0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan11 halaman

Modul Ajar Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Modul ajar ini berfokus pada siklus akuntansi perusahaan dagang untuk siswa SMK, mencakup identitas modul, kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dan capaian pembelajaran. Materi dirancang untuk relevan dengan kehidupan nyata dan melibatkan pendekatan pembelajaran yang berbeda, termasuk diskusi dan simulasi. Tujuan pembelajaran meliputi pemahaman konsep dasar akuntansi dan penerapan siklus akuntansi dalam konteks bisnis.

Diunggah oleh

trilukitarahanani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan11 halaman

Modul Ajar Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Modul ajar ini berfokus pada siklus akuntansi perusahaan dagang untuk siswa SMK, mencakup identitas modul, kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dan capaian pembelajaran. Materi dirancang untuk relevan dengan kehidupan nyata dan melibatkan pendekatan pembelajaran yang berbeda, termasuk diskusi dan simulasi. Tujuan pembelajaran meliputi pemahaman konsep dasar akuntansi dan penerapan siklus akuntansi dalam konteks bisnis.

Diunggah oleh

trilukitarahanani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA


BAB 5 SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMK Muara Indonesia
Nama Penyusun : Pandu Wicaksono
Mata Pelajaran : Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (masing-masing 90 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik umumnya memiliki pemahaman dasar tentang
Sejarah akuntansi, system pencatatan akuntansi, persamaan dasar akuntansi dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, dalam mencatat penjualan, dalam membuat
pencatatan penjualan keuangan). Beberapa mungkin sudah terpapar berita akuntansi
ringan dari media sosial atau lingkungan sekitar.
● Minat: Peserta didik cenderung tertarik pada hal-hal yang relevan dengan kehidupan
mereka, seperti bagaimana cara konsep dasar profesi, profesi dibidang akuntansi.
Minat akan meningkat jika materi disajikan secara interaktif dan terkait dengan isu-
isu terkini.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari berbagai latar belakang akuntansi
keluarga. Penting untuk mengakomodasi ini dengan memberikan contoh-contoh yang
beragam dan tidak diskriminatif.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan infografis, video, atau ilustrasi untuk memahami konsep
abstrak.
○ Auditori: Membutuhkan penjelasan lisan yang jelas dan kesempatan untuk
berdiskusi.
○ Kinestetik: Membutuhkan aktivitas yang melibatkan gerak atau praktik langsung
(misalnya, simulasi, permainan peran).
○ Diferensiasi: Beberapa peserta didik mungkin memerlukan bimbingan lebih,
sementara yang lain dapat berakselerasi dengan tugas yang lebih menantang.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai: Konseptual (pemahaman tentang konsep
dasar profesi, profesi di bidang akuntansi, karakter dasar teknis akuntansi), prosedural
(mengidentifikasi masalah akuntansi, menganalisis pilihan), dan metakognitif
(merefleksikan keputusan akuntansi).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan
karena setiap individu, termasuk peserta didik, dihadapkan pada masalah sejarah
akuntansi dan harus membuat pilihan setiap hari (misalnya, memilih persamaan dasar
akuntansi yang cocok dalam akuntansi).
● Tingkat Kesulitan: Cukup kompleks karena melibatkan konsep-konsep abstrak,
namun dapat disederhanakan dengan contoh-contoh konkret dan relevan. Tingkat
kesulitan dapat disesuaikan melalui diferensiasi.
● Struktur Materi: Dimulai dari masalah dasar akuntansi (badan usaha proses bisnis
dan akuntansi proses bisnis), kemudian dilanjutkan dengan konsep-konsep solusi.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Integritas (jujur dalam mengambil keputusan
akuntansi), Tanggung Jawab (bertanggung jawab atas pilihan dan konsekuensinya),
Mandiri (mampu membuat keputusan akuntansi secara rasional), Kreatif (mencari
alternatif solusi atas proses bisnis), Peduli (mempertimbangkan dampak keputusan
akuntansi pada orang lain/lingkungan).

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis masalah proses bisnis,
mengidentifikasi pilihan, dan mempertimbangkan akuntansi dalam proses bisnis.
● Kreativitas: Peserta didik dapat mengusulkan berbagai alternatif solusi untuk
mengatasi masalah akuntansi.
● Kolaborasi: Peserta didik bekerja sama dalam diskusi kelompok untuk memecahkan
masalah akuntansi.
● Kemandirian: Peserta didik dapat membuat keputusan akuntansi secara rasional dan
bertanggung jawab.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengemukakan ide dan argumen tentang konsep
akuntansi secara jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik memahami konsep dasar berbagai bidang ilmu sosial
sebagai ilmu yang mengkaji manusia dan lingkungannya untuk memberikan landasan
berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif dalam merespons peristiwa dan
fenomena sosial, budaya, dan akuntansi yang terjadi di masyarakat dalam lingkup lokal,
nasional, dan global. Peserta didik memahami peran dan potensi dirinya dalam
beradaptasi dengan perubahan lingkungan fisik, sosial, budaya, dan ekonomi. Peserta
didik secara mandiri maupun berkolaborasi menggali fenomena kehidupan manusia
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dalam dimensi ruang
dan waktu. Peserta didik menganalisis, menarik simpulan, mengomunikasikan informasi
dan hasil analisis dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan dokumentasi.
Peserta didik mampu merefleksikan hasil analisis dari informasi, hasil observasi, dan
hasil dokumentasi, serta menyusun rencana tindak lanjut. Capaian Pembelajaran setiap
elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman • Peserta didik mampu memahami fungsi akuntansi sebagai ilmu yang secara
Konsep kritis, analitis, kreatif, dan solutif mengkaji masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami status dan peran individu dalam kelompok
sosial dan memahami berbagai ragam gejala akuntansi yang ada di dalam
masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami keragaman manusia dan budayanya sebagai
bagian dari masyarakat multikultural.
• Peserta didik memahami hakikat ilmu akuntansi sebagai ilmu yang mempelajari
upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Peserta didik memahami lembaga serta produk keuangan bank dan nonbank
sebagai dasar dalam mengelola, menggunakan produk dan layanan, serta
mengenali dan menghindari risiko keuangan kehidupannya dalam konteks
mampu membuat laporan keuangan pribadi.
• Peserta didik memahami konsep dasar Geografi, peta, pengindraan jauh, Sistem
Informasi Geografis (SIG), penelitian Geografi, dan fenomena geosfer fisik
yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer sebagai ruang kehidupan.
• Peserta didik memahami konsep dasar ilmu sejarah serta mengenali penelitian
sejarah untuk menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan
masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian
penting dalam lingkup lokal, nasional dan global mulai dari masa kerajaan
Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam.
Keterampilan Peserta didik
Proses • Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan
potensinya;
• Membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang
fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara
sistematis;
• Mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder, melakukan
observasi, dan mendokumentasikannya;
• Menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi;
• Mengomunikasikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer
dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi dalam bentuk
media digital dan/atau nondigital; dan
• Merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer
dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta menyusun
rencana tindak lanjut.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Sosiologi: Konsep badan usaha dalam proses bisnis, akuntansi dalam proses bisnis,
dan dampak sosial dari keputusan akuntansi.
● Geografi: Persebaran sumber daya alam yang terbatas sebagai penyebab badan usaha
dalam proses bisnis.
● Matematika: Perhitungan sederhana terkait pilihan dan badan usaha dalam proses
bisnis.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan literasi untuk memahami teks akuntansi dan
kemampuan komunikasi lisan/tulisan.
● Pendidikan Pancasila: Nilai-nilai gotong royong dan keadilan sosial dalam konteks
akuntansi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Konsep Dasar Perusahaan Dagang
● Mengidentifikasi dengan tepat konsep akuntansi sebagai inti masalah akuntansi
dalam kehidupan sehari-hari (level pemahaman: memahami).
● Mengklasifikasikan secara benar berbagai jenis kebutuhan dan keinginan
berdasarkan contoh konkret yang diberikan (level pemahaman: mengaplikasikan).
● Menjelaskan dengan bahasa sendiri hubungan antara badan usaha dalam proses
bisnis (level pemahaman: menganalisis).
● Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam membuat pilihan terkait badan usaha
dalam proses bisnis (level sikap: bertanggung jawab).
Pertemuan 2: Menganalisis Menerapkan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
● Menganalisis berbagai pilihan yang muncul akibat akuntansi dalam proses bisnis
dengan mempertimbangkan prioritas (level pemahaman: menganalisis).
● Menghitung secara sederhana akuntansi dalam proses bisnis dari suatu pilihan yang
diambil dengan menggunakan contoh kasus (level pemahaman: mengaplikasikan).
● Menjelaskan dengan benar konsep prinsip akuntansi, motif akuntansi, dan Tindakan
akuntansi (level pemahaman: memahami).
● Mengaitkan prinsip, motif, dan tindakan akuntansi dengan keputusan yang diambil
dalam kehidupan sehari-hari (level pemahaman: mengevaluasi).
● Mengembangkan sikap kritis dalam menyikapi setiap keputusan akuntansi yang
dibuat (level sikap: kritis).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Konsep Dasar Perusahaan Dagang: kegiatan yang berorientasi mendapatkan profit
melalui aktivitas produksi.
● Pengodean Akun: konsep aspek ganda, konsep kelangsungan usaha, konsep biaya
atau harga perolehan.
● Menerapkan Siklus Akuntansi pada Perusahaan Dagang: Mengelola dokumen
transaksi, mencatat transaksi kedalam jurnal.
● Memproses Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang: mengelola dokumen transaksi,
mencatat transaksi kedalam jurnal.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik:
● Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning
(PjBL) disesuaikan dengan aktivitas.
● Strategi Pembelajaran: Kooperatif (diskusi kelompok), Inquiry-based Learning
(menyelidiki masalah ekonomi), Experiential Learning (belajar dari pengalaman
nyata/simulasi).
● Metode Pembelajaran: Diskusi, tanya jawab, simulasi, studi kasus, presentasi, curah
pendapat (brainstorming).

2. Kemitraan Pembelajaran:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya guru BK untuk diskusi
pilihan karir, guru Matematika untuk perhitungan sederhana), koperasi sekolah
(contoh penerapan prinsip akuntansi).
● Lingkungan Luar Sekolah: Orang tua/wali (diskusi tentang pengelolaan keuangan
keluarga), UMKM lokal (studi kasus motif dan Tindakan akuntansi).
● Masyarakat: Melibatkan narasumber dari praktisi akuntansi (jika memungkinkan,
melalui seminar singkat/webinar), atau dengan mencari artikel/berita ekonomi terkini.

3. Lingkungan Belajar:
● Ruang Fisik: Kelas yang nyaman, dilengkapi dengan media visual (papan tulis
interaktif/proyektor), pengaturan tempat duduk yang fleksibel untuk diskusi
kelompok. Sudut baca dengan buku-buku akuntansi dasar.
● Ruang Virtual: Google Classroom/platform LMS sekolah untuk berbagi materi,
tautan video, forum diskusi, dan pengumpulan tugas. Padlet/Jamboard untuk curah
pendapat interaktif.
● Budaya Belajar: Lingkungan yang mendukung pertanyaan, eksplorasi, berbagi ide,
dan menghargai keragaman pendapat. Mendorong rasa ingin tahu dan keberanian
untuk mencoba.

4. Pemanfaatan Digital:
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik ke sumber-sumber bacaan online
(e-book, artikel ilmiah populer) tentang konsep akuntansi.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau platform lain untuk
diskusi asinkron di luar jam pelajaran, menjawab pertanyaan, dan berbagi temuan.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuis awal atau asesmen
formatif, Kahoot/Quizizz untuk kuis interaktif yang menyenangkan.
● Sumber Belajar Interaktif: Video edukasi dari YouTube (misalnya, channel Ruang
Guru, Zenius, atau TED-Ed tentang akuntansi), infografis dari situs berita akuntansi.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN
A. Pertemuan 1: Konsep dasar Perusahaan Dagang
● Diferensiasi Konten:
○ Menyediakan bahan bacaan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi (teks
sederhana, artikel populer, atau infografis).
○ Menyediakan video pendek sebagai alternatif bagi peserta didik visual/auditori.
○ Menyiapkan contoh kasus sejarah akuntansi yang beragam (sejarah akuntansi,
system pencatatan akuntansi).
● Diferensiasi Proses:
○ Pengelompokan heterogen untuk diskusi, dengan peran yang jelas.
○ Memberikan kebebasan pada peserta didik untuk memilih cara mereka
menunjukkan pemahaman (verbal, tulisan, visual).
○ Memberikan dukungan tambahan bagi peserta didik yang kesulitan, misalnya
dengan lembar kerja terpandu.
● Diferensiasi Produk:
○ Peserta didik dapat membuat peta konsep, infografis, cerita pendek, atau
presentasi singkat tentang sejarah akuntansi.

KEGIATAN PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Mindful, Joyful Learning
○ Pembukaan dan Salam: Guru menyambut peserta didik dengan ceria dan
semangat.
○ Apersepsi (Mindful): Guru memulai dengan pertanyaan pemantik yang relevan
dengan kehidupan sehari-hari: "Apa yang kalian rasakan saat keinginan kalian
tidak bisa terpenuhi? Mengapa hal itu terjadi?" (Mengajak peserta didik refleksi
pengalaman pribadi).
○ Ice Breaking (Joyful): Guru memutarkan video singkat/animasi lucu tentang
seseorang yang dihadapkan pada banyak pilihan namun sumber dayanya terbatas.
Atau, guru mengajak bermain games "Prioritas Keinginan" (peserta didik diminta
menulis 3 keinginan terbesarnya dan 3 kebutuhannya, lalu diminta memilih mana
yang paling penting dan mengapa).
○ Motivasi (Meaningful): Guru menyampaikan relevansi materi "Konsep Ilmu
Ekonomi" dengan kehidupan nyata, seperti bagaimana memahami kelangkaan
membantu kita mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola uang
jajan atau memilih pendidikan.
○ Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran pertemuan ini secara jelas.

KEGIATAN INTI (60 MENIT) - MEANINGFUL, MINDFUL, JOYFUL


LEARNING
○ Eksplorasi Konsep (Meaningful):
■ Guru menayangkan gambar/video tentang isu sejarah akuntansi yang ada di
Indonesia (misalnya, konsep dasar profesi, profesi dibidang akuntansi).
■ Peserta didik diajak mengamati dan berdiskusi kelompok tentang "Apa yang
menyebabkan hal ini terjadi?" dan "Apa dampaknya bagi kita?".
■ Guru membimbing diskusi menuju konsep sejarah akuntansi sebagai inti masalah
akuntansi.
○ Pencarian dan Penggalian Informasi (Mindful):
■ Setiap kelompok diberikan studi kasus berbeda yang berkaitan dengan konsep
dasar proses bisnis. (Contoh: "Seorang siswa memilih bisnis yang akan di
jalani.")
■ Peserta didik diberikan waktu untuk membaca materi dari buku teks Akuntansi
Kelas X (Edisi Revisi) halaman 147-243 (Konsep Ilmu Akuntansi), atau mencari
informasi dari sumber digital lain yang direkomendasikan guru.
■ Peserta didik diminta mengidentifikasi: apa masalah kelangkaannya, apa saja
kebutuhan dan keinginannya, dan bagaimana dampaknya.
○ Aplikasi Konsep (Meaningful):
■ Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan temuan mereka.
■ Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep.
■ Aktivitas Berdiferensiasi:
- Kelompok A (Visual/Kreatif): Membuat infografis sederhana tentang konsep
dasar proses bisnis, serta contoh sejarah akuntansi.
- Kelompok B (Analis/Verbal): Menulis esai singkat tentang hubungan konsep
dasar proses bisnis.
- Kelompok C (Praktis/Penyelesaian Masalah): Merancang skenario simulasi
"Mengelola Anggaran Pribadi Terbatas" dan mempresentasikannya.
○ Refleksi Diri (Mindful):
■ Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari
ini tentang konsep dasar proses bisnis dan bagaimana mereka bisa
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
■ Guru meminta peserta didik untuk mengisi self-assessment singkat mengenai
pemahaman mereka tentang materi yang telah dibahas.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT) - MINDFUL, JOYFUL LEARNING


○ Refleksi Pembelajaran (Constructive Feedback): Guru mengajak peserta didik
untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah berlangsung. "Bagian mana yang
paling menarik hari ini? Bagian mana yang masih sulit dipahami?" Guru memberikan
apresiasi atas partisipasi peserta didik.
○ Penyimpulan (Meaningful): Bersama-sama, guru dan peserta didik menyimpulkan
poin-poin penting tentang konsep dasar proses bisnis.
○ Umpan Balik dan Rencana Selanjutnya (Joyful): Guru memberikan challenge
singkat untuk pertemuan selanjutnya (misalnya, "Minggu depan kita akan belajar
tentang bagaimana memilih di tengah keterbatasan, siapkan pertanyaan dari
pengalaman kalian ya!"). Guru juga menanyakan kesiapan peserta didik untuk belajar
materi selanjutnya dan apa yang mereka harapkan.
○ Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam dan motivasi.

B. Pertemuan 2: Menganalisis pengodean akun


● Diferensiasi Konten:
○ Menyediakan berbagai contoh kasus akuntansi dalam proses bisnis yang relevan
dengan usia peserta didik.
○ Menyiapkan kartu-kartu kasus untuk setiap konsep (prinsip, motif, tindakan
akuntansi).
● Diferensiasi Proses:
○ Memberikan kebebasan dalam memilih alat presentasi (slide, poster, role play).
○ Memberikan "scaffolding" bagi peserta didik yang membutuhkan bantuan dalam
menghitung akuntansi.
○ Memberikan tugas pengayaan bagi peserta didik yang sudah menguasai konsep.
● Diferensiasi Produk:
○ Peserta didik dapat membuat infografis, video singkat, atau mind map yang
menjelaskan hubungan antara prinsip, motif, dan tindakan akuntansi.
○ Peserta didik dapat membuat short story tentang akuntansi dalam proses bisnis
dalam kehidupan remaja.

KEGIATAN PEMBELAJARAN:
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT) - MINDFUL, JOYFUL LEARNING
○ Pembukaan dan Salam: Guru menyambut peserta didik.
○ Review Pertemuan Sebelumnya (Mindful): Guru mengajak peserta didik
mengingat kembali materi sebelumnya dengan kuis interaktif singkat menggunakan
Kahoot atau Quizizz tentang kelangkaan, kebutuhan, dan keinginan.
○ Apersepsi (Meaningful): Guru mengajukan pertanyaan: "Jika kalian belajar
akuntansi, apa yang akan kalian catat dalam konsep dasar profesi? Apa yang kalian
korbankan dari pilihan itu?" (Mengajak peserta didik berpikir tentang pilihan dan
pengorbanan).
○ Motivasi (Joyful): Guru mengaitkan materi dengan situasi nyata, seperti mengapa
penting memahami pilihan dan biaya peluang untuk membuat keputusan cerdas
dalam hidup, bahkan dalam hal kecil seperti memilih makanan di kantin.
○ Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
pertemuan ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT) - MEANINGFUL, MINDFUL, JOYFUL


LEARNING
○ Eksplorasi dan Analisis Kasus (Meaningful):
■ Guru menayangkan studi kasus sederhana tentang akuntansi dalam proses bisnis
(misalnya, siswa mau menerapkan akuntansi dalam proses bisnis di dalam
usahanya).
■ Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus tersebut, mengidentifikasi
akuntansi dalam proses bisnis.
■ Guru membimbing diskusi tentang konsep akuntansi dalam proses bisnis.
○ Pembentukan Konsep (Mindful):
■ Guru menjelaskan konsep prinsip akuntansi, motif akuntansi (prinsip dasar
akuntansi), dan tindakan akuntansi dengan memberikan contoh-contoh relevan
dari kehidupan sehari-hari (sesuai buku teks Akuntansi Kelas X halaman 147-
243).
■ Peserta didik diberikan waktu untuk membaca dan memahami.
○ Penerapan Konsep (Meaningful):
■ Simulasi/Role Play (Joyful/Meaningful): Setiap kelompok diberikan skenario
berbeda untuk memerankan situasi yang menunjukkan prinsip, motif, atau
tindakan akuntansi.
- Kelompok A: Skenario prinsip dasar akuntansi (tindakan akuntansi rasional).
- Kelompok B: Skenario profesi dan spesialisasi dalam bidang akuntansi yang
memilih bahan baku termurah tapi berkualitas (prinsip akuntansi).
- Kelompok C: Skenario siswa yang pihak yang berkepentingan terhadap
informasi akuntansi bisnis (motif akuntansi).
■ Setelah simulasi, setiap kelompok mempresentasikan peran mereka dan
menjelaskan konsep yang diaplikasikan.
■ Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik.
○ Diskusi Kritis (Mindful):
■ Guru memandu diskusi: "Apakah setiap orang selalu bertindak sesuai prinsip
akuntansi? Apa alasannya?" "Apakah motif akuntansi selalu berhubungan dengan
keuntungan materi?" (Mendorong penalaran kritis).
■ Aktivitas Berdiferensiasi:
- Peserta didik yang sudah sangat paham dapat ditantang untuk mencari contoh
kasus non-akuntansi di mana konsep akuntansi dalam proses bisnis (misalnya,
prinsip dasar akuntansi).
- Peserta didik yang masih kesulitan dapat diberikan kartu petunjuk/diagram
alir untuk membantu memahami hubungan antar konsep.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT) - MINDFUL, JOYFUL LEARNING


○ Refleksi Pembelajaran (Constructive Feedback): Guru meminta peserta didik
untuk menuliskan "3 hal yang saya pelajari hari ini", "2 pertanyaan yang masih saya
miliki", dan "1 hal yang ingin saya terapkan".
○ Penyimpulan (Meaningful): Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi
tentang pilihan, biaya peluang, prinsip, motif, dan tindakan akuntansi.
○ Umpan Balik dan Rencana Selanjutnya (Joyful): Guru memberikan feedback
positif atas partisipasi dan pemahaman peserta didik. Guru menginformasikan materi
untuk pertemuan selanjutnya (misalnya, "Minggu depan kita akan membahas masalah
ekonomi dalam sistem akuntansi. Siapkan pertanyaan tentang jenis-jenis sistem
akuntansi ya!"). Peserta didik diberi kesempatan untuk memberikan masukan tentang
metode belajar yang paling efektif bagi mereka.
○ Salam Penutup: Guru menutup pelajaran.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, minat, dan gaya belajar peserta didik.
● Format:
○ Tes Tertulis/Kuis Daring: Kuis singkat menggunakan Google Forms atau
Quizizz (5-7 pertanyaan pilihan ganda) tentang pemahaman umum mengenai
kebutuhan, keinginan, dan sumber daya.
■ Contoh Pertanyaan:
1. Manakah di antara berikut ini yang paling tepat menggambarkan
masalah akuntansi? a. Semua orang memiliki banyak uang. b. pencatatan
tidak rapih. c. Pemerintah dapat mencetak uang sebanyak-banyaknya. d.
Setiap orang susah membuat catatan akuntansi.
2. Pengodean akun termasuk jenis... a. bagian bisnis b. bagian pencatatan c.
bagian pemahaman d. bagian kebutuhan
○ Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan respons
terhadap pertanyaan pemantik.
○ Wawancara Singkat (opsional): Guru dapat berbicara singkat dengan beberapa
peserta didik untuk menggali minat dan harapan mereka.

B. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)


● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran,
memberikan umpan balik, dan menyesuaikan strategi mengajar.
● Format:
● Observasi Partisipasi Diskusi Kelompok: Guru mengamati bagaimana peserta didik
berkolaborasi, bertanya, dan berpendapat dalam diskusi. Menggunakan rubrik
sederhana untuk mencatat partisipasi.
● Penilaian Presentasi Kelompok/Simulasi: Menilai kemampuan peserta didik dalam
menjelaskan konsep, menganalisis kasus, dan mempraktikkan skenario.
Menggunakan rubrik yang mencakup pemahaman konsep, kreativitas, dan
kemampuan komunikasi.
Contoh Rubrik Presentasi:
■ Kriteria: Pemahaman Konsep
- Skor 4: Menjelaskan konsep dengan sangat jelas dan memberikan contoh
yang relevan.
- Skor 3: Menjelaskan konsep cukup jelas, namun contoh kurang variatif.
- Skor 2: Menjelaskan konsep kurang jelas, contoh terbatas.
- Skor 1: Belum mampu menjelaskan konsep.
■ Kriteria: Kolaborasi dalam Kelompok
- Skor 4: Semua anggota aktif berkontribusi.
- Skor 3: Sebagian besar anggota aktif.
- Skor 2: Hanya beberapa anggota yang aktif.
- Skor 1: Hanya satu anggota yang dominan.
● Jurnal Refleksi Mandiri: Peserta didik menuliskan pemahaman, kesulitan, dan hal
menarik yang mereka temukan di setiap akhir pertemuan.
● Kuis Singkat/Exit Ticket: Pertanyaan singkat di akhir sesi untuk mengecek
pemahaman inti (misalnya, "Sebutkan satu contoh prinsip dasar akuntansi yang
pernah kamu alami!").

C. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)


● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan setelah
materi "Konsep Ilmu Akuntansi" selesai.
● Format:
● Tes Tertulis (Esai dan Pilihan Ganda):
■ Pilihan Ganda (5-7 soal): Mengukur pemahaman konsep dasar (prinsip dasar
akuntansi, konsep dasar proses bisnis).
■ Esai (2-3 soal): Mengukur kemampuan analisis dan penerapan konsep.
Contoh Pertanyaan Esai:
1. Dias adalah seorang siswa SMA yang memiliki bisnis terbatas. Dias ingin
membuka usaha. Jelaskan konsep akuntansi yang dihadapi Dias, identifikasi
proses bisnisnya, serta jelaskan bagaimana ia dapat menggunakan prinsip
akuntansi dalam mengambil keputusan.
2. Seorang ibu rumah tangga dihadapkan pada pilihan untuk membuka bisnis.
Jika ibu tersebut membuka bisnis tidak tau operasionalnya. Berikan contoh
motif dan tindakan akuntansi yang mungkin melandasi pilihan ibu tersebut.
● Proyek Mini: Membuat infografis/poster digital/video pendek yang menjelaskan
salah satu konsep akuntansi (proses, konsep dasar, atau prinsip/motif/tindakan
akuntansi) dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
■ Tugas Proyek: Buatlah sebuah infografis atau video singkat berdurasi maksimal
3 menit yang menjelaskan salah satu dari konsep berikut: "Prinsip bisnis" ATAU
"Penerapan Prinsip akuntansi dalam Keputusan bisnis". Sertakan contoh nyata
yang relevan dengan kehidupan remaja.
■ Rubrik Penilaian Proyek:
■ Kriteria: Kedalaman Pemahaman Konsep
- Skor 4: Menjelaskan konsep secara komprehensif dengan contoh yang
akurat dan relevan.
- Skor 3: Menjelaskan konsep cukup baik dengan contoh yang relevan.
- Skor 2: Penjelasan konsep kurang mendalam.
- Skor 1: Konsep belum dipahami dengan baik.
■ Kriteria: Kreativitas dan Keterampilan Digital
- Skor 4: Infografis/video sangat kreatif, menarik, dan menggunakan fitur
digital secara optimal.
- Skor 3: Cukup kreatif dan memanfaatkan fitur digital dengan baik.
- Skor 2: Kurang kreatif, pemanfaatan digital terbatas.
- Skor 1: Tidak ada upaya kreatif, penggunaan digital minim.

Anda mungkin juga menyukai