BAB II
KERANGKAH TEORI
A. Persepsi
1. Pengertian Persepsi
Persepsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan
“tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu proses seseorang
mengetahui melalui panca inderanya.8 Persepsi diartikan sebagai suatu
proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan
indera-indera yang dimiliki sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu
yang ada dilingkungannya.9
Menurut Bimo Walgito persepsi adalah suatu proses yang didahului
oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya
stimulus oleh individu melalui alat inderanya atau juga disebut proses
sensoris. Namun proses itu tidak berhenti sampai di situ saja, melainkan
stimulus itu diteruskan dan selanjutnya merupakan proses persepsi10
Sedangkan menurut Sarlito W. Sarwono dalam Rohmaul Listyana
dan Yudi Hartono berpendapat persepsi secara umum merupakan proses
perolehan, penafsiran, pemilihan dan pengaturan informasi indrawi.
Persepsi berlangsung pada saat seseorang menerima stimulus dari dunia
luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk ke
8
Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 2003), 863.
9
Indra Tanra, “Persepsi Masyarakat Tentang Perempuan Bercadar”, Jurnal Equilibrium
Pendidikan Sosiologi, Vol. III No. 1/Mei 2015, 118.
10
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 2004), 87.
12
dalam otak. Persepsi merupakan proses pencarian informasi untuk
dipahami yang menggunakan alat pengindraan.11
Persepsi mengandung suatu proses dalam diri untuk mengetahui
dan mengevaluasi sejauh mana kita mengetahui orang lain. Pada proses ini
kepekaan dalam diri seseorang terhadap lingkungan sekitar mulai terlihat.
Cara pandang akan menentukan kesan yang dihasilkan dari proses
persepsi. Proses interaksi tidak dapat dilepaskan dari cara pandang atau
persepsi satu individu terhadap individu yang lain, sehingga memunculkan
apa yang dinamakan persepsi masyarakat. Persepsi masyarakat akan
menghasilkan suatu penilaian terhadap sikap, perilaku dan tindakan
seseorang di dalam kehidupan bermasyarakat.12
Dengan demikian persepsi adalah suatu proses pengolahan
informasi yang diterima oleh panca indera dari lingkungan dan diteruskan
ke otak untuk diseleksi sehingga menimbulkan penafsiran yang berupa
penilaian dari penginderaan atau pengalaman sebelumnya.
2. Bentuk-Bentuk Persepsi
Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh
oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa bentuk:
a. Persepsi melalui Indera Penglihatan
Alat indera merupakan alat utama dalam individu mengadakan
persepsi. Seseorang dapat melihat dengan matanya tetapi mata
bukanlah satu-satunya bagian hingga individu dapat
mempersepsi apa yang dilihatnya, mata hanyalah merupakan
salah satu alat atau bagian yang menerima stimulus, dan
11
Rohmaul Listyana dan Yudi Hartono, “Persepsi dan Sikap Masyarakat Terhadap Penanggalan
Jawa dalam Penentuan Waktu Pernikahan (Studi Kasus Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten
Magetan Tahun 2013)”, Jurnal Agastya, Vol. 5, No 1/Januari 2015, 121.
12
Ibid, 121-122.
13
stimulus ini dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga akhirnya
individu dapat menyadari apa yang dilihat.
b. Persepsi melalui Indera Pendengaran
Orang dapat mendengar sesuatu dengan alat
pendengaran, yaitu telinga. Telinga merupakan salah
satu alat untuk dapat mengetahui sesuatu yang ada di
sekitarnya. Seperti halnya dengan penglihatan, dalam
pendengaran individu dapat mendengar apa yang
mengenai reseptor sebagai suatu respon terhadap
stimulus tersebut. Kalau individu dapat menyadari apa
yang didengar, maka dalam hal ini individu dapat
mempersepsi apa yang didengar, dan terjadilah suatu
pengamatan atau persepsi.
c. Persepsi melalui Indera Pencium
Orang dapat mencium bau sesuatu melalui alat indera
pencium yaitu hidung. Sel-sel penerima atau reseptor
bau terletak dalam hidung sebelah dalam. Stimulusnya
berwujud benda-benda yang bersifat khemis atau gas
yang dapat menguap, dan mengenai alat-alat penerima
yang ada dalam hidung, kemudian diteruskan oleh
syaraf sensoris ke otak, dan sebagian respon dari
stimulus tersebut orang dapat menyadari apa yang
diciumnya yaitu bau yang diciumnya.
14
d. Persepsi melalui Indera Pengecap
Indera pengecap terdapat di lidah. Stimulusnya
merupakan benda cair. Zat cair itu mengenai ujung sel
penerima yang terdapat pada lidah, yang kemudian
dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga
akhirnya orang dapat menyadari atau mempersepsi
tentang apa yang dikecap itu.
e. Persepsi melalui Indera Peraba (kulit)
Indera ini dapat merasakan rasa sakit, rabaan, tekanan
dan temperatur. Tetapi tidak semua bagian kulit dapat
menerima rasa-rasa ini. Pada bagian-bagian tertentu
saja yang dapat untuk menerima stimulus-stimulus
tertentu. Rasa-rasa tersebut di atas merupakan rasa-rasa
kulit yang primer, sedangkan di samping itu masih
terdapat variasi yang bermacam-macam. Dalam teknan
atau rabaan, stimulusnya langsung mengenai bagian
kulit bagian rabaan atau tekanan. Stimulus ini akan
menimbulkan kesadaran akan lunak, keras, halus,
kasar.13
Bentuk persepsi pada intinya merupakan persepsi yang tidak
hanya dilakukan oleh penglihatan saja, namun dengan alat indera secara
lengkap agar menghasilkan suatu data yang maksimal dan sesuai dengan
13
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 2004), 90.
15
kenyataan
Yang ada di lapangan. Dimana stimulus itu bersifat kuat maka hasil yang
didapat agar lebih spesifik.
Menurut Irwanto, sebagaimana dikutip oleh Eliska Pratiwi dkk,
setelah individu melakukan interaksi dengan obyek-obyek yang
dipersepsikan maka hasil persepsi dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Persepsi positif yaitu persepsi yang menggambarkan
segala pengetahuan (tahu tidaknya atau kenal tidaknya)
dan tanggapan yang diteruskan dengan upaya
pemanfaatannya. Hal itu akan di teruskan dengan
keaktifan atau menerima dan mendukung obyek yang
dipersepsikan.
b. Persepsi negatif yaitu persepsi yang menggambarkan
segala pengetahuan (tahu tidaknya atau kenal tidaknya)
dan tanggapan yang tidak selaras dengan obyek yang di
persepsi. Hal itu akan di teruskan dengan kepasifan
atau menolak dan menentang terhadap obyek yang
dipersepsikan.14
Demikian dapat dikatakan bahwa persepsi itu baik yang
positif maupun yang negatif akan selalu mempengaruhi diri
seseorang dalam melakukan sesuatu tindakan. Dan munculnya
14
Eliska Pratiwi, I Nyoman Sujana dan Iyus Akhmad Haris, “Persepsi dan Partisipasi
Masyarakat Terhadap Penerapan Program Kerja BUMDES Dwi Amertha Sari di Desa
Jinengdalem”, Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, Vol. 11 No.1/ 2019, 286
16
suatu persepsi positif ataupun persepsi negatif semua itu
bergantung pada bagaimana cara individu menggambarkan segala
pengetahuannya tentang suatu obyek yang dipersepsikan.
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi
Menurut Pareek (1996) dalam Rahmat Dahlan faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi adalah faktor internal individu
seseorang dan faktor eksternal atau objek persepsi. Faktor-faktor
internal yang mempengaruhi persepsi sebagai beriku
17
a. Latar belakang. Latar belakang yang mempengaruhi hal-hal
yang dipilih dalam persepsi. Contohnya orang yang
pendidikannya lebih tinggi atau pengetahuan ilmu agamanya
luas yang memiliki cara tertentu untuk menyeleksi sebuah
informasi.
b. Pengalaman. hal yang sama dengan latar belakang ialah faktor
pengalaman, pengalaman mempersiapkan seseorang untuk
mencari orang-orang, hal-hal, dan gejala-gejala yang mungkin
serupa dengan pengalaman pribadinya.
c. Kepribadian. Dimana pola kepribadian yang dimiliki oleh
individu akan menghasilkan persepsi yang berbeda.
Sehubungan dengan itu maka proses terbentuknya persepsi
dipengaruhi oleh diri seseorang persepsi antara satu orang
dengan yang lain itu berbeda atau juga antara satu kelompok
dengan kelompok lain.
d. Sistem nilai. Sistem nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat
juga berpengaruh pula terhadap persepsi
e. Penerimaan diri. Penerimaan diri merupakan sifat penting yang
memepengaruhi persepsi.15
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara eksternal atau
datang dari luar objek persepsi adalah:
a. Intensitas. Umumnya, rangsangan yang lebih intensif,
mendapatkan lebih banyak tanggapan daripada rangsangan
yang kurang intens.
b. Ukuran. Benda-benda yang lebih besar umumnya lebih
menarik perhatian.
15
Rahmat Dahlan, “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Nazhir Terhadap WakafUang”,
Jurnal Zakat dan Wakaf, Vol.4 No. 1/Juni 2017, 10.
18
c. Kontras. Secara umum hal-hal yang biasa dilihat akan cepat
menarik perhatian.
d. Gerakan. Benda yang bergerak lebih menarik perhatian dari hal
yang diam.
e. Ulangan. Biasanya hal yang terulang-ulang dapat menarik
perhatian.
f. Keakraban. Suatu yang akrab atau dikenal lebih menarik
perhatian.
g. Sesuatu yag baru. Faktor ini kedengerannya bertentangan
dengan keakraban, namun unsur ini juga berpengaruh pada
seseorang dalam menyeleksi informasi.16
16
Rahmat Dahlan, “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Nazhir Terhadap Wakaf
Uang”, Jurnal Zakat dan Wakaf, Vol.4 No. 1/Juni 2017, 10.
Ibid., 11.
19
Persepsi bisa salah, bisa benar, bisa sempit, bisa luas dan
ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terkait dengan
proses terjadinya persepsi itu sendiri.
Menurut Sarlito W. Sarwono Rohmaul Listyana & Yudi
Hartono faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu:
a. Perhatian, biasanya tidak menagkap seluruh rangsang
yang ada disekitar kita sekaligus, tetapi memfokuskan
perhatian pada satu atau dua objek saja. Perbedaan
fokus perhatian antara satu dengan orang lain akan
menyebabkan perbedaan persepsi.
b. Kesiapan mental seseorang terhadap rangsangan yang
akan timbul.
c. Kebutuhan merupakan kebutuhan sesaat maupun
menetap pada diri individu akan mempengaruhi
persepsi orang tersebut. Kebutuhan yang berbeda akn
menyebabkan persepsi bagi tiap individu.
d. Sistem nilai, yaitu sistem nilai yang berlaku dalam
suatu masyarakat juga berpengaruh pula terhadap
persepsi.
e. Tipe kepribadian, yaitu dimana pola kepribadian yang
dimiliki oleh individu akan menghasilkan persepsi yang
berbeda. Sehubungan dengan itu maka proses
terbentuknya persepsi dipengaruhi oleh diri seseorang
20
persepsi antara satu orang dengan yang lain itu berbeda
atau juga antara satu kelompok dengan kelompok lain.17
Menurut Robbin dalam Rohmaul Listyana & Yudi
Hartono mengemukakan bahwa beberapa faktor utama yang
memberi pengaruh terhadap pembentukan persepsi sosial
seseorang dan faktor-faktor itu adalah faktor penerima (The
Perceiver), situasi (The Situation), dan objek sasaran (The
Taget).
4. Aspek-Aspek Persepsi
Pada hakekatnya sikap merupakan suatu interelasi dari
berbagai komponen, dimana komponen-komponen tersebut
menurut Baron dan Byrne, juga Myers (dalam Gerungan, 1996)
menyatakan bahwa sikap itu mengandung tiga komponen yang
terbentuk struktur sikap, yaitu:
a. Komponen kognitif (komponen perseptual), yaitu komponen
yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan,
yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana orang
mempersepsi terhadap objek sikap.
b. Komponen afektif (komponen emosional), yaitu komponen
yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang
terhadap objek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif,
17
Ibid., 11.
21
sedangkan rasa tidak senang merupakan hal yang negatif.
c. Komponen konatif (komponen perilaku, atau action
component), yaitu komponen yang berhubungan dengan
kecenderungan bertindak terhadap objek sikap. Komponen ini
menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan besar
kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang
terhadap objek sikap.
A. Khalayak
1. Pengertian Khalayak
Khalayak atau publik adalah sejumlah orang yang memiliki minat
sama terhadap suatu kegemaran atau hobi tertentu tanpa harus mempunyai
pendapat yang sama, dan menghendaki pemecahan masalah tanpa adanya
pengalaman untuk itu. Publik internal adalah publik yang ada dalam
perusahaan. Sementara khalayak ada yang publik eksternal adalah publik
yang berkepentingan dan berada di luar perusahaan dan juga khalayak
publik Internal.18
2. Ciri-Ciri Khalayak
1. Kelompok yang bukan merupakan satu kesatuan (tidak teratur).
2. Interaksi tidak langsung (melalui media).
3. Tidak saling kenal (anonim) dan heterogen.
18
[Link]
22
4. Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah.
5. Belum tentu memiliki opini yang sama.
6. Berusaha untuk mengatasi masalah di mana mereka memiliki kepentingan.
7. Kecenderungan berpikir secara rasional karena adanya diskusi sosial.
3. Khalayak dan Media
Dalam kaitannya sebagai penerima pesan yang disiarkan oleh
media massa maupun individual, distribusi informasi dan perubahan
perilaku pada penerima pesan memiliki urutan sebagai berikut :
1. Seleksi
2. Interpretasi (penerjemahan pesan/pemaknaan)
3. Masuk memori (teringat)
4. Proses berpikir
5. Perilaku/tindakan (evaluasi: senang/tidak senang) atau kecenderungan
bertindak terhadap informasi yang mereka terima.19
4. Persamaan Khalayak dan Publik
Publik merupakan khalayak atau masyarakat secara luas. Publik
suatu organisasi adalah orang yang berada di luar organisasi karena orang
tersebut merupakan orang yang berada di luar organisasi yang menjadi
target dari organisasi.20
5. Karakter Khalayak
19
[Link]
20
[Link]
%20khalayak%20atau%20masyarakat,yang%20menjadi%20target%20dari%20organisasi.
23
Khalayak mempunyai ciri-ciri menurut (McQuail, 1987:33) sebagai
berikut :
1. Kelompok yang bukan merupakan satu kesatuan (tidak teratur).
2. Interaksi tidak langsung (melalui media).
3. Tidak saling kenal (anonim) dan heterogen.
4. Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah.
5. Belum tentu memiliki opini yang sama.21
B. Hadrah
1. Pengertian Hadrah
Hadrah sudah sangat populer dikalangan majelis taklim yang
dipimpin oleh beberapa kyai, gus dan habib yang kemudian menyebar
ke kalangan masyarakat. Hadrah dari segi bahasa diambil dari kata
“hadhoro-yuhdhiru-hadhron-hadhrotan” yang berarti kehadiran.
Tapi dari pengertian istilahnya adalah sebuah alat musik sejenis
rebana yang digunakan untuk acara-acara keagamaan seperti acara
Maulid Nabi SAW. Hadrah juga tidak hanya sebatas untuk acara
Maulid Nabi saja, tetapi digunakan juga untuk ngarak (mengiringi)
orang sunatan ataupun orang kawinan.22
21
[Link]
22
[Link]
dalamnya-berisi-shalawat
24
Hadrah adalah kesenian lokal yang keberadaan-Nya penting
untuk dipertahankan sampai saat ini. Kesenian adalah penjelmaan dari
rasa keindahan untuk kesejahteraan hidup, rasa itu disusun dari
dinyatakan oleh fikiran sehingga ia menjadi bentuk yang dapat
disalurkan dan dimiliki. Kesenian juga berfungsi untuk menciptakan
bentuk-bentuk kesenangan. Perpaduan antara kesenian dan nilai-nilai
Islam mewujudkan sebuah kombinasi, sehingga berpengaruh terhadap
fungsi dan peran kesenian tersebut.23 Hadrah adalah kesenian Islam
yang didalamnya berisi sholawat Nabi Muhammad SAW untuk
mensyiarkan ajaran agama Islam, dalam kesenian ini tidak ada alat
musik lainnya selain alat musik yang ada diatas kecuali rebana.
Muclis Wagiman, seorang prakrisi senior kesenian hadrah
mengatakan, tahar adalah salah satu jenis alat musik, sedangkan
hadrah adalah jenis kesenian yang menggunakan tahar. Kesenian ini
sangat kental bernuansa Islam dan diprediksi muncul pertama kali dari
Timur Tengah yang kemudian menyebar ke berbagai daerah seiring
dengan penyebaran dan perkembangan Islam.24
Kesenian hadrah tidak lepas dengan lirik sholawat. Umumnya
sholawat itu ialah do’a kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad
SAW, beserta keluarga, dan para sahabatnya. Jenis musik tradisional
ini biasanya diekspresikan dalam bentuk dan gaya bermacam-macam.
23
https//[Link]/hadhoro-yuhdhiru-hadhron-hadhrotan/2010/29/[Link]
24
[Link]
25
Salain itu, acara-acara rutin yang sering menjadi tradisi di
pesantren, seperti peringatan hari lahir pesantren,
akhirusannahwalimatul ursy serta penyambutan tamu ataupun untuk
acara rutin para remaja di desa tertentu. Kesemuanya ini tidak pernah
beranjak dari hadrah, kasidah atau rebana yang semata-mata sekedar
untuk menjadi pelengkap acara-acara tersebu
Meskipun enak didengar di telinga, kesenian dari pesantren ini
dimaksudkan bukan untuk menjadi sekedar tontonan semata, karena
kesenian ini adalah bagian dari syiar dan bukan sekedar hiburan
semata.
Dari sebagian lapisan masyarakat bahkan ada yang
mengatakan kesenian hadrah ini bisa menyembuhkan penyakit stroke
dan memperlancar peredaran darah. Hal ini cukup beralasan kerana
dalam memainkan alat musik tradisi ini, para pemain memainkannya
dengan cara memukul dengan tangan kosong.
Hal inilah yang berdampak dalam memperlancar peredaran
darah. Selain bernilai sejarah, ternyata kesenian ini juga dapat
berdampak positif lain. Tradisi ini adalah harta yang sangat berharga
yang sangat perlu untuk dilestarikan.
Kesenian hadrah berfungsi untuk mententramkan fikiran dan
beban kemanusiaan serta dapat memperbaiki tabiat manusia. Selain
itu, sebagai alat manifestasi atau penyemangat dalam meningkatkan
moralitas dan spiritualitas terhadap masyarakat khususnya para
26
remaja. Disamping itu, hadrah juga dapat berfungsi sebagai sarana
atau alat untuk berzikir, sebagai manifestasi dan wujud syukur kepada
Allah SWT atas nikmat yang telah ia berikan kepada hamba-hamba-
Nya.25
2. Sejarah Hadrah
Secara historis, masyarakat Madinah pada abad ke-6 telah
menggunakan hadrah sebagai musik pengiring dalam acara
penyambutan atas kedatangan Nabi Muhammad SAW yang hijrah
dari Makkah ke Madinah.
Masyarakat Madinah kala itu menyambut kedatangan
beliau dengan syair Thaala’al Badru yang diiringi dengan hadrah,
sebagai ungkapan ungkapan bahagia atas kehadiran seorang Rasul
yang diturunkan dibumi pada saat itu. Kemudian Hadrah
digunakan sebagai sarana dakwah para penyebar dakwah.
Dengan melantunkan syair-syair indah yang diiringi alat
musik perkusi, pesan-pesan agama islam mampu dikemas dan
disajikan lewat sentuhan seni artistik musik Islami yang khas.
Sebenarnya Hadrah bukan suatu hal yang baru dalam masyarakat.
hadrah sudah ada sejak zaman dahulu. Awalnya, hadrah berasal
dari arab dan negara-negara timur tengah.
25
[Link]
27
Di Indonesia, sekitar abad 13 Hijriyah seorang ulama besar
dari negeri Yaman yang bernama Habib Ali bin Muhammad bin
Husain al-Habsyi (1259-1333/1839-1913M), datang ketanah air
dalam misi berdakwah menyebarkan agama Islam. Disamping itu,
beliau juga membawa sebuah kesenian Arab berupa pembacaan
shalawat yang diiringi rebana ala Habsyi atau yang dikenal saat ini
adalah hadrah, dengan cara mendirikan majelis shalawat dan
pujian-pujian kepada Rasulullah sebagai sarana mahabbah
(kecintaan) kepada Rasulullah SAW.26
Selang beberapa waktu majlis itupun menyebar ke seluruh
penjuru daerah, terutama Banjarmasin, daerah Kalimantan,
Sumatera dan terutama Jawa. Beliau, Habib Ali bin Muhammad
bin Husain Al-Habsyi juga sempat mengarang sebuah buku yang
berjudul “Simthu Al-Durar” atau sering disebut dengan kitab
maulid simtutduror yang didalamnya memuat tentang berbagai
kisah perjalanan hidup dari sebelum lahir sampai wafatnya baginda
Rasulullah SAW. Di dalamnya juga berisi bacaan shalawat-
shalawat dan madaih (pujian-pujian) kepada Rasulullah. Bahkan
sering kali dalam memperingati acara maulid Nabi Muhammad
SAW, kitab itulah yang sering dibaca dan diiringi dengan alat
musik hadrah. Sehingga sampai sekarang kesenian ini pun sudah
melekat pada masyarakat, khususnya para pecinta shalawat dan
26
Mudjahidin, Keindahan Karya Seni di Tinjau dari Beberapa Sudut Pandang Baik Al-
Qur‟an dan Hadis, (Jakarta: [Link], 1985), h. 3.
28
sebagai sebuah eksistensi seni Budaya Islam yang harus selalu
dijaga dan dikembangkan.24
3. Alat Musik Hadrah
Adapun jenis alat yang digunakan dalam musik hadrah
diantaranya adalah jenis pukulam (tabuhan) hadrah, ada yang
disebut master satu, master dua, giring, dan bass. Pukulan master
satu dan dua merupakan yang paling penting, sebab ini ibaratnya
sebagai jantung permainan hadrah,dan pukulan ini termasuk yang
paling sulit. Pukulan master dapat berjalan walaupun tidak ada
pukulan giring. Seperti namanya, pukulan giring berfungsi untuk
menggiring pukulan master.
C. Kajian Tentang YouTube
1. Definisi YouTube
YouTube adalah aplikasi baru atau new media yang digunakan
untuk melihat unggahan video yang disebar oleh orang lain. YouTube
merupakan sebuah situs web yang digunakan untuk berbagi video. Para
pengguna dapat mengunggah, menonton, berbagi video secara gratis.
konten video yang terdapat alam YouTube biasanya seperti video klip,
film, tv, serta video buatan para pengguna YouTube itu sendiri.27
YouTube adalah contoh dari acara atau tayangan audio visual
yang merupakan new media. Konten yang ada pada YouTube bisa diakses
kapan saja dan dimana saja, serta memungkinkan sesama penggunanya
27
[Link] Diakses Pada Hari
Senin, 02 Oktober 2021, Pukul 14: 30 Wib
29
untuk dapat berinteraksi. Materi audio visual meleburkan diri dalam
digitalisasi dan materi tersebut hanya dapat diakses melalui jalur yang
dinamakan internet.28
2. Sejarah Perkembangan Youtube dan Sebagai Media Dakwah
YouTube diciptakan oleh tiga orang mantan pegawai perusahaan
Paypal, yaitu : Chad Hurley, Chen dan Karim Alumnus. Diaktifkan
februari 2005. Perkantoran ini berpusat di san Bruno, California,
perusahaan ini mengumumkan bahwa lebih dari 65.000 video diunggah
setiap hari dan situs ini menerima 100 juta kunjungn video perhari.29
Aplikasi YouTube dapat digunakan dimanapun dan kapanpun
dan oleh siapapun dengan menggunakan basis internet. Seiring
perkembangan zaman yang semakin baru YouTube dapat menjadi inovasi
baru karena YouTube disediakan untuk melakukan pencarian informasi
video dan setiap orang dapat menontonnya secara langsung.
Perkembangan media YouTube sangat pesat pada tahun 2006,
pada tahun itu media YouTube telah berhasil menjadi media terpopuler.
Sehingga dapat memberikan beraneka ragam manfaat.
28
Wahyu Ilaihi, Lukman Hakim, Yusuf Amrozi, Tias Satrio Adhitama, Strategi
Komunikasi Dakwah New Media Youtube, (Surabaya: Iain Sunan Ampel Press, 2013) h. 37.
29
Aria Indhi, Artikel : Youtube Sebagai Media Penyiar Di Zamn Modern, Tersedia Di
Https://[Link]/Amp/S/[Link]/Amp/Ariaindhi/Fenomena-Youtube-
Sebagaimedia-Penyiaran-Di-Zaman-Modern_597000eded967e0aed056e12 (1 Desember 2019).
30
Berawal hanya mengupload atau mengunggah video sederhana
sekarang dapat di gunakan untuk live streaming, dan berkembang sebagai
media untuk berdakwah dan masih banyak lagi manfaatnya.30
YouTube pada tahun 2006 menyebutkan bahwa menjadi situs
online video provider paling dominan di Amerika Serikat, bahkan dunia
dengan menguasai 43% pasar. Diperkirakan 20 jam durasi video di upload
ke YouTube setiap menitnya dengan 6 miliar views perhari.
YouTube kini telah menjadi berbagai macam kebutuhan dari
penggunanya, fitur-fitur yang ditawarkan dengan kemajuan teknologi
youtube saat ini sangat membantu dari bebagai aspek kebutuhan yang
dibutuhkan oleh sang pengguna.
Memiliki lebih dari satu miliar pengguna hampir sepertiga dari
pengguna internet dan setiap hari orang menonton ratusan juta video yang
ada di YouTube dan menghasilkan miliaran kali penayangan. YouTube
secara keseluruhan, telah menjangkau lebih banyak pemirsa (viewers)
yang mulai berusia 10-17, masuk ke usia 18-24 dan 18-49 tahun dari pada
jaringan kabel manapun di dunia. Bahkan sekarang YouTube tidak hanya
digunakan oleh orang-orang dewasa saja tetapi anak-anak berusia dini pun
sudah pandai menggunakannya.
YouTube sekarang juga digunakan oleh para tokoh da’i untuk
menyebarkan pesan dakwah video berupa nasihat agama. YouTube berisi
konten video yang di klasifikasikan sebagai media audio-visual yang
30
Fatty Faiqah, Muh. Nadjib, Dan Andi Subhan Amir, Youtube Sebagai Sarana
Komunikasi Bagi Komunitas MakassarVidgram, Dalam Jurnal Komunikasi Kareba, Vol. 5 No.2
(2016). h. 24.
31
berupa gambar sekaligus suara. Sehingga informasi dakwah menjadi lebih
efektif, efisien dan juga mudah diterima oleh semua jenis khalayak.31
3. Karakteristik YouTube
Beberapa karakteristik dari YouTube yang membuat banyak dari
sebagian pengguna nyaman menggunakannya:
a) Tidak ada batasan untuk durasi dalam mengunggah video. Hal ini
yang menjadi pembeda antara aplikasi YouTube dengan beberapa
aplikasi lain, yang mempunyai batasan durasi waktu maxsimal dan
minimal. Semisal seperti aplikasi instagram, snapchat, snackvideo,
tiktok dan sebagainya.
b) System pengamanan yang mulai akurat. YouTube membatasi
pengamanan-Nya dengan tidak mengizinkan video sembarang
beredar. YouTube tidak membiarkan video yang mengandung unsur
sara, porno, illegal, bullying, dan akan memberikan pertanyaan
konfirmasi terlebih dahulu sebelum menggunggah video.
c) Berbayar. Saat ini seperti yang sedang menjadi viral dimana-mana,
YouTube memberikan penawaran bagi siapapun yang mengunggah
videonya ke YouTube, dan telah mendapatkan minimal 1000
Subscribers, dan 4000 jam tayang publik, maka akan diberikan
penghargaan seperti honorarium atau gaji rutin perbulannya.
d) System offline. YouTube mempunyai fitur baru bagi para pengguna
untuk menonton videonya yaitu system offline. System ini
31
Wahyu Ilahi, Komunikasi Dakwah (Bandung: Pt Rosdakarya, 2013), Cet Ke-2, h. 122.
32
memudahkan para pengguna untuk menonton video offline yang sudah
di download terlebih dahulu pada saat pengguna online.
e) Tersedia editor sederhana. Pada menu awal mengunggah video,
pengguna akan ditawarkan untuk mengedit videonya terlebih dahulu.
Menu yang ditawarkan adalah memotong/cut, memfilter warna, atau
menambah efek perpindahan video.32
YouTube lebih menarik dan juga tidak membosankan
dibandingkan dengan menonton televisi yang monoton dan berdurasi
sekian menit, sehingga pengguna bebas menikmati tontonan tanpa
terbatasi dengan beragam konten yang disuguhkan.
4. Fungsi YouTube
Terdapat beberapa fungsi YouTube, yaitu:
a) Mencari video di YouTube, setiap pengguna dapat mencari video
sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Dengan melakukan
pencarian sesuai dengan kata kunci, dan judul maka berbagai tema
konten video yang berkaitan akan langsung bermunculan.
b) Memutar atau menonton video.
c) Mengupload video.
d) Mendownload video.
Terdapat juga beberapa istilah dalam YouTube yaitu:
a) Subscribe
32
Fatty Faiqah, Muh. Nadjib, dan Andi Subhan Amir, Youtube Sebagai Sarana
Komunikasi Bagi Komunitas Makassar vidgram, dalam Jurnal Komunikasi KAREBA, h. 260.
33
Subscribe dalah istilah layanan menu gratis dengan memasukan
email pengguna untuk memudahkan pengunjung agar mengetahui post
terbaru dari yang sudah di subscribe. Subscribe berarti berlangganan,
dimana pengguna yang sudah menekan tombol berlangganan pada
YouTube orang yang kita inginkan, akan diberikan informasi apabila
terdapat perihal kabar terbaru dari tautan atau akun yang telah dipilih
untuk dilanggani.
b) Live Streaming
Istilah ini biasanya digunakan untuk menyiarkan secara
langsung video yang direkam melalui sebuah kamera video yang
dapat dilihat oleh siapapun dan dimanapun dalam waktu bersamaan.
Sehingga penggunanya biasa menyiarkan langsung tanpa melalui
proses upload video atau harus di download terlebih dahulu.
c) Buffering
Merupakan istilah yang memiliki makna penyanggah atau
keterlambatan. Dengan kata lain buffering berarti adalah jeda waktu
yang terjadi saat pengguna memutar video yang ada di YouTube.33
d) Mengupload video
Akun yang terdaftar dalam YouTube, mereka dapat menggugah
videonya kedalam akunya. Dengan syarat telah terdaftar, semakin
banyak videonya maka semakin mempengaruhi laman-Nya waktu saat
mengunggah video tersebut.
33
Arie Prastyo. Artikel: Perbedaan dan Pengertian Anatara Sreaming dan Buffering,
[Link] diakses pada hari kamis, 10 Oktober 2021, pukul 15: 03 WIB
34
e) Mendownload video
Video yang ada didalam YouTube dapat juga di download
penonton, dan gratis. Ada banyak cara, salah satunya dengan
mendowload langsung pada bagian video yang bisa dan diizinkan
untuk di download atau juga dengan cara meng-copy alamat URL
yang ada dalam video tersebut lalu dipastekan kedalam situs seperti
[Link]. Banyak cara penggunanya dapat mendownload
video, cara lebih lanjut dengan mencarinya di google.
5. Kategori YouTube
YouTube memiliki banyak sekali video, mulai dari video
tingkah laku pribadi penggunanya sampai dengan video-video yang jarang
kita lihat ditelevisi. Secara umum, kategori dalam YouTube adalah sebagai
berikut:
a) Autos & vechiles (otomotif dan kendaraan)
b) Comedy (komedi)
c) Prank (bercanda)
d) Entertainment (hiburan)
e) Education (pendidikan)
f) Film & animation (film dan animasi)
g) Gadgets & game (peralatan dan permainan)
h) Music (musik)
i) News & politics (berita dan politik)
j) People & blog (orang dan blog)
35
k) Pets & animals (binatang dan binatang peliharaan)
l) Sports (olahraga)
m) Travel & places (perjalanan dan tempat)
Berbagai macam kategori yang telah disebutkan pengguna biasa
saja memilih sesuai dengan kehendaknya tanpa memikirkan video apa
yang ingin dilihat dalam kategori. Hal ini dikarenakan YouTube
menyediakan kolom mesin pencarian yang berguna untuk mencari video
yang sedang ingin ditonton oleh penggunanya. Jika video tidak ditemukan,
maka YouTube biasanya menyarankan video yang hampir mendekati kata
pencarian yang sedang ditelusuri.
D. Kajian tentang Dakwah
1. Definisi Dakwah
Dakwah berasal dari kata ( ) دعا – يدعو– دعوةyang berarti
memanggil, mengundang, minta tolong kepada, berdoa, memohon,
mengajak kepada sesuatu, mengubah dengan perkataan, perbuatan dan
amal.34 Selain itu juga, juga bermakna menuntun dan menghasung.
Sementara dalam bentuk perintah atau fi’il amr yaitu ud’u yang berarti
ajaklah atau serulah. Pembahsan berikut ini akan menelusuri keempat kata
tersebut dalam Al-Qur‟an untuk pengembangan wawasan.
a. Kata da‟a
Perkataan da’a adalah fi‟il madhi, yaitu kata kerja masa
[Link] ini disebutkan dalam Al-Qur‟an pada sepuluh surat dan 11
34
Abdul Basit, Filsafat Dakwah (Depok: Rajawali Pers, 2013), h. 43.
36
ayat. Kata da’a memiliki beberapa makna yaitu memohon, meminta,
berdoa dan memanggil. Sementara dalam Tafsir Almishbah kata da’a
diartikan dengan empat makna yaitu memohon, berdoa, menyeru dan
panggilan.
b. Kata yad‟u
Kata yad’u merupakan fi’il muzhari yaitu perbutan sedang atau
akan dilaksanakan. Kata tersebut dalam bentuk tunggal (mufrad),
sementara dalam bentuk jamak adalah yad‟uwna dankata ini disebut
dalam Al-Qur‟an sebanyak 21 ayat pada 20 surah. Dalam Al-Mishbah
kata yad’uwna mempunyai banyak arti.
c. Kata dakwah
Kata dakwah merupakan isim masdar (invinitive). Kata tersebut
dalam Al-Qur‟an disebutkan sebanyak lima kali yang bermakna
panggilan.
d. Kata ud‟u
Kata dakwah dalam perintah atau fi’il amr dikenal dengan kata
ud’[Link] Al-Qur‟an kata tersebut terdapat pada 8 surah dan 12 ayat.35
Muhammad Abu Al-Futuh dalam kitabnya Al-Madkhalila‟Ilm ad-
Da‟wat, menurut beliau, dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan
ajaran Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikannya (thathbiq)
dalam realitas kehidupan.36
2. Unsur-Unsur dakwah
35
Abdullah, Ilmu Dakwah (Depok: Pt. Rajagrafindo Persada, 2018), Cet Ke-1, h .4.
36
Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, Psikologi Dakwah (Jakarta: Penamedia Group,
2015), Cet Ke-2, h. 7.
37
Terdapat unsur-unsur atau beberapa komponen dakwah antara lain:
a. Da’i adalah orang yang melakukan kegiatan dakwah, da’i
menyampaikan pesannya baik secara langsung maupun tidak
langsung, terdapat kriteria seorang da’i yaitu:
1) Secara umum, seorang da’i pada umumnya setiap muslim dan
muslimat yang mukalaf (dewasa), memiliki tekad yang kuat dalam
menebar pesan dakwah sesuai perintah.
2) Secara khusus, seorang da’i merupakan seorang yang memiliki
keahlian khusus (muhtakhasis) dalam bidang agama Islam, yang
disebut dengan ulama.
b. Mad’u merupakan penerima pesan dakwah atau dalam proses
komunikasi sebagai komunikan atau biasa disebut dengan audiens
yang beragama Islam. Muhamad Abduh membagi mad’u menjadi tiga
golongan antara lain sebagai berikut:
1) Golongan cerdik cendikiawan yang mencintai kebenaran berfikir
secara kritis dan dapat menangkap segala persoalan.
2) Golongan awam yaitu golongan orang yang belum berfikir secara
kritis dan mendalam, yang belum menangkap pengertian-
pengertian tinggi.
3) Golongan yang berbeda dari golongan diatas yakni orang orang
yang senang membahas sesuatu tetapi hanya dalam batas ketentuan
dan tidak sanggup mendalami benar.
38
c. Materi pesan dakwah yaitu isi dari pesan yang disampaikan oleh da‟i,
pesan dakwah secara umum dapat dikelompokan menjadi tiga antara
lain:
1) Pesan akidah, merupakan pesan dakwah yang meliputi keimanan,
baik iman kepada Allah SWT, keimanan kepada malaikat Nya,
iman kepada kitab Nya, iman kepada Rosul-Nya, iman kepada hari
ahir dan iman kepada qodo dan qodar.
2) Pesan syariah, dari pesan dakwah yang meliputi ibadah sehari-hari,
seperti hukum atau ajaran sunnah Rosul seperti hukum berwudhu,
tahahara, hukum puasa sholat dan sebagainya.
3) Pesan akhlaq yaitu pesan dakwah yang meliputi akhlaq kepada
Allah, sesama, tetangga, diri sendiri dan alam semesta.
d. Efek dakwah yaitu respon maupun feedback (umpan balik) yang
timbul dari aksi dakwah. Menurut Jalaludin Rahmat efek terbagi
menjadi tiga yaitu:
1) Efek kognitif, efek yang timbul ini berhubungan dengan perubahan
pengetahuan, keterampilan, kepercayaan atau informasi. Perubahan
ini meliputi apa yang diketahui, dipahami, dan dipersepsikan oleh
mad’u/komunikator.
2) Efek efektif, yaitu perubahan yang timbul pada apa yang dirasakan,
disenangi, diharapkan ataupun dibenci. Biasanya berkaitan erat
dengan perasaan, emosi, sikap serta nilai.
39
3) Efek behavioral, perubahan yang meliputi perilaku seseorang, pola
tindakan, kegiatan atau kebiasaan tindakan berperilaku.
e. Metode dakwah adalah sebuah cara yang digunakan da’i dalam
menyampaikan pesan dakwah agar pesan dakwah tersampaikan sesuai
tujuan. Terdapat tiga metode dakwah yakni:
1) Hikmah, yaitu berdakwah dengan memperhatikan sesuatu dan
kondisi mad’u. menitik beratkan sesuai kemampuan mad’u,
sehingga di dalam menjalankan ajaran agama Islam tidak merasa
terpaksa dan keberatan.
2) Mau’idzhah til hasanah, yakni memberikan suatu nasehat atau
menyampaikan ajaran Islam dengan kasih sayang, lemah lembut
sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh mad’u.
selain itu memberikan contoh teladan, perbuatan yang terpuji, sifat
yang mulia, akhlaq yang terpuji serta berpegang teguh pada ajaran
sesuai ajaran agama Islam.37
3) Mujadalah, berdakwah dengan cara bertukar fikiran, hujjah, adu
argumen tapi tidak memberikan tekanan dan tidak menjelekan yang
menjadi mitra dakwah.
Seorang da’i harus memahami tujuan-tujuan Islam yang
telah dijelaskan oleh syariat-syariat Islam. Satu diantara syariatnya
yakni meciptakan kemaslahatan umat dan menghindari segala
kemudharatan melalui jalur dakwah. Islam berjalan sesuai dengan
37
Said Al-Qahthani, Penerjemah Aidil Novia, Menjadi Da‟i Yang Sukses (Jakarta: Qisthi
Press, 2005), Cet Ke-1, h. 96.
40
akhlak yang mulia dan adat istiadat kebiasaan yang terpuji38. Karna
Al-Qur‟an mampu menyelesaikan permasalahan yang tidak mampu
ditangani oleh manusia. Al-Qur‟an meletakan beberapa dasar
umum yang memberi petunjuk kejalan kebenaran.39
3. Dasar Hukum Dakwah
Setiap muslim diwajibkan menyampaikan dakwah Islam kepada
seluruh umat manusia dimanapun mereka berada menurut kemampuannya.
Dasar hukum kewajiban dakwah tersebut banyak disebutkan dalam Al-
Qur‟an dengan menggunakan metode-metode dakwah, antara lain firman
Allah Surat (Qs. Ali Imron ayat 104) : “dan hendaklah ada di antara kamu
segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang
beruntung”.
Dasar hukum dakwah juga dijelaskan dalam Hadist riwayat
Bukhari yaitu : “Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka
hendaknya ia merubah dengan tangannya. Bila ia tak mampu, maka
dengan lisannya. Dan bila ia masih belum mampu, maka hendaklah
dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemahlemahnya iman”. (HR.
Bukhari) Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan
dakwah yang dilakukan oleh da’i (juru dakwah) memiliki dasar hukum
wajib namun dilaksanakanya dengan bertahap sesuai kemampuan masing-
masing dari pelaku dakwah yakni para da’i (Aziz, 2004: 256).
38
Wahyu Ilahi, Komunikasi Dakwah (Bandung: PT Rosdakarya, 2013), Cet Ke-1, h. 84.
39
Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah (Jakarta: Amzah, 2009), Cet Ke-1, h. 89.
41
E. Kajian tentang Media Dakwah
1. Definisi Media Dakwah
Dakwah akan lebih cepat berkembang, tepat sasaran dan diterima
dengan baik manakala media atau saluran yang dipilih sesuai dengan
keadaan mad’u. Perkembangan zaman yang semakin maju dan didukung
berbagai teknologi memicu berbagai macam sebab dalam masyarakat,
masyarakat mengalami ketergantungan, terlebih pada teknologi modern
dan media komunikasi.
Media komunikasi seperti radio, televisi, komputer, internet, koran,
majalah dan sebagainya telah menjadi konsumsi pokok masyarakat
modern dan dijadikan media tersebut sebagai alat dan tempat untuk
memenuhi berbagai kebutuhan mereka yang semakin kompleks. Budaya
dan perilaku-perilaku sosial masyarakat juga terus mengalami pergeseran
dan perubahan positif maupun negatif, tergantung bagaimana masyarakat
menerima dan memahami terpaan media komunikasi yang ada. Fenomena
ini, tentunya menjadi sebuah pemikiran dan perhatian serius bagi
keberlangsungan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat yang terus
berubah. Memanfaatkan media komunikasi sebagai alat perantara dakwah
kepada mad’u sebagai sebuah keniscayaan yang harus dilakukan dan
dikelola secara baik agar aktivitas dakwah terus berjalan sesuai dengan
kebutuhan mitra dakwah.
Media dakwah berarti bentuknya adalah alat komunikasi. Akan
tetapi ada sarana lain selain alat komunikasi tersebut, seperti tempat
42
infrastruktur, mesin, tempat duduk, alat tulis, alat perkantoran, dan
sebagainya. Sarana-sarana itu dapat dikelompokan sebagai logistik
dakwah, logistik dakwah juga mencakup keuangan dakwah. Dengan
demikian, media dakwah juga jelas bedanya dengan logistik dakwah yaitu
sarana pendukung berupa finansial dan sarana fisik untuk pelaksanaan
dakwah. Sebagai ilustrasi perpaduan antara metode, media dan logistik
dakwah dapat dikemukakan sebuah contoh dakwah yang disampaikan
dengan metode ceramah, dengan media radio yang disiarkan langsung dari
studio dua RRI dan dengan biaya yang disediakan oleh sponsor
perusahaan tertentu.
2. Jenis-Jenis Media Dakwah dan Spesifikasinya
Istilah media sering kita dengar, namun demikian perlu juga disini
singgung hal-hal yang berkaitan dengan media. Secara etimologi media
berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “medius”. Perkataan media
merupakan jamak dari kata median, yang berarti alat perantara atau saluran
(channel). Dalam ilmu komunikasi, media dipahami sebagai alat atau
saran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator (da’i)
kepada komunikan (mad’u) atau khalayak.
Upaya membangun pencitraan Islam sebagai agama
rahmatanlil’alamin. Upaya memanfaatkan media massa sebagai alat
dakwah terus dilakukan dengan berbagai bentuk dan cara yang
ditampilkan. Media massa yang menjadi saluran dakwah adalah media
cetak (printed), media audio dan audio visual.
43
Adapun jenis dari media massa adalah sebagai berikut:
a. Media Cetak
Media cetak ialah semua jenis tulisan atau barang cetakan
disebut media cetak, media cetak dapat disebut sebagai media dakwah
apabila isi cetakan mengandung pesan amar ma‟ruf nahyi munkar atau
pesan-pesan Islam. Jenis media cetak antara lain surat, brosur, benner,
spanduk, surat kabar (koran), majalah dan buku.
b. Media Audio
Media audio adalah media yang dapat didengar. Pesan-pesan
dakwah hanya dapat didengar, tapi tidak dapat dilihat. Media audio ini
cukup efektif, terutama untuk kepentingan dakwah Islam. Jenis-jenis
yang tergolong dalam media audio antara lain, radio dan tape recoder.
c. Media Audio Visual
Media ini lebih banyak daya tariknya karena memiliki dua
dimensi, yaitu dapat didengar suaranya dan sekaligus dapat dapat dilihat
gambarnya. Media ini sering disebut sebagai media elektronik. Jenis
yang termasuk kedalam media ini antara lain televisi, film dan video
kaset.
d. Dakwah Melalui Media Internet
Di era teknologi informasi saat ini, peran new media dan sosial
media dalam dakwah sangat penting. Dakwah tidakhanya dilakukan
dimasjid, tetapi juga dilakukan di internet. Internet juga sudah sangat
akrab dengan masyahrakat khususnya masnyarakat perkotaan, karena
44
informasi sudah menjadi kebutuhan pokok yang dapat diakses melalui
handphone. Masyarakat yang sibuk dengan aktivitas kesehariannya
mereka tidak terlalu banyak waktu menonton televisi dan membaca
koran untuk mendapatkan informasi. Bahkan kebutuhan masyarakat
akan informasi internet dari bangun tidur hingga tidur lagi dengan
kemudahan itu, maka saat ini informasi bias didapatkan tanpa harus
terikat ruang dan waktu. Hal ini adalah kesempatan emas bagi da’i
untuk memanfaatkannya sebagai media dakwah. Selain berdakwah
lewat dunia nyata, da’i juga diperlukan dakwah lewat dunia maya
sebagai pendukung dakwah didunia nyata. Karena mengingat
berdakwah lewat dunia nyata sangat terikat oleh ruang dan waktu.
Banyak alat yang bisa dijadikan media dakwah. Secara lebih
luas, dapat dikatakan bahwa alat komunikasi apapun yang halal bisa
digunakan sebagai media dakwah. Alat tersebut dapat dikatakan
sebagai media dakwah bila ditunjukan untuk berdakwah. Semua alat
itu tergantung dari tujuannya. Ada beberapa pendapat tentang media
dakwah dan macam-macamnya, antara lain sebagai berikut :
a. Hasjmy menyebut media dakwah dan sarana dakwah atau alat
dakwah dan medan dakwah dan enam macam, yaitu: mimbar
(podium) dan khithabah (pidato/ceramah), qalam (pena) dan
kitabah (tulisan), masrah (pementasan) dan malhamah (drama);
seni suara dan seni bahasa, madrasah dan dayah (surau); serta
lingkungan kerja dan usaha.
45
b. Abdul Kadir Munsyi mencatat enam jenis media adalah: lisan,
tulisan atau gambaran, audio visual, perbuatan,dan organisasi.
c. Asmuni Syukir juga mengelompokan media dakwah menjadi enam
macam, yaitu: lembaga-lembaga pendidikan formal, lingkungan
keluarga, organisasi-organisasi Islam, hari-hari besar Islam, media
massa, dan seni budaya.
d. Barmawi Urmari tidak menegaskan definisi media dakwah. Ia
justru membahasakannya dengan alat dakwah, di samping
mengajukan istilah tempat dakwah. Baginya, alat dakwah
digolongkan dalam empat kelompok: lisan, lukisan, tulisan, dan
perbuatan. Dari keempat kelompok ini, teruraikan 52 alat dakwah.
e. Hamzah Ya‟qub menyebut lima macam media dan metode dakwah
yaitu lisan, tulisan, audio visual, dan akhlak. Ia menyamakan media
dan metode dakwah.
f. Mira Fauziyah (2006: 102-103) juga membagi media dakwah
menjadi dua macam: media dakwah eksternal (media cetak, media
auditif, media visual, dan media auditif visual) dan media dakwah
internal (surat, telepon, pertemuan, wawancara, dan kunjungan).
Dalam ilmu komunikasi, media dapat juga diklarifikasi menjadi
tiga macam yaitu:
a. Media terucap (the spoken word) yaitu alat yang bias mengeluarkan
bunyi seperti radio, telepon, dan sejenisnya.
46
b. Media tertulis (the printed writing) yaitu media berupa tulisan atau
cetakan seperti majalah, surat kabar, buku, pamphlet, lukisan,
gambar, dan sejenisnya.
c. Media dengar pandang (the audio visual) yaitu media yang berisi
gambar hidup yang bisa dilihat dan didengar yaitu film,video,
televisi, dan sejenisnya.40
Dari beberapa jenis media di atas, bahwasannya yotube
merupakan media dakwah yang sangat tepat digunakan untuk
menyampaikan materi dakwah karna YouTube sendiri sudah
mencakup audio dan visual.
3. Fungsi Media Dakwah
Adapun fungsi media dakwah yaitu:
a. Fungsi Menyebarkan Informasi
Fungsi ini adalah fungsi yang utama, kenyataan menunjukkan
bahwa masyarakata dalam merespon keberadaan media tidak lain
adalah karena kebutuhan mereka terhadap penyerapan informasi, yang
dalam hal ini dikaitkan dengan dakwah agar pesan dakwah dapat
disampaikan dan diterima oleh mad’u.
b. Fungsi Mendidik
Fungsi ini yaitu proses penyampaian pesan-pesan dakwah
adalah juga sebagai proses pendidikan, sebab materi dakwah yang
40
Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, ( Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), Cet Ke-5.H. 405
47
disampaikan banyak mengandung pengetahuan dan bimbingan yang
merupakan salah satu aspek dari mendidik.
c. Fungsi Menghibur
Dalam fungsi ini media dakwah dalam Islam memiliki prinsip
penyampaian pesan dakwah dengan cara menghibur, artinya muatan
pesan dakwah dapat berupa hal-hal yang menyenangkan hati para
objek dakwah.
d. Fungsi Mempengaruhi
Fungsi ini membuat posisi dan status media tidak dapat
dipandang remeh. Jika dikolerasi fungsi ini amatlah relevan dengan
esensi fungsi media dakwah, yaitu suatu media yang dapat dijadikan
alat merubah bahkan membentuk sikap mad’u dari yang tidak baik
menjadi baik, sesuai dengan tujuan dakwah yaitu mewujudkan
kebaikan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.
4. Bentuk-bentuk Media Dakwah
Pada dasarnya, komunikasi dakwah dapat menggunakan
berbagai media yang dapat merangsang indra-indra manusia serta
dapat menimbulkan perhatian untuk penerima dakwah. Berdasarkan
banyaknya, komunikan yang dijadikan sasaran diklasifikasikan
menjadi dua, yaitu “media massa” dan “media nirmassa”.41
a. Media massa
41
Hafied Cangara, Penagntar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), H.137
48
Media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikan
berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh. Media massa yang
banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari umumnya surat kabar,
radio, televisi, dan film bioskop yang beroperasi dalam bidang
informasi dakwah.
Keuntungan dakwah dengan menggunakan media massa adalah
bahwa media massa menimbulkan keserempakkan, artinya suatu
pesan dapat diterima oleh komunikan yang jumlahnya relatif amat
banyak. Jadi, untuk menyebarkan informasi media massa sangat
efektif dalam ubah sikap, perilaku, pendapat komunikan dalam jumlah
yang banyak.
b. Komunikasi bermedia nirmassa
Media nirmassa biasanya digunakan dalam komunikasi untuk
orang-orang tertentu atau kelompok-kelompok tertentu, seperti surat,
telephone, sms, telegram, faks, papan pengumuman, poster, kaset
audio, CD, e-mail, dan lain-lain. Semua itu dikategorikan karena tidak
mengandung nilai keserempakan dan komunikasinya tidak bersifat
masal.
5. Pengaruh Media Dakwah
Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang
dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan
sesudahmenerima pesan dakwah42. Dalam konteks ini yang akan
42
Wahyu ilahi, Komunikasi Dakwah. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2010), h. 117.
49
dikemukakan adalah media sebagai sesuatu yang mempengaruhi
seseorang.43
Media dakwah dapat berguna secara efektif bila ia dapat
menyesuaikan diri dengan pendakwah, pesan dakwah, dan mitra dakwah.
Selain ketiga unsur utama ini, media dakwah juga perlu menyesuaikan diri
dengan unsur-unsur dakwah yang lain, seperti metode dakwah dan logistik
dakwah. Sebenarnya, semua media dakwah dapat menerima pesan dakwah
apapun. Akan tetapi, dipandang dari efektivitasnya, setiap pesan dakwah
memiliki karakteristik tersendiri, sehingga ia lebih tepat menggunakan
media teretentu. Seorang da’i juga perlu memperhatikan kondisi
lingkungan mad‟u ketika media dakwah digunakan.
Alat seperti LCD sangat tepat digunakan untuk berdakwah
dikelas dengan sasaran dakwah yang berpendidikan seperti mahasiswa,
pelajar ataupun tenaga pendidik. Untuk masyarakat awam, media televisi
adalah paling potensial, mereka ingin pesan dakwah yang di dapat secara
gratis dan mudah di tangkap, kebanyakan masyarakat awam juga masih
banyak yang menggunakan media televisi sebagai hiburan dan sumber
mencari informasi. Dilihat dari kemudahan mencerna pesan dakwah,
media audio visual lah yang paling efektif digunakan untuk berdakwah
pada zaman di era modern seperti saat ini.44
Media visual membutuhkan daya pikir yang lebih tajam
dibandingkan dengan media auditif dan audio visual. Untuk mengetahui
43
M. Jakfar Futeh dan Saefullah, Dakwah Tekstual dan Kontekstual: Peran dan
Fungsinya Dalam Pemberdayaan Umat, (Yogyakarta, 2006), h. 104.
44
Moh Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), h. 429.
50
sejauh mana pengaruh media terhadap seorang perlu diadakan penelitian
lebih lanjut baik secara sosiologis ataupun psikologis. Terdapat beberapa
gejala yang dapat dinilai sebagai hasil pengaruh suatu media terhadap
seseorang, seperti yang dikemukakan oleh TA Lathief Rousydiy yang
dikutip oleh M. Jakfar Futch sebagai berikut :
a. Telah merasa seperti yang dibicarakan
b. Dapat berpikir dengan cara dan seperti pemikiran pembicara
c. Dapat memahami atau mengerti dengan baik isi pesan atau ide yang
dikemukakan oleh pembicara
d. Dapat sepaham atau sependapat dan pendukung terhadap is pesan
yang disampaikan
e. Telah yakin akan kebenaran atau ide yang dikemukakan oleh
pembicara
f. Dapat bertindak dan mengamalkan isi pesan yang dimaksud
g. Telah bersedia berjuang dan berkorban untuk membela atau
memepertahankan kebenaran isi pesan yang diungkapkan oleh
pembicara.45
Oleh sebab itu untuk memilih media dakwah perlu
diperhitungkan setidaknya empat aspek, yaitu: efektivitas media, efisiensi
penggunaanya, kesesuaiannya dengan unsur-unsur dakwah dan
legalitasnya menurut etika Islam.
45
[Link] Futeh dan Saefullah, Dakwah Tekstual dan Kontekstual: Peran dan
Fungsinya Dalam Pemberdayaan Umat, h. 104.