0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan40 halaman

Proses dan Faktor Persepsi Manusia

Dokumen ini membahas tentang persepsi, termasuk pengertian, bentuk-bentuk, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan aspek-aspek persepsi. Persepsi adalah proses pengolahan informasi melalui panca indera yang menghasilkan penafsiran dan penilaian terhadap lingkungan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang khalayak, ciri-ciri, dan hubungan khalayak dengan media dalam konteks komunikasi.

Diunggah oleh

umihumaidah286
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan40 halaman

Proses dan Faktor Persepsi Manusia

Dokumen ini membahas tentang persepsi, termasuk pengertian, bentuk-bentuk, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan aspek-aspek persepsi. Persepsi adalah proses pengolahan informasi melalui panca indera yang menghasilkan penafsiran dan penilaian terhadap lingkungan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang khalayak, ciri-ciri, dan hubungan khalayak dengan media dalam konteks komunikasi.

Diunggah oleh

umihumaidah286
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KERANGKAH TEORI

A. Persepsi

1. Pengertian Persepsi

Persepsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan

“tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu proses seseorang

mengetahui melalui panca inderanya.8 Persepsi diartikan sebagai suatu

proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan

indera-indera yang dimiliki sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu

yang ada dilingkungannya.9

Menurut Bimo Walgito persepsi adalah suatu proses yang didahului

oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya

stimulus oleh individu melalui alat inderanya atau juga disebut proses

sensoris. Namun proses itu tidak berhenti sampai di situ saja, melainkan

stimulus itu diteruskan dan selanjutnya merupakan proses persepsi10

Sedangkan menurut Sarlito W. Sarwono dalam Rohmaul Listyana

dan Yudi Hartono berpendapat persepsi secara umum merupakan proses

perolehan, penafsiran, pemilihan dan pengaturan informasi indrawi.

Persepsi berlangsung pada saat seseorang menerima stimulus dari dunia

luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk ke

8
Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 2003), 863.
9
Indra Tanra, “Persepsi Masyarakat Tentang Perempuan Bercadar”, Jurnal Equilibrium
Pendidikan Sosiologi, Vol. III No. 1/Mei 2015, 118.
10
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 2004), 87.
12
dalam otak. Persepsi merupakan proses pencarian informasi untuk

dipahami yang menggunakan alat pengindraan.11

Persepsi mengandung suatu proses dalam diri untuk mengetahui

dan mengevaluasi sejauh mana kita mengetahui orang lain. Pada proses ini

kepekaan dalam diri seseorang terhadap lingkungan sekitar mulai terlihat.

Cara pandang akan menentukan kesan yang dihasilkan dari proses

persepsi. Proses interaksi tidak dapat dilepaskan dari cara pandang atau

persepsi satu individu terhadap individu yang lain, sehingga memunculkan

apa yang dinamakan persepsi masyarakat. Persepsi masyarakat akan

menghasilkan suatu penilaian terhadap sikap, perilaku dan tindakan

seseorang di dalam kehidupan bermasyarakat.12

Dengan demikian persepsi adalah suatu proses pengolahan

informasi yang diterima oleh panca indera dari lingkungan dan diteruskan

ke otak untuk diseleksi sehingga menimbulkan penafsiran yang berupa

penilaian dari penginderaan atau pengalaman sebelumnya.

2. Bentuk-Bentuk Persepsi

Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh

oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa bentuk:

a. Persepsi melalui Indera Penglihatan

Alat indera merupakan alat utama dalam individu mengadakan

persepsi. Seseorang dapat melihat dengan matanya tetapi mata

bukanlah satu-satunya bagian hingga individu dapat

mempersepsi apa yang dilihatnya, mata hanyalah merupakan

salah satu alat atau bagian yang menerima stimulus, dan

11
Rohmaul Listyana dan Yudi Hartono, “Persepsi dan Sikap Masyarakat Terhadap Penanggalan
Jawa dalam Penentuan Waktu Pernikahan (Studi Kasus Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten
Magetan Tahun 2013)”, Jurnal Agastya, Vol. 5, No 1/Januari 2015, 121.
12
Ibid, 121-122.
13

stimulus ini dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga akhirnya

individu dapat menyadari apa yang dilihat.

b. Persepsi melalui Indera Pendengaran

Orang dapat mendengar sesuatu dengan alat

pendengaran, yaitu telinga. Telinga merupakan salah

satu alat untuk dapat mengetahui sesuatu yang ada di

sekitarnya. Seperti halnya dengan penglihatan, dalam

pendengaran individu dapat mendengar apa yang

mengenai reseptor sebagai suatu respon terhadap

stimulus tersebut. Kalau individu dapat menyadari apa

yang didengar, maka dalam hal ini individu dapat

mempersepsi apa yang didengar, dan terjadilah suatu

pengamatan atau persepsi.

c. Persepsi melalui Indera Pencium

Orang dapat mencium bau sesuatu melalui alat indera

pencium yaitu hidung. Sel-sel penerima atau reseptor

bau terletak dalam hidung sebelah dalam. Stimulusnya

berwujud benda-benda yang bersifat khemis atau gas

yang dapat menguap, dan mengenai alat-alat penerima

yang ada dalam hidung, kemudian diteruskan oleh

syaraf sensoris ke otak, dan sebagian respon dari

stimulus tersebut orang dapat menyadari apa yang

diciumnya yaitu bau yang diciumnya.


14

d. Persepsi melalui Indera Pengecap

Indera pengecap terdapat di lidah. Stimulusnya

merupakan benda cair. Zat cair itu mengenai ujung sel

penerima yang terdapat pada lidah, yang kemudian

dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga

akhirnya orang dapat menyadari atau mempersepsi

tentang apa yang dikecap itu.

e. Persepsi melalui Indera Peraba (kulit)

Indera ini dapat merasakan rasa sakit, rabaan, tekanan

dan temperatur. Tetapi tidak semua bagian kulit dapat

menerima rasa-rasa ini. Pada bagian-bagian tertentu

saja yang dapat untuk menerima stimulus-stimulus

tertentu. Rasa-rasa tersebut di atas merupakan rasa-rasa

kulit yang primer, sedangkan di samping itu masih

terdapat variasi yang bermacam-macam. Dalam teknan

atau rabaan, stimulusnya langsung mengenai bagian

kulit bagian rabaan atau tekanan. Stimulus ini akan

menimbulkan kesadaran akan lunak, keras, halus,

kasar.13

Bentuk persepsi pada intinya merupakan persepsi yang tidak

hanya dilakukan oleh penglihatan saja, namun dengan alat indera secara

lengkap agar menghasilkan suatu data yang maksimal dan sesuai dengan

13
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 2004), 90.
15

kenyataan

Yang ada di lapangan. Dimana stimulus itu bersifat kuat maka hasil yang

didapat agar lebih spesifik.

Menurut Irwanto, sebagaimana dikutip oleh Eliska Pratiwi dkk,

setelah individu melakukan interaksi dengan obyek-obyek yang

dipersepsikan maka hasil persepsi dapat dibagi menjadi dua yaitu:

a. Persepsi positif yaitu persepsi yang menggambarkan

segala pengetahuan (tahu tidaknya atau kenal tidaknya)

dan tanggapan yang diteruskan dengan upaya

pemanfaatannya. Hal itu akan di teruskan dengan

keaktifan atau menerima dan mendukung obyek yang

dipersepsikan.

b. Persepsi negatif yaitu persepsi yang menggambarkan

segala pengetahuan (tahu tidaknya atau kenal tidaknya)

dan tanggapan yang tidak selaras dengan obyek yang di

persepsi. Hal itu akan di teruskan dengan kepasifan

atau menolak dan menentang terhadap obyek yang

dipersepsikan.14

Demikian dapat dikatakan bahwa persepsi itu baik yang

positif maupun yang negatif akan selalu mempengaruhi diri

seseorang dalam melakukan sesuatu tindakan. Dan munculnya

14
Eliska Pratiwi, I Nyoman Sujana dan Iyus Akhmad Haris, “Persepsi dan Partisipasi
Masyarakat Terhadap Penerapan Program Kerja BUMDES Dwi Amertha Sari di Desa
Jinengdalem”, Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, Vol. 11 No.1/ 2019, 286
16

suatu persepsi positif ataupun persepsi negatif semua itu

bergantung pada bagaimana cara individu menggambarkan segala

pengetahuannya tentang suatu obyek yang dipersepsikan.

3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Menurut Pareek (1996) dalam Rahmat Dahlan faktor-faktor

yang mempengaruhi persepsi adalah faktor internal individu

seseorang dan faktor eksternal atau objek persepsi. Faktor-faktor

internal yang mempengaruhi persepsi sebagai beriku


17

a. Latar belakang. Latar belakang yang mempengaruhi hal-hal

yang dipilih dalam persepsi. Contohnya orang yang

pendidikannya lebih tinggi atau pengetahuan ilmu agamanya

luas yang memiliki cara tertentu untuk menyeleksi sebuah

informasi.

b. Pengalaman. hal yang sama dengan latar belakang ialah faktor

pengalaman, pengalaman mempersiapkan seseorang untuk

mencari orang-orang, hal-hal, dan gejala-gejala yang mungkin

serupa dengan pengalaman pribadinya.

c. Kepribadian. Dimana pola kepribadian yang dimiliki oleh

individu akan menghasilkan persepsi yang berbeda.

Sehubungan dengan itu maka proses terbentuknya persepsi

dipengaruhi oleh diri seseorang persepsi antara satu orang

dengan yang lain itu berbeda atau juga antara satu kelompok

dengan kelompok lain.

d. Sistem nilai. Sistem nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat

juga berpengaruh pula terhadap persepsi

e. Penerimaan diri. Penerimaan diri merupakan sifat penting yang

memepengaruhi persepsi.15

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara eksternal atau

datang dari luar objek persepsi adalah:

a. Intensitas. Umumnya, rangsangan yang lebih intensif,

mendapatkan lebih banyak tanggapan daripada rangsangan

yang kurang intens.

b. Ukuran. Benda-benda yang lebih besar umumnya lebih

menarik perhatian.

15
Rahmat Dahlan, “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Nazhir Terhadap WakafUang”,
Jurnal Zakat dan Wakaf, Vol.4 No. 1/Juni 2017, 10.
18
c. Kontras. Secara umum hal-hal yang biasa dilihat akan cepat

menarik perhatian.

d. Gerakan. Benda yang bergerak lebih menarik perhatian dari hal

yang diam.

e. Ulangan. Biasanya hal yang terulang-ulang dapat menarik

perhatian.

f. Keakraban. Suatu yang akrab atau dikenal lebih menarik

perhatian.

g. Sesuatu yag baru. Faktor ini kedengerannya bertentangan

dengan keakraban, namun unsur ini juga berpengaruh pada

seseorang dalam menyeleksi informasi.16

16
Rahmat Dahlan, “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Nazhir Terhadap Wakaf

Uang”, Jurnal Zakat dan Wakaf, Vol.4 No. 1/Juni 2017, 10.

Ibid., 11.
19

Persepsi bisa salah, bisa benar, bisa sempit, bisa luas dan

ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terkait dengan

proses terjadinya persepsi itu sendiri.

Menurut Sarlito W. Sarwono Rohmaul Listyana & Yudi

Hartono faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu:

a. Perhatian, biasanya tidak menagkap seluruh rangsang

yang ada disekitar kita sekaligus, tetapi memfokuskan

perhatian pada satu atau dua objek saja. Perbedaan

fokus perhatian antara satu dengan orang lain akan

menyebabkan perbedaan persepsi.

b. Kesiapan mental seseorang terhadap rangsangan yang

akan timbul.

c. Kebutuhan merupakan kebutuhan sesaat maupun

menetap pada diri individu akan mempengaruhi

persepsi orang tersebut. Kebutuhan yang berbeda akn

menyebabkan persepsi bagi tiap individu.

d. Sistem nilai, yaitu sistem nilai yang berlaku dalam

suatu masyarakat juga berpengaruh pula terhadap

persepsi.

e. Tipe kepribadian, yaitu dimana pola kepribadian yang

dimiliki oleh individu akan menghasilkan persepsi yang

berbeda. Sehubungan dengan itu maka proses

terbentuknya persepsi dipengaruhi oleh diri seseorang


20

persepsi antara satu orang dengan yang lain itu berbeda

atau juga antara satu kelompok dengan kelompok lain.17

Menurut Robbin dalam Rohmaul Listyana & Yudi

Hartono mengemukakan bahwa beberapa faktor utama yang

memberi pengaruh terhadap pembentukan persepsi sosial

seseorang dan faktor-faktor itu adalah faktor penerima (The

Perceiver), situasi (The Situation), dan objek sasaran (The

Taget).

4. Aspek-Aspek Persepsi

Pada hakekatnya sikap merupakan suatu interelasi dari

berbagai komponen, dimana komponen-komponen tersebut

menurut Baron dan Byrne, juga Myers (dalam Gerungan, 1996)

menyatakan bahwa sikap itu mengandung tiga komponen yang

terbentuk struktur sikap, yaitu:

a. Komponen kognitif (komponen perseptual), yaitu komponen

yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan,

yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana orang

mempersepsi terhadap objek sikap.

b. Komponen afektif (komponen emosional), yaitu komponen

yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang

terhadap objek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif,

17
Ibid., 11.
21

sedangkan rasa tidak senang merupakan hal yang negatif.

c. Komponen konatif (komponen perilaku, atau action

component), yaitu komponen yang berhubungan dengan

kecenderungan bertindak terhadap objek sikap. Komponen ini

menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan besar

kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang

terhadap objek sikap.

A. Khalayak

1. Pengertian Khalayak

Khalayak atau publik adalah sejumlah orang yang memiliki minat

sama terhadap suatu kegemaran atau hobi tertentu tanpa harus mempunyai

pendapat yang sama, dan menghendaki pemecahan masalah tanpa adanya

pengalaman untuk itu. Publik internal adalah publik yang ada dalam

perusahaan. Sementara khalayak ada yang publik eksternal adalah publik

yang berkepentingan dan berada di luar perusahaan dan juga khalayak

publik Internal.18

2. Ciri-Ciri Khalayak

1. Kelompok yang bukan merupakan satu kesatuan (tidak teratur).

2. Interaksi tidak langsung (melalui media).

3. Tidak saling kenal (anonim) dan heterogen.

18
[Link]
22

4. Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah.

5. Belum tentu memiliki opini yang sama.

6. Berusaha untuk mengatasi masalah di mana mereka memiliki kepentingan.

7. Kecenderungan berpikir secara rasional karena adanya diskusi sosial.

3. Khalayak dan Media

Dalam kaitannya sebagai penerima pesan yang disiarkan oleh

media massa maupun individual, distribusi informasi dan perubahan

perilaku pada penerima pesan memiliki urutan sebagai berikut :

1. Seleksi

2. Interpretasi (penerjemahan pesan/pemaknaan)

3. Masuk memori (teringat)

4. Proses berpikir

5. Perilaku/tindakan (evaluasi: senang/tidak senang) atau kecenderungan

bertindak terhadap informasi yang mereka terima.19

4. Persamaan Khalayak dan Publik

Publik merupakan khalayak atau masyarakat secara luas. Publik

suatu organisasi adalah orang yang berada di luar organisasi karena orang

tersebut merupakan orang yang berada di luar organisasi yang menjadi

target dari organisasi.20

5. Karakter Khalayak

19
[Link]
20
[Link]
%20khalayak%20atau%20masyarakat,yang%20menjadi%20target%20dari%20organisasi.
23

Khalayak mempunyai ciri-ciri menurut (McQuail, 1987:33) sebagai

berikut :

1. Kelompok yang bukan merupakan satu kesatuan (tidak teratur).

2. Interaksi tidak langsung (melalui media).

3. Tidak saling kenal (anonim) dan heterogen.

4. Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah.

5. Belum tentu memiliki opini yang sama.21

B. Hadrah

1. Pengertian Hadrah

Hadrah sudah sangat populer dikalangan majelis taklim yang

dipimpin oleh beberapa kyai, gus dan habib yang kemudian menyebar

ke kalangan masyarakat. Hadrah dari segi bahasa diambil dari kata

“hadhoro-yuhdhiru-hadhron-hadhrotan” yang berarti kehadiran.

Tapi dari pengertian istilahnya adalah sebuah alat musik sejenis

rebana yang digunakan untuk acara-acara keagamaan seperti acara

Maulid Nabi SAW. Hadrah juga tidak hanya sebatas untuk acara

Maulid Nabi saja, tetapi digunakan juga untuk ngarak (mengiringi)

orang sunatan ataupun orang kawinan.22

21
[Link]
22
[Link]
dalamnya-berisi-shalawat
24

Hadrah adalah kesenian lokal yang keberadaan-Nya penting

untuk dipertahankan sampai saat ini. Kesenian adalah penjelmaan dari

rasa keindahan untuk kesejahteraan hidup, rasa itu disusun dari

dinyatakan oleh fikiran sehingga ia menjadi bentuk yang dapat

disalurkan dan dimiliki. Kesenian juga berfungsi untuk menciptakan

bentuk-bentuk kesenangan. Perpaduan antara kesenian dan nilai-nilai

Islam mewujudkan sebuah kombinasi, sehingga berpengaruh terhadap

fungsi dan peran kesenian tersebut.23 Hadrah adalah kesenian Islam

yang didalamnya berisi sholawat Nabi Muhammad SAW untuk

mensyiarkan ajaran agama Islam, dalam kesenian ini tidak ada alat

musik lainnya selain alat musik yang ada diatas kecuali rebana.

Muclis Wagiman, seorang prakrisi senior kesenian hadrah

mengatakan, tahar adalah salah satu jenis alat musik, sedangkan

hadrah adalah jenis kesenian yang menggunakan tahar. Kesenian ini

sangat kental bernuansa Islam dan diprediksi muncul pertama kali dari

Timur Tengah yang kemudian menyebar ke berbagai daerah seiring

dengan penyebaran dan perkembangan Islam.24

Kesenian hadrah tidak lepas dengan lirik sholawat. Umumnya

sholawat itu ialah do’a kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad

SAW, beserta keluarga, dan para sahabatnya. Jenis musik tradisional

ini biasanya diekspresikan dalam bentuk dan gaya bermacam-macam.

23
https//[Link]/hadhoro-yuhdhiru-hadhron-hadhrotan/2010/29/[Link]
24
[Link]
25

Salain itu, acara-acara rutin yang sering menjadi tradisi di

pesantren, seperti peringatan hari lahir pesantren,

akhirusannahwalimatul ursy serta penyambutan tamu ataupun untuk

acara rutin para remaja di desa tertentu. Kesemuanya ini tidak pernah

beranjak dari hadrah, kasidah atau rebana yang semata-mata sekedar

untuk menjadi pelengkap acara-acara tersebu

Meskipun enak didengar di telinga, kesenian dari pesantren ini

dimaksudkan bukan untuk menjadi sekedar tontonan semata, karena

kesenian ini adalah bagian dari syiar dan bukan sekedar hiburan

semata.

Dari sebagian lapisan masyarakat bahkan ada yang

mengatakan kesenian hadrah ini bisa menyembuhkan penyakit stroke

dan memperlancar peredaran darah. Hal ini cukup beralasan kerana

dalam memainkan alat musik tradisi ini, para pemain memainkannya

dengan cara memukul dengan tangan kosong.

Hal inilah yang berdampak dalam memperlancar peredaran

darah. Selain bernilai sejarah, ternyata kesenian ini juga dapat

berdampak positif lain. Tradisi ini adalah harta yang sangat berharga

yang sangat perlu untuk dilestarikan.

Kesenian hadrah berfungsi untuk mententramkan fikiran dan

beban kemanusiaan serta dapat memperbaiki tabiat manusia. Selain

itu, sebagai alat manifestasi atau penyemangat dalam meningkatkan

moralitas dan spiritualitas terhadap masyarakat khususnya para


26

remaja. Disamping itu, hadrah juga dapat berfungsi sebagai sarana

atau alat untuk berzikir, sebagai manifestasi dan wujud syukur kepada

Allah SWT atas nikmat yang telah ia berikan kepada hamba-hamba-

Nya.25

2. Sejarah Hadrah

Secara historis, masyarakat Madinah pada abad ke-6 telah

menggunakan hadrah sebagai musik pengiring dalam acara

penyambutan atas kedatangan Nabi Muhammad SAW yang hijrah

dari Makkah ke Madinah.

Masyarakat Madinah kala itu menyambut kedatangan

beliau dengan syair Thaala’al Badru yang diiringi dengan hadrah,

sebagai ungkapan ungkapan bahagia atas kehadiran seorang Rasul

yang diturunkan dibumi pada saat itu. Kemudian Hadrah

digunakan sebagai sarana dakwah para penyebar dakwah.

Dengan melantunkan syair-syair indah yang diiringi alat

musik perkusi, pesan-pesan agama islam mampu dikemas dan

disajikan lewat sentuhan seni artistik musik Islami yang khas.

Sebenarnya Hadrah bukan suatu hal yang baru dalam masyarakat.

hadrah sudah ada sejak zaman dahulu. Awalnya, hadrah berasal

dari arab dan negara-negara timur tengah.

25
[Link]
27

Di Indonesia, sekitar abad 13 Hijriyah seorang ulama besar

dari negeri Yaman yang bernama Habib Ali bin Muhammad bin

Husain al-Habsyi (1259-1333/1839-1913M), datang ketanah air

dalam misi berdakwah menyebarkan agama Islam. Disamping itu,

beliau juga membawa sebuah kesenian Arab berupa pembacaan

shalawat yang diiringi rebana ala Habsyi atau yang dikenal saat ini

adalah hadrah, dengan cara mendirikan majelis shalawat dan

pujian-pujian kepada Rasulullah sebagai sarana mahabbah

(kecintaan) kepada Rasulullah SAW.26

Selang beberapa waktu majlis itupun menyebar ke seluruh

penjuru daerah, terutama Banjarmasin, daerah Kalimantan,

Sumatera dan terutama Jawa. Beliau, Habib Ali bin Muhammad

bin Husain Al-Habsyi juga sempat mengarang sebuah buku yang

berjudul “Simthu Al-Durar” atau sering disebut dengan kitab

maulid simtutduror yang didalamnya memuat tentang berbagai

kisah perjalanan hidup dari sebelum lahir sampai wafatnya baginda

Rasulullah SAW. Di dalamnya juga berisi bacaan shalawat-

shalawat dan madaih (pujian-pujian) kepada Rasulullah. Bahkan

sering kali dalam memperingati acara maulid Nabi Muhammad

SAW, kitab itulah yang sering dibaca dan diiringi dengan alat

musik hadrah. Sehingga sampai sekarang kesenian ini pun sudah

melekat pada masyarakat, khususnya para pecinta shalawat dan

26
Mudjahidin, Keindahan Karya Seni di Tinjau dari Beberapa Sudut Pandang Baik Al-
Qur‟an dan Hadis, (Jakarta: [Link], 1985), h. 3.
28

sebagai sebuah eksistensi seni Budaya Islam yang harus selalu

dijaga dan dikembangkan.24

3. Alat Musik Hadrah

Adapun jenis alat yang digunakan dalam musik hadrah

diantaranya adalah jenis pukulam (tabuhan) hadrah, ada yang

disebut master satu, master dua, giring, dan bass. Pukulan master

satu dan dua merupakan yang paling penting, sebab ini ibaratnya

sebagai jantung permainan hadrah,dan pukulan ini termasuk yang

paling sulit. Pukulan master dapat berjalan walaupun tidak ada

pukulan giring. Seperti namanya, pukulan giring berfungsi untuk

menggiring pukulan master.

C. Kajian Tentang YouTube

1. Definisi YouTube

YouTube adalah aplikasi baru atau new media yang digunakan

untuk melihat unggahan video yang disebar oleh orang lain. YouTube

merupakan sebuah situs web yang digunakan untuk berbagi video. Para

pengguna dapat mengunggah, menonton, berbagi video secara gratis.

konten video yang terdapat alam YouTube biasanya seperti video klip,

film, tv, serta video buatan para pengguna YouTube itu sendiri.27

YouTube adalah contoh dari acara atau tayangan audio visual

yang merupakan new media. Konten yang ada pada YouTube bisa diakses

kapan saja dan dimana saja, serta memungkinkan sesama penggunanya

27
[Link] Diakses Pada Hari
Senin, 02 Oktober 2021, Pukul 14: 30 Wib
29

untuk dapat berinteraksi. Materi audio visual meleburkan diri dalam

digitalisasi dan materi tersebut hanya dapat diakses melalui jalur yang

dinamakan internet.28

2. Sejarah Perkembangan Youtube dan Sebagai Media Dakwah

YouTube diciptakan oleh tiga orang mantan pegawai perusahaan

Paypal, yaitu : Chad Hurley, Chen dan Karim Alumnus. Diaktifkan

februari 2005. Perkantoran ini berpusat di san Bruno, California,

perusahaan ini mengumumkan bahwa lebih dari 65.000 video diunggah

setiap hari dan situs ini menerima 100 juta kunjungn video perhari.29

Aplikasi YouTube dapat digunakan dimanapun dan kapanpun

dan oleh siapapun dengan menggunakan basis internet. Seiring

perkembangan zaman yang semakin baru YouTube dapat menjadi inovasi

baru karena YouTube disediakan untuk melakukan pencarian informasi

video dan setiap orang dapat menontonnya secara langsung.

Perkembangan media YouTube sangat pesat pada tahun 2006,

pada tahun itu media YouTube telah berhasil menjadi media terpopuler.

Sehingga dapat memberikan beraneka ragam manfaat.

28
Wahyu Ilaihi, Lukman Hakim, Yusuf Amrozi, Tias Satrio Adhitama, Strategi
Komunikasi Dakwah New Media Youtube, (Surabaya: Iain Sunan Ampel Press, 2013) h. 37.
29
Aria Indhi, Artikel : Youtube Sebagai Media Penyiar Di Zamn Modern, Tersedia Di
Https://[Link]/Amp/S/[Link]/Amp/Ariaindhi/Fenomena-Youtube-
Sebagaimedia-Penyiaran-Di-Zaman-Modern_597000eded967e0aed056e12 (1 Desember 2019).
30

Berawal hanya mengupload atau mengunggah video sederhana

sekarang dapat di gunakan untuk live streaming, dan berkembang sebagai

media untuk berdakwah dan masih banyak lagi manfaatnya.30

YouTube pada tahun 2006 menyebutkan bahwa menjadi situs

online video provider paling dominan di Amerika Serikat, bahkan dunia

dengan menguasai 43% pasar. Diperkirakan 20 jam durasi video di upload

ke YouTube setiap menitnya dengan 6 miliar views perhari.

YouTube kini telah menjadi berbagai macam kebutuhan dari

penggunanya, fitur-fitur yang ditawarkan dengan kemajuan teknologi

youtube saat ini sangat membantu dari bebagai aspek kebutuhan yang

dibutuhkan oleh sang pengguna.

Memiliki lebih dari satu miliar pengguna hampir sepertiga dari

pengguna internet dan setiap hari orang menonton ratusan juta video yang

ada di YouTube dan menghasilkan miliaran kali penayangan. YouTube

secara keseluruhan, telah menjangkau lebih banyak pemirsa (viewers)

yang mulai berusia 10-17, masuk ke usia 18-24 dan 18-49 tahun dari pada

jaringan kabel manapun di dunia. Bahkan sekarang YouTube tidak hanya

digunakan oleh orang-orang dewasa saja tetapi anak-anak berusia dini pun

sudah pandai menggunakannya.

YouTube sekarang juga digunakan oleh para tokoh da’i untuk

menyebarkan pesan dakwah video berupa nasihat agama. YouTube berisi

konten video yang di klasifikasikan sebagai media audio-visual yang


30
Fatty Faiqah, Muh. Nadjib, Dan Andi Subhan Amir, Youtube Sebagai Sarana
Komunikasi Bagi Komunitas MakassarVidgram, Dalam Jurnal Komunikasi Kareba, Vol. 5 No.2
(2016). h. 24.
31

berupa gambar sekaligus suara. Sehingga informasi dakwah menjadi lebih

efektif, efisien dan juga mudah diterima oleh semua jenis khalayak.31

3. Karakteristik YouTube

Beberapa karakteristik dari YouTube yang membuat banyak dari

sebagian pengguna nyaman menggunakannya:

a) Tidak ada batasan untuk durasi dalam mengunggah video. Hal ini

yang menjadi pembeda antara aplikasi YouTube dengan beberapa

aplikasi lain, yang mempunyai batasan durasi waktu maxsimal dan

minimal. Semisal seperti aplikasi instagram, snapchat, snackvideo,

tiktok dan sebagainya.

b) System pengamanan yang mulai akurat. YouTube membatasi

pengamanan-Nya dengan tidak mengizinkan video sembarang

beredar. YouTube tidak membiarkan video yang mengandung unsur

sara, porno, illegal, bullying, dan akan memberikan pertanyaan

konfirmasi terlebih dahulu sebelum menggunggah video.

c) Berbayar. Saat ini seperti yang sedang menjadi viral dimana-mana,

YouTube memberikan penawaran bagi siapapun yang mengunggah

videonya ke YouTube, dan telah mendapatkan minimal 1000

Subscribers, dan 4000 jam tayang publik, maka akan diberikan

penghargaan seperti honorarium atau gaji rutin perbulannya.

d) System offline. YouTube mempunyai fitur baru bagi para pengguna

untuk menonton videonya yaitu system offline. System ini

31
Wahyu Ilahi, Komunikasi Dakwah (Bandung: Pt Rosdakarya, 2013), Cet Ke-2, h. 122.
32

memudahkan para pengguna untuk menonton video offline yang sudah

di download terlebih dahulu pada saat pengguna online.

e) Tersedia editor sederhana. Pada menu awal mengunggah video,

pengguna akan ditawarkan untuk mengedit videonya terlebih dahulu.

Menu yang ditawarkan adalah memotong/cut, memfilter warna, atau

menambah efek perpindahan video.32

YouTube lebih menarik dan juga tidak membosankan

dibandingkan dengan menonton televisi yang monoton dan berdurasi

sekian menit, sehingga pengguna bebas menikmati tontonan tanpa

terbatasi dengan beragam konten yang disuguhkan.

4. Fungsi YouTube

Terdapat beberapa fungsi YouTube, yaitu:

a) Mencari video di YouTube, setiap pengguna dapat mencari video

sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Dengan melakukan

pencarian sesuai dengan kata kunci, dan judul maka berbagai tema

konten video yang berkaitan akan langsung bermunculan.

b) Memutar atau menonton video.

c) Mengupload video.

d) Mendownload video.

Terdapat juga beberapa istilah dalam YouTube yaitu:

a) Subscribe

32
Fatty Faiqah, Muh. Nadjib, dan Andi Subhan Amir, Youtube Sebagai Sarana
Komunikasi Bagi Komunitas Makassar vidgram, dalam Jurnal Komunikasi KAREBA, h. 260.
33

Subscribe dalah istilah layanan menu gratis dengan memasukan

email pengguna untuk memudahkan pengunjung agar mengetahui post

terbaru dari yang sudah di subscribe. Subscribe berarti berlangganan,

dimana pengguna yang sudah menekan tombol berlangganan pada

YouTube orang yang kita inginkan, akan diberikan informasi apabila

terdapat perihal kabar terbaru dari tautan atau akun yang telah dipilih

untuk dilanggani.

b) Live Streaming

Istilah ini biasanya digunakan untuk menyiarkan secara

langsung video yang direkam melalui sebuah kamera video yang

dapat dilihat oleh siapapun dan dimanapun dalam waktu bersamaan.

Sehingga penggunanya biasa menyiarkan langsung tanpa melalui

proses upload video atau harus di download terlebih dahulu.

c) Buffering

Merupakan istilah yang memiliki makna penyanggah atau

keterlambatan. Dengan kata lain buffering berarti adalah jeda waktu

yang terjadi saat pengguna memutar video yang ada di YouTube.33

d) Mengupload video

Akun yang terdaftar dalam YouTube, mereka dapat menggugah

videonya kedalam akunya. Dengan syarat telah terdaftar, semakin

banyak videonya maka semakin mempengaruhi laman-Nya waktu saat

mengunggah video tersebut.

33
Arie Prastyo. Artikel: Perbedaan dan Pengertian Anatara Sreaming dan Buffering,
[Link] diakses pada hari kamis, 10 Oktober 2021, pukul 15: 03 WIB
34

e) Mendownload video

Video yang ada didalam YouTube dapat juga di download

penonton, dan gratis. Ada banyak cara, salah satunya dengan

mendowload langsung pada bagian video yang bisa dan diizinkan

untuk di download atau juga dengan cara meng-copy alamat URL

yang ada dalam video tersebut lalu dipastekan kedalam situs seperti

[Link]. Banyak cara penggunanya dapat mendownload

video, cara lebih lanjut dengan mencarinya di google.

5. Kategori YouTube

YouTube memiliki banyak sekali video, mulai dari video

tingkah laku pribadi penggunanya sampai dengan video-video yang jarang

kita lihat ditelevisi. Secara umum, kategori dalam YouTube adalah sebagai

berikut:

a) Autos & vechiles (otomotif dan kendaraan)

b) Comedy (komedi)

c) Prank (bercanda)

d) Entertainment (hiburan)

e) Education (pendidikan)

f) Film & animation (film dan animasi)

g) Gadgets & game (peralatan dan permainan)

h) Music (musik)

i) News & politics (berita dan politik)

j) People & blog (orang dan blog)


35

k) Pets & animals (binatang dan binatang peliharaan)

l) Sports (olahraga)

m) Travel & places (perjalanan dan tempat)

Berbagai macam kategori yang telah disebutkan pengguna biasa

saja memilih sesuai dengan kehendaknya tanpa memikirkan video apa

yang ingin dilihat dalam kategori. Hal ini dikarenakan YouTube

menyediakan kolom mesin pencarian yang berguna untuk mencari video

yang sedang ingin ditonton oleh penggunanya. Jika video tidak ditemukan,

maka YouTube biasanya menyarankan video yang hampir mendekati kata

pencarian yang sedang ditelusuri.

D. Kajian tentang Dakwah

1. Definisi Dakwah

Dakwah berasal dari kata ( ‫ ) دعا – يدعو– دعوة‬yang berarti

memanggil, mengundang, minta tolong kepada, berdoa, memohon,

mengajak kepada sesuatu, mengubah dengan perkataan, perbuatan dan

amal.34 Selain itu juga, juga bermakna menuntun dan menghasung.

Sementara dalam bentuk perintah atau fi’il amr yaitu ud’u yang berarti

ajaklah atau serulah. Pembahsan berikut ini akan menelusuri keempat kata

tersebut dalam Al-Qur‟an untuk pengembangan wawasan.

a. Kata da‟a

Perkataan da’a adalah fi‟il madhi, yaitu kata kerja masa

[Link] ini disebutkan dalam Al-Qur‟an pada sepuluh surat dan 11

34
Abdul Basit, Filsafat Dakwah (Depok: Rajawali Pers, 2013), h. 43.
36

ayat. Kata da’a memiliki beberapa makna yaitu memohon, meminta,

berdoa dan memanggil. Sementara dalam Tafsir Almishbah kata da’a

diartikan dengan empat makna yaitu memohon, berdoa, menyeru dan

panggilan.

b. Kata yad‟u

Kata yad’u merupakan fi’il muzhari yaitu perbutan sedang atau

akan dilaksanakan. Kata tersebut dalam bentuk tunggal (mufrad),

sementara dalam bentuk jamak adalah yad‟uwna dankata ini disebut

dalam Al-Qur‟an sebanyak 21 ayat pada 20 surah. Dalam Al-Mishbah

kata yad’uwna mempunyai banyak arti.

c. Kata dakwah

Kata dakwah merupakan isim masdar (invinitive). Kata tersebut

dalam Al-Qur‟an disebutkan sebanyak lima kali yang bermakna

panggilan.

d. Kata ud‟u

Kata dakwah dalam perintah atau fi’il amr dikenal dengan kata

ud’[Link] Al-Qur‟an kata tersebut terdapat pada 8 surah dan 12 ayat.35

Muhammad Abu Al-Futuh dalam kitabnya Al-Madkhalila‟Ilm ad-

Da‟wat, menurut beliau, dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan

ajaran Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikannya (thathbiq)

dalam realitas kehidupan.36

2. Unsur-Unsur dakwah
35
Abdullah, Ilmu Dakwah (Depok: Pt. Rajagrafindo Persada, 2018), Cet Ke-1, h .4.
36
Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, Psikologi Dakwah (Jakarta: Penamedia Group,
2015), Cet Ke-2, h. 7.
37

Terdapat unsur-unsur atau beberapa komponen dakwah antara lain:

a. Da’i adalah orang yang melakukan kegiatan dakwah, da’i

menyampaikan pesannya baik secara langsung maupun tidak

langsung, terdapat kriteria seorang da’i yaitu:

1) Secara umum, seorang da’i pada umumnya setiap muslim dan

muslimat yang mukalaf (dewasa), memiliki tekad yang kuat dalam

menebar pesan dakwah sesuai perintah.

2) Secara khusus, seorang da’i merupakan seorang yang memiliki

keahlian khusus (muhtakhasis) dalam bidang agama Islam, yang

disebut dengan ulama.

b. Mad’u merupakan penerima pesan dakwah atau dalam proses

komunikasi sebagai komunikan atau biasa disebut dengan audiens

yang beragama Islam. Muhamad Abduh membagi mad’u menjadi tiga

golongan antara lain sebagai berikut:

1) Golongan cerdik cendikiawan yang mencintai kebenaran berfikir

secara kritis dan dapat menangkap segala persoalan.

2) Golongan awam yaitu golongan orang yang belum berfikir secara

kritis dan mendalam, yang belum menangkap pengertian-

pengertian tinggi.

3) Golongan yang berbeda dari golongan diatas yakni orang orang

yang senang membahas sesuatu tetapi hanya dalam batas ketentuan

dan tidak sanggup mendalami benar.


38

c. Materi pesan dakwah yaitu isi dari pesan yang disampaikan oleh da‟i,

pesan dakwah secara umum dapat dikelompokan menjadi tiga antara

lain:

1) Pesan akidah, merupakan pesan dakwah yang meliputi keimanan,

baik iman kepada Allah SWT, keimanan kepada malaikat Nya,

iman kepada kitab Nya, iman kepada Rosul-Nya, iman kepada hari

ahir dan iman kepada qodo dan qodar.

2) Pesan syariah, dari pesan dakwah yang meliputi ibadah sehari-hari,

seperti hukum atau ajaran sunnah Rosul seperti hukum berwudhu,

tahahara, hukum puasa sholat dan sebagainya.

3) Pesan akhlaq yaitu pesan dakwah yang meliputi akhlaq kepada

Allah, sesama, tetangga, diri sendiri dan alam semesta.

d. Efek dakwah yaitu respon maupun feedback (umpan balik) yang

timbul dari aksi dakwah. Menurut Jalaludin Rahmat efek terbagi

menjadi tiga yaitu:

1) Efek kognitif, efek yang timbul ini berhubungan dengan perubahan

pengetahuan, keterampilan, kepercayaan atau informasi. Perubahan

ini meliputi apa yang diketahui, dipahami, dan dipersepsikan oleh

mad’u/komunikator.

2) Efek efektif, yaitu perubahan yang timbul pada apa yang dirasakan,

disenangi, diharapkan ataupun dibenci. Biasanya berkaitan erat

dengan perasaan, emosi, sikap serta nilai.


39

3) Efek behavioral, perubahan yang meliputi perilaku seseorang, pola

tindakan, kegiatan atau kebiasaan tindakan berperilaku.

e. Metode dakwah adalah sebuah cara yang digunakan da’i dalam

menyampaikan pesan dakwah agar pesan dakwah tersampaikan sesuai

tujuan. Terdapat tiga metode dakwah yakni:

1) Hikmah, yaitu berdakwah dengan memperhatikan sesuatu dan

kondisi mad’u. menitik beratkan sesuai kemampuan mad’u,

sehingga di dalam menjalankan ajaran agama Islam tidak merasa

terpaksa dan keberatan.

2) Mau’idzhah til hasanah, yakni memberikan suatu nasehat atau

menyampaikan ajaran Islam dengan kasih sayang, lemah lembut

sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh mad’u.

selain itu memberikan contoh teladan, perbuatan yang terpuji, sifat

yang mulia, akhlaq yang terpuji serta berpegang teguh pada ajaran

sesuai ajaran agama Islam.37

3) Mujadalah, berdakwah dengan cara bertukar fikiran, hujjah, adu

argumen tapi tidak memberikan tekanan dan tidak menjelekan yang

menjadi mitra dakwah.

Seorang da’i harus memahami tujuan-tujuan Islam yang

telah dijelaskan oleh syariat-syariat Islam. Satu diantara syariatnya

yakni meciptakan kemaslahatan umat dan menghindari segala

kemudharatan melalui jalur dakwah. Islam berjalan sesuai dengan

37
Said Al-Qahthani, Penerjemah Aidil Novia, Menjadi Da‟i Yang Sukses (Jakarta: Qisthi
Press, 2005), Cet Ke-1, h. 96.
40

akhlak yang mulia dan adat istiadat kebiasaan yang terpuji38. Karna

Al-Qur‟an mampu menyelesaikan permasalahan yang tidak mampu

ditangani oleh manusia. Al-Qur‟an meletakan beberapa dasar

umum yang memberi petunjuk kejalan kebenaran.39

3. Dasar Hukum Dakwah

Setiap muslim diwajibkan menyampaikan dakwah Islam kepada

seluruh umat manusia dimanapun mereka berada menurut kemampuannya.

Dasar hukum kewajiban dakwah tersebut banyak disebutkan dalam Al-

Qur‟an dengan menggunakan metode-metode dakwah, antara lain firman

Allah Surat (Qs. Ali Imron ayat 104) : “dan hendaklah ada di antara kamu

segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang

ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang

beruntung”.

Dasar hukum dakwah juga dijelaskan dalam Hadist riwayat

Bukhari yaitu : “Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka

hendaknya ia merubah dengan tangannya. Bila ia tak mampu, maka

dengan lisannya. Dan bila ia masih belum mampu, maka hendaklah

dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemahlemahnya iman”. (HR.

Bukhari) Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan

dakwah yang dilakukan oleh da’i (juru dakwah) memiliki dasar hukum

wajib namun dilaksanakanya dengan bertahap sesuai kemampuan masing-

masing dari pelaku dakwah yakni para da’i (Aziz, 2004: 256).

38
Wahyu Ilahi, Komunikasi Dakwah (Bandung: PT Rosdakarya, 2013), Cet Ke-1, h. 84.
39
Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah (Jakarta: Amzah, 2009), Cet Ke-1, h. 89.
41

E. Kajian tentang Media Dakwah

1. Definisi Media Dakwah

Dakwah akan lebih cepat berkembang, tepat sasaran dan diterima

dengan baik manakala media atau saluran yang dipilih sesuai dengan

keadaan mad’u. Perkembangan zaman yang semakin maju dan didukung

berbagai teknologi memicu berbagai macam sebab dalam masyarakat,

masyarakat mengalami ketergantungan, terlebih pada teknologi modern

dan media komunikasi.

Media komunikasi seperti radio, televisi, komputer, internet, koran,

majalah dan sebagainya telah menjadi konsumsi pokok masyarakat

modern dan dijadikan media tersebut sebagai alat dan tempat untuk

memenuhi berbagai kebutuhan mereka yang semakin kompleks. Budaya

dan perilaku-perilaku sosial masyarakat juga terus mengalami pergeseran

dan perubahan positif maupun negatif, tergantung bagaimana masyarakat

menerima dan memahami terpaan media komunikasi yang ada. Fenomena

ini, tentunya menjadi sebuah pemikiran dan perhatian serius bagi

keberlangsungan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat yang terus

berubah. Memanfaatkan media komunikasi sebagai alat perantara dakwah

kepada mad’u sebagai sebuah keniscayaan yang harus dilakukan dan

dikelola secara baik agar aktivitas dakwah terus berjalan sesuai dengan

kebutuhan mitra dakwah.

Media dakwah berarti bentuknya adalah alat komunikasi. Akan

tetapi ada sarana lain selain alat komunikasi tersebut, seperti tempat
42

infrastruktur, mesin, tempat duduk, alat tulis, alat perkantoran, dan

sebagainya. Sarana-sarana itu dapat dikelompokan sebagai logistik

dakwah, logistik dakwah juga mencakup keuangan dakwah. Dengan

demikian, media dakwah juga jelas bedanya dengan logistik dakwah yaitu

sarana pendukung berupa finansial dan sarana fisik untuk pelaksanaan

dakwah. Sebagai ilustrasi perpaduan antara metode, media dan logistik

dakwah dapat dikemukakan sebuah contoh dakwah yang disampaikan

dengan metode ceramah, dengan media radio yang disiarkan langsung dari

studio dua RRI dan dengan biaya yang disediakan oleh sponsor

perusahaan tertentu.

2. Jenis-Jenis Media Dakwah dan Spesifikasinya

Istilah media sering kita dengar, namun demikian perlu juga disini

singgung hal-hal yang berkaitan dengan media. Secara etimologi media

berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “medius”. Perkataan media

merupakan jamak dari kata median, yang berarti alat perantara atau saluran

(channel). Dalam ilmu komunikasi, media dipahami sebagai alat atau

saran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator (da’i)

kepada komunikan (mad’u) atau khalayak.

Upaya membangun pencitraan Islam sebagai agama

rahmatanlil’alamin. Upaya memanfaatkan media massa sebagai alat

dakwah terus dilakukan dengan berbagai bentuk dan cara yang

ditampilkan. Media massa yang menjadi saluran dakwah adalah media

cetak (printed), media audio dan audio visual.


43

Adapun jenis dari media massa adalah sebagai berikut:

a. Media Cetak

Media cetak ialah semua jenis tulisan atau barang cetakan

disebut media cetak, media cetak dapat disebut sebagai media dakwah

apabila isi cetakan mengandung pesan amar ma‟ruf nahyi munkar atau

pesan-pesan Islam. Jenis media cetak antara lain surat, brosur, benner,

spanduk, surat kabar (koran), majalah dan buku.

b. Media Audio

Media audio adalah media yang dapat didengar. Pesan-pesan

dakwah hanya dapat didengar, tapi tidak dapat dilihat. Media audio ini

cukup efektif, terutama untuk kepentingan dakwah Islam. Jenis-jenis

yang tergolong dalam media audio antara lain, radio dan tape recoder.

c. Media Audio Visual

Media ini lebih banyak daya tariknya karena memiliki dua

dimensi, yaitu dapat didengar suaranya dan sekaligus dapat dapat dilihat

gambarnya. Media ini sering disebut sebagai media elektronik. Jenis

yang termasuk kedalam media ini antara lain televisi, film dan video

kaset.

d. Dakwah Melalui Media Internet

Di era teknologi informasi saat ini, peran new media dan sosial

media dalam dakwah sangat penting. Dakwah tidakhanya dilakukan

dimasjid, tetapi juga dilakukan di internet. Internet juga sudah sangat

akrab dengan masyahrakat khususnya masnyarakat perkotaan, karena


44

informasi sudah menjadi kebutuhan pokok yang dapat diakses melalui

handphone. Masyarakat yang sibuk dengan aktivitas kesehariannya

mereka tidak terlalu banyak waktu menonton televisi dan membaca

koran untuk mendapatkan informasi. Bahkan kebutuhan masyarakat

akan informasi internet dari bangun tidur hingga tidur lagi dengan

kemudahan itu, maka saat ini informasi bias didapatkan tanpa harus

terikat ruang dan waktu. Hal ini adalah kesempatan emas bagi da’i

untuk memanfaatkannya sebagai media dakwah. Selain berdakwah

lewat dunia nyata, da’i juga diperlukan dakwah lewat dunia maya

sebagai pendukung dakwah didunia nyata. Karena mengingat

berdakwah lewat dunia nyata sangat terikat oleh ruang dan waktu.

Banyak alat yang bisa dijadikan media dakwah. Secara lebih

luas, dapat dikatakan bahwa alat komunikasi apapun yang halal bisa

digunakan sebagai media dakwah. Alat tersebut dapat dikatakan

sebagai media dakwah bila ditunjukan untuk berdakwah. Semua alat

itu tergantung dari tujuannya. Ada beberapa pendapat tentang media

dakwah dan macam-macamnya, antara lain sebagai berikut :

a. Hasjmy menyebut media dakwah dan sarana dakwah atau alat

dakwah dan medan dakwah dan enam macam, yaitu: mimbar

(podium) dan khithabah (pidato/ceramah), qalam (pena) dan

kitabah (tulisan), masrah (pementasan) dan malhamah (drama);

seni suara dan seni bahasa, madrasah dan dayah (surau); serta

lingkungan kerja dan usaha.


45

b. Abdul Kadir Munsyi mencatat enam jenis media adalah: lisan,

tulisan atau gambaran, audio visual, perbuatan,dan organisasi.

c. Asmuni Syukir juga mengelompokan media dakwah menjadi enam

macam, yaitu: lembaga-lembaga pendidikan formal, lingkungan

keluarga, organisasi-organisasi Islam, hari-hari besar Islam, media

massa, dan seni budaya.

d. Barmawi Urmari tidak menegaskan definisi media dakwah. Ia

justru membahasakannya dengan alat dakwah, di samping

mengajukan istilah tempat dakwah. Baginya, alat dakwah

digolongkan dalam empat kelompok: lisan, lukisan, tulisan, dan

perbuatan. Dari keempat kelompok ini, teruraikan 52 alat dakwah.

e. Hamzah Ya‟qub menyebut lima macam media dan metode dakwah

yaitu lisan, tulisan, audio visual, dan akhlak. Ia menyamakan media

dan metode dakwah.

f. Mira Fauziyah (2006: 102-103) juga membagi media dakwah

menjadi dua macam: media dakwah eksternal (media cetak, media

auditif, media visual, dan media auditif visual) dan media dakwah

internal (surat, telepon, pertemuan, wawancara, dan kunjungan).

Dalam ilmu komunikasi, media dapat juga diklarifikasi menjadi

tiga macam yaitu:

a. Media terucap (the spoken word) yaitu alat yang bias mengeluarkan

bunyi seperti radio, telepon, dan sejenisnya.


46

b. Media tertulis (the printed writing) yaitu media berupa tulisan atau

cetakan seperti majalah, surat kabar, buku, pamphlet, lukisan,

gambar, dan sejenisnya.

c. Media dengar pandang (the audio visual) yaitu media yang berisi

gambar hidup yang bisa dilihat dan didengar yaitu film,video,

televisi, dan sejenisnya.40

Dari beberapa jenis media di atas, bahwasannya yotube

merupakan media dakwah yang sangat tepat digunakan untuk

menyampaikan materi dakwah karna YouTube sendiri sudah

mencakup audio dan visual.

3. Fungsi Media Dakwah

Adapun fungsi media dakwah yaitu:

a. Fungsi Menyebarkan Informasi

Fungsi ini adalah fungsi yang utama, kenyataan menunjukkan

bahwa masyarakata dalam merespon keberadaan media tidak lain

adalah karena kebutuhan mereka terhadap penyerapan informasi, yang

dalam hal ini dikaitkan dengan dakwah agar pesan dakwah dapat

disampaikan dan diterima oleh mad’u.

b. Fungsi Mendidik

Fungsi ini yaitu proses penyampaian pesan-pesan dakwah

adalah juga sebagai proses pendidikan, sebab materi dakwah yang

40
Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, ( Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), Cet Ke-5.H. 405
47

disampaikan banyak mengandung pengetahuan dan bimbingan yang

merupakan salah satu aspek dari mendidik.

c. Fungsi Menghibur

Dalam fungsi ini media dakwah dalam Islam memiliki prinsip

penyampaian pesan dakwah dengan cara menghibur, artinya muatan

pesan dakwah dapat berupa hal-hal yang menyenangkan hati para

objek dakwah.

d. Fungsi Mempengaruhi

Fungsi ini membuat posisi dan status media tidak dapat

dipandang remeh. Jika dikolerasi fungsi ini amatlah relevan dengan

esensi fungsi media dakwah, yaitu suatu media yang dapat dijadikan

alat merubah bahkan membentuk sikap mad’u dari yang tidak baik

menjadi baik, sesuai dengan tujuan dakwah yaitu mewujudkan

kebaikan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.

4. Bentuk-bentuk Media Dakwah

Pada dasarnya, komunikasi dakwah dapat menggunakan

berbagai media yang dapat merangsang indra-indra manusia serta

dapat menimbulkan perhatian untuk penerima dakwah. Berdasarkan

banyaknya, komunikan yang dijadikan sasaran diklasifikasikan

menjadi dua, yaitu “media massa” dan “media nirmassa”.41

a. Media massa

41
Hafied Cangara, Penagntar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), H.137
48

Media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikan

berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh. Media massa yang

banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari umumnya surat kabar,

radio, televisi, dan film bioskop yang beroperasi dalam bidang

informasi dakwah.

Keuntungan dakwah dengan menggunakan media massa adalah

bahwa media massa menimbulkan keserempakkan, artinya suatu

pesan dapat diterima oleh komunikan yang jumlahnya relatif amat

banyak. Jadi, untuk menyebarkan informasi media massa sangat

efektif dalam ubah sikap, perilaku, pendapat komunikan dalam jumlah

yang banyak.

b. Komunikasi bermedia nirmassa

Media nirmassa biasanya digunakan dalam komunikasi untuk

orang-orang tertentu atau kelompok-kelompok tertentu, seperti surat,

telephone, sms, telegram, faks, papan pengumuman, poster, kaset

audio, CD, e-mail, dan lain-lain. Semua itu dikategorikan karena tidak

mengandung nilai keserempakan dan komunikasinya tidak bersifat

masal.

5. Pengaruh Media Dakwah

Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang

dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan

sesudahmenerima pesan dakwah42. Dalam konteks ini yang akan

42
Wahyu ilahi, Komunikasi Dakwah. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2010), h. 117.
49

dikemukakan adalah media sebagai sesuatu yang mempengaruhi

seseorang.43

Media dakwah dapat berguna secara efektif bila ia dapat

menyesuaikan diri dengan pendakwah, pesan dakwah, dan mitra dakwah.

Selain ketiga unsur utama ini, media dakwah juga perlu menyesuaikan diri

dengan unsur-unsur dakwah yang lain, seperti metode dakwah dan logistik

dakwah. Sebenarnya, semua media dakwah dapat menerima pesan dakwah

apapun. Akan tetapi, dipandang dari efektivitasnya, setiap pesan dakwah

memiliki karakteristik tersendiri, sehingga ia lebih tepat menggunakan

media teretentu. Seorang da’i juga perlu memperhatikan kondisi

lingkungan mad‟u ketika media dakwah digunakan.

Alat seperti LCD sangat tepat digunakan untuk berdakwah

dikelas dengan sasaran dakwah yang berpendidikan seperti mahasiswa,

pelajar ataupun tenaga pendidik. Untuk masyarakat awam, media televisi

adalah paling potensial, mereka ingin pesan dakwah yang di dapat secara

gratis dan mudah di tangkap, kebanyakan masyarakat awam juga masih

banyak yang menggunakan media televisi sebagai hiburan dan sumber

mencari informasi. Dilihat dari kemudahan mencerna pesan dakwah,

media audio visual lah yang paling efektif digunakan untuk berdakwah

pada zaman di era modern seperti saat ini.44

Media visual membutuhkan daya pikir yang lebih tajam

dibandingkan dengan media auditif dan audio visual. Untuk mengetahui


43
M. Jakfar Futeh dan Saefullah, Dakwah Tekstual dan Kontekstual: Peran dan
Fungsinya Dalam Pemberdayaan Umat, (Yogyakarta, 2006), h. 104.
44
Moh Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), h. 429.
50

sejauh mana pengaruh media terhadap seorang perlu diadakan penelitian

lebih lanjut baik secara sosiologis ataupun psikologis. Terdapat beberapa

gejala yang dapat dinilai sebagai hasil pengaruh suatu media terhadap

seseorang, seperti yang dikemukakan oleh TA Lathief Rousydiy yang

dikutip oleh M. Jakfar Futch sebagai berikut :

a. Telah merasa seperti yang dibicarakan

b. Dapat berpikir dengan cara dan seperti pemikiran pembicara

c. Dapat memahami atau mengerti dengan baik isi pesan atau ide yang

dikemukakan oleh pembicara

d. Dapat sepaham atau sependapat dan pendukung terhadap is pesan

yang disampaikan

e. Telah yakin akan kebenaran atau ide yang dikemukakan oleh

pembicara

f. Dapat bertindak dan mengamalkan isi pesan yang dimaksud

g. Telah bersedia berjuang dan berkorban untuk membela atau

memepertahankan kebenaran isi pesan yang diungkapkan oleh

pembicara.45

Oleh sebab itu untuk memilih media dakwah perlu

diperhitungkan setidaknya empat aspek, yaitu: efektivitas media, efisiensi

penggunaanya, kesesuaiannya dengan unsur-unsur dakwah dan

legalitasnya menurut etika Islam.

45
[Link] Futeh dan Saefullah, Dakwah Tekstual dan Kontekstual: Peran dan
Fungsinya Dalam Pemberdayaan Umat, h. 104.

Anda mungkin juga menyukai