PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH ALAT PRAKTIKUM BIOLOGI SEDERHANA PADA
PEMBELAJARAN SISTEM PERNAPASAN
oleh
Kiki Reksha Nanda
Muhammad Rhamadani Lesmana
Alika Husna Bilqis
Alyaa Mayawati Hidayat
Nadin Nuryah Nugraha
Nabila Ardila Putri
Tiara Asyifa
Anisa
Judul: “Pengaruh Alat Praktikum Biologi Sederhana Pada Pembelajaran Sistem
Pernapasan”
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Proses pembelajaran yang berhasil dan berkualitas dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu faktor internal, faktor ekstenal, dan faktor pendekatan
belajar. Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri siswa yang meliputi
aspek fisiologis dan aspek psikologis. Faktor eksternal adalah faktor dari luar
siswa meliputi lingkungan sosial dan lingkungan non sosial. Faktor
pendekatan belajar adalah jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan
metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan (Yofitawulansari,
dkk., 2012).
Minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa
senang tanpa ada paksaan sehingga dapat menyebabkan perubahan
pengetahuan, ketrampilan dan tingkah laku. Ciri-ciri minat belajar adalah
memiliki kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang
sesuatu secara terus menerus, memperoleh kebanggaan dan kepuasan terhadap
hal yang diminati, berpartisipasi pada pembelajaran, minat belajar dipengaruhi
oleh budaya (Darmawan, 2015).
Minat belajar siswa dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu perhatian siswa
pada saat proses belajar mengajar berlangsung, rasa senang siswa, rasa ingin
tahu siswa. Faktor ini merupakan salah satu faktor internal yang termasuk
dalam aspek psikologis yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar
siswa. Guru yang berhasil membina kesediaan belajar siswa-siswanya berarti
telah melakukan hal yang terpenting yang dapat dilakukan demi kepentingan
belajar siswa-siswanya. Sebab, minat bukanlah sesuatu yang ada begitu saja
melainkan sesuatu yang dapat dipelajari (Singer, dalam Yovitawulansari,
dkk., 2012).
Penggunaan metode yang kreatif dan tepat akan membangkitkan minat
belajar siswa. Minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar dan
menjadi penyebab partisipasi dan keaktifan siswa dalam kegiatan
pembelajaran. Tanpa adanya minat belajar dalam diri siswa, maka akan
mengakibatkan kurang optimalnya hasil dalam proses pembelajaran (Djaali,
2008:121).
Menurut KBBI praktikum berasal dari kata praktik yang artinya
pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori. Sedangkan pratikum
adalah bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat
kesempatan untuk menguji dan melaksanakan di keadaan nyata, apa yang
diperoleh dari teori dan pelajaran praktik.
Pembelajaran dengan menerapkan metode praktikum memiliki
beberapa keunggulan diantaranya dapat memfasilitasi peserta didik melalui
pengalaman langsung, memberi kesempatan pada peserta didik untuk
mendapatkan gambaran dalam keadaan yang nyata tentang apa yang diperoleh
dalam teori dan terjadi kontak inderawi. Selain itu dalam kegiatan praktikum,
peserta didik tidak sekedar mengamati secara langsung, tetapi harus
menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan dan bertanggung jawab
terhadap hasilnya (Arikunto, dalam Chairani, 2016).
“Struktur dan fungsi sel penyusun jaringan pada sistem
pernapasan/respirasi” merupakan salah satu materi pada mata pelajaran
Biologi yang menjadi bagian dari Kurikulum 2013. Materi ini mencakup dua
sub materi yaitu mekanisme pernapasan pada manusia dan hewan dan
kelainan atau penyakit yang terjadi.
Pembelajaran sistem pernapasan pada manusia banyak mengandung
konsep yang perlu dipahami siswa. Pembelajaran Sistem pernapasan pada
manusia mencakup banyak sekali konsep mengenai fungsi dan mekanisme
kerja yang bervariasi yang harus dikuasai oleh siswa, dan siswa harus bisa
mengaitkan konsep yang satu dengan konsep lainnya (Ritonga, 2016).
Kesulitan dalam mempelajari materi sistem pernapasan dapat diatasi dengan
pemilihan metode dan bahan ajar yang tepat, menarik, dan dapat
meningkatkan minat belajar siswa.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis ingin melakukan
penelitian tentang “Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar berbasis Alat
Praktikum Biologi Sederhana pada Materi Sistem Pernapasan untuk
Meningkatkan Minat Belajar dan Penguasaan Konsep Siswa”.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, terdapat rumusan maalah yaitu
“Bagaimana pengaruh bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana
pada pembelajaran sistem pernapasan terhadap minat belajar dan penguasaan
konsep siswa?”
3. Pertanyaan Penelitian
Adapun pertanyaan penelitian yang menguraikan rumuan masalah tersebut
adalah:
a. Bagaimana bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana yang
dapat meningkatkan minat belajar dan penguasaan konsep siswa?
b. Bagaimana kelayakan bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana untuk diterapkan pada pembelajaran sistem pernapasan?
c. Bagaimana peningkatan minat belajar siswa dengan menerapkan bahan
ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana dalam pembelajaran sistem
pernapasan?
d. Bagaimana peningkatan penguasaan konsep siswa dengan menerapkan
bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana dalam pembelajaran
sistem pernapasan?
4. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumuan masalah tersebut, tujuan umum penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana pada pembelajaran sistem pernapasan terhadap minat belajar dan
penguasaan konsep siswa. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
a. Membuat bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana yang dapat
meningkatkan minat belajar dan penguasaan konsep siswa..
b. Mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana.
c. Mengetahui pengaruh bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana terhadap minat belajar siswa pada materi sistem pernapasan.
d. Mengetahui pengaruh bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana penguasaan konsep siswa pada materi sistem pernapasan.
5. Batasan Masalah
Penelitian ini memiliki beberapa batasan masalah, yaitu:
a. Bahan ajar yang digunakan yaitu alat praktikum biologi sederhana, alat
evaluasi, modul, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
b. Materi biologi yang dipilih dalam penelitian ini yaitu materi Sistem
Pernapasan dengan sub materi Kapasitas Paru-Paru, Volume Udara
Pernapasan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.
c. Pada penelitian ini aspek yang diukur yaitu minat belajar dan
penguasaan konsep.
6. Manfaat Penelitian
a. Bagi Siswa
Memberikan pengalaman belajar bmenggunakan bahan ajar berbasis
alat praktikum sederhana dan diharapkan dapat meningkatkan minat
belajar dan penguasaan konsep siswa.
b. Bagi Guru
Hasil penelitian berupa bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana dapat diterapkan oleh guru dalam proses kegiatan belajar
mengajar mata pelajaran Biologi pada materi sistem pernapasan. Bahan
ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana dapat memudahkan guru
dalam kegiatan praktikum. Alat yang digunakan sederhana, terjangkau,
dan mudah ditemukan.
c. Bagi Peneliti
Mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar berbasis alat praktikum
biologi sederhana dalam meningkatkan minat belajar dan penguasaan
konsep siswa dan sebagai masukan dalam proses pembelajaran dalam
mempersiapkan diri menjadi calon pendidik.
7. Definisi Operasional
a. Bahan Ajar Berbasis Alat Praktikum Biologi Sederhana
Bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana merupakan
seperangkat bahan ajar dan media praktikum biologi yang memanfaatkan
benda-benda sederhana dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-
hari. Bahan ajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah modul, alat
evaluasi, alat praktikum biologi sederhana, dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
b. Sistem Pernapasan
“Struktur dan fungsi sel penyusun jaringan pada sistem
pernapasan/respirasi” merupakan salah satu materi pada mata pelajaran
Biologi SMA yang menjadi bagian dari Kurikulum 2013. Sub materi
sistem pernapasan yang akan diterapkan dalam penelitian adalah
Kapasitas Paru-Paru, Volume Pernapasan, dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhinya.
c. Minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa senang
tanpa ada paksaan sehingga dapat menyebabkan perubahan pengetahuan,
ketrampilan dan tingkah laku. Ciri-ciri minat belajar adalah memiliki
kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu
secara terus menerus, memperoleh kebanggaan dan kepuasan terhadap hal
yang diminati, berpartisipasi pada pembelajaran, minat belajar dipengaruhi
oleh budaya (Darmawan, 2015). Minat belajar siswa pada materi sistem
pernapasan diukur dengan menggunakan instrumen berupa angket minat
belajar.
d. Penguasaan Konsep
Dahar (2003) mendefinisikan penguasaan konsep sebagai kemampuan
siswa dalam memahami makna secara ilmiah baik teori maupun
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan konsep siswa
diukur dengan menggunakan instrument berupa tes.
e. Kelayakan Bahan Ajar
Kelayakan bahan ajar berarti layak atau tidaknya suatu bahan ajar
untuk digunakan dalam pembelajaran. Kelayakan bahan ajar diuji melalui
judgment dan angket kelayakan bahan ajar.
8. Asumsi
a. Alat praktikum biologi sederhana adalah alat atau benda yang bersifat
sederhana, mudah dijangkau, mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-
hari, yang dapat digunakan sebagai alat atau media dalam praktikum
biologi.
b. Bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana merupakan bahan
ajar yang dapat disimulasikan oleh alat praktikum biologi sederhana.
c. Siswa dapat merancang bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana dengan mudah.
9. Hipotesis
H1 Penggunaan bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana
dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi sistem
pernapasan.
H2 Penggunaan bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana
dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa pada materi sistem
pernapasan.
B. Tinjauan Pustaka
1. Bahan Ajar
Bahan ajar merupakan seperangkat materi pelajaran (teaching
material) yang disusun secara sistematis yang sesuai dengan kompetensi yang
akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar berfungsi
sebagai pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktivitas dalam
proses pembelajaran substansi kompetensi yang diajarkan pada siswa, serta
alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran. Tersedianya bahan
ajar yang baik memungkinkan siswa untuk mempelajari suatu kompetensi
secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai
semua kompetensi secara utuh dan terpadu (Depdiknas, 2006).
Bahan ajar dinyatakan baik apabila memenuhi tiga kriteria, yaitu (1)
validitas, (2) feasibilitas, dan (3) efektivitas. Validitas bahan ajar dinilai atas:
(a) validitas konstruksi, kesesuaian isi atau pesan yang terkandung di dalam
bahan ajar dengan tuntutan kurikulum dan (b) validitas isi, kebenaran isi atau
konsep yang terkandung dalam bahan ajar, terbebas dari miskonsepsi
(Irmania, Raharjo, & Suyono, 2016).
Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah panduan siswa yang digunakan
untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. LKS
memuat latihan untuk pegembangan baik aspek kognitif, afektif maupun
psikomotor peserta didik melalui panduan kegiatan eksperimen atau
demonstrasi. Komponen-komponen yang terdapat dalam LKS meliputi judul
eksperimen, deskripsi singkat tentang materi (landasan teori), alat bahan yang
dibutuhkan dalam eksperimen, data pengamatan yang seringkali disajikan
dalam bentuk tabel, serta pertanyaan dan kesimpulan yang nantinya akan
disajikan dalam bentuk diskusi (Trianto, 2010).
2. Minat Belajar
Minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa
senang tanpa ada paksaan sehingga dapat menyebabkan perubahan
pengetahuan, ketrampilan dan tingkah laku. Ciri-ciri minat belajar adalah
memiliki kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang
sesuatu secara terus menerus, memperoleh kebanggaan dan kepuasan terhadap
hal yang diminati, berpartisipasi pada pembelajaran, minat belajar dipengaruhi
oleh budaya. Ketika siswa memiliki minat dalam belajar maka siswa akan
senantiasa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran dan akan memberikan
prestasi yang baik dalam pencapaian prestasi belajar.
(Darmawan, 2015)
Minat belajar siswa dipengaruhi oleh tiga aspek antara lain: perhatian
siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung, rasa senang siswa, ingin
tahu siswa. Faktor ini merupakan salah satu faktor internal yang termasuk
dalam aspek psikologis yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar
siswa. Guru yang berhasil membinaa kesediaan belajar siswa-siswanya berarti
ia telah melakukan hal yang terpenting yang dapat dilakukan demi
kepentingan belajar siswa-siswanya. Sebab, minat bukanlah sesuatu yang ada
begitu saja melainkan sesuatu yang dapat dipelajari (Singer, dalam
Yovitawulansari, dkk., 2012).
3. Kapasitas dan Volume Pernapasan
a. Volume Tidal
Volume tidal adalah volume udara hasil inspirasi atau ekspirasi pada
setiap kali bernafas normal, sebanyak banyaknya kira-kira 500mL pada
rata-rata orang dewasa.
b. Volume Cadangan Inspirasi
Volume cadangan ispirasi adalah volume udara ekstra yang dapat di
ispirasi setelah volume tidal, biasanya mencapai 3000mL.
c. Volume Cadangan Ekspirasi
Volume cadangan ekspirasi adalah jumlah udara yang masih dapat di
keluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal sebanyak
kira-kira 1100 mL.
d. Volume Residu
Volume residu yaitu volume udara yang masihg tetap berada dalam paru-
paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak 1200 mL
e. Kapasitas Inspirasi
Kapasitas inspirasi sama dengan volume tidal di tambah volume inspirasi.
Kapasitas inspirasi merupakan jumlah udara dapat di hirup oleh seseorang
mulai inspirasi atau ekspirasi normal dan mengembangkan paru-parunya
hingga jumlah maksimum.
f. Kapasitas Residu Fungsional
Kapasitas residu fungsional sama dengan volume cadangan ekspirasi di
tambah dengan volume residu.
g. Kapasitas Vital
Kapasitas vital sama dengan volume cadangan inspirasi di tambah dengan
volume tidal dan volume cadangan ekspirasi. Kapasitas vital ini adalah
jumlah udara maksimum yang dapat di keluarkan paru-paru seseorang
setelah terlebih dahulu mengisi paru-paru secara maksimum dan kemudian
mengeluarkan sebanyak-banyaknya.
h. Kapasitas Paru-Paru Total
Kapasitas paru-paru total adalah volume maksimum dimana paru-paru
dapat di kembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa (kira-kira
580mL) atau sama dengan kapaasitas vital di tambah dengan volume
residu.
(Aryulina dkk., 2007)
4. Frekuensi Pernapasan
Cepat lambatnya manuasia melakukan pernafasan di pengaruhi oleh beberapa
faktor diantanya sebagai berikut
a. Umur
Bertambahnya usia seseorang mengakibatkan frekuensi pernafasan
menjadi semakin lambat.
b. Jenis Kelamin
Pada umumya laki-laki lebih banyak membutuhkan energy. Oleh karena
itu, laki-laki memerlukan oksigen lebih banyak dari wanita.
c. Suhu Tubuh
Jika suhu tubuh menurun, tubuh akan meningkatkan metabolismenya,
sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat.
d. Posisi Tubuh
Posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja misalnya
pada saat berdiri, otot akan berkontraksi, sehingga oksigen yang
dibutuhkan lebih banyak dan laju pernafasan pun akan meningkat
dibandingkan pada saat orang duduk.
C. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah weak
experiment karena belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh dan masih
terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel
dependen. Desain penelitian yang digunakan adalah One – Group Pretest-
Posttest Design, dimana terdapat pre-test sebelum diberi perlakuan dan post-
test setelah diberi perlakuan. Desain ini digunakan sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai yaitu dapat meningkatkan minat belajar dan penguasaan konsep
siswa setelah bahan ajar berbasis alat praktikum sederhana diterapkan dalam
pembelajaran sistem pernapasan sub materi
Adapun desain penelitiannya yaitu:
Praktikum
Mengukur Pos-Test Angket
Pre-Test
Kapasitas
Paru-Paru
Penguasaan Penguasaan Minat
Konsep Konsep belajar
Siswa Siswa siswa
2. Populasi dan Sampel
Penelitian ini akan dilakukan pada siswa SMP Negeri 3 Subang.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling di SMP
Negeri 3 Subang yang berjumlah 1 kelas.
3. Prosedur Penelitian
a. Persiapan Pelaksanaan
1) Melakukan studi pendahuluan
a) Melakukan tinjauan pustaka terkait bahan ajar dan praktikum yang
akan diterapkan dalam pembelajaran.
b) Analisis kurikulum Materi Sistem Pernapasan untuk mengetahui
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
2) Melakukan konsultasi dengan pihak sekolah dan guru mata pelajaran
terkait waktu penelitian, populasi dan sampel yang akan digunakan
sebagai subjek penelitian.
3) Penyusunan perangkat pembelajaran yaitu Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), skenario pembelajaran, dan bahan ajar berupa
Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Alat Praktikum Biologi Sederhana.
4) Membuat instrument penelitian berupa tes pilihan ganda untuk
mengetahui penguasaan konsep siswa dan angket untuk mengetahui
minat belajar siswa pada sub materi Kapasitas Paru-Paru, Volume
Pernapasan, dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.
5) Menjudgment instrument dan bahan ajar kepada dosen ahli.
6) Melakukan uji coba instrument dan bahan ajar.
7) Menganalisis hasil uji coba instrument dan bahan ajar untuk
mengetahui layak atau tidaknya instrument dan bahan ajar untuk
digunakan dalam penelitian.
b. Instrumen Penelitian
1) Tes
Tes yang diberikan kepada siswa merupakan tes kognitif untuk
mengukur penguasaan konsep siswa pada materi sistem pernapasan,
sub materi Kapasitas Paru-Paru, Volume Pernapasan, dan Faktor-
Faktor yang Mempengaruhinya. Tes yang digunakan berupa pilihan
ganda.
Adapun kisi-kisi soal tes materi sistem pernafasan yang dibuat
berdasarkan taksonomi bloom revisi yaitu mencakup aspek
kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3),
analisis (C4), Mengevaluasi (C5), dan Menciptakan/membuat (C6).
Tes yang digunakan pada saat pre-test sama dengan tes yang
digunakan pada saat post-test, hal ini dilakukan supaya tidak ada
pengaruh perbedaan instrument terhadap perubahan penguasaan
konsep siswa.
Indikator pada Kisi-Kisi soal kognitif sistem pernapasan adalah
sebagai berikut:
a) Mengidentifikasi kapasitas pernapasan pada manusia
b) Mengidentifikasi volume udara pernapasan pada manusia
c) Menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi frekuensi
pernapasan
2) Angket
a) Angket Minat Belajar Siswa
Angket merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur
minat siswa dalam pembelajaran sistem pernapasan. Angket berisi
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk
memperoleh data mengenai minat belajar siswa terhadap
penggunaan bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana
pada pembelajaran sistem pernapasan.
Tabel 1. Kisi-Kisi Angket Minat Belajar Siswa
Indikator Prediktor
Perasaan 1 Merasa tertarik dengan materi-materi pelajaran yang
senang diajarkan.
2 Merasa tidak membosankan setiap mengikuti pelajaran
sistem pernapasan yang diajarkan.
3 Menyukai materi pelajaran yang diajarkan.
4 Bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang diajarkan.
Perhatian 1. Mendengarkan dengan baik, ketika guru sedang
menjelaskan materi pelajaran.
2. Melaksanakan semua kegiatan praktikum yang diberikan
dengan baik.
Indikator Prediktor
3. Memahami semua penjelasan guru baik dari awal sampai
akhir dalam proses pembelajaran sistem pernapasan yang
berlangsung.
4. Memfokuskan pusat perhatian terhadap pelajaran sistem
pernapasan yang sedang berlangsung.
Rasa ingin 1. Terlebih dahulu ingin mencari materi yang akan dipelajari.
tahu 2. Ada keinginan untuk belajar mempelajari sesuatu hal baru
dalam pelajaran sistem pernapasan.
b) Angket Kelayakan Bahan Ajar
Angket diberikan kepada guru untuk memperoleh data
mengenai kelayakan bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana pada pembelajaran sistem pernapasan.
Tabel 2. Kisi Kisi Angket Kelayakan Bahan Ajar
No. Aspek Indikator
1. Kelayakan Isi Kesesuaian materi dengan SK dan KD
Keakuratan materi
Pendukung materi pembelajaran
Kemutakhiran materi
2. Kelayakan Penyajian Teknik penyajian
Pendukung penyajian
Penyajian pembelajaran
Kelengkapan penyajian
3. Penilaian bahasa Lugas
Komunikatif
Interaktif
c. Teknik Pengumpulan Data
a. Tes
Pre-Test dan Pos-Test yang telah dikerjakan oleh siswa
kemudian dihitung skornya dengan menggunakan rubrik penilaian
yang telah dibuat. Kemudian hasil perhitungan skor siswa diolah
dengan menggunakan uji statistik.
b. Angket
a) Angket Minat Belajar Siswa
Angket diberikan kepada siswa untuk memperoleh data
mengenai minat belajar siswa terhadap penggunaan bahan ajar
berbasis alat praktikum biologi sederhana pada pembelajaran
sistem pernapasan. Jenis angket yang dipakai dalam penelitian ini
adalah instrumen kuesioner skala Likert, dengan 20 pertanyaan
tentang bahan ajar berbasis alat praktikum biologi sederhana dan
20 pertanyaan tentang minat belajar pada mata pelajaran sistem
pernapasan yang terdiri atas pertanyaan positif dan pertanyaan
negatif. Masing-masing butir pertanyaan diikuti dengan empat
alternatif jawaban yaitu: 4. Sangat Setuju ( SS ) 3. Setuju ( S ) 2.
Tidak Setuju ( TS ) 1. Sangat Tidak Setuju ( STS ).
b) Angket Kelayakan Bahan Ajar
Angket diberikan kepada guru untuk memperoleh data
mengenai kelayakan bahan ajar berbasis alat praktikum biologi
sederhana pada pembelajaran sistem pernapasan. Jenis angket yang
dipakai dalam penelitian ini adalah instrumen kuesioner skala
Likert, dengan 20 pertanyaan tentang bahan ajar berbasis alat
praktikum biologi sederhana Masing-masing butir pertanyaan
diikuti dengan empat alternatif jawaban yaitu: 4. Sangat Setuju
( SS ) 3. Setuju ( S ) 3. Tidak Setuju ( TS ) 1. Sangat Tidak Setuju
( STS ).
Alur Penelitian
Analisis Kurikulum
Penentuan KI/KD
Penentuan Indikator
DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah, dkk. 2007. BIOLOGI 2 SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta:
ESIS
Chairani, Shanty. 2016. PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK
MELALUI METODE PRAKTIKUM PADA MATERI METABOLISME
DI SMAN 3 TANGERANG SELATAN. Jurnal ini disampaikan pada
Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS. Diakses dari:
[Link]
Darmawan, Ricky. 2015. PENGARUH MINAT BELAJAR DAN PERHATIAN
ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS
TINGGI SD NEGERI 01 WONOLOPO TAHUN AJARAN 2014/2015.
(Skripsi). Universitas Muhammadiyah. Surakarta
Djaali. 2008. Psikologi Pendidikan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group
Yofitawulansari, dkk. 2012. PENINGKATAN MINAT BELAJAR BIOLOGI
SISWA MELALUI Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) BERBANTU MODUL PADA SISWA KELAS VII-D SMP
NEGERI 16 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012.