0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Panduan Instalasi dan Konfigurasi FTP Server

Dokumen ini menjelaskan tentang FTP Server, termasuk tujuan pembelajaran, alat dan bahan yang diperlukan, serta dasar teori mengenai protokol FTP. Siswa diajarkan cara menginstalasi dan mengkonfigurasi FTP Server, serta melakukan pengujian menggunakan aplikasi FileZilla. Selain itu, dijelaskan juga tentang koneksi aktif dan pasif, serta langkah-langkah untuk mengubah port dan mengaktifkan login root pada FTP Server.

Diunggah oleh

storetulungagung99
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Panduan Instalasi dan Konfigurasi FTP Server

Dokumen ini menjelaskan tentang FTP Server, termasuk tujuan pembelajaran, alat dan bahan yang diperlukan, serta dasar teori mengenai protokol FTP. Siswa diajarkan cara menginstalasi dan mengkonfigurasi FTP Server, serta melakukan pengujian menggunakan aplikasi FileZilla. Selain itu, dijelaskan juga tentang koneksi aktif dan pasif, serta langkah-langkah untuk mengubah port dan mengaktifkan login root pada FTP Server.

Diunggah oleh

storetulungagung99
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FTP SERVER

TUJUAN

1. Siswa memahami cara kerja FTP Server.


2. Siswa mampu menginstalasi FTP Server.
3. Siswa mampu melakukan konfigurasi sederhana pada FTP Server.
4. Siswa mampu mengaktifkan konfigurasi Anonymous pada FTP Server.

ALAT DAN BAHAN

A. Alat
1. Laptop/ PC
B. Bahan
1. Software VirtualBox.
2. Virtual Machine yang terinstal Debian Server dalam modul ini adalah Debian 11

DASAR TEORI

Protokol pengiriman file atau biasa disebut File TransferProtocol(FTP), adalah sebuah
protokol client-server yang memungkinkan seorang pemakai untuk mengirim atau menerima
file dari dan ke sebuah tempat/mesin dalam jaringan. Ia bekerja menurut aturan transport
TCP dan sangat banyak digunakan dalam jaringan internet. Meskipun demikian juga dapat
digunakan pada jaringan lokal, LAN.

Standar yang mendefinisikan FTP mendekripsikan bahwa semua operasi yang menggunakan
sebuah alat operasi sederhana yang disebut model FTP. Model FTP mendefinisikan tugas-
tugas dari peralatan yang berpartisipasi dalam sebuah perpindahan file, dan dua kanal
komunikasi yang terbentuk diantaranya. Serta komponen-komponen FTP yang mengatur
kedua kanal dan definisi terminologi yang digunakan untuk komponen-komponen tersebut.

Karena termasuk sebagai protokol klien-server, klien FTP disebut sebagai user, hal ini karena
para pengguna FTP menjalankan FTP melalui sebuah mesin klien. Serangkaian operasi
perangkat lunak FTP dalam sebuah mesin disebut sebagai proses. Perangkat lunak FTP yang
berjalan dalam sebuah server disebut proses server FTP sedangkan yang berjalan di klien
disebut proses klien FTP.

Tujuan dari dibuatnya FTP Server adalah sebagai berikut:

➢ Untuk tujuan sharing data .


➢ Untuk menyediakan indirect atau implicit remote komputer .
➢ Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user .
➢ Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
FTP sebenarnya merupakan cara yang tidak aman dalam mentransfer suatu file karena file
dikirimkan tanpa di-enkripsi terlebih dahulu tetapi berupa clear text. Mode text yang dipakai
untuk transfer data adalah format ASCII atau format binary. Secara default, FTP
menggunakan mode ASCII dalam transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi,
username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing
oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (sniffer). Solusi yang digunakan adalah
dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan
FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu di enkripsi.

A. Kontrol Koneksi FTP dan koneksi data


Konsep kritis dalam memahami FTP adalah bahwa seperti kebanyakan protokol lain yang
menggunakan protokol transport TCP, ia tidak hanya menggunakan satu koneksi TCP
melainkan menggunakan dua koneksi. Model FTP dirancang memerlukan dua kanal logik
komunikasi antara proses server dan klien FTP:
1. Kontrol koneksi, Ini merupakan koneksi logikal TCP yang dibuat ketika sebuah sesi
FTP diadakan. Ia memelihara throughput selama sesi FTP dan digunakan hanya untuk
melakukan pertukaran informasi control, seperti perintah FTP dan jawabannya. Ia
tidak digunakan untuk mengirim file-file.
2. Koneksi data, Setiap saat ketika data dikirimkan dari server ke klien atau sebaliknya,
sebuah koneksi data TCP nyata dibangun di antara mereka. Data dikirimkan melalui
koneksi data tersebut. Saat pengiriman file selesai, koneksi data ini dihentikan.

Alasan untuk menggunakan kanal-kanal yang berbeda ini adalah agar didapatkan
keleluasaan bagaimana protokol FTP ini digunakan.

Karena fungsi kontrol dan data dikomunikasikan melalui kanal yang berbeda, model FTP
membagi perangkat lunak pada tiap peralatan menjadi dua komponen logikal protokol yang
bertugas untuk masing-masing kanal. Protocol interpreter (PI) adalah bagian dari
perangkat lunak yang mengatur koneksi berkaitan dengan pengiriman dan penerimaan
perintah berikut jawabannya. Data transfer process (DTP) bertanggung jawab terhadap
pengiriman dan penerimaan data antara klien dan server. Sebagai tambahan pada dua
elemen di atas, pada proses FTP user ditambahkan komponen ketiga yakni antar muka
user untuk berinteraksi dengan user FTP sebagai manusia, ia tidak ditambahkan pada sisi
server. Sehingga terdapat dua komponen proses FTP server dan tiga komponen proses
FTP user pada keseluruhan proses FTP. Untuk lebih jelas perhatikan gambar di bawah
ini.
B. Komponen-komponen proses FTP Server
1. Server Protocol Interpreter (Server-PI)
Juru bahasa/penghubung protocol
yang bertanggung jawab untuk mengatur kontrol koneksi pada server. Ia
mendengarkan pada port khusus untuk FTP (port 21) untuk permintaan
sambungan FTP yang masuk dari user (klien). Saat sebuah sambungan terjadi,
ia menerima perintah dari User-PI, mengirim jawaban kembali dan mengelola
proses transfer data server.
2. Server Data Transfer Process (Server-DTP)
DTP pada sisi server digunakan
untuk mengirim atau menerima data dari atau ke User-DTP (biasanya port 20).
Server-DTP mungkin tidak hanya membangun sebuah koneksi data atau
mendengarkan suatu koneksi data yang dating dari user. Ia juga berinteraksi
dengan file system server local untuk menulis dan membaca file-file.
C. Komponen-komponen proses FTP User
1. User Protocol Interpreter (User-PI): Juru bahasa/penghubung protokol yang
bertanggung jawab untuk mengatur kontrol koneksi pada klien. Ia menginisiasi sesi
FTP dengan mengirimkan permintaan ke Server-PI. Saat sebuah sambungan terjadi,
ia memroses perintah dari User-PI, mengirimkannya ke Server-PI dan menerima
jawaban-jawaban kembali. Ia juga mengelola proses transfer data user.
2. User Data Transfer Process (User-DTP): DTP pada sisi user digunakan untuk
mengirim atau menerima data dari atau ke Server-DTP. User-DTP mungkin tidak
hanya membangun sebuah koneksi data atau mendengarkan suatu koneksi data yang
dating dari server. Ia juga berinteraksi dengan file system komponen-komponen local
klien.
3. User Interface: Antar muka user menyediakan antar muka FTP yang lebih “friendly"
untuk pengguna manusia. Ia memungkinkan penggunaan perintah fungsi FTP yang
berorientasi pada pengguna ketimbang perintah internal FTP kriptik, dan juga
memungkinkan untuk menyampaikan pada pengguna hasil dan informasi sesi FTP yang
dilakukannya.
D. Macam-macam koneksi
Seperti halnya sebagian besar hubungan klien-server lainnya, mesin klien membuka
koneksi ke server pada port tertentu dan server kemudian merespon klien pada port
tersebut. Ketika sebuah klien FTP terhubung ke server FTP membuka koneksi ke port
kontrol FTP 21. Kemudian klien memberitahu server FTP apakah akan membangun
koneksi aktif atau pasif. Jenis koneksi yang dipilih oleh klien menentukan bagaimana
server merespon dan transaksi port akan terjadi.
1. Koneksi Aktif

Ketika sambungan aktif dijalankan, klien dari high port mengirim permintaan ke
port 21 pada server. Kemudian server membuka sambungan data ke klien dari port
20 ke range high port pada mesin klien. Semua data yang diminta dari server
kemudian dilewatkan melalui koneksi ini.
2. Koneksi Pasif

Ketika sambungan pasif (PASV) dijalankan, klien dari high port mengirim ke port 21
pada server, klien meminta server FTP untuk membentuk koneksi port pasif, yang
dapat dilaksanakan pada port yang lebih tinggi dari 10.000. Server kemudian
mengikat ke port nomor tinggi untuk sesi khusus ini dan menyerahkan nomor port
kembali ke klien. Klien kemudian membuka port baru yang telah disetujui untuk
koneksi data. Setiap data meminta klien untuk membuat hasil dalam koneksi data
terpisah. Kebanyakan klien FTP modern mencoba untuk membuat sambungan pasif
ketika meminta data dari server.

SKENARIO
Gambar 1 Skenario Praktikum

LANGKAH KERJA

A. Instalasi
1. FTP server kali ini menggunaka proftpd, dan perintah instalasinya adalah :
apt install proftpd

2. Berikut tampilan ketika selesai instalasi

B. Pengujian Filezillaa
1. Baik, setelah melakukan instalasi tanpa melakukan konfigurasi sebenarnya kita sudah
bisa melakukan pengujian. Kali ini kita menggunakna aplikasi filezilla client.
2. Berikut adalah tampilan dari file zilla
Keterangan :
a. Pada kolom host diisi IP FTP Server atau bisa juga diisi domain jika sudah terdapat
DNS Server
b. Kolom Username diisi dengan user dari FTP Server
c. Kolom password berisi password dari user
d. Port default dari FTP Server adalah 21
e. Klik quickconnect
3. Ketika muncul pop up seperti ini, klik OK

4. Berikut adalah tampilan ketika sudah konek ke FTP. Bagian dalam kotak merah
merupakan directory dari client (windows), dan di dalam kotak hijau merupakan
direktori server (linux debian).
5. Untuk melakukan upload, silakan melakukan drag n drop dari sisi client ke sisi server.
Pada kali ini dicontohkan dilakukan upload file [Link].

6. Bisa dibuktikan, dicek dalam direktori /home/rifqi terdapat file [Link]

C. Konfigurasi
1. Merubah Port
a. Secara default port FTP adalah 21. Akan tetapi sebagai bentuk pengamanan
jaringan, kita dapat merubah port default tersebut.
b. Buka file konfigurasi kemudian cari baris konfigurasi “port”. Rubahlah
parameternya yang defaulltnya 21 menjadi misalnya 200
cd /etc/proftpd
nano [Link]

c. Simpan dan keluar


d. Restart service dengan perintah : service proftpd restart
e. Sekarang cobalah login lagi. Jika login dengan port 21 gagal dan dengan port 200
berhasil, maka konfigurasi benar.

2. Mengaktifkan login root


a. Secara default, konfigurasi FTP server adalah tidak mengijinkan root untuk login
dari FTP Client. Hal ini sama dengan SSH, yang secara default juga tidak
mengijinkan root untuk login. Nah, sekarang kita akan mengaktifkan atau
mengijinkan root untuk login dari FTP client
b. Seperti biasa, buka file konfigurasi dari FTP Server
c. Tambahkan baris konfigurasi seperti gambar pada baris paling bawah.

d. Simpan dan keluar dari file konfigurasi


e. Restart service
f. Login menggunakan username root
Dan taraa, berhasil.

D. Pengujian Konfigurasi Sederhana pada client

TUGAS

Buatlah laporan praktikum yang minimal berisi hal-hal berikut:

• Cover
• Tujuan Praktikum
• Langkah-Langkah Praktikum yang disertai screenshot
• Kendala dan Penyelesaian
• Temuan Baru (optional)

DAFTAR PUSTAKA

Siyamta. 2013. Administrasi Server. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan:Malang.

Omar. 2013. Manajemen Remote Access. Kalimantan Selatan

Anda mungkin juga menyukai