Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Seni
Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Seni
SENI RUPA
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase : B
Kelas/Semester : 3/1
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, demonstrasi,
observasi, eksplorasi, presentasi, dan praktik langsung.
Pendekatan deep learning diintegrasikan melalui penekanan pada
pemahaman konsep yang mendalam (mengapa unsur rupa dan prinsip
desain itu penting, bagaimana mereka saling berinteraksi, dan
bagaimana mengaplikasikannya dalam konteks nyata). Pembelajaran ini
mendorong peserta didik untuk membangun koneksi antar ide,
menganalisis informasi, dan menerapkan pengetahuannya dalam
berbagai situasi. Peserta didik akan diajak untuk berpikir kritis, kreatif,
dan berkolaborasi dalam menciptakan dan menganalisis karya seni.
Mereka didorong untuk bertanya, bereksperimen, dan memecahkan
masalah.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba kalian amati sekeliling kelas kita saat ini dengan saksama.
Adakah garis, bentuk, atau warna yang menarik perhatian kalian?
Mengapa benda tersebut menarik perhatianmu? Apa yang kalian
rasakan saat melihatnya?"
"Pernahkah kalian merasa tenang, bersemangat, atau kagum saat
melihat sebuah gambar atau patung? Apa yang membuat kalian
merasa seperti itu? Bisakah kalian merasakan energinya?"
Meaningful Learning:
"Mengapa seniman atau desainer menggunakan garis, bentuk, dan
warna dalam karyanya? Apakah semua garis, bentuk, dan warna
memiliki arti atau memberikan kesan yang sama? Bisakah kita
membuat sesuatu yang indah tanpa semua itu?"
"Pernahkah kalian melihat bangunan yang kokoh dan indah, atau
sebuah mainan yang seimbang dan tidak mudah jatuh?
Menurutmu, apa rahasia di balik kekokohan, keseimbangan, dan
keindahannya? Apakah ada aturan- aturan tertentu?"
Joyful Learning:
"Bagaimana perasaan kalian saat menggambar atau membuat
sesuatu yang baru, bahkan jika itu tidak sempurna? Apakah ada
tantangan yang membuat kalian bersemangat untuk mencoba
lagi?"
"Jika kalian bisa menciptakan benda apapun dari barang bekas
yang ada di rumah, benda apa yang ingin kalian buat? Mengapa
benda itu? Bagaimana kalian akan membuatnya terlihat unik dan
menarik?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini berfokus pada
pemahaman konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal. Peserta
didik akan diajak untuk menjelajahi, menciptakan, dan merefleksikan secara
aktif. Pembelajaran dirancang agar aktif, kreatif, kolaboratif, bermakna,
dan menyenangkan.
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta
didik untuk melakukan peregangan ringan atau teknik pernapasan
singkat untuk melatih mindfulness dan fokus sebelum memulai
pelajaran. Ini membantu mereka hadir sepenuhnya di kelas.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengajak
peserta didik berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat seperti yang dijelaskan di bagian C. Diskusi ini membangun
kesadaran diri, mendorong refleksi, dan menghubungkan nilai-nilai
positif dengan kehidupan sehari-hari mereka.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar benda
sehari-hari (misalnya, kursi, meja, jendela, bunga) dan beberapa
contoh karya seni sederhana (lukisan anak, patung tanah liat,
anyaman). Guru bertanya, "Apa yang kalian lihat dari gambar-
gambar ini? Adakah persamaan atau perbedaan yang kalian
temukan? Bagaimana mereka bisa terlihat berbeda?"
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan
pemantik dari bagian H untuk memicu rasa ingin tahu dan
mengarahkan fokus ke materi. Contoh: "Menurut kalian, apa
yang membuat sebuah gambar atau benda terlihat indah dan
menarik? Apakah hanya karena warnanya yang cerah? Apakah
ada hal lain yang membuatnya terlihat 'pas'?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik
mengetahui arah pembelajaran dan merasa memiliki tujuan. "Hari
ini, kita akan belajar tentang rahasia di balik keindahan benda-
benda dan karya seni di sekitar kita, yaitu unsur rupa dan prinsip
desain!"
Kegiatan Inti (210 menit - dibagi dalam beberapa sesi)
Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan
alokasi waktu 12 JP, dengan fokus pada Project-Based Learning yang
melibatkan eksplorasi mendalam, penciptaan, dan refleksi.
Sesi 1: Eksplorasi Unsur Rupa (3 JP)
1. Pengenalan dan Pengalaman Langsung Unsur Rupa (45 menit): Guru
menjelaskan dan menunjukkan contoh berbagai unsur rupa (garis,
bentuk, warna, tekstur, ruang, nilai gelap terang) melalui benda-
benda konkret di sekitar kelas atau gambar/video. Peserta didik
diajak untuk menyentuh (misal: tekstur kain, permukaan kayu),
merasakan, dan mengamati dengan cermat. Guru akan
memberikan lembar panduan observasi sederhana.
2. Perburuan Unsur Rupa "Mata Detektif Seni" (45 menit): Peserta didik
secara berkelompok (3-4 orang) diajak untuk melakukan
"perburuan" unsur rupa di lingkungan sekolah atau di luar kelas
(jika memungkinkan dan aman). Mereka diminta memotret dengan
smartphone guru/sekretaris atau mencatat/menggambar minimal 5
objek yang menunjukkan unsur rupa yang
berbeda secara menonjol. Mereka harus menjelaskan unsur apa
yang mereka temukan dan mengapa.
3. Diskusi Kelompok dan Presentasi (45 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan hasil temuannya dan menjelaskan unsur rupa
apa yang mereka temukan pada objek tersebut. Guru memfasilitasi
diskusi, mengajukan pertanyaan pancingan, dan mengoreksi
pemahaman yang keliru. Guru menekankan bagaimana unsur-unsur
ini bisa menciptakan kesan tertentu.
4. Latihan Menggambar Bebas Berfokus Unsur (30 menit): Peserta didik
diminta menggambar objek favorit mereka dengan fokus pada
menonjolkan minimal dua unsur rupa yang telah mereka pelajari
(misal: hanya menggunakan berbagai jenis garis untuk
membentuk objek, atau menggunakan berbagai bentuk
geometris).
Sesi 2: Menguak Prinsip Desain (3 JP)
1. Pengenalan Prinsip Desain (45 menit): Guru memperkenalkan prinsip
desain (keseimbangan, irama, kesatuan, penekanan, proporsi,
harmoni) dengan menggunakan contoh-contoh visual yang mudah
dipahami, misalnya gambar pola batik, susunan batu, poster, atau
ilustrasi sederhana. Guru menekankan bagaimana prinsip-prinsip
ini "mengatur" unsur rupa.
2. Analisis Prinsip Desain dalam Karya (45 menit): Guru menampilkan
beberapa contoh karya seni (lukisan, patung kecil, kerajinan
tangan) atau benda sehari-hari (misalnya, tumpukan buku yang
rapi, taman yang tertata, atau mainan Lego yang seimbang).
Peserta didik diajak menganalisis secara berkelompok, "Di mana
letak keseimbangannya? Mengapa terlihat harmonis? Apa yang
membuat mata kita melihat ke titik tertentu?"
3. Eksperimen Prinsip Desain "Bangun Keseimbangan" (60 menit):
Peserta didik diberikan berbagai bentuk potongan kertas (geometris
dan organik) atau balok-balok. Mereka diminta untuk menyusunnya
di atas kertas atau meja dengan tujuan menciptakan keseimbangan
(simetris atau asimetris) atau irama (pengulangan pola). Mereka
harus menjelaskan mengapa susunan mereka dianggap seimbang
atau berirama. Ini melatih penalaran kritis dan kreativitas.
4. Diskusi dan Refleksi (15 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan susunan mereka dan menjelaskan prinsip
desain yang mereka terapkan. Guru menguatkan pemahaman
konsep.
Sesi 3: Proyek Karya Seni "Daur Ulang Penuh Makna" (4 JP)
1. Perencanaan Proyek (45 menit): Guru menjelaskan bahwa peserta
didik akan membuat karya seni 3D dari bahan bekas/daur ulang
dengan menerapkan minimal dua unsur rupa dan satu prinsip
desain yang telah dipelajari. Mereka diminta membuat sketsa
awal atau ide desain secara individu atau berpasangan,
menentukan bahan yang akan digunakan, dan menjelaskan
unsur serta prinsip yang ingin ditonjolkan. Guru membimbing
proses perencanaan. Ini melatih kemandirian dan penalaran kritis.
2. Pembuatan Karya (90 menit): Peserta didik mulai membuat karya
seni mereka. Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan
memfasilitasi kebutuhan bahan. Selama proses ini, guru
mendorong mereka untuk bereksperimen dengan bahan,
memecahkan masalah (misal: bagaimana menempelkan dua benda
berbeda tekstur), dan berdiskusi dengan teman. Ini melatih
kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian.
3. Penyempurnaan dan Persiapan Presentasi (45 menit): Peserta didik
menyelesaikan karya mereka dan menyiapkan presentasi singkat.
Mereka harus bisa menjelaskan: "Karya ini saya buat dari [bahan].
Saya menggunakan unsur [unsur rupa 1] dan [unsur rupa 2] pada
bagian [jelaskan]. Prinsip desain [prinsip desain] terlihat pada
[jelaskan]." Ini melatih komunikasi.
Sesi 4: Presentasi dan Galeri Seni Mini (2 JP)
1. Presentasi Karya (60 menit): Setiap peserta didik/pasangan
mempresentasikan karyanya di depan kelas. Peserta didik lain
diajak untuk memberikan pertanyaan dan umpan balik yang
konstruktif (misal: "Saya suka bentuk yang kamu gunakan, itu
terlihat dinamis!"). Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan
penguatan. Ini melatih komunikasi dan kolaborasi.
2. Galeri Seni Mini dan Apresiasi (45 menit): Semua karya dipajang di
area kelas membentuk "galeri seni mini". Peserta didik berkeliling
mengamati karya teman-teman mereka. Guru bisa meminta mereka
memilih satu karya favorit (selain karya sendiri) dan menjelaskan
mengapa mereka menyukainya, dengan menyebutkan unsur rupa
atau prinsip desain yang mereka amati. Ini meningkatkan apresiasi
seni dan penalaran kritis.
3. Refleksi Akhir Proyek (15 menit): Guru memimpin diskusi refleksi
tentang keseluruhan proyek: "Apa yang paling sulit saat membuat
karya ini? Apa yang paling menyenangkan? Apa yang kalian pelajari
tentang unsur rupa dan prinsip desain?"
Penutup (10 menit)
1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan kembali poin-poin penting tentang unsur rupa
(garis, bentuk, warna, tekstur, ruang) dan prinsip desain
(keseimbangan, irama, kesatuan). Guru menekankan bahwa seni
ada di mana-mana di sekitar kita.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi
tinggi atas kerja keras, kreativitas, dan partisipasi aktif seluruh
peserta didik. Guru menekankan bahwa setiap karya adalah unik
dan berharga.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam, mengingatkan untuk terus mengamati
keindahan di sekitar mereka.
K. Pemahaman Bermakna
Unsur rupa dan prinsip desain adalah 'bahasa' tersembunyi yang
digunakan oleh seniman dan desainer untuk menciptakan karya yang
indah dan memiliki pesan. Dengan memahami bahasa ini, kita tidak hanya
bisa membuat karya seni yang lebih baik, tetapi juga lebih menghargai
keindahan di sekitar kita – dari motif batik pada kain, pola daun di taman,
hingga bangunan yang kita lihat setiap hari. Pemahaman ini membantu
kita berpikir lebih kritis tentang apa yang kita lihat dan lebih kreatif dalam
menciptakan hal baru, bahkan dari barang bekas!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang garis,
bentuk, atau warna hari ini? Bagaimana saya bisa melihatnya di
sekitarku sekarang?
2. Bagian mana dari membuat karya seni dari bahan bekas yang
paling saya nikmati? Apa tantangan terbesar yang saya hadapi
dan bagaimana saya mengatasinya?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang unsur
rupa dan prinsip desain ini dalam kehidupan sehari-hari atau di
pelajaran lain?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman dasar
tentang unsur rupa dan prinsip desain? Jika ada yang belum,
strategi apa yang bisa saya gunakan untuk membantu mereka
lebih memahami?
2. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi kolaborasi dan
komunikasi yang efektif antar peserta didik dalam kegiatan
proyek selanjutnya?
3. Apakah kegiatan pembelajaran ini cukup menyenangkan dan
bermakna bagi peserta didik? Bagian mana yang perlu
ditingkatkan untuk pertemuan berikutnya?
Anggota:
1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Bersama kelompokmu, carilah 5 benda di sekitar sekolah (di dalam
atau luar kelas) yang menunjukkan unsur rupa (garis, bentuk,
warna, tekstur, ruang, gelap terang) secara menonjol.
2. Gambarlah/tempelkan foto benda tersebut pada kolom yang
disediakan.
3. Tuliskan unsur rupa apa yang paling menonjol pada benda
tersebut dan jelaskan mengapa menurutmu begitu.
Nama Benda Unsur Rupa Alasan
Gambar/Foto
No. yang yang (Mengapa
Benda
Ditemukan Menonjol menonjol
?)
1.
2.
3.
4.
5.
LKPD 2: Proyek Karya Seni "Kreasi Makna dari Barang Bekas"
Nama:
Kelas:
Petunjuk:
1. Buatlah sebuah karya seni 3D (tiga dimensi) dari bahan-bahan
bekas/daur ulang yang telah kalian bawa.
2. Karya seni kalian harus menunjukkan minimal dua unsur rupa
dan satu prinsip desain yang sudah kita pelajari.
3. Buatlah sketsa atau rancangan awal karyamu di kotak di bawah ini.
4. Tuliskan penjelasan tentang karyamu pada bagian yang disediakan.
Sketsa/Rancangan Karyaku:
[Kotak kosong untuk sketsa]
Penjelasan Karyaku:
1. Nama karyaku:
2. Bahan-bahan yang saya gunakan:
P. Glosarium
1. Unsur Rupa: Bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah
karya seni visual, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, ruang,
dan nilai gelap terang.
2. Prinsip Desain: Aturan atau pedoman tentang bagaimana unsur-
unsur rupa diatur dan digabungkan dalam sebuah karya seni untuk
menciptakan estetika dan makna, contohnya keseimbangan, irama,
dan kesatuan.
3. Deep Learning (dalam konteks pendidikan): Pendekatan
pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep secara
mendalam, kemampuan menghubungkan informasi, berpikir
kritis, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan sekadar
menghafal.
Q. Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
(2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata
Pelajaran Seni Rupa. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.
Mengetahui, Bukit Lembah Subur,
Kepala Sekolah Dasar Guru Kelas 3
Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan
menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
Tujuan Pembelajaran:
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Inkuiri) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kritis, analisis karya,
presentasi, dan refleksi.
Pendekatan deep learning diintegrasikan melalui penekanan pada
kemampuan peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan
menyintesis informasi. Mereka tidak hanya belajar mengidentifikasi
unsur, tetapi juga menilai bagaimana unsur-unsur tersebut berinteraksi
dan menciptakan dampak pada sebuah karya. Proses ini mendorong
penalaran kritis, komunikasi efektif, dan kemampuan merefleksikan
pemahaman mereka secara mendalam, bukan sekadar menghafal
definisi. Peserta didik didorong untuk aktif bertanya, mengamati secara
detail, dan mengembangkan sudut pandang mereka sendiri.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba kalian amati sebuah benda di dekatmu saat ini, misalnya
pensil atau tas. Bagaimana bentuknya? Warnanya? Apakah
permukaannya halus atau kasar? Apa yang membuat benda itu
bisa berdiri kokoh atau terlihat menarik?"
"Pernahkah kalian merasa kagum atau bertanya-tanya
'bagaimana ya cara membuatnya?' saat melihat sebuah lukisan
atau patung yang indah? Apa yang membuatmu penasaran?"
Meaningful Learning:
"Mengapa kita perlu memahami 'bahasa rahasia' dalam seni
rupa seperti garis, bentuk, atau warna? Apakah hanya seniman
saja yang perlu tahu?"
"Jika kamu melihat dua gambar yang sama, tapi yang satu terlihat
'lebih enak dilihat' daripada yang lain, menurutmu mengapa
begitu? Apa bedanya?"
Joyful Learning:
"Kalau kalian menjadi seorang 'penyelidik seni', apa yang akan
kalian cari tahu dari sebuah karya seni? Apa yang paling
membuatmu bersemangat saat menganalisis sebuah gambar?"
"Bayangkan kamu punya kekuatan super untuk membuat benda
apapun terlihat indah. Kekuatan apa yang akan kamu gunakan?
Bagaimana rasanya menciptakan sesuatu yang membuat orang
lain kagum?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini berfokus pada kemampuan
peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan karya
seni
rupa secara mendalam. Kegiatan dirancang untuk melatih siswa menjadi
aktif, kreatif, kolaboratif, serta membuat pembelajaran bermakna dan
menyenangkan. Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta
didik untuk melakukan peregangan ringan atau teknik pernapasan
singkat untuk melatih mindfulness dan fokus.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru
mengajak peserta didik berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat seperti yang dijelaskan di bagian C. Ini
membangun kesadaran diri dan keterhubungan dengan nilai-
nilai positif.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa karya seni
rupa sederhana (misalnya, gambar bunga, kolase sederhana,
atau kerajinan tangan). Guru bertanya, "Apa yang kalian lihat
dari karya-karya ini? Mana yang paling kalian suka? Mengapa?"
Ini memancing minat mereka untuk mengamati dan
memberikan alasan.
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan
pemantik dari bagian H untuk memicu rasa ingin tahu dan
mengarahkan fokus ke materi. Contoh: "Bisakah kita 'membaca'
sebuah karya seni seperti membaca buku? Apa yang perlu kita
perhatikan untuk bisa memahaminya?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik
mengetahui arah pembelajaran. "Hari ini, kita akan menjadi 'kritikus
seni cilik'! Kita akan belajar bagaimana 'menilai' sebuah karya seni,
bukan berarti mencari kesalahan, tapi memahami keindahannya
menggunakan kata-kata yang tepat."
Kegiatan Inti (210 menit - dibagi dalam beberapa sesi)
Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan
alokasi waktu 12 JP, dengan fokus pada Inquiry-Based Learning yang
melibatkan pengamatan mendalam, analisis, penilaian, dan refleksi.
Sesi 1: Mengamati dan Mengidentifikasi Karya (3 JP)
1. Mengingat Kosa Kata Seni Rupa (45 menit): Guru memulai dengan
kilas balik singkat tentang unsur rupa (garis, bentuk, warna,
tekstur, ruang) dan prinsip desain (keseimbangan, irama,
kesatuan) yang mungkin sudah dipelajari. Guru menunjukkan
kartu berisi kosa kata seni rupa dan contoh visualnya. Peserta
didik diajak mengulang dan memberikan contoh dari benda di
sekitar mereka.
Gambar Business illustrations of charts, graphics and other
different infographics elements. Pictures in hand drawn style
2. Observasi Terarah "Galeri Rahasia" (60 menit): Guru menyiapkan
beberapa contoh karya seni rupa sederhana (cetak, lukisan anak,
kerajinan tangan) yang ditempel atau diletakkan di berbagai sudut
kelas sebagai "galeri rahasia". Peserta didik secara berpasangan
atau kelompok kecil, berkeliling mengamati karya-karya tersebut.
Mereka dibekali LKPD 1 untuk mengidentifikasi minimal dua unsur
rupa dan satu prinsip desain yang paling menonjol pada setiap
karya, serta menuliskan kesan awal mereka. Ini melatih penalaran
kritis dan kolaborasi.
3. Diskusi Temuan dan Penggunaan Kosa Kata (45 menit): Setiap
kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka di depan
kelas. Guru memfasilitasi diskusi, mendorong peserta didik untuk
menggunakan kosa kata
seni rupa yang tepat saat mendeskripsikan karya. Guru memberikan
umpan balik dan penguatan, mengoreksi jika ada kosa kata yang
kurang tepat. Ini melatih komunikasi.
4. Permainan "Tebak Unsur" (15 menit): Guru menunjukkan beberapa
gambar detail dari sebuah karya seni atau objek. Peserta didik
berlomba menebak unsur rupa atau prinsip desain apa yang paling
menonjol pada detail tersebut. Ini membuat pembelajaran
menyenangkan.
Sesi 2: Menilai dan Merefleksikan Karya Sendiri (4 JP)
1. Menciptakan Karya Seni Rupa (75 menit): Guru memberikan tugas
kepada peserta didik untuk menciptakan sebuah karya seni rupa
sederhana (misalnya, menggambar pemandangan, membuat
kolase, atau membentuk objek dari plastisin) dengan tema bebas,
namun harus berusaha menerapkan setidaknya dua unsur rupa
yang berbeda. Ini adalah kesempatan mereka untuk merasakan
proses penciptaan.
2. Memahami Proses Penilaian (45 menit): Guru menjelaskan bahwa
"menilai" bukan berarti mencari kesalahan, tetapi memahami
kekuatan dan kelemahan sebuah karya dengan alasan yang jelas.
Guru memberikan contoh cara memberikan pujian dan saran yang
konstruktif menggunakan kosa kata seni rupa. "Misalnya, 'Warna
yang kamu gunakan cerah dan membuat gambar ini bersemangat!',
atau 'Mungkin kamu bisa menambahkan beberapa garis lengkung
agar terlihat lebih dinamis'."
3. Refleksi Diri dan Penilaian Karya Sendiri (60 menit): Peserta didik
dibekali LKPD 2. Mereka diminta untuk merefleksikan proses
pembuatan karya mereka sendiri: Apa yang paling sulit? Apa yang
paling disukai? Unsur rupa dan prinsip desain apa yang sudah
mereka terapkan? Lalu, mereka diminta untuk "menilai" karyanya
sendiri, menyebutkan apa yang menurut mereka sudah baik dan
apa yang bisa diperbaiki, menggunakan kosa kata seni rupa. Ini
melatih kemandirian dan penalaran kritis.
4. Berbagi Refleksi (15 menit): Beberapa peserta didik secara
sukarela berbagi refleksi dan penilaian atas karyanya di
depan kelas. Guru memberikan dukungan dan umpan balik
positif.
Sesi 3: Penilaian Karya Teman dan Diskusi Kritis (5 JP)
1. Galeri Mini dan "Kritikus Cilik" (75 menit): Guru mengubah kelas
menjadi galeri mini dengan memajang semua karya peserta didik.
Setiap peserta didik diberi beberapa stiker berwarna (misalnya, 3
stiker). Mereka berkeliling dan memilih 3 karya teman yang paling
menarik perhatiannya (selain karya sendiri). Pada secarik kertas
kecil, mereka menuliskan 1 pujian dan 1 saran (yang konstruktif)
untuk setiap karya yang mereka pilih, menggunakan kosa kata seni
rupa. Ini sangat melatih penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
2. Diskusi Kelompok "Mengapa Kita Suka?" (60 menit): Peserta didik
berkumpul dalam kelompok kecil. Masing-masing anggota
kelompok memilih satu karya dari galeri (bukan karyanya sendiri)
yang paling berkesan bagi mereka dan menjelaskan kepada
kelompoknya mengapa karya tersebut menarik, dengan
mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain yang digunakan.
Guru memfasilitasi agar diskusi berjalan aktif dan saling
menghargai.
3. Presentasi dan Tanya Jawab (60 menit): Perwakilan dari setiap
kelompok mempresentasikan satu karya yang paling menarik
perhatian kelompoknya
dan menjelaskan hasil diskusi mereka. Guru membuka sesi tanya
jawab, mendorong peserta didik lain untuk mengajukan pertanyaan
atau memberikan pendapat tambahan, selalu dengan menggunakan
kosa kata seni rupa yang tepat dan bahasa yang santun. Ini puncak
dari komunikasi dan apresiasi.
Penutup (10 menit)
1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan kembali pentingnya memahami unsur rupa dan
prinsip desain untuk dapat "membaca" dan menilai karya seni rupa,
serta bagaimana kosa kata seni rupa membantu kita berkomunikasi
tentang seni.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi
tinggi atas partisipasi aktif, kreativitas, dan kemampuan peserta
didik dalam mengobservasi, menganalisis, dan merefleksikan
karya seni. Guru menekankan bahwa setiap orang memiliki cara
pandang unik terhadap seni.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam, mengingatkan untuk terus mengamati
keindahan di sekitar mereka dengan mata seni.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami unsur rupa dan prinsip desain adalah seperti belajar "bahasa
rahasia" di balik semua karya seni dan keindahan di sekitar kita. Dengan
menguasai bahasa ini, kita tidak hanya bisa membuat karya seni sendiri
yang lebih baik, tetapi juga bisa melihat, merasakan, dan mengapresiasi
keindahan dari sudut pandang yang lebih dalam. Kita jadi tahu mengapa
sebuah lukisan terlihat begitu hidup, mengapa sebuah bangunan terasa
kokoh, atau mengapa sebuah patung terasa seimbang.
Kemampuan untuk menilai dan merefleksikan karya seni dengan kosa
kata yang tepat juga melatih kita untuk berpikir kritis dan mengungkapkan
pendapat dengan santun, sebuah keterampilan penting dalam kehidupan
sehari-hari.
Anggota:
1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Kunjungi "Galeri Rahasia" di kelas. Pilih 3 karya seni yang menarik
perhatian kelompokmu.
2. Amati setiap karya dengan saksama.
3. Tuliskan pada tabel di bawah ini unsur rupa dan prinsip desain
apa yang paling menonjol pada karya tersebut. Gunakan kosa
kata seni rupa yang sudah kita pelajari!
4. Berikan satu pujian (hal baik) dan satu saran (hal yang bisa
ditingkatkan) untuk setiap karya.
Unsur Prinsip
Judul/Deskripsi Rupa Desain Pujian Saran
Karya (misal: yang yang (Gunaka (Gunaka
No.
"Lukisan Menonj Menonj n kosa n kosa
Pemandangan ol ol kata kata
") (minima (minima seni seni
l 2) l 1) rupa) rupa)
1.
2.
3.
Kelas:
Petunjuk:
1. Amati kembali karya seni yang sudah kamu buat.
2. Jawablah pertanyaan refleksi di bawah ini.
3. Berikan penilaian sederhana terhadap karyamu sendiri.
Bagian 1: Refleksi Proses Pembuatan Karya
1. Apa judul karya seni yang kamu buat?
2. Unsur rupa apa saja yang kamu coba tonjolkan pada karyamu?
(Contoh: garis, bentuk, warna)
(Isilah dengan jujur dan santun, seperti kamu menilai karya orang lain.)
1. Hal baik apa yang kamu lihat dari karyamu ini? (Gunakan kosa
kata seni rupa, contoh: "Garisnya sangat tegas", "Warnanya
cerah sekali")
Sangat
Kriteria Kurang Cukup Sangat
Kuran Baik (4)
Penilaian (2) (3) Baik
g (1)
(5)
Menunju
Menunju
kkan Menunjukk
kkan
pemaha Menunju Menunjuk an
sedikit
man kkan kan pemaham
atau
terbata pemaha pemaha an
tidak
A. s; man m an mendala
ada
Pemaham an penjela cukup; baik; m
Konsep pemaha
s an identifik mengide ;
(LKPD 1 & man
kurang a si n tifikasi mengident
Diskusi) tentang
jelas cukup konsep ifikasi
unsur
atau akurat dengan konsep
rupa/pri
ada dengan jelas dan dengan
n sip
bebera sedikit sebagian sangat
desain;
pa kesalah besar jelas,
penjelas
kesalah a n. akurat. akurat,
an tidak
an dan
relevan.
dalam detail.
identifik
a si.
Tidak Penggun Menggu Menggun Mengguna
mengg aan nakan akan kan kosa
B.
u nakan kosa bebera kosa kata seni
Pengguna an
kosa kata pa kata seni rupa
Kosa
kata seni kosa rupa dengan
Kata Seni
seni rupa kata dengan sangat
Rupa
(Presenta rupa sangat seni cukup tepat,
si & yang terbata rupa, tepat kaya,
Diskusi) tepat s dan namun dan dan fasih
atau sering kadang relevan dalam
mengg tidak masih dalam mendesk
u nakan tepat. salah sebagian ri
atau besar
Sanga
Kriteria Kuran Cuku Sanga
t Baik (4)
Penilaian g (2) p (3) t Baik
Kuran
(5)
g (1)
secar kuran kesemp psika
a g at an. n
keliru. luwes. karya
.
Tidak Mampu
Member Mampu Mampu
mampu memberi
i kan membe memberi
membe k an
C. penilaia ri kan k an
ri kan penilaian
Kemampu n yang penilaia penilaian
penilaia yang
an sangat n dengan
n atau mendala
Menilai/Me umum sederha alasan
mberi umpan m
atau na yang
Umpan balik; dengan
tidak dengan cukup
Balik hanya alasan
relevan; sedikit jelas dan
(LKPD 1 & menyat kuat dan
umpan alasan; konstruk
Presentasi a kan konstrukt
balik umpan tif
) suka/tid if, sangat
kurang balik , serta
ak efektif
konstru agak menggu
suka menggun
k tif. konstru n akan
tanpa a kan
kt if. kosa
alasan. kosa kata
kata
seni.
seni.
Tidak Berparti Berpartisi
Sedikit
berparti s ipasi Berpartis p asi
berparti
D. si pasi secara i pasi sangat
s ipasi;
Komunika atau modera aktif dan aktif dan
present
si & mengga t; jelas; memimpi
a si
Partisipasi nggu; present presenta n
(Diskusi & kurang
present a si si ;
Presentasi jelas
a si cukup terstrukt presentasi
) dan
tidak jelas ur dan sangat
perlu
jelas namun mudah jelas,
banyak
atau perlu dimenge inspiratif,
bantua
tidak dorong rt i. dan
n.
selesai. a n. persuasif.
Refleksi
Refleksi sangat
Refleksi Refleksi
cukup mendala
Tidak sangat baik;
mendal m dan
mampu dangkal mengide
a m; jujur;
merefle ; hanya n tifikasi
menyeb mampu
E. Refleksi k sikan menye tantanga
u tkan mengide
Diri (LKPD proses b utkan n dan
2) beberap nt ifikasi
atau satu pembelaj
a poin pembelaj
hasil atau a ran
dengan a ran
karya dua dengan
sedikit dan area
sendiri. poin cukup
penjelas pengemb
tanpa an. detail.
a ngan
detail.
diri
dengan
baik.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah menunjukkan kemampuan sangat
baik dalam menilai dan merefleksikan karya:
o Berikan tugas untuk membuat "Jurnal Kritik Seni Mini" di
mana mereka memilih beberapa gambar karya seni dari
buku atau internet, lalu menuliskan analisis dan penilaian
mereka (unsur rupa, prinsip desain, kesan, pujian, saran)
dalam bentuk esai singkat.
o Ajak mereka untuk menciptakan karya seni yang
berpasangan/berkelompok dengan fokus pada pesan atau
emosi tertentu, kemudian mereka akan saling
menganalisis dan merefleksikan karya tersebut.
o Fasilitasi diskusi tentang seniman lokal atau karya seni yang
ada di lingkungan sekitar mereka (misal: mural di desa,
patung di taman kota), dan minta mereka menganalisisnya.
Remedial
Bagi peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami
konsep atau menggunakan kosa kata seni rupa:
o Berikan bimbingan individu atau kelompok kecil dengan fokus
pada identifikasi unsur rupa dan prinsip desain melalui
contoh-contoh yang lebih konkret dan sederhana.
o Gunakan kartu-kartu bergambar dengan unsur rupa dan
prinsip desain untuk latihan mencocokkan dan
menyebutkan.
o Ajak mereka untuk mengamati benda-benda sederhana di kelas
(misal: penggaris, buku, pensil) dan meminta mereka
menjelaskan unsur rupa yang paling menonjol secara lisan,
dengan bimbingan guru.
o Sediakan lembar kerja dengan panduan kalimat yang lebih
terstruktur untuk membantu mereka dalam memberikan
pujian dan saran yang konstruktif (misal: "Saya suka
karena ada
yang .").
P. Glosarium
1. Kosa Kata Seni Rupa: Istilah-istilah khusus yang digunakan untuk
mendeskripsikan dan menganalisis karya seni rupa, seperti
garis, bentuk, warna, keseimbangan, atau irama.
2. Refleksi: Proses berpikir mendalam tentang pengalaman atau
pembelajaran, untuk memahami apa yang telah dilakukan, apa
yang berhasil, apa yang perlu ditingkatkan, dan mengapa.
3. Kritik Konstruktif: Umpan balik atau penilaian yang bertujuan
untuk membangun dan memberikan saran perbaikan,
disampaikan dengan cara yang santun dan mendukung, bukan
menjatuhkan.
Q. Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
(2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata
Pelajaran Seni Rupa. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
SENI RUPA
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase : B
Kelas/Semester : 3/1
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Brainstorming, diskusi, eksplorasi
bahan, demonstrasi, praktik langsung (hands-on),
presentasi, dan refleksi.
Pendekatan deep learning diintegrasikan dengan mendorong peserta
didik untuk menghubungkan pengalaman pribadi mereka (pengetahuan
yang sudah ada) dengan proses penciptaan karya seni. Mereka akan
diajak untuk berpikir kritis dalam memilih dan memanfaatkan alat serta
bahan sesuai karakteristiknya, serta kreatif dalam mentransformasi
gagasan dari pengalaman menjadi bentuk visual. Proses ini juga melatih
kemandirian dalam eksplorasi dan penggunaan bahan, serta komunikasi
saat mempresentasikan proses berpikir artistik mereka.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, ingat-ingat pengalaman yang
paling menyenangkan bagimu selama seminggu terakhir. Apa yang
kamu rasakan? Bisakah kamu melihatnya dalam pikiranmu?"
"Lihatlah sekeliling kelas, benda apa yang terbuat dari bahan
alam? Bagaimana rasanya kalau kamu sentuh? Apakah sama
dengan benda yang terbuat dari plastik?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, dari mana ya ide-ide untuk menggambar atau
membuat sesuatu itu datang? Apakah selalu dari buku atau
dari guru?"
"Kalau kita mau membuat patung dari tanah liat, apakah kita bisa
menggunakan lem kertas untuk menempelkannya? Mengapa? Apa
bedanya lem kertas dengan lem khusus tanah liat?"
Joyful Learning:
"Jika kamu bisa membuat sebuah karya seni yang menceritakan
tentang 'hari paling bahagiamu', akan seperti apa karyanya? Bahan
apa yang ingin kamu gunakan?"
"Bayangkan kamu adalah seorang penemu. Kamu punya banyak
bahan bekas di sekitarmu. Benda apa yang paling unik dan lucu
yang bisa kamu ciptakan dari bahan-bahan itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini menekankan pada
penggunaan pengalaman pribadi sebagai sumber ide, serta pemahaman
mendalam tentang karakteristik alat dan bahan untuk mewujudkan ide
tersebut secara mandiri.
Kegiatan dirancang agar aktif, kreatif, kolaboratif, bermakna, dan
menyenangkan.
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka
pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar. Guru
mengajak peserta didik melakukan peregangan ringan atau
teknik pernapasan untuk melatih mindfulness dan fokus.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru
mengajak peserta didik berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat seperti di bagian C. Ini membangun
kesadaran diri dan motivasi positif.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa contoh karya
seni sederhana (misalnya, gambar liburan, kolase aktivitas
keluarga) dan bertanya, "Menurut kalian, dari mana ya ide-ide
untuk membuat karya-karya ini datang? Apakah ini mirip dengan
pengalaman kalian?" Ini memancing keterlibatan emosional dan
pemikiran.
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan
pemantik dari bagian H untuk memicu rasa ingin tahu. Contoh:
"Tahukah kalian, setiap benda di sekitar kita punya 'cerita' atau
karakteristiknya sendiri? Bagaimana ya kita bisa menggunakan
'cerita' itu untuk membuat karya seni?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran. "Hari ini, kita akan menjadi seniman yang
hebat! Kita akan belajar bagaimana menggunakan pengalaman
kita sendiri sebagai ide, dan memanfaatkan benda-benda di sekitar
kita untuk membuat karya seni yang unik!"
Kegiatan Inti (210 menit - dibagi dalam beberapa sesi)
Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan
alokasi waktu 12 JP, dengan fokus pada Project-Based Learning yang
melibatkan gagasan dari pengalaman, eksplorasi bahan, penciptaan, dan
refleksi.
Sesi 1: Menggali Gagasan dari Pengalaman (3 JP)
1. "Peta Pengalaman Hidupku" (60 menit): Guru meminta peserta didik
untuk membuat "peta pikiran" sederhana tentang pengalaman
pribadi yang berkesan (misalnya, liburan ke pantai, bermain hujan,
membantu orang tua, melihat hewan peliharaan). Mereka bisa
menggambar atau menuliskan kata kunci di LKPD 1. Guru
berkeliling memberikan bimbingan dan pertanyaan pancingan,
"Apa yang kamu rasakan saat itu? Ada suara apa? Warna apa yang
kamu ingat?" Ini melatih kreativitas dan penalaran kritis untuk
menggali ide.
2. Berbagi Ide & Inspirasi (45 menit): Peserta didik secara berpasangan
atau kelompok kecil berbagi pengalaman yang paling ingin
mereka tuangkan dalam karya seni. Mereka menjelaskan
mengapa pengalaman itu penting
bagi mereka. Guru memfasilitasi diskusi, menekankan
bahwa setiap pengalaman adalah unik dan berharga. Ini
melatih komunikasi dan kolaborasi.
3. Membuat Sketsa Awal Karya (45 menit): Dari pengalaman yang
dipilih, peserta didik membuat minimal 2-3 sketsa kasar (ide awal)
bagaimana mereka akan menggambarkan pengalaman tersebut
dalam sebuah karya seni rupa. Guru menekankan bahwa ini baru
ide awal, tidak harus sempurna. Ini melatih kreativitas dan
kemandirian.
4. Diskusi Pemilihan Ide (30 menit): Beberapa peserta didik secara
sukarela mempresentasikan sketsa awal mereka dan menjelaskan
ide di baliknya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan
positif.
Sesi 2: Mengenali dan Memilih Alat & Bahan (3 JP)
1. Eksplorasi "Harta Karun Lingkungan" (60 menit): Guru menyiapkan
beragam alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar
(benda alam: daun, ranting, batu; benda bekas: kardus, botol, kain
perca). Peserta didik dalam kelompok diajak mengamati dan
menyentuh setiap bahan. Mereka mengisi LKPD 2, mencatat
karakteristik khusus setiap bahan (misal: "daun kering: rapuh, bisa
sobek, warnanya cokelat; cocok untuk kolase tapi tidak untuk
patung yang keras") dan alat (misal: "gunting: untuk memotong,
tapi butuh hati-hati"). Ini melatih penalaran kritis dan observasi.
2. Demonstrasi Penggunaan Alat (45 menit): Guru mendemonstrasikan
cara menggunakan beberapa alat dengan aman dan efektif (misal:
cara menggunting dengan benar, cara mengaplikasikan lem pada
berbagai permukaan). Peserta didik mencoba secara langsung di
bawah pengawasan guru.
3. Diskusi Kesesuaian Bahan dengan Ide (45 menit): Peserta didik
kembali ke ide karya mereka dari Sesi 1. Mereka berdiskusi dalam
kelompok, alat dan bahan apa yang paling cocok untuk
mewujudkan ide mereka, berdasarkan karakteristik yang telah
mereka pelajari. "Jika saya mau membuat gunung dari pengalaman
mendaki, bahan apa yang pas? Kardus? Daun kering? Kenapa?" Ini
melatih penalaran kritis dan kolaborasi.
4. Perencanaan Bahan (30 menit): Peserta didik menuliskan daftar
alat dan bahan yang akan mereka gunakan untuk karya mereka
di LKPD 2. Guru memberikan bimbingan dan arahan.
Sesi 3: Mewujudkan Gagasan Menjadi Karya (4 JP)
1. Proses Berkarya "Membangun Impian" (150 menit): Peserta didik mulai
membuat karya seni rupa mereka berdasarkan ide dan bahan yang
telah dipilih. Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan
memfasilitasi kebutuhan bahan. Selama proses ini, guru
mendorong mereka untuk bereksperimen dengan bahan,
menemukan solusi jika ada masalah (misal: lem tidak menempel
kuat), dan berdiskusi dengan teman. Ini adalah puncak kreativitas,
kemandirian, dan kolaborasi.
2. Pendampingan Personal (15 menit): Guru memberikan perhatian
khusus pada peserta didik yang mengalami kesulitan atau
membutuhkan ide tambahan, memberikan arahan yang
mendorong mereka untuk menemukan solusi sendiri.
3. Penyelesaian dan Perapian (45 menit): Peserta didik menyelesaikan
karya mereka dan merapikan sisa-sisa bahan.
Sesi 4: Presentasi dan Refleksi Artistik (2 JP)
1. Presentasi Karya "Cerita di Balik Karyaku" (60 menit): Setiap peserta
didik mempresentasikan karyanya di depan kelas. Mereka
menjelaskan:
o Pengalaman pribadi apa yang menjadi inspirasi karyanya.
o Alat dan bahan apa yang digunakan, dan mengapa mereka
memilih bahan tersebut (kaitkan dengan karakteristiknya).
o Bagaimana proses pembuatannya, adakah kesulitan yang
ditemui dan bagaimana mengatasinya.
o Apa makna dari karyanya.
2. Sesi Tanya Jawab & Apresiasi (45 menit): Peserta didik lain diajak
untuk memberikan pertanyaan atau umpan balik positif (misal:
"Saya suka bagaimana kamu menggunakan daun kering untuk
rambut, itu ide yang unik!"). Guru memfasilitasi diskusi agar
berjalan santun dan konstruktif. Ini meningkatkan apresiasi seni
dan kolaborasi.
3. Refleksi Akhir Proses (15 menit): Guru memimpin diskusi refleksi:
"Apa yang paling kalian rasakan saat membuat karya ini? Apa
yang kalian pelajari tentang diri kalian sendiri sebagai seniman?
Apa yang paling penting dari semua benda yang kita gunakan hari
ini?"
Penutup (10 menit)
1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan kembali pentingnya menjadikan pengalaman pribadi
sebagai sumber ide, dan bagaimana mengenali karakteristik alat
dan bahan membantu kita mewujudkan ide kreatif.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi
tinggi atas kerja keras, kreativitas, dan keberanian peserta didik
dalam menciptakan karya dan berbagi ceritanya. Guru menekankan
bahwa setiap orang adalah seniman yang unik.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam, mengingatkan untuk terus berkreasi dan
mencari inspirasi dari kehidupan sehari-hari.
K. Pemahaman Bermakna
Setiap pengalaman yang kita alami, baik itu bermain di taman, membantu
orang tua, atau melihat pemandangan indah, bisa menjadi sumber ide
yang sangat berharga untuk menciptakan karya seni. Kita tidak perlu
menunggu ide datang dari luar, karena ide-ide hebat seringkali
tersembunyi dalam ingatan dan perasaan kita sendiri. Selain itu, dengan
memahami karakteristik setiap alat dan bahan (misalnya, pensil itu untuk
menggambar garis tipis, tanah liat itu lentur untuk dibentuk), kita bisa
memilih dan menggunakannya dengan lebih cerdas dan kreatif. Ini
membuat proses berkarya menjadi petualangan yang menyenangkan, di
mana kita bisa mengubah pengalaman menjadi sesuatu yang nyata dan
indah dengan tangan kita sendiri!
Kelas:
Petunjuk:
1. Ingatlah 3 pengalaman pribadi yang paling berkesan bagimu
(misalnya, liburan, bermain bersama teman, membantu di rumah,
melihat sesuatu yang menarik).
2. Tuliskan pengalaman tersebut dan buatlah sketsa kasar ide karya
seni yang terinspirasi dari pengalaman itu.
2.
3.
LKPD 2: "Detektif Alat dan Bahan"
Nama Kelompok:
Anggota:
1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Amati alat dan bahan yang tersedia di meja. Sentuh, pegang, dan
perhatikan baik-baik.
2. Tuliskan 3 alat dan 3 bahan yang menurutmu paling menarik.
3. Jelaskan karakteristik khusus dari masing-masing alat/bahan dan
tuliskan ide karya apa yang cocok dibuat dengannya.
2.
3.
Rencana Karyaku:
Dari ide di LKPD 1, ide karya mana yang akan kamu buat?
Alat dan bahan apa yang akan kamu gunakan untuk membuat karya
tersebut, berdasarkan karakteristiknya?
Sanga
Kriteria Kuran Cuku Sanga
t Baik (4)
Penilaian g (2) p (3) t Baik
Kuran
(5)
g (1)
A. Sumber Tidak Hubung Hubung Karya Karya
Gagasan ada an an jelas sangat
(Pengalaman hubunga antara antara terinspir kuat
Pribadi) n antara karya karya asi dari terinspir
Sanga
Kriteria Kuran Cuku Sanga
t Baik (4)
Penilaian g (2) p (3) t Baik
Kuran
(5)
g (1)
karya dan dan pengal asi dari
dan pengala pengal a man pengal
pengal man a man pribadi a man
a man pribadi pribadi yang pribadi,
pribadi kurang cukup disamp gagasa
yang jelas jelas. a ikan n
dicerita atau dengan sangat
k an. dipaksa baik. orisinal
k an. dan
mendal
a m.
Menge
Mengen
Tidak n ali
Menyeb ali
menye Menge karakte
utkan karakte
b utkan n ali ri stik
karakte ri stik
atau karakte alat/ba
ri stik alat/ba
salah ri stik h an
alat/ba h an
B. Pengenalan menjela alat/ba dengan
h an dengan
Karakteristik skan h an sangat
Alat & Bahan namun baik
karakte yang baik
kurang dan
ri stik diguna dan
detail menjela
alat/ba k an menjel
atau skan
h an dengan a skan
ada relevan
yang cukup secara
kesalah s inya
digunak baik. rinci
an. dengan
an. menga
karya.
pa
cocok.
Mengg
u
Mengg Mengg
nakan Mengg
Menggu u u
alat/ba u
nakan nakan nakan
h an nakan
C. alat/ba alat/ba alat/ba
dengan alat/ba
Penggunaan h an h an h an
sedikit h an
Alat & Bahan tanpa dengan secara
Secara keman secara
keman cukup mandir
Mandiri di rian; mandiri
di rian mandir i
banyak ,
atau i; denga
kesalah teramp
perlu bebera n
an il, dan
banyak pa teknik
dalam sangat
bantua kesala yang
penggu efektif.
n. h an cukup
n aan.
kecil. baik.
D. Kreativitas Karya Sedikit Karya Karya Karya
dalam tidak kreativi menunj menunj sangat
Berkarya menunj t as; u kkan u kkan orisina
u ide ide l,
Sanga
Kriteria Kuran Cuku Sanga
t Baik (4)
Penilaian g (2) p (3) t Baik
Kuran
(5)
g (1)
kkan kurang kreativ kreatif inovatif
kreativ orisinal. it as dan , dan
it as; yang upaya menunj
hanya cukup orisinal u kkan
meniru dalam dalam tingkat
. mewuj pengerj kreativi
u dkan a an. t as
ide. yang
tinggi.
Menjela
Menjela skan
Menjela
Menjela skan karya
skan
skan karya dengan
karya
karya dengan sangat
dengan
Tidak dengan cukup jelas,
jelas
mamp kurang jelas, lancar,
dan
u jelas, kadang dan
E. percay
menjel sering perlu meyaki
Komunikasi/P a diri;
resentasi a skan terbata bimbin n kan;
mampu
karya - bata; g an; mampu
menjaw
atau sulit menjaw menjaw
ab
proses menjaw ab ab
sebagia
n ya. ab pertany semua
n besar
pertany a an pertany
pertany
a an. sederh a an
a an.
a na. dengan
baik.
P. Glosarium
1. Gagasan Artistik: Ide atau konsep awal yang menjadi dasar
penciptaan sebuah karya seni, seringkali berasal dari
pengalaman, pengamatan, atau imajinasi.
2. Karakteristik Bahan: Sifat-sifat unik dari suatu material
(misalnya, keras, lembut, rapuh, lentur, transparan) yang
mempengaruhi bagaimana bahan tersebut dapat digunakan
dalam berkarya seni.
3. Kemandirian dalam Berkarya: Kemampuan peserta didik untuk
membuat keputusan, memecahkan masalah, dan melaksanakan
proses penciptaan karya seni dengan sedikit atau tanpa bantuan
guru.
Q. Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
(2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata
Pelajaran Seni Rupa. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
SENI RUPA
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase : B
Kelas/Semester : 3/2
Alokasi Waktu : 16 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Brainstorming, demonstrasi, eksplorasi,
praktik langsung (hands-on), bimbingan individu, presentasi,
dan refleksi.
Pendekatan deep learning diintegrasikan dengan mendorong peserta
didik untuk tidak hanya membuat karya, tetapi memahami mengapa
mereka membuat pilihan artistik tertentu (misalnya, mengapa memilih
warna ini, mengapa menempatkan bentuk ini di sini, bagaimana
mencapai keseimbangan). Mereka akan diajak untuk berpikir kritis dalam
mengembangkan gagasan, kreatif dalam bereksperimen dengan unsur
dan prinsip rupa, serta mandiri dalam proses penciptaan.
Pembelajaran ini juga melatih kolaborasi saat bertukar ide dan komunikasi
saat mempresentasikan proses dan hasil karya mereka.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan sebuah pemandangan
yang indah di alam. Apa yang membuat pemandangan itu terlihat
seimbang dan nyaman dilihat? Adakah garis atau bentuk yang bisa
kamu rasakan kehadirannya?"
"Saat kamu melihat jembatan atau rumah, mengapa mereka bisa
berdiri kokoh dan tidak mudah roboh? Apa yang membuat mereka
terlihat kuat dan seimbang?"
Meaningful Learning:
"Menurutmu, mengapa seniman atau desainer perlu
memikirkan keseimbangan saat membuat sesuatu, bukan
hanya asal menempelkan saja?"
"Jika kamu ingin membuat gambar yang menceritakan tentang
'petualangan di hutan ajaib', dari mana ide-ide untuk pohon,
hewan, atau jalan setapaknya bisa kamu dapatkan? Apakah semua
idemu harus dari buku?"
Joyful Learning:
"Kalau kamu bisa membuat apapun yang kamu bayangkan
menjadi nyata, benda apa yang ingin kamu buat pertama kali?
Bagaimana bentuknya, warnanya, dan di mana kamu akan
menaruhnya agar terlihat 'pas'?"
"Apa rasanya saat kamu berhasil membuat sesuatu dengan
tanganmu sendiri, dari ide di kepala sampai jadi bentuk nyata? Ada
tantangan apa yang membuatmu bersemangat untuk
menyelesaikannya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini berfokus pada
kemampuan peserta didik untuk menciptakan karya seni rupa yang orisinal,
menerapkan unsur rupa (garis, warna, bentuk, bangun), dan memahami
serta mengaplikasikan prinsip keseimbangan. Kegiatan dirancang agar
peserta didik aktif, kreatif, kolaboratif, serta membuat pembelajaran
bermakna dan menyenangkan.
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka
pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar. Guru
mengajak peserta didik melakukan peregangan ringan atau
teknik pernapasan untuk melatih mindfulness dan fokus
sebelum memulai pelajaran.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru
mengajak peserta didik berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat seperti yang dijelaskan di bagian C. Ini
membangun kesadaran diri dan motivasi positif.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar
sederhana atau benda yang menunjukkan keseimbangan
(misalnya, timbangan, cermin, bangunan simetris, atau kolase
yang seimbang dan tidak seimbang). Guru bertanya, "Apa yang
kalian lihat dari benda-benda ini? Mana yang terlihat 'seimbang'?
Mengapa?" Ini memancing pemikiran awal tentang prinsip
keseimbangan.
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan
pemantik dari bagian H untuk memicu rasa ingin tahu. Contoh:
"Bagaimana ya cara kita membuat sebuah gambar atau patung
agar terlihat 'pas' dan tidak berat sebelah? Dari mana kita bisa
mendapatkan ide-ide yang unik?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran. "Hari ini, kita akan menjadi arsitek dan
seniman hebat! Kita akan belajar bagaimana menciptakan karya
seni yang indah dan seimbang, menggunakan ide-ide brilian dari
diri kita sendiri atau dari hal-hal di sekitar kita!"
Kegiatan Inti (270 menit - dibagi dalam beberapa sesi)
Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan
alokasi waktu 16 JP, dengan fokus pada Project-Based Learning yang
melibatkan pengembangan gagasan, perencanaan, penciptaan karya, dan
penerapan prinsip keseimbangan.
Sesi 1: Mengembangkan Gagasan & Memahami Keseimbangan (4 JP)
1. Brainstorming Gagasan (60 menit): Guru memfasilitasi sesi
brainstorming untuk membantu peserta didik menggali gagasan.
Guru bisa memutar musik instrumental yang menenangkan atau
menunjukkan berbagai gambar inspirasi (alam, kota, benda sehari-
hari, dongeng) untuk memicu imajinasi. Peserta didik diminta
menuliskan atau menggambar ide-ide yang muncul di LKPD 1, baik
dari pengalaman pribadi maupun dari inspirasi luar. Ini melatih
kreativitas.
2. Mengenal Unsur Rupa secara Mendalam (45 menit): Guru mengulang
dan mendemonstrasikan berbagai jenis garis (lurus, lengkung, zig-
zag, putus- putus), warna (primer, sekunder, hangat, dingin, cerah,
gelap), serta bentuk (geometris: persegi, lingkaran; organik: daun,
awan) dan bangun (objek 3D: kubus, bola). Peserta didik mencoba
membuat berbagai macam garis, bentuk, dan mewarnai dengan
gradasi di buku gambar mereka.
3. Eksplorasi Prinsip Keseimbangan (60 menit): Guru menjelaskan
konsep keseimbangan (simetris dan asimetris) menggunakan
contoh-contoh visual konkret (misalnya, gambar wajah manusia
simetris, jembatan asimetris). Peserta didik secara berkelompok
diberikan potongan-potongan kertas berbagai bentuk dan diminta
menyusunnya di atas kertas untuk menciptakan komposisi yang
seimbang (simetris dan asimetris). Mereka berdiskusi mengapa
susunan mereka seimbang. Ini melatih penalaran kritis dan
kolaborasi.
4. Sketsa Awal & Perencanaan Keseimbangan (45 menit): Peserta didik
memilih satu gagasan terbaik dari brainstorming dan mulai
membuat sketsa awal karyanya (2D atau 3D). Pada sketsa ini,
mereka juga harus memikirkan bagaimana mereka akan
menerapkan prinsip keseimbangan. Guru berkeliling memberikan
umpan balik dan arahan. Ini melatih kemandirian.
Sesi 2: Memilih Alat, Bahan & Mengembangkan Desain (4 JP)
1. Eksplorasi Alat dan Bahan (60 menit): Guru menampilkan berbagai
alat dan bahan yang akan digunakan (pensil warna, krayon, cat
air, kertas origami, kain perca, plastisin, stik es krim, kardus, lem,
gunting). Guru menjelaskan karakteristik setiap bahan dan alat
(misalnya, "plastisin bisa dibentuk mudah, tapi kurang kuat jika
besar," "cat air cocok untuk gradasi warna halus," "kardus kuat
untuk struktur"). Peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba
dan merasakan karakteristik masing-masing bahan.
2. Menyesuaikan Bahan dengan Gagasan (45 menit): Peserta didik
secara individu (atau berpasangan) mulai memikirkan alat dan
bahan mana yang paling cocok untuk mewujudkan sketsa ide
mereka. Mereka mencatat pilihan bahan di LKPD 2 dan
menjelaskan alasannya, menghubungkan dengan karakteristik
bahan dan gagasan karya. Ini melatih penalaran kritis dan
kemandirian.
3. Pengembangan Desain Detail (75 menit): Peserta didik mulai
menggambar/merancang lebih detail karyanya, dengan lebih
spesifik menentukan di mana akan menempatkan garis, warna,
bentuk/bangun, dan bagaimana memastikan keseimbangan
tercapai. Guru memberikan bimbingan individual, membantu
mereka memvisualisasikan ide dan mengatasi masalah desain
awal.
4. Diskusi Desain (30 menit): Beberapa peserta didik secara
sukarela mempresentasikan rancangan detail mereka dan
pilihan bahannya. Guru memberikan saran konstruktif dan
memfasilitasi diskusi.
Sesi 3: Proses Penciptaan Karya (6 JP)
1. Sesi Berkarya "Wujudkan Imajinasi!" (240 menit): Ini adalah sesi inti di
mana peserta didik mulai membuat karya seni rupa mereka. Guru
mengingatkan untuk bekerja dengan hati-hati, memanfaatkan alat
dan bahan sesuai karakteristiknya, dan terus memperhatikan
prinsip keseimbangan yang telah direncanakan. Guru berkeliling
memberikan bimbingan teknis, motivasi, dan membantu
pemecahan masalah (misal: "Bagaimana agar patung ini tidak
roboh?", "Bagaimana cara membuat warna ini lebih cerah?").
o Fokus pada Unsur Rupa: Guru mengingatkan untuk
eksplorasi berbagai jenis garis (tebal, tipis, putus-putus),
warna (pencampuran, gradasi), bentuk (geometris, organik),
dan bangun (jika 3D).
o Penerapan Keseimbangan: Guru secara khusus mengamati
bagaimana peserta didik menerapkan prinsip keseimbangan
dalam komposisi karyanya.
2. Bimbingan Individual & Eksperimen (30 menit): Guru secara proaktif
mendekati setiap peserta didik, menanyakan perkembangan
karya, kesulitan yang dihadapi, dan mendorong mereka untuk
bereksperimen dengan berbagai teknik atau kombinasi
warna/bentuk untuk mencapai hasil yang diinginkan. Ini melatih
ketekunan.
3. Perapian dan Finishing (30 menit): Peserta didik merapikan karya
mereka, membersihkan area kerja, dan menyiapkan karya untuk
presentasi.
Sesi 4: Presentasi & Apresiasi Karya (2 JP)
1. Presentasi Karya "Masterpiece-ku" (60 menit): Setiap peserta
didik mempresentasikan karyanya di depan kelas. Mereka
menjelaskan:
o Gagasan atau inspirasi di balik karya mereka.
o Unsur rupa (garis, warna, bentuk/bangun) apa saja yang
digunakan dan mengapa.
o Bagaimana prinsip keseimbangan diterapkan dalam karyanya.
o Proses dan tantangan yang dihadapi selama membuat karya.
2. Sesi Tanya Jawab & Umpan Balik (45 menit): Peserta didik lain diajak
untuk memberikan pertanyaan atau umpan balik positif dan
konstruktif, fokus pada unsur rupa dan keseimbangan. Guru
memfasilitasi diskusi agar berjalan santun dan mendorong
apresiasi. Ini meningkatkan kolaborasi dan apresiasi seni.
3. Pameran Mini Kelas (15 menit): Semua karya dipajang di area
kelas membentuk "pameran mini". Peserta didik berkeliling
mengamati karya teman-teman mereka.
Penutup (10 menit)
1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan kembali pentingnya gagasan, penggunaan unsur
rupa, dan penerapan prinsip keseimbangan dalam menciptakan
karya seni. Guru menekankan bahwa setiap orang memiliki potensi
untuk berkreasi.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi
tinggi atas kerja keras, kreativitas, dan keberanian peserta didik
dalam menciptakan karya seni dan berbagi prosesnya. Guru
menekankan bahwa setiap karya adalah hasil dari ide dan upaya
yang hebat.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam, mengingatkan untuk terus berkreasi dan
melihat keindahan di sekitar mereka.
K. Pemahaman Bermakna
Menciptakan karya seni itu seperti membangun sebuah dunia kecil dari
imajinasi kita! Setiap orang punya ide unik di kepalanya, dan dengan
belajar tentang garis, warna, bentuk, dan prinsip keseimbangan, kita punya
"alat ajaib" untuk mewujudkan ide-ide itu. Kita tidak hanya membuat
sesuatu yang indah, tapi juga belajar bagaimana menata dan
menyusunnya agar terlihat harmonis dan seimbang, seperti saat
membangun sebuah rumah yang kokoh. Kemampuan ini membuat kita
tidak hanya menjadi seniman, tetapi juga seorang pemecah masalah
kreatif yang bisa mengubah gagasan menjadi kenyataan, bahkan dengan
benda- benda sederhana di sekitar kita. Ini adalah kekuatan yang luar
biasa!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian tersulit atau tantangan terbesar saat saya mencoba
mewujudkan gagasan saya menjadi karya seni? Bagaimana saya
mencoba mengatasinya?
2. Apakah karya saya sudah menunjukkan prinsip keseimbangan?
Bagian mana yang paling saya perhatikan agar seimbang?
3. Bagaimana perasaan saya setelah menyelesaikan karya ini? Apa
yang paling saya banggakan dari karya yang saya buat sendiri?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu mengembangkan gagasan yang
orisinal atau mengadaptasi inspirasi dengan sentuhan kreatif?
Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi brainstorming ide?
2. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman dan penerapan
prinsip keseimbangan dalam karya mereka? Jika ada kesulitan,
metode apa yang bisa saya gunakan di pertemuan selanjutnya?
3. Apakah proses pembelajaran memungkinkan setiap peserta didik
untuk aktif, kreatif, kolaboratif, dan mandiri? Bagian mana yang
perlu penyesuaian agar lebih bermakna dan menyenangkan?
Kelas:
Petunjuk:
1. Bayangkan sebuah ide untuk karya seni. Ide ini bisa dari
pengalaman pribadimu (misal: liburan ke desa nenek) atau dari
inspirasi yang kamu lihat di sekitar (misal: bentuk awan, corak
batik, binatang peliharaan).
2. Gambarkan 2-3 sketsa kasar (ide awal) dari karyamu.
Tuliskan nama karyamu dan inspirasinya.
Ide 1: Sketsa dan Inspirasi
Nama Karya:
Inspirasi dari:
[Kotak kosong untuk sketsa 1]
Inspirasi dari:
dikembangkan:
Kelas:
Petunjuk:
1. Lihat kembali ide karya seni pilihanmu dari LKPD 1.
2. Gambarkan sketsa yang lebih detail, dan rencanakan di mana
kamu akan menggunakan garis, warna, bentuk, dan bangun.
3. Pikirkan bagaimana kamu akan membuat karyamu terlihat seimbang
(simetris atau asimetris). Beri tanda/penjelasan di sketsamu.
4. Tuliskan alat dan bahan apa saja yang akan kamu gunakan dan
mengapa kamu memilihnya.
Sketsa Detail Karyaku:
(Berikan tanda atau penjelasan di sketsa ini tentang garis, warna, bentuk,
dan bagaimana kamu membuat seimbang)
Sangat
Kriteria Kurang Cukup Sangat
Kuran Baik (4)
Penilaian (2) (3) Baik
g (1)
(5)
Gagasa n
Gagasa n
sangat
Gagasa n kurang
orisinal
tidak jelas;
Gagasa n Gagasan dan
jelas inspiras
cukup jelas dan kuat;
atau i
A. jelas; terinspira inspiras
tidak disebut
Pengembang an inspiras si dengan i
ada; k an
Gagasan/Ins i baik; tergam
pirasi tidak namun
terlihat terlihat b ar
ada tidak
namun usaha jelas
inspira terlihat
kurang pengemb dan
si yang relevan
dikemb a ngan termod
disebut s inya
a ide. ifi kasi
k an. dengan
ngkan. secara
karya.
kreatif
dalam
karya.
Menggu
nakan
3+
Hanya unsur
Menggu Menggu
mengg Mengguna rupa
nakan nakan
u kan 3 secara
B. 2 unsur 3 unsur
nakan unsur sangat
Penggunaan rupa; rupa;
1- rupa bervari
Unsur Rupa penera penera
2 unsur dengan a si,
(Garis, p an p an
Warna, rupa; bervarias inovati
kurang cukup
Bentuk/Bang penera i dan f, dan
bervari terlihat
un) p an efektif; efektif
a si ,
tidak terlihat menci
atau namun
terlihat upaya pt
kurang belum
jelas eksploras akan
efektif. optimal
atau i. efek
.
tidak visual
tepat. yang
kuat.
C. Penerapan Tidak ada Ada upaya Keseimb Keseimba Keseim
Prinsip prinsip penera angan ngan banga
Keseimbang keseim p an cukup (simetris/a n
an b terlihat, simetris) diterap
k an
Sanga
Kriteria Kuran Cuku Sanga
t Baik (4)
Penilaian g (2) p (3) t Baik
Kuran
(5)
g (1)
angan keseim namu diterapka secara
yang b n n dengan sangat
terlihat angan masih baik dan cermat
atau namun ada komposisi dan
komposi masih bagia terlihat kreatif,
si terasa n harmonis. mencip
sangat berat yang t akan
tidak sebela kuran kompo
seimban h atau g si si
g. tidak 'pas'. yang
harmo sangat
ni s. seimba
n g dan
menari
k.
Sangat
Perlu Cukup mandir
Sangat
banyak mandiri i dan
tergant
dorong ; Mandiri tekun;
u ng
a n; berusa dan proakti
pada
D. menunj ha tekun f
guru/te
Kemandirian ukkan mengat dalam menca
& Ketekunan m an;
sedikit a si proses; ri
dalam cepat
usaha tantang mampu solusi
Proses menyer
mandir an mengata dan
a h saat
i saat meskip si bereks
mengh
ada un sebagian p
a dapi
tantan kadang besar erimen
kesulita
g an. perlu tantanga saat
n
bantua n. mengh
.
n. a dapi
kesulit
a n.
Menjela
Menjel Menjela
skan
a skan skan Menjelas
karya
karya karya k an
Tidak dengan
denga dengan karya
mampu sangat
n cukup dengan
menjela jelas,
E. kurang jelas, jelas dan
s kan lancar,
Komunikasi/ jelas, kadang percaya
karya meyaki
Presentasi sering perlu diri;
Karya atau n kan,
terbat bimbin mampu
proses dan
a- g an; menjawa
pembua detail;
bata; menjaw b
t annya. mampu
sulit ab sebagian
menja
menja pertany besar
w ab
w ab a an pertanya
a n.
semua
pertan
pertany
y aan.
Sanga
Kriteria Kuran Cuku Sanga
t Baik (4)
Penilaian g (2) p (3) t Baik
Kuran
(5)
g (1)
sederh aan
a na. denga
n baik.
P. Glosarium
1. Gagasan Orisinal: Ide yang muncul dari pemikiran atau imajinasi
sendiri, belum pernah ada atau merupakan pengembangan baru
dari ide yang sudah ada.
2. Keseimbangan (dalam seni): Salah satu prinsip desain yang berkaitan
dengan penyusunan unsur-unsur rupa dalam sebuah karya agar
terasa stabil, harmonis, dan tidak berat sebelah secara visual.
3. Unsur Rupa: Komponen-komponen dasar yang membentuk
sebuah karya seni visual, meliputi garis, warna, bentuk, tekstur,
ruang, dan nilai gelap terang.
Q. Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
(2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata
Pelajaran Seni Rupa. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
SENI RUPA
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase : B
Kelas/Semester : 3/2
Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) atau Project-
Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Observasi masalah, diskusi, brainstorming ide,
perencanaan, praktik langsung (hands-on), presentasi, kampanye
mini, dan refleksi.
Pendekatan deep learning diintegrasikan dengan mendorong peserta didik
untuk menghubungkan seni dengan isu-isu nyata dalam kehidupan
sehari-hari dan lingkungan mereka. Mereka akan diajak untuk berpikir
kritis dalam mengidentifikasi masalah, kreatif dalam merancang solusi
visual, dan berkolaborasi untuk menghasilkan karya yang berdampak
positif. Proses ini melatih kemampuan mereka untuk berempati,
bertanggung jawab, dan berkomunikasi pesan yang penting melalui
ekspresi seni.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba amati sekelilingmu, di sekolah ini. Adakah sesuatu yang
menurutmu bisa kita jadikan lebih baik atau lebih indah? Apa
yang kamu rasakan ketika melihatnya?"
"Pernahkah kamu melihat sampah di jalan? Apa yang kamu
pikirkan atau rasakan saat melihatnya? Kalau kamu bisa
melakukan sesuatu, apa yang akan kamu lakukan?"
Meaningful Learning:
"Menurutmu, bisakah sebuah gambar atau lukisan itu
'berbicara' kepada orang lain? Pesan apa yang bisa
disampaikan oleh sebuah karya seni?"
"Mengapa penting bagi kita untuk peduli dengan lingkungan
atau teman- teman kita? Bagaimana seni bisa membantu kita
menunjukkan kepedulian itu?"
Joyful Learning:
"Kalau kamu bisa membuat sebuah karya seni yang bisa membuat
semua orang tersenyum dan melakukan kebaikan, karya seperti
apa itu? Bagaimana rasanya menciptakan hal baik untuk banyak
orang?"
"Bayangkan kamu punya 'kekuatan seni' untuk mengubah
sesuatu yang kurang baik menjadi lebih baik. Apa yang ingin
kamu ubah pertama kali?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini fokus pada bagaimana seni
rupa dapat menjadi media untuk merespons dan memberikan dampak
positif terhadap kejadian sehari-hari atau kondisi lingkungan. Kegiatan
dirancang agar peserta didik aktif, kreatif, kolaboratif, serta membuat
pembelajaran bermakna dan menyenangkan.
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta
didik untuk melakukan peregangan ringan atau teknik
pernapasan untuk melatih mindfulness dan fokus.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru
mengajak peserta didik berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat seperti yang dijelaskan di bagian C. Ini
membangun kesadaran diri dan motivasi positif.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan beberapa gambar/video
tentang kondisi lingkungan sekitar (misalnya, sungai kotor, taman
yang bersih, anak- anak yang berbagi makanan). Guru bertanya,
"Apa yang kalian lihat dan rasakan dari gambar-gambar ini? Apa
yang membuat kalian sedih atau senang?" Ini memicu empati dan
kesadaran akan lingkungan.
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan
pemantik dari bagian H untuk memicu rasa ingin tahu. Contoh:
"Menurut kalian, bisakah kita melakukan sesuatu untuk membantu
agar lingkungan kita menjadi lebih baik atau agar teman-teman kita
lebih semangat? Bisakah seni membantu kita?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran. "Hari ini, kita akan menjadi 'agen perubahan
cilik' melalui seni! Kita akan menciptakan karya seni yang tidak
hanya indah, tapi juga bisa memberikan dampak baik bagi diri kita
dan lingkungan sekitar!"
Kegiatan Inti (270 menit - dibagi dalam beberapa sesi)
Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan
alokasi waktu 18 JP, dengan fokus pada Problem-Based Learning di mana
peserta didik mengidentifikasi masalah, merancang solusi visual, dan
menciptakan karya yang berdampak.
Sesi 1: Mengidentifikasi Isu dan Merumuskan Pesan (4 JP)
1. "Mata Detektif Peduli Lingkungan" (60 menit): Guru mengajak peserta
didik untuk mengamati lingkungan sekolah atau di sekitar rumah
(jika memungkinkan dengan pengawasan orang tua) dan
mengidentifikasi minimal dua kejadian sehari-hari atau keadaan
lingkungan yang menurut mereka bisa diperbaiki atau diberikan
pesan positif (misalnya, kebiasaan membuang sampah
sembarangan, kurangnya semangat belajar, pentingnya berbagi).
Mereka mencatat atau menggambar observasi mereka di LKPD 1.
Ini melatih penalaran kritis dan kewargaan.
2. Diskusi Kelompok "Suara Hati Kita" (60 menit): Peserta didik
berkelompok (3-4 orang) berbagi hasil observasi mereka. Mereka
mendiskusikan isu yang paling ingin mereka respons dan
merumuskan pesan positif apa yang ingin mereka sampaikan
melalui karya seni. Guru memfasilitasi diskusi,
memastikan pesan bersifat positif dan membangun. Ini melatih
kolaborasi
dan komunikasi.
3. Mengenal Karya Seni Berdampak (60 menit): Guru menampilkan
berbagai contoh karya seni yang memiliki pesan sosial/lingkungan
(misalnya, poster ajakan menjaga kebersihan, mural tentang
semangat gotong royong, ilustrasi tentang persahabatan). Guru dan
peserta didik menganalisis bersama: "Apa pesan dari karya ini?
Bagaimana seniman menyampaikan pesannya? Apa unsur rupa
yang paling menonjol?" Ini memberikan inspirasi dan pemahaman.
4. Sketsa Gagasan Awal (30 menit): Setiap kelompok membuat
minimal 2 sketsa gagasan awal karya seni yang ingin mereka
buat, fokus pada bagaimana pesan positif akan divisualisasikan.
Mereka mencatat inspirasi dan tujuan dampak. Ini melatih
kreativitas.
Sesi 2: Perencanaan Desain dan Pemilihan Unsur Rupa (4 JP)
1. "Kamus Unsur Rupa dan Pesan" (60 menit): Guru mengulas kembali
unsur rupa (garis, warna, bentuk/bangun) dan prinsip desain
(terutama penekanan/fokus). Guru mengajak diskusi: "Bagaimana
warna merah bisa menunjukkan bahaya? Bagaimana garis lurus
bisa menunjukkan ketegasan? Bentuk lingkaran bisa berarti apa?"
Ini menghubungkan unsur seni dengan makna dan pesan.
2. Menyesuaikan Unsur Rupa dengan Pesan (75 menit): Setiap kelompok
kembali ke sketsa gagasan mereka. Mereka merencanakan secara
lebih detail bagaimana mereka akan menggunakan garis, warna, dan
bentuk/bangun untuk menyampaikan pesan mereka secara efektif.
Misalnya, "Untuk pesan 'Ayo buang sampah pada tempatnya', kita
akan menggunakan warna cerah pada tempat sampah agar
menonjol, dan garis tebal untuk tulisan ajakan." Mereka
mencatatnya di LKPD 2. Ini melatih penalaran kritis dan kreativitas.
3. Pemilihan Alat dan Bahan (60 menit): Kelompok mendiskusikan dan
memilih alat dan bahan yang paling cocok untuk mewujudkan karya
mereka (misalnya, poster menggunakan cat poster dan spidol;
diorama menggunakan kardus dan plastisin). Mereka harus
mempertimbangkan karakteristik bahan yang sesuai dengan pesan
dan jenis karya yang ingin dibuat. Guru memberikan saran. Ini
melatih kemandirian.
4. Presentasi Rencana Desain (30 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan rencana desain mereka (sketsa detail dan
pilihan bahan) kepada kelas. Guru dan teman-teman memberikan
umpan balik konstruktif, fokus pada kejelasan pesan dan
efektivitas penggunaan unsur rupa.
Sesi 3: Proses Penciptaan Karya Berdampak (8 JP)
1. Sesi Berkarya "Seni untuk Perubahan" (300 menit): Ini adalah sesi inti
di mana peserta didik dalam kelompok mulai membuat karya seni
rupa mereka. Guru berkeliling, memberikan bimbingan teknis, dan
mengingatkan untuk fokus pada penyampaian pesan yang jelas
dan positif.
o Fokus pada Pesan: Guru menekankan bahwa setiap pilihan
garis, warna, dan bentuk harus mendukung pesan yang
ingin disampaikan.
o Kolaborasi Aktif: Mendorong semua anggota kelompok
untuk berkontribusi aktif dan saling membantu.
o Kemandirian & Ketekunan: Mengamati kemampuan peserta
didik dalam mengatasi tantangan selama proses berkarya.
2. Eksplorasi Teknik (60 menit): Guru memberikan kesempatan
kepada kelompok untuk bereksperimen dengan teknik-teknik
yang relevan dengan bahan pilihan mereka (misalnya, teknik
mencampur warna, teknik kolase, teknik membentuk plastisin).
3. Penyelesaian dan Persiapan Kampanye (120 menit): Peserta didik
menyelesaikan karya mereka, merapikan area kerja. Kemudian,
setiap kelompok mulai menyiapkan presentasi untuk 'kampanye
mini' mereka: apa pesan karyanya, mengapa penting, dan apa
dampak yang diharapkan.
Sesi 4: Kampanye Seni Berdampak & Refleksi (2 JP)
1. Kampanye Mini "Suara Seni Kita" (60 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan karyanya di depan kelas. Mereka tidak hanya
menjelaskan karya seninya, tetapi juga melakukan 'kampanye
mini' dengan menjelaskan:
o Isu apa yang mereka respons.
o Pesan positif apa yang ingin disampaikan karya mereka.
o Mengapa pesan itu penting bagi diri mereka dan lingkungan.
o Dampak positif apa yang diharapkan dari karya mereka.
o Bagaimana unsur rupa mendukung pesan tersebut.
2. Sesi Tanya Jawab & Apresiasi Publik (45 menit): Peserta didik lain,
dan mungkin beberapa guru/staf sekolah yang diundang, diajak
untuk memberikan pertanyaan dan umpan balik. Diskusi berfokus
pada kejelasan pesan, dampak yang ingin dicapai, dan apresiasi
terhadap usaha dan kreativitas. Ini meningkatkan kolaborasi dan
apresiasi.
3. Refleksi Akhir Proses (15 menit): Guru memimpin diskusi refleksi:
"Apa yang kalian rasakan saat menyampaikan pesan melalui seni?
Apa yang kalian pelajari tentang kekuatan seni untuk membuat
perubahan? Bagaimana kalian bisa terus memberikan dampak
positif di masa depan?"
Penutup (10 menit)
1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik
menyimpulkan kembali bahwa seni rupa adalah alat yang kuat
untuk menyampaikan pesan dan memberikan dampak positif.
Setiap orang punya potensi untuk menjadi agen perubahan
melalui kreativitasnya.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi
tinggi atas kerja keras, kreativitas, dan kepedulian peserta didik
dalam menciptakan karya yang berdampak. Guru menekankan
bahwa setiap usaha kecil bisa membawa perubahan besar.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran dengan
doa dan salam, mengingatkan untuk terus berkreasi dan
menyebarkan kebaikan melalui seni dalam kehidupan sehari-hari.
K. Pemahaman Bermakna
Seni rupa bukan hanya tentang membuat gambar yang indah, tapi juga
tentang menyampaikan pesan dan membuat perubahan! Setiap hari, kita
melihat banyak hal di sekitar kita, baik yang menyenangkan maupun
yang perlu diperbaiki. Dengan seni, kita punya kekuatan untuk
menunjukkan kepedulian kita, mengajak orang lain berbuat baik, atau
bahkan menyuarakan ide-ide cemerlang. Ini membuat seni menjadi
sangat bermakna karena karya kita bisa berdampak positif bagi diri kita,
teman-teman, dan lingkungan. Jadi, seni adalah cara kita menjadi
pahlawan kecil yang peduli!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa pesan paling penting yang ingin saya sampaikan melalui
karya seni ini? Apakah saya merasa pesan itu sudah tersampaikan
dengan jelas?
2. Bagaimana perasaan saya saat tahu karya seni saya bisa
memberikan dampak positif bagi orang lain atau lingkungan?
3. Apa yang akan saya lakukan di masa depan untuk terus
menggunakan seni dalam memberikan dampak positif?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi isu yang relevan
dan merumuskan pesan positif melalui seni? Adakah isu yang
mereka lewatkan?
2. Apakah karya seni yang dihasilkan benar-benar menunjukkan
dampak yang ingin dicapai? Bagaimana saya bisa lebih
membimbing mereka dalam "kampanye" pesan?
3. Bagaimana saya bisa lebih mendorong peserta didik untuk berani
mengekspresikan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan
masyarakat melalui seni di luar kelas?
Anggota:
1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Amati lingkungan di sekolah atau di sekitar rumahmu. Temukan
minimal 2 kejadian/keadaan yang menurutmu perlu "diperbaiki"
atau "diberikan pesan baik".
2. Tuliskan kejadian/keadaan tersebut dan pesan positif apa yang
ingin kamu sampaikan melalui karya seni.
3. Buatlah sketsa kasar ide karyamu untuk setiap pesan.
2.
Pilihan Ide Terbaik Kelompok:
" (Pilih salah satu pesan yang paling ingin kalian wujudkan.)
Anggota:
1.
Petunjuk:
1. Gambarkan sketsa yang lebih detail dari ide karya pilihan
kelompokmu.
2. Tentukan bagaimana kamu akan menggunakan garis, warna, dan
bentuk
untuk menyampaikan pesan positifmu.
3. Pilih alat dan bahan yang paling cocok untuk karyamu, dan
jelaskan mengapa.
Sketsa Detail Karya Kami:
(Beri catatan atau label di sketsa tentang penggunaan garis, warna, bentuk
untuk menyampaikan pesan)
Kriteri Sanga
Kuran Sanga
a t Cukup (3) Baik (4)
g (2) t Baik
Penilai Kuran
(5)
an g (1)
Mampu
Mampu
mengide
Mampu mengide
Mampu n tifikasi
Tidak mengide n tifikasi
mengide isu yang
A. mampu n tifikasi isu
n tifikasi relevan
Identifik mengide isu dan penting
isu, dan
asi Isu n tifikasi merumu dan
namun merumu
& isu atau s kan merumu
pesan s kan
Perumu pesan pesan s kan
san kurang pesan
tidak yang pesan
Pesan jelas yang
jelas/rele cukup yang
atau sangat
v an. jelas jelas,
kurang jelas,
dan relevan,
positif. kuat,
positif. dan
dan
positif.
inspiratif
.
B. Penggun Penggun Penggun Penggun Penggun
Efektivit a an a an a an a an a an
as unsur unsur unsur unsur unsur
Penggu rupa rupa rupa rupa rupa
naan tidak kurang cukup efektif sangat
Unsur menduk efektif menduk dalam efektif
Rupa u ng dalam u ng menyam dan
pesan menyam pesan, p aikan kreatif
atau p namun
bahkan
Kriteri Sanga
Kuran Sanga
a t Cukup (3) Baik (4)
g (2) t Baik
Penilai Kuran
(5)
an g (1)
(Garis, mengab aikan bisa lebih pesan; dalam
Warna, ur kan pesan; diperkuat. pilihan memper
Bentuk) pesan. banyak unsur k uat
yang rupa pesan,
tidak menduk mencipt
relevan. u ng ak an
makna. dampak
visual
yang
kuat.
Sangat
Kreatif
Karya kreatif,
Sedikit dan
C. tidak Cukup inovatif,
kreativitas menunju
Kreativi menunju kreatif; dan
; perlu k kan
tas & k kan mampu mandiri;
banyak kemandi
Keman kreativit bekerja mampu
doronga ri an
dirian as mandiri mengata
n untuk yang
dalam ; sangat dengan si
Berkary mandiri baik
tergantu beberap tantanga
a dalam dalam
n g pada a n
proses. proses
bimbing bantuan dengan
pencipta
a n. . solusi
a n.
orisinal.
Menjelas
k an
pesan
Tidak Menjelas
Menjelas Menjelas dan
D. mampu k an
k an k an dampak
Komuni menjelas pesan
pesan/da pesan/da yang
kasi k an dan
mpak mpak diharapk
Pesan pesan dampak
dengan dengan an
& atau yang
Dampak kurang cukup dengan
dampak diharapk
(Presen jelas; jelas; sangat
yang an
tasi) kurang agak jelas,
diharapk dengan
persuasif persuasif meyakin
a n dari jelas dan
. . k an,
karya. cukup
dan
persuasif.
mampu
mengins
pi rasi
audiens.
Tidak Menunju Menunju Menunju Menunju
E.
menunju k kan k kan k kan k kan
Kepedu
k kan sedikit kepeduli kepeduli kepeduli
lian &
kepeduli kepeduli a n yang a n yang a n dan
Tanggu
an a n; cukup; kuat dan rasa
karya
Kriteri Sanga
Kuran Sanga
a t Cukup (3) Baik (4)
g (2) t Baik
Penilai Kuran
(5)
an g (1)
ng terhadap kurang karya tanggun tanggun
Jawab isu atau mencer berusah g jawab g jawab
lingkung mi nkan a melalui yang
an tanggun menyam karya sangat
melalui g jawab. p aikan yang tinggi,
karya. tanggun dibuat. dengan
g jawab. karya
yang
berpote
ns i
besar
untuk
perubah
a n.
P. Glosarium
1. Dampak Positif (dalam seni): Pengaruh baik atau perubahan ke arah
yang lebih baik yang dihasilkan oleh sebuah karya seni terhadap
individu atau lingkungan, misalnya menginspirasi, mengajak, atau
meningkatkan kesadaran.
2. Respons Artistik: Cara seorang seniman menanggapi atau
mengekspresikan pemikirannya terhadap suatu kejadian,
perasaan, atau kondisi lingkungan melalui medium seni.
3. Kampanye Seni: Upaya untuk menyebarkan pesan atau
meningkatkan kesadaran tentang suatu isu melalui pameran
atau presentasi karya seni kepada publik.
Q. Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
(2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata
Pelajaran Seni Rupa. Jakarta: Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.