[Link].
COM
Modul Ajar
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: BAHASA INDONESIA
Fase: C
Kelas/Semester: 5/1
Alokasi Waktu: 14 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Keimanan dan
Ketakwaan Penalaran
Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
dengan cara yang interaktif dan membangun kesadaran:
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran, Ibu/Bapak ingin tahu,
siapa yang hari ini sudah melakukan Bangun Tidur dengan semangat?
(Guru bisa meminta siswa untuk mengacungkan jempol). Wah, hebat
sekali! Lalu, siapa yang sudah menunaikan Beribadah pagi ini? (Guru bisa
meminta siswa menceritakan sedikit pengalaman ibadahnya). Bagaimana
dengan Berolahraga? Ada yang sudah bergerak hari ini? (Guru bisa
mengajak siswa melakukan peregangan ringan).
Selanjutnya, sudah siapkah kita Gemar Belajar hari ini? Apa yang
[Link]
membuat kalian semangat belajar? (Guru bisa meminta beberapa siswa
berbagi). Sudahkah kalian mengonsumsi Makan Sehat dan Bergizi pagi ini?
Apa makanan sehat favorit kalian? (Guru bisa memberikan contoh
makanan sehat). Bagaimana dengan
[Link]
Bermasyarakat? Ada yang sudah membantu orang tua atau teman hari
ini? (Guru bisa memberikan apresiasi). Terakhir, Ibu/Bapak harap semua
sudah Tidur Cepat tadi malam agar hari ini segar dan bersemangat. Siapa
yang tidur cukup tadi malam? (Guru bisa menjelaskan pentingnya tidur
cukup)."
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Elemen: Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis informasi dengan mengidentifikasikan
ciri objek, urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai tipe teks
nonfiksi dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang
dibacakan dan/atau didengar), dan audio.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi informasi penting dari teks nonfiksi dan fiksi yang
disajikan secara lisan atau aural (dibacakan/didengar) dengan
tepat.
2. Menganalisis ciri-ciri objek yang dijelaskan dalam teks nonfiksi dan
fiksi yang disajikan secara lisan atau aural.
3. Menyimpulkan urutan proses kejadian dari teks nonfiksi dan
fiksi yang disajikan secara lisan atau aural.
4. Menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai tipe teks
nonfiksi dan fiksi yang disajikan secara lisan atau aural.
5. Membuat peta pikiran atau ringkasan sederhana berdasarkan
informasi yang diperoleh dari teks yang disimak.
6. Mempresentasikan kembali informasi atau nilai-nilai yang
ditemukan dari teks yang disimak dengan bahasa sendiri.
E. Sarana dan Prasarana
1. Speaker/Proyektor
2. Laptop/Komputer
3. Buku cerita/Teks nonfiksi (audio/cetak)
4. Alat tulis dan kertas
5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
F. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)
[Link]
Metode: Diskusi Kelompok, Tanya Jawab, Presentasi, Bermain Peran (jika
memungkinkan)
Pendekatan: Deep Learning, Collaborative Learning, Inquiry-Based Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, fokus pada
suara di sekitar kalian. Apa saja suara yang kalian dengar?
Adakah suara yang sebelumnya tidak kalian sadari?"
Meaningful Learning: "Pernahkah kalian mendengar sebuah cerita
atau informasi yang membuat kalian berpikir keras atau tiba-tiba
mengerti sesuatu yang penting dalam hidup kalian? Apa itu?"
Joyful Learning: "Kalau belajar itu seperti bermain, permainan apa
yang paling kalian sukai dan membuat kalian merasa senang serta
bersemangat?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2: Mengenali Informasi dalam Teks Lisan (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa, mengecek kehadiran, dan
memulai dengan doa.
2. Pemanasan: Guru melakukan pertanyaan pemantik (mindful learning)
untuk membangun fokus siswa.
3. Apersepsi: Guru mengaitkan materi dengan
pengalaman siswa mendengarkan cerita atau informasi
dari lingkungan sekitar.
4. Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, menjadi
pendengar yang baik untuk memahami instruksi atau cerita).
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PBL): Guru memutarkan rekaman audio sebuah
dongeng sederhana atau teks narasi nonfiksi pendek tentang
peristiwa sehari-hari.
2. Identifikasi Masalah (PBL): Guru meminta siswa secara berpasangan
untuk menuliskan apa saja yang mereka dengar dari rekaman
tersebut. Guru membimbing dengan pertanyaan: "Siapa saja
tokohnya?", "Di mana kejadiannya?", "Apa yang terjadi?".
3. Pengumpulan Data (PBL): Siswa mendengarkan kembali rekaman
(jika perlu) untuk mengidentifikasi detail lebih lanjut. Guru
menyediakan daftar kata kunci atau pertanyaan panduan.
4. Pengolahan Data (PBL): Dalam kelompok kecil, siswa mendiskusikan
informasi yang mereka kumpulkan dan mulai mengidentifikasi ciri-
ciri objek (misalnya, sifat tokoh, deskripsi tempat) dan urutan
kejadian. Guru berkeliling, memfasilitasi diskusi, dan memberikan
bimbingan.
5. Verifikasi (PBL): Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi
mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
Guru meluruskan jika ada miskonsepsi.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Guru menanyakan perasaan siswa selama pembelajaran,
[Link]
kesulitan yang dihadapi, dan hal baru yang mereka pelajari.
[Link]
2. Penguatan: Guru merangkum poin-poin penting materi dan
memberikan apresiasi atas partisipasi aktif siswa.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas rumah sederhana, misalnya
meminta siswa menceritakan kembali cerita yang mereka dengar
kepada orang tua atau teman.
Pertemuan 3-4: Menganalisis Ciri Objek dan Urutan Proses (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak melakukan
peregangan ringan (bagian dari 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat: Berolahraga).
2. Apersepsi: Mengingat kembali materi sebelumnya tentang
mengidentifikasi informasi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
joyful learning.
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PBL): Guru memutarkan audio tentang deskripsi suatu
tempat atau proses pembuatan sesuatu (misalnya, "Bagaimana
Cara Terjadinya Hujan?").
2. Identifikasi Masalah (PBL): Siswa dalam kelompok diminta untuk
mendiskusikan ciri-ciri objek yang didengar (misalnya, ciri-ciri awan,
air) dan mencoba menyusun urutan proses kejadian (misalnya,
tahap-tahap terjadinya hujan).
3. Pengumpulan Data (PBL): Siswa diberikan teks tertulis atau
gambar pendukung untuk membantu memvisualisasikan
informasi yang didengar. Mereka juga dapat mencatat kata
kunci penting.
4. Pengolahan Data (PBL): Dengan bimbingan guru, siswa menyusun
peta pikiran atau diagram alur untuk menggambarkan ciri objek
dan urutan proses.
5. Verifikasi (PBL): Kelompok mempresentasikan peta pikiran atau
diagram alur mereka. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab antar
kelompok dan memberikan umpan balik konstruktif.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Siswa merefleksikan keterampilan menganalisis yang
telah mereka latih.
2. Penguatan: Guru memberikan penekanan pada pentingnya
memahami detail dan urutan dalam informasi.
3. Tindak Lanjut: Siswa diminta mencari satu contoh proses
kejadian yang menarik bagi mereka dan mencoba menjelaskan
urutannya.
Pertemuan 5-6: Menemukan Nilai-nilai dalam Teks Fiksi dan Nonfiksi (4
JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan menanyakan tentang 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Bermasyarakat.
2. Apersepsi: Mengulas kembali tentang bagaimana kita bisa
menemukan informasi penting dalam sebuah cerita atau teks.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
meaningful learning.
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PBL): Guru membacakan sebuah cerita fiksi inspiratif
atau teks nonfiksi tentang tokoh pahlawan/penemu.
[Link]
2. Identifikasi Masalah (PBL): Setelah menyimak, siswa secara individu
diminta menuliskan "Apa pesan yang ingin disampaikan oleh
cerita/teks ini?" atau "Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari tokoh
ini?".
3. Pengumpulan Data (PBL): Siswa mendiskusikan jawaban mereka
dalam kelompok. Mereka juga dapat mencari kalimat atau
paragraf kunci yang mendukung nilai-nilai yang ditemukan.
4. Pengolahan Data (PBL): Setiap kelompok membuat daftar nilai-
nilai yang mereka temukan (misalnya, keberanian, kejujuran,
pantang menyerah, tolong-menolong). Mereka juga membuat
contoh perilaku yang mencerminkan nilai tersebut dalam
kehidupan sehari-hari.
5. Verifikasi (PBL): Perwakilan kelompok mempresentasikan nilai-
nilai yang ditemukan. Guru memimpin diskusi kelas untuk
menyamakan persepsi dan memperdalam pemahaman tentang
nilai-nilai positif.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Siswa merefleksikan bagaimana nilai-nilai yang
ditemukan dapat diterapkan dalam kehidupan mereka.
2. Penguatan: Guru menekankan bahwa setiap cerita atau informasi
seringkali mengandung pesan atau nilai penting.
3. Tindak Lanjut: Guru menugaskan siswa untuk mencari satu contoh
tindakan nyata yang bisa mereka lakukan untuk menerapkan salah
satu nilai yang dipelajari.
Pertemuan 7 (2 JP) - Review dan Asesmen Sumatif
Pendahuluan (10 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak mereka
untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen.
2. Review Singkat: Mengulas secara singkat materi yang sudah
dipelajari: mengidentifikasi informasi, menganalisis ciri objek dan
urutan kejadian, serta menemukan nilai-nilai dalam teks
lisan/aural.
Inti (70 menit)
1. Asesmen Sumatif: Guru memberikan asesmen sumatif yang
mencakup seluruh tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
(misalnya, mendengarkan sebuah teks panjang dan menjawab
pertanyaan komprehensif, atau membuat ringkasan/peta pikiran
dari teks yang didengar).
Penutup (10 menit)
1. Refleksi: Siswa menuliskan refleksi singkat tentang proses belajar
mereka selama beberapa pertemuan terakhir.
2. Penghargaan: Guru memberikan apresiasi atas usaha dan partisipasi
siswa.
3. Informasi: Guru memberikan informasi mengenai pembelajaran
selanjutnya.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
Observasi Selama Diskusi Kelompok: Guru mengamati keaktifan,
kolaborasi, dan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi,
menganalisis, dan menyimpulkan informasi. (Skala: Kurang, Cukup,
Baik, Sangat Baik)
[Link]
Respons Lisan/Tertulis Singkat: Jawaban siswa terhadap
pertanyaan pemantik atau pertanyaan guru selama proses
pembelajaran.
Peta Pikiran/Diagram Alur Sederhana: Penilaian terhadap
kemampuan siswa dalam mengorganisir informasi dari teks
yang disimak.
[Link]
Jurnal Belajar: Siswa menuliskan hal-hal yang mereka pelajari,
kesulitan, dan pertanyaan yang muncul.
Asesmen Sumatif
Tes Menyimak: Peserta didik menyimak sebuah teks (nonfiksi/fiksi)
yang dibacakan atau melalui audio, kemudian menjawab
pertanyaan pemahaman yang mencakup identifikasi ciri objek,
urutan proses kejadian, dan nilai-nilai yang terkandung. (Bentuk:
Pilihan Ganda, Isian Singkat, Uraian)
Proyek Mini (Presentasi Individu/Kelompok): Siswa membuat
ringkasan atau presentasi singkat berdasarkan teks yang mereka
dengar, menyoroti informasi penting dan nilai-nilai yang
diperoleh.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami dan menganalisis informasi dari apa yang kita dengar atau
baca bukan hanya tentang mengingat fakta, tetapi juga tentang
memahami esensi, menghubungkan ide-ide, dan mengambil pelajaran
berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Dengan begitu, kita
tidak hanya menjadi pendengar yang pasif, tetapi juga pemikir yang kritis
dan pembelajar sejati. Kemampuan menyimak yang baik akan membantu
kita dalam berkomunikasi, memecahkan masalah, dan berinteraksi secara
efektif di masyarakat.
L. Materi Bahan Ajar
Materi pembelajaran ini berfokus pada keterampilan menyimak secara aktif
dan kritis terhadap berbagai jenis teks, baik fiksi maupun nonfiksi. Teks
fiksi, seperti dongeng atau cerita rakyat, seringkali mengandung pesan
moral dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil pelajarannya,
mengajarkan tentang kejujuran, keberanian, atau pentingnya
persahabatan. Sementara itu, teks nonfiksi, seperti berita atau penjelasan
tentang suatu proses, membekali peserta didik dengan fakta, informasi,
dan pemahaman tentang dunia nyata, serta melatih kemampuan mereka
dalam mengidentifikasi detail dan urutan kejadian.
Pentingnya menyimak tidak hanya terbatas pada pemahaman isi, tetapi
juga melibatkan kemampuan menganalisis struktur informasi, seperti
mengidentifikasi ciri-ciri spesifik dari objek yang dideskripsikan, atau
menyusun kembali urutan kronologis sebuah peristiwa. Keterampilan ini
membentuk fondasi bagi penalaran kritis dan pemecahan masalah.
Melalui latihan mendengarkan dan mengolah informasi ini, peserta didik
diajak untuk tidak hanya menerima informasi apa adanya, melainkan
menggali lebih dalam makna dan relevansinya.
Pada akhirnya, pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan
pemahaman yang mendalam (deep learning), di mana peserta didik tidak
hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami bagaimana informasi
saling berkaitan, mengapa sebuah peristiwa terjadi, dan bagaimana nilai-
nilai dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian,
kemampuan menyimak menjadi jembatan menuju pemikiran analitis,
kreativitas, dan kolaborasi dalam belajar.
M. Refleksi
[Link]
Refleksi Peserta Didik
[Link]
1. Hal baru apa yang saya pelajari tentang cara menyimak informasi
yang efektif hari ini?
2. Bagian mana dari pembelajaran yang paling saya sukai dan
mengapa?
3. Kesulitan apa yang saya alami saat belajar hari ini, dan
bagaimana saya mengatasinya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran? Jika tidak, apa penyebabnya dan bagaimana saya
bisa meningkatkan partisipasi mereka di pertemuan berikutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Indikator
apa yang menunjukkan keberhasilan atau ketidakberhasilan?
3. Bagian mana dari rencana pembelajaran yang perlu
disesuaikan atau ditingkatkan untuk pembelajaran
selanjutnya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Analisis Teks "Petualangan Kiki si Kucing Pemberani"
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi ciri objek, urutan proses
kejadian, dan nilai-nilai dari teks fiksi yang disimak.
Petunjuk:
1. Dengarkan baik-baik cerita "Petualangan Kiki si Kucing
Pemberani" yang akan dibacakan oleh guru atau diputar
melalui audio.
2. Kerjakan tugas-tugas di bawah ini secara berkelompok.
Tugas 1: Mengidentifikasi Tokoh dan Latar
Siapakah tokoh utama dalam cerita ini? Sebutkan ciri-ciri
fisiknya dan sifatnya.
Di mana saja peristiwa dalam cerita ini terjadi? Jelaskan latar
tempatnya.
Tugas 2: Urutan Peristiwa
Susunlah kembali urutan kejadian penting dalam cerita ini dari
awal sampai akhir menggunakan kalimatmu sendiri.
Tugas 3: Menemukan Nilai-nilai
Nilai-nilai positif apa yang dapat kamu temukan dalam cerita
"Petualangan Kiki si Kucing Pemberani"? Berikan contoh perilaku
dari cerita yang mencerminkan nilai tersebut.
Tugas 4: Diskusi Kelompok dan Presentasi
Diskusikan jawaban kalian dalam kelompok.
Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil diskusi
kelompokmu kepada teman-teman lain di kelas.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan
Presentasi Siswa
[Link]
Kriteri Skala Skala
Skala 2 Skala Skala
a 1 5
(Kurang 3 4
Penilai (Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
an t t Baik)
)
Kurang
)
Menyeb
ut kan
A. Menyebu
Hanya Menyeb Menyebu nama
Identifi t kan
menyeb ut kan t kan tokoh/lat
kasi nama
ut kan nama nama ar
Ciri tokoh/lat
nama tokoh/lat tokoh/lat dengan
Objek ar
tokoh/lat ar ar ciri-ciri
(Tokoh dengan
ar dengan dengan lengkap,
& Latar) ciri-ciri
tanpa sedikit beberapa jelas,
lengkap
ciri. ciri. ciri. dan
dan
analisis
jelas.
mendala
m.
Menyus
Menyus Menyusu Menyusun
un
un n urutan urutan
urutan
B. Tidak urutan peristiwa peristiwa
peristiw
Urutan dapat peristiw dengan secara
a
Proses menyus a, tetapi beberap runtut
secara
Kejadia un banyak a dan
n runtut,
urutan yang kesalaha lengkap,
lengkap
peristiw salah n kecil hampir
,
a. atau atau tanpa
akurat,
tidak kurang kesalahan
dan
lengkap. lengkap. .
sangat
detail.
Menemu
Menemu k an
Menemu
k an nilai-
Menemu k an
Tidak beberap nilai
k an 1 beberapa
C. dapat a nilai, yang
nilai, nilai
Penem menemu cukup relevan
tetapi yang
uan k an tepat, dan
kurang relevan
Nilai- nilai- dengan mendala
tepat dengan
nilai nilai contoh m,
atau contoh
dalam yang didukun
tanpa yang
cerita. kurang g contoh
contoh. menduku
relevan. spesifik
n g.
dan
argume
n kuat.
Berparti Berparti
Tidak Berpartisi Berpartisi
si pasi si pasi
ada p asi p asi
D. sangat sangat
partisipa cukup aktif,
[Link]
Kolabor
sedikit, aktif,
asi s i atau aktif, mendeng
sering memim
Kelomp cenderu kadang a rkan
mengab pi n
ok n g pasif mendeng dan
ai kan diskusi,
dalam a rkan ide mengharg
ide dan
kelompo anggota ai ide
anggota mengins
k lain. anggota
lain. p irasi
. lain.
[Link]
Kriteri Skala Skala
Skala 2 Skala Skala
a 1 5
(Kurang 3 4
Penilai (Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
an t t Baik)
)
Kurang
)
anggot
a lain.
Present Presenta
Presentas
Tidak a si Presentas si
i cukup
E. presenta kurang i jelas, sangat
jelas, ada
Kualita s i atau jelas, sistematis jelas,
sedikit
s presenta tidak , percaya sistemati
keraguan
Present si sistemat diri, dan s
asi , namun
sangat i s, dan mudah ,
dapat
tidak kurang dipahami. sangat
dipahami
jelas. percaya percay
.
diri. a diri,
dan
sangat
menari
k.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran
dengan sangat baik, guru dapat memberikan teks yang lebih
kompleks (baik fiksi maupun nonfiksi) untuk disimak dan dianalisis
lebih dalam.
Peserta didik dapat diminta untuk membuat cerita fiksi atau
nonfiksi pendek berdasarkan inspirasi dari materi yang telah
disimak, kemudian membacakan atau merekamnya.
Membuat podcast sederhana tentang topik tertentu berdasarkan
informasi yang mereka kumpulkan dari berbagai sumber lisan.
Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran,
guru akan memberikan pendampingan individual atau
kelompok kecil.
Guru dapat memutarkan ulang teks yang sama atau teks yang lebih
sederhana, kemudian membimbing peserta didik langkah demi
langkah dalam mengidentifikasi informasi, ciri objek, urutan
kejadian, dan nilai-nilai.
Menggunakan visual aids atau media pembelajaran lain yang
lebih konkret untuk membantu pemahaman.
P. Glosarium
[Link]
Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal
fakta, sehingga siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dalam
berbagai konteks.
Teks Aural: Teks atau informasi yang disajikan dalam bentuk
suara atau yang dibacakan/didengar.
[Link]
Peta Pikiran: Diagram yang digunakan untuk merepresentasikan
ide, kata, tugas, atau konsep yang dihubungkan dan disusun di
sekitar kata kunci atau ide sentral.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kemendikbud. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
4. Fadel, C., & Trilling, B. (2015). 21st Century Skills: Learning for Life in
Our Times. Jossey-Bass.
Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo
Sarwi,[Link] Endang Sri
Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009
[Link]
Modul Ajar
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: BAHASA INDONESIA
Fase: C
Kelas/Semester: 5/1
Alokasi Waktu: 16 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Keimanan dan
Ketakwaan Penalaran
Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
Kesehatan
Kewargaan
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
dengan cara yang interaktif dan membangun kesadaran:
"Selamat pagi anak-anak hebat! Sebelum kita mulai belajar hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang sudah Bangun Tidur dengan semangat
pagi ini? Angkat tangan! (Guru bisa mengajak siswa peregangan ringan).
Lalu, siapa yang sudah menunaikan Beribadah pagi ini? Apa yang kamu
rasakan setelah beribadah? (Guru bisa meminta siswa berbagi).
Bagaimana dengan Berolahraga? Ada yang sudah bergerak atau bermain
[Link]
hari ini? (Guru bisa mengajak siswa melakukan peregangan ringan
bersama). Sudah siapkah kita Gemar Belajar hari ini? Apa yang membuat
kalian bersemangat untuk belajar hal baru? (Guru bisa meminta beberapa
siswa berbagi). Sudahkah kalian mengonsumsi Makan Sehat dan Bergizi
pagi ini?
[Link]
Penting sekali untuk mengisi energi! (Guru bisa memberikan contoh
makanan sehat). Bagaimana dengan Bermasyarakat? Adakah yang sudah
membantu orang tua atau teman hari ini? (Guru bisa memberikan
apresiasi). Terakhir, siapa yang tadi malam Tidur Cepat dan cukup? Tidur
yang cukup membuat kita segar dan fokus belajar, lho! (Guru bisa
menjelaskan pentingnya tidur cukup)."
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Elemen: Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola
kombinasi huruf dalam kata dengan fasih dan indah. Peserta didik mampu
memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan
karakter. Peserta didik mampu menganalisis informasi dari berbagai tipe
teks serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dari teks visual
dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu membaca hasil pengamatan.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Membaca kata-kata dengan pola kombinasi huruf yang
bervariasi secara fasih dan intonasi yang tepat.
2. Memahami informasi tersurat dan tersirat dari berbagai tipe
teks (visual dan/atau audiovisual).
3. Mengidentifikasi kosakata baru beserta makna denotatif,
konotatif, dan kiasan dalam teks.
4. Menganalisis ciri-ciri objek, fenomena, dan karakter yang
dijelaskan dalam teks visual dan/atau audiovisual.
5. Menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (visual
dan/atau audiovisual).
6. Memirsa (menelaah visual) informasi dari gambar atau
video dan mengaitkannya dengan teks.
7. Mempresentasikan hasil pengamatan dan analisis informasi dari
teks visual dan/atau audiovisual dengan bahasa yang komunikatif.
E. Sarana dan Prasarana
1. Buku teks Bahasa Indonesia/Buku cerita bergambar
2. Proyektor dan layar
3. Laptop/Tablet dengan koneksi internet
4. Speaker
5. Alat tulis dan kertas gambar
[Link]
F. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL)
Metode: Diskusi Kelompok, Eksplorasi Mandiri, Presentasi, Bermain Peran
(jika relevan)
Pendekatan: Deep Learning, Collaborative Learning, Inquiry-Based
Learning, Contextual Teaching and Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba amati sejenak buku atau gambar di depan
kalian. Warna apa yang paling menonjol? Bentuk apa yang kalian
lihat? Apakah ada detail kecil yang belum pernah kalian sadari
sebelumnya?"
Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membaca sebuah cerita
atau melihat sebuah film yang membuat kalian merasa 'Wow, ini
penting sekali!' atau 'Aku harus melakukan ini!'? Apa yang
membuat cerita atau film itu begitu berkesan?"
Joyful Learning: "Kalau membaca atau melihat gambar itu seperti
petualangan, petualangan seperti apa yang paling kalian impikan
dan mengapa? Apa yang membuat kalian merasa senang saat
menemukan hal baru dari sebuah bacaan atau gambar?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2: Membaca Fasih dan Memahami Kosakata (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa, mengecek kehadiran, dan
memulai dengan doa.
2. Pemanasan: Guru melakukan pertanyaan pemantik mindful learning
untuk membangun fokus siswa pada detail visual dan teks.
3. Apersepsi: Guru mengaitkan pentingnya membaca fasih
dengan pemahaman cerita atau informasi.
4. Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
membaca fasih dalam kehidupan sehari-hari.
Inti (60 menit)
1. Penentuan Pertanyaan Dasar (PjBL): Guru menampilkan beberapa
kalimat atau paragraf pendek dengan beragam pola kombinasi
huruf. Guru bertanya: "Bagaimana cara kita membaca kata-kata ini
dengan benar dan indah?" dan "Apa yang terjadi jika kita tidak
memahami makna kata-kata yang kita baca?".
2. Mendesain Perencanaan Proyek (PjBL): Siswa dibagi dalam kelompok.
Setiap kelompok diberikan teks pendek (puisi anak/deskripsi
sederhana) yang
[Link]
akan mereka latih cara membacanya dengan fasih. Guru juga
menugaskan untuk menemukan kosakata baru.
3. Penyusunan Jadwal (PjBL): Guru dan siswa menyepakati jadwal
untuk latihan membaca dan mencari makna kata.
4. Pelaksanaan Proyek (PjBL): Siswa berlatih membaca dalam
kelompok, saling mengoreksi pelafalan dan intonasi. Mereka
juga mencari makna kosakata baru menggunakan kamus atau
bertanya pada guru. Guru berkeliling, memberikan bimbingan,
dan meluruskan kesalahan.
5. Memantau Kemajuan (PjBL): Guru meminta setiap kelompok untuk
membaca sebagian teks di depan kelas dan menanyakan makna
kosakata yang ditemukan. Guru memberikan umpan balik
langsung.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Guru menanyakan perasaan siswa selama belajar,
kesulitan dalam membaca fasih atau menemukan makna kata.
2. Penguatan: Guru merangkum pentingnya membaca fasih dan
memahami kosakata.
3. Tindak Lanjut: Siswa ditugaskan untuk membaca satu paragraf
dari buku cerita di rumah dan menemukan 3 kata baru beserta
maknanya.
Pertemuan 3-4: Menganalisis Informasi dari Teks Visual/Audiovisual (4
JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak melakukan
peregangan ringan (bagian dari 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat: Berolahraga).
2. Apersepsi: Mengingat kembali pentingnya memahami makna
kata saat membaca atau memirsa.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
joyful learning.
Inti (60 menit)
1. Penentuan Pertanyaan Dasar (PjBL): Guru menampilkan gambar
berseri atau memutarkan video pendek (misalnya, tentang daur
hidup kupu-kupu atau proses terjadinya hujan). Guru bertanya:
"Informasi apa yang bisa kita dapatkan hanya dengan melihat
gambar/video ini?" dan "Bagaimana kita bisa mengetahui ciri-ciri
objek atau urutan kejadian dari sini?".
2. Mendesain Perencanaan Proyek (PjBL): Siswa dalam kelompok
diminta untuk menganalisis gambar/video tersebut. Mereka
diminta mengidentifikasi objek, fenomena, dan mencoba
menyusun urutan proses. Guru meminta mereka menyiapkan
poster atau presentasi visual sederhana.
3. Penyusunan Jadwal (PjBL): Siswa merencanakan bagaimana mereka
akan menganalisis gambar/video dan membuat visualisasi
hasilnya.
4. Pelaksanaan Proyek (PjBL): Siswa secara kolaboratif mengamati
detail dalam gambar/video. Mereka mencatat ciri-ciri objek
(warna, bentuk, fungsi) dan urutan kejadian. Mereka mulai
mendesain poster atau storyboard untuk presentasi.
5. Memantau Kemajuan (PjBL): Guru memfasilitasi diskusi
kelompok, memastikan setiap anggota berkontribusi, dan
[Link]
memberikan saran untuk analisis yang lebih dalam.
Penutup (15 menit)
[Link]
1. Refleksi: Siswa merefleksikan bagaimana gambar/video dapat
memberikan informasi yang kaya.
2. Penguatan: Guru menekankan pentingnya memerhatikan detail
visual untuk memahami informasi.
3. Tindak Lanjut: Siswa diminta mencari satu gambar menarik
dari koran/majalah dan menuliskan 3 informasi yang mereka
dapatkan dari gambar tersebut.
Pertemuan 5-6: Menemukan Nilai-nilai dalam Teks Sastra
Visual/Audiovisual (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan menanyakan tentang 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Bermasyarakat.
2. Apersepsi: Mengulas kembali bagaimana kita bisa menemukan
informasi dari gambar atau video.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
meaningful learning.
Inti (60 menit)
1. Penentuan Pertanyaan Dasar (PjBL): Guru menampilkan kutipan dari
komik anak-anak, film animasi pendek, atau ilustrasi cerita rakyat.
Guru bertanya: "Apa pesan yang ingin disampaikan oleh
cerita/gambar ini?" dan "Pelajaran berharga apa yang bisa kita
ambil untuk kehidupan kita?".
2. Mendesain Perencanaan Proyek (PjBL): Siswa dibagi menjadi
kelompok. Setiap kelompok ditugaskan untuk menganalisis nilai-
nilai moral yang terkandung dalam teks sastra visual/audiovisual
yang diberikan. Hasilnya akan dipresentasikan dalam bentuk role
play atau pantomim sederhana.
3. Penyusunan Jadwal (PjBL): Siswa merencanakan skenario role play
atau gerakan pantomim yang mencerminkan nilai-nilai yang
mereka temukan.
4. Pelaksanaan Proyek (PjBL): Siswa berdiskusi tentang pesan moral
atau nilai-nilai dalam teks/visual. Mereka kemudian
mengembangkan skenario role play atau pantomim yang
menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
5. Memantau Kemajuan (PjBL): Guru memfasilitasi kelompok dalam
mengembangkan skenario, memastikan mereka memahami nilai-
nilai yang akan disampaikan, dan membantu dengan ide-ide
kreatif.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Siswa merefleksikan bagaimana seni dan
cerita dapat menyampaikan pesan moral yang kuat.
2. Penguatan: Guru menekankan bahwa setiap cerita memiliki
makna dan pelajaran yang bisa diambil.
3. Tindak Lanjut: Siswa ditugaskan untuk menuliskan satu nilai baik
yang mereka dapatkan hari ini dan bagaimana mereka akan
menerapkannya di rumah.
Pertemuan 7-8: Membaca Hasil Pengamatan dan Presentasi Proyek (4
JP)
Pendahuluan (15 menit)
[Link]
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak mereka
untuk mempersiapkan diri menampilkan hasil proyek.
2. Apersepsi: Mengulas kembali pentingnya membaca,
memirsa, dan menemukan nilai.
Inti (60 menit)
1. Evaluasi Pengalaman (PjBL): Setiap kelompok mempresentasikan
hasil proyek mereka (membaca fasih, poster analisis visual, role
play nilai-nilai).
2. Presentasi Hasil (PjBL): Guru memberikan kesempatan kepada
kelompok lain untuk memberikan pertanyaan dan umpan balik
konstruktif. Guru memfasilitasi diskusi dan meluruskan konsep
yang kurang tepat.
3. Refleksi Diri dan Kelompok (PjBL): Siswa secara individu dan
kelompok merefleksikan proses belajar dan hasil proyek mereka.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Akhir: Guru memimpin diskusi tentang seluruh
proses pembelajaran, tantangan, dan keberhasilan.
2. Penghargaan: Guru memberikan apresiasi atas usaha,
kreativitas, dan partisipasi siswa.
3. Informasi: Guru memberikan informasi mengenai pembelajaran
selanjutnya.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
Observasi Membaca Fasih: Guru mengamati kelancaran,
intonasi, dan pelafalan siswa saat membaca teks. (Skala:
Belum Mahir, Cukup Mahir, Mahir, Sangat Mahir).
Catatan Kosakata Baru: Siswa mengumpulkan daftar kosakata
baru yang ditemukan beserta maknanya.
Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi, kemampuan analisis, dan
kolaborasi siswa dalam kelompok saat menganalisis teks
visual/audiovisual.
Draf Proyek: Penilaian terhadap poster, storyboard, atau skenario role
play
yang dibuat kelompok.
Asesmen Sumatif
Tes Membaca dan Memahami: Peserta didik membaca teks
(fiksi/nonfiksi) dan menjawab pertanyaan pemahaman yang
mencakup identifikasi informasi, ciri objek/fenomena/karakter,
makna kosakata, dan nilai-nilai. (Bentuk: Pilihan Ganda, Isian
Singkat, Uraian).
Presentasi Proyek Akhir: Penilaian terhadap kualitas presentasi
(membaca fasih, analisis visual, dan penampilan role play nilai-nilai)
serta kemampuan menjawab pertanyaan.
K. Pemahaman Bermakna
Membaca dan memirsa (menelaah visual) bukan sekadar aktivitas
mengisi waktu luang, melainkan gerbang untuk memahami dunia di sekitar
kita. Dengan kemampuan ini, kita bisa menyelami informasi dari berbagai
sumber, baik dari teks yang kita baca maupun dari gambar atau video
yang kita lihat. Ini adalah kemampuan esensial untuk menjadi pembelajar
[Link]
sejati yang kritis dan mandiri. Kita tidak hanya sekadar mengetahui apa
yang tertulis atau terlihat, tetapi juga mampu menggali makna mendalam,
mengenali pesan tersembunyi, dan
[Link]
mengambil pelajaran berharga yang bisa diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Pemahaman mendalam ini membentuk pondasi penalaran
kritis dan kreativitas.
L. Materi Bahan Ajar
Materi pembelajaran ini berpusat pada pengembangan keterampilan
membaca dan memirsa secara komprehensif, mulai dari kemampuan dasar
membaca kata dengan fasih hingga analisis informasi yang kompleks.
Membaca fasih melibatkan penguasaan berbagai pola kombinasi huruf,
intonasi, dan pemenggalan kata yang tepat, yang merupakan fondasi
penting untuk memahami makna bacaan. Selain itu, peserta didik akan
diajak untuk memahami nuansa makna kosakata, termasuk makna
denotatif (makna sebenarnya), konotatif (makna tambahan berdasarkan
perasaan/asosiasi), dan kiasan, yang memperkaya pemahaman mereka
terhadap teks.
Aspek memirsa tidak kalah penting, di mana peserta didik dilatih untuk
menganalisis informasi dari teks visual dan audiovisual. Ini berarti mereka
tidak hanya melihat gambar atau video, tetapi juga mampu
mengidentifikasi ciri-ciri objek, fenomena, dan karakter, serta menyusun
urutan kejadian yang disajikan secara visual. Keterampilan ini sangat
relevan di era digital saat ini, di mana informasi seringkali disajikan dalam
bentuk multimoda. Melalui latihan ini, siswa belajar untuk menjadi
pembaca dan pemirsa yang aktif dan kritis, tidak hanya menerima
informasi pasif.
Terakhir, pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk menemukan
nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra, baik yang disajikan secara
visual maupun audiovisual. Teks sastra seringkali menjadi medium yang
kuat untuk menyampaikan pesan moral, etika, dan nilai-nilai kehidupan.
Dengan menganalisis nilai-nilai ini, peserta didik tidak hanya
meningkatkan pemahaman literatur, tetapi juga mengembangkan empati,
penalaran moral, dan kemampuan untuk mengaitkan pelajaran dari cerita
dengan pengalaman hidup mereka sendiri, sehingga menghasilkan
pemahaman yang bermakna dan mendalam (deep learning).
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian paling menantang dari proses membaca atau
memirsa hari ini, dan bagaimana saya mengatasinya?
2. Informasi atau nilai apa yang paling berkesan bagi saya dari
pembelajaran hari ini?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan keterampilan membaca dan
memirsa yang saya pelajari hari ini dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan membaca fasih dan analisis visual dapat
meningkatkan pemahaman peserta didik secara signifikan?
2. Bagaimana saya dapat memfasilitasi diskusi kelompok agar lebih
mendalam dalam menemukan nilai-nilai dalam teks?
[Link]
3. Apa strategi terbaik untuk membantu peserta didik yang
kesulitan dalam mengidentifikasi makna kosakata baru atau
menganalisis informasi kompleks?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: "Menganalisis Kisah Kancil dan Siput" (Teks Audiovisual)
Tujuan: Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru,
mengidentifikasi ciri karakter, dan menemukan nilai-nilai dari teks sastra
audiovisual yang disajikan.
Petunjuk:
1. Saksikan video animasi pendek "Kisah Kancil dan Siput" yang
akan diputar oleh guru.
2. Kerjakan tugas-tugas di bawah ini secara berkelompok.
Tugas 1: Kosakata dan Makna
Tuliskan 3 kata baru atau ungkapan menarik yang kalian dengar
atau lihat di video.
Diskusikan dalam kelompok, apa makna denotatif dan/atau
konotatif dari kata/ungkapan tersebut.
Tugas 2: Ciri Karakter dan Fenomena
Identifikasi ciri-ciri fisik dan sifat dari tokoh Kancil dan Siput.
Bagaimana mereka berbeda?
Bagaimana Kancil bisa kalah dalam perlombaan? Jelaskan urutan
kejadian yang menyebabkan kekalahannya.
Tugas 3: Nilai-nilai Kehidupan
Nilai-nilai apa yang dapat kalian pelajari dari cerita "Kancil
dan Siput"? (Contoh: kesombongan, kecerdikan, kerja keras).
Berikan contoh adegan dalam video yang mencerminkan nilai-nilai
tersebut.
Tugas 4: Diskusi Kelompok dan Presentasi (Bermain Peran Singkat)
Diskusikan jawaban kalian dalam kelompok.
Siapkan sebuah adegan singkat dari cerita "Kancil dan Siput"
yang paling menonjolkan nilai moral. Perankan di depan kelas!
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilai (Sanga (Sanga
(Kurang (Cukup (Baik)
an t t Baik)
) )
Kurang
)
Tidak dapat Mengiden Mengidenti Mengiden
A. Mengiden
mengide tifikasi fikasi tifikasi
Pemah tifikasi
n tifikasi beberap kosakata kosakat
aman kosakata
kosakata a baru a baru
Kosaka , makna
kosakata dengan dengan
, makna
[Link]
Kriteri Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4
a 1 5
(Kurang 3 (Baik)
Penilai (Sanga (Sanga
) (Cukup
an t t Baik)
)
Kurang
)
ta & atau kuran cukup makna makna
Makna maknan g tepat. denotatif/ denotati
ya tepat. k onotatif f,
salah. yang konotati
tepat. f, dan
kiasan
yang
sangat
tepat.
Mengide
n tifikasi
Menyeb Menyeb ciri
B. Mengiden
ut kan ut kan karakter
Identifi Hanya ti fikasi
nama ciri secara
kasi menyeb ciri
tokoh/fe tokoh/fe mendala
Ciri ut kan karakter
n omena n omena m, serta
Karakte nama dan
dengan dan mengan
r& tokoh/fe urutan
Fenom sedikit urutan al isis
n omena kejadian
ena ciri/uruta kejadian urutan
tanpa dengan
n tidak cukup kejadian
ciri. jelas dan
lengkap. lengkap. dengan
akurat.
detail
dan
akurat.
Menemu
Menemu
Menemuk k an
k an
an nilai-
Tidak Menemu beberap
beberapa nilai
C. dapat k an 1 a nilai,
nilai yang yang
Penem menemu nilai, cukup
relevan relevan
uan k an tetapi tepat,
dengan dan
Nilai- nilai- kurang dengan
nilai contoh mendala
nilai tepat contoh
yang m,
dalam atau yang
menduku didukun
cerita. tanpa kurang
n g. g contoh
contoh. relevan.
spesifik
dari
video.
Berparti Berparti Berparti
Tidak Berpartisi
si pasi si pasi si pasi
ada p asi
D. sangat cukup sangat
partisipa aktif,
Kolabo sedikit, aktif, aktif,
si atau mendeng
rasi sering kadang memim
cenderu a rkan
Kelomp mengab menden pi n
n g pasif dan
[Link]
ok
ai kan g arkan diskusi,
dalam mengharg
ide ide dan
kelompo ai ide
anggota anggota mengins
k anggota
lain. lain. p irasi
. lain.
[Link]
Kriteri Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4
a 1 5
(Kurang 3 (Baik)
Penilai (Sanga (Sanga
) (Cukup
an t t Baik)
)
Kurang
)
anggot
a lain.
Penampil
an sangat
jelas,
Penampi sistematis
E. Penampil
Tidak l an Penampil , sangat
Kualita an cukup
presenta kurang a n jelas, percaya
s jelas,
s i atau jelas, sistematis diri,
Present ada
penampi tidak , percaya sangat
asi sedikit
l an sistemati diri, dan menarik,
(Bermai keragua
sangat s mudah dan
n n,
Peran) tidak , dan dipahami. pesan
namun
jelas. kurang tersamp
dapat
percay ai kan
dipahami
a diri. dengan
.
baik.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran
dengan sangat baik, guru dapat memberikan teks/video yang lebih
kompleks dengan kiasan atau makna konotatif yang lebih
mendalam untuk dianalisis.
Peserta didik dapat diminta untuk membuat komik sederhana atau
storyboard
cerita sendiri yang mengandung nilai moral.
Mengajak siswa untuk menjadi "detektif kata" dengan mencari dan
menjelaskan makna kata-kata sulit dari berbagai sumber bacaan di
luar kelas.
Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran,
guru akan memberikan pendampingan individual atau
kelompok kecil.
Guru dapat menggunakan teks/video yang lebih pendek dan
sederhana, fokus pada satu aspek tujuan pembelajaran pada
satu waktu (misalnya, hanya fokus pada ciri karakter terlebih
dahulu).
Melakukan latihan membaca berulang dengan bimbingan
langsung, serta menggunakan kartu bergambar untuk
membantu pemahaman kosakata.
[Link]
P. Glosarium
Fasih: Mampu membaca atau mengucapkan kata-kata dengan
lancar, jelas, dan benar.
[Link]
Makna Denotatif: Makna dasar atau arti sebenarnya dari sebuah
kata, sesuai kamus.
Makna Konotatif: Makna tambahan atau perasaan yang melekat
pada sebuah kata di luar makna dasarnya, seringkali
berdasarkan pengalaman atau budaya.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kemendikbud. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
4. Rahayu, M. (2018). Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta:
PT Gramedia
Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo
Sarwi,[Link] Endang Sri
Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009
[Link]
Modul Ajar
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: BAHASA INDONESIA
Fase: C
Kelas/Semester: 5/2
Alokasi Waktu: 16 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
dengan cara yang interaktif dan membangun kesadaran:
"Selamat pagi anak-anak hebat! Ibu/Bapak senang sekali melihat kalian
penuh semangat hari ini. Sebelum kita mulai belajar, Ibu/Bapak mau tahu,
siapa yang pagi ini sudah Bangun Tidur dengan senyum ceria? (Guru bisa
meminta siswa mengacungkan jempol). Wah, hebat! Lalu, siapa yang
sudah menunaikan Beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kamu
doakan pagi ini? (Guru bisa meminta siswa berbagi singkat). Bagaimana
dengan Berolahraga? Ada yang sudah melakukan gerakan ringan atau
lari-lari kecil? (Guru bisa mengajak siswa peregangan ringan bersama).
[Link]
Sudah siapkah kita Gemar Belajar hal-hal baru yang menyenangkan? Apa
yang membuat kalian ingin terus belajar? (Guru bisa meminta
[Link]
beberapa siswa berbagi). Jangan lupa, sudahkah kalian mengonsumsi
Makan Sehat dan Bergizi untuk mengisi energi? Sarapan apa tadi pagi?
(Guru bisa memberikan contoh makanan sehat). Bagaimana dengan
Bermasyarakat? Adakah yang sudah membantu orang tua atau teman di
rumah sebelum ke sekolah? (Guru bisa memberikan apresiasi). Terakhir,
Ibu/Bapak harap semua sudah Tidur Cepat tadi malam agar hari ini segar
dan fokus. Siapa yang merasa cukup tidurnya tadi malam? (Guru bisa
menjelaskan pentingnya tidur cukup untuk konsentrasi)."
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Elemen: Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan
menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks.
Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang
tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu
menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu
menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri
dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra
dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu
mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan
logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara
kreatif.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan
menghibur dan meyakinkan dengan ekspresi yang sesuai.
2. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan secara tepat dalam berbicara.
3. Memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya dan
konteks komunikasi.
4. Berbicara dengan fasih, intonasi yang tepat, dan santun.
5. Menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi secara
indah dan menarik melalui karya sastra lisan (misalnya
mendongeng, mendeklamasikan puisi).
6. Mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, atau pengalaman
secara logis, sistematis, efektif, dan kritis.
7. Mempresentasikan imajinasi secara kreatif melalui berbagai bentuk
lisan atau visual (misalnya menceritakan ulang cerita fantasi
dengan alat peraga).
E. Sarana dan Prasarana
1. Buku cerita/Dongeng (cetak atau digital)
2. Proyektor dan layar
3. Panggung mini/Area presentasi
4. Alat peraga sederhana (boneka tangan, kostum, benda-benda
[Link]
sekitar)
[Link]
5. Papan tulis/Flipchart dan spidol warna
F. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Discovery Learning
Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran/Simulasi, Latihan Presentasi,
Tanya Jawab
Pendekatan: Deep Learning, Communicative Approach, Contextual
Teaching and Learning, Experiential Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan kalian
sedang berbicara di depan banyak orang. Apa yang kalian
rasakan? Suara seperti apa yang ingin kalian dengar dari diri kalian
saat itu?"
Meaningful Learning: "Pernahkah kalian mendengar seseorang
bercerita atau berpidato yang membuat kalian terpukau dan ingin
mendengar lagi? Apa yang membuat pembicaraan itu begitu
berkesan dan mengubah cara pandangmu?"
Joyful Learning: "Jika berbicara itu seperti sihir, sihir apa yang ingin
kalian lakukan dengan kata-kata kalian? Misalnya, membuat orang
tertawa, terharu, atau bersemangat?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2: Menyampaikan Informasi untuk Menghibur dan
Meyakinkan (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa, mengecek kehadiran, dan
memulai dengan doa.
2. Pemanasan: Guru melakukan pertanyaan pemantik mindful learning
untuk membangun kesadaran akan pentingnya suara dan ekspresi
dalam berbicara.
3. Apersepsi: Guru mengajak siswa mengingat kembali pengalaman
mereka saat bercerita atau mendengarkan cerita lucu dari
teman/keluarga.
4. Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat kemampuan berbicara yang baik dalam kehidupan
sehari-hari (misalnya, membuat teman tertawa, meyakinkan
orang tua).
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PBL): Guru memutarkan video singkat seseorang yang
sedang mendongeng atau berpidato persuasif yang menghibur
(misalnya cuplikan stand-up comedy anak, atau pidato tentang
[Link]
kebersihan).
[Link]
2. Identifikasi Masalah (PBL): Guru bertanya: "Apa yang membuat
cerita/pidato itu lucu/menarik/meyakinkan?" dan "Kata-kata atau
cara bicara seperti apa yang digunakan?". Siswa secara individu
mencatat poin-poin.
3. Pengumpulan Data (PBL): Siswa dibagi dalam kelompok. Setiap
kelompok menganalisis video, fokus pada ekspresi wajah, gerak
tubuh, intonasi suara, dan pilihan kata yang digunakan pembicara
untuk menghibur atau meyakinkan.
4. Pengolahan Data (PBL): Setiap kelompok memilih satu topik
sederhana (misalnya, pengalaman lucu di sekolah, pentingnya
menjaga lingkungan). Mereka berlatih menyampaikan informasi
tersebut dengan tujuan menghibur dan meyakinkan teman
kelompoknya. Guru membimbing mereka dalam memilih kata-kata
yang tepat (denotatif, konotatif, kiasan) dan berbicara santun.
5. Verifikasi (PBL): Setiap kelompok secara bergantian
menyampaikan informasi mereka di depan kelas. Guru dan
kelompok lain memberikan umpan balik tentang seberapa
menghibur atau meyakinkan presentasi tersebut, serta
penggunaan kosakata dan kesantunan.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Guru menanyakan perasaan siswa saat mencoba
menghibur atau meyakinkan orang lain dengan kata-kata mereka,
serta tantangan yang dihadapi.
2. Penguatan: Guru merangkum poin-poin penting tentang kekuatan
kata-kata dan cara penyampaian.
3. Tindak Lanjut: Siswa ditugaskan untuk menceritakan satu
pengalaman lucu kepada anggota keluarga di rumah dan meminta
tanggapan mereka.
Pertemuan 3-4: Menggunakan Kosakata Kreatif dalam Karya Sastra
Lisan (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak melakukan
peregangan ringan (bagian dari 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat: Berolahraga).
2. Apersepsi: Mengingat kembali pentingnya memilih kata yang
tepat untuk menghibur atau meyakinkan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
joyful learning.
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (Discovery Learning): Guru membacakan sebuah puisi anak
atau cuplikan dongeng yang menggunakan bahasa indah dan
kiasan (misalnya, "mentari tersenyum", "angin berbisik"). Guru
bertanya: "Bagaimana perasaanmu saat mendengar kata-kata ini?"
dan "Apakah maknanya sama dengan makna biasa?".
2. Penemuan (Discovery Learning): Siswa secara individu
mengidentifikasi kata-kata yang menarik dan mengandung
makna kiasan. Mereka mencoba menebak makna kiasannya
berdasarkan konteks.
3. Pengolahan Data (Discovery Learning): Dalam kelompok, siswa
berbagi hasil penemuan mereka. Guru memberikan penjelasan
tentang makna kiasan dan konotatif, serta bagaimana kosakata ini
membuat bahasa lebih indah. Setiap kelompok diminta untuk
[Link]
membuat 3-5 kalimat deskripsi sederhana (tentang benda, hewan,
atau perasaan) menggunakan kosakata kiasan.
[Link]
4. Verifikasi (Discovery Learning): Guru memberikan beberapa contoh
kalimat dan meminta siswa menebak apakah itu makna denotatif,
konotatif, atau kiasan. Setiap kelompok kemudian
mendeklamasikan kalimat-kalimat yang mereka buat dengan
ekspresi.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Siswa merefleksikan bagaimana penggunaan kosakata
kreatif dapat memperkaya cara mereka menyampaikan
perasaan dan imajinasi.
2. Penguatan: Guru menekankan bahwa Bahasa Indonesia itu kaya
dengan makna dan kita bisa bermain dengan kata-kata.
3. Tindak Lanjut: Siswa diminta mencari satu contoh kalimat
dengan makna kiasan dari buku cerita dan menuliskannya di
buku catatan.
Pertemuan 5-6: Mempresentasikan Gagasan dan Hasil Pengamatan (4
JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan menanyakan tentang 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Bermasyarakat.
2. Apersepsi: Mengulas kembali pentingnya berbicara dengan
jelas dan menggunakan kata-kata yang tepat.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
meaningful learning.
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PBL): Guru menunjukkan beberapa gambar hasil
pengamatan (misalnya, pertumbuhan tanaman, siklus hidup
hewan, atau aktivitas di pasar). Guru bertanya: "Bagaimana cara
kita menjelaskan apa yang kita lihat ini kepada orang lain agar
mereka paham dan tertarik?".
2. Identifikasi Masalah (PBL): Siswa dalam kelompok mengamati
gambar/video tersebut. Mereka mencoba merumuskan gagasan
atau hasil pengamatan mereka. Mereka dihadapkan pada
tantangan: "Bagaimana agar presentasi kita logis, sistematis, dan
efektif?".
3. Pengumpulan Data (PBL): Guru memberikan panduan presentasi
yang efektif (misalnya: mulai dari yang umum ke khusus,
gunakan kata penghubung, sampaikan dengan suara jelas).
Siswa mencari informasi tambahan (jika diperlukan) dari buku
atau internet untuk memperkuat presentasi mereka.
4. Pengolahan Data (PBL): Setiap kelompok memilih satu hasil
pengamatan atau gagasan. Mereka menyusun kerangka
presentasi secara logis dan sistematis. Mereka berlatih
presentasi, fokus pada kelancaran berbicara, kejelasan informasi,
dan keyakinan diri.
5. Verifikasi (PBL): Kelompok mempresentasikan gagasan atau
hasil pengamatan mereka. Guru dan kelompok lain
memberikan umpan balik tentang kelengkapan informasi,
kelogisan, dan keefektifan presentasi.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Siswa merefleksikan pentingnya menyusun gagasan
secara sistematis agar mudah dipahami.
2. Penguatan: Guru menekankan bahwa menyampaikan gagasan
[Link]
dengan baik adalah kunci keberhasilan dalam berbagai aspek
kehidupan.
[Link]
3. Tindak Lanjut: Siswa ditugaskan untuk membuat daftar 3-5 hal
yang ingin mereka presentasikan kepada orang tua di rumah dan
berlatih menyampaikannya.
Pertemuan 7-8: Mempresentasikan Imajinasi Secara Kreatif dan
Asesmen (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak mereka
untuk menampilkan imajinasi kreatifnya.
2. Apersepsi: Mengulas kembali berbagai cara menyampaikan
informasi dan gagasan.
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PBL): Guru membacakan awal sebuah cerita fantasi yang
belum selesai atau menunjukkan gambar ilustrasi yang memicu
imajinasi (misalnya, makhluk aneh, tempat misterius). Guru
bertanya: "Bagaimana cara kita melanjutkan cerita ini atau
menjelaskan gambar ini dengan imajinasi paling kreatif dan
menarik?".
2. Identifikasi Masalah (PBL): Siswa secara individu memikirkan
kelanjutan cerita atau deskripsi gambar. Tantangannya adalah
bagaimana membuat imajinasi mereka tergambar jelas dan
menarik bagi pendengar.
3. Pengumpulan Data (PBL): Siswa dalam kelompok berbagi ide-ide
imajinatif mereka. Guru mendorong penggunaan kosakata yang
kaya dan kreatif (termasuk kiasan), serta penggunaan ekspresi
suara dan mimik untuk menghidupkan cerita atau deskripsi.
4. Pengolahan Data (PBL): Setiap kelompok memilih satu ide imajinatif.
Mereka mengembangkan cerita atau deskripsi tersebut,
menambahkan detail kreatif, dan berlatih mempresentasikannya
dengan berbagai cara (misalnya, mendongeng, teater boneka
sederhana, pantomim dengan narasi).
5. Verifikasi (PBL) & Asesmen Sumatif: Setiap kelompok
mempresentasikan karya imajinasi mereka. Guru melakukan
asesmen sumatif terhadap kemampuan siswa dalam
menyampaikan informasi secara lisan, menggunakan kosakata
kreatif, mempresentasikan gagasan/imajinasi dengan logis,
sistematis, efektif, dan kritis/kreatif.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Akhir: Guru memimpin diskusi tentang seluruh proses
pembelajaran berbicara dan mempresentasikan, tantangan, dan
keberhasilan.
2. Penghargaan: Guru memberikan apresiasi atas usaha,
kreativitas, dan partisipasi siswa.
3. Informasi: Guru memberikan informasi mengenai pembelajaran
selanjutnya.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
Observasi Partisipasi Diskusi: Guru mengamati keaktifan siswa
dalam diskusi kelompok, kemampuan menyumbang ide, dan
mendengarkan. (Skala: Kurang, Cukup, Baik, Sangat Baik).
[Link]
Daftar Kosakata Kreatif: Siswa mengumpulkan daftar kata/ungkapan
kiasan yang mereka temukan atau buat.
[Link]
Latihan Presentasi Singkat: Penilaian terhadap kemampuan siswa
dalam menyampaikan ide secara lisan dengan memperhatikan
intonasi, ekspresi, dan pemilihan kata.
Catatan Refleksi Diri: Siswa menuliskan hal-hal yang mereka
pelajari dan tantangan yang dihadapi dalam setiap pertemuan.
Asesmen Sumatif
Proyek Presentasi Kreatif (Individu/Kelompok): Peserta didik membuat
dan mempresentasikan sebuah karya lisan (misalnya mendongeng,
berpidato singkat, atau menyampaikan hasil pengamatan/imajinasi)
yang dinilai berdasarkan rubrik.
Tes Keterampilan Berbicara: Guru memberikan skenario atau tema,
lalu siswa diminta menyampaikan informasi secara lisan (misalnya
mendeskripsikan suatu benda dengan detail dan kreatif, atau
menyampaikan argumen sederhana tentang suatu topik).
K. Pemahaman Bermakna
Berbicara dan mempresentasikan bukan hanya tentang mengeluarkan
suara, tetapi merupakan seni untuk menghubungkan ide dan perasaan kita
dengan orang lain. Dengan menguasai kemampuan ini, kita bisa
menghibur, meyakinkan, dan menginspirasi orang di sekitar kita. Ini berarti
kita tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga memilih kata-kata
dengan cermat—apakah itu makna sebenarnya (denotatif), perasaan yang
menyertai kata (konotatif), atau bahkan perumpamaan yang indah (kiasan)
—agar pesan kita lebih kuat dan berkesan. Kemampuan ini juga melatih
kita untuk berpikir logis dan sistematis saat menyampaikan gagasan, serta
menggunakan imajinasi kita untuk menciptakan cerita atau deskripsi yang
menarik. Pada akhirnya, berbicara dan mempresentasikan secara efektif
adalah kunci untuk menjadi komunikator yang handal dalam setiap aspek
kehidupan.
L. Materi Bahan Ajar
Materi pembelajaran ini berfokus pada pengembangan kemampuan
berbicara dan mempresentasikan yang efektif, mulai dari dasar hingga
level yang lebih kreatif. Peserta didik akan belajar bagaimana
menyampaikan informasi secara lisan tidak hanya untuk tujuan
menyampaikan fakta, tetapi juga untuk menghibur dan meyakinkan
pendengar. Ini melibatkan penggunaan ekspresi wajah, gerak tubuh, dan
intonasi suara yang tepat, serta pemilihan kosakata yang sesuai dengan
konteks dan norma sosial budaya. Penekanan diberikan pada kefasihan
dan kesantunan dalam berbahasa, sehingga pesan dapat diterima
dengan baik oleh mitra tutur.
Selain itu, materi akan mendalami penggunaan kosakata baru dengan
makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik diajak untuk
memahami bahwa kata-kata memiliki lapisan makna yang berbeda,
dan bagaimana penggunaan makna konotatif atau kiasan dapat
memperkaya penyampaian perasaan dan
imajinasi. Melalui latihan ini, siswa akan mampu menyampaikan gagasan
atau cerita dengan lebih indah dan menarik, baik itu berdasarkan fakta
dari hasil pengamatan mereka maupun dari dunia imajinasi mereka
sendiri atau orang lain. Ini membantu mereka mengembangkan kreativitas
berbahasa dan kepekaan terhadap estetika kata.
[Link]
Puncak dari pembelajaran ini adalah kemampuan mempresentasikan gagasan,
hasil pengamatan, dan pengalaman secara logis, sistematis, efektif, dan kritis,
serta mempresentasikan imajinasi secara kreatif. Peserta didik akan
dilatih untuk menyusun pikiran mereka secara terstruktur, memilih
argumen yang kuat, dan menyampaikannya dengan percaya diri.
Kemampuan ini tidak hanya penting untuk tugas sekolah, tetapi juga
sebagai bekal komunikasi di masa depan, membantu mereka menjadi
individu yang mampu berpikir dan berkomunikasi secara mendalam (deep
learning) dan efektif di berbagai situasi.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling membuat saya bersemangat saat berbicara di
depan kelas hari ini?
2. Keterampilan berbicara apa yang menurut saya paling sulit untuk
dikuasai, dan bagaimana saya bisa memperbaikinya?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan kata-kata yang lebih
indah atau meyakinkan dalam percakapan sehari-hari?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan peningkatan dalam
kefasihan dan kesantunan berbicara? Indikator apa yang
menunjukkannya?
2. Bagaimana saya dapat lebih efektif dalam membimbing peserta
didik untuk menggunakan kosakata kiasan secara kreatif?
3. Apa tantangan terbesar yang dihadapi peserta didik dalam
mempresentasikan gagasan secara sistematis, dan bagaimana
saya bisa menyediakannya dukungan yang lebih baik?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: "Jelajah Imajinasi: Cerita dari Kotak Misterius"
Tujuan: Peserta didik mampu mempresentasikan imajinasi secara kreatif
menggunakan kosakata yang tepat, dengan fasih dan santun.
Petunjuk:
1. Setiap kelompok akan diberikan sebuah "kotak misterius" berisi
beberapa benda acak (misalnya: kunci tua, daun kering,
kelereng, foto lama, bulu ayam).
2. Secara berkelompok, buatlah sebuah cerita pendek atau
deskripsi tentang "dunia tersembunyi" yang terkait dengan
benda-benda di kotak misterius tersebut. Gunakan imajinasimu
sebebas mungkin!
3. Pastikan ceritamu mengandung minimal 3 kosakata baru (boleh
denotatif, konotatif, atau kiasan) dan disampaikan dengan fasih
serta santun.
4. Presentasikan ceritamu di depan kelas secara kreatif (misalnya
dengan narasi bergantian, menggunakan benda sebagai alat
peraga, atau mimik ekspresif).
[Link]
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 2
Skala 3 Skala 5
Penila (Sanga (Kuran Skala 4 (Baik)
(Cukup (Sangat
i an t g
) Baik)
Kurang )
)
Cerita/d
Cerita/d eskrips Cerita/d Cerita/deskrip
A. eskrips i eskripsi Cerita/deskrip si sangat
Kreati i tidak kurang cukup si sangat orisinal,
vitas jelas berke imajinat imajinatif, mendalam,
Imajin atau m i f, menarik, dan mampu
asi tidak bang, tetapi dan unik. memukau
orisinal imajina kurang pendengar.
. si detail.
terbata
s
.
Menggunaka n
Menggu Menggu
Tidak Menggunaka n beragam
nakan nakan
mengg lebih dari 3 kosakata
1-2 2-3
B. u kosakata baru
kosakat a kosakat a
Pengg nakan baru (denotatif/k
baru, baru
unaan kosaka (denotatif/k on
tetapi denga
Kosak ta on otatif/kiasa
kurang n
ata baru otatif/kiasan n) secara
tepat makna
atau ) secara sangat
makna yang
pengg tepat dan tepat,
n ya. cukup
u bervariasi. kreatif, dan
tepat.
naanny memperkay
a a cerita.
salah.
Berbica ra
Berbicar a Berbica Berbicara
cukup
C. terbata ra sangat
lancar, Berbicara
Kefasi - bata, kurang lancar,
intonas lancar,
han & tidak lancar, artikulasi
i cukup jelas,
Kesan jelas, intona jelas,
bervari intonasi
tunan atau si intonasi
a si, sesuai,
Berbic tidak datar, ekspresif,
ara dan dan sangat
santun. atau dan bahasa
cukup santun.
kurang sangat
santun
santun santun.
.
.
Tidak ada
Berparti Berparti
partisip Berpartisipasi
sipasi sipasi Berpartisipasi
D. a si aktif,
sangat cukup sangat
Kolab atau mendengark
sedikit, aktif, aktif,
orasi cender a n dan
sering kadang memimpin
[Link]
Kelom menghargai diskusi, dan
u ng
pok menga mende ide anggota menginspira
pasif
b aikan n lain. si anggota
dalam
ide garkan lain.
kelomp
ide
o k.
[Link]
Kriteri Skala Skala
Skala Skala 5
a 1 2 Skala 4 (Baik)
3 (Sangat
Penila (Sanga (Kuran
(Cukup Baik)
i an t g
)
Kurang )
)
anggot anggot
a lain. a lain.
Presen
Tidak Presentasi
Presen t asi
presen sangat
t asi cukup
t asi jelas,
kurang jelas, Presentasi
E. atau sistematis,
jelas, ada jelas,
Kualit presen sangat
tidak sedikit sistematis,
as t asi percaya
sistem keragu percaya
Prese sangat diri, sangat
a tis, a n, diri, dan
ntasi tidak menarik,
dan namun mudah
jelas/ti dan mampu
kurang dapat dipahami.
d ak menghibur/
percay dipaha
menari m
a diri. mi.
k eyakinkan
. pendengar.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran
dengan sangat baik, guru dapat menantang mereka untuk
membuat naskah drama pendek atau naskah pidato persuasif
yang lebih kompleks dan mempresentasikannya.
Mengajak siswa untuk mengikuti lomba mendongeng atau
berpidato di tingkat sekolah atau luar sekolah.
Membuat proyek mini "Jurnalis Cilik", di mana siswa
mewawancarai seseorang dan mempresentasikan hasil
wawancaranya.
Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran,
guru akan memberikan pendampingan individual atau
kelompok kecil.
Guru dapat memberikan latihan berbicara yang lebih sederhana,
fokus pada satu aspek terlebih dahulu (misalnya, hanya melatih
kefasihan membaca kalimat pendek).
Menggunakan flashcard berisi kosakata dan maknanya, serta
berlatih mengungkapkan perasaan dengan kartu emosi.
Memberikan contoh rekaman suara atau video singkat yang bisa
ditiru oleh siswa untuk melatih intonasi dan ekspresi.
P. Glosarium
[Link]
Mitra Tutur: Orang atau pihak yang diajak berbicara atau
berkomunikasi.
[Link]
Denotatif: Makna sebenarnya atau lugas dari sebuah kata,
merujuk pada objek atau konsep secara langsung.
Kiasan: Penggunaan kata atau frasa yang tidak merujuk pada
makna literalnya, melainkan untuk menciptakan efek retoris
atau makna simbolis (misalnya, "tangan kanan" untuk asisten
utama).
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kemendikbud. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
4. Tarigan, H. G. (2018). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo
Sarwi,[Link] Endang
Sri Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009
[Link]
Modul Ajar
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Endang Sri Utami,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN 3 Minggarharjo
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: BAHASA INDONESIA
Fase: C
Kelas/Semester: 5/2
Alokasi Waktu: 18 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
dengan cara yang interaktif dan membangun kesadaran:
"Selamat pagi anak-anak hebat! Ibu/Bapak senang sekali melihat kalian
penuh semangat hari ini. Sebelum kita mulai belajar, Ibu/Bapak mau tahu,
siapa yang pagi ini sudah Bangun Tidur dengan senyum ceria? (Guru bisa
meminta siswa mengacungkan jempol). Wah, hebat! Lalu, siapa yang
sudah menunaikan Beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kamu
doakan pagi ini? (Guru bisa meminta siswa berbagi singkat). Bagaimana
dengan Berolahraga? Ada yang sudah melakukan gerakan ringan atau
[Link]
lari-lari kecil? (Guru bisa mengajak siswa peregangan ringan bersama).
Sudah siapkah kita Gemar Belajar hal-hal baru yang
[Link]
menyenangkan? Apa yang membuat kalian ingin terus belajar? (Guru
bisa meminta beberapa siswa berbagi). Jangan lupa, sudahkah kalian
mengonsumsi Makan Sehat dan Bergizi untuk mengisi energi? Sarapan
apa tadi pagi? (Guru bisa memberikan contoh makanan sehat).
Bagaimana dengan Bermasyarakat? Adakah yang sudah membantu orang
tua atau teman di rumah sebelum ke sekolah? (Guru bisa memberikan
apresiasi). Terakhir, Ibu/Bapak harap semua sudah Tidur Cepat tadi
malam agar hari ini segar dan fokus. Siapa yang merasa cukup tidurnya
tadi malam? (Guru bisa menjelaskan pentingnya tidur cukup untuk
konsentrasi)."
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Elemen: Menulis
Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan
gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik
mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan
kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik
mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis
teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya.
Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan
perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain)
secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan
kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan
Latin dan tegak bersambung.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menulis berbagai teks sederhana (narasi, deskripsi, informasi)
berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi
dengan terstruktur.
2. Menjelaskan hubungan kausalitas (sebab-akibat) dalam tulisan
untuk meyakinkan pembaca.
3. Menggunakan kaidah kebahasaan (ejaan, tanda baca, kalimat
efektif) dan kesastraan (pilihan kata indah) yang sesuai konteks
dan norma sosial budaya.
4. Memasukkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif,
dan kiasan secara tepat dalam tulisan.
5. Menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi secara
indah dan menarik dalam bentuk karya sastra tulis (misalnya puisi,
cerita fantasi pendek) dengan penggunaan kosakata kreatif.
6. Menulis teks dalam tulisan Latin dengan rapi dan tegak bersambung
dengan benar.
E. Sarana dan Prasarana
1. Buku cerita/Buku teks dengan contoh teks sederhana
2. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
[Link]
3. Kertas kosong/Buku tulis
[Link]
4. Alat tulis (pensil, pulpen, penghapus)
5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (cetak/aplikasi)
F. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL)
Metode: Menulis Kreatif, Diskusi Kelompok, Latihan Menulis Terbimbing,
Presentasi
Pendekatan: Deep Learning, Writing Process Approach, Constructivist
Learning, Contextual Teaching and Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan kalian
sedang menulis surat untuk sahabat. Kata-kata apa yang pertama
kali muncul di pikiran kalian? Bagaimana rasanya saat menuliskan
pikiran itu?"
Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membaca sebuah cerita
atau informasi yang membuat kalian berpikir keras atau tiba-tiba
mengerti sesuatu yang penting dalam hidup kalian? Apa yang
membuat tulisan itu begitu 'berbicara' kepadamu?"
Joyful Learning: "Kalau menulis itu seperti bermain, permainan
apa yang paling kalian sukai dan membuat kalian merasa senang
serta bersemangat untuk menciptakan sesuatu dengan kata-
kata?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-3: Menulis Teks Berdasarkan Pengalaman dan Pengamatan
(6 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa, mengecek kehadiran, dan
memulai dengan doa.
2. Pemanasan: Guru melakukan pertanyaan pemantik mindful learning
untuk membangun fokus siswa pada proses menulis.
3. Apersepsi: Guru mengajak siswa mengingat kembali pengalaman
mereka saat bercerita lisan atau menuliskan sesuatu di buku
catatan harian.
4. Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat kemampuan menulis yang baik dalam kehidupan
sehari-hari (misalnya, membuat catatan, menulis surat,
menyampaikan ide).
Inti (60 menit)
[Link]
1. Penentuan Pertanyaan Dasar (PjBL): Guru menunjukkan beberapa
gambar hasil pengamatan (misalnya, aktivitas di pasar, hewan di
kebun binatang,
[Link]
pemandangan alam) atau meminta siswa mengingat pengalaman
pribadi yang menarik. Guru bertanya: "Bagaimana cara kita
menceritakan atau menjelaskan apa yang kita lihat/alami ini dalam
bentuk tulisan, agar orang lain juga bisa membayangkannya?".
2. Mendesain Perencanaan Proyek (PjBL): Siswa dibagi dalam
kelompok. Setiap kelompok memilih satu gambar pengamatan
atau satu pengalaman pribadi yang akan dijadikan dasar tulisan.
Guru menugaskan mereka untuk membuat teks deskripsi atau
narasi sederhana dari pilihan tersebut, dengan fokus pada detail
pengamatan/pengalaman.
3. Penyusunan Jadwal (PjBL): Guru dan siswa menyepakati jadwal
untuk proses menulis, mulai dari membuat kerangka hingga
draf awal.
4. Pelaksanaan Proyek (PjBL): Siswa mulai menulis draf pertama
secara individual, kemudian saling berbagi dalam kelompok.
Mereka saling memberikan masukan tentang detail, alur, dan
kejelasan tulisan. Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan
meluruskan kaidah penulisan (ejaan, tanda baca, tulisan tegak
bersambung).
5. Memantau Kemajuan (PjBL): Guru meminta setiap kelompok
untuk membacakan sebagian tulisan mereka. Guru
memberikan umpan balik langsung tentang kemampuan
mereka dalam menuangkan gagasan dan pengamatan ke
dalam tulisan.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Guru menanyakan perasaan siswa selama proses
menulis, kesulitan yang dihadapi, dan hal baru yang mereka
pelajari tentang menulis.
2. Penguatan: Guru merangkum poin-poin penting tentang menulis
berdasarkan pengamatan dan pengalaman.
3. Tindak Lanjut: Siswa ditugaskan untuk menuliskan satu
pengalaman sederhana di rumah dalam buku harian.
Pertemuan 4-6: Menulis Teks dengan Hubungan Kausalitas dan
Kosakata Baru (6 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak melakukan
peregangan ringan (bagian dari 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat: Berolahraga).
2. Apersepsi: Mengingat kembali cara menuangkan ide ke dalam tulisan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
joyful learning.
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PjBL): Guru menunjukkan beberapa contoh fenomena
sehari-hari atau cerita sederhana yang memiliki hubungan sebab-
akibat (misalnya, "Hujan deras menyebabkan banjir", "Tidak belajar
mengakibatkan nilai jelek"). Guru bertanya: "Bagaimana cara kita
menjelaskan mengapa sesuatu bisa terjadi dalam tulisan kita?".
2. Identifikasi Masalah (PjBL): Siswa dalam kelompok mengidentifikasi
hubungan sebab-akibat dari contoh yang diberikan. Mereka diberi
tantangan: "Buatlah tulisan pendek yang menjelaskan suatu
fenomena atau kejadian dengan alasan sebab-akibat yang jelas,
dan gunakan kosakata yang menarik!".
[Link]
3. Penyusunan Jadwal (PjBL): Siswa merencanakan bagaimana mereka
akan mencari topik, mengidentifikasi sebab-akibat, dan
menggunakan kosakata baru.
4. Pelaksanaan Proyek (PjBL): Siswa secara kolaboratif memilih topik
(misalnya, mengapa daun bisa gugur, kenapa es mencair). Mereka
mulai menuliskan hasil pengamatan atau pengetahuan mereka,
dengan fokus pada penggunaan kata penghubung sebab-akibat
(karena, sehingga, akibatnya). Guru juga membimbing mereka
untuk mencari dan menggunakan kosakata baru (denotatif,
konotatif, kiasan) yang relevan untuk memperkaya tulisan.
5. Memantau Kemajuan (PjBL): Guru berkeliling, memeriksa tulisan
siswa, dan memberikan umpan balik tentang kejelasan hubungan
sebab-akibat serta penggunaan kosakata baru.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Siswa merefleksikan pentingnya menulis dengan alasan
yang jelas dan menggunakan kosakata yang bervariasi.
2. Penguatan: Guru menekankan bahwa tulisan yang baik
tidak hanya informatif, tetapi juga meyakinkan.
3. Tindak Lanjut: Siswa diminta menuliskan 2-3 kalimat sebab-
akibat dari kejadian yang mereka lihat di sekitar rumah.
Pertemuan 7-9: Menulis Karya Sastra dari Imajinasi dengan Kosakata
Kreatif (6 JP)
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan menanyakan tentang 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Bermasyarakat.
2. Apersepsi: Mengulas kembali pentingnya menyusun tulisan dengan
rapi dan menggunakan kosakata yang tepat.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
meaningful learning.
Inti (60 menit)
1. Stimulasi (PjBL): Guru menunjukkan beberapa ilustrasi cerita fantasi
atau membacakan kutipan puisi yang penuh imajinasi. Guru
bertanya: "Bagaimana kita bisa menuliskan ide-ide luar biasa dari
imajinasi kita agar indah dan menarik seperti ini?".
2. Identifikasi Masalah (PjBL): Siswa dalam kelompok berdiskusi
tentang ide cerita fantasi atau puisi yang ingin mereka tulis.
Tantangannya adalah bagaimana menggunakan kaidah kesastraan
dan kosakata kreatif untuk membuat tulisan mereka hidup dan
menyampaikan perasaan.
3. Penyusunan Jadwal (PjBL): Siswa merencanakan ide cerita/puisi,
karakter, latar, dan cara menggunakan gaya bahasa yang indah.
4. Pelaksanaan Proyek (PjBL): Setiap kelompok memilih satu ide dan
mulai menuliskan cerita fantasi pendek atau puisi. Mereka berfokus
pada pengembangan alur, karakter, dan penggunaan kosakata
kreatif (metafora, personifikasi sederhana) untuk menyampaikan
perasaan dan imajinasi. Guru membimbing penulisan, termasuk
memastikan kerapian tulisan Latin dan tegak bersambung.
5. Memantau Kemajuan (PjBL): Guru memfasilitasi kelompok
dalam mengembangkan ide, memberikan masukan tentang
penggunaan gaya bahasa, dan memastikan tulisan sesuai
kaidah.
[Link]
Penutup (15 menit)
1. Refleksi: Siswa merefleksikan bagaimana mereka dapat
menuangkan imajinasi dan perasaan ke dalam tulisan yang
indah.
2. Penguatan: Guru menekankan bahwa setiap orang memiliki
imajinasi yang luar biasa yang bisa diwujudkan dalam tulisan.
3. Tindak Lanjut: Siswa ditugaskan untuk membaca satu cerita fantasi
pendek dan mencari 3 contoh kalimat yang menggunakan bahasa
indah atau kiasan.
Pertemuan 10 (2 JP) - Review dan Asesmen Sumatif
Pendahuluan (10 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa siswa dan mengajak mereka
untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen.
2. Review Singkat: Mengulas secara singkat materi yang sudah
dipelajari: menulis berdasarkan
gagasan/pengamatan/pengalaman/imajinasi, hubungan sebab-
akibat, kaidah kebahasaan, dan kosakata kreatif.
Inti (70 menit)
1. Asesmen Sumatif: Guru memberikan asesmen sumatif menulis, di
mana siswa diminta menulis sebuah teks sederhana (misalnya,
deskripsi pengamatan, cerita pendek dengan hubungan sebab-
akibat, atau puisi dengan imajinasi) yang mencakup seluruh
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Penutup (10 menit)
1. Refleksi: Siswa menuliskan refleksi singkat tentang proses belajar
menulis mereka.
2. Penghargaan: Guru memberikan apresiasi atas usaha dan partisipasi
siswa.
3. Informasi: Guru memberikan informasi mengenai pembelajaran
selanjutnya.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
Observasi Proses Menulis: Guru mengamati keaktifan,
kemandirian, dan kolaborasi siswa dalam kelompok saat menulis,
serta pemahaman mereka terhadap kaidah penulisan. (Skala:
Kurang, Cukup, Baik, Sangat Baik).
Draf Tulisan/Kerangka: Penilaian terhadap ide awal,
struktur, dan penggunaan kosakata dalam draf tulisan
siswa.
Jurnal Menulis: Siswa menuliskan tantangan yang dihadapi saat
menulis dan strategi yang mereka gunakan untuk
mengatasinya.
Latihan Menulis Pendek: Penilaian terhadap kemampuan siswa
dalam menerapkan kaidah kebahasaan dan hubungan sebab-
akibat dalam kalimat atau paragraf pendek.
Asesmen Sumatif
Proyek Menulis Karya Akhir: Peserta didik menghasilkan sebuah
karya tulis (misalnya, cerita pendek, puisi, atau teks
deskripsi/informasi) yang dinilai berdasarkan rubrik komprehensif,
[Link]
mencakup kelengkapan ide, struktur, kaidah kebahasaan, kosakata,
dan kreativitas.
Tes Menulis Teks: Siswa diberikan topik atau stimulus
(gambar/video) dan diminta menulis sebuah teks sederhana yang
menunjukkan kemampuan
[Link]
mereka dalam menjelaskan sebab-akibat, menggunakan kosakata
kreatif, dan menulis sesuai kaidah.
K. Pemahaman Bermakna
Menulis bukan sekadar menyalin huruf dan kata, tetapi merupakan jendela
bagi kita untuk mengekspresikan diri, berbagi gagasan, dan bahkan
meyakinkan orang lain. Ini adalah alat ampuh yang memungkinkan kita
mengabadikan pengamatan, pengalaman, dan imajinasi kita, serta
menyampaikannya secara logis dan indah kepada pembaca. Dengan
menguasai kemampuan menulis, kita tidak hanya belajar menyusun
kalimat yang benar, tetapi juga memahami hubungan sebab-akibat dari
suatu peristiwa, memilih kata-kata yang paling tepat (baik makna
sebenarnya, perasaan yang tersembunyi, maupun perumpamaan yang
menarik), dan bahkan menciptakan dunia baru melalui imajinasi.
Kemampuan ini membentuk kita menjadi pemikir kritis, pencerita ulung,
dan komunikator yang efektif dalam segala aspek kehidupan.
L. Materi Bahan Ajar
Materi pembelajaran ini berfokus pada pengembangan keterampilan
menulis peserta didik secara komprehensif, dimulai dari dasar
menuangkan gagasan hingga menciptakan karya sastra. Peserta didik
akan belajar bagaimana menulis berbagai teks sederhana, seperti narasi
dari pengalaman pribadi atau deskripsi hasil pengamatan. Penekanan
diberikan pada bagaimana mengorganisir pikiran dan detail agar tulisan
menjadi jelas dan menarik, termasuk penggunaan tulisan Latin dan tegak
bersambung yang rapi sesuai kaidah. Ini adalah fondasi penting untuk
membentuk kebiasaan menulis yang baik dan terstruktur.
Selanjutnya, materi ini akan mendalami kemampuan menulis yang lebih
persuasif, yaitu menjelaskan hubungan kausalitas (sebab-akibat) dalam
tulisan. Peserta didik akan diajarkan cara mengidentifikasi dan
menyajikan alasan-alasan mengapa suatu kejadian atau fenomena
terjadi, sehingga tulisan mereka dapat meyakinkan pembaca. Dalam
proses ini, mereka juga akan diperkenalkan dengan penggunaan kosakata
baru, termasuk makna denotatif (sebenarnya), konotatif (perasaan/asosiasi),
dan kiasan (perumpamaan). Memahami dan mengaplikasikan berbagai
jenis makna ini akan memperkaya gaya penulisan mereka, membuat
teks lebih ekspresif dan mendalam.
Pada puncaknya, pembelajaran ini akan mendorong peserta didik untuk
menyampaikan perasaan dan imajinasi secara indah dan menarik dalam
bentuk karya sastra, seperti puisi atau cerita fantasi pendek. Ini
melibatkan penggunaan kaidah kesastraan dan kosakata secara kreatif,
yang memungkinkan mereka untuk menciptakan dunia atau
menggambarkan emosi yang kuat melalui kata-kata. Dengan demikian,
kemampuan menulis tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi
informatif, tetapi juga sebagai wadah untuk berekspresi secara artistik,
mencerminkan pemahaman yang mendalam (deep learning) dan
pengembangan kreativitas berbahasa.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
[Link]
1. Apa hal yang paling saya sukai saat menulis hari ini, dan mengapa?
[Link]
2. Bagian mana dari proses menulis (menemukan ide, menyusun
kalimat, menggunakan kata-kata indah) yang paling
menantang bagi saya?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan kemampuan menulis
ini untuk membantu saya di pelajaran lain atau di
kehidupan sehari-hari?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan peningkatan dalam
kemampuan menulis teks yang terstruktur dan sesuai kaidah?
2. Bagaimana saya dapat memfasilitasi penggunaan kosakata kreatif
(konotatif dan kiasan) secara lebih efektif dalam tulisan siswa?
3. Tantangan apa yang paling sering muncul dalam pemahaman
hubungan kausalitas, dan strategi apa yang bisa saya terapkan
untuk mengatasinya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: "Menciptakan Dunia Fantasi dan Fenomena Ajaib"
Tujuan: Peserta didik mampu menulis cerita pendek fantasi berdasarkan
imajinasi, menjelaskan hubungan kausalitas, dan menggunakan kosakata
kreatif.
Petunjuk:
1. Secara berkelompok, amati gambar ilustrasi ini:
2. Diskusikan dan buatlah sebuah cerita fantasi pendek (minimal 3
paragraf) berdasarkan gambar tersebut.
3. Dalam ceritamu, pastikan ada hubungan sebab-akibat yang jelas
(misalnya, "Karena ada pohon ajaib itu, maka…").
4. Gunakan minimal 4 kosakata baru yang memiliki makna denotatif,
konotatif, atau kiasan (misalnya, "gemerlap", "berbisik", "hati-
hati"). Tuliskan maknanya di bawah ceritamu.
5. Tuliskan ceritamu dengan rapi (boleh tulisan Latin atau tegak
bersambung).
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa
Skala 1
Kriteria (Sang Skala 2
Skala 3 Skala 5
Penila at (Kuran Skala 4 (Baik)
(Cukup (Sangat
i an Kuran g)
) Baik)
g
)
Cerita Cerita
tidak kuran Cerita Cerita sangat
A. Ide & Cerita
releva g cukup orisinal,
Kreati imajinatif,
n berke imajina imajinatif,
vitas alur
denga m ti f, dan mampu
Cerita menarik,
n bang, alur memukau
dan ada
gamba imajin sederh pembaca.
originalitas.
[Link]
a na.
r atau a si
tidak terbat
kreatif a s.
.
[Link]
Skala
Kriteri 1 Skala
Skala Skala 5
a (Sang 2 Skala 4 (Baik)
3 (Sangat
Penila at (Kuran
(Cukup Baik)
i an Kuran g)
)
g
)
Hubun
B. Ada
Tidak g an
Hubun hubun Hubungan
ada sebab-
gan g an Hubungan sebab-
hubun akibat
Kausal sebab- sebab- akibat
g an cukup
itas akibat, akibat sangat
sebab- jelas,
(Seba tetapi jelas, logis, jelas, logis,
akibat tetapi
b- tidak dan cukup dan sangat
Akibat yang kurang
logis/j meyakinka meyakinka
) jelas. meyak
el as. n. n
i nkan.
pembaca.
Menggunakan
Mengg
Mengg Menggunaka beragam
Tidak u
C. unaka n 4-5 kosakata baru
mengg nakan
Pengg n 1-2 kosakata (denotatif/kon
unaka 2-3
unaan kosaka baru otatif/kiasan)
n kosaka
Kosak ta (denotatif/ko secara sangat
kosaka ta
ata baru, n tepat, kreatif,
ta baru
Kreatif makna otatif/kiasan dan
baru denga
kurang ) secara memperkaya
atau n
tepat. tepat dan cerita.
salah. makna
bervariasi.
cukup
tepat.
D. Bebera
Banya Sedikit
Kaida pa Ejaan dan
k kesala
h kesala tanda baca
kesala h an Ejaan dan
Kebah h an benar
h an ejaan/t tanda baca
asaan ejaan/t semua,
ejaan/t a nda sebagian
(Ejaan, anda tulisan
anda baca, besar benar,
Tanda baca, sangat rapi
baca, tulisan tulisan rapi.
Baca, tulisan dan mudah
Kerapi tulisan cukup
kurang dibaca
an) tidak rapi.
rapi. (Latin/tegak
rapi.
bersambung
).
Berpar Berpart
Tidak
t i sipasi
ada Berpartisipa
isipasi cukup Berpartisipasi
E. partisi si aktif,
sangat aktif, sangat aktif,
Kolab p asi mendengark
sedikit kadang memimpin
orasi atau a n dan
, mende diskusi, dan
Kelom cende menghargai
sering n menginspirasi
pok r ung ide anggota
meng garkan anggota lain.
pasif lain.
[Link]
a ide
dalam
baikan anggot
ide a lain.
anggo
ta
lain.
[Link]
Skala
Kriteri 1 Skala
Skala Skala 5
a (Sang 2 Skala 4 (Baik)
3 (Sangat
Penila at (Kuran
(Cukup Baik)
i an Kuran g)
)
g
)
kelom
p ok.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran
dengan sangat baik, guru dapat menantang mereka untuk menulis
cerita bersambung dalam kelompok atau membuat buku antologi
cerita pendek kelas.
Mengajak siswa untuk mengikuti lomba menulis cerpen atau puisi
anak.
Membuat proyek menulis "Resensi Buku", di mana siswa
menuliskan pendapat mereka tentang buku yang telah dibaca,
dengan argumen sebab- akibat.
Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran,
guru akan memberikan pendampingan individual atau
kelompok kecil.
Guru dapat memberikan latihan menulis kalimat sederhana
dengan fokus pada satu aspek saja (misalnya, hanya latihan
menulis kalimat dengan hubungan sebab-akibat sederhana).
Menggunakan kartu bergambar untuk memicu ide menulis dan
membuat daftar kosakata yang relevan.
Membimbing langsung dalam penyusunan kerangka tulisan
dan koreksi ejaan/tanda baca.
P. Glosarium
Kausalitas: Hubungan sebab-akibat antara dua peristiwa atau lebih.
Denotatif: Makna dasar atau arti sebenarnya dari sebuah
kata, sesuai kamus.
Konotatif: Makna tambahan atau perasaan yang melekat pada
sebuah kata di luar makna dasarnya, seringkali berdasarkan
pengalaman atau asosiasi budaya.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kemendikbud. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta:
[Link]
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
[Link]
3. Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
4. Tarigan, H. G. (2018). Menulis sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan Guru Kelas 5
SDN 3 Minggarharjo
Sarwi,[Link] Endang Sri
Utami,[Link]
NIP.196712172008012008
NIP.198102232022212009