0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Desain KPI untuk Industri Kreatif Bambu

Dokumen ini membahas desain Key Performance Indicator (KPI) untuk industri kreatif kerajinan bambu di Godean, Sleman, menggunakan metode Balanced Scorecard. Terdapat 10 KPI yang diidentifikasi, termasuk tingkat pertumbuhan penjualan dan kepuasan pelanggan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja industri. Penelitian ini menekankan pentingnya pengukuran kinerja untuk kemajuan usaha kecil dan menengah.

Diunggah oleh

Angga Notogomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Desain KPI untuk Industri Kreatif Bambu

Dokumen ini membahas desain Key Performance Indicator (KPI) untuk industri kreatif kerajinan bambu di Godean, Sleman, menggunakan metode Balanced Scorecard. Terdapat 10 KPI yang diidentifikasi, termasuk tingkat pertumbuhan penjualan dan kepuasan pelanggan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja industri. Penelitian ini menekankan pentingnya pengukuran kinerja untuk kemajuan usaha kecil dan menengah.

Diunggah oleh

Angga Notogomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Kedirgantaraan : Peran Teknologi untuk

Revitalisasi Bandara dan Transportasi Udara, Yogyakarta, 10 Desember 2019


SENATIK 2019, Vol. V, ISBN 978-602-52742-1-3
DOI: 10.28989/senatik.v5i0.287

KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DESIGN OF BAMBOO


CREATIVE INDUSTRY IN GODEAN SLEMAN DISTRICT AREA
Yasrin Zabidi
Program Studi Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto
Jl. Janti Blok R Lanud Adisutjipto Yogyakarta
Email : yazma_2000@[Link]

Abstract
Performance issues are not only important for upper middle and large companies, but
also important for Small and Medium Industries Creative Industries. To evaluate the current
condition of a creative industry, the creative industry needs to determine the multi-criteria
Key Performance Indicator (KPI) properly and correctly. Therefore in this study, researchers
tried to design a Key Performance Indicator (KPI) for the creative industries of bamboo
crafts in the Godean district of Sleman. The design of KPI uses the Balanced Scorecard
method which includes setting strategic objectives, determining key performance indicators
(KPI). From the results of the study obtained 10 KPI, namely: the level of sales growth, the
level of customer growth, the level of customer satisfaction, the level of customer complaint
fulfillment, the level of production speed, the number of products produced by labor, the
percentage of defective products, the percentage of the level of effort to repair defective
products, the level of productivity employees, and employee job satisfaction
Keywords: Performance, Performance Indicator, Key Performance Indicator (KPI),
Balanced Scorecard, Creative Industry.

1. Pendahuluan
Industri kreatif telah banyak berkembang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, salah
satunya di daerah Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Godean merupakan salah satu
sentra industri kreatif kerajinan bambu yang berada di Kabupaten Sleman. Industri kreatif
kerajinan bambu pada dasarnya merupakan kategori industri manufaktur yang memproses
input menjadi output (produk/barang).
Salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi proses kemajuan dan kemunduran
suatu industri adalah faktor kinerja, artinya meningkatkan kinerja berarti meningkatkan
kesejahteraan dan mutu perusahaan. Masalah kinerja bukan hanya penting bagi perusahaan
menengah ke atas maupun perusahaan besar, tetapi juga penting bagi Usaha Kecil
Mengengah (UKM) seperti industri kreatif kerajinan bambu di wilayah Godean Sleman.
Kelancaran proses bisnis dan kemajuan usaha tidak terlepas dari peran kinerja itu sendiri.
Tanpa kinerja maka matilah proses bisnis tersebut.
Industri kreatif yang merupakan salah satu bentuk kegiatan bisnis yang berada pada suatu
wilayah/daerah yang memiliki peran sangat penting bagi berlangsungnya perekonomian
daerah, kesejahteran masyarakat. Untuk mengevaluasi kondisi suatu industri kreatif pada saat
ini, maka industri kreatif tersebut perlu untuk menentukan Key Performance Indicator (KPI)
secara baik dan benar karena ukuran kinerja ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
dan penambahan fasilitas produksi dan tenaga kerja yang akan mendukung aktivitas
perusahaan.
Oleh karena itu pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk mendesain Indikator kinerja
(Key Performance Indicators) industri kreatif kerajinan bambu di wilayah kecamatan
Godean, Sleman.

PeM-241
Yasrin Zabidi

2. Metodologi Penelitian
Langkah-langkah dalam penelitian ini terbagi atas empat fase, yaitu : fase penelitian
awal dan perumusan masalah, fase perancangan, fase analisis dan fase kesimpulan. Fase
penelitian awal dan perumusan masalah meliputi, profil industri kreatif kerajinan bambu di
wilayah kecamatan Godean Sleman, sistem evaluasi kinerja saat ini, perumusan masalah dan
penentuan tujuan penelitian. Fase desain meliputi proses perancangan KPI dengan metode
Balanced Scorecard yang meliputi penetapan arsitektur yang terdiri atas visi, misi, penetapan
tujuan strategik, penetapan idikator-indikator kinerja (key performance indicator). Fase
analisis meliputi analisis KPI dan analisis peta strategi. Fase kesimpulan meliputi kesimpulan
dari hasil penelitian serta saran-saran bagi industri kreatif kerajinan bambu di wilayah
kecamatan Godean Sleman dan kelanjutan penelitian ini. Adapun kerangka pemecahan
penelitian ini dapat dilihat dalam gambar 1. langkah-langkah penelitian.

Penelitian Awal
Gambaran umum/profil Fase Penelitian Awal
industri kreatif kerajinan Studi Pustaka dan Perumusan
bambu Godean Sleman
Masalah

Perumusan masalah dan tujuan penelitian

Desain KPI

Penetapan Tujuan
- Cause and Effect Relationship
- Bobot kriteria & tujuan strategik ( AHP)
Fase Perancangan

Penetapan ukuran performansi


- Indikator Kinerja (KPI)
- Formula KPI
- Bobot KPI (AHP)

Fase analisis
Analisis Sistem Evaluasi Kinerja
- Analisis Kriteria & Tujuan Strategik
- Analisis KPI
- Analisis Peta Strategi
-
-

Kesimpulan dan Saran Fase kesimpulan

Gambar 1. Langkah-langkah Penelitian

PeM-242
Key Performance Indicator (KPI) Design Of Bamboo Creative ….

3. Hasil dan Pembahasan


3.1. Kriteria Kinerja dan Bobot Kepentingan
Ada 4 kriteria kinerja yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Finansial
2. Konsumen
3. Proses Bisnis Internal
4. Belajar dan tumbuh

Tabel 1. Kriteria Kinerja dan Bobot Kepentingan

No Kriteria Bobot
1 Kriteria Finansial 0,395
2 Kriteria Konsumen 0,232
3 Kriteria Proses Bisnis Internal 0,232
4 Kriteria Belajar dan Tumbuh 0,140

3.2. Tujuan Stategis

Tabel 2. Tujuan-Tujuan Strategis

No Kriteria Tujuan-Tujuan Strategis


1 Finansial 1. Pertumbuhan penjualan yang
meningkat
2 Pelanggan 1. Pertumbuhan pelanggan yang tinggi
2. Kepuasan pelanggan yang tinggi
3 Proses Bisnis 1. Peningkatan produktivitas
Internal 2. Peningkatan kualitas produk
4 Belajar dan 1. Produktivitas karyawan yang
Pertumbuhan meningkat
2. Terciptanya iklim kerja yang baik

3.3. Bobot Kepentingan Tujuan Strategis

Tabel 3. Bobot Derajat Kepentingan Tujuan-Tujuan Strategis

No Tujuan Strategis Bobot


1 Pertumbuhan penjualan yang mengingkat 0,395
2 Pertumbuhan pelanggan yang tinggi 0,116
3 Kepuasan pelanggan yang tinggi 0116
4 Peningkatan produktivitas 0,116
5 Peningkatan kualitas produk 0,116
6 Produktivitas karyawan yang meningkat 0,070
7 Terciptanya iklim kerja yang baik 0,070

PeM-243
Yasrin Zabidi

3.4. Key Performance Indicator (KPI)

Tabel 4. Key Performance Indicator (KPI)

Kriteria Key Performance Indicators


KRITERIA FINANSIAL a. Tingkat pertumbuhan penjualan

KRITERIA PELANGGAN a. Tingkat pertumbuhan pelanggan


b. Tingkat kepuasan pelanggan
c. Tingkat pemenuhan keluhan pelanggan
KRITERIA PROSES BISNIS a. Tingkat kecepatan produksi
INTERNAL b. Jumlah produk yang dihasilkan
pertenaga kerja
c. Prosentase produk cacat
d. Prosentase tingkat usaha memperbaiki
produk cacat
KRITERIA BELAJAR DAN a. Tingkat produktivitas karyawan
PERTUMBUHAN b. Tingkat kepuasan kerja

3.5. Bobot Kepentingan Key Performance Indicator (KPI)

Tabel 5. Bobot Kepentingan Key Performance Indicator (KPI)

No Indikator Kinerja Bobot


1 Tingkat pertumbuhan penjualan 0,395
2 Tingkat pertumbuhan pelanggan 0,116
3 Tingkat kepuasan pelanggan 0,077
4 Tingkat pemenuhan keluhan 0,039
pelanggan
5 Tingkat kecepatan produksi 0,058
6 Jumlah produk yang dihasilkan 0,058
pertenaga kerja
7 Prosentase produk cacat 0,058
8 Prosentase tingkat usaha memperbaiki 0,058
produk cacat
9 Tingkat produktivitas karyawan 0,070
10 Tingkat kepuasan kerja 0,070

3.6. Formula Key Performance Indicator (KPI)

1. Tingkat pertumbuhan penjualan

tingkat penjualan t   tingkat penjualan t -1 


x 100%
tingkat penjulan t -1 ................................................................1

PeM-244
Key Performance Indicator (KPI) Design Of Bamboo Creative ….

2. Tingkat pertumbuhan pelanggan

jml pelanggan thn t  jml pelanggan thn t 1


X 100%
jml pelanggan thn t 1 .............................................................2

3. Tingkat kepuasan pelanggan dengan survey kepuasan pelanggan

4. Tingkat pemenuhan keluhan pelanggan

Jumlah keluhan te rlayani


X 100%
Total jumlah keluhan ......................................................................................3

5. Tingkat kecepatan produksi

Jumlah produk yang dihasilkan


Jam kerja terpakai .................................................................................4

6. Jumlah produk yang dihasilkan pertenaga kerja

Jumlah produk yang dihasilkan


Jumlah ten aga kerja ................................................................................5

7. Prosentase produk cacat

Jumlah produk cacat


x 100%
Jumlah produk yang dihasilkan ................................................................6

8. Prosentase tingkat usaha memperbaiki produk cacat

Jumlah produk cacat yang diperbaiki


x 100%
Jumlah produk cacat yang ada ..............................................................7

9. Tingkat produktivitas karyawan

Pendapatan perusahaan (penjualan )


Total jumlah karyawan ......................................................................................8

10. Tingkat kepuasan kerja dengan survey Kepuasan kerja karyawan

4. Kesimpulan
1. Kriteria yang digunakan untuk pengukuran kinerja ada empat, yaitu: kriteria finansial,
pelanggan, proses bisnis internal, belajar dan tumbuh.
2. Tujuan-tujuan strategis yang terbentuk ada 7, yaitu: pertumbuhan penjualan yang
meningkat, pertumbuhan pelanggan yang tinggi, kepuasan pelanggan yang tinggi,
peningkatan produktivitas, peningktan kualitas produk, produktivitas karyawan yang
meningkat dan terciptanya iklim kerja yang baik

PeM-245
Yasrin Zabidi

3. KPI yang terbentuk ada 10 KPI, yaitu: tingkat pertumbuhan penjualan, tingkat
pertumbuhan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan, tingkat pemenuhan keluhan
pelanggan, tingkat kecepatan produksi, jumlah produk yang dihasilkan pertenaga kerja,
persentase produk cacat, persentase tingkat usaha memperbaiki produk cacat, tingkat
produktivitas karyawan, dan tingkat kepuasan kerja

Ucapan Terimakasih
Peneliti mengucapkan terimakasih kepada STTA melalui P3M yang telah mendukung
penelitian ini.

Daftar Pustaka
[1] Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). Using the balanced scorecard as a strategic
management system.
[2] Mauidzoh, U., & Zabidi, Y. (2007). Perancangan Sistem Penilaian dan Seleksi
Supplier Menggunakan Multi Kriteria. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 5(3), 113-122.
[3] Mauidzoh, U. (2018, November). Performance Measurement of Customer
Relationship Management Using Scorecard CRM (Case Study of UKM in Bayat
Klaten District). In Conference SENATIK STT Adisutjipto Yogyakarta (Vol. 4, pp.
287-294).
[4] Nurdin, R., Zabidi, Y., & Adisutjipto, S. T. T. (2005). Pengukuran Dan Analisis
Produktivitas Lini Produksi PT. XYZ Dengan Menggunakan Metode Objective
Matrix. Dalam Jurnal Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknologi Adisujipto (STTA).
Yogyakarta.
[5] Saaty, T. L., & Vargas, L. G. (2012). Models, methods, concepts & applications of the
analytic hierarchy process (Vol. 175). Springer Science & Business Media.
[6] Saaty, T. L. (2013). Analytic hierarchy process. In Encyclopedia of operations
research and management science (pp. 52-64). Springer, Boston, MA.
[7] Simons, R., Russ-Eft, D., Preskill, H., Tejada, R. A., Delgado Negrini, S., Montero
Corrales, M., ... & Román, I. (2000). Performance measurement and control systems
for implementing strategy (No. D10 276). IICA, Tegucigalpa (Honduras) Instituto
Nacional Agrario, Tegucigalpa (Honduras) Federación de Organizaciones Privadas de
Desarrollo de Honduras, Tegucigalpa (Honduras) Secretaria de Recursos Naturales,
Tegucigalpa (Honduras).
[8] Zabidi, Y. (2015). Pengukuran dan Analisis Kinerja Industri Kreatif Gerabah
Kasongan Bantul Guna Meningkatkan Daya Saing dan Kekuatan Daerah. Jurnal
Angkasa, 7(1).
[9] Zabidi, Y., & Suhardiwamo, S. (2016). Perancangan Sistem Standarisasi Desa Wisata
Kabupaten Bantul dengan Model Sistem Pengukuran Kinerja Balanced Scorecard
Guna Penguatan Industri Pariwisata Daerah. Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang
Teknologi, 8(2), 1-8.
[10] Zabidi, Y. (2007). Perancangan Sistem Penilaian Kinerja di STT Adisutjipto sebagai
Pendukung Sistem Penjaminan Mutu. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 5(3), 144-152.
Zabidi, Y. (2018, November). Design Of Batik Crafts Industrial Performance
Measurement Model In Wukirsari Region, Bantul. In Conference SENATIK STT
Adisutjipto Yogyakarta (Vol. 4, pp. 277-286).

PeM-246

Anda mungkin juga menyukai