masing hari ini? Apa yang kalian rasakan
setelah beribadah?
3. Berolahraga: Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan
pagi ini? Misalnya, senam kecil atau jalan kaki di sekitar rumah?
Kenapa olahraga itu penting?
4. Gemar Belajar: Selain belajar di sekolah, hal baru apa yang
sudah kalian pelajari di rumah? Mungkin membaca buku cerita,
mencari tahu tentang hewan kesukaan, atau mencoba hal baru
lainnya?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapanmu
sudah memenuhi gizi seimbang? Coba sebutkan contoh makanan
sehat!
6. Bermasyarakat: Ada yang sudah membantu orang tua atau
tetangga pagi ini? Atau mungkin ikut membersihkan lingkungan
sekitar? Bagaimana rasanya membantu orang lain?
[Link]

7. Tidur Cepat: Semalam, apakah kalian sudah tidur cukup dan


tidak terlalu malam? Kenapa tidur yang cukup itu penting untuk
kesehatan tubuh dan pikiran kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
ELEMEN: Merefleksikan (Reflecting)

Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya


seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan deep learning, peserta
didik diharapkan mampu:
1. Menilai karya seni rupa (milik sendiri atau orang lain)
berdasarkan kriteria yang telah ditentukan menggunakan kosa
kata seni yang tepat.
2. Menjelaskan proses penciptaan karya seni rupa pribadi, termasuk
pemilihan unsur rupa dan prinsip desain yang diterapkan, dengan
bahasa yang runtut dan jelas.
3. Mempresentasikan karya seni rupa yang telah dibuat kepada
audiens, menjelaskan ide, proses, dan makna karyanya.
4. Memberikan dan menerima umpan balik konstruktif terhadap
karya seni rupa menggunakan kosa kata seni yang relevan.
5. Menggunakan kosa kata seni (seperti: kontras, harmoni, tekstur,
gelap- terang, komposisi, perspektif) secara akurat dalam diskusi
dan presentasi.

E. Sarana dan Prasarana


1. Ruang kelas yang memadai untuk pameran mini dan presentasi.
2. Proyektor dan layar untuk menampilkan contoh-contoh karya seni
dan kosa kata seni.
3. Berbagai contoh karya seni rupa dari seniman atau teman
sebaya (dapat berupa gambar, foto, atau karya fisik).
4. Kamus kecil kosa kata seni atau daftar istilah seni rupa yang
dapat diakses peserta didik.
5. Alat dan bahan untuk berkarya seni rupa (misalnya: kertas,
pensil warna, krayon, cat air, gunting, lem, bahan kolase, dll.
disesuaikan dengan jenis karya yang akan dibuat).

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal.
[Link]

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-
Based Learning) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Diskusi Kelompok, Kritik Seni, Praktik
Menciptakan Karya, Presentasi, Refleksi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Jika kalian melihat sebuah lukisan yang indah,
apa yang pertama kali menarik perhatianmu? Apa yang membuat
matamu berhenti pada lukisan itu, dan mengapa?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa seorang seniman
perlu menjelaskan karyanya kepada orang lain? Apa manfaatnya
bagi seniman itu sendiri dan bagi penikmat seni?"
 Joyful Learning: "Jika kalian punya kesempatan untuk membuat
pameran seni sendiri di sekolah, karya seperti apa yang ingin
kalian pamerkan? Bagaimana kalian akan menjelaskan karya
kalian agar orang lain juga ikut senang dan mengerti?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2 (4 JP): Memahami Kosa Kata Seni dan Menilai Karya
Pendahuluan (±30 menit)
1. Sapaan dan Motivasi (5 menit): Guru menyapa peserta didik,
memeriksa kehadiran, dan menanyakan kabar. Guru
mengingatkan tentang 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful learning, meaningful learning, joyfull learning) untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus. Peserta didik diajak
berbagi pikiran mereka.
3. Pengantar Topik (15 menit): Guru memperkenalkan konsep
"merefleksikan" dalam seni rupa, yaitu bagaimana kita bisa menilai
dan menjelaskan sebuah karya seni. Guru memperkenalkan
pentingnya menggunakan kosa kata seni untuk berbicara tentang
seni.
Inti (±120 menit)
1. Eksplorasi Kosa Kata Seni (45 menit): Guru menampilkan beberapa
kosa kata seni dasar (misalnya: kontras, harmoni, tekstur, gelap-
terang, komposisi, perspektif, spontan, ekspresif, proporsi). Guru
menjelaskan makna setiap kata dengan contoh visual dari karya
seni yang berbeda. Peserta didik mencatat dan berdiskusi tentang
bagaimana kata-kata tersebut dapat digunakan untuk
menggambarkan sebuah karya. (Melatih Penalaran Kritis dan
Komunikasi)
2. Diskusi Penilaian Karya (45 menit): Guru menampilkan beberapa
contoh karya seni rupa sederhana (misalnya: lukisan anak-anak,
sketsa, kolase sederhana). Secara berkelompok, peserta didik
diminta untuk menilai karya- karya tersebut menggunakan kosa
kata seni yang telah dipelajari. Mereka diminta mengisi bagian
pertama LKPD: "Penilaian Karya Seni". (Melatih Kolaborasi dan
Penalaran Kritis)
[Link]

3. Berbagi Penilaian (30 menit): Setiap kelompok mempresentasikan


hasil penilaian mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi
diskusi, memastikan penggunaan kosa kata seni yang tepat,
dan memberikan umpan balik. (Melatih Komunikasi)
Penutup (±30 menit)
1. Refleksi Diri (15 menit): Guru meminta peserta didik
merefleksikan pentingnya memahami dan menggunakan kosa
kata seni dalam menilai sebuah karya.
2. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menjelaskan bahwa di pertemuan
berikutnya, mereka akan mulai merencanakan dan menciptakan
karya seni mereka sendiri untuk kemudian dinilai.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam.
Pertemuan 3-5 (6 JP): Penciptaan Karya Seni Rupa
Pendahuluan (±30 menit)
1. Apersepsi (15 menit): Guru mengulas kembali konsep penilaian
karya seni dan kosa kata seni. Guru menjelaskan bahwa kali ini
mereka akan menjadi seniman.
2. Penyampaian Tujuan (15 menit): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran hari ini yaitu menciptakan karya seni rupa yang akan
dipresentasikan dan dinilai.
Inti (±240 menit)
1. Perencanaan Karya (60 menit): Peserta didik secara individu atau
berpasangan (sesuai kesepakatan) merencanakan karya seni rupa
yang ingin mereka ciptakan. Mereka diminta untuk menentukan:
o Tema atau ide utama karya.
o Unsur rupa apa saja yang akan dominan.
o Prinsip desain apa yang akan diterapkan.
o Kosa kata seni apa yang akan mereka gunakan untuk
menjelaskan karya mereka nanti.
o Guru membimbing dan memberikan masukan. (Melatih
Kreativitas
dan Penalaran Kritis)
2. Proses Penciptaan Karya (180 menit): Peserta didik mulai membuat
karya seni rupa mereka. Jenis karya bisa beragam (menggambar,
melukis sederhana, kolase, membuat model sederhana dari
plastisin/tanah liat). Guru berkeliling, memberikan bimbingan
teknis, dan mendorong eksplorasi. Guru memastikan peserta didik
fokus pada penerapan konsep yang telah direncanakan. (Melatih
Kreativitas dan Kemandirian)
Penutup (±30 menit)
1. Penyelesaian Awal (15 menit): Peserta didik merapikan alat dan
bahan. Karya yang sudah selesai atau hampir selesai diletakkan
di tempat aman.
2. Persiapan Presentasi (10 menit): Guru menjelaskan bahwa di
pertemuan berikutnya, mereka akan mempresentasikan karya
mereka dan saling memberikan umpan balik.
3. Refleksi (5 menit): Peserta didik diajak merefleksikan proses
penciptaan karya dan tantangan yang dihadapi.
Pertemuan 6-7 (4 JP): Presentasi dan Penilaian Karya
Pendahuluan (±30 menit)
[Link]

1. Review (10 menit): Guru mengingatkan kembali pentingnya


presentasi dan penggunaan kosa kata seni.
2. Motivasi (20 menit): Guru memberikan semangat agar peserta didik
percaya diri dalam mempresentasikan karyanya.
Inti (±120 menit)
1. Pameran Mini dan Presentasi (90 menit): Peserta didik memajang
karya mereka di depan kelas (pameran mini). Secara bergantian,
setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan karyanya.
Mereka menjelaskan ide, proses, pemilihan unsur rupa, prinsip
desain, dan makna karyanya menggunakan kosa kata seni yang
sesuai. Peserta didik lain berperan sebagai penikmat seni,
mendengarkan, dan menyiapkan pertanyaan atau umpan balik
konstruktif. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab. (Melatih
Komunikasi, Kemandirian, dan Penalaran Kritis)
2. Sesi Umpan Balik (30 menit): Setelah setiap presentasi, peserta
didik lain diminta memberikan umpan balik positif dan satu area
untuk perbaikan, menggunakan kosa kata seni yang tepat. Guru
juga memberikan umpan balik. Peserta didik mencatat umpan
balik pada LKPD mereka. (Melatih Komunikasi dan Penalaran
Kritis)
Penutup (±30 menit)
1. Refleksi Akhir (20 menit): Guru memimpin refleksi menyeluruh
tentang seluruh rangkaian pembelajaran, dari pemahaman konsep
hingga penciptaan dan presentasi karya. Peserta didik diminta
menuliskan refleksi mereka pada LKPD.
2. Apresiasi (5 menit): Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas usaha dan kreativitas mereka.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kosa kata seni dan
penilaian karya.
2. Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) selama kegiatan
identifikasi kosa kata seni, perencanaan karya, dan pencatatan
umpan balik.
3. Umpan balik lisan selama bimbingan penciptaan karya.
4. Penilaian Proses Penciptaan Karya (kerjasama, kreativitas,
pemecahan masalah, kemandirian).
Asesmen Sumatif
1. Rubrik Penilaian Karya Seni: Menilai kualitas artistik, penerapan
konsep, dan kesesuaian dengan tema.
2. Rubrik Penilaian Presentasi Karya: Menilai kemampuan
komunikasi, penggunaan kosa kata seni, kejelasan penjelasan
ide dan proses, serta kepercayaan diri.
3. Jurnal Refleksi Peserta Didik: Menilai kedalaman pemahaman dan
refleksi terhadap proses belajar dan karya yang dibuat.
[Link]

K. Pemahaman Bermakna
Pembelajaran ini sangat bermakna karena tidak hanya mengajarkan peserta
didik untuk membuat karya seni, tetapi juga melatih mereka untuk
berpikir kritis dan berkomunikasi efektif tentang seni. Dengan mampu
mempresentasikan dan menilai karya menggunakan kosa kata seni,
peserta didik mengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan ide,
perasaan, dan analisis secara lebih presisi. Ini melampaui sekadar "suka"
atau "tidak suka", melainkan menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam
terhadap proses kreatif dan estetika. Kemampuan refleksi ini adalah bekal
penting untuk memahami dan menghargai berbagai bentuk ekspresi
visual di kehidupan sehari-hari, serta membantu mereka
mengembangkan kemandirian dalam berkarya dan berpikir.

L. Materi Bahan Ajar


Kosa kata seni adalah istilah-istilah khusus yang digunakan untuk
mendeskripsikan dan menganalisis karya seni rupa. Memahami kosa kata
ini penting agar kita dapat berbicara tentang seni dengan lebih akurat
dan mendalam. Contoh kosa kata seni meliputi kontras, yang
menunjukkan perbedaan mencolok antara dua elemen (misalnya, warna
gelap dan terang); harmoni, yang menggambarkan keselarasan atau
kesatuan unsur-unsur dalam komposisi; tekstur, yang merujuk pada
kualitas permukaan suatu benda (kasar, halus, licin); dan gelap-terang,
yang menciptakan dimensi melalui gradasi cahaya dan bayangan.
Selain itu, kosa kata seni juga mencakup istilah-istilah yang berkaitan
dengan komposisi dan gaya, seperti komposisi yang merupakan susunan
elemen-elemen dalam sebuah karya; perspektif, yaitu cara seniman
menciptakan ilusi ruang atau kedalaman; spontan, yang menggambarkan
proses berkarya yang cepat dan tanpa banyak perencanaan; serta
ekspresif, yang menunjukkan bahwa karya tersebut banyak
mengungkapkan perasaan atau emosi seniman. Penggunaan kosa kata ini
membantu kita tidak hanya melihat apa yang ada di permukaan, tetapi
juga memahami bagaimana dan mengapa suatu karya dibuat sedemikian
rupa.
Dengan menguasai kosa kata seni, peserta didik dapat lebih percaya diri
dalam mempresentasikan karya mereka sendiri dan memberikan umpan
balik yang konstruktif kepada karya orang lain. Ini adalah keterampilan
penting untuk mengembangkan penalaran kritis terhadap seni, karena
mereka tidak hanya melihat, tetapi juga menganalisis dan mengevaluasi.
Kemampuan ini mendorong komunikasi yang lebih efektif dan
memperkaya pengalaman mereka dalam dunia seni rupa.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Bagian mana dari kosa kata seni yang paling sulit saya pahami?
Bagaimana saya mengatasinya?"
2. "Ketika saya mempresentasikan karya saya, apakah saya sudah
menggunakan kosa kata seni dengan baik? Apa yang bisa saya
tingkatkan di presentasi berikutnya?"
3. "Umpan balik apa yang paling berkesan bagi saya dan mengapa?"
[Link]

Refleksi Pendidik
[Link]

1. "Apakah peserta didik menunjukkan peningkatan dalam


penggunaan kosa kata seni selama presentasi dan diskusi?
2. "Bagaimana saya dapat lebih efektif memfasilitasi sesi umpan balik
agar lebih konstruktif dan bermakna bagi peserta didik?"
3. "Apakah alokasi waktu untuk penciptaan karya sudah memadai?
Apakah ada kebutuhan alat atau bahan yang belum terpenuhi?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Judul: Penilaian dan Presentasi Karya Seni Rupa
Nama Kelompok/Individu:

Kelas:

Bagian 1: Penilaian Karya Seni (Dilakukan secara berkelompok)


Petunjuk: Amati 2 karya seni yang ditampilkan oleh guru. Gunakan kosa
kata seni yang telah dipelajari untuk menilai karya tersebut.
Kosa Kata Seni Penjelasan
Judul/
No. yang Ditemukan Penilaianmu
Deskripsi
(minimal 3) (Gunakan kosa kata
Karya
seni)
1.

2.

Bagian 2: Perencanaan dan Refleksi Karya Pribadi (Dilakukan secara


individu/pasangan)
Judul Karya Saya:
1. Ide/Tema Utama Karya: (Jelaskan singkat ide di balik karyamu)
2. Unsur Rupa yang Dominan: (Contoh: Saya banyak menggunakan
garis lengkung dan warna cerah.)
3. Prinsip Desain yang Diterapkan: (Contoh: Saya mencoba menciptakan
keseimbangan simetris dalam komposisi.)
4. Kosa Kata Seni yang Akan Digunakan Saat Presentasi: (Tuliskan minimal
3 kosa kata seni yang akan kamu pakai untuk menjelaskan karyamu,
misal: ekspresif, kontras, harmoni.)
5. Refleksi Proses Penciptaan: (Ceritakan tantangan yang kamu
hadapi saat membuat karya dan bagaimana kamu mengatasinya.
Apa yang paling kamu banggakan dari karyamu?)

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan


Presentasi Siswa
Tema: Merefleksikan Penilaian dan Penciptaan Karya Seni Rupa
[Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
) )
Kurang
)
Menggun
Cukup Mampu
Penggun akan
sering menggu
Tidak aan kosa
1. menggu n akan
menggu kosa kata seni
Penggun n akan kosa
n akan kata secara
aan kosa kata seni
atau seni akurat,
Kosa kata dengan
salah sangat bervaria
Kata seni, tepat
menggu terbatas si
Seni namun dan
n akan dan , dan
kadang relevan
kosa sering memper
masih dalam
kata tidak k aya
kurang penjelas
seni. tepat. presenta
tepat. a n.
s i.
Mampu
Cukup
menjelas
mampu Mampu
Penjelas k an ide
Tidak menjelas menjelas
an ide dan
mampu k an ide k an ide
2. dan proses
menjelas dan dan
Penjelas an proses pencipta
k an ide proses, proses
Ide & kurang an
atau namun pencipta
Proses jelas karya
proses ada an
Karya atau secara
pencipta bagian karya
tidak sangat
an yang dengan
runtut. jelas,
karya. kurang jelas dan
runtut,
detail. runtut.
dan
menarik.
Presentas i
Presentas i
Presenta si Presentas i sangat
Presentas i cukup
kurang jelas, jelas,
3. tidak jelas,
jelas, percaya sangat
Kualitas jelas, cukup
kurang diri, dan percaya
Presenta tidak percaya
percaya mampu diri, dan
si & percaya diri, dan
diri, dan berkomu komunik
Komunik diri, dan komunik
komuni ni kasi a si
asi komunik a si
k asi dengan sangat
a si lumayan
terbatas audiens. efektif
buruk. lancar.
. dan
engagin
g.
Tidak Penilaia n Cukup Mampu Mampu
4.
mampu dangka mampu memberi member
Kemamp
memberi l atau memberi k an ik an
uan
k an hanya k an penilaian penilaia
Menilai
penilaia "suka/ti penilaia yang n yang
Karya
[Link]

Lain
n atau d ak n konstruk mendala
umpan suka" dengan tif dan m,
alasan
[Link]

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
balik tanpa sederhan beralasan, konstruktif
yang alasan a, mulai ,
relevan. . kadang menggun beralasa
menggu akan kosa n kuat,
n akan kata seni. dan
kosa kaya
kata akan
seni. kosa
kata
seni.
Mampu
mereflek
Cukup Mampu
Refleksi si kan
mampu mereflek
terbata secara
Tidak mereflek si kan
5. s pada mendala
ada si kan proses
Kedalam aspek m
refleksi proses belajar,
an permuk pemaha
atau belajar tantanga
Refleksi a an m an,
refleksi dan n
Diri atau kesulitan
sangat tantanga , dan
hasil , dan
dangkal. n yang pembelaja
karya pertumb
dihadapi. ran yang
saja. u han
didapat.
pribadi.
Skala Likert:
 1 = Sangat Kurang
 2 = Kurang
 3 = Cukup
 4 = Baik
 5 = Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang menunjukkan penguasaan materi yang
baik, dapat ditugaskan untuk membuat kritik seni sederhana
terhadap karya seni tertentu (misalnya, lukisan terkenal) dan
mempresentasikannya.
 Mengajak peserta didik untuk membuat video pendek tentang
proses penciptaan karya mereka dan penjelasan maknanya.
 Mendorong peserta didik untuk mencari dan mengidentifikasi kosa
kata seni tambahan yang relevan dan berbagi definisinya dengan
teman-teman.
Remedial
[Link]

 Bagi peserta didik yang kesulitan, guru dapat memberikan


bimbingan personal dalam memahami kosa kata seni dengan
media visual dan contoh konkret.
 Menyediakan kartu kosa kata seni untuk dihafalkan dan
dipraktikkan dalam kalimat sederhana.
 Memberikan latihan identifikasi kosa kata seni pada gambar-
gambar sederhana berulang kali.
 Meminta peserta didik untuk mempresentasikan karya mereka di
depan guru terlebih dahulu sebelum di depan kelas, untuk
membangun kepercayaan diri dan melatih penggunaan kosa kata
seni.

P. Glosarium
1. Kosa Kata Seni: Istilah-istilah khusus yang digunakan
untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengkritisi
karya seni rupa.
2. Refleksi: Proses berpikir mendalam tentang pengalaman,
pembelajaran, atau karya, untuk memahami makna dan mengambil
pelajaran.
3. Kritik Seni: Penilaian atau analisis terhadap sebuah karya
seni, yang melibatkan deskripsi, analisis, interpretasi, dan
evaluasi.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sachari, Agus. (2002). Estetika: Panduan untuk Mahasiswa. Bandung:
ITB Press.
4. Wibowo, Agus. (2012). Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual.
Yogyakarta: Andi Offset.

Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo

Sarwi,[Link] Endang Sri


Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009
[Link]

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang relevan untuk dikembangkan pada peserta didik
melalui pembelajaran ini:
 [ ] Keimanan dan Ketakwaan
 [ ] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita memulai pelajaran, Bapak/Ibu ingin tahu


nih, bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat di rumah?
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu dan
langsung merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Sudahkah kalian melaksanakan ibadah sesuai
keyakinan masing-masing hari ini? Apa yang kalian rasakan
setelah beribadah?
3. Berolahraga: Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan
pagi ini? Misalnya, senam kecil atau jalan kaki di sekitar rumah?
Kenapa olahraga itu penting?
4. Gemar Belajar: Selain belajar di sekolah, hal baru apa yang
sudah kalian pelajari di rumah? Mungkin membaca buku cerita,
mencari tahu tentang hewan kesukaan, atau mencoba hal baru
lainnya?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapanmu
sudah memenuhi gizi seimbang? Coba sebutkan contoh makanan
sehat!
6. Bermasyarakat: Ada yang sudah membantu orang tua atau
tetangga pagi ini? Atau mungkin ikut membersihkan lingkungan
sekitar? Bagaimana rasanya membantu orang lain?
[Link]

7. Tidur Cepat: Semalam, apakah kalian sudah tidur cukup dan


tidak terlalu malam? Kenapa tidur yang cukup itu penting untuk
kesehatan tubuh dan pikiran kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
ELEMEN: Berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking and working
artistically)

Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan


pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan deep learning,
peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai sumber gagasan (pengalaman
pribadi, pengetahuan dari mata pelajaran lain, observasi
lingkungan) untuk menghasilkan ide berkarya seni rupa.
2. Menganalisis bagaimana ide-ide dari berbagai sumber
tersebut dapat diintegrasikan ke dalam sebuah karya seni
rupa.
3. Merencanakan sebuah karya seni rupa dengan merumuskan
gagasan dan memilih teknik dasar yang sesuai secara mandiri.
4. Mengaplikasikan variasi teknik dasar berkarya rupa (misalnya:
menggambar, mewarnai, memotong, menempel, membentuk)
secara mandiri dan cermat.
5. Menciptakan karya seni rupa yang merefleksikan gagasan hasil
integrasi berbagai sumber, menunjukkan kreativitas dan
kemandirian dalam prosesnya.
6. Mempresentasikan gagasan dan proses penciptaan karyanya kepada
teman sebaya, menjelaskan bagaimana pengalaman dan
pengetahuannya menjadi sumber inspirasi.

E. Sarana dan Prasarana


1. Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi dan praktik.
2. Proyektor dan layar untuk menampilkan contoh karya dan teknik.
3. Berbagai bahan dan alat berkarya seni rupa (kertas, pensil,
krayon, cat air, gunting, lem, kain perca, koran bekas,
plastisin/tanah liat, benang, daun kering, dll.).
4. Contoh karya seni rupa dari berbagai teknik (misalnya, sketsa,
kolase, patung mini, karya cetak sederhana).
5. Media referensi (buku cerita bergambar, ensiklopedia
sederhana, majalah anak-anak, foto-foto alam/lingkungan).
[Link]

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipi
[Link]

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Projek (Project-
Based Learning) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Brainstorming, Diskusi Kelompok, Eksplorasi
Teknik, Praktik Mandiri, Presentasi, Refleksi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba duduk tenang sejenak, pejamkan mata.
Ingat-ingat pengalaman paling berkesan bagimu kemarin atau hari
ini. Bisakah kamu membayangkan pengalaman itu menjadi sebuah
gambar atau bentuk?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa orang
menciptakan karya seni? Apa hubungannya antara apa yang kita
alami atau pelajari dengan karya seni yang kita buat?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa membuat sebuah karya seni dari
barang bekas yang ada di rumah, benda apa yang paling ingin
kalian buat? Bagaimana rasanya menciptakan sesuatu yang baru
dari barang yang sudah tidak terpakai?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2 (4 JP): Menggali Gagasan dari Pengalaman dan
Pengetahuan
Pendahuluan (±30 menit)
1. Sapaan dan Motivasi (5 menit): Guru menyapa peserta didik,
memeriksa kehadiran, dan menanyakan tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
[Link]

2. Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan


pemantik (mindful learning, meaningful learning, joyfull learning)
untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus. Peserta didik
diajak berbagi ide awal.
3. Pengantar Topik (15 menit): Guru menjelaskan bahwa seniman
sering mendapatkan ide dari pengalaman pribadi atau
pengetahuan dari berbagai sumber. Guru menampilkan beberapa
contoh karya seni sederhana yang jelas terinspirasi dari
kehidupan sehari-hari atau pelajaran lain (misalnya, gambar
hewan yang dipelajari di IPA, sketsa pemandangan desa, kolase
tentang keluarga).
Inti (±120 menit)
1. Eksplorasi Sumber Gagasan (45 menit): Peserta didik dibagi
menjadi kelompok kecil. Guru memandu diskusi tentang berbagai
sumber gagasan:
o Pengalaman Pribadi: Apa kejadian menarik yang pernah
mereka alami? Perasaan apa yang mereka rasakan?
o Pengetahuan dari Mata Pelajaran Lain: Adakah konsep di IPA
(siklus air, tumbuhan), IPS (pahlawan, kebiasaan masyarakat),
atau Bahasa Indonesia (tokoh cerita, puisi) yang bisa diubah
menjadi karya seni?
[Link]

o Observasi Lingkungan: Benda, bentuk, warna di sekitar


sekolah atau rumah.

Peserta didik mencatat ide-ide potensial di LKPD Bagian 1.


(Melatih Penalaran Kritis dan Kolaborasi)

2. Brainstorming Gagasan Karya (45 menit): Setiap kelompok memilih 1-


2 ide yang paling menarik dari daftar mereka. Mereka kemudian
melakukan brainstorming tentang bagaimana ide tersebut bisa
diwujudkan menjadi karya seni rupa. Guru mendorong mereka
untuk berpikir tentang bentuk, warna, bahan, dan pesan yang ingin
disampaikan. (Melatih Kreativitas dan Kolaborasi)
3. Perkenalan Teknik Dasar (30 menit): Guru memperkenalkan dan
mendemonstrasikan beberapa teknik dasar berkarya rupa yang
bervariasi (misalnya: teknik pointilis dalam menggambar, teknik
kolase, teknik mencetak sederhana dengan daun/kentang, teknik
membentuk plastisin). Peserta didik mencoba sedikit dari setiap teknik
sebagai latihan. (Melatih Kemandirian)
Penutup (±30 menit)
1. Presentasi Ide Awal (15 menit): Setiap kelompok mempresentasikan
gagasan awal karya mereka dan teknik yang mungkin akan
digunakan. Guru memberikan umpan balik awal.
2. Tindak Lanjut (10 menit): Guru meminta peserta didik untuk
membawa bahan-bahan yang mungkin dibutuhkan untuk proyek
mereka di pertemuan berikutnya (misalnya, koran bekas, daun
kering, botol plastik kecil, sisa benang, dll., disesuaikan dengan
ide kelompok).
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran.
Pertemuan 3-5 (6 JP): Merencanakan dan Menciptakan Karya
Pendahuluan (±30 menit)
1. Apersepsi (15 menit): Guru mengulas kembali gagasan-gagasan
yang telah disusun dan teknik dasar yang diperkenalkan.
2. Penyampaian Tujuan (15 menit): Guru menyampaikan bahwa hari ini
adalah waktunya untuk merencanakan lebih detail dan mulai
menciptakan karya mereka secara mandiri.
Inti (±240 menit)
1. Perencanaan Detail Karya (60 menit): Setiap peserta didik atau
pasangan (jika berkarya berdua) mengisi LKPD Bagian 2, yaitu
perencanaan detail karya. Mereka merumuskan gagasan akhir,
menentukan bahan dan alat yang spesifik, serta memilih teknik
dasar yang akan digunakan. Guru berkeliling, memberikan
bimbingan individual, dan memastikan perencanaan realistis
dengan ketersediaan bahan. (Melatih Penalaran Kritis dan
Kemandirian)
2. Proses Penciptaan Karya (180 menit): Peserta didik mulai berkarya
sesuai dengan perencanaan mereka. Guru berfungsi sebagai
fasilitator, memberikan arahan, membantu mengatasi kesulitan
teknis, dan mendorong peserta didik untuk bereksperimen dengan
variasi teknik dasar yang mereka pilih. Guru memastikan setiap
peserta didik bekerja secara mandiri namun bisa berkolaborasi jika
dibutuhkan (misalnya, berbagi alat). (Melatih Kreativitas,
Kemandirian, dan Kolaborasi)
Penutup (±30 menit)
[Link]

1. Penyelesaian Awal & Persiapan (15 menit): Peserta didik merapikan


area kerja dan menyimpan karya mereka yang belum selesai. Guru
mengingatkan untuk menyelesaikan karya di rumah jika waktu
tidak cukup dan mempersiapkan presentasi di pertemuan
berikutnya.
2. Refleksi (10 menit): Peserta didik diajak merefleksikan proses
berkarya mereka, tantangan yang dihadapi, dan kepuasan
yang dirasakan.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran.
Pertemuan 6-7 (4 JP): Presentasi Gagasan dan Karya
Pendahuluan (±30 menit)
1. Review (10 menit): Guru mengulas kembali pentingnya
mempresentasikan karya dan gagasan.
2. Motivasi (20 menit): Guru memberikan semangat agar peserta didik
percaya diri dalam mempresentasikan karyanya.
Inti (±120 menit)
1. Pameran Mini dan Presentasi (90 menit): Peserta didik memajang
karya mereka di depan kelas. Secara bergantian, setiap peserta
didik/pasangan mempresentasikan karyanya. Mereka
menjelaskan:
o Apa gagasan utama karyanya dan dari mana ide itu
berasal (pengalaman, pelajaran lain, observasi).
o Teknik dasar apa saja yang digunakan.
o Bagaimana proses pembuatannya.
o Apa pesan atau makna dari karyanya.

Peserta didik lain berperan sebagai penikmat seni,


memberikan apresiasi dan pertanyaan. Guru
memfasilitasi sesi tanya jawab. (Melatih Komunikasi
dan Penalaran Kritis)

2. Sesi Umpan Balik (30 menit): Setelah setiap presentasi, peserta


didik lain diminta memberikan umpan balik konstruktif (misalnya,
"Saya suka idenya yang diambil dari cerita fabel, dan warnanya
cerah!") serta satu area untuk perbaikan. Guru juga memberikan
umpan balik. Peserta didik mencatat umpan balik pada LKPD
mereka. (Melatih Komunikasi dan Penalaran Kritis)
Penutup (±30 menit)
1. Refleksi Akhir (20 menit): Guru memimpin refleksi menyeluruh
tentang seluruh rangkaian pembelajaran. Peserta didik diminta
menuliskan refleksi mereka pada LKPD.
2. Apresiasi (5 menit): Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas usaha, kreativitas, dan keberanian mereka
dalam berkarya dan presentasi.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi aktif dalam diskusi gagasan dan eksplorasi
[Link]

teknik.
2. Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) selama kegiatan
brainstorming ide, perencanaan, dan pencatatan umpan balik.
[Link]

3. Umpan balik lisan selama bimbingan penciptaan karya.


4. Penilaian Proses Penciptaan Karya (kerjasama, kreativitas,
pemecahan masalah, kemandirian dalam penggunaan teknik).
Asesmen Sumatif
1. Rubrik Penilaian Karya Seni: Menilai orisinalitas gagasan,
penerapan variasi teknik dasar, dan kualitas artistik karya.
2. Rubrik Penilaian Presentasi Karya: Menilai kemampuan
menjelaskan gagasan, proses, dan penggunaan bahasa yang
lugas.
3. Jurnal Refleksi Peserta Didik: Menilai kedalaman pemahaman dan
refleksi terhadap proses belajar dan karya yang dibuat.

K. Pemahaman Bermakna
Pembelajaran ini sangat bermakna karena mengajarkan peserta didik
bahwa seni rupa adalah wadah untuk mengekspresikan ide dan perasaan
yang berasal dari berbagai sumber dalam kehidupan. Mereka belajar bahwa
inspirasi bisa datang dari mana saja, baik itu pengalaman pribadi,
pelajaran sekolah, atau lingkungan sekitar. Dengan mampu
mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan ini ke dalam karya
seni, peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis
untuk memecahkan masalah artistik. Selain itu, kemandirian dalam
memilih dan menerapkan teknik mendorong mereka untuk menjadi
individu yang proaktif dan percaya diri dalam menghadapi tantangan,
serta memahami bahwa setiap karya adalah representasi unik dari
pikiran dan pengalaman penciptanya.

L. Materi Bahan Ajar


Berpikir dan bekerja secara artistik melibatkan kemampuan untuk
menemukan gagasan, merencanakan, dan mewujudkan ide menjadi
sebuah karya seni rupa. Sumber gagasan dalam berkarya seni sangat
beragam. Pertama, pengalaman pribadi adalah salah satu sumber inspirasi
paling kaya, seperti kenangan masa kecil, mimpi, perasaan gembira atau
sedih, serta interaksi dengan keluarga atau teman. Kedua, pengetahuan
yang diperoleh dari mata pelajaran lain juga dapat menjadi pemicu ide,
misalnya konsep ilmiah tentang tumbuhan dan hewan, peristiwa sejarah,
atau karakter dari cerita fiksi.
Selain pengalaman dan pengetahuan, observasi lingkungan sekitar juga
merupakan sumber gagasan yang penting. Mengamati bentuk awan,
tekstur kulit pohon, pola pada batik, atau arsitektur bangunan dapat
memicu ide-ide artistik. Setelah mendapatkan gagasan, seniman perlu
memilih dan menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa. Teknik ini
meliputi menggambar (dengan pensil, krayon, spidol), mewarnai (dengan
cat air, krayon), memotong dan menempel (kolase), mencetak sederhana,
serta membentuk (dengan plastisin, tanah liat).
Setiap teknik memberikan efek visual yang berbeda dan cocok untuk
gagasan tertentu.
Proses menciptakan karya seni adalah perjalanan yang melibatkan
penalaran kritis untuk menghubungkan gagasan dengan teknik yang tepat,
kreativitas untuk menghasilkan ide-ide baru, dan kemandirian dalam
eksekusi. Dengan menggabungkan berbagai sumber gagasan dan
menguasai variasi teknik, peserta didik tidak hanya membuat sebuah
[Link]

karya, tetapi juga mengekspresikan diri dan


[Link]

mengkomunikasikan pemikiran mereka melalui bahasa visual. Proses ini


membangun kemampuan berpikir artistik yang esensial dalam seni rupa.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Dari mana saya mendapatkan ide paling menarik untuk karya
seni saya? Apakah ide itu datang dari pengalaman pribadi,
pelajaran lain, atau pengamatan?"
2. "Teknik dasar apa yang paling saya nikmati saat membuat
karya? Apa tantangan terbesar dalam menggunakan teknik itu,
dan bagaimana saya mengatasinya?"
3. "Apakah karya saya sudah menyampaikan gagasan yang saya
inginkan? Apa yang bisa saya lakukan agar karya saya lebih baik
lagi di masa depan?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik mampu menghubungkan gagasan
karyanya dengan pengalaman atau pengetahuan yang relevan?
2. "Bagaimana tingkat kemandirian peserta didik dalam
memilih dan menerapkan teknik dasar berkarya? Adakah
yang masih memerlukan bimbingan ekstra?"
3. "Bagaimana saya dapat memfasilitasi eksplorasi gagasan dan
teknik yang lebih beragam di pembelajaran berikutnya untuk
memicu kreativitas mereka?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Judul: Berpikir dan Bekerja Secara Artistik: Dari Ide ke Karya
Nama Kelompok/Individu:

Kelas:

Bagian 1: Menggali Gagasan (Dilakukan secara berkelompok)


Petunjuk: Diskusikan dalam kelompokmu. Tuliskan ide-ide yang muncul
dari berbagai sumber berikut yang bisa kamu jadikan inspirasi karya seni.
Ide Potensial untuk Karya Seni (Tuliskan
Sumber Gagasan
minimal 2 ide per sumber)

1. Pengalaman Pribadi -

- (Misal: dari IPA tentang hewan, dari IPS


2. Pengetahuan dari Mata
tentang kota, dari Bahasa Indonesia
Pelajaran Lain
tentang cerita)
[Link]

Ide Potensial untuk Karya Seni (Tuliskan


Sumber Gagasan
minimal 2 ide per sumber)

- (Misal: bentuk daun, tekstur batu, warna


3. Observasi Lingkungan
bunga, pola di jalan)

Bagian 2: Perencanaan dan Refleksi Karya Pribadi (Dilakukan secara


individu/pasangan)
Judul Karya Saya:
1. Gagasan Utama Karya: (Jelaskan dengan jelas ide di balik karyamu.
Dari mana inspirasinya berasal?)
2. Teknik Dasar yang Saya Gunakan: (Misal: Menggambar dengan teknik
arsir, Kolase dengan kertas bekas, Membentuk dari plastisin.)
3. Bahan dan Alat yang Saya Butuhkan: (Contoh: Kertas gambar, pensil
warna, lem, daun kering, gunting.)
4. Sketsa atau Rencana Awal Karya: (Gambarlah sketsa kasar atau
tuliskan rencana langkah-langkah pembuatan karyamu di sini.)
5. Refleksi Proses Berkarya: (Ceritakan bagaimana prosesmu membuat
karya ini. Apa yang kamu rasakan? Adakah kesulitan yang kamu temui
dan bagaimana kamu mengatasinya? Apa yang paling kamu pelajari dari
kegiatan ini?)

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan


Presentasi Siswa
Tema: Berpikir dan Bekerja Secara Artistik (Penciptaan dan Presentasi
Karya)
Skala
Skal
Aspek 1 Skala Skala
a2
Penila (Sang 3 Skala 4 (Baik) 5
(Kura
i an at (Cuku (Sanga
n g)
Kuran p t Baik)
g )
)
Gagasa
Gagas Gagas
Gagas n
an an
an sangat
tidak cukup
1. kuran orisinal
jelas jelas, Gagasan jelas,
Kedala g dan
atau inspira inspirasi kuat dari
man jelas, mendal
tidak si pengalaman/penge
Gagas inspir a m,
ada cukup t ahuan/observasi.
an/Ide a si mengint
inspira releva
tidak e
si n
terliha grasika
yang denga
t n
terliha n
releva berbaga
t. sumbe
n. i
r
[Link]

.
sumber
inspirasi
.
[Link]

Skala
Skal
Aspek 1 Skala Skala
a2
Penila (Sang 3 Skala 4 (Baik) 5
(Kura
i an at (Cuku (Sanga
n g)
Kuran p t Baik)
g )
)
Mampu
Tidak
Cukup menggu
meng Pengg
meng n akan
2. g unaan
g Mampu variasi
Pengg unaka teknik
unaka menggunakan teknik
unaan n dasar
n variasi teknik dasar
Variasi teknik terbat
variasi dasar dengan secara
Teknik dasar a s,
teknik cermat dan rapi. inovatif,
Dasar atau kuran
dasar, cermat,
hasil g rapi.
hasil dan
tidak
lumay mahir.
sesuai
an
teknik.
rapi.
Kuran
g
mandi
Sangat
Sanga r i,
Cukup mandiri,
t sering
mandi menunju
3. tergan memi
ri Mandiri dalam k kan
Keman t ung n ta
, merencanakan inisiatif
dirian pada bantu
beber dan tinggi
dalam bimbi an
a pa melaksanakan dan
Berkar n gan tanpa
kali karya dengan mampu
ya guru, menc
memb inisiatif. mengat
tidak o ba
u a si
proakt terleb
tuhkan masalah
if ih
bimbin sendiri.
. dahul
gan.
u
.
Present
Prese Presen a si
Presen
4. ntasi t asi sangat
t asi
Kualita kuran cukup Presentasi jelas, jelas,
tidak
s g jelas, gagasan gagasan
jelas,
Presen jelas, gagas tersampaikan disampa
gagas
tasi & gagas an dengan baik dan i kan
an
Komu an cukup runtut. dengan
tidak
nikasi sulit tersam sangat
tersam
dipah paikan meyakin
paikan
a mi. . k an
.
dan
menarik
.
[Link]

5. Karya Karya Karya Karya orisinal dan Karya


Kreati tidak kuran cukup menunjukkan sanga
g t
[Link]

Skala
Skal
Aspek 1 Skala Skala
a2
Penila (Sang 3 Skala 4 (Baik) 5
(Kura
i an at (Cuku (Sanga
n g)
Kuran p t Baik)
g )
)
vitas menun orisin orisina ekspresi pribadi orisinal
Karya j a l, l, yang kuat. ,
ukkan sediki menun inovatif
orisina t j , dan
li tas ekspr ukkan penuh
atau e si bebera dengan
ekspre priba pa ekspre
si di ekspre si
pribadi . si pribadi.
. pribadi
.
Skala Likert:
 1 = Sangat Kurang

 2 = Kurang
 3 = Cukup
 4 = Baik
 5 = Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tantangan untuk membuat karya seni rupa dengan
menggabungkan dua atau lebih teknik dasar yang berbeda dalam
satu karya.
 Mengajak peserta didik untuk melakukan studi kasus terhadap
seorang seniman lokal dan mengidentifikasi bagaimana
seniman tersebut mendapatkan gagasan dan menggunakan
tekniknya.
 Mendorong peserta didik untuk mencoba teknik berkarya rupa
baru yang belum diajarkan di kelas (misalnya, membuat model
dari tanah liat, paper cutting, atau cetak monoprint).
Remedial
 Bagi peserta didik yang kesulitan, guru dapat memberikan
bimbingan individual untuk membantu mereka menggali ide dari
pengalaman pribadi yang sederhana.
 Menyediakan lembar kerja panduan langkah demi langkah yang
lebih detail untuk teknik dasar tertentu yang masih sulit
dikuasai.
 Memberikan contoh-contoh karya yang sangat sederhana dan
meminta peserta didik untuk meniru atau memodifikasinya
terlebih dahulu.
[Link]

 Mengadakan sesi praktik tambahan untuk melatih keterampilan


motorik halus yang dibutuhkan dalam berkarya rupa.
[Link]

P. Glosarium
1. Gagasan Artistik: Ide atau konsep kreatif yang menjadi dasar
penciptaan sebuah karya seni, seringkali berasal dari
pengalaman, pengetahuan, atau pengamatan.
2. Teknik Dasar Berkarya Rupa: Cara atau metode fundamental
dalam menciptakan karya seni rupa, seperti menggambar,
melukis, kolase, atau membentuk.
3. Kemandirian Artistik: Kemampuan seorang individu untuk secara
mandiri merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan proses
penciptaan karya seni tanpa terlalu banyak bergantung pada
bantuan eksternal.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sumardjo, Agus. (2010). Seni Rupa untuk Anak Usia Dini. Jakarta:
Rineka Cipta.
4. Sutarno, dkk. (2009). Pendidikan Seni Rupa untuk SD/MI. Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo

Sarwi,[Link] Endang Sri


Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009
[Link]

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/2
 Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang relevan untuk dikembangkan pada peserta didik
melalui pembelajaran ini:
 [ ] Keimanan dan Ketakwaan
 [ ] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita memulai pelajaran, Bapak/Ibu ingin tahu


nih, bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat di rumah?
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu dan
langsung merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Sudahkah kalian melaksanakan ibadah sesuai
keyakinan masing-masing hari ini? Apa yang kalian rasakan
setelah beribadah?
3. Berolahraga: Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan
pagi ini? Misalnya, senam kecil atau jalan kaki di sekitar rumah?
Kenapa olahraga itu penting?
4. Gemar Belajar: Selain belajar di sekolah, hal baru apa yang
sudah kalian pelajari di rumah? Mungkin membaca buku cerita,
mencari tahu tentang hewan kesukaan, atau mencoba hal baru
lainnya?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapanmu
sudah memenuhi gizi seimbang? Coba sebutkan contoh makanan
sehat!
6. Bermasyarakat: Ada yang sudah membantu orang tua atau
tetangga pagi ini? Atau mungkin ikut membersihkan lingkungan
sekitar? Bagaimana rasanya membantu orang lain?
[Link]

7. Tidur Cepat: Semalam, apakah kalian sudah tidur cukup dan


tidak terlalu malam? Kenapa tidur yang cukup itu penting untuk
kesehatan tubuh dan pikiran kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
ELEMEN: Menciptakan (Making/Creating)

Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya


sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan
dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun.
Peserta didik mampu menggunakan perspektif dalam membuat karya 2
dimensi.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan deep learning, peserta
didik diharapkan mampu:
1. Mengembangkan gagasan orisinal atau mengambil inspirasi dari
lingkungan sekitar/sumber lain untuk menciptakan karya seni rupa.
2. Menggabungkan minimal tiga unsur rupa (garis, warna, tekstur,
bentuk, bangun) secara harmonis dalam satu karya.
3. Menerapkan konsep perspektif sederhana (misalnya, membuat
objek terlihat jauh atau dekat) dalam karya seni rupa 2
dimensi.
4. Menciptakan karya seni rupa 2 dimensi (gambar, lukisan, kolase)
atau 3 dimensi (patung sederhana, diorama) yang menunjukkan
penguasaan teknik dan orisinalitas gagasan.
5. Memilih dan menggunakan alat serta bahan yang sesuai untuk
mewujudkan gagasan karyanya secara mandiri dan cermat.
6. Mempresentasikan karya yang dihasilkan, menjelaskan ide,
proses, dan bagaimana unsur serta perspektif digunakan dalam
karyanya.

E. Sarana dan Prasarana


1. Ruang kelas yang cukup luas dan memungkinkan untuk
berkarya seni (meja/lantai yang mudah dibersihkan).
2. Proyektor dan layar untuk menampilkan contoh-contoh
karya dengan perspektif dan kombinasi unsur.
3. Berbagai alat dan bahan seni rupa:
o Untuk 2D: Kertas gambar, pensil, penghapus, penggaris,
spidol, krayon, cat air/poster, kuas, palet, gunting, lem,
majalah/koran bekas, kain perca, benang.
o Untuk 3D (opsional): Plastisin/tanah liat, stik es krim, kardus
bekas, botol plastik, benang kasur.
4. Contoh-contoh gambar/foto yang menunjukkan perspektif
(misalnya, jalan lurus yang semakin mengecil di kejauhan,
bangunan tinggi, pemandangan alam dengan gunung).
5. Buku atau video inspirasi tentang berbagai karya seni rupa.
[Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Projek (Project-
Based Learning) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi Visual, Brainstorming, Eksplorasi
Teknik, Demonstrasi, Praktik Mandiri, Presentasi, Refleksi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba bayangkan kamu sedang berdiri di
tengah lapangan luas. Apa yang kamu lihat? Bagaimana pohon
atau bangunan di kejauhan terlihat berbeda dengan yang di
dekatmu?"
 Meaningful Learning: "Jika kalian ingin menggambar pemandangan
yang terlihat sangat nyata, apa saja yang perlu kalian perhatikan
agar benda yang jauh terlihat jauh, dan benda yang dekat terlihat
dekat?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan dunia imajinasi kalian
sendiri di atas kertas, seperti apa dunia itu? Apakah ada bangunan
tinggi, sungai yang berkelok, atau mungkin makhluk-makhluk unik?
Bagaimana kalian akan membuatnya terlihat hidup?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-3 (6 JP): Menggali Gagasan dan Memahami Perspektif
Pendahuluan (±30 menit)
1. Sapaan dan Motivasi (5 menit): Guru menyapa peserta didik,
memeriksa kehadiran, dan menanyakan tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
2. Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful learning, meaningful learning, joyfull learning)
untuk membangkitkan rasa ingin tahu tentang menciptakan
karya dan perspektif.
3. Pengantar Topik (15 menit): Guru menjelaskan bahwa hari ini kita
akan belajar bagaimana menciptakan karya seni yang menarik
dengan menggabungkan berbagai unsur rupa dan memahami
cara membuat benda terlihat jauh atau dekat (perspektif). Guru
menampilkan beberapa gambar sederhana dengan perspektif
yang jelas.
Inti (±150 menit)
1. Eksplorasi Unsur Rupa (45 menit): Guru mengulas kembali unsur-
unsur rupa (garis, warna, tekstur, bentuk, bangun). Peserta didik
secara berkelompok diminta mencari benda di sekitar
kelas/sekolah dan mengidentifikasi unsur rupa yang dominan
pada benda tersebut. Mereka mencatatnya pada LKPD Bagian 1.
(Melatih Penalaran Kritis dan Kolaborasi)
2. Pengenalan Konsep Perspektif (60 menit): Guru mendemonstrasikan
konsep perspektif sederhana, misalnya dengan menggambar jalan
[Link]

lurus yang semakin mengecil di kejauhan atau pohon yang besar di


dekat dan kecil
[Link]

di jauh. Guru menjelaskan garis horizon dan titik hilang secara


sederhana. Peserta didik berlatih menggambar beberapa objek
dengan perspektif sederhana pada buku sketsa mereka. (Melatih
Penalaran Kritis dan Kemandirian)
3. Brainstorming Gagasan Karya (45 menit): Peserta didik secara
individu atau berpasangan (sesuai kesepakatan) memulai
brainstorming untuk proyek karya seni mereka. Gagasan bisa dari
pengalaman pribadi, inspirasi dari luar, atau gabungan. Mereka
harus mulai berpikir bagaimana gagasan itu bisa diwujudkan
dengan menggabungkan unsur rupa dan menerapkan perspektif
(khususnya untuk karya 2D). (Melatih Kreativitas)
Penutup (±30 menit)
1. Presentasi Ide Awal (15 menit): Beberapa peserta didik
membagikan ide awal karya mereka dan bagaimana mereka akan
menggunakan unsur rupa serta perspektif. Guru memberikan
umpan balik dan penguatan.
2. Tindak Lanjut (10 menit): Guru meminta peserta didik untuk
menyiapkan bahan-bahan yang mungkin dibutuhkan untuk
proyek mereka di pertemuan berikutnya.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran.
Pertemuan 4-6 (6 JP): Perencanaan dan Penciptaan Karya 2D
Pendahuluan (±30 menit)
1. Apersepsi (15 menit): Guru mengulas kembali konsep
perspektif dan pentingnya menggabungkan unsur rupa.
2. Penyampaian Tujuan (15 menit): Guru menyampaikan bahwa hari ini
adalah waktunya untuk membuat perencanaan detail dan memulai
proses penciptaan karya seni rupa 2 dimensi.
Inti (±240 menit)
1. Perencanaan Detail Karya 2D (60 menit): Setiap peserta didik
mengisi LKPD Bagian 2 untuk merencanakan karya 2 dimensi
mereka (gambar/lukisan/kolase). Mereka menentukan gagasan
akhir, unsur rupa yang akan digabungkan, bagaimana perspektif
akan diterapkan, serta alat dan bahan yang spesifik. Guru
membimbing secara individual untuk memastikan perencanaan
realistis. (Melatih Penalaran Kritis dan Kemandirian)
2. Proses Penciptaan Karya 2D (180 menit): Peserta didik mulai
mengerjakan proyek karya seni rupa 2 dimensi mereka. Guru
berkeliling, memberikan bimbingan teknis (misalnya, cara
mencampur warna, teknik kolase yang rapi, cara membuat garis
yang bervariasi), dan mendorong mereka untuk bereksperimen.
Guru memastikan setiap peserta didik bekerja secara mandiri
namun bisa berkolaborasi jika dibutuhkan (misalnya, berbagi
bahan/alat). (Melatih Kreativitas, Kemandirian, dan Kolaborasi)
Penutup (±30 menit)
1. Penyelesaian Awal & Persiapan (15 menit): Peserta didik merapikan
area kerja dan menyimpan karya yang belum selesai. Guru
mengingatkan untuk melanjutkan karya di rumah jika waktu tidak
cukup dan mempersiapkan presentasi.
2. Refleksi (10 menit): Peserta didik diajak merefleksikan proses
berkarya mereka, tantangan dalam menerapkan perspektif,
dan kepuasan yang dirasakan.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran.
[Link]

Pertemuan 7-9 (6 JP): Penciptaan Karya 3D (Opsional) dan Presentasi


Pendahuluan (±30 menit)
1. Review (10 menit): Guru mengulas kembali proses penciptaan karya
2D dan pentingnya gagasan.
2. Penyampaian Pilihan (20 menit): Guru memberikan opsi untuk
melanjutkan atau membuat karya 3 dimensi sederhana (misalnya,
patung dari plastisin/kardus bekas, diorama mini) atau
menyempurnakan karya 2D. Guru mendemonstrasikan teknik 3D
sederhana jika ada yang memilihnya.
Inti (±240 menit)
1. Penciptaan Karya 3D atau Penyempurnaan 2D (180 menit): Peserta
didik melanjutkan proses berkarya mereka. Bagi yang memilih 3D,
mereka akan merencanakan dan membuat karya 3D mereka. Guru
memberikan bimbingan sesuai pilihan peserta didik. (Melatih
Kreativitas, Kemandirian, Kolaborasi)
2. Persiapan Presentasi (60 menit): Setelah karya selesai, setiap
peserta didik/pasangan mempersiapkan presentasi singkat
tentang karya mereka. Mereka harus menjelaskan ide, proses,
unsur rupa yang digabungkan, dan bagaimana perspektif (jika
2D) atau bentuk (jika 3D) digunakan. (Melatih Komunikasi dan
Penalaran Kritis)
Penutup (±30 menit)
1. Presentasi Proyek (20 menit): Peserta didik memamerkan dan
mempresentasikan karyanya di depan kelas. Guru dan peserta
didik lain memberikan apresiasi dan pertanyaan.
2. Refleksi Akhir (10 menit): Guru memimpin refleksi menyeluruh
tentang seluruh rangkaian pembelajaran, dari gagasan hingga
penciptaan dan presentasi karya. Peserta didik diminta
menuliskan refleksi mereka pada LKPD Bagian 3.
3. Apresiasi dan Penutupan (5 menit): Guru memberikan apresiasi
kepada seluruh peserta didik atas usaha, kreativitas, dan
keberanian mereka dalam berkarya. Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi aktif dalam diskusi gagasan, eksplorasi unsur
rupa, dan pemahaman perspektif.
2. Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) selama kegiatan
brainstorming ide, perencanaan, dan refleksi.
3. Umpan balik lisan selama bimbingan penciptaan karya.
4. Penilaian Proses Penciptaan Karya (kerjasama, kreativitas,
pemecahan masalah, kemandirian dalam penggunaan alat dan
bahan).
Asesmen Sumatif
1. Rubrik Penilaian Karya Seni: Menilai orisinalitas gagasan,
penggabungan unsur rupa, penerapan perspektif (untuk 2D),
kualitas teknik, dan finishing karya.
2. Rubrik Penilaian Presentasi Karya: Menilai kemampuan
menjelaskan ide, proses, penggunaan unsur rupa dan perspektif,
serta kepercayaan diri.
[Link]

3. Jurnal Refleksi Peserta Didik: Menilai kedalaman pemahaman dan


refleksi terhadap proses belajar dan karya yang dibuat.
[Link]

K. Pemahaman Bermakna
Pembelajaran ini sangat bermakna karena memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mewujudkan gagasan dan imajinasi mereka menjadi
bentuk nyata melalui karya seni rupa. Mereka belajar bahwa kreativitas
adalah proses mengintegrasikan berbagai pengetahuan dan pengalaman (baik
dari diri sendiri maupun dari luar) ke dalam sebuah ekspresi visual.
Dengan memahami dan menggabungkan unsur rupa serta menerapkan
perspektif, peserta didik tidak hanya sekadar menggambar atau membuat
bentuk, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir spasial dan visual,
serta memecahkan masalah estetika.
Proses mandiri dalam berkarya ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan
dan percaya diri dalam diri mereka, sekaligus mengapresiasi
keindahan di sekitar mereka.

L. Materi Bahan Ajar


Menciptakan karya rupa adalah proses mengubah gagasan menjadi bentuk
visual yang nyata. Gagasan ini bisa berasal dari dalam diri, seperti
pengalaman pribadi, emosi, atau mimpi, maupun dari luar diri, seperti
observasi alam, benda-benda di sekitar, cerita, atau pelajaran dari mata
pelajaran lain. Kemampuan untuk menggali dan mengembangkan ide dari
berbagai sumber ini adalah kunci utama dalam berkarya secara orisinal.
Dengan mempertimbangkan ide-ide tersebut, seniman kemudian memilih
bagaimana gagasan itu akan divisualisasikan.
Dalam mewujudkan gagasan, seniman menggunakan dan
menggabungkan unsur- unsur rupa, yaitu garis (deretan titik), warna
(kesan yang ditimbulkan cahaya), tekstur (permukaan benda), bentuk
(wujud dua dimensi), dan bangun (wujud tiga dimensi). Penggabungan
unsur-unsur ini secara harmonis dan sesuai dengan gagasan akan
menciptakan komposisi yang menarik. Misalnya, garis lengkung bisa
menunjukkan kelembutan, warna cerah bisa menunjukkan kegembiraan,
atau tekstur kasar bisa memberikan kesan kuat.
Khusus untuk karya 2 dimensi (seperti gambar atau lukisan), perspektif
adalah teknik penting untuk menciptakan ilusi ruang atau kedalaman.
Dengan perspektif, benda yang jauh akan terlihat lebih kecil dan berada
lebih tinggi di bidang gambar, sementara benda yang dekat akan terlihat
lebih besar dan berada lebih rendah. Ini membantu karya terlihat lebih
realistis atau memiliki dimensi. Menguasai penggabungan unsur rupa dan
penerapan perspektif memungkinkan peserta didik untuk menciptakan
karya yang tidak hanya indah, tetapi juga mampu menyampaikan pesan
atau suasana yang mereka inginkan.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Ide apa yang paling saya banggakan dari karya saya? Dari mana
ide itu saya dapatkan?"
2. "Bagian mana dari karya saya yang menunjukkan saya sudah bisa
menggabungkan unsur rupa dan menggunakan perspektif? Apakah
ada yang perlu saya latih lagi?"
[Link]

3. "Bagaimana perasaan saya setelah berhasil menciptakan karya ini


secara mandiri? Apa yang bisa saya lakukan agar lebih kreatif lagi
di masa depan?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik mampu mengembangkan gagasan yang
orisinal atau menginspirasi dari luar dirinya? Bagaimana tingkat
kreativitas mereka dalam proses ini?"
2. "Sejauh mana peserta didik mampu menggabungkan unsur rupa
dan menerapkan perspektif dalam karyanya? Apakah ada
konsep yang masih perlu diperkuat?"
3. "Bagaimana tingkat kemandirian peserta didik dalam
menggunakan alat dan bahan? Adakah cara untuk lebih
mendorong eksplorasi teknik yang bervariasi?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Judul: Karya Rupaku: Mengembangkan Ide dan Mewujudkan
Nama Peserta Didik:

Kelas:

Bagian 1: Eksplorasi Unsur Rupa (Individu)


Petunjuk: Amati 3 benda di sekitarmu. Identifikasi unsur rupa yang paling
menonjol pada benda tersebut.
Unsur Rupa yang Menonjol (pilih
Nama Penjelasan
No. minimal 3: garis, warna, tekstur,
Bend singkat
bentuk, bangun)
a
1.

2.

3.

Bagian 2: Perencanaan Karya Pribadi (Individu)


1. Gagasan Utama Karyaku: (Jelaskan ide apa yang ingin kamu buat. Dari
mana inspirasinya? Misal: "Aku ingin menggambar pemandangan
sawah di desaku, terinspirasi dari pengalaman pulang sekolah.")
2. Bentuk Karya: (Lingkari pilihanmu: 2 Dimensi / 3 Dimensi)
3. Unsur Rupa yang Akan Saya Gabungkan: (Contoh: garis lurus untuk
jalan, warna hijau untuk sawah, tekstur kasar untuk tanah.)
4. Jika Karya 2D: Bagaimana Saya Akan Menggunakan Perspektif?:
(Jelaskan caramu membuat benda terlihat jauh/dekat. Misal: "Pohon
yang jauh akan lebih kecil.")
5. Alat dan Bahan yang Saya Butuhkan: (Tuliskan alat dan bahan yang
akan kamu gunakan. Misal: Kertas, pensil warna, gunting, lem,
majalah bekas.)
[Link]

6. Sketsa Awal Karya: (Gambarlah sketsa kasar karyamu di sini. Kamu


bisa juga menuliskan rencana langkah-langkah pembuatannya.)

Bagian 3: Refleksi Akhir Karya (Individu)


1. Apa yang paling kamu sukai dari karyamu ini?
2. Kesulitan apa yang kamu temui saat membuat karya ini? Bagaimana kamu
mengatasinya?
3. Apa yang kamu pelajari tentang menggabungkan unsur rupa dan
menggunakan perspektif dari proyek ini?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Proyek dan Presentasi Siswa


Tema: Menciptakan Karya Seni Rupa (Gagasan, Penggabungan Unsur,
Perspektif, dan Presentasi)
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
) )
Kurang
)
Gagasan
Gagasan Gagasan
Gagasan sangat
tidak cukup Gagasan
1. kurang orisinal
jelas orisinal, orisinal,
Orisinalit as orisinal, dan
atau inspirasi inspirasi
Gagasan inspirasi inovatif,
meniru terlihat kuat dari
& terbatas mengint
persis, namun diri
Inspirasi atau eg
tanpa kurang sendiri/lu
kurang rasikan
inspirasi mendal a r.
jelas. inspirasi
terlihat. a m.
secara
kreatif.
Tidak ada
Penggab Cukup Mampu Mampu
pengga
ungan mampu mengga menggab
b ungan
2. unsur mengga b u ngkan
unsur
Penggab terbata b ungkan 3+ unsur
atau
ungan s ungkan 3+ rupa
sangat
Unsur (hanya 3 unsur unsur secara
tidak
Rupa 1-2), rupa, rupa harmonis
harmoni
kurang namun secara , efektif,
s
harmoni kurang harmoni dan
.
s harmoni s dan ekspresif.
. s. efektif.
Tidak ada Penerap an Mampu Mampu
Cukup
3. penerap perspek menerap menerap
menerap
Penerap an an ti f k an k an
k an
Perspekt perspek sangat perspekt perspekti
perspekt
if (untuk ti f atau sederha if f dengan
if
2D) salah n a dan sederha sangat
, namun
konsep. kurang na baik,
masih
tepat. dengan mencipta
ada
cukup k
[Link]

baik dan
[Link]

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
kekeliruan meyakin an ilusi
. k an. ruang
yang
kuat.
Hasil
karya
Hasil
Hasil sangat
Hasil Hasil karya
karya rapi,
karya karya rapi,
4. cukup menunju
tidak kurang menunju
Kualitas rapi, kk an
rapi, rapi, k kan
Teknik & menunju kemandir
sangat masih kemandi
Kemandi k kan i an dan
bergant sering ri an dan
rian kemandi penguasa
u ng butuh keteram
ri an an teknik
pada bantua pi lan
yang dasar
bantua n. teknik
lumayan yang
n. dasar.
. tinggi.

Mampu Mampu
menjelas menjelas
Penjelas Cukup
k an ide, k an ide,
Tidak an mampu
5. proses, proses,
mampu ide/pros menjelas
Presenta dan unsur/per
menjela es k an
si & penggun s pektif
s kan kurang ide/prose
Komunik a an secara
ide/pros jelas s, namun
asi Ide unsur/per sangat
es atau kurang
spektif jelas,
karya. tidak rinci.
dengan runtut,
lengkap
jelas. dan
.
menarik.
Skala Likert:
 1 = Sangat Kurang
 2 = Kurang
 3 = Cukup
 4 = Baik
 5 = Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tantangan untuk menciptakan karya seni rupa dengan
memadukan teknik 2D dan 3D dalam satu karya (misalnya, kolase
[Link]

dengan elemen timbul).


[Link]

 Mendorong peserta didik untuk membuat seri karya dengan tema


yang sama namun teknik atau perspektif yang berbeda.
 Mengajak peserta didik untuk mencoba teknik cetak sederhana
atau seni patung mini dengan bahan daur ulang yang lebih
kompleks.
Remedial
 Bagi peserta didik yang kesulitan, guru dapat memberikan
bimbingan individual dalam menggali ide dari pengalaman yang
sangat sederhana.
 Menyediakan lembar kerja langkah demi langkah yang lebih detail
untuk menggambar perspektif atau menggabungkan unsur rupa.
 Memberikan contoh-contoh visual yang sangat jelas dan meminta
peserta didik untuk meniru atau memodifikasinya sebagai latihan.
 Mengadakan sesi praktik tambahan untuk melatih keterampilan
motorik halus yang diperlukan dalam menggunakan alat dan
bahan.

P. Glosarium
1. Gagasan Orisinal: Ide yang muncul secara unik dari pemikiran
seseorang, bukan meniru dari yang sudah ada.
2. Perspektif: Teknik dalam seni rupa 2 dimensi untuk
menciptakan ilusi kedalaman atau ruang, membuat objek
tampak jauh atau dekat.
3. Karya 2 Dimensi: Karya seni yang hanya memiliki panjang dan lebar,
seperti gambar, lukisan, atau kolase.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Wibowo, Agus. (2012). Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual.
Yogyakarta: Andi Offset.
4. Prabowo, Hari. (2015). Pendidikan Seni Rupa untuk SD/MI.
Jakarta: Erlangga.

Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo

Sarwi,[Link] Endang Sri


Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009
[Link]

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/2
 Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang relevan untuk dikembangkan pada peserta didik
melalui pembelajaran ini:
 [X] Keimanan dan Ketakwaan (Melalui karya yang
menyuarakan kebaikan/nilai positif)
 [X] Kewargaan (Melalui respons terhadap isu lingkungan/sosial)
 [X] Penalaran Kritis (Dalam menganalisis kejadian/isu)
 [X] Kreativitas (Dalam menemukan solusi artistik)
 [X] Kolaborasi (Jika berkarya bersama atau berdiskusi)
 [X] Kemandirian (Dalam merancang dan mewujudkan karya)
 [X] Kesehatan (Melalui karya tentang pola hidup sehat/lingkungan
bersih)
 [X] Komunikasi (Melalui penyampaian pesan karya)

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita memulai pelajaran, Bapak/Ibu ingin tahu


nih, bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat di rumah?
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu dan
langsung merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Sudahkah kalian melaksanakan ibadah sesuai
keyakinan masing-masing hari ini? Apa yang kalian rasakan
setelah beribadah?
3. Berolahraga: Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan
pagi ini? Misalnya, senam kecil atau jalan kaki di sekitar rumah?
Kenapa olahraga itu penting?
4. Gemar Belajar: Selain belajar di sekolah, hal baru apa yang
sudah kalian pelajari di rumah? Mungkin membaca buku cerita,
mencari tahu tentang hewan kesukaan, atau mencoba hal baru
lainnya?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapanmu
sudah memenuhi gizi seimbang? Coba sebutkan contoh makanan
sehat!
6. Bermasyarakat: Ada yang sudah membantu orang tua atau
tetangga pagi ini? Atau mungkin ikut membersihkan lingkungan
[Link]

sekitar? Bagaimana rasanya membantu orang lain?


[Link]

7. Tidur Cepat: Semalam, apakah kalian sudah tidur cukup dan


tidak terlalu malam? Kenapa tidur yang cukup itu penting untuk
kesehatan tubuh dan pikiran kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
ELEMEN: Berdampak (Impacting)

Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,


keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya
seni rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan
terkecilnya.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan deep learning, peserta
didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi dan menganalisis kejadian sehari-hari, isu
lingkungan sekitar, atau perasaan/emosi pribadi yang relevan
untuk dijadikan inspirasi karya seni rupa.
2. Merumuskan pesan positif atau solusi kreatif yang ingin
disampaikan melalui karya seni rupa terkait isu atau perasaan yang
diangkat.
3. Merancang sebuah karya seni rupa (2D atau 3D) yang memiliki
pesan/dampak positif bagi diri sendiri atau lingkungan terkecilnya
(keluarga, teman, sekolah).
4. Menciptakan karya seni rupa dengan memadukan berbagai unsur
rupa dan teknik dasar secara mandiri, yang secara jelas
merepresentasikan pesan yang ingin disampaikan.
5. Mempresentasikan karyanya kepada audiens, menjelaskan
pesan/dampak positif yang ingin dicapai, dan bagaimana karya
tersebut dapat memengaruhi diri atau lingkungan.
6. Mendiskusikan potensi dampak positif dari karya seni rupa bagi
masyarakat, meskipun dalam skala kecil.

E. Sarana dan Prasarana


1. Ruang kelas yang nyaman dan memungkinkan untuk aktivitas
diskusi serta berkarya.
2. Proyektor dan layar untuk menampilkan contoh karya seni
bertema sosial/lingkungan.
3. Berbagai alat dan bahan seni rupa yang bervariasi (kertas,
pensil warna, krayon, cat air/poster, kuas, lem, gunting, kardus
bekas, plastisin, barang daur ulang seperti botol plastik, koran,
kain perca, dll.).
4. Contoh-contoh poster, komik strip, atau patung sederhana
dengan pesan moral/sosial.
5. Media sumber inspirasi: kliping berita sederhana (tentang
kebersihan lingkungan, kebiasaan baik), gambar-gambar emosi
(senang, sedih, marah, berani), foto-foto lingkungan sekitar.
[Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Projek (Project-
Based Learning) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi Isu, Diskusi, Brainstorming,
Eksplorasi Media, Praktik Mandiri, Presentasi, Refleksi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, ingat satu
kejadian di sekitarmu yang membuatmu sedih atau senang.
Bagaimana perasaan itu memengaruhimu? Bisakah kamu
mengubah perasaan itu menjadi sesuatu yang bisa dilihat orang
lain?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, apakah seni bisa mengubah
dunia? Bagaimana sebuah gambar atau patung bisa membuat
orang berpikir atau bertindak lebih baik?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa membuat sebuah karya seni
yang bisa membuat temanmu tersenyum atau membuat
lingkungan sekolah jadi lebih bersih, karya seperti apa yang ingin
kalian buat? Apa yang akan kalian rasakan jika karya kalian
berhasil membuat perubahan kecil itu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengidentifikasi Isu dan Merumuskan Pesan
Pendahuluan (±30 menit)
1. Sapaan dan Motivasi (5 menit): Guru menyapa peserta didik,
memeriksa kehadiran, dan menanyakan tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
2. Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful learning, meaningful learning, joyfull learning)
untuk membangkitkan empati dan pemikiran tentang dampak
seni.
3. Pengantar Topik (15 menit): Guru menjelaskan bahwa seni tidak
hanya indah, tapi juga bisa punya kekuatan untuk menyampaikan
pesan dan membuat perubahan. Guru menampilkan contoh-contoh
sederhana karya seni (poster, gambar) yang punya pesan positif,
misalnya tentang kebersihan atau persahabatan.
Inti (±150 menit)
1. Observasi Isu/Kejadian Sehari-hari (60 menit): Peserta didik dibagi
menjadi kelompok. Guru mengajak mereka berdiskusi tentang:
o Kejadian sehari-hari di rumah atau sekolah yang membuat
mereka terkesan (senang, sedih, prihatin, bangga).
o Keadaan lingkungan sekitar (sampah berserakan,
tanaman layu, teman yang saling membantu).
[Link]

o Perasaan atau emosi yang sering mereka alami


dan ingin diungkapkan.

Mereka mencatat temuan ini pada LKPD Bagian 1. (Melatih


Penalaran Kritis dan Kolaborasi)

2. Brainstorming Pesan Positif (60 menit): Dari isu/perasaan yang


diidentifikasi, setiap kelompok memilih satu yang paling ingin
mereka respon. Mereka kemudian melakukan brainstorming tentang
pesan positif apa yang ingin mereka sampaikan melalui karya seni
rupa (misalnya: "Ayo buang sampah pada tempatnya!", "Mari
berbagi kebaikan!", "Berani bermimpi!"). Mereka juga mulai
memikirkan bagaimana pesan itu bisa divisualisasikan. (Melatih
Kreativitas dan Kolaborasi)
3. Eksplorasi Media dan Teknik (30 menit): Guru mendemonstrasikan
berbagai pilihan media dan teknik yang bisa digunakan untuk
menyampaikan pesan (misalnya: menggambar ilustrasi, membuat
kolase dari bahan bekas, membuat model 3D dari kardus). Peserta
didik mencoba sedikit dari setiap media/teknik untuk merasakan
tekstur dan kemungkinannya. (Melatih Kemandirian)
Penutup (±30 menit)
1. Presentasi Ide Pesan (15 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan isu yang mereka pilih dan pesan positif yang
ingin disampaikan. Guru memberikan umpan balik awal tentang
kejelasan pesan.
2. Tindak Lanjut (10 menit): Guru meminta peserta didik untuk mulai
memikirkan desain kasar karya mereka dan menyiapkan bahan-
bahan yang mungkin dibutuhkan di pertemuan berikutnya.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran.
Pertemuan 4-6 (6 JP): Merancang dan Menciptakan Karya Bermakna
Pendahuluan (±30 menit)
1. Apersepsi (15 menit): Guru mengulas kembali pesan-pesan
positif yang telah dirumuskan dan pentingnya seni sebagai
media ekspresi.
2. Penyampaian Tujuan (15 menit): Guru menyampaikan bahwa hari ini
adalah waktunya untuk merancang secara detail dan mulai
menciptakan karya seni rupa yang berdampak positif.
Inti (±240 menit)
1. Perencanaan Detail Karya (60 menit): Setiap peserta didik (atau
pasangan/kelompok kecil sesuai kesepakatan) mengisi LKPD
Bagian 2 untuk merencanakan karya seni mereka. Mereka
merumuskan detail gagasan, memilih jenis karya (2D/3D), unsur
rupa yang akan digabungkan (garis, warna, tekstur, bentuk,
bangun), serta alat dan bahan yang spesifik. Guru membimbing
secara individual, memastikan pesan positif terlihat jelas dalam
rencana desain. (Melatih Penalaran Kritis dan Kemandirian)
2. Proses Penciptaan Karya (180 menit): Peserta didik mulai
mengerjakan proyek karya seni rupa mereka. Guru berkeliling,
memberikan bimbingan teknis, dan mendorong mereka untuk
bereksperimen dengan media serta teknik. Guru memastikan
bahwa setiap peserta didik fokus pada pesan yang ingin
disampaikan dan bagaimana unsur seni dapat mendukung pesan
tersebut. (Melatih Kreativitas, Kemandirian, dan Kolaborasi)
[Link]

Penutup (±30 menit)


[Link]

1. Penyelesaian Awal & Persiapan (15 menit): Peserta didik merapikan


area kerja dan menyimpan karya yang belum selesai. Guru
mengingatkan untuk menyelesaikan karya di rumah jika waktu
tidak cukup dan mempersiapkan presentasi.
2. Refleksi (10 menit): Peserta didik diajak merefleksikan proses
berkarya mereka, tantangan dalam mewujudkan pesan, dan
kepuasan yang dirasakan.
3. Doa dan Salam (5 menit): Guru menutup pelajaran.
Pertemuan 7-9 (6 JP): Presentasi Karya dan Diskusi Dampak
Pendahuluan (±30 menit)
1. Review (10 menit): Guru mengulas kembali ide dan proses penciptaan
karya.
2. Motivasi (20 menit): Guru menekankan pentingnya menyampaikan
pesan dengan jelas dan mengajak peserta didik membayangkan
dampak positif karya mereka.
Inti (±240 menit)
1. Pameran Mini dan Presentasi (180 menit): Peserta didik memajang
karya mereka di depan kelas (pameran mini). Secara bergantian,
setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan karyanya.
Mereka menjelaskan:
o Isu/perasaan yang menjadi inspirasi.
o Pesan positif yang ingin disampaikan.
o Bagaimana unsur rupa dan teknik digunakan untuk
memperkuat pesan.
o Potensi dampak positif bagi diri sendiri atau lingkungan terkecil.

Peserta didik lain berperan sebagai penikmat seni,


memberikan apresiasi dan pertanyaan. Guru
memfasilitasi sesi tanya jawab. (Melatih Komunikasi
dan Penalaran Kritis)

2. Diskusi Dampak Positif (60 menit): Setelah semua presentasi, guru


memimpin diskusi kelas tentang bagaimana karya-karya yang
dibuat dapat memberikan dampak positif.
o "Bagaimana karya A membuatmu berpikir tentang kebersihan?"
o "Pesan apa dari karya B yang paling kamu ingat?"
o "Bagaimana kita bisa menyebarkan pesan positif ini
lebih luas di sekolah?"

Guru merangkum poin-poin penting dari diskusi. (Melatih


Penalaran Kritis, Kolaborasi, dan Komunikasi)

Penutup (±30 menit)


1. Refleksi Akhir (20 menit): Guru memimpin refleksi menyeluruh
tentang seluruh rangkaian pembelajaran. Peserta didik diminta
menuliskan refleksi mereka pada LKPD Bagian 3.
2. Apresiasi dan Penutupan (5 menit): Guru memberikan apresiasi
kepada seluruh peserta didik atas usaha, kreativitas, dan
keberanian mereka dalam menyampaikan pesan melalui seni. Guru
menutup pelajaran dengan doa dan salam.
[Link]

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi aktif dalam diskusi isu, brainstorming pesan,
dan eksplorasi media.
2. Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) selama kegiatan
identifikasi isu, perencanaan karya, dan refleksi.
3. Umpan balik lisan selama bimbingan penciptaan karya.
4. Penilaian Proses Penciptaan Karya (kerjasama, kreativitas,
pemecahan masalah, kemandirian dalam mewujudkan pesan).
Asesmen Sumatif
1. Rubrik Penilaian Karya Seni: Menilai kejelasan pesan positif,
orisinalitas gagasan, penggunaan unsur rupa dan teknik untuk
mendukung pesan, serta kualitas finishing karya.
2. Rubrik Penilaian Presentasi Karya: Menilai kemampuan
menjelaskan isu, pesan, proses kreatif, dan potensi dampak
positif, serta kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
3. Jurnal Refleksi Peserta Didik: Menilai kedalaman pemahaman dan
refleksi terhadap proses belajar, karya, dan potensi dampaknya.

K. Pemahaman Bermakna
Pembelajaran ini sangat bermakna karena menanamkan pemahaman
bahwa seni rupa bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga
merupakan alat yang powerful untuk berekspresi, menyampaikan pesan, dan
bahkan menciptakan perubahan positif. Peserta didik belajar untuk peka
terhadap isu-isu di sekitar mereka dan emosi pribadi, lalu menyalurkannya
menjadi karya yang memiliki makna mendalam. Mereka tidak hanya
membuat karya, tetapi juga menjadi agen perubahan kecil di lingkungan
terdekatnya melalui ekspresi artistik. Ini mendorong penalaran kritis,
kreativitas, dan empati, serta membangun kesadaran akan peran seni
dalam kehidupan bermasyarakat dan memberikan dampak positif pada diri
sendiri dan orang lain.

L. Materi Bahan Ajar


Karya seni rupa dapat menjadi sebuah media yang kuat untuk
menyampaikan respons terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitar kita,
baik itu kejadian sehari- hari, kondisi lingkungan, maupun perasaan dan
emosi yang kita alami. Ketika seniman menciptakan sebuah karya,
mereka tidak hanya sekadar membuat gambar atau bentuk, tetapi juga
memasukkan pemikiran, perasaan, atau pesan yang ingin mereka
bagikan. Respon ini bisa bermacam-macam, mulai dari ajakan untuk
menjaga kebersihan, ungkapan kegembiraan akan persahabatan, atau
bahkan refleksi tentang keberanian dan semangat.
Pesan yang ingin disampaikan dalam karya seni harus dirumuskan
dengan jelas agar dapat diterima oleh penikmatnya. Dalam proses
penciptaan, seniman menggunakan dan menggabungkan berbagai unsur
rupa seperti garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun untuk
memperkuat pesan tersebut. Misalnya, penggunaan warna-warna cerah
dapat menguatkan pesan kegembiraan, atau garis yang tegas bisa
menunjukkan semangat perjuangan. Selain itu, pemilihan teknik
[Link]

dasar berkarya rupa (menggambar, melukis, kolase, atau membentuk 3D)


juga harus disesuaikan dengan jenis pesan dan dampak yang ingin
dicapai.
Pada akhirnya, tujuan utama dari karya seni yang berdampak adalah
untuk memberikan efek positif. Dampak ini bisa dimulai dari diri sendiri,
seperti membuat seniman merasa lebih baik setelah mengungkapkan
perasaannya, atau dampak yang lebih luas seperti menginspirasi teman
untuk melakukan kebaikan, atau mengajak komunitas sekolah untuk lebih
peduli lingkungan. Dengan demikian, seni rupa menjadi jembatan
komunikasi visual yang efektif untuk menyuarakan aspirasi dan
membangun kesadaran positif di lingkungan terkecil kita.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Pesan positif apa yang paling ingin saya sampaikan melalui
karya saya? Apakah orang lain bisa menangkap pesan itu dari
karya saya?"
2. "Bagian mana dari proses membuat karya ini yang paling
menantang bagi saya? Bagaimana saya menggunakan
kreativitas untuk mengatasinya?"
3. "Bagaimana karya seni rupa bisa membuat saya merasa lebih baik
atau lebih peduli terhadap lingkungan? Apa yang bisa saya lakukan
dengan karya ini agar dampaknya lebih besar?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi isu atau
perasaan yang relevan dan merumuskan pesan positif yang
jelas melalui karyanya?
2. "Bagaimana tingkat kreativitas peserta didik dalam memadukan
unsur rupa dan teknik untuk mendukung pesan yang ingin
disampaikan?
3. "Sejauh mana peserta didik dapat memahami dan
menjelaskan potensi dampak positif dari karyanya bagi diri
dan lingkungan terkecilnya?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Judul: Seni Berdampak: Karya untuk Kebaikan
Nama Peserta Didik:

Kelas:

Bagian 1: Menggali Inspirasi dan Pesan (Individu/Kelompok) Petunjuk:


Diskusikan atau pikirkan.
1. Pilih 1 dari 3 pilihan di bawah ini sebagai inspirasi karyamu:
o Kejadian Sehari-hari/Lingkungan Sekitar: (Contoh: Teman
yang menolong, sampah di selokan, pohon yang rindang
di taman.)
o Perasaan/Emosi Pribadi: (Contoh: Rasa senang saat bermain,
sedih karena teman sakit, berani mencoba hal baru.)
[Link]

2. Deskripsikan secara singkat inspirasi yang kamu pilih:


3. Pesan Positif apa yang ingin kamu sampaikan melalui karya
senimu?: (Contoh: "Ayo jaga kebersihan!", "Jangan takut
mencoba!", "Mari saling membantu!")
[Link]

Bagian 2: Perencanaan Karya dan Proses (Individu/Kelompok)


1. Judul Karyaku:
2. Jenis Karya: (Lingkari pilihanmu: 2 Dimensi (Gambar/Kolase) / 3 Dimensi
(Patung/Diorama))
3. Unsur Rupa yang Akan Saya Gabungkan: (Pilih dan jelaskan
minimal 3. Contoh: Garis untuk menggambarkan gerakan, Warna
cerah untuk suasana gembira, Tekstur kasar untuk kesan kuat.)
4. Alat dan Bahan yang Saya Butuhkan:
5. Sketsa Awal/Rencana Proses Pembuatan Karya: (Gambarlah atau
tuliskan langkah-langkah dasar pembuatan karyamu di sini.
Bagaimana unsur rupa dan alat/bahan akan kamu gunakan untuk
menyampaikan pesan?)

Bagian 3: Refleksi dan Dampak Karya (Individu)


1. Bagaimana karyamu ini menyampaikan pesan positif yang kamu
inginkan?
2. Menurutmu, bagaimana karyamu ini bisa memberikan dampak positif
bagi dirimu atau orang lain di sekitarmu?
3. Apa yang kamu pelajari tentang kekuatan seni dalam menyampaikan
pesan dari proyek ini?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Proyek dan Presentasi Siswa


Tema: Karya Seni Rupa Berdampak Positif
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4 (Baik)
(Sanga (Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup
t t Baik)
) )
Kurang
)
Pesan Pesan
Pesan Pesan sangat
tidak cukup
kurang Pesan jelas jelas,
1. jelas jelas,
jelas dan positif, kuat,
Kejelasa n atau namun
atau mudah inspiratif,
Pesan tidak kurang
tidak dipahami dan
Positif ada, kuat
menonj audiens. mudah
bahka dampak
o l. memotiva
n n ya.
si
negati
.
f.
Gagasa n
Gagasan
meniru Gagasan
2. cukup Gagasan
atau sangat
Orisinali Gagasa n orisinal, orisinal,
tidak orisinal
tas kurang respons menunjukk
ada dan
Gagasa orisinal, sederha an respons
respons inovatif,
n& respons na kreatif
terhada respons
Respon dangkal terhada terhadap
s p mendala
. p isu/emosi.
isu/emo m dan
isu/emo
si. bermakna
si
.
.
[Link]

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
Mampu
Penggu Cukup Mampu menggun
Pengg
naan menggu menggun a kan dan
u naan
3. unsur n akan a kan dan menggab
unsur
Penggu dan unsur menggab u ngkan
dan
naan teknik dan u ngkan unsur
teknik
Unsur terbata teknik, unsur rupa &
tidak
Rupa & s, menduk rupa & teknik
mendu
Teknik kurang u ng teknik secara
k ung
relevan pesan untuk luar
pesan.
dengan namun memperk biasa,
pesan. belum u at pesan
optimal. pesan. sangat
kuat.
Cukup Memiliki
Potensi Memiliki
Tidak memiliki potensi
dampa potensi
4. ada potensi dampak
k dampak
Potensi potensi dampak positif
minima positif
Dampak dampa positif yang kuat
l atau yang jelas
Positif k atau pada dan
hanya pada diri
Karya bahka diri/lingk inspiratif
dirasak dan
n u ngan pada diri
a n diri lingkunga
negatif terkecil. dan
sendiri. n terkecil.
. lingkunga
n.
Penjelasa
n pesan
Penjela Penjelas Penjelasa
Tidak sangat
5. s an an n pesan
mamp jelas,
Present pesan pesan jelas,
u proses
asi & kurang cukup proses
menjel detail,
Komuni jelas, jelas, diuraikan
a skan komunika
kasi komuni komunik baik,
Pesan pesan si sangat
k asi a si komunika
atau meyakink
buruk. lumayan si efektif.
proses. a n dan
lancar.
antusias.
Skala Likert:
 1 = Sangat Kurang

 2 = Kurang
 3 = Cukup
 4 = Baik
 5 = Sangat Baik
[Link]

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk membuat kampanye seni rupa mini
(misalnya, membuat 3 poster yang berbeda dengan tema dan
pesan yang sama untuk ditempel di mading sekolah).
 Mengajak peserta didik untuk meneliti seniman lokal atau nasional
yang karyanya memiliki dampak sosial atau lingkungan, lalu
mempresentasikan hasil riset mereka.
 Mendorong peserta didik untuk mencoba teknik seni yang lebih
kompleks (misalnya, membuat patung dari bubur kertas, mural
sederhana di dinding kosong kelas/sekolah dengan izin).
Remedial
 Bagi peserta didik yang kesulitan, guru dapat memberikan
bimbingan individual untuk membantu mereka mengidentifikasi isu
atau perasaan yang lebih personal dan sederhana.
 Menyediakan template atau contoh karya dengan pesan yang
jelas dan sederhana untuk diadaptasi atau ditiru terlebih
dahulu.
 Fokus pada satu jenis media dan teknik dasar saja sampai peserta
didik merasa nyaman sebelum beralih ke yang lain.
 Mengadakan sesi diskusi kelompok kecil untuk membantu
peserta didik merumuskan pesan dan ide secara kolaboratif
dengan bantuan guru.

P. Glosarium
1. Respons Artistik: Ungkapan atau reaksi terhadap suatu kejadian,
kondisi, atau perasaan melalui penciptaan karya seni rupa.
2. Dampak Positif: Pengaruh atau efek baik yang dihasilkan oleh
sebuah karya atau tindakan, baik bagi diri sendiri maupun
lingkungan sekitar.
3. Karya Berdampak: Karya seni yang tidak hanya bertujuan
estetika, tetapi juga mengandung pesan atau ajakan yang dapat
memengaruhi pemikiran atau tindakan penikmatnya ke arah
yang lebih baik.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Nurhadi, H. (2018). Seni Budaya dan Keterampilan untuk SD/MI Kelas
V. Jakarta: Pusat Perbukuan.
4. Sumantri, M. (2009). Pendidikan Seni Rupa Anak Sekolah Dasar.
Jakarta: Rineka Cipta.

Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo
[Link]

Sarwi,[Link] Endang Sri


Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009

Anda mungkin juga menyukai