MAIL SERVER
TUJUAN
1. Siswa mampu melakukan instalasi mail server.
2. Siswa mampu mengkonfigurasi mail server.
ALAT DAN BAHAN
A. Alat
1. Laptop/ PC
B. Bahan
1. Software VirtualBox.
2. Virtual Machine yang terinstal Debian Server dalam modul ini adalah Debian 11
DASAR TEORI
PRASYARAT PRAKTIKUM
1. Siswa menguasai perintah dasar linux.
2. Siswa mampu mengkonfigurasi IP Address pada Debian server.
3. Siswa mampu mengkonfigurasi DNS pada Debian server.
4. Siswa mampu menambahkan subdomain pada Debian server.
Masih sama dengan konfigurasi pada modul DNS Server, bahwa sudah disiapkan subdomain
[Link] yang akan kita gunakan untuk praktikum web mail server kali ini. Jadi, jangan
lewatkan materi DNS Server ya!
SKENARIO
Gambar 1 Skenario Praktikum
LANGKAH KERJA
A. Instalasi Mail Server
1. Ada dua komponen utama yang perlu diinstal untuk membuat mail server, yaitu postfix
dan dovecot dengan perintah sebagai berikut :
apt install postfix dovecot-imapd dovecot-pop3d
2. Berikutnya terdapat 5 opsi konfigurasi pada postfix, yaitu No configuration, Internet
Site, Internet with smarthost, Satellite system, dan Local only. Nah, di sini kita akan
menggunakan protocol SMTP secara sederhana saja, jadi opsi yang paling tepat adalah
Internet Site.
Opsi No configuration dipilih jika Anda tidak ingin membuat perubahan apapun pada
konfigurasi bawaan Postfix. Opsi Internet site digunakan jika Anda ingin SMTP
mengirim dan menerima email secara langsung. Sedangkan opsi Internet with
smarthost dipilih jika Anda ingin menggunakan fitur smarthost untuk mengirim email
dan menggunakan SMTP atau software lain untuk menerima email. Jika Anda memilih
Satellite system, maka semua email akan dikirim server smarthost. Opsi terakhir
dipilih jika Anda ingin email hanya dikirim untuk user local.
Jadi kita pilih saja Internet Site, then OK!
3. Berikutnya Anda diminta untuk mengisi “mail name" berupa domain. Isilah subdomain
yang sudah dibuat sebelumnya seperti contoh di bawah ini.
B. Konfigurasi
1. Postfix sebagai engine utama dari mail server bertanggung jawab untuk menyimpan
email-email milik jikalau user ingin membacanya sewaktu-waktu. Direktori ini dikenal
dengan istilah “maildir". Nah, konfigurasi pertama kita adalah membuatkan Postfix
direktori untuk menyimpan email-email pengguna. Kita akan membuatnya di /etc/skel/
dengan nama Maildir.
[Link] /etc/skel/Maildir
2. Sekarang, mari kita edit file konfigurasi milik postfix yang berada di direktori
/etc/postfix/ dengan nama “[Link]"
nano /etc/postfix/[Link]
3. Pada baris paling bawah file konfigurasi, tambahkan lokasi maildir yang sudah kita
buat barusan.
home_mailbox = Maildir/
4. Simpan dan keluar dari file konfigurasi
5. Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi dovecot. Pertama kita akan mengkonfigurasi
file [Link] yang berada pada direktori /etc/dovecot/conf.d
nano /etc/dovecot/conf.d/[Link]
6. Rubahlah baris konfigurasi yang sebelumnya :
Menjadi :
7. Simpan dan Keluar dari file Konfigurasi
8. Selanjutnya kita mengkonfigurasi file [Link] yang berada pada direktori
/etc/dovecot/conf.d
nano /etc/dovecot/conf.d/[Link]
9. Rubahlah baris konfigurasi berikut yang awalnya :
Menjadi
10. Simpan dan keluar dari file konfigurasi
11. Ok, sekarang kita kembali mengkonfigurasi ulang postfix dengan perintah :
dpkg-reconfigure postfix
12. Sama denga saat instalasi, kita pilih Internet Site
13. Pastikan “System mail name" terisi sesuai dengan subdomain yang sudah kita siapkan.
14. Di sini kita diminta mengisi akun email milik postmaster atau root (administrator)
agar semua yang email yang ditujukan ke admin dapat diarahkan ke alamat email
yang sebenarnya. Jika form isian di bawah tidak diisi, maka email-email yang
ditujukan ke administrator akan disimpan di /var/mail/nobody dan hal ini tentu
saja sangat tidak direkomendasikan. Ini kita kosongkan dulu saja. Namun perlu
diketahui bahwa tindakan ini tidak disarankan, terutama saat Anda membuat mail
server yang sebenarnya di dunia kerja kelak.
15. Di sini Anda diminta untuk menuliskan daftar domain yang dianggap oleh server
sebagai dirinya sendiri sehingga sebuah email yang ditujukan ke alamat tersebut tidak
perlu dikirim keluar. Pastikan bahwa subdomain yang kita gunakan ada dalam daftar.
16. Pada tahap ini ditanyai, apakah kita ingin menggunakan sinkronisasi update.
Sinkronisasi update sangat berguna jika suatu saat mail server kita crash, namun di
sisi lain juga memperlambat proses pengiriman email kita. Kita pilih saja dulu No!
Pada step ini Anda diminta untuk menentukan ke blok jaringan mana mail server
menyampaikan email-email yang dikirim pengguna. Jika Anda ingin memperbolehkan
mail server mengirim email ke alamat manapun, berarti Anda perlu menambahkan
alamat "[Link]/0". Untuk alasan keamanan, disarankan jangan menambahkan alamat
tersebut. Lebih baik jika Anda hanya menambahkan blok jaringan (subnet) yang
dipercaya saja seperti blok jaringan lokal (contoh: [Link]/24).
17. Berikutnya kita diminta untuk menentukan berapa size maksimal maildir kita. Jika kita
tidak ingin membatasinya, kita isikan saja “0". Jadi tidak usah dirubah apapun!
18. Untuk local address, kita biarkan saja nilai default-nya.
19. Pada langkah berikutnya kita ditanyai, apakah kita ingin menggunakan protokol ipv4,
ipv6, atau keduanya. Karena kita masih menggunakan IPv4, kita pilih saja opsi ipv4.
20. Setelah selesai pengkonfigurasian ulang, kita perlu melakukan restart pada software-
software yang sudah kita instal
service postfix restart
service dovecot restart
service bind9 restart
C. Menyiapkan User
1. Untuk melakukan simulasi pengiriman email antar user, kita minimal memerlukan
dua buah akun user. Untuk menambahkan user pada debian dapat digunakan perintah
“adduser” diikuti username baru.
adduser romeo
Dari semua isian, hanya password yang wajib diisi. Selain itu optional, boleh diisi boleh
tidak. Jika tidak diisi, silakan langusng tekan enter. Kemudian yang terakhir ketika
muncul pertanyaan “Is the information correct?[Y/n]”, maka pastinya jawab yes
dengan ketik “y”.
2. Kemudian kita buat lagi user kedua. adduser juliete
D. Pengujian Mail Server
1. Pengujian dilakukan menggunakan perintah telnet. Untuk mencoba mengirim email,
kita akan melakukan telnet ke port 25 yang digunakan oleh SMTP dan untuk mengecek
email, kita akan melakukan telnet ke port 110 yang digunakan oleh POP3.
2. Pertama-tama kita melakukan telnet ke port 25 terlebih dahulu.
telnet [Link] 25
Kemudian ketikkan “mail from: romeo", tekan tombol enter. Artinya kita ingin
mencoba mengirim email dari user romeo.
3. Kemudian ketikkan “rcpt to: juliete", kemudian tekan tombol enter. Artinya, penerima
email yang akan kita buat adalah user juliete.
4. Setelah itu, ketikkan perintah “data", kemudian tekan enter. Artinya kita siap akan
memasukkan isi (content) email.
5. Ketiklah isi email sesuai keinginan Anda. Jika sudah selesai, jangan lupa diakhiri
dengan tanda titik (.) di paling bawah, lalu tekan tombol enter.
6. Untuk keluar, ketikkan perintah “quit".
7. Berikutnya, mari kita cek apakah email yang baru saja kita buat sudah terkirim atau
belum. Kali ini kita melakukan telnet ke port 110.
telnet [Link] 110
8. Di sini kita login sebagai user shaum sebagai penerima email tadi (rcpt to: shaum).
Ketikkan perintah “user juliete", kemudian tekan tombol enter.
9. Berikutnya ketikkan perintah “pass passwordnya_user_juliete", tekan tombol enter.
Di sini password tidak disembunyikan.
Jika Anda mendapati konfirmasi “logged in", berarti Anda sudah berhasil login ke
dalam mail server.
10. Untuk mengecek inbox user juliete, ketik perintah “stat". Pada contoh terlihat
bahwa ada sebuah (1 buah) email yang ada di dalam inbox user juliete.
11. Untuk membuka isi email tersebut, ketik perintah “retr 1". Perintah “retr" berarti
retrieve dan angka 1 adalah nomor ID email.
Maka terlihat email yang dikirim oleh Romeo tadi sudah bisa dibaca.
12. Sama seperti pada protokol SMTP, perintah untuk keluar dari POP3 juga quit.
TUGAS
Buatlah laporan praktikum yang minimal berisi hal-hal berikut:
• Cover
• Tujuan Praktikum
• Langkah-Langkah Praktikum yang disertai screenshot
• Kendala dan Penyelesaian
• Temuan Baru (optional)
DAFTAR PUSTAKA
Siyamta. 2013. Administrasi Server. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan:Malang.
Omar. 2013. Manajemen Remote Access. Kalimantan Selatan