Pemahaman Bilangan Cacah 10.000
Pemahaman Bilangan Cacah 10.000
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Matematika
Fase : B
Kelas/Semester : 3/1
Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan
Discovery Learning.
Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab,
demonstrasi, penemuan terbimbing, dan permainan edukasi.
Pendekatan: Deep Learning melalui keterlibatan aktif siswa dalam
memecahkan masalah, melakukan eksplorasi, dan membangun
pemahaman yang mendalam tentang konsep matematika.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Bayangkan kalian adalah seorang detektif angka! Angka apa
yang paling sering kalian lihat di sekitar kita hari ini? Di mana saja
kalian melihatnya? Apa artinya angka itu?"
"Bagaimana perasaan kalian saat bertemu dengan angka-angka besar
seperti
1.000 atau 10.000? Apakah angka-angka itu membuat kita penasaran?"
Meaningful Learning:
"Pernahkah kalian berpikir, kenapa kita perlu tahu tentang uang?
Kenapa penting sekali memahami bagaimana uang bekerja dalam
kehidupan sehari- hari kita?"
"Kalau kita mau membeli sesuatu di warung, bagaimana kita
tahu berapa kembalian yang harus kita terima? Apa
hubungannya dengan pelajaran matematika kita?"
Joyful Learning:
"Siapa yang suka bermain tebak-tebakan angka? Hari ini kita
akan bermain games seru dengan angka-angka. Siap-siap jadi
juara ya!"
"Menurut kalian, apa yang paling menyenangkan dari belajar
angka? Adakah yang punya cerita lucu tentang angka?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar benda
yang berhubungan dengan angka besar (misalnya, harga mainan
Rp9.500, jumlah kelereng 120, dll.). Guru menanyakan, "Angka
berapa yang kalian lihat pada gambar ini? Apa yang kalian ketahui
tentang angka-angka ini?"
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
memahami bilangan cacah sampai
10.000 dan operasi dasar matematika. Guru menjelaskan bahwa
hari ini mereka akan menjadi "matematikawan cilik" yang akan
memecahkan misteri angka.
Inti (690 menit = 11,5 jam)
Sesi 1: Memahami Bilangan Cacah Sampai 10.000 (3 JP)
1. Pengenalan Konsep (Discovery Learning): Guru membagikan kartu
bilangan atau blok Dienes. Peserta didik secara individu atau
berpasangan diminta untuk menyusun angka acak dan mencoba
membacanya. Guru membimbing penemuan tentang nilai tempat
(satuan, puluhan, ratusan, ribuan).
2. Eksplorasi Angka Besar: Peserta didik diajak mengamati harga-
harga barang di brosur toko (yang sudah disediakan guru). Mereka
mencatat harga- harga tersebut dan mencoba membaca serta
menuliskannya.
3. Permainan "Menebak Angka": Guru menyebutkan ciri-ciri suatu
bilangan, dan peserta didik menebak angkanya. Contoh: "Aku
adalah bilangan ribuan, angka puluhanku 5, angka ratusanku 3,
dan angka satuanku 0. Siapakah aku?"
Sesi 2: Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Sampai 1.000
(4 JP)
1. Identifikasi Masalah (Problem-Based Learning): Guru menyajikan
sebuah masalah kontekstual yang melibatkan penjumlahan dan
pengurangan, misalnya: "Ani punya 250 kelereng. Diberi Doni 150
kelereng. Berapa total kelereng Ani sekarang? Lalu, jika Ani
memberikan 100 kelereng kepada adiknya, berapa sisanya?"
2. Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-
kelompok kecil. Masing-masing kelompok berdiskusi untuk
mencari solusi masalah menggunakan berbagai strategi
(misalnya, menggunakan benda konkret, menggambar, atau short-
term strategy). Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi
diskusi.
3. Presentasi dan Refleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil
diskusi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk
membandingkan strategi yang digunakan dan menyimpulkan
konsep penjumlahan dan pengurangan.
Sesi 3: Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100 (4 JP)
1. Konsep Perkalian (Demonstrasi dan Penemuan): Guru
menggunakan benda konkret (misal: kelereng, stik es krim) untuk
mendemonstrasikan konsep perkalian sebagai penjumlahan
berulang. Contoh: 3 kelompok masing-masing berisi 4 kelereng
(3 x 4). Peserta didik mencoba menirukan dan menemukan pola.
2. Konsep Pembagian (Game Edukasi): Guru membagikan sejumlah
benda kepada peserta didik dan meminta mereka membagi rata
kepada teman kelompoknya. Contoh: "Kita punya 20 pensil,
bagikan kepada 5 temanmu secara adil. Berapa pensil yang
didapat masing-masing?"
3. Latihan Berbasis Permainan: Menggunakan flashcard
perkalian/pembagian atau aplikasi game matematika yang
interaktif untuk melatih kecepatan dan ketepatan perhitungan.
Sesi 4: Mengenal Pecahan dan Desimal (4 JP)
1. Eksplorasi Pecahan (Aktivitas Kolaboratif): Guru membagikan
beberapa lembar kertas dan meminta peserta didik untuk
melipatnya menjadi bagian yang sama besar. Mereka kemudian
menandai satu bagian dan menuliskan pecahannya (misal: 1/2,
1/4).
2. Mencari Pecahan Senilai: Dengan menggunakan gambar atau objek
visual, peserta didik diajak mencari pecahan-pecahan yang senilai.
Contoh: Guru menunjukkan 1/2 lingkaran dan meminta siswa
mencari pecahan lain yang menutupi area yang sama.
3. Pengenalan Desimal (Studi Kasus): Guru menunjukkan contoh harga
barang yang memiliki desimal (misal: Rp 1.500,50). Guru
menjelaskan konsep desimal persepuluhan dan perseratusan serta
hubungannya dengan pecahan.
4. Koneksi ke Persen: Menggunakan contoh diskon atau label harga
yang ada persennya, guru menjelaskan bahwa persen adalah
bentuk lain dari perseratusan. Contoh: Diskon 50% artinya diskon
50/100.
Penutup (50 menit)
1. Refleksi Pembelajaran (20 menit): Guru membimbing peserta didik
untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari hari ini, hal-hal
yang mereka sukai, dan kesulitan yang mereka alami. Guru
menanyakan, "Apa yang paling berkesan dari pelajaran hari ini?
Kenapa?"
2. Rangkuman (15 menit): Bersama-sama, guru dan peserta didik
merangkum poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari.
Guru memberikan
penekanan pada konsep-konsep kunci dan bagaimana matematika
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Umpan Balik dan Penguatan (10 menit): Guru memberikan umpan
balik positif atas partisipasi aktif peserta didik. Guru memberikan
penguatan terkait pentingnya belajar matematika untuk masa
depan.
4. Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan informasi mengenai
materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan
memberikan tugas rumah (jika ada). Guru menutup pelajaran
dengan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa matematika adalah alat yang ampuh
untuk memahami dunia di sekitar kita. Mereka akan menyadari bahwa
angka dan operasi hitung bukan hanya sekadar rumus, tetapi merupakan
bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari
menghitung uang belanja, memahami diskon, hingga mengelola waktu.
Dengan pemahaman yang mendalam, mereka akan lebih percaya diri
dalam menghadapi tantangan yang melibatkan angka dan dapat
menggunakannya untuk memecahkan masalah nyata.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang bilangan?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam
kegiatan pembelajaran? Jika tidak, apa penyebabnya dan
bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi pembelajaran tersampaikan dengan jelas dan
mudah dipahami oleh semua peserta didik? Adakah bagian yang
perlu saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang
bisa saya tingkatkan di masa mendatang?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELAS 3
Nama Kelompok:
Anggota
Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Materi: Operasi Hitung Bilangan Cacah & Pengenalan Pecahan
Petunjuk:
1. Bacalah soal dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan jawabannya.
3. Gunakan benda-benda konkret (jika diperlukan) untuk
membantu kalian memahami masalah.
4. Tuliskan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan
kelas!
Jawaban:
Jawaban:
Jawaban:
Jawaban:
Jawaban:
Jawaban:
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Aspek Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4 Bo
Penilai (Sanga (Sanga
(Kurang (Cukup (Baik) bo
an t t Baik)
) ) t
Kurang
)
Menunj
Menunju Menunju
ukkan
Belum Menunju kkan kkan
pemah
menunj kkan pemah pemah
a man
u kkan pemah a man a man
A. mendal
pemah a man konsep konsep
Pemah am, 30
a man dasar, yang yang
aman mamp %
yang namun cukup, baik,
Konsep u
relevan sering terkada mampu
mengai
dengan salah ng menjel
t kan
materi. konsep. perlu a skan
denga
bantua ide.
n
n
konsep
.
lain.
Tidak Kurang Berparti Berparti
Sangat
terlibat berparti sipasi sipasi
aktif,
dalam s ipasi, cukup aktif
B. memoti
diskusi sering aktif, dan
Kolabo v asi 25
atau pasif namun berkont
rasi anggot %
cenderu dalam belum r ibusi
Tim a lain,
ng diskusi optima positif
dan
mendo kelomp l pada
mendu
mi nasi. o k. dalam kelomp
k ung
tim. o k.
tim.
Tidak Mampu Mampu Mampu
Mampu
mampu memec memec memec
memec
C. memec a hkan a hkan ahkan
a hkan
Pemec a hkan masala masala masala
masala 25
ahan masala h h h
h %
Masala h atau sederh dengan komple
dengan
h solusi a na, arahan, k s,
mandiri
tidak namun solusi menem
, solusi
relevan sulit cukup ukan
. untuk akurat. solusi
akurat.
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4 Bo
Penilai 1 5
(Kurang 3 (Baik) bo
an (Sanga (Sanga
) (Cukup t
t t Baik)
)
Kurang
)
yang inovat
komple if dan
k s. akurat
.
Present
Present
Present asi
asi
Tidak asi sangat
cukup Present
menya kurang jelas,
jelas, asi
m jelas, sistem
D. namun jelas,
paikan kurang at is, 20
Present kurang terstruk
hasil percay menari %
asi menari t ur,
atau a diri, k
k atau dan
present atau , dan
kurang cukup
a si sulit menja
sistem menari
sangat dipaha w ab
at is. k.
tidak m i. pertan
jelas. y aan.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100
P. Glosarium
1. Nilai Tempat: Posisi suatu angka dalam bilangan yang
menentukan besar nilainya (misalnya, satuan, puluhan, ratusan,
ribuan).
2. Operasi Hitung: Proses matematika dasar seperti
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
3. Pecahan Senilai: Dua pecahan atau lebih yang terlihat berbeda
namun memiliki nilai yang sama (misalnya, 1/2 sama dengan
2/4).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Alexandria, VA: ASCD.
Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah
kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan
pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Problem-Based Learning
(PBL).
Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab,
demonstrasi, penemuan terbimbing, dan permainan edukasi.
Pendekatan: Deep Learning melalui eksplorasi aktif, pemecahan
masalah kontekstual, dan pembangunan pemahaman konsep
aljabar sederhana serta pola bilangan secara mandiri dan
kolaboratif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Pernahkah kalian merasa ada yang 'hilang' atau 'tersembunyi'
dalam sebuah cerita angka? Kira-kira, bagaimana ya cara kita
menemukan angka yang hilang itu?"
"Coba perhatikan di sekitar kita! Apakah kalian melihat ada pola
yang berulang? Misalnya, pola warna pada lantai atau pola
susunan buku di rak? Mengapa pola itu penting?"
Meaningful Learning:
"Misalnya, kalian punya beberapa kue, lalu adikmu makan
sebagian. Bagaimana cara kita tahu berapa kue yang masih
tersisa tanpa menghitung satu per satu dari awal? Apa
hubungannya dengan 'angka yang hilang'?"
"Kenapa ya para seniman atau arsitek suka menggunakan
pola dalam karyanya? Apakah pola itu juga ada gunanya di
matematika?"
Joyful Learning:
"Siapa yang suka bermain tebak-tebakan? Hari ini kita akan
bermain tebak angka dan menemukan pola rahasia! Siap-siap
jadi detektif angka ya!"
"Menurut kalian, apa yang paling seru dari menemukan
sebuah pola? Rasanya seperti menemukan harta karun,
bukan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan sebuah kalimat
matematika sederhana dengan satu nilai yang belum diketahui
(misalnya, 5+…=8). Guru bertanya, "Angka berapa yang
tersembunyi di dalam kotak ini? Bagaimana cara kalian
menemukannya?"
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika dan
mengidentifikasi serta mengembangkan pola. Guru menjelaskan
bahwa hari ini mereka akan menjadi "detektif angka" yang akan
memecahkan misteri bilangan dan pola.
Inti (690 menit = 11,5 jam)
Sesi 1: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui dalam Penjumlahan (4 JP)
1. Identifikasi Masalah (Problem-Based Learning): Guru menyajikan
masalah kontekstual sederhana. Contoh: "Di taman ada 7 bunga
mawar merah. Kemudian datang beberapa bunga mawar putih,
sehingga total bunga mawar menjadi 15. Berapa bunga mawar
putih yang datang?" (7+…=15).
2. Eksplorasi Konsep (Discovery Learning): Peserta didik secara
individu atau berpasangan menggunakan benda konkret
(misalnya, kelereng, balok) untuk merepresentasikan masalah
dan mencari nilai yang tidak diketahui. Guru membimbing
penemuan tentang hubungan antara penjumlahan dan
pengurangan dalam menemukan nilai yang hilang.
3. Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-
kelompok kecil. Masing-masing kelompok berdiskusi untuk
mencari solusi masalah menggunakan berbagai strategi. Guru
berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi.
4. Presentasi dan Refleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil
diskusi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk
membandingkan strategi dan menyimpulkan cara mengisi nilai
yang tidak diketahui dalam penjumlahan.
Sesi 2: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui dalam Pengurangan (4 JP)
1. Identifikasi Masalah (Problem-Based Learning): Guru menyajikan
masalah kontekstual serupa. Contoh: "Lina punya 20 pensil. Setelah
memberikan beberapa pensil kepada adiknya, pensil Lina tersisa
12. Berapa pensil yang Lina berikan kepada adiknya?" (20−…=12).
2. Eksplorasi Konsep (Discovery Learning): Peserta didik menggunakan
benda konkret atau gambar untuk merepresentasikan masalah
pengurangan dan menemukan nilai yang hilang. Penekanan pada
konsep kebalikan operasi.
3. Latihan dan Variasi Soal: Memberikan berbagai jenis soal mengisi
nilai yang belum diketahui, termasuk variabel di awal kalimat
matematika (misalnya,
…−5=10).
4. Permainan "Detektif Angka Hilang": Peserta didik berpasangan
saling membuat soal "angka hilang" dan memecahkannya.
Sesi 3: Mengidentifikasi dan Mengembangkan Pola Gambar/Objek Sederhana
(3 JP)
1. Eksplorasi Pola Gambar (Discovery Learning): Guru menampilkan
serangkaian gambar atau objek sederhana yang membentuk pola
berulang (misalnya, segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran...).
Peserta didik diminta mengidentifikasi pola dan menebak
gambar/objek selanjutnya.
2. Aktivitas Kolaboratif "Meneruskan Pola": Peserta didik dalam
kelompok diberikan kartu gambar atau objek dan diminta untuk
meneruskan pola yang diberikan, bahkan menciptakan pola
mereka sendiri.
3. Kreativitas dalam Pola: Peserta didik secara individu menggambar
atau membuat pola sederhana menggunakan benda-benda di
sekitar mereka, kemudian menukarnya dengan teman untuk saling
menebak dan meneruskan pola.
Sesi 4: Mengidentifikasi dan Mengembangkan Pola Bilangan (3 JP)
1. Eksplorasi Pola Bilangan Membesar (Discovery Learning): Guru
menampilkan deret bilangan yang memiliki pola penjumlahan
(misalnya, 2, 4, 6, 8, ...). Peserta didik diminta menemukan aturan
pola tersebut.
2. Eksplorasi Pola Bilangan Mengecil (Discovery Learning): Guru
menampilkan deret bilangan yang memiliki pola pengurangan
(misalnya, 20, 18, 16, 14, ...). Peserta didik diminta menemukan
aturan pola tersebut.
3. Aktivitas "Rantai Angka": Peserta didik secara bergantian
menyebutkan angka dalam sebuah pola, meneruskan pola
tersebut.
4. Latihan Berbasis LKPD: Peserta didik menyelesaikan soal-soal di
LKPD yang melibatkan identifikasi dan pengembangan pola
bilangan.
Penutup (50 menit)
1. Refleksi Pembelajaran (20 menit): Guru membimbing peserta didik
untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari, hal-hal yang
mereka sukai, dan kesulitan yang mereka alami. Guru menanyakan,
"Apa yang paling berkesan dari pelajaran hari ini? Kenapa?"
2. Rangkuman (15 menit): Bersama-sama, guru dan peserta didik
merangkum poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari,
yaitu cara mencari nilai yang hilang dan memahami pola dalam
angka dan gambar. Guru menekankan pentingnya pemahaman
pola dalam kehidupan sehari-hari.
3. Umpan Balik dan Penguatan (10 menit): Guru memberikan umpan
balik positif atas partisipasi aktif peserta didik. Guru memberikan
penguatan terkait pentingnya belajar aljabar sederhana dan pola
untuk berpikir logis.
4. Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan informasi mengenai
materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan
memberikan tugas rumah (jika ada). Guru menutup pelajaran
dengan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa matematika adalah alat untuk
memecahkan misteri dan menemukan keteraturan. Mereka akan menyadari
bahwa menemukan nilai yang belum diketahui itu seperti menjadi
detektif, dan mengidentifikasi pola itu seperti menemukan kode rahasia.
Pemahaman ini akan membangun fondasi berpikir logis dan kemampuan
penalaran abstrak yang sangat berguna tidak hanya dalam matematika
tetapi juga dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari- hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang mencari angka yang
hilang dan menemukan pola?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam
kegiatan pembelajaran? Jika tidak, apa penyebabnya dan
bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi pembelajaran tersampaikan dengan jelas dan
mudah dipahami oleh semua peserta didik? Adakah bagian yang
perlu saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang
bisa saya tingkatkan di masa mendatang?
Anggota
Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Materi: Menemukan Nilai yang Belum Diketahui & Pola Bilangan/Gambar
Petunjuk:
1. Bacalah soal dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan jawabannya.
3. Gunakan benda-benda konkret (jika diperlukan) untuk
membantu kalian memahami masalah.
4. Tuliskan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan
kelas!
Jawaban:
2. …+8=30
Jawaban:
3. 45−…=20
Jawaban:
4. …−12=35
Jawaban:
Jawaban:
Pola Kreasiku:
Teman Melanjutkan:
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4 Bo
Penilai 1 5
(Kurang 3 (Baik) bo
an (Sanga (Sanga
) (Cukup t
t t Baik)
)
Kurang
)
Menunj
Menunj Menunj
ukkan
Belum Menunj u kkan u kkan
pemah
menunj u kkan pemah pemah
a man
u kkan pemah a man a man
A. mendal
pemah a man konsep konsep
Pemah am, 30
a man dasar, yang yang %
aman mamp
Konsep yang namun cukup, baik,
u
relevan sering terkada mampu
mengai
dengan salah ng menjel
t kan
materi. konsep. perlu a skan
denga
bantua ide.
n
n
konsep
.
lain.
Tidak Kurang Berpar Berpart
Sangat
terlibat berparti ti i sipasi
aktif,
dalam s ipasi, sipasi aktif
B. memoti
diskusi sering cukup dan
Kolabo v asi 25
atau pasif aktif, berkont
rasi anggot %
cenderu dalam namun r ibusi
Tim a lain,
ng diskusi belum positif
dan
mendo kelomp optima pada
mendu
mi nasi. o k. l kelomp
k ung
dalam o k.
tim.
tim.
Mampu Mampu
memec memec
Tidak Mampu
a hkan Mampu ahkan
mampu memec
masala memec masala
C. memec a hkan
h a hkan h
Pemec a hkan masala
sederh masala komple 25
ahan masala h
a na, h k s, %
Masala h atau dengan
h namun dengan menem
solusi arahan,
sulit mandiri ukan
tidak solusi
untuk , solusi solusi
relevan cukup
yang akurat. inovatif
. akurat.
komple dan
k s. akurat.
Tidak Presen Presen Present
Presen
menya t asi t asi asi
D. t asi
m kurang cukup sangat 20
Present jelas,
paikan jelas, jelas, jelas, %
asi
hasil kurang namun sistem
terstru
atau percay kurang at is,
kt ur,
present a
dan
a si
sangat
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala 4 Bo
Penilai 1 5
(Kurang 3 (Baik) bo
an (Sanga (Sanga
) (Cukup t
t t Baik)
)
Kurang
)
tida diri, menari cukup menarik
k atau k atau menari , dan
jelas sulit kurang k. menja
. dipaha sistem w ab
m i. at is. pertan
y aan.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100
P. Glosarium
1. Nilai yang Belum Diketahui (Variabel): Sebuah bilangan yang
tersembunyi atau belum diketahui dalam sebuah kalimat
matematika, biasanya ditandai dengan kotak kosong atau simbol
lain.
2. Pola Bilangan: Urutan bilangan yang diatur berdasarkan aturan
tertentu, bisa berupa penambahan, pengurangan, perkalian, atau
pembagian yang berulang.
3. Kalimat Matematika: Pernyataan yang melibatkan bilangan,
operasi, dan simbol matematika (misalnya, 5+3=8).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Bruner, J. S. (1966). Toward a Theory of Instruction. Cambridge, MA:
Harvard University Press.
Modul Ajar Deep Learning Matematika
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Umar Tholib
Satuan Pendidikan : SDN Karangsari 02
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Matematika
Fase : B
Kelas/Semester : 3/1
Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan
Discovery Learning.
Metode Pembelajaran: Eksperimen, observasi, diskusi kelompok,
tanya jawab, demonstrasi, dan bermain peran.
Pendekatan: Deep Learning melalui pengalaman langsung (hands-
on activities), pemecahan masalah nyata, dan pembangunan
pemahaman konseptual yang mendalam tentang pengukuran
dalam konteks kehidupan sehari-hari.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba perhatikan benda di dekat kalian! Kira-kira, seberapa panjang
buku ini? Atau seberapa berat tas kalian? Bagaimana ya cara kita
tahu ukuran pasti benda-benda itu?"
"Pernahkah kalian berpikir, kenapa saat membeli beras di
toko, kita menggunakan timbangan? Kenapa tidak hanya
dilihat saja?"
Meaningful Learning:
"Misalnya, kalian ingin membuat kue. Kenapa penting sekali
mengukur bahan-bahannya dengan tepat? Apa yang terjadi
kalau ukurannya salah?"
"Kalau ayah mau membuat kandang ayam, kenapa ayah harus
mengukur panjang kayu dan luas tanahnya? Apa hubungannya
dengan 'ukuran'?"
Joyful Learning:
"Siapa yang suka menjadi ilmuwan cilik? Hari ini kita akan jadi
ilmuwan yang akan mengukur banyak benda di sekitar kita! Siap-
siap terkejut dengan hasilnya ya!"
"Menurut kalian, apa yang paling seru dari kegiatan mengukur?
Adakah yang punya pengalaman lucu saat mengukur sesuatu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan beberapa benda dengan
ukuran yang berbeda (misalnya, pensil panjang dan pendek, buku
tebal dan tipis). Guru bertanya, "Benda mana yang lebih panjang?
Bagaimana cara kita membuktikannya?" atau "Benda mana yang
lebih berat?" Guru mungkin juga
meminta beberapa anak untuk mengukur panjang pensil dengan
jengkal tangan mereka.
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
memahami cara mengukur panjang, berat, luas, dan volume. Guru
menjelaskan bahwa hari ini mereka akan menjadi "detektif ukuran"
yang akan memecahkan misteri dimensi benda-benda di sekitar
mereka.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pengukuran adalah keterampilan penting
yang kita gunakan setiap hari untuk memahami ukuran, jumlah, dan
kapasitas benda-benda di sekitar kita. Mereka akan menyadari bahwa ada
berbagai cara untuk mengukur (panjang, berat, luas, volume) dan setiap
jenis pengukuran memiliki alat dan satuan yang tepat. Dengan
pemahaman yang mendalam tentang pengukuran, mereka dapat
membuat perkiraan yang lebih baik, merencanakan sesuatu dengan lebih
akurat, dan menyelesaikan masalah praktis dalam kehidupan nyata.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cara mengukur
benda-benda di sekitarku?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka?
Mengapa aku suka?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam kegiatan
pengukuran dan diskusi kelompok? Jika tidak, apa penyebabnya
dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi pengukuran tersampaikan dengan jelas dan mudah
dipahami oleh semua peserta didik? Adakah bagian yang perlu
saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang
bisa saya tingkatkan di masa mendatang?
Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.
Materi: Pengukuran Panjang, Berat, Luas, dan Volume
Petunjuk:
1. Bacalah soal/tugas dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan
jawabannya dan melakukan pengukuran.
3. Gunakan alat ukur yang telah disediakan.
4. Tuliskan hasil pengukuran dan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi dan
pengukuran kelompokmu di depan kelas!
Meja
2.
Belaja
r
Tas Sekolahmu
3.
Kotak
4.
Pensi
l
5. Pintu
Kelas
Tantangan Konversi: Jika tinggi pintu kelasmu adalah 200 cm, berapa
Estimasi: ubin.
Estimasi: gelas.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
B
Skala Skala Skala
Aspek Skala Skala o
1 2 5
Penilaian 3 4 b
(Sanga (Kuran (Sanga
(Cukup (Baik) o
t g t Baik)
) t
Kurang )
)
Menunj
Menunj Menunj
u kkan
Belum Menunj u kkan u kkan
pemah
menunj u kkan pemah pemah
a man
u kkan pemah a man a man
A. mendal
pemah a man konsep konsep 3
Pemaha a m,
a man dasar, yang yang 0
man mampu
yang namun cukup, baik, %
Konsep mengai
relevan sering terkada mampu
t kan
dengan salah ng menjel
dengan
materi. konsep. perlu a skan
konsep
bantua ide.
lain.
n
.
Tidak Kurang Berpar Berpart
Sangat
terlibat berpart ti i sipasi
aktif,
dalam i sipasi, sipasi aktif
memoti
B. diskusi sering cukup dan 2
v asi
Kolabora atau pasif aktif, berkont 5
si Tim anggot
cender dalam namun r ibusi %
a lain,
u ng diskusi belum positif
dan
mendo kelomp optima pada
mendu
minasi. o k. l kelomp
k ung
dalam o k.
tim.
tim.
Hasil Hasil Hasil
Hasil Hasil
C. penguk penguk penguk
penguk penguk
Ketepata u u u
u u 2
n ran/esti ran/esti ran/esti
ran/esti ran/esti 5
Pengukur masi masi masi
masi masi %
an/Estim tidak cukup sangat
kurang akurat
asi akurat akurat, akurat,
akurat, dan
dan bebera bahkan
jauh pa melam
banyak tepat.
dari p
B
Skala Skala Skala
Aspek Skala Skala o
1 2 5
Penilaian 3 4 b
(Sanga (Kuran (Sanga
(Cukup (Baik) o
t g t Baik)
) t
Kurang )
)
yang kesala kesala aui
sebena h an. h an harapa
r nya. kecil. n
.
Present
Present
Tidak Present asi
asi
menya asi sangat
cukup Present
m kurang jelas,
jelas, asi
D. paikan jelas, sistema
namun jelas, 2
Komunik hasil kurang t is,
kurang terstruk 0
asi/Prese atau percay menari
menari t ur, %
ntasi present a diri, k, dan
k atau dan
asi atau menjaw
kurang cukup
sangat sulit ab
sistem menari
tidak dipaha pertany
at is. k.
jelas. m i. aan.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Hiebert, J., & Carpenter, T. P. (1992). Learning and Teaching with
Understanding. In D. A. Grouws (Ed.), Handbook of Research on
Mathematics Teaching and Learning (pp. 65-97). New York, NY:
Macmillan.
Modul Ajar Deep Learning Matematika
A. Identitas Penulis
Berikut adalah dimensi profil kelulusan yang relevan untuk modul ini:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak hebat, tadi pagi pas bangun tidur, apa hal
pertama yang kalian lakukan? Apakah kalian merapikan tempat
tidur sendiri?"
2. Beribadah: "Siapa di sini yang tadi pagi sudah beribadah?
Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? "
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga
ringan? Olahraga apa yang kalian lakukan? Kenapa olahraga itu
penting ya?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam atau pagi ini, ada yang sudah
mencoba belajar hal baru di luar pelajaran sekolah? Apa yang
kalian pelajari? Yuk, ceritakan!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Untuk menjaga tubuh tetap kuat,
makanan apa yang kalian makan pagi ini? Apakah makanan kalian
sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang
tadi pagi sudah membantu orang lain atau berinteraksi dengan
teman-teman? Contohnya apa?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup cepat
dan tidak begadang? Kenapa ya tidur cukup itu penting
untuk kesehatan dan konsentrasi kita?"
G. Model Pembelajaran
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
Meaningful Learning:
Joyful Learning:
I. Kegiatan Pembelajaran
Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan esai yang mencakup semua
tujuan pembelajaran, termasuk mendeskripsikan ciri bangun datar,
mengidentifikasi, menyusun, dan mengurai bangun datar.
Proyek Mini "Karya Seni Geometri": Peserta didik diminta membuat
sebuah gambar atau kolase menggunakan berbagai bangun datar
sederhana, lalu menjelaskan bangun datar apa saja yang digunakan
dan bagaimana mereka menyusunnya.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa geometri adalah bahasa bentuk dan
ruang di sekitar kita. Mereka akan menyadari bahwa setiap benda memiliki
bentuk dasar yang bisa diidentifikasi ciri-cirinya. Lebih dari itu, mereka
akan menemukan bahwa bentuk-bentuk sederhana bisa digabungkan
untuk menciptakan bentuk yang lebih kompleks (komposisi) dan bentuk
yang kompleks bisa dipecah menjadi bentuk- bentuk sederhana
(dekomposisi). Pemahaman ini membangun dasar pemikiran spasial dan
kreativitas dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan desain
dan struktur di dunia nyata.
L. Materi Bahan Ajar
Bangun datar adalah bentuk dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar,
tetapi tidak memiliki ketebalan. Setiap bangun datar memiliki ciri-ciri
khusus. Contohnya, segiempat adalah bangun datar yang memiliki empat
sisi dan empat sudut. Persegi adalah segiempat yang keempat sisinya
sama panjang dan keempat sudutnya siku- siku. Persegi panjang juga
segiempat, tetapi hanya sisi yang berhadapan yang sama panjang,
dengan keempat sudut siku-siku.
Kemudian ada segitiga, yang selalu memiliki tiga sisi dan tiga sudut.
Sedangkan segi banyak adalah bangun datar yang memiliki banyak sisi
dan sudut, lebih dari tiga, seperti pentagon (segi lima) atau heksagon
(segi enam). Mengenali ciri-ciri ini membantu kita membedakan satu
bentuk dengan yang lain dan memahami sifat- sifatnya.
Menariknya, seringkali ada lebih dari satu cara untuk mengurai sebuah
bangun datar. Kemampuan mengurai ini sangat penting dalam
pemecahan masalah, karena membantu kita melihat komponen-
komponen dasar dari suatu bentuk dan menyederhanakan masalah yang
kompleks.
M. Refleksi
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang ciri-ciri bentuk dan
bagaimana menyusunnya?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka,
yaitu saat menyusun atau mengurai bentuk? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
Isilah tabel di bawah ini dengan ciri-ciri bangun datar yang telah kalian pelajari.
No. Nama Bangun Datar Jumlah Sisi Jumlah Sudut Contoh Benda di Sekitar
1. Persegi
2. Persegi Panjang
No. Nama Bangun Datar Jumlah Sisi Jumlah Sudut Contoh Benda di Sekitar
3. Segitiga
Ekspor ke Spreadsheet
Licensed by Google
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala Bob
1 5
Penilaian (Kuran 3 4 ot
(Sanga (Sanga
g) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Belum Menunjukk Menunjukk Menunjukk Menunjuk
A. Pemahaman menunjukka an pemaham an pemaham
Konsep n pemahama an pemaha an konsep
dasar, m an konsep
kan pemaham
30%
an
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala Bob
1 5
Penilaian (Kuran 3 4 ot
(Sanga (Sanga
g) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang namun yang mendala
) sering yang baik, m
n salah cukup, mampu , mampu
yang konse terkadan menjelas mengaitk
releva p. g perlu k an ide. a n
n bantuan. dengan
denga konsep
n lain.
materi
.
Tidak Kuran Berpartisip Berpartisip Sangat
g
terlib berpartis asi asi aktif,
at ip asi, cukup aktif memoti
dala sering aktif, dan va
m
B. Kolaborasi Tim diskusi atau namu berkontr si anggota 25%
pasif n ib
cenderun dalam belum usi lain, dan
g diskusi optimal positif menduku
mendomi kelompo dalam pada n g tim.
na si. k. tim. kelompo Karya
k. sangat
Karya sesuai
Karya Karya
cukup instruksi,
tidak sesuai
C. Kreativitas & sesuai sangat 25%
sesuai instruk Karya
instruks
instruksi si sesua
atau tidak minimal, i,
i
instruksi,
Ketepatan Karya menunjukka ada sedikit kreatif,
kurang kreatif,
n
kreativitas kreatif atau dan inovatif,
rapi.
Pengayaan
Remedial
P. Glosarium
Q. Daftar Pustaka
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Martogi Marito.S, [Link]
Satuan Pendidikan : SDN 013 Bukit Lembah Subur
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Matematika
Fase : B
Kelas/Semester : 3/2
Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba perhatikan teman-teman kita! Apakah semua punya warna
kesukaan yang sama? Atau makanan kesukaan yang sama?
Bagaimana cara kita tahu data itu?"
"Pernahkah kalian melihat data tentang cuaca atau jumlah siswa
di televisi atau di koran? Kenapa ya data itu ditampilkan dengan
gambar-gambar atau batang-batang?"
Meaningful Learning:
"Misalnya, Pak Kepala Sekolah ingin tahu jenis olahraga apa
yang paling disukai siswa SDN Karangsari 02. Bagaimana cara
beliau mengumpulkan informasi itu? Dan bagaimana cara beliau
menyampaikannya agar mudah dipahami semua orang?"
"Kenapa penting sekali kita tahu bagaimana cara membaca
informasi dari sebuah gambar data? Apa gunanya dalam
kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning:
"Siapa yang suka menjadi detektif yang mencari tahu banyak hal?
Hari ini kita akan menjadi detektif data, mencari tahu banyak
rahasia dari angka-angka dan gambar! Siap-siap jadi ahli data cilik
ya!"
"Menurut kalian, apa yang paling seru dari membuat sebuah
grafik atau diagram? Rasanya seperti sedang membuat peta
harta karun informasi, bukan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak mereka berdoa
bersama. Guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat. Guru juga memeriksa kehadiran peserta didik dan
mempersiapkan suasana kelas.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan beberapa contoh informasi
yang mengandung angka atau kategori, misalnya: daftar nama
siswa dengan tinggi badannya, atau jumlah buku di rak. Guru
bertanya, "Bagaimana ya caranya agar kita bisa melihat informasi
ini dengan lebih mudah?"
3. Motivasi dan Pertanyaan Pemantik (10 menit): Guru mengajukan
pertanyaan pemantik yang mendorong mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning (lihat bagian H). Guru mengaitkan
jawaban peserta didik dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
bagaimana cara kita mengumpulkan, menyajikan, dan memahami
data agar lebih mudah dibaca dan dimengerti. Guru menjelaskan
bahwa hari ini mereka akan menjadi "peneliti data" yang akan
membuat informasi menjadi lebih mudah dipahami.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa data adalah informasi yang bisa kita
gunakan untuk memahami dunia di sekitar kita. Mereka akan menyadari
bahwa mengolah dan menyajikan data dalam bentuk visual (tabel,
diagram) membuat informasi menjadi lebih mudah dibaca, dibandingkan,
dan ditarik kesimpulannya.
Kemampuan ini penting untuk menjadi pemikir kritis yang dapat
memahami tren, membuat keputusan berdasarkan informasi, dan
bahkan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti
membaca jadwal kereta atau memahami hasil pemilihan ketua kelas.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cara
mengumpulkan dan menyajikan informasi?
2. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka, apakah
saat mengumpulkan data, membuat gambar data, atau saat
membaca informasi dari data? Mengapa?
3. Apa yang masih membuatku bingung atau sulit kupahami? Apa
yang bisa aku lakukan untuk memahaminya lebih baik?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam kegiatan
pengumpulan data dan pembuatan diagram? Jika tidak, apa
penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Apakah materi analisis data dan peluang tersampaikan dengan
jelas dan mudah dipahami oleh semua peserta didik? Adakah
bagian yang perlu saya jelaskan lebih mendalam di pertemuan
berikutnya?
3. Strategi atau media pembelajaran apa yang paling efektif dalam
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran,
terutama dalam interpretasi data? Apa yang bisa saya tingkatkan
di masa mendatang?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELAS 3
Nama Kelompok:
Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.
Materi: Data: Mengumpulkan, Menyajikan, dan Membaca Informasi
Petunjuk:
1. Bacalah soal/tugas dengan cermat.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan
jawabannya dan melakukan aktivitas.
3. Gunakan alat bantu yang telah disediakan (kertas grafik, stiker, dll).
4. Tuliskan hasil diskusi dan jawaban kalian dengan jelas dan rapi.
5. Siap-siap untuk mempresentasikan hasil diskusi dan karya
kelompokmu di depan kelas!
Susu
Jus Buah
Teh Manis
Total
Bagian 2: Sajikan Datamu dalam Piktogram!
Buatlah piktogram dari data "Minuman Kesukaan Teman-teman" di atas.
Gunakan
gambar satu gelas untuk mewakili satu orang teman.
Piktogram Minuman Kesukaan Teman-teman
Air Putih:
Susu:
Jus Buah:
Teh Manis:
[Empty space for drawing a bar graph, or instruction to use provided graph
paper]
3. Berapa selisih jumlah teman yang suka Susu dan Jus Buah?
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala Skala Skala 3 Skala
Aspek Skala Bo
1 2 (Cukup 5
Penilaian 4 bo
(Sanga (Kuran ) (Sang
(Baik) t
t g) a t
Kurang Baik)
)
Belum Menunj Menunj Menunj Menunj
menunj ukkan ukkan ukkan ukkan
ukkan pemah pemah pemah pemah
A. pemah aman aman aman aman
30
Pemahaman a man dasar konse konse mend
%
Konsep yang , p p al
namun yang yang am,
relevan sering cukup, baik, mampu
dengan salah terkada mampu mengai
materi. konsep. ng menjel tkan
Skala Skala Skala 3 Skala
Aspek Skala Bo
1 2 (Cukup 5
Penilaian 4 bo
(Sanga (Kuran ) (Sang
(Baik) t
t g) a t
Kurang Baik)
)
perlu askan denga
bantu ide. n
a n. konse
p lain.
Berpar Sanga
Tidak Kuran Berpar
t t aktif,
terlibat g t
isipasi memo
dalam berpar isipasi
aktif ti vasi
B. diskusi ti cukup
dan anggo 25
Kolaborasi atau sipasi, aktif,
berko ta %
Tim cender sering namu
nt lain,
u ng pasif n
ribusi dan
mendo dalam belum
positif mend
minasi. diskusi optim
pada u kung
kelom al
kelom tim.
p ok. dalam
p ok.
tim.
Data
Data
Data sanga
kurang
cukup Data t
Data lengka
lengk lengk lengk
tidak p
a p, ap ap
C. Ketepatan lengka ,
penya dan dan
Pengolahan p/ penyaj 25
ji an akurat akurat
& Penyajian salah, i an %
cukup , ,
Data penyaji kurang
rapi penya penya
an rapi
dan ji an ji an
tidak atau
sesuai rapi sanga
sesuai ada
forma dan t rapi,
format. kesala
t. sesuai kreatif
h an.
forma , dan
t. inovat
if
.
Presen
Presen Prese
Tidak tasi
t asi n tasi
menya Presen sangat
kurang cukup
mpaika tasi jelas,
jelas, jelas,
n hasil jelas, sistem
D. kurang namu
atau terstru atis, 20
Komunikasi/ percay n
present k tur, menar %
Presentasi a diri, kuran
asi dan i k,
atau g
sangat cukup dan
sulit menar
tidak menar menja
dipaha ik
jelas. i k. wab
pertan
mi. atau
y aan.
kuran
g
sistem
atis.
Total Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Proyek "Jurnalis Data Cilik": Bagi peserta didik yang sudah
menguasai, tantang mereka untuk mencari data sederhana dari
lingkungan di luar kelas (misalnya, jenis kendaraan yang lewat di
depan sekolah selama 15 menit), lalu menyajikannya dan
membuat kesimpulan seperti seorang jurnalis.
Tantangan Skala Berbeda: Memperkenalkan konsep skala dua
satuan atau lebih pada diagram batang (misalnya, satu kotak
mewakili 2 atau 5 data).
Eksplorasi Diagram Lingkaran Sederhana: Mengenalkan ide
dasar diagram lingkaran sebagai representasi bagian dari
keseluruhan.
Remedial
Pendampingan Individual/Kelompok Kecil: Fokus pada area kesulitan
yang spesifik bagi peserta didik. Gunakan data yang sangat sedikit
dan visual yang sangat jelas saat menjelaskan cara membuat tabel
atau diagram.
Latihan Berulang: Berikan soal-soal latihan tambahan dengan
tingkat kesulitan yang lebih rendah untuk memperkuat
pemahaman konsep dasar, terutama dalam membaca data dari
tabel atau piktogram sederhana.
Permainan Perbandingan Data: Manfaatkan permainan kartu atau
gambar yang melibatkan perbandingan jumlah secara langsung
untuk melatih interpretasi.
P. Glosarium
1. Data: Kumpulan informasi atau fakta yang diperoleh dari
pengamatan atau penelitian.
2. Piktogram: Diagram yang menggunakan gambar atau simbol untuk
mewakili jumlah data.
3. Diagram Batang: Diagram yang menggunakan batang atau
balok untuk menunjukkan perbandingan jumlah data dari
berbagai kategori.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk
Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia. (2021). Buku Siswa Matematika untuk Sekolah
Dasar Kelas III. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Council of Teachers of Mathematics. (2000).
Principles and Standards for School Mathematics. Reston, VA:
Author.