10/3/24, 10:40 PM [Link]-pdm.
id/sispena3/audit_data_asesor/cetak_ba_audit/10558
Hasil Penilaian Pra-Vistasi Akreditasi
BAN-PDM Provinsi Sumatera Utara
Nama S/M/Kesetaraan : DAARUL ULUUM FATHUL JAMIIL
NPSN : 70033446
Alamat : Dusun Ampera, Desa Pantai Cermin, Kec. Tanjung Pura, Kab. Langkat - Sumatera Utara
A. DOKUMENTASI WAJIB
No Dokumentasi Wajib Kesesuaian
YA TIDAK
1 Kurikulum di tingkat satuan pendidikan
2 Rencana kerja tahunan
3 Rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan
4 Kalender tahunan kegiatan pendidikan
5 Contoh perencanaan pembelajaran
6 Foto /video lingkungan belajar
7 Deskripsi Kinerja Asesi
B. DESKRIPSI KINERJA ASESI
Butir Pernyataan Deskripsi Kinerja Asesi
1 Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi Kolom Deskripsi Kinerja Asesi : Pendidik di MIS Barokatud Da'wah
peserta didik dalam proses pembelajaran. secara konsisten memberikan dukungan sosial emosional kepada
peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Hal ini dilakukan
melalui penciptaan lingkungan kelas yang inklusif, di mana interaksi
antara pendidik dan peserta didik selalu didasarkan pada prinsip
kesetaraan dan saling menghargai. Pendidik memberi perhatian
khusus kepada peserta didik yang membutuhkan dukungan
tambahan dengan pendekatan personal dan empati, yang
memungkinkan mereka merasa didengar dan diperhatikan. Selain itu,
pendidik secara aktif memfasilitasi pengembangan keterampilan sosial
emosional peserta didik melalui kegiatan diskusi, simulasi, dan refleksi
diri. Umpan balik yang diberikan oleh pendidik bersifat membangun,
menekankan pada potensi pengembangan diri, sehingga peserta didik
termotivasi untuk terus berusaha dan meningkatkan kemampuan
mereka. Kinerja ini telah diintegrasikan dalam kurikulum, dan bukti
nyata dapat ditemukan dalam Rencana Pembelajaran (RPP) dan
dokumentasi proses pembelajaran yang menunjukkan interaksi serta
perhatian khusus kepada peserta didik.
2 Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar Pendidik di MIS Barokatud Da’wah secara konsisten memberikan
yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan dukungan sosial emosional kepada peserta didik dalam setiap proses
pembelajaran. pembelajaran. Hal ini dilakukan melalui penciptaan lingkungan kelas
yang inklusif, di mana interaksi antara pendidik dan peserta didik
selalu didasarkan pada prinsip kesetaraan dan saling menghargai.
Pendidik memberi perhatian khusus kepada peserta didik yang
membutuhkan dukungan tambahan dengan pendekatan personal dan
empati, yang memungkinkan mereka merasa didengar dan
diperhatikan. Selain itu, pendidik secara aktif memfasilitasi
pengembangan keterampilan sosial emosional peserta didik melalui
kegiatan diskusi, simulasi, dan refleksi diri. Umpan balik yang
diberikan oleh pendidik bersifat membangun, menekankan pada
potensi pengembangan diri, sehingga peserta didik termotivasi untuk
terus berusaha dan meningkatkan kemampuan mereka. Kinerja ini
telah diintegrasikan dalam kurikulum, dan bukti nyata dapat
ditemukan dalam Rencana Pembelajaran (RPP) dan dokumentasi
proses pembelajaran yang menunjukkan interaksi serta perhatian
khusus kepada peserta didik.
[Link] 1/5
10/3/24, 10:40 PM [Link]/sispena3/audit_data_asesor/cetak_ba_audit/10558
Butir Pernyataan Deskripsi Kinerja Asesi
3 Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan Di MIS Barokatud Da’wah . Pendidik mengelola proses pembelajaran
bermakna. dengan pendekatan yang efektif dan bermakna, dimulai dengan
merumuskan tujuan pembelajaran yang selaras dengan kurikulum
satuan pendidikan. Dalam proses ini, pendidik melibatkan peserta
didik secara aktif dalam menentukan tujuan, kegiatan belajar, dan
asesmen, menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan
kebutuhan mereka. Asesmen dilakukan dengan cara yang beragam,
tidak hanya melalui testing, tetapi juga melalui observasi, diskusi, dan
tugas proyek, untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang
kebutuhan belajar peserta didik. Hasil asesmen kemudian dianalisis
secara mendalam dan digunakan sebagai dasar untuk merancang
kegiatan pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Pendidik memastikan bahwa setiap langkah
pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
bermakna, dengan fokus pada pengembangan keterampilan dan
pemahaman yang mendalam. Dengan demikian, proses pembelajaran
menjadi dinamis dan responsif terhadap kebutuhan dan potensi
peserta didik, yang pada akhirnya mendukung pencapaian tujuan
pendidikan secara optimal.
4 Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dengan
membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, mengintegrasikan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, komitmen
kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta kebangsaan, kemampuan bernalar, dan kompetensi lainnya yang
karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta relevan bagi peserta didik. Melalui berbagai pengalaman belajar,
didik. pendidik membantu peserta didik menguatkan keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan, membentuk akhlak yang mulia. Selain itu,
pendidik mendorong kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan alam
Indonesia, serta menghargai pemikiran dan karya anak bangsa melalui
pendekatan pembelajaran yang beragam dan kontekstual. Untuk
mengembangkan rasa ingin tahu dan kecintaan pada ilmu
pengetahuan, pendidik menciptakan pengalaman belajar yang
bermakna dan reflektif, memungkinkan peserta didik mengeksplorasi
pengetahuan dengan cara yang mendalam. Dalam mengasah
kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, pendidik
menggunakan strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik
untuk berani bertanya, mencoba, dan berkarya. Pendidik juga
menekankan pentingnya refleksi, menghubungkan pembelajaran
dengan konteks kehidupan nyata, sehingga peserta didik dapat
berperan aktif dan memberikan manfaat di lingkungannya. Melalui
pendekatan ini, pendidik membentuk karakter dan kompetensi
peserta didik yang utuh dan berdaya guna.
5 Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk Kepala Madrasah secara konsisten menerapkan budaya refleksi dan
perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, evaluasi kinerja di lingkungan sekolah untuk memastikan peningkatan
serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Kepala
profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Madrasah memberikan waktu dan kesempatan bagi pendidik dan
tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi kinerja secara rutin,
serta mengadakan evaluasi kinerja secara berkala. Hasil dari refleksi
dan evaluasi ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan
dokumen rencana pengembangan profesional bagi pendidik. Kepala
Madrasah memastikan setiap pendidik memiliki dokumen rencana
pengembangan profesional yang sesuai dengan hasil evaluasi dan
refleksi tersebut. Program pengembangan profesional yang
dikembangkan oleh Kepala Madrasah berdampak langsung pada
peningkatan kualitas pembelajaran, dengan fokus pada upaya
peningkatan kompetensi dan kapasitas pendidik dan tenaga
kependidikan
[Link] 2/5
10/3/24, 10:40 PM [Link]/sispena3/audit_data_asesor/cetak_ba_audit/10558
Butir Pernyataan Deskripsi Kinerja Asesi
6 Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang Kepala Madrasah secara proaktif menghadirkan layanan belajar yang
partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi. partisipatif dan kolaboratif untuk mencapai visi dan misi satuan
pendidikan. Kepala Madrasah mengomunikasikan visi dan misi
dengan jelas kepada semua pemangku kepentingan, membangun
komunikasi dan interaksi antarwarga sekolah secara berkala, serta
melibatkan orang tua/wali dalam kolaborasi yang mendukung layanan
pendidikan. Kepala Madrasah juga menjalin kemitraan dengan pihak
eksternal untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan. Selain itu,
Kepala Madrasah rutin melaksanakan evaluasi dan refleksi berbasis
data yang melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan,
dan orang tua/wali. Hasil dari evaluasi ini digunakan sebagai dasar
penyusunan rencana kerja tahunan, yang memastikan peningkatan
kualitas layanan pendidikan yang selaras dengan visi dan misi sekolah.
7 Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran Kepala Madrasah memastikan pengelolaan anggaran satuan
dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang pendidikan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai
berbasis data secara transparan dan akuntabel. dengan perencanaan yang berbasis data. Perencanaan anggaran
dilakukan dengan melibatkan komite sekolah dan pihak terkait, di
mana rencana anggaran tersebut mencakup sumber pendanaan serta
alokasi pemanfaatannya. Kepala Madrasah secara berkala melaporkan
pengelolaan anggaran kepada pemangku kepentingan, memastikan
bahwa seluruh proses pengelolaan keuangan berjalan sesuai dengan
prinsip akuntabilitas. Setiap pengeluaran dan alokasi dana didasarkan
pada hasil refleksi dan analisis kebutuhan yang akurat, sehingga
penggunaan anggaran dapat mendukung pencapaian visi, misi, dan
tujuan pendidikan.
8 Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan Kepala Madrasah memimpin pengelolaan sarana dan prasarana secara
prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang efektif dan efisien, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang
berpusat pada peserta didik. berpusat pada peserta didik. Proses perencanaan pengadaan sarana
dan prasarana dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang
mendalam, memastikan bahwa semua fasilitas yang disediakan
mendukung proses pembelajaran yang optimal. Kepala Madrasah
juga memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara maksimal,
serta memenuhi kebutuhan pembelajaran dengan mengadakan
pengadaan secara mandiri atau melalui kemitraan dengan pihak
eksternal. Selain itu, Kepala Madrasah memastikan adanya mekanisme
pemeliharaan sarana dan prasarana yang teratur dan berkelanjutan,
sehingga fasilitas tetap dalam kondisi baik dan dapat digunakan
untuk mendukung pembelajaran yang berkelanjutan dan berkualitas.
9 Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di Kepala Madrasah secara aktif mengembangkan kurikulum di tingkat
tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional dan
nasional. relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik. Proses ini dimulai
dengan melakukan analisis mendalam terhadap karakteristik satuan
pendidikan, yang menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum yang
sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Kepala
Madrasah memastikan kurikulum yang dikembangkan
mengakomodasi berbagai aspek pembelajaran yang penting dan
merujuk pada standar kurikulum nasional. Selain itu, Kepala Madrasah
menyusun dan melaksanakan mekanisme evaluasi berkala untuk
memastikan bahwa kurikulum tetap relevan dan mampu menjawab
kebutuhan belajar peserta didik, sehingga tercipta proses
pembelajaran yang efektif dan bermakna.
10 Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim Satuan pendidikan kami memiliki peserta didik dan PTK dengan latar
kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga belakang agama dan budaya yang beragam. Dalam mengembangkan
kependidikan. iklim kebinekaan, berikut yang satuan kami lakukan untuk mencapai
tujuan ini. Pertama, melalui pembelajaran. Peserta didik kami diberikan
pemahaman tentang keragaman budaya, agama, dan sosial, serta
materi yang mencakup sejarah, kebiasaan, dan kontribusi berbagai
kelompok masyarakat. Tujuan pembelajaran ini dapat ditemukan di
KSP kami, melalui mapel pendidikan agama dan budi pekerti,
pendidikan Pancasila, dan seni budaya. Hasil belajar dapat dilihat
pada, dokumentasi festival budaya yang kami laksanakan, P5 serta
sejumlah hasil karya peserta didik kami.
[Link] 3/5
10/3/24, 10:40 PM [Link]/sispena3/audit_data_asesor/cetak_ba_audit/10558
Butir Pernyataan Deskripsi Kinerja Asesi
11 Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang Kolom Deskripsi Kinerja Asesi : Satuan pendidikan menyediakan
inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar
beragam. peserta didik yang beragam, dengan kebijakan dan prosedur yang
mendukung keberagaman tersebut. Sekolah memiliki kebijakan inklusi
yang jelas dan prosedur operasional standar (SOP) yang
mengakomodasi berbagai kebutuhan belajar, termasuk kebutuhan
khusus. Untuk mendukung implementasi kebijakan ini, sekolah
melaksanakan program khusus bagi pendidik, orang tua/wali, dan
peserta didik, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan
keterampilan dalam mengakomodasi kebutuhan belajar yang
beragam. Selain itu, sekolah secara rutin melaksanakan kegiatan
pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi peserta didik
dengan berbagai kebutuhan, memastikan setiap anak mendapatkan
kesempatan belajar yang setara dan optimal.
12 Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang Satuan pendidikan berkomitmen mewujudkan iklim lingkungan
aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan
kependidikan. tenaga kependidikan dengan melaksanakan kebijakan dan program
yang efektif untuk mencegah dan menangani perundungan serta
kekerasan lainnya. Sekolah telah mengembangkan dan menerapkan
kebijakan anti-perundungan yang komprehensif, serta menjalankan
program pencegahan yang melibatkan seluruh elemen sekolah.
Pendidik dan tenaga kependidikan diberikan pelatihan untuk
memahami tata laksana penanganan perundungan dan kekerasan,
sehingga mereka mampu menangani kasus-kasus dengan tepat dan
cepat. Selain itu, sekolah aktif melibatkan orang tua/wali dalam upaya
pencegahan dan penanganan perundungan, memastikan semua pihak
terlibat dalam menjaga lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
13 Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik,
pendidik, dan tenaga kependidikan. dan tenaga kependidikan dengan memelihara kondisi bangunan yang
baik dan aman, serta menjalankan prosedur keselamatan yang ketat.
Sekolah memastikan bahwa seluruh bangunan berada dalam kondisi
yang baik, tanpa kerusakan sedang atau berat, dan secara rutin
melakukan pengawasan serta pemeliharaan terhadap sarana dan
prasarana untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh
warga sekolah. Sekolah juga telah menetapkan dan melaksanakan
prosedur Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dengan
menyediakan perlengkapan yang memadai di berbagai lokasi
strategis.
14 Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat serta
memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan melaksanakan program yang komprehensif untuk membangun
fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga
kependidikan. kependidikan. Program kebugaran rutin dilaksanakan untuk menjaga
kesehatan fisik seluruh warga sekolah. Sekolah juga memastikan
tersedianya pilihan makanan sehat di lingkungan sekolah, dengan
menghindari bahan-bahan berbahaya seperti pemanis buatan, gula
dan sodium berlebihan, serta zat pewarna dan pengawet yang tidak
aman. Selain itu, sekolah memberikan edukasi tentang kesehatan
reproduksi serta pencegahan adiksi, meliputi narkoba dan rokok,
sebagai bagian dari upaya holistik dalam menjaga kesejahteraan
peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
C. KESEPAKATAN WAKTU VISITASI
Hari dan Tanggal
[Link] 4/5
10/3/24, 10:40 PM [Link]/sispena3/audit_data_asesor/cetak_ba_audit/10558
03 October 2024
(Henny Safitri, S.E.)
NIA: 1223201710323189
[Link] 5/5