0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan43 halaman

E-Modul Akhlak untuk Pendidikan Islam

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media digital dalam pembelajaran serta dampaknya terhadap motivasi dan partisipasi siswa. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat praktis bagi sekolah, pendidik, dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan43 halaman

E-Modul Akhlak untuk Pendidikan Islam

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media digital dalam pembelajaran serta dampaknya terhadap motivasi dan partisipasi siswa. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat praktis bagi sekolah, pendidik, dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN APLIKASI E-MODUL BELAJAR AKHLAK

TERPUJI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA


DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR
NEGERI 23 BATARA

Proposal Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan IAIN Palopo untuk
Melakukan Penelitian Skripsi dalam Rangka Penyelesaian Studi Jenjang Sarjana
pada Program Studi Pendidikan Agama Islam

Diajukan Oleh
M. Choiruddin Ali Syahputra
20 0201 0033

Pembimbing

1. Muh Agil Amin, [Link]., [Link].


2. Muhammad Yamin, [Link]., [Link].

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEPENDIDIKAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALOPO
2025
DAFTAR ISI

Daftar Isi.......................................................................................................... i
Bab I Pendahuluan......................................................................................... 1
A. Latar belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan masalah................................................................................. 6
C. Tujuan penelitian.................................................................................. 6
D. Manfaat penelitian................................................................................ 6
Bab II Kajian Teori........................................................................................ 8
A. Penelitian terdahulu yang relevan......................................................... 8
B. Landasan teori....................................................................................... 15
C. Kerangka pikir...................................................................................... 27
D. Hipotesis Tindakan...............................................................................
Bab III Metode penelitian.............................................................................. 30
A. Jenis penelitian...................................................................................... 30
B. Prosedur Penelitian............................................................................... 30
1. Subjek penelitian.............................................................................. 30
2. Waktu dan Lamanya Tindakan ........................................................ 30
3. Lokasi Penelitian.............................................................................. 31
4. Langkah-langkang Penelitian Tindakan Kelas................................. 31
C. Sasaran Penelitian................................................................................. 31
D. Intrumen Penelitian............................................................................... 34
E. Teknik Pengumpulan Data................................................................... 36
F. Teknik Analisis Data............................................................................ 37
Daftar Pustaka................................................................................................... 39

i
2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan harus dipandang sebagai sebuah proses sekaligus sebagai

tujuan. Sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, pendidikan memiliki

makna penting baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. 1 Dalam

proses pembelajaran, peserta didik dituntut untuk tidak bergantung sepenuhnya

kepada pendidik. Setiap peserta didik harus mampu bersikap mandiri, berpikir

kritis, serta mampu menganalisis dan menyimpulkan materi pelajaran secara

mandiri.2 Sementara itu, pendidik berperan sebagai pembimbing yang bertugas

meluruskan dan memperbaiki kesalahan peserta didik agar proses pembelajaran

dapat dievaluasi dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Era digital merupakan

masa yang ditandai dengan dominasi teknologi digital, terutama internet. Di era

ini, teknologi telah memungkinkan pendidikan menjadi lebih terjangkau,

interaktif, dan efisien. Teknologi dapat membantu pendidik dalam memberikan

pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.3 Melalui pemanfaatan

teknologi, pendidik dan peserta didik dapat mengakses sumber daya pendidikan

dari mana saja dan kapan saja.4 Hal ini sangat bermanfaat, khususnya bagi peserta
1
Zelhendri Zen Syafril, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia Group,
2020).41
2
Nurul Aswar, indah lestari dan St. Marwiyah, ‘Analiysis of Collaborative Learning
Implementation for Achieving Learning Outcomes Based on Mastery Standards in Islamic
Education’, Didaktika: Jurnal Kependidikan, 12.3 (2023), 231.
3
Hasriadi, Metode Pembelajaran Inovatif Di Era Digitalisasi, Jurnal Sinestesia, 2022,
VOL 12 <[Link]
4
Bustanul Iman, ‘Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran Menggunakan Media Berbasisteknologi Informasi Dan Komunikasi (Studi Pada
Smp Negeri Di Kecamatan Soreaang Kota Parepare)’, Jurnal Istiqra, Vol 7.No1 (2021), 12.
3

didik yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses terhadap

sumber belajar.5 Teknologi pendidikan merupakan wujud dari perkembangan

teknologi yang diterapkan dalam dunia pendidikan. Perkembangan ini menjadikan

proses pembelajaran lebih efektif dan efisien, serta membantu dalam memecahkan

berbagai permasalahan pendidikan. Karena perkembangan teknologi bersifat

dinamis dan terus mengikuti zaman, maka keterampilan dalam menggunakan

media pendidikan sangat diperlukan oleh peserta didik. Penggunaan media atau

alat bantu dalam proses belajar mengajar dapat membantu pendidik dalam

menyampaikan materi dengan lebih mudah dan efektif, serta memudahkan peserta

didik dalam memahami materi pelajaran.6 Proses pembelajaran tidak terlepas dari

media, metode, dan hasil belajar. Media, pada hakikatnya, merupakan salah satu

komponen penting dalam sistem pembelajaran.

Menurut Nasution, media pembelajaran adalah alat bantu mengajar yang

berfungsi menunjang penggunaan metode yang diterapkan pendidik. Dengan

demikian, media pembelajaran dapat diartikan sebagai alat atau bahan yang

digunakan dalam proses belajar mengajar untuk membantu peserta didik

memahami materi pelajaran dengan lebih mudah dan menyenangkan. 7 Media

pembelajaran dapat berupa alat bantu visual, audio, maupun gabungan keduanya.

Kualitas dan kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran juga perlu

diperhatikan agar dapat menunjang proses belajar yang efektif dan optimal. Media

5
nurrita, ‘Media Pembelajaran Dan Hasil Belajar Peserta Didik. Misykat’, Pendidikan, 6
(2020), 171–87.
6
A. S. dk Sadiman, ‘Media Pendidikan. Al-Afkar’, Jurnal Keislaman, 1.5 (2021), 68.
7
Ida Widiawati and others, ‘Pemanfaatan MODITIF (Modul Digital Kreatif) Untuk
Pembelajaran PAI Kelas 6 SD Mengenai Zakat’, Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah
Ibtidaiyah, 7.2 (2023), 755 <[Link]
4

pembelajaran harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan

kebutuhan peserta didik.

Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang bertujuan memberikan

pemahaman dan pengetahuan mengenai ajaran Islam. Pendidikan ini mencakup

berbagai aspek, seperti Aqidah (keyakinan), Akhlak (etika dan moral), Syariah

(hukum Islam), dan Tarikh (sejarah Islam).8 Tujuannya adalah agar peserta didik

memahami ajaran Islam secara komprehensif dan mampu mengaplikasikannya

dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari Pendidikan Agama Islam antara

lain: meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik, membentuk karakter

dan akhlak yang baik, memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam,

menanamkan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman,

serta mengembangkan keterampilan dalam beribadah dan beramal saleh. Selain

itu, Pendidikan Agama Islam juga menanamkan nilai-nilai toleransi, saling

menghargai, dan menghormati perbedaan antar sesama manusia. Sejalan dengan

hal tersebut, Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-‘Alaq ayat 1–5:

‫ َخ َلَق اِاْلْنَس اَن ِمْن َعَل ٍۚق‬١ ‫ِاْقَر ْأ ِباْس ِم َر ِّبَك اَّلِذْي َخ َل َۚق‬
‫ َعَّلَم اِاْلْنَس اَن َما‬٤ ‫ اَّلِذْي َعَّلَم ِباْلَقَل ِۙم‬٣ ‫ ِاْقَر ْأ َوَر ُّبَك اَاْلْكَر ُۙم‬٢
٥ ‫َلْم َيْعَل ْۗم‬
Terjemahnya:

1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! 2) Dia


menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah! Tuhanmulah Yang
Maha Mulia, 4) yang mengajar (manusia) dengan pena. 5) Dia
mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.9

8
Hisban Thaha ,Jumriani dan Fauziah Zainuddin , ‘Optimalisasi Manajemen Program
Ekstrakulikuler Rohani Islam’, Jurnal Of Islamic Education Management, 6.7 (2021), 137.
5

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surat al-'Alaq ayat 1

sampai 5 merupakan risalah Allah yang menyikapi awal mula kecintaan dan

rahmat-Nya kepada umat-Nya sekaligus sebagai tanbih (peringatan) mengenai

fase awal penciptaan manusia dari awal hingga akhir. 'alaqah. Ayat ini juga

menjelaskan kebesaran Allah Swt yang telah menganugerahkan hikmah kepada

umat manusia informasi yang selama ini mereka abaikan.10

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan

komunikasi, berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan pun mulai

diselesaikan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut. Permasalahan

yang ditemukan di lapangan mendorong peneliti untuk merancang suatu

penelitian guna menjawab pertanyaan utama, yaitu: Bagaimana penerapan media

aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji dalam membentuk akhlak terpuji peserta

didik kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara?

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti saat

mengunjungi Sekolah Dasar Negeri 23 Batara, diketahui bahwa proses

pembelajaran di sekolah tersebut masih belum optimal. Selama kegiatan belajar

mengajar berlangsung, pendidik cenderung menggunakan metode ceramah dan

tanya jawab secara konvensional. Media pembelajaran yang digunakan pun

terbatas pada papan tulis dan buku cetak. Akibatnya, proses pembelajaran menjadi

kurang menarik, monoton, dan menimbulkan rasa bosan di kalangan peserta didik.

9
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: PT. Lajnah Pentashihan
Mushaf, 2019).
10
Abu Fida al-Hafiz Ibn Katsir al-Dimisqi, Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim, Jilid 4, (Beirut:
Dar al-Fikr, T. th), 645.
6

Sebagian besar peserta didik jarang terlibat secara aktif dalam proses

pembelajaran. Mereka enggan mengajukan pertanyaan atau menyampaikan

pendapat meskipun telah diberi kesempatan oleh pendidik. Sebaliknya, saat

pendidik mengajukan pertanyaan, tidak ada peserta didik yang merespon atau

mencoba menjawab. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat tidak fokus, membuat

kegaduhan, dan bercanda dengan teman sebaya. Kondisi ini berdampak pada

rendahnya motivasi belajar, kurangnya rasa percaya diri dalam menyelesaikan

soal-soal latihan, dan hasil belajar yang kurang memuaskan.

Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa peserta didik kurang aktif

selama pembelajaran berlangsung, baik saat berdiskusi kelompok, mengerjakan

tugas, maupun saat menerima penjelasan dari pendidik. Hal ini erat kaitannya

dengan model dan metode pembelajaran yang diterapkan. Metode ceramah yang

digunakan kurang mampu meningkatkan partisipasi dan hasil belajar peserta

didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang bersifat aktif dan

interaktif, serta penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan

perkembangan teknologi, seperti penerapan media gambar atau aplikasi digital

dalam pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut, peneliti berupaya menerapkan model

pembelajaran kooperatif dengan bantuan media aplikasi E-modul Belajar Akhlak

Terpuji dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penerapan ini

bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik serta mendorong mereka

agar lebih aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mengingat ruang
7

lingkup materi Pendidikan Agama Islam yang cukup luas serta keterbatasan waktu

penelitian, peneliti memandang perlu untuk menetapkan batasan masalah. Oleh

karena itu, penelitian ini difokuskan pada satu aspek materi, yaitu akhlak

[Link] latar belakang dan permasalahan tersebut, peneliti tertarik

untuk mengangkat sebuah penelitian dengan judul:

“Penerapan Aplikasi E-Modul Belajar Akhlak Terpuji terhadap Hasil Belajar

Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar

Negeri 23 Batara.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti dapat merumuskan

permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji pada

pembelajaran Pendidikan agama islam kelas VI di Sekolah Dasar Negeri

23 Batara?

2. Bagaimana peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik kelas VI di

Sekolah Dasar Negeri 23 Batara?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka dari

penelitian ini adalah sebagai tujuan penelitian yaitu:

1. Untuk mengetahui penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji pada

pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VI di Sekolah Dasar Negeri

23 Batara.
8

2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media aplikasi e-modul belajar

akhlak terpuji terhadap hasil belajar peserta didik kelas VI di Sekolah

Dasar Negeri 23 Batara.

D. Manfaat Penelitian

Berdasarakan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat

yang mendalam dan komperensif terhadap peneliti, khususnya lnstansi atau

lembaga terkait. Secara ideal penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dari

beberapa aspek, diantaranya sebagai berikut.

1. Manfaat Praktis

a. Bagi Sekolah

Sebagai bahan acuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pada proses

pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara sehingga peserta didik menjadi

lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas khususnya pada mata

pelajaran Pendidikan Agama Islam.

b. Bagi Pendidik

Meningkatkan keterampilan pendidik dalam pembelajaran Pendidikan

Agama Islam dengan menggunakan Aplikasi E-modul Belajar Akhlak Terpuji

sehingga akan berdampak pada kualitas pendidik yang semakin meningkat dan

kualitas pembelajaran di kelas yang lebih baik kedepannya.

c. Bagi Peserta Didik

1) Memberikan suasana yang menarik sehingga peserta didik lebih

termotivasi untuk belajar


9

2) Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam

2. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapakan dapat memberikan kontribusi yang positif

terhadap:

a. Kajian tentang penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak dalam

pembelajaran Pendidikan Agama Islam disekolah dasar.

b. Penelitian ini dapat dijadikan rujukan tentang penerapan e-modul belajar

akhlak dalam pembelajaran.


9

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Penelitian ini berjudul penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji

terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam

di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Berdasarkan judul penelitian tersebut,

sebelumnya telah diangkat oleh beberapa peneliti sebagai obyek penelitian yang

berbeda. Adapun permasalahan tersebut akan dijadikan sebagai bahan rujukan dan

yang dilakukan peneliti. Berikut ini beberapa penelitian terdahulu yang dijadikan

peneliti sebagai perbandingan terhadap penelitian ini adalah:

1. Reni Angres Dengan Judul Penerapan Metode Make a Match untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Tema Membudayakan

Selalu Hidup Rukun di Kelas IV SDN 1 Penawar Rejo (2023). Penelitian ini

bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan

metode Make a Match pada tema membudayakan selalu hidup rukun. Hasil

penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah

diterapkannya metode tersebut.11

2. Meli Haryanti. Dengan Judul Penerapan Model Pembelajaran Discovery

Learning Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Hasil

Belajar Siswa Kelas V SDN 27/IX Sebapo (2023). Penelitian ini bertujuan

untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model


11
Reni Angres, ‘Penerapan Metode Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Peserta Didik Pada Tema Membudayakan Selalu Hidup Rukun Di Kelas IV SDN 1 Penawar
Rejo’, Skripsi, 15.1 (2024), 28.
10

pembelajaran Discovery Learning dengan pendekatan pembelajaran

berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar

siswa setelah diterapkannya model tersebut.12

3. Renita Nuraini. Dengan Judul Penerapan Metode Outdoor Study pada

Muatan IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 137/V

Dusun Delima (2022). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil

belajar siswa melalui penerapan metode Outdoor Study pada muatan IPA.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah

diterapkannya metode tersebut.13

4. Yeni Istiqomah. Dengan Judul Peningkatan Hasil Belajar Matematika

Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 02 Way Dadi Bandar Lampung melalui

Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) (2020).

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika

peserta didik melalui pendekatan PMRI. Hasil penelitian menunjukkan

peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya pendekatan

tersebut.14

5. Gusnia Rindiani. Dengan Judul Penerapan Model Pembelajaran Problem

Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV

SDN 137/V Dusun Delima (2023). Penelitian ini bertujuan untuk

meningkatkan hasil belajar IPA siswa melalui penerapan model


12
Meli Haryanti, ‘Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Melalui
Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 27/IX
Sebapo’, Skripsi, 15.1 (2024), 37.
13
Renita Nuraini, ‘Penerapan Metode Outdoor Study Pada Muatan IPA Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 137/V Dusun Delima’, Skripsi, 13.1 (2023), 34.
14
Yeni Istiqomah, ‘Peningkatan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas IV SD
Negeri 02 Way Dadi Bandar Lampung Melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik
Indonesia (PMRI)’, Skripsi, 2020, 23.
11

pembelajaran Problem Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan

peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model tersebut.15

Tabel 2.2 Penelitian terdahulu yang relevan

No. Penelitian Persamaan Perbedaan

Terdahulu

1. Reni Angres. Sama-sama untuk Perbedaan peneliti dengan


Dengan Judul meningkatkan hasil peneliti pertama yaitu
Penerapan Metode belajar peneliti menerapkan di
Make a Match untuk kelas VII sedangkan
Meningkatkan Hasil peneliti pertama
Belajar Peserta menerapkan di kelas IV
Didik pada Tema
Membudayakan
Selalu Hidup Rukun
di Kelas IV SDN 1
Penawar Rejo
2. Meli Haryanti. Sama-sama Perbedaan peneliti dengan
Dengan judul menggunakan peneliti kedua yaitu
Penerapan Model metode penelitian peneliti meneliti di SDN
Pembelajaran PTK 23 Batara sedangkan
Discovery Learning peneliti kelima di SDN 27
Melalui Sebapo
Pembelajaran
Berdiferensiasi
untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa
Kelas V SDN 27/IX
15
Gusnia Rindiani, ‘Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 137/V Dusun Delima’, Skripsi, 15.1
(2024), 37–48.
12

Sebapo
3. Renita Nuraini. Sama-sama untuk Perbedaan peneliti dengan
Dengan judul meningkatkan hasil peneliti Ketiga yaitu peneliti
Penerapan Metode belajar memuat mata pelajaran PAI
Outdoor Study pada sedangkan peneliti ketiga
Muatan IPA untuk memuat pada mata
Meningkatkan Hasil pelajaran IPA
Belajar Siswa Kelas
V SDN 137/V
Dusun Delima
4. Yeni Istiqomah. Sama-sama Perbedaan peneliti dengan
Dengan judul menggunakan peneliti Keempat yaitu
Peningkatan Hasil metode penelitian peneliti berlokasikan di
Belajar Matematika PTK Palopo sedangkan peneliti
Peserta Didik Kelas keempat berlokasikan di
IV SD Negeri 02 Bandar lampung
Way Dadi Bandar
Lampung melalui
Pendekatan
Pendidikan
Matematika
Realistik Indonesia
(PMRI)
5. Gusnia Rindiani. Sama-sama Perbedaan peneliti
Dengan Judul meningkatkan hasil dengan peneliti Kelima
Penerapan Model belajar yaitu peneliti
Pembelajaran menggunakan aplikasi e-
Problem Based modul sedangkan peneliti
Learning untuk kelima menggunakan
Meningkatkan Hasil model pembelajaran
Belajar IPA Siswa problem based learning
13

Kelas IV SDN
137/V Dusun
Delima.

B. Landasan Teori

1. Hasil Belajar

Belajar diartikan sebagai upaya mendapatkan pengetahuan,

keterampilan, pengalaman, dan sikap yang dilakukan dengan mendayakan

seluruh potensi fisiologis dan psikologis, jasmani dan rohani manusia dengan

bersumber dari berbagai bahan informasi. Belajar juga dapat berarti upaya

untuk mendapatkan warisan kebudayaan dan nilai-nilai hidup dari masyarakat

yang dilakukan secara terencana, sistematik dan berkelanjutan.

Sudjana mendefinisikan , hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan

yang telah dimiliki oleh peserta didik setelah dia menerima pengalaman

belajarnya.16 Hasil belajar adalah angka yang diperoleh peserta didik yang telah

berhasil menuntaskan konsep-konsep mata pelajaran yang sesuai dengan tujuan

yang telah ditetapkan. Umumnya hasil belajar berupa nilai, baik yang nilai

mentah ataupun nilai yang sudah diakumulasikan. Namun, tidak menutup

kemungkinan hasil belajar berupa perubahan perilaku peserta didik.

Adapun tujuan penilaian hasil belajar adalah untuk mengetahui tingkat

penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan; (1) mengetahui

kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap peserta didik terhadap program

16
Sudjana, Dirgantara Wicaksono, ‘Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Di Kelas Iv Sekolah Dasar Muhammadiyah 12
Pamulang Banten’, Jurnal Ilmiah PGSD, 6.2 (2020), 115.
14

pembelajaran; (2) mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar

peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah

ditetapkan; (3) mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam

mengikuti kegiatan pembelajaran. Keunggulan peserta didik dapat dijadikan

dasar bagi guru untuk memberikan pembinaan dan pe-ngembangan lebih lanjut,

sedangkan kelemahannya dapat dijadi-kan acuan untuk memberikan bantuan

atau bimbingan; (4) seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang

sesuai dengan jenis pendidikan tertentu; (5) menentukan kenaikan kelas; dan

(6) menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.17

Hasil belajar adalah nilai yang diperoleh peserta didik dari suatu tindak

belajar pada akhir proses pembelajaran berupa suatu angka yang menentukan

berhasil atau tidaknya peserta didik dalam belajar. Hasil belajar sangat penting

untuk mengetahui sejauh mana penguasaan materi yang dicapai peserta didik.

Penilaian hasil belajar peserta didik, seorang guru hendaknya senantiasa secara

terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai peserta didik dari

waktu ke waktu. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi merupakan umpan

balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang akan dijadikan sebagai

titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar

selanjutnya. Proses belajar mengajar akan senantiasa ditingkatkan secara terus

menerus dalam mencapai hasil belajar yang optimal.

Berdasarkan pengertian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar

adalah suatu hasil yang telah dicapai setelah mengikuti belajar mengajar, hasil

belajar ini dapat berwujud pengetahuan, sikap pemahaman dan keterampilan


17
I Made Parsa, Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar (Kupang: CV Rasi Terbit, 2017).
15

yang diperoleh melalui kegiatan dan program belajar dalam bidang tertentu

yang ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai. Sedangkan suatu perubahan

perilaku yang tetap dan berkelanjutan, dilihat berdasarkan aspek kognitif,

afektif dan psikomotorik yang diperoleh dari proses pembelajaran dan berupa

nilai atau perubahan perilaku.

1. Faktor-faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibedakan

menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal, yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik

dan dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor ini meliputi:

1) Faktor fsikologis, yaitu faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik

peserta didik

2) Faktor psikologis, yaitu faktor yang berkaitan dengan keadaan psikologis

atau jiwa seseorang. Seperti intelegensi, motivasi, perhatian, minat, bakat

dan kesiapan belajar.

b. Faktor Eksternal, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang

berasal dari luar diri peserta didik. Faktor ini meliputi:

1) Faktor lingkungan sekolah , faktor lingkungan sekolah adalah faktor yang

berkaitan dengan cara mengajar guru di dalam kelas, fasilitas yang

digunakan untuk mengajar dikelas, kondisi lingkungan sekolah lainnya.

Faktor lingkungan sekolah adalah faktor yang berkaitan dengan lingkungan

sekolah, cara mengajar guru, fasilitas yang diberikan sekolah kepada siswa,

suasana belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan sekolah.


16

2) Faktor lingkungan keluarga, faktor keluarga adalah faktor yang

mempengaruhi oleh keadaan keluarga siswa tersebut, dimana didlamnya

meliputi bagaimana cara orang tua mendidik anak, bagaimana kondisi

ekonomi anak tersebut dan yang lainnya.

3) Faktor lingkungan masyarakat, faktor masyarakat adalah faktor yang

berkaitan dengan lingkungan sekitar siswa tersebut. Lingkungan yang baik

akan memberikan dampak baik terhadap hasil belajar siswa. Sebaliknya

lingkungan yang kurang baik akan menimbulkan dampak yang kurang baik

untuk hasil belajar siswa tersebut.18

2. Bentuk dan Tipe Hasil Belajar

Tipe hasil belajar yang dharapkan dapat dicapai peserta didik penting

diketahui guru, agar guru dapat merancang pengajaran secara tepat dan penuh

arti. Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh

hasil belajar yang dicapai peserta didik, dari segi prosesnya. Artinya seberapa

jauh tipe hasil belajar yang dimiliki peserta didik. Tipe hasil belajar harus

tampak dalam tujuan pengajaran (tujuan itruksional), sebab tujuan itulah yang

akan dicapai oleh proses belajar mengajar.

Nana Sudjana dalam bukunya, tipe belajar di bagi menjadi tiga bidang

yaitu:

a. Bidang kognitif (penguasaan internal)

b. Bidang afektif (sikap dan nilai)

18
Sholehun Leni Marlina, ‘Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Bahasa
Indonesia Pada Siswa Kelas Iv Sd Muhammadiyah Majaran Kabupaten Sorong’, Jurnal Bahasa
Indonesia, 2.1 (2021), 62.
17

c. Bidang psikomotor (keterampilan dan perilaku.19

Masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ditetapkan dalam

kurikulum di sekolah.

Demikian dari hasil belajar diatas dapat disampaikan bahwa bentuk dan

tipe hasil belajar adalah aspek-aspek yang ingin dicapai dalam proses

pembelajaran. Adapun aspek-aspek tersebut adalah aspek kognitif, afektif, dan

psikomotor. Ketiga aspek ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

Kata lain, rumusan tujuan pengajaran berisikan hasil belajar yang diharapkan

dikuasai peserta didik yang mencakup tiga aspek tersebut.

2. E-modul

E-modul adalah sumber belajar yang berisi pokok bahasan, strategi belajar

serta langkah mengevaluasi yang disusun secara runtut guna menarik serta

mencapai kompetensi sesuai dengan kurikulum secara elektronik. Kemudian

pengertian e-modul adalah modul yang dikombinasikan dengan teknologi serta

berisi penggalan-penggalan kata dengan pertanyaan pada Setiap penggalan.20

Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat sekarang, dapat

memudahkan peserta didik dalam mengakses e-modul dengan menggunakan

android ataupun PC untuk menemukan materi pembelajaran yang mereka

butuhkan.21 Hal tersebut sangat memudahkan akses peserat didik dalam

19
Nana Sudjana, I Gede Sumertha, ‘Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa’, Jurnal Pedagogi Dan
Pembelajaran, 2.2 (2020), 54.
20
Wiwik Okta Susilawati, ‘Pengembangan E-modul Pembelajaran Perkembangan Sosial
Aud Berbasis Karakter Menggunakan Software Flipbook Maker’, Inspiratif Pendidikan, 10.2
(2021), 1 <[Link]
21
Hasbi Hasbi, Hasriadi Hasriadi, and Nurul Hikmah Azhari, ‘Aksiologi Perpustakaan
Sebagai Sumber Belajar Mahapeserta didik Program Studi Pendidikan Agama Islam Iain Palopo’,
Kelola: Journal of Islamic Education Management, 8.2 (2023), 315–144
18

memepelajari dan memahami lebih luas pembelajaran yang diberikan serta

menjadikan e-modul sebagai bagian dari sumber belajar peserta didik.22

Untuk mempermudah peserta didik mempelajari topik sendiri, instruktur

menulis alat pendidikan yang disebut modul. Ada dua macam modul yang

dikembangkan dalam bidang pendidikan saat ini: modul cetak dan elektronik.

Untuk mempermudah peserta didik mempelajari topik sendiri, instruktur menulis

alat pendidikan yang disebut modul. Ada dua macam modul yang dikembangkan

dalam bidang pendidikan saat ini: modul cetak dan elektronik.23

Adapun 3 teori atau pendapat dari para ahli yang membahas tentang e-modul

dan pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu: Menurut

Fujiarti, e-modul yang dirancang secara sistematis dan interaktif mampu

meningkatkan minat belajar siswa, yang berdampak positif pada hasil

pembelajaran.24 Menurut Trisnawati, e-modul yang dirancang dengan gambar

animasi dan audio membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan

dan tidak membosankan.25 Menurut Suharyat, e-modul berbasis aplikasi efektif

dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.


26

<[Link]
22
Nilam Permatasari, Mita Rosanti and Nur Zahra, ‘Pengembangan Elektornik Modul
Dengan Menggunakan Kvisoft Flip Book Maker Pada Kelas XI SMA Negeri 9 Luwu Utara
Institut Agama Islam Negeri Palopo Agama Islam , Di SMA Negeri 9 Luwu Utara Diperoleh
Bahwa Kendala Yang Saat Ini Dirasakan Berkaitan Dengan Per’, 1.4 (2023).
23
Najuah, Pristi Suhendro Lukitoyo, and Winna Wirianti, Modul Elektronik: Prosedur
Penyusunan Dan Aplikasinya, Yayasan Kita Menulis. (Yayasan Kita Menulis, 2020).
24
R. N. Fujiarti, A., Meilania, D. K., Angraeni, M., & Umah, ‘Pengaruh Penggunaan E-
Modul Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar’, Jendela Pendidikan, 4.1 (2024), 23.
25
Trisnawati, ‘Pengaruh E-Modul Berbasis Problem Based Learning Terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajara IPA Di Indonesia’, Pendidikan Konseling,
5.1 (2023), 37.
26
R. G. Suharyat, Y., Santosa, T. A., Zulyusri, Z., Suhaimi, S., & Gunawan,
‘PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
19

Berdasarkan definisi yang diberikan dapat disimpulkan bahwa peserta didik

dapat belajar mandiri dengan modul berdasarkan kemampuannya dalam

mengingat materi. Modul adalah sarana atau alat pembelajaran yang memuat isi,

pendekatan, batasan, dan teknik penilaian yang disusun secara metodis dan kreatif

untuk mencapai kompetensi yang diperlukan sesuai dengan tingkat kerumitannya.

Modul adalah sumber daya instruksional yang terdiri dari tujuan pembelajaran,

panduan penggunaan, deskripsi isi, abstrak, penilaian dan umpan balik, serta

kegiatan tindak lanjut sistematis yang berfungsi sebagai alat pembelajaran yang

berdiri sendiri. E-modul sangat direkomendasikan dalam penerapan pembelajaran

di kelas.27 Sekaligus menjadi media pembelajaran yang digunakan dalam proses

belajar mengajar di kelas.

Penggunaan media pembelajaran sangatlah penting untuk menunjang

proses belajar peserta didik. Hal ini terjadi karena media pembelajaran dapat

memberikan berbagai manfaat. Salah satu manfaat dari penggunaan media

pembelajaran adalah dapat meningkatkan daya serap dan pemahaman

peserta didik terhadap materi pelajaran.28

a. Manfaat dan kelebihan E-modul

SISWA SMP PADA MATERI KALOR’, Pendidikan Sains, 10.2 (2022), 39.
27
Suci Prihatiningtyas and Fatikhatun Nikmatus Sholihah, Physics Learning By E-
Module (LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, 2020).
28
St Marwiyah, Muhammad Ihsan, and Muh Yamin, ‘Media Pembelajaran Inovatif
Berbasis Lingkungan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pondok Pesantren Pengkendekan
Luwu Utara Pendahuluan,4.2(2023),531539<[Link]
article/view/426%0A[Link]
download/426/290>.
20

Dengan adanya penggunaan e-modul maka akan jauh lebih memudahkan

peserta didik dalam mengakses materi pembelajarannya. Beberapa keunggulan

yang dapat diperoleh dari e-modul karena fasilitas dan kemudahannya, seperti:29

1) Mengalihkan fokus peserta didik dari membuka hal-hal yang tidak berguna di

ponsel dan jaringan internet ke arah kesempatan belajar yang lebih

bermanfaat.

2) Memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat materi pembelajaran

yang menarik dan interaktif yang menarik minat mereka.

3) Menawarkan cara untuk membantu peserta didik menggunakan teknologi

informasi dan komunikasi secara bijaksana.

4) Suka atau tidak suka dengan pengajar, pemberdayaan mereka untuk mengatasi

kendala yang ditimbulkan oleh kemajuan informasi dan teknologi akan

berdampak pada bidang pendidikan dan pembelajaran.

Kelebihan e-modul dibandingkan dengan modul konvensional adalah:30

1) Lebih menawan karena kemampuan multimedianya (gambar, animasi, musik,

dan video).

2) Lebih menarik karena peserta didik mampu menilai suatu kemampuan sendiri

dan mengambil tindakan setelah mempelajari temuan evaluasi mandiri.

3) Paperless, dengan demikian penggunaan kertas bisa berkurang.

4) Multiplatform, Modul elektronik kompatibel dengan sejumlah gadget, seperti

laptop, komputer desktop.


29
Fatika Wulandari, Relsas Yogica, and Rahmawati Darussyamsu, ‘Analisis Manfaat
Penggunaan E-modul Interaktif Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-
19’, Khazanah Pendidikan, 15.2 (2022), 139–144.
30
Anggraini Diah Puspitasari, ‘Penerapan Media Pembelajaran Fisika Menggunakan
Modul Cetak Dan Modul Elektronik Pada Peserta didik SMA’, JPF (Jurnal Pendidikan Fisika)
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 7.1 (2019), 17–25.
21

b. kekurangan e-modul

E-modul pembelajaran juga tidak terlepas dari kekurangan. Adapun

beberapa kekurangan e-modul dapat dilihat sebagai berikut:

1) Bagus atau tidaknya suatu modul bergantung pada keahlian penyusunnya.

Perancangan materi e-modul harus memiliki pengetahuan tentang komputer

berbasis pembelajaran untuk mendesain lingkungan pembelajaran yang

efektif.

2) E-modul hanya bisa diakses menggunakan jaringan internet melalui perangkat

elektronik berupa komputer, laptop atau handphone. Jika perangkat tersebut

tidak tersedia maka e-modul tidak dapat digunakan.

c. Karakteristik e-modul

Karakteristik e-modul diangkat dari modul yang berupa cetak, karena

karakter yang dimiliki modul dapat diterapkan pada e-modul. Modul dapat

dikatakan sebagai modul yang baik, apabila modul tersebut mampu meningkatkan

motivasi belajar.31 Oleh karena itu, pengembangan modul harus memperhatikan

dan memenuhi beberapa karakteristik sebagai berikut:

1) Self Instructional; modul dapat dipelajari sendiri (mandiri), tidak bergantung

kepada pihak lain.

2) Self Contained; modul dikatakan self contained bila seluruh materi

pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut.

3) Stand Alone; modul tidak bergantung pada bahan ajar/media lain.

31
Erwatul Efend ,Ramla Dewi, and Eka Poppi Hutam, ‘Pengembangan Modul
Pembelajaran Tematik Dengan Subtema Bekerjasama Mencapai Tujuan Terintegrasi Nilai-Nilai
Keislaman Pendahuluan’, 11.2 (2022), 85–98.
22

4) Adaptive; modul menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi (IPTEK).

5) User Friendly; modul yang bersahabat dengan pemakainya dapat diperhatikan

melalui penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti secara

umum, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai

dengan keinginan.

d. Komponen Modul

komponen modul pembelajaran adalah sebagai berikut; 1) Adanya tujuan

pembelajaran; 2) Materi Ajar; 3) Latihan yang disajikan untuk menerapkan

keterampilan dan kompetensi yang sedang dipelajari; 4) Umpan balik yang

menjadi indikator tentang kualitas latihan yang dilakukan pembelajar.32

3. Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti

1. Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti

Pengertian pembelajaran berbeda dengan istilah pengajaran, perbedaannya

terletak pada orientasi subjek yang difokuskan, dalam istilah pengajaran pendidik

merupakan subjek yang lebih berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar,

sedangkan pembelajaran memfokuskan pada peserta didik. Untuk memahami

hakikat pembelajaran dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari segi bahasa

(etimologis) dan istilah (terminologis). Secara bahasa, kata pembelajaran

merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, instruction yang bermakna sederhana

“upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang, melalui berbagai

32
Elfita Rahmi, Nurdin Ibrahim, and Dwi Kusumawardani, ‘Pengembangan Modul
Online Sistem Belajar Terbuka Dan Jarak Jauh Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pada
Program Studi Teknologi Pendidikan’, Visipena, 12.1 (2021), 44–66
<[Link]
23

upaya (effort) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan ke arah tujuan yang

telah direncanakan”.33 Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran adalah adanya

komunikasi yang baik antara penerima dan pengirim pesan, serta penggunaan

bahasa yang mudah untuk dipahami oleh peserta didik.34

Dapat dipahami bahwa pembelajaran merupakan sebuah sistem, yaitu

suatu totalitas yang melibatkan berbagai komponen yang saling berinteraksi.

Untuk mencapai interaksi pembelajaran, sudah tentu perlu adanya komunikasi

yang jelas antara pendidik dan peserta didik, sehingga akan terpadu dua kegiatan,

yaitu tindakan penyampaian ilmu pengetahuan melalui kegiatan mengajar (usaha

pendidik) dan tindakan perubahan tingkah laku melalui kegiatan belajar (usaha

peserta didik) yang berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran

juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan pendidik secara terpadu

dalam desain instruksional (instructional design) untuk membuat peserta didik

atau peserta didik belajar secara aktif (student active learning), yang menekankan

pada penyediaan pada sumber belajar.

Beberapa ahli merumuskan pengertian pembelajaran sebagai berikut;

1) Menurut Syaiful Sagala, pembelajaran adalah membelajarkan peserta didik

menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu

utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi

33
Zakarya , ‘Peran Pendidik Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Peserta Didik Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta’, Attractive : Innovative Education
Journal, 5.2 (2023), 909–18 <[Link]
34
Mirnawati Dan Rusdiansyah. Sukirman, Firman, Nurul Aswar, ‘The Use Metaphors
Through Speech Acts In Learning: A Case From Indonesia’, International Jurnal Of Society,
Culture And Language, 10.3 (2022), 137.
24

dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak pendidik sebagai pendidik,

sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. 35

2) Menurut Corey, pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan

seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam

kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.36

3) Menurut Oemar Hamalik, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang

tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan

dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan

pembelajaran. Manusia yang terlibat dalam sistem pembelajaran terdiri atas

peserta didik, pendidik dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium.

Material meliputi buku-buku, papan tulis fotografi, slide dan film, audio dan

video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruangan kelas,

perlengkapan audio visual juga komputer. Prosedur meliputi jadwal dan

metode penyamPendidikan Agama Islaman informasi, praktek, belajar, ujian

dan sebagainya.37

Pembelajaran sebagai aktivitas yang tidak hanya didominasi oleh pendidik

saja, ataupun sebaliknya, namun keduanya memiliki peran yang sama pentingnya

untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Corey lebih memandang

pembelajaran sebagai proses penyampaikan pengetahuan (transfer of knowledge)

35
Syaiful, Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari, ‘Prinsip Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And Management, 03.02 (2024),
11–17.
36
Corey, Asbari. Asbari. Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari, ‘Prinsip
Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, (2024)

37
Oemar Hamalik, Asbari. Prinsip Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of
Information Systems And Management, (2024)
25

sehingga mengutamakan pengelolaan lingkungan agar peserta didik dapat

menghasilkan respon yang baik berupa penerimaan informasi secara maksimal.

Menurut Dzakiyah Darajat, Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk

membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami

kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada

akhirnya dapat mengamalkan dan menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.38

Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan

pendidik dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan

mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan

yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun

esensi pendidikan, yaitu adanya proses transfer nilai, pengetahuan, dan

keterampilan dari generasi tua agar generasi muda dapat hidup. Oleh karena itu,

ketika dikaitkan dengan pendidikan Islam, maka akan mencakup dua hal, yaitu;

(a) mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak

Islam. (b) mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran Islam.

Dari beberapa penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa pendidikan

Agama Islam adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada

peserta didik melalui bimbingan dan pelatihan yang telah direncanakan agar

peserta didik dapat menggunakannya baik sebagai pola pikirnya maupun landasan

hidupnya dengan menjadikan Ibadah sebagai orientasi tujuannya. Sedangkan

makna pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu upaya membuat


38
Asbari. Prinsip Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information
Systems And Management, (2024)
26

peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar dan

tertarik untuk terus-menerus mempelajari Agama Islam, baik untuk mengetahui

bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelajari Islam sebagai

pengetahuan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat mengaktualisasikan

apa yang terdapat dalam kurikulum Agama Islam sebagai kebutuhan peserta didik

secara menyeluruh yang mengakibatkan beberapa perubahan tingkah laku peserta

didik baik dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. Secara umum

pendidikan agama Islam bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, pemahaman,

dan pengamalan sehingga peserta didik memiliki bekal untuk meningkatkan

keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt dan sekaligus untuk dapat menjadi

warga Negara yang baik, serta dikemudian hari mereka dapat melanjutkan

pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.39

Dari penjelasan mengenai pembelajaran dan Pendidikan Agama Islam

penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat

diartikan sebagai usaha yang terencana untuk menciptakan suasana belajar bagi

peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, yang dengan

pengembangan pengetahuan itu maka mereka akan mengalami perubahan tingkah

laku menuju arah yang lebih baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah untuk

dapat bermuamalah dengan masyarakat maupun dengan Khalik (habl min Allah

wa habl min al-Nas).40

39
Abdul Rahim Karim, ‘Reafirmasi Pendidikan Agama Islam Melalui Sistem Boarding
School Di Sekolah Umum’, Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 5.1 (2020), 38–49
<[Link]
40
Heru Setiawan and siti zakiah, ‘Konsep Metode Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam’, At Ta’Lim, 4.2 (2022), 12–22.
27

Berdasarkan hal tersebut maka Pendidikan Agama Islam memiliki aspek

dan cakupan materi yang cukup luas, serta waktu penelitian yang juga terbatas

maka berdasarkan pada pertimbangan tersebut, Peneliti merasa perlu untuk

menentukan batasan masalah dari penelitian ini, peneliti tidak akan mengambil

materi Pendidikan agama Islam secara keseluruhan melainkan hanya

mengambil satu materi saja. Adapun fokus utama penelitian ini terletak pada

materi Akhlak terpuji.

C. Kerangka Pikir

Penelitian ini diawali dengan permasalahan yang didapatkan di

Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Dalam hal peningkatan hasil belajar

peserta didik pada mata Pelajaran Agama Islam, proses belajar mengajar di

sekolah dianggap kurang efektif. Proses pembelajaran di sekolah terhambat

oleh minimnya penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran e-

modul merupakan salah satu media pembelajaran yang memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk dapat bekerja sendiri kemudian

bekerja sama dengan orang lain dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

Maka dari itu peneliti menyusun bagan yang akan menjadi kerangka pikir

pada penelitian tindakan kelas, dan menjadi acuan dalam penelitian, yaitu

sebagai berikut:
28

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas VI Sekolah Dasar


Negeri 23 Batara

1. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam belum


Kondisi Awal menggunakan media pembelajaran e-modul
2. Peserta didik tidak terlibat aktif dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam

1. Menggunakan media
pembelajaran e-modul belajar Siklus I
Tindakan
akhlak terpuji dan II
2. PTK Model spiral dari Kemmis
and MC Tanggart

Terjadi peningkatan terhadap hasil belajar peserta


Kondisi didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Akhir dengan menggunakan media pembelajaran e-modul
akhlak terpuji

Gambar 2.1 Bagan kerangka Pikir

D. Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan aplikasi e-

modul pada materi akhlak terpuji di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara akan

meningkatkan hasil belajar peserta didik.


29

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

research). Penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan

dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan

kualitas pembelajaran. Secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai

suatu bentuk penelaahan penelitian yang bersifat reflektif dengan

melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan

meningkatkan praktik- praktik pembelajaran di kelas secara lebih

professional yang dilakukan pada semester genap tahun pelajaran

2024/2025.

B. Prosedur Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI di Sekolah

Dasar Negeri sebanyak 20 peserta didik dari satu kelas dengan satu guru

mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang mendampingi selama proses

uji coba. Adapun objek penelitiannya adalah aplikasi e-modul untuk

meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23

Batara.

2. Waktu dan Lamanya Tindakan

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara pada

peserta didik kelas VI dengan waktu penelitian dilaksanakan Setelah


30

keluarnya surat izin penelitian semester genap tahun pelajaran 2024/2025.

Adapun lamanya tindakan dilakukan yaitu 2 (dua) siklus.

Perencana

Refleksi Siklus Ke-1 Pelaksana


3. Lokasi Penelitian
Pengamat
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara

kelas VI ([Link] No 16, Boting,Kec. Wara, Kota Palopo, Sulawesi


Perencana
Selatan) Alasan dipilihnya lokasi tersebut karena terdapat permasalahan
Refleksi Siklus Ke-2 Pelaksana
kurangnya hasil belajar peserta didik.
Pengamat
4. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas

Beberapa ahli telah mengemukakan model penelitian tindakan dengan

bagan yang berbeda-beda. Namun, secara umum, terdapat empat langkah

utama yang dilalui dalam penelitian tindakan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan,

observasi (pengamatan), dan refleksi. Adapun penjelasan dari masing-masing

Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:


31

Gambar 3.1 Penelitian Tindakan Kelas

Langkah-Langkah penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahap.

Secara rinci prosedur penelitian Tindakan kelas ini sebagai berikut:

b. Siklus I

1) Perencanaan

a) Merencanakan proses pelaksanaan media Pembelajaran e-modul pada mata

pelajaran Pendidikan Agama Islam materi akhlak terpuji.

b) Mengembangkan skenario media pembelajaran dengan membuat RPP

c) Menyusun LOS (Lembar Observasi Peserta didik)

d) Menyusun kuis (tes)

2) Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan tahap ini yaitu melaksanakan proses

pembelajaran dengan media pembelajaran e-modul pada mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam materi akhlak terpuji yang telah direncanakan

diantaranya:

1. Pendidik membuka pelajaran.

2. Pendidik menyampaikan kepada peserta didik untuk mendownload aplikasi

e-modul

3. Pendidik mengarahkan kepada peserta didik untuk membaca dan menonton

video yang ada dalam e-modul

4. Pendidik meminta peserta didik untuk mendiskusikan dengan teman

sebangkunya tentang pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam e-modul.


32

5. Pendidik meminta kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil

diskusi yang di dapatkan teman sebangkunya secara bergiliran.

6. Pendidik memberikan klarifikasi jawaban atau menambahkan penjelasan

mengenai pertanyaan yang ada di e-modul.

7. Penutup

3) Observasi

Tahap observasi tentu tidak terlepas dari tahap tindakan yang

dilakukan, jadi keduanya saling bergantung dan berlangsung secara

bersamaan. Artinya pendidik dengan peneliti mengamati aktivitas peserta

didik dan mengamati kemampuan peserta didik dalam memahami

pembelajaran.

4) Refleksi

a) Meneliti hasil kerja peserta didik terhadap kuis yang diberikan.

b) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara

terhadap pelaksanaan pengajaran pada siklus 1.

c) Mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan

kegiatan penelitian dalam siklus II.

c. Siklus II

Setelah melakukan evaluasi tindakan I, maka dilakukan tindakan II.

Langkah-langkah siklus II adalah sebagai berikut:

1) Perencanaan
33

a) Mengidentifikasi masalah-masalah khusus yang dialami pada siklus

sebelumnya.

b) Membuat RPP

c) Menyusun LOS

d) Menyusun kuis (tes)

2) Pelaksanaan tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan tahap ini yaitu Pengembangan rencana

tindakan II dengan melaksanakan tindakan upaya lebih meningkatkan hasil

belajar peserta didik dalam proses pelaksanaan media pembelajaran e-

modul pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Akhlak

terpuji.

3) Observasi

Kolaborator mencatat semua proses yang terjadi dalam proses

belajar mengajar media pembelajaran, mendiskusikan tentang tindakan II

yang telah dilakukan mencatat kelemahan baik ketidaksesuaian antara

skenario dengan respon dari peserta didik yang mungkin tidakdiharapkan.

4) Refleksi

a) Meneliti hasil kerja peserta didik terhadap kuis yang diberikan.

b) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara

terhadap pelaksanaan pengajaran pada siklus II.

c) Mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan

kegiatan penelitian dalam siklus berikutnya.


34

C. Sasaran Penelitian

Sasaran dalam penelitian adalah yang menjadi subjek penelitian

yaitu peserta didik kelas VI yang beranggota 20 peserta didik di Sekolah

Dasar Negeri 23 Batara.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen yang peneliti gunakan untuk menilai tingkat

keberhasilan peserta didik adalah:

1. Instrumen evaluasi

Instrumen evaluasi adalah alat untuk memperoleh data hasil belajar

yangtelah diberikan kepada peserta didik Sedang bentuk tes yang

digunakan adalah tes tertulis berupa soal sebanyak 4 soal masing masing

pada siklus ini, dimana setiap item yang benar nilai 25 dan salah 0.

Tabel 3.1
ContohTabel Model Penilaian Hasil Belajar

NO Nama Nilai Ketuntasan

2. Lembar observasi
35

Lembar observasi adalah lembar pengamatan yang harus diisi oleh

observer. Lembar observasi berisi tentang aktifitas peserta didik dalam

pembelajaran.

Tabel 3.2
Contoh Tabel Lembar Observasi
Sintak Model Kegiatan Keterlaksanaan dalam pembelajaran

Pembelajaran Pembelajaran Ya Tidak

Fase 1:
Project
Fase 2:
Activity
Fase 3:
Cooperative
Fase 4 :
Exercise

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif

dan kuantitatif yang terdiri dari:

a. Data tentang keaktifan peserta didik.

b. Data tentang kerjasama peserta didik.

c. Data tentang pelaksanaan pembelajaran oleh pendidik.

d. Data tentang evaluasi hasil belajar peserta didik

2. Teknik Pengumpulan Data


36

a. Metode Observasi

Metode Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu

proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis Teknik

pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan

dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila

responden yang diamati tidak terlalu besar. Metode observasi diartikan

sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang

tampak pada obyek penelitian.

Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara

mengadakan pengamatan langsung terhadap aktivitas peserta didik dalam

proses pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

materi pokok akhlak terpuji di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara

sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran e-modul dengan

menggunakan pree tes dan post tes

b. Metode Tes

Metode tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang mendapat

jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.

Metode tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta

didik sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran e-modul

pada mata pelajaran Pendidikan Agama islam materi akhlak terpuji di

kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara sebagai bentuk evaluasi.

b. Metode Dokumentasi
37

Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau

variabel yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar majalah, prasasti.

notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya.

Metode ini digunakan untuk memperoleh data mengenai seluk beluk

proses pembelajaran mata pelajaran matematika materi pokok bangun

ruang di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara dengan menggunakan

media pembelajaran e-modul seperti RPP, LOS dan daftar nama peserta

didik

F. Teknik Analsis Data

Data-data yang diperoleh dari penelitian baik melalui pengamatan,

tes atau menggunakan metode yang lain kemudian diolah dengan analisis

deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencaPendidikan

Agama Islaman indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk

menggambarkan keberhasilan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan

Agama Islam materi akhlak terpuji di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23

Batara setelah menerapkan media pembelajaran e-modul.

Adapun teknik pengumpulan data yang berbentuk kuantitatif

berupa data data yang disajikan berdasarkan angka-angka maka

menggunakan analisis deskriptif persentase dengan rumus sebagai

berikut:41

41
Emilda, ‘Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Pada Materi Pokok Hukum-
Hukum Dasar Kimia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Kelas X Mipa Sman 2 Teluk
Kuantan’, Jurnal FTK Uniks, 1.1 (2020), 76.
38

F
P¿ × 100%
N

Keterangan:

P= Angka presentase

F= Frekuensi aktivitas peserta didik

N= Jumlah aktivitas seluruhnya

DAFTAR PUSTAKA

Agama RI, Kementrian, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: PT. Lajnah


Pentashihan Mushaf, 2019)
Anggraini, Tiara, ‘Menganalisis Surat Al-Alaq Tentang Belajar Berdasarkan
Tafsir Tarbawi’, Pendidikan Agama Islam, 2.3 (2024), 186
Asbari, Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki, ‘Prinsip Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And
Management, 03.02 (2024), 11–17
Erwatul Efendi ,Dewi, Ramla,and Eka Poppi Hutami, ‘Pengembangan Modul
Pembelajaran Tematik Dengan Subtema Bekerjasama Mencapai Tujuan
Terintegrasi Nilai-Nilai Keislaman Pendahuluan’, 11.2 (2022), 85–98
Emilda, ‘Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Pada Materi Pokok
Hukum-Hukum Dasar Kimia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
(Kelas X Mipa Sman 2 Teluk Kuantan’, Jurnal FTK Uniks, 1.1 (2020), 76
39

Fujiarti, A., Meilania, D. K., Angraeni, M., & Umah, R. N., ‘Pengaruh
Penggunaan E-Modul Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar’, Jendela
Pendidikan, 4.1 (2024), 23
Gusnia Rindiani, ‘Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 137/V Dusun
Delima’, Skripsi, 15.1 (2024), 37–48
Hasbi, Hasbi, Hasriadi Hasriadi, and Nurul Hikmah Azhari, ‘Aksiologi
Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Agama Islam Iain Palopo’, Kelola: Journal of Islamic Education
Management, 8.2 (2023), 315–144
<[Link]
Hasriadi, Metode Pembelajaran Inovatif Di Era Digitalisasi, Jurnal Sinestesia,
2022, VOL 12 <[Link]
Hisban Thaha, Jumriani dan Fauziah Zainuddin, ‘Optimalisasi Manajemen
Program Ekstrakulikuler Rohani Islam’, Jurnal Of Islamic Education
Management, 6.7 (2021), 137
I Gede Sumertha, ‘Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa’, Jurnal
Pedagogi Dan Pembelajaran, 2.2 (2020), 54
Iman, Bustanul, ‘Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran Menggunakan Media Berbasisteknologi Informasi
Dan Komunikasi (Studi Pada Smp Negeri Di Kecamatan Soreaang Kota
Parepare)’, Jurnal Istiqra, Vol 7.No1 (2021), 12
Karim, Abdul Rahim, ‘Reafirmasi Pendidikan Agama Islam Melalui Sistem
Boarding School Di Sekolah Umum’, Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-
Thariqah, 5.1 (2020), 38–49 <[Link]
thariqah.2020.vol5(1).5082>
Leni Marlina, Sholehun, ‘Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil
Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas Iv Sd Muhammadiyah Majaran
Kabupaten Sorong’, Jurnal Bahasa Indonesia, 2.1 (2021), 62
Marwiyah, St, Muhammad Ihsan, and Muh Yamin, ‘Media Pembelajaran Inovatif
Berbasis Lingkungan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pondok
Pesantren Pengkendekan Luwu Utara Pendahuluan’, Jurnal Dirosah
Islamiyah, Vol [Link] 2 (2023), 25
<[Link]
://[Link]/journals/[Link]/contents/article/download/
426/290>
Meli Haryanti, ‘Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Melalui
Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Kelas V SDN 27/IX Sebapo’, Skripsi, 15.1 (2024), 37
40

Najuah, Pristi Suhendro Lukitoyo, and Winna Wirianti, Modul Elektronik:


Prosedur Penyusunan Dan Aplikasinya, Yayasan Kita Menulis. (Yayasan
Kita Menulis, 2020)
nurrita, ‘Media Pembelajaran Dan Hasil Belajar Peserta Didik. Misykat’,
Pendidikan, 6 (2020), 171–87
Nurul Aswar, indah lestari, dan St. Marwiyah, ‘Analiysis of Collaborative
Learning Implementation for Achieving Learning Outcomes Based on
Mastery Standards in Islamic Education’, Didaktika: Jurnal Kependidikan,
12.3 (2023), 231
Parsa, I Made, Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar (Kupang: CV Rasi Terbit,
2017)
Prihatiningtyas, Suci, and Fatikhatun Nikmatus Sholihah, Physics Learning By E-
Module (LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, 2020)
Puspitasari, Anggraini Diah, ‘Penerapan Media Pembelajaran Fisika
Menggunakan Modul Cetak Dan Modul Elektronik Pada Siswa SMA’, JPF
(Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 7.1
(2019), 17–25
Rahmi, Elfita, Nurdin Ibrahim, and Dwi Kusumawardani, ‘Pengembangan Modul
Online Sistem Belajar Terbuka Dan Jarak Jauh Untuk Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran Pada Program Studi Teknologi Pendidikan’, Visipena,
12.1 (2021), 44–66 <[Link]
Reni Angres, ‘Penerapan Metode Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Peserta Didik Pada Tema Membudayakan Selalu Hidup Rukun Di
Kelas IV SDN 1 Penawar Rejo’, Skripsi, 15.1 (2024), 28
Renita Nuraini, ‘Penerapan Metode Outdoor Study Pada Muatan IPA Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 137/V Dusun Delima’,
Skripsi, 13.1 (2023), 34
Nilam Permatasari ,Rosanti, Mita, Nur Zahrah, , Siti Marwiyah, K Nurdin, Jl
Agatis, and others, ‘Pengembangan Elektornik Modul Dengan Menggunakan
Kvisoft Flip Book Maker Pada Kelas XI SMA Negeri 9 Luwu Utara Institut
Agama Islam Negeri Palopo Agama Islam , Di SMA Negeri 9 Luwu Utara
Diperoleh Bahwa Kendala Yang Saat Ini Dirasakan Berkaitan Dengan Per’,
1.4 (2023)
Sadiman, A. S. dk, ‘Media Pendidikan. Al-Afkar’, Jurnal Keislaman, 1.5 (2021),
68
Setiawan, Heru, and siti zakiah, ‘Konsep Metode Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam’, At Ta’Lim, 4.2 (2022), 12–22
Suharyat, Y., Santosa, T. A., Zulyusri, Z., Suhaimi, S., & Gunawan, R. G.,
‘Penggunaan E-Modul Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
41

Smp Pada Materi Kalor’, Pendidikan Sains, 10.2 (2022), 39


Sukirman, Firman, Nurul Aswar, Mirnawati Dan Rusdiansyah., ‘The Use
Metaphors Through Speech Acts In Learning: A Case From Indonesia’,
International Jurnal Of Society, Culture And Language, 10.3 (2022), 137
Susilawati, Wiwik Okta, ‘Pengembangan E-Modul Pembelajaran Perkembangan
Sosial Aud Berbasis Karakter Menggunakan Software Flipbook Maker’,
Inspiratif Pendidikan, 10.2 (2021), 1
<[Link]
Syafril, Zelhendri Zen, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia
Group, 2020)
Trisnawati, ‘Pengaruh E-Modul Berbasis Problem Based Learning Terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajara IPA Di Indonesia’,
Pendidikan Konseling, 5.1 (2023), 37
Wicaksono, Dirgantara, ‘Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Di Kelas Iv
Sekolah Dasar Muhammadiyah 12 Pamulang Banten’, Jurnal Ilmiah PGSD,
6.2 (2020), 115
Widiawati, Ida, Ari Rismayanti Azzahra, Rahma Isnaini Fadila, and Ani Nur
Aeni, ‘Pemanfaatan MODITIF (Modul Digital Kreatif) Untuk Pembelajaran
PAI Kelas 6 SD Mengenai Zakat’, Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan
Madrasah Ibtidaiyah, 7.2 (2023), 755
<[Link]
Wulandari, Fatika, Relsas Yogica, and Rahmawati Darussyamsu, ‘Analisis
Manfaat Penggunaan E-Modul Interaktif Sebagai Media Pembelajaran Jarak
Jauh Di Masa Pandemi Covid-19’, Khazanah Pendidikan, 15.2 (2022), 139–
44
Yeni Istiqomah, ‘Peningkatan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas IV
SD Negeri 02 Way Dadi Bandar Lampung Melalui Pendekatan Pendidikan
Matematika Realistik Indonesia (PMRI)’, Skripsi, 2020, 23
Zakarya, Hafidz, Martaputu, and Husna Nashihin, ‘Peran Guru Pendidikan
Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Di SMA
Muhammadiyah 1 Surakarta’, Attractive : Innovative Education Journal, 5.2
(2023), 909–18 <[Link]

Anda mungkin juga menyukai