Ruang Lingkup dan Prinsip UMKM Indonesia
Ruang Lingkup dan Prinsip UMKM Indonesia
A. Pengertian UMKM
70 Ibid., h. 25
71 Tulus Tambunan, UMKM di Indonesia, (Bogor : Ghalia Indonesia, 2009), h.16
72 Tulus Tambunan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia: Isu-Isu
2
Tahapan pada pertumbuhan kredit UMKM sering terjadi pasang
surut, terutama yang sangat sering terjadi pada sektor jasa
perorangan, jasa ini adalah bertugas sebagai pelayan rumah tangga
dan pertanian, perburuan dan kehutanan, dengan masing-masing
jumlahnya adalah sebesar 43,4% (yoy) dan 43,1% (yoy). Kemudian
dapat di klasifikasikan pada usaha kredit UMKM, sehingga dapat
dikatakan bahwa pengklasifikasiannya adalah usaha menengah
sebesar 49,2% dan selebihnya klasifikasi pada kredit usaha kecil yaitu
sebesar 23,9% dan pada kredit usaha mikro jumlahnya yaitu sebesar
20,9%.74
Kredit UMKM menurut jenis penggunaanya disalurkan untuk
membiayasi modal kerja yaitu besaran jumlahnya adalah 77,4%
sedangkan untuk kredit investasi sendiri sudah tercatat sebesar
22,6%.75 Kredit UMKM sebagian besar menurut kelompok biasanya
disalurkan oleh kelompok Bank Persero, dengan jumlah besaran
sebanyak Rp 254,3 triliun (45,8%), kemudian selanjutnya diikuti oleh
kelompok Bank Swata Nasional Devisa sebesar Rp 196,7 triliun atau
setara dengan 35,4%, serta dari BPD yaitu sebesar Rp. 53,1 triliun atau
setara dengan 7,8%, dan yang terakhir adalah BPR yaitu sebesar 26,2
triliun.76
Sedangkan menurut sektor perekonomian penyaluran kredit ini
pada usaha mikro kecil dan menengan atau UMKM sangat banyak
didominasi oleh para sektor pedagang, sektor ini kemudian disebut
sektor perdagangan besar dan eceran, indutsri pengolahan, sektor
pertanian, sektor perburuan, dan terakhir yaitu pada sektor
kehutanan, dengan total masing-masing jumlahnya sebesar 49,0%,
10,5% dan 8,5%.77
3
74 Ibid., h.78
75Ibid., h. 78
76 Ibid., h. 78
77 Ibid., h. 78
4
B. Prinsip UMKM
79 Ibid., h.15
41
memberikan sumbangan yang signifikan bagi kemajuan UMKM, maka
sasaran UMKM ditujukan sebagai berikut80:
1. Kelompok / Koperasi
Berbagai jenis usaha memerlukan adanya perlakuan yang
berbeda pula. Perlu kaitanya dilihat dalam masalah demi masalah
yang terjadi, masalah tersebut belum sepenuhnya terselesaikan,
terutama pada masalah perekonomian. Misalnya msalahah
permodalan di anggap lebih mudah ditangani dengan sistem
kelompok atau koperasi, alasanya kerna mengurangi resiko
penanganan lebih dalam hal pembinaan. Diharapkan dari
menyasaran kelompok ini UMKM dapat tumbuh menjadi besar,
yang kemudian dapat dikembangkan menjadi koperasi. Melalui
koperasi ini diharapkan pelaku UMKM dapat memperkuat tawar
menawar pada sistem pasar sehingga dapat melangsungkan
penjualan produk sesuai tujuan UMKM.
2. BDS (Bussines Development Services)
BDS merupakan konsultan pengembang usaha dalam
berbagai aspek, seperti aspek manajemen, produksi, pasar dan
pemasaran bahkan sampai pada fasilitasi dalam menghubungkan
UMKM ke lembaga keuangan baik bank maupun non bank. Hal ini
yang kemudian mendorong BDS sebagai sasaran UMKM, alasanya
adalah Jasa layanan yang diberikan BDS dapat ditanggung
pembiayaan oleh UMKM, meskipun pada saat ini belum banyak
UMKM yang mampu menanggung atas jasa yang diterima. tetapi
BDS sudah dapat didirikan oleh Perguruan Tinggi, LSM maupun
swasta.81
3. Asosiasi Usaha
Asosiasi Usaha menjalankan berbagai aspek kaitannya
dengan pasar, UMKM menyasar asosiasi usaha atau perkumpulan
para pengusaha karena di anggap akan mampu memperkuat
42
posisi tawar menawar dalam perdagangan pasar, baik dalam
harga maupun sistim pembayaran, asosiasi usaha ai anggap
mampu menciptakan persaingan usaha secara sehat. Sesuatu yang
dilakukan secara sehat akan mempu menghasilkan hasil yang
sehat pula.
4. Lembaga Keuangan (Bank dan Non Bank)
Lembaga keuangan merupakan sasaran UMKM karena
menangani permodalan. Seperti salah satu contoh adalah
permsalahan yang dialami masyarakat ketika kekurangan modal
usaha, maka sasaran masyarakat adalah lembaga keuangan
sebagai lembaga penyedia permodalan. Contohnya lembaga
keuangan banyak memberikan fasilitas kredit dari perbangkan
kepada para pengusaha. Upaya pendekatan perbankkan terhadap
UMKM, salah satunya dengan pendekatan melalui kelompok
simpan pinjam (KSM) maupun kelompok usaha (koperasi) dalam
memberikan layanan kredit terhadap UMKM.
5. Pasar
Hubungan baik antara pelaku UMKM dan pelaku pasar
(pembeli maupun ekspotir) perlu dijaga kesinambungannya.
Pasar perdagangan hasil produksi UMKM dapat berupa pasar
dalam negeri (domestik) maupun pasar ekspor. Begitu juga
dengan adanya perubahan kondisi pasar harus cepat dapat
diantisipasi. Dalam hal ini dapat difasilitasi oleh pemerintah, BDS
maupun Asosiasi usaha. Maka kemudian sasaran UMKM dalah
pasar.82
D. Jenis-Jenis UMKM
Kegiatan UMKM pada prinsipnya dapat dikelompokan dalam tiga
jenis usaha yaitu:83
1. Jenis usaha perdagangan/distribusi
43
Koperasi Warga Kesuma Tiara.” Jurnal Ekonomi Gunadarma. Jakarta, 2003, h. 13
44
Jenis usaha ini merupakan usaha yang terutama bergerak
dalam kegiatan memindahkan barang dari produsen ke konsumen
atau dari tempat yang mempunyai kelebihan persediaan ke
tempat yang membutuhkan. Jenis usaha ini diantaranya bergerak
di bidang pertokoan, warung, rumah makan, peragenan (filial),
penyalur (whole saler), pedagang perantara, tengkulak, dan
sebagainya. Komisioner dan makelar dapat juga dimasukkan
dalam kegiatan perdagangan karena kegiatannya dalam jual beli
barang.
2. Jenis usaha produksi/industry
Usaha produksi/industri adalah jenis usaha yang
terutama bergerak dalam kegiatan proses pengubahan suatu
bahan/barang menjadi bahan/barang lain yang berbeda bentuk
atau sifatnya dan mempunyai nilai tambah. Kegiatan ini dapat
berupa produksi/industri pangan, pakaian, peralatan rumah
tangga, kerajinan, bahan bangunan dan sebagainya. Dalam hal ini,
kegiatan dalam budidaya sektor pertanian / periklanan /
peternakan / perkebunan dan kegiatan penangkapan ikan
termasuk jenis usaha produksi.
3. Jenis usaha komersial
Usaha jasa komersial merupakan usaha yang bergerak
dalam kegiatan pelayanan atau menjual jasa sebagai kegiatan
utamanya. Contoh jenis usaha ini adalah asuransi, bank, konsultan,
biro perjalanan, pariwisata, pengiriman barang (ekspedisi),
bengkel, salon kecantikan, penginapan, gedung, bioskop dan
sebagainya, termasuk praktek dokter dan perencanaan bangunan.
Berikut ini adalah Jenis-jenis klasifikasi dalam Usaha Mikro Kecil
dan Menengah (UMKM):84
1. Livelhood Activities
Merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah,
45
84 Tulus Tambunan, UMKM di Indonesia, (Bogor : Ghalia Indonesia, 2009), h.1
46
yang labih umum biasa disebut sektor informal. Contohnya
pedagang kaki lima.
2. Micro Enterprise
Merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat
kewirausahaan.
3. Small Dynamic Enterprise
Merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima
pekerjaan subkontrak dan ekspor.
4. Fast Moving Enterprise
Merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan
transformasi menjadi usaha besar (UB).
1. Kuliner
47
85Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
of multidiciplinary studies (AKADEMIA), Vol. 1 No. 1, Januari- Juni 2017 ISSN:
2579-9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E).
48
Sumber: homepage Niagahoster
Kuliner menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan di
Indonesia, banyaknya jenis kuliner asli Indonesia menjadi bisnis
yang menjanjikan. keberadaanya dalam perekonomian berhasil
menyumbang kurang lebih 41,40%, produk-produk lokal sendiri
berhasil menyumbang dengan nilai sebesar Rp. 383 triliun. Era 4.0
atau kekinian ini, hal tersebut semakin di tunjang dengan adanya
layanan pesan antar makanan, melalui Go Food dan Grab Food
ataupun bentuk layanan pesan antar lainnya. Hal ini menjadikan
bisnis bidang kuliner semakin di gandrungi masyarakat.
Bisnis kuliner dipercaya semakin berjaya diranah online,
seperti halnya pada layanan pesan antar makanan tersebut juga
dapat diakses dengan mudah hampir bagi seluruh masyarakat,
mudahnya akses ini menjadikan masyarakat bisa dengan mudah
menjangkaunya, yaitu dengan memanfaatkan fitur kecanggihan
sistem android di Handphone masing-masing sudah bisa
memesan makanan atau minuman yang mereka inginkan.
keberhasilan pihak Go Food yang telah menjalin kerja sama
bersama 100 ribu partner usaha kuliner, bahkan sekitar 80
persen diantara partner tersebut merupakan pelaku UMKM.
2. Fashion
49
Sumber: Homepage Niagahoster
UMKM juga mengjangkit di usaha-usaha bidang fashion.
Ternd bidang Fashion merupakan hal yang sangat wajar dan
sudah dikagumi masyarakat dunia, terkhusus fashion Indonesia
tersendiri, banyak masyarakat lebih mengutamakan mempunyai
fashion kekinian. Masyarakat dapat memilih bisnis dibidang
fashion ini sebagai usaha guna menunjang penghasilan. terutama
para kalangan fashionista yang suka dengan style, mereka rela
merogoh uang hanya untuk membiayai fashion mereka.
Masyarakat akan dengan mudah memanfaatkan
kecanggihan teknologi jual beli pakaian yang diproduksi oleh
UMKM tersebut, dengan dipasarkan melalui pasar online shop.
Pemasaran melalui online shop ini sangat mendukung keberadaan
dari produk-produk pakaian yang dihasilkan oleh para pelaku
UMKM. Bahkan, dengan luasnya akses pasar online, produk
pakaian dari UMKM lokal bisa dipasarkan keluar daerah, bahkan
menuju luar negeri. Semakin gencarnya media online shope
dengan berbagai aplikasi online shope seperti lazada, buka lapak,
JD ID, shopee, dll menjadi pendukung utama bidang fashion dapat
dengan mudah dijangkau pelaku UMKM, sebagai pengusaha haru
update dengan kebiasaan masyarakat kekinian yaitu dengan
kecanggihan teknologi, karena semakin zaman berkembang bisnis
UMKM akan ikut berkembang pula, atau akan selalu mengikuti
zaman.
3. Furniture
50
Sumber: homepage Niagahoster
Furniture atau bisnis usaha bidang peralatan memiliki
pengaruh yang besar dengan gaya masyarakat saat ini. Berkat
kecanggihan teknologi, produk UMKM berupa bisnis furniture
atau peralatan rumah tangga juga memilki tempat untuk teru
berkembang. Bahkan, saat ini untuk dapat mengetahui spesifikasi
atau ulasan furniture secara lengkap dan detail, seorang calon
pembeli bisa membacanya serta melihat bentuknya secara
langsung melallui situs internet. Meski tidak sebesar sumbangan
produk makanan dan pakaian, bisnis furniture menyumbang
sekitar 16,9% omzet e-commerce di pasar Indonesia.
Bisnis bidang furniture saat ini bukan hanya bentuk
bidang biasa saja, tetapi lebih harus mempunyai recomendasi
produk baru yang kekinian, gaya masyarakat kekinian berbeda
dengan dahulu, masyarakat pada zaman sekarang menyukai
furniture dengan bentuk unik. Seperti pada tata letak warna,
pelaku bisnis UMKM furniture harus lebih memilikirkan trend
furniture pada zaman ini. Contoh bidang furniture adalah
memodifikasi kursi yang biasanya hanya berbentuk kotak,
menjadi bulat atau panjang ataupun yang lainnya.
4. Skincare dan Kosmetik
51
Beragambya produk skincare saat ini menjadikan
masyarakat mengkonsumsi skincare berbeda pula. Hingga yang
terjadi saat ini masyarakat utamanya kalangan perempuan dengan
mudah menilai produk satu dengan produk yang lainya. Melalui
situs online, produk-produk skincare dan kosmetik dapat menjadi
salah satu lahan bisnis online bagi pelaku UMKM. Mengacu data
dari Kementerian Perindustrian, industri kosmetik secara
keleluruhan pada tahun 2017 lalu tumbuh sebesar 20%,
kemudian, sekitar 95% UMKM mendominasi industri kosmetik
nasional.
Bahkan di era terkini, pasar komestik tidak hanya
menyasar bagi kaum hawa saja, segmentasi target pasar
menyebutkan jika sasaran pasar skin care dan komestik juga
menyasar bagi kaum adam. Skincare bukan hanya berupa bedak,
lipstick, mascara dll. Saat ini recomendasi skincare semakin luas
yaitu seperti penggemuk badan, tanam benang, sedot lemat dll.
Dengan bertambahnya segmentasi pasar tersebut hal itu
menjadikan potensi UMKM di bidang skine care dan kosmetik
memiliki harapan yang lebih besar lagi untuk dapat terus
mengembangkan produk-produknya.86
52
86 Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
of multidiciplinary studies (AKADEMIA) Vol. 1 No. 1, Januari- Juni 2017 ISSN: 2579-
9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E).
53
5. MUA
Salah satu bidang lainnya yang juga mendapat angina
yang segar atas adanya pasar online, yaitu Make Up Artist (MUA).
Keberadaan bisnis MUA semakin popular dan bahkan semakin
mudah untuk saling menghubungka antara pihak MUA dan calon
pelanggannya. MUA merupakan skill yang harus dimiiki individu.
Bahkan dengan adanya pasar digital melalui situs online, siapapun
bisa dan pihak MUA juga dapat saling terhubung untuk
memperkenalkan atau menunjukkan keterampilan memoles
wajah. Seperti memasarkan online yaitu membuat konten kreatif
pada platform seperti youtube, Instagram, facebook dll, yaitu
misalkan konten seperti, tutorial merias wajah untuk wisudah,
tutorial memoles pensil alis dengan tanpa cetakan, tutorial
mewarnai rambut, dll. Dengan memanfaatnkan aplikasi online ini
masyarakat akan dengan mudah menilai hasil karya MUA yang
disuguhkan.
Bisnis MUA pun, kini bukan hanya milik salon atau penata
rias besar saja. Bahkan, seseorang yang yakin memiliki
keterampilan bidang menghias dapat menawarkan dirinya untuk
menjadi MUA seseorang. skill merupakan kemmapuan yang mahal
dimiiki seseorang, dengan skill masyarakat dapat mencari
pengahsilan tambahan. Ini merupakan usaha bidang UMKM yang
menjanjikan. Beberapa acara yang berpotensi menjadi lahan
bisnis bagi pelaku MUA yaitu acara wisuda sekolah, lamaran,
pernikahan, dan acara lainnya. Dengan bisnis MUA masyarakat
dapat meningkatkan taraf hidup.
6. Penginapan
54
Sumber: homepage Niagahoster
Penginapan juga menduduki posisi selanjutnya dalam
pelaku UMKM. Semakin maraknya lokasi wisata baru yang sangat
gencar di promosikan menjadikan masyarakat dapat memutar
otak untuk berbisnis penginapan. Bukan hanyak penginapan besar
tetapi penginapan kecil dengan menwaran hanya murah akan
lebih menarik perhatia para pelancong dengan taraf low budgate.
Dengan bermodal pasar online, maka seseorang dapat memesan
kamar atau penginapan secara lebih cepat. Bahkan, dalam kondisi
tertentu ataupun di tempat tertentu rumah pribadi warga juga
dapat dijadikan penginapan. Misalnya, yaitu beberapa penginapan
yang ada di sekitaran wisata alam gunung Bromo. Dengan adanya
dukungan internet, pemasaran tempat-tempat pengiapan di lokasi
objek wisata yang berpotensi memiliki keramaian yang sangat
besar berpotensi untuk menjadi lahan UMKM yang sangat
potensial.
Masyarakat dapat memilih usaha bidang penginapan ini
juga harus dengan memikirkan proses pemasaran, tanpa adanya
pemasaran akan layu digerus perkembangan zaman. Pemasaran
dapat dilakukan dengan cara membuat promo pada situ-situ
online misalkan gmail, pada sosial media juga seperti, facebook,
Instagram dan tweeter. Konsumen jika melihat promosi pelaku
penginapan akan langsung tertarik dengan penginapan yang
dotawarkan.
55
7. Jasa foto dan video
56
banyak pula yang melirik, hal ini dapat dijadikan ladang
penghasilan.
8. Kurir pengantaran
88Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
of multidiciplinary studies (AKADEMIA), Vol. 1 No. 1, Januari- Juni 2017 ISSN:
2579-9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E).
55
aplikasi saat ini membuat masyarakat semakin gencar melakukan
transaksi Internet dalam media sosial seperti facebook, twieteer,
Instagram dll.
Media sosial ini akan dimanfaat baik oleh pelaku bisnis
sebagai jalan mempromosikan bisnisnya. Media sosial merupakan
aplikasi yang digandrungi masyarakat kekinian. Keberadaan
media sosial ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis mendeteksi
para pelanggan, tak hanya efektif tetapi jug acara terbaik menarik
minat pelanggan dengan mudah. Karena media sosial merupakan
alat sosial yang mudah dijangkau.
59
UMKM dikatakan berjaya jika mampu meraih kesuksesan merebut
pasar. Namun, tak sedikit pula yang kuncup alias jalan di tempat tanpa
mengalami perkembangan yang signifikan bahkan gagal dan tersingkir
dari industri usaha. Kegagalan seperti ini sering terjadi, kegaagalan
memang menyedihkan bahkan menyakitkan, tapi tak seharusnya
diratapi terus menerus, justru para pelaku usaha jika menemukan hal
samacam kegagalan harus mampu menjadi cambuk untuk terus
mengobarkan semangat meraih kesuksesan.
Hasil kegagagalan harus dijadikan tombak semangat baru untuk
lebih meningkatkan produk barang dan jasa UMKM yang sedang
dijalankan, merintis sebuah UMKM terkadang memang gampang-
gampang susah, tidak selalu mudah berjalan menaik, adakalanya harus
turun bahkan terjun sangat kebawah karena mengalami kegagal
tersebut. Meskipun nanti menemukan kegagal skalanya kecil tapi tak
bisa juga diremehkan. Meski berskala kecil namun pengelolaannya
tetap harus dilakukan dengan serius, hal ini agar hasil yang diperoleh
dapat serius pula.
Menjalankan bisnis bukan hanya sekedar berjalan saja, memang
kelihatan dari luar tak terlalu sulit, namun untuk mengembangkannya
hingga mencapai kesuksesan sangat dibutuhkan yang namanya
strategi. Tanpa dibarengi strategi yang tepat, bisnis atau usaha meski
skala kecil hanya akan jalan di tempat dan tidak dapat berkembang
dengan baik, bahkan tereliminasi karena kalah bersaing dengan para
pesaing baru. Berikut strategi yang dianggap tepat bagi UMKM agar
tetap dapat bertahan dalam menjalankan bisnis di dunia UMKM
sebagai berikut89:
1. Menentukan Tujuan yang Tepat
Menjalankan bisnis sejatinya bukan hanya berjalan bisnis
saja, juga tak hanya sekadar menghasilkan uang saja. Bisnis juga
tentang memberikan nilai kepada para pelanggan atas segala
sesuatu yang melekat pada produk atau jasa yang sedang
ditawarkan, baik pelayanan, keahlian atau keterampilan, maupun
89 Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
90 Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
91 Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
63
of multidiciplinary studies (AKADEMIA), Vol. 1 No. 1, Januari- Juni 2017 ISSN:
2579-9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E). h.14
64
kata sopan kepada pelanggan. Apabila yang terjadi produk yang
sedang kita jalankan mempunyai akun soaial media maka jika ada
pelanggan yang bertanya hendaknya menjawab dengan kata yang
ramah.92
Berkembangnya teknologi yang semakin pesat sekarang
ini disadari atau tidak jika dimanfaatkan fungsinya secara tepat
akan mampu menjangkau pasar dengan lebih mudah. Membuat
akun di beberapa sosial media seperti Facebook, Instagram,
Telegram, Twitter, dan lain sebagainya akan dapat menjadi media
bagi pemasaran produk UMKM, untuk memasarkan produk atau
layanannya UMKM kepada pasar secara lebih luas akan sangat
mudah dijangkau.
Namun, harus perlu diingat juga bahwa menyebarkan
informasi ke perangkat pribadi pelanggan, seperti SMS, WhatsApp,
ataupun email sebagai langkah menjalin komunikasi harus
dilakukan secara elegan dan santun. Artinya, jangan melakukan
spam yakni mengirimkan pesan atau informasi secara massal
secara terus-menerus kepada pelanggan, apalagi yang dikirimkan
adalah pesan yang sama. Hal tersebut justru mengganggu dan
dapat menimbulkan kekesalan dalam diri pelanggan. Jadi pelaku
usaha juga harus mengauai trik atau cara menarik pelanggan
dengan cara menjaga atau menjali komunikasi yang baik dengan
para pelanggan, hal ini adalah berguna agar pemasaran yang
dilakukan bisa dapat terus dilaksanakan sehingga usaha akan
semakin mengalami perkemabangan dengan pesat.
4. Membuat beberapa persiapan
Selalu ada jalan menuju Roma, Mungkin itulah ungkapan
yang cocok untuk menggambarkan maksud dari tips ini. Untuk
mencapai tujuan, jangan hanya berpatokan pada satu jalur saja,
karena jika jalur tersebut tertutup alias buntu tanpa diketahui
92Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
of multidiciplinary studies (AKADEMIA), Vol. 1 No. 1, Januari- Juni 2017 ISSN:
2579-9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E). h.15
64
sebelumnya, maka perlu adanya usaha untuk mengembangan
bisnis lagi, pada dasarnya berbagaimacam planning perlu di
persiapakan agar jika terjadi kegagalan dapat dengan mudah
mencari Jika jalur A macet, maka bisa beralih ke jalur B. Jika jalur
B terputus, maka bisa beralih ke jalur C, dan seterusnya. 93
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, apapun bisa
dilakukan asal tidak merugikan orang lain apalagi bertentangan
dengan norma-norma hukum yang berlaku. Jika para pelaku usaha
benar-benar berkomitmen untuk sampai pada tujuan, maka tidak
hanya sekadar memetakan jalur atau jalan yang bisa dilalui, tetapi
juga mencari tahu rintangan yang berpotensi menghalangi.
Dengan demikian utnuk dapat merumuskan strategi sebagai solusi
untuk mengatasi bahkan menghilangkan rintangan tersebut.
5. Tetap fokus
Kegagalan selalu mengahntui setiap usaha, pelaku ushaa
akan senantiasa merasa dihantui oleh kegagagal. Salah satu alasan
ini bisa terjadi adalah karena ketidakfokusan para pelaku usaha
terhadap bisnisnya. karena tidak fokus pada bisnis yang
dijalankannya itu sehingga ketika bisnis mulai menunjukkan
perkembangan yang baik, mereka tidak memantapkan strategi
agar bisnis semakin berkembang, tetapi para pelaku usaha justru
sibuk memikirkan untuk membuka atau memulai bisnis baru. Ini
adalah hal yang salah dilakukan.
Analoginya adalah bagaimana suatu bangunan yang
pondasinya belum terlalu kuat, tetapi dipaksa menopang
bangunan-bangunan lain di atasnya, Tentu saja bangunan awal
tersebut akan dengan mudah roboh karena beban bangunan baru.
Demikian pula dengan bisnis. Di saat bisnis belum memiliki
positioning atau pondasi yang kuat di pasar, alangkah baiknya jika
tetap fokus pada satu bisnis tersebut sampai pada tahap
93Hana Zunia Rini, Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM, Jurnal
of multidiciplinary studies (AKADEMIA), Vol. 1 No. 1, Januari- Juni 2017 ISSN:
2579-9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E). h. 15
65
bertahanunggul bertahun-tahun di pasar, meskipun jika dilihat
secara materi bisnis tersebut telah mampu menghasilkan pundi-
pundi uang yang cukup. Namun, Apabila nantinya bisnis sudah
cukup mampu menguasai market share minimal bertahan selama
dua tahun berturut-turut, maka pelaku usaha bisa mulai
memikirkan untuk membuka bisnis baru.
66