PENERAPAN APLIKASI E-MODUL BELAJAR AKHLAK
TERPUJI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA
DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR
NEGERI 23 BATARA
Proposal Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan IAIN Palopo untuk
Melakukan Penelitian Skripsi dalam Rangka Penyelesaian Studi Jenjang Sarjana
pada Program Studi Pendidikan Agama Islam
Diajukan Oleh
M. Choiruddin Ali Syahputra
20 0201 0033
Pembimbing
1. Muh Agil Amin, [Link]., [Link].
2. Muhammad Yamin, [Link]., [Link].
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEPENDIDIKAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALOPO
2025
DAFTAR ISI
Daftar Isi.......................................................................................................... i
Bab I Pendahuluan......................................................................................... 1
A. Latar belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan masalah................................................................................. 6
C. Tujuan penelitian.................................................................................. 6
D. Manfaat penelitian................................................................................ 6
Bab II Kajian Teori........................................................................................ 8
A. Penelitian terdahulu yang relevan......................................................... 8
B. Landasan teori....................................................................................... 15
C. Kerangka pikir...................................................................................... 27
D. Hipotesis Tindakan...............................................................................
Bab III Metode penelitian.............................................................................. 30
A. Jenis penelitian...................................................................................... 30
B. Prosedur Penelitian............................................................................... 30
1. Subjek penelitian.............................................................................. 30
2. Waktu dan Lamanya Tindakan ........................................................ 30
3. Lokasi Penelitian.............................................................................. 31
4. Langkah-langkang Penelitian Tindakan Kelas................................. 31
C. Sasaran Penelitian................................................................................. 31
D. Intrumen Penelitian............................................................................... 34
E. Teknik Pengumpulan Data................................................................... 36
F. Teknik Analisis Data............................................................................ 37
Daftar Pustaka................................................................................................... 39
i
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan harus dipandang sebagai sebuah proses sekaligus sebagai
tujuan. Sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, pendidikan memiliki
makna penting baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. 1 Dalam
proses pembelajaran, peserta didik dituntut untuk tidak bergantung sepenuhnya
kepada pendidik. Setiap peserta didik harus mampu bersikap mandiri, berpikir
kritis, serta mampu menganalisis dan menyimpulkan materi pelajaran secara
mandiri.2 Sementara itu, pendidik berperan sebagai pembimbing yang bertugas
meluruskan dan memperbaiki kesalahan peserta didik agar proses pembelajaran
dapat dievaluasi dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Era digital merupakan
masa yang ditandai dengan dominasi teknologi digital, terutama internet. Di era
ini, teknologi telah memungkinkan pendidikan menjadi lebih terjangkau,
interaktif, dan efisien. Teknologi dapat membantu pendidik dalam memberikan
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.3 Melalui pemanfaatan
teknologi, pendidik dan peserta didik dapat mengakses sumber daya pendidikan
dari mana saja dan kapan saja.4 Hal ini sangat bermanfaat, khususnya bagi peserta
1
Zelhendri Zen Syafril, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia Group,
2020).41
2
Nurul Aswar, indah lestari dan St. Marwiyah, ‘Analiysis of Collaborative Learning
Implementation for Achieving Learning Outcomes Based on Mastery Standards in Islamic
Education’, Didaktika: Jurnal Kependidikan, 12.3 (2023), 231.
3
Hasriadi, Metode Pembelajaran Inovatif Di Era Digitalisasi, Jurnal Sinestesia, 2022,
VOL 12 <[Link]
4
Bustanul Iman, ‘Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran Menggunakan Media Berbasisteknologi Informasi Dan Komunikasi (Studi Pada
Smp Negeri Di Kecamatan Soreaang Kota Parepare)’, Jurnal Istiqra, Vol 7.No1 (2021), 12.
3
didik yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses terhadap
sumber belajar.5 Teknologi pendidikan merupakan wujud dari perkembangan
teknologi yang diterapkan dalam dunia pendidikan. Perkembangan ini menjadikan
proses pembelajaran lebih efektif dan efisien, serta membantu dalam memecahkan
berbagai permasalahan pendidikan. Karena perkembangan teknologi bersifat
dinamis dan terus mengikuti zaman, maka keterampilan dalam menggunakan
media pendidikan sangat diperlukan oleh peserta didik. Penggunaan media atau
alat bantu dalam proses belajar mengajar dapat membantu pendidik dalam
menyampaikan materi dengan lebih mudah dan efektif, serta memudahkan peserta
didik dalam memahami materi pelajaran.6 Proses pembelajaran tidak terlepas dari
media, metode, dan hasil belajar. Media, pada hakikatnya, merupakan salah satu
komponen penting dalam sistem pembelajaran.
Menurut Nasution, media pembelajaran adalah alat bantu mengajar yang
berfungsi menunjang penggunaan metode yang diterapkan pendidik. Dengan
demikian, media pembelajaran dapat diartikan sebagai alat atau bahan yang
digunakan dalam proses belajar mengajar untuk membantu peserta didik
memahami materi pelajaran dengan lebih mudah dan menyenangkan. 7 Media
pembelajaran dapat berupa alat bantu visual, audio, maupun gabungan keduanya.
Kualitas dan kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran juga perlu
diperhatikan agar dapat menunjang proses belajar yang efektif dan optimal. Media
5
nurrita, ‘Media Pembelajaran Dan Hasil Belajar Peserta Didik. Misykat’, Pendidikan, 6
(2020), 171–87.
6
A. S. dk Sadiman, ‘Media Pendidikan. Al-Afkar’, Jurnal Keislaman, 1.5 (2021), 68.
7
Ida Widiawati and others, ‘Pemanfaatan MODITIF (Modul Digital Kreatif) Untuk
Pembelajaran PAI Kelas 6 SD Mengenai Zakat’, Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah
Ibtidaiyah, 7.2 (2023), 755 <[Link]
4
pembelajaran harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan
kebutuhan peserta didik.
Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang bertujuan memberikan
pemahaman dan pengetahuan mengenai ajaran Islam. Pendidikan ini mencakup
berbagai aspek, seperti Aqidah (keyakinan), Akhlak (etika dan moral), Syariah
(hukum Islam), dan Tarikh (sejarah Islam).8 Tujuannya adalah agar peserta didik
memahami ajaran Islam secara komprehensif dan mampu mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari Pendidikan Agama Islam antara
lain: meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik, membentuk karakter
dan akhlak yang baik, memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam,
menanamkan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman,
serta mengembangkan keterampilan dalam beribadah dan beramal saleh. Selain
itu, Pendidikan Agama Islam juga menanamkan nilai-nilai toleransi, saling
menghargai, dan menghormati perbedaan antar sesama manusia. Sejalan dengan
hal tersebut, Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-‘Alaq ayat 1–5:
َخ َلَق اِاْلْنَس اَن ِمْن َعَل ٍۚق١ ِاْقَر ْأ ِباْس ِم َر ِّبَك اَّلِذْي َخ َل َۚق
َعَّلَم اِاْلْنَس اَن َما٤ اَّلِذْي َعَّلَم ِباْلَقَل ِۙم٣ ِاْقَر ْأ َوَر ُّبَك اَاْلْكَر ُۙم٢
٥ َلْم َيْعَل ْۗم
Terjemahnya:
1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! 2) Dia
menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah! Tuhanmulah Yang
Maha Mulia, 4) yang mengajar (manusia) dengan pena. 5) Dia
mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.9
8
Hisban Thaha ,Jumriani dan Fauziah Zainuddin , ‘Optimalisasi Manajemen Program
Ekstrakulikuler Rohani Islam’, Jurnal Of Islamic Education Management, 6.7 (2021), 137.
5
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surat al-'Alaq ayat 1
sampai 5 merupakan risalah Allah yang menyikapi awal mula kecintaan dan
rahmat-Nya kepada umat-Nya sekaligus sebagai tanbih (peringatan) mengenai
fase awal penciptaan manusia dari awal hingga akhir. 'alaqah. Ayat ini juga
menjelaskan kebesaran Allah Swt yang telah menganugerahkan hikmah kepada
umat manusia informasi yang selama ini mereka abaikan.10
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan pun mulai
diselesaikan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut. Permasalahan
yang ditemukan di lapangan mendorong peneliti untuk merancang suatu
penelitian guna menjawab pertanyaan utama, yaitu: Bagaimana penerapan media
aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji dalam membentuk akhlak terpuji peserta
didik kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara?
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti saat
mengunjungi Sekolah Dasar Negeri 23 Batara, diketahui bahwa proses
pembelajaran di sekolah tersebut masih belum optimal. Selama kegiatan belajar
mengajar berlangsung, pendidik cenderung menggunakan metode ceramah dan
tanya jawab secara konvensional. Media pembelajaran yang digunakan pun
terbatas pada papan tulis dan buku cetak. Akibatnya, proses pembelajaran menjadi
kurang menarik, monoton, dan menimbulkan rasa bosan di kalangan peserta didik.
9
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: PT. Lajnah Pentashihan
Mushaf, 2019).
10
Abu Fida al-Hafiz Ibn Katsir al-Dimisqi, Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim, Jilid 4, (Beirut:
Dar al-Fikr, T. th), 645.
6
Sebagian besar peserta didik jarang terlibat secara aktif dalam proses
pembelajaran. Mereka enggan mengajukan pertanyaan atau menyampaikan
pendapat meskipun telah diberi kesempatan oleh pendidik. Sebaliknya, saat
pendidik mengajukan pertanyaan, tidak ada peserta didik yang merespon atau
mencoba menjawab. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat tidak fokus, membuat
kegaduhan, dan bercanda dengan teman sebaya. Kondisi ini berdampak pada
rendahnya motivasi belajar, kurangnya rasa percaya diri dalam menyelesaikan
soal-soal latihan, dan hasil belajar yang kurang memuaskan.
Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa peserta didik kurang aktif
selama pembelajaran berlangsung, baik saat berdiskusi kelompok, mengerjakan
tugas, maupun saat menerima penjelasan dari pendidik. Hal ini erat kaitannya
dengan model dan metode pembelajaran yang diterapkan. Metode ceramah yang
digunakan kurang mampu meningkatkan partisipasi dan hasil belajar peserta
didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang bersifat aktif dan
interaktif, serta penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan
perkembangan teknologi, seperti penerapan media gambar atau aplikasi digital
dalam pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti berupaya menerapkan model
pembelajaran kooperatif dengan bantuan media aplikasi E-modul Belajar Akhlak
Terpuji dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penerapan ini
bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik serta mendorong mereka
agar lebih aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mengingat ruang
7
lingkup materi Pendidikan Agama Islam yang cukup luas serta keterbatasan waktu
penelitian, peneliti memandang perlu untuk menetapkan batasan masalah. Oleh
karena itu, penelitian ini difokuskan pada satu aspek materi, yaitu akhlak
[Link] latar belakang dan permasalahan tersebut, peneliti tertarik
untuk mengangkat sebuah penelitian dengan judul:
“Penerapan Aplikasi E-Modul Belajar Akhlak Terpuji terhadap Hasil Belajar
Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
Negeri 23 Batara.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti dapat merumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji pada
pembelajaran Pendidikan agama islam kelas VI di Sekolah Dasar Negeri
23 Batara?
2. Bagaimana peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik kelas VI di
Sekolah Dasar Negeri 23 Batara?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka dari
penelitian ini adalah sebagai tujuan penelitian yaitu:
1. Untuk mengetahui penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji pada
pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VI di Sekolah Dasar Negeri
23 Batara.
8
2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media aplikasi e-modul belajar
akhlak terpuji terhadap hasil belajar peserta didik kelas VI di Sekolah
Dasar Negeri 23 Batara.
D. Manfaat Penelitian
Berdasarakan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
yang mendalam dan komperensif terhadap peneliti, khususnya lnstansi atau
lembaga terkait. Secara ideal penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dari
beberapa aspek, diantaranya sebagai berikut.
1. Manfaat Praktis
a. Bagi Sekolah
Sebagai bahan acuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pada proses
pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara sehingga peserta didik menjadi
lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas khususnya pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam.
b. Bagi Pendidik
Meningkatkan keterampilan pendidik dalam pembelajaran Pendidikan
Agama Islam dengan menggunakan Aplikasi E-modul Belajar Akhlak Terpuji
sehingga akan berdampak pada kualitas pendidik yang semakin meningkat dan
kualitas pembelajaran di kelas yang lebih baik kedepannya.
c. Bagi Peserta Didik
1) Memberikan suasana yang menarik sehingga peserta didik lebih
termotivasi untuk belajar
9
2) Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam
2. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapakan dapat memberikan kontribusi yang positif
terhadap:
a. Kajian tentang penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam disekolah dasar.
b. Penelitian ini dapat dijadikan rujukan tentang penerapan e-modul belajar
akhlak dalam pembelajaran.
9
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Penelitian ini berjudul penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji
terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam
di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Berdasarkan judul penelitian tersebut,
sebelumnya telah diangkat oleh beberapa peneliti sebagai obyek penelitian yang
berbeda. Adapun permasalahan tersebut akan dijadikan sebagai bahan rujukan dan
yang dilakukan peneliti. Berikut ini beberapa penelitian terdahulu yang dijadikan
peneliti sebagai perbandingan terhadap penelitian ini adalah:
1. Reni Angres Dengan Judul Penerapan Metode Make a Match untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Tema Membudayakan
Selalu Hidup Rukun di Kelas IV SDN 1 Penawar Rejo (2023). Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan
metode Make a Match pada tema membudayakan selalu hidup rukun. Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah
diterapkannya metode tersebut.11
2. Meli Haryanti. Dengan Judul Penerapan Model Pembelajaran Discovery
Learning Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa Kelas V SDN 27/IX Sebapo (2023). Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model
11
Reni Angres, ‘Penerapan Metode Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Peserta Didik Pada Tema Membudayakan Selalu Hidup Rukun Di Kelas IV SDN 1 Penawar
Rejo’, Skripsi, 15.1 (2024), 28.
10
pembelajaran Discovery Learning dengan pendekatan pembelajaran
berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar
siswa setelah diterapkannya model tersebut.12
3. Renita Nuraini. Dengan Judul Penerapan Metode Outdoor Study pada
Muatan IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 137/V
Dusun Delima (2022). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil
belajar siswa melalui penerapan metode Outdoor Study pada muatan IPA.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah
diterapkannya metode tersebut.13
4. Yeni Istiqomah. Dengan Judul Peningkatan Hasil Belajar Matematika
Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 02 Way Dadi Bandar Lampung melalui
Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) (2020).
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika
peserta didik melalui pendekatan PMRI. Hasil penelitian menunjukkan
peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya pendekatan
tersebut.14
5. Gusnia Rindiani. Dengan Judul Penerapan Model Pembelajaran Problem
Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV
SDN 137/V Dusun Delima (2023). Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan hasil belajar IPA siswa melalui penerapan model
12
Meli Haryanti, ‘Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Melalui
Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 27/IX
Sebapo’, Skripsi, 15.1 (2024), 37.
13
Renita Nuraini, ‘Penerapan Metode Outdoor Study Pada Muatan IPA Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 137/V Dusun Delima’, Skripsi, 13.1 (2023), 34.
14
Yeni Istiqomah, ‘Peningkatan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas IV SD
Negeri 02 Way Dadi Bandar Lampung Melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik
Indonesia (PMRI)’, Skripsi, 2020, 23.
11
pembelajaran Problem Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan
peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model tersebut.15
Tabel 2.2 Penelitian terdahulu yang relevan
No. Penelitian Persamaan Perbedaan
Terdahulu
1. Reni Angres. Sama-sama untuk Perbedaan peneliti dengan
Dengan Judul meningkatkan hasil peneliti pertama yaitu
Penerapan Metode belajar peneliti menerapkan di
Make a Match untuk kelas VII sedangkan
Meningkatkan Hasil peneliti pertama
Belajar Peserta menerapkan di kelas IV
Didik pada Tema
Membudayakan
Selalu Hidup Rukun
di Kelas IV SDN 1
Penawar Rejo
2. Meli Haryanti. Sama-sama Perbedaan peneliti dengan
Dengan judul menggunakan peneliti kedua yaitu
Penerapan Model metode penelitian peneliti meneliti di SDN
Pembelajaran PTK 23 Batara sedangkan
Discovery Learning peneliti kelima di SDN 27
Melalui Sebapo
Pembelajaran
Berdiferensiasi
untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa
Kelas V SDN 27/IX
15
Gusnia Rindiani, ‘Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 137/V Dusun Delima’, Skripsi, 15.1
(2024), 37–48.
12
Sebapo
3. Renita Nuraini. Sama-sama untuk Perbedaan peneliti dengan
Dengan judul meningkatkan hasil peneliti Ketiga yaitu peneliti
Penerapan Metode belajar memuat mata pelajaran PAI
Outdoor Study pada sedangkan peneliti ketiga
Muatan IPA untuk memuat pada mata
Meningkatkan Hasil pelajaran IPA
Belajar Siswa Kelas
V SDN 137/V
Dusun Delima
4. Yeni Istiqomah. Sama-sama Perbedaan peneliti dengan
Dengan judul menggunakan peneliti Keempat yaitu
Peningkatan Hasil metode penelitian peneliti berlokasikan di
Belajar Matematika PTK Palopo sedangkan peneliti
Peserta Didik Kelas keempat berlokasikan di
IV SD Negeri 02 Bandar lampung
Way Dadi Bandar
Lampung melalui
Pendekatan
Pendidikan
Matematika
Realistik Indonesia
(PMRI)
5. Gusnia Rindiani. Sama-sama Perbedaan peneliti
Dengan Judul meningkatkan hasil dengan peneliti Kelima
Penerapan Model belajar yaitu peneliti
Pembelajaran menggunakan aplikasi e-
Problem Based modul sedangkan peneliti
Learning untuk kelima menggunakan
Meningkatkan Hasil model pembelajaran
Belajar IPA Siswa problem based learning
13
Kelas IV SDN
137/V Dusun
Delima.
B. Landasan Teori
1. Hasil Belajar
Belajar diartikan sebagai upaya mendapatkan pengetahuan,
keterampilan, pengalaman, dan sikap yang dilakukan dengan mendayakan
seluruh potensi fisiologis dan psikologis, jasmani dan rohani manusia dengan
bersumber dari berbagai bahan informasi. Belajar juga dapat berarti upaya
untuk mendapatkan warisan kebudayaan dan nilai-nilai hidup dari masyarakat
yang dilakukan secara terencana, sistematik dan berkelanjutan.
Sudjana mendefinisikan , hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan
yang telah dimiliki oleh peserta didik setelah dia menerima pengalaman
belajarnya.16 Hasil belajar adalah angka yang diperoleh peserta didik yang telah
berhasil menuntaskan konsep-konsep mata pelajaran yang sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan. Umumnya hasil belajar berupa nilai, baik yang nilai
mentah ataupun nilai yang sudah diakumulasikan. Namun, tidak menutup
kemungkinan hasil belajar berupa perubahan perilaku peserta didik.
Adapun tujuan penilaian hasil belajar adalah untuk mengetahui tingkat
penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan; (1) mengetahui
kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap peserta didik terhadap program
16
Sudjana, Dirgantara Wicaksono, ‘Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Di Kelas Iv Sekolah Dasar Muhammadiyah 12
Pamulang Banten’, Jurnal Ilmiah PGSD, 6.2 (2020), 115.
14
pembelajaran; (2) mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar
peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah
ditetapkan; (3) mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran. Keunggulan peserta didik dapat dijadikan
dasar bagi guru untuk memberikan pembinaan dan pe-ngembangan lebih lanjut,
sedangkan kelemahannya dapat dijadi-kan acuan untuk memberikan bantuan
atau bimbingan; (4) seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang
sesuai dengan jenis pendidikan tertentu; (5) menentukan kenaikan kelas; dan
(6) menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.17
Hasil belajar adalah nilai yang diperoleh peserta didik dari suatu tindak
belajar pada akhir proses pembelajaran berupa suatu angka yang menentukan
berhasil atau tidaknya peserta didik dalam belajar. Hasil belajar sangat penting
untuk mengetahui sejauh mana penguasaan materi yang dicapai peserta didik.
Penilaian hasil belajar peserta didik, seorang guru hendaknya senantiasa secara
terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai peserta didik dari
waktu ke waktu. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi merupakan umpan
balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang akan dijadikan sebagai
titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar
selanjutnya. Proses belajar mengajar akan senantiasa ditingkatkan secara terus
menerus dalam mencapai hasil belajar yang optimal.
Berdasarkan pengertian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
adalah suatu hasil yang telah dicapai setelah mengikuti belajar mengajar, hasil
belajar ini dapat berwujud pengetahuan, sikap pemahaman dan keterampilan
17
I Made Parsa, Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar (Kupang: CV Rasi Terbit, 2017).
15
yang diperoleh melalui kegiatan dan program belajar dalam bidang tertentu
yang ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai. Sedangkan suatu perubahan
perilaku yang tetap dan berkelanjutan, dilihat berdasarkan aspek kognitif,
afektif dan psikomotorik yang diperoleh dari proses pembelajaran dan berupa
nilai atau perubahan perilaku.
1. Faktor-faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibedakan
menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor Internal, yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik
dan dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor ini meliputi:
1) Faktor fsikologis, yaitu faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik
peserta didik
2) Faktor psikologis, yaitu faktor yang berkaitan dengan keadaan psikologis
atau jiwa seseorang. Seperti intelegensi, motivasi, perhatian, minat, bakat
dan kesiapan belajar.
b. Faktor Eksternal, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang
berasal dari luar diri peserta didik. Faktor ini meliputi:
1) Faktor lingkungan sekolah , faktor lingkungan sekolah adalah faktor yang
berkaitan dengan cara mengajar guru di dalam kelas, fasilitas yang
digunakan untuk mengajar dikelas, kondisi lingkungan sekolah lainnya.
Faktor lingkungan sekolah adalah faktor yang berkaitan dengan lingkungan
sekolah, cara mengajar guru, fasilitas yang diberikan sekolah kepada siswa,
suasana belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan sekolah.
16
2) Faktor lingkungan keluarga, faktor keluarga adalah faktor yang
mempengaruhi oleh keadaan keluarga siswa tersebut, dimana didlamnya
meliputi bagaimana cara orang tua mendidik anak, bagaimana kondisi
ekonomi anak tersebut dan yang lainnya.
3) Faktor lingkungan masyarakat, faktor masyarakat adalah faktor yang
berkaitan dengan lingkungan sekitar siswa tersebut. Lingkungan yang baik
akan memberikan dampak baik terhadap hasil belajar siswa. Sebaliknya
lingkungan yang kurang baik akan menimbulkan dampak yang kurang baik
untuk hasil belajar siswa tersebut.18
2. Bentuk dan Tipe Hasil Belajar
Tipe hasil belajar yang dharapkan dapat dicapai peserta didik penting
diketahui guru, agar guru dapat merancang pengajaran secara tepat dan penuh
arti. Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh
hasil belajar yang dicapai peserta didik, dari segi prosesnya. Artinya seberapa
jauh tipe hasil belajar yang dimiliki peserta didik. Tipe hasil belajar harus
tampak dalam tujuan pengajaran (tujuan itruksional), sebab tujuan itulah yang
akan dicapai oleh proses belajar mengajar.
Nana Sudjana dalam bukunya, tipe belajar di bagi menjadi tiga bidang
yaitu:
a. Bidang kognitif (penguasaan internal)
b. Bidang afektif (sikap dan nilai)
18
Sholehun Leni Marlina, ‘Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Bahasa
Indonesia Pada Siswa Kelas Iv Sd Muhammadiyah Majaran Kabupaten Sorong’, Jurnal Bahasa
Indonesia, 2.1 (2021), 62.
17
c. Bidang psikomotor (keterampilan dan perilaku.19
Masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ditetapkan dalam
kurikulum di sekolah.
Demikian dari hasil belajar diatas dapat disampaikan bahwa bentuk dan
tipe hasil belajar adalah aspek-aspek yang ingin dicapai dalam proses
pembelajaran. Adapun aspek-aspek tersebut adalah aspek kognitif, afektif, dan
psikomotor. Ketiga aspek ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.
Kata lain, rumusan tujuan pengajaran berisikan hasil belajar yang diharapkan
dikuasai peserta didik yang mencakup tiga aspek tersebut.
2. E-modul
E-modul adalah sumber belajar yang berisi pokok bahasan, strategi belajar
serta langkah mengevaluasi yang disusun secara runtut guna menarik serta
mencapai kompetensi sesuai dengan kurikulum secara elektronik. Kemudian
pengertian e-modul adalah modul yang dikombinasikan dengan teknologi serta
berisi penggalan-penggalan kata dengan pertanyaan pada Setiap penggalan.20
Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat sekarang, dapat
memudahkan peserta didik dalam mengakses e-modul dengan menggunakan
android ataupun PC untuk menemukan materi pembelajaran yang mereka
butuhkan.21 Hal tersebut sangat memudahkan akses peserat didik dalam
19
Nana Sudjana, I Gede Sumertha, ‘Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa’, Jurnal Pedagogi Dan
Pembelajaran, 2.2 (2020), 54.
20
Wiwik Okta Susilawati, ‘Pengembangan E-modul Pembelajaran Perkembangan Sosial
Aud Berbasis Karakter Menggunakan Software Flipbook Maker’, Inspiratif Pendidikan, 10.2
(2021), 1 <[Link]
21
Hasbi Hasbi, Hasriadi Hasriadi, and Nurul Hikmah Azhari, ‘Aksiologi Perpustakaan
Sebagai Sumber Belajar Mahapeserta didik Program Studi Pendidikan Agama Islam Iain Palopo’,
Kelola: Journal of Islamic Education Management, 8.2 (2023), 315–144
18
memepelajari dan memahami lebih luas pembelajaran yang diberikan serta
menjadikan e-modul sebagai bagian dari sumber belajar peserta didik.22
Untuk mempermudah peserta didik mempelajari topik sendiri, instruktur
menulis alat pendidikan yang disebut modul. Ada dua macam modul yang
dikembangkan dalam bidang pendidikan saat ini: modul cetak dan elektronik.
Untuk mempermudah peserta didik mempelajari topik sendiri, instruktur menulis
alat pendidikan yang disebut modul. Ada dua macam modul yang dikembangkan
dalam bidang pendidikan saat ini: modul cetak dan elektronik.23
Adapun 3 teori atau pendapat dari para ahli yang membahas tentang e-modul
dan pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu: Menurut
Fujiarti, e-modul yang dirancang secara sistematis dan interaktif mampu
meningkatkan minat belajar siswa, yang berdampak positif pada hasil
pembelajaran.24 Menurut Trisnawati, e-modul yang dirancang dengan gambar
animasi dan audio membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
dan tidak membosankan.25 Menurut Suharyat, e-modul berbasis aplikasi efektif
dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.
26
<[Link]
22
Nilam Permatasari, Mita Rosanti and Nur Zahra, ‘Pengembangan Elektornik Modul
Dengan Menggunakan Kvisoft Flip Book Maker Pada Kelas XI SMA Negeri 9 Luwu Utara
Institut Agama Islam Negeri Palopo Agama Islam , Di SMA Negeri 9 Luwu Utara Diperoleh
Bahwa Kendala Yang Saat Ini Dirasakan Berkaitan Dengan Per’, 1.4 (2023).
23
Najuah, Pristi Suhendro Lukitoyo, and Winna Wirianti, Modul Elektronik: Prosedur
Penyusunan Dan Aplikasinya, Yayasan Kita Menulis. (Yayasan Kita Menulis, 2020).
24
R. N. Fujiarti, A., Meilania, D. K., Angraeni, M., & Umah, ‘Pengaruh Penggunaan E-
Modul Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar’, Jendela Pendidikan, 4.1 (2024), 23.
25
Trisnawati, ‘Pengaruh E-Modul Berbasis Problem Based Learning Terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajara IPA Di Indonesia’, Pendidikan Konseling,
5.1 (2023), 37.
26
R. G. Suharyat, Y., Santosa, T. A., Zulyusri, Z., Suhaimi, S., & Gunawan,
‘PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
19
Berdasarkan definisi yang diberikan dapat disimpulkan bahwa peserta didik
dapat belajar mandiri dengan modul berdasarkan kemampuannya dalam
mengingat materi. Modul adalah sarana atau alat pembelajaran yang memuat isi,
pendekatan, batasan, dan teknik penilaian yang disusun secara metodis dan kreatif
untuk mencapai kompetensi yang diperlukan sesuai dengan tingkat kerumitannya.
Modul adalah sumber daya instruksional yang terdiri dari tujuan pembelajaran,
panduan penggunaan, deskripsi isi, abstrak, penilaian dan umpan balik, serta
kegiatan tindak lanjut sistematis yang berfungsi sebagai alat pembelajaran yang
berdiri sendiri. E-modul sangat direkomendasikan dalam penerapan pembelajaran
di kelas.27 Sekaligus menjadi media pembelajaran yang digunakan dalam proses
belajar mengajar di kelas.
Penggunaan media pembelajaran sangatlah penting untuk menunjang
proses belajar peserta didik. Hal ini terjadi karena media pembelajaran dapat
memberikan berbagai manfaat. Salah satu manfaat dari penggunaan media
pembelajaran adalah dapat meningkatkan daya serap dan pemahaman
peserta didik terhadap materi pelajaran.28
a. Manfaat dan kelebihan E-modul
SISWA SMP PADA MATERI KALOR’, Pendidikan Sains, 10.2 (2022), 39.
27
Suci Prihatiningtyas and Fatikhatun Nikmatus Sholihah, Physics Learning By E-
Module (LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, 2020).
28
St Marwiyah, Muhammad Ihsan, and Muh Yamin, ‘Media Pembelajaran Inovatif
Berbasis Lingkungan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pondok Pesantren Pengkendekan
Luwu Utara Pendahuluan,4.2(2023),531539<[Link]
article/view/426%0A[Link]
download/426/290>.
20
Dengan adanya penggunaan e-modul maka akan jauh lebih memudahkan
peserta didik dalam mengakses materi pembelajarannya. Beberapa keunggulan
yang dapat diperoleh dari e-modul karena fasilitas dan kemudahannya, seperti:29
1) Mengalihkan fokus peserta didik dari membuka hal-hal yang tidak berguna di
ponsel dan jaringan internet ke arah kesempatan belajar yang lebih
bermanfaat.
2) Memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat materi pembelajaran
yang menarik dan interaktif yang menarik minat mereka.
3) Menawarkan cara untuk membantu peserta didik menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi secara bijaksana.
4) Suka atau tidak suka dengan pengajar, pemberdayaan mereka untuk mengatasi
kendala yang ditimbulkan oleh kemajuan informasi dan teknologi akan
berdampak pada bidang pendidikan dan pembelajaran.
Kelebihan e-modul dibandingkan dengan modul konvensional adalah:30
1) Lebih menawan karena kemampuan multimedianya (gambar, animasi, musik,
dan video).
2) Lebih menarik karena peserta didik mampu menilai suatu kemampuan sendiri
dan mengambil tindakan setelah mempelajari temuan evaluasi mandiri.
3) Paperless, dengan demikian penggunaan kertas bisa berkurang.
4) Multiplatform, Modul elektronik kompatibel dengan sejumlah gadget, seperti
laptop, komputer desktop.
29
Fatika Wulandari, Relsas Yogica, and Rahmawati Darussyamsu, ‘Analisis Manfaat
Penggunaan E-modul Interaktif Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-
19’, Khazanah Pendidikan, 15.2 (2022), 139–144.
30
Anggraini Diah Puspitasari, ‘Penerapan Media Pembelajaran Fisika Menggunakan
Modul Cetak Dan Modul Elektronik Pada Peserta didik SMA’, JPF (Jurnal Pendidikan Fisika)
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 7.1 (2019), 17–25.
21
b. kekurangan e-modul
E-modul pembelajaran juga tidak terlepas dari kekurangan. Adapun
beberapa kekurangan e-modul dapat dilihat sebagai berikut:
1) Bagus atau tidaknya suatu modul bergantung pada keahlian penyusunnya.
Perancangan materi e-modul harus memiliki pengetahuan tentang komputer
berbasis pembelajaran untuk mendesain lingkungan pembelajaran yang
efektif.
2) E-modul hanya bisa diakses menggunakan jaringan internet melalui perangkat
elektronik berupa komputer, laptop atau handphone. Jika perangkat tersebut
tidak tersedia maka e-modul tidak dapat digunakan.
c. Karakteristik e-modul
Karakteristik e-modul diangkat dari modul yang berupa cetak, karena
karakter yang dimiliki modul dapat diterapkan pada e-modul. Modul dapat
dikatakan sebagai modul yang baik, apabila modul tersebut mampu meningkatkan
motivasi belajar.31 Oleh karena itu, pengembangan modul harus memperhatikan
dan memenuhi beberapa karakteristik sebagai berikut:
1) Self Instructional; modul dapat dipelajari sendiri (mandiri), tidak bergantung
kepada pihak lain.
2) Self Contained; modul dikatakan self contained bila seluruh materi
pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut.
3) Stand Alone; modul tidak bergantung pada bahan ajar/media lain.
31
Erwatul Efend ,Ramla Dewi, and Eka Poppi Hutam, ‘Pengembangan Modul
Pembelajaran Tematik Dengan Subtema Bekerjasama Mencapai Tujuan Terintegrasi Nilai-Nilai
Keislaman Pendahuluan’, 11.2 (2022), 85–98.
22
4) Adaptive; modul menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK).
5) User Friendly; modul yang bersahabat dengan pemakainya dapat diperhatikan
melalui penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti secara
umum, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai
dengan keinginan.
d. Komponen Modul
komponen modul pembelajaran adalah sebagai berikut; 1) Adanya tujuan
pembelajaran; 2) Materi Ajar; 3) Latihan yang disajikan untuk menerapkan
keterampilan dan kompetensi yang sedang dipelajari; 4) Umpan balik yang
menjadi indikator tentang kualitas latihan yang dilakukan pembelajar.32
3. Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti
1. Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti
Pengertian pembelajaran berbeda dengan istilah pengajaran, perbedaannya
terletak pada orientasi subjek yang difokuskan, dalam istilah pengajaran pendidik
merupakan subjek yang lebih berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar,
sedangkan pembelajaran memfokuskan pada peserta didik. Untuk memahami
hakikat pembelajaran dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari segi bahasa
(etimologis) dan istilah (terminologis). Secara bahasa, kata pembelajaran
merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, instruction yang bermakna sederhana
“upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang, melalui berbagai
32
Elfita Rahmi, Nurdin Ibrahim, and Dwi Kusumawardani, ‘Pengembangan Modul
Online Sistem Belajar Terbuka Dan Jarak Jauh Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pada
Program Studi Teknologi Pendidikan’, Visipena, 12.1 (2021), 44–66
<[Link]
23
upaya (effort) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan ke arah tujuan yang
telah direncanakan”.33 Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran adalah adanya
komunikasi yang baik antara penerima dan pengirim pesan, serta penggunaan
bahasa yang mudah untuk dipahami oleh peserta didik.34
Dapat dipahami bahwa pembelajaran merupakan sebuah sistem, yaitu
suatu totalitas yang melibatkan berbagai komponen yang saling berinteraksi.
Untuk mencapai interaksi pembelajaran, sudah tentu perlu adanya komunikasi
yang jelas antara pendidik dan peserta didik, sehingga akan terpadu dua kegiatan,
yaitu tindakan penyampaian ilmu pengetahuan melalui kegiatan mengajar (usaha
pendidik) dan tindakan perubahan tingkah laku melalui kegiatan belajar (usaha
peserta didik) yang berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran
juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan pendidik secara terpadu
dalam desain instruksional (instructional design) untuk membuat peserta didik
atau peserta didik belajar secara aktif (student active learning), yang menekankan
pada penyediaan pada sumber belajar.
Beberapa ahli merumuskan pengertian pembelajaran sebagai berikut;
1) Menurut Syaiful Sagala, pembelajaran adalah membelajarkan peserta didik
menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu
utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi
33
Zakarya , ‘Peran Pendidik Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Peserta Didik Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta’, Attractive : Innovative Education
Journal, 5.2 (2023), 909–18 <[Link]
34
Mirnawati Dan Rusdiansyah. Sukirman, Firman, Nurul Aswar, ‘The Use Metaphors
Through Speech Acts In Learning: A Case From Indonesia’, International Jurnal Of Society,
Culture And Language, 10.3 (2022), 137.
24
dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak pendidik sebagai pendidik,
sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. 35
2) Menurut Corey, pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan
seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam
kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.36
3) Menurut Oemar Hamalik, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang
tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan
dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan
pembelajaran. Manusia yang terlibat dalam sistem pembelajaran terdiri atas
peserta didik, pendidik dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium.
Material meliputi buku-buku, papan tulis fotografi, slide dan film, audio dan
video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruangan kelas,
perlengkapan audio visual juga komputer. Prosedur meliputi jadwal dan
metode penyamPendidikan Agama Islaman informasi, praktek, belajar, ujian
dan sebagainya.37
Pembelajaran sebagai aktivitas yang tidak hanya didominasi oleh pendidik
saja, ataupun sebaliknya, namun keduanya memiliki peran yang sama pentingnya
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Corey lebih memandang
pembelajaran sebagai proses penyampaikan pengetahuan (transfer of knowledge)
35
Syaiful, Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari, ‘Prinsip Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And Management, 03.02 (2024),
11–17.
36
Corey, Asbari. Asbari. Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari, ‘Prinsip
Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, (2024)
37
Oemar Hamalik, Asbari. Prinsip Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of
Information Systems And Management, (2024)
25
sehingga mengutamakan pengelolaan lingkungan agar peserta didik dapat
menghasilkan respon yang baik berupa penerimaan informasi secara maksimal.
Menurut Dzakiyah Darajat, Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk
membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami
kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada
akhirnya dapat mengamalkan dan menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.38
Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan
pendidik dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan
mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan
yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun
esensi pendidikan, yaitu adanya proses transfer nilai, pengetahuan, dan
keterampilan dari generasi tua agar generasi muda dapat hidup. Oleh karena itu,
ketika dikaitkan dengan pendidikan Islam, maka akan mencakup dua hal, yaitu;
(a) mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak
Islam. (b) mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran Islam.
Dari beberapa penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa pendidikan
Agama Islam adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada
peserta didik melalui bimbingan dan pelatihan yang telah direncanakan agar
peserta didik dapat menggunakannya baik sebagai pola pikirnya maupun landasan
hidupnya dengan menjadikan Ibadah sebagai orientasi tujuannya. Sedangkan
makna pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu upaya membuat
38
Asbari. Prinsip Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information
Systems And Management, (2024)
26
peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar dan
tertarik untuk terus-menerus mempelajari Agama Islam, baik untuk mengetahui
bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelajari Islam sebagai
pengetahuan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat mengaktualisasikan
apa yang terdapat dalam kurikulum Agama Islam sebagai kebutuhan peserta didik
secara menyeluruh yang mengakibatkan beberapa perubahan tingkah laku peserta
didik baik dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. Secara umum
pendidikan agama Islam bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, pemahaman,
dan pengamalan sehingga peserta didik memiliki bekal untuk meningkatkan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt dan sekaligus untuk dapat menjadi
warga Negara yang baik, serta dikemudian hari mereka dapat melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.39
Dari penjelasan mengenai pembelajaran dan Pendidikan Agama Islam
penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat
diartikan sebagai usaha yang terencana untuk menciptakan suasana belajar bagi
peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, yang dengan
pengembangan pengetahuan itu maka mereka akan mengalami perubahan tingkah
laku menuju arah yang lebih baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah untuk
dapat bermuamalah dengan masyarakat maupun dengan Khalik (habl min Allah
wa habl min al-Nas).40
39
Abdul Rahim Karim, ‘Reafirmasi Pendidikan Agama Islam Melalui Sistem Boarding
School Di Sekolah Umum’, Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 5.1 (2020), 38–49
<[Link]
40
Heru Setiawan and siti zakiah, ‘Konsep Metode Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam’, At Ta’Lim, 4.2 (2022), 12–22.
27
Berdasarkan hal tersebut maka Pendidikan Agama Islam memiliki aspek
dan cakupan materi yang cukup luas, serta waktu penelitian yang juga terbatas
maka berdasarkan pada pertimbangan tersebut, Peneliti merasa perlu untuk
menentukan batasan masalah dari penelitian ini, peneliti tidak akan mengambil
materi Pendidikan agama Islam secara keseluruhan melainkan hanya
mengambil satu materi saja. Adapun fokus utama penelitian ini terletak pada
materi Akhlak terpuji.
C. Kerangka Pikir
Penelitian ini diawali dengan permasalahan yang didapatkan di
Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Dalam hal peningkatan hasil belajar
peserta didik pada mata Pelajaran Agama Islam, proses belajar mengajar di
sekolah dianggap kurang efektif. Proses pembelajaran di sekolah terhambat
oleh minimnya penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran e-
modul merupakan salah satu media pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk dapat bekerja sendiri kemudian
bekerja sama dengan orang lain dalam proses pembelajaran yang dilakukan.
Maka dari itu peneliti menyusun bagan yang akan menjadi kerangka pikir
pada penelitian tindakan kelas, dan menjadi acuan dalam penelitian, yaitu
sebagai berikut:
28
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas VI Sekolah Dasar
Negeri 23 Batara
1. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam belum
Kondisi Awal menggunakan media pembelajaran e-modul
2. Peserta didik tidak terlibat aktif dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1. Menggunakan media
pembelajaran e-modul belajar Siklus I
Tindakan
akhlak terpuji dan II
2. PTK Model spiral dari Kemmis
and MC Tanggart
Terjadi peningkatan terhadap hasil belajar peserta
Kondisi didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Akhir dengan menggunakan media pembelajaran e-modul
akhlak terpuji
Gambar 2.1 Bagan kerangka Pikir
D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan aplikasi e-
modul pada materi akhlak terpuji di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara akan
meningkatkan hasil belajar peserta didik.
29
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action
research). Penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan
dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan
kualitas pembelajaran. Secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai
suatu bentuk penelaahan penelitian yang bersifat reflektif dengan
melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan
meningkatkan praktik- praktik pembelajaran di kelas secara lebih
professional yang dilakukan pada semester genap tahun pelajaran
2024/2025.
B. Prosedur Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI di Sekolah
Dasar Negeri sebanyak 20 peserta didik dari satu kelas dengan satu guru
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang mendampingi selama proses
uji coba. Adapun objek penelitiannya adalah aplikasi e-modul untuk
meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23
Batara.
2. Waktu dan Lamanya Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara pada
peserta didik kelas VI dengan waktu penelitian dilaksanakan Setelah
30
keluarnya surat izin penelitian semester genap tahun pelajaran 2024/2025.
Adapun lamanya tindakan dilakukan yaitu 2 (dua) siklus.
Perencana
Refleksi Siklus Ke-1 Pelaksana
3. Lokasi Penelitian
Pengamat
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara
kelas VI ([Link] No 16, Boting,Kec. Wara, Kota Palopo, Sulawesi
Perencana
Selatan) Alasan dipilihnya lokasi tersebut karena terdapat permasalahan
Refleksi Siklus Ke-2 Pelaksana
kurangnya hasil belajar peserta didik.
Pengamat
4. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas
Beberapa ahli telah mengemukakan model penelitian tindakan dengan
bagan yang berbeda-beda. Namun, secara umum, terdapat empat langkah
utama yang dilalui dalam penelitian tindakan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan,
observasi (pengamatan), dan refleksi. Adapun penjelasan dari masing-masing
Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
31
Gambar 3.1 Penelitian Tindakan Kelas
Langkah-Langkah penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahap.
Secara rinci prosedur penelitian Tindakan kelas ini sebagai berikut:
b. Siklus I
1) Perencanaan
a) Merencanakan proses pelaksanaan media Pembelajaran e-modul pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam materi akhlak terpuji.
b) Mengembangkan skenario media pembelajaran dengan membuat RPP
c) Menyusun LOS (Lembar Observasi Peserta didik)
d) Menyusun kuis (tes)
2) Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan tahap ini yaitu melaksanakan proses
pembelajaran dengan media pembelajaran e-modul pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam materi akhlak terpuji yang telah direncanakan
diantaranya:
1. Pendidik membuka pelajaran.
2. Pendidik menyampaikan kepada peserta didik untuk mendownload aplikasi
e-modul
3. Pendidik mengarahkan kepada peserta didik untuk membaca dan menonton
video yang ada dalam e-modul
4. Pendidik meminta peserta didik untuk mendiskusikan dengan teman
sebangkunya tentang pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam e-modul.
32
5. Pendidik meminta kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil
diskusi yang di dapatkan teman sebangkunya secara bergiliran.
6. Pendidik memberikan klarifikasi jawaban atau menambahkan penjelasan
mengenai pertanyaan yang ada di e-modul.
7. Penutup
3) Observasi
Tahap observasi tentu tidak terlepas dari tahap tindakan yang
dilakukan, jadi keduanya saling bergantung dan berlangsung secara
bersamaan. Artinya pendidik dengan peneliti mengamati aktivitas peserta
didik dan mengamati kemampuan peserta didik dalam memahami
pembelajaran.
4) Refleksi
a) Meneliti hasil kerja peserta didik terhadap kuis yang diberikan.
b) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara
terhadap pelaksanaan pengajaran pada siklus 1.
c) Mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan
kegiatan penelitian dalam siklus II.
c. Siklus II
Setelah melakukan evaluasi tindakan I, maka dilakukan tindakan II.
Langkah-langkah siklus II adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan
33
a) Mengidentifikasi masalah-masalah khusus yang dialami pada siklus
sebelumnya.
b) Membuat RPP
c) Menyusun LOS
d) Menyusun kuis (tes)
2) Pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan tahap ini yaitu Pengembangan rencana
tindakan II dengan melaksanakan tindakan upaya lebih meningkatkan hasil
belajar peserta didik dalam proses pelaksanaan media pembelajaran e-
modul pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Akhlak
terpuji.
3) Observasi
Kolaborator mencatat semua proses yang terjadi dalam proses
belajar mengajar media pembelajaran, mendiskusikan tentang tindakan II
yang telah dilakukan mencatat kelemahan baik ketidaksesuaian antara
skenario dengan respon dari peserta didik yang mungkin tidakdiharapkan.
4) Refleksi
a) Meneliti hasil kerja peserta didik terhadap kuis yang diberikan.
b) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara
terhadap pelaksanaan pengajaran pada siklus II.
c) Mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan
kegiatan penelitian dalam siklus berikutnya.
34
C. Sasaran Penelitian
Sasaran dalam penelitian adalah yang menjadi subjek penelitian
yaitu peserta didik kelas VI yang beranggota 20 peserta didik di Sekolah
Dasar Negeri 23 Batara.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang peneliti gunakan untuk menilai tingkat
keberhasilan peserta didik adalah:
1. Instrumen evaluasi
Instrumen evaluasi adalah alat untuk memperoleh data hasil belajar
yangtelah diberikan kepada peserta didik Sedang bentuk tes yang
digunakan adalah tes tertulis berupa soal sebanyak 4 soal masing masing
pada siklus ini, dimana setiap item yang benar nilai 25 dan salah 0.
Tabel 3.1
ContohTabel Model Penilaian Hasil Belajar
NO Nama Nilai Ketuntasan
2. Lembar observasi
35
Lembar observasi adalah lembar pengamatan yang harus diisi oleh
observer. Lembar observasi berisi tentang aktifitas peserta didik dalam
pembelajaran.
Tabel 3.2
Contoh Tabel Lembar Observasi
Sintak Model Kegiatan Keterlaksanaan dalam pembelajaran
Pembelajaran Pembelajaran Ya Tidak
Fase 1:
Project
Fase 2:
Activity
Fase 3:
Cooperative
Fase 4 :
Exercise
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif
dan kuantitatif yang terdiri dari:
a. Data tentang keaktifan peserta didik.
b. Data tentang kerjasama peserta didik.
c. Data tentang pelaksanaan pembelajaran oleh pendidik.
d. Data tentang evaluasi hasil belajar peserta didik
2. Teknik Pengumpulan Data
36
a. Metode Observasi
Metode Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu
proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis Teknik
pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan
dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila
responden yang diamati tidak terlalu besar. Metode observasi diartikan
sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang
tampak pada obyek penelitian.
Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara
mengadakan pengamatan langsung terhadap aktivitas peserta didik dalam
proses pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
materi pokok akhlak terpuji di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara
sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran e-modul dengan
menggunakan pree tes dan post tes
b. Metode Tes
Metode tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang mendapat
jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.
Metode tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta
didik sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran e-modul
pada mata pelajaran Pendidikan Agama islam materi akhlak terpuji di
kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara sebagai bentuk evaluasi.
b. Metode Dokumentasi
37
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau
variabel yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar majalah, prasasti.
notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya.
Metode ini digunakan untuk memperoleh data mengenai seluk beluk
proses pembelajaran mata pelajaran matematika materi pokok bangun
ruang di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara dengan menggunakan
media pembelajaran e-modul seperti RPP, LOS dan daftar nama peserta
didik
F. Teknik Analsis Data
Data-data yang diperoleh dari penelitian baik melalui pengamatan,
tes atau menggunakan metode yang lain kemudian diolah dengan analisis
deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencaPendidikan
Agama Islaman indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk
menggambarkan keberhasilan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam materi akhlak terpuji di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23
Batara setelah menerapkan media pembelajaran e-modul.
Adapun teknik pengumpulan data yang berbentuk kuantitatif
berupa data data yang disajikan berdasarkan angka-angka maka
menggunakan analisis deskriptif persentase dengan rumus sebagai
berikut:41
41
Emilda, ‘Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Pada Materi Pokok Hukum-
Hukum Dasar Kimia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Kelas X Mipa Sman 2 Teluk
Kuantan’, Jurnal FTK Uniks, 1.1 (2020), 76.
38
F
P¿ × 100%
N
Keterangan:
P= Angka presentase
F= Frekuensi aktivitas peserta didik
N= Jumlah aktivitas seluruhnya
DAFTAR PUSTAKA
Agama RI, Kementrian, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: PT. Lajnah
Pentashihan Mushaf, 2019)
Anggraini, Tiara, ‘Menganalisis Surat Al-Alaq Tentang Belajar Berdasarkan
Tafsir Tarbawi’, Pendidikan Agama Islam, 2.3 (2024), 186
Asbari, Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki, ‘Prinsip Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And
Management, 03.02 (2024), 11–17
Erwatul Efendi ,Dewi, Ramla,and Eka Poppi Hutami, ‘Pengembangan Modul
Pembelajaran Tematik Dengan Subtema Bekerjasama Mencapai Tujuan
Terintegrasi Nilai-Nilai Keislaman Pendahuluan’, 11.2 (2022), 85–98
Emilda, ‘Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Pada Materi Pokok
Hukum-Hukum Dasar Kimia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
(Kelas X Mipa Sman 2 Teluk Kuantan’, Jurnal FTK Uniks, 1.1 (2020), 76
39
Fujiarti, A., Meilania, D. K., Angraeni, M., & Umah, R. N., ‘Pengaruh
Penggunaan E-Modul Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar’, Jendela
Pendidikan, 4.1 (2024), 23
Gusnia Rindiani, ‘Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 137/V Dusun
Delima’, Skripsi, 15.1 (2024), 37–48
Hasbi, Hasbi, Hasriadi Hasriadi, and Nurul Hikmah Azhari, ‘Aksiologi
Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Agama Islam Iain Palopo’, Kelola: Journal of Islamic Education
Management, 8.2 (2023), 315–144
<[Link]
Hasriadi, Metode Pembelajaran Inovatif Di Era Digitalisasi, Jurnal Sinestesia,
2022, VOL 12 <[Link]
Hisban Thaha, Jumriani dan Fauziah Zainuddin, ‘Optimalisasi Manajemen
Program Ekstrakulikuler Rohani Islam’, Jurnal Of Islamic Education
Management, 6.7 (2021), 137
I Gede Sumertha, ‘Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa’, Jurnal
Pedagogi Dan Pembelajaran, 2.2 (2020), 54
Iman, Bustanul, ‘Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran Menggunakan Media Berbasisteknologi Informasi
Dan Komunikasi (Studi Pada Smp Negeri Di Kecamatan Soreaang Kota
Parepare)’, Jurnal Istiqra, Vol 7.No1 (2021), 12
Karim, Abdul Rahim, ‘Reafirmasi Pendidikan Agama Islam Melalui Sistem
Boarding School Di Sekolah Umum’, Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-
Thariqah, 5.1 (2020), 38–49 <[Link]
thariqah.2020.vol5(1).5082>
Leni Marlina, Sholehun, ‘Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil
Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas Iv Sd Muhammadiyah Majaran
Kabupaten Sorong’, Jurnal Bahasa Indonesia, 2.1 (2021), 62
Marwiyah, St, Muhammad Ihsan, and Muh Yamin, ‘Media Pembelajaran Inovatif
Berbasis Lingkungan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pondok
Pesantren Pengkendekan Luwu Utara Pendahuluan’, Jurnal Dirosah
Islamiyah, Vol [Link] 2 (2023), 25
<[Link]
://[Link]/journals/[Link]/contents/article/download/
426/290>
Meli Haryanti, ‘Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Melalui
Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Kelas V SDN 27/IX Sebapo’, Skripsi, 15.1 (2024), 37
40
Najuah, Pristi Suhendro Lukitoyo, and Winna Wirianti, Modul Elektronik:
Prosedur Penyusunan Dan Aplikasinya, Yayasan Kita Menulis. (Yayasan
Kita Menulis, 2020)
nurrita, ‘Media Pembelajaran Dan Hasil Belajar Peserta Didik. Misykat’,
Pendidikan, 6 (2020), 171–87
Nurul Aswar, indah lestari, dan St. Marwiyah, ‘Analiysis of Collaborative
Learning Implementation for Achieving Learning Outcomes Based on
Mastery Standards in Islamic Education’, Didaktika: Jurnal Kependidikan,
12.3 (2023), 231
Parsa, I Made, Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar (Kupang: CV Rasi Terbit,
2017)
Prihatiningtyas, Suci, and Fatikhatun Nikmatus Sholihah, Physics Learning By E-
Module (LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, 2020)
Puspitasari, Anggraini Diah, ‘Penerapan Media Pembelajaran Fisika
Menggunakan Modul Cetak Dan Modul Elektronik Pada Siswa SMA’, JPF
(Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 7.1
(2019), 17–25
Rahmi, Elfita, Nurdin Ibrahim, and Dwi Kusumawardani, ‘Pengembangan Modul
Online Sistem Belajar Terbuka Dan Jarak Jauh Untuk Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran Pada Program Studi Teknologi Pendidikan’, Visipena,
12.1 (2021), 44–66 <[Link]
Reni Angres, ‘Penerapan Metode Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Peserta Didik Pada Tema Membudayakan Selalu Hidup Rukun Di
Kelas IV SDN 1 Penawar Rejo’, Skripsi, 15.1 (2024), 28
Renita Nuraini, ‘Penerapan Metode Outdoor Study Pada Muatan IPA Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 137/V Dusun Delima’,
Skripsi, 13.1 (2023), 34
Nilam Permatasari ,Rosanti, Mita, Nur Zahrah, , Siti Marwiyah, K Nurdin, Jl
Agatis, and others, ‘Pengembangan Elektornik Modul Dengan Menggunakan
Kvisoft Flip Book Maker Pada Kelas XI SMA Negeri 9 Luwu Utara Institut
Agama Islam Negeri Palopo Agama Islam , Di SMA Negeri 9 Luwu Utara
Diperoleh Bahwa Kendala Yang Saat Ini Dirasakan Berkaitan Dengan Per’,
1.4 (2023)
Sadiman, A. S. dk, ‘Media Pendidikan. Al-Afkar’, Jurnal Keislaman, 1.5 (2021),
68
Setiawan, Heru, and siti zakiah, ‘Konsep Metode Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam’, At Ta’Lim, 4.2 (2022), 12–22
Suharyat, Y., Santosa, T. A., Zulyusri, Z., Suhaimi, S., & Gunawan, R. G.,
‘Penggunaan E-Modul Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
41
Smp Pada Materi Kalor’, Pendidikan Sains, 10.2 (2022), 39
Sukirman, Firman, Nurul Aswar, Mirnawati Dan Rusdiansyah., ‘The Use
Metaphors Through Speech Acts In Learning: A Case From Indonesia’,
International Jurnal Of Society, Culture And Language, 10.3 (2022), 137
Susilawati, Wiwik Okta, ‘Pengembangan E-Modul Pembelajaran Perkembangan
Sosial Aud Berbasis Karakter Menggunakan Software Flipbook Maker’,
Inspiratif Pendidikan, 10.2 (2021), 1
<[Link]
Syafril, Zelhendri Zen, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia
Group, 2020)
Trisnawati, ‘Pengaruh E-Modul Berbasis Problem Based Learning Terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajara IPA Di Indonesia’,
Pendidikan Konseling, 5.1 (2023), 37
Wicaksono, Dirgantara, ‘Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Di Kelas Iv
Sekolah Dasar Muhammadiyah 12 Pamulang Banten’, Jurnal Ilmiah PGSD,
6.2 (2020), 115
Widiawati, Ida, Ari Rismayanti Azzahra, Rahma Isnaini Fadila, and Ani Nur
Aeni, ‘Pemanfaatan MODITIF (Modul Digital Kreatif) Untuk Pembelajaran
PAI Kelas 6 SD Mengenai Zakat’, Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan
Madrasah Ibtidaiyah, 7.2 (2023), 755
<[Link]
Wulandari, Fatika, Relsas Yogica, and Rahmawati Darussyamsu, ‘Analisis
Manfaat Penggunaan E-Modul Interaktif Sebagai Media Pembelajaran Jarak
Jauh Di Masa Pandemi Covid-19’, Khazanah Pendidikan, 15.2 (2022), 139–
44
Yeni Istiqomah, ‘Peningkatan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas IV
SD Negeri 02 Way Dadi Bandar Lampung Melalui Pendekatan Pendidikan
Matematika Realistik Indonesia (PMRI)’, Skripsi, 2020, 23
Zakarya, Hafidz, Martaputu, and Husna Nashihin, ‘Peran Guru Pendidikan
Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Di SMA
Muhammadiyah 1 Surakarta’, Attractive : Innovative Education Journal, 5.2
(2023), 909–18 <[Link]