0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan45 halaman

E-Modul Akhlak Terpuji untuk SD 23 Batara

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang mengkaji penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-modul dalam pembelajaran dan dampaknya terhadap motivasi serta pemahaman peserta didik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan45 halaman

E-Modul Akhlak Terpuji untuk SD 23 Batara

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang mengkaji penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-modul dalam pembelajaran dan dampaknya terhadap motivasi serta pemahaman peserta didik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN APLIKASI E-MODUL BELAJAR AKHLAK

TERPUJI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA


DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR
NEGERI 23 BATARA

Proposal Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan IAIN Palopo untuk
Melakukan Penelitian Skripsi dalam Rangka Penyelesaian Studi Jenjang Sarjana
pada Program Studi Pendidikan Agama Islam

Diajukan Oleh
M. Choiruddin Ali Syahputra
20 0201 0033

Pembimbing

1. Muh Agil Amin, [Link]., [Link].


2. Muhammad Yamin, [Link]., [Link].

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEPENDIDIKAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALOPO
2025
DAFTAR ISI

Daftar Isi.......................................................................................................... i
Bab I Pendahuluan......................................................................................... 1
A. Latar belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan masalah................................................................................. 6
C. Tujuan penelitian.................................................................................. 6
D. Manfaat penelitian................................................................................ 6
Bab II Kajian Teori........................................................................................ 8
A. Penelitian terdahulu yang relevan......................................................... 8
B. Landasan teori....................................................................................... 15
C. Kerangka pikir...................................................................................... 27
D. Hipotesis Tindakan...............................................................................
Bab III Metode penelitian.............................................................................. 30
A. Jenis penelitian...................................................................................... 30
B. Tempat dan waktu penelitian................................................................ 30
C. Subjek penelitian.................................................................................. 30
D. Pelaksanaan dan Kolabrator................................................................. 30
E. Rancangan penelitian............................................................................ 31
F. Teknik pengumpulan data..................................................................... 34
G. Teknik analisis data.............................................................................. 36
H. Instrument penelitian............................................................................ 37
I. Indicator keberhasilan........................................................................... 38
Daftar Pustaka................................................................................................... 39

i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan harus dilihat sebagai proses dan sekaligus sebagai tujuan.

Pendidikan sebagai kegiatan kehidupan dalam masyarakat mempunyai arti

penting, baik bagi individu maupun masyarakat.1 Seorang peserta didik dituntut

untuk tidak terlalu tergantung dengan pendidik dalam proses pembelajaran, setiap

peserta didik harus mampu bersikap mandiri dalam menganalisis dan

menyimpulkan suatu materi pelajaran.2 Adapun peran pendidik adalah sebagai

pembimbing yang bertugas meluruskan dan memperbaiki kesalahan yang

diperbuat oleh peserta didik sehingga mampu di evaluasi untuk menjadi lebih baik

kedepannya.

Era digital merupakan periode yang ditandai dengan adanya teknologi

digital teknologi yang dominan diera ini adalah teknologi internet. Di era digital

saat ini teknologi telah memungkinkan pendidikan untuk menjadi lebih

terjangkau, lebih interaktif dan lebih efisien. Teknologi dapat membantu pendidik

untuk memberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap

peserta didik, dengan teknologi pendidik dan peserta didik dapat mengakses

sumber daya pendidikan

1
Zelhendri Zen Syafril, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia Group,
2020).hal 41
2
Leo Agung Nunuk Suryani, Strategi Belajar Mengajar (Yogyakarta: Ombak, 2012).

1
2

dimana saja dan kapan saja, ini dapat membantu peserta didik yang tinggal di

daerah terpencil atau yang tidak memiliki akses ke sumber daya pendidikan yang

cukup.

Teknologi pendidikan merupakan bentuk dari berkembangnya teknologi,

dengan berkembangnya teknologi ini dalam kajian dan praktek pendidikan maka

akan lebih efektif dan lebih mudah juga untuk memecahkan masalah pendidikan.

Mengingat perkembangan bersifat dinamis dan terus menerus mengikuti zaman,

maka keterampilan media pendidikan secara tepat diperlukan oleh setiap peserta

didik. Untuk efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar penggunaan

media/alat dalam pengajaran tentu saja akan membantu pendidik dalam

menyamPendidikan Agama Islamkan materi dan peserta didik mudah memahami

materi dengan baik3. Proses pembelajaran tidak terlepas dari media, metode, dan

hasil belajar. Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem

pembelajaran.4

Menurut Nasution, media pembelajaran adalah sebagai alat bantu

mengajar, yakni penunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan

pendidik.5 Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Media

Pembelajaran adalah alat atau bahan yang digunakan dalam proses belajar

mengajar untuk membantu peserta didik memahami materi pelajaran dengan lebih

mudah dan menyenangkan. Media pembelajaran dapat berupa alat bantu visual,

3
Nurrita. (2018). Kata Kunci : Media Pembelajaran dan Hasil Belajar Peserta didik.
Misykat, 03, 171–187.
4
Sadiman, A. S. dk. (2009). Media Pendidikan. Al-Afkar : Jurnal Keislaman &
Peradaban, V(1), 5
5
Ida Widiawati and others, ‘Pemanfaatan Moditif (Modul Digital Kreatif) Untuk
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 6 SD Mengenai Zakat’, Al-Madrasah: Jurnal
Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7.2 (2023), 755 <[Link]
3

audio atau gabungan keduanya. Media pembelajaran juga perlu di perhatikan

kualitas dan kecocokannya dengan tujuan pembelajaran yang ingin

dicaPendidikan Agama Islam, dan harus dikembangkan dengan baik agar sesuai

dengan tujuan pembelajaran karakteristik dan kebutuhan peserta didik agar dapat

meningkatkan hasil belajar yang optimal.

Pendidikan Agama Islam adalah Pendidikan yang bertujuan untuk

memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai ajaran islam, Pendidikan ini

mencakup berbagai aspek pemahaman terhadap Aqidah (Keyakinan), Akhlaq

(Etika dan Moral), Syariah (Hukum Islam) dan Tarikh (Sejarah Islam). Tujuanya

adalah untuk membantu peserta didik dalam memahami ajaran islam yang

komprehensif, sehingga mereka dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan

sehari – hari, adapun beberapa tujuan dari Pendidikan Agama Islam adalah

meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik, membentuk karakter dan

akhlak yang baik, meningkatkan pemahaman tentang ajaran islam, mengajarkan

nilai – nilai keislaman yang sesuai dengan perkembangan zaman, serta bisa

mengembangkan keterampilan dalam beribadah dan beramal shaleh. Selain itu,

Pendidikan Agama Islam juga mengajarkan nilai – nilai toleransi, saling

menghargai, dan menghormati perbedaan antar sesama manusia. Sejalan dengan

hal tersebut Allah [Link] dalam al-Quran Surah al-alaq 1-5 : 96/30

‫ َخ َلَق اِاْلْنَس اَن ِمْن َعَل ٍۚق‬١ ‫ِاْقَر ْأ ِباْس ِم َر ِّبَك اَّلِذْي َخ َل َۚق‬
‫ َعَّلَم اِاْلْنَس اَن َما‬٤ ‫ اَّلِذْي َعَّلَم ِباْلَقَل ِۙم‬٣ ‫ ِاْقَر ْأ َوَر ُّبَك اَاْلْكَر ُۙم‬٢
٥ ‫َلْم َيْعَل ْۗم‬
Terjemahnya:
4

1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! 2) Dia


menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah! Tuhanmulah Yang
Maha Mulia, 4) yang mengajar (manusia) dengan pena. 5) Dia
mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.6

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surat al-'Alaq ayat 1

samPendidikan Agama Islam 5 merupakan risalah Allah yang menyikapi awal

mula kecintaan dan rahmat-Nya kepada umat-Nya sekaligus sebagai tanbih

(peringatan) mengenai fase awal penciptaan manusia dari awal hingga akhir.

'alaqah. Ayat ini juga menjelaskan kebesaran Allah Swt yang telah

menganugerahkan hikmah kepada umat manusia informasi yang selama ini

mereka abaikan.7

Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi

maka digiring dengan Upaya penyelesaian masalah yang ada dengan segala

kecanggihan teknologi. Masalah yang ada membuat peneliti merancang suatu

penelitian untuk menyelesaikan masalah utama yaitu Bagaimana Media Aplikasi

E-modul Belajar Akhlak Terpuji di terapkan dalam pembentukan akhlak terpuji

di kelas VI Sekolah Dasr Negeri 23 Batara.

Berdasarkan hasil obervasi awal ketika peneliti melaksanakan kunjungan

di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara, menunjukkan bahwa proses pembelajaran

ditempat tersebut masih kurang maksimal, yang mana pada saat proses

pembelajaran berlangsung pendidik hanya menggunakan metode ceramah dan

tanya jawab. Media yang digunakan dalam pembelajaran pun hanya papan tulis

6
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: PT. Lajnah Pentashihan Mushaf,
2019).
7
Ibnu Kasir,Tiara Anggraini, ‘Menganalisis Surat Al-Alaq Tentang Belajar Berdasarkan Tafsir
Tarbawi’, Pendidikan Agama Islam, 2.3 (2024), 186.
5

dan buku cetak. Sehingga kegiatan belajar mengajar terlihat kurang menarik dan

peserta didik merasa bosan.

Sebagian besar peserta didik sangat jarang terlibat aktif dalam mengajukan

pertanyaan atau melontarkan pendapat, walaupun pendidik berulang kali meminta

peserta didik untuk bertanya jika ada yang kurang jelas atau belum dipahami.

Begitu pula sebaliknya pada saat pendidik bertanya tidak ada satupun dari peserta

didik yang mengangkat tangan atau mengancungkan jari untuk memberikan

sebuah pertanyaan. Bahkan beberápa peserta didik mulai membuat kegaduhan dan

bercanda dengan peserta didik lainnya. Oleh karena itu banyak peserta didik

terlihat malas, tidak percaya diri dalam mengerjakan soal- soal latihan dan hasil

belajar yang yang di dapatkan kurang memuaskan.

Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa peserta didik kurang aktif

ketika pembelajaran berlangsung, seperti pada saat diskusi kelompok, mengajukan

pertanyaan, mengerjakan tugas, dan memperhatikan penjelasan dari pendidik. Hal

ini berkaitan dengan model yang diterapkan oleh pendidik dalam proses

pembelajaran tersebut.

Metode ceramah yang diterapkan tersebut kurang meningkatkan hasil

belajar peserta didik untuk belajar Pendidikan agama Islam dan budi pekerti,

oleh karena itu, dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat melibatkan

peserta didik secara aktif dengan menggunakan media yang menarik selama

proses pembelajaran, seperti penggunaan media gambar dalam

pembelajaran. Dengan mencermati uraian yang dipaparkan, peneliti mencoba


6

menerapkan model pembelajaran yang kooperatif dalam Proses Pembelajaran

Pendidikan Agama Islam terhadap peserta didik kelas VI Sekolah Dasar Negeri

23 Batara, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama

Islam agar tercapai dengan baik membuat peserta didik aktif dalam proses

pembelajaran di dalam kelas.

Berdasarkan hal tersebut maka Pendidikan Agama Islam memiliki aspek

dan cakupan materi yang lumayan luas, serta waktu penelitian yang juga

terbatas maka berdasarkan pada pertimbangan tersebut, Peneliti merasa perlu

untuk menentukan batasan masalah dari penelitian ini, peneliti tidak akan

mengambil materi Pendidikan Agama Islam secara keseluruhan melainkan

hanya mengambil satu materi saja. Adapun fokus utama penelitian ini terletak

pada materi akhlak terpuji.

Terkait hal tersebut peneliti tertarik untuk mengangkat sebuah judul

berdasarkan permasalahan yang ada maka peneliti berkeinginan untuk melakukan

penelitian yang berjudul “Penerapan Aplikasi E-modul Belajar Akhlak Terpuji

Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama

Islam di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti dapat merumuskan

permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji pada

pembelajaran Pendidikan agama islam kelas VI di Sekolah Dasar Negeri

23 Batara?
7

2. Bagaimana peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik kelas VI di

Sekolah Dasar Negeri 23 Batara?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka dari

penelitian ini adalah sebagai tujuan penelitian yaitu:

1. Untuk mengetahui penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji pada

pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VI di Sekolah Dasar Negeri

23 Batara.

2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media aplikasi e-modul belajar

akhlak terpuji terhadap hasil belajar peserta didik kelas VI di Sekolah

Dasar Negeri 23 Batara.

D. Manfaat Penelitian

Berdasarakan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat

yang mendalam dan komperensif terhadap peneliti, khususnya lnstansi atau

lembaga terkait. Secara ideal penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dari

beberapa aspek, diantaranya sebagai berikut.

1. Manfaat Praktis

a. Bagi Sekolah

Sebagai bahan acuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pada proses

pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara sehingga peserta didik menjadi

lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas khususnya pada mata

pelajaran Pendidikan Agama Islam.

b. Bagi Pendidik
8

Meningkatkan keterampilan pendidik dalam pembelajaran Pendidikan

Agama Islam dengan menggunakan Aplikasi E-modul Belajar Akhlak Terpuji

sehingga akan berdampak pada kualitas pendidik yang semakin meningkat dan

kualitas pembelajaran di kelas yang lebih baik kedepannya.

c. Bagi Peserta Didik

1) Memberikan suasana yang menarik sehingga peserta didik lebih

termotivasi untuk belajar

2) Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam

2. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapakan dapat memberikan kontribusi yang positif

terhadap:

a. Kajian tentang penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak dalam

pembelajaran Pendidikan Agama Islam disekolah dasar.

b. Penelitian ini dapat dijadikan rujukan tentang penerapan e-modul belajar

akhlak dalam pembelajaran.


8

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Penelitian ini berjudul penerapan aplikasi e-modul belajar akhlak terpuji

terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam

di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Berdasarkan judul penelitian tersebut,

sebelumnya telah diangkat oleh beberapa peneliti sebagai obyek penelitian yang

berbeda. Adapun permasalahan tersebut akan dijadikan sebagai bahan rujukan dan

yang dilakukan peneliti. Berikut ini beberapa penelitian terdahulu yang dijadikan

peneliti sebagai perbandingan terhadap penelitian ini adalah:

Pertama, Megawati Firdaus. Dengan Judul Pengembangan E-modul

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbantuan Canva pada Materi

Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram di

SMPN 7 Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis

kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan e-modul pembelajaran

pendidikan agama Islam, untuk mengetahui kevalidan e-modul dan untuk

mengetahui kepraktisan e-modul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian

R&D (Research and Development). Peneliti menggunakan model pengembangan

ADDIE dengan lima tahap pengembangan yaitu tahap analysis (analisis), design

(desain), development (pengembangan), implementation (penerapan) dan

evaluation (evaluasi). Penelitian ini dilakukan di SMPN 7 kota Palopo. Subjek

8
9

dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII B tahun ajaran 2022/2023.

Teknik pengumpulan data dalam

9
9

penelitian ini adalah lembar validasi dan angket praktikalitas. Adapun teknik

analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif

kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran

pendidikan agama Islam yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta

didik. Hasil validasi e-modul pembelajaran pendidikan agama Islam yaitu validasi

ahli media memperoleh persentase 79,16% dengan kriteria valid dan hasil validasi

ahli materi memperoleh persentase 85% dengan kriteria sangat valid. Untuk uji

kepraktisan e-modul yang diperoleh dari pendidik memperoleh persentase 96,5%

dengan kategori sangat praktis dan uji kepraktisan e-modul yang diperoleh dari

peserta didik memperoleh persentase 89,5% dengan kategori sangat praktis.

Maka, e-modul pembelajaran pendidikan agama Islam berbatuan canva pada

materi mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan menjauhi yang haram

layak digunakan dalam proses pembelajaran.8

Kedua, Asmiani. Dengan judul Pengembangan Modul Pendidikan Agama

Islam Materi Thaharah Di Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5

Palopo. Penelitian ini menghasilkan berupa modul pembelajaran pendidikan

agama Islam. Selain itu dalam modul telah dicantumkan beberapa halaman yaitu:

halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, glosarium, halaman KD dan KI,

halaman materi, halaman contoh soal, kisah teladan, panduan penggunaan bahan

ajar, peta konsep, tujuan pembelajaran, renungan, daftar pustaka dan sampul

belakang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Palopo. Hasil validasi produk

media pembelajaran dari ahli media dan ahli materi/isi memperoleh presentase

8
Megawati Firdaus, ‘Halal Dan Menjauhi Yang Haram Agama Islam Berbantuan Canva
Pada Materi’, 2023.
10

masing-masing 90,3% dan 100% dengan rata-rata skor presentase 90,15% yang

artinya sangat valid. Untuk uji kepraktisan modul diperoleh dari pendidik mata

pelajaran pendidikan agama Islam dan respon peserta didik di SMP Negeri 5

Palopo masing-masing memperoleh presentase 100% dan 97,3% dengan rata-rata

skor presentase 98% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil yang

diperoleh pada pengembangan modul pembelajaran pendidikan agama Islam

dapat menjadi modul pembelajaran yang praktis digunakan.9

Ketiga, Vira Syelvia Putri. Dengan judul Pengembangan E-modul

Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

di SMA. Jenis peneltian ini adalah penelitian pengembangan yang dikenal dengan

istilah Research & Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D.

Model 4- D yang terdiri atas 4 tahap utama, yaitu define (pendefenisian), design

(Perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Hasil

penelitian pengembangan e-modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh

tingkat validitas 97% untuk materi dengan kategori "Sangat Valid". Aspek media

yang di uji oleh d validator, validator pertama 99% dengan kategori "Sangat

Valid" dan oleh validator kedua 99% dengan kategori "Sangat Valid". Hasil

respon peserta didik mendapat tingkat kepraktiktisan 89% dengan kategorik

"sangat praktis". Berdasarkan hasil uji validitas dan praktikalitas dapat

disimpulkan bahwa produk e-modul pembelajaran telah siap dikembangkan dan

praktis digunakan dalam proses pembelajaran dikelas maupun proses

9
Asmiani, ‘Pengembangan Modul Pendidikan Agama Islam Materi Thaharah Di Kelas
VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Palopo’, 2023.
11

pembelajaran secara mandiri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan

Budi Pekerti.

Keempat, Hajar Ismail. Dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran

E-modul Berbasis Aplikasi Canva dan Heyzine Pada Mata Pelajaran Pendidikan

Agama Islam di SMPN 03 Palopo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian

R&D (Research and Development), dengan model pengembangan ADDIE

(Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), Subjek dalam

penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 03 Palopo tahun ajaran

2022/2023. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar analisis,

lembar validasi, angket praktikalitas, tes hasil belajar. Adapun teknik analisis data

yang digunakan adalah analisis deskriptif kualiltatif dan deskriptif kuntitatif. Hasil

penelitian ini menunjukan bahwa e-modul pendidikan agama Islam dari segi

kevalidan telah memenuhi kriteria valid dengan perolehan skor 84,24% oleh ahli

media, 95% oleh ahli materi dan 81,81% oleh ahli bahasa. Memenuhi kriteria

praktis dengan perolehan skor 98% oleh pendidik dan 91% oleh peserta didik. E-

modul berbasis aplikasi canva dan heyzine juga efektif digunakan dalam

pembelajaran karena telah diperoleh ketuntasan klasikal 93% tes uraian dan 87%

tes pilihan ganda. Dengan demikian e-modul pendidikan agama Islam berbasis

aplikasi canva dan heyzine pada materi pengamalan salat sunnah layak digunakan

dalam prose pembelajaran.10

10
Hajar Ismail, ‘Pengembangan E-modul Berbasis Aplikasi Canva Dan Heyzine Pada
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 03 Palopo.
(Skripsi). Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Kependidikan, Institut Agama Islam Negeri Palopo’, 2023,
2023.
12

Kelima, Angelina Martha Yuniar. Dengan Judul Penerapan E-modul Suhu

Dan Kalor Berbasis Stem Terhadap Motivasi Belajar Dan Pemahaman Konsep

Peserta didik Di Sman 3 Kota Jambi. penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Kota

jambi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMAN 3 Kota

Jambi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif.

Desain penelitian ini menggunakan pre- eksperimental designs jenis one group

pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan

pada bulan februari 2023. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terjadi

peningkatan dari pretest-postest terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep

peserta didik pada materi suhu dan kalor di kelas XI mipa 5. SMAN 3 Kota

Jambi. Pada motivasi belajar nilai uji t sebesar 3.964>1.690 dengan demikian

terima Ha dan tolak. Begitu juga dengan pemahaman konsep nilai uji t sebesar

4.722>1.690 dengan demikian terima Ha dan tolak. Sehingga dikatakan bahwa

terdapat peningkatan dari pretest ke postest terhadap motivasi belajar dan

pemahaman konsep peserta didik.11

Tabel 2.2 Penelitian terdahulu yang relevan

No. Penelitian Persamaan Perbedaan

Terdahulu

1. Megawati Firdaus. Sama-sama Perbedaan peneliti

Dengan Judul menggunakan bahan dengan peneliti pertama

Pengembangan E- ajar yaitu E-modul yaitu peneliti

11
Angelina Martha Yuniar, ‘Penerapan E-modul Suhu Dan Kalor Berbasis STEM
Terhadap Motivasi Belajar Dan Pemahaman Konsep Peserta didik Di SMAN 3 Kota Jambi’, AT-
TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, VIII.I (2023), 1–19.
13

modul Pembelajaran menggunakan

Pendidikan Agama penelitian PTK

Islam Berbantuan sedangkan peneliti

Canva pada Materi pertama menggunakan

Mengonsumsi penelitian

Makanan dan pengembangan

Minuman yang

Halal dan Menjauhi

yang Haram di

SMPN 7 Kota

Palopo

2. Asmiani. Dengan Sama-sama Perbedaan peneliti

judul menggunakan bahan dengan peneliti kedua

Pengembangan ajar yaitu E-modul yaitu peneliti meneliti

Modul Pendidikan pada tingkat Sekolah

Agama Islam Materi Dasar Negeri

Thaharah Di Kelas sedangkan peneliti

VII Sekolah kelima pada tingkat

Menengah Pertama SMPN

Negeri 5 Palopo.

3. Vira Syelvia Putri. Sama-sama Perbedaan peneliti

Dengan judul menggunakan bahan dengan peneliti Ketiga

Pengembangan E- ajar yaitu E-modul yaitu peneliti


14

modul Pembelajaran menggunakan

Pada Mata penelitian PTK

Pelajaran sedangkan peneliti

Pendidikan Agama ketiga menggunakan

Islam dan Budi penelitian

Pekerti di SMA. pengembangan

4. Hajar Ismail. Sama-sama Perbedaan peneliti

Dengan judul mengajarkan mata dengan peneliti

Pengembangan Pelajaran Pendidikan Keempat yaitu peneliti

Media Agama Islam menggunakan

Pembelajaran E- penelitian PTK

modul Berbasis sedangkan peneliti

Aplikasi Canva dan keempat menggunakan

Heyzine Pada Mata penelitian

Pelajaran pengembangan

Pendidikan Agama

Islam di SMPN 03

Palopo.

5. Angelina Martha Sama-sama Perbedaan peneliti

Yuniar. Dengan menggunakan bahan dengan peneliti Kelima

Judul Penerapan E- ajar yaitu E-modul yaitu peneliti

modul Suhu Dan menggunakan

Kalor Berbasis Stem penelitian PTK


15

Terhadap Motivasi sedangkan peneliti

Belajar Dan kelima menggunakan

Pemahaman Konsep penelitian kuantitatif

Peserta didik Di

Sman 3 Kota Jambi.

B. Landasan Teori

1. Penerapan

Secara umum Penerapan dalam kamus besar Indonesia berarti pelaksanaan

atau penerapan. Istilah suatu penerapan biasanya dikaitkan dengan suatu kegiatan

yang dilaksanakan untuk mencaPendidikan Agama Islam tujuan tertentu.

Penerapan merupakan sebuah penempatan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi

dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa

perubahan pengetahuan, keterampilan maupun nilai dan sikap. 12

penerapan atau pelaksanaan adalah perluasan aktivitas yang saling

menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan untuk mencaPendidikan

Agama Islamnya serta memerlukan jaringan pelaksana, birokrasi yang efektif.13

2. Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajan

mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Pembelajaran koperatif pada

dasarnya bertujuan untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran,


12
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Badan Pengembangan
dan Pembinaan Bahasa, Penerapan, 2016.
13
Ali Miftakhu Rosad, ‘Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Managemen Sekolah’,
Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5.02 (2019), 173
<[Link]
16

sehingga pengalaman belajar yang dirasakan akan bermakna dan berarti karena

dengan melalui pembelajaran kooperatif. Dengan menggunakan e-modul

mengaktifkan peserta didik untuk menemukan atau memahami gambar/video

yang sudah disajikan dalam e-modul.

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan cara

peserta didik belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara

kolaboratif yang anggotanya terdiri dari dua hingga empat orang peserta didik

dengan struktur kelompok bersifat heterogen.14

Pembelajaran dengan metode ini, dapat memenuhi semua aspek

pencapaian materi pembelajaran yaitu dari segi afektif, psikomotorik, maupun

dari aspek kognitif peserta didik.

a. Langkah-Langkah Model Pembelajaran kooperatif

Langkah–langkah metode pembelajaran kooperatif diantaranya: 15

1. Pendidik membuka pelajaran.

2. Pendidik menyampaikan kepada peserta didik untuk mendownload aplikasi

e-modul

3. Pendidik mengarahkan kepada peserta didik untuk membaca dan menonton

video yang ada dalam e-modul

4. Pendidik meminta peserta didik untuk mendiskusikan dengan teman

sebangkunya tentang pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam e-modul.

14
Eni Fariyatul Fahyuni Nurdyansyah, Inovasi Model Pembelajaran (Sidoarjo: Nizamia
Learning Center, 2016).53
15
Martina Napra Tilora Nurlianti, ‘Pelaksanaan Metode Pembelajaran Oleh Pendidik
Fikih Di Madrasah Ibtidaiyah Al- Rasyid Simpang Tiga Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka’,
Mitra PGMI, 6.7 (2020), 43.
17

5. Pendidik meminta kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil

diskusi yang di dapatkan teman sebangkunya secara bergiliran.

6. Pendidik memberikan klarifikasi jawaban atau menambahkan penjelasan

mengenai pertanyaan yang ada di e-modul.

b. Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif

Johonson dalam Trianto, menyatakan: 1). Pendidik lebih mengetahui

kemampuan masing-masing peserta didik. 2). Melatih berpikir logis dan

sistematis 3). Membantu peserta didik belajar berpikir berdasarkan sudut pandang

suatu subjek bahasa dengan memberikan kebebasan peserta didik dalam praktik

berpikir. 4). Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik. 5). Peserta

didik dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.16

c. Kekurangan model pembelajaran kooperatif

Ervan Septiady menyatakan: 1. Memakai banyak waktu 2. Banyak peserta

didik yang pasif 3. Pendidik khawatir akan terjadi kekacauan di kelas. 4. Banyak

peserta didik yang tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang 5.

Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai Untuk

mengatasi kekurangan tersebut di atas, pembentukan kelompok dilakukan secara

heterogen agar anak yang kurang aktif berinteraksi dengan anak yang aktif, begitu

juga dengan anak yang kurang pandai dicampur dengan anak yang pandai.17

Metode pembelajaran kooperatif akan memungkinkan peserta didik lebih

aktif di dalam kelas karena peserta didik diberikan sajian gambar,video dan

audio yang ada dalam e-modul materi yang dibahas selanjutnya peserta didik

16
Trianto Johonson, ‘Model Pembelajaran Kooperatif’, Jurnal Obsesi, 6.2 (2021), 125.
17
Ervan Septiady, Model Kooperatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Sejarah, 2020.
18

diarahkan untuk berdiskusi bersama kelompoknya dan menguraikan maksud

dari gambar dan video yang ada dalam e-modul.18

Langkah-langkah pembelajaran dari model kooperatif menjadi perhatian

bagi seorang pendidik, agar skenario pembelajaran yang telah dibuat dan

disusun dapat berjalan sebagaimana mestinya. Terlebih pada proses

pembelajaran yang sedang berlangsung seorang pendidik dihadapkan oleh

peserta didik atau peserta didik yang masih sangat dibawah umur, tentunya

perhatian ekstra kepada pesertan didik perlu ditingkatkan oleh seorang

pendidik.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dengan kelebihan dan

kelemahan ini diharapkan dapat membantu pendidik kapan saatnya dapat

menerapkan model pembelajaran ini, dengan penggunaan model ini tentu

kemudahan dalam proses pembelajaran akan terlihat terlebih memungkinkan

peserta didik akan lebih paham dalam menerima pembelajaran yang diberikan

oleh pendidik.

3. E-modul

E-modul adalah sumber belajar yang berisi pokok bahasan, strategi belajar

serta langkah mengevaluasi yang disusun secara runtut guna menarik serta

mencapai kompetensi sesuai dengan kurikulum secara elektronik. Kemudian

pengertian e-modul adalah modul yang dikombinasikan dengan teknologi serta

berisi penggalan-penggalan kata dengan pertanyaan pada Setiap penggalan.19


18
Martina Napra Tilora Nurlianti, ‘Pelaksanaan Metode Pembelajaran Kooperatif Oleh
Pendidik Fikih Di Madrasah Ibtidaiyah Al- Rasyid Simpang Tiga Sungai Luar Kecamatan Batang
Tuaka’, Mitra PGMI, 6.1 (2020), 40.
19
Wiwik Okta Susilawati, ‘Pengembangan E-modul Pembelajaran Perkembangan Sosial
Aud Berbasis Karakter Menggunakan Software Flipbook Maker’, Inspiratif Pendidikan, 10.2
(2021), 1 <[Link]
19

Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat sekarang, dapat

memudahkan peserta didik dalam mengakses elektronik modul dengan

menggunakan android ataupun PC untuk menemukan materi pembelajaran yang

mereka butuhkan.20 Hal tersebut sangat memudahkan akses peserat didik dalam

memepelajari dan memahami lebih luas pembelajaran yang diberikan serta

menjadikan elektronik modul sebagai bagian dari sumber belajar peserta didik.

Untuk mempermudah peserta didik mempelajari topik sendiri, instruktur

menulis alat pendidikan yang disebut modul. Ada dua macam modul yang

dikembangkan dalam bidang pendidikan saat ini: modul cetak dan elektronik.

Untuk mempermudah peserta didik mempelajari topik sendiri, instruktur menulis

alat pendidikan yang disebut modul. Ada dua macam modul yang dikembangkan

dalam bidang pendidikan saat ini: modul cetak dan elektronik.21

Berdasarkan definisi yang diberikan dapat disimpulkan bahwa peserta didik

dapat belajar mandiri dengan modul berdasarkan kemampuannya dalam

mengingat materi. Modul adalah sarana atau alat pembelajaran yang memuat isi,

pendekatan, batasan, dan teknik penilaian yang disusun secara metodis dan kreatif

untuk mencaPendidikan Agama Islam kompetensi yang diperlukan sesuai dengan

tingkat kerumitannya. Modul adalah sumber daya instruksional yang terdiri dari

tujuan pembelajaran, panduan penggunaan, deskripsi isi, abstrak, penilaian dan

umpan balik, serta kegiatan tindak lanjut sistematis yang berfungsi sebagai alat

pembelajaran yang berdiri sendiri. E-modul sangat direkomendasikan dalam


20
Hasbi Hasbi, Hasriadi Hasriadi, and Nurul Hikmah Azhari, ‘Aksiologi Perpustakaan
Sebagai Sumber Belajar Mahapeserta didik Program Studi Pendidikan Agama Islam Iain Palopo’,
Kelola: Journal of Islamic Education Management, 8.2 (2023), 315–144
<[Link]
21
Najuah, Pristi Suhendro Lukitoyo, and Winna Wirianti, Modul Elektronik: Prosedur
Penyusunan Dan Aplikasinya, Yayasan Kita Menulis. (Yayasan Kita Menulis, 2020).
20

penerapan pembelajaran di kelas.22 Sekaligus menjadi media pembelajaran yang

digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Penggunaan media pembelajaran sangatlah penting untuk menunjang

proses belajar peserta didik. Hal ini terjadi karena media pembelajaran dapat

memberikan berbagai manfaat. Salah satu manfaat dari penggunaan media

pembelajaran adalah dapat meningkatkan daya serap dan pemahaman

peserta didik terhadap materi pelajaran.23

a. Manfaat dan kelebihan Elektronik modul

Dengan adanya penggunaan elektronik modul maka akan jauh lebih

memudahkan peserta didik dalam mengakses materi pembelajarannya. Beberapa

keunggulan yang dapat diperoleh dari e-modul karena fasilitas dan

kemudahannya, seperti:24

1) Mengalihkan fokus peserta didik dari membuka hal-hal yang tidak berguna di

ponsel dan jaringan internet ke arah kesempatan belajar yang lebih

bermanfaat.

2) Memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat materi pembelajaran

yang menarik dan interaktif yang menarik minat mereka.

3) Menawarkan cara untuk membantu peserta didik menggunakan teknologi

informasi dan komunikasi secara bijaksana.


22
Suci Prihatiningtyas and Fatikhatun Nikmatus Sholihah, Physics Learning By E-
Module (LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, 2020).
23
St Marwiyah, Muhammad Ihsan, and Muh Yamin, ‘Media Pembelajaran Inovatif
Berbasis Lingkungan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pondok Pesantren Pengkendekan
Luwu Utara Pendahuluan,4.2(2023),531539<[Link]
article/view/426%0A[Link]
download/426/290>.
24
Fatika Wulandari, Relsas Yogica, and Rahmawati Darussyamsu, ‘Analisis Manfaat
Penggunaan E-modul Interaktif Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-
19’, Khazanah Pendidikan, 15.2 (2022), 139–144.
21

4) Suka atau tidak suka dengan pengajar, pemberdayaan mereka untuk mengatasi

kendala yang ditimbulkan oleh kemajuan informasi dan teknologi akan

berdampak pada bidang pendidikan dan pembelajaran.

Kelebihan Elektronik modul dibandingkan dengan modul konvensional

adalah:25

1) Lebih menawan karena kemampuan multimedianya (gambar, animasi, musik,

dan video).

2) Lebih menarik karena peserta didik mampu menilai suatu kemampuan sendiri

dan mengambil tindakan setelah mempelajari temuan evaluasi mandiri.

3) Paperless, dengan demikian penggunaan kertas bisa berkurang.

4) Multiplatform, Modul elektronik kompatibel dengan sejumlah gadget, seperti

laptop, komputer desktop.

b. kekurangan e-modul

E-modul pembelajaran juga tidak terlepas dari kekurangan. Adapun

beberapa kekurangan e-modul dapat dilihat sebagai berikut:

1) Bagus atau tidaknya suatu modul bergantung pada keahlian penyusunnya.

Perancangan materi e-modul harus memiliki pengetahuan tentang komputer

berbasis pembelajaran untuk mendesain lingkungan pembelajaran yang

efektif.

2) E-modul hanya bisa diakses menggunakan jaringan internet melalui perangkat

elektronik berupa komputer, laptop atau handphone. Jika perangkat tersebut

tidak tersedia maka e-modul tidak dapat digunakan.


25
Anggraini Diah Puspitasari, ‘Penerapan Media Pembelajaran Fisika Menggunakan
Modul Cetak Dan Modul Elektronik Pada Peserta didik SMA’, JPF (Jurnal Pendidikan Fisika)
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 7.1 (2019), 17–25.
22

c. Karakteristik e-modul

Karakteristik e-modul diangkat dari modul yang berupa cetak, karena

karakter yang dimiliki modul dapat diterapkan pada e-modul. Modul dapat

dikatakan sebagai modul yang baik, apabila modul tersebut mampu meningkatkan

motivasi belajar. Oleh karena itu, pengembangan modul harus memperhatikan dan

memenuhi beberapa karakteristik sebagai berikut:

2) Self Instructional; modul dapat dipelajari sendiri (mandiri), tidak bergantung

kepada pihak lain.

3) Self Contained; modul dikatakan self contained bila seluruh materi

pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut.

4) Stand Alone; modul tidak bergantung pada bahan ajar/media lain.

5) Adaptive; modul menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi (IPTEK).

6) User Friendly; modul yang bersahabat dengan pemakainya dapat diperhatikan

melalui penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti secara

umum, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai

dengan keinginan.

d. Komponen Modul

komponen modul pembelajaran adalah sebagai berikut; 1) Adanya tujuan

pembelajaran; 2) Materi Ajar; 3) Latihan yang disajikan untuk menerapkan

keterampilan dan kompetensi yang sedang dipelajari; 4) Umpan balik yang

menjadi indikator tentang kualitas latihan yang dilakukan pembelajar.26


26
Elfita Rahmi, Nurdin Ibrahim, and Dwi Kusumawardani, ‘Pengembangan Modul
Online Sistem Belajar Terbuka Dan Jarak Jauh Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pada
Program Studi Teknologi Pendidikan’, Visipena, 12.1 (2021), 44–66
23

4. Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti

1. Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti

Pengertian pembelajaran berbeda dengan istilah pengajaran, perbedaannya

terletak pada orientasi subjek yang difokuskan, dalam istilah pengajaran pendidik

merupakan subjek yang lebih berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar,

sedangkan pembelajaran memfokuskan pada peserta didik. Untuk memahami

hakikat pembelajaran dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari segi bahasa

(etimologis) dan istilah (terminologis). Secara bahasa, kata pembelajaran

merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, instruction yang bermakna sederhana

“upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang, melalui berbagai

upaya (effort) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan ke arah tujuan yang

telah direncanakan”.27

Dapat dipahami bahwa pembelajaran merupakan sebuah sistem, yaitu

suatu totalitas yang melibatkan berbagai komponen yang saling berinteraksi.

Untuk mencapai interaksi pembelajaran, sudah tentu perlu adanya komunikasi

yang jelas antara pendidik dan peserta didik, sehingga akan terpadu dua kegiatan,

yaitu tindakan penyampaian ilmu pengetahuan melalui kegiatan mengajar (usaha

pendidik) dan tindakan perubahan tingkah laku melalui kegiatan belajar (usaha

peserta didik) yang berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran

juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan pendidik secara terpadu

dalam desain instruksional (instructional design) untuk membuat peserta didik

<[Link]
27
Zakarya , ‘Peran Pendidik Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Peserta Didik Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta’, Attractive : Innovative Education
Journal, 5.2 (2023), 909–18 <[Link]
24

atau peserta didik belajar secara aktif (student active learning), yang menekankan

pada penyediaan pada sumber belajar.

Beberapa ahli merumuskan pengertian pembelajaran sebagai berikut;

1) Menurut Syaiful Sagala, pembelajaran adalah membelajarkan peserta didik

menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu

utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi

dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak pendidik sebagai pendidik,

sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. 28

2) Menurut Corey, pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan

seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam

kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.29

3) Menurut Oemar Hamalik, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang

tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan

dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan

pembelajaran. Manusia yang terlibat dalam sistem pembelajaran terdiri atas

peserta didik, pendidik dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium.

Material meliputi buku-buku, papan tulis fotografi, slide dan film, audio dan

video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruangan kelas,

perlengkapan audio visual juga komputer. Prosedur meliputi jadwal dan

28
Syaiful, Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari, ‘Prinsip Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And Management, 03.02 (2024),
11–17.
29
Corey, Asbari. Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari, ‘Prinsip
Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And Management,
03.02 (2024), 11–17.
25

metode penyamPendidikan Agama Islaman informasi, praktek, belajar, ujian

dan sebagainya.30

Pembelajaran sebagai aktivitas yang tidak hanya didominasi oleh pendidik

saja, ataupun sebaliknya, namun keduanya memiliki peran yang sama pentingnya

untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Corey lebih memandang

pembelajaran sebagai proses penyampaikan pengetahuan (transfer of knowledge)

sehingga mengutamakan pengelolaan lingkungan agar peserta didik dapat

menghasilkan respon yang baik berupa penerimaan informasi secara maksimal.

Menurut Dzakiyah Darajat, Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk

membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami

kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada

akhirnya dapat mengamalkan dan menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.31

Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan

pendidik dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan

mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan

yang telah direncanakan untuk mencaPendidikan Agama Islam tujuan yang telah

ditetapkan. Adapun esensi pendidikan, yaitu adanya proses transfer nilai,

pengetahuan, dan keterampilan dari generasi tua agar generasi muda dapat hidup.

Oleh karena itu, ketika dikaitkan dengan pendidikan Islam, maka akan mencakup

dua hal, yaitu; (a) mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-
30
Oemar Hamalik, Asbari. Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari,
‘Prinsip Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And
Management, 03.02 (2024), 11–17.
31
Asbari. Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki Asbari, ‘Prinsip Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And Management, 03.02 (2024),
11–17.
26

nilai atau akhlak Islam. (b) mendidik peserta didik untuk mempelajari materi

ajaran Islam.

Dari beberapa penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa pendidikan

agama Islam adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada

peserta didik melalui bimbingan dan pelatihan yang telah direncanakan agar

peserta didik dapat menggunakannya baik sebagai pola pikirnya maupun landasan

hidupnya dengan menjadikan Ibadah sebagai orientasi tujuannya. Sedangkan

makna pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu upaya membuat

peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar dan

tertarik untuk terus-menerus mempelajari agama Islam, baik untuk mengetahui

bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelajari Islam sebagai

pengetahuan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat mengaktualisasikan

apa yang terdapat dalam kurikulum agama Islam sebagai kebutuhan peserta didik

secara menyeluruh yang mengakibatkan beberapa perubahan tingkah laku peserta

didik baik dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. Secara umum

pendidikan agama Islam bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, pemahaman,

dan pengamalan sehingga peserta didik memiliki bekal untuk meningkatkan

keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt dan sekaligus untuk dapat menjadi

warga Negara yang baik, serta dikemudian hari mereka dapat melanjutkan

pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.32

Dari penjelasan mengenai pembelajaran dan Pendidikan Agama Islam

penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat

32
Abdul Rahim Karim, ‘Reafirmasi Pendidikan Agama Islam Melalui Sistem Boarding
School Di Sekolah Umum’, Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 5.1 (2020), 38–49
<[Link]
27

diartikan sebagai usaha yang terencana untuk menciptakan suasana belajar bagi

peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, yang dengan

pengembangan pengetahuan itu maka mereka akan mengalami perubahan tingkah

laku menuju arah yang lebih baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah untuk

dapat bermuamalah dengan masyarakat maupun dengan Khalik (habl min Allah

wa habl min al-Nas).33

C. Kerangka Pikir

Penelitian ini diawali dengan permasalahan yang didapatkan di

Sekolah Dasar Negeri 23 Batara. Dalam hal peningkatan hasil belajar

peserta didik pada mata Pelajaran Agama Islam, proses belajar mengajar di

sekolah dianggap kurang efektif. Proses pembelajaran di sekolah terhambat

oleh minimnya penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran e-

modul merupakan salah satu media pembelajaran yang memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk dapat bekerja sendiri kemudian

bekerja sama dengan orang lain dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

Maka dari itu peneliti menyusun bagan yang akan menjadi kerangka pikir

pada penelitian tindakan kelas, dan menjadi acuan dalam penelitian, yaitu

sebagai berikut:

33
Heru Setiawan and siti zakiah, ‘Konsep Metode Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam’, At Ta’Lim, 4.2 (2022), 12–22.
28

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas VI Sekolah Dasar


Negeri 23 Batara

1. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam belum


Kondisi Awal menggunakan media pembelajaran e-modul
2. Peserta didik tidak terlibat aktif dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam

1. Menggunakan media
pembelajaran e-modul belajar Siklus I
Tindakan
akhlak terpuji dan II
2. PTK Model spiral dari Kemmis
and MC Tanggart

Terjadi peningkatan terhadap hasil belajar peserta


Kondisi didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Akhir dengan menggunakan media pembelajaran e-modul
akhlak terpuji

Gambar 2.1 Bagan kerangka pikir


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

research). Penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan dalam

kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas

pembelajaran. Secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk

penelaahan penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan

tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktik- praktik pembelajaran

di kelas secara lebih professional yang dilakukan pada semester genap tahun

pelajaran 2024/2025.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 23 Batara pada peserta

didik kelas VI dengan waktu penelitian dilaksanakan Setelah keluarnya surat izin

penelitian semester genap tahun pelajaran 2024/2025

C. Subjek Penelitian

Adapun subyek dalam penelitian ini adalah 20 peserta didik kelas VI di

Sekolah Dasar Negeri 23 Batara

D. Pelaksana dan kolaborator

Kolaborator adalah kerjasama antara praktisi (pendidik, kepala sekolah,

peserta didik dan lain-lain) serta peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang

permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan

tindakan. Melalui kerja sama, mereka secara bersama menggali dan mengkaji

29
permasalahan nyata yang dihadapi. Terutama pada kegiatan mendiagnosis

masalah,

30
31

menyusun usulan, melaksanakan tindakan, menganalisis data, menyeminarkan

hasil dan menyusun laporan akhir yang menjadi kolaborator di sini adalah
Perencana
pendidik dan peserta didik kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara.
Refleksi Siklus Ke-1 Pelaksana
E. Rancangan Penelitian

Ada beberapa ahli yang mengemukakan


Pengamat model penelitian tindakan dengan
bagan yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim
Perencana
dilalui, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi.
Refleksidan penjelasan untuk
Adapun model Siklus Ke-2
masing-masing Pelaksana
tahap adalah sebagai berikut

Pengamat

Gambar 3.1 Penelitian Tindakan Kelas

Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahap. Secara rinci

prosedur penelitian Tindakan kelas ini sebagai berikut:

a. Siklus I

1) Perencanaan
32

a) Merencanakan proses pelaksanaan media Pembelajaran e-modul pada mata

pelajaran Pendidikan Agama Islam materi akhlak terpuji.

b) Mengembangkan skenario media pembelajaran dengan membuat RPP

c) Menyusun LOS (Lembar Observasi Peserta didik)

d) Menyusun kuis (tes)

2) Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan tahap ini yaitu melaksanakan proses

pembelajaran dengan media pembelajaran e-modul pada mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam materi akhlak terpuji yang telah direncanakan

diantaranya:

1. Pendidik membuka pelajaran.

2. Pendidik menyampaikan kepada peserta didik untuk mendownload aplikasi

e-modul

3. Pendidik mengarahkan kepada peserta didik untuk membaca dan menonton

video yang ada dalam e-modul

4. Pendidik meminta peserta didik untuk mendiskusikan dengan teman

sebangkunya tentang pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam e-modul.

5. Pendidik meminta kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil

diskusi yang di dapatkan teman sebangkunya secara bergiliran.

6. Pendidik memberikan klarifikasi jawaban atau menambahkan penjelasan

mengenai pertanyaan yang ada di e-modul.

7. Penutup

3) Observasi
33

Kolaborator mengamati keaktifan peserta didik pada proses pelaksanaan

media pembelajaran e-modul pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada

materi akhlak terpuji

4) Refleksi

a) Meneliti hasil kerja peserta didik terhadap kuis yang diberikan.

b) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara

terhadap pelaksanaan pengajaran pada siklus 1.

c) Mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan

kegiatan penelitian dalam siklus II.

b. Siklus II

Setelah melakukan evaluasi tindakan I, maka dilakukan tindakan II. Langkah-

langkah siklus II adalah sebagai berikut:

1) Perencanaan

a) Mengidentifikasi masalah-masalah khusus yang dialami pada siklus

sebelumnya.

b) Membuat RPP

c) Menyusun LOS

d) Menyusun kuis (tes)

2) Pelaksanaan tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan tahap ini yaitu Pengembangan rencana tindakan

II dengan melaksanakan tindakan upaya lebih meningkatkan hasil belajar peserta


34

didik dalam proses pelaksanaan media pembelajaran e-modul pada mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam materi Akhlak terpuji.

3) Observasi

Kolaborator mencatat semua proses yang terjadi dalam proses belajar

mengajar media pembelajaran, mendiskusikan tentang tindakan II yang telah

dilakukan mencatat kelemahan baik ketidaksesuaian antara skenario dengan

respon dari peserta didik yang mungkin tidakdiharapkan.

4) Refleksi

a) Meneliti hasil kerja peserta didik terhadap kuis yang diberikan.

b) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara

terhadap pelaksanaan pengajaran pada siklus II.

c) Mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan

kegiatan penelitian dalam siklus berikutnya.

F. Teknik Pengumpulan Data

1. Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif

dan kuantitatif yang terdiri dari:

1. Data tentang keaktifan peserta didik.

2. Data tentang kerjasama peserta didik.

3. Data tentang pelaksanaan pembelajaran oleh pendidik.

4. Data tentang evaluasi hasil belajar peserta didik

2. Teknik Pengumpulan Data


35

1. Metode Observasi

Metode Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses

yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis Teknik pengumpulan

data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku

manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak

terlalu besar. Metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan

secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian.

Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara

mengadakan pengamatan langsung terhadap aktivitas peserta didik dalam proses

pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi pokok

akhlak terpuji di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara sebelum dan sesudah

menggunakan media pembelajaran e-modul dengan menggunakan pree tes dan

post tes

2. Metode Tes

Metode tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang mendapat jawaban

yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.

Metode tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik

sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran e-modul pada mata

pelajaran Pendidikan Agama islam materi akhlak terpuji di kelas VI Sekolah

Dasar Negeri 23 Batara sebagai bentuk evaluasi.


36

c. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel

yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar majalah, prasasti. notulen rapat,

legger, agenda dan sebagainya.

Metode ini digunakan untuk memperoleh data mengenai seluk beluk proses

pembelajaran mata pelajaran matematika materi pokok bangun ruang di kelas VI

Sekolah Dasar Negeri 23 Batara dengan menggunakan media pembelajaran e-

modul seperti RPP, LOS dan daftar nama peserta didik

G. Teknik Analsis Data

Kemudian Data-data yang diperoleh dari penelitian baik melalui

pengamatan, tes atau menggunakan metode yang lain kemudian diolah dengan

analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencaPendidikan

Agama Islaman indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan

keberhasilan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi akhlak

terpuji di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 23 Batara setelah menerapkan media

pembelajaran e-modul.

Adapun teknik pengumpulan data yang berbentuk kuantitatif berupa data

data yang disajikan berdasarkan angka-angka maka menggunakan analisis

deskriptif persentase dengan rumus sebagai berikut:

Skor yang dicaPendidikan Agama Islam


Persentase ¿ × 100
Jumlah Peserta didik

%
37

H. Instrumen Penelitian

Instrumen yang peneliti gunakan untuk menilai tingkat keberhasilan

peserta didik adalah:

1. Instrumen evaluasi

Instrumen evaluasi adalah alat untuk memperoleh data hasil belajar

yangtelah diberikan kepada peserta didik Sedang bentuk tes yang digunakan

adalah tes tertulis berupa soal sebanyak 4 soal masing masing pada siklus ini,

dimana setiap item yang benar nilai 25 dan salah 0.

Tabel 3.1
ContohTabel Model Penilaian Hasil Belajar

NO Nama Nilai Ketuntasan

2. Lembar observasi

Lembar observasi adalah lembar pengamatan yang harus diisi oleh observer.

Lembar observasi berisi tentang aktifitas peserta didik dalam pembelajaran.

Tabel 3.2
Contoh Tabel Lembar Observasi
Sintak Model Kegiatan Keterlaksanaan dalam pembelajaran
38

Pembelajaran Pembelajaran Ya Tidak

Fase 1:
Project
Fase 2:
Activity
Fase 3:
Cooperative
Fase 4 :
Exercise

I. Indikator Keberhasilan

Untuk menganalisis persentase keberhasilan belajar peserta didik, peneliti

menggunakan rumus yang dikemukakan oleh aqila dalam Dwi Silvia, yaitu

sebagai berikut:34

jumlah peserta didik yang tuntas belajar


Persentase ¿ × 100%
Jumlah seluruh Peserta didik

Sedangkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian Tindakan ini

apabila dalam meningkatnya hasil belajar berupa kemampuan pembuktian mata

pelajaran Pendidikan Agama Islam materi pokok akhlak terpuji ditandai rata-rata

nilai yang dicaPendidikan Agama Islam diatas KKM 70 sebanyak 75% dari

jumlah peserta didik.

34
dan M. Husni Abdullah Dewi Silvia Indrawati, ‘Penerapan Model Pembelajaran Project
Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belaja Siswa Kelas V Sekolah Dasar’, JPGSD, 7.6
(2020), 3546.
39

DAFTAR PUSTAKA

Agama RI, Kementrian, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: PT. Lajnah


Pentashihan Mushaf, 2019)
Anggraini, Tiara, ‘Menganalisis Surat Al-Alaq Tentang Belajar Berdasarkan
Tafsir Tarbawi’, Pendidikan Agama Islam, 2.3 (2024), 186
Asbari, Damiati Muhamad Nurasikin Junaedi Masduki, ‘Prinsip Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka’, Journal Of Information Systems And
Management, 03.02 (2024), 11–17
Asmiani, ‘Pengembangan Modul Pendidikan Agama Islam Materi Thaharah Di
Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Palopo’, 2023
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia, Penerapan, 2016
Dewi Silvia Indrawati, dan M. Husni Abdullah, ‘Penerapan Model Pembelajaran
Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belaja Siswa Kelas V
Sekolah Dasar’, JPGSD, 7.6 (2020), 3546
Ervan Septiady, Model Kooperatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Sejarah,
2020
Hasbi, Hasbi, Hasriadi Hasriadi, and Nurul Hikmah Azhari, ‘Aksiologi
Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Agama Islam Iain Palopo’, Kelola: Journal of Islamic Education
Management, 8.2 (2023), 315–144
<[Link]
Ismail, Hajar, ‘Pengembangan E-Modul Berbasis Aplikasi Canva Dan Heyzine
Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah
Pertama (SMP) Negeri 03 Palopo. (Skripsi). Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu
Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Palopo’, 2023, 2023
Johonson, Trianto, ‘Model Pembelajaran Kooperatif’, Jurnal Obsesi : Jurnal
Pendidikan Anak Usia Dini, 6.2 (2021), 125
Karim, Abdul Rahim, ‘Reafirmasi Pendidikan Agama Islam Melalui Sistem
Boarding School Di Sekolah Umum’, Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-
Thariqah, 5.1 (2020), 38–49 <[Link]
thariqah.2020.vol5(1).5082>
Marwiyah, St, Muhammad Ihsan, and Muh Yamin, ‘Media Pembelajaran Inovatif
Berbasis Lingkungan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pondok
Pesantren Pengkendekan Luwu Utara Pendahuluan’, Jurnal Dirosah
Islamiyah, Vol [Link] 2 (2023), 25
<[Link]
://[Link]/journals/[Link]/contents/article/download/
40

426/290>
Megawati Firdaus, ‘Halal Dan Menjauhi Yang Haram Agama Islam Berbantuan
Canva Pada Materi’, 2023
Najuah, Pristi Suhendro Lukitoyo, and Winna Wirianti, Modul Elektronik:
Prosedur Penyusunan Dan Aplikasinya, Yayasan Kita Menulis. (Yayasan
Kita Menulis, 2020)
Nunuk Suryani, Leo Agung, Strategi Belajar Mengajar (Yogyakarta: Ombak,
2012)
Nurdyansyah, Eni Fariyatul Fahyuni, Inovasi Model Pembelajaran (Sidoarjo:
Nizamia Learning Center, 2016)
Nurlianti, Martina Napra Tilora, ‘Pelaksanaan Metode Pembelajaran Kooperatif
Oleh Pendidik Fikih Di Madrasah Ibtidaiyah Al- Rasyid Simpang Tiga
Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka’, Mitra PGMI, 6.1 (2020), 40
———, ‘Pelaksanaan Metode Pembelajaran Oleh Pendidik Fikih Di Madrasah
Ibtidaiyah Al- Rasyid Simpang Tiga Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka’,
Mitra PGMI, 6.7 (2020), 43
Prihatiningtyas, Suci, and Fatikhatun Nikmatus Sholihah, Physics Learning By E-
Module (LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, 2020)
Puspitasari, Anggraini Diah, ‘Penerapan Media Pembelajaran Fisika
Menggunakan Modul Cetak Dan Modul Elektronik Pada Siswa SMA’, JPF
(Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 7.1
(2019), 17–25
Rahmi, Elfita, Nurdin Ibrahim, and Dwi Kusumawardani, ‘Pengembangan Modul
Online Sistem Belajar Terbuka Dan Jarak Jauh Untuk Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran Pada Program Studi Teknologi Pendidikan’, Visipena,
12.1 (2021), 44–66 <[Link]
Rosad, Ali Miftakhu, ‘Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Managemen
Sekolah’, Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5.02 (2019),
173 <[Link]
Setiawan, Heru, and siti zakiah, ‘Konsep Metode Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam’, At Ta’Lim, 4.2 (2022), 12–22
Susilawati, Wiwik Okta, ‘Pengembangan E-Modul Pembelajaran Perkembangan
Sosial Aud Berbasis Karakter Menggunakan Software Flipbook Maker’,
Inspiratif Pendidikan, 10.2 (2021), 1
<[Link]
Syafril, Zelhendri Zen, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia
Group, 2020)
Widiawati, Ida, Ari Rismayanti Azzahra, Rahma Isnaini Fadila, and Ani Nur
41

Aeni, ‘Pemanfaatan MODITIF (Modul Digital Kreatif) Untuk Pembelajaran


PAI Kelas 6 SD Mengenai Zakat’, Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan
Madrasah Ibtidaiyah, 7.2 (2023), 755
<[Link]
Wulandari, Fatika, Relsas Yogica, and Rahmawati Darussyamsu, ‘Analisis
Manfaat Penggunaan E-Modul Interaktif Sebagai Media Pembelajaran Jarak
Jauh Di Masa Pandemi Covid-19’, Khazanah Pendidikan, 15.2 (2022), 139–
44
Yuniar, Angelina Martha, ‘Penerapan E-Modul Suhu Dan Kalor Berbasis STEM
Terhadap Motivasi Belajar Dan Pemahaman Konsep Siswa Di SMAN 3 Kota
Jambi’, AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, VIII.I (2023), 1–19
Zakarya, Hafidz, Martaputu, and Husna Nashihin, ‘Peran Guru Pendidikan
Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Di SMA
Muhammadiyah 1 Surakarta’, Attractive : Innovative Education Journal, 5.2
(2023), 909–18 <[Link]

Anda mungkin juga menyukai