0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan16 halaman

Pemilihan Bahan Ajar Bahasa Indonesia

Makalah ini membahas pemilihan bahan dan materi pembelajaran bahasa Indonesia, menekankan pentingnya menjaga keutuhan bahasa sebagai bahasa persatuan. Penulis menjelaskan prosedur dan kriteria pemilihan bahan ajar serta strategi penyampaian materi yang efektif. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan pembelajaran bahasa dapat berlangsung secara bermakna dan efektif.

Diunggah oleh

arditripurwanto4
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan16 halaman

Pemilihan Bahan Ajar Bahasa Indonesia

Makalah ini membahas pemilihan bahan dan materi pembelajaran bahasa Indonesia, menekankan pentingnya menjaga keutuhan bahasa sebagai bahasa persatuan. Penulis menjelaskan prosedur dan kriteria pemilihan bahan ajar serta strategi penyampaian materi yang efektif. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan pembelajaran bahasa dapat berlangsung secara bermakna dan efektif.

Diunggah oleh

arditripurwanto4
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PEMILIHAN BAHAN DAN MATERI PEMBALAJARAN BAHASA


Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kulia:Strategi pembelajaran bahasa indonesia
Dosen pengampuh:Deis Novita sari M,pdopita sari

Di susun oleh:
[Link] melinda [232711060060]
[Link] tanasa[232711060047]
[Link] kurniawan[232711060055]
[Link] wela sapira[232711060067]
[Link] fasiu[232711060010]

UNIVERSITAS ISLAM AN NUR LAMPUNG


TAHUN 2024/2025
KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji syukur kita panjatkan kehadirat allah swt yang telah memberikan
kita kesehatan sehingga bisa menghadiri perkuliahan pada hari in, tidak lupa juga
sholawat serta salam kita curahkan kepada nabi besar kita nabi muhammad saw, karna
beliau lah yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang
benderang yang kita rasa kan pada saat in, ucapan terimah kasih kepada ibu selaku
dosen pengampuh pada hari ini.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia dan mampu mempersatukan
bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi bangsa
ini, telah diproklamirkan pada tanggal 28 oktober 1928. Karena itu, sebagai orang yang cinta
bahasa dan bangsanya, maka bahasa Indonesia harus dijaga dan dipelihara agar tetap utuh dan
lestari sepanjang masa. artinya, tidak luntur karena waktu dan tidak tersisihkan karena zaman,
dalam arti tertindindih oleh bahasa lain sehingga menjadikan bahasa Indonesia tinggal namanya
[Link] menjaga keutuhan dan kelestarian bahasa Indonesia yang merupakan tanggung
jawab bersama tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara di antaranya adalah;
menjadikan bahsa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib di setiap lembaga pendidikan baik
yang formal maupun non formal, memperbanyak tulisan-tulisan yang terkait dengan pelajarana
bahasa Indonesia seperti buku-buku, modul bahan ajar, dan lain [Link] realitas
sekarang ini, dalam struktur kurikulum untuk SD/MI walaupun bahasa Indonesia termasuk
pelajaran wajib, namun alokasi waktu yang tersedia 5 jam pelajaran perminggu, di mana hal ini
terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara porsi waktu dan materi. Sehingga kondisi ini
sering membuat guru bahasa indonesi ketinggalan kereta dibanding guru

1.2 RUMUSAN MASALAH

Sesuai dengan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah;

[Link] prosedur dan keriteria pemilihan bahan ajar

[Link] strategi penyampaian bahan ajar

1.3 TUJUAN YANG INGIN DI CAPAI

[Link] prosedur dan keriteria pemilihan bahan ajar


PEMBAHASAN

A. Prosedur dan kriteria pemilihan Bahan ajar

Sebelum melaksanakan pemilihan bahan ajar, terlebih dahulu perlu diketahui kriteria

pemilihan bahan ajar. Kriteria pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah

standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang

dipilih untuk diajarkan oleh guru di satu pihak dan harus dipelajari siswa di lain pihak

hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya

standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain, pemilihan bahan ajar haruslah

mengacu atau merujuk pada standar kompetensi.

Setelah diketahui kriteria pemilihan bahan ajar, sampailah kita pada langkah-langkah

pemilihan bahan ajar. Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi

pertama-tama mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan

kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar. Langkah berikutnya

adalah mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Langkah ketiga memilih bahan ajar

yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah

teridentifikasi tadi. Terakhir adalah memilih sumber bahan ajar.

Secara lengkap, langkah-langkah pemilihan bahan ajar dapat dijelaskan sebagai

berikut:
A]. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi

dan kompetensi dasar

Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek

standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek

tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar

memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. Setiap aspek

standar kompetensi tersebut memerlukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang

berbeda-beda untuk membantu pencapaiannya.

B]. Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran

Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat

dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi

pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Materi jenis fakta adalah materi berupa nama-nama objek, nama tempat, nama orang,

lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda, dan lain sebagainya.

2. Materi konsep berupa pengertian, definisi, hakekat, inti isi.

3. Materi jenis prinsip berupa dalil, rumus, postulat adagium, paradigma, teorema.
4. Materi jenis prosedur berupa langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut, misalnya

langkah-langkah menelpon, cara-cara pembuatan telur asin atau cara-cara pembuatan bel

listrik.

5. Materi pembelajaran aspek afektif meliputi: pemberian respon, penerimaan (apresisasi),

internalisasi, dan penilaian.

[Link] pembelajaran aspek motorik terdiri dari gerakan awal, semi rutin, dan rutin.

A]. Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan

kompetensi dasar

Pilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan. Perhatikan

pula jumlah atau ruang lingkup yang cukup memadai sehingga mempermudah siswa dalam

mencapai standar kompetensi.

Berpijak dari aspek-aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah diidentifikasi,

langkah selanjutnya adalah memilih jenis materi yang sesuai dengan aspek-aspek yang

terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut. Materi yang akan

diajarkan perlu diidentifikasi apakah termasuk jenis fakta, konsep, prinsip, prosedur, afektif,

atau gabungan lebih daripada satu jenis materi.


Dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan diajarkan, maka guru akan

mendapatkan kemudahan dalam cara mengajarkannya. Setelah jenis materi

pembelajaran teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memilih jenis materi

tersebut yang sesuai dengan standar kompetensi atau kompetensi dasar yang harus

dikuasai siswa. Identifikasi jenis materi pembelajaran juga penting untuk keperluan

mengajarkannya. Sebab, setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategi

pembelajaran atau metode, media, dan sistem evaluasi/penilaian yang berbeda-beda.

Cara yang paling mudah untuk menentukan jenis materi pembelajaran yang akan

diajarkan adalah dengan jalan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar

yang harus dikuasai siswa.

Dengan mengacu pada kompetensi dasar, kita akan mengetahui apakah materi yang

harus kita ajarkan berupa fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap, atau

psikomotorik. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan penuntun untuk

mengidentifikasi jenis materi pembelajaran:

1. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa mengingat nama suatu

objek, simbol atau suatu peristiwa? Kalau jawabannya "ya" maka materi pembelajaran

yang harus diajarkan adalah "fakta".

Contoh: Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran B. Indonesia kelas 4 KD 4.5

disebutkan “ Mengolah dan menyajikan teks ulasan buku tentang nilai


peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia secara

mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan

memilah kosakata baku”, Siswa dituntut untuk mampu menyebutkan nilai dari

peninggalan sejarah baik melalui lisan maupun tulisan.

2. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa mengingat

nama suatu objek, simbol atau suatu peristiwa? Kalau jawabannya "ya" maka

materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah "fakta".

Contoh:

Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran B. Indonesia kelas 4 KD 4.5 disebutkan “

Mengolah dan menyajikan teks ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah dan

perkembangan Hindu-Budha di Indonesia secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan

dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku”, Siswa dituntut untuk mampu

menyebutkan nilai dari peninggalan sejarah baik melalui lisan maupun tulisan.

[Link] kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa menjelaskan atau melakukan

langkah-langkah atau prosedur secara urut atau membuat sesuatu ? Bila "ya" maka materi

yang harus diajarkan adalah "prosedur".

Contoh : Mendikripsikan melalui lisan dan tulisan Langkah-langkah proses daur

air sesuai dengan materi Bahasa Indonesia kelas V pada KD 4.2.


4. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa menentukan hubungan antara

beberapa konsep, atau menerapkan hubungan antara berbagai macam konsep ? Bila

jawabannya "ya", berarti materi pembelajaran yang harus diajarkan termasuk dalam kategori

"prinsip". Contoh :

Memiliki kesetiaan, dan kebanggaan terhadap keutuhan wilayah nusantara Indonesia melalui

pemanfaatan bahasa Indonesia

[Link] kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa memilih berbuat atau tidak

berbuat berdasar pertimbangan baik buruk, suka tidak suka, indah tidak indah? Jika

jawabannya "Ya", maka materi pembelajaran yang harus diajarkan berupa aspek afektif, sikap,

atau nilai. Contoh:

Ali memilih mentaati rambu-rambu lalulintas meskpipun terlambat masuk sekolah setelah di

sekolah diajarkan pentingnya mentaati peraturan lalulintas.

[Link] kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa melakukan perbuatan secara

fisik?​

Jika jawabannya "Ya", maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah aspek motorik.

Contoh:

Dalam pelajaran lompat tinggi, siswa diharapkan mampu melompati mistar 125 centimeter.

Materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah teknik lompat tinggi.


B]. Memilih sumber bahan ajar

Setelah jenias materi ditentukan langkah berikutnya adalah menentukan

sumber bahan ajar. Materi pembelajaran atau bahan ajar dapat kita temukan dari

berbagai sumber seperti buku pelajaran, majalah, jurnal, koran, internet, media

audiovisual, dsb.

Berdasarkan bentuknya, bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori,

yaitu bahan cetak (printed), bahan ajar dengar (audio), bahan ajar pandang dengar

(audiovisual) dan bahan ajar interaktif (interactive teaching material). Senada dengan

Wiryokusumo dan Mustaji membagi sumber bahan ajar menjadi 4 bagian yaitu :

A]. 1. Bahan ajar Cetak

Banyak sekali jenis bahan ajar cetak yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran,

antara lain adalah handout , modul, buku teks, lembar kegiatan siswa, model (maket),

poster dan brosur.

B].Bahan Ajar Dengar (Audio)

Bahan ajar audio merupakan salah satu bahan ajar noncetak yang didalamnya

mengandung suuatu sistem yang menggunakan sinyal audio secara langsung, yang
dapt dimainkan atau diperdengarkan oleh pendidik kepada peserta didiknya guna

membantu mereka menguasai kompetensi tertentu.

Jenis-jenis bahan ajar audio ini antara lain adalah radio, kaset MP3, MP4, sounds

recorder dan handphone. Bahan ajar ini mampu menyimpan suara yang dapat

diperdengarkan secara berulang-ulang kepada peserta didik dan biasanya digunakan

untuk pelajaran bahasa dan musik.

c].Bahan Ajar Pandang Dengar (Audiovisual)

Bahan ajar pandang dengar merupakan bahan ajar yang mengombinasikan dua

materi, yaitu visual dan auditif. Materi auditif ditujukan untuk merangsang indra

pendengaran sedangkan visual untuk merangsang indra penglihatan. Dengan

kombinasi keduanya, pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih

berkualitas.

Hal itu berdasarkan bahwa peserta didik cenderung akan lebih mudah mengingat dan

memahami suatu pelajaran jika mereka tidak hanya menggunakan satu jenis indra

saja, apalagi jika hanya indra pendengaran saja.

Bahan ajar pandang dengar mampu memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada

awalnya tidak mungkin bisa dilihat di dalam kelas menjadi mungkin dilihat. Selain itu
juga dapat membuat efek visual yang memungkinkan peserta didik memperkuat

proses belajar. Bahan ajar pandang dengar antara lain adalah video dan film.

D]. Bahan Ajar Interaktif (Interactive Teaching Material)

Bahan ajar interaktif adalah bahan ajar yag mengombinasikan beberapa media

pembelajaran (audio, video, teks atau grafik) yang bersifat interaktif untuk

mengendalikan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi. Bahan ajar

interaktif memungkinkan

terjadinya hubungan dua arah antara bahan ajar dan penggunanya, sehinnga peserta

didik akan terdorong untuk lebih aktif.

Bahan ajar interaktif dapat ditemukan dalam bentuk CD interaktif, yang dalam proses

pembuatan dan penggunaannya tidak dapat trelepas dari perangkat komputer. Maka

dari itu, bahan ajar interaktif juga termasuk bahan ajar berbasis komputer

Secara umum, pengembangan bahan ajar perlu dilakukan secara sistematik

berdasarkan langkah-langkah yang saling terkait untuk menghasilkan bahan ajar

yang bermanfaat. Jika sudah dibuat dengan baik sesuai dengan materi yang akan

diajarkan, maka bahan ajar dapat digunakan dengan efektif dalam proses
pembelajaran. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam prosedur

pengembangan bahan ajar yang baik, sebagai berikut

1. Analisis

2. Perancangan

3. Pengembangan

4. Evaluasi dan revisi

B. Strategi penyampaian bahan ajar (Simultan dan Suksesif )

[Link] urutan penyampaian simultan

Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih

daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan,

materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, baru kemudian

diperdalam satu demi satu (Metode global). Misalnya guru akan

mengajarkan materi Sila-sila

Pancasila yang terdiri dari lima sila. Pertama-tama Guru menyajikan lima sila

sekaligus secara garis besar, kemudian setiap sila disajikan secara mendalam.
[Link] urutan penyampaian suksesif

Jika guru harus manyampaikan materi pembelajaran lebih

daripada satu, maka menurut strategi urutan panyampaian suksesif,

sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian

secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula.

Contoh yang sama, misalnya guru akan mengajarkan materi Sila-sila

Pancasila. Pertama-tama guru menyajikan sila pertama yaitu sila

Ketuhanan Yang Maha Esa. Setelah sila pertama disajikan secara

mendalam, baru kemudian menyajikan sila berikutnya yaitu sila kedua

Kemanusiaan yang adil dan beradab.


KESIMPULAN

Pemilihan bahan dan materi pembelajaran bahasa yang tepat merupakan


faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran bahasa. Dengan menerapkan
prinsip, kriteria, dan strategi yang tepat, serta memanfaatkan berbagai jenis
bahan dan materi yang tersedia, guru dapat menciptakan pengalaman belajar
yang bermakna dan efektif bagi peserta didik.

Anda mungkin juga menyukai