0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Kebijakan Teknologi dalam Pendidikan Nasional

Kebijakan pendidikan berbasis teknologi berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan akses pendidikan di Indonesia, terutama di era digital. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi masalah pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta mengeluarkan regulasi yang mendukung kurikulum merdeka. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperluas akses pendidikan, dan memperbaiki tata kelola pendidikan.

Diunggah oleh

IlhamMu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Kebijakan Teknologi dalam Pendidikan Nasional

Kebijakan pendidikan berbasis teknologi berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan akses pendidikan di Indonesia, terutama di era digital. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi masalah pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta mengeluarkan regulasi yang mendukung kurikulum merdeka. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperluas akses pendidikan, dan memperbaiki tata kelola pendidikan.

Diunggah oleh

IlhamMu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kebijakan pendidikan berbasis teknologi memiliki peran strategis dalam

meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Teknologi memungkinkan akses yang


lebih luas terhadap sumber belajar, meningkatkan efisiensi administrasi pendidikan, dan
mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. implementasi teknologi dalam pendidikan
adalah bagian dari modernisasi sistem pendidikan yang mampu menjembatani kesenjangan
pendidikan di berbagai wilayah. yang menekankan bahwa teknologi pendidikan bukan hanya
alat bantu, melainkan sebuah sistem yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan
nasional.

Lebih lanjut. kebijakan pendidikan berbasis teknologi dapat meningkatkan


kompetensi guru melalui pelatihan daring, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih
efektif dan inovatif. Kebijakan pendidikan berbasis teknologi dapat memperluas akses
masyarakat terhadap pendidikan melalui platform pembelajaran daring. Teknologi
memungkinkan siswa di daerah terpencil untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan
mereka di perkotaan.

a. Kebijakan Pemerintah dalam Imlementasi Teknologi di Bidang Pendidikan

Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan


usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran
dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) mengamanatkan bahwa setiap warga
negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah
mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan
keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
yang diatur dengan undang-undang. Untuk itu, seluruh komponen bangsa wajib
mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan Negara Indonesia. 1

Amanat ini kemudian dijalankan oleh Pustekkom Kemendikbud untuk ikut serta
dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pengembangan dan
pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi baik untuk peserta didik, pendidik
maupun tenaga kependidikan di setiap jenis dan jenjang pendidikan.

Pada saat ini pendidikan nasional masih dihadapkan pada 4 (empat) issu pokok
permasalahan pendidikan dan kebudayaan yang perlu ditangani secara serius, yaitu:

1. belum meratanya kesempatan atau akses memperoleh layanan pendidikan

1
Ratnawati Susanto, Modul 2, Kebijakan Pemerintah dalam ICT dan Pendidikan, Universitas Esa Unggul, 2019,
hlm. 2
2. rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan

3. belum optimalnya pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional

4. lemahnya tata kelola pendidikan baik berupa belum efisiennya penggunaan sumber daya,
kurangnya transparansi maupun kurangnya akuntabel pengelolaan pendidikan Hakikat belajar
yaitu proses interaksi dari selururh kondisi disekitar peserta didik.

Belajar diartikan suatau proses pengarahan untuk pencapaian tujuan dan proses melakukan
perbuatan melalui pengalaman yang diciptakan.2

Oleh karenanya, pemerintah telah bertekad untuk terus memecahkan berbagai


permasalahan pendidikan dan kebudayaan tersebut melalui berbagai upaya. Penyelesaian
secara konvensional yang telah dilakukan selama ini masih belum mampu mengatasi
permasalahan ada. Untuk itu, diperlukan usaha yang sinergis dengan memadukan dan
memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan
sumber- sumber daya pendidikan. Selain itu, dalam upaya untuk meningkatkan harkat dan
martabat bangsa Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan global yang
semakin ketat, maka peranan pembangunan pendidikan dan kebudayaan menjadi sangat
penting.

Untuk itu, setiap warga negara diharapkan mampu meningkatkan kualitas ilmu
pengetahuan dan teknologi, produktivitas, serta daya saingnya. Mengingat di era global
seperti sekarang ini, transformasi berjalan dengan sangat cepat yang mengantarkan pola pikir
dan pola hidup masyarakat semakin berubah. Perubahan pada masyarakat itu disebabkan
karena peranan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat dominan. Hal ini perlu
mendapat perhatian khusus dari pemerintah mengingat eranya saat ini adalah era digital
dimana tidak ada sekat-sekat lagi yang menghalangi interaksi antar manusia (guru-murid,
dosen-mahasiswa) sehingga pemerataan pendidikan baik dari segi kualitas maupun kuantitas
harus segera terwujud. 3

Pemerintah pusat kemudian mengeluarkan beberapa regulasi yang kesemuanya


mengisyaratkan dibutuhkannya sentuhan teknologi dan kurikulum merdeka, seperti:

1. Peraturan Pemerintah No 57 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan

2
Wiwik Angranti, Educational Management Based on Community Needs: A New Paradigm of Education
Management in Indonesia, Journal of Education and Practice, Vol. 9, No. 14, 2018, hlm. 91
3
Safrilsyah Syarif dan Firdaus M. Yunus, Metode Penelitian Sosial, (Banda Aceh: Ushuluddin Publishing,
2013), hlm. 35
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
No 57 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan

3. Keputusan Mendikbudristek No. 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum


dalam rangka Pemulihan Pembelajaran

4. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 008/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada


Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
pada Kurikulum Merdeka

5. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 033/H/KR/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan


Kepala BSKAP Nomor 008/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak
Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum
Merdeka

6. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan


Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka

7. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 024/H/KR/2022 tentang Konsentrasi Keahlian


SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka

8. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 034/H/KR/2022 tentang Satuan Pendidikan Pelaksana


Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023

Sehubungan dengan hal itu, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan
dan Kebudayaan (Pustekkom) sebagai unsur tugas Kementerian di bidang teknologi
informasi dan komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan tugas dan
fungsinya telah melakukan berbagai kajian kebijakan dalam:

1. pendayagunaan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran dan


administrasi

2. pengembangan dan penyediaan insfrastruktur TIK baik untuk satuan pendidikan dan
satuan kerja pendidikan, pengembangan pusat sumber belajar (learning resources center)
berbasis TIK

3. mengembangkan bahan belajar (konten) berbasis TIK

4. pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh berbasis TIK

5. fasilitasi pengembangan dan pemanfaatan TIK untuk pendidikan, yaitu pembelajaran dan
administrasi.
Kajian kebijakan ini sebagai upaya untuk mendukung pemecahan 4 isu pokok
permasalahan pendidikan dan kebudayaan terutama yang berkaitan dengan pemerataan
kesempatan memperoleh layanan pendidikan, peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan,
pelestarian dan pengembangan kebudayaan serta meningkatkan tata kelola pendidikan.

Kebijakan pemerintah ini perlu dicermati dan diperhatikan oleh semua satuan
Pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
mengingat kebijakan ini adalah kebijakan strategis yang telah dianggap oleh para ahli sebagai
kebijakan yang fleksibel dalam memaknai Pendidikan sehingga adaptasi terhadap perubahan
dan perkembangan zaman dan teknologi sudah saatnya dapat diterapkan secara optimal. 4

4
Nurdyansyah. N. dan Eni Fariyarul Fahyuni, Inovasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013, (Sidoarjo:
Nizamia Learning Center, 2016), hlm. 1

Anda mungkin juga menyukai