UNDANG–UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2024
TENTANG
PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN,
Menimbang: a. Bahwa untuk mewujudkan kehidupan organisasi
mahasiswa yang berlandaskan hukumaka DLM
memiliki wewenang untuk menyusun dan
menetapkan aturan untuk menunjang kinerja DLM
Unsoed dan KBM Unsoed secara terencana,
terpadu, dan berkelanjutan yang menjamin
perlindungan hukum dalam kehidupan
berorganisasi berdasarkan AD/ART.
b. Bahwa dalam memenuhi kebutuhan atas
pembentukan peraturan perundang-undangan yang
baik, maka diperlukan aturan mengenai
pembentukan peraturan perundang- undangan
yang dilaksanakan dengan cara dan metode yang
pasti, baku, dan standar yang mengikat semua
lembaga yang berwenang membentuk peraturan
perundang- undangan
c. Bahwa dalam AD/ART KBMU masih terdapat
kekurangan dan belum dapat menampung
perkembangan kebutuhan KBMU mengenai aturan
pembentukan peraturan perundang-undangan yang
baik sehingga perlu dibentuk Peraturan yang baru
mengenai Pembentukan Peraturan Perundang-
undangan
d. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c,
perlu membentuk Undang- Undang tentang
pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Mengingat : 1. Pasal 12 ayat (2) AD/ART KBMU
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA UNSOED
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
1. Universitas Jenderal Soedirman untuk selanjutnya disebut Unsoed.
2. Mahasiswa adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Jenderal
Soedirman dari semua jenjang yang ada.
3. Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang
selanjutnya disebut KBMU adalah wadah formal dan legal bagi seluruh
aktivitas kemahasiswaan di Universitas Jenderal Soedirman.
4. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Keluarga Besar Mahasiswa
Universitas Jenderal Soedirman, yang selanjutnya disebut AD/ART
KBMU adalah peraturan dasar bagi seluruh kegiatan kemahasiswaan di
KBMU.
5. Dewan Legislatif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang
selanjutnya disebut DLM Unsoed adalah badan kelengkapan dalam
KBMU yang memiliki kekuasaan legislatif.
6. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang
selanjutnya disebut BEM Unsoed adalah lembaga tinggi dalam
kelembagaan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki
kekuasaan eksekutif.
7. Pembentukan peraturan perundang-undangan adalah proses pembuatan
Peraturan Perundang- undangan yang pada dasarnya dimulai dari
perencanaan, persiapan, teknik penyusunan, perumusan, pembahasan,
pengesahan, pengundangan, dan penyebarluasan.
8. Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk
oleh organisasi kemahasiswaan atau pejabat yang berwenang dan
mengikat secara umum.
9. Pengundangan adalah penempatan Peraturan Perundang-undangan
dalam Lembaran Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed.
10. Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan adalah materi yang
dimuat dalam Peraturan Perundang-undangan sesuai dengan jenis,
fungsi, dan hierarki Peraturan Perundang-undangan.
BAB II
ASAS PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Pasal 2
Dalam membentuk Peraturan Perundang-undangan harus berdasarkan
pada asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang baik yang
meliputi:
a. Kejelasan tujuan;
b. Kelembagaan atau organ pembentuk yang tepat;
c. Kesesuaian antara jenis dan materi muatan;
d. Dapat dilaksanakan;
e. Kedayagunaan dan kehasilgunaan;
f. Kejelasan rumusan; dan
g. Keterbukaan.
Pasal 3
Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan mengandung asas:
a. Pengayoman
b. Kekeluargaan
c. Kemanusiaan
d. Keadilan
e. Kesamaan kedudukan dalam hukum
f. Ketertiban dan Kepastian Hukum
g. Keseimbangan, keserasian dan keselarasan
BAB III
JENIS, HIERARKI, DAN MATERI MUATAN
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Pasal 4
(1) Jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
a. AD/ART KBMU
b. Undang- Undang
c. Peraturan Presiden
(2) Jenis peraturan perundang-undangan selain sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan
hukum mengikat sepanjang diperintahkan oleh Peraturan Perundang-
undangan yang lebih tinggi.
(3) Kekuatan hukum peraturan perundang-undangan sesuai dengan
hierarki sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2).
Pasal 5
Materi muatan yang harus diatur dengan undang- undang berisi:
a. Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan AD/ART KBMU;
b. Perintah suatu Undang- Undang untuk diatur dengan Undang-
Undang
Pasal 6
Dalam hal suatu Undang-undang diduga bertentangan dengan AD/ART
KBMU pengujiannya dilakukan oleh Dewan Legislatif Mahasiswa
Universitas Jenderal Soedirman
BAB IV
PERENCANAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Bagian Kesatu
Perencanaan Undang-Undang
Pasal 7
Perencanaan penyusunan Undang-Undang dilakukan dalam suatu Program
Legislasi.
Pasal 8
(1) Proleg sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 memuat program
pembentukan perundang-undangan dengan judul rancangan perundang-
undangan, materi yang diatur serta keterkaitannya dengan peraturan
perundang-undangan lainnya.
(2) Materi yang diatur serta keterkaitannya dengan peraturan perundang-
undangan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
keterangan mengenai rancangan perundang-undangan yang meliputi:
a. latar belakang dan tujuan penyusunan;
b. sasaran yang ingin diwujudkan;
c. pokok pikiran, lingkup atau objek yang akan diatur; dan
d. jangkauan dan arah pengaturan
Pasal 9
(1) Penyusunan Proleg dilaksanakan oleh DLM Unsoed secara terencana,
terpadu, dan sistematis.
(2) Proleg ditetapkan untuk jangka panjang berdasarkan skala prioritas
pembentukan rancangan undang- undang.
(3) Penyusunan dan penetapan Proleg jangka panjang dilakukan pada awal
masa keanggotaan DLM Unsoed.
(4) Proleg jangka panjang dapat dievaluasi setiap akhir tahun bersamaan
dengan penyusunan dan penetapan Proleg prioritas tahunan.
Pasal 10
Dalam penyusunan Proleg sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1),
penyusunan daftar rancangan Perundang-undangan didasarkan atas:
a. AD/ART KBMU;
b. Musyawarah Mahasiswa;
c. perundang-undangan lainnya;
d. rencana pembangunan jangka panjang;
e. rencana kerja presiden BEM Unsoed; dan
f. aspirasi KBMU
Pasal 11
Dalam keadaan tertentu, DLM Unsoed atau Presiden BEM Unsoed dapat
mengajukan Rancangan Undang-Undang di luar Program Legislasi,
didasarkan:
a. untuk mengatasi keadaan luar biasa, keadaan konflik; dan/atau
b. keadaan tertentu lainnya yang memastikan adanya urgensi
kelembagaan atas suatu Rancangan Undang-Undang yang dapat
disetujui bersama oleh DLM Unsoed dan Presiden BEM Unsoed.
BAB V
PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Bagian Kesatu
Penyusunan Perundang-Undangan
Pasal 12
(1) Rancangan Undang- Undang dapat berasal dari DLM Unsoed atau
Presiden BEM Unsoed
(2) Rancangan Undang- Undang yang berasal dari DLM Unsoed atau Presiden
BEM Unsoed harus disertai Naskah Akademik.
(3) Naskah akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat:
a. Judul
b. Kata Pengantar Isi
c. Daftar Isi
d. Bab I pendahuluan, memuat latar belakang, identifikasi masalah,
tujuan dan kegunaan, dan metode penelitian;
e. Bab II memuat kajian teoritis dan empirik tentang substansi yang akan
diatur;
f. Bab III memuat kajian terhadap peraturan perundang-undangan
tentang substansi yang akan diatur;
g. Bab IV memuat argumentasi filosofis, sosiologis dan yuridis;
h. Bab V memuat materi muatan rancangan perundang-undangan;
i. Bab VI memuat penutup.
j. Daftar Pustaka
k. Lampiran rancangan peraturan perundang-undangan
(4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku bagi
Rancangan Undang-Undang mengenai pencabutan Undang-Undang.
Pasal 13
(1) Rancangan perundang-undangan dapat diajukan oleh DLM Unsoed atau
Presiden BEM Unsoed.
(2) Pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan
perundang-undangan yang berasal dari DLM Unsoed atau Presiden BEM
Unsoed, dikoordinasikan kepada Badan Legislasi DLM Unsoed.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara mempersiapkan rancangan
perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
Peraturan DLM tentang Tata Tertib DLM Unsoed.
Pasal 14
(1) Rancangan perundang-undangan dari Presiden BEM Unsoed disampaikan
dengan surat pemberitahuan dari pimpinan BEM Unsoed kepada Pimpinan
DLM Unsoed.
(2) Pembahasan Rancangan perundang-undangan dari Presiden BEM Unsoed
dibahas oleh Presiden dan menteri BEM Unsoed bersama dengan DLM
Unsoed.
Pasal 15
(1) Rancangan perundang-undangan dari DLM Unsoed disampaikan dengan
surat pemberitahuan dari pimpinan DLM Unsoed kepada Presiden BEM
Unsoed.
(2) Pembahasan Rancangan perundang-undangan dari DLM Unsoed dibahas
oleh Presiden BEM Unsoed bersama DLM Unsoed.
Pasal 16
(1) Rancangan perundang-undangan diajukan dalam satu berkas yang berisi
seluruh kelengkapan pembuatan perundang-undangan kepada DLM
Unsoed.
(2) DLM Unsoed membahas rancangan perundang-undangan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dalam jangka waktu yang akan dibahas kemudian.
(3) Untuk keperluan pembahasan rancangan perundang-undangan disiapkan
oleh pihak yang mengajukan Rancangan perundang-undangan.
Pasal 17
Apabila dalam suatu masa sidang, DLM Unsoed dan Presiden BEM Unsoed
menyampaikan rancangan perundang-undangan mengenai materi yang sama,
maka yang akan dibahas adalah rancangan perundang-undangan yang
disampaikan oleh DLM Unsoed dan rancangan perundang-undangan yang
disampaikan Presiden BEM Unsoed digunakan sebagai bahan untuk
pertimbangan.
BAB VI
TEKNIK PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Pasal 18
(1) Penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dilakukan sesuai
dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan.
(2) ketentuan mengenai teknik penyusunan peraturan perundang-undangan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang
tidak terpisahkan dari Undang-undang ini.
(3) Ketentuan mengenai perubahan terhadap teknik penyusunan Peraturan
Perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan
persetujuan DLM Unsoed bersama Presiden BEM Unsoed.
BAB VII
PEMBAHASAN
RANCANGAN UNDANG-UNDANG
Pasal 19
Pembahasan Rancangan Undang-Undang dilakukan oleh DLM Unsoed
Bersama Presiden BEM Unsoed.
Pasal 20
Pembahasan rancangan undang- undang dilakukan melalui 2 (dua) Tingkat
pembicaraan.
Pasal 21
Dua tingkat pembicaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (20) terdiri
atas:
a. Pembicaraan tingkat 1 oleh DLM dan Presiden BEM yang dilakukan
dalam rapat komisi/gabungan rapat komisi/badan legislasi/pansus;
b. pembicaraan tingkat 2, yakni pengambilan keputusan dalam rapat
paripurna.
BAB VIII
PARTISIPASI KBMU
Pasal 22
(1) KBMU berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam
pembentukan peraturan perundang-undangan.
(2) Bentuk masukan secara lisan atau tertulis sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dapat dilakukan melalui :
a. Forum aspirasi DLM Unsoed;
b. Visitasi DLM Unsoed; dan/atau
c. Media sosial DLM Unsoed
(3) Untuk memudahkan KBMU dalam memberikan masukan secara lisan atau
tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap rancangan peraturan
perundang-undangan dapat diakses dengan mudah melalui media
elektronik maupun cetak.
BAB IX
PENGESAHAN
RANCANGAN PERUNDANG-UNDANGAN
Pasal 23
(1) Rancangan perundang-undangan yang telah disetujui dalam rapat
koordinasi DLM Unsoed bersama BEM Unsoed, ditandatangani oleh Ketua
DLM Unsoed dan Presiden BEM Unsoed untuk kemudian disahkan
menjadi perundang-undangan.
(2) Perundang-undangan yang telah disahkan dalam rapat koordinasi DLM
Unsoed dan BEM Unsoed akan tetap diundangkan apabila dalam 7 hari
tidak ditandatangani oleh Presiden BEM Unsoed.
(3) Presiden BEM Unsoed harus memberikan alasan untuk tidak
menandatangani perundang-undangan yang telah disahkan.
BAB X
PENGUNDANGAN
Pasal 24
Peraturan perundang-undangan dan kelengkapannya harus diarsipkan dalam
arsip DLM Unsoed dan/atau disosialisasikan di Musyawarah Mahasiswa
Unsoed.
Pasal 25
Pengundangan Peraturan Perundang-undangan dalam arsip DLM Unsoed
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dilaksanakan oleh Sekretaris DLM
Unsoed.
Pasal 26
Peraturan Perundang-undangan mulai berlaku dan mempunyai kekuatan
mengikat pada tanggal diundangkan, kecuali dalam waktu yang ditentukan
dalam peraturan perundang-undangan yang bersangkutan.
BAB XI
PENYEBARLUASAN
Pasal 27
(1) Penyebarluasan dilakukan oleh DLM Unsoed dan BEM Unsoed sejak
penyusunan rancangan perundang-undangan, pembahasan rancangan
perundang-undangan, hingga pengundangan perundang-undangan.
(2) Penyebarluasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk
dapat memberikan informasi sekaligus meminta masukan KBMU.
(3) Penyebarluasan rancangan perundang-undangan yang berasal dari DLM
Unsoed dilaksanakan oleh badan kelengkapan DLM Unsoed yang khusus
menangani bidang legislasi.
BAB XII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 28
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.