100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
429 tayangan8 halaman

Modul Ajar Anekdot dalam Bahasa Indonesia

Modul ajar ini membahas tentang pengungkapan kritik melalui humor dalam bentuk anekdot untuk siswa kelas X di MAN 1 Kota Serang. Pembelajaran mencakup identifikasi profil murid, materi pelajaran, tujuan pembelajaran, dan praktik pedagogik yang relevan dengan kehidupan nyata. Siswa diharapkan mampu menyampaikan kritik secara santun dan efektif melalui humor, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik.

Diunggah oleh

MUHAMMAD SADULLOH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
429 tayangan8 halaman

Modul Ajar Anekdot dalam Bahasa Indonesia

Modul ajar ini membahas tentang pengungkapan kritik melalui humor dalam bentuk anekdot untuk siswa kelas X di MAN 1 Kota Serang. Pembelajaran mencakup identifikasi profil murid, materi pelajaran, tujuan pembelajaran, dan praktik pedagogik yang relevan dengan kehidupan nyata. Siswa diharapkan mampu menyampaikan kritik secara santun dan efektif melalui humor, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik.

Diunggah oleh

MUHAMMAD SADULLOH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA


BAB 2 : MENGUNGKAPKAN KRITIK LEWAT SENYUMAN

Nama Sekolah : MAN 1 Kota Serang


Nama Penyusun : Kelompok 6
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 18 JP (6 kali pertemuan @3JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

1. IDENTIFIKASI PROFIL MURID


Sebelum memulai pembelajaran, identifikasi kesiapan peserta didik dapat dilakukan
sebagai berikut:
● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang kritik,
saran, atau ungkapan ketidaksetujuan dalam kehidupan sehari-hari, baik yang bersifat
langsung maupun tidak langsung. Guru akan melakukan asesmen awal untuk
menggali pengalaman peserta didik dalam menyampaikan atau menerima kritik.
● Minat: Peserta didik memiliki minat terhadap isu-isu sosial, politik, atau budaya yang
dekat dengan kehidupan mereka. Mereka juga mungkin tertarik pada bentuk-bentuk
humor atau satire yang sering digunakan di media sosial atau media massa untuk
menyampaikan kritik. Guru dapat memancing minat dengan contoh-contoh kritik
humoris yang relevan.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang umum dan tidak memiliki
kesulitan khusus dalam mencerna dan memahami materi ajar. Mereka mungkin
memiliki pengalaman berbeda dalam menerima atau menyampaikan kritik, yang
dapat dijadikan bahan diskusi.
● Kebutuhan Belajar:
○ Auditori: Kebutuhan belajar auditori akan dipenuhi dengan menyajikan contoh
teks anekdot/kritik humoris dalam bentuk audio/video, diskusi kelompok, dan
guru memodelkan cara membaca yang ekspresif.
○ Visual: Kebutuhan belajar visual akan dipenuhi dengan menyajikan teks anekdot
tertulis, menampilkan gambar/video karikatur atau meme kritik, serta penggunaan
presentasi visual.
○ Kinestetik: Kebutuhan belajar kinestetik akan dipenuhi melalui kegiatan bermain
peran (role-play), presentasi kelompok, atau simulasi penyampaian kritik
humoris.
2. IDENTIFIKASI MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Peserta didik akan memahami pengertian, fungsi, ciri-ciri, dan
struktur teks anekdot. Mereka juga akan memahami perbedaan antara kritik
langsung dan tidak langsung, serta unsur kebahasaan dalam teks anekdot.
○ Prosedural: Peserta didik akan menguasai langkah-langkah menganalisis,
menginterpretasi, dan memproduksi teks anekdot. Mereka juga akan belajar
bagaimana menyampaikan kritik secara santun dan efektif melalui humor.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan
karena peserta didik sering berhadapan dengan kritik atau ingin menyampaikan kritik
dalam berbagai konteks (sekolah, keluarga, pertemanan, media sosial). Pembelajaran
ini membekali mereka keterampilan untuk menyampaikan kritik secara konstruktif
dan cerdas, khususnya melalui humor, sehingga dapat diterima tanpa menyinggung
perasaan. Hal ini penting untuk menciptakan komunikasi yang sehat dan efektif.
● Tingkat Kesulitan: Materi disajikan secara bertahap, dimulai dari pengenalan konsep
dasar (pengertian, ciri-ciri anekdot), analisis struktur dan kebahasaan, hingga tahapan
penulisan dan penyampaian kritik humoris yang lebih kompleks. Diferensiasi konten
memungkinkan penyediaan contoh anekdot dengan tingkat kesulitan dan topik yang
bervariasi.
● Struktur Materi: Materi tersusun secara sistematis dari pengenalan (Pengertian,
Fungsi, Ciri-ciri Anekdot, Kritik Langsung & Tidak Langsung), dilanjutkan dengan
analisis (Struktur dan Kebahasaan Anekdot), kemudian implementasi (Menulis
Anekdot), dan diakhiri dengan penyajian (Mempresentasikan Anekdot).
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak
Mulia: Dengan belajar menyampaikan kritik secara santun dan konstruktif,
menghindari fitnah dan ujaran kebencian, serta menghargai perbedaan pendapat.
○ Bernalar Kritis: Menganalisis isu, mengidentifikasi kritik tersirat, mengevaluasi
efektivitas humor dalam kritik, dan menggunakan logika dalam berargumen.
○ Kreativitas: Menulis anekdot dengan ide-ide orisinal dan humor yang cerdas,
serta berinovasi dalam mempresentasikan kritik.
○ Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan
topik, menganalisis anekdot, dan saling memberikan masukan.
○ Kemandirian: Melakukan analisis teks secara individual dan menyusun draf
anekdot secara mandiri.
○ Komunikasi: Mengembangkan kemampuan menyampaikan kritik secara lisan
dan tertulis dengan bahasa yang efektif, persuasif, dan humoris.
3. DIMENSI PROFIL LULUSAN DAN TEMA KBC
DPL:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak
Mulia: Melalui diskusi mengenai etika dalam menyampaikan kritik, menghindari
fitnah, ujaran kebencian, dan menjaga kesantunan, serta menghargai perbedaan
pendapat sebagai bentuk toleransi dan akhlak mulia.
2. Bernalar Kritis: Peserta didik mampu menganalisis isu-isu sosial yang relevan untuk
dikritisi, mengidentifikasi kritik tersirat dalam teks anekdot, mengevaluasi efektivitas
penggunaan humor dalam menyampaikan kritik, dan menggunakan logika dalam
membangun argumen.
3. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan anekdot dengan ide-ide orisinal dan
humor yang cerdas, serta berinovasi dalam memilih media dan cara
mempresentasikan kritik melalui anekdot.
4. Kolaborasi/Bergotong Royong: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk
menganalisis contoh anekdot, mendiskusikan isu yang akan dikritisi, dan saling
memberikan masukan terhadap karya anekdot yang dibuat.
5. Kemandirian: Peserta didik mampu secara individual menganalisis struktur dan
kebahasaan teks anekdot, serta menyusun draf anekdot sesuai dengan ide-ide mereka.
6. Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan kritik secara lisan dan tertulis
dengan bahasa yang efektif, persuasif, dan humoris, serta memahami audiens dalam
menentukan gaya penyampaian kritik.
KBC:
1. Hubbunnas { Cinta Kepada Sesama }
4. CAPAIAN PEMBELAJARAN
 Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengkreasi informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai tipe teks
dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
5. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Sosiologi/Ilmu Sosial: Memahami isu-isu sosial, fenomena masyarakat, dan masalah-
masalah publik yang sering menjadi objek kritik.
● Pendidikan Kewarganegaraan: Membahas hak dan kewajiban warga negara dalam
menyampaikan pendapat, serta pentingnya kritik yang membangun dalam demokrasi.
● Seni (Sastra, Karikatur, Komedi): Mengapresiasi dan menganalisis anekdot sebagai
salah satu bentuk karya sastra, serta memahami unsur humor dalam karikatur atau
pertunjukan komedi yang relevan dengan kritik sosial.
● Ilmu Komunikasi: Mempelajari strategi komunikasi yang efektif, cara
menyampaikan pesan persuasif, dan memahami audiens.
6. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Pengertian, Fungsi, dan Ciri-Ciri Anekdot: Memahami karakteristik anekdot
sebagai media kritik humoris.
● Kritik Langsung dan Tidak Langsung: Membedakan cara menyampaikan kritik
dan memilih metode yang paling efektif.
● Struktur Teks Anekdot: Menganalisis bagian-bagian anekdot dan peran masing-
masing dalam membangun cerita.
● Unsur Kebahasaan Teks Anekdot: Mengidentifikasi dan menggunakan kaidah
bahasa yang mendukung humor dan kritik.
● Menulis Teks Anekdot: Menerapkan langkah-langkah penulisan anekdot
berdasarkan isu sosial atau fenomena yang relevan.
● Mempresentasikan Anekdot: Menyajikan anekdot secara efektif, santun, dan
humoris.

7. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Mengenali Anekdot dan Kritik dalam Humor (3 JP)
● Menyimak dan Membaca:
○ Mengidentifikasi ide pokok dan ide-ide penting yang disajikan dalam anekdot
yang disimak.
○ Mengidentifikasi informasi penting dari paparan lisan tentang anekdot.
● Berbicara dan Mempresentasikan:
○ Menemukan kritik atau saran yang tersirat dalam anekdot yang disimak.
Pertemuan 2: Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot (3 JP)
● Membaca dan Memirsa:
○ Menemukan pesan tersirat dalam anekdot yang dibaca.
○ Menganalisis struktur anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, koda).
○ Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks anekdot.
Pertemuan 3-5: Menulis Anekdot sebagai Kritik Humor (9 JP)
● Menulis:
○ Merancang teks anekdot berdasarkan kritik terhadap layanan publik, lingkungan,
atau fenomena sosial yang sedang berkembang.
○ Menulis teks anekdot sesuai dengan struktur dan kebahasaan teks anekdot.
○ Mengembangkan anekdot menjadi sebuah narasi kritik yang lucu dan efektif.
Pertemuan 6: Mempresentasikan Anekdot (3 JP)
● Berbicara dan Mempresentasikan:
○ Mempresentasikan anekdot yang telah ditulis di depan kelas atau melalui media
lain.
○ Menyampaikan kritik atau saran secara santun dan humoris melalui anekdot.

8. PRAKTIK PEDAGOGIK
1. Model Pembelajaran: Berbasis Teks (Text-Based Approach) dan Pembelajaran
Berbasis Proyek (Project-Based Learning).
2. Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab, analisis teks, bermain
peran, presentasi, dan penugasan.
9. MITRA PEMBELAJARAN
1. Lingkungan Sekolah: Pemanfaatan fasilitas sekolah (perpustakaan, ruang diskusi)
untuk mencari referensi atau berlatih presentasi.
2. Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengajak peserta didik mengamati isu-
isu sosial di lingkungan masyarakat sekitar (misalnya, melalui berita di media
massa) sebagai inspirasi kritik.
3. Mitra Digital: KBBI daring dan tesaurus daring untuk mencari informasi dan
memahami kata baru. Aplikasi/platform digital seperti Google Docs, Canva,
YouTube, TikTok, Spotify untuk menulis, mendesain, atau mempublikasikan
anekdot.
10. LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
1. Ruang Fisik: Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi.
Papan tulis/whiteboard untuk memvisualisasikan struktur anekdot atau poin-poin
penting.
2. Ruang Virtual: Akses internet untuk mencari contoh anekdot, referensi isu sosial,
dan penggunaan aplikasi digital untuk penulisan serta publikasi karya.
3. Budaya Belajar: Mendorong budaya saling menghargai pendapat, berani
menyampaikan kritik secara konstruktif, mengembangkan empati terhadap isu-isu
sosial, dan menjunjung tinggi etika dalam berkomunikasi.
11. PEMANFAATAN DIGITAL
○ Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Komputer/Laptop dan akses internet
untuk mencari contoh-contoh anekdot, artikel berita terkait isu sosial, atau
referensi penulisan humor.
○ Forum Diskusi Daring: (Opsional, dapat diintegrasikan melalui Google
Classroom atau platform lain) untuk berbagi ide, mendapatkan umpan balik dari
teman sebaya, atau mengunggah draf anekdot.
○ Penilaian Daring: Kuis interaktif melalui platform seperti Kahoot! atau Quizizz
untuk menguji pemahaman tentang struktur atau kebahasaan anekdot.
○ Alat Penulisan/Desain Digital: Google Docs untuk kolaborasi menulis, Canva
untuk membuat infografis atau komik visual, aplikasi edit video/audio untuk
membuat video pendek atau podcast anekdot.
○ Platform Publikasi: YouTube, TikTok, atau Spotify (jika memungkinkan dan
relevan) untuk mempublikasikan karya anekdot multimodal.

12. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


AWAL

1. Pembukaan: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan mengecek


kehadiran.
2. Apersepsi (Mindful Learning): Guru menampilkan beberapa gambar karikatur
politik, meme lucu, atau potongan video stand-up comedy yang mengandung kritik.
Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat/dengar dari tayangan ini?" "Menurut kalian,
apa tujuan orang membuat hal-hal seperti ini?"
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengaitkan tayangan dengan konsep kritik dan
humor. "Apakah kalian pernah merasa ingin menyampaikan kritik, tapi takut
menyinggung perasaan orang lain?" "Bagaimana caranya kita bisa menyampaikan
kritik dengan cara yang santun dan bahkan lucu?"
4. Motivasi (Meaningful Learning): Guru menyampaikan bahwa dengan mempelajari
anekdot, peserta didik akan dibekali keterampilan untuk menyampaikan kritik secara
cerdas dan diterima, sebuah keterampilan komunikasi yang sangat berharga dalam
kehidupan bermasyarakat.
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini (mengidentifikasi ide pokok, informasi penting, dan kritik tersirat dalam
anekdot).
INTI
Memahami
 Guru menyajikan sebuah teks anekdot yang relevan dengan kehidupan
peserta didik (buku siswa, hlm. 16-17). Peserta didik diajak membaca dan
menyimak dengan saksama.
Mengaplikasi
 Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok. Setiap kelompok
mendiskusikan ide pokok dan ide-ide penting yang disajikan dalam anekdot
tersebut. (Diferensiasi proses: Guru dapat memberikan panduan pertanyaan
yang berbeda untuk kelompok dengan tingkat pemahaman awal yang
berbeda).
 Setiap kelompok menganalisis anekdot untuk menemukan kritik atau saran
yang tersirat di dalamnya. Guru membimbing diskusi agar peserta didik
dapat mengidentifikasi kritik yang tidak disampaikan secara langsung.
Merefleksi
 Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka, kemudian
kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
PENUTUP
 Guru memberikan penguatan tentang pengertian, fungsi, dan ciri-ciri anekdot,
serta perbedaan kritik langsung dan tidak langsung, berdasarkan hasil diskusi
peserta didik.
 Guru mengajak peserata didik merencanakan paeambelajaran selanjutnya
dan strategi bealajar yang akan digunakan
 Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.

13. ASESMEN PEMBELAJARAN


● Asesmen Awal Pembelajaran:
○ Tanya Jawab: "Ceritakan pengalamanmu saat menyampaikan kritik kepada teman
atau menerima kritik dari orang lain. Bagaimana perasaanmu saat itu?" untuk
menggali pengalaman dan pemahaman awal tentang kritik.
○ Kuis Singkat: Kuis singkat tentang pengertian dasar kritik atau humor melalui
lisan/tertulis.
● Asesmen Proses pembelajaran .
○ Tanya Jawab: Seputar materi yang sedang dibahas, seperti "Apa ide pokok
anekdot ini?", "Di bagian mana krisis terjadi?".
○ Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi dan kontribusi peserta didik dalam
diskusi mengidentifikasi ide pokok, kritik tersirat, struktur, dan kebahasaan
anekdot (menggunakan Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok).
○ Latihan Soal/LKPD:
■ "Identifikasi kritik tersirat dalam anekdot yang disajikan!".
■ "Jelaskan fungsi dari setiap bagian struktur anekdot (abstraksi, orientasi,
krisis, reaksi, koda)!".
■ "Temukan setidaknya tiga unsur kebahasaan dominan dalam anekdot ini dan
berikan contohnya!".
○ Observasi: Pengamatan guru terhadap kemampuan peserta didik dalam
menganalisis teks, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dalam kelompok.
○ Produk (Proses):
■ Draf kerangka anekdot.
■ Draf awal teks anekdot.
■ Catatan ide-ide kritik humor.
● Asesmen akhir Pembelajaran.
○ Produk (Proyek):
■ Teks Anekdot Lengkap: "Buatlah satu teks anekdot lengkap (minimal 500
kata) yang mengandung kritik terhadap isu layanan publik, lingkungan, atau
fenomena sosial yang relevan, dengan memperhatikan struktur dan unsur
kebahasaan anekdot!" (menggunakan Rubrik Penilaian Teks Anekdot).
■ Produk Kreatif Pengalihwahanaan Anekdot: "Ubah anekdot yang telah
kamu tulis ke dalam format kreatif (misalnya komik pendek, video pendek,
rekaman podcast monolog, poster digital) yang dapat kamu publikasikan!"
(menggunakan Rubrik Penilaian Produk Kreatif Anekdot).
○ Praktik (Kinerja):
■ Presentasi Anekdot Multimodal: "Presentasikan anekdot yang telah kamu
buat di depan kelas/kelompok lain. Sampaikan kritik atau saranmu secara
santun dan humoris melalui anekdot tersebut!" (menggunakan Rubrik
Penilaian Presentasi Anekdot).
14. MEDIA PEMBELAJARAN
 Laptop, PPT, Buku Sumber Pembelajaran, dan Internet

Serang , 18 Juli 2025

Mengetahui,
Kepala MAN 1 Kota Serang Guru Mata Pelajaran

${ttd_pengirim2} ${ttd_pengirim1}

Muamar Hadafi, [Link], [Link] Kelompok 6 {Bahasa 2 }


NIP. 198003052005011003 NIP. 7777777777777777

Anda mungkin juga menyukai