0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan3 halaman

Proses Pengaspalan Jalan di Bojonegoro

Dokumen ini menjelaskan lokasi penelitian di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, serta proses pengumpulan data terkait pekerjaan pengaspalan jalan. Berbagai tahapan pekerjaan seperti stripping, penghamparan, pemadatan, dan pengecoran dijelaskan secara rinci, termasuk peralatan yang digunakan dan prosedur yang diikuti. Selain itu, proses pembesian dan pemasangan bekisting untuk rigid pavement juga diuraikan, menunjukkan langkah-langkah teknis dalam proyek preservasi jalan.

Diunggah oleh

pereswekaburi24
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan3 halaman

Proses Pengaspalan Jalan di Bojonegoro

Dokumen ini menjelaskan lokasi penelitian di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, serta proses pengumpulan data terkait pekerjaan pengaspalan jalan. Berbagai tahapan pekerjaan seperti stripping, penghamparan, pemadatan, dan pengecoran dijelaskan secara rinci, termasuk peralatan yang digunakan dan prosedur yang diikuti. Selain itu, proses pembesian dan pemasangan bekisting untuk rigid pavement juga diuraikan, menunjukkan langkah-langkah teknis dalam proyek preservasi jalan.

Diunggah oleh

pereswekaburi24
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.1.

Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Gambar 1. Lokasi Kegiatan

2.2. Pengumpulan data

Data yang dikumpulkan diperoleh dari lokasi kegiatan proses pengaspalan dengan cara
survey secara langsung di lapangan. Data yang diperoleh adalah mengenai uraian pekerjaan
pengaspalan jalan.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Proses Pekerjaan Stripping


1. Penyiapan peralatan dan personil
JuM
rneatoldReiPseltaR
ksuam
napau
n nPIelkmeurjaTanekRniigkid(JPUaR
veRmITenEtKP)ada Proyek Preservasi Jalan Raya Kanor
Vol.2, No.1 April 2023 – Semambung Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

e-ISSN: 2829-016X; p-ISSN: 2829-0178, Hal 32-40

Peralatan yang digunakan yaitu Bulldozer, Excavator dan Vibro.


2. Langkah pertama sebelum melakukan pekerjaan galian yaitu melakukan pekerjaan
pembersihan lokasi pekerjaan Pembersihan lahan ini dilakukan menggunakan alat berat
berupa bulldozer dan dibantu dengan tenaga manusia yang dibantu menggunakan alat
pembersihan seperti chainsaw, cangkul dll. Pembersihan dilakukan terhadap semak-
semak, pohon-pohon rerumputan dll.
3. Pekerjaan ini dilaksanakan pada semua bidang areal pekerjaan dimana akan dilakukan
pekerjaan timbunan.
Setelah lahan bersih maka areal yang akan ditimbun tersebut dikupas dengan
mengunakan buldozer, besaran kupasan dengan tebal ± 20 cm atau sesuai spesifikasi
teknik dengan persetujuan direksi pekerjaan.
4. Hasil kupasan dibuang dikanan kiri lokasi yang tidak mengganggu pekerjaan serta ada
yang dibuang ke tempat pembuangan.

3.2. Proses Pekerjaan LPA dan Lean Coancrete


1. Dropping Material
Dropping Material Lapis Pondasi Agregat Kelas A menggunakan Dumb Truck
2. Proses penghamparan dan pemadatan
Dilanjutkan dengan proses Penghamparan LPA, yang sebelumnya LPA dibawa oleh
Dumb Truck setalah itu proses penghamparan dilakukan menggunakan alat Bulldozer
bagian jalan selebar dengan gambar rencana.
3. Pekerjaan pamadatan
Kemudian dilakukakn Pemadatan LPA, berfungsi untuk memadatkan LPA yang sudah
dihamparkan agar menjadi rata. Untuk proses Pemadatan sendiri menggunakan alat
berat Road Roller. Setelah dipadatkan maka diukur untuk ketebalan lapisan LPA.
Ketebalan lapisan LPA tidak boleh kurang dari desain yaitu setinggi 13-15 cm. Setelah
Penghamparan dan Pemadatan makan dilakukan uji kepadatan LPA yang mengacu pada
spesifikasi teknis (Uji Sandcone).
4. Uji test sandcone
Dilakukan uji Test Sandcone terhadap LPA yang sudah dihampar dan dipadatkan. Uji
Sand Cone merupakan salah satu jenis uji tanah yang dilaksanakan sebagai upaya untuk
menentukan berat isi kering tanah asli maupun hasil dari suatu pekerjaan pemadatan
pada tanah non kohesif ataupun tanah kohesif. Sand Cone terdiri atas sebuah kaca atau
abotol plastic dengan sebuah kerucut logam yang dipasang di bagian atasnya

3.3. Proses Pekerjaan Lean Concrete


1. Pemasangan Bekisting
Bekisting digunakan sebagai cetakan agar struktur beton sesuai dengan betuk, rupa,
maupun posisi serta alinyemen yang direncanakan. Pemasangan Bekisting dilakukan
pada kedua sisi yaitu sisi luar dan dalam. Lalu diberi bekisting juga untuk lubang Strouss
dengan diameter 25 cm.
2. Pengecoran Lean Concrete
Bekisting yang telah dipasang maka Truk Mixer siap menuangkan adonan ke dalam
bekisting. Setelah Lean Concrete selesai dicor maka selanjutnya merapihkan atau
meratakan permukaan Lean Concrete tersebut dan menunggu proses pengeringan.

3.4. Proses Pekerjaan Strouss Rigid Pavement


1. Pekerjaan persiapan

36 JURRITEK - VOLUME 2, NO. 1, APRIL 2023


Metode Pelaksanaan Pekerjaan Rigid Pavement Pada Proyek Preservasi Jalan Raya Kanor
– Semambung Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

Menyiapkan segala alat yang dibutuhkan. Peralatan yang dipakai antarai lain: pipa, mata
bor, dan peralatan pendukung lainnya.
2. Pengeboran (Drilling)
Langkah ini dilakukan dengan menekan dan memutar mata bor pada permukaan tanah,
lalu angkat dan buang tanah yang menempel pada mata bor. Proses dilakukan berulang
sampai mencapai kedalaman yang diinginkan (1,5 meter).
3. Pembesian (Reinforcing)
Tahap ini dilakukan dengan membuat besi berbentuk spiral, dengan ukuran 8 mm dan
jarak masing-masing sekitar 15 cm-20 cm. Besi bisa dipotong untuk jari-jari,
kebanyakan besi 13 ulir berisi 5 batang. Baru kemudian komponen besi tersebut
dirangkai menjadi kerangka tulangan berbentuk spiral.
4. Pengecoran
Perhatikan kondisi lubang bor yang sudah dibuat sebelum mulai mengecor. Adonan cor
bisa langsung dituangkan jika lubang cor dalam kondisi tidak berair. Pengecoran ini
menggunakan Mutu Beton Fc’ 20 Mpa.

3.5. Pekerjaan Pembesian Rigid Pavement


1. Menggelar Plastik Geotek Wooven
Plastik cor (Geotek Wooven) Memiliki kegunaan yang penting untuk aplikasi pelapis
lantai di atas tanah / slab on ground. Plastik cor sendiri memiliki fungsi yaitu untuk
menahan agar air semen tidak keluar karena merembes kedalam tanah selain itu plastic
cor sebagai lantai kerja mempunyai Biata lebih murah dibanding lantai kerja
menggunakan screed atau cor beton berkualitas rendah dan juga waktu pemasangannya
lebih cepat karena tinggal menghamparkannya saja ke lantai.
2. Proses Pembesian Wiremesh dan Overlap
3. Pemasangan Bekisting
Setelah lean concrete (LC) selesai dikerjakan, pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan
bekisting ekspose. Bekisting Ekspose pekerjaan perkerasan jalan beton dapat berupa
bekisting yang terbuat dari pelat baja dan juga kayu yang dapat dipakau berulang – ulang
dipasang pada bagian bagian yang akan di cor.
4. Pemasangan Pembesian Tulangan Besi Wiremesh
Pembesian Tulangan Besi Wiremesh digunakan besi Ø 8 mm dengan jarak penulangan
15 x 15 [Link] tulangan bisa dirakit untuk lokasi yang segmennya tipikal lurus (3.50 x
6.00 m).
5. Tulangan Penampang / Besi Tumpuan Wiremesh
Tulangan penampang / Besi tumpuan Wiremesh berfungsi untuk sebagai penopang yang
dipasang sedemikian hingga baja tulangan tepat berada di tengah dan tidak
menyentuh/menempel pada Lean Concrete (LC).
6. Pemasangan Dowel Melintang
Besi yang digunakan sambungan melintang antar plat beton disebut dengan besi Dowel.
Fungsi dowel sendiri adalah untuk mengendalikan retak serta mengakomodasi Gerakan
plat beton arah melintang. Besi dowel sendiri menggunakan besi polos Ø 22 – 300 mm,

40 JURRITEK - VOLUME 2, NO. 1, APRIL 2023

Anda mungkin juga menyukai