BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Konsep Tuberkulosis
1. Definisi
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini terutama menyerang paru-paru (TB paru),
namun juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti ginjal, tulang, atau sistem
saraf pusat. TB menyebar melalui udara ketika seseorang dengan TB aktif batuk,
bersin, atau berbicara, sehingga orang di sekitarnya dapat menghirup droplet yang
mengandung bakteri tersebut (WHO, 2023).
2. Epidemiologi
Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, Indonesia menempati
peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus TB. Setiap tahunnya, terdapat lebih dari
820.000 kasus baru TB di Indonesia. Penularan dalam rumah tangga cukup tinggi
karena interaksi dekat dan berkepanjangan antara penderita TB dan anggota keluarga
lainnya.
3. Etiologi
TB disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini memiliki
sifat tahan asam (acid-fast bacillus) dan dapat bertahan lama di lingkungan lembap,
terutama dalam dahak penderita.
4. Cara Penularan
Penularan TB terjadi melalui percikan droplet dari penderita TB aktif, khususnya TB
paru. Droplet mengandung kuman TB yang dapat masuk ke saluran napas orang lain.
Penularan sangat mungkin terjadi dalam ruangan tertutup yang berventilasi buruk,
seperti di rumah.
5. Faktor Risiko Penularan
Tinggal serumah dengan penderita TB aktif
Ventilasi ruangan yang buruk
Kepadatan hunian tinggi
Kurangnya edukasi mengenai etika batuk dan pencegahan TB
Kekebalan tubuh rendah (misalnya pada lansia, anak-anak, penderita
HIV/AIDS)
6. Gejala Klinis
Batuk berdahak >2 minggu
Batuk darah (hemoptisis)
Demam meriang, terutama malam hari
Berat badan menurun
Nafsu makan menurun
Keringat malam berlebihan
B. Konsep Pendidikan Kesehatan
1. Definisi Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan adalah proses pemberian pengalaman belajar untuk membantu
individu atau kelompok meningkatkan kesehatan mereka dengan meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kesehatan. Tujuannya adalah
perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat (Notoatmodjo, 2012).
2. Tujuan Pendidikan Kesehatan
Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
Mendorong perubahan sikap dan perilaku sehat
Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan
Mendorong partisipasi keluarga dalam pencegahan penyakit menular
3. Metode Pendidikan Kesehatan
Ceramah dan diskusi
Penyuluhan dengan media poster atau leaflet
Demonstrasi (misalnya cara etika batuk yang benar)
Kunjungan rumah oleh petugas kesehatan
C. Konsep Keluarga dalam Pencegahan TB
1. Peran Keluarga
Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah
penularan TB:
Memberikan dukungan moral dan psikologis kepada penderita
Menyediakan lingkungan rumah yang sehat dan bersih
Menerapkan etika batuk dan menjaga ventilasi
Melakukan skrining TB pada anggota keluarga lain
Mendorong penderita untuk patuh pada pengobatan
2. Tindakan Pencegahan dalam Keluarga
Memastikan ventilasi dan pencahayaan alami rumah baik
Menggunakan masker saat berinteraksi dengan penderita
Tidak tidur sekamar dengan penderita TB aktif
Menyediakan alat makan sendiri untuk penderita
Menjemur kasur dan membersihkan rumah secara rutin
D. Hubungan Pendidikan Kesehatan dengan Pencegahan TB
Pendidikan kesehatan yang diberikan secara terstruktur dan berkesinambungan
terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan tindakan keluarga dalam pencegahan
TB. Keluarga yang memiliki pengetahuan baik cenderung lebih aktif melakukan
tindakan pencegahan, seperti menjaga ventilasi, menerapkan etika batuk, dan
mendukung pengobatan pasien.
E. Kerangka Konsep
Pendidikan kesehatan → Peningkatan pengetahuan keluarga → Perubahan sikap dan
tindakan → Pencegahan penularan TB
F. Landasan Teori
Menurut teori Lawrence Green dalam model PRECEDE-PROCEED, perilaku
kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi (pengetahuan, sikap), faktor
pendukung (lingkungan), dan faktor penguat (dukungan sosial). Dalam konteks ini,
pendidikan kesehatan bertujuan meningkatkan faktor predisposisi dan pendukung agar
tindakan keluarga dalam pencegahan TB meningkat.
G. Penelitian Terkait
Penelitian oleh Wulandari dan Dewi (2020) menyimpulkan bahwa pendidikan
kesehatan yang diberikan kepada keluarga pasien TB meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan mereka dalam melakukan pencegahan. Hidayati (2019) juga
menemukan bahwa tindakan keluarga meningkat secara signifikan setelah diberikan
penyuluhan TB.