0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan12 halaman

Memahami Inflasi dalam Ekonomi Makro

Makalah ini membahas inflasi sebagai fenomena ekonomi yang ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus, serta dampaknya terhadap perekonomian. Inflasi dapat disebabkan oleh faktor permintaan, biaya produksi, dan ekspektasi masyarakat, serta memiliki akibat seperti penurunan daya beli dan ketidakstabilan ekonomi. Untuk mengatasi inflasi, diperlukan kebijakan moneter, fiskal, dan non-moneter yang tepat.

Diunggah oleh

rahmatulikhsan0210
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan12 halaman

Memahami Inflasi dalam Ekonomi Makro

Makalah ini membahas inflasi sebagai fenomena ekonomi yang ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus, serta dampaknya terhadap perekonomian. Inflasi dapat disebabkan oleh faktor permintaan, biaya produksi, dan ekspektasi masyarakat, serta memiliki akibat seperti penurunan daya beli dan ketidakstabilan ekonomi. Untuk mengatasi inflasi, diperlukan kebijakan moneter, fiskal, dan non-moneter yang tepat.

Diunggah oleh

rahmatulikhsan0210
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH EKONOMI MAKRO

INFLASI

DOSEN PENGAMPU : Dr. Zednita Azriani. SP. Msi

NAMA : MUHAMMAD IHSAN GHIBAN


ALFATHAN NIM 2310221003
KELAS : AGRI C

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Penulis sangat berharap semoga makalah
ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap
lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi
kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah
ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.

Padang, 4 November 2024

M.I.G.A

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................i

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1

A. Latar Belakang.............................................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................................2
C. Tujuan..........................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................3

A. Pengertian Inflasi.........................................................................................................3
B. Faktor-faktor Yang Memperngaruhi Inflasi.................................................................4
C. Penyebab Inflasi...........................................................................................................4
D. Akibat Inflasi...............................................................................................................5
E. Cara mengatasi Inflasi.................................................................................................6
BAB III PENUTUP..................................................................................................................8

A. Kesimpulan..................................................................................................................8
B. Saran............................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................9

ii
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN
Negara berkembang umumnya memiliki permasalahan ekonomi seperti tingkat inflasi
yang tinggi serta pertumbuhan perekonomian yang lambat. Inflasi merupakan indikator
perekonomian yang penting, laju pertumbuhannya selalu diupayakan rendah dan stabil agar
supaya tidak menimbulkan penyakit makro ekonomi yang nantinya akan memberikan
dampak ketidakstabilan dalam perekonomian. Inflasi memiliki dampak positif dan negative
terhadap perekonomian. Apabila perekonomian suatu negara mengalami suatu kelesuan,
maka Bank Indonesia dapat melakuka kebijakan moneter yang ekspansif dengan cara
menurunkan tingkat suku bunga. Inflasi yang tinggi dan tidak stabil merupakan cerminan dari
ketidakstabilan perekonomian yang berakibat pada naiknya tingkat harga barang dan jasa
secara umum dan terus menerus, dan berakibat pada makin tingginya tingkat kemiskinan di
[Link] semakin tinggi tingkat inflasi,maka masyarakat yang awalnya
dapatmemenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan adanya harga barang dan jasa yang
tinggi tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehingga menimbulkan kemiskinan dan tingkat
inflasi di Indonesia mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu masalah jangka panjang yang harus dilakukan
oleh setiap Negara dimana sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang
sangat pesat. Setiap negara mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana cara untuk
mempercepat pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan Ekonomi merupakan suatu proses
kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan
ekonomi menjadi penyebab sehat tidaknya perekonomian suatu Nngara dan pertumbuhan
ekonomi menjadi syarat mutlak untuk memajukan dan mensejahterakan bangsa. Bila
suatu negara tidak dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya maka akan menimbulkan
masalah ekonomi dan sosial yang baru seperti tingginya tingkat kemiskinan yang terjadi.
Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan produk domestik bruto (PDB).
Dua indikator kinerja perekonomian yang terus-menerus diamati adalah inflasi dan
pengangguran. Bagaimana kedua ukuran kinerja perekonomian ini dapat saling berkaitan?
Kita melihat bahwa tingkat pengangguran alamiah bergantung pada berbagai ciri pasar tenaga
kerja, seperti peraturan upah minimum, kekuasaan pasar serikat pekerja, peranan upah
efisiensi dan seberapa efektifnya proses pencarian kerja. Sebaliknya tingkat inflasi terutama
sekali bergantung pada jumlah uang yang beredar yang dikendalikan oleh bank sentral, oleh
sebab itu, pada jangka panjang, inflasi dan pengangguran secara garis besar bukanlah dua
masalah
yang saling berkaitan. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa kebijakan moneter dan
kebijakan fiskal dapat menggeser kurva permintaan agregat.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian inflasi?
2. Apa saja faktor dari inflasi?
3. Apa saja penyebab dari inflasi?
4. Apa akibat dari inflasi?
5. Bagaimana cara mengatasi inflasi?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari inflasi.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor dari inflasi.
3. Untuk mengetahui penyebab dari inflasi.
4. Untuk mengetahui akibat dari inflasi.
5. Untuk mengetahui cara mengatasi inflasi.

2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Inflasi
Inflasi merupakan suatu keadaan di mana terjadi kenaikan harga-harga barang dan jasa
secara tajam (absolute) yang berlangsung secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang
cukup lama. Nilai uang mengalami penurunan secara tajam sebanding dengan kenaikan harga
tersebut. Sedangkan deflasi yaitu keadaan di mana harga-harga barang dan jasa terus
menurun dengan tajam. Keduanya dapat mengancam dan merusak stabilitas perekonomian
suatu negara. Inflasi dan deflasi diukur dari keseluruhan harga-harga barang maupun jasa,
jadi bersifat aggregatif. Kenaikan yang hanya terjadi sekali saja meskipun dengan persentase
yang cukup besar bukan merupakan inflasi. Inflasi juga diartikan sebagai kenaikan harga-
harga barang dan jasa yang terjadi karena permintaan bertambah lebih besar dibandingkan
dengan penawaran barang di pasaran. Dengan kata lain terlalu banyak uang yang memburu
barang yang jumlahnya terbatas.
Inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain: (a) Inflasi merayap (creeping
inflation) biasanya ditandai dengan laju inflasi yang rendah (kurang dari 10% per tahun).
Kenaikan harga berjalan secara lambat dengan persentase yang kecil dan jangka waktu yang
relatif lama. (b) Inflasi menengah (glopping inflation) biasanya ditandai dengan kenaikan
harga yang cukup besar (biasanya double digit atau triple digit). Kenaikan harga berjalan
dalam waktu yang relatif pendek serta bersifat akselerasi, harga minggu/ bulan ini lebih tinggi
dari minggu/ bulan lalu. (c) Inflasi tinggi (hyperinflation) merupakan inflasi yang paling
parah, harga-harga naik sampai 5 atau 6 kali. Masyarakat sudah tidak lagi berkeinginan
menyimpan uang. Nilai uang merosot dengan tajam, perputaran uang semakin cepat dan
harga naik secara akselerasi.

Kesadaran akan akibat buruk yang ditimbulkan inflasi, mendorong para ahli mencoba
menerangkan penyebab inflasi yaitu sebagai berikut: (a) Inflasi tarikan permintaan (demand
pull inflation), inflasi ini biasanya terjadi pada saat perekonomian sedang berkembang pesat.
Kesempatan kerja yang tinggi menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya
menimbulkan pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang
dan jasa. Pengeluaran yang berlebihan ini yang dapat menimbulkan inflasi. (b) Inflasi
desakan biaya (cost push inflation), inflasi ini juga terjadi pada saat perekonomian sedang
berkembang dengan pesat ketika jumlah pengangguran sangat rendah. Sehingga
menyebabkan meningkatnya biaya produksi yang mengakibatkan daya beli masyarakat
berkurang. (c) Inflasi

3
di impor (imported inflation), inflasi ini terjadi apabila barang-barang impor yang mengalami
kenaikan harga mempunyai peranan penting dalam kegiatan pengeluaran perusahaan.

B. Faktor-faktor Yang Memperngaruhi Inflasi


Beberapa faktor utama penyebab inflasi yaitu permintaan agregat yang tinggi, ketika
permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa meningkat secara signifikan, sementara
produksi tidak mampu memenuhi, maka harga akan cenderung naik. Kenaikan biaya
produksi, peningkatan biaya produksi, seperti upah buruh, harga bahan baku, atau biaya
energi, dapat mendorong produsen untuk menaikkan harga jual produk mereka agar tetap
untung. Uang Beredar yang Berlebihan, jika jumlah uang yang beredar di masyarakat terlalu
banyak dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia, maka nilai uang akan
menurun dan harga barang akan cenderung naik.
Ekspektasi Inflasi masyarakat memperkirakan harga akan terus naik di masa depan,
mereka cenderung membeli barang sekarang sebelum harga naik lebih tinggi. Hal ini akan
meningkatkan permintaan dan mendorong inflasi. Defisit anggaran pemerintah mengalami
defisit anggaran, mereka sering mencetak uang untuk menutupi defisit. Peningkatan jumlah
uang beredar ini dapat memicu inflasi.
Kenaikan harga komoditas global seperti minyak bumi, logam mulia, atau bahan pangan di
pasar global dapat meningkatkan biaya produksi di dalam negeri dan mendorong inflasi.
Fluktuasi nilai tukar pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dapat
menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal dan mendorong inflasi. Bencana alam
seperti gempa bumi, banjir, atau kekeringan dapat mengganggu produksi dan distribusi
barang, sehingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga. Konflik geopolitik dapat
mengganggu rantai pasok global dan meningkatkan ketidakpastian, yang pada akhirnya dapat
mendorong inflasi.
C. Penyebab Inflasi
Ada beberapa faktor utama yang bisa menyebabkan inflasi, yaitu:

1. Demand-Pull Inflation (Permintaan Berlebih)


Inflasi ini terjadi ketika permintaan terhadap barang dan jasa melebihi kemampuan
produksi. Misalnya, saat daya beli masyarakat meningkat secara signifikan, permintaan
juga naik, namun jika tidak diimbangi dengan produksi yang cukup, harga-harga akan
meningkat.
2. Cost-Push Inflation (Kenaikan Biaya Produksi)

4
Inflasi jenis ini terjadi akibat kenaikan biaya produksi, seperti bahan baku, upah tenaga
kerja, atau harga energi. Misalnya, jika harga bahan bakar atau bahan mentah naik, biaya
produksi akan bertambah, dan produsen biasanya meneruskan biaya tambahan ini kepada
konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi.
3. Imported Inflation (Inflasi Impor)
Jika harga barang-barang impor mengalami kenaikan, terutama barang-barang yang
digunakan sebagai bahan baku atau barang jadi yang banyak dikonsumsi, maka inflasi
dapat terjadi. Hal ini biasanya terjadi ketika nilai tukar mata uang domestik melemah
terhadap mata uang asing.
4. Inflasi dari Harapan (Expectation Inflation)
Ekspektasi atau perkiraan masyarakat dan pelaku usaha terhadap kenaikan harga di masa
depan juga dapat menyebabkan inflasi. Jika orang-orang mengharapkan harga akan naik,
mereka mungkin akan membeli barang lebih banyak sebelum harga naik, yang mendorong
kenaikan harga secara aktual.
5. Inflasi Moneter
Terjadi ketika ada peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat tanpa diimbangi
dengan peningkatan produksi barang dan jasa. Jumlah uang yang terlalu banyak dapat
mengakibatkan kenaikan harga karena daya beli yang meningkat secara drastis.

D. Akibat Inflasi
Berikut adalah beberapa akibat utama dari inflasi:

1. Penurunan Daya Beli: Kenaikan harga membuat daya beli masyarakat menurun. Dengan
uang yang sama, masyarakat hanya bisa membeli barang dan jasa dalam jumlah yang lebih
sedikit. Hal ini dapat mengurangi kualitas hidup masyarakat.
2. Ketidakstabilan Ekonomi: Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan ketidakstabilan
ekonomi. Investor menjadi tidak yakin dengan kondisi ekonomi yang tidak pasti, sehingga
mengurangi investasi. Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
3. Meningkatnya Tingkat Pengangguran: Ketika perusahaan menghadapi kenaikan biaya
produksi akibat inflasi, mereka mungkin akan melakukan pemutusan hubungan kerja
untuk mengurangi biaya. Hal ini dapat meningkatkan tingkat pengangguran.
4. Distorsi Alokasi Sumber Daya: Inflasi dapat menyebabkan distorsi dalam alokasi sumber
daya. Produsen cenderung lebih tertarik untuk menghasilkan barang yang harganya cepat
naik daripada barang yang memiliki nilai tambah tinggi.

5
5. Meningkatnya Ketimpangan: Inflasi dapat memperburuk ketimpangan pendapatan.
Kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, seperti pensiunan atau pekerja
dengan gaji yang tidak segera disesuaikan, akan lebih sulit menghadapi kenaikan harga.
6. Meningkatnya Tingkat Utang: Inflasi dapat meningkatkan beban utang, terutama bagi
mereka yang memiliki utang dengan suku bunga tetap. Nilai uang yang terus menurun
membuat nilai utang menjadi semakin besar dalam nilai riil.
7. Menurunnya Daya Saing Ekspor: Inflasi yang tinggi dapat membuat produk dalam negeri
menjadi lebih mahal dibandingkan dengan produk impor. Hal ini dapat mengurangi daya
saing produk ekspor dan berdampak negatif pada neraca pembayaran.

E. Cara mengatasi Inflasi


Cara mengatasi inflasi pada dasarnya harus diarahkan pada faktor-faktor yang
menyebabkan perubahan harga-harga menjadi naik atau dengan kata lain nilai uang menjadi
turun. Dalam hal ini ada beberapa kebijakan (policy) yang dapat ditempuh antara lain:
1. Kebijakan Moneter (Monetary Policy):
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah atau otoritas moneter
dengan menggunakan pengubah jumlah uang beredar (money supply) dan tingkat bunga
(interest rates) untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat dan mengurangi ketidak-
stabilan perekonomian.12 Kebijakan moneterdilaksanakan oleh bank sentral untuk
menggurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan cash reserve ratio/ cash ratio/
persentase likuiditas/ giro wajib minimum, menjual surat- surat berharga (open market
operation) dan menaikkan tingkat bunga kredit. Untuk mencegah laju inflasi maka
pemerintah dan bank sentral harus bekerjasama dengan menjamin bahwa uang Cadangan
yang tersedia pada sistem perbankan tidak berlebihan, namun cukup untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat akan uang.
2. Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy)
Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah melalui manipulasi
instrumen fiskal. Kebijakan fiscal dapat dibedakan kedalam kebijakan fiskal aktif
(discretonary fiscal policy), yaitu pemerintah melakukan perubahan tingkat pajak/program
pengeluaran, sedankan kebijakan fiskal pasif (nondiscreationary fiscal policy), yaitu
kecenderungan membelanjakan marginal dan pendapatan nasional. Kebijakan fiskal dapat
dilakukan dengan mengurangi pengeluaran pemerintah, menaikkan pajak dan pemerintah
melakukan pinjaman kepada masyarakat. Apabila pemerintah melaksanakan kebijakan
tersebut maka pemerintah telah campur tangan dalam perekonomian. Apabila suatu
perekonomian mengalami inflationary gap
6
atau deflationarygap maka pemerintah akan menaikkan atau menurunkan tingkat pendapatan
nasional.
3. Kebijakan Non Moneter dan Non Fiskal
Kebijakan untuk mengatasi inflasi diluar dari kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan ini
dapat dilakukan dengan meningkatkan hasil produksi (production approach), kebijakan upah/
gaji, pengawasan harga barang dan distribusinya dan kombinasi dari berbagai cara.

7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Inflasi merupakan suatu keadaan di mana terjadi kenaikan harga-harga barang dan jasa
secara tajam (absolute) yang berlangsung secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang
cukup lama. Nilai uang mengalami penurunan secara tajam sebanding dengan kenaikan harga
tersebut. Sedangkan deflasi yaitu keadaan di mana harga-harga barang dan jasa terus
menurun dengan tajam. Keduanya dapat mengancam dan merusak stabilitas perekonomian
suatu negara. Inflasi dan deflasi diukur dari keseluruhan harga-harga barang maupun jasa,
jadi bersifat aggregatif. Kenaikan yang hanya terjadi sekali saja meskipun dengan persentase
yang cukup besar bukan merupakan inflasi. Inflasi juga diartikan sebagai kenaikan harga-
harga barang dan jasa yang terjadi karena permintaan bertambah lebih besar dibandingkan
dengan penawaran barang di pasaran.
B. Saran
Mengendalikan inflasi memerlukan kebijakan yang efektif dari pemerintah dan bank sentral.
Berikut beberapa saran atau langkah yang bisa diambil untuk mengatasi inflasi:
1. Kebijakan Moneter Ketat
2. Kebijakan Fiskal yang Berhati-hati
3. Mengendalikan Harga Komoditas Penting
4. Peningkatan Produksi dan Efisiensi.
5. Mengurangi Ketergantungan pada Impor

8
DAFTAR PUSTAKA
Aldrin Wibowo dan Susi Suhendra, “Analisis Pengaruh Nilai Kurs, Tingkat Inflasi dan
Tingkat Suku Bunga terhadap Dana Pihak Ketiga Pada Bank Devisa di Indonesia
(Periode Triwulan I 2003-Triwulan III 2008)”, Skripsi Fakultas Ekonomi, Universitas
Gunadarma Jakarta, 2008.
Ari Sudarman. [Link] Ekonomi [Link]. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Boediono, Pengantar Ilmu Ekonomi, Ekonomi Moneter, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta, 1996.
Blanchard O. [Link]. UpdatedEdition:Fifth Edition. Boston (US), Pearson.
Saebani, Beni Ahmad & Boedi Abdullah. 2014. “Metode Penelitian Ekonomi Islam
Muamalah. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Anda mungkin juga menyukai