0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan84 halaman

Pemahaman Bilangan Cacah 10.000

Modul Ajar Deep Learning Matematika ini disusun oleh Martogi Marito.S, S.Pd untuk kelas 3 SD dengan fokus pada pemahaman bilangan cacah hingga 10.000, operasi dasar matematika, serta pecahan dan desimal. Pembelajaran menggunakan pendekatan Problem-Based Learning dan Discovery Learning, melibatkan kegiatan interaktif dan refleksi untuk meningkatkan keterampilan penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Sarana yang digunakan mencakup media konkret, proyektor, dan aplikasi edukasi untuk mendukung proses belajar mengajar.

Diunggah oleh

alfiatin nova
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan84 halaman

Pemahaman Bilangan Cacah 10.000

Modul Ajar Deep Learning Matematika ini disusun oleh Martogi Marito.S, S.Pd untuk kelas 3 SD dengan fokus pada pemahaman bilangan cacah hingga 10.000, operasi dasar matematika, serta pecahan dan desimal. Pembelajaran menggunakan pendekatan Problem-Based Learning dan Discovery Learning, melibatkan kegiatan interaktif dan refleksi untuk meningkatkan keterampilan penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Sarana yang digunakan mencakup media konkret, proyektor, dan aplikasi edukasi untuk mendukung proses belajar mengajar.

Diunggah oleh

alfiatin nova
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar Deep Learning Matematika

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
 Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Matematika
 Fase : B
 Kelas/Semester : 3/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Berikut adalah dimensi profil kelulusan yang relevan untuk modul ini:
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
informasi, mengevaluasi argumen, dan membuat
keputusan yang tepat dalam menyelesaikan masalah
matematika.
 Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide
baru dan inovatif dalam memecahkan masalah matematika
serta menyajikan hasil karya mereka.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam
kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama.
 Kemamdirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung
jawab dalam proses belajar mereka, serta mampu mengatasi
tantangan secara mandiri.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil pemikiran,
dan pemecahan masalah matematika secara lisan maupun
tulisan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Untuk menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat,
Bapak dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan cara
yang hangat dan membangun, mungkin di awal pertemuan atau saat
sesi refleksi:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak hebat, tadi pagi pas bangun tidur, apa hal
pertama yang kalian lakukan? Apakah kalian merapikan tempat
tidur sendiri?"
2. Beribadah: "Siapa di sini yang tadi pagi sudah beribadah?
Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? "
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga
ringan? Olahraga apa yang kalian lakukan? Kenapa olahraga itu
penting ya?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam atau pagi ini, ada yang sudah
mencoba belajar hal baru di luar pelajaran sekolah? Apa yang
kalian pelajari? Yuk, ceritakan!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Untuk menjaga tubuh tetap kuat,
makanan apa yang kalian makan pagi ini? Apakah makanan kalian
sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang
tadi pagi sudah membantu orang lain atau berinteraksi dengan
teman-teman? Contohnya apa?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup cepat
dan tidak begadang? Kenapa ya tidur cukup itu penting
untuk kesehatan dan konsentrasi kita?"

D. Capaian dan Tujuan


Pembelajaran Capaian
Pembelajaran (CP) ELEMEN:
Bilangan

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number


sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca,
menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,
menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi
bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan
dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan. Mereka dapat
melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah
sampai
1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan
cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan
simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah
berkaitan dengan kelipatan dan faktor.

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan


dengan pembilang satu dan antar-pecahan dengan penyebut yang sama.
Mereka dapat mengenali pecahan senilai menggunakan gambar dan
simbol matematika.

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense)


pada bilangan desimal. Mereka dapat menyatakan pecahan desimal
persepuluhan dan perseratusan, serta menghubungkan pecahan desimal
perseratusan dengan konsep persen.

Tujuan Pembelajaran (TP)


Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Membaca dan menulis bilangan cacah sampai 10.000 dengan benar.
2. Menentukan nilai tempat dari setiap angka pada bilangan
cacah sampai 10.000.
3. Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10.000
dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya.
4. Melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan cacah
sampai 10.000 berdasarkan nilai tempat.
5. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.
6. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai
1.000 dengan tepat.
7. Melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah
sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, atau simbol
matematika.
8. Menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan
kelipatan dan faktor.
9. Membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan pembilang
satu serta pecahan dengan penyebut yang sama.
10. Mengenali pecahan senilai melalui representasi
gambar dan simbol matematika.
11. Menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan.
12. Menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan konsep
persen.

E. Sarana dan Prasarana


1. Papan tulis/Whiteboard dan Spidol: Untuk demonstrasi dan
penjelasan konsep.
2. Proyektor/Laptop: Untuk menampilkan materi ajar, video, atau simulasi.
3. Kartu Bilangan/Media Konkret: Contoh: stik es krim, koin mainan,
blok Dienes, atau flashcard angka untuk membantu pemahaman
konsep nilai tempat dan operasi hitung.
4. Buku teks/Buku cerita bergambar: Yang memuat konsep bilangan
atau masalah matematika.
5. Aplikasi atau Game Edukasi Matematika: Untuk pembelajaran yang
lebih interaktif dan menyenangkan.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, peserta didik tidak
memiliki kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan
Discovery Learning.
 Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab,
demonstrasi, penemuan terbimbing, dan permainan edukasi.
 Pendekatan: Deep Learning melalui keterlibatan aktif siswa dalam
memecahkan masalah, melakukan eksplorasi, dan membangun
pemahaman yang mendalam tentang konsep matematika.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
 "Bayangkan kalian adalah seorang detektif angka! Angka apa
yang paling sering kalian lihat di sekitar kita hari ini? Di mana saja
kalian melihatnya? Apa artinya angka itu?"
 "Bagaimana perasaan kalian saat bertemu dengan angka-angka besar
seperti
1.000 atau 10.000? Apakah angka-angka itu membuat kita penasaran?"
Meaningful Learning:
 "Pernahkah kalian berpikir, kenapa kita perlu tahu tentang uang?
Kenapa penting sekali memahami bagaimana uang bekerja dalam
kehidupan sehari- hari kita?"
 "Kalau kita mau membeli sesuatu di warung, bagaimana kita
tahu berapa kembalian yang harus kita terima? Apa
hubungannya dengan pelajaran matematika kita?"
Joyful Learning:
 "Siapa yang suka bermain tebak-tebakan angka? Hari ini kita
akan bermain games seru dengan angka-angka. Siap-siap jadi
juara ya!"
 "Menurut kalian, apa yang paling menyenangkan dari belajar
angka? Adakah yang punya cerita lucu tentang angka?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar benda
yang berhubungan dengan angka besar (misalnya, harga mainan
Rp9.500, jumlah kelereng 120, dll.). Guru menanyakan, "Angka
berapa yang kalian lihat pada gambar ini? Apa yang kalian ketahui
tentang angka-angka ini?"
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
memahami bilangan cacah sampai
10.000 dan operasi dasar matematika. Guru menjelaskan bahwa
hari ini mereka akan menjadi "matematikawan cilik" yang akan
memecahkan misteri angka.
Inti (690 menit = 11,5 jam)
Sesi 1: Memahami Bilangan Cacah Sampai 10.000 (3 JP)
1. Pengenalan Konsep (Discovery Learning): Guru membagikan kartu
bilangan atau blok Dienes. Peserta didik secara individu atau
berpasangan diminta untuk menyusun angka acak dan mencoba
membacanya. Guru membimbing penemuan tentang nilai tempat
(satuan, puluhan, ratusan, ribuan).
2. Eksplorasi Angka Besar: Peserta didik diajak mengamati harga-
harga barang di brosur toko (yang sudah disediakan guru). Mereka
mencatat harga- harga tersebut dan mencoba membaca serta
menuliskannya.
3. Permainan "Menebak Angka": Guru menyebutkan ciri-ciri suatu
bilangan, dan peserta didik menebak angkanya. Contoh: "Aku
adalah bilangan ribuan, angka puluhanku 5, angka ratusanku 3,
dan angka satuanku 0. Siapakah aku?"
Sesi 2: Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Sampai 1.000
(4 JP)
1. Identifikasi Masalah (Problem-Based Learning): Guru menyajikan
sebuah masalah kontekstual yang melibatkan penjumlahan dan
pengurangan, misalnya: "Ani punya 250 kelereng. Diberi Doni 150
kelereng. Berapa total kelereng Ani sekarang? Lalu, jika Ani
memberikan 100 kelereng kepada adiknya, berapa sisanya?"
2. Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-
kelompok kecil. Masing-masing kelompok berdiskusi untuk
mencari solusi masalah menggunakan berbagai strategi
(misalnya, menggunakan benda konkret, menggambar, atau short-
term strategy). Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi
diskusi.
3. Presentasi dan Refleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil
diskusi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk
membandingkan strategi yang digunakan dan menyimpulkan
konsep penjumlahan dan pengurangan.
Sesi 3: Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100 (4 JP)
1. Konsep Perkalian (Demonstrasi dan Penemuan): Guru
menggunakan benda konkret (misal: kelereng, stik es krim) untuk
mendemonstrasikan konsep perkalian sebagai penjumlahan
berulang. Contoh: 3 kelompok masing-masing berisi 4 kelereng
(3 x 4). Peserta didik mencoba menirukan dan menemukan pola.
2. Konsep Pembagian (Game Edukasi): Guru membagikan sejumlah
benda kepada peserta didik dan meminta mereka membagi rata
kepada teman kelompoknya. Contoh: "Kita punya 20 pensil,
bagikan kepada 5 temanmu secara adil. Berapa pensil yang
didapat masing-masing?"
3. Latihan Berbasis Permainan: Menggunakan flashcard
perkalian/pembagian atau aplikasi game matematika yang
interaktif untuk melatih kecepatan dan ketepatan perhitungan.
Sesi 4: Mengenal Pecahan dan Desimal (4 JP)
1. Eksplorasi Pecahan (Aktivitas Kolaboratif): Guru membagikan
beberapa lembar kertas dan meminta peserta didik untuk
melipatnya menjadi bagian yang sama besar. Mereka kemudian
menandai satu bagian dan menuliskan pecahannya (misal: 1/2,
1/4).
2. Mencari Pecahan Senilai: Dengan menggunakan gambar atau objek
visual, peserta didik diajak mencari pecahan-pecahan yang senilai.
Contoh: Guru menunjukkan 1/2 lingkaran dan meminta siswa
mencari pecahan lain yang menutupi area yang sama.
3. Pengenalan Desimal (Studi Kasus): Guru menunjukkan contoh harga
barang yang memiliki desimal (misal: Rp 1.500,50). Guru
menjelaskan konsep desimal persepuluhan dan perseratusan serta
hubungannya dengan pecahan.
4. Koneksi ke Persen: Menggunakan contoh diskon atau label harga
yang ada persennya, guru menjelaskan bahwa persen adalah
bentuk lain dari perseratusan. Contoh: Diskon 50% artinya diskon
50/100.
Penutup (50 menit)
1. Refleksi Pembelajaran (20 menit): Guru membimbing peserta didik
untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari hari ini, hal-hal
yang mereka sukai, dan kesulitan yang mereka alami. Guru
menanyakan, "Apa yang paling berkesan dari pelajaran hari ini?
Kenapa?"
2. Rangkuman (15 menit): Bersama-sama, guru dan peserta didik
merangkum poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari.
Guru memberikan
penekanan pada konsep-konsep kunci dan bagaimana matematika
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Umpan Balik dan Penguatan (10 menit): Guru memberikan umpan
balik positif atas partisipasi aktif peserta didik. Guru memberikan
penguatan terkait pentingnya belajar matematika untuk masa
depan.
4. Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan informasi mengenai
materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan
memberikan tugas rumah (jika ada). Guru menutup pelajaran
dengan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Selama Pembelajaran: Guru mengamati keaktifan peserta
didik dalam diskusi kelompok, partisipasi dalam tanya jawab, dan
kemampuan mereka dalam menggunakan media konkret.
 Penilaian Diri: Peserta didik mengisi lembar penilaian diri
mengenai pemahaman mereka terhadap materi dan
kesulitan yang dihadapi.
 Presentasi Kelompok: Penilaian terhadap hasil diskusi
kelompok dan presentasi mereka (lihat rubrik di bagian N).
 Kuis Singkat/Teka-teki Angka: Diberikan di akhir setiap sesi inti
untuk mengecek pemahaman cepat.
Asesmen Sumatif
 Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan esai yang mencakup semua
tujuan pembelajaran, termasuk membaca, menulis, nilai
tempat, operasi hitung, pecahan, dan desimal.
 Proyek Mini "Matematika di Sekitarku": Peserta didik diminta untuk
mencari contoh angka di lingkungan sekitar mereka (harga
barang, nomor rumah, jumlah benda) dan menjelaskan artinya,
serta membuat masalah sederhana dan solusinya.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa matematika adalah alat yang ampuh
untuk memahami dunia di sekitar kita. Mereka akan menyadari bahwa
angka dan operasi hitung bukan hanya sekadar rumus, tetapi merupakan
bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari
menghitung uang belanja, memahami diskon, hingga mengelola waktu.
Dengan pemahaman yang mendalam, mereka akan lebih percaya diri
dalam menghadapi tantangan yang melibatkan angka dan dapat
menggunakannya untuk memecahkan masalah nyata.

L. Materi Bahan Ajar


Bilangan Cacah Sampai 10.000 dan Nilai Tempat
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari nol (0, 1, 2, 3, ...) dan
seterusnya. Di kelas 3, kita akan belajar bilangan cacah sampai 10.000.
Setiap angka dalam bilangan memiliki nilai tempat yang berbeda,
tergantung pada posisinya. Misalnya, pada bilangan 3.456, angka 6
berada di tempat satuan, 5 di tempat puluhan, 4 di tempat ratusan, dan 3
di tempat ribuan. Memahami nilai tempat membantu kita membaca,
menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan dengan benar,
serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagian. Kita juga bisa menggunakan pemahaman ini untuk
menghitung uang, karena uang kita sering menggunakan nominal
ribuan.
Operasi Hitung Dasar: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan
Pembagian
Penjumlahan adalah proses menggabungkan dua kelompok atau lebih.
Contohnya, jika kita punya 120 pensil dan diberi lagi 50 pensil, total
pensil kita bertambah menjadi 170. Pengurangan adalah proses
mengambil sebagian dari suatu kelompok atau mencari selisih antara dua
kelompok. Misalnya, dari 170 pensil tadi, jika kita berikan 70 pensil,
sisanya menjadi 100 pensil. Perkalian bisa diartikan sebagai penjumlahan
berulang. Jika kita punya 3 kotak, dan setiap kotak berisi 5 apel, maka
total apel adalah 3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15 apel. Terakhir, pembagian adalah
proses membagi suatu kelompok menjadi bagian-bagian yang sama rata.
Jika kita punya 15 apel dan ingin membaginya kepada 3 teman, setiap teman
akan mendapatkan 15 : 3 = 5 apel.
Pecahan dan Desimal
Selain bilangan bulat, kita juga akan mengenal pecahan dan desimal.
Pecahan adalah bagian dari keseluruhan, seperti 1/2 yang berarti satu
bagian dari dua bagian yang sama. Kita bisa membandingkan pecahan
(misalnya, 1/2 lebih besar dari 1/4) dan mencari pecahan senilai
(misalnya, 1/2 sama dengan 2/4). Desimal adalah cara lain untuk menulis
pecahan, terutama pecahan persepuluhan (misal: 0,5 untuk 5/10) dan
perseratusan (misal: 0,25 untuk 25/100). Konsep desimal ini sangat
penting ketika kita berurusan dengan uang atau persentase, karena
seringkali harga atau diskon ditulis dalam bentuk desimal atau persen.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang bilangan?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam
kegiatan pembelajaran? Jika tidak, apa penyebabnya dan
bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi pembelajaran tersampaikan dengan jelas dan
mudah dipahami oleh semua peserta didik? Adakah bagian yang
perlu saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang
bisa saya tingkatkan di masa mendatang?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELAS 3
Nama Kelompok:

Anggota

Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Materi: Operasi Hitung Bilangan Cacah & Pengenalan Pecahan
Petunjuk:
1. Bacalah soal dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan jawabannya.
3. Gunakan benda-benda konkret (jika diperlukan) untuk
membantu kalian memahami masalah.
4. Tuliskan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan
kelas!

Bagian 1: Memecahkan Masalah Angka (Soal Cerita)


1. Di kebun Pak Budi, ada 1.250 pohon mangga dan 875 pohon
rambutan. Berapa total pohon di kebun Pak Budi?

Jawaban:

2. Ibu membeli 750 gram tepung terigu. Digunakan untuk


membuat kue sebanyak 325 gram. Berapa sisa tepung
terigu Ibu?

Jawaban:

3. Ada 6 keranjang apel. Setiap keranjang berisi 12 apel. Berapa total


apel yang ada?

Jawaban:

4. Ayah membagikan 48 permen kepada 8 anaknya secara adil.


Berapa permen yang diterima setiap anak?

Jawaban:

Bagian 2: Mengenal Pecahan


1. Perhatikan gambar pizza berikut.
Jika 3 potong pizza sudah dimakan, berapa bagian pizza yang tersisa
dalam bentuk pecahan?

Jawaban:

2. Lingkari gambar yang menunjukkan pecahan senilai dengan 1/2.


3. Ubahlah pecahan 75/100 menjadi bentuk persen.

Jawaban:

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Aspek Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4 Bo
Penilai (Sanga (Sanga
(Kurang (Cukup (Baik) bo
an t t Baik)
) ) t
Kurang
)
Menunj
Menunju Menunju
ukkan
Belum Menunju kkan kkan
pemah
menunj kkan pemah pemah
a man
u kkan pemah a man a man
A. mendal
pemah a man konsep konsep
Pemah am, 30
a man dasar, yang yang
aman mamp %
yang namun cukup, baik,
Konsep u
relevan sering terkada mampu
mengai
dengan salah ng menjel
t kan
materi. konsep. perlu a skan
denga
bantua ide.
n
n
konsep
.
lain.
Tidak Kurang Berparti Berparti
Sangat
terlibat berparti sipasi sipasi
aktif,
dalam s ipasi, cukup aktif
B. memoti
diskusi sering aktif, dan
Kolabo v asi 25
atau pasif namun berkont
rasi anggot %
cenderu dalam belum r ibusi
Tim a lain,
ng diskusi optima positif
dan
mendo kelomp l pada
mendu
mi nasi. o k. dalam kelomp
k ung
tim. o k.
tim.
Tidak Mampu Mampu Mampu
Mampu
mampu memec memec memec
memec
C. memec a hkan a hkan ahkan
a hkan
Pemec a hkan masala masala masala
masala 25
ahan masala h h h
h %
Masala h atau sederh dengan komple
dengan
h solusi a na, arahan, k s,
mandiri
tidak namun solusi menem
, solusi
relevan sulit cukup ukan
. untuk akurat. solusi
akurat.
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4 Bo
Penilai 1 5
(Kurang 3 (Baik) bo
an (Sanga (Sanga
) (Cukup t
t t Baik)
)
Kurang
)
yang inovat
komple if dan
k s. akurat
.
Present
Present
Present asi
asi
Tidak asi sangat
cukup Present
menya kurang jelas,
jelas, asi
m jelas, sistem
D. namun jelas,
paikan kurang at is, 20
Present kurang terstruk
hasil percay menari %
asi menari t ur,
atau a diri, k
k atau dan
present atau , dan
kurang cukup
a si sulit menja
sistem menari
sangat dipaha w ab
at is. k.
tidak m i. pertan
jelas. y aan.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Tantangan Angka: Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi,
berikan tantangan tambahan seperti masalah cerita yang lebih
kompleks, teka-teki angka tingkat lanjut, atau memperkenalkan
konsep bilangan yang lebih besar (puluh ribuan).
 Proyek Desain Matematika: Peserta didik diminta untuk membuat
sebuah "toko mini" di kelas dan menghitung total belanjaan,
kembalian, atau membuat diskon berdasarkan persentase
sederhana.
Remedial
 Pendampingan Individual/Kelompok Kecil: Fokus pada area
kesulitan yang spesifik bagi peserta didik. Gunakan media
konkret yang lebih sederhana dan berikan bimbingan langkah
demi langkah.
 Latihan Berulang: Berikan soal-soal latihan tambahan dengan
tingkat kesulitan yang lebih rendah untuk memperkuat
pemahaman konsep dasar yang belum dikuasai.
 Permainan Interaktif: Manfaatkan permainan matematika yang
berfokus pada pengulangan konsep dasar secara
menyenangkan.

P. Glosarium
1. Nilai Tempat: Posisi suatu angka dalam bilangan yang
menentukan besar nilainya (misalnya, satuan, puluhan, ratusan,
ribuan).
2. Operasi Hitung: Proses matematika dasar seperti
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
3. Pecahan Senilai: Dua pecahan atau lebih yang terlihat berbeda
namun memiliki nilai yang sama (misalnya, 1/2 sama dengan
2/4).

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Alexandria, VA: ASCD.

Mengetahui, Bukit Lembah Subur,


Kepala Sekolah Dasar Guru Kelas 3

SARYANTO,[Link] MARTOGI MARITO.S, [Link]


NIP. 196703241991031004 197507032008012010
Modul Ajar Deep Learning Matematika
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
 Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Matematika
 Fase : B
 Kelas/Semester : 3/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Berikut adalah dimensi profil kelulusan yang relevan untuk modul ini:
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
informasi, mengevaluasi argumen, dan membuat
keputusan yang tepat dalam menyelesaikan masalah
aljabar sederhana.
 Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide
baru dan inovatif dalam memecahkan masalah pola bilangan
serta menyajikan hasil karya mereka.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam
kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama, terutama dalam
menyelesaikan kalimat matematika dan menemukan pola.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung
jawab dalam proses belajar mereka, serta mampu mengatasi
tantangan secara mandiri dalam menemukan nilai yang tidak
diketahui.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil pemikiran,
dan pemecahan masalah matematika secara lisan maupun tulisan
dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Untuk menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, Bapak
dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan cara yang
hangat dan membangun, mungkin di awal pertemuan atau saat sesi
refleksi:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak hebat, tadi pagi pas bangun tidur, apa hal
pertama yang kalian lakukan? Apakah kalian merapikan tempat
tidur sendiri?"
2. Beribadah: "Siapa di sini yang tadi pagi sudah beribadah?
Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? "
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga
ringan? Olahraga apa yang kalian lakukan? Kenapa olahraga itu
penting ya?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam atau pagi ini, ada yang sudah
mencoba belajar hal baru di luar pelajaran sekolah? Apa yang
kalian pelajari? Yuk, ceritakan!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Untuk menjaga tubuh tetap kuat,
makanan apa yang kalian makan pagi ini? Apakah makanan kalian
sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang
tadi pagi sudah membantu orang lain atau berinteraksi dengan
teman-teman? Contohnya apa?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup cepat
dan tidak begadang? Kenapa ya tidur cukup itu penting
untuk kesehatan dan konsentrasi kita?"

D. Capaian dan Tujuan


Pembelajaran Capaian
Pembelajaran (CP) ELEMEN:
Aljabar

Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah
kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan
pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.

Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola


gambar atau objek sederhana dan pola bilangan membesar dan
mengecil yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan
cacah sampai 100.

Tujuan Pembelajaran (TP)


Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika
penjumlahan pada bilangan cacah sampai 100.
2. Mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika
pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.
3. Mengidentifikasi pola gambar atau objek sederhana yang berulang.
4. Meneruskan dan membuat pola gambar atau objek sederhana yang
berulang.
5. Mengidentifikasi pola bilangan membesar (penjumlahan) pada
bilangan cacah sampai 100.
6. Meneruskan dan membuat pola bilangan membesar
(penjumlahan) pada bilangan cacah sampai 100.
7. Mengidentifikasi pola bilangan mengecil (pengurangan) pada
bilangan cacah sampai 100.
8. Meneruskan dan membuat pola bilangan mengecil
(pengurangan) pada bilangan cacah sampai 100.

E. Sarana dan Prasarana


1. Papan Tulis/Whiteboard dan Spidol: Untuk demonstrasi dan
penjelasan konsep.
2. Kartu Angka/Flashcard: Berisi bilangan cacah hingga 100, simbol
operasi (+, -, =), dan simbol kotak kosong (untuk nilai yang
belum diketahui).
3. Benda Konkret: Contohnya kelereng, stik es krim, balok, atau
kubus bersusun untuk representasi visual dalam
menemukan nilai dan pola.
4. Gambar atau Objek Sederhana: Pola gambar (lingkaran, segitiga,
kotak) dan objek sederhana (daun, bunga, pensil) untuk
kegiatan identifikasi dan pembuatan pola.
5. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD): Berisi latihan soal mengisi nilai
yang belum diketahui dan aktivitas pola bilangan/gambar.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, peserta didik tidak
memiliki kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Problem-Based Learning
(PBL).
 Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab,
demonstrasi, penemuan terbimbing, dan permainan edukasi.
 Pendekatan: Deep Learning melalui eksplorasi aktif, pemecahan
masalah kontekstual, dan pembangunan pemahaman konsep
aljabar sederhana serta pola bilangan secara mandiri dan
kolaboratif.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
 "Pernahkah kalian merasa ada yang 'hilang' atau 'tersembunyi'
dalam sebuah cerita angka? Kira-kira, bagaimana ya cara kita
menemukan angka yang hilang itu?"
 "Coba perhatikan di sekitar kita! Apakah kalian melihat ada pola
yang berulang? Misalnya, pola warna pada lantai atau pola
susunan buku di rak? Mengapa pola itu penting?"
Meaningful Learning:
 "Misalnya, kalian punya beberapa kue, lalu adikmu makan
sebagian. Bagaimana cara kita tahu berapa kue yang masih
tersisa tanpa menghitung satu per satu dari awal? Apa
hubungannya dengan 'angka yang hilang'?"
 "Kenapa ya para seniman atau arsitek suka menggunakan
pola dalam karyanya? Apakah pola itu juga ada gunanya di
matematika?"
Joyful Learning:
 "Siapa yang suka bermain tebak-tebakan? Hari ini kita akan
bermain tebak angka dan menemukan pola rahasia! Siap-siap
jadi detektif angka ya!"
 "Menurut kalian, apa yang paling seru dari menemukan
sebuah pola? Rasanya seperti menemukan harta karun,
bukan?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan sebuah kalimat
matematika sederhana dengan satu nilai yang belum diketahui
(misalnya, 5+…=8). Guru bertanya, "Angka berapa yang
tersembunyi di dalam kotak ini? Bagaimana cara kalian
menemukannya?"
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika dan
mengidentifikasi serta mengembangkan pola. Guru menjelaskan
bahwa hari ini mereka akan menjadi "detektif angka" yang akan
memecahkan misteri bilangan dan pola.
Inti (690 menit = 11,5 jam)
Sesi 1: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui dalam Penjumlahan (4 JP)
1. Identifikasi Masalah (Problem-Based Learning): Guru menyajikan
masalah kontekstual sederhana. Contoh: "Di taman ada 7 bunga
mawar merah. Kemudian datang beberapa bunga mawar putih,
sehingga total bunga mawar menjadi 15. Berapa bunga mawar
putih yang datang?" (7+…=15).
2. Eksplorasi Konsep (Discovery Learning): Peserta didik secara
individu atau berpasangan menggunakan benda konkret
(misalnya, kelereng, balok) untuk merepresentasikan masalah
dan mencari nilai yang tidak diketahui. Guru membimbing
penemuan tentang hubungan antara penjumlahan dan
pengurangan dalam menemukan nilai yang hilang.
3. Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-
kelompok kecil. Masing-masing kelompok berdiskusi untuk
mencari solusi masalah menggunakan berbagai strategi. Guru
berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi.
4. Presentasi dan Refleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil
diskusi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk
membandingkan strategi dan menyimpulkan cara mengisi nilai
yang tidak diketahui dalam penjumlahan.
Sesi 2: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui dalam Pengurangan (4 JP)
1. Identifikasi Masalah (Problem-Based Learning): Guru menyajikan
masalah kontekstual serupa. Contoh: "Lina punya 20 pensil. Setelah
memberikan beberapa pensil kepada adiknya, pensil Lina tersisa
12. Berapa pensil yang Lina berikan kepada adiknya?" (20−…=12).
2. Eksplorasi Konsep (Discovery Learning): Peserta didik menggunakan
benda konkret atau gambar untuk merepresentasikan masalah
pengurangan dan menemukan nilai yang hilang. Penekanan pada
konsep kebalikan operasi.
3. Latihan dan Variasi Soal: Memberikan berbagai jenis soal mengisi
nilai yang belum diketahui, termasuk variabel di awal kalimat
matematika (misalnya,
…−5=10).
4. Permainan "Detektif Angka Hilang": Peserta didik berpasangan
saling membuat soal "angka hilang" dan memecahkannya.
Sesi 3: Mengidentifikasi dan Mengembangkan Pola Gambar/Objek Sederhana
(3 JP)
1. Eksplorasi Pola Gambar (Discovery Learning): Guru menampilkan
serangkaian gambar atau objek sederhana yang membentuk pola
berulang (misalnya, segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran...).
Peserta didik diminta mengidentifikasi pola dan menebak
gambar/objek selanjutnya.
2. Aktivitas Kolaboratif "Meneruskan Pola": Peserta didik dalam
kelompok diberikan kartu gambar atau objek dan diminta untuk
meneruskan pola yang diberikan, bahkan menciptakan pola
mereka sendiri.
3. Kreativitas dalam Pola: Peserta didik secara individu menggambar
atau membuat pola sederhana menggunakan benda-benda di
sekitar mereka, kemudian menukarnya dengan teman untuk saling
menebak dan meneruskan pola.
Sesi 4: Mengidentifikasi dan Mengembangkan Pola Bilangan (3 JP)
1. Eksplorasi Pola Bilangan Membesar (Discovery Learning): Guru
menampilkan deret bilangan yang memiliki pola penjumlahan
(misalnya, 2, 4, 6, 8, ...). Peserta didik diminta menemukan aturan
pola tersebut.
2. Eksplorasi Pola Bilangan Mengecil (Discovery Learning): Guru
menampilkan deret bilangan yang memiliki pola pengurangan
(misalnya, 20, 18, 16, 14, ...). Peserta didik diminta menemukan
aturan pola tersebut.
3. Aktivitas "Rantai Angka": Peserta didik secara bergantian
menyebutkan angka dalam sebuah pola, meneruskan pola
tersebut.
4. Latihan Berbasis LKPD: Peserta didik menyelesaikan soal-soal di
LKPD yang melibatkan identifikasi dan pengembangan pola
bilangan.
Penutup (50 menit)
1. Refleksi Pembelajaran (20 menit): Guru membimbing peserta didik
untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari, hal-hal yang
mereka sukai, dan kesulitan yang mereka alami. Guru menanyakan,
"Apa yang paling berkesan dari pelajaran hari ini? Kenapa?"
2. Rangkuman (15 menit): Bersama-sama, guru dan peserta didik
merangkum poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari,
yaitu cara mencari nilai yang hilang dan memahami pola dalam
angka dan gambar. Guru menekankan pentingnya pemahaman
pola dalam kehidupan sehari-hari.
3. Umpan Balik dan Penguatan (10 menit): Guru memberikan umpan
balik positif atas partisipasi aktif peserta didik. Guru memberikan
penguatan terkait pentingnya belajar aljabar sederhana dan pola
untuk berpikir logis.
4. Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan informasi mengenai
materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan
memberikan tugas rumah (jika ada). Guru menutup pelajaran
dengan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Selama Pembelajaran: Guru mengamati keaktifan peserta
didik dalam diskusi kelompok, partisipasi dalam tanya jawab, dan
kemampuan mereka dalam menggunakan media konkret untuk
memecahkan masalah.
 Penilaian Diri: Peserta didik mengisi lembar penilaian diri
mengenai pemahaman mereka terhadap materi dan
kesulitan yang dihadapi.
 Presentasi Kelompok: Penilaian terhadap hasil diskusi
kelompok dan presentasi mereka (lihat rubrik di bagian N).
 Kuis Singkat: Diberikan di akhir setiap sesi inti untuk mengecek
pemahaman cepat tentang nilai yang belum diketahui atau pola.
Asesmen Sumatif
 Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan esai yang mencakup semua
tujuan pembelajaran, termasuk mengisi nilai yang belum
diketahui dalam penjumlahan dan pengurangan, serta
mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar
serta pola bilangan.
 Proyek Mini "Pola di Sekitarku": Peserta didik diminta untuk
mencari dan mendokumentasikan (melalui gambar atau sketsa)
minimal 3 pola yang mereka temukan di lingkungan rumah atau
sekolah, kemudian menjelaskan aturan pola tersebut.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa matematika adalah alat untuk
memecahkan misteri dan menemukan keteraturan. Mereka akan menyadari
bahwa menemukan nilai yang belum diketahui itu seperti menjadi
detektif, dan mengidentifikasi pola itu seperti menemukan kode rahasia.
Pemahaman ini akan membangun fondasi berpikir logis dan kemampuan
penalaran abstrak yang sangat berguna tidak hanya dalam matematika
tetapi juga dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari- hari.

L. Materi Bahan Ajar


Menemukan Nilai yang Belum Diketahui dalam Kalimat Matematika
Dalam matematika, kadang kita menemukan sebuah kalimat angka yang
salah satu bilangannya tersembunyi atau belum diketahui. Ini sering kita
sebut sebagai "nilai yang belum diketahui" atau "variabel". Untuk
menemukan nilai yang belum diketahui ini, kita bisa menggunakan
pemahaman kita tentang operasi penjumlahan dan pengurangan.
Misalnya, jika ada soal 5+…=12, kita bisa berpikir, "Angka berapa yang
jika dijumlahkan dengan 5 hasilnya 12?" Kita juga bisa menggunakan
operasi kebalikan, yaitu pengurangan: 12−5=…. Hal yang sama berlaku
untuk pengurangan, misalnya …−3=7. Kita bisa berpikir, "Angka berapa
jika dikurangi 3 hasilnya 7?" Atau dengan operasi kebalikan, 7+3=….
Pola Gambar dan Objek Sederhana
Pola adalah suatu bentuk atau susunan yang berulang secara teratur. Kita
bisa menemukan pola tidak hanya pada angka, tetapi juga pada gambar
atau objek di sekitar kita. Misalnya, urutan warna pada batik, susunan
bata pada dinding, atau pola daun pada tanaman. Untuk
mengidentifikasi pola gambar atau objek, kita perlu melihat bagaimana
urutan atau susunan tersebut berulang. Setelah menemukan polanya,
kita bisa meneruskan pola tersebut atau bahkan membuat pola baru
yang kreatif. Mempelajari pola membantu kita melihat keteraturan dan
membuat prediksi.

Pola Bilangan Membesar dan Mengecil


Sama seperti pola gambar, bilangan juga bisa membentuk pola yang teratur.
Ada pola bilangan membesar, di mana setiap bilangan berikutnya selalu
lebih besar dari bilangan sebelumnya dengan selisih yang sama.
Contohnya 2, 4, 6, 8, ... (selalu ditambah 2). Ada juga pola bilangan
mengecil, di mana setiap bilangan berikutnya
selalu lebih kecil dari bilangan sebelumnya dengan selisih yang sama.
Contohnya 25, 20, 15, 10, ... (selalu dikurangi 5). Dengan
mengidentifikasi aturan penjumlahan atau pengurangan dalam suatu
deret bilangan, kita bisa meneruskan pola tersebut dan memprediksi
bilangan selanjutnya. Pemahaman pola bilangan ini adalah dasar penting
untuk konsep matematika yang lebih tinggi.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang mencari angka yang
hilang dan menemukan pola?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam
kegiatan pembelajaran? Jika tidak, apa penyebabnya dan
bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi pembelajaran tersampaikan dengan jelas dan
mudah dipahami oleh semua peserta didik? Adakah bagian yang
perlu saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang
bisa saya tingkatkan di masa mendatang?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELAS 3
Nama Kelompok:

Anggota

Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Materi: Menemukan Nilai yang Belum Diketahui & Pola Bilangan/Gambar
Petunjuk:
1. Bacalah soal dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan jawabannya.
3. Gunakan benda-benda konkret (jika diperlukan) untuk
membantu kalian memahami masalah.
4. Tuliskan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan
kelas!

Bagian 1: Si Detektif Angka Hilang!


Isilah titik-titik dengan bilangan yang tepat untuk menemukan nilai yang
belum diketahui:
1. 15+…=23

Jawaban:

2. …+8=30

Jawaban:

3. 45−…=20

Jawaban:

4. …−12=35

Jawaban:

5. Di sebuah keranjang ada 18 jeruk. Setelah dimakan beberapa,


tersisa 11 jeruk. Berapa jeruk yang dimakan?

Kalimat Matematika: 18−…=11

Jawaban:

Bagian 2: Mari Temukan dan Buat Pola!


1. Perhatikan pola gambar berikut, lalu gambarlah 2 gambar selanjutnya:
Gambar selanjutnya: ,

2. Lanjutkan pola bilangan berikut dengan 3 bilangan berikutnya:

a. 5,10,15,…,…,… (Pola: ditambah )

b. 50,45,40,…,…,… (Pola: dikurangi )

c. 3,6,9,…,…,… (Pola: ditambah )

3. Buatlah 1 pola gambar sederhana kreasimu sendiri, lalu minta


temanmu untuk melanjutkannya!

Pola Kreasiku:

Teman Melanjutkan:
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4 Bo
Penilai 1 5
(Kurang 3 (Baik) bo
an (Sanga (Sanga
) (Cukup t
t t Baik)
)
Kurang
)
Menunj
Menunj Menunj
ukkan
Belum Menunj u kkan u kkan
pemah
menunj u kkan pemah pemah
a man
u kkan pemah a man a man
A. mendal
pemah a man konsep konsep
Pemah am, 30
a man dasar, yang yang %
aman mamp
Konsep yang namun cukup, baik,
u
relevan sering terkada mampu
mengai
dengan salah ng menjel
t kan
materi. konsep. perlu a skan
denga
bantua ide.
n
n
konsep
.
lain.
Tidak Kurang Berpar Berpart
Sangat
terlibat berparti ti i sipasi
aktif,
dalam s ipasi, sipasi aktif
B. memoti
diskusi sering cukup dan
Kolabo v asi 25
atau pasif aktif, berkont
rasi anggot %
cenderu dalam namun r ibusi
Tim a lain,
ng diskusi belum positif
dan
mendo kelomp optima pada
mendu
mi nasi. o k. l kelomp
k ung
dalam o k.
tim.
tim.
Mampu Mampu
memec memec
Tidak Mampu
a hkan Mampu ahkan
mampu memec
masala memec masala
C. memec a hkan
h a hkan h
Pemec a hkan masala
sederh masala komple 25
ahan masala h
a na, h k s, %
Masala h atau dengan
h namun dengan menem
solusi arahan,
sulit mandiri ukan
tidak solusi
untuk , solusi solusi
relevan cukup
yang akurat. inovatif
. akurat.
komple dan
k s. akurat.
Tidak Presen Presen Present
Presen
menya t asi t asi asi
D. t asi
m kurang cukup sangat 20
Present jelas,
paikan jelas, jelas, jelas, %
asi
hasil kurang namun sistem
terstru
atau percay kurang at is,
kt ur,
present a
dan
a si
sangat
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4 Bo
Penilai 1 5
(Kurang 3 (Baik) bo
an (Sanga (Sanga
) (Cukup t
t t Baik)
)
Kurang
)
tida diri, menari cukup menarik
k atau k atau menari , dan
jelas sulit kurang k. menja
. dipaha sistem w ab
m i. at is. pertan
y aan.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Tantangan Kalimat Matematika Lebih Kompleks: Bagi peserta didik
yang sudah menguasai, berikan soal mengisi nilai yang belum
diketahui dengan bilangan yang lebih besar atau melibatkan lebih
dari satu operasi.
 Proyek "Pola Rahasia": Peserta didik diminta membuat
serangkaian pola bilangan atau gambar yang lebih kompleks dan
"kode rahasia" di balik polanya untuk dipecahkan teman.
 Eksplorasi Pola dengan Aturan Berbeda: Kenalkan pola yang
melibatkan perkalian/pembagian sederhana atau pola dengan
aturan yang berubah.
Remedial
 Pendampingan Individual/Kelompok Kecil: Fokus pada area kesulitan
yang spesifik bagi peserta didik. Gunakan media konkret yang lebih
sederhana dan berikan bimbingan langkah demi langkah dalam
memecahkan masalah atau menemukan pola.
 Latihan Berulang: Berikan soal-soal latihan tambahan dengan
tingkat kesulitan yang lebih rendah untuk memperkuat
pemahaman konsep dasar yang belum dikuasai, khususnya
operasi dasar.
 Visualisasi Lebih Banyak: Gunakan lebih banyak gambar dan
representasi visual untuk membantu peserta didik memahami
konsep nilai yang belum diketahui dan pola.

P. Glosarium
1. Nilai yang Belum Diketahui (Variabel): Sebuah bilangan yang
tersembunyi atau belum diketahui dalam sebuah kalimat
matematika, biasanya ditandai dengan kotak kosong atau simbol
lain.
2. Pola Bilangan: Urutan bilangan yang diatur berdasarkan aturan
tertentu, bisa berupa penambahan, pengurangan, perkalian, atau
pembagian yang berulang.
3. Kalimat Matematika: Pernyataan yang melibatkan bilangan,
operasi, dan simbol matematika (misalnya, 5+3=8).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Bruner, J. S. (1966). Toward a Theory of Instruction. Cambridge, MA:
Harvard University Press.
Modul Ajar Deep Learning Matematika
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Umar Tholib
 Satuan Pendidikan : SDN Karangsari 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Matematika
 Fase : B
 Kelas/Semester : 3/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Berikut adalah dimensi profil kelulusan yang relevan untuk modul ini:
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
informasi, mengevaluasi argumen, dan membuat
keputusan yang tepat dalam menyelesaikan masalah
pengukuran.
 Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide
baru dan inovatif dalam mengukur dan mengestimasi, serta
menyajikan hasil pengukuran mereka.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam
kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama, terutama
dalam kegiatan pengukuran.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung
jawab dalam proses belajar mereka, serta mampu mengatasi
tantangan secara mandiri dalam kegiatan pengukuran.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil pemikiran,
dan pemecahan masalah pengukuran secara lisan maupun tulisan
dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Untuk menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, Bapak
dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan cara yang
hangat dan membangun, mungkin di awal pertemuan atau saat sesi
refleksi:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak hebat, tadi pagi pas bangun tidur, apa hal
pertama yang kalian lakukan? Apakah kalian merapikan tempat
tidur sendiri?"
2. Beribadah: "Siapa di sini yang tadi pagi sudah beribadah?
Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? "
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga
ringan? Olahraga apa yang kalian lakukan? Kenapa olahraga itu
penting ya?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam atau pagi ini, ada yang sudah
mencoba belajar hal baru di luar pelajaran sekolah? Apa yang
kalian pelajari? Yuk, ceritakan!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Untuk menjaga tubuh tetap kuat,
makanan apa yang kalian makan pagi ini? Apakah makanan kalian
sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang
tadi pagi sudah membantu orang lain atau berinteraksi dengan
teman-teman? Contohnya apa?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup cepat
dan tidak begadang? Kenapa ya tidur cukup itu penting
untuk kesehatan dan konsentrasi kita?"

D. Capaian dan Tujuan


Pembelajaran Capaian
Pembelajaran (CP) ELEMEN:
Pengukuran

Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan


satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku
panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan
volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa
bilangan cacah.

Tujuan Pembelajaran (TP)


Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengukur panjang benda menggunakan satuan baku
(sentimeter dan meter) dengan tepat.
2. Mengukur berat benda menggunakan satuan baku (gram dan
kilogram) dengan tepat.
3. Menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm ke
m dan sebaliknya).
4. Mengukur dan mengestimasi luas bangun datar sederhana
menggunakan satuan tidak baku (misalnya, ubin satuan atau
kotak-kotak).
5. Mengukur dan mengestimasi volume benda menggunakan satuan
tidak baku (misalnya, kubus satuan atau air dalam wadah).
6. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
pengukuran panjang dan berat.
7. Menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan
estimasi luas dan volume.

E. Sarana dan Prasarana


1. Alat Ukur Baku: Penggaris, meteran kain/rol, timbangan duduk/dapur.
2. Benda-benda di Sekitar Kelas: Buku, pensil, meja, kursi,
penghapus, tas, kotak pensil, botol minum, dll., untuk diukur.
3. Satuan Tidak Baku: Potongan kertas berbentuk persegi (untuk luas),
kubus- kubus kecil atau balok (untuk volume), gelas ukur dan air
(untuk volume).
4. Gambar-gambar Benda/Bangun Datar: Untuk latihan estimasi dan diskusi.
5. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik): Berisi tabel pengukuran, soal
cerita, dan aktivitas estimasi.
F. Target Peserta Didik
 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, peserta didik tidak
memiliki kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan
Discovery Learning.
 Metode Pembelajaran: Eksperimen, observasi, diskusi kelompok,
tanya jawab, demonstrasi, dan bermain peran.
 Pendekatan: Deep Learning melalui pengalaman langsung (hands-
on activities), pemecahan masalah nyata, dan pembangunan
pemahaman konseptual yang mendalam tentang pengukuran
dalam konteks kehidupan sehari-hari.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
 "Coba perhatikan benda di dekat kalian! Kira-kira, seberapa panjang
buku ini? Atau seberapa berat tas kalian? Bagaimana ya cara kita
tahu ukuran pasti benda-benda itu?"
 "Pernahkah kalian berpikir, kenapa saat membeli beras di
toko, kita menggunakan timbangan? Kenapa tidak hanya
dilihat saja?"
Meaningful Learning:
 "Misalnya, kalian ingin membuat kue. Kenapa penting sekali
mengukur bahan-bahannya dengan tepat? Apa yang terjadi
kalau ukurannya salah?"
 "Kalau ayah mau membuat kandang ayam, kenapa ayah harus
mengukur panjang kayu dan luas tanahnya? Apa hubungannya
dengan 'ukuran'?"
Joyful Learning:
 "Siapa yang suka menjadi ilmuwan cilik? Hari ini kita akan jadi
ilmuwan yang akan mengukur banyak benda di sekitar kita! Siap-
siap terkejut dengan hasilnya ya!"
 "Menurut kalian, apa yang paling seru dari kegiatan mengukur?
Adakah yang punya pengalaman lucu saat mengukur sesuatu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan beberapa benda dengan
ukuran yang berbeda (misalnya, pensil panjang dan pendek, buku
tebal dan tipis). Guru bertanya, "Benda mana yang lebih panjang?
Bagaimana cara kita membuktikannya?" atau "Benda mana yang
lebih berat?" Guru mungkin juga
meminta beberapa anak untuk mengukur panjang pensil dengan
jengkal tangan mereka.
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
memahami cara mengukur panjang, berat, luas, dan volume. Guru
menjelaskan bahwa hari ini mereka akan menjadi "detektif ukuran"
yang akan memecahkan misteri dimensi benda-benda di sekitar
mereka.

Inti (690 menit = 11,5 jam)


Sesi 1: Mengukur Panjang Benda dengan Satuan Baku (4 JP)
1. Pengenalan Alat Ukur (Discovery Learning): Guru memperkenalkan
penggaris dan meteran. Peserta didik diajak mengamati skala pada
alat ukur tersebut. Guru menanyakan, "Apa bedanya angka-angka
pada penggaris dengan meteran ini?"
2. Eksperimen Pengukuran Panjang: Peserta didik secara berpasangan
atau kelompok kecil, menggunakan penggaris dan meteran untuk
mengukur panjang berbagai benda di kelas (pensil, buku, meja,
kursi). Mereka mencatat hasilnya dalam sentimeter (cm) dan meter
(m). Kegiatan ini melatih kolaborasi dan penalaran kritis dalam
memastikan pengukuran akurat.
3. Menentukan Hubungan cm dan m: Guru membimbing diskusi untuk
menemukan hubungan antara sentimeter dan meter (1 m = 100
cm). Peserta didik mencoba mengonversi ukuran dari cm ke m
atau sebaliknya.
4. Permainan "Siapa Lebih Panjang?": Peserta didik diminta mengukur
beberapa benda dan membandingkan panjangnya, lalu
mengurutkannya. Ini membuat pembelajaran menyenangkan dan
aktif.
Sesi 2: Mengukur Berat Benda dengan Satuan Baku (4 JP)
1. Pengenalan Alat Ukur Berat: Guru menunjukkan timbangan
duduk/dapur. Guru mendemonstrasikan cara kerja timbangan dan
memperkenalkan satuan gram (g) dan kilogram (kg).
2. Eksperimen Pengukuran Berat: Peserta didik dalam kelompok
mengukur berat berbagai benda (buku, tas, kotak pensil, botol
minum, buah-buahan) menggunakan timbangan. Mereka mencatat
hasilnya dalam gram atau kilogram. Mereka juga membandingkan
berat benda satu sama lain. Kegiatan ini mendorong kemandirian
dan penalaran kritis.
3. Diskusi Konversi (opsional, jika waktu memungkinkan):
Diskusi sederhana tentang hubungan gram dan kilogram
(1 kg = 1000 g).
4. Studi Kasus "Belanja di Pasar": Guru menyajikan skenario belanja di
pasar yang melibatkan berat (misalnya, membeli 1 kg gula, 500 g
telur). Peserta didik menghitung total berat atau mencari benda
dengan berat tertentu. Ini menjadikan pembelajaran bermakna.
Sesi 3: Mengukur dan Mengestimasi Luas (3 JP)
1. Pengenalan Konsep Luas: Guru menjelaskan bahwa luas adalah
ukuran permukaan suatu bidang. Guru menggunakan contoh
permukaan meja atau papan tulis.
2. Mengukur Luas dengan Satuan Tidak Baku (Discovery Learning):
Peserta didik diberikan potongan kertas berbentuk persegi
(sebagai "ubin satuan") atau menggambar kotak-kotak di buku
mereka. Mereka diminta
untuk menutupi permukaan benda (misalnya, buku, tempat pensil)
dengan ubin satuan tersebut untuk menghitung luasnya. Ini
melatih kreativitas dan pemecahan masalah.
3. Estimasi Luas: Guru menunjukkan gambar bangun datar sederhana
(persegi panjang, persegi) dan meminta peserta didik untuk
mengestimasi luasnya sebelum mengukur dengan satuan tidak
baku. Guru menekankan pentingnya estimasi dalam kehidupan
sehari-hari.
Sesi 4: Mengukur dan Mengestimasi Volume (3 JP)
1. Pengenalan Konsep Volume: Guru menjelaskan bahwa volume
adalah ukuran ruang yang ditempati suatu benda. Guru
menggunakan contoh kotak atau botol.
2. Mengukur Volume dengan Satuan Tidak Baku (Eksperimen):
o Untuk benda padat: Peserta didik diberikan kotak-kotak kecil
atau kubus satuan. Mereka diminta untuk mengisi kotak
yang lebih besar dengan kubus-kubus kecil tersebut untuk
menghitung volumenya.
o Untuk cairan: Peserta didik menggunakan gelas ukur dengan
skala tidak baku (misal, gelas berukuran sama) untuk
mengukur volume air yang dapat mengisi berbagai wadah
(botol, gelas, mangkuk).
3. Estimasi Volume: Guru menunjukkan berbagai wadah dan meminta
peserta didik untuk mengestimasi volume cairan yang bisa
ditampung. Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya estimasi
volume dalam situasi nyata (misalnya, mengisi bak mandi). Ini
membuat pembelajaran bermakna.

Penutup (50 menit)


1. Refleksi Pembelajaran (20 menit): Guru membimbing peserta didik
untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari hari ini, hal-hal
yang mereka sukai, dan kesulitan yang mereka alami. Guru
menanyakan, "Apa yang paling berkesan dari kegiatan mengukur
hari ini? Kenapa?"
2. Rangkuman (15 menit): Bersama-sama, guru dan peserta didik
merangkum poin-poin penting dari materi pengukuran panjang,
berat, luas, dan volume, serta pentingnya satuan baku dan tidak
baku. Guru menekankan aplikasi pengukuran dalam kehidupan
sehari-hari.
3. Umpan Balik dan Penguatan (10 menit): Guru memberikan umpan
balik positif atas partisipasi aktif peserta didik. Guru memberikan
penguatan terkait pentingnya kemampuan mengukur untuk
kehidupan sehari-hari, dari memasak hingga membangun sesuatu.
4. Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan informasi mengenai
materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan
memberikan tugas rumah (jika ada). Guru menutup pelajaran
dengan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Selama Pembelajaran: Guru mengamati keaktifan peserta
didik dalam melakukan pengukuran, diskusi kelompok, partisipasi
dalam tanya jawab, dan kemampuan mereka dalam
menggunakan alat ukur.
 Penilaian Diri: Peserta didik mengisi lembar penilaian diri
mengenai pemahaman mereka terhadap materi dan
kesulitan yang dihadapi.
 Presentasi Kelompok: Penilaian terhadap hasil diskusi
kelompok dan presentasi mereka (lihat rubrik di bagian N).
 Kuis Singkat: Diberikan di akhir setiap sesi inti untuk mengecek
pemahaman cepat tentang satuan dan cara mengukur.
Asesmen Sumatif
 Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan esai yang mencakup semua
tujuan pembelajaran, termasuk mengukur panjang dan berat,
konversi satuan, serta mengestimasi luas dan volume.
 Proyek Mini "Pengukuran di Rumahku": Peserta didik diminta
untuk mengukur panjang beberapa benda di rumah
(misalnya, panjang meja belajar, berat buku, luas lantai
kamar mandi dengan ubin mainan), lalu mencatat hasilnya.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pengukuran adalah keterampilan penting
yang kita gunakan setiap hari untuk memahami ukuran, jumlah, dan
kapasitas benda-benda di sekitar kita. Mereka akan menyadari bahwa ada
berbagai cara untuk mengukur (panjang, berat, luas, volume) dan setiap
jenis pengukuran memiliki alat dan satuan yang tepat. Dengan
pemahaman yang mendalam tentang pengukuran, mereka dapat
membuat perkiraan yang lebih baik, merencanakan sesuatu dengan lebih
akurat, dan menyelesaikan masalah praktis dalam kehidupan nyata.

L. Materi Bahan Ajar


Mengukur Panjang dan Berat dengan Satuan Baku
Mengukur panjang berarti menentukan seberapa panjang suatu benda dari
satu ujung ke ujung lainnya. Satuan baku yang sering kita gunakan
adalah sentimeter (cm) dan meter (m). Kita menggunakan alat seperti
penggaris untuk benda pendek dan meteran untuk benda yang lebih
panjang. Penting untuk diketahui bahwa 1 meter sama dengan 100
sentimeter. Jadi, jika kita punya tali sepanjang 200 cm, itu sama dengan
2 meter.

Terbuka di jendela baruLicensed by Google Measuring Tape and House Schematic

Sedangkan mengukur berat berarti menentukan seberapa berat suatu benda.


Satuan baku yang umum kita gunakan adalah gram (g) dan kilogram (kg). Alat yang
digunakan untuk mengukur berat adalah timbangan. Sama seperti panjang,
ada hubungan antar-satuan berat, di mana 1 kilogram sama dengan
1.000 gram.
Pemahaman ini sangat berguna saat kita berbelanja atau menakar bahan.

Mengukur dan Mengestimasi Luas


Luas adalah ukuran seberapa besar permukaan suatu bidang datar.
Bayangkan permukaan meja atau lantai, itu adalah luasnya. Untuk
mengukur luas, kita bisa menggunakan satuan tidak baku terlebih dahulu,
misalnya dengan menghitung berapa banyak ubin atau kotak kecil yang
bisa menutupi seluruh permukaan.
Selain mengukur, kita juga bisa mengestimasi luas, yaitu memperkirakan
seberapa besar permukaannya tanpa harus mengukurnya secara tepat.
Estimasi ini penting
untuk membuat perkiraan cepat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
memperkirakan berapa banyak cat yang dibutuhkan untuk dinding.
Mengukur dan Mengestimasi Volume
Volume adalah ukuran seberapa banyak ruang yang ditempati oleh suatu
benda atau seberapa banyak kapasitas suatu wadah. Misalnya, berapa
banyak air yang bisa ditampung dalam sebuah botol, atau berapa banyak
kubus yang bisa mengisi sebuah kotak. Sama seperti luas, kita bisa
mengukur volume dengan satuan tidak baku, seperti kubus satuan atau
menggunakan gelas/wadah yang ukurannya sama. Kita juga dapat
mengestimasi volume untuk memperkirakan kapasitas suatu wadah.
Misalnya, memperkirakan berapa gelas air yang bisa mengisi satu ember.
Pemahaman tentang volume sangat penting dalam banyak aktivitas,
seperti memasak, mengisi air di kolam, atau mengatur barang di lemari.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cara mengukur
benda-benda di sekitarku?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka?
Mengapa aku suka?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam kegiatan
pengukuran dan diskusi kelompok? Jika tidak, apa penyebabnya
dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi pengukuran tersampaikan dengan jelas dan mudah
dipahami oleh semua peserta didik? Adakah bagian yang perlu
saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang
bisa saya tingkatkan di masa mendatang?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELAS 3
Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

1.
2.
3.
4.
Materi: Pengukuran Panjang, Berat, Luas, dan Volume
Petunjuk:
1. Bacalah soal/tugas dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan
jawabannya dan melakukan pengukuran.
3. Gunakan alat ukur yang telah disediakan.
4. Tuliskan hasil pengukuran dan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi dan
pengukuran kelompokmu di depan kelas!

Bagian 1: Mengukur Panjang dan Berat di Kelas


Lakukan pengukuran pada benda-benda di bawah ini menggunakan alat
ukur yang tepat, lalu catat hasilnya!

Alat Ukur Hasil Pengukuran Hasil


Nama
No. yang Panjang Pengukura
Bend
Digunaka (cm/m) n Berat
a
n (g/kg)
1. Buku Paket

Meja
2.
Belaja
r
Tas Sekolahmu
3.

Kotak
4.
Pensi
l
5. Pintu
Kelas
Tantangan Konversi: Jika tinggi pintu kelasmu adalah 200 cm, berapa

meterkah itu? Jawaban: meter

Bagian 2: Mengestimasi dan Mengukur Luas & Volume


1. Estimasi Luas: Perkirakan berapa banyak ubin kertas (persegi
satuan) yang dibutuhkan untuk menutupi permukaan bukumu.

Estimasi: ubin.

Sekarang, tempelkan ubin kertas di permukaan bukumu. Berapa ubin


kertas yang benar-benar dibutuhkan?

Hasil Pengukuran: ubin.


2. Estimasi Volume Cairan: Perkirakan berapa banyak gelas air
(gelas satuan) yang bisa mengisi botol minummu sampai penuh.

Estimasi: gelas.

Sekarang, isi botol minummu dengan air menggunakan gelas


satuan. Berapa gelas air yang benar-benar dibutuhkan?

Hasil Pengukuran: gelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
B
Skala Skala Skala
Aspek Skala Skala o
1 2 5
Penilaian 3 4 b
(Sanga (Kuran (Sanga
(Cukup (Baik) o
t g t Baik)
) t
Kurang )
)
Menunj
Menunj Menunj
u kkan
Belum Menunj u kkan u kkan
pemah
menunj u kkan pemah pemah
a man
u kkan pemah a man a man
A. mendal
pemah a man konsep konsep 3
Pemaha a m,
a man dasar, yang yang 0
man mampu
yang namun cukup, baik, %
Konsep mengai
relevan sering terkada mampu
t kan
dengan salah ng menjel
dengan
materi. konsep. perlu a skan
konsep
bantua ide.
lain.
n
.
Tidak Kurang Berpar Berpart
Sangat
terlibat berpart ti i sipasi
aktif,
dalam i sipasi, sipasi aktif
memoti
B. diskusi sering cukup dan 2
v asi
Kolabora atau pasif aktif, berkont 5
si Tim anggot
cender dalam namun r ibusi %
a lain,
u ng diskusi belum positif
dan
mendo kelomp optima pada
mendu
minasi. o k. l kelomp
k ung
dalam o k.
tim.
tim.
Hasil Hasil Hasil
Hasil Hasil
C. penguk penguk penguk
penguk penguk
Ketepata u u u
u u 2
n ran/esti ran/esti ran/esti
ran/esti ran/esti 5
Pengukur masi masi masi
masi masi %
an/Estim tidak cukup sangat
kurang akurat
asi akurat akurat, akurat,
akurat, dan
dan bebera bahkan
jauh pa melam
banyak tepat.
dari p
B
Skala Skala Skala
Aspek Skala Skala o
1 2 5
Penilaian 3 4 b
(Sanga (Kuran (Sanga
(Cukup (Baik) o
t g t Baik)
) t
Kurang )
)
yang kesala kesala aui
sebena h an. h an harapa
r nya. kecil. n
.
Present
Present
Tidak Present asi
asi
menya asi sangat
cukup Present
m kurang jelas,
jelas, asi
D. paikan jelas, sistema
namun jelas, 2
Komunik hasil kurang t is,
kurang terstruk 0
asi/Prese atau percay menari
menari t ur, %
ntasi present a diri, k, dan
k atau dan
asi atau menjaw
kurang cukup
sangat sulit ab
sistem menari
tidak dipaha pertany
at is. k.
jelas. m i. aan.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Proyek "Desain Ruangan Impian": Bagi peserta didik yang
sudah menguasai, berikan tantangan untuk merencanakan
tata letak ruangan dengan mengukur panjang dan lebar area,
serta mengestimasi luas kebutuhan karpet atau ubin.
 Tantangan Konversi Lanjutan: Memperkenalkan konversi satuan lain
(misalnya, km ke m, g ke ons, liter ke ml) atau masalah yang lebih
kompleks.
 Eksplorasi Alat Ukur Lain: Mengenalkan alat ukur lain seperti jangka
sorong sederhana atau termometer.
Remedial
 Pendampingan Individual/Kelompok Kecil: Fokus pada area
kesulitan yang spesifik bagi peserta didik. Gunakan alat ukur yang
lebih besar dan mudah dibaca, serta berikan bimbingan langkah
demi langkah dalam setiap proses pengukuran.
 Latihan Berulang: Berikan soal-soal latihan tambahan dengan
tingkat kesulitan yang lebih rendah untuk memperkuat
pemahaman konsep dasar yang belum dikuasai, terutama dalam
membaca skala alat ukur.
 Permainan Sederhana: Manfaatkan permainan yang melibatkan
perbandingan panjang/berat secara langsung (misalnya,
menimbang dua benda dengan tangan, membandingkan
panjang dua tali).
P. Glosarium
1. Satuan Baku: Satuan pengukuran yang telah ditetapkan secara
internasional dan menghasilkan nilai yang sama di mana pun
pengukuran dilakukan (contoh: cm, m, g, kg).
2. Satuan Tidak Baku: Satuan pengukuran yang tidak tetap dan
hasilnya bisa berbeda tergantung pada orang atau alat yang
digunakan (contoh: jengkal, langkah kaki, gelas).
3. Estimasi: Perkiraan atau dugaan mengenai nilai atau ukuran
sesuatu tanpa melakukan pengukuran yang tepat.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Hiebert, J., & Carpenter, T. P. (1992). Learning and Teaching with
Understanding. In D. A. Grouws (Ed.), Handbook of Research on
Mathematics Teaching and Learning (pp. 65-97). New York, NY:
Macmillan.
Modul Ajar Deep Learning Matematika

A. Identitas Penulis

 Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]


 Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Matematika
 Fase : B
 Kelas/Semester : 3/2
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

Berikut adalah dimensi profil kelulusan yang relevan untuk modul ini:

 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis ciri-ciri


bangun datar dan memecahkan masalah komposisi dan
dekomposisi bangun datar.
 Kreativitas: Peserta didik mampu menyusun dan mengurai bangun datar
dengan berbagai cara baru dan inovatif.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif
dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama,
terutama dalam aktivitas menyusun dan mengurai bangun
datar.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam
proses belajar mereka, serta mampu mengatasi tantangan secara
mandiri dalam eksplorasi bangun datar.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil
pemikiran, dan pemecahan masalah geometri secara lisan maupun
tulisan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat

Untuk menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, Bapak


dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan cara yang
hangat dan membangun, mungkin di awal pertemuan atau saat sesi
refleksi:

1. Bangun Tidur: "Anak-anak hebat, tadi pagi pas bangun tidur, apa hal
pertama yang kalian lakukan? Apakah kalian merapikan tempat
tidur sendiri?"
2. Beribadah: "Siapa di sini yang tadi pagi sudah beribadah?
Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? "
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga
ringan? Olahraga apa yang kalian lakukan? Kenapa olahraga itu
penting ya?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam atau pagi ini, ada yang sudah
mencoba belajar hal baru di luar pelajaran sekolah? Apa yang
kalian pelajari? Yuk, ceritakan!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Untuk menjaga tubuh tetap kuat,
makanan apa yang kalian makan pagi ini? Apakah makanan kalian
sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang
tadi pagi sudah membantu orang lain atau berinteraksi dengan
teman-teman? Contohnya apa?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup cepat
dan tidak begadang? Kenapa ya tidur cukup itu penting
untuk kesehatan dan konsentrasi kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

ELEMEN: Geometri Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai


bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak). Mereka dapat
menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun
datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:

1. Mendeskripsikan ciri-ciri bangun datar segiempat (persegi,


persegi panjang) berdasarkan jumlah sisi dan sudutnya.
2. Mendeskripsikan ciri-ciri bangun datar segitiga berdasarkan jumlah
sisi dan sudutnya.
3. Mendeskripsikan ciri-ciri bangun datar segi banyak sederhana
berdasarkan jumlah sisi dan sudutnya.
4. Mengidentifikasi berbagai bangun datar (segiempat, segitiga, segi
banyak) di lingkungan sekitar.
5. Menyusun (komposisi) dua atau lebih bangun datar sederhana
menjadi bangun datar baru.
6. Mengurai (dekomposisi) sebuah bangun datar menjadi dua
atau lebih bangun datar sederhana dengan lebih dari satu
cara.
7. Menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan
komposisi dan dekomposisi bangun datar.

E. Sarana dan Prasarana

1. Kumpulan Bangun Datar Berbagai Ukuran: Terbuat dari kertas,


kardus, atau plastik (persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium,
jajar genjang, dll.).
2. Papan Tulis/Whiteboard dan Spidol: Untuk demonstrasi dan
menggambar bangun datar.
3. Kertas Origami/Kertas Berwarna: Untuk aktivitas komposisi
dan dekomposisi.
4. Gunting dan Lem: Alat bantu untuk aktivitas menyusun dan
mengurai bangun datar.
5. Gambar-gambar Benda di Sekitar: Yang memiliki bentuk bangun
datar (misal: jendela, pintu, atap rumah, rambu lalu lintas)
untuk identifikasi.

F. Target Peserta Didik

 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, peserta didik tidak


memiliki kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran

 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan


Discovery Learning.
 Metode Pembelajaran: Eksplorasi, percobaan, diskusi kelompok,
tanya jawab, dan bermain peran.
 Pendekatan: Deep Learning melalui pengalaman langsung (hands-on
activities), pemecahan masalah kreatif, dan pembangunan
pemahaman konseptual yang mendalam tentang karakteristik,
komposisi, dan dekomposisi bangun datar.

H. Pertanyaan Pemantik

Mindful Learning:

 "Coba perhatikan benda-benda di kelas kita! Bentuk apa yang


paling sering kalian lihat? Mengapa banyak benda dibuat dengan
bentuk seperti itu?"
 "Pernahkah kalian berpikir, ada berapa garis lurus dan berapa
sudut pada papan tulis kita?"

Meaningful Learning:

 "Misalnya, Pak Tukang mau memasang keramik di lantai. Kenapa


ya keramiknya harus berbentuk kotak atau persegi panjang? Apa
yang terjadi kalau keramiknya berbentuk lingkaran?"
 "Kalau kalian mau membuat robot dari kardus, kenapa penting
sekali tahu bentuk-bentuk bangun datar? Bagaimana cara kita
menyatukan potongan- potongan kardus yang berbeda bentuk?"

Joyful Learning:

 "Siapa yang suka menyusun puzzle? Hari ini kita akan


bermain dengan bangun-bangun datar seperti puzzle raksasa!
Kita akan menyusun dan membongkar bentuk-bentuk
menarik!"
 "Menurut kalian, apa yang paling seru dari menciptakan bentuk
baru dari bangun datar yang sudah ada? Rasanya seperti seorang
seniman, bukan?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (20 menit)

1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,


menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar benda di
sekitar yang memiliki bentuk bangun datar jelas (misalnya: jam
dinding bentuk lingkaran, buku bentuk persegi panjang, rambu
lalu lintas bentuk segitiga). Guru bertanya, "Benda ini bentuknya
apa ya? Apa ciri-ciri dari bentuk ini?"
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
memahami ciri-ciri bangun datar, serta cara menyusun dan
mengurainya. Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan
menjadi "arsitek cilik" yang akan menjelajahi dunia bangun datar.

Inti (690 menit = 11,5 jam)

Sesi 1: Mendeskripsikan Ciri-ciri Bangun Datar (4 JP)

1. Eksplorasi Bentuk (Discovery Learning): Guru membagikan berbagai


macam potongan bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga,
lingkaran, dll.) kepada setiap kelompok. Peserta didik diminta untuk
mengamati, menyentuh, dan menghitung jumlah sisi serta sudut
dari setiap bangun datar.
2. Diskusi Kelompok "Mengenal Keluarga Bangun Datar": Setiap
kelompok mendiskusikan ciri-ciri yang mereka temukan untuk
setiap bangun datar. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk
mengidentifikasi dan mendeskripsikan ciri- ciri utama segiempat
(sisi sama panjang/berhadapan sama panjang, sudut siku-siku),
segitiga (3 sisi, 3 sudut), dan segi banyak (jumlah sisi dan sudut
lebih dari 3). Kegiatan ini melatih kolaborasi dan penalaran kritis.
3. Aktivitas "Mencari Bangun Datar di Sekitar": Peserta didik diminta
berjalan di sekitar kelas atau sekolah untuk mencari benda-benda
yang memiliki bentuk bangun datar yang telah dipelajari, lalu
menyebutkan ciri-cirinya. Ini menjadikan pembelajaran bermakna.

Sesi 2: Menyusun (Komposisi) Bangun Datar (4 JP)


1. Tantangan Kreatif (Project-Based Learning): Guru memberikan
tantangan: "Dengan menggunakan beberapa bangun datar
sederhana (misalnya, 2 segitiga, 1 persegi), bisakah kalian
membuat bentuk rumah? Atau bentuk robot?"
2. Eksperimen Komposisi: Peserta didik dalam kelompok
menggunakan potongan bangun datar yang tersedia (atau
kertas origami yang bisa digunting) untuk menyusun bentuk-
bentuk baru. Mereka didorong untuk mencoba berbagai
kombinasi. Kegiatan ini sangat melatih kreativitas dan kolaborasi.
3. Presentasi Kreasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil kreasi
mereka, menjelaskan bangun datar apa saja yang mereka gunakan
dan mengapa mereka memilih bentuk tersebut. Guru menekankan
bahwa ada banyak cara untuk menyusun sebuah bentuk. Ini
mengembangkan komunikasi mereka.
4. Permainan "Membangun Bentuk": Guru menyebutkan sebuah
bentuk (misal: "roket"), dan kelompok harus menyusun bentuk
tersebut dari bangun datar yang mereka miliki. Aktivitas ini
membuat pembelajaran menyenangkan.

Sesi 3: Mengurai (Dekomposisi) Bangun Datar (4 JP)

1. Eksplorasi Dekomposisi (Discovery Learning): Guru menunjukkan


sebuah bangun datar yang lebih kompleks (misalnya, bentuk rumah
yang sederhana, atau bentuk 'T') dan bertanya, "Menurut kalian,
bangun datar apa saja yang bisa kita temukan di dalam bentuk ini?
Bagaimana cara kita memisahkannya?"
2. Aktivitas "Memotong Bentuk": Peserta didik diberikan gambar
bangun datar kompleks di kertas. Mereka diminta untuk
menggambar garis potong yang akan memisahkan bangun datar
tersebut menjadi bangun datar sederhana (misalnya, persegi
panjang diurai menjadi 2 persegi atau 2 segitiga). Mereka
kemudian mengguntingnya.
3. Berbagai Cara Mengurai: Guru mendorong peserta didik untuk
menemukan lebih dari satu cara untuk mengurai sebuah bangun
datar. Misalnya, sebuah persegi panjang bisa diurai menjadi dua
persegi, atau dua segitiga, atau empat persegi kecil. Ini melatih
penalaran kritis dan kemandirian dalam pemecahan masalah.
4. Diskusi dan Perbandingan: Setiap kelompok membandingkan cara
mereka mengurai bangun datar yang sama. Guru memfasilitasi
diskusi tentang efisiensi atau keunikan setiap cara.

Penutup (50 menit)

1. Refleksi Pembelajaran (20 menit): Guru membimbing peserta didik


untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari hari ini
tentang bangun datar, komposisi, dan dekomposisi. Guru
menanyakan, "Apa hal paling menarik yang kalian temukan
tentang bangun datar hari ini? Mengapa?"
2. Rangkuman (15 menit): Bersama-sama, guru dan peserta didik
merangkum poin-poin penting tentang ciri-ciri bangun datar, serta
konsep menyusun
(komposisi) dan mengurai (dekomposisi). Guru menekankan bahwa
geometri ada di mana-mana dalam kehidupan kita.
3. Umpan Balik dan Penguatan (10 menit): Guru memberikan umpan
balik positif atas partisipasi aktif dan kreativitas peserta didik. Guru
memberikan penguatan terkait pentingnya memahami bangun
datar untuk banyak hal, dari seni hingga konstruksi.
4. Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan informasi mengenai
materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan
memberikan tugas rumah (jika ada). Guru menutup pelajaran
dengan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

 Observasi Selama Pembelajaran: Guru mengamati keaktifan peserta


didik dalam mengidentifikasi ciri-ciri bangun datar, partisipasi
dalam diskusi kelompok, dan kemampuan mereka dalam menyusun
serta mengurai bangun datar.
 Penilaian Diri: Peserta didik mengisi lembar penilaian diri
mengenai pemahaman mereka terhadap materi dan
kesulitan yang dihadapi.
 Presentasi Kelompok: Penilaian terhadap hasil komposisi dan
dekomposisi bangun datar mereka (lihat rubrik di bagian N).
 Kuis Singkat/Tebak Bentuk: Diberikan di akhir setiap sesi inti untuk
mengecek pemahaman cepat tentang ciri-ciri bangun datar atau
kemampuan komposisi/dekomposisi.

Asesmen Sumatif

 Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan esai yang mencakup semua
tujuan pembelajaran, termasuk mendeskripsikan ciri bangun datar,
mengidentifikasi, menyusun, dan mengurai bangun datar.
 Proyek Mini "Karya Seni Geometri": Peserta didik diminta membuat
sebuah gambar atau kolase menggunakan berbagai bangun datar
sederhana, lalu menjelaskan bangun datar apa saja yang digunakan
dan bagaimana mereka menyusunnya.

K. Pemahaman Bermakna

Peserta didik akan memahami bahwa geometri adalah bahasa bentuk dan
ruang di sekitar kita. Mereka akan menyadari bahwa setiap benda memiliki
bentuk dasar yang bisa diidentifikasi ciri-cirinya. Lebih dari itu, mereka
akan menemukan bahwa bentuk-bentuk sederhana bisa digabungkan
untuk menciptakan bentuk yang lebih kompleks (komposisi) dan bentuk
yang kompleks bisa dipecah menjadi bentuk- bentuk sederhana
(dekomposisi). Pemahaman ini membangun dasar pemikiran spasial dan
kreativitas dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan desain
dan struktur di dunia nyata.
L. Materi Bahan Ajar

Ciri-ciri Berbagai Bangun Datar

Bangun datar adalah bentuk dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar,
tetapi tidak memiliki ketebalan. Setiap bangun datar memiliki ciri-ciri
khusus. Contohnya, segiempat adalah bangun datar yang memiliki empat
sisi dan empat sudut. Persegi adalah segiempat yang keempat sisinya
sama panjang dan keempat sudutnya siku- siku. Persegi panjang juga
segiempat, tetapi hanya sisi yang berhadapan yang sama panjang,
dengan keempat sudut siku-siku.

Terbuka di jendela baru


Licensed by Google
Illustrations of flat shapes mathematics learning media. Square,
rectangle, and triangle

Kemudian ada segitiga, yang selalu memiliki tiga sisi dan tiga sudut.
Sedangkan segi banyak adalah bangun datar yang memiliki banyak sisi
dan sudut, lebih dari tiga, seperti pentagon (segi lima) atau heksagon
(segi enam). Mengenali ciri-ciri ini membantu kita membedakan satu
bentuk dengan yang lain dan memahami sifat- sifatnya.

Menyusun (Komposisi) Bangun Datar

Komposisi bangun datar berarti menggabungkan atau menyusun dua atau


lebih bangun datar sederhana untuk membentuk bangun datar baru yang
lebih besar atau kompleks. Ini seperti bermain puzzle atau lego, di mana
kita menggunakan potongan-potongan kecil untuk membuat bentuk yang
utuh. Misalnya, kita bisa menyusun dua segitiga siku-siku untuk
membentuk sebuah persegi atau persegi panjang. Atau, kita bisa
menggabungkan beberapa persegi untuk membuat bentuk huruf 'L' atau
'T'.

Kemampuan menyusun bangun datar ini melatih kreativitas dan


pemikiran spasial kita untuk melihat bagaimana bagian-bagian kecil bisa
membentuk keseluruhan yang lebih besar, mirip dengan cara arsitek
atau desainer merancang bangunan.

Mengurai (Dekomposisi) Bangun Datar

Kebalikan dari komposisi adalah dekomposisi bangun datar, yaitu


memisahkan atau mengurai sebuah bangun datar yang lebih besar atau
kompleks menjadi dua atau lebih bangun datar sederhana. Ini seperti
membongkar sebuah bangunan menjadi bagian-bagian penyusunnya.
Misalnya, sebuah bentuk rumah sederhana (dengan atap segitiga dan
badan persegi) dapat diurai menjadi satu segitiga dan satu persegi. Atau,
sebuah persegi panjang bisa diurai menjadi dua persegi kecil atau
bahkan dua segitiga besar.

Menariknya, seringkali ada lebih dari satu cara untuk mengurai sebuah
bangun datar. Kemampuan mengurai ini sangat penting dalam
pemecahan masalah, karena membantu kita melihat komponen-
komponen dasar dari suatu bentuk dan menyederhanakan masalah yang
kompleks.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang ciri-ciri bentuk dan
bagaimana menyusunnya?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka,
yaitu saat menyusun atau mengurai bentuk? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?

Refleksi Pendidik

1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam kegiatan


eksplorasi dan proyek bangun datar? Jika tidak, apa penyebabnya
dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi geometri tersampaikan dengan jelas dan mudah
dipahami oleh semua peserta didik? Adakah bagian yang perlu
saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, terutama
dalam komposisi dan dekomposisi? Apa yang bisa saya tingkatkan
di masa mendatang?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELAS 3

Nama Kelompok: Anggota Kelompok:

1.
2.
3.
4.

Materi: Bangun Datar: Ciri-ciri, Komposisi, dan Dekomposisi

Petunjuk:

1. Bacalah soal/tugas dengan cermat.


2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan
jawabannya dan melakukan aktivitas.
3. Gunakan potongan bangun datar, gunting, dan lem yang telah disediakan.
4. Tuliskan hasil diskusi dan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi dan karya
kelompokmu di depan kelas!

Bagian 1: Kenali Aku, Si Bangun Datar!

Isilah tabel di bawah ini dengan ciri-ciri bangun datar yang telah kalian pelajari.

No. Nama Bangun Datar Jumlah Sisi Jumlah Sudut Contoh Benda di Sekitar
1. Persegi
2. Persegi Panjang
No. Nama Bangun Datar Jumlah Sisi Jumlah Sudut Contoh Benda di Sekitar
3. Segitiga
Ekspor ke Spreadsheet

Bagian 2: Aku Bisa Menyusun! (Komposisi)

Gunakan potongan bangun datar yang tersedia. Susunlah bangun datar


tersebut untuk membentuk dua kreasi berbeda di bawah ini. Tempelkan
di kolom yang tersedia.

1. Susunlah bentuk "Rumah Sederhana": (Gunakan minimal 1 segitiga


dan 1 segiempat) [Empty box for "Rumah Sederhana" composition]
2. Susunlah bentuk "Robot Lucu": (Gunakan minimal 3 bangun
datar berbeda) [Empty box for "Robot Lucu" composition]

Bagian 3: Aku Juga Bisa Mengurai! (Dekomposisi)

Guntinglah gambar bangun datar di bawah ini. Kemudian, gambarlah garis


putus- putus untuk mengurai (memotong) bangun tersebut menjadi
bangun datar sederhana (minimal 2 bangun datar sederhana). Berikan 2
cara berbeda jika memungkinkan!

1. Cara 1: [Empty box for deconstruction] Cara 2: [Empty box for


deconstruction]
Terbuka di jendela baru

Licensed by Google

2. Cara 1: [Empty box for deconstruction] Cara 2: [Empty box for


deconstruction]

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala Bob
1 5
Penilaian (Kuran 3 4 ot
(Sanga (Sanga
g) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Belum Menunjukk Menunjukk Menunjukk Menunjuk
A. Pemahaman menunjukka an pemaham an pemaham
Konsep n pemahama an pemaha an konsep
dasar, m an konsep
kan pemaham
30%
an
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala Bob
1 5
Penilaian (Kuran 3 4 ot
(Sanga (Sanga
g) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang namun yang mendala
) sering yang baik, m
n salah cukup, mampu , mampu
yang konse terkadan menjelas mengaitk
releva p. g perlu k an ide. a n
n bantuan. dengan
denga konsep
n lain.
materi
.
Tidak Kuran Berpartisip Berpartisip Sangat
g
terlib berpartis asi asi aktif,
at ip asi, cukup aktif memoti
dala sering aktif, dan va
m
B. Kolaborasi Tim diskusi atau namu berkontr si anggota 25%
pasif n ib
cenderun dalam belum usi lain, dan
g diskusi optimal positif menduku
mendomi kelompo dalam pada n g tim.
na si. k. tim. kelompo Karya
k. sangat
Karya sesuai
Karya Karya
cukup instruksi,
tidak sesuai
C. Kreativitas & sesuai sangat 25%
sesuai instruk Karya
instruks
instruksi si sesua
atau tidak minimal, i,
i
instruksi,
Ketepatan Karya menunjukka ada sedikit kreatif,
kurang kreatif,
n
kreativitas kreatif atau dan inovatif,
rapi.

kreativita dan dan


tidak
s. cukup sangat
rapi.
rapi. rapi.
Presentasi
Presenta sangat
Tidak Presenta
si cukup Presentasi jelas,
menyamp si kurang
jelas, jelas,
ai
D. kan kuran namu jelas sistematis,
hasil g n ,
Komunikasi/Prese percay kuran terstruktur, 20%
atau a g menarik,
ntasi presenta diri, menari dan dan
si atau k cukup
tidak ata menari menjawab
sangat
sulit u k.
jelas. kurang pertanya
dipaham
sistemati a n.
i.
Ekspor ke Spreadsheet s.

Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100

O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan

 Proyek "Mendesain Bangun Geometri Kompleks": Bagi peserta didik


yang sudah menguasai, berikan tantangan untuk mendesain dan
membuat model 3D sederhana (misalnya, bangunan mini) yang
merupakan komposisi dari berbagai bangun datar.
 Eksplorasi Simetri: Memperkenalkan konsep simetri lipat dan
simetri putar pada bangun datar yang telah dipelajari.
 Tantangan Dekomposisi Berbagai Cara: Berikan bangun datar yang
lebih kompleks dan tantang siswa untuk menemukan semua
kemungkinan cara dekomposisinya.

Remedial

 Pendampingan Individual/Kelompok Kecil: Fokus pada area kesulitan


yang spesifik bagi peserta didik. Gunakan bangun datar yang lebih
besar dan berbeda warna, serta berikan bimbingan langkah demi
langkah dalam mengidentifikasi ciri atau melakukan
komposisi/dekomposisi.
 Latihan Berulang: Berikan soal-soal latihan tambahan dengan
tingkat kesulitan yang lebih rendah untuk memperkuat
pemahaman konsep dasar, terutama dalam mengenali ciri-ciri
bangun datar.
 Permainan Interaktif Sederhana: Manfaatkan permainan
mencocokkan bentuk atau menyusun puzzle bangun datar untuk
membantu pemahaman secara menyenangkan.

P. Glosarium

1. Bangun Datar: Bentuk dua dimensi yang hanya memiliki panjang


dan lebar, tanpa ketebalan (contoh: persegi, segitiga).
2. Komposisi Bangun Datar: Proses menggabungkan dua atau lebih
bangun datar sederhana untuk membentuk bangun datar baru.
3. Dekomposisi Bangun Datar: Proses mengurai atau memecah
sebuah bangun datar menjadi dua atau lebih bangun datar
sederhana.

Q. Daftar Pustaka

1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi


Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Van Hiele, P. M. (1986). Structure and Insight: A Theory of
Mathematics Education. Orlando, FL: Academic Press.
Modul Ajar Deep Learning Matematika

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
 Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Matematika
 Fase : B
 Kelas/Semester : 3/2
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Berikut adalah dimensi profil kelulusan yang relevan untuk modul ini:
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu
menganalisis dan menginterpretasi data untuk
menarik kesimpulan yang tepat.
 Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan data dalam berbagai
bentuk
diagram secara inovatif dan mudah dipahami.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara
efektif dalam kelompok untuk mengumpulkan, mengolah, dan
menyajikan data.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam
proses belajar mereka, serta mampu mengelola proyek pengumpulan
data secara mandiri.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi
data, hasil analisis, dan interpretasi mereka secara lisan maupun
tulisan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Untuk menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, Bapak
dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan cara yang
hangat dan membangun, mungkin di awal pertemuan atau saat sesi
refleksi:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak hebat, tadi pagi pas bangun tidur, apa hal
pertama yang kalian lakukan? Apakah kalian merapikan tempat
tidur sendiri?"
2. Beribadah: "Siapa di sini yang tadi pagi sudah beribadah?
Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? "
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga
ringan? Olahraga apa yang kalian lakukan? Kenapa olahraga itu
penting ya?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam atau pagi ini, ada yang sudah
mencoba belajar hal baru di luar pelajaran sekolah? Apa yang
kalian pelajari? Yuk, ceritakan!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Untuk menjaga tubuh tetap kuat,
makanan apa yang kalian makan pagi ini? Apakah makanan kalian
sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang
tadi pagi sudah membantu orang lain atau berinteraksi dengan
teman-teman? Contohnya apa?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup cepat
dan tidak begadang? Kenapa ya tidur cukup itu penting
untuk kesehatan dan konsentrasi kita?"

D. Capaian dan Tujuan


Pembelajaran Capaian
Pembelajaran (CP) ELEMEN:
Analisis Data dan Peluang

Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan,


menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram
gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).

Tujuan Pembelajaran (TP)


Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengurutkan data dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya.
2. Membandingkan dua kelompok data atau lebih.
3. Menyajikan data dalam bentuk tabel dengan rapi.
4. Menyajikan data dalam bentuk diagram gambar (piktogram) dengan benar.
5. Menyajikan data dalam bentuk diagram batang (skala satu satuan)
dengan tepat.
6. Menganalisis data yang disajikan dalam tabel dan berbagai diagram.
7. Menginterpretasi data (membaca dan memahami informasi dari
data) dalam tabel dan berbagai diagram.
8. Menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan
pengolahan dan penyajian data.

E. Sarana dan Prasarana


1. Papan Tulis/Whiteboard dan Spidol Warna: Untuk
mendemonstrasikan penyajian data.
2. Kertas Grafik/Kertas Berpetak: Untuk menggambar diagram
batang dan piktogram.
3. Kartu Data/Stiker/Gambar Kecil: Untuk membuat piktogram secara konkret.
4. Komputer/Proyektor (opsional): Untuk menampilkan contoh
tabel dan berbagai diagram.
5. Benda/Objek Sederhana untuk Data: Contohnya pensil warna
berbagai warna, jenis buah kesukaan, atau alat tulis teman,
sebagai sumber data yang akan dikumpulkan.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, peserta didik tidak
memiliki kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan Inquiry-
Based Learning.
 Metode Pembelajaran: Survei/pengumpulan data, diskusi
kelompok, demonstrasi, presentasi, dan bermain peran.
 Pendekatan: Deep Learning melalui pengalaman langsung dalam
mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data nyata, serta
membangun pemahaman konseptual tentang bagaimana data
dapat menceritakan sebuah kisah.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
 "Coba perhatikan teman-teman kita! Apakah semua punya warna
kesukaan yang sama? Atau makanan kesukaan yang sama?
Bagaimana cara kita tahu data itu?"
 "Pernahkah kalian melihat data tentang cuaca atau jumlah siswa
di televisi atau di koran? Kenapa ya data itu ditampilkan dengan
gambar-gambar atau batang-batang?"
Meaningful Learning:
 "Misalnya, Pak Kepala Sekolah ingin tahu jenis olahraga apa
yang paling disukai siswa SDN Karangsari 02. Bagaimana cara
beliau mengumpulkan informasi itu? Dan bagaimana cara beliau
menyampaikannya agar mudah dipahami semua orang?"
 "Kenapa penting sekali kita tahu bagaimana cara membaca
informasi dari sebuah gambar data? Apa gunanya dalam
kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning:
 "Siapa yang suka menjadi detektif yang mencari tahu banyak hal?
Hari ini kita akan menjadi detektif data, mencari tahu banyak
rahasia dari angka-angka dan gambar! Siap-siap jadi ahli data cilik
ya!"
 "Menurut kalian, apa yang paling seru dari membuat sebuah
grafik atau diagram? Rasanya seperti sedang membuat peta
harta karun informasi, bukan?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan beberapa contoh informasi
yang mengandung angka atau kategori, misalnya: daftar nama
siswa dengan tinggi badannya, atau jumlah buku di rak. Guru
bertanya, "Bagaimana ya caranya agar kita bisa melihat informasi
ini dengan lebih mudah?"
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
bagaimana cara kita mengumpulkan, menyajikan, dan memahami
data agar lebih mudah dibaca dan dimengerti. Guru menjelaskan
bahwa hari ini mereka akan menjadi "peneliti data" yang akan
membuat informasi menjadi lebih mudah dipahami.

Inti (690 menit = 11,5 jam)


Sesi 1: Mengumpulkan dan Mengurutkan Data (4 JP)
1. Identifikasi Masalah (Inquiry-Based Learning): Guru mengajukan
sebuah pertanyaan yang memerlukan pengumpulan data, contoh:
"Jenis buah apa yang paling disukai di kelas ini?" atau "Berapa
banyak saudara kandung yang dimiliki setiap teman kita?"
2. Perencanaan Pengumpulan Data: Peserta didik berdiskusi dalam
kelompok tentang cara mengumpulkan data. Mereka akan belajar
membuat daftar, mencentang, atau menally data. Kegiatan ini
melatih kolaborasi dan penalaran kritis.
3. Aktivitas Pengumpulan Data Langsung: Setiap kelompok akan
melakukan survei sederhana di kelas (misalnya, menanyakan buah
kesukaan teman atau jumlah saudara). Mereka mencatat data
mentah yang terkumpul.
4. Mengurutkan dan Membandingkan Data: Setelah data terkumpul,
peserta didik belajar mengurutkan data dari yang terkecil ke
terbesar atau sebaliknya. Mereka juga mencoba membandingkan
jumlah data dari setiap kategori.
Sesi 2: Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel dan Diagram Gambar (Piktogram) (4
JP)
1. Pengenalan Tabel Data (Discovery Learning): Guru menjelaskan
fungsi tabel untuk merangkum data yang sudah diurutkan.
Peserta didik secara kelompok membuat tabel sederhana dari
data yang mereka kumpulkan di Sesi 1.
2. Pengenalan Piktogram: Guru memperkenalkan piktogram sebagai
cara menyajikan data menggunakan gambar. Guru menunjukkan
contoh piktogram sederhana (misalnya, jumlah siswa laki-laki dan
perempuan dengan gambar anak).
3. Membuat Piktogram Kreatif: Dengan data yang sudah ada, peserta
didik dalam kelompok membuat piktogram mereka sendiri di
kertas grafik. Mereka dapat menggunakan stiker, menggambar,
atau menempelkan gambar kecil sebagai representasi data
(misalnya, gambar apel untuk data buah apel). Kegiatan ini
melatih kreativitas dan kemandirian.
4. Diskusi dan Interpretasi Awal: Setiap kelompok mempresentasikan
tabel dan piktogram mereka. Guru memfasilitasi diskusi tentang
informasi apa yang bisa mereka dapatkan dari tabel dan piktogram
tersebut.
Sesi 3: Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang (3 JP)
1. Pengenalan Diagram Batang (Discovery Learning): Guru
memperkenalkan diagram batang sebagai cara lain menyajikan data
dengan menggunakan balok atau batang. Guru menunjukkan
contoh diagram batang dengan skala satu satuan (setiap
kotak/satuan mewakili satu data).
2. Membuat Diagram Batang: Dengan menggunakan data yang sama
atau data baru (misalnya, jumlah pensil warna per kelompok),
peserta didik dalam
kelompok membuat diagram batang di kertas berpetak. Guru
membimbing mereka untuk menentukan sumbu X (kategori) dan
sumbu Y (jumlah), serta membuat label yang jelas. Ini melatih
penalaran kritis.
3. Analisis dan Interpretasi Data dari Diagram Batang: Peserta didik
belajar membaca informasi dari diagram batang: kategori apa
yang paling banyak, paling sedikit, atau perbandingan antar
kategori.
4. Membandingkan Bentuk Penyajian Data: Guru memfasilitasi
diskusi tentang kelebihan dan kekurangan tabel, piktogram,
dan diagram batang dalam menyajikan informasi.
Sesi 4: Menganalisis dan Menginterpretasi Data dari Berbagai Bentuk Penyajian
(3 JP)
1. Studi Kasus Analisis Data: Guru menyajikan berbagai contoh
tabel, piktogram, dan diagram batang yang sudah jadi (mungkin
dari koran anak- anak, majalah, atau infografis sederhana).
2. Aktivitas "Detektif Data": Peserta didik secara individu atau
berpasangan diminta untuk menganalisis dan menginterpretasi
data dari contoh-contoh yang diberikan. Mereka diminta
menjawab pertanyaan seperti: "Apa yang paling banyak disukai?",
"Berapa selisih antara A dan B?", "Apa kesimpulan dari data ini?".
Kegiatan ini mendorong penalaran kritis dan kemandirian.
3. Diskusi Temuan: Peserta didik berbagi temuan dan interpretasi
mereka. Guru mengoreksi miskonsepsi dan memperkuat
pemahaman tentang cara menarik kesimpulan dari data. Ini
mengembangkan komunikasi.
4. Proyek Akhir "Dataku, Ceritaku": Setiap kelompok memilih satu
topik sederhana (misalnya, tinggi badan teman, jumlah hewan
peliharaan, atau jenis makanan favorit). Mereka akan
mengumpulkan data, menyajikannya dalam tabel dan satu jenis
diagram (piktogram atau batang), lalu menganalisisnya.

Penutup (50 menit)


1. Refleksi Pembelajaran (20 menit): Guru membimbing peserta didik
untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari hari ini
tentang data, mulai dari mengumpulkan hingga menyajikannya.
Guru menanyakan, "Apa hal paling menarik yang kalian temukan
tentang data hari ini? Mengapa penting belajar tentang data?"
2. Rangkuman (15 menit): Bersama-sama, guru dan peserta didik
merangkum poin-poin penting tentang data: data bisa diurutkan,
dibandingkan, dan disajikan dalam tabel, piktogram, atau diagram
batang. Guru menekankan bahwa data membantu kita memahami
dunia di sekitar kita.
3. Umpan Balik dan Penguatan (10 menit): Guru memberikan umpan
balik positif atas partisipasi aktif, kreativitas, dan kemampuan
analisis peserta didik. Guru memberikan penguatan terkait
pentingnya kemampuan membaca dan menyajikan data untuk
kehidupan sehari-hari (misalnya, membaca jadwal, memahami
survei).
4. Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan informasi mengenai
materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan
memberikan tugas rumah (jika ada). Guru menutup pelajaran
dengan salam.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
 Observasi Selama Pembelajaran: Guru mengamati keaktifan peserta
didik dalam mengumpulkan data, partisipasi dalam diskusi
kelompok, dan kemampuan mereka dalam membuat tabel serta
diagram sederhana.
 Penilaian Diri: Peserta didik mengisi lembar penilaian diri
mengenai pemahaman mereka terhadap materi dan
kesulitan yang dihadapi.
 Presentasi Kelompok: Penilaian terhadap hasil proyek "Dataku,
Ceritaku" mereka (lihat rubrik di bagian N).
 Kuis Singkat/Latihan Mandiri: Diberikan di akhir setiap sesi inti
untuk mengecek pemahaman cepat tentang penyajian atau
interpretasi data.
Asesmen Sumatif
 Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan esai yang mencakup semua
tujuan pembelajaran, termasuk mengurutkan, membandingkan,
menyajikan data dalam tabel, piktogram, dan diagram batang,
serta menganalisis dan menginterpretasi data.
 Proyek "Survei Minat Kelas": Peserta didik secara individu atau
kelompok diminta melakukan survei sederhana di kelas (misalnya,
tentang hobi favorit, warna kesukaan, atau jenis hewan
peliharaan), kemudian menyajikan data dalam tabel dan salah
satu jenis diagram yang telah dipelajari, serta menuliskan 2-3
kesimpulan dari data tersebut.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa data adalah informasi yang bisa kita
gunakan untuk memahami dunia di sekitar kita. Mereka akan menyadari
bahwa mengolah dan menyajikan data dalam bentuk visual (tabel,
diagram) membuat informasi menjadi lebih mudah dibaca, dibandingkan,
dan ditarik kesimpulannya.
Kemampuan ini penting untuk menjadi pemikir kritis yang dapat
memahami tren, membuat keputusan berdasarkan informasi, dan
bahkan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti
membaca jadwal kereta atau memahami hasil pemilihan ketua kelas.

L. Materi Bahan Ajar


Mengurutkan dan Membandingkan Data
Data adalah kumpulan informasi atau fakta yang kita kumpulkan,
misalnya jumlah buku di perpustakaan atau warna kesukaan teman-
teman. Ketika kita memiliki data, langkah pertama yang sering kita
lakukan adalah mengurutkannya. Mengurutkan data bisa dari yang
terkecil ke terbesar, atau sebaliknya. Misalnya, jika ada nilai ujian 70, 85,
60, 90, 75, kita bisa mengurutkannya menjadi 60, 70, 75, 85, 90.
Setelah diurutkan, kita jadi lebih mudah untuk membandingkan data,
misalnya, melihat nilai tertinggi atau terendah, atau membandingkan
jumlah dari dua kelompok data yang berbeda. Ini membantu kita
mendapatkan gambaran umum tentang informasi yang kita miliki.
Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel dan Diagram Gambar
(Piktogram)
Agar data lebih mudah dibaca dan dipahami, kita perlu menyajikannya
dengan baik. Salah satu cara paling sederhana adalah menggunakan
tabel data. Tabel memiliki baris dan kolom yang merangkum data kita
dengan jelas, misalnya, satu kolom untuk jenis benda dan satu kolom lagi
untuk jumlahnya.
Selain tabel, ada juga diagram gambar atau piktogram. Piktogram adalah
diagram yang menggunakan gambar atau simbol untuk mewakili data.
Setiap gambar mewakili jumlah tertentu, misalnya satu gambar apel
mewakili satu buah apel.
Piktogram sangat menarik dan mudah dipahami, terutama untuk anak-
anak, karena visualnya langsung memberikan informasi.
Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang dan Menganalisisnya
Selain tabel dan piktogram, kita juga bisa menyajikan data dalam bentuk
diagram batang. Diagram batang menggunakan balok atau batang untuk
menunjukkan jumlah atau frekuensi setiap kategori. Panjang atau tinggi
batang menunjukkan banyaknya data pada kategori tersebut. Diagram
batang ini sangat berguna untuk membandingkan jumlah antar kategori
dengan cepat.
Setelah data disajikan dalam berbagai bentuk (tabel, piktogram, diagram
batang), langkah selanjutnya adalah menganalisis dan menginterpretasi
data tersebut. Menganalisis berarti mencari tahu informasi apa saja yang
tersembunyi di balik data, seperti "kategori mana yang paling banyak?"
atau "berapa selisihnya?".
Menginterpretasi berarti memahami makna dari data tersebut dan
menarik kesimpulan. Misalnya, jika diagram menunjukkan jeruk adalah
buah kesukaan terbanyak, kita bisa menginterpretasikan bahwa
sebagian besar teman-teman suka jeruk.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cara
mengumpulkan dan menyajikan informasi?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka, apakah
saat mengumpulkan data, membuat gambar data, atau saat
membaca informasi dari data? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam kegiatan
pengumpulan data dan pembuatan diagram? Jika tidak, apa
penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi analisis data dan peluang tersampaikan dengan
jelas dan mudah dipahami oleh semua peserta didik? Adakah
bagian yang perlu saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan
berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran,
terutama dalam interpretasi data? Apa yang bisa saya tingkatkan
di masa mendatang?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELAS 3
Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

1.
2.
3.
4.
Materi: Data: Mengumpulkan, Menyajikan, dan Membaca Informasi
Petunjuk:
1. Bacalah soal/tugas dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan
jawabannya dan melakukan aktivitas.
3. Gunakan alat bantu yang telah disediakan (kertas grafik, stiker, dll).
4. Tuliskan hasil diskusi dan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi dan karya
kelompokmu di depan kelas!

Bagian 1: Survei Minuman Kesukaan


Lakukan survei kecil di kelasmu tentang minuman kesukaan teman-
teman. Catatlah data mentah yang kalian dapatkan, lalu pindahkan ke
dalam tabel. Data Mentah (Tuliskan nama teman & minuman kesukaan):
1.
2.
3.

(lanjutkan sampai semua anggota kelas atau sampel yang ditentukan)

Tabel Minuman Kesukaan Teman-teman


Minuman Jumlah Teman
Kesukaan
Air Putih

Susu

Jus Buah

Teh Manis

Total
Bagian 2: Sajikan Datamu dalam Piktogram!
Buatlah piktogram dari data "Minuman Kesukaan Teman-teman" di atas.
Gunakan
gambar satu gelas untuk mewakili satu orang teman.
Piktogram Minuman Kesukaan Teman-teman
 Air Putih:

 Susu:
 Jus Buah:
 Teh Manis:

Bagian 3: Sajikan Datamu dalam Diagram Batang!


Buatlah diagram batang dari data "Minuman Kesukaan Teman-teman" di
kertas berpetak yang disediakan. Beri label sumbu X dan Y dengan jelas.

[Empty space for drawing a bar graph, or instruction to use provided graph
paper]

Bagian 4: Mari Analisis Datamu!


Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini berdasarkan tabel dan diagram yang
telah kalian buat:
1. Minuman apa yang paling banyak disukai teman-teman di kelasmu?

2. Minuman apa yang paling sedikit disukai teman-teman di kelasmu?

3. Berapa selisih jumlah teman yang suka Susu dan Jus Buah?

4. Apa kesimpulan yang bisa kalian ambil dari data minuman


kesukaan di kelasmu?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala Skala Skala 3 Skala
Aspek Skala Bo
1 2 (Cukup 5
Penilaian 4 bo
(Sanga (Kuran ) (Sang
(Baik) t
t g) a t
Kurang Baik)
)
Belum Menunj Menunj Menunj Menunj
menunj ukkan ukkan ukkan ukkan
ukkan pemah pemah pemah pemah
A. pemah aman aman aman aman
30
Pemahaman a man dasar konse konse mend
%
Konsep yang , p p al
namun yang yang am,
relevan sering cukup, baik, mampu
dengan salah terkada mampu mengai
materi. konsep. ng menjel tkan
Skala Skala Skala 3 Skala
Aspek Skala Bo
1 2 (Cukup 5
Penilaian 4 bo
(Sanga (Kuran ) (Sang
(Baik) t
t g) a t
Kurang Baik)
)
perlu askan denga
bantu ide. n
a n. konse
p lain.
Berpar Sanga
Tidak Kuran Berpar
t t aktif,
terlibat g t
isipasi memo
dalam berpar isipasi
aktif ti vasi
B. diskusi ti cukup
dan anggo 25
Kolaborasi atau sipasi, aktif,
berko ta %
Tim cender sering namu
nt lain,
u ng pasif n
ribusi dan
mendo dalam belum
positif mend
minasi. diskusi optim
pada u kung
kelom al
kelom tim.
p ok. dalam
p ok.
tim.
Data
Data
Data sanga
kurang
cukup Data t
Data lengka
lengk lengk lengk
tidak p
a p, ap ap
C. Ketepatan lengka ,
penya dan dan
Pengolahan p/ penyaj 25
ji an akurat akurat
& Penyajian salah, i an %
cukup , ,
Data penyaji kurang
rapi penya penya
an rapi
dan ji an ji an
tidak atau
sesuai rapi sanga
sesuai ada
forma dan t rapi,
format. kesala
t. sesuai kreatif
h an.
forma , dan
t. inovat
if
.
Presen
Presen Prese
Tidak tasi
t asi n tasi
menya Presen sangat
kurang cukup
mpaika tasi jelas,
jelas, jelas,
n hasil jelas, sistem
D. kurang namu
atau terstru atis, 20
Komunikasi/ percay n
present k tur, menar %
Presentasi a diri, kuran
asi dan i k,
atau g
sangat cukup dan
sulit menar
tidak menar menja
dipaha ik
jelas. i k. wab
pertan
mi. atau
y aan.
kuran
g
sistem
atis.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
 Proyek "Jurnalis Data Cilik": Bagi peserta didik yang sudah
menguasai, tantang mereka untuk mencari data sederhana dari
lingkungan di luar kelas (misalnya, jenis kendaraan yang lewat di
depan sekolah selama 15 menit), lalu menyajikannya dan
membuat kesimpulan seperti seorang jurnalis.
 Tantangan Skala Berbeda: Memperkenalkan konsep skala dua
satuan atau lebih pada diagram batang (misalnya, satu kotak
mewakili 2 atau 5 data).
 Eksplorasi Diagram Lingkaran Sederhana: Mengenalkan ide
dasar diagram lingkaran sebagai representasi bagian dari
keseluruhan.
Remedial
 Pendampingan Individual/Kelompok Kecil: Fokus pada area kesulitan
yang spesifik bagi peserta didik. Gunakan data yang sangat sedikit
dan visual yang sangat jelas saat menjelaskan cara membuat tabel
atau diagram.
 Latihan Berulang: Berikan soal-soal latihan tambahan dengan
tingkat kesulitan yang lebih rendah untuk memperkuat
pemahaman konsep dasar, terutama dalam membaca data dari
tabel atau piktogram sederhana.
 Permainan Perbandingan Data: Manfaatkan permainan kartu atau
gambar yang melibatkan perbandingan jumlah secara langsung
untuk melatih interpretasi.

P. Glosarium
1. Data: Kumpulan informasi atau fakta yang diperoleh dari
pengamatan atau penelitian.
2. Piktogram: Diagram yang menggunakan gambar atau simbol untuk
mewakili jumlah data.
3. Diagram Batang: Diagram yang menggunakan batang atau
balok untuk menunjukkan perbandingan jumlah data dari
berbagai kategori.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Council of Teachers of Mathematics. (2000).
Principles and Standards for School Mathematics. Reston, VA:
Author.

Anda mungkin juga menyukai