0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan12 halaman

Instalasi dan Konfigurasi Samba Debian

Dokumen ini menjelaskan tentang instalasi dan konfigurasi Samba pada Debian Server, termasuk tujuan pembelajaran, alat dan bahan yang diperlukan, serta langkah-langkah praktikum. Samba digunakan untuk berbagi file dan printer dalam jaringan yang menghubungkan sistem Unix/Linux dengan Windows. Selain itu, dokumen ini juga mencakup dasar teori tentang Samba, daemon yang terlibat, dan program pendukung yang digunakan dalam konfigurasi.

Diunggah oleh

storetulungagung99
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan12 halaman

Instalasi dan Konfigurasi Samba Debian

Dokumen ini menjelaskan tentang instalasi dan konfigurasi Samba pada Debian Server, termasuk tujuan pembelajaran, alat dan bahan yang diperlukan, serta langkah-langkah praktikum. Samba digunakan untuk berbagi file dan printer dalam jaringan yang menghubungkan sistem Unix/Linux dengan Windows. Selain itu, dokumen ini juga mencakup dasar teori tentang Samba, daemon yang terlibat, dan program pendukung yang digunakan dalam konfigurasi.

Diunggah oleh

storetulungagung99
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FILE SERVER

TUJUAN

1. Siswa memahami konsep dasar Samba.


2. Siswa mampu melakukan instalasi Samba pada Debian Server.
3. Siswa mampu mengkonfigurasi Samba pada Debian Server.
4. Siswa mampu melakukan melakukan pengujian Samba pada Client

ALAT DAN BAHAN

A. Alat
1. Laptop/ PC
B. Bahan
1. Software VirtualBox.
2. Virtual Machine yang terinstal Debian Server dalam modul ini adalah Debian 11

DASAR TEORI

Samba merupakan aplikasi Unix yang memanfaatkan protocol SMB (Server Message Block).
Sebagian sistem operasi memanfaatkan SMB dalam komunikasi client-server- nya termasuk
Windows. Fungsi samba antara lain digunakan untuk:

• Menghubungkan setiap mesin unix dan linux dengan mesin dos atau windows.
• Menempatkan mesin unix dan linux sebagai primary domain controller sebagaimana yang
dilakukan Windows NT/2000 server.
• Berbagi (share) file dan printer pada semua komputer yang terhubung ke jaringan.
• Membantu pengguna browsing di network neighbourhood.
• Memberikan otentikasi kepada setiap client yang login ke dalam suatu domain pada
suatu jaringan.

Samba dibuat dan disusun pertama kali oleh Andrew Tridgell. Pada bulan desember 1992 ia
menerima program eXecirsion dari Digital. Sayangnya program tersebut hanya bekerja sama
dengan "pathworks" ke mesin VMS atau Ultrix, yang memaksanya untuk mempelajari
bagaimana file dikomunikasikan. Setelah sekian lama mencoba, akhirnya Andrew berhasil
memasukkan salah satu direktori pada mesin digital ke dalam "pathworks" DOS di rumahnya.
Setahun kemudian Andrew telah memasuki komunitas Linux dan pada Desember 1993 ia
mengeluarkan "NetBIOS for Unix’. Dengan menggunakan mailing list, program ini
dikembangkan bersama-sama hingga menjadi Samba Team sebagaimana sekarang.

Saat ini samba dikembangkan sebagian dari Open Source Software dan didistribusikan di
bawah lisensi GNU. Proyek pengembangannya masih tetap berjalan hingga sekarang
dikoordinasikan oleh Andrew Trigdell dari rumahnya di Canberra dengan tim tersebar di
seluruh dunia. Informasi lengkap tentang kisah samba lainnya bisa diperoleh di
[Link].

Aplikasi samba dijalankan sebagai deamon, dua aplikasi utamanya adalah:

1. smbd
Daemon yang memberikan layanan berbagi file dan printer dalam sebuah jaringan yang
menggunakan protocol SMB. Smbd juga memberikan otentimkasi dan otoritasi bagi
client-nya.
2. nmbd
Daemon yang memanfaatkan Windows Internet Name Sevice (WINS), dan membantu
client untuk browsing di network neighbourhood.

Selain daemon utama di atas, aplikasi samba juga mempunyai beberapa program pendukung
yaitu:

1. smbclient, aplikasi pada sisi client dengan tampilan mirip FTP untuk mengakses data
yang dishare menggunakan samba.
2. smbtar, program yang mem-back up data yang di-share. Mirip tar di linux.
3. nmblookup, program yang membantuk mencari nama (names lookup) dengan
memanfaatkan NetBIOS over TCP/IP. Nmblookup dapat digunakan me-resolve dari
nama komputer ke nomor IP dan sebaliknya.
4. smbpasswd, program yang memungkinkan administrator mengatur password
terenkripsi yang digunakan oleh samba server.
5. smbstatus, program yang memonitor status terakhir dari share resource yang
diberikan oleh server samba.
6. testparm, program kecil untuk melakukan proses debug (memeriksa parameter)
terhadap isi file konfigurasi samba (pada file [Link]).

PRASYARAT PRAKTIKUM

• Siswa mampu melakukan instalasi Debian Server.


• Siswa mampu melakukan penghitungan subnetting IP Address v4.
• Siswa menguasai perintah-perintah dasar Linux.

SKENARIO

Gambar 1 Skenario Praktikum


LANGKAH KERJA

A. Persiapan
1. Sebelum melakukan instalasi dan konfigurasi samba, pastikan dulu bahwa PC Client
dapat terkoneksi ke PC Server baik secara fisik maupun secara logik.
2. Terkoneksi secara fisik, maksudnya adalah PC Server dan Client mempunyai kartu
jaringan yang dapat berfungsi dengan baik dan disambungkan dengan kabel yang juga
dapat berfungsi dengan baik (kartu jaringan dan kabel tidak rusak). Selain itu,
pastikan juga bahwa kabel yang digunakan sesuai, apakah menggunakan kabel straight
atau kabel cross.
3. Jika Anda menggunakan VirtualBox, pastikan bahwa pengaturan network pada Virtual
Machine Anda sudah benar.
4. Terkoneksi secara logik, maksudnya adalah IP Address sudah terpasang pada PC
Server dan Client dan keduanya masih berada dalam satu subnet. Jika IP Address
pada PC Server berada pada subnet yang berbeda dengan PC Client, maka PC Server
dan PC Client tidak terkoneksi secara logik.

B. Instalasi
1. Perintah instalasi samba adalah : apt install samba

2. Berikut tampilan ketika sudah selesai instalasi


C. Menyiapkan User
1. Sebelum kita mengkonfigurasi Samba, kita perlu mempersiapkan user yang nantinya
akan kita gunakan. Ada dua opsi dalam mempersiapkan user, pertama kita
menggunakan username yang sudah ada atau kita dapat pula menambahkan user baru.
2. Pada praktikum kali ini kita akan menggunakan opsi yang pertama. Pada worksheet ini
akan dicontohkan bahwa di dalam server sudah terdapat sebuah user, yaitu “rifqi".
Berikutnya kita harus memberikan password untuk user “rifqi". Password yang
dimaksud ini berbeda dengan password yang kita gunakan biasanya untuk login ke
dalam sistem. Password ini biasanya disebut password samba.
3. Untuk membuat password samba bagi user “omar", kita gunakan perintah smbpasswd.
smbpasswd -a rifqi

Masukkan password samba baru untuk user Anda dua kali. Parameter -a mempunyai
arti bahwa kita ingin menambahkan password samba baru. Alright, sampai sini user
yang akan kita gunakan sudah siap.
D. Menyiapkan data untuk di-share
1. silakan logout dari posisi root menggunakan perintah “exit" karena kita akan
menyiapkan data ini tidak sebagai root, namun sebagai user rifqi.
exit
2. Pastikan bahwa Anda berada pada home directory user yang Anda gunakan. Pada
contoh di sini adalah berada pada home directory user rifqi, yaitu pada directory
“/home/rifqi". Gunakan perintah pwd untuk melakukan pengecekan.
3. Next, buatlah sebuah directory di dalam home directory user Anda. Directory yang
Anda buat inilah nantinya yang akan Anda share kepada Client
Dari gambar diatas, kita login sebagai user rifqi. Terlihat dari garis bawah berwarna
biru (rifqi@debiansmkratu). Rifqi merujuk pada user yang sedang aktif. Kemudian kita
membuat direktori berbagi dengan perintah “mkdir berbagi”. Dan akhirnya terlihat,
folder berbagi (garis bawah warna hijau) sudah dibuat yang nantinya itu dijadikan
folder untuk berbagi.
4. Berikutnya, kita perlu membuat contoh file dan contoh directory di dalam directory
yang barusan kita buat.
5. Masuklah ke dalam directorynya.
cd berbagi
6. Kemudian buatlah contoh directory menggunakan perintah mkdir dan contoh file
menggunaka perintah touch.
touch [Link]
mkdir contohfolder

E. Konfigurasi 1 – Dapat dibaca


1. Akhirnya kita sampai juga pada tahap yang utama, yaitu konfigurasi. File konfigurasi
utama samba adalah [Link] yang berada pada directory /etc/samba.
2. Masuklah sebagai root terlebih dahulu “su” kemudian masukkan password root

3. Buka file konfigurasi pada direktori /etc/samba, kemudian buka file [Link] dengan
text editor kesukaan anda.
cd /etc/samba
nano [Link]

4. Pada bagian bawah file konfigurasi, tambahkan sintak seperti pada contoh di bawah
ini.

a. [folder berbagi] : tulisan inilah nantinya yang akan ditampilkan di sisi user.
Dengan kata lain, nama directory yang akan ditampilkan ke user adalah apa yang kita
tulis di sini.
b. comment = Sharing Data : baris ini hanya untuk mendefinisikan comment
(komentar / keterangan) saja. Baris ini tidak wajib ada pada konfigurasi.
c. browsable = yes : baris ini berfungsi untuk menentukan apakah directory
yang kita share ini dapat dilihat langsung oleh client atau tidak. Terkadang memang
ada kalanya kita ingin membuat directory yang di-share, namun tidak dapat dilihat
oleh client karena alasan keamanan.
d. path = /home/omar/berbagi : baris ini berfungsi untuk menunjuk directory
mana yang ingin di-share.
e. guest ok = yes : baris ini menentukan apakah seorang client yang tidak
mempunyai user samba pada server dapat membuka isi directory yang akan kita
share. Jika diberi nilai “yes", maka siapapun dapat membaca isi directory.
f. read only = yes : baris ini menetapkan apakah data yang di-share ini dapat diedit
oleh client atau tidak. Jika diberi nilai yes, maka client hanya dapat membaca
saja, namun tidak bisa menambahkan, mengedit atau menghapus data dari
server.
g. writable = no : baris ini sebenarnya adalah kebalikan dari baris “read only"
yang berarti apakah user dapat (able) menulisi / mengedit (write) isi directory yang
kita share. Jika diberi parameter no, ini sama juga berarti dengan read only = yes.
5. Simpan dan keluar dari file konfigurasi
6. Restart service samba
service smbd restart
7. Seperti biasa, setelah melakukan konfigurasi kita akan melakukan pengujian pada
client.
8. Bukalah Windows Explorer pada client.
9. Pada address bar, ketiklah baris berikut:
\\[Link]
Tanda backslash dua kali di atas berarti bahwa kita ingin mengakses data yang
dishare oleh komputer yang IP Addressnya kita ketik setelah dua tanda
backslash, dalam hal ini yaitu Samba Server. Perhatikanlah gambar di bawah ini.

10. Maka folder berbagi sudah muncul, sekarang bukalah folder terbut

11. Cobalah untuk membuat direktori baru di dalam directori “folder berbagi”.
12. Jika konfigurasi anda benar, maka client tidak dapat membuat direktori (writable =
no, read only = yes). Bahkan menghapus ataupun mengedit folder berbagi tersebut
juga tidak bisa.

F. Konfigurasi 2- Dapat ditulis


1. Berikutnya, kita akan men-share direktori yang sama, namun dapat diedit isinya
(dapat ditulisi, dihapus, atau di-rename).
2. Buat kembali file konfigurasi samba.
3. Tambahkan konfigurasi pada bagian paling bawah file seperti di bawah ini.
Satu sintak yang berbeda dengan konfigurasi yang kita tambahkan sebelumnya adalah
“valid users = rifqi". Valid users diisi username yang pada bagian C kita buat password
sambanya.
4. Simpan dan keluar dari file konfigurasi kemudian restart service
5. Lakukan pengujian dengan langkah yang sama seperti sebelumnya. Jika direktori
“folder bersama" muncul seperti di bawah, selamat ya...

6. Cobalah masuk ke folder Bersama, maka anda akan diminta untuk login. Loginlah
dengan akun yang anda buat pada bagian C
7. Dan akhirnya terbuka juga folder Bersama

8. Cobalah untuk membuat direktori baru di dalamnya.


9. Jika pembuatan direktori berhasil seperti pada gambar di bawah, maka
konfigurasi yang kita buat sudah benar.

10. Berikutnya kalian juga bisa untuk menghapus dan mengedit semua file yang ada di
folder Bersama.

TUGAS

Buatlah laporan praktikum yang minimal berisi hal-hal berikut:

• Cover
• Tujuan Praktikum
• Langkah-Langkah Praktikum yang disertai screenshot
• Kendala dan Penyelesaian
• Temuan Baru (optional)

DAFTAR PUSTAKA

Siyamta. 2013. Administrasi Server. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan:Malang.


Omar. 2013. Manajemen Remote Access. Kalimantan Selatan

Anda mungkin juga menyukai